All language subtitles for The.Sun.Rises.on.Us.All.2025.1080p.WEB-DL.H264.AAC-PandaQT

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Nikmati film favorit Anda dengan SUBTITLE berkualitas dari TERASKATA

Alih bahasa : Agus Leo >> TERASKATA Support: https://trakteer.id/BungLeo/tip

Contact Us @ +62 857 3104 1995 (WhatsApp Text Only)

1,1 cm.

Agak kecil.

Detak jantung...

Belum terdengar.

- Baik, cukup. - Belum ada detak jantung?

Untuk pertanyaan, silakan konsultasi ke dokter.

Anda boleh pergi.

Ini tisu, silakan bersihkan.

Buang tisu di tempat sampah dekat pintu.

Berikutnya.

- Siapa nama Anda? - Lan Chuju.

Baik.

Lepas sepatu, silakan berbaring.

Mao Yanbo, silakan ke ruang 6.

Yang Jianhu, silakan ke ruang 5.

Lin Yuwen, silakan ke ruang 2.

Pasien Wu Baoshu, silakan ke ruang 8 USG.

Pasien Wu Baoshu.

Silakan ke ruang 8 USG.

Hasil USG sudah siap. Silakan diambil.

LAPORAN USG

Ma Tianli, silakan ke ruang 7.

Zhang Jiajia, silakan ke ruang 2.

Hei, jangan dorong, tempat sudah penuh.

Tunggu giliran berikutnya.

Semua baik-baik saja?

Gula darah rendah.

Aku punya biskuit, silakan dimakan.

Perlu bantuan?

Zeng Meiyun, 36 tahun.

Pernah hamil sebelumnya?

Sekali, tapi keguguran.

Aborsi?

Melihat hasil Anda,

progesteron dan HCG agak rendah.

Kantong janin di USG juga lebih kecil dari normal.

Detak jantung belum terlihat.

Tapi usia baru enam minggu.

Mungkin embrio terlambat menempel.

Saya akan resepkan obat dulu.

Pulang dan banyak istirahat.

Baik.

Maaf, teman-teman, membuat kalian menunggu...

Sudah lama, ya?

Penonton baru, jangan lupa subscribe channel ini.

Ini channel Meiyun.

Hari ini aku akan memperkenalkan,

gaun yang kupakai sekarang.

Gaun bermotif bunga dengan nuansa merah muda.

Gaun berbahan sifon, kain sifon lembut.

Lihat celana ini.

Celana lurus ini adalah favorit toko Meiyun.

Selalu tersedia sepanjang tahun. Seperti ini.

Ada empat pilihan warna saja.

"Mau coba dulu?" tanya kalian.

Tentu saja bisa, tak masalah.

Mari aku tunjukkan.

Sangat nyaman dipakai.

Sekarang lihat celana ini.

Pinggangnya karet, elastis.

Model ini hanya satu ukuran, serba pas.

Mau berisi atau ramping,

tetap bisa beli dengan percaya diri.

Bisa dipakai di rumah,

atau keluar tinggal padukan dengan kaos, selesai.

Celana ini hanya 98!

Maaf, tunggu sebentar.

QI FENG

AKU SEDANG DINAS

HOTEL JINTING DI FOSHAN

KITA PERLU BICARA

SIARAN LANGSUNG SAMBIL MAIN PONSEL?

Maaf, teman-teman.

Membuat kalian menunggu.

Aku lanjutkan perkenalan produk.

Model ini direkomendasikan toko Meiyun.

Gaun sifon putih dengan potongan lurus di bagian pinggang.

"Berapa harganya"? Ini, 108 yuan!

KEDUANYA ROBEK DI JAHITAN HANYA DALAM SETENGAH HARI

"Robek di jahitan"?

Tak mungkin, tidak bisa robek.

Aku jamin kualitasnya.

Kami ambil barang langsung dari pabrik.

Perhatikan detail gaun ini...

Semua jahitan rapi dan kuat...

Tak mungkin bisa robek di jahitan.

KUALITAS BURUK?

Kualitas merek "Liuxin" benar-benar terjamin.

Meiyun sekali lagi menjamin.

Tak akan ada masalah, jelas?

Kalau ada masalah.

Meiyun akan segera menyelesaikan.

Kalau ada pertanyaan silakan hubungi layanan pelanggan.

Sepakat? Sampai jumpa, teman-teman!

Untuk hari ini waktunya sudah habis.

Sampai jumpa segera.

Terima kasih semua, aku pamit dulu.

Halo. Aku perwakilan toko Meiyun.

Kami mohon maaf.

Kali ini memang kelalaian kami. Sangat menyesal.

Barang sudah kami tarik dari penjualan,

dan uang sudah dikembalikan.

Bisakah Anda ubah ulasan?

Ya, ya, aku tahu ini merepotkan.

Oh, iya. Maaf sekali, sungguh tidak enak.

Mohon pengertiannya...

Halo?

Halo?

Tuan Shen, ini aku. Aku Xiao Zeng, Zeng Meiyun.

Oh, halo. Ada apa?

Barusan aku bicara dengan staf Anda, Xiao Wang,

tapi masalahnya sekarang Xiao Wang

tak bisa menyelesaikan urusan pengembalian.

Dia menyuruhku hubungimu lagi.

- Masalah pengembalian? - Ya.

Jumlah pasti yang ingin kau kembalikan?

Bukankah dia sudah sampaikan?

Begini, seluruh batch pakaian kami ternyata cacat.

Aku ingin mengembalikan seluruh batch itu.

Seluruh batch dikembalikan?

Benar.

Tapi barangnya aku...

Aku sudah kirim.

Ya, sudah aku kirim, lusa akan tiba.

Dia tidur.

Syukurlah sel kanker belum menyebar,

dan area yang terkena masih kecil.

Ada sedikit perdarahan dan demam,

hal itu sering terjadi setelah operasi, jangan khawatir.

Dia perlu buang gas, sering bantu dia bangun dan berjalan,

kalau tidak akan terasa berat.

Kalau ada apa-apa, panggil aku.

Baoshu.

Aku belum pipis.

Halo, silakan tanda tangan.

Shen Ci...

Aku lihat barang sudah kau terima, tapi uang belum dikembalikan.

Ambil paketnya.

Tidak, ini masalah produksimu.

Aku bahkan tak menuntut kompensasi!

Tidak, Tuan Shen.

Kita sudah sepakat, bukan? Kau...

Halo?

Halo?!

QI FENG, AKU HAMIL

Kau terlihat lelah.

Aku baru dari dokter kandungan.

Baru saja USG.

Mioma rahim.

Jinak.

Dokter bilang, kalau masih ingin punya anak...

harus segera diangkat.

Ini salahku.

Aku menyesal membiarkanmu aborsi.

Hatiku juga sangat berat.

Maafkan aku.

Kenapa kau bersembunyi?

Aku datang padamu untuk mengatakan ini.

AKU AKAN HANCURKAN REPUTASIMU

AKU ADA DI MANA-MANA

MAU BICARA SOAL RAHASIAMU?

Kapan itu terjadi?

Sekitar setengah bulan lalu.

Kau menyinggung siapa?

Tidak tahu.

Dari tempat kerjamu?

Posisiku sekarang memang bikin iri.

Tapi tidak sampai begini...

Istrimu?

Dia sangat terus terang.

Dia tak pernah menyembunyikan apa pun.

Aku bahkan takut melapor polisi.

Takut hubungan kita...

Selama ini aku selalu bersalah padamu...

Karena kasus Alin kau yang menderita.

Aku banyak berpikir...

Selain hubungan kita...

Aku rasa tak ada yang bisa dijadikan senjata orang lain.

Tapi sekarang...

Karena SMS ini aku hidup dalam ketakutan.

Seperti mati suri.

Aku tak mau lagi seperti ini.

Aku akan bicara dengannya.

Sudah yakin?

Untuk sementara aku tak akan datang padamu.

Pengirim SMS belum ditemukan,

kita berdua tidak aman.

Katakan...

kita akan punya anak sendiri?

Sekarang aku ingin rebut hak asuh Alin,

Kalau sekarang kita punya anak,

aku takut dia akan meninggalkanku.

Saat semuanya jelas...

Kalau kau masih mau...

Kalau bukan karena SMS itu...

kau akan bicara soal ini?

Tentu.

Lihat, HCG tetap terus naik.

Jadi jangan khawatir.

Bagaimana perasaanmu belakangan ini?

Aku merasa baik-baik saja.

Tidak mual...

tapi selalu mengantuk dan sering berkeringat.

Pekerjaan rumah biar suami yang urus,

kau lebih baik banyak istirahat, ya?

Obat tetap diminum sesuai dosis sebelumnya.

Dua minggu lagi datang untuk USG ulang.

Baik?

USG jangan terlalu sering.

Baik.

Kalau anak ini masih bisa dipertahankan,

aku ingin lakukan segalanya.

Jangan khawatir, masih ada waktu.

Masih ada harapan.

- Baik. - Sampai jumpa dua minggu lagi.

- Baik, terima kasih. - Baik.

Tolong, di mana pasien ranjang 36?

Tidak tahu, coba tanya di pos perawat.

Halo, pasien ranjang 36 ke mana?

Ranjang 36...

Sudah pulang.

Kau tahu, dia pulang ke rumah?

- Tidak tahu - Ranjang 36?

