All language subtitles for Jaanwar 1999 Hindi DvDrip 720p x264 AC3 5 1 Hon3y.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan http://subscene.com/u/669368 https://www.facebook.com/dehar.tan

Member of IDFL Subs Crew http://IDFL.US

Aku kehilangan niat untuk hidup, anakku.

Tak ada yang akan terjadi padamu, Ibu.

Kelaparan membuatku lemah. Tinggalkan Aku sendiri, Babu.

Aku takkan meninggalkanmu, Bu. Aku akan membawakanmu makanan.

Tunggu Aku, Bu. Aku akan segera kembali!

Bibi! Tolong beri Aku beberapa makanan untuk ibuku. Tolong!

Ini masalah hidupnya, Bibi!

Kalibhaiya! Berikan Aku beberapa roti untuk ibuku. Dia akan mati.

Aku akan selalu berhutang padamu!

Bibi! Buka pintu! Tolong selamatkan Aku dari menjadi yatim piatu.

Aku tak punya siapa-siapa kecuali ibuku.

Demi Tuhan, beri Aku beberapa roti. Atau yang lain, ibuku akan mati!

Siapa pun didalam?

Lihatlah, Bu! Aku punya makanan untukmu!

Aku membawa makanan untukmu! Makanlah, Bu!

Kau akan menjadi kuat dan akan bisa berjalan lagi.

Apa yang salah, Bu? Apa yang terjadi padamu?

Apa yang terjadi padamu, Bu?

Kau tak boleh meninggalkanku, Bu.

Nak, tangisanmu takkan menghidupkan kembali orang mati.

Hapus air matamu.

Kau telah belajar pelajaran terakhir dari kehidupan yang keras.

Mereka yang mengemis, yang ditendang oleh orang-orang, ...

... sama halnya dgn orang yg mengibaskan ekor mereka sebelum mereka ditarik.

Sultan membantu orang-orang yang menulis takdir mereka sendiri.

Pegang tanganku, ikut Aku.

Ayo, Nak. Ikut Aku.

Ayo, Nak, jangan takut.

Inilah kekuasaan kecilku. Dan mereka semua anak-anakku.

Ini Abdul. Keponakanku. Dia yang menjaga pabrik.

Apa yang kau lihat?

Ini pistol, pistol. Semua ini pistol.

Kau ingin mencobanya? Ambil ini, Nak. Cobalah.

Pandanganmu menghidupkan kembali impianku yang sudah lama terkubur.

Kebijaksanaanku, dan keberanianmu ...

... akan membawaku ke puncak kesuksesan.

Dan kemudian, Aku akan memberikanmu gelar ... Badshah!

Informan kami akhirnya berhasil. Dia punya berita untuk kita.

Toko Dayalji akan dirampok oleh geng yang sama malam ini jam 08:00.

Jangan mencoba untuk bertindak cerdas! Atau yang lain, kami akan menembakmu.

Cepat!

Abdul! Cepatlah!

Aku beri kalian waktu, sampai hitungan ketiga!

Keluarlah dari mobil dan angkat tanganmu.

Satu, dua ...

Keserakahanmu akan membunuh kita semua hari ini.

Fantastis! Badshah telah membawa berlian dari lautan terbakar!

Aku melakukannya 20 tahun yang lalu!

Kau masih kecil. Dan Aku memutuskan untuk menjadikanmu kepercayaanku.

Aku melakukan hal yang benar!

Hari ini, Aku melihat mimpiku jadi kenyataan. Keinginanku terpenuhi.

Kau temanku. Sekarang kau berbagi rahasiaku.

Pakaianmu robek. Belilah yang baru.

Apa yang terjadi, Sapna? Apa yang kau pikirkan?

Dalam dunia hewan, Aku telah bertemu manusia untuk pertama kalinya.

Apa maksudmu?

Aku hanya bertemu orang-orang yang mengilerkan tubuhku.

Ini manusia pertama yang melihat bajuku robek.

Selamat, Badshah.

Kau tidak mengenaliku. Tapi Aku tahu kau.

Aku punya semua catatanmu.

Namaku Arjun Pradhan.

Inspektur Arjun Pradhan.

Kau merampok perhiasan tadi malam ...

... dan cukup pintar membuatku tergelincir.

Aku tidak menyesal.

Karena kau sekarang tertangkap basah olehku.

Dan ini pertama dan terakhir kalinya Aku memperingatkanmu.

Kau akan sangat beruntung setiap kali kau melakukan kejahatan.

Tapi Aku harus beruntung sekali saja, untuk menangkapmu.

Jadi keluarlah dari sini!

Atau kau akan menyesali nasibmu sepanjang hidupmu.

Aku tak ingin buang-buang waktu.

Aku telah membentuk takdirku sendiri.

Satu saran terakhir, Badshah.

Entah membuat kejahatan selamanya atau tinggalkan kota bersama teman-temanmu.

Karena Aku sekarang keluar dengan kain kafan di kepalaku.

Kau yang memakainya atau Aku, tidak ada bedanya.

50:50 untuk kita, Sultan.

Kau yang memutuskan tempat dan Aku yang menentukan waktu pengiriman.

- Jam berapa? - 15:00. Dimana?

Di belakang tambang Ramtek.

Ikan kecil bahkan bisa bertahan di dalam sumur.

Tapi setelah tumbuh lebih besar ... butuh sungai.

Dan setiap ikan merindukan berenang di laut.

Saatnya memerintah dunia kejahatan yang telah Aku kejar selama ini.

Kesepakatan itu terjadi di belakang tambang Ramtek jam 3 sore Besok.

Tunda kesepakatan beberapa hari. Polisi sangat waspada.

Maksudnya?

Kepolisian memiliki seorang perwira jujur yaitu Inspektur Pradhan.

Setulus kita mengejar bisnis kita ...

... yang manusia lakukan tugasnya dengan rajin.

Berhenti mengkhawatirkan dia, Badshah.

Aku sudah menabrak informannya.

Dia takkan pernah tahu tentang kita lagi.

Berhenti, Badshah! Atau, Aku harus menembak!

Kau ingin menyelamatkan seseorang yang ingin membunuhmu!

Ayo!

Tunggu di sini, Badshah. Aku akan berusaha dan mencari bantuan.

Apa yang terjadi padamu? Kau baik-baik saja?

- Kenapa tak ada yang mendengarkanku? - Tak seorang pun yang mendengarkanmu.

Tuhan tampaknya menjadi tuli, juga.

- Siapa kau? - Temannya, Abdul.

- Aku pergi keluar mencari bantuan untuknya. - Jangan khawatir.

Aku tinggal dekat dengan ... Bantu Aku membawanya.

Kita harus cepat-cepat membawanya ke dokter atau rumah sakit.

Tidak. Tak boleh ada yang tahu kau menyimpan seseorang terluka di rumah ini.

Apa pria baik ini mempunyai musuh?

Pria yang baik tidak pergi mencari musuh, ...

... musuhnya yang mencarinya.

Pegang lengannya erat-erat.

Akankah kau melamun terus? Bersiap-siap pergi bekerja!

Di mana kau menemukan burung ini? Bagaimana dan kapan kau menjebaknya?

- Kau masuk ke bisnis ini? - Paman!

Tenang. Monster ini hanya memahami bahasa yang Aku ucapkan!

- Siapa dia? - Dia sakit.

Kekasih yang sakit!

Siapa yang kau tipu? Aku? Atau dia?

Dia terluka.

Melayani atas nama kemanusiaan adalah untuk orang kaya, sayangku.

Hal ini tidak untuk penghibur seperti kita.

Bagaimana kita hidup, jika kau tidak menari di jalanan?

Pasti minuman keras yang membuat kau berkata demikian.

Aku hanya minum! Aku bukan germo untukmu!

Aku akan menggulingkan kepalamu di saat kau memaksaku ke dalamnya!

Pergi dari sini! Cepat! Pergi!

Akan ku tumpahkan darahmu jika Aku melihatmu di sekitar sini lagi!

Jangan jadikan Aku pelacur, sialan! Jangan kau tunjukkan wajahmu lagi!

Pamanku! Bangsat!

Jangan khawatir. Ini sesuatu yang terjadi setiap hari.

Aku tak bisa menahannya. Sulit bagi seorang gadis yatim piatu untuk hidup sendiri.

Meskipun pamanku seorang pemabuk ...

Itu cukup untuk memperingatkan orang-orang bahwa Aku memiliki seorang penatua untuk melindungiku.

Aku sudah membeli baju baru. Kau takkan mengeluh sekarang, kan?

Boleh Aku masuk?

Wajahnya! Dia terlihat seperti pahlawan Film!

Sekarang apa nama pahlawan ... Dia mirip ... Nomor 1!

Duduklah, Abdul.

Ini rumah sakit atau tempat mertuamu?

Diam!

- Minumlah susu ini. - Ini temanku, Bajrangi.

Aku memainkan becak untuk bintang film. Tapi wajahmu ...

- Akan ku ambilkan teh untukmu. - Hebat!

- Berita apa, Abdul? - Ada pengamanan ketat di kota.

Polisi telah membuat hidup kita sengsara.

Sultan pergi ke Sultanpur dan akan menetap disana.

Sisa geng telah tersebar.

Sultan bilang sampai waktu yang tepat dan keadaan membaik ...

... kau harus tinggal di bawah tanah. Tinggal di sini, maksudku.

Dimana selundupan itu?

Itu properti orang lain. Sudah ku simpan jauh.

Suruh Bajrangi kesini jika kau punya berita penting, Abdul.

Kau tak perlu mengambil risiko. Pergilah!

- Nanti Aku bayar. - Nanti?

Mari kita lihat adonan, wanita! Membayar dan membawanya pergi!

Tunggu! Sapna, anakku.

Aku malu dengan sikapku padamu pagi ini.

Maafkan Aku. Tolong!

Hanya Aku yang tahu bagaimana Aku dibesarkan seorang gadis yang tidak punya orangtua.

Maafkan Aku, kali ini saja.

Kau ingin uang, kan?

Aku sudah bicara dengan pria itu untuk meminjamkan seribu Rupee.

Dia telah setuju.

Kau dapat bekerja keras dan mengembalikannya.

- Kau ingin seribu Rupee, kan? - Ya.

Aku ingin meminjamnya. Akan ku kembalikan dalam angsuran.

Pamanmu memang seorang pria.

Ini upahmu.

Untukmu, kau boleh ambil satu, dua, lima ribu. Berapa pun.

Aku hanya ingin seribu.

Apa yang kau lakukan? Lepaskan Aku. Paman!

Jangan marah, sayang.

Pamanmu telah menjualmu padaku demi sebotol wiski.

Lepaskan Aku!

Jangan mendekat!

Berhenti di sana!

Berhenti, ku bilang!

Jangan mendekat, ku bilang!

Lepaskan Aku!

Paman!

Lepaskan Aku! Paman.

Biarkan Aku pergi!

Kau tahu dirimu sendirian, kan?

Jadi mari kita kuatkan takdir hubungan kita.

Usap air matamu, Sapna.

Pamanmu sendiri telah berubah menjadi jahat.

Tapi kau bisa mempercayai orang asing ini?

Demi sepotong roti, Babu yang lugu berubah menjadi binatang.

Nama barunya adalah Badshah. Seorang kriminal kasar ...

... yang tak punya apa-apa tapi melawan hukum. Badshah!

Aku tak lagi membawa beban pada hati nuraniku, Sapna.

Aku akan meninggalkan tempat ini sekarang, jika kau ingin.

Karena siapa pun akan membenciku setelah mengetahui semua ini.

Siapapun akan tersesat tanpa ada yang membimbingnya, Badshah.

Aku bawakan roti untukmu. Makanlah.

Aku membawanya dengan semua cinta dan imanku.

Ini berkat cintamu bahwa lukaku sudah mulai sembuh.

Aku yakin, kita akan bahagia ketika kau menjadi istriku.

Kita tak bisa hidup hanya dengan kebahagiaan dan kebersamaan, Badshah.

Tiada kutukan yang lebih besar daripada kemiskinan. Dan tiada kesedihan yang lebih besar daripada kelaparan.

Cinta kita dapat membantu kita membuat tempat di hati masing-masing.

Tapi itu takkan membantu kita hidup.

Maka Aku akan membuat uang untuk terakhir kalinya.

Ketika uang banyak, kata "kemiskinan" akan dihapus dari kehidupan kita.

Kau belum siap, Sapna?

Kau lupa? Chanda menikah hari ini.

Ajak dia bersamamu juga.

Mari kita lihat bagaimana kau melihatnya sebagai pasangan.

Obat2 ini memberikan keuntungan jutaan di pasar, Badshah,

pikir dulu Raghu Shetty, Apa yang kamu bicarakan

Sebaiknya kamu serahkan obat2an itu ambil senjatanya

Aku takkan pernah membantumu

Kamu tidak melihat ada yang salah pada senjatanya

Hari ini senjata itu telah digunakan pada orang yang tidak bersalah ,,,

Aku keluar dari pekerjaan ini,

Kamu berani mengambil keputusan tanpa kehadiran Sultan?

Jangan tanya tentang kekuatanku, Shetty!

Berikan saja uangnya, jika kamu menginginkan senjatanya

Aku butuh waktu untuk mengumpulkan uangnya,

Berapa hari? - 48 jam,

jadi setelah uangnya terkumpul, temui aku di Deepa Bar, ambil racun berdarahmu

Kamu bisa mendapatkan senjata2mu setelah pembayaran,

ini, tuan,

Raghu Shetty ingin aku di teras,

Jaga dirimu, Abdul,

kamu bawa barangnya,

Bisa dilihat? - Penipu juga punya prinsip2,

Berikan barang2nya lalu ambil ini,

Taruh tas itu, Badshah!

Ingat apa yang telah kukatakan? suatu hari aku akan menangkap mu!

Hari itu telah tiba,

Tangkap dia!,

Tahan!

Dimana Badshah? Katakan padaku!

Katakan!

Di mana kamu, Badshah? - Aku tak bisa percaya!

Keponakanku bukanlah pelacur seperti yang kalian katakan!

Laki2 itu kesini karena keponakanku yang menginginkannya disini,

Dia tinggal, karena keponakanku menginginkan dia tinggal,

Mereka menghabiskan malam bersama-sama ,,, kemauan mereka sendiri!

Dan kalian meragukan keponakanku?

Kami telah membuat segalanya begitu jelas, ,,,

dan kamu masih menganggap keponakanmu wanita yang baik!

Tolong, Ambil tali gantung aku!

Tapi kalian jangan menyentuh putriku!

Hentikan drama itu! tolong!

Bagus, paman! kamu telah melewati semua batas kesopanan,

Kamu telah membuktikan kepada masyarakat bahwa aku bukanlah seorang pelacur,

saudara ibu yang mencintai keponakannya lebih dari ibunya,

Dan kamu ,,, Aku berharap ibuku telah meninggalkanku di panti asuhan ,,,

bukannya menyerahkanku kepadamu, Atau dia bisa bahkan membunuhku!

ltu akan tetap menjaga kesucian dari hubungan ini,

Kita harus membuat keputusan, sebelum orang-orang dari daerah, hari ini juga!

Apakah pelacur ini tetap tinggal dirumah ini, atau aku!

Siapa orang itu? Ada hubungan apa kamu dengan dia?

Ada apa, Sapna?

Masyarakat ingin tahu, ada Hubungan apa antara aku dengan kamu,

Kemanusiaan tidak membutuhkan hubungan yang formal,

Tapi manusia membutuhkannya!

Terutama bagi mereka, yang lebih tertarik dengan kehidupan orang lain!

jawabannya apa yang harus kuberikan dari pertanyaan mereka?

Katakan padaku, Badshah ,,,

Aku katakan apa tentang hubungan kita ini?

Siapa yang ingin tahu tentang hubungan aku dengan Sapna ?! Siapa ?!

Tidak ada lagi yang akan bertanya pertanyaan itu,

Aku akan menunggumu di Lord Siwa kuil jam 05:00, besok,

maukah kamu berada di sana?

Dia takkan muncul.

Silahkan saja dan tunggu dia.

Tapi camkan kata-kataku. Dia takkan datang.

Kau pria yang beruntung bisa berkeliling dalam becak untuk menikah.

Aku menyuruh mereka membawa kuda untuk pernikahanku, kau tahu.

Ada si idiot ini yang diberi makan beberapa cabai, dan ...

Minggir!

Kita cudah cukup lama menunggu, Sayang. Dan Aku harus menutup kuil sekarang.

Lihatlah itu mengalir. Kayaknya seolah-olah akan ada badai.

Keluar untuk menikah! Lihatlah pengantin!

Papa.

Pergi.

Papa.

Tidak ada yang terlihat ... Anak siapa ini?

Sebuah kereta api dari Bombay jatuh ke sungai malam ini.

200 orang dikhawatirkan tewas dan lebih dari 300 terluka.

Polisi dan pemadam kebakaran terlibat dalam operasi penyelamatan.

- Ibu. - Dimana cucuku?

Dia dilahirkan setelah bertahun-tahun lamanya.

Ada kabar anakku, Pak?

Sulit melacak seorang anak dalam sebuah kecelakaan besar.

Kami telah menemukan mayat mereka yang tenggelam. Tapi ...

Apa?

Kau mencari anakku di antara mayat-mayat?

Kenapa? Siapa yang menyuruhmu untuk mencari dia di antara orang mati?

Kami terus berdoa meminta pangeran kami lahir untuk kami.

Tuhan tak bisa merebut dia pergi dari kami. Dia tidak bisa!

Dan orang ini mencari anakku di antara orang mati.

Semuanya akan baik-baik saja. Tenang.

Lakukan sesuatu, Aditya. Tolong!

Tentu saja. Tapi tenang. Semuanya akan baik-baik saja.

Beri Aku jalebis 5 Rupee.

Beri Aku susu. Anakku lapar.

Belum ada ku makan.

Boleh Aku tukar susu, kan?

Ini.

Dia terserang demam tinggi. Jika Aku tak segera membawanya ke dokter, dia mungkin ...

Tapi di mana Aku bisa membawanya?

Siapa itu?

Kenapa kau tak datang ke kuil?

Apa yang lebih penting bagimu daripada bertemu Aku?

Mereka menertawakanku. Mereka meludahiku.

Dan kau penyebabnya!

Aku terjebak, Sapna. Aku harus memilih antara hidup dan mati.

Jadi, kau membawa anakmu padaku?

Kau munafik! Kau telah mengkhianatiku!

Kau penipu! Kau pria yang sudah menikah!

Buka pintu!

Badshah! Buka pintu!

Kau takkan pernah hidup damai. Takkan pernah!

Buka pintu!

Kau bermain dengan emosiku! Kau penipu!

Badshah! Kau tak bisa melarikan diri!

Dimana Badshah? Dimana dia?

Kenapa kau memberiku anak yang tak berdosa ini?

Kenapa kau ingin Aku menjalin hubungan dengan orang asing?

Kau tak tahu siapa Aku?

Aku tak punya apa-apa dan tak punya masa depan.

Aku tak berdaya. Aku tak bisa memberikan anak ini apa-apa kecuali kehancuran.

Pendosa seperti Aku tidak bisa menanggung beban suci ini.

Kau tentunya mengabulkan keinginan orang sholeh.

Dengarkanlah doa pendosa hari ini.

Jaga anak ini. Lindungi dia dan besarkan dia.

Kau sudah membusuk di penjara ini selama enam bulan sekarang, Abdul.

Kalau mau kau, Aku bisa mengubah tuduhan ...

... menjalankan narkoba dan persenjataan terhadapmu di pengadilan besok.

Dan kau akan menerima minimal hukuman.

Apa yang membuatmu begitu simpatik?

Terserah kau mau menyebutnya apa. Simpati atau keegoisan.

Aku ingin keberadaan Badshah.

Tidak, Abdul ... jangan!

Apa yang lebih buruk dapat kau lakukan untukku, Inspektur.

Kau ingin tahu keberadaannya. Dan Aku takkan mengucapkan namanya!

Kenapa kau tidak melupakan Badshah, Pak?

Hanya menutup berkas dan urusannya selesai!

Tidak. Baru-baru ini, Aku menganggap itu tugasku untuk menangkap Badshah.

Tapi sekarang, dia adalah alasan kenapa Aku hidup.

Sampai waktu dimana Aku menangkapnya, ...

... Aku tak mau menerima promosi ataupun dipindahkan dari tempat ini.

Badshah harus mati, Aku ingin melihat mayatnya.

Dan jika dia masih hidup dan melarikan diri, ...

... dia pasti akan kembali dalam beberapa hari.

Permisi, Tuan.

- Dengar, Ayah! - Apa? Aku punya empat putra.

Kau bukan salah satu dari mereka. Jadi kenapa memanggilku "Ayah"?

- Kalau begitu, bhai (Abang). - Tidak! Aku bukan Bhai (gangster)!

Kau ingin polisi menangkapku?

- Boleh Aku menanyakan sesuatu sebagai teman? - Teman?

Kita baru saja bertemu! Bagaimana kita bisa berteman?

- Bisa tidak Aku bertanya sesuatu sebagai manusia? - Tentu. Silakan.

Di mana Aku bisa menemukan Babu, pandai besi itu?

Babu, pandai besi? Aku akan memberitahumu!

Ambil jalur ini dan belok kanan.

Kau akan menemukan sarang minuman keras di sebelah kiri.

- Dan disana ... - Aku akan menemukannya di sana?

Tidak! Dia tidak minum. Hanya pergi sedikit lebih jauh.

- Kau ke tempat pedagang pinang. - Aku akan menemukannya di sana?

Tidak mungkin! Toko ditutup.

Jadi di mana Aku akan menemukan pandai besi itu?

Lupakan rute ini. Akan ku tunjukkan padamu cara lain.

- Ke kanan ke depan dan ... - Silahkan.

Ke kanan ke depan, dan kau ke pohon beringin.

Jangan duduk di bawah pohon itu berlama-lama.

- Kenapa tidak? Ada hantu? - Tidak, Aku cuma bilangin.

Di sebelah kiri pohon, kau akan menemukan orang buta.

Dia menjual kacamata.

Orang buta menjual kacamata?

Dia punya bisnis ini bahkan sebelum dia buta.

- Aku akan menemukannya di sana? - Kenapa kau menemukannya di sana?

Babu punya penglihatan yang hebat. Kenapa dia pergi ke sana?

Ke kanan ke depan dan kau akan melintasi istana tua.

- Kau akan menemukan pria tua di sana. - Tapi bukan Babu, pasti.

- Tidak! Jika kau menanyai orang tua itu ... - Dia tetap takkan memberitahuku!

- Tapi kenapa? - Karena dia tuli.

Aku telah membuat kesalahan dengan bertanya padamu di mana keberadaan Babu!

Di mana dia tinggal? Di sini ... Rumah itu.

- Yang ini? - Ya.

- Jadi, kenapa kau membuatku mutar-mutar? - Kau bertanya di mana kau akan menemukannya.

- Kau tak bertanya di mana dia tinggal. - Kesalahanku, Pak!

- Ini. - Apa ini?

- Minum teh. - Oke. Mari kita pergi dan ...

- Aku tidak minum teh apapun! - Bagus, Nak.

- Jangan kau panggil Aku anak! - Kenapa tidak?

Aku punya empat ayah. Tapi tak ada yang membosankan seperti kau!

Aku membosankan?

Apa ini rumah Babu si pandai besi?

Aku mencarimu selama 2 jam. Untuk apa kau memanggilku ke sini?

Apa yang kau lakukan disini sendirian?

Dan apa yang kau lakukan untuk hidup? Kau pandai besi!

Darimana kau mendapatkan nama itu? Aku tidak habis pikir!

Aku memanggilmu untuk memberitahumu semuanya, Bajrangi.

Sejak anak ini masuk dalam hidupku, ...

... Aku tak pernah berperilaku seperti Badshah.

Bagaimana Aku bisa membawa anak dengan tangan ini?

Tangan yang sudah memegang senjata?

Bagaimana Aku bisa berdiri di atas kakiku dengan anak ini, ...

... kaki, yang selalu melarikan diri dari polisi dan hukum?

Aku ditakdirkan untuk bertemu sultan jahat, Bajrangi.

Tapi Aku takkan membiarkan kemalanganku membayangi kehidupan anak ini.

Aku tidak pernah ingin menjadi Sultan lain.

Aku juga tidak ingin membuat Badshah lain dari dirinya.

Maka, Aku harus menyelesaikan Badshah untuk selamanya.

Badshah sudah mati, Bajrangi.

Bagaimana Sapna? Bagaimana kabarnya?

Sapna adalah mimpi dalam kehidupan Badshah.

Mimpi yang hancur bersama Badshah.

Sebagai pandai besi, Aku menganggap hanya satu kebenaran dalam hidup.

Anak ini. Raju.

Aku harus memberikan anakku masa depan yang baik.

Aku harus membuatnya menjadi pria yang baik.

Aku telah mengubur masa laluku untuk masa depannya.

Pesta hebat di tempat Annasaheb.

Kau harus kesana juga, saudara.

Ada apa, Mamta? Kenapa kau tidak makan?

Aku ingin tahu apakah anakku sudah makan.

Kau harus melupakan semua itu sekarang.

Melupakannya? Melupakan anakku?

Aku harus melupakan anakku yang ku kandung selama 9 bulan lamanya?

Tidak. Aku tak pernah bisa melupakannya! Bahkan jika Aku ingin!

Dia anakku juga.

Kita tak bisa menghabiskan sisa hidup kita, hanya berpikir tentang dia.

Hidup tak memperlambat hanya karena sesuatu yang direnggut, Mamta.

Kontrol dirimu. Tolong.

Perjalanan dari sekolah cuma 30 menit. Tapi kau sampai 2 setengah jam.

Kau tahu betapa khawatirnya Aku ketika Raju tak kembali tepat waktu.

Kau telah mengatakan apa yang kau mau. Sekarang dengarkan alasanku.

Pemerintah kita tidak bisa menangani kontrol kelahiran dan kontrol lalu lintas.

Dari kemacetan lalu lintas kita akan berpikir Madhuri Dixit mengundurkan diri dari kota!

Itu juga, di jip terbuka!

Dan orang-orang partai politik! Mereka mengambil prosesi mereka juga!

Turun! Turun!

Itu bohong.

Sebenarnya, dia mengepek cewek. Dan ketika dia berbalik, ...

... dia melihat itu bukan cewek. Ternyata cowok!

Hampir mati Aku tertawa, Ayah!

Kau jangan berkata seperti itu lagi!

Semoga kau diberkati dengan sisa tahun-tahunku.

Beginilah orang kaya, Bhola.

Anak mereka hilang beberapa tahun lalu.

Tapi mereka tetap merayakan ulang tahunnya dengan semua gembar-gembor.

Dia wali sekolah. Kenapa repot-repot dengan apa yang dia lakukan?

Dia mengadakan pesta besar dengan ketiadaan anaknya.

Apa dia disini, dia telah mengubah dunia jadi terbalik.

Bagaimana dia disini? Anak yang hilang ditemukan cepat atau lambat.

Dia pasti sudah lama meninggal.

Kenapa kau berkata seperti itu? Semoga dia mendapatkan sisa hidupku.

Bisa tolong ulangi apa yang kau katakan?

Aku berdoa kepada Tuhan semoga kau menemukan anakmu segera.

- Bisakah kau mengatakan itu lagi? - Tolong hapus air matamu.

Kau pasti akan menemukan anakmu.

Keyakinanmu memperkuat imanku.

Kau mengatakan hal-hal baik. Siapa yang mengajarimu semua ini?

Ayahku.

Ibumu wanita yang sangat beruntung.

Ibuku? Aku tidak punya ibu.

Siapa bilang kau tidak punya ibu? Aku ibumu.

Kau boleh memanggilku ibu. Kau mau?

Tentu.

- Jadi panggil Aku "ibu". Katakan sekali lagi. - Ibu.

Anakku! Jangan pernah mengatakan kalau kau tidak memiliki ibu!

Kita terlambat membayar biaya sekolahmu saat ini, Raju.

Kita tak boleh terlambat lagi.

- Katakan sesuatu, Ayah. - Apa itu?

Aku bertemu ibu hari ini.

Kau bertemu ibu?

Siapa itu? Ibu siapa?

Kau tidak punya ibu!

Akulah ayah dan ibumu.

Kau tidak punya siapa-siapa kecuali Aku.

Dan siapa yang mencoba melibatkanmu dalam suatu hubungan?

Kau hanya milikku! Kau anakku. Kau akan selalu!

Tak ada yang dapat memisahkanmu dariku. Tak ada!

Buntuti dia, Sawant. Dialah yang bisa membawaku ke Badshah.

Salam, Pak.

Anakku keluar dari kandang setelah tujuh tahun!

Aku tak ingin orang-orang terkutuk dari kepolisian mendapatkan kita.

Itulah sebabnya Aku tak datang untuk bertemu denganmu di penjara.

Dimana Badshah?

Kau belum ketemu Badshah selama bertahun-tahun?

Jadi Badshah melarikan diri dengan uang dan memutuskan hubungan dengan kita.

Aku tidak ingin uang. Aku perlu Badshah.

Dengan kau kembali, Aku merasa seolah-olah tubuhku telah dikembalikan ke Aku.

Tapi kekuatanku yang sesungguhnya adalah Badshah.

Dan tanpa kekuatan seseorang, kekuasaan seseorang tidak berguna.

Apapun ceritanya, Aku ingin Badshah.

Abdul! Dimana Badshah? Katakan padaku!

Itulah sesuatu yang ingin Aku tanyakan padamu.

- Dan kau bertanya padaku? - Aku tak tahu apa-apa!

Dia telah mengkhianatiku.

Alkohol merenggut nyawa pamanku, ...

... dan Aku harus menari dengan caraku di sini.

Aku hidup dengan harapan menemukan Badshah suatu hari nanti.

Jadi Aku bisa membunuhnya!

Untuk membalaskan dendam ke Badshah adalah satu-satunya tujuan hidupku.

Untuk membantumu mencapai tujuanmu akan menjadi tujuanku.

Kemarilah, Raju. Ayo, Nak.

- Bagaimana kabarmu? - Aku baik-baik saja.

Kau lapar, kan?

Lihatlah apa yang Ibu punya untukmu hari ini.

Semua ini hanya untuk anakku!

Sekarang katakan apa yang kau suka.

- Aku tidak bisa makan makanan ini. - Kenapa tidak?

Jika Aku makan itu, makanan yang Aku punya tentu tak termakan.

Ayah akan marah dan bahkan mungkin dia akan mengomeliku.

Kalau begitu, kau makan makanan ini dan Aku akan menghabiskan makan siang ini.

- Ayah takkan memarahimu nanti, kan? - Tidak, dia tidak akan!

Duduklah.

- Kenapa kau tidak makan? - Aku akan makan nanti.

- Kau suka makanan ini, Raju? - Istimewa!

Inilah pertama kalinya Aku makan sesuatu yang begitu istimewa. Bagaimana makananku?

Seperti anakku ... Manis.

- Maukah kau pergi denganku besok? - Tentu.

- Tapi jangan besok. - Kenapa tidak?

Anak yang baik tak boleh bolos sekolah.

Anak yang baik tidak boleh tak mematuhi ibu mereka.

Kita akan bersenang-senang. Dan Aku akan membelikanmu banyak mainan.

Bagaimana sekolahku?

Serahkan itu padaku.

- Aku tak mau makan malam, Ayah. - Kenapa tidak?

Aku tidak lapar.

- Kau baik-baik saja? - Tentu saja.

Hanya saja Aku tak merasa lapar.

Tahu apa? Aku akan pergi dan memberikan Sheru makanan hari ini.

- Apakah menyenangkan? - Oh ya! Seru!

- Suka? - Ya.

Indah!

Aku tak mau bermain. Kau curang!

Ayah!

Ayah, lepaskan Aku!

Ayah!

Anakku tidak perlu bantuan dari orang-orang sepertimu.

Dia tak butuh belas kasih orang-orang sepertimu, Nona!

Kami orang miskin. Tapi kami punya harga diri.

Dan kami hidup dan mati dalam sumber daya kami.

Jangan mencoba untuk membuat kami meregangkan diri kami.

Apa yang salah?

Aku hanya memberikannya kasih sayang.

Dan kenapa cintanya padamu harus berkurang, karena Aku memberinya cinta?

Banyak anak-anak di sekolah ini yang membutuhkan cinta orang kaya!

Jika kau tak menemukan satu di sini, pergi ke panti asuhan dan tunjukkan kasih sayangmu!

Tapi tolong bantu Aku. Lupakan anakku!

Aku ingin mainan, Ayah. Kau tak pernah membeli apa-apa!

- Aku ingin mainan! - Kau ingin mainan, kan?

Aku akan membelikannya untukmu. Berhenti menangis.

Tak peduli apa yang harus ku lakukan dan bagaimana, akan ku penuhi setiap kebutuhanmu.

Tapi Aku takkan membiarkanmu menerima sedekah dari orang asing!

Aku tak bisa mengundang kematian untuk 25.000 Rupee.

Aku bersedia mengambil risiko, tentu. Tapi ini sama saja bunuh diri!

Kau stuntman No.1 di industri film, Salim.

Kau selalu menjadi pemberani, dan kau menolakku hari ini?

- Tak ada yang berani melakukannya. - Tapi ...

Kenapa tidak ada?

Ini gambaran mengenai filmku. Aku butuh seseorang untuk melakukan itu.

Salim telah menolak untuk melakukannya, Pak. Jadi siapa lagi?

Aku bisa melakukannya!

Aku hanya perlu satu kesempatan. Aku bisa melakukan aksi berbahaya ini.

Percayalah, Aku akan berhasil dalam tes ini, Pak.

- Tapi ... - Hanya satu kesempatan, Pak.

Apa yang telah kau lakukan, Ayah?

Bagaimana kau bisa begitu ceroboh? Sesuatu bisa saja terjadi padamu!

Jadi apa yang akan terjadi padaku? Aku tidak ingin apa-apa, Ayah!

Aku tidak ingin apa-apa!

Yang Aku butuhkan adalah cintamu. Aku butuh kau, Ayah!

Aku butuh Ayahku! Dalam hidupmu terletak kebahagiaanku, Ayah.

Tak ada yang lebih penting bagiku! Tidak ada!

Ayah!

Aku tahu ini. Hanya Badshah yang bisa melakukan aksi menantang maut.

Kenapa kau ketakutan?

Bawa Raju kedalam, Bajrangi.

Untuk apa kau datang kesini? Pergi.

Begitukah caranya berbicara dengan seorang teman lama, Badshah.

Dalam 7 tahun, sekalipun kau tak pernah datang menemuiku di penjara.

Yah. Seseorang bisa melupakan yang lain.

Tapi kejahatan tak pernah melupakan yang lain.

Aku telah dibebaskan dari penjara setelah bertahun-tahun.

Kau tidak senang melihatku?

Aku tak ingin mendengar apa-apa tentang kehidupan masa laluku, ...

... atau Aku tertarik padamu. Jadi pergilah.

Tentu, Aku akan pergi. Setelah kau mengembalikan uangku.

Uang mana yang kau bicarakan?

Berlagak tak bersalah kau, kan! Bagaimana otakmu berputar?

Kau punya uang ketika polisi menangkapku.

Tidak. Polisi telah menyita uang dan selundupan itu.

- Aku tak punya apa-apa. - Tidak ada?

Jadi di mana kau menemukan rumah ini, keluarga dan anak-anak?

Dari tempat di mana polisi menangkapku?

Tidak. Kita selalu punya bagian yang sama dalam hasil curian.

Tapi kau telah mengkhianati kami demi memajukan kepentingan egoismu sendiri!

Hentikan! Cukup! Berkata lagi kau ...

Dan kau akan melihat Badshah. Aku sudah melupakannya!

Kau bisa melupakan dirimu sendiri, Badshah. Tapi ada Sultan.

Dia tidak melupakanmu. Dan dia takkan pernah!

Ingat, Sultan adalah dinamit. Aku hanya perlu menyalakan ...

... ledakan untuk surga kecil dan kebahagiaanmu!

Kau tidak memukulku, Badshah. Kau telah memukul Sultan!

Sekarang entah Sultan yang akan membuatmu menjelaskan ini, ...

... atau kau akan pergi kepadanya dan memberinya penjelasan.

Aku serahkan keputusan itu padamu.

Sekarang Aku harus mencari tahu siapa Babu, si pandai besi itu.

Tunggu!

Sultan! Aku di sini untuk memberimu penjelasan.

Jangan buat anjingmu menjadi ambisius dan mengubah pemburu.

Semakin jauh mereka dariku, semakin lama mereka akan hidup.

Kau menemuiku setelah bertahun-tahun.

Dan kau meludah api bukannya bahagia?

- Bukankah hubungan kita ... - Hubungan apa, Sultan?

Untuk sepotong roti, kau mengubahku menjadi binatang!

Kau membuatku melakukan semua kejahatan untuk melanggar hukum!

Aku juga tidak berutang apa-apa lagi.

Aku juga tidak punya hubungan apa-apa denganmu.

Kau adalah anak yatim yang kelaparan. Aku memberikanmu kehidupan baru.

Kau harus memperlakukanku seperti ayahmu. Jadi jangan kurang ajar pada ayahmu!

Aku sudah menjadi ayah, Sultan.

Kau tak perlu memberitahuku bagaimana seharusnya ayah mengasihi anaknya.

Tapi biarkan Aku memberitahumu sesuatu. Jalan kita berbeda.

Ada banyak cara untuk masuk ke dunia kejahatan, Badshah.

Tapi tidak ada cara yang bisa mengeluarkanmu dari itu.

Kau hanya berkenalan denganku, Sultan. Kau tidak mengenalku dengan benar.

Ketika Aku mengambil keputusan, Aku tak takut tentang konsekuensinya.

Sekarang pikiranku sudah bulat, Aku ke sini untuk terakhir kalinya.

Aku takkan pernah datang lagi. Aku pergi.

Apa yang salah dengan memorimu, Nak?

Kau datang ke sini, semaumu. Dan kau pergi, hanya jika Aku izinkan.

Siapa yang akan menghentikanku?

Coba lihat.

Seandainya Badshah masih hidup, ...

... dia akan mengubur kalian semua hidup-hidup!

Inilah tangan Babu, si pandai besi.

Ia punya kekuatan lebih dari yang pernah dimiliki Badshah!

Tapi ini terikat oleh kemanusiaan!

Dan inilah sesuatu yang tidak bisa kau mengerti dan takkan pernah!

Kekuatan ini tak hanya menunjukkan indikasi.

Ini peringatan terakhir untukmu!

Tidak, Abdul! Jangan membuat kesalahan dengan membunuh Badshah.

Waktu telah membuat seorang pria lebih cerdas dan lebih kuat dari Badshah.

Ini hanya tes kecil.

Hidup Badshah sangat penting bagi kita. Aku butuh dia.

Dan Aku akan memiliki dia kembali. Apa pun caranya!

- Salam, paman. - Salam.

- Babu, si pandai besi, tinggal di sini? - Tentu saja. Silakan masuk.

Dia tidak ada disini sekarang. Padahal biasanya dia disini setiap saat.

Silakan duduk. Akan ku ambikan air untukmu.

- Siapa namamu? - Raju.

- Dan berapa umurmu? - 8 tahun.

8 Tahun. Kelas berapa kau?

- Kelas 4. - Kelas 4.

- Siapa nama ayahmu? - Babu, si pandai besi, adalah ayahku.

Ada kau simpan foto ayahmu?

Tentu saja. Aku selalu menyimpannya dalam bukuku.

Benarkah? Kenapa begitu?

Kau selalu melestarikan gambar Tuhan, kan?

- Tentu, Aku melakukannya. - Dan kenapa kau lakukan?

Karena ... Aku menyembah Dia. Aku beriman kepada-Nya.

- Aku mencintai-Nya. - Maka kau sudah punya jawabannya.

Itulah kenapa Aku mempertahankan gambar ayahku. Coba lihat!

Dia ayah terbaik di dunia.

Kalau Aku ingin sesuatu, dia langsung mendapatkannya untukku.

Dia sangat mencintaiku.

Kami sangat miskin. Dan ini adalah sebuah pemukiman miskin.

Anak-anak lain pergi ke sekolah kota.

Tapi ayah mengirimku ke sekolah terbaik di kota.

Apa yang ayahmu lakukan untuk hidup?

Tak bisakah kau lihat? Dia punya usaha ini.

Dia bekerja keras hari demi hari, sehingga Aku bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Dia punya seorang teman. Seseorang bernama Inspektur Pradhan.

Ayah ingin Aku mengikuti jejak inspektur.

Ayah!

Inilah ayahku, Paman. Dan kau ... Aku belum menanyakan namamu.

Pergilah ke dalam, Raju.

Anak yang manis.

Dia telah menyerap cita-cita luhur dan nilai-nilai teladan ... darimu.

Babu, pandai besi.

Aku sudah mengeluarkan seorang pidana, selama tujuh tahun sekarang.

Dan sementara Aku menunggu, ada banyak kesempatan untuk promosi.

Tapi Aku menolak itu semua.

Itulah sebabnya Aku masih seorang Inspektur.

Tapi Aku merasa seolah-olah Aku mendapatkan lebih dari kerugian yang Aku punya.

Lihat patung Sang Buddha ini.

Dia bernama Siddharth. Suatu malam, dia meninggalkan istri dan anaknya, Rahul.

Dan pergi ke hutan dalam pencarian kebenaran-Nya.

Dia kembali menjadi seorang pria yang tercerahkan setelah bertahun-tahun.

Dan istrinya menghampiri dia bersama anak mereka.

Dia sangat marah. Dia melampiaskan kemarahannya pada Sang Buddha.

"Apa hakmu harus merebut seorang ayah dari anaknya?", tanyanya.

"Bagaimana kau bisa meninggalkan istrimu? Ketidakadilan macam apa ini? ", Tanyanya.

Dan Sang Buddha menjawab, "Suamimu adalah seorang pria bernama Siddharth".

"Ayah anak ini adalah seorang pria bernama Siddharth".

"Orang yang berjalan denganmu adalah Siddharth".

"Tapi orang yang berdiri di sini sekarang adalah Buddha, bukan Siddharth".

Tanpa jiwa, tubuh tidak ada.

Orang yang Aku buru selama bertahun-tahun adalah orang lain, Babu.

Dan orang yang Aku temui hari ini belum orang lain.

Maafkan Aku.

Aku harus mengatakan, kau tidak hidup di waktu sementara.

Kau benar-benar membentuk takdirmu sendiri.

Aku salah.

Dan apa yang kau katakan benar, Sawant.

Tutup file kasus Badshah. Dia sudah lama meninggal.

Semua orang tua anak-anak pasti menghadiri acara fungsional.

Ayo, Ayah.

Aku belum pernah ke acara begituan dalam hidupku. Jadi apa yang akan ku lakukan di sana?

Aku punya banyak pekerjaan. Pergilah.

Mungkin Aku tak secara pribadi denganmu. Tapi kau akan memiliki berkatku.

Kenapa kau lari?

Dengarkan, Aku tidak punya hubungan denganmu, seorangpun takkan pernah.

Aku tak punya siapa-siapa kecuali Ayahku.

