Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PHYSICAL 100: MEXICO
Sebelumnya di Physical 100: Mexico…
Dia El Albañil Legendario.
Siapa yang memiliki kemampuan fisik paling luar biasa?
Dia tak terlihat bugar.
Hanya satu peserta yang akan menang.
Pergilah ke Piramida Tak Berujung.
Yang benar saja!
Itu tak berujung, Kawan.
Sial, Lazy. Jangan sampai kalah oleh wanita.
Di posisi ke-51, Lazy Boy.
Tidak, sial!
Tidak! Hanya satu angka.
Pertarungan final yang hebat antara pria dan wanita.
- Omar Zamitiz. - Hore!
Aku punya keuntungan besar di kompetisi ini.
Aku datang untuk meninggalkan jejak abadi.
Makanya aku memilihmu untuk tantangan berikutnya.
Laga Kematian.
Dua peserta harus bertarung untuk menguasai bola sepenuhnya.
Menurutku, legenda seharusnya melawan sesama legenda.
Itu bentuk penghormatan yang pantas.
Telah tersingkir.
Physical 100: Mexico.
Laga berikutnya, arena satu.
Brandon Díaz melawan Místico.
- Ayo, Brandon! - Semangat, Brandon!
Ayo, Místico!
Ayo, Idolaku!
Místico!
Cabut rambutnya, Místico!
Laga Kematian dimulai…
sekarang.
WAKTU
- Rebut! Ayo! - Itu dia!
Jangan lakukan itu.
Dia takkan melakukan La Mística.
Tiba-tiba, bolanya melambung ke samping.
Aku tahu ini harus jadi duel satu lawan satu.
Bergulatlah di sana!
- Ayo, Bung! - Tidak!
Tag aku, Místico! Aku siap!
Dia tak boleh terlalu percaya diri karena Místico takkan mundur.
Ayo, Místico!
Bagus! Ayo!
Tidak!
Melihatnya di sini terasa hebat. Rasanya seperti di film.
- Kalahkan dia! Tak ada batasan di sini! - Satu setengah menit.
Airnya. Bawa dia ke air. Ya!
Dia idola semua orang di Meksiko, tapi aku akan menang.
Tidak!
Tidak!
Dia melepas topengnya.
Keluar!
WAKTU
Apa ini?
Aku harus membawanya ke duniaku.
Duniaku tanpa topeng.
Keluar!
Bagus sekali, Brandon.
Tidak! Itu curang!
Itu curang!
Kembalikan topengnya!
Ada aturan penting dalam gulat,
yaitu melindungi topeng kami.
Pegulat lain tak boleh mengambil atau melepas topeng kami.
Waktu dihentikan. Tak boleh dilepas.
Melepas topengnya sepertinya strategi yang bagus.
Tak ada aturan yang melarangnya.
Keluar!
Aku tahu orang kesal.
Aku hanya bisa berkata tak ada batasan dalam pertarungan.
Satu menit lagi!
Satu menit lagi!
Tak ada yang berhasil menguasai bola sepenuhnya.
Akan ada ronde tambahan selama satu menit.
Brandon tahu topengku adalah kelemahanku,
dan dia memanfaatkannya.
Dia tak boleh mengira aku takut padanya hanya karena aku pegulat bertopeng.
Sebaliknya. Takut? Itu tak ada dalam benakku.
RONDE TAMBAHAN
Para Peserta,
ronde tambahan dimulai
sekarang.
WAKTU
Jangan jatuhkan!
- Pegang dia, Místico. Terus. - Pegang bolanya.
Jantungku berdebar kencang.
Kulakukan yang kubisa.
Ayo, jangan jatuhkan!
Gunakan kakimu.
- Dia tak bisa. - Ya.
Ya, Místico!
Ayo, Místico!
Kau pasti bisa!
Hari ini kami harus menang, seperti biasa.
Místico!
Místico! Tutupi dengan punggungmu.
Pegulat Meksiko sekelas ini
tahu bagaimana gulat Olimpiade, jadi dia tahu apa yang kulakukan.
- Gunakan kakimu! - Tiga puluh!
- Tiga puluh! Tiga puluh detik! - Gunakan kakimu.
Gunakan kakimu.
Dia pegulat yang terampil, dan dia tak membiarkanku merebutnya.
- Lima belas! - Ayo.
Kau bisa, Místico!
Ya!
Ayo. Jangan jatuhkan.
Lima, empat,
tiga…
- Tidak! - Teruskan!
Ya.
Místico!
Laga telah selesai.
Bagus, Místico!
Bagus, Místico!
- Bagus. - Bagus!
Ambil bolanya.
