Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
WELL GO USA ENTERTAINMENT
iQIYI PICTURES
SPARKLE ROLL MEDIA
G.S. STUDIOS
re-improved by broth3rmax
follow instagram @broth3rmax
facebook.com/broth3rmax
Hari ini, aku akan menceritakan satu kisah pada kalian.
Menurut legenda, dahulu kala
dunia manusia tiba-tiba dimasuki banyak siluman.
Mereka ingin membuat keonaran disini.
Suatu hari
seorang pelajar dari langit turun ke bumi.
Dia ambil penanya, lalu menggambar jimat pelindung.
Nantinya siluman ditangkap masuk buku itu.
Siluman yang baik, diselamatkan di sampingnya.
Sedang siluman yang jahat, kalah dan dipenjara.
Menerima hukuman petir dan api.
Masuk ke pintu iblis,
hancur berkeping-keping.
Tak bisa bereinkarnasi selamanya.
Pelajar ini, sampai di luar.
Pintu siluman terbuka,
siluman melarikan diri.
Menangkap siluman menyenangkan ya?
Yuuu.
Tak menyenangkan sama sekali.
Kau mau ngapain?
Phi-phi, sekarang giliranmu. / Apa, giliranku?
Buku Yin Yang.
Langit dan bumi tak akan membiarkan ini terjadi.
Tangkap!
Siluman berusia ribuan tahun.
Sangat kejam, mengacaukan dunia manusia.
Tangkap!
Aku takut. / Bagus tidak?
Bagus.
Aku yang membuat cerita ini.
Di tulis dalam buku ini. Ambillah kalian bawa pulang.
Tunjukkan pada ibu kalian.
Beritahu akhir cerita yang kalian dengar, mengerti?
Baik.
5 sen. / Tak punya uang.
5 sen saja tak punya?
Tak punya uang. / Tak punya.
Pergi, tak punya uang pergi saja!
Aku sudah bicara 2 jam.
Tunggu aku.
Lain kali,
mau dengar bawa uang dulu ya.
Keluar rumah tak bawa uang.
Dasar anak jaman sekarang.
Tunggu aku.
Sini, sini.
Ada apa? / Sepertinya aku mendengar suara.
Ada siluman, ada siluman.
Ingat, lain kali ke sini bawa uang ya.
Tuan Pho.
Demi uang buku itu
bicaramu lama sekali.
Kakiku sampai kesemutan. / Kesemutan ya tak masalah.
Tadi ada yang menakut-nakuti mereka tidak?
Ada. / Bagus kalau begitu, bagus.
Uang bukuku tak ada lagi.
KSATRIA BAYANGAN: ANTARA YIN DAN YANG
Apa kau sudah dengar tentang toko antik itu?
Terjadi perampokan. Padahal semua pintu dan jendela dikunci.
Kasus perampokan ini...
Tuan Chen.
Dengarkan analisaku.
Kasus perampokan ini.
Kasus perampokan 2 toko perhiasan,
pelakunya adalah orang yang sama.
Karena aku menangani 3 kasus berbeda di TKP.
Menemukan satu bukti yang sama.
Semuanya lihat.
Lihat bulu ini...
keras
dan masih hangat. Menurutku, pelakunya
tubuhnya pendek dan gemuk.
Dan lagi,
tak suka mandi.
Kita bisa menyelidikinya.
Kasus ini terus terjadi.
Pasti akan terjadi lagi.
Tuan Chen, waktu itu penting.
Kita harus jaga toko barang antik itu.
Mereka pasti bisa ditangkap.
Memecahkan 3 kasus.
Tuan pintar. / Bagus.
Yen Fei.
Dengan penjelasanmu tadi, pantas saja aku menjadi kepala polisi.
Kau masih bawahan.
Tak benar begitu, pak Chen?
Kebenaran hanya satu.
Penjahatnya
orang dalam sini.
Perampokan orang dalam.
Tuan, bukan kami.
Kau salah.
Kau.
Kau? / Tidak, bukan kami.
Bukan. / Kau juga? / Bukan aku.
Jiang Kang, Jian Cuang, Jian Mei.
Bawa mereka ke markas.
Hajar sampai mereka mengaku.
Tanyai siapa malam itu yang berjaga.
Jaga malam? / Tuan Chen.
Toko kecil begitu, tak perlu jaga malam.
Kamu ngomong apa? / Itu terbang sendiri.
Perhiasan bisa terbang sendiri?
Dasar gila.
Barang berharga tentulah di bawa pergi orang.
Tuan Chen, kau ini...
Ini dibawa buat barang bukti.
Tuan Chen.
Ada apa? / Tuan Chen.
Tuan harus cari tau tentang Pho Song Lin.
Dia cerita soal siluman lagi.
Bikin kaget anakku.
Tuan harus beri kami keadilan.
Baik...
Yen Fei.
Tuan Chen. / Sini kuberi tugas.
Yang menakuti anak-anak...
segera bawa ke pengadilan.
Lalu soal kasus pencurian barang berharga?
Kalian cepat pergi cari dia.
Besok pagi-pagi ikut kami pergi.
โช
Gunakan tenaga sedikit saja.
2 siluman pemalas, dihukum berdiri.
Ayo waktunya makan.
Kenapa tak tanggung jawab begitu? / Aku tahu, tenang saja.
Aku ke sini mau beri keadilan buat kalian.
Kamu harus serius urus masalah ini.
Kau kira kami tak bertanggung jawab, begitu?
Kenapa kau tak berguna begini? Cepat bangun.
Minggir, jangan halangi!
Dasar tak berguna. / Apa bagusnya ayam dilihat? / Jalan.
Ayo ke atas. / Kita pergi saja dari sini.
Dasar tak berguna. / Tunggu aku.
Kalian ini berempat, mengapa kurang satu?
Mana siluman Babi? / Tak tahu kemana.
Benar, ya disini rumahnya.
Pho Sung Ling.
Kau Pho Sung Ling 'kan?
Itu dia yang cerita menakut-nakuti kami.
Benar.
Kau ya?
Pho Sung Ling, ya.
Dasar kau ini Pho Sung Ling. Lihat anakku kaget kayak begini.
Sebenarnya apa sih niatmu? Ayo jawab! / Ya jelaskan!
Akan kujelaskan pada kalian.
Siluman Pelupa, sini sambut tamunya.
Terima kasih ibu-ibu dan adik-adik.
Khusus datang ke sini, ini karya terbaruku.
Tidak mahal kok. Per buku harganya 5 sen.
Terima kasih. / Baik. / Terima kasih.
Akhirnya ketemu. Pencuri toko perhiasan.
Malah ada di sini.
Ini uangnya.
Terima kasih.
Ini juga uang dariku. / Kau kebanyakan ngasihnya.
Ini, kebanyakan.
Ini uangku. / Ini.
Ini juga kebanyakan, terima kasih.
Ibu-ibu, terima kasih semuanya.
Buku karya terbaruku.
Jadi aku tak perlu antar lagi.
Kalian pulanglah dan baca bukunya. Tak perlu khawatir.
Maaf mengganggu. / Tak apa.
Maaf mengganggu. / Tak apa.
Sekalian bantu aku mempromosikannya.
Pulang dulu. / Baiklah.
Sudah, tak perlu diantar. / Ayo nak.
Ayo pulang. / Ayo. / Terima kasih.
Terima kasih adik-adik.
Kita pulang. / Kenapa semuanya pergi?
Kalian tidak...
Minta keadilan 'kan? / Kau ini siapa?
Kamu Pho Song Ling? / Ya, kau?
Aku polisi disini.
Petugas Distrik Cin Hwa.
Apa yang kau tertawakan?
Baru kali ini kulihat polisi begitu lusuh.
Jangan tertawa.
Gelang emas ini, kenapa ada disini?
Itu perak.
Ini milik toko perhiasan.
Kau yang mencurinya ya?
Wang You.
Cien Shou.
Dia juga tak memakai benda itu.
Masih juga meninggalkan bulu bau dan kotor.
Pasti dia. / Tak usah pura-pura lagi.
Ayo ikut aku ke markas.
Ayo duduklah, kita makan dulu.
Setelah kenyang, nanti aku ikut kau ke markas, mari...
Makan? / Mari makan kuenya. / Masih urus makan...
Sini tanganmu!
Masih mikirin makanan saja. Kau kira enak apa.
Salah tariknya.
Yang itu. / Terima kasih.
Jangan banyak omong, ayo jalan! / Anak muda.
Anak muda.
Nyalimu besar juga.
Kuberitahu ya, bukan aku yang mencuri.
Tapi aku tahu pelakunya.
Sebentar, aku bereskan barang dulu.
Kau tangkap orang itu. Aku tangkap siluman. / Hei.
Kenapa kau ikat aku? / 2 ekor kelinci kecil.
Tuan mau memberimu kue. Aku akan memberimu...
kentutku.
Tempat apa ini? Kenapa aku terbang begini?
Apaan ini? / Anak muda.
Jangan berdiri, jangan berdiri.
Duduk yang tenang.
Baik...
Kau, tua bangka aneh.
Mau kau bawa ke mana aku? / Bukankah kau mau menangkap pencuri perhiasan?
Tangkap pencuri, lantas bagaimana?
Pada saat kau menangkap orang, aku menangkap siluman.
Tangkap orang, tangkap siluman, apaan?
Tolong bicara yang jelas.
Tenanglah, jangan tegang. / Sudah sampai Distrik Jin Hua.
Siapa tadi yang bicara?
Apa lihat-lihat?
Cien Shou, coba goyang, bangunkan anak itu.
Bangun, bangun.
Ayo cepetan.
Jangan goyang-goyang.
Ya begitu. / Cerewet sekali.
Hei.
Mana pencuri perhiasannya?
Anak muda. Jangan marah-marah begitu. Lihat, kau mimisan.
Gara-gara makhluk anehmu itu. / Minggir.
Dimana? / Minggir.
Di sana.
Sekarang kau kuantar tangkap pencurinya.
Bukankah kita mau menangkap pencuri?
Kenapa kita ini yang kayak pencuri? Orangnya...
Itu, kau lihat ke atas.
Kantong... bergerak sendiri.
Jangan berisik.
Buku Yin Yang.
Apa yang akan kau lakukan? / Kubantu kau membuka langit.
Maka kau baru bisa lihat siluman.
Ah.
Jangan takut.
Sekarang kau bisa melihat.
Baik.
Tinggi 4 Chi, tubuh gemuk.
Tebakanku tak salah.
Dia pencurinya. / Benar.
Ayo kejar.
Kau tangkap pencurinya, aku tangkap silumannya.
Cepat.
Lu Mei.
Aku sangat merindukanmu, sayang. Saat aku pergi
mengapa kau sedih?
Mau bawa orang yang kau sayangi?