Tak ada yang lebih penting bagiku daripada kebahagiaannya.

Aku mohon padamu! Tolong jangan coba-coba menemuiku lagi.

Tapi ...

Mereka menunggumu meeting di ruang rapat, Bu.

Dalam kondisi ini, pasien rentan terhadap kerusakan fisik.

Mereka runtuh akibat depresi mereka.

Dengan suntikan yang Aku berikan, dia akan segera sadar kembali.

Aku diberitahu bahwa kau menyanyikan lagu yang sangat indah.

- Dan siapa yang mengajarimu lagu itu? - Ayahku, Paman.

Dia ayah terbaik di dunia!

Kami miskin, tapi dia tak pernah membiarkanku kekurangan sesuatu dalam hidup.

Ayahmu orang yang baik, Raju. Tidakkah kau memperkenalkanku padanya?

Tentu saja.

Selamat Datang ... Selamat datang!

Silakan duduk. Aku akan pergi dan memanggil ayahku.

- Gambar siapa ini, Raju? - Itu ayahku.

- Dan ini? - Itu Aku.

Apa yang salah, Paman? Ada sesuatu yang masuk ke matamu?

Seseorang tak bisa menyembunyikan kebahagiaan, Nak!

Aku telah menemukan harta karun kehidupanku di sebuah gubuk orang miskin!

Aku akan memanggil ayahku.

- Dimana dia? - Tadi dia di sini.

- Tidak ada seorang pun di sini. - Aku bingung ke mana dia pergi.

Apa ini? Coba baca.

"Babu, pandai besi, temui Aku di tempatku segera. Tn. Oberoi".

Kau menyuruhku datang ke sini.

Selamat datang, Babu.

Badai di luar tak ada apa-apanya ...

... dibandingkan dengan yang berkecamuk di hatiku.

Apa yang bisa Aku bantu?

Kau satu-satunya yang dapat mencegah badai ini.

Aku seorang pandai besi, Pak. Aku mengerti hal-hal yang jelas diucapkan.

Itu terjadi tujuh tahun yang lalu. Dalam kecelakaan kereta, ...

... kami terpisah dari anak kami.

Ikut Aku.

Inilah ruang di mana anak pertama kami membuka matanya.

Kami mengabadikan segala sesuatu yang dimiliki anak kecil kami yang tak bersalah.

Itu hanya ...

Itu hanya karena istriku Mamta percaya bahwa anak kami masih hidup.

Maka, dia merayakan ulang tahunnya setiap tahun.

Dia bahkan berhati-hati menempatkan hadiah dan kenang-kenangannya.

Kenapa kau menceritakan semua ini?

Karena Aku ayahnya. Mamta adalah ibunya.

Kau tak ingin tahu siapa anak ini?

Itu anakku!

- Bagaimana kau menemukan anakku? - Anak mana yang kau bicarakan?

Jangan pura-pura, Babu! Raju adalah anakku!

Aku tak berpura-pura menjadi bodoh, Pak!

Kau mencoba merebut anakku dariku!

Raju adalah anakku! Anakku!

Aku pernah melihat foto Raju di rumahmu, Babu.

Dan ini bukan terjadi secara kebetulan.

Mamta tak bisa berhenti memandikan cintanya kepadanya.

Itu bukan kebetulan!

Apa yang dulu pernah menjadi lagu pengantar tidur yang dinyanyikan Mamta untuk bayinya, ...

... hari ini lagu itu keluar dari bibir Raju! Ini bukan kebetulan!

Rajumu adalah pangeran kami yang hilang.

Ketika Mamta tahu anaknya hidup, ...

... dia akan mendapatkan kontrak baru dari kehidupan.

Tak ada yang pernah bisa memisahkanku dari anakku.

Itu karena Aku tidak bisa hidup di saat tanpa dia.

Dia adalah hidupku. Kehidupanku.

Dan dia darahku!

Darah? Darah apa yang kau bicarakan?

Anakmu pasti beratnya 5 kilo, saat dia berusia satu tahun.

Anakku beratnya 30 kilo.

Keringat ini mengalir dalam pembuluh darahnya.

Dia tumbuh dewasa karena Aku yang telah membesarkannya.

Aku ingin tahu siapa yang memisahkan anakku dariku!

Ini semua berakhir. Aku tidak bisa berunding denganmu lagi.

Silakan! Ambil semua kekayaan yang kau inginkan!

Belilah sebuah pabrik!

Ini cek kosong. Isi jumlah yang akan ...

... menjauhkan keluargamu dari kemiskinan setidaknya hingga 7 turunan!

Tapi tolong kembalikan anakku!

Tolong kembalikan anakku!

Kau seorang ayah. Dan kau berusaha untuk "membeli" anak.

Oke, Aku mengambil semua kekayaan ini. Dan sekarang ...

Aku akan membayarmu kembali untuk kekayaanmu.

Aku akan menjadi budakmu selama sisa hidupku.

Sebagai imbalannya, tolong berikan anak itu padaku.

Lupakan soal anak, berikan Aku ayunan yang terletak di kamarmu.

Ayunan istrimu itu sentimental.

Akankah kau mampu memberikannya padaku? Kau mau?

Kau hanya menemukan anak, kau bukan ayahnya, Babu.

Maukah kau merebut hak orang tuanya dan merusak masa depan anaknya?

Raju adalah darah dagingnya.

- Kemana kau membawaku? - Inilah tujuanmu.

Maksudnya?

Aku bahkan tak bisa menyentuh Badshah karena Sultan ingin dia hidup.

Tapi kau harus membalas penghinaanmu.

Dan kau bebas untuk melakukannya.

Itulah rumah Badshah.

Namaku Mamta.

Wanita yang tidak memiliki anak bahkan setelah bertahun-tahun menikah.

Aku terus berdoa dan Tuhan memberiku anak laki-laki.

Dan Dia juga merampas anak itu dariku.

Aku telah memohon pada Tuhan selama tujuh tahun!

Tapi Dia selalu diam.

Selama tujuh tahun, Aku merindukan anakku.

Aku menangis karenanya.

Tapi Tuhan tidak mengembalikan anakku padaku!

Kau berarti lebih dari Tuhan bagiku.

Karena kau telah memberikan anakku sebuah kontrak kehidupan baru.

Kau telah membentuk takdirnya.

Kau mendidiknya, menanamkan nilai-nilai yang baik dalam dirinya ...

... dan membuatnya menjadi manusia yang baik.

Tuhan tidak bisa memberikan anugerah.

Tapi hari ini kau bisa memberikan hal itu padaku sebagai amal.

Aku mohon ...

Tolong kembalikan anakku! Tolong berikan Raju padaku.

Jika kau berkeras hati, ...

... takkan pernah ada manusia yang memiliki iman dalam diri manusia lagi.

Jangan diam saja. Berikan anakku.

Tolong jangan menolakku.

Tolong jangan menolakku.

Mari kita pergi, Mamta.

Air matamu mungkin bisa mengalir untuk Tuhan, ...

... tapi tidak untuk orang ini.

Diamnya berbicara baginya.

Jangan menghadapi penghinaan lagi. Mari kita pergi.

Aku tak pantas mendapat maaf darimu.

Atau Aku tak layak atas cintamu.

Aku gadis malang yang telah merusak hidupnya sendiri.

Aku gadis terkutuk yang memiliki kebahagiaan di kakinya, ...

... namun yang disia-siakannya jauh dari kecurigaan.

Dan Aku di sini hari ini, untuk membunuhmu dengan tanganku sendiri!

Tapi Aku menyadari, ...

... kau adalah manusia yang hebat.

Aku sudah rusak, Badshah. Aku jatuh dalam kegelapan.

Aku butuh dukunganmu. Aku membutuhkanmu.

Aku butuh cintamu.

Maafkan Aku, Badshah.

Aku mengambil janji hari ini.

Aku akan hidup hanya untukmu. Aku akan selalu milikmu.

Babu Lohar telah memberikan contoh dalam kemanusiaan dan kebaikan.

Menurut kesaksian Inspektur Pradhan, ...

... pengadilan mencapai kesimpulan bahwa orangtua kandung Raju ...

... adalah Tuan dan Nyonya Oberoi.

Babu Lohar diarahkan untuk menyerahkan anak tersebut kepada orang tua kandungnya.

- Mari kita pergi, Raju. - Tidak.

Aku takkan meninggalkan ayahku. Aku takkan kemana-mana!

Tidak! Ayah!

Tidak. Lepaskan Aku!

Aku takkan meninggalkan Ayahku! Biarkan Aku pergi kepadanya!

Badshah berbagi hubungan yang sangat lama dengan sepotong roti.

Dengan sepotong roti, Aku mengubahnya menjadi binatang.

Dia hidup dariku. Dia adalah anjingku yang setia.

Dan dia sekarang memberontakku, saat dia berubah menjadi manusia lagi.

Tidak! Aku tidak ingin manusia! Aku ingin hewanku kembali.

Aku ingin Badshah!

Aku hanya ingin Badshahku!

Lihat ini pemadam kebakaran! Dengan lampu berkedip.

Tahu apa yang terbaik? Jumbo jet.

Aku ingin pergi ke ayahku.

Makanlah apa yang kau mau. Kau ingin sesuatu yang lain?

- Aku ingin pergi ke Ayah. - Makan permen, Nak.

Ibu! Aku tidak bisa hidup tanpa ayah!

Tolong bawa Aku kepadanya, Bu. Aku tidak bisa hidup tanpa dia.

Ibu, Aditya ... Aku ingin meminta sesuatu.

Sekarang Aku telah menemukan anakku, Aku menyadari ...

... bahwa Aku mungkin telah kehilangan dia selamanya.

Melihat anak-anak mereka bahagia adalah satu keinginan semua orang tua.

Tapi Aku telah membuat anakku mengorbankan kebahagiaannya ...

... untuk keegoisanku sendiri.

Tapi Aku takkan pernah menjadi seorang wanita egois, karena Aku seorang ibu.

Bagaimana Aku bisa merebut kebahagiaan anakku hanya karena Aku ingin dia kembali?

Tidak ... Aku akan puas melihat anakku hidup bahagia dimana pun yang dia pilih.

Dia mungkin hidup dengan siapa saja yang dia pilih. Dalam kebahagiaannya terletak kebahagiaanku.

Aku ingin mengembalikan kegembiraan Raju kepadanya.

Harap untuk mendukungku.

Aku tak ingin kehilangan, bahkan saat Aku menang.

Dan dia akan menang, bahkan setelah kehilangan.

Siapa kau? Apa yang kau inginkan?

Mau dibawa ke mana anak itu?

Berikan roti ini untuk Babu. Dia akan menjelaskannya.

Babu! Mereka telah membawa anakku pergi.

Setelah kami membawa Raju pulang, kami sadar dia tidak bisa hidup tanpamu.

Jadi ketika kami sedang dalam perjalanan kesini, ...

... beberapa gangster memaksa membawanya pergi.

- Siapa mereka? - Aku tidak tahu.

Tapi mereka mengirimkan roti ini untukmu dan mengatakan kau akan tahu.

Bawa dia pergi!

Hidup Badshah terjebak dalam anak ini.

Dalam pertukaran untuk kehidupan anak ini, ...

... Aku akan membuat Badshah menjadi budakku lagi.

Badshah, adalah, dan harus selalu menjadi budakku!

Aku sudah memberitahumu untuk tidak main-main dengan hidupku, Sultan!

Aku akan merampas hidupmu hari ini!

Badshah, anakku! Aku seperti ayahmu!

Demi hubungan, Aku tak pernah bisa melupakan!

Kau telah meninggalkanku!

Aku tak punya cara lain untuk membawamu kembali padaku.

Aku terobsesi denganmu, anakku!

Tapi kau mencintai anak itu.

Maka bawalah dia dan pergi ke tempat yang jauh. Ayo, Nak.

Ayah!

Ayah!

Kau memberontakku karena darah anak ini!

Kau akan dihukum, Badshah!

Ayah!

Aku akan menghukummu dengan cara yang paling seram!

Ini anjing pembunuh yang akan memakan anakmu yang tak bersalah ...

... dan kau tak bisa melakukan apa-apa untuk hal ini!

Setiap pengkhianat dan yang tak tahu terima kasih dihukum dengan kematian!

Dan kematian anak ini akan membunuh manusia dalam dirimu!

Ini akan membunuhmu!

Tidak, Sultan!

Ayah! Tolong!

Ayah!

Tidak, Sultan! Kau tak bisa melakukan ini! Biarkan dia pergi!

Tolong!

Lepaskan Aku! Biarkan dia pergi!

Biarkan dia pergi, tolong!

Tolong, ayah!

Ayah!

Bunuh dia!

Tolong lindungi ayahku, Tuhan.

Ayah!

Pergi ke sana, Sawant.

Apa yang terjadi padamu, anakku?

Kau berdarah! Kau baik-baik saja?

Kau mau ke mana, ayah?

Tolong jangan tinggalkan Aku.

Aku tak ingin seorang pun selain kau. Aku tidak bisa hidup tanpamu!

Aku takkan membiarkanmu pergi!

Kau akan tinggal bersama orang tuamu. Dan itu perintah!

Kau mengerti? Kau mendengarku?

Pergilah!

Aku akan mematuhi setiap perintahmu, Ayah.

Aku tahu kau tidak bisa menghabiskan waktu tanpa Aku.

Tapi jika kau ingin Aku tinggal bersama orang tuaku, tidak apa-apa.

Aku bisa melakukan apa pun untuk kebahagiaanmu, Ayah.

Dan apa yang kau lakukan adalah untuk masa depan dan kesejahteraanku, kan?

Aku tidak bisa hidup tanpamu, Ayah.

Tapi Aku akan berusaha untuk melakukannya, hanya untuk mematuhimu.

Aku pergi, Ayah.

Anakku!

Jangan pernah tinggalkan Aku, Ayah. Jangan pernah!

Kebahagiaan dan kegembiraan kami terletak pada anak kami, Babu.

Karena tanpamu, hidupnya dalam kehampaan.

Maka demi dia ...

Tak bisakah kau tinggal bersama kami sebagai anggota keluarga kami?

Ketika Tuhan bahagia, semua orang mencapai tujuannya.

Hidupku juga!

Terima kasih, Aku menjadi seorang ayah hari ini.

Kami memiliki seorang putra.

Benarkah? Biar Aku lihat.

Dia memang terlihat seperti ayahnya.

Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan http://subscene.com/u/669368 https://www.facebook.com/dehar.tan

Member of IDFL Subs Crew http://IDFL.US

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.