Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
KOMEDI SPESIAL NETFLIX ORIGINAL
Mari kita sambut Leslie Jones!
Ya!
Ya!
Ya!
Apa kabar, DC?
Astaga! Itu keren sekali!
Setiap kali aku keluar
dan sekelompok orang kulit putih meneriakiku, aku kewalahan.
Aku merasa berhasil!
Maksudku, aku dikenal orang kulit putih, kalian paham maksudku?
Kalian juga akan gila saat bertemu denganku.
Hilang akal!
"Astaga!
Leslie Jones!"
Aku berkata, "Hei, ini di Starbucks. Kau harus tenangkan dirimu.
Tenanglah."
Orang kulit hitam tak bereaksi begitu kepadaku.
Orang kulit hitam pikir mereka terkenal di benak mereka.
Mereka pikir, "Albumku akan dirilis pekan depan.
Kau mau swafoto ini?
Aku juga terkenal, Jalang."
Aku suka semua itu.
Usiaku 52 tahun akhir pekan ini. Ya!
Benar sekali!
Kalian tahu aku tak peduli. Kupakai penopang lutut di luar.
Aku tak peduli.
Aku tak peduli.
Kalian pikir akan kurusak sisa meniskusku untuk kalian para bedebah?
Ini kedewasaan. Itulah ini.
Inilah kedewasaan.
Biar kuberi tahu sesuatu. Aku mencintai hidupku sekarang.
Aku suka.
Aku selalu bergembira dan menjadi orang yang menyenangkan.
Namun, tahu yang kulihat tak bergembira akhir-akhir ini?
Orang-orang berusia 20-an tahun.
Ya, orang-orang 20-an tahun, kalian payah.
Kalian orang berusia 20-an tahun terburuk dalam sejarah orang berusia 20-an tahun.
Ketahuilah. Bangsa ini bergantung pada orang-orang berusia 20-an tahun.
Jika kita alami hal buruk... Itu selalu terjadi.
Bangsa ini selalu alami hal buruk.
Jika melihat orang 20-an tahun dan mereka masih begini...
Maka kita bisa berpikir, "Kita masih baik-baik saja."
Namun, jika lihat orang usia 20-an tahun saat ini dan mereka begini...
"Aku sangat tersinggung."
Kita akan berkata, "Apa yang membuatmu tersinggung?
Kau hanya baru melalui masa SMA.
Ada apa? Kau gagal menangkap Pikachu?
Apa Pikachu lolos darimu?"
Sebaiknya nikmati masa usia 20-an kalian.
Namun, kalian melakukan mars.
Lucu sekali!
Tak ada yang mendengarkan anak 20-an tahun!
Aku tak pernah begitu di usia itu.
Satu-satunya mars yang kulakukan di usia 20-an adalah ke toko miras.
"Ya!
Bacardi!
Tequila, tequila, tequila."
Kalian pikir aku tahu siapa presiden
pada usia 20-anku?
Tidak!
Setiap malam orang berusia 20-an tahun seharusnya berakhir
dengan serbuk kilau dan kokaina.
Paham maksudku?
Tak harus sesuai urutan itu, paham maksudku?
Karena serbuk kilau paling enak dinikmati
setelah kokaina!
Berkilauan!
Ada orang berusia 20-an tahun di sini?
Dasar lemah.
Kalian tak berenergi. Di mana energi kalian?
Kalian berusia 20-an tahun?
Kau berusia 20-an tahun?
Dengan sweter Little House on the Prairie? Apa kau serius?
Kau berusia 20-an tahun?
Usiamu 20-an tahun?
Kini aku sangat marah kepadamu.
Aku sangat marah. Pukul berapa ini?
Seharusnya kau telanjang!
Astaga! Aku bahkan tak punya sweter semacam itu
sampai berusia 37 tahun.
Aku sangat marah. Aku yakin kau bercelana dalam juga, ya?
Kau memakai celana dalam?
Kenapa?
Kenapa perlu celana dalam?
Kemaluan gadis berusia 20-an tahun tak perlu celana dalam!
Itu tak butuh penampung!
Vagina berusia 20-an tahun menahan dirinya sendiri!
Usiaku 52 tahun.
Vaginaku tidak menahan dirinya sendiri.
Vaginaku seperti lava.
Kalian mengerti?
Aku butuh geolog atau Spanx di dalamnya.
Kalian paham?
Biarkan kujelaskan sesuatu. Pria 20-an tahun bersenang-senang.
Pria berusia 20-an tahun menikmati hidup. Mereka memanfaatkan usia 20-an.
Mereka punya banyak testosteron.
Mereka bagai salamander. Jika penis putus, yang lain akan tumbuh lagi. Itu...
Mereka akan menidurimu, temanmu,
pulang, membuka Tinder, lalu meniduri kaus kaki.
Apa malam terasyik kalian? Jangan bilang malam ini.
Sumpah, aku akan melompat dari panggung dan menendang kepalamu.
Aku bersumpah akan membunuhmu sekarang juga.
Mau dengar malam terasyikku? Malam terasyikku...
Salah satu malam terasyikku pada usia 20-an,
aku mulai di tempat kerja. Ya, aku di tempat kerja,
minum miras secara diam-diam.
Ya, aku tak peduli mabuk di tempat kerja
pada usia 20-an.
Meski bekerja di Popeyes sekalipun, kalian paham?
Itu waralaba.
Usai itu, aku naik Jeep Wrangler tanpa celana,
berputar-putar sambil berkata, "Selamat Halloween."
Itu sedang Natal.
Itu hari Kamis
terbaik.
Bersenang-senanglah pada usia 20-an kalian!
Pada usia 25 tahun, vagina kalian masih segar!
Segar!
Amat segar hingga jika lepas celana, malaikat terbang keluar. Sesegar itulah.
Jika lepas celanaku,
naga api akan langsung keluar dari sana, sungguh.
Seperti naga penjara bawah tanah.
Serius. Biar kujelaskan sesuatu.
Saat malaikatmu berubah jadi naga, saat itulah kau akan tahu cara bercinta.
Hanya...
Kalian semua naga.
Kalian paham? Naga menghangatkan penis.
"Dracarys!
Musim dingin akan datang, Jalang."
Bergembiralah pada usia 20-an kalian.
Karena aku bergembira pada usia 20-an. Dulu aku sangat cantik.
Mari kita hening sejenak untuk tubuh itu.
Itu sangat murahan.
Karena aku berhenti bermain basket,
dadaku melunak di tempat yang tepat.
Bokong!
Namun, usiaku masih 20-an.
Aku tak bisa kontrol wajah atau vaginaku, jadi, seperti...
Namun, dulu aku cantik.
Aku pun murahan.
Ya!
Semua wanita mandiri saat ini.
"Ya, benar. Aku murahan dan jalang. Aku memakai kaus."
Namun, pada masa lalu, jika bilang kau murahan,
kau harus bisa membuktikannya.
Kau tak bisa jalani hidup seperti itu...
jika tak benar-benar hidup seperti itu.
Aku pun bersertifikasi.
Dulu aku memakai gaun jalang.
Kalian ingat gaun jalang? Seperti kaus tanpa lengan, tapi gaun?
Pada malam baik, jika membungkuk, sedikit vagina mungkin terlihat.
Aku selalu mengepang rambutku.
Jadi, entah aku seperti ini...
Namun, pada saat itu,
yang populer adalah kucir kuda Sade.
Ingat Sade?
Ya, pergi ke pusat kota dan buat kucir kuda India itu.
Terdengar amat rasialis. Aku tahu. Dengar...
Sisir rambut ke belakang.
Ya, Jalang.
Aku selalu bergaul dengan wanita jalang.
Karena kita harus bekerja dengan benar.
Sungguh.
Jika kawanmu tak mau mengisap
penis ayah keponakan sepupu mantan istri
ayah pembawa jalan anjing Kanye West,...
persetan dengannya.
Wanita itu bukan tim yang baik.
Semua temanku jalang. Mereka tim yang bagus.
Aku punya seorang kawan. Namanya Malaika.
Dia biasa menyebut namanya, "Me-like-a."
Kubilang, "Itu bukan namamu."
Namun, dia selalu beri kami hal gratis. Paham maksudku?
Dia memberiku tiket ke pesta usai Grammy,
kubilang, "Ya!"
Izinkan aku mengatakan ini dahulu.
Usiaku 52, jadi, bintangnya berbeda saat itu.
LL Cool J ada di sana.
Ya, itu saat dia masih penyanyi rap.
Tevin Campbell ada di sana.
Orang kulit putih bilang, "Siapa itu Tevin Campbell?"
Namun, orang kulit hitam...
Ya!
Ada beberapa orang kulit hitam tua di sini!
Orang kulit putih bilang, "Kami masih tak tahu itu.
Nyanyikan lagu Bon Jovi!"
Namun, hanya itu lagu yang orang kulit putih punya. Maaf.
Aku...
mengenakan busana jalang terbaikku.
Ya, aku memakai gaun jalang terbaikku, berwarna merah.
Aku punya kucir kuda yang baru dipasang
pada pagi itu.
Aku memakai sepatu kawan wanitaku
yang agak lebih kecil...
daripada kakiku.
Aku sering bersandar di dinding.
Lalu kawanku, Malaika, datang dan berkata,
"Hei, Prince sedang menuju kemari."
"Aku mau meniduri Prince.
Sungguh. Tak peduli setinggi apa dia.
Akan kumasukkan bokongnya ke garasiku.
Corvette merah kecil itu akan terisi."
Namun, saat melihat bagian VIP,
kulihat ada banyak gadis di sana dan aku berkata,
"Aku harus kalahkan mereka."
Jadi, aku menghadap dinding...
untuk mencari tahu...
cara kalahkan mereka
dan mengistirahatkan kakiku.
Selagi aku beristirahat,
Prince muncul...
dengan mode Pangeran.
Dia mengenakan...
chaps suede kulit merah dengan bokong terlihat.
Kemeja di atas pusar berjumbai kuning
bergambar Big Bird...
dengan bunga aster dilukis di sekitar pusarnya...
dan topi fedora besar, tua, putih dengan bulu burung unta besar,...
dan sepatu berhak 15 cm.
Kita tahu jika orang biasa mendekati kita seperti itu di kelab,
kita akan berkata, "Menjauh dariku, Aneh!
Bokong priamu terbuka di kelab!
Itu bokong pria!
Kau tahu betapa tidak bersihnya ada bokong pria
di sebuah kelab?
Kau baru saja melewati minumanku dengan bokong...
priamu!
Petugas keamanan!"
Namun, itu Prince.
Dia rupawan.
Di dinding, aku berpikir, "Bagaimana cara kalahkan mereka?"
Lalu mereka memainkan lagu favoritku.
"Gett Off", dari Prince. Kubilang, "Baiklah.
Aku tahu cara kalahkan mereka."
Kulepas sepatuku. Lalu aku...
"Prince!"
"Prince!"
Kucir kuda Sade langsung terbang.
Aku tahu dia melihatnya...
karena saat kulihat ke sana, dia...
Itu bahkan bukan bagian terburuknya.
Aku harus menghampiri pengawalnya...
dan menatapnya dengan percaya diri.
"Boleh kuambil kucir kuda itu?
Ada di sana, di suatu tempat.
Lihatlah, Bedebah."
Aku mau beri tahu Prince cerita itu saat datang ke SNL.
Aku antusias soal menceritakan kisah itu,
tapi kurasa saat bicara dengannya, dia mengira aku Chris Rock.
Kubilang, "Kau pikir kau bicara dengan Chris Rock?" Lalu dia...
Nikmati usia 20-an kalian.
Karena sebentar lagi, kalian akan berusia 30-an.
Ya, saat itulah kalian harus membuat keputusan nyata.
Harus memutuskan apakah tetap menjadi jalang...
atau membenahi diri dan menjadi gadis terhormat.
Harus kembalikan reputasi pada usia 30-an.
Mungkin berkencan dengan pastor.
Mungkin lakukan pengabdian masyarakat,
alih-alih melayani masyarakat.
Pad usia 30-an, kita harus cerdas.
Kita mulai menyadari
bahwa tak ada yang namanya Pangeran Tampan. Ya.
Serta kalian bukan Putri Tidur.
Aku tahu aku pun bukan Putri Tidur. Orang sering bilang,
"Kau sangat tak menarik saat tidur."
Lagi pula, aku tak bisa jadi Putri Tidur. Kondisinya berbeda.
Jika aku Putri Tidur, kondisinya akan berbeda.
Pertama-tama, ruangannya harus dingin.
Benar? Karena aku sudah lebih seksi dari wanita lain. Sangat seksi.
Di sana harus dingin.
Entah apa yang terjadi, tapi saat berbaring,
keseksianku bertambah. Entah apa yang terjadi.
Entah apakah aku anggota X-Men.
Mungkin aku menembakkan bola api saat tidur.
Aku tak tahu. Namun, aku seksi, paham? Sangat seksi.
Paham?
Jadi, jika pangeran datang ke kamarku, hawanya akan nyaman di 7 derajat Celsius.
Kondisinya hanya akan berbeda jika aku Putri Tidur.
Aku juga tidur dengan masker apnea yang sangat modis.
Karena aku tak tahu kapan Tuhan akan datang, maka aku...
Usiaku 52 dan oksigen harus ada di sana.
Harus ada di sana.
Lalu aku juga pakai penyumbat telinga
karena anak-anak sial di lantai atas tak peduli dengan hidupku!
Aku juga memakai topi karena begitulah wanita kulit hitam tidur.
Aku pun punya tujuh selimut karena suhunya 7 derajat Celsius.
Jadi, jika pangeran ke kamarku, dia akan berkata, "Astaga.
Dingin sekali di sini!
Sial!"
Dia akan menarik selimutnya.
Dia akan berkata, "Astaga!
Ini bukan Putri Tidur.
Ini Shrek.
Aku akan tetap mencium wanita ini. Dingin sekali."
Usia 30-an itu berat, bahkan untuk pria.
Pria berusia 30 tahun juga harus membuat keputusan
soal siapa yang akan mereka bawa menemui ibu.
"Aku akan membawa pulang si jalang
atau yang sudah berbenah, seperti...
Seperti ahli kebersihan gigi?"
Kalian tahu mereka jalang.
Bisa terlihat di mata mereka. Kau berkata, "Dulu kau wanita jalang, ya?"
Semua kawan wanitaku adalah ahli kebersihan gigi.
Jika orang tahu yang disentuh jari mereka sebelum pekerjaan itu...
Sial.
Biar kuringkas usia 30-an untuk kalian.
Usia 30-an kalian dimulai sebagai pisang kuning cerah indah.
Saat usia 30-an kalian bertambah,
mulai muncul bintik-bintik cokelat.
Hingga usia 39, kalian pisang hitam.
Kalian hanya bisa dibuang atau dijadikan roti pisang.
Nikmati usia 20-an kalian, Jalang.
Atau nikahi tukang roti.
Karena maka kalian akan berusia 40-an.
Penyangkalan!
Kalian banyak menyangkal pada usia 40-an
karena masih berpikir bisa melakukan hal yang sama saat usia 20-an tahun.
"Ya, aku masih bisa. Biar kulepas penopang lututku."
Tidak.
"Tidak sama, Bibi. Ayolah.
Itu tidak sama. Ayolah."
Aku menyangkal seperti itu pada usia 40-an. Astaga.
Pada ulang tahun ke-42, kugelar pesta ulang tahun bertema.
Kubilang, "Usia 42...
adalah usia 22
yang baru."
Tidak.
Kita semua tahu bahwa usia 22 dan 42 adalah dua wanita berbeda.
Ya, usia 22 punya kemaluan segar. Segar!
Segar seperti salju baru.
Tahu saat menginjak salju yang seperti... Paham maksudku? Seperti...
Begitulah vagina orang usia 22 tahun.
Vagina orang berusia 42 tahun itu seperti...
Usia 22 dan 42, dua wanita berbeda.
Usia 22 bisa bercinta semalaman. Mereka bilang.
Mereka bilang, "Kami bercinta semalaman," saat kita datang dan kita jawab, "Kenapa?"
"Karena aku bisa. Ayo lakukan peregangan."
Bukan bagi yang berusia 42 tahun. Waktumu tepat 45 menit.
Itu termasuk berjalan ke lantai atas.
Juga aku yang melepas perhiasan dan memeriksa DVR-ku.
Kami berdua makan camilan ringan.
Kami mandi terpisah
karena aku mungkin harus buang air kecil di pancuran.
Aku harus menelepon semua kawanku dan bilang kau bukan predator.
Lalu aku harus berdoa.
Waktumu tujuh menit.
Doa orang berusia 22 dan 42 tahun itu sangat berbeda.
Doa orang berusia 22 seperti...
"Tuhan,...
tolong jangan biarkan aku tertular penyakit kelamin.
Syukurlah ada sweter ini."
Doa orang berusia 42 tahun seperti ini...
"Tuhan,
kenapa aku lelah sekali?
Aku minum vitamin seperti kata-Mu, Yesus.
Tuhan,...
tolong jangan biarkan dia terkena penyakit kelaminku.
Serta, Tuhan, tolong jangan biarkan aku harus buang air besar sesudahnya, Bapa.
Itu sungguh...
tidak seksi, Tuhan!"
Tubuhmu hancur
setelah kau berusia 40-an. Tubuhmu hancur.
Kau coba berhubungan seks setelah usia 46 tahun?
"Turunkan kakiku!
Aku mengidap osteoporosis."
Serta kau tak bisa bermalam. Tidak.
Aku punya tujuh selimut di ranjangku. Panas sekali.
Kini, aku harus buang air besar.
Saat buang air besar,
pintunya harus tetap terbuka.
Karena di sini panas sekali.
Aku pun harus bisa melihat jamnya.
Aku tak bisa duduk terlalu lama atau terkena trombosis.
Kau tahu apa itu trombosis?
Kau takkan tahu apa pun soal itu sampai kau usiaku.
Kau akan belajar semua istilah medis.
Trombosis, osteoporosis...
Itu sulit dikatakan hingga harus kusebut dalam bahasa Spanyol.
Tulang rawan, meniskus, aorta...
Saat berusia 20-an, kupikir aorta adalah,
"Hei! Pesankan aku minuman lagi."
Nikmati usia 20-anmu.
Karena lalu kau berusia 50-an.
Kebebasan
Benar sekali.
Biar kuberi tahu sesuatu. Aku tak peduli.
Aku tak peduli pendapat kalian soal aku, pakaian, atau rambutku.
Aku tak peduli
Kini aku juga menghasilkan uang.
Ya.
Akuntanku meneleponku dan berkata,
"Hei, kau harus membuat dana perwalian hidup."
Kubilang, "Dana perwalian hidup?
Apa itu dana perwalian hidup?
Karena aku hidup dan tak percaya kalian para bedebah.
Bagaimana dengan itu?"
Aku berencana membawa semua uangku seperti...
Membawa buldoser ke makamku
dan membuang semua itu di atas peti mataku.
Buang semuanya.
Tukar menjadi uang koin agar bisa kudengar dari surga.
Katanya, "Kau tak bisa begitu," dan kujawab, "Orang Mesir melakukannya."
Dia berkata, "Kau tak bisa."
Kujawab, "Maka akan kulakukan hal bodoh dengan uangku, sungguh bodoh."
Kata mereka, "Jangan lakukan hal bodoh dengan itu, tapi yang baik.
Seperti membuat sekolah anak."
Aku tak peduli dengan anak-anakmu.
Aku bukan LeBron.
Akan kuhabiskan itu untuk hal sangat bodoh seperti membuat patung diriku.
Paham maksudku? Lalu masukkan ke Sungai Hudson.
Setiap lepas landas dari LaGuardia, kau akan bilang, "Astaga.
Kau lihat Patung Liberty yang baru?"
Aku akan ada di Hudson seperti ini...
Atau lebih baik, bagaimana...
dengan gigolo?
Aku akan menyiksanya.
Karena kalian tahu dia datang demi uangku.
Aku akan sangat menyiksanya.
"Kau mau uang ini, Dwayne?"
Namanya bahkan bukan Dwayne.
Itu nama gigolonya mulai kini.
Jadi, setiap pagi, aku akan bangun pukul 06.30, mulai mengisap kokaina.
Kalian tahu aku tak tahu... Bukan begini caranya mengisap kokaina.
Namun, setua itulah aku. Aku mengisap kokaina.
Lalu aku akan minum kopi berbau busuk itu juga.
Aku pun akan merokok cerutu. Hanya baunya...
Kurasa bukan begitu juga caranya merokok cerutu.
Ini sangat menyenangkan.
Kalian tahu lututku sakit, jadi, aku akan gunakan alat bantu jalan.
Usai kuselesaikan kegiatan pagiku,
maka aku akan mencarinya.
"Di mana kau, Dwayne?
Kemarilah dan cium aku."
Kami akan ada di ranjang. Aku akan seperti...
"Kau harus pindahkan kateternya ke samping, Dwayne.
Jika mau ke bokong,
kau harus melepas popokku, Dwayne!"
Tunggu.
"Giliranku. Pegang gigiku.
Kenapa kau menangis, Dwayne?
Kau akan kaya."
Lalu aku mati di penisnya.
"Aku belum mati! Sebaiknya kau..."
Itu benar sekali.
Kalian pikir itu alasanku melajang?
Lucu sekali. Setiap kukatakan itu,
para wanita di antara penonton berkata, "Astaga! Dia sangat keren.
Dia seharusnya punya pasangan."
Namun, para pria berkata, "Wanita itu tak punya pasangan.
Dia tampak bisa bertarung."
Aku bisa.
Sudah.
Sulit mengencani Leslie Jones.
Sudah kucoba semua aplikasi kencan itu, Tinder,
Bumble, Match, dan apa yang satu lagi?
Grindr.
Ya, aku tahu itu untuk pria homo.
Pernah kucoba menipu pria homo untuk meniduriku.
Itu masa sulit.
Sudah kubilang, aku bisa mirip Chris Rock jika kau mau.
Kucoba pasang bulu mata ini...
Bertahanlah, Berengsek, atau aku akan melepaskanmu.
Aku.. Kau tahu...
Ya, itu dia.
Jika tak bisa bertahan,
turunlah!
Mungkin itu juga alasanku tak punya pasangan.
Yang terakhir...
Hubungan...
Yang terakhir...
Baiklah, pria terakhir...
Biar kujelaskan, Semuanya.
Itu ajakan bercinta yang mungkin terlalu kuanggap serius.
Kau tahu kita begitu.
Kau tak bisa meniduriku lebih dari sekali dan tak memacariku.
Kini kita bercinta sesuai jadwal.
Aku mencintaimu.
Tak masalah jika kau tak mencintaiku. Aku mencintaimu!
Ini akan berhasil.
Cintaku cukup...
untuk pertahankan hubungan kita.
Si berengsek itu putus denganku di taman anjing.
Ya, dia kira itu aman.
Tidak.
Dia datang untuk putus denganku memakai Crocs.
Kubilang, "Kau akan memakai Crocs saat putus denganku?
Kau memakai Crocs saat putuskan aku? Kau akan patahkan hatiku memakai Crocs?
Memakai Crocs? Kau akan memakai Crocs saat memutuskanku?"
Astaga, ajakan bercinta berubah menjadi panggilan polisi.
Kuhajar dia di taman itu.
Dia tak bisa melawanku sambil memakai Crocs.
Dengan Crocs, kau hanya bisa jadi perawat atau juru masak.
Anjing-anjingnya seolah berkata, "Astaga."
Mereka tak ikut campur.
Namun, aku masih mencintainya.
Itu karena pesannya. Sial!
Siapa pencipta pesan teks? Siapa penemunya?
Itu bukan wanita. Sudah pasti.
Karena pesan teks menunjukkan betapa gilanya seorang wanita.
Ya, Nona-nona, dengarkan ini.
Kau selalu heran kenapa pasanganmu menyebutmu wanita gila?
Kembali bacalah beberapa pesanmu.
Kau akan sadar bahwa kau gila.
Kau tahu kita tak menggunakan itu dengan tepat.
Langsung saja ambil telepon dan bilang, "Persetan kau.
Kau harus menghormatiku.
Kau harus menghormatiku.
Karena perasaanku tulus 100%."
Lalu kita beri emoji angka 100 itu,
"100, 100, 100."
Kirim.
Namun, para wanita,
kami emosional.
Satu jam kemudian, kami bilang, "Maaf soal pesan itu.
Itu tak perlu...
dan kekanak-kanakan.
Namun, karena itu aku mencintaimu, Sayang.
Karena kau tahu aku bergairah.
Kita masih akan bertemu malam ini?"
Kirim.
Karena itu takkan sama seperti dulu. Kau ingat di masa lalu ada mesin penjawab?
Itulah saat penguntitan begitu murni.
Kau bisa menelepon dan tinggalkan pesan buruk.
"Berengsek! Persetan dengan ibumu! Akan kutiduri kawanmu, Tony,
dan penismu kecil."
Telepon balik, cari tahu kodenya, hapus pesannya.
Lakukan itu enam atau tujuh kali, dia bahkan tak tahu kau gila.
Bukan berkirim pesan. Itu instan. Itu langsung terkirim.
Tak bisa dibatalkan, ditarik kembali. Kita tak bisa apa-apa.
Kita hanya perlu aplikasi.
Saat bicara buruk seperti itu, aplikasinya seolah berkata,...
"Baiklah.
Ya.
Yakin kau mau kirim itu?
Baiklah.
Kini kau 85 persen gila.
Kami akan kirim foto wajahmu dan seperti apa itu sekarang.
Saat kau mengirim pesan ke orang yang kau cintai,
wajahmu seharusnya tak seperti itu."
Lalu kita dapat gambar dari aplikasi itu dan wajahmu seperti...
Namun, kita tetap mengirimnya.
Karena itu sangat mudah.
Sangat mudah untuk ambil telepon dan berkata,
"Kau jalang, begitu juga ibumu." Kirim.
"Aku tak perlu sebut ibumu jalang.
Gladys adalah salah satu orang terbaik...
yang pernah kutemui dalam hidupku.
Dia sangat baik. Setiap aku ke sana, dia sangat baik.
Tolong beri tahu Gladys aku menyayanginya."
Kirim.
"Apa kau menerima pesanmu?
Karena kukirimi kau pesan seharian, bertanya, dan sebagainya.
Aku tak mau mengenalmu karena kau tak berarti.
Kau tak sepadan dengan yang kau dapat.
Sungguh, persetan kau dan semua yang kau perjuangkan.
Kau dan semua kesombonganmu.
Persetan kau, Bajingan!"
Kirim.
"Aku melakukannya lagi.
Selalu marah dan tak tahu kenapa aku marah.
Kau mungkin sibuk atau sedang bekerja.
Kau mungkin tertidur. Apa kau tidur?
Namun, karena itu aku mencintaimu, Sayang.
Karena kau tahu aku bergairah."
Foto bugil.
Kirim.
"Aku ada di luar."
Kirim.
Karena kita gila!
Tidak. Kita akan menggila malam ini.
Jika bersama Leslie Jones malam ini, kita akan menggila.
Itu pasti.
Angkat kepalan tinju kalian
dan terimalah kegilaan kalian.
Beri tahu para bajingan ini,
"Aku akan gila sampai mati!"
Terima kegilaan kalian!
Persetan dengan itu, Nona-nona. Kita wanita!
Kita seharusnya gila!
Dari hal yang masyarakat minta dari tubuh kita saja,
kita seharusnya benar-benar menggila!
Kita punya payudara.
Para pria hanya ingin mengisapnya. Mereka hanya ingin...
Aku tahu ada beberapa pria di luar sana yang berpayudara.
Kita mengandung bayi, Nona-nona.
Kau tahu betapa seriusnya itu?
Kita membawa manusia di dalam tubuh kita seperti ransel!
Lalu setelahnya,
kita mendorongnya keluar dari lubang terkecil...
di tubuh kita!
Kita seharusnya bisa berjalan seperti ini selama enam bulan.
Jika ada yang bertanya, kita jawab, "Ya, aku melahirkan nyawa.
Ya, manusia keluar dari vaginaku.
Ya, manusia keluar dari vaginaku.
Kini aku harus menutupnya sekarang.
Ini perlu waktu untuk tutup.
Kau harus menutupnya, seperti gua.
Aku butuh cuti lebih dari enam pekan."
Tahu apa yang paling hebat?
Kita...
menerima...
penis.
Apa kau tahu betapa hebatnya
menerima penis?
Biar kujelaskan sesuatu.
Pria terkuat, terkejam, dan terbesar di sini...
Pria terkuat dan terbesar di sini,
jika keluarkan penismu, dia akan bilang, "Apa?"
Jika tunjukkan penis kepada gadis, dia akan bilang, "Hanya sebesar itu?"
Kau pernah menerima penis, Tuan?
Tahukah kau betapa sulitnya
menerima penis, Tuan?
Ini pacarmu?
- Istriku. - Istrimu, itu benar.
Dia harus menerima penismu setiap hari, Tuan!
Apa kau tahu betapa sulitnya
menerima penis setiap hari, Tuan?
Dia menjaga anak-anakmu dan memasak...
makan malammu!
Lalu dia masih harus menghadapi...
penismu!
Itulah yang membuatnya gila!
Dia akan bersikap baik kepadanya selama sebulan.
Kita ini pejuang, Nona-nona.
Ini saatnya iklan layanan masyarakat.
Baiklah.
Hai, Semuanya, apa kabar?
Ini Leslie Jones. Bagaimana kabar kalian? Hai, Semuanya.
Bagus. Terima kasih. Kalian hebat.
Jika tak mengangkat testikelmu...
dan mencuci bagian bawahnya...
persetan kau...
hingga ke neraka testikel bau yang pantas kau tuju.
Dasar bajingan testikel bau.
Hei, Semuanya.
Hei, apa kabar?
Ini Leslie Jones.
Hei, Semuanya.
Hei, testikelmu?
Bau testikelmu seperti daging makan siang.
Kau pergi ke taman dan bermain basket,
lalu testikelmu menempel di sisi dalam kakimu.
Mereka menempel ke sisi kakimu karena berkeringat
dan itu maju mundur,
menyentuh anusmu.
Mereka menyentuh
anusmu.
Testikelmu berayun dan menyentuh...
anusmu.
Anusmu.
Itu menyentuh anusmu.
Jadi, itu bau!
Lalu kau pulang
dan ingin menamparkannya ke wajahku...
seolah aku meja toko makanan?
Tidak!
Aku tak mau roti lapis daging, Tuan!
Tidak!
Bersihkan bagian bawah testikelmu.
Bersihkan bagian bawah testikelmu.
Bersihkan bagian bawah testikelmu.
Bersihkan bagian bawah testikelmu.
Itu tadi iklan layanan masyarakat.
Harus kuakui, ini luar biasa.
Begitu membuatku emosional. Hidupku saat ini begitu hebat
dan ini luar biasa.
Kerja kerasku membuahkan hasil. Ini hebat, tapi ketahuilah, pada usia 20-an,
aku sangat resah. Aku berpikir, "Astaga."
Aku bergembira dan berpesta
tapi aku takut dengan masa depanku. Aku tak tahu akan lakukan apa.
Aku tahu aku lucu, tapi tak tahu harus apa,
duduk di halte yang sama setiap hari, lakukan pekerjaan payah,
dan sepatu yang jelek. Intinya, hidupku kacau.
Hidupmu payah saat sepatumu jelek.
Saat melihat diriku kini, aku berpikir
andai aku punya mesin waktu untuk beri tahu diri berusia 20 tahunku,
"Semua akan baik-baik saja," dan saat kulihat, ini kisah indah.
Lihatlah. Jadi, aku ada di mesin waktu...
dan mendarat di Compton.
Diri berusia 51 tahunku keluar mesin waktu
dan aku berusia 51 tahun dengan rambut mohawk,
kemeja atau jaket keren,
sepatu keren...
Itu benar. Ya.
Kuhampiri Leslie yang berusia 21 tahun.
Aku akan bilang, "Hei, Leslie 21 tahun.
Hei, apa kabar? Aku Leslie 51 tahun
aku ingin memberitahumu semua akan baik-baik saja.
Paham? Aku kemari untuk memberimu arahan.
Pertama-tama, kau harus putus dengan Richard.
Kedua...
Kuharap kau bisa dapat sepatu lebih baik
karena kau merusak kakimu saat ini.
Pada usia 43, aku harus dioperasi
dan mereka bahkan tak tahu nama kondisi kakiku.
Mereka hanya bilang, "Kita akan angkat sesuatu di kakimu itu.'
Jadi, bisa kau coba cari sepatu yang lebih baik?
Serta cobalah makan sayuran sesekali, dasar jalang.
Apa-apaan ini?
Makananmu sangat buruk.
Kau makan kentang goreng keju chili setiap hari.
Karena kau, saat ini,
aku tak bisa makan chili, keju, atau kentang goreng.
Bisakah kau cari asupan lebih baik?
Apa tujuanku kemari? Baiklah.
Komedi. Kau hebat. Kau lucu sekali.
Dengarlah, kau pergi saja ke kelab dan bekerja keraslah. Kau akan berhasil.
Kau akan menjadi Leslie Jones. Lakukan saja." Benar, bukan?
Itu sangat menginspirasi. Jadi, kau tahu... Tunggu.
Sebelum kembali ke mesin waktu, aku berkata, "Hei, satu hal lagi.
Hei, beri tahu Aaliyah, jangan tiduri R. Kelly.
Lakukan sesuatu!
Lakukan sesuatu selagi bisa! Jangan diam saja!
Lakukan sesuatu!"
Lalu aku masuk ke mesin waktu dan terbang pergi.
Namun, sayangnya...
Aku suka mengatakan itu. Orang kulit putih selalu tertawa.
Namun, sayangnya...
aku tahu Leslie yang berusia 21 tahun tak akan begitu mudah menerima.
Jadi, kisah itu akan menjadi sangat berbeda.
Aku ada di mesin waktu.
Aku mendarat di Compton. Kusembunyikan mesin waktunya.
Karena itu di Compton.
Leslie berusia 21 tahun itu berandal.
Sungguh.
Berandal itu akan melawanmu.
Kau tak visa menghampirinya
sebelum dia menyergap dan memukulmu lebih dulu.
Kau takkan bisa menyelinap.
Jika Leslie berusia 51 tahun mendekatiku, aku akan bilang, "Namun...
Baiklah. Namun, siapa kau?
Namun, kau siapa?
Namun, kau siapa?
Namun, kau siapa? Tidak, aku tak mengenalimu.
Namun, kau siapa?
Namun, kau siapa? Kau adalah aku?
Kau adalah aku?
Kau adalah aku?
Kau adalah aku?
Ada apa dengan rambutmu? Apa itu?
Itu mohawk? Kau seperti burung.
Ubahlah itu, sungguh.
Jangan bicarakan Richard! Aku cinta Richard.
Itu kekasihku. Aku akan punya anak bersamanya!
Siapa R. Kelly?
Aku hanya kenal Michael Jackson, Sayang.
Dia juga mengacau?
Sepatu macam apa itu?
Itu sepatu Louis Vuitton... Sepatu tenis?
Louis Vuitton? Sungguh?
Itu bagus.
Berapa ukurannya? Ukurannya sama dengan kakiku.
Itu sangat keren.
Kau harus melepas sepatu itu, Jalang."
Kini aku berlari kabur dari diriku ke mesin waktu!
Aku kembali ke masa kini dan masih takut.
Bagaimana nasibku di masa depan? Apa aku baik-baik saja di masa depan?
Jadi, kini aku ingin naik mesin waktu ke masa depan
dan melihat Leslie berusia 91 tahun.
Benar. Aku mau lihat keadaanku. Jadi, aku masuk ke mesin waktu
dan saat mendarat, semuanya berdebu dan merah.
Penuh debu.
Begitu pintunya terbuka,
Leslie berusia 91 tahun duduk di sana
dengan pistol laser.
"Aku sudah menunggumu.
Kembali ke usia 50-an tahunmu dan hiduplah dengan baik.
Nikmati hidupmu.
Kau hebat. Orang sepertimu. Kau lucu.
Kau menghasilkan uang. Apa yang kau lakukan? Nikmati hidupmu.
Kembalilah ke sana."
"Baik, aku pergi, tapi sebelum aku pergi, boleh aku bertanya?
Apa ini? Di mana kau?"
"Mars.
Jangan tiduri Elon Musk."
Jadi, apa hikmahnya?
Kita tak bisa memperbaiki masa lalu dan melihat masa depan.
Jalani saja hidup kita di masa kini dan yakinlah.
Namaku Leslie Jones.
Kalian telah buat acara spesial ini
menjadi istimewa!
Terima kasih banyak!
Terjemahan subtitle oleh Alphino Fajar
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.