Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Laut ke aanaa "Kau harus pulang"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Laut ke aanaa "Kau harus pulang"
Koi raah dekhe "Seseorang menunggumu"
Bhool na jaanaa "Jangan lupakan orang itu"
Tum bin pal pal rahungi main bekal "Tanpamu, aku selalu tersiksa.."
Banke birhan "..dalam kesepian"
Sang hai tumhaare mere desh ke sipaahi meraa mann "Tentara Negeriku, jiwaku bersamamu"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Re ga,, ma ga re ga re ga ma ni sa ni sa re ga re ga ma sa sa sa sa ni sa
Tum aur main jo sang na honge "Jika kita tak bersama"
Toh Holi mein bhi rang na honge "Festival Holi tiada warna"
Tum aur main jo sang na honge "Jika kita tak bersama"
Toh Holi mein bhi rang na honge "Festival Holi tiada warna"
Barf se thandi koyale se kaali "Akan sedingin es, sehitam arang"
Tum bin hogi har Deevaali "Itulah festival Diwali tanpamu"
Seekheinge baadal aansoo bahaanaa "Awan akan belajar menangis"
Aag lagaane ko jaan jalaane ko hogaa saavan "Hujan ciptakan api, menyiksaku"
Saavan ki is agni kaa hogaa indhan "Hujan ciptakan kebakaran"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Ghar ke ye kamre aangan dvaare "Kamar, pekarangan, pintu rumah..,"
Raah takeinge ye bhi to saare "..menunggumu pulang"
Ghar ke ye kamre aangan dvaare "Kamar, pekarangan, pintu rumah..,"
Raah takeinge ye bhi to saare "..menunggumu pulang"
Khaali rahegi kursi tumhaari "Kursimu akan slalu kosong"
Pyaasi rahegi phoolon ki kyaari "Bunga taman akan slalu haus"
Tarsegaa tumko saaraa gharaanaa "Seluruh keluarga merindukanmu"
Baanhon ko pasaare suno tumhi ko pukaare is ghar kaa aangan "Pekarangan menunggumu pulang"
Jao tum chahe kahin sath hai meri dhadkan "Kemanapun kau pergi, degub jantungku bersamamu"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Suno jaane vaale "Dengar, meski kau pergi"
Laut ke aanaa "Kau harus pulang"
Koi raah dekhe "Seseorang menunggumu"
Bhool na jaanaa "Jangan lupakan orang itu"
Tum bin pal pal rahungi main bekal "Tanpamu, aku selalu tersiksa.."
Banke birhan "..dalam kesepian"
Sang hai tumhaare mere desh ke sipaahi meraa mann "Tentara Negeriku, jiwaku bersamamu"
Meraa mann,, "Jiwaku"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
Seemaaye bulaaye tujhe chal raahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Pengelana"
Seemaaye pukaare sipaahi "Perbatasan memanggilmu, Oh Tentara"
# 1/11 Gurkha Rifles sampai di sektor Batalik (Kargil) #
Hidup India, Pak.
Di depan ada tembakan. Waspadalah, Pak.
Suruh pasukan untuk waspada.
Di depan ada tembakan. Waspadalah.
- Manoj, ambil ini. - Terima kasih, Pak.
Apa pendapatmu, Manoj?
Pak, menyusup akan sia-sia saja dalam..
..meledakkan amunisi, menara, Artileri (senjata berat, meriam).
Tembakan Artileri dari Pakistan, kan?
Dugaanmu benar, Manoj.
Tapi simpan amarah dan kekuatanmu hanya untuk musuh.
Aku hanya marah ke diri sendiri, Pak.
Kenapa musuh bisa menyebrang LOC duluan?
Di LOC, ada beberapa Benteng Pertahanan yang kosong.
Karena tak ada pemiliknya, Benteng Pertahanan dikuasai.
Oke, Pak. Meski susu tak ada yang jaga..,
..anjing pasti tahu dimana susu berada.
# 18 Grenadiers sampai di sektor Drass NH1 (Kargil) #
Sialan.
Cepat jauhi wilayah tembakan ini.
Pak, ada tembakan di National Highway (Jalan Raya Nasional).
# Pasukan Pakistan menembak dari sebrang LOC. #
Sialan.
Mereka pakai tembakan meriam untuk menyambut kita.
Yadav, kabarnya mereka dan beberapa Mujah..,
- ..Mujah apa namanya? - Paman Mujha.
Mujahidin (militan/ Pemberontak/Pejuang Jihad).
Pasti mereka mau menghancurkan National Highway.
Agar Ladakh dan Kashmir terasingkan dari dunia luar.
Benar, Pak.
Sudah kubilang tikus sudah menyusup.
Itu suara tikus?
Balwan, tikus ini mungkin mau mengganggu kita.
Satu persatu tembakan bom.
Puja Dewa Krishna.
Hidup Ibu Pertiwi India.
# 17 Jat sampai di Matayin (sektor Kargil) #
Pak, tak ada yang melihat atau mendengar kabar musuh.
Tak ada yang tahu siapa dan berapa jumlah musuh.
Kita cuma melihat hujan peluru..
..dan mendengar teriakan tentara yang terluka.
Tentara yang terluka pasti bilang sesuatu, kan?
Mereka tak tