Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Manual translate by ~ ~ ~ Robandit ~ ~ ~ IDFL.us SubsCrew
P
Pl
Ple
Plea
Pleas
Please
Please
Please v
Please vi
Please vis
Please visi
Please visit
Please visit
Please visit h
Please visit ht
Please visit htt
Please visit http
Please visit http:
Please visit http:/
Please visit http://
Please visit http://i
Please visit http://id
Please visit http://idf
Please visit http://idfl
Please visit http://idfl.
Please visit http://idfl.u
Please visit http://idfl.us
Please visit http://idfl.us
Please visit http://idfl.us a
Please visit http://idfl.us an
Please visit http://idfl.us and
Please visit http://idfl.us and
Please visit http://idfl.us and s
Please visit http://idfl.us and su
Please visit http://idfl.us and sup
Please visit http://idfl.us and supp
Please visit http://idfl.us and suppo
Please visit http://idfl.us and suppor
Please visit http://idfl.us and support
Please visit http://idfl.us and support
Please visit http://idfl.us and support u
Please visit http://idfl.us and support us
Please visit http://idfl.us and support us!
Please visit http://idfl.us and support us!
Bahkan setelah tinggal selama 35 tahun di Amerika Serikat...
Tiap kali aku kembali ke India, tak tahu mengapa aku selalu merasa bergairah.
Aku merasa seolah-olah aku telah datang ke kehangatan pangkuan ibuku. Hari ini...
... India-ku mungkin memiliki sesuatu untuk diberikan, atau tidak, tapi dia memiliki...
... sesuatu yang berlimpah, dan itu adalah cinta. Udara di sini...
... bangunan di sini, menggemakan 1 kata. Cinta.
Bangunan yang seperti itu adalah... Taj Mahal.
Sahabat Amerika-ku... di Amerika cinta berarti saling memberi dan menerima.
Tapi di India, artinya adalah memberi, memberi dan memberi!
Luar biasa!
Di Amerika, cinta ada batasannya sendiri. Yaitu tuntutannya.
Di sana arti dari cinta adalah saling memberi dan menerima.
Tapi di India, bukanlah saling memberi dan menerima.
Di India artinya adalah memberi, memberi dan memberi!
- Luar biasa! - Ya.
India memang selalu luar biasa!
Dan di sana ada satu lagi yang luar biasa yang datang...
- Bagaimana kabar keluargamu? - Istriku sangat kesal denganmu.
Kali ini aku akan menebusnya.
Kau telah jadi orang besar di Amerika sekarang.
Terakhir kau mengunjungi kami adalah 10 tahun lalu!
- Anak-anakku sangat ingin bertemu denganmu. - Aku sudah mempersiapkan segalanya.
Aku akan ikut denganmu ke Dehra Dun dan menghabiskan 3-4 hari dengan anak-anakmu.
Tutup jendelamu, kawan. Di dalam mobil nantinya berdebu.
Kita tumbuh besar bersama dengan debu ini...
...Jadi mengapa kita harus menghalanginya masuk?
Aroma debu dari India adalah sangat luar biasa.
Selama 35 tahun kau telah tinggal di AS, tetapi kau tetap tidak berubah.
Kau pasti menjadi orang India pertama yang memiliki banyak uang dan ketenaran di sana.
Kau datang ke rumahku setelah 10 tahun!
Kami menjual rumah kami di Dehra Dun dan membangun rumah di tengah tanah kami.
Saudaraku tinggal di kota. Ibuku, istriku dan aku tinggal di sini.
Karena sekarang waktu liburan, rumah kami menjadi ramai.
Kulvanti dan anak-anaknya juga ada di sini. Dan mereka semua menunggumu...
Seolah-olah ada bintang film dari Mumbai yang akan datang!
Lihat! Kita tertangkap di tempat ini. Ini Gangga, putriku.
- Gangga? - Si Kusum kecil kami.
- Lihat siapa yang datang, sayang. - Jangan katakan padaku. Biar kutebak...
Kau adalah paman Amerika, teman Ayah. 25 tahun yang lalu... bukan!
35 tahun yang lalu, kau pergi ke sana berbekal Rs.10.000 di tangan.
Dan hari ini kau sudah kaya!
Kau punya keluarga besar dengan 18 putra, 11 putri...
9 putri menantu, 3 saudara perempuan, 3 saudara lelaki, mobil dan helikopter juga!
Dan di kota yang mana, Ayah? Kau tinggal di Hollywood...
...di mana semua bintang film Amerika tinggal. Dan bungalomu...
Sudah cukup. Mengapa kau tidak memberi hormat pada pamanmu?
Tuhan memberkatimu, anakku...
Aku akan pergi memberitahu Ibu.
- Mau bilang apa padanya? Mereka semua sudah berdrama. - Apa yang terjadi, anakku?
Setidaknya datanglah dulu ke rumah. Upacara penyambutan kerajaan menantimu.
- Nyonya... - Ada apa, bodoh!
Tuan sudah sampai bersama dengan teman Amerika-nya.
- Apa maksudmu? Dia sudah sampai?! - Apa! Dia sudah sampai? Hari ini?
Seseorang ambilkan "chunni"-ku Minggir dulu kau.
- Apakah kau mau terus duduk di sini saja? - Ayo, teman... - Wow!
- Rumah peternakan yang sangat indah! - "Chunni"-ku, anak-anak! Cepat!
- Apakah si Amerika itu ada di sini? - Dia ada di sini. - Apa kabarmu?
Rasa maluku sudah memuncak. Aku akan...
- Namaste, tuan. - Namaste.
- Kelewatan! Kau tidak bilang padaku... - Memangnya kenapa? Aku bukan orang asing.
- Benar, tapi... - Bagus kau datang.
Kami semua tadinya mengharapkan kedatanganmu besok.
Pokoknya, sekarang kau sudah ada di sini, selamat datang.
- Kudengar kau jadi orang besar sekarang. - Untukmu, aku tetap anak kecil yang sama.
Dan sebenarnya, aku datang untuk mendapatkan restumu. Jadi...
- Tapi bagaimana aku bisa merestuimu, nak? - Kenapa tidak? - Kotoran sapi!
Mereka adalah Nitin, Sonali, Daksa, Dabboo. Sim sim pola pola sim sim pola.
Ayah, ini buruk. NRI itu diributkan seakan dia seorang dewa!
Surajdev mengidap gejala komplex kalau ada yang berhubungan dengan negara asing!
- Aku sudah mengenalnya selama 10 tahun! - Kau juga seorang NRI.
- Mengapa mereka tidak ribut soal dirimu? - Mereka akan ribut, sayangku.
- Kau lihat saja nanti. - Kapan, Ayah? Kapan?
Saat dia datang dengan membawa lamaran untuk putrinya Gangga.
Kapan ia akan melakukan itu? Waktunya sudah lama berlalu...
- Kalau begitu tetapkan saja semuanya. - Tetapkan? Tanpa membicarakan mas kawin?
Kau bodoh sekali. Aku telah memberi anak ini pendidikan, membuatnya menjadi binaragawan.
- Untuk apa? - Kalau begitu pergi dan temui mereka.
Tuan, berbagai hidangan makanan telah dibuat untuk orang kaya ini!
Sungguh?
Wow! Makan malam yang lezat. Aku sering pulang dari Delhi dan Mumbai.
Tetapi buah-buahan dan sayuran pedesaan India adalah unik.
Dan mengapa tidak? Di saat mereka berasal dari lahan Dewa Matahari!
Ini Amirchand. anak dari kakak saudari ipar ibuku!
Mengapa tidak kau bilang saja sepupu jauh?
Tuan, aku Amirchand, saudaraku Garibchand, dan istriku Bhagyashri.
Easy.. Busy.. dan Jeezy.
- Dia juga seorang NRI. - Kau berasal dari negara mana?
- Sekarang tidak lagi. Dia dulu tinggal di Sri Lanka. - Memangnya kenapa?
- Orang India yang datang dari Sri-Lanka juga seorang NRI! - Kami cuma rakyat kecil.
Berbagai makanan telah dihidangkan untukmu. Kami bahkan tidak diundang!
Amirchand, kemarilah dan laporkan keluhanmu di sini.
- Hormatku, Bibi. - Baiklah. Apa kabarmu?
Paman. Minum obatmu untuk malam ini.
- Obatku? - Kau harus minum obatmu tiap hari, jam 7 malam dan 9 pagi.
- Jam 9 pagi, jam 7 malam... - Siapa yang memberitahumu?
- Katakan padaku. Siapa yang memberitahumu. - Aku sedang menyeterika mantelmu...
... sebuah slip terjatuh. Tertulis apa yang harus kau makan...
Dan juga apa yang tidak harus dimakan. Ditandatangani oleh "Arjun".
- Jadi ini adalah perbuatan si Arjun, eh? - Siapa Arjun ini?
Dia putraku yang ke-18. Anak dari kakak saudara jauhku.
Dia tahu tentang semua kebutuhan pribadiku. Aku memanggilnya "Tuan Kecil"-ku.
Dan dia telah menulis sebuah lagu indah. "I love India".
Paman, minum obatmu dulu! Setelah itu baru bicara tentang "I love India".
Bibi, mengapa Gangga kita...
... begitu akrab dengan orang itu?
Amirchand. Kau selalu saja cemburu! Ini, minumlah airnya.
Paman ini bisa membawa kita ke U.S.A.
- Bagaimana? - Jika kita membuatnya terkesan. Tentunya.
- Tapi bagaimana? - Dasar otak pantat.. - Pantat?
Dengan musik kita. Musik yang berbahasa Inggris.
Idiot! Waktunya lebih banyak dihabiskan di luar India.
Kalau kalian mencoba untuk membuatnya terkesan, pasti sia-sia saja!
- Haruskah kita bertaruh? - Sepakat! - Sebentar.
Apakah kau ingat lirik lagu berbahasa Inggris kita?
Kau pasti bercanda!
Aku sangat serius. Untuk anakku Rajiv...
... Aku ingin mengikat putrimu dalam pernikahan.
Dengar, kawan. Ibunya Rajiv telah meninggal 3 tahun yang lalu.
Kau tahu kalau Rajiv putraku satu-satunya.
Dia lahir dan dibesarkan di Amerika. Dia belum pernah melihat India.
Tapi dia pasti mengetahui isi hati...
... dan pemikiran orang tuanya, dan dia menghormatinya.
Aku ingin mengikat putrimu Gangga,
Karena kami para NRI sangat menginginkan gadis seperti dia.
Karena kami telah mendorong anak-anak kami begitu dalam dengan buku-buku dan tata krama Inggris.
Karena di suatu tempat atau yang lain, walau telah memperoleh keberhasilan...
kami merasa seolah-olah kami telah gagal.
Dan setelah menyadari semua ini...
Saat ini, gadis seperti Gangga-lah satu-satunya harapan kami.
Itulah sebabnya aku telah memutuskan dengan menjadikannya sebagai istri untuk anakku...
... Aku akan membawanya dari rumahmu ini menuju rumah kami yang di sana.
Tapi dengan memohon padaku dengan jari tangan yang tersusun.
Apa-apaan ini! Mengetahui dia akan menjadi anggota keluarga yang penuh kasih...
... sangat menggembirakan. Tapi ada sedikit ganjalan, kami...
- Kami hanyalah orang desa... - Cukup. Jangan berbicara seperti itu.
Kau sangat mengenalku, bukan? Serahkan saja urusan lainnya padaku nanti.
Aku akan menelponmu dari Amerika.
Tidak! Gadis yang tidak kubiarkan pergi ke Delhi atau Mumbai...
- ...kubiarkan pergi ke Amerika? Takkan pernah! - Cobalah untuk mengerti.
Sifat buruk muncul tergantung dari didikannya, bukan dari negaranya.
Dan lagipula Amerika tidaklah jauh.
Betapa waktu sudah berubah! Kau akan mengirimnya ke Amerika?
Membuatnya menjadi orang asing?
Oh ayolah, ibu...
Sekarang seluruh India telah menyesuaikan diri dengan budaya barat.
