Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pemenang Piramida Tak Berujung adalah…
- Omar Zamitiz. - Hore!
Begitu mendengar nama Omar Zamitiz Bonilla,
aku turun dari stair-climber,
lalu mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatan di dalam diriku…
PELATIH FITNES
Aku merasa sangat senang.
Namun, ada sedikit kekecewaan
karena aku ingin jadi nomor satu.
ATLET HYROX
Aku memuji penampilan pemenang.
Aku punya keuntungan besar di kompetisi ini. Itu yang kumau.
Aku tak kaget bisa mengalahkan siapa pun
karena aku datang untuk menang.
Hore!
10 TERBAIK
1. OMAR ZAMITIZ 3.012
2. KAREN LARA 2.772
3. ÁNGEL QUINTERO 2.732
EPISODE 2 SELEKSI ALAM
Masuk 50 terbawah tak mencerminkan kemampuanku.
Itu strategi.
Saat memasuki arena, aku melihat tribun
untuk 50 peserta teratas yang tampil baik di babak pertama.
Dan aku melihat tempatku ada di bawah, jauh di belakang.
Itu aneh karena, pertama, aku tak tahu tantangan berikutnya,
tapi aku jelas tak mau berhadapan dengan pegulat.
PESEPAK BOLA
Aku juga merasakan ketegangan yang sangat unik.
Itu dia.
Menendang keras, tapi…
Ya, benar.
Hore!
Ingatlah, bahwa kami berada di hadapan para atlet terbaik di Meksiko,
dan kita lihat saja nanti.
Kami akan berusaha.
Aku tak percaya "yang terakhir jadi yang pertama".
Performaku buruk di tes sebelumnya, kuterima itu.
Ayolah, kita tak gugup. Ayo.
Ayolah. Semangat.
Ini tim selebritas…
Lihat, para petarung, Místico, El Matador, Luis Pride, Lazy Boy.
Kami yang ada di bawah…
PETARUNG MMA
akan mengeliminasi yang di atas.
Sekarang, mari kita sambut 50 peserta terbaik dari tantangan pertama.
Ini dia.
- Ya. - Lihat kami baik-baik.
Aku merasa tertekan
karena mereka jelas punya keunggulan.
Mereka tahu kami tampil buruk. Aku jadi sasaran empuk.
Aku senang Jahir masuk setelahku.
Javi bertahan jauh.
Oke.
Dan aku tak menduga Patrick masuk sepuluh besar.
Perang dimulai, dan kami akan bertarung.
Para Peserta…
pemenang keseluruhan Piramida Tak Berujung,
yang juga akan mendapat keuntungan strategis adalah
Omar Zamitiz.
Omar Zamitiz bisa mencapai final.
Level kebugarannya luar biasa,
jadi dia salah satu pesaing kuat.
Bagus, Pelatih!
Dia pesaing hebat. Aku akui itu.
Dia sangat berbakat.
Siapa pun bisa menang.
Tantangan berikutnya dalam kompetisi ini adalah
Laga Kematian.
Aku panik. Maksudku, apa ini?
Aku di antara atlet profesional dan mendengar "Laga Kematian"?
Aku sangat takut.
Dua peserta harus bertarung untuk menguasai bola sepenuhnya
di salah satu arena ini.
Tiap pertarungan berlangsung tiga menit.
WAKTU
Saat waktu habis,
peserta yang menguasai bola sepenuhnya
akan melaju ke tantangan berikutnya.
Jika setelah tiga menit belum ada pemenang yang jelas,
akan ada tambahan satu menit sebagai ronde tambahan.
Peserta yang memenangkan laga ini akan bertahan,
tapi peserta yang kalah akan dieliminasi dari kompetisi.
Aku takkan jadi salah satu yang pertama tersingkir.
Karena dia pemenang tantangan sebelumnya,
Omar Zamitiz akan menjadi peserta pertama yang memilih lawannya
untuk Laga Kematian.
Aku merasa kuat dengan keuntungan di kompetisi ini
karena aku tahu siapa lawanku.
- Dia akan memilih Pee Wee. - Aku.
Dia berdiri di depanku, dan itu gawat.
Kau berkeringat?
Bagiku,
pertama-tama…
Bagaimana? Aku memilihmu.
Bagiku, kau legenda. Aku mengagumimu. Aku menontonmu bermain.
Kau telah mengharumkan nama Meksiko dengan baik.
Aku datang untuk meninggalkan jejak abadi,
dan kita akan melakukannya bersama.
Makanya aku memilihmu untuk tantangan berikutnya.
- Ayo! - Tuan.
Ayo, Matador!
Dia seharusnya lebih dihormati.
Ayo, Matador!
Menurutku, memilih Matador adalah
jalan yang mudah.
Kau bisa melawan orang yang lebih tangguh atau yang punya kemampuan fisik serupa.
Jika aku menang, demi rasa hormat,
aku tak akan melawan legenda Piala Dunia atau Meksiko.
Ayo!
Aku menghormati Omar,
tapi aku akan habis-habisan.
PESEPAK BOLA
Karen Lara, pilih lawanmu.
Aku memilih…
Carmen Baqué.
Oke.
Silakan.
Ayo!
Aku mengagumimu, menghormatimu, dan mengharapkan pertarungan adil.
Kita seprofesi, dan berat badan kita hampir sama.
Jadi, aku menghargainya.
Terima kasih.
Mau Otero…
Patrick Alexandre…
Marlene Coronel…
Pilih lawanmu.
TANTANGAN 2
Ayo!
Ayo!
- Semua arena ini, bukan? - Itu yang kuinginkan.
Astaga!
- Kau dekat dengannya. - Besar, ya?
Para Peserta,
selamat datang di Laga Kematian.
Arena satu.
Saat melihat arena itu, aku tahu aku tak bisa mundur.
Laga pertama.
Omar Zamitiz…
Ayo, Omar!
…melawan El Matador.
Ayo lihat tendangan mautnya!
- Matador! - Matador!
Lihat dia.
Penguasa area ini!
Bisa seimbang.
El Matador terus berlatih. Dia sangat cepat.
Matador masih atlet yang hebat.
El Matador tak kalah di kandang!
Matador!
Pengalaman sangat berharga,
dan kekuatan muda akan makin matang.
Jadi, ini akan menjadi laga insting tajam.
Ini laga kelimamu, Matador!
Ayo, Omar!
Ayo, Omar!
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Ayo!
Ayo, Matador!
Main kasar, Matador!
WAKTU
Ayo, Matador!
Untuk menang,
aku rela mencurahkan seluruh jiwa, tenaga, dan hatiku.
Matador!
- Zamitiz! - Matador!
Gunakan dindingnya!
Ya! Di sana!
Pegang erat! Jangan biarkan dia!
Gunakan bahu kirimu untuk melindunginya!
Serang bahu kirinya dengan keras!
Aku selalu mengagumi Matador, tapi Omar temanku.
Jadi, perasaanku campur aduk.
Ayo, Matador!
WAKTU
Kuharap Matador bisa mengalahkannya.
Tarik kakinya, Omar!
Aku harus segera menguasai bola.
- Dua menit! Itu dia! - Bagus!
- Itu dia! - Oh, kau licik!
Pertahankan!
Matador! Menyamping! Beri tekanan di satu sisi, Matador!
Coba berputar ke samping!
Balikkan dia, Matador!
Tendang dia!
Turunkan pinggulmu, Omar!
- Ya, tetap di sana! - Balikkan, Matador!
- Dia ambil bolanya! - Ayo, Omar.
Banting dia!
Matador, balikkan badan agar kau bisa menjatuhkannya!
- Pergelangan kaki! - Bawa…
- Bawa sikumu ke samping, Omar! - Pergelangan kaki!
- Pegang dia seperti gerobak! - Tiga puluh detik!
Aku mendengar suara istriku menyemangatiku,
dan itu membuatku menekan bola lebih keras dengan bobotku.
- Matador! - Ayo, Bung!
Matador!
- Mereka pantas ikut dua Laga Kematian. - Ubah strategimu!
Itu tak berhasil. Menyamping.
- Tetap di sana! - Ayo, Omar.
Lima belas! Bertahan!
Ambil bolanya, Matador!
Lindungi bolanya, Omar!
Aku harus lebih erat memegang bola itu.
Ayo, Matador!
Gunakan bobotmu, Matador!
Sepuluh, sembilan,
delapan, tujuh, enam…
Rebut bolanya, Matador! Balikkan dia!
WAKTU
Satu!
Dia sudah berusaha.
- Bagus, Matador! - Bagus!
WAKTU
Aku mencintaimu!
Laga telah selesai.
- Bagus, Matador! - Bagus!
Pemenang Laga Kematian ini adalah
Omar Zamitiz.
Aku menang lagi.
Aku sangat senang. Aku sangat bahagia.
Aku tahu semua orang Meksiko mencintai Matador. Dia legenda, idola.
Bagiku, ini adalah kehormatan terbesar dalam kompetisi ini,
dan ini akan menjadi penyemangatku untuk terus maju.
Menurutku, legenda seharusnya melawan sesama legenda.
Itu bentuk penghormatan yang pantas.
Sejujurnya, El Matador pulang sebagai juara.
Bagus, Matador!
Aku meninggalkan kompetisi ini dengan puas, tapi tidak senang.
Semua orang harus terus berusaha, seperti El Matador.
Marlene Coronel, pilih lawanmu.
Aku siap untuk laga ini. Aku tak tahu apa yang akan terjadi.
ATLET PARKUR
Tapi aku yakin dengan kebugaranku.
Aku atlet parkur,
dan sebagian orang memandangnya sebelah mata.
Tapi itu juga olahraga yang cukup kompleks dan lengkap.
Tidak, aku takkan ke sana.
Tidak.
Tidak, bukan kau.
Aku terkejut dia memilihku.
Dia tak tahu aku perenang sprint.
Aku Liliana Ibáñez, perenang Olimpiade dua kali,
dan perenang tercepat di Meksiko.
Aku memegang beberapa rekor Meksiko.
Aku punya kecepatan terbaik, aku sangat kuat,
dan aku tak pernah menyerah.
Kurasa, meski tinggi badan kita berbeda,
kita punya kemampuan unik.
Aku rasa laga kita akan menarik.
- Ayo. Lakukan yang terbaik. - Semangat.
Arena dua.
PHYSICAL 100: MEXICO
Ayo, Nona-Nona!
Aku tahu ini keunggulannya karena dia atlet parkur,
tapi aku lebih cepat.
Itu pilihannya.
Laga Kematian dimulai…
Aku sangat kecil dan melawan seseorang yang jauh lebih besar,
tapi kami akan habis-habisan.
…sekarang.
Aku ingin merebut bola,
jadi aku meraihnya, dan dia terbawa.
Jaga sikumu, Marlene!
Bagus.
- Jaga sikumu, Marlene! - Yang kuat!
Pegang erat, Marlene!
Ayo!
Ayo, Marlene!
- Bagus sekali. - Dia melepaskannya.
Dia membalikkan badanku, aku juga, tapi aku tak tahu di mana bolanya.
Bagus!
- Ayo, Marlene! - Bagus!
Lepaskan dia dan ambil bolanya!
Jangan lepaskan dia, Lili. Jangan!
Mereka bukan pegulat, tapi pertarungannya seru.
Dalam posisi itu, berputarlah ke kanan, Marlene!
Putar ke kanan, Marlene. Bagus! Kau di atas.
- Tetap di atas. Kau masih di atas. - Balikkan, Lili!
Saat dia menggerakkan pinggulnya ke kanan,
aku manfaatkan membalikkan dia dan berhasil.
Berbalik ke arahnya.
Pegangannya akan lepas. Teruskan.
- Berbalik ke arahnya. Tinjunya. - Terus tahan kakinya, Lili.
Kendalikan bisepsnya, Marlene.
- Kau di atas. Keluarkan kaki kirimu! - Satu menit sepuluh detik!
Keluarkan kaki kirimu, Marlene! Langkahkan kaki!
Di atasnya! Dadamu di punggungnya!
- Kakimu akan keluar. - Jangan lepaskan kakinya.
Aku pegang kakinya agar dia tak bisa lari karena itu yang dia lakukan.
Kakinya, Lili!
WAKTU
Ambil bolanya, Marlene. Sekarang!
Ambil bolanya!
Lepaskan diri dan lari!
- Tekan kepalanya! - Bertahan, Lili. Bertahan!
Strategiku bukan lagi berdiri untuk merebut bola,
tapi mencegah dia mengambil bola.
Tahan dia!
- Bagus sekali, Lili! - Satu menit lagi!
- Tarik napas! - Bagus sekali, Nona-Nona!
Aku belum pernah bertarung.
Aku penuh adrenalin, tapi sangat lelah.
Tak ada yang berhasil menguasai bola sepenuhnya.
Akan ada ronde tambahan selama satu menit.
Kau harus berlari, Marlene!
Aku tak takut meski dia lebih tinggi. Justru karena sulit, aku makin terpacu.
RONDE TAMBAHAN
Mulai tekan dengan sisi kirimu!
Ronde tambahan dimulai sekarang.
Jika dia ingin berlari, aku akan mengejar.
Tugasku harus cepat, dan dia bukan tandinganku soal itu.
Ya, Lili! Ayo!
Bagus!
- Ambil bolanya! - Bolanya, Lili!
Ambil bolanya!
- Bangun. - Bolanya, Lili!
- Lihat! - Bolanya.
Jika aku dapat bolanya, dia tak bisa merebutnya.
Bagus! Hebat!
Pegang itu!
Kita selamatkan! Pegang itu!
Liliana adalah wanita yang sangat kuat.
Bagus! Ya! Dorong dengan kepalamu!
Dorong dengan kepalamu, Marlene!
- Dorong! - Bolanya, Lili.
Bagus!
Laga telah selesai.
Bagus, Nona-Nona!
Tak ada yang berhasil menguasai bola sepenuhnya.
Akan ada ronde tambahan satu menit lagi.
Aku tak mau imbang di ronde itu. Aku sangat kecewa.
Ayo, Marlene!
Meski aku merasa sudah mencapai batasku,
aku masih bisa berlaga sedikit lagi.
Aku akan mempertaruhkan segalanya dengan kecepatan terakhir.
Ronde tambahan dimulai
sekarang.
- Lari, Lili! - Ayo, Lili!
- Kejar dia, Lili! - Kejar dia! Satu menit!
Jangan menyerah! Hanya satu menit!
Ayo, Lili!
Aku berusaha menenangkan diri dan mengatur napas.
Aku tahu aku dikejar waktu karena dia menguasai bola.
- Ayo, Lili! - Selesaikan!
Lili, jangan menyerah. Jangan menyerah. Lawan!
WAKTU
Aku menyimpan energiku untuk ledakan terakhir.
Aku lebih cepat dan eksplosif karena itu pekerjaanku.
- Ayo, Lili! - Bagus!
Bagus! Teruskan!
Dia pergi ke sisi lain
dari tempat aku mencoba menangkapnya, dan aku tahu permainan sudah berakhir.
WAKTU
Bagus!
Laga telah selesai.
Aku bangga karena sudah habis-habisan.
Pertarungan hebat.
Pemenang Laga Kematian ini adalah
- Marlene Coronel. - Hore!
Bagus, Marlene! Kau bertarung dengan baik!
Aku mengalahkan wanita peraih medali.
Aku?
Kami menyayangimu.
Bagus!
Bagus, Marlene. Bagus.
- Semangat, Lili! - Bagus.
- Sangat bagus! - Bagus.
Setelah kompetisi ini, tentu aku merasa…
Aku merasa begini.
Aku akan bertahan sampai akhir.
Torso ini hasil kerja keras yang kulakukan selama bertahun-tahun.
Rasanya berat harus menghancurkannya…
tapi itu hanya satu kekalahan
karena aku tahu tubuhku masih memiliki banyak potensi.
Laga berikutnya.
- Venom… - Ayo!
…pilih lawanmu.
Aku takut pada pekerja bongkar muat. Lihat.
Jujur, lebih sulit memilih daripada dipilih.
Aku bingung.
Kemarilah, Kawan.
- Kawan, ayo. - Oh!
Laga seru!
Aku sangat mengagumi dan menghormatimu.
Kau membuktikan bahwa orang yang memulai dari nol bisa sukses.
Aku merasa terhormat bisa melawanmu.
Ayo buktikan orang seperti kita juga bisa.
Siapa pun yang lolos akan membuktikan orang seperti kita bisa jadi juara.
- Ya. - Tentu saja!
Ayo.
Semangat!
- Mereka saling ejek. - Dia jadi Venom.
Ayo!
Aku memulai dari nol, dan aku akan menang.
Tapi kau tahu siapa yang lebih hebat?
El Albañil Legendario.
Karena aku pernah menjadi tukang bata atau kernet.
Aku tahu usaha fisik,
kerja keras, dan mentalitas yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini.
Ayo!
Maaf kata-kataku kasar,
tapi aku rela mati-matian
demi meraih kemenangan itu.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Ayo!
Astaga!
Ayo, Tukang.
- Ya. - Demi orang seperti kita!
Jangan lepaskan bolanya. Cari bolanya.
Ya ampun. Mereka benar-benar bertarung.
Ya!
Bagus!
Hati-hati dengan lehernya.
Mereka ganas sekali!
Pertarungannya seru!
Dua gorila saling dorong. Mereka sangat kuat.
Gunakan kakimu, Freddy! Kunci!
Hati-hati!
Jangan lepaskan dia, Tukang!
WAKTU
Itu dia. Bagus. Berdiri sekarang.
WAKTU
WAKTU
Begitu.
Naiki dia!
Ambil bolanya! Ya! Bagus, Tukang!
Lari! Lari dengan bolanya!
- Ayo, Tukang! - Bantingan itu…
Lari!
Ganti sisi, Venom. Ganti ke sisi lain.
WAKTU
Ke kanan, Venom!
Tiga puluh detik!
Tiga puluh detik, Tukang! Bertahan!
Aku tahu ini kesempatan terakhirku.
Aku kumpulkan sisa kekuatanku dan habis-habisan.
Tekan, Freddy!
Bertahan, Tukang!
WAKTU
Sembilan, delapan, tujuh…
Ayo, Tukang!
WAKTU
Tiga, dua, satu!
Laga telah selesai.
Bagus!
Astaga!
Kegigihan mereka terlihat jelas.
Mereka tak mau melepas bola itu
atau impian mereka.
- Hari ini mereka mewakili… - Ya!
Ini untukmu, Nak!
Aku memenangkan tantangan ini karena aku berjanji pada putriku.
Para Peserta,
pemenang Laga Kematian ini adalah
El Albañil Legendario.
Hari ini, Venom tahu kenapa aku disebut tukang bata legendaris.
El Albañil Legendario adalah atlet yang penuh kejutan.
Banyak peserta meremehkannya, padahal dia lawan yang kuat.
Bagus, Venom!
Dalam kompetisi ini, terutama dalam pertarunganku,
aku belajar banyak tentang diriku dan lebih menghargai diriku.
Karena aku tak menahan diri. Aku memberikan yang terbaik.
Maaf karena aku emosional,
tapi aku sangat senang karena sudah habis-habisan.
Jarang sekali aku habis-habisan seperti ini.
Itu membuatku sangat bahagia dan bangga.
Ángel Quintero.
Pilih lawanmu.
Aku Ángel Quintero, atlet obstacle course racing.
Aku lebih kuat dari pelari,
lebih cepat dan tangguh dari atlet angkat beban dan petarung.
Makanya aku akan menang.
- Ayo, Pee Wee! - Ya!
Itu milikku!
Pee Wee!
- Ayo. - Pee Wee!
Ini akan jadi pertarungan bagus.
Aku tak akan menahan diri, dan semoga kau juga tidak.
- Tidak sama sekali. - Kita bertarung mati-matian.
Kurasa Ángel sedikit meremehkanku
saat dia memilihku secepat itu.
Aku suka diremehkan.
- Ayo, Pee Wee! - Ya, Pee Wee!
Ya!
Ángel sangat cepat.
Aku punya strategi, dan kurasa itu akan berhasil.
Laga Kematian dimulai
sekarang.
Ayo, Pee Wee!
Itu dia!
Ayo. Semangat.
Ayo, Pee Wee.
Ya, dia dapat.
Strategi yang bagus.
WAKTU
- Pengintai! - Keluarkan dia dari sana! Cepat!
Pee Wee keluar dan menerapkan strategi terbaik.
Dia ambil bolanya, lalu sembunyi di bawah struktur.
Strategi terbaik sejauh ini.
Kurasa dia tak menduganya.
Dia masuk sejauh mungkin.
Aku mencoba menarik sekuat mungkin. Dia berpegangan erat.
Aku tak bisa melihat apa pun. Jelaskan, Juri!
Saat ini, aku hanya ingin fokus pada bola
dan mencoba memberitahunya bahwa dia tak menghadapi lawan mudah.
Jadilah tikus tanah, Pee Wee!
Dia akan berhasil.
Aku sangat terkejut dengan kekuatannya.
Namun, kita tahu ada kekuatan juga di sini.
Dua menit lagi, Pee Wee!
Semangat, Benítez. Tarik dia!
- Ayo, Pee Wee. Keluar. Berdiri! - Ayo!
- Bagus. - Naiki dia.
Akhirnya dia merebut bola dariku,
dan itu sangat membuatku jengkel.
- Ayo! - Berdiri.
Lawan, Pee Wee!
Naiki dia. Bagus, Pee Wee.
- Bagus, Pee-wee. - Hati-hati dengan strukturnya.
- Yang kuajarkan, Pee Wee! - Ayo, Pee Wee!
- Ayo, Pee Wee. Balikkan dia. - Yang kuajarkan, Pee Wee!
Astaga, Pee Wee. Dia pejuang.
- Dia melepaskan bola. - Tarik dia.
Tendang, Pee Wee! Tendang!
Pee Wee!
- Pinggulmu! - Pinggulmu!
- Ya. - Itu dia.
Itu dia, Pee Wee!
Tangkap dia!
Bagus, Pee Wee! Kau hebat. Terus lakukan itu.
WAKTU
Itu milikmu, Pee Wee.
Satu menit!
Satu menit!
Aku berhasil mengeluarkan satu tangan, lalu yang lain. Aku mengeluarkan bola…
Setelah itu, aku berusaha bertahan semampuku.
- Balikkan dia, Pee Wee. - Di satu lengan!
- Empat puluh! - Empat puluh detik, Pee Wee!
- Ya! - Ayo, Pee Wee!
Ayo, Pee Wee!
- Ayo, Pee Wee! - Ya!
- Dua puluh detik, Pee Wee! - Masuk, Pee Wee!
- Menyamping! Balikkan dia. - Lempar dia.
- Bagus. Ya, Pee Wee. - Lima belas!
- Masuk. - Ayo, Pee Wee. Pee Wee!
Sepuluh, sembilan, delapan,
tujuh, enam, lima, empat,
tiga, dua, satu.
WAKTU
Laga telah selesai.
- Bagus, Pee Wee! - Kita kalah.
Tidak. Pee Wee layak dihormati.
Para Peserta,
pemenang Laga Kematian ini adalah
Ángel Quintero.
Bagus.
- Pee Wee! - Ya, Ángel! Hebat!
Itu jelas bukan kemenangan mudah.
Kita tak boleh meremehkan orang. Pee Wee mengejutkanku.
Dia sangat kuat. Aku sudah kagum padanya dan sekarang makin kagum.
Aku mengalami masa-masa sulit
dalam hidupku selama beberapa bulan terakhir.
Bagiku, menghancurkan torso ini sekarang
seperti memulai lembaran baru dalam hidupku dan memulainya dari nol.
- Ayo, Roldán! - Ayo, Roli!
Ayo, CrossFit, ayo!
Sekarang.
Ayo! Kau duluan!
Tangkap dia!
Gunakan strategi! Pegang dia!
Bagus!
Tujuh, enam, lima, empat,
tiga, dua, satu.
Pemenang Laga Kematian ini adalah Yolotl Cabral.
PEMENANG ATLET LONCAT INDAH
Sekarang.
Ya!
Ayo, Natalia!
- Dua puluh lima detik! - Bagus!
- Bagus! - Remas!
Daniela Fainus.
PEMENANG INFLUENSER FITNES
- Cari. - Dengan kakimu!
Itu dia!
Angkat bahumu, Gallo. Angkat.
Ya, itu dia!
Bagus!
PEMENANG PETINJU
El Gallo Estrada.
Ya! Teruskan!
- Jangan berhenti! Ikuti dia! - Tangkap.
Ayo.
Dulce Velázquez.
PEMENANG ATLET OCR
Emmanuel Benítez.
PEMENANG PEGULAT OLIMPIADE
Mariana Meza.
Bagus!
PEMENANG ATLET CROSSFIT
Sekarang.
Santai saja.
Santai saja, Jahir.
- Dua menit! - Fokus, Jahir!
Bagus! Itu dia!
Jahir Ocampo.
PEMENANG ATLET LONCAT INDAH
- Bagus! - Gunakan kakimu!
- Angkat dia. Kaki. - Itu dia!
Jangan biarkan dia bangun.
- Berapa waktu tersisa? - Angkat dia.
Di sisi dia!
Karen Lara.
PEMENANG ATLET HYROX
Itu dia!
- Santai saja, Aldo. - Jatuhkan dia.
WAKTU
Jangan biarkan dia lolos, Mike!
Aldo Gutiérrez.
PEMENANG PEGULAT OLIMPIADE
Arena satu.
Luis Hans.
Pilih lawanmu.
Aku sudah memutuskan lawan seperti apa yang akan kupilih.
Aku tak suka yang mudah.
Semua pekerjaan petugas damkar tak mudah.
Bagiku, suatu kehormatan
melawan tentara Meksiko.
Terima kasih banyak sudah memilihku.
Aku hanya bisa bilang… semua demi Meksiko!
Ya! Ayo, Bung!
Ayo, Petugas Damkar!
Lawanku berbahaya.
Dia bukan pesaing biasa.
Dia pesaing yang sangat terlatih.
Aku sangat gugup,
tapi aku percaya pada kemampuanku
dan latihan yang kami jalani tiap hari.
Ayo, Kopral!
Laga Kematian dimulai…
Aku harus menang. Caranya? Aku tak tahu.
Tapi aku harus menang.
…sekarang.
WAKTU
- Ayo, Kopral! - Ayo, Petugas Damkar!
- Mantap! - Bagus, Cárcamo!
Dorong pinggulmu! Gunakan pinggulmu.
- Gunakan kaki kirimu. Itu dia. - Ayo!
Tiga puluh!
Ambil bolanya!
Bagus. Lepaskan dia. Tantang dia.
Jangan lepaskan.
WAKTU
Sepuluh, sembilan,
delapan, tujuh, enam,
lima, empat,
tiga, dua…
Laga telah selesai.
Tak ada yang berhasil menguasai bola sepenuhnya.
Akan ada ronde tambahan selama satu menit.
Bagus, Cárcamo!
Aku tak lelah.
Jika aku dapat satu menit lagi, bagus.
Petugas Damkar, ambil dan lari!
Aku merasa lebih percaya diri
karena aku sadar aku kuat.
Ronde tambahan dimulai…
sekarang.
Ayo, Teman-Teman!
WAKTU
Cárcamo!
Tendang dia, Cárcamo!
Bagus. Petugas damkar itu lelah.
Semangat, Petugas Damkar! Jangan menyerah!
Empat puluh! Empat puluh detik!
Bagus, Cárcamo. Kendalikan!
Ayo, Petugas Damkar, ayo!
Bagus, Cárcamo!
Aku harus terus maju. Aku tak boleh menyerah.
- Ya. Itu dia. - Dua puluh lima detik!
- Bagus, Cárcamo! - Bertahanlah.
Saat aku mendengar suara rekan setimku,
aku merasa senang dan didukung.
Ayo, semangat!
Sepuluh, sembilan,
delapan, tujuh,
enam, lima, empat,
tiga, dua, satu.
Laga telah selesai.
Bagus!
- Itu elite! - Selesai.
Satu sama.
Aku sangat bangga
bisa sejauh ini dan melawan lawan ini.
Rakyat Meksiko aman.
Ayo, Meksiko!
Pemenang Laga Kematian ini adalah…
Jesús Cárcamo.
Semua demi Meksiko!
Saat kita memberikan lencana kepada seseorang
dan dia memberikan lencananya juga,
itu tanda kekaguman,
tanda penghormatan, tanda kehormatan.
Aku pergi dengan kepala tegak.
Aku memang ingin terus berada di kompetisi ini,
tapi aku bangga karena sudah melangkah sejauh yang kubisa.
Aku urutan ke-23 dari 100 di tantangan pertama,
dan itu membuatku senang.
Nomor 39, Alejandra Gamboa,
pilih lawanmu.
Bukan Laura.
Tidak, terima kasih.
ATLET BINARAGA
Dia lawan yang berat
karena selain dia lebih berat sepuluh kilogram dariku,
kami menekuni olahraga berbeda.
Aku punya kekuatan dan euforia,
dan aku sangat ulet, jadi aku akan mengalahkannya.
Javier Rojo, pilih lawanmu.
- Pikirkan putrimu. - Ayo!
Ayo!
PHYSICAL 100: MEXICO
- Semangat, Sonrixs! - Semangat, Kawan!
Ayo, Javi!
Aku hanya fokus pada bola.
Itu targetku, dan aku akan ambil.
Sekarang.
- Mereka mulai. - Bagus.
Ayo, Javi!
Bagus, Javi!
Bagus!
Aku menganggap diriku sulit dikalahkan.
Aku orang yang mendapatkan apa pun yang aku inginkan.
Bagus! Hebat!
Aku harus menganalisis kekuatan dan teknik cengkeramannya.
Aku perhatikan cengkeramannya erat.
Serang lengan kanannya.
Aku biasa berlatih dengan pria,
tapi aku belum pernah merasakan
kekuatan sebesar itu.
Tetap di bawah, Javi!
Balikkan dia! Coba balikkan dia.
Aku memegang bola dan berharap
tiga menit itu berlalu secepat mungkin.
Ini bukan situasi yang nyaman bagiku.
Balikkan badan.
Bagus.
Lututnya!
- Itu dia! - Ambil bolanya!
- Balikkan dia! Ya! - Bagus!
Kau berhasil!
- Jangan bergerak. - Ya! Di sana!
Naik ke atasnya sekarang!
Menyamping.
Pakai lenganmu sekarang. Masukkan lenganmu ke bawahnya!
Masukkan lenganmu ke ketiaknya!
Dorong dengan kakimu.
Posisikan dia telentang.
- Dia menggigitku. - Hati-hati dengan wajahnya.
Atur napasmu.
Sonrixs, kaki kirimu! Lepaskan karena kau menahannya.
Tiga puluh detik. Tiga puluh.
Serang habis-habisan!
Ayo, habis-habisan. Ayo!
- Semangat! Ayo, Sonrixs. - Dua puluh detik.
Masukkan kedua lenganmu, Sonrixs!
- Masukkan! - Ya! Lari!
- Bertahan! - Sial!
Dia merebut bola dariku.
Aku harus tenang, fokus, dan mencoba merebutnya kembali.
Lenganmu. Taruh lenganmu di bawah.
Sepuluh, sembilan, delapan, tujuh…
Enam, lima,
empat…
- Tiga… - Jangan menyerah!
Menit itu terasa lama sekali
sebab tubuhku sudah lelah.
Aku tak bisa merasakan tubuhku lagi.
Aku melepaskannya.
Laga telah selesai.
- Imbang atau… - Tidak, dia mengambilnya.
- Dia mengambilnya. Torsonya lebih besar. - Ya, di akhir…
Kami jadi saling terbelit.
Meski begitu, aku sepenuhnya menguasai.
Itu milikmu, Sonrixs! Itu milikmu! Itu milikmu! Bagus!
Para Peserta, pemenang Laga Kematian ini adalah
Sonrixs.
Dia tak menendang.
- Oh! - Ya. Bagus.
Pemenang Laga Kematian ini adalah
Alejandra Gamboa.
Bahuku terasa aneh.
Dengan semua adrenalin dan kegembiraan, aku tak menyadari
bahwa bahuku mungkin terluka.
Dokter memeriksaku dan menyarankan aku berhenti
karena itu cedera yang bisa berdampak jangka panjang.
Aku kesal saat mengucapkan selamat tinggal kepada torsoku,
tapi aku tak bisa melanjutkan.
Meski telah memenangkan tantangan,
Sonrixs harus meninggalkan kompetisi.
Kompetisi kemampuan fisik ini mengajarkanku
bahwa ada banyak manusia hebat
dengan berbagai bentuk dan ukuran tubuh.
Mereka bersinar!
Aku sangat bersyukur
kepada Alejandra yang tak mudah menyerah.
Aku ingin memberitahunya dan menegaskan
bahwa aku akan melindunginya dan tak ada yang akan menyakiti kami lagi.
Brandon Díaz, pilih lawanmu.
- Maukah kau melawanku? - Tentu.
Sial, dia pilih Místico.
Aku mau dia.
Místico!
Ayo!
Aku ingin melawannya.
Aku ingin membuktikan siapa pegulat terbaik sekarang,
tapi keduluan peserta lain, jadi, Místico, semoga berhasil.
Menantangmu adalah suatu kehormatan bagiku.
Aku menontonmu sejak kecil,
dan kau adalah legenda gulat Meksiko.
Sungguh, Brandon? Místico?
Itu akan jadi kehormatan bagiku.
Sebagai sesama pegulat. Ayo.
Ada peserta tercepat, terkuat, dan tergesit di kompetisi ini,
tapi aku bisa mengalahkan mereka karena aku punya sedikit dari semua itu.
Aku pernah melawan peraih medali dunia dan Olimpiade.
Aku siap untuk pertarungan ini.
Patrick, Carlos…
Laga berikutnya.
Arena satu.
Místico.
Aku sudah banyak berlatih dan hari ini aku akan membuktikannya.
Ini akan menjadi kompetisi seru.
Ini gulat Olimpiade melawan gulat profesional,
dan kurasa orang-orang akan suka.
Ayo, Místico!
Kami mendukung kalian!
Aku ingin menikmati pertarungan ini
seolah-olah aku di hadapan penonton yang datang untuk melihat Místico.
Místico!
Melawan Brandon Díaz.
- Semangat, Brandon! - Ayo, Brandon!
Ayo, Brandon!
Ayo, Brandon!
Ayo, Brandon!
Místico!
Místico!
Semua penggemar di sana mendukung Místico,
tapi ini bukan kali pertama semua orang melawanku.
Itu tak relevan. Aku fokus pada lawan dan teknikku.
Cabut rambutnya, Místico!
Laga Kematian dimulai…
sekarang.
WAKTU
Selanjutnya di Physical 100: Mexico…
- Yang benar saja! - Yang benar saja!
Aku sudah melakukan jujitsu selama 18 tahun.
- Aku bisa mengalahkanmu. - Aku akan mencopot kepalamu.
Barbie melawan G.I Joe.
Aku mencari orang yang tak terlalu kuat.
Aku akan mengalahkan salah satu legenda olahraga.
Ya, Patrick!
Hanya satu cara untuk menciptakan juara, dengan menghancurkannya.
- Keluar! - Keluar!
Bertahan. Ayo.
Harapan membuatku kuat.
Tujuan membuatku kuat.
Mereka harus membunuhku untuk mengalahkanku.
Aku pejuang karena pejuang bertarung sampai mati.
Jika terasa sakit, berarti aku masih hidup dan berjuang.
Jika terasa sakit, berarti aku masih bertahan.
Terjemahan subtitle oleh Sarah
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.