Bayar uang muka dulu.
Nih ambil.
Tak mengagetkanmu 'kan? / Agak.
Ini hanya sebagian.
Di rumah masih banyak, kau ambil dulu.
Berani mempermainkanku ya?
Babi kecil.
Kukasih tahu ya, ini masih kurang.
Jangan harap kau bisa membawa Keledai kami.
Ayah mertua.
Ayah mertua.
Tolong mengertilah.
Malam ini aku dan Lumei tak bisa keluar dari kota Jin Hua ini.
Pho Sung Ling nanti memasukkan aku lagi ke dalam botol.
Lalu dimasukkan ke dalam buku itu. / Apa urusanku?
Jika aku dimasukkan ke sana
bisa hancur berkeping-keping, habislah sudah.
Sayangku.
Sayang.
Tanpa aku, nanti kau bagaimana?
Dan lagi
meski aku masuk ke dalam buku itu
aku akan jadi abu yang akan menjeratmu.
Tak akan biarkan kau seharian hidup tenang. Kau... / Uang itu, tak usah kau pikirkan.
Kau tangkap pencurinya, aku tangkap silumannya.
Buku Yin Yang.
Jangan, jangan. / Tangkap.
Jangan!
Siapa peduli kita lelah atau tidak.
Kalian lelah tidak? / Lelah. / Ya lelah.
Apa, kalian berdua lelah?
Apanya yang lelah?
Berhenti, jangan kabur. / Mana?
Jalan... / Di sini.
Jangan kabur.
Berhenti!
Sedang apa kalian? / Hari ini menangkap 1 pencuri.
Tentu aku, Liu Quan Chen. Pemimpin yang menangkap.
Ayo kita kembali ke markas.
Tuan Chen.
Aku bagaimana?
Kau siapa? / Aku Yen Fei.
Yen Fei, kalian lihat.
Corengannya bagus sekali, sana pergi. / Pencuri itu...
aku yang menangkapnya.
Yen Fei,
kukasih tahu ya. Sudah kuberi kau kesempatan berkali-kali.
Tapi tak kau manfaatkan dengan baik. Besok kau bawa pedang kayumu itu...
keluar dari markas.
Ayo kita pergi.
Tuan Chen, ini pencuri pertama yang kutangkap.
Tuan Chen. / Ayo.
Pedang kayu, memangnya kenapa?
Setidaknya ada senjata di waktu yang tepat.
Markas tak membolehkanku tinggal.
Aku ada tempat lain untuk tinggal.
Tak bisa.
Aku harus jadi kuat.
Aku harus jadi kuat.
Aku harus jadi kuat!
Malam-malam teriak-teriak, apa-apan kau ini?
Bikin orang tak bisa tidur saja. Dasar gila.
Maaf bibi.
Nona, ya disini tempatnya.
Tempat ini cukup seram juga.
Nona, kita kembali saja.
Kudengar, kau punya cermin.
Orang yang bercermin di malam hari, akan jadi cantik.
Ya.
Kau mau coba?
Ehm, berapapun tak masalah.
Sungguh cantik.
Pejamkan matamu.
Nona.
Nona.
Ada siluman!
Dengan kekuatan langit!
Siluman... tunduk padaku!
Yen Chi Sia ada dimana-mana.
Siao Cing, lepaskan dia.
Kau tadi bilang apa? Aku tak begitu jelas mendengarnya.
Kubilang lepaskan dia.
Baik.
Dia kulepaskan, aku akan tangkap orang lain lagi. / Jangan pura-pura tak tahu.
Pura-pura apanya?
Aku ini siluman,
tak makan roh manusia.
Nanti bisa tua,
akan mati.
Kau tak bisa berpura-pura.
Aku akan membantumu.
[mantra]
Segera bertindak!
Ini tak berguna. Formasi!
Bunuh saja aku. Kau berhutang nyawa padaku.
Bunuh saja aku, kau tak punya hutang lagi.
Aku hanya menginginkan pil siluman.
Jangan sampai aku bertemu dirimu lagi.
Kita sudah tak ada hubungan lagi.
Yin Xiao Cing!
Xiao Cing!
Yin Xiao Cing!
Siluman Babi ini...
kau kira aku masih tidur?
Aku pura-pura tidur. Mau lari ya?
Kenapa?
Mati?
Tak mati. Aku dewa tak bis mati.
Kau masih anggap dirimu dewa besar. / Dewa kecil...
Kau tahu bagaimana aku menghukummu?
Aku akan berubah...
Sifatmu memang Babi,
tak bisa berubah. / Mau kupijat?
Pijat? Pijat, aku tertarik.
Bagaimana memijatnya? / Aku baru belajar memijat.
Rasanya sangat nyaman.
Kau harus mencobanya. / Kalau kau bohong,
akan kusegel kau ke dalam buku Yin. Tak bisa bereinkarnasi selamanya, mengerti?
Keluar.
Sini. / Pusing sekali.
Tuan.
Akan aku pijatkan.
Punggung. / Nyaman?
Baik...
Tuan, tangan Babi memang begini.
Sini.
Aku kaget saja.
Tuan, kau masih bisa menjahit. / Ya.
Banyak hal, banyak cerita.
Kau tak tahu.
Kau tak dijaga dengan baik.
Berkeliaran di jalanan. Pacaran sama keledai?
Tuan, kami ini cinta sejati.
Sini.
Nanti kau bisa pergi kemana saja, kau tahu.
Mau coba melepaskannya?
Adik Li...
Di tempat terpencil begini
memang ada siapa? Sini...
Kamu dihukum agar kau sadar atas kesalahanmu.
Semua barang-barang ini
simpanlah baik-baik. Nih pegang.
Jangan keluar kalau aku tak memanggilmu.
Baiklah.
broth3rmax
Mengapa kau ke rumahku?
Malam-malam begini, nafasmu ngos-ngosan, ada apa?
Kamu... mau apa?
Bicaralah.
Guru, mohon terimalah hormatku.
Aku tak bisa... / Hormat pertama.
Hormat kedua.
Tak bisa... anak muda. Jangan beri hormat lagi.
Berdirilah.
Aku tak bisa menerimamu sebagai murid. / Kau harus menerimaku.
Buat apa?
Aku ingin jadi kuat. / Buat apa? Kau bisa jadi tembok begitu?
Bukan tembok begitu, aku ingin jadi kuat.
Olahraga saja biar kuat.
Kubantu kau masak makanan.
Sudah ada yang membantuku masak.
Berdiri saja, diam. Jangan bergerak! / Baik...
Berdiri saja di situ.
Guru, biar aku yang bersihkan.
Anak muda.
Silahkan bawa pergi barang-barang konyolmu itu.
Baik.
Semua ini karena kecerobohanku. Untung saja adik bertindak tepat waktu.
Sungguh segar.
Gadis umur 16 tahun
benar-benar makin sedikit saja.
Rohnya pasti enak dimakan.
Makan sekarang?
Adik,
pria seperti itu...
lupakan saja.
Manusia mengosongkan satu hati.
Lebih baik aku
satu siluman yang tak punya hati.
Kakak, tak perlulah banyak bicara.
Lebih baik,
kakak bantu kamu membunuh pria itu.
Tak usah ikut campur.
Nanti aku pergi ke Distrik Jin Hua
membeli arak untuk menemani suasana hatiku.
Jangan takut, ada kak Quan Chen.
Tuan, hati-hati. / Semua jagan takut, ada aku.
Ada orang? / Jangan takut.
Pho-pho!
Pho-pho. / Liu Quan Chen.
Siapa pemilik toko ini?
Dimana? / Dengar,
pastinya tak disini. / Omong kosong.
Bagaimana putriku? / Nyonya jangan khawatir.
Liu Quan Chen, cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi?
Nampak sekitar sini tak ada perkelahian.
Apa nona Chu Pho
kawin lari? / Apa?
Tuan...
Tuan?
Tuan besar. / Istriku.
Barusan aku kenapa? / Kau pingsan.
Di saat begini bagaimana aku bisa pingsan?
Tadi dia bilang sampai mana? / Kawin lari.
Sembarangan kau ngomong!
Bagaimana mungkin putriku kawin lari. / Ya.
Hei, atau mungkin
belakangan ini sering terjadi penculikan wanita cantik.
Penculikan wanita cantik?
Tuan... / Kenapa pingsan lagi?
Istriku, ada apa lagi?
Kamu pingsan lagi.
Kenapa aku bis apingsan lagi? / Ya. / Sampai mana tadi?
Penculik wanita cantik. / Menculik siapa?
Culik aku. / Maka aku bisa tenang.
Putri kita! / Omong kosong!
Mana ada penculik wanita cantik?
Liu Quan Chen, kuperintahkan kau
cepat cari pemilik toko ini.
Selesaikan kasus ini.
Jika tidak, akan kutanya semua keluargamu.
Tuan, tenang saja.
Kau juga tahu kemampuanku.
Di markas kami, semua kasus diurus.
Sekarang aku akan... / Tuan.
Tuan besar sudah pergi.
Ayo kita pergi.
Wangi sekali. / Banyak sekali sayurnya.
Kalian berempat berkumpul lengkap.
Kau mengapa tak makan?
Cepat makan. / Tuan saja duluan makan.
Enak.
Siapa yang memasak?
Guru. / Kenapa kau belum pergi?
Guru, khusus hari ini aku...
Jangan panggil aku guru, kau belum kuterima jadi murid.
Kan aku sudah hormat. / Kau hanya hormat separoh.
Kalau begitu kupanggil saja separoh. Gu--
Bagaimana, cocok dengan seleramu?
Sayuran ini kau yang masak? / Ya.
Semua sayuran aku yang masak. / Bagus.
Ayamnya dari mana?
Ayam di bawah, siluman Babi yang menyembunyikan perhiasan curian.
Ya ampun, itu ayam besar dan gemuk.
Khusus untuk dipotong. / Kau bilang apa?
Lagi ngomongin ayam.
Aku tanya, ayam ini dari mana?
Ayam dari kandang ayamlah.
Itu Xiao Huang-ku.
Gu--, kau bilang apa? / Xiao Huang.
Ayam itu punya nama ya? / Kenapa tidak, kau juga punya nama?
Gu--
Kau jangan kemana-mana.
Aku mau tenangkan diri sebentar.
Kau sih, bikin masalah.
Tuan tidak makan, kita makan saja.
Ada ayam, ya dimakan.
Jangan halangi aku, aku juga mau makan.
Kau ini siapa? Siapa bocah ini? Kenapa dia bisa lihat aku?
Tuan sudah membuka mata langitnya.
Aku Pao Da Ting, kau siapa?
Apaan?
Hari ini di Distrik Jin Hua terjadi hal besar.
Hal besar apa? / Nona Chu,
yang di toko cermin menghilang.
Satu lagi wanita hilang.
Lagi-lagi hilang satu.
Ini kasus besar.
Tolong kalian jangan ribut lagi. Sekarang aku lagi menyembahyangi ayamku.
Doakan mereka.
Tuan, di Distrik Jin Hua...
Jangan bicara padaku. / Gu--
putrinya Kepala Distrik menghilang.
Di Distrik Jin Hua ada kasus besar.
Xiao Huang, Xiao Huang... / Aku akan kembalikan.
Beli 10 ayam.
Sebenarnya kau orangnya sangat setia kawan.
Bereskan dulu. Kita pergi ke Distrik Jin Hua menolong Nona Ci.
Yang benar Nona Chu.
Gu--
Semua siluman itu asalnya dari mana?
Ya ampun. / Gu--, siluman itu...
Dulu penamu... / Apaan sih?
Buku Yin Yang itu... Apa, dari mana?
Dari memungut.
Dari mana memungutnya? / Di sana memungutnya.
Silahkan lihat-lihat, suka?
Gu--, buku Yin Yang itu... siapa saja yang bisa pakai?
Mau belajar mantranya? / Mantra?
Gu--, menurutmu siluman itu...
tampangnya seperti apa?
Apa sangat galak? Nanti kalau ketemu mereka
ditakuti begini saja. / Disini
penuh dengan siluman.
Gu-- / Kau kira semua siluman begini?
Sebenarnya, ya begini.
Tangkap siluman.
Bayar dia. / 10 sen.
1 senpun tak punya.
Tersegel. / Disegel... pulang saja.
Kau mau apa?
Aku punya ide. / Ide apa?
Sudah buka. / Ide bagus.
Hawa siluman disini sangat kuat.
Hawa siluman?
Kenapa aku tak mencium aroma apa-apa?
Hidungnya Babi baru bisa menciumnya.
Benarkah?
Siluman Babi. / Ya.
Kapan kau datangnya?
Aku mau datang, yang datang saja. Mau pergi, ya pergi saja.
Tak perlu kau urus. / Hati-hati dong.
Ini Tempat Kejadian Perkara.
Manusia.
Siapa?
Hei...
Wanita cantik.
Kau, muka babi.
Jangan merusak TKP ini. / Nona muda.
Kau bilang apa?
Sudah ketemu!
Tertulis huruf Chu. / Mungkin ini syal milik nona Chu.
Sini.
Berikan padaku.
Wang You, kau jangan main-main.
Itu barang bukti, sini berikan.
Nona Chu.
Terbang pergi.
Gu--, ayo cepat kita cari.
Masalah penyidikan yang kabur.
Tentu saja kau yang pergi.
Gu--, lalu bagaimana caraku pergi?
Dia akan membawamu pergi.
Dia? / Aku lihat-lihat dulu sekitar.
Gu--, aku...
Wanita cantik satu. / Silahkan masuk.
Bos.
Disini arak apa yang enak?
Kami punya banyak arak enak.
Ada Tu Su, Chui Lu Bai, dan Hua Tiao.
Atau berikan aku Hua Tiao saja.
Baik.
Satu kendi Hua Tiao.
Ya sebentar.
Sungguh bagus cerminnya.
Sayang sendirian menikmatinya.
Rindu sama kekasih.
Kau wanita muda yang cantik. Susah nyarinya sampai penjuru dunia.
Sudah bicaranya, mari.
Nona, sering-sering kemari ya. / Terima kasih, bos.
Bos, satu kendi arak.
Baik.
Disini mana ada wanita cantik seperti itu? / Kau juga tak kenal.
Kukira kau kenal. / Tuan, hati-hati di jalan.
Cepat katakan, dimana Xiao Cing?
Aku tak akan membunuhmu.
Kau urus saja dirimu,
buat apa menjerat adikku?
Xiao Cing tak harus menjadi siluman.
Siluman memang kenapa?
Apa jeleknya
jadi siluman?
Biar kutanggung sendiri kutukanku.
Akan kuwujudkan.
Jurus...
Xiao Cing,
kakak akan membantumu menyelesaikan jodoh dunia.
Bodoh! Apa pria ini pantas membuatmu jadi begini?
Dia tak dibunuh, bagaimana kau jadi siluman dengan tenang?
Xiao Cing...
Tuan, siluman di sana.
Tangkap!
Cien Shou.
Siluman Cermin.
Hei, separoh badanku...
Aduh! Apa yang nabrak bokongku?
Separoh badanku, kenapa di luar?
Tarik kakiku...
kutendang kau!
Buku Yin Yang-ku ada di separoh badanku.
Cepat kembali!
Kaki bodoh, kembali!
Separoh badanku, jangan berlarian sembarangan!
Aku harus cari cara bisa keluar, biar bisa ambil buku Yin Yang.
Aku tak menyuruhmu menendangku!
Aku pusing...
Kutangkap kau!
Aduh! Kepalaku.
Jangan kabur!
Aduh! Buku Yin Yang-ku.
Cepat kemari!
Tunggu aku ambil buku Yin Yang dulu, kuhabisi kau nanti.
Kaki, kembali!
Langit bumi kejam, jalan harus besar. Tangkap!
broth3rmax
Xiao Cing.
Kau sudah sadar.
Nama saya, Yen Ce Sia.
Terima kasih Tuan telah menolong saya.
Kau ini terluka parah.
Kurasa kau harus istirahat bermalam disini. / Saya tak akan mengganggu, permisi.
Terima kasih, Tuan. Permisi.
Kau ini...
kenapa tak nurut?
Gu--.
Sudah kutemukan. Siluman besar! / Pelan-pelan bicaranya.
Di kuil Lan Luo.
Ada... satu...
Siluman wanita. / Ya benar.
Dia di depan... / Sebuah cermin.
Ya benar.
Sedang berdandan. / Ya benar.
Lalu tangannya...
masuk ke dalam...
Dalam cermin. / Ya benar.
Lalu cermin itu pecah.
Wanita itu sekarang bagaimana?
Aku tak tahu.
Kau siapa? / Dia Yen Ce Sia.
Tak apa, teruskan bicaranya.
Cermin itu pecah.
Membuatku kaget, lalu aku buru-buru balik memberitahumu.
Kita mulai saja kerja menangkap siluman.
Benar, harus segera berangkat.
Air... / Tuan.
Tuan,
boleh aku ikut?
Kuharap bisa membantu tuan pendekar.
Lukamu... / Lukaku tak masalah.
Menangkap siluman lebih penting.
Berangkatlah.
Yen Ce Sia.
Ting Cai Cen, kau bawa mereka untuk membunuhku.
Dengarkan aku, masih belum terlambat bagimu untuk menjadi manusia.
Manusia ataupun siluman, apakah itu penting?
Kalian saling kenal?
Kau telah membunuh kakakku.
Dia adalah siluman Cermin. Dia kakakmu ya?
Akan kuantar kau menemui dia.
Serahkan nyawamu!
Siao Cing!
Tuan, jangan! / Awas!
Biar aku buang angin dulu, bau sekali.
Tuan
kumohon, bantu aku mengeluarkan obat siluman dalam diri Siao Cing.
Aku hanya bisa menangkap siluman, tak bisa mengambil obat siluman.
Dimana?
Kau memiliki Yin Yang! Kau pasti bisa melakukannya.
Tunggu, aku pikir-pikir dulu. / Aku mohon!
Aku pikir-pikir...
Ini...
Tuan!
Tuan... jangan lukai dia. / Lepaskan!
Siao Cing!
Siao Cing... pergi!
Cepat pergi!
Cepat pergi!
Lepaskan aku!
Tuan, maafkan aku.
Lepaskan aku!
Maafkan aku dulu, baru anda kulepaskan. / Lepaskan aku!
Maafkan aku dulu.
Ya.
Terima kasih, tuan.
Lepaskan aku.
Jangan potong bagian yang itu.
Tuan, anda tak apa-apa? / Tadi kau dengar tidak aku bicara apa?
Tuan, aku tak jelas mendengarnya.
Kubilang jangan dipotong sebagian saja.
Sekarang aku jelas mendengarnya.
Tuan. / Jangan sentuh aku!
Bantu aku berdiri.
Tarik aku.
Minggir...
Cepat tolong mereka, lepaskan ini.
Tuan, anda lihat. Bukan hanya Nona Chu saja.
Gadis yang menghilang akhir-akhir ini, semuanya dikurung dalam tembok itu.
Jangan bicara aneh-aneh. Kamu ini bicara ngawur apa?
Tuan, jangan dengarkan dia.
3 pengawal! / Siap!
Bawa dia. Jangan masukkan dalam penjara. Langsung bawa ke klinik, dia gila.
Diam! / Kamu yang diam!
Istriku, kamu bisa merasakannya?
Aku merasa putriku sedang memanggil ayah.
Hatiku sungguh sangat sedih.
Kalian tak perlu khawatir. Jika kita bisa menghabisi siluman itu
pasti bisa menyelamatkan Nona Chu.
Kau ini omong kosong apa lagi?
Tuan, di dunia ini, menurutku tak ada siluman.
Kusuruh kau diam, kau tak dengar ya?
Apa kau bisa menangkap siluman itu? / Guruku bisa.
Baik, mulai sekarang, kau jadi petugas.
Bagaimana denganku?
Siapapun yang bisa menyelamatkan putriku, akan kujodohkan dia dengannya.
Sejak Cai Ce kembali, dia tak berbicara.
Dia yang mengetahui kisahnya. / Kisah apa?
Apa yang harus dilakukan?
Ini bisa menghapus ingatan, juga bisa mengembalikan ingatan.
Mari kita lihat sama-sama.
Aku pernah menjadi siluman Ular.
Hanya bisa hidup dalam kegelapan. Suatu hari, aku bertemu Siao Cing.
Dia melihat ke atas, mengambili bunga-bunga yang berjatuhan.
Bayangannya, kebetulan menyatu dengan pohon.
Aku menyelinap dalam bayangannya, berubah menjadi manusia.
Kuberitahu dia, namaku Cai Ce, siluman.
Dia tak takut, malah tersenyum. Sejak hari itu,
aku selalu sembunyi dalam bayangan Siao Cing. Tak ada terang dan gelap.
Suatu hari, kubilang padanya, aku juga ingin seperti dia, keluar dari bayangan.
Dia bilang, kupinjamkan bayanganku padamu.
Aku menggunakan obat siluman ditukar dengan bayangannya.
Aku menikmati cahaya, tak sadar telah melakukan kesalahan besar.
Perampok menyerang kuil Lan Luo. Siao Cing membunuh para perampok.
Darah segar tercampur dengan obat siluman.
Siao Cing berubah menjadi roh iblis.
Aku... aku telah mencelakainya.
Aku mengganti nama menjadi Ce Sia, berusaha mengambil kembali obat siluman.
Semoga suatu hari nanti, bisa mengambil kembali obat siluman itu.
Kumohon, tuan
bantu aku mengambil kembali obat siluman itu. Lalu aku akan pergi.
Siau Cing akan kembali menjadi manusia.
Semua telah terjadi. Perpisahan memang menyedihkan.
Mohon tuan bantu aku cari cara untuk menyelamatkan Siau Cing.
Kumohon padamu. / Gu--, bantulah dia.
Gu--.
Dia balas dendam atas kematian kakaknya. Dia pasti mencariku.
Jika dia ingin pulih, dia harus mengambil roh gadis berumur 16 tahun.
Yen Fei! Kamu adalah petugas, ada gunanya.
Siap!
Letakkan saja senjatanya.
Tuan, Siau Cing apa benar bisa datang?
Tenang, lakukan saja sesuai rencanaku. Nanti Siau Cing juga datang.
Akan kusuruh Yen Fei memanggilmu. Lalu kamu yang ambil obatnya.
Terima kasih, tuan.
Cai Ce, kamu disini, jangan kemana-mana.
Nona, anda... siapa ya?
Bos, akhirnya kamu datang juga.
Kenapa kalian bertiga diam saja? Ayo bantu Bos.
Bos, sudah lama kutunggu. Hari ini, kusediakan wanita tercantik.
Kalian bertiga layani tamu. Jangan ngikut saja.
Hari ini ada pertunjukan tarian.
Berkat bantuan pejabat setempat, tempat gudang ini dijadikan tempat hiburan.
Hari ini, kukumpulkan semua gadis di tempat ini.
Nanti saat Siau Cing muncul, kau harus lindungi keselamatan para gadis itu.
Hei, berhenti!
Kenapa kau ini? Mengapa begitu sikapnya terhadap tamu?
Kamu ini... / Aku adalah kepala petugas polisi dan kamu cuma petugas biasa...
Tak ada apa-apa, lanjutkan makannya...
Siau Ching!
Siau Ching!
Siau Ching!
Siau Ching!
Siau Ching...!
Siau Ching...
Kenapa?
Kalian ingin aku masuk ke dalam sana?
Berikan obat siluman itu padaku.
Akan kukembalikan bayanganmu. Mulai sekarang, kau jadi dirimu, aku jadi diriku.
Kamu sudah jadi manusia. Aku sudah berikan bayanganku padamu.
Sekarang aku bersedia menjadi siluman. Lalu kau menginginkan obatmu?
Aku telah melakukan kesalahan.
Cai Cen, kapan aku keberatan kau menjadi siluman?
Apa aku pernah menyesal menjadi siluman demi dirimu?
Siau Ching... / Sekarang obat siluman itu milikku.
Sudah tak ada hubungannya denganmu. Ingat yang kau katakan.
Mulai sekarang, kau menjadi dirimu, aku menjadi diriku.
Dengarkan aku.
Obat siluman iblis tak bisa kukembalikan padamu.
Penderitaan ini, biar aku yang menanggungnya.
Cai Cen, jadilah orang baik-baik.
Ayo minum. / Tarian mereka bagus sekali ya.
Giliranmu tampil.
Hei...
Apa kau tak lihat? / Lihat apa?
Dia itu Siau Ching.
Dia itu siluman! Semuanya cepat pergi! Cepat pergi! Cepat...
Cepat pergi!
Berani sekali kau siluman! / Dasar siluman busuk!
Tak usah menyamar lagi. Cepat cari Cai Cen!
Kalian...
Kalian... sudah kerasukan!
Mana pena-nya?
Kekuatan Yin dan Yang!
Berhenti!
Gu-- / Dimana Cai Cen?
Cai Cen menghilang. Dia tak ada di sana.
Apa?
Cien Sou, siluman Babi, Wang Yu, Phi-phi! Cepat cari Cai Cen dan bawa ke sini!
Siau Ching! Jika kau terus begini, tubuhmu tak akan bisa bertahan lama!
Tutup mulutmu!
Bebaskan!
Cepat pergi!
Tuan sudah gila ya? daerah sini sangat luas, harus kucari kemana Cai Cen?
Sudah jangan ribut!
Disana!
Kenapa kau disini? Tuan dan Siau Ching sedang bertarung!
Gu--, apa yang akan kau lakukan?
Menghabisi dia! / Bayangan belum datang, kita sudah janji pada Cai Cen
tak boleh menghabisi Siau Ching.
Lari!
Gu-- / Lepaskan!
Siau Ching! Aku tahu kau bisa mendengarnya.
Kembalilah ke wujud aslimu. Kembalikan obat siluman pada Cai Cen!
Pergilah!
Siau Ching!
Kita sudah keluar! / Dimana ini? / Kita sudah bisa pulang.
Ayo...
Siau Ching!
Siau Ching!
Siau Ching!
Dimana Siau Ching!? Siau Ching!
Jangan kecewakan Siau Ching. Kau jadilah orang yang baik.
Kau sudah berjanji! Habisi saja aku!
Ini bukan salah Gu-- / Tak perlu begitu.
Siau Ching sudah kerasukan iblis, Wang Yu!
Kamu dipanggil.
Kau adalah Cai Cen, seorang pelajar. Ikut ujian negara lewat tempat ini.
Tn. Sie Chen sedang menunggumu.
Tunggu.
Kelak nanti, kau akan ikut ujian. Punya istri dan anak. jadilah orang baik-baik.
Ada apa ini?
Kami juga baru datang. / Apa yang terjadi?
Maaf, siapa anda?
Mari berkenalan. / Ya, kita belum saling kenal.
Permisi.
Selamat. / Selamat apa?
Sudah memecahkan kasus. Kamu bisa naik jabatan.
Siluman besar telah tertangkap. Mari rayakan bersama. Benar, sudah ditangkap.
Tn. Chu, mulai hari ini, kamu adalah kepala petugas.
Melindungi keselamatan warga, kuserahkan padamu. Tugas ini tak mudah.
Ya, tuan.
Dia ini... / Dia adalah Pho Song Lin, gu--ku.
Gu--ku? / Anu... Masih belum secara resmi.
Oh.
Putriku, cepat berterima kasihlah pada penolongmu.
Terima kasih pahlawan Yen atas pertolonganmu.
Silahkan masuk ke dalam...
Kamu kembali dan mengembalikan ingatannya lagi, iya 'kan?
Tak tega memisahkan sepasang kekasih ini?
Wang Liu juga ingin punya kekasih.
Nanti kembali, aku harus memberitahu tuan...
"Semua ini penuh dengan cahaya."
"Saat jodoh menyatukan mereka"
"Hidup ini tak ada penyesalan dan kesalahan."
"Bila ada jodoh, akan bersatu kembali."
Tuan, ini puisi yang bagus... / Tulisan yang bagus.
Tuan, silahkan.
Mari bersulang.
Tuan benar-benar hebat.
Penderitaan ini, biar aku yang menanggungnya.
Cai Cen, jadilah orang baik-baik.
Siapa?
Yen Chi Sia... bukan, Cai Cen.
Bukankah kau pergi ujian?
Kekuatan sihir.
Kitab Yin dan Yang. Bersatu.
Semua formasi muncul. Pintu Ying, buka!
Cepatlah. / Cepat jalan.
Sebenarnya mau apa? / Tuan terjebak di dalam.
Jimat kutukan. Kami tak berani menyentuhnya.
Gu--! / Hanya kamu yang bisa menyelamatkannya!
Siau Ching!
Saatnya telah tiba!
Siau Ching!
Siau Ching...!
Cai Cen!
Cai Cen!
Cai Cen, kenapa kau ke sini?
Aku pasti akan datang.
Kamu pergilah.
Pergi!
Kamu tak akan bisa mengusirku.
Kamu pergilah... pergi!
Siau Ching.
Kau membuatku menjadi manusia. Bagus bisa menjadi manusia.
Aku hidup sangat gembira.
Tapi mulai sekarang, kembali menjadi siluman.
Manusia kembali menjadi manusia.
Waktunya telah tiba!
Kau... tolong lepaskan.
Siau Ching, lepaskan. / Tidak!
Lepaskan! / Tidak!
Cai Cen!
Cai Cen!
Cai Cen...!
Cai Cen!
Cai Cen di sana!
Cai Cen, nyalimu besar juga!
Berani mencuri kitab Ying dan Yang-ku!
Semua itu adalah siluman-siluman yang kutangkap, semua telah melarikan diri!
Matanya menjadi merah!
Jika tak mengembalikannya padaku, aku tak akan mengampunimu!
Obat siluman iblis ditambah kekuatan Ying dan Yang sangat menakutkan!
Dimana tuan? Pada kemana mereka?
Jangan lepas ya?
Kalau tidak, aku bisa terapung.
Tuan! Ular di belakang itu menjadi 2!
Tolong...!
Jangan terus begini... nanti aku akan buang angin, gara-gara kamu!
Cepat ke sini!
Astaga! Ular ini lebih besar!
Terbang ke arah sana!
Gu--, apa itu? / Pintu iblis.
Pintu iblis? Apa itu?
Siluman-siluman yang ditangkap, akan melewati pintu itu dan menghilang.
Jadi, bukankah kita sama saja mengantarkan nyawa?
Kupukul kau!
Tuan, tangkap!
Tuan... cepat ke sana! Disini bisa gunakan ilmu sihir.
Senjata!
Cai Cen!
Siau Ching...!
Siau Ching!
Siau Ching!
Siau Ching, ulurkan tanganmu.
Cai Cen, sampai disini saja. Kita sampai disini saja.
Ini yang terbaik bagi kita. Asalkan bisa bersamamu, walau harus menderita.
Walau menjadi abu, selamanya terapung di dunia Ying dan Yang...
aku juga rela.
Apakah kamu rela?
Tidak...!
Akhirnya mereka bersama.
"Ular kecil Cing Lin, berbaik hati dan berbuat baik."
"Jodoh membuat bersatu kembali."
Gu--, lihatlah.
Gu--
Aneh. / Yen Fei!
Gu--!
Berdirilah, murid.
Kau sudah berlutut yang ketiga kali.
Matikan api, dan lepaskan burung kecil.
Ayolah!
Ya, Guru.
Guru, semalam kau menulis, kisah Siau Ching 'kan?
Bagaimana sebenarnya kisah akhirnya?
"Tentu bila jodoh pasti bersatu kembali."
Guru, kita pergi tangkap kembali siluman-siluman itu. Bagaimana?
broth3rmax, 7 Maret 2019
no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 7 Maret 2019
folow instagram @broth3rmax
facebook.com/broth3rmax
BENGKEL ART | melayani : SENI STYROFOAM BRANDING/MURAL DINDING | STYROFOAM-DECORATION | PAINTING
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.