Dan Gangga juga lulusan dari Inggris.
Lihat saja anak-anak kita sendiri. Selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu...
...mereka menonton acara musik dari TV negara Barat. Seperti MTV, VTV...
... yang mempertontonkan video musik dan aksi panggung Michael Jackson!
Janganlah keras kepala seperti itu. Aku telah berjanji dengan temanku.
Kita juga sudah berjanji dengan Amirchand, untuk anaknya.
Tidak... kita sama sekali tidak pernah berjanji dengan Amirchand.
Kita cuma bilang kita akan memikirkannya sampai Gangga lulus kuliah.
- Dan anaknya itu adalah peminum berat. - Kalau begitu pergi dan bicara dengannya.
- Mereka merasa kalau kalian menyetujuinya. - Biarkan saja mereka berpikir seperti itu!
Gangga-ku akan menikah dengan anak temanku. Dan itu adalah keputusan finalku!
- Bagaimana kau bisa memutuskannya sendiri? - Kau harusnya membicarakannya terlebih dulu.
Kau seharusnya meminta nasihat terlebih dulu.
Sudah cukup! Gangga akan menikah dengan anak temanku, mengerti?!
Paman Amerika sudah pergi, tapi dia meninggalkan beberapa foto...
- ...keluarganya dan anaknya Rajiv. - Sungguh? Tunjukkan pada kami... - Tidak!
Maaf kakak. Maaf...
Tapi ayahmu tidak tahu yang mana foto Rajiv.
- Apa?! - Ya, karena dia lupa bertanya dan paman lupa memberitahu!
- Oh tidak! - Oh ya. - Kebingungan! Kebingungan!
- Kalau begitu tunjukkan padaku. Akan kuberitahu yang mana. - Tidak perlu!
Aku yang akan menunjukkannya... pertama-tama adalah keluarganya.
Ini paman Amerika bersama saudaranya.
- Ini saudari iparnya. - Kelihatannya galak!
- Ini Padma, adik perempuannya. - Dia sangat fashionabel.
- Dan ini ibunya, Krishna. - Seorang ibu yang sehat.
Sekarang tiba di bagian yang membingungkan. Inilah kedua hero kita!
- Dan kalian tebak mana calon suami Gangga! - Setidaknya tunjukkan padaku.
Akan kutunjukkan padamu. Sekarang hero yang pertama.
Sekarang, hero yang kedua.
Sekarang kalian harus menebak yang mana di antara kedua ini adalah hero-nya!
- Ya. Ayo tebaklah.
- Jangan terburu-buru, kak. - Haruskah aku memberitahu kalian?
- Aku bilang yang ini! - Dan aku bilang...
- ...heronya kakak yang ini! - Kak...
...Kau tebak di antara dua ini yang mana Rajiv.
- Haruskah aku menunjukkannya pada kalian? - Ya, ayolah.
Ya, tunjukkan pada kami...
- Hormatku. - Semoga berbahagia. - Apakah kau memanggilku?
Ya, aku memanggilmu. Apakah benar...
- ...kau telah melamar anak gadis temanmu? - Ya.
Dan aku juga sudah berjanji padanya.
Bagus. Tapi Kishorilal...
Apakah kau juga tahu, bahwa kau mencoba membawa Gangga yang suci dari lndia ke hutan beton di Amerika?
Aku tahu. Tapi bagaimana dengan generasi masa depan kita?
Kebudayaan India kita? Siapa yang akan melestarikannya untuk kita?
- Gangga? Rajiv tidak akan menyetujuinya. - Dia tidak pernah menyetujui apapun.
Tidak mungkin.
Kakakku Kishorilal. Anak-anak kita tidak suka mengunjungi India, bagaimana mereka memilih seorang gadis India?
Mereka sudah membaur dengan budaya barat, dan untuk mereka menikah dengan gadis India?
- Tidak mungkin! - Aku akan membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin.
Dan Arjun-ku. Tuan Kecilku.
Arjun Sagar, salah satu artis pendatang baru yang menduduki tangga lagu di AS, Kanada dan Inggris...
...dengan lagunya, ''l Love My India''...
...telah memuncaki tangga lagu Asia. Mari kita temui dia sekarang.
Arjun. Bagaimana awalnya kau tiba dari India dan tiba di AS?
Ehhh...Dengan menaiki Air-lndia! Sebenarnya, aku...
...dilahirkan di sebuah kota yang bernama Mathura.
- Kota dari Dewa Krishna? - Ya, kota kelahiran Krishna.
Tapi aku bukanlah Krishna, aku adalah Arjun. Itupun, dari masa modern ini.
Eh... sebenarnya, aku berumur 10 tahun saat orang tuaku meninggal.
Ayahku adalah seorang musisi, dan ibuku, seorang guru sekolah.
Aku pun menjalani hidup sebagai yatim piatu, saat Kishorilal...
...yang dianggap seperti saudara sendiri oleh ibuku, datang ke dalam hidupku.
- Lalu? - Lalu aku datang ke Amerika, dan...
...aku bekerja di sebuah bengkel selama 3 tahun.
Menjadi sopir taxi selama 4 tahun.
Dan kemudian Kishorilal mengangkatku menjadi manajer di bengkelnya.
Saat ini dia adalah ayahku...
...dewa, Tuhan... segalanya!
Dan... saat dia tahu kalau aku suka menyanyi dan menari...
...dia membangun studio musik untukku. Di mana di situ kami bekerja...
...dan juga menjadi tempat latihan kami.
- Apakah ada yang kau sesali dalam hidupmu? - Tidak. - Punya saudara? - Tidak.
- Ada hubungan? - Tidak. - Ada yang dicintai? - Hanya di dalam lagu.
- Pernah mencintai seseorang? - Tidak pernah! - Mengapa demikian?
- Belum menemukan yang cocok. - Seperti apa gadis impianmu?
Seorang gadis India... Aku sungguh tidak tahu.
Karena dia ada dalam pikiranku... Dalam lukisan. Aku belum pernah melihatnya.
- Sudah berapa lama kau meninggalkan India? - 5 tahun.
- Kau merindukan India? - Oh ya, sangat rindu.
- Apa rencana masa depanmu? - Rencana masa depanku hanya untuk...
...meningkatkan rumah ayahku di Mathura dan membangun sebuah sekolah musik.
- Di mana anak-anak miskin bisa datang, dan... - Arjun. Rajiv menelpon.
Permisi. Halo?
- Ya Rajiv? - Arjun. Kau di mana? Ayah memanggilmu. Pulanglah sekarang.
- Apakah dia memanggilku sekarang? - Dia memilihkan seorang gadis India untukku!
- Itulah mengapa dia memanggilmu. Sendiri. - Cuma aku sendiri yang dipanggil?
Ya. Tinggalkan saja semua pekerjaanmu dan pergilah ke sana. Oke?
- Jangan khawatir. Aku akan menemuinya. - Jika tidak, dia akan mempaketkanku ke India!
Arjun... Satu pertanyaan terakhir.
- Maaf, tapi aku harus pergi. - Ini pertanyaan penting. Sebentar saja.
Dengar, aku kan sudah padamu padamu bahwa tak ada yang lebih penting dari Kishorilal?
Aku juga tidak!
Arjun, Rajiv tidak pernah pergi ke India...
...dan dia juga tidak pernah mau pergi ke sana! Tapi aku mau dia pergi ke sana.
Untuk menghirup keharuman udara di sana..
Untuk memahami nilai-nilai di sana. Dan memilih Gangga di sana.
Untuk setuju menikahinya dengan setulus hatinya.
Anggap saja ini sebagai mimpiku yang terpenting dan terindah.
Yang hanya bisa dipenuhi olehmu, Rajiv adalah temanmu, dan...
Tidak, ayah. Jangan khawatir. Aku berjanji padamu.
Rajiv akan menyetujui untuk menikahi Ganga!
- Arjun... aku sungguh bangga padamu. - Terima kasih, ayah.
Tuan Joseph... Beri Monica cuti selama 5 hari. Aku mengerti...
Anggap itu sebagai perintah dariku. Oke...
Dan... dia masih tetap menerima gaji. Oke? Ya...
- Senang? - Terima kasih, tuan.
- Siapa yang mengirim bunga-bunga ini? - Temanmu itu...
- Aku yang mengirimnya, tuan. - Selamat datang, selamat datang.
- Kau menyukainya? - Mereka sangat indah...
Dan aku juga tahu mengapa kau mengirimkannya.
Mewakili ayahku untuk menasehatiku, kan?
Aku tahu aku harus pergi ke India bersamamu. Melihat-lihat...
- Setuju dengan gadis pilihannya dan... - Kau tahu semuanya...
Ayah melakukan satu hal yang bagus. Dia membiarkanku untuk memilih.
- Artinya? - Artinya, keputusan akhir ada di tanganku, dan aku akan menolaknya.
Setidaknya datang dan lihat dulu seperti apa India. Kau akan sangat menyukainya.
- Hei, Paul di sini. - Hei, kawan. Aku di sini.
- Aku juga ikut ke India, kan? - Tentu saja.
Aku juga tahu kau akan ikut bersama kami. Jadi, aku sudah memesan 3 tiket ke Delhi.
- Menaiki Air-lndia! - Mengapa menaiki Air-lndia?
Mereka bilang, "Untuk merasakan udara di India, terbanglah menaiki Air-India!"
- Aku cinta India! - Kau benar!
Kakak! Kami mendapat informasi.
- Kakak! - Ada apa? - Kami mendapat kabarnya! - Kabar apa?
- Siapa yang akan menjadi suamimu. - Siapa? - Kau menang dan dia kalah.
Ya, aku kalah. Ini foto pangeranmu Rajiv...
- Ada apa? - Bangunlah, kak! pangeranmu sudah sampai.
- Apa! Sudah sampai?- Ya. Datang dan lihatlah. - Tidak. Aku tidak mau.
Ayolah... lihatlah sendiri. Ram belum datang, tapi Krishna yang datang!
- Krishna? Apa yang kau bicarakan? - Rajiv masih di Delhi.
- Dia telah mengutus Arjun untuk melihat segala sesuatu. - Apa?
Dengar, paman... Cobalah mengerti apa yang aku katakan.
Saudaraku Rajiv lahir dan tinggal Amerika. Dia takkan tahan dengan debu dan suhu panas di sini.
Dan baunya! Jika ada sesuatu yang berbau busuk, dia akan menjadi uring-uringan!
Maksudku, dia akan menjadi gila!
Kau tahu apa yang akan terjadi jika dia datang ke sini? Dia akan pingsan!
Benar. Pertama dia akan pingsan, setelah sadar dia langsung pergi!
Tidak. Kami mendukungmu. Tadi malam Kishorilal telah memberitahuku semuanya.
Terima kasih, paman. Jadi sekarang lakukan seperti yang aku katakan padamu.
- Yang pertama... pindahkan sapi-sapi ini. - Itu kerbau, nak.
Terserah apa namanya. Kemudian keluarkan kambing-kambing ini.
- Dan sekarang ini... dia menggigit? - Tidak. Dia cuma menggonggong.
Kalian harus memindahkannya karena Rajiv alergi dengan anjing.
- Dan ini... Apakah tempat tidur ini untuk anjing? - Tempat tidur...
- Itu tempat tidur untuk pembantu kami, Ramu - Tidak tidak. Dia tidak bisa tidur di sini.
Bangunlah sebuah tempat tinggal untuknya. Semuanya harus tertata rapi.
Paman, kau memahamiku, bukan? Kita harus membersihkan tempat ini segera!
- Jerami yang ada di sini... - Itu kotoran sapi, nak.
Ramu... namamu Ramu, kan? Buang ini segera.
- Nak, Kishorilal tidak pernah keberatan... - Kita tidak membicarakan dia, tapi anaknya.
Dia takkan tahan dengan semua ini, jadi, sangat penting bagi kita untuk membersihkannya.
Jadi semuanya, ayo cepat! Cepat! Semuanya dibereskan!
- Dia sombong sekali, ya? - Menyuruh kita mengeluarkan anjing kita!