Pemenangnya adalah
Brandon Díaz.
Dia legenda, ikon. Seharusnya tak seperti ini.
Tidak, dia Místico, pegulat lucha libre. Aku ingin dia menang.
Mereka membuatku menangis. Itu alasanku berlangganan Netflix.
Bagus, Brandon!
Laga seperti lawan Místico ini sangat khas Meksiko.
Tak ada di tempat lain di dunia. Ini Meksiko.
Kekalahan
tidak menentukan siapa diriku.
Aku menyadari bahwa aku harus terus berlatih.
Teruslah berjuang.
Jazmín Lira, pilih lawanmu.
Aku mencari lawan yang sebenarnya tak terlalu kuat,
atau yang lebih lemah dariku.
Ya, jujur saja, kurasa ini yang terkuat melawan yang terlemah.
Kita begini…
Aku siap menang. Ayo!
ATLET KALISTENIK
Laga berikutnya,
Jazmín Lira…
melawan Vanessa Huppenkothen.
- Ayo, Vanessa! - Ayo, Vane!
Hei! Barbie melawan G.I. Joe.
Jaz, aku sangat mengagumi olahragamu, caramu berlatih,
dan mentalitasmu, tapi aku akan habis-habisan.
Ayo, Vane! Cepat!
Aku merasakan banyak adrenalin,
banyak kegembiraan, dan banyak euforia.
Laga Kematian dimulai…
Bersiaplah!
- …sekarang. - Ayo!
- Ayo! - Ayo, Vanessa!
Di atasnya. Jangan biarkan dia lari.
Sejak awal, strategiku adalah
langsung menguasai bola.
- Pukul dia! - Dengan kakimu.
Aku menangkapnya, mencoba merebut bolanya,
lalu mengerahkan segenap tenaga untuk mengangkatnya.
Naiki dia, Vanessa!
- Naiki! - Bagus, Vane.
Berlututlah.
Bergulinglah ke samping.
Bukan di punggungnya. Di samping.
Saat Vanessa mencekikku, aku hanya fokus
untuk menjaga bola.
Dorong ke arah bahunya!
Jangan angkat dia. Berguling ke samping, Vanessa.
- Duduk agar kau bisa menariknya! - Turunkan lutut kananmu!
- Lagi! - Gunakan lututmu!
WAKTU
Lagi!
- Itu dia! - Itu dia!
Vanessa!
- Lagi, Vane! Lagi! - Satu setengah menit!
Satu setengah menit!
Vanessa, meski kau berusaha keras,
kau takkan bisa.
Ya!
- Bernapaslah! - Ke bahu!
Vanessa, berguling ke samping!
- Ke sampingnya! - Tunggu.
Ayo, Vanessa!
Taruh lututmu di sampingnya, Vanessa! Dan dorong!
Gunakan kedua tanganmu agar terbebas!
Lima, empat, tiga…
Aku mendengar hitungan mundur,
dan yang kulakukan adalah memegang bola lebih erat.
…dua, satu.
Bagus!
WAKTU
- Itu dia! - Luar biasa. Hebat!
Bagus!
- Hebat! - Tidak, itu hebat.
Aku bisa menyerang dengan segenap kekuatanku
karena dia memegang bolanya, tapi aku tak berhasil merebutnya.
Dia wanita yang sangat kuat.
Para Peserta, pemenang Laga Kematian ini adalah
Jazmín Lira.
Kemenangan ini menguatkan semua yang kumiliki,
dan terutama, tujuanku datang ke sini, untuk menang.
Semua ada siklusnya, dan siklusku telah berakhir.
Laga berikutnya.
Pascal Nadaud, pilih lawanmu.
Kemarilah, Kawan.
Ayo.
Aku yakin bisa menang,
tapi aku tahu aku memilih salah satu orang terkuat di sana.
Aku tahu laganya akan sengit.
Aku binaragawan profesional,
tapi aku juga pernah menekuni taekwondo dan senam.
Aku pasti menang.
Aku menghormati profesimu, tapi jika tersingkir,
aku ingin kalah dari orang hebat.
Terima kasih. Suatu kehormatan bagiku.
Kita akan berusaha.
- Ayo kita bertarung. - Ya!
Ayo, Kawan.
Ini akan jadi pertarungan sengit.
Kelebihanku adalah aku tak takut kontak fisik.
Jika aku tersingkir, aku akan bangga.
Laga Kematian dimulai…
Ini baru dimulai,
dan kami akan habis-habisan.
…sekarang.
Ya, Pascal!
- Itu dia! - Ada kesempatan.
Dia harus mencopot lenganku
untuk merebut bola dariku.
- Ayo, Pascal! - Ayo, Chapo.
Bebaskan dirimu.
Keunggulanku adalah rugbi, dan aku bisa menekel.
Tetap di sana, Chapo.
Berbalik, Chapo.
Turunkan pinggulmu. Berbalik.
Pascal, ayo. Pascal!
Tetap di sana!
Kunci!
- Kunci. - Lempar aligator ke arahnya.
WAKTU
Ayo, Chapo!
- Ya! - Itu dia!
Aku tak pernah menyangka Pascal sekuat ini.
Dia menguras fisik dan mentalku sampai batasnya,
tapi aku takkan menyerah.
Ya!
Aku lelah. Sangat lelah.
Kurasa dia juga lelah,
dan siapa pun yang bisa bertahan lebih lama akan menang.
Lakukan!
- Ya. - Kau bisa.
- Dengan kakimu, Chapo. - Tidak. Bagus.
- Lari, Bung! - Satu menit!
- Satu menit! - Lari, Bung, lari!
Jangan biarkan dia kabur.
Satu menit… 50 detik.
Ayo!
- Hati-hati! Tenang. - Ayo!
Ayo, Chapo.
Sepuluh detik!
Tak kelihatan.
Delapan, tujuh, enam, lima,
empat, tiga, dua, satu.
Laga selesai.
WAKTU
Bagus! Hebat!
- Itu takdir! - Ayo! Itu dia!
Para Peserta, pemenang Laga kematian ini adalah
Pascal Nadaud.
Aku tak pernah membayangkan
akan memaksa tubuhku hingga mencapai batas maksimal begini,
tapi rasanya luar biasa.
Aku pergi dengan kepala tegak.
Aku mendatangi torsoku
dan hanya bisa berterima kasih.
Aku masih di kompetisi ini dan harus terus berjuang.
Laga berikutnya. Arena dua.
Patrick Alexandre, pilih lawanmu.
Lawan pilihanku
terus berubah saat peserta pertama mendapat giliran.
Aku harus mulai mempertimbangkan seseorang yang sangat kukagumi,
dan kupikir, "Kapan aku punya kesempatan
untuk melawan dia?"
Carlos.
- Ayo, Salcido. - Astaga!
Jika kondisinya seprima saat dia masih main bola,
aku takkan memilihnya.
Fisiknya lebih kuat.
Aku sudah pensiun selama tujuh tahun, tapi kurasa aku punya peluang.
Ayo, Kawan-Kawan!
Cabang olahraga kami berbeda, tapi kami bisa bersaing di tantangan ini.
Ayo, Patrick!
Laga Kematian dimulai…
Strategiku cuma pegang erat bolanya dan bertahan.
…sekarang.
Ayo, Patrick!
WAKTU
Sudah kuduga…
Saat dia menendang bolanya,
aku merasa semuanya berubah.
Seharusnya sudah kuantisipasi. Dia pesepak bola.
Lakukan tipuan. Kau bisa.
Aku harus dapat bolanya
karena akan sangat sulit merebutnya dari Patrick.
- Patrick sangat kuat. - Ayo, Patrick, rebut darinya!
Dia mencengkeramnya sekuat tenaga,
dan aku takut begitu aku harus mulai melawannya,
aku harus menggunakan kekuatanku.
Dia memegang kakiku,
dan aku menggunakan satu tangan untuk menjauhkan bola darinya,
dan tangan lainnya untuk mendorong tubuhnya.
Aku tahu lengannya sangat panjang, dan dia sangat kuat.
Lempar bolanya. Lempar!
Lempar jauh-jauh, Carlos!
Semangat kompetitifku kembali.
Aku tak mau itu.
Itu rumit. Aku jadi orang lain.
- Ayo, Patrick! - Berputar, Carlos! Cepat, berputar!
Putar kakimu!
Putar kaki dan lututmu. Keluar dari sana.
Lempar bolanya. Lempar. Lempar jauh-jauh, Carlos.
- Ya, Patrick! - Ayo, Patrick!
Lempar bolanya.
Jika menang, berarti aku mengalahkan salah satu ikon terbesar olahraga Meksiko.
Balikkan dia, Patrick! Balikkan dia!
Ayo, Patrick!
Tindih bolanya. Jangan cuma pakai lengan!
Pakai seluruh tubuhmu!
Patrick! Ayo!
Satu menit!
Jangan jatuhkan! Ayo!
- Bikin dia tak nyaman! - Lima puluh detik, Salcido!
Bola selalu bersama pesepak bola.
Ayo, Patrick!
- Dorongan terakhir. - Pegang erat.
Putar dia, Patrick! Ya!
- Putar. Ya. - Jatuhkan ke tanah!
Tiga puluh detik.
Masih ada waktu.
Aku mencoba mencuri bolanya.
Aku fokus mencuri bola.
Bagus. Balikkan dia.
- Balikkan dia. - Dua puluh!
Aku hanya perlu mempertahankan bolanya
dan yakin dia tak bisa mencurinya.
Empat belas, tiga belas…
- Dua belas… - Itu dia!
Sepuluh, sembilan, delapan,
tujuh, enam,
lima, empat, tiga,
dua, satu.
Bagus, Salcido!
Laga telah selesai.
Dia menguasainya dari awal.
Para Peserta,
pemenang Laga Kematian ini adalah
Carlos Salcido.
Aku senang karena peserta lain
menyadari…
Itu dia!
…bahwa aku bisa bertarung.
Aku ingin mengajari Luciana, putriku,
bahwa kita bisa menetapkan target yang sulit,
dan belajar dari proses mencapainya.
Sering kali kita harus menghadapi ketakutan terbesar kita.
Dan ini salah satunya.
Saat menghancurkan torsoku,
aku juga menaklukkan ketakutan yang selama ini kuhindari.
Itu hal yang membuatku bangga.
Aku mendedikasikan ini untuk diriku.
Halo, Kawan.
Kubilang aku akan melindungimu
sampai akhir.
Sampai akhir, Kawan.
Semangat.
Laga berikutnya, Luis Mora, pilih lawanmu.
Aku Luis Mora, enam kali jadi pria terbugar di Meksiko.
Di dunia CrossFit, aku dianggap
salah satu atlet paling bertenaga, cepat, dan kuat.
Semangat, Kawan.
Aku ingin pertarungan yang seru dan bertarung habis-habisan.
Laganya pasti seru.
Atlantis Jr. Ikon gulat Meksiko.
Aku merasa terhormat melawanmu.
Laga kita pasti akan seru.
Kawan, aku sangat bersemangat melawan pegulat dari olahraga berbeda.
Laga kita pasti paling seru malam ini.
Atlet CrossFit sangat tangguh.
Mereka sangat kuat.
Tapi aku akan membuatnya tak berkutik.
Ayo, Luis.
Laga Kematian dimulai…
Teman-Teman…
…sekarang.
Ya!
Pegang kakinya, Atlantis.
Pegang kakinya. Ya.
Angkat dia lagi. Lagi.
Teruskan. Itu dia.
Naiki dia.
- Naiki! - Dengan bobotmu.
Rebut bolanya dengan kakimu.
Buka dia!
Pemenang Laga Kematian ini adalah…
Luis Mora.
Bagus, Luis!
Laga berikutnya.
Cynthia Flores melawan Mariana Khalil.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
- Ayo! Ya! - Itu dia!
- Itu dia. Bagus. - Itu dia! Bagus, Cyn!
Mariana Khalil.
PEMENANG ATLET CROSSFIT
Jorge Cantú melawan George Herrera.
Sekarang!
Ayo!
Itu dia!
- Bagus. - Bagus!
- Lebih keras. - Naiki dia.
Bagus!
George Herrera.
PEMENANG ATLET BINARAGA
Laga berikutnya.
Adrián Chavira, pilih lawanmu.
Aku Adrián Chavira, dan aku pekerja konstruksi.
Konstruksi dikenal sangat menuntut fisik
karena sebagai pekerja, kami harus membawa material berat.
Aku Iván Guerra, pembuat batako terkeras di Tultitlán.
Membuat batako adalah pekerjaan yang sangat menguras fisik.
Kita yang bekerja di bidang konstruksi tahu rasanya berjuang untuk hidup.
Kita tahu rasanya menderita.
Dan kita tahu rasanya diremehkan.
Kita akan tunjukkan kemampuan dan karakter kita.
Aku takkan meremehkanmu. Ketahuilah itu.
- Kita akan habis-habisan. - Habis-habisan.
Aku datang ke sini demi kehormatan.
Aku tak mau keuntungan. Aku mau kesetaraan dan tantangan.
Aku datang ke sini untuk menang.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Saat aku melompat dan menangkap bola,
dia tak sengaja menghantamku dengan lutut di antara hidung dan bibir.
Aku merasa cukup pusing.
Aku hampir tak bisa lihat dan dengar orang berteriak.
Itu dia!
Jangan terlalu terbuka. Rapatkan tubuhmu.
Ayo, Chavira. Bertahanlah.
Ya, ke tanah. Dengan bolanya.
Kami berdua memegang bolanya,
dan aku merasa lenganku mulai meledak.
Ayo!
Itu dia, Chavira. Bergeraklah!
Aku memikirkan janji yang kubuat untuk diriku sejak kecil,
dan aku akan berusaha menepatinya.
Ayo, Chavira!
Jangan lepaskan, Chavira. Jangan lepaskan!
Kuncian dengan tekanan, seperti itu.
Lima puluh detik!
Itu sangat erat,
tapi kurasa jika aku berusaha sedikit lagi,
aku bisa rebut bolanya.
WAKTU
Berbaring di atasnya.
Dua puluh detik.
WAKTU
Perkuat cengkeramanmu, Chavira.
Jangan jatuhkan!
Laga telah selesai.
Ya, dia mengambilnya.
Imbang, 'kan?
Bagus, Kawan-Kawan!
Para Peserta, pemenang Laga Kematian ini adalah…
Iván Guerra.
Hore!
Bagus!
Aku bangga karena tak pernah memiliki pengalaman seperti ini.
Aku rela mati di arena itu.
Itu pertarungan yang sangat sulit, tapi kami bisa melakukannya.
Bagus, Chavira!
- Bagus! - Kerja bagus, Chava.
Bagus, Chavira!
Aku akan melakukan apa pun untuk menjaga torso ini.
Apa pun yang bisa kulakukan, akan kulakukan.
Ámbar Garnica melawan Ceci Tamayo.
Gunakan kakimu.
Kunci kaki itu… Bagus.
Bagus.
WAKTU
Di sisimu, Ceci.
Dia lelah. Makanya dia menahanmu.
Ámbar Garnica.
PEMENANG PEGULAT OLIMPIADE
Aku pamit agar lain kali, aku bisa kembali dengan lebih baik.
Terima kasih.
Beto Heragui melawan Daniel Jiménez.
- Ayo! - Ayo!
Bagus, Pembuat Taco.
- Mundur. Jangan membelakanginya. - Pegang pergelangannya.
- Jangan membelakanginya. - Terus.
- Jangan membelakanginya, Samson. - Jangan.
Ya! Bagus, Pembuat Taco!
Angkat kakinya!
Satu menit!
Ya! Gerakkan kakimu. Itu dia!
- Habisi dia! - Balikkan dia!
Bergerak!
Aku meninggalkan kompetisi ini setelah dikalahkan,
tapi bukan sebagai pecundang.
Aku merasa
kesal karena aku tak bisa menunjukkan siapa diriku.
Jane Valencia, pilih lawanmu.
Astaga! Aku yang terakhir memilih, seperti saat SD.
Kau mau melawanku?
- Ayo. - Ayo.
Aku pemegang rekor dunia strongman
untuk nomor Mega Dumbbell.
Deadlift-ku termasuk yang terberat di kategori wanita di Meksiko.
Ini kehormatan bagiku.
Kita yang terakhir.
Itu harus membuat kita merasa bangga dan kuat.
Aku juara Amerika Tengah,
wanita Meksiko pertama
yang memenangkan medali gulat Olimpiade di Pesta Olahraga Pan Amerika Toronto.
Aku akan berusaha.
- Ayo. - Ayo.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Ayo!
WAKTU
Pegang kakinya! Ada di depanmu!
- Ya. Buka dia. - Ya! Kau bisa!
Ayo, Jane!
- Satu menit tiga puluh detik! - Satu tiga puluh!
Itu milikmu, Diana. Jangan lepaskan.
Diana, ayo, Diana.
- Ayo, Nona-Nona! - Naiki dia.
- Naiki dia! - Jangan lepaskan, Diana!
Jangan lepas! Jepit dengan kakimu.
Dua puluh detik. Bertahanlah!
Pegang erat! Jangan jatuhkan! Sepuluh!
Sembilan, delapan, tujuh, enam, lima,
empat, tiga,
dua, satu.
Bagus.
WAKTU
Laga telah selesai.
- Mereka terlihat ekspresif. - Bagus!
Pemenang Laga Kematian ini adalah…
Jane Valencia.
Bagus.
Bagus, Nona-Nona!
Aldo Márquez, pilih lawanmu.
Aku ingin seseorang
yang tak harus kulawan atau sulit kuhadapi.
- Ayo. - Ayo.
Itu dia!
Menurutku penari selalu mengejutkan.
PENARI
Kita tak tahu kemampuannya
karena breakdance juga mencakup banyak olahraga.
Tak ada sentimen pribadi. Ini strategi.
- Aku menghargaimu. Ayo. - Ayo.
Menurutku, memilih lawan yang lebih lemah
memang bagian dari strategi,
tapi itu juga menunjukkan atlet seperti apa kita.
Aku merasa tenang dan lebih percaya diri
karena lawanku tak punya peluang melawanku.
Aku akan habis-habisan.
Tak ada yang bisa menghentikanku. Aku takkan kenal ampun.
Kurasa aku bisa mengalahkan Aldo. Aku siap bertarung.
Ayo, Ztimpy. Ayo!
Laga Kematian dimulai…
sekarang.
WAKTU
Bagus, Ztimpy.
Bertahan, Ztimpy, bertahan!
Ayo, jangan jatuhkan.
Ayo!
Aku hanya memikirkan diriku sendiri,
cara mengalahkan diriku.
Aku hanya memegang bola itu seperti anak kecil.
Aku akan mempertahankannya. Takkan kubiarkan dicuri.
Jangan jatuhkan!
Bagus, Ztimpy! Bertahan!
Singkirkan dia, Ztimpy, Ayo!
- Jangan jatuhkan! Satu menit berlalu. - Jangan jatuhkan!
Ya, ambil.
- Ya! Tarik dia! - Itu dia, Ztimpy!
- Pergi. - Itu dia, Ztimpy!
Itu dia!
Ayo, Ztimpy!
- Bagus. - Jangan lepaskan!
Pegang tangannya.
- Dua menit! - Lebih rendah.
Serang, Ztimpy, serang!
- Tiga puluh detik. - Bajingan!
- Tahan di sana. - Jatuhkan dia.
Setelah menguasai bola, aku menjaganya dan menjatuhkan lawan.
Dua puluh!
Ambil, Ztimpy!
Lima belas!
- Bagus. Ayo, Ztimpy. - Sepuluh, sembilan.
Delapan, tujuh,
enam, lima,
empat, tiga, dua, satu.
WAKTU
Laga telah selesai.
Aku sedikit kecewa,
tapi aku senang karena usahaku di arena tarung.
Pemenang Laga Kematian ini adalah…
Aldo Márquez.
Laga berikutnya. Arena dua. Mau Otero.
Ini akan sulit.
Ini akan seru!
Ini akan jadi pertarungan antara keterampilan dan kekuatan.
- Ayo, Nak! - Ayo, Mau!
Ayo, Mau!
Bagus.
Denganmu.
Astaga.
Ini akan jadi salah satu tantangan terberat bagi Mau
karena jika aku berhasil menangkapnya, dia takkan bisa kabur.
Kurasa ini akan jadi pertarungan seru.
Jika aku menangkapmu, ya.
- Tentu. - Semangat, Tyson.
- Ya. - Taklukkan dia.
Itu dia. Ayo, Bung. Ayo!
Yang benar saja!
- Ayo, Raúl! - Naiki.
Mau, bersiaplah karena kau akan kalah.
Aku sangat gugup untuk pertama kalinya
dan merasa sangat terintimidasi oleh Raúl.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Itu dia!
Astaga!
- Astaga! - Itu dia!
- Hancurkan strukturnya. - Hancurkan strukturnya.
Ayo, Mau.
WAKTU
Ayo, Raúl!
Aku takkan menyerah. Aku harus merebut bolanya.
Bagus, Raúl.
- Lari, Raúl! - Coba saja!
- Raúl, coba saja. - Ayo, Mau!
Ayo, lari, Tyson, lari! Coba saja!
Sayangnya, dia hanya kabur, berlari.
Lempar dan bertarung.
Itu seperti pengecut.
Jika Raúl menekelku,
dia akan mengirimku pulang dengan tandu.
Kau ke sini untuk menang. Berusahalah!
Lari kecil, Tyson.
Ayo, Tyson!
Ayo, Tyson.
Laga telah selesai.
Bagus!
Aku sudah berusaha, tapi tak bisa.
Pemenang Laga Kematian ini adalah…
Rasanya seperti singa yang sedang berburu kijang.
…Mau Otero.
Hebat!
Mau, kau peserta hebat. Jujur saja, strategimu cerdik.
Kau pilih latar yang tepat.
Kurasa tantangan hari ini
masuk sepuluh momen paling berbahaya bagi Mau Otero.
Aku tahu apa pun bisa terjadi, tapi aku mengira hasilnya berbeda.
Aku pamit kepada torsoku dan rekan timku,
tapi aku pergi dengan bangga
karena menjadi salah satu dari 100 atlet top Meksiko.
Quique Luna melawan Soberano Jr.
Alonso Xopin melawan Uriel Gutiérrez.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Tarik dia!
Bagus!
Tiga, dua, satu.
Bagus! Bagus, Quique!
Alonso Xopin.
PEMENANG TENTARA
Datang untuk bertarung habis-habisan itu luar biasa.
Aku puas karena sudah berusaha.
- Quique Luna. - Bagus!
Ayo!
Aku kecewa pada diriku sendiri
karena tak bisa mengeluarkannya dari sudut itu.
Laga berikutnya.
Luis Pride, pilih lawanmu.
- Kawan. - Suatu kehormatan.
Dari semua yang tersisa, siapa yang akan kupilih?
Hanya Tony yang tersisa.
Kawan, aku mengagumimu.
Kita pantas jadi yang terakhir, dan tak ada yang memilih kita.
Tunjukkan alasannya.
Kita tak dipilih,
jadi ayo beri mereka pertunjukan luar biasa.
Pose face off?
Saatnya bangun dan lihat siapa yang benar-benar ingin bertahan di sini.
Ayo.
Ayo, Meksiko!
Ternyata kau jago akrobat.
Aku tahu ini tantangan berat.
Dia harus siap karena menghadapi Luis Pride.
Aku merasa kuat dan siap menghadapi apa pun.
Laga Kematian dimulai…
Ayo, Tony!
…sekarang.
Ayo!
Kau pasti bisa. Ayo.
Aku menghadapi juara dunia kalistenik lima kali.
Itu bukan hal sepele, tapi aku juga bukan orang sembarangan.
Aku akan mengejutkan mereka.
Ayo!
- Santai. Jangan terlalu jauh. - Tidak, Tony, terlalu jauh.
Apa yang akan terjadi?
- Tidak! - Pegang kakinya.
WAKTU
Jangan biarkan dia mengaitkan kakinya.
Bergulinglah bersamanya.
Balikkan dia.
- Bergulinglah, Tony. - Ya.
Aku siap menunjukkan kemampuanku.
Biar mereka lihat caraku mengendalikannya, memakai kekuatanku,
serta teknik gulat dan jujitsu yang kukuasai. Itu yang akan terlihat.
Ayo, Tony. Ayo.
Bergulinglah.
Ayo, Tony.
Telungkup! Telungkup, Tony.
Aku harus mencari kekuatan
agar dia bisa melihat bahwa aku bukan lawan yang lemah
dan dia harus hati-hati denganku.
Ya, Tony.
Kendalikan dia juga, Tony. Jangan kasih kesempatan.
Jangan sampai dia lolos.
Jika dia tak melepaskanmu, jangan lepaskan dia.
Empat puluh. Bertahanlah.
Ayo, Tony.
Dua puluh. Tetap di sana, Tony. Bertahan. Tenang.
- Itu dia… - Dua puluh detik.
- Kau kendalikan dia. - Tahan dia.
Lima, empat, tiga.
Bagus.
WAKTU
Laga telah selesai.
Tak ada yang berhasil menguasai bola sepenuhnya,
dan akan ada ronde tambahan satu menit.
Aku akan habis-habisan.
Aku akan ambil bola dan lupakan strategi.
Ronde tambahan dimulai
sekarang.
- Ya, Tony. - Lari.
Itu dia. Jangan lepaskan.
Pegang dia. Dia takkan melukaimu.
Pegang erat dengan kakimu. Seperti ini.
Aku bisa mendapatkan bolanya.
Aku senang. Aku takkan menjatuhkannya. Aku akan memegangnya erat.
Lihat bagaimana Luis mencurinya.
- Jangan lepaskan. - Dia diuntungkan dengan lengannya.
- Kau hebat. Kontrol yang bagus. - Jangan lepaskan.
Aku berlatih cara merebut bola saat seseorang mendekapnya,
tapi tak kusangka dia bakal meringkuk sambil melindungi bolanya.
Jangan lepaskan!
Hampir selesai. Ayo, hampir selesai.
Dua belas detik.
Sepuluh, sembilan, delapan,
tujuh…
Dia memegangnya erat.
…lima, empat, tiga, dua, satu.
- Bagus! - Bagus!
Laga telah selesai.
Pemenang Laga Kematian ini adalah
Tony Gastelum.
Aku berhasil. Aku tahu aku bisa.
Aku tak pernah meragukan kemampuanku. Aku tahu jika bertekad, aku akan sukses.
Berada di sini saja sudah membuatku seperti pemenang.
Dan kalah dari orang sehebat Tony adalah suatu kehormatan bagiku.
- Judoman, pilih lawanmu. - Ya!
Aku memilih lawanku.
Pria tinggi, mungkin dalam kondisi prima,
yang harus memiliki kekuatan dan ledakan tenaga yang luar biasa.
- Basket? - MMA.
MMA. Oke.
Ini sangat lucu karena dia bertanya apakah aku main basket
dan aku bilang aku atlet MMA agar dia tak memilihku.
Itu strategiku.
Namaku Dominick Ficachi, dan aku pebasket profesional.
Tak ada lawan lemah.
Semua, pria dan wanita, sangat kuat.
Senang bertemu denganmu.
Aku tak mau melawan dia.
Dia juara dunia judo.
Kami datang untuk menang. Untuk berjuang habis-habisan.
Aku berlatih gila-gilaan.
Aku harus dapat bolanya lebih dulu dan jangan sampai dia merebutnya.
Semua pelatihku mengajariku, dalam judo, kita harus menyerang untuk menang.
Kepala dia atau kepalaku.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Ayo!
WAKTU
Kami berdua masuk dengan amarah dan tekad.
Kami bertabrakan.
Saat itu, aku bilang, "Itu hanya benturan kepala.
Tak apa."
- Dia terluka! - Ayo!
Aku merasakan pukulan di telingaku
dan aku merasa sedikit pusing,
tapi aku tak menjatuhkan bola.
Aku menoleh dan melihat lawan berlumuran darah.
Aku tak tahu apa yang terjadi.
Orang-orang di tribun memberitahuku
bahwa aku juga berlumuran darah, telingaku robek.
Temui dokter.
- Temui paramedis. - Telinganya robek.
Kukira mereka cuma akan mengobati kami, lalu menyuruh kami lanjut.
Aku menunggu di area kompetisi.
Itu tujuanku. Aku mau habis-habisan dan menghabisi lawan dalam tiga menit.
Kedua peserta terluka, dan laga tak bisa dilanjutkan.
Julio Córdova, pilih lawanmu.
- Astaga! - Astaga!
Aku merasa seperti di Las Vegas.
Ini akan jadi laga yang seru karena Julio bukan lawan yang mudah.
Aku merasa siap. Aku atlet jujitsu selama 18 tahun.
Prestasiku adalah juara nasional jujitsu tujuh kali,
dan peringkat dua di Amerika Utara.
Aku suka dia memilihku
karena dia atlet jujitsu hebat, dan aku tak suka pertarungan mudah.
Tak ada orang lain yang tersisa. Kurasa ada…
Aku memilihmu karena takkan ada yang memilihmu.
Dan kurasa aku bisa mengalahkanmu.
Aku akan mencopot kepalamu.
Lazy Boy yang kau lihat adalah Lazy Boy yang agresif.
Itu anak yang sama
yang mengemis di jalanan demi mengejar impiannya.
Aku hanya menunjukkan saat harus.
Ini bisa jadi laga utama.
Dia tak tahu apa yang dia hadapi.
Laga berikutnya.
Arena satu.
Julio Córdova melawan Lazy Boy.
Ini akan jadi laga yang luar biasa.
Ayo, Kawan! Memanggil dan menghadapi Lazy itu berbeda.
Ayo!
Ini akan jadi pertarungan seru.
Keduanya punya peluang besar.
Aku sangat bersemangat menontonnya.
Lazy! Julio! Lazy! Julio!
Aku tak takut pada Lazy.
Jujitsuku kelas dunia.
Laga Kematian dimulai…
sekarang.
- Tahan. - Ayo.
Aku membuka gerbang. Aku tak peduli dengan bolanya.
Aku bilang, "Ini sentimen pribadi."
Incar lututnya.
Aku takkan terintimidasi siapa pun. Aku tak takut pada siapa pun.
Bagus.
- Hei! - Perkuat lengan bawah.
Jangan memukul.
- Dia memukulnya? - Ya.
Dia menahanku. Aku bebas, aku terus bergerak.
Dia mencoba mencekikku. Aku lolos.
Aku tahu aku berbahaya.
Ya.
Ayo, Bung!
- Ya. - Ayo, Bung.
WAKTU
Itu baru pertarungan.
- Ya. Dua! - Kau hebat.
Yang benar saja, Julio!
Siapa pun lawanku, aku harus memberikan yang terbaik.
Dia akan melakukan kuncian segitiga, Lazy.
- Satu menit! - Ayo, Julio!
Satu menit!
Ayo habisi.
Ayo habisi.
Satu menit!
Ya, lari!
Lari, Julio.
Aku tak lupa bahwa bola itu misiku.
Lazy, pegang pergelangan tanganmu.
Ya, berbaringlah.
WAKTU
Gunakan kakimu! Gunakan kakimu, Lazy.
Ini makin panas.
Orang-orang menggila.
Itu dia!
Jauhkan kakinya!
Saat menyentuh bola dengan kakiku, aku tahu aku menang.
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh,
enam, lima, empat,
tiga,
dua,
satu.
Apa itu?
Apa itu?
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.