- Ya - Dia tidak bilang?

Menunggu pemeriksaan ulang.

Sepertinya tinggal dekat sini.

Perawat senior mencarikan tempat untuknya.

Permisi, di sini tinggal Wu Baoshu?

Yang baru itu?

Keluar.

Ke mana, kau tahu?

Tidak tahu.

Semua baik.

Tidak apa-apa.

Kita lanjut.

Aku berutang padamu.

Aku akan membayarnya.

Itu yang kau mau?

Aku akan pindah padamu.

Pakai sandal ini.

Ini kamar mandi.

Kuncinya rusak, pintunya tak bisa ditutup.

Ini kamar tidur.

Kau tinggal di sini, aku tidur di ruang tamu.

Aku bantu bersihkan.

Tinggallah di sini dulu.

Sembuhlah, lalu kita lihat nanti.

Tolong transfer sedikit uang ke rekening ini.

Jumlahnya sudah tertera.

Aku perlu tahu untuk apa uang itu.

Aku punya uang.

Tapi harus tunggu pengembalian, baru bisa transfer.

Kau lihat sendiri...

keadaanku juga tak baik.

Uang itu aku pinjam saat sakit.

Penyakitmu butuh waktu.

Tak bisa terburu-buru.

Aku tahu apa yang kau pikirkan tentangku.

Apa yang harus terjadi, akan terjadi.

Tak bisa sembunyi.

Itu takdir.

Aku menerimanya.

Yang harus menerima takdir itu aku.

Ya.

Kau sudah banyak menderita.

Sebenarnya, saat aku pergi...

aku tak berharap ada yang mengerti.

Kalau begitu, aku tak akan kembali.

Aku juga merasa berat.

Benar.

Selama bertahun-tahun aku menderita.

Mari kita akhiri ini.

Mari kita akhiri ini.

Mari jalani hidup normal, ya?

Matikan.

Nyalakan.

- Pergi ke mal hari ini? - Ya.

Mencariku?

Aku lihat apakah kau di sana.

Kalau aku bilang di sana, kenapa harus bohong?

Makan sup siang tadi?

Selama ini kau bersama orang lain?

Ya.

Sekarang?

Di kamar tempat aku tidur, di lemari itu,

sepertinya ada barang milik orang lain.

Mungkin kau bisa ambil?

Bagaimanapun sekarang aku yang tinggal di sini.

Usahakan jangan bawa siapa pun ke sini.

Berikan padaku.

Channel apa?

Terserah, apa saja.

Ada channel olahraga?

Oh, tamu?

Masuk, duduklah.

Kenapa kau datang?

Mari kita bicara di luar.

Tidak apa-apa, masuk saja, duduk.

Aku hanya sebentar.

Silakan duduk di mana saja.

A Yun...

Di dapur ada semangka.

Potongkan untuk tamu.

Lihat pertandingannya.

Itu siaran ulang.

Tim tuan rumah menang 2:0.

Ya? Itu siaran ulang.

Kalau sudah tahu hasilnya, jadi tak seru.

Sekarang anakmu umur berapa?

Sudah lama kau di sini?

Dan kau, berapa lama tak muncul?

Kau dari mana?

Dari Shaoguan.

Terdengar dari logatmu.

Istri dan anakmu di rumah?

Jelas kau tak kenal aku.

Dia tak cerita tentangku?

Sejak aku keluar, aku benar-benar sendirian.

Dari mana?

Penjara Changli.

Kenapa masuk?

Melukai seseorang hingga luka berat.

Bukan seperti yang kau pikir...

Kecelakaan lalu lintas.

Saat itu kami pergi ke pemandian air panas.

Setelah itu, kami terus berkendara

melewati desa, malam gelap, tidak jelas.

Aku dengar suara aneh, ada yang salah.

Dia suruh aku turun melihat.

Saat itu aku kurang pengalaman.

Aku turun, kami kehilangan waktu untuk menolong.

Orang itu meninggal.

Singkatnya, kabur dari TKP.

Berapa tahun?

Lima tahun.

Baru keluar?

Sudah dua tahun bebas.

Memang benar 2:0.

Kau percaya pada takdir?

Tidak.

Aku percaya.

Katakan, dua orang yang berpisah

lalu bertemu lagi,

bukankah itu takdir?

Ayo, makan semangka.

Meiyun!

Meiyun!

Tahu kenapa aku datang padamu?

Hari ini aku dapat SMS lagi.

"Kau akan dihukum."

Apa?

Hanya kalimat itu.

Tak ada yang lain.

"Kau akan dihukum."

Itu dia...

Kalau tahu, aku takkan datang hari ini.

Semua tak seperti yang kau pikir.

Bagaimanapun, ini bukan pertanda baik.

Dia kena kanker lambung, stadium akhir.

Sekarang tak ada yang merawatnya.

Aku tidur di sofa setiap malam.

Qi Feng...

Perasaanku padamu sungguh nyata.

Sebenarnya aku...

Saat itu aku sendiri yang meninggalkannya.

Aku berutang padanya.

Aku akan tunggu sampai dia sembuh.

Kenapa kau tinggalkan dia?

Aku tak sanggup.

Tak sanggup menunggu saat dia dipenjara?

Itu kapan?

Sekitar 6โ€“7 tahun lalu.

Halo, A Lin.

Kapan Ayah jemput aku?

Ayah masih ada urusan.

Main dulu di rumah Mingming.

Tidak, jemput aku sekarang!

A Lin, jangan manja.

Kalau tidak, aku pulang sendiri.

Jangan begitu.

Baiklah, Ayah segera datang.

Sekitar 10โ€“15 menit lagi.

Tunggu Ayah.

Halo?

Anak itu.

Aku harus menjemputnya.

Tak bisa biarkan dia pulang sendiri.

Baiklah, aku pergi dulu.

- Turunkan aku. - Tidak.

Sekarang tidak aman, aku tak akan tinggalkanmu sendiri.

Kita pergi bersama.

Nanti aku bilang kau rekan kerjaku.

Baiklah.

A Lin!

A Lin!

Ayah di sini.

A Lin!

A Lin!

Bohong!

Ayah akan menyesal!

A Lin!

- A Lin! - Ada apa?

Cepat, buka pintu belakang.

Naik, angkat dia.

Hati-hati.

Lihat tangannya.

Cepat ke rumah sakit.

Jangan bergerak.

Tenanglah.

Tenang.

Bantu aku parkir. Aku antar dia.

Hati-hati.

Tolong, ke mana tadi dibawa gadis yang urat nadinya teriris?

Lurus, lalu belok kiri.

SMS itu...

dari A Lin.

Apa Anda keluarga?

- Dokter minta bicara dengan kalian. - Bagaimana dia?

Untung kalian bawa tepat waktu.

Lukanya tak terlalu dalam.

Tidak mengancam nyawa, jangan khawatir.

Sekarang sedang dijahit, perlu transfusi darah.

Tunggu sebentar.

Terima kasih.

Aku parkir mobil...

di pintu utama.

Sudah lama aku tak menyetir.

Sebenarnya,

aku tak bilang semua padamu.

Bukan dia...

Aku yang menabrak.

Saat itu dia tidur, tak tahu apa-apa.

Itu aku.

Aku tahu aku menabrak seseorang,

tapi aku takut.

Aku pengecut...

Awalnya tak separah itu.

Semua salahku.

Saat itu kami bersama...

Dia sendiri yang rela menggantikan aku.

Dia dipenjara lebih dari setahun

dan aku pergi.

Jadi semua karena aku. Aku yang menghancurkannya.

Utang lebih besar dari perasaan.

Kami tak bisa kembali seperti dulu.

Selama bertahun-tahun bersamamu...

Aku juga ingin hubungan resmi.

Aku juga merasa sakit,

tapi aku tak pernah memaksa atau menuntutmu.

Kau bilang untuk aborsi.

Aku pun melakukannya.

Karena...

aku merasa pantas mendapatkannya.

Siapa suruh aku kabur waktu itu?

Aku tak pernah menyangka akan bertemu dia lagi.

Saat kau bilang akan bicara dengan A Lin,

aku begitu naif berharap.

Aku merasa ada harapan.

Aku akan mengembalikan padanya,

lalu tinggalkan semua ini.

Baru aku bisa hidup normal bersamamu.

Keluarga Chen Zilin?

- Silakan urus rawat inap. - Baik.

Bu, satu botol air.

Baik.

Aku lelah.

Tuan Shen, apa maksudnya?

Telepon tak diangkat,

Uang tak dikembalikan.

Kau paksa aku datang ke pabrikmu?

Ini, lihat.

Nomor rekeningnya benar?

Ini uang yang kau minta, sudah aku transfer.

Tolong jangan ikuti aku lagi, ya?

Aku janji akan mengembalikan, pasti.

Zeng Meiyun.

Kau mau mengembalikan?

Dengan apa?

Uang? Berapa uangmu?

Atau dengan toko ini?

Apa yang kau mau?

Memangnya aku bilang apa yang aku mau?

Bukankah kau yang bilang? "Kita akhiri ini."

Ada apa?

Setelah aku keluar, apa aku mencarimu?

Tidak...

Karena di hatiku kau sudah lama mati.

Cukup dengan janji "akan mengembalikan".

Aku tak punya apa-apa lagi.

Apa yang mau kau kembalikan?

Aku mulai siaran langsung.

Aku mulai siaran langsung.

Sebelum kau pergi, ibuku datang padamu?

Ya, datang.

Apa yang dia katakan?

Tak ada yang istimewa.

Dia bilang agar aku menjaga diri.

Dia ingin memberiku uang.

Aku tak mengambilnya.

Apa lagi?

Dia juga bilang...

Di sana kau cukup baik-baik saja.

Jangan merasa bersalah.

Kalau kerja berat, tak perlu sering datang.

Ibuku tahu semuanya.

Dia tahu kau tak datang lagi.

Apa kau bilang padanya yang sebenarnya?

Yang sebenarnya apa?

Bahwa aku menggantikanmu.

Kau bilang?

Tidak.

Kau tahu atau tidak...

beberapa hari setelah bertemu denganmu,

ibuku meninggal karena serangan jantung.

Saat itu aku di penjara.

Aku ajukan permohonan ingin bertemu, tapi tak diizinkan.

Jadi sampai akhir,

ibuku tak pernah tahu aku tak bersalah.

Tahukah kau, selama bertahun-tahun aku tak bisa mengerti.

Dengan menggantikanmu,

apakah aku benar?

Bagaimana bisa sampai begini?

Sayang sekali bukan aku yang jadi terbuang.

Saat itu kau tak datang padaku,

apa kau punya orang lain?

Tidak.

Lalu kenapa?

Aku hanya tidak sanggup.

Apa maksudnya?

Tidak sanggup menerima kau menggantikanku.

Awalnya aku ingin menunggumu.

Tapi hari demi hari,

aku tak sanggup menatap matamu.

Kau, dengan kondisi begitu,

dengan pakaian itu,

duduk di sana tanpa jiwa.

Ibumu menangis setiap hari.

Setiap kali bertemu denganmu, dia tak bisa tidur semalaman.

Tapi aku tak bisa berkata apa-apa.

Dan temanmu, Cao Jun...

Dia menghiburku, berkata

itu karena kelalaianmu sendiri, kecerobohanmu.

Apa yang bisa aku katakan?

Aku tak berani berkata apa pun.

Dan keluarga itu...

Selama bertahun-tahun aku tak pernah tidur nyenyak.

Aku ingin mengaku, sungguh.

Tapi aku tak berani.

Seperti yang kau bilang, aku takut.

Sama seperti malam itu,

ketika aku bahkan tak berani melihat.

Aku menggantikanmu

dan akhirnya aku yang jadi bersalah?

Kau tak bersalah.

Kau orang baik.

Sedangkan aku penjahatnya.

Maaf, saudari-saudari.

Siaran hari ini agak terlambat, maafkan.

Bagaimana dengan "Meiyun"? Hari ini ada promo menarik,

beli dua potong diskon 20%.

Beli tiga potong, diskon 30% untuk member.

Hari ini juga aku tampilkan produk baru,

Gaun panjang bermotif.

Sangat indah. Warna kuning-hijau

dengan motif bunga narcis.

Lihat detailnya, sangat cantik.

Membuat tubuh tampak ramping, menonjolkan bentuk.

Hanya 198 yuan!

Hari ini juga ada 4 celana slim fit.

Celana slim fit hijau muda ini

100% berbahan katun.

SIAPA PRIA DI BELAKANG ITU?

Lihat semuanya.

Modelnya sama seperti yang kupakai,

hanya saja punyaku abu-abu.

Celana slim fit ini, tahun ini kembali tren.

TAMU MISTERIUS

KITA LIHAT BUKAN CELANANYA, TAPI ORANGNYA

Maaf, saudari-saudari! Baru saja diberitahu,

ada pemeriksaan keamanan kebakaran.

Jadi hari ini aku tak bisa lanjut siaran.

Aku sangat minta maaf, saudari-saudari.

Ya, benar, Saudara.

Pembayaran harus untuk setahun penuh.

Mungkin begini, di Minyuan ada pilihan lain.

Kondisi apartemennya lebih baik, tapi harganya sedikit lebih tinggi.

Kalau tertarik, aku bisa...

Baik, kalau begitu...

Tunggu aku setengah jam, aku kumpulkan dokumen dan kirimkan.

Baik.

Nona.

Sekarang di sini ada empat orang.

Kalau tinggal berdua, akan lebih lega.

Apa?

Ke sana, ya?

Baik.

Maaf, dia perlu ke toilet.

Dua hari tidak makan, kau tak mau sembuh?

Apa yang kau lakukan?

Wu Baoshu!

Hentikan!

Wu Baoshu!

Wu Baoshu, aku tak sanggup!

Aku tak sanggup, Wu Baoshu!

Aku tak sanggup.

Hari ini aku lihat-lihat apartemen.

Dua kamar.

Kalau kau benar-benar tak ada kerjaan,

bantu aku dengan pakaian.

Bantu aku.

PABRIK GARMEN JIAREN

Permisi,

Anda tahu di mana Tuan Shen?

Mana aku tahu di mana bos?

Bukankah pabrik sudah tutup?

Di sini tak boleh merokok.

Keluar.

Kalau mau menunggu, tunggu di luar.

Siapa kau?

Bagaimana kau bisa di sini?

Jangan takut. Aku tak ingin menakutimu.

Aku mencari Tuan Shen.

Untuk apa kau mencarinya?

Dia berutang padaku untuk barang.

Berikan aku.

Berikan apa?

Siapa kau?

Dan kau?

Sebutkan namamu.

Namaku Zeng Meiyun, toko "Meiyun".

Dia tak angkat telepon.

Bagaimana dia bisa berutang padamu? Berapa?

Kau di sini bertanggung jawab atas apa?

Bisa diselesaikan denganmu?

Siapa aku?

Shen Changmin itu suamiku.

Batch barang yang kalian kirim semuanya cacat.

Aku sudah bicara dengan suamimu,

barang sudah kukembalikan.

Dia setuju mengembalikan uang, tapi belum juga.

Shen tak jawab pesanku.

Mana kwitansinya?

Ada di sini.

Mana barangmu?

Menurut data pengiriman, sudah diterima.

Astaga, hati-hati!

Bu...

Periksa, apa sudah benar.

Sudah kutemukan.

Aku tak bisa kembalikan seluruhnya.

Aku tak punya sebanyak itu.

Hanya bisa setengahnya.

Baiklah.

Setengah pun jadi.

Apa bau itu?

Dari mana asap?

Berhenti! Jangan coba kabur.

Kebakaran!

Bikin masalah lalu mau kabur?

Mau kabur?

Lepaskan!

Aku hanya tertidur. Tak sengaja.

Lepaskan!

Pukul! Pukul dia!

Aku panggil polisi!

Jangan panggil polisi.

Kenapa?

Aku akan bayar, aku bayar, oke?

Bayar?

Kalian berdua komplotan!

Kau licik sekali!

Kau menghasut mereka!

Aku tak bersalah. Semua tidak seperti itu.

Katakan, barangku harus dikirim ke luar negeri.

Nilainya minimal 30 ribu!

Kau harus bayar!

Jujur saja, itu sampah yang kau taruh di sini!

Di pabrik tak ada yang bekerja, kau menipuku!

Sampah?

Itu untuk ekspor, mengerti?

Ekspor apa? Aku lihat sendiri!

Semua ditumpuk, sampah!

Panggil polisi, biar dia ditangkap!

Halo, polisi?

Di pabrik bagian utara kota ada keributan.

Baiklah, kembalikan uangku saja, oke?

30. Tidak kurang.

Kau kan hamil.

Letakkan tangan di dada dan katakan.

Pikirkan anak yang kau kandung.

Kau ingin mencelakai anakku, apa kau manusia?!

10 ribu.

Sepuluh ribu dan selesai!

Bunuh aku kalau berani!

Qiangzi!

- Bersihkan sini. - Baik.

Hentikan!

Sepertinya terlihat detak jantung.

Aku lihat detak jantung, lihat di sini.

Kenapa duduk di sini?

Kenapa tidak naik?

Hari ini ada urusan di toko.

Nyonya, pemilik rumah menelepon.

Sudah tersambung? Halo.

Ya.

Benar.

Bagus.

Tuan...

Bagaimana menurut Anda apartemen ini?

Lumayan.

Ada pertanyaan lain?

Berapa meternya?

Total luas 85 meter persegi.

Di rumah lama tidak ada area bersama,

jadi rasio luas efektif tinggi.

Jujur, untuk berdua pas sekali,

di pintu kompleks ada toko.

Sepuluh menit jalan, ada toko lebih besar.

Dekat juga ada taman,

cocok untuk jogging pagi dan jalan santai.

Kalau begitu, aku akan melihat Nyonya,

kalau ada apa-apa, segera panggil aku.

Ini.

Pemilik rumah benar bilang, apartemen dekat TK

harganya tidak pernah turun.

Meski kalian belum punya anak, tapi...

Aku tetap ingin bertemu pemilik rumah langsung.

- Kalau ada permintaan... - Baoshu!

Lebih baik beri tahu kami, biar kami hubungi pemilik langsung.

Anda orang yang mengerti...

Sejujurnya, kami antar, kami tunjukkan,

tapi akhirnya dilewati, itu sering terjadi.

Bukan berarti aku tak percaya padamu,

hanya saja aku tidak berani lagi.

Jangan khawatir, aku tidak akan melewati kalian.

Kalau ada pertanyaan, bisa hubungi aku kapan saja.

Baik, aku pergi dulu.

- Ada apa? - Apa yang terjadi?

Jangan bergerak!

Hei, ada yang dengar?

Kita terjebak.

Halo!

Kami terjebak di lift!

Lantai 3.

Hei! Ada yang dengar atau tidak?

Ayo, kau duluan.

Ayo, Baoshu.

Keluar, cepat keluar.

Cepat keluar, Baoshu!

Baoshu!

Baoshu!

Baoshu!

Baoshu.

Baoshu?

- Baru pulang? - Ya.

Ada urusan.

Sudah selesai?

Mau makan?

Sudah makan.

Tunggu.

Apa ini?

Pakaian, aku ambil di toko atas, kenalan.

Aku punya pakaian.

Hanya dua-tiga potong, sudah robek, ambil saja.

Aku punya.

Itu hanya beberapa potong, tidak istimewa.

Sungguh, aku punya.

Kembalikan pada mereka, jangan berutang.

Aku sudah lihat apartemen.

Hari Minggu bisa tanda tangan kontrak.

Untuk kemoterapi lebih mudah,

cukup naik satu bus.

Ke pasar pakaian tidak usah kalau tak mau.

Kalau bosan,

nanti kuajak kau ke Gunung Baiyunshan jalan-jalan.

Naik kereta gantung, tak akan lelah.

Kita lihat nanti.

Tidurlah.

Aku bersungguh-sungguh.

Asal kau mau...

Aku rela lakukan apa saja.

Nomor 56, Wu Baoshu, silakan ke ruang 5.

Nomor 56, Wu Baoshu, silakan ke ruang 5.

Nomor 56, Wu Baoshu, silakan ke ruang 5.

Lebih sering berjalan, baik untuk kesehatan.

Kita tinggal bersama begini... dia tak keberatan?

Kami sudah berpisah.

Kalau aku jadi dia, aku juga marah.

Itu bukan karena kau.

Katakan, sampai kapan ini akan terus begini?

Sampai kau sembuh.

Kalau aku baik-baik saja, kau juga?

Kalau aku tak sembuh?

Seumur hidup tak bisa sembuh, lalu bagaimana?

Aku tahu hatimu berat.

Tidak berat.

Aku sungguh tak tahu bagaimana kembali normal.

Tidak bisa hanya hidup hari demi hari?

Akan tiba saatnya segalanya berubah.

Ada apa?

Perutku agak sakit.

Mungkin ke toilet?

Tak usah, duduk sebentar, nanti hilang.

Sudah lama tidak sakit.

Entah kenapa, beberapa hari ini muncul lagi.

- Sakit? - Masih bisa ditahan.

Duduk sebentar, nanti hilang.

Harus periksa lagi nanti.

Saat aku di penjara, juga begitu.

Tak bisa makan apa pun,

dan tak bisa ke toilet,

perut keras seperti batu.

Sipir kami, petugas Zhang, membawaku ke rumah sakit untuk diperiksa.

Dokter tak menemukan apa-apa.

Lalu dokter itu bilang...

Penyakitmu itu penyakit batin.

Perlu pengakuan, kalau bicara, akan lega.

Kau tahu seperti apa ruang pengakuan di sana?

Ruangan kecil, persegi panjang,

dengan satu meja.

Aku duduk di sisi ini, petugas Zhang di seberang.

Petugas Zhang menatapku, aku diam,

lalu dia membimbingku.

Dia berkata: "Baoshu,

kau pasti sangat malu pada keluarga korban kecelakaan itu?"

Aku benar-benar memikirkan itu.

Aku berkata...

"Yang paling aku malu pada ibu

dan pada diriku sendiri."

Petugas Zhang berkata...

"Kau, pikirkan lagi baik-baik."

"Kau harus jujur pada dirimu sendiri."

Kata-kata itu kuingat.

Aku minta sepupuku mencari pengacara.

Aku tak bersalah.

Aku ingin menyerahkanmu.

Tapi kau pergi

dan aku tak punya bukti.

Meski aku tak menyeretmu,

aku tetap bersalah, karena menutupi.

Tetap saja tak bisa bebas.

Kenapa kau ceritakan ini padaku?

Karena dulu, saat kita bersama,

semuanya tulus.

Kita bisa bicara apa saja.

Aku tak tahu kenapa...

semuanya jadi begini.

Aku tak menyalahkanmu.

Itu salahku.

Aku orang yang tak bisa apa-apa,

tapi ingin seperti orang lain, menanggung segalanya.

Akhirnya semua rusak.

Yang penting sekarang...

sembuh dulu, sisanya nanti.

Semua akan baik-baik saja.

Mungkin.

Saat terakhir kau datang padaku,

kau juga duduk di seberang.

Dengan tas kecil yang sama.

Kaos putih dengan kerah bulat.

Rambut diikat ekor kuda.

Aku bertanya padamu...

"Kau tak terlalu lelah?"

"Kau kurusan."

Kau menjawab...

"Bagus, aku memang ingin kurusan."

"Aku memang ingin sedikit kurus."

Saat itu kau bicara sangat tenang.

Tak seperti dulu.

Dulu kau selalu menangis.

Saat itu...

Aku sangat ingin kau datang.

Aku menunggumu setiap hari.

Jika kau tak datang,

aku merasa hidupku berakhir.

Seluruh hidupku sudah berakhir.

Hari itu, saat kau pergi...

Kau berdiri...

dan berjalan ke pintu keluar.

Tatapanmu lurus ke depan.

Seakan meraih sesuatu...

yang takkan pernah bisa kucapai.

Aku tak menyalahkanmu.

Kau memang selalu begitu.

Selalu menatap ke depan,

selalu melangkah ke depan.

Itu benar.

Aku harus menatap ke depan.

Aku harus melepaskan.

Ya, aku juga harus menatap ke depan.

Aku hamil.

Aku tahu saat kebetulan bertemu denganmu.

Kau akan jadi ibu.

Selamat.

Malam ini dingin, tidurlah lebih awal.

Baoshu!

Kemari.

- Apa? - Macet.

Tunggu. Biar aku.

Sudah berkarat.

Sekarang bisa tertutup rapat.

- Tidak apa? - Ya.

Besok minta pemilik ganti kaca.

Ambilkan tempat sampah.

Biar aku sendiri.

Hati-hati, jangan sampai terluka.

Hati-hati.

Jangan sentuh.

- Sudah? - Hati-hati.

- Sudah? - Baik, sementara begini.

Malam ini aku tidur di ruang tamu, kau di kamar.

Tidak perlu, angin hampir tak ada, aku tidur di sini.

Nona, silahkan lihat. Semua setengah harga.

Baik.

Kenapa semua bilang "setengah harga"? Ini obral?

Toko tutup, pindah ke online.

Kalau tertarik, scan kode, ikut siaran langsungku.

Barangnya banyak di sini.

Setengah harga itu berapa?

168 yuan.

Masih mahal, bisa lebih murah?

Untuk dijual atau dipakai sendiri?

Untuk dipakai sendiri.

Itu sudah harga paling rendah. Tidak bisa kurang.

Baiklah, aku jalan-jalan lagi.

Terima kasih.

KE REKENING ANDA MASUK 20.000 YUAN

SISA SALDO SETELAH TRANSAKSI: 122.686 YUAN

Halo?

Halo?

Barusan kau transfer uang padaku?

Kenapa tiba-tiba kau putuskan mengembalikan?

Kau tak di rumah?

Di mana kau?

Mau ke mana?

Naik apa?

Bus atau kereta? Biar aku antar.

Tidak usah...

Hanya sekali bertemu.

Tolong, hanya sekali bertemu, ya?

Di mana kau?

Minggu depan kau ada pemeriksaan, kan?

Kenapa kau di sini?

Pemeriksaan ulang juga tak mau?

Nanti setelah pulang aku lakukan.

Bagaimana kau akan hidup setelah pulang?

Hidup di mana pun sulit.

Apa bedanya di mana berada?

Jam berapa bus?

Sebentar lagi datang.

Pulanglah.

Aku belikan makanan, tunggu aku.

Berapa?

65 yuan.

Pembayaran via WeChat diterima.

Di mana toilet?

Lurus lalu belok kanan.

Penumpang tujuan Huizhou silakan naik.

Penumpang tujuan Huizhou silakan naik.

Tiket Anda mana?

Aku tidak punya.

Kalau tak ada tiket, pergi beli dulu.

Aku mau antar makanan.

- Aku cari orang. - Apa yang kau lakukan?

Sungguh kasar!

Masih terlalu awal, keluar dulu!

Apa-apaan ini?

Jangan dorong-dorongan.

Aku mencarimu ke mana-mana.

Busku segera berangkat, pulanglah.

Kenapa kau kembalikan uangku?

Simpan uang itu, untuk anakmu.

Kita...

masih akan bertemu lagi?

Kau...

masih bisa memaafkanku?

Aku pergi.

Baoshu.

Baoshu.

Ambil barang dan keluar.

TERASKATA SUBTITLE, jembatan bahasa untuk pengalaman sinematik Anda

Alih bahasa : Agus Leo >> TERASKATA Support: https://trakteer.id/BungLeo/tip

Contact Us @ +62 857 3104 1995 (WhatsApp Text Only)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.