- Menyuruh Ramu untuk tidur di luar. - Dia itu manusia atau binatang buas?
Jangan khawatir. Akan kuubah binatang buas ini menjadi manusia tak lama lagi.
- Bagaimana? - Aku punya obat untuk itu.
Apa yang akan kau lakukan?
- Dapat ide! - Ide apa?
Selamat datang tuan Arjun, selamat datang. Kami persembahkan Gangga kami...
- Kau siapa? - Aku Daksha, sepupu. - Bagus. Silahkan duduk.
- Dan kau? - Setidaknya salaman dulu, tuan.
- Potla. - Sepupu?
- Aku adalah adik laki-laki satu-satunya. - Bagus. Tolong berdiri di sini.
- Di mana Gangga? Aku belum melihatnya. - Masuklah, kak...
Namaste, tuan. Namaste...
Jangan buka kacamatamu. Aku benar-benar Gangga.
Jadi... berarti... kaulah yang dipilih Ayah untuk Rajiv?
Ya, ketika paman melihatku, dia bilang dia tidak akan menemukan...
- ...Gangga yang cantik seperti aku di seluruh India! Bukankah begitu? - Tentu.
Ayah benar! Kami tidak akan bisa menemukan gadis seperti dirimu...
... bukan cuma di India, tapi juga di seluruh dunia ini.
Apakah ada... te... telepon di sini?
Maukah kau membiarkan aku bicara dengan Rajiv?
Ya. Ti.. tidak! Aku bukan ingin bicara dengan Rajiv.
Aku hanya akan berbicara dengan Ayah. Oke?
Ayo ikut denganku... bukan kau. Kau duduk di sini.
Ayo ikut denganku!
Benar. Aku ingin membuat panggilan. Ya... Panggilan kilat pun tidak apa-apa.
Ya, aku tahu biayanya lebih besar. Bebankan saja 16 kali, bahkan 32...
... tapi aku harus menelpon.
Nyonya... kau tidak mengerti. Walaupun jalur telponnya sibuk atau tidak..
tapi ini adalah masalah hidup dan mati! Ya... aku memohon padamu. Karena...
Bahkan jika jalurnya sedang sibuk, cobalah untuk menyambungkan telponnya...
Apa yang kau lakukan?
Tidak, yang kumaksud bukan kau. Permisi nyonya.
- Pergi duduk di sana, tolong. - Biar aku bicara dengan Rajiv...
Aku tidak bisa membiarkanmu. Pergi dan duduk sekarang.
Tolong kau dudukkan dia di sana dan pastikan dia tetap di sana!
Kau tetap di sini! Aku butuh perlindungan. Tidak nyonya, aku sudah kembali.
Dengarkan aku, nyonya. Tolong, kasihanilah aku.
Tuan. Aku sudah bilang padamu, kau takkan bisa menelpon sampai 4 jam ke depan.
- Apakah ada tempat untuk menyepi di sini? - Ada, tuan.
- Aku ingin ke sana untuk menyendiri. - Baik, tuan.
- Aku tidak ingin diganggu! - Tidak akan, tuan.
- Dan jika telponnya sudah tersambungkan, panggil aku. - Baik, tuan. Pasti.
- Dia mendapat masalah. - Bocah yang malang.
Ya, sambungkan aku. Kishorilal?
Apa kabar? Tidak, aku tidak meneleponmu.
Arjun ada di sini dan Rajiv akan datang besok. Kami semua baik-baik saja.
Tunggu sebentar. Aku akan memanggilnya. Gangga, sayang...
- Ya, Ayah? - Ada telepon untukmu.
- Ayah, telepon dari siapa? - Ini telepon penting.
- Dari siapa? - Tebak dari siapa.
- Beritahu aku, Ayah. - Tebaklah dulu.
- Ini dari paman Kishorilal-mu. - Paman Kishorilal? Biarkan aku bicara dengannya.
Halo? Paman? Ini Gangga. Hormatku...
Aku baik-baik saja. Oh paman! Bagaimana mungkin aku bisa melupakanmu?
Dan lagu darimu itu, "I love India"? Kami semua menyanyikannya.
Lagunya menjadi super hit. Bahkan nenek pun menyanyikannya!
Ya? Dan apa kabarmu? Apakah kau minum obatmu tepat waktu? Obatmu.
Tuan Kecil-mu ada di sini. Dia cukup baik.
Sedikit sombong... Tidak, paman. Dia baik.
Oke, aku akan memberikan telponnya ke ayah.
Ya, katakan...
Semuanya baik-baik saja.
- Sabun yang ada di kamarmu, tuan... - Simpan saja seperti yang aku bilang padamu.
- Dia adalah... - Gangga.
- Dan yang satunya tadi... - Sebuah tipuan.
Kau boleh pergi.
Ayah, kau benar.
- Aku... Namaku... - Aku tahu. Kau Arjun.
Teman Rajiv. Kau datang untuk melihatku dan rumahku.
Aku minta maaf. Waktu kedatanganku sedikit tidak tepat.
Ya... Semua orang baik mengakui kesalahan mereka, dan segera meminta maaf.
Ya... Aku juga akan mengatakan bahwa semua orang baik di dunia ini...
... akan segera memaafkan mereka yang meminta maaf.
Raut wajahmu menunjukkan bahwa kau telah memaafkanku.
Dan senyummu mengatakan bahwa kita harus segera menjadi teman.
Dan tanganmu mengatakan bahwa kita harus segera bersalaman. Benar kan?
Benar.
- Persahabatan yang akrab? - Ya. - Sungguh? - Tentu.
- Potla! - Potla? Potla...?
Setiap hubungan yang ada di dalam rumah ini terikat dengan ikatan kasih.
Baik itu antara manusia dan binatang, atau antara pelayan dan tuannya.
Untuk membangun hubungan yang baru, kami tidak menghancurkan hubungan yang lama!
Apakah kalian punya rasa malu, atau tidak?
Sudah lupa dengan aturan di sini? Sepertinya bukan dia yang mengatur pertunanganmu...
- ... tapi malah kau yang menetapkannya! - Anakku sayang...
Apapun dilakukan oleh Arjun adalah untuk kebaikanmu sendiri.
Bayangkan kalau dia adalah seorang sutradara film.
Yang merencanakan untuk menyatukan tokoh utama pria dan wanitanya bersama.
Rajiv akan datang besok. Untuk menghormatinya, aku sudah mengundang petinggi kota.
Jadi kalian jangan membuat kekacauan besok.
Apakah kalian menganggapku tidak ada di sini untuk mematahkan kaki kalian!
Bibi... mengapa kau tega sekali? Dan mengapa? Kau seperti tidak pernah kecil saja.
Waktu kecil kau juga pasti nakal. Jangan tertawa! Kalian juga akan tua nanti.
Paman. Sekarang semuanya sudah membaik di antara kami.
Kami sudah berteman. Kami sudah memahami satu sama lain.
Aku hanya ingin menjelaskan satu hal. Pikirkan apa saja semau kalian tentangku.
Pelayan Rajiv, "peralatan makan"-nya...
Temannya, saudaranya, apa saja! Tapi ada satu hal.
Pemuda seperti Rajiv bukan cuma sulit ditemukan di Amerika, tapi juga di seluruh dunia.
Bibi. Dia yang terbaik dunia ini. Hidup sederhana pemikiran yang tinggi.
Dan gayanya sangat mengagumkan, Potla!
Dengar. Hari ini juga, dia akan datang dengan mobil istimewa dengan gaya yang hebat...
- Dan kita sambut pangeran dari Amerika kita. - Dia di sini. - Siapa?
Pangeranmu tersayang tiba dari Delhi Mobilnya memiliki 4 ban yang kempes.
Apakah dia datang dengan kereta? Jadi datang dan lihatlah.
Selamat datang di India, anak menantu. Selamat datang di India.
Ibu. Semua tamu sudah ada di sini.
Ayahmu telah mengundang begitu banyak orang. Rajiv pasti merasa gugup. Ambil ini.
Rajiv. Kenalkan Asisten Komisaris Polisi di daerah kami, tuan Yadav.
Kau kuberkati... tidak apa-apa. Jadi...
- Jika kalian ada masalah, hubungi aku. - Masalah apa selama kau ada di sini, tuan?
Maksudku jika ada yang menyusahkan kalian.
- Aku akan memenjara menteri, lihat saja. - Bagus sekali, tuan.
- Apa yang terjadi di sini? - Tidak ada. Ayo, makan sedikit makanan ringan...
Dia polisi yang lucu.
- Rajiv... - Ayo berdiri!
Beri rasa hormatmu, nak. Bukan untukku, tapi dia.
Kau kuberkati... Apa kabarmu, nak?
- "Cool" (baik), tuan. - "Cool" (dingin)? Kau merasa kedinginan padahal memakai jas?
- Tidak, "cool" artinya "baik, terima kasih''. - Mengapa berterima kasih?
Memangnya aku memberinya sesuatu? Tidak apa-apa, bung.
- O, istriku... - Ada di sini, tuan. - Ayo sayang, ayo kita pergi.
Dalam budaya Punjab, mereka memukulmu seperti itu sebagai rasa sayang mereka.
Kursi, tuan! Aku bilang kursi, tuan!
- Paul. Dia bilang dia membawakan kursi untukmu. - Tidak, terima kasih.
Ramu, dia tidak tahu bahasa Hindi. Bilang"chair".
- Pergilah ke neraka, tuan! - Terima kasih. Sekali lagi terima kasih.
Baba, seseorang telah melepaskan mantra jahat kepadanya. Sejak dia di sini...
... kesehatannya selalu buruk. Beri dia sesuatu untuk menangkalnya.
Hei! Apa yang terjadi?
Ehh... Dia cuma menangkal roh jahat. Cobalah untuk mengerti.
Baba. Dia juga mengalami masalah yang sama. Jadi tolong... Sekali saja...
Tidak, tidak. Aku baik-baik saja...
Terima kasih. Terima kasih.
- Baiklah.. rupanya inilah Cinta dari India! - Kita duduk saja?
- Bagaimana dia? - Haruskah aku berterus terang?
- Dia seperti seorang pangeran! - Manis sekali.
- Ehh... Ngomong-ngomong, di mana Gangga? - Aku akan pergi mencarinya.
Aduh bibi! Ada masalah apa? Mengapa terlambat? Di mana Gangga?
Dia sedang bersiap-siap. Berdandan dan berias... Dia sudah siap sekarang.
- Arjun. Bagaimana penampilanku? - Cantik sekali!
Lihat! Bukankah aku sudah bilang saat aku sudah siap, kau akan melongo!
Tentu. Aku melongo...
- Bukankah dia tampak cantik? - Maaf, tetapi dia menyerupai kera!
- Apa? - Cobalah mengerti. Rajiv tidak suka dengan ornamen berat seperti ini.
- Dia pemuda Amerika dan menyukai kesederhanaan. - Tapi ini adalah kesederhanaan dari India.
Tidak! Akan kutunjukkan apa itu kesederhanaan. Pegang ini, dan kau ikut denganku.
Lepaskan semua ini dan mengapa kau memakai perhiasan emas?
- Apa yang kau inginkan? Teh, jus? - Aku lebih suka teh.
Apakah kau mau teh juga?
- Teh? - Ya.. ya... teh! tentu saja.
- Gulanya seberapa banyak? - Satu sendok saja.
- Dua sendok lagi. - Dua sendok lagi?... Dua.
- Oke, satu sendok lagi. - Satu sendok lagi.
- Hmmm! Lakukan satu hal, tambahkan semuanya. - Semuanya?
Hmm... Kau cukup cerdas!
Aku cinta India!
Rajiv... Bagaimana pendapatmu tentang Gangga?
Biarkan aku tidur. Kepalaku sakit, Arjun!
Baiklah kalau begitu, bisakah aku... menganggapnya untuk diriku sendiri?
Hei! Diam dan tidurlah, oke?
- Selamat malam. - Selamat malam.
Gangga! Kau belum memberitahuku bagaimana pendapatmu tentang Rajiv?
- Kau juga tdk memberitahu pendapatmu tentang dia. - Kau menyukainya, atau tidak?
- Menyukainya atau tidak. - Katakan padaku. - Kau yang katakan padaku. - Tidak, kau duluan.
- Kau yang duluan... - Tolong beritahu aku. - Tolong beritahu aku. - Oke, aku akan beritahu.
Aku rasa kau sama sekali tidak menyukai Rajiv.
Tidak, ayah! Kapan aku berkata seperti itu?
Jadi! Kau menyukainya, eh?
Ayah, ini buruk. Surajdev telah mengundang semua orang, kecuali kita.
Dia menjadi takut kalau kau mungkin akan merusak peluang putrinya menikah dengan si Amerika itu.
Aku tidak merusak peluang, aku menghentikan peluang.
- Dan bagaimana kalau Gangga & Rajiv bertunangan? - Lalu? - Kita akan menghancurkannya.
Surajdev, tunggu sampai hari-hari baikku datang. Lalu akan aku tunjukkan padamu.
- Kakak, kau mau ke mana? - Membawakan susu untuk Rajiv. - Berikan ke sini.
- Gangga, pergi bawakan ini untuk Rajiv. - Aku? - Ya!
Aku bilang, ambillah. Cepat.
- Mengapa dia, dan bukan aku? - Arjun bilang...
...Gangga yang akan membawakannya susu hari ini.
Arjun bilang begitu?
Di negara kami, ular tidak dianggap sebagai binatang, tapi Dewa.
Kau minumlah susumu dan tidur. Tidak ada yang akan terjadi.
Luar biasa!
- Kau? - Aku ingin bertemu denganmu...
- ... berdua saja. - Mengapa harus berdua?
- Bukankah lebih baik jika kita ngobrol sedikit? - Jadi ayo kita ngobrol.
Tidak. Tidak di sini.
- Lalu di mana? - Di ladang itu. Di belakang kincir angin.
Bolehkah aku meminta izin dengan ibuku?
- Apa kau tidak bisa membuat keputusan sendiri? - Bukan karena itu...
Tunggu saja di sini. Aku akan datang.
- Bibi. - Ada apa? - Bolehkah aku pergi ke ladang bersama Rajiv?
Di ladang? Mengapa bertanya padaku, dasar gadis tak tahu malu!
Minta izin dengan ibumu! Apakah kau mendengar? Rajiv-mu...
... ingin membawa Gangga ke ladang, di belakang kincir angin!
- Siapa yang ingin membawanya ke sana? - Dia datang sebagai seorang tamu, ibu...
... dan ia ingin membawa gadis itu ke balik semak-semak tepat di depan kita!
- Kakak! Bisakah kau diam? - Oke, aku akan diam!
Membiarkan dia pergi ke belakang kincir angin. Udaranya sangat panas, bukan?!
- Kakak, bicaralah dengan pelan-pelan. - Mengapa? Aku tidak bisa berbicara pelan-pelan.
Apakah kita ini tikus? Anak gadis tidak boleh berguling di atas jerami sebelum menikah!
Jika kau pikir itu pantas, biarkan dia pergi.
Membiarkannya pergi ke Amerika! Apa yang kau lakukan di sana? Ayo...
Selamat!
Mengapa perempuan gila itu marah-marah? Maksudku, apa masalahnya?
Mereka gila! Mereka orang-orang yang aneh!
Saudaraku Rajiv tersayang, jika kau ingin menemui Gangga,...
- ...mengapa harus mengobrol di ladang? - Apa yang salah dengan ladang?
Dengar Rajiv. Dalam tatacara India, sebelum menikah, ada berbagai aturan dan norma.
- Ini India, kan? - Ini memang India! - Dan aku cinta India!
Sungai bukanlah sebuah sungai jika tanpa air.
Angin bukanlah angin jika tiada suara.
Pernikahan itu bukanlah sebuah pernikahan jika tanpa kisah cinta.
- Kau mengerti apa yang aku maksud? - Tidak.
Dengar, sebelum Rajiv dan Gangga menikah...
...sangatlah penting bagi mereka untuk merasa cocok! Dan mereka akan merasa cocok...
...hanya ketika mereka berbicara. Dan mereka akan berbicara, hanya ketika mereka bertemu.
Bukankah begitu?
- Kenapa kami harus keberatan jika mereka bertemu? - Tidak! Kau tidak keberatan...
...tapi kemarin, adegan yang dibuat Bibi mengenai ladang...
Aku berkata jujur. Rajiv lahir di Amerika. Dia hanya akan lari menjauh!
Tidak, tidak. Jika kau mau, besok, kita bisa mengajak mereka keluar...
... melihat pemandangan dan menunjukkan benteng pada mereka di sana. - Bibi...
- Mengapa aku harus keberatan? Bibirku terkunci! - Dengar itu?
Tidak, Nak. Semuanya akan mengikuti kata-katamu. Bisakah kau diam!
- Semuanya harus sesuai dengan keinginan Arjun. - Ya.
Jangan pergi terlalu jauh dari hati yang patah.
Tapi juga jangan terlalu dekat dengan hati yang berdetak bersamaan.
Orang yang biasa mengendarai Mercedes sekarang mengendarai sepeda...
Lihat bagaimana dia merayumu dengan berbagai cara! Terlalu bagus!
Tapi aku juga tidak kalah hebat. Kau melihat kemampuan seniku, bukan?
Bagaimana aku bisa meyakinkan mereka sehingga kita bisa pergi piknik.
Eh... Ini akan memberimu kesempatan untuk ngobrol dengan Rajiv.
Dia sangat menyayangimu. Sangat menyayangimu. Kadang-kadang aku berpikir...
... Jika ia begitu sangat mencintaimu sekarang, betapa dia akan mencintaimu nanti! Gila!
Ada apa, Gangga? Kenapa kau menatapku?
- Bolehkah aku bertanya sesuatu? - Tentu, silakan.
Aku tahu aku belum membuat Rajiv tergila-gila, tapi usahamu sudah menunjukkan hasilnya.
Kau adalah temannya, dan juga saudaranya.
Tetapi juga ada ikatan yang sudah terbina antara kau dan aku.
Sebuah ikatan kepercayaan yang dalam dan persahabatan. Benar kan?
Ya. Apa yang ingin kau katakan?
Aku ingin bertanya padamu,... Apakah Rajiv pria yang tepat untukku?
Setelah begitu banyak hari dilalui, pertanyaan seperti ini. Dia benar-benar pria yang baik.
Dia telah menyembunyikan sesuatu dariku. Kemarin aku merapikan pakaiannya.
Dan aku menemukan ini. Bukan karena kalau dia merokok...
...tapi fakta bahwa dia menyembunyikannya. Jika dia memiliki sifat buruk yang lain...
Tolong katakan padaku sekarang. Jadi aku bisa membuat keputusan yang tepat.
Dengar, saranmu bisa membahagiakan hidupku...
...atau merusaknya.
Gangga, kau benar-benar salah mengerti.
Bungkus rokok ini ini bukan punya Rajiv. Itu punyaku.
- Kau janji? - Ya.
Sebenarnya, kadang-kadang, aku merokok.
Tapi Rajiv tidak pernah minum dan merokok.
- Seharusnya ada korek apinya. - Kau juga sebaiknya tidak merokok!
- Seorang pria terlihat begitu busuk. - Apakah aku harus berhenti merokok?
- Berhenti saja. - Sudah kubuang! - Kau jahat sekali!
- Apakah aku masih jahat? - Tidak. Kau sudah baik.
- Sangat baik. - Terima kasih.
Ya, Ayah. Rajiv menyukai Gangga.
Kau tidak mengatakan apa-apa, Nak.
Ayah, aku berpikir Gangga harus pergi ke Amerika Serikat sebelum menikah.
- Melihat budaya dan masyarakat Amerika di sana. - Benar, Ayah!
- Sang gadislah yang akan tinggal di luar negeri, bukan prianya. - Ini akan menyenangkan...
...jika dia datang bersama kita ke Amerika selama 1-2 bulan dan melihat semuanya.
Aku senang melihatmu berbicara secara dewasa.
Aku akan berbicara dengan ayahnya.
Apa yang kau katakan?
Bahwa kita mengirimnya ke Amerika sendirian? Apakah kau merasa baik-baik saja?
Apa yang salah tentang itu? Dia seorang teman. Tidak bisakah dia pergi ke rumah temanku?
Anakku. Anak gadis India tidak bisa pergi sebelum menikah.
- Aku juga memutuskan kalau dia tidak boleh pergi. - Benar.
Baiklah. Batalkan semuanya. Aku akan bicara dengan Kishorilal.
Lalu semua ini untuk apa? Mengapa kau memanggilnya datang?
Lalu apa yang kita lakukan? Menjadi orang Amerika?
Marilah, Kishorilal.
Kishorilal. Bagaimana kami bisa mengirim gadis tanpa pertunangan atau hubungan resmi?
Pikir saja. Kami hidup di sebuah kota kecil.
- Apa yang akan orang-orang katakan? - Mereka sudah mulai bergosip.
Dan seandainya dia kembali tanpa menikahi anakmu?
- Aku punya jalan keluarnya. - Apa?
Kita akan mempertunangkan Rajiv dan Gangga minggu ini.
Lalu dia akan pergi bersama kami,
dan setelah sebulan kita akan menikahkan mereka dengan gaya Amerika. Oke?
Oke? Kalian pastinya tidak akan keberatan sekarang.
Mengapa kami harus keberatan dengan pertunangan? Bukan begitu, Sayang?
- Katakan kau setuju. Tidak apa-apa. - Apa yang aku katakan adalah...
- ...kalian semua ikut bersama kami. - Tidak, itu tidak mungkin.
Sekarang ini adalah masa panen kami. Kami semua tidak bisa pergi.
Jika tidak satupun dari kami yang bisa pergi, anak perempuanku bisa pergi.
Amerika? Tidak, aku tidak bisa. Bagaimana kau bisa menyarankan seperti itu?
Ya, sempurna sekali. Jika kau bersama dengan Gangga...
- ...dia tidak akan merasa kesepian. - Pergilah, Bu.
Oke. Jika kalian semua bersikeras, aku akan pergi.
Jadi semuanya sudah setuju sekarang. Pertunangan pada hari Senin.
Kemudian pesta perpisahan Gangga dan sebagai catatan kita harus menyajikan ladoo.
Ya, pastinya akan menjadi perpisahan. Siapa yang tahu kapan dia akan mengunjungi India?
Gangga? Gangga?
Gangga?
Gangga?
Mengapa kau duduk sendirian di sini?
Ada apa? Kau akan bertunangan, kau malah menangis?
Aku tahu. Kau tidak ingin meninggalkan Ayah, bukan?
- Aku tak ingin pergi ke mana pun! - Itu tidak dapat dihindari, Sayang.
Semua anak gadis akan menikah dan pergi suatu hari.
Pergi meninggalkan ibu dan ayah mereka.
Selama-lamanya.
Mengapa kau menangis sekarang? Jangan! Jangan menangis!
- Kau membuatku menangis. - Kau yang melakukannya.
Ayo. Pesta pertunangan dan perpisahan keduanya dilangsungkan pada hari Senin.
- Kartu undangannya akan dikirim hari ini. - Kartu? Ini pasti idenya Arjun.
Apa! Kusum bertunangan dengan Rajiv?
- Tak boleh terjadi! Kau dengar itu? - Benar.
Ini benar-benar tidak adil. Seluruh kota sudah tahu...
- ...bahwa Gangga akan menikahi anakku. - Benar sekali.
Dia tidak hanya telah menghinaku, tapi juga seluruh kota!
- Itu bohong! Paman belum menjanjikan apapun. - Diam!
Bisakah kau berhenti melompat, Nak? Orang asing itu akan menikah dengan Gangga.
Permisi, tuan.
Rajiv bukan orang asing. Dia putra seorang India. Anak dari Kishorilal.
Dasar Kishorilal keparat...
Pertama mereka memutuskan pertunangannya, sekarang mereka menyerang anakku! Tolong!
Ayah! Ini buruk sekali!
Jangan Rajiv, jangan! Tolong hentikan! Jangan, Arjun!
- Kalian jangan berkelahi. Demi aku. - Kita harus memutuskannya, Surajdev.
Apa maksudmu? Aku ayahnya. Aku akan menikahkannya dengan siapapun yang aku mau.
Bagaimana caramu memutuskannya? Beritahu kami. Kita akan memutuskan hari ini, sekarang.
Kalau begitu, ayo kita adakan pertandingan. Pemenangnya akan mendapatkan Gangga.
- Setuju. Hari ini, apakah kau yang mendapatkan Gangga atau aku. - Bagus!
Bahkan Dewa Rama harus mengangkat busur Dewa Shiwa untuk memenangkan Sita.
Jadi hari ini siapa pun yang menang, akan menikah dengan Gangga!
Ini berlebihan! Masa depan putriku akan ditentukan oleh pertandingan?
Kalau begitu akui kalau kau menipu, dan kau telah menjual dirimu kepada seorang N.R.l.
Amirchand! Bukan Suraj yang menipu, tetapi kau!
Dan kami akan memberimu jawaban yang tepat untuk itu.
Untung saja Kepala desa menyebut kisah tentang Rama dan Sita.
Bahu anakku bersedia untuk membawa busur apapun yang kau inginkan.
Katakan padaku, busur apa yang kau miliki? Ayo kita lihat seberapa kuat anakmu!
- Aku siap, Ayah. - Jadi Manuchand...
...apa pilihanmu? Lari, gulat, tinju. Katakan!
- "Kabbaddi"! Kita akan bertanding Kabbaddi! - "Kabbaddi"? Baiklah.
Baiklah. Hari ini dan sekarang!
- Apa? Pertandingan Kabbaddi? - Ya.
Dan yang menang akan menjadi pengantin pria kakak!
Omong kosong.
Pergilah ke sana. Hentikan mereka.
Tidak.. Ini tidak akan mungkin.
Jangan khawatir, Suraj. Kita akan mengalahkan mereka.
Kakak Arjun. Kalahkan mereka!
Kau lihat? Itu anakku!
Apa yang terjadi?
Ya! Si Amerika keluar lapangan!
Ya ampun, kawan!
Apakah kita menang atau kalah?
Ayo Arjun! Sentuh garisnya!
Ayo, Gangga. Ayo, anakku. Sudahlah. Jangan menangis.
Kau akan berkata, jagalah Gangga, dan aku akan mengatakan dia putriku sekarang.
- Jadi, kau sudah tidak punya hak lagi. - Benar sekali.
- Rajiv. Arjun belum datang juga. - Arjun tidak ikut bersama kita.
- Mengapa? - Dia akan tetap tinggal di India sebentar.
Artinya?
Artinya... Itu dia datang. Tanyakan saja sendiri.
Maaf, maaf. Aku minta maaf. Terimalah ini.
- Untukmu dan Rajiv. - Apa ini? Kau tidak ikut?
Dengar, Gangga. Aku harus kembali ke rumah tua milik ayahku di Mathura,.
Aku harus membangunnya kembali menjadi sekolah musik. Jadi aku akan menjadi sibuk.
- Kau tidak memberitahuku ini sebelumnya. - Tidak sempat memberitahumu.
- Terima ini. - Untuk apa? Aku akan ke luar negeri untuk yang pertama kali.
- Aku akan sangat kesepian. - Mengapa? Ada Ayah, Rajiv, bibimu...
- Dan banyak orang lain yang akan menjagamu. - Tapi kau tidak akan berada di sana.
Kau bilang, kau akan berada di sana bersamaku. Aku setuju hanya karena...
Dengar, Gangga. Tanggung jawab dan tugasku berakhir di sini.
Sekarang kehidupanmu dan kehidupanku menempuh jalan yang berbeda.
- Mengerti? - Mengapa kau berkata seperti itu?
Sebab, sekarang kau harus menjadi menantu yang bertanggung jawab.
- Tinggal di luar negeri, dan hidup bahagia dengan semua orang. - Jangan menceramahiku.
- Cepat. Nanti pesawatmu akan meninggalkanmu. - Aku bisa pergi sendiri.
Aku tidak butuh bantuanmu. Aku bisa menjaga diriku sendiri.
- Baiklah, Arjun. Selamat tinggal. - Selamat jalan.
Gadis edan!
- Permisi. Apakah Anda Arjun Sagar? - Ya.
Seorang penumpang menitipkan ini untukmu.
- Baiklah. Terima kasih. - Sama-sama.
Arjun, segeralah datang.
Dan kau lihat wanita yang di sana? Yang memakai gaun merah marun.
- Itu Nita, istri adikku Sandy. - Sandy?
Sebenarnya Sandip, tapi ia menjadi Sandy setelah datang ke sini.
Teman-teman. Ini adalah menantu perempuanku, Gangga.
Ini Katy...
- Ayah telah membawa seorang gadis cantik. - Tapi dia terlihat mendominasi.
- Mengapa? Merasa takut? - Aku tidak takut pada siapa pun.
Saudariku, apakah semua orang memakai pakaian seperti di negeri ini?
Saudari! Kau memanggilku saudari? Apakah penampilanku seperti saudari untukmu.
Maaf. Namaku Padma, dan orang-orang di sini memanggilku "Padi".
Dan ini adalah Bibimu Nita. Aku telah menunjukkannya padamu.
- Sampaikan salammu. - Namaste.
Dan dia adikku yang paling bungsu, Sandy.
- Ayo, Gangga. Ayo kita menari. - Benar itu, anakku.
- Bolehkah aku pergi? - Pergilah.
Ayo. Kita pergi ke sana.
Apa-apaan ini? Pergilah! Dasar bajingan.
Tidakkah kau punya ibu dan adik perempuan sehingga kau menciumnya di depan umum seperti ini?
Lihat itu. Apakah ini cara untuk menemui seorang gadis? Dan kau gadis tak tahu malu...
...bagaimana kau bisa begitu intim dengan para bule ini? Sudah lupa norma keluarga?
Ayo. Ayo kita pergi!
Oh... dia lucu.
- Dia masih muda... - Mengapa kau memarahinya? Dia keluarga kami sekarang.
Mari, anakku. Mari.
Cheryl. Tolong jaga dia.
- Itu tadi kejadian yang cukup mengejutkan. - Apa yang bisa kukatakan, tuan Mitra.
Kakakku Kishorilal pergi ke India dan kembali membawa kotoran untuk kita!
Gangga, anakku. Duduklah di dekatku. Ayo, duduklah.
Namaste.
Bagaimana? Bukankah dia cantik?
Kau belum makan apa-apa sejak pagi, dan kau pasti merasa lapar!
Peter! Tolong ambilkan makanan untuk kami.
Hari ini aku akan makan bersama menantuku.
Gangga, anakku?
Kau diberkati. Apa yang kau lihat? Negeri yang baru?
Di sini bisa menjadi sangat tenang, atau bisa menjadi sangat ramai.
Manusia bisa sendirian, atau berada di tengah kerumunan.
Pesta tadi malam yang diadakan adalah untuk menghormatimu...
Kebencian yang Nita tunjukkan padamu... Aku juga melihat dan mendengarnya.
Tapi Bibiku juga salah.
Anakku. Di dalam rumah orang yang baik hati seperti Kishorilal...
...separuhnya adalah orang India, dan separuhnya lagi adalah orang Barat.
Itu sebabnya, jiwa yang murni seperti dirimu akan selalu diperlihatkan kebencian.
Dan kau harus bisa bertahan menjalaninya. Itu akan menjadi ujian bagimu.
Ibuku bilang seorang wanita akan diuji sepanjang hidupnya!
Cukup. Kau sudah ketahuan. Restuku bersamamu.
Ada apa, kakak? Apa yang kau bisikkan dengan putriku?
Lihat, dia sudah mulai mengelola urusan rumah tangga di rumah ini.
Tidak! Dia tidak akan melakukan hal seperti itu.
Sebelumnya dia harus pergi keliling Amerika dan Kanada. Benar, anakku?
Kabar baik, anakku. Besok, dalam rangka menghormati Duta Besar baru kita...
...semua orang VIP India dari kota ini diundang.
Mereka juga akan menghormatimu dan Rajiv.
- Ayah. Arjun belum datang juga? - Dia itu bodoh.
Aku tak tahu. Seharusnya dia datang dalam beberapa hari lagi.
Oh ya, Ayah. Jenis pakaian apa yang harus aku kenakan besok?
Pakaian India!
Setelah ini, kita masih harus menyambut satu orang lagi.
Penyambutan ini ditujukan kepada Gangga yang datang ke sini untuk pertama kalinya.
Calon menantu dari Kishorilal, Nona Kusum Gangga...
...adalah Dewi Pengetahuan India, simbol dari kebudayaan kita.
Dan sekarang aku akan meminta dia untuk datang ke sini...
...dan menyanyikan beberapa lagu untuk kita.
- Calon menantumu sangat cantik. - Terima kasih.
- Apa yang harus aku nyanyikan? - Anakku. Kami semua ingin tahu...
...bagaimana perasaanmu setelah pergi ke luar negeri.
"I Love India".
- Tapi aku tidak hafal lirik lagu apapun. - Bernyanyilah apa saja.
Baiklah.
Arjun!
- Arjun. Kau ada di sini? - Tunggu dulu, Gangga.
Arjun.
Mengapa kau baru sekarang kau datang? Aku mengalami saat-saat yang sulit.
- Bibi berbuat ulah lagi... - Apa yang kau lakukan, Gangga?
Gangga, ini bukan waktunya untuk ngobrol. Semua orang melihat. Pergilah.
Mereka ingin aku menyanyikan lagu "lndia".
- Kalau begitu menyanyilah. - Kau juga bernyanyi bersamaku.
Tidak, aku tidak bisa bernyanyi bersamamu. Ayah akan marah. Pergilah sekarang.
Apa yang terjadi?
Dia putra keduaku. Keponakan yang kuanggap seorang anak.
- Tidak, aku tidak bisa. Ayah marah. Pergilah! - Oke, tetapi banyak yang harus kukatakan padamu.
- Gangga, ini surat kabar terbesar di kota ini. - Kau juga pangeran terhebat.
Tentu saja. Simpanlah selalu. Kita akan membingkainya nanti.
- Oke? - Oke.
- Rajiv. Apakah kita akan ke Hollywood? - Besok.
- Siapa saja yang akan pergi? - Eh...
- Kita semua. - Bibi Neeta juga?
- Bibi Neeta tidak ikut. Kau senang? - Ya.
- Dan Arjun? - Arjun juga tidak bisa ikut.
Kemarin aku bicara dengannya, dan, dia bilang dia tidak bisa ikut.
- Mengapa tidak? - Tanyakan saja sendiri.
Kau juga sangat mengenal Arjun.
Sekarang cepat beri aku ciuman. Aku harus berangkat ke kantor.
- Ayolah... - Tidak mau. - Ayolah... - Tidak mau.
- Ayolah. Tidak apa-apa. - Tidak, Rajiv.
- Wow! Paratha yang sangat lezat! - Aku sedang buru-buru, bibi.
Jujur saja, kau tidak akan bisa menemukan paratha seperti ini bahkan di India.
- Bibi? - Ya.
- Tidakkah Arjun tinggal di rumah ini? - Arjun?
Ini adalah rumah utama, bukan tempat tinggal pembantu.
- Maksudmu Arjun adalah pembantu di sini? - Kurang lebih begitu.
Kakak iparku telah berbuat cukup banyak untuknya. Dia merawat mobil kami di garasi kami...
- ...dan mengelola studio di atasnya. - Makanlah paratha ini...
- Lalu di mana dia makan? - Di sebuah hotel atau tempat sejenisnya.
Saat dia datang ke sini, kami memberinya makan, seperti kami memberi makan orang miskin.
Lupakan Arjun. Makanlah, nanti paratha-nya dingin.
Kakak Gangga?
Krishna-Ma telah mengirimkan paratha ini khusus untukmu.
- Chinu? Maukah kau membantuku? - Ya.
- Paratha! Hmmm! - Terima kasih, Chinu.
Kusum Gangga telah mengirimkan surat ini untukmu...
- ...dan paratha untuk kita! - Biarkan aku yang makan paratha-nya...
- ...dan kau membaca suratnya. - Hmmmm!
- Hei! Apa? - Hmmmmm!
Diam!
Di sini tertulis... "Tuan Kecil Arjunji... Jangan perlihatkan keangkuhanmu..."
"Ikutlah bersama kami diam-diam. Ini perintah Ayah, dan..."
"...dan bersumpah padaku sejujurnya."
- Jika ada orang menulis surat seperti itu untukku... - Jujur saja...
- ...aku rela pergi ke neraka bersamanya! - Dasar bodoh!
- Dia akan menjadi istri Rajiv. - Akan-menjadi... dia belum menjadi istrinya!
Lihat ini!
Apa yang kau lakukan dengan surat kabar itu? Kau menghilangkannya! Dimana?
Aku tak ingat dimana aku menyimpannya...
Di mana ya? Oh! Aku menggunakannya sebagai bungkus paratha.
- Paratha? - Ya.
- Untuk Arjun. - Untuk Arjun? Sial!
Artinya kau juga telah membungkus kehormatanku bersama dengan paratha itu!
Aku harus mengatakan kalau kau adalah tipikal orang India yang bodoh. Terlihat begitu jelas!
Rajiv!
Kau telah mengatakannya sekali... Jangan pernah mengatakannya lagi!
Gangga, mengapa kau tidak paham, surat kabar itu adalah satu-satunya cetakan yang aku miliki!
Tapi cetakan aslinya ada denganku!
Gangga. Mengapa kau tidak bilang pada Rajiv, bahwa saat kau mengirimiku paratha itu...
...kau telah mengirimiku surat, menyuruhku untuk mengambil foto ini...
...dan membingkainya dengan indah. Kau memang pelupa.
Lihat. Lihat bagaimana aku telah membingkainya dengan indah.
...karena memang sangat baik. Sangat baik.
Aduh... permisi.
Lihat apa yang sedang Rajiv lakukan? Dia merokok.
- Dan kau bilang dia tidak pernah merokok. - Gangga...
Dengar Gangga. Ini Amerika. Kita berada di disko. Sudah menjadi kebiasaan untuk merokok di sini.
Lihatlah. 90% orang di sini merokok.
Jadi Rajiv termasuk yang 90% itu. Kau berbohong padaku, bukan?
- Hai. - Hai.
Kau dengar apa yang kutanyakan padamu? Siapa dia?
Dengan genitnya bilang hai-hai...
Kita akan segera mulai acara yang sudah kalian tunggu-tunggu.
Kita mulai acara Tercipta untuk Pasangannya....
Dia bilang bahwa laki-laki dan wanita yang ikut kontes dan duduk di kursi itu...
...harus memberikan sebuah nomor dan jika nomor mereka cocok...
...maka mereka akan mendapatkan penghargaan "Tercipta di Surga".
Tercipta di Surga? Kenapa begitu?
Karena menurut mereka, pasangan yang tercipta di dunia ini...
...tidaklah sehebat pasangan yang telah ditakdirkan di surga!
Wah... Bagus sekali!
- Bisakah kita mendekati Rajiv? - Ingin bermain? Ayolah...
- Rajiv? - Gangga. Kenalkan temanku, Kelly dan Rose.
Ini Gangga, tunanganku.
- Rajiv. Ayo kita ikut kontes itu. - Gangga. Itu permainan anak-anak.
Apa yang akan aku lakukan di kontes itu? Biar Arjun yang menjadi pasanganmu.
- Tidak. Aku tidak mau ikut kontes bersama Arjun. - Mengapa tidak?
Eh... dia tidak akan ikut. Sebenarnya dia tidak seharusnya ikut.
Aku akan berdansa dengan Kelly.
- Kelly. Maukah kau berdansa denganku? - Tentu.
- Aku mau ikut kontes bersamamu. - Ya ampun!
- Permisi. - Ayo.
- Ayo! Ayo katakan nomor pilihan kalian. - 4.
- 7. - 47.
- "TIDAK" - Oh tidak!
Yo! Tolong nomornya...
- Ehhh.... 3! Nomor 3! - Nomor 3.
- Sebutkan nomormu! - Eh... 6!
Nomor 6! 36!
Inilah pemenangnya!
Untukku? Terima kasih.
Jangan khawatir karena menolak membawakanku minuman!
Kau akan tamat! Dasar keparat!
- Seseorang tolong usir dia keluar! - DIAM!!! KAU DIAM!!!
Aku bisa membeli semuanya!
Tidak apa-apa. Tidak apa-apa. Hei! Kau menyingkirlah!
Aku bisa membeli semuanya! Semuanya...
- Tidak ada yang bisa menghentikanku! - Keluarkan dia dari sini!
Hei! Aku tidak mabuk!
Ini pemandangan yang biasa. Dia minum dan segera pingsan.
Dan Arjun akan membawanya pulang.
- Apa kabar, Sayang? - Baik.
- Bagaimana dengan Rajiv? - Baik.
- Dan bagaimana dengan Arjun? - Baik sekali!
Apakah kau bahagia di luar negeri?
Aku tidak tahu.
Ada segalanya... juga tidak ada apa-apa.
Benar.
Aku sudah mengundang 1000 tamu dari seluruh dunia.
Aku juga sudah memesan semua hotel bintang lima.
Orang kulit putih tidak akan pernah melupakan pernikahan anak Kishorilal.
Ini semua kertas-kertas apa? Nancy!
- Kau tidak membersihkan ruangan majikanmu? - Dia tidak mengizinkan siapa pun masuk.
Majalah-majalah porno...
Apa yang kau lihat?
- Bibi? Apa... apa ini? - Oh itu!
Dia kekasihnya Rajiv, Kelly.
Kelly mencintai Rajiv, dan Rajiv juga sangat mencintainya.
Tapi Rajiv tidak pernah mengatakannya padaku.
Apakah ini sesuatu yang harus dikatakan?
Gadis cantik dan kekasih adalah simbol status orang kaya!
Anggap saja dirimu beruntung, bukan Kelly yang mendapatkan Rajiv, tetapi kau.
Menantu dari jutawan Kishorilal yang kaya raya adalah kau, bukan Kelly.
Jangan menangis. Tidak ada gunanya menangis.
Oh gadis manis, ini adalah Amerika...
Rajiv adalah seorang Amerika, dan kau harus tinggal bersama seorang Amerika.
Rajiv?
- Apakah Kelly kekasihmu, bukan? - Benar.
- Apakah kau sangat mencintainya? - Ya.
Bahkan ingin menikahinya?
Ya.
Apakah kau dan Kelly... Maksudku...
...apakah kau telah berhubungan fisik dengannya?
Gangga. Di Amerika hubungan itu biasa terjadi. Terjadi begitu saja.
Mengapa harus membesar-besarkan hal ini?
Kelly adalah masa laluku, dan kau adalah masa sekarang. Jadi tenanglah. Oke?
Halo? Hei, Kelly! Ini Kelly!
Kelly, kau pasti tidak akan percaya, tapi kami baru saja membicarakanmu. Sungguh.
Apa? Pergi ke Australia? Malam ini?
Ingin bertemu denganku, eh?
Kalau begitu datanglah ke kantorku, kita akan pergi bersama untuk makan malam. Oke?
Kelly mempelajari bahasa Hindi ketika kami masih bersama.
Gangga. Sangat penting untukku pergi, kalau tidak Kelly akan tersinggung.
Aku akan datang terlambat, sehingga lebih baik kau makan malam duluan.
Oke? Selamat tinggal, sayang.
Gangga, aku membawa...
Oke. Aku minta maaf.
Aku masuk di waktu yang salah. Tak apa, mungkin nanti saja.
Tunggu!
Semuanya menjadi berantakan. Dan itu semua salahmu! Salahmu!
Kau berbohong dengan bibirmu! Rajiv seperti ini, Rajiv seperti itu...
Inilah gambaran yang sesungguhnya dari Rajiv.
Dengar Gangga. Semua hal-hal kecil dan sepele...
...kau harus bisa menyesuaikan dirimu.
Hal-hal kecil dan sepele? Apakah ini masalah kecil?
Apakah ini masalah kecil dan sepele di matamu?
Dengar, aku tidak mau istana yang menolak cinta! Aku hanya ingin sedikit cinta dari seorang pria.
Mengerti? Memang hal yang kecil!
- Tapi Gangga, semua orang di sini mencintaimu. - Tidak! Dan aku tidak ingin cinta seperti itu.
- Aku tidak mau! - Cinta seperti apa yang kau inginkan? Katakan!
Tanyakan pada dirimu! Seperti cinta yang kau berikan kepada orang lain.
Cinta seperti itu yang aku inginkan!
Menganggapku seperti selembar foto yang lugu, kau telah menjeratku dalam bingkai emas.
Dan kau ingin menggantungkanku di dinding...
...dan menjadi bagian dari dekorasi buatan!
Apakah aku datang bersama mimpi ini ke negeri asing, Arjun?
Dengar Gangga, semuanya akan baik-baik saja.
Aku akan bicara dengan Rajiv besok. Tapi Gangga...
...kau juga harus menghadapi semuanya dengan sabar.
Aku akan pergi sekarang.
Kau juga tidak akan meninggalkanku?
- Rajiv. Gangga bukan tipe gadis seperti itu. - Lalu dia itu gadis seperti apa?
Dengar, jangan salah mengerti. Tapi gadis dari India...
...terutama yang berasal dari daerah pedesaan, mereka tak tahan dengan kejutan budaya ini.
Jika kau ingin mengubahnya, maka lakukan dengan perlahan. Setelah menikah...
Dengar, Arjun. Kau adalah temanku. Dan Gangga adalah istriku.
Biarlah teman tetap sebagai teman, Dan istri tetap sebagai istri.
Dan akan lebih baik jika kau tidak ikut campur dalam urusan pribadi kami.
Peranmu sebagai teman berakhir di sini. Sekarang biarkan aku memainkan peranku. Oke?
Apakah kau menerimanya atau tidak. Kau sudah jatuh cinta.
- Tidak! - Ya! - Tidak! - Ya!
- Tidak! - Ya!
- Tidak? - Ya!
Nah, apa kubilang. Kau sedang jatuh cinta, bukan?
Aku tidak akan pernah lagi pergi ke rumahnya, dan aku juga tidak akan bertemu dengannya. Oke?
Oke. Kita lihat saja.
- Apa! Dia tidak akan pernah datang ke sini? - Tidak. Tidak akan pernah!
- Bahkan untuk menemuiku? - Tidak!
Oke. Pergi bilang ini kepadanya.
Jika dia tidak peduli padaku, aku juga tidak peduli!
Kau pastinya tahu dia sangat peduli denganmu.
Apanya yang peduli! Jika dia benar-benar peduli, dia pasti menjawab telponku.
Kau tahu, Gangga. Hari ini ulang tahunnya.
Hari ini ulang tahun Arjun?
Dan dia tidak ingin bertemu dengan siapapun!
- Dia tidak ingin bertemu dengan siapapun? - Tidak.
- Bahkan juga aku? - Begitu juga aku.
Akan kutunjukkan padanya!
Halo? Tidak ada.
Arjun tidak ada. Tidak tahu kapan dia akan kembali.
Operator. Jika ada yang menelpon, bilang pada mereka kalau aku keluar.
Aku ingin sendirian hari ini. Terima kasih.
Jadi memangnya kenapa kalau hari ini ulang tahunnya? Dia tidak mengundangku.
Dia tidak mengundang siapa pun. Dia sendirian dan tertekan.
Kita harus menemaninya.
Jadi apa yang harus aku lakukan, Gangga?
Dengar, di Amerika kami membiarkan orang sendirian, jika mereka menginginkannya.
Tapi di India kami tidak pernah meninggalkan teman-teman kami sendirian.
Kenyataannya, kami akan memaksa masuk dan menghibur teman kami dengan alasan itu.
- Gangga. Ini bukan India, tapi Amerika! - Tapi dia tetap temanmu.
- Apakah kau lupa dengan semua bantuannya? - Dia tidak membantuku, tapi Ayah.
Dia ingin ayah ikut menanamkan modal di perusahaan musik yang ingin dia jalankan.
Bagaimanapun, aku harus menghadiri pesta, dan... dengar Gangga...
...kau bisa pergi bersama Paul kalau kau mau.
Bye...
Dan... bawalah beberapa hadiah tua yang ada sekitar rumah untuknya. Oke?
Apakah kau sudah mengerti sekarang, apa yang Rajiv inginkan?
Ya... Sekarang jam 11:30 malam.
- Semua orang menunggumu. - Hari ini ulang tahun Arjun, bibi.
Semua orang mentertawakanmu karena kau menari dengan para pekerja.
- Tapi aku sudah mendapatkan izin dari Rajiv. - Aku memintamu untuk terakhir kalinya.
Apakah kau akan pulang sekarang, atau tidak.
Bibi...
Jawab saja ya atau tidak!
Tidak!
Sebentar. Bicaralah dengan Arjun.
Ini Rajiv.
- Ya Rajiv. - Selamat ulang tahun, sahabatku.
Aku minta maaf tidak bisa datang, kawan. Sekarang kembalikan Gangga-ku.
- Dia dan Paul baru saja pergi. - Dan dengar. Besok...
...ya, besok aku mengadakan pesta di galangan kapal...
- ...dan kau harus menghadirinya. - Aku tidak akan bisa menghadirinya, Rajiv.
Oh, ayolah saudaraku. Masalahnya adalah salah satu musisi berhalangan.
Jadi gantikan tugasnya, kau datang membawa gitarmu...
...dan duduk di sudut dan petik gitarnya...
Kau harus datang. Oke? Kau harus datang.
- Hei, bolehkah aku berdansa dengannya? - Tentu. Kenapa tidak.
Bolehkah aku memintanya? Tolong, bolehkah aku memintanya kembali?
Jangan, Arjun! Jangan!
Arjun! Ayolah, Arjun! Lepaskan dia!
Lepaskan aku!
Lepaskan dia! Tenanglah, Arjun!
Tenanglah! Tenanglah!
- Mengapa kau memukulnya? - Dia ingin melepas "chunni" Gangga...
- Jadi? - Bagi dia ini memalukan.
Bukankah itu tugasku untuk melindungi gangga?
Sebenarnya dia itu akan menjadi istri siapa? Aku atau kau?
- Siapa suaminya? Aku atau kau? - Rajiv.
- Tugasku untuk melindunginya, bukan kau! Oke? - Ya, aku tahu.
Dasar kau tidak tahu diri! Seharusnya kau tidak diundang sama sekali. Bibi benar.
Sekarang, pergilah dari sini!
- Tapi Rajiv... - Kau diam!
Pergilah! Pergilah! Jangan ganggu kami!
Badai tidak pernah memberi peringatan sebelum dia melanda, kakakku.
Badai hanya datang, menghancurkan semua orang, dan menghilang.
- Apa yang ingin kau katakan? - Api dan lilin...
...memiliki hubungan bagaikan bintang. Kita hanya tahu...
...bahwa mereka memancarkan cahaya bersama. Tapi kita tidak menyadari...
...bahwa di bawah nyala api itu, lilin meleleh dengan perlahan.
Katakan saja apa maksudmu. Langsung ke intinya.
Intinya adalah...
Keakraban antara Arjun dan Gangga. Bagi Rajiv...
Cukup! Kau sudah menyampaikan maksudmu, jangan diteruskan lagi.
Apa pun yang harus dilakukan, Serahkan saja padaku.
Selamat sore.
- Kau memanggilku, Ayah? - Ya, Arjun.
- Aku ada kabar baik untukmu. - Kabar baik?
Kau telah terpilih menjadi Presiden Perusahaan Perencanaan Auto Norse.
Kau juga akan memiliki saham kepemilikan yang besar.
Sekarang kau akan memiliki rumahmu sendiri, sebuah mobil...
Oh ya. Kau sangat menyukai mobilku, kan? Ini, ambillah.
Mulai hari ini mobil itu menjadi milikmu.
Terima kasih, Ayah. Kau tampaknya sangat senang hari ini. Ada apa?
Aku senang, dan aku juga sedih.
Sedih karena kau harus meninggalkan kota ini besok.
Rajiv akan menikah pada tanggal 9.
Jadi cobalah untuk hadir pada pagi hari tanggal 9.
Itu artinya aku harus berangkat besok pagi.
Ya. Besok pagi jam 05:00!
Besok pagi...
- Ayah. Bisakah aku berangkat 2 hari lagi? - Tidak.
Ini menyangkut karirmu, dan kau harus menghadiri Rapat Dewan pertamamu.
Kau harus pergi.
Baiklah, Ayah.
Restuku bersamamu. Sekarang kau juga harus memilih gadis yang baik dan menikah.
Aku akan pergi sekarang, Ayah.
Tuhan memberkatimu.
Halo?
Sambungkan Arjun di telepon. Aku Gangga yang bicara.
- Arjun sudah pergi. - Ke mana?
Itu aku tak tahu. Tapi yang aku tahu bahwa dia telah meninggalkan kami!
Pagi ini, di saat kami semua masih tidur, dia pergi begitu saja.
Ya, Ayah. Ini Kusum Gangga. Lama sekali baru kau menelepon.
Bagaimana ibu? Dan anak-anak? Dan Duksha-Sonali?
Aku baik-baik saja. Rajiv? Dia sudah pergi.
Semua orang sudah pergi keluar. Aku sendirian di sini.
Aku baik-baik saja. Dan juga bahagia.
Tidak.. Aku sangat bahagia. Mengapa kau terus menanyakan itu?
Ya, Ayah? Suaraku?
Ini karena es krim.
Ayah? Bukankah kau mau datang ke Amerika? Datanglah, Ayah...
Aku tidak bisa mendengar...
Tidak bisa mendengar... Bye, Ayah.
Anakku...
Tidak, anakku. Jangan menangis.
Kau memiliki cincin pertunangan... Dimana?
Cincin pertunangan? Di mana? Di mana aku menyimpannya?
Aku akan memberitahumu.
Sejak kemarin malam cincinnya tergeletak di tepi kolam renang. Dan sekarang...
...ada di tanganku.
Oleh karena itu, pakailah.
Ambil ini. Pakailah.
Aku sudah membawamu dari India.
Kau adalah harapan bagi orang tuamu. Dan, masa depan bagi kami.
Kau adalah kehidupan Rajiv di tahun-tahun mendatang.
Aku tahu anakku adalah orang yang menyusahkan.
Tapi dengan mengenal cara dan kebiasaan Amerika-nya...
...ubahlah sesuai dengan keinginanmu.
Janji! Bukankah itu yang telah kita janjikan satu sama lain?
- Bukankah begitu? - Ya.
Ayah...
Ayah, aku harus pergi ke Las Vegas dengan teman-temanku untuk menghadiri pernikahan.
Kalau begitu pergilah! Bawa Gangga bersamamu. Dan bawa dia melihat kota Las Vegas.
Tentu, Ayah. Tentu.
Tentu saja, kakiku! Minta maaf dulu kepadanya. Katakan minta maaf.
Aku minta maaf, Gangga. Aku sungguh-sungguh minta maaf.
Lihat, Gangga? Betapa lembutnya hati anakku!
Sekarang pergi dan bersiap-siaplah, dan ubah suasana hatimu menjadi bahagia...
...dan pergilah ke Las Vegas. Las Vegas.
Kishorilalji... Seperti apa Las Vegas?
Sebuah kota yang penuh dengan kesenangan, dan kejahatan, dari lagu dan tarian...
...perjudian, pernikahan, bulan madu. Segala macam kesenangan dan permainan.
- Apakah ditujukan untuk anak-anak? - Tidak. Orang dewasa yang pergi ke sana.
Tapi tidak boleh untuk anak-anak!
Kapan kita pergi ke sana?
Maksudku kau, aku, Krishna-Ma, dan anggota keluarga yang lain?
Aku juga akan mengajak kalian semua.
- Benarkah? - Pergi ke kuil!
Maksudmu Arjun telah meninggalkan kota?
Sebelum munculnya api, selalu ada asap...
Udara ini terasa sama dengan keadaan di sini.
Arjuuuuuuun!
- Apa yang kau lakukan? - Aku bermain dengan cahaya kota yang romantis.
- Aku mengajarimu bagaimana cara bercinta. - Aku tak ingin belajar.
- Sekarang tolong masuk ke kamarmu. - Dengar, kau harus mempelajarinya.
Setiap istri harus mempelajarinya, kalau tidak suami akan tersinggung.
Dengar, aku bukan istrimu.
- Masih beberapa hari sebelum pernikahan kita. - Memangnya kenapa?
Kita akan menikah sekarang.
Aku... Rajiv. Menerimamu sebagai istriku yang sah.
Nah! Kita sudah menikah.
Dan sekarang... ciuman dari mempelaiku.
Rajiv... tolong.
Kumohon. Tolong kembali ke kamarmu.
Gangga... Semua sahabat asingku, bersama dengan kekasihnya...
...sedang menikmati hidup di balik pintu yang tertutup. Tidak ada paksaan.
Rajiv... cobalah mengerti. Mereka orang asing. Dan kita adalah orang India.
Budaya kita melarang laki-laki dan perempuan melakukan hal-hal ini sebelum menikah.
Gangga... kita juga akan segera menikah.
Jadi tunggulah beberapa hari lagi. Setidaknya ucapkan dulu ikrar pernikahan.
- Biarkan aku menjadi istrimu... - Gangga! Ikrar! Ikrar!
Ikrar itu hanyalah omong kosong!
Sama sekali tidak masuk akal!
Maksudku... kita jangan membuang-buang waktu! Oke?
Jadi kemarilah.
Tinggalkan aku... Jangan sentuh aku!
Tak seorang pun di dunia ini yang semunafik kalian orang India.
Membicarakan sex, dan kalian mulai merengek dan menangis!
Kedua gender dijaga tetap terpisah; wanita memiliki lingkungan sendiri.
Lelaki memiliki lingkungan mereka sendiri. Namun kalian memiliki jumlah penduduk yang besar!
Kalian munafik! Dasar orang India!
Kau, orangtuamu, dan anggota keluargamu yang lain...
...adalah warga desa yang buta huruf. Sekekumpulan orang-orang bodoh!
Ingin mendengar lagi? Kalian orang India juga tidak lebih baik dari kotoran!
Bau seperti kotoran sapi!
Kau iblis! Kau menghina kami orang India? Dengar!
Mulai hari ini, aku memutuskan hubungan ini denganmu.
Aku membuang cincin ini, simbol kepalsuan dari ikatan kita.
Kau menganggap dirimu, kekayaanmu dan Amerika-mu...
...tidak layak memegang lilin ke India.
Sekarang keluar dari sini!
- Cepat keluar! Keluar! - Dasar wanita jalang!
Kau memukulku?
Kau?
Kau memukulku?
Jangan sentuh aku!
Rajiv!
Rajiv... jangan sentuh aku!
- Bagaimana dia bisa menghilang, sialan! - Aku bilang, aku tidak tahu.
Dia sudah tidak ada di pagi hari, Aku tak tahu dia pergi ke mana.
Aku tidak percaya! Telepon komisaris polisi, dan buat janji mendesak untukku.
Ayo ikut aku, Sandy. Danny, kau juga ikut denganku.
Kau sebaiknya menemukan anak gadis kami. Kalau tidak ayahnya akan mengamuk di sini!
Halo, Arjun? Sopir truk bilang dia meninggalkan seorang gadis India...
...di Stasiun Kereta Api Waterlront.
Arjun...
Gangga! Apa yang terjadi?
Kumohon jangan menangis. Dengarkan aku.
Apa yang terjadi? Katakan padaku... Mengapa kau melakukan ini?
Kau lari sendirian? Katakan padaku, apa yang terjadi?
Berhentilah menangis dan beritahu aku apa yang terjadi?
- Siapa yang melakukan ini padamu? - Rajiv.
Oke. Ayo kita pergi. Jangan menangis. Kita akan pulang.
- Tidak! Aku tidak mau! - Dengar... - Tidak!
Kau tidak mendengarkanku? Aku tak ingin menikah, juga tidak ingin tinggal di Amerika.
- Aku tidak ingin tinggal di Amerika. - Oke, kita tidak akan tinggal di Amerika.
- Tapi setidaknya kita menemui Ayah. - Tidak! Kau pergilah kalau kau mau.
Aku bisa saja mati, tapi aku tidak akan kembali! Aku sudah bersumpah!
- Diam! Hentikan kegilaan ini, dan ayo pergi. - Tidak, Arjun! Kau akan membawaku ke India.
- Sekarang! Saat ini! - Oke, aku akan membawamu kembali ke India.
Tapi dengar, ini adalah tempat yang asing. Temuilah Ayah, sekali saja.
Jangan membawaku kembali jika kau tidak mau. Aku akan pergi sendiri.
Aku tidak membutuhkanmu! Aku bisa melakukannya tanpamu.
Tidak! Aku akan pergi sendiri.
Oh... dia lumayan.
Ayo, sayang!
Aku sudah bilang di sini adalah negeri asing. Ayo kita pergi dari sini.
Sepasang kekasih ya?
Tidak! Kau berbohong!
Aku berkata yang sebenarnya. Temanku melihat mereka naik pesawat menuju Delhi.
- Ini tidak mungkin! - Tabahlah menghadapi kenyataan.
Kenyataannya adalah Arjun telah membawa Gangga ke India!
Tidak! Tidak!
Halo? Sambungkan telepon untukku ke Amerika. Nomornya adalah...
Kau tidak akan menelepon mereka. Kau jangan pernah menelepon mereka.
Kita sudah mati bagi mereka, dan mereka sudah mati bagi kita! Titik!
Kakak! Bangun! Aku Dabboo. Bangun.
Aku telah dikhianati! Aku tidak akan tinggal diam.
- Kita akan berangkat ke India malam ini, Pau! - India? Untuk berkelahi?
- Ya. - Jangan! Ini salah!
- Kenapa? - Karena kita bukan orang jahat, Rajiv.
- Kita adalah orang India yang baik. - Tapi aku orang yang jahat, Paul.
Gangga harus kembali! Dia milikku dan akan selalu menjadi milikku!
Paman!
Dasar kau serigala berbulu domba! Sekarang aku tahu apa permainanmu!
- Apa permainanku? - Kau memancingnya ke dalam pelukanmu...
...dan mengkhianati temanku dan kau berbohong tentang Rajiv.
Ayah! Apa yang kau lakukan! Menyerang orang yang...
Minggirlah! Kenapa kau tidak mati saja di sana?
Aku telah melihatmu pergi dalam riasan pengantin. Aku harap kau telah kembali dengan kain kafan!
Paling tidak kau tidak kembali membawa aib bersama bajingan ini!
Menurutmu apa yang sedang kau lakukan?
- Kau tidak boleh memukul Gangga! - Aku akan membunuhnya!
Darahku yang akan tumpah sebelum darahnya.
Dan darahku juga akan berkata, Gangga tetap suci seperti sungai Gangga.
Keluar!
Aku akan pergi. Sekarang. Saat ini. Tidak akan pernah kembali.
Tetapi kau tidak boleh mengangkat tanganmu untuk memukul Gangga.
Aku bilang keluar dari sini! Aku bilang keluar!
Demi Tuhan, tolong pergi, Arjun. Kalau tidak, akan menjadi bencana.
- Tidak, Ayah! Tidak! Arjun tidak bersalah! - Diam!
Aku tidak percaya kata-katamu. Kau telah mengecewakanku!
Mengkhianati kami dengan sangat buruk. Harga diri kami telah hancur!
Matilah! Matilah, sialan!
Ayah. Tidak, Ayah!
Aku benar-benar akan mati! Hentikan dia, Ayah.
Rs.50 saja, akan memenuhi semua keinginanmu.
Tuan?
- Kapan bis menuju Mathura berangkat? - Bisnya sudah berangkat.
- Kapan berangkatnya? - Satu jam yang lalu. - Kapan bis yang berikutnya? - Malam ini.
- Jam berapa? - 18:30.
- Kau berasal dari mana? - Tidak dari mana-mana.
Dengarlah kalian semua, cobalah mengerti aku.
Dengar, tidak terjadi apa-apa antara Arjun dan aku.
Ini semua adalah kebohongan!
Kalau begitu ubahlah kebohongan itu menjadi kenyataan, kak.
Ya, kak. Kami semua menyetujuinya. Hanya Arjun yang sungguh mencintaimu.
Bukan Rajiv.
Kau masih ingat, kak? Kau pernah berkata...
Nyanyikanlah lagu yang mewangi seperti tanah ini. Arjun telah menyanyikannya.
Kau baru menyadari, tetapi kami semua sudah mengetahuinya dari awal.
Apa yang kalian semua sarankan padanya diam-diam? Pergilah dari sini.
- Nenek, kami hanya... - Pergilah! Kalau tidak ayahmu akan membunuhmu.
Makanlah sedikit, anakku. Kau belum makan selama berjam-jam.
Tidak, Nenek. Aku tidak akan makan apapun.
Anakku. Ayah dan ibumu telah mengurungmu karena mata mereka sendiri sudah tertutup!
Tapi mata wanita tua ini, masih terbuka lebar di usia seperti ini!
Aku setuju dengan apa yang Daksa dan Sonali katakan.
- Nenek! - Anakku, Arjun adalah anugerah Tuhan.
Dan anugerah seperti itu janganlah dibiarkan pergi begitu mudah.
Pergilah. Hentikan dia. Aku sedang berlatih apa yang aku nasihatkan.
Semuanya sudah dipersiapkan untuk membantumu pergi dari sini.
Lihat. Mereka akan menolongmu keluar dari penjara ini. Mereka sudah siap. Di mana Ramu?
- Ibu. Rajiv ada di India. - Aku mengerti. Apa?
- Di mana Suraj? - Dia telah pergi menjemput Kulwanti dan Kishorilal.
Apa! Kishorilal juga datang ke sini?
Apa yang akan kita katakan pada mereka?
Berhenti di sana. Dan pulanglah.
Aku akan pulang. Tapi katakan sekali saja...
- ...bahwa kau tidak mencintaiku. - Tidak.
- Aku tidak mencintaimu. - Tapi kau mencintaiku!
- Gangga, ini tidak benar. - Lalu katakanlah.
Mengapa kau bilang kalau kau tidak mencintaiku?
Tidak! Aku sama sekali tidak mencintaimu. Mengerti?
Sekarang pulanglah. Pergilah!
Dasar jalang!
Kau...
Tidak!
Mengapa kau membawanya ke sini? Mengapa?
Gangga... Ayo kita kejar dia!
Arjun!
Peluru yang akan meninggalkan pistol di sakuku...
...apakah akan terarah kepadamu, atau aku.
Aku percaya padamu.
...memberimu segalanya. Katakan padaku yang sebenarnya sekarang.
Apa yang sebenarnya terjadi? Katakan padaku.
Yang sebenarnya? Kau tidak ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Karena mereka yang ingin mengetahuinya, takkan membawa pistol di saku mereka...
...dan kebencian di dalam hati mereka.
Dibutuhkan hati yang besar. Seseorang membutuhkan hati yang besar...
...untuk mendengar kebenarannya. Dan kebenarannya adalah...
Ketika seorang pria memperoleh statusnya dengan kekayaan dan kekuasaan...
...dia menjauhkan dirinya dari kebenaran dan moral.
Dia berpikir, apa pun yang dia pikirkan adalah sebuah kebenaran.
Apapun yang dia lakukan, selalu benar.
Dan itu juga yang telah terjadi padamu, tuan.
Kau menjadi orang besar, tetapi tetap kecil dalam hal-hal pribadi.
Karena kebenarannya adalah, bahwa kau membohongi dirimu sendiri.
Kau berbohong bahwa seorang gadis India bisa menjadi istri orang asing seperti dirinya.
Dan untuk mengubah kebohongan ini jadi kebenaran, kau juga membuatku ikut berbohong.
Dan aku, di bawah tekanan kewajiban padamu, telah berkata bohong.
Berbohong kalau Rajiv itu baik sekali.
Seorang anak yang baik yang tidak pernah berbuat jahat sedikitpun.
Dia anak seorang jutawan India yang hebat.
Seorang anak dari pria kaya. Seorang anak... ya!
Seorang anak, tuan. Tapi bukan orang India.
Dan kebenarannya adalah, aku selalu membohongi Gangga.
- Apa hubunganmu dengan Gangga? - Rasa saling percaya.
Rasa saling menghormati, rasa saling menghargai, dan... cinta.
Jika melindungi Gangga berarti cinta, maka, ya!
Ya! Ya! Aku mencintainya.
Dan aku akan selalu mencintainya. Tapi aku tidak pernah mencoba merayunya untuk diriku sendiri.
Dan aku juga tidak akan melakukannya sekarang.
Karena Gangga adalah milikmu.
Milik ayahnya.
Milik ibunya.
Aku akan pergi sekarang, tuan. Dan aku tidak akan pernah kembali.
Kau sudah mendengar kebenaran dari Arjun. Sekarang dengarkan aku juga.
Kau ingin melihat, Ayah, apa yang ingin anakmu lakukan...
...dalam keadaan mabuk, di dalam Hotel di Las Vegas...
...di balik pintu yang terkunci bersamaku? Kalau begitu lihatlah ini.
Lihatlah bekas luka dan luka karena nafsunya.
Aku bertanya padamu, ini budaya macam apa...
...di mana seorang calon suami, berperilaku seperti ini terhadap tunangannya?
Bahkan jika kau memintaku untuk melompat ke dalam api...
...maka aku akan melakukannya, Ayah. Karena kau adalah ayahku.
Penentu nasibku. Jika kau memintaku untuk meminum racun...
- ...aku akan meminumnya! - Kenapa kau harus melakukannya?
Selama berabad-abad, kami kaum wanita selalu hanya menurut.
Pertama kami mendengarkan orang tua kami, lalu suami, dan akhirnya anak!
- Kau tidak akan meminum racun apapun! - Jangan ikut campur, ibu.
Diam! Kau sudah kehilangan akal sehatmu!
- Kau telah mempermalukan gadis malang ini. - Ibu...
Kishorilal. Bukankah kau menyanyikan, "India adalah negara dan agamaku"?
Kau mengharapkan seorang gadis India tinggal di Amerika?
Apakah ini yang ingin kau capai? Hebat sekali!
Aku bertanya padamu, jika seorang gadis dari negeri ini pergi ke negeri lain...
...di mana dia tidak memiliki kesamaan dengan negeri itu, mengapa dia harus pergi ke sana?
- Gangga akan pergi ke luar negeri! - Kau masih mengatakan itu?
Ya! Aku masih mengatakannya.
Ingat aku pernah berkata, "Suatu hari, aku akan menjadikannya istri untuk anakku"?
Dari rumah di sini, menuju rumah yang di sana? Dengan memintanya darimu...
Dengan tangan yang tersusun?
Dia akan menjadi menantuku. Baiklah. Tapi menjadi istri dari...
...bukan Rajiv, tapi Arjun.
Ya, dia akan menikah dengan Arjun!
Ibumu benar. Jika seorang gadis dari negeri ini...
- Pergi ke negeri lain... - Apa yang kau lakukan, Ayah?
Aku anakmu, Ayah!
Pergi dari hadapanku.
Dan kembalilah ke Amerika!
Kau pantas mendapatkannya! Bagus sekali.
Arjun... Arjun... Arjun...
Arjun?
Arjun?
Ayah... Ayah...
Ayah...
Ayah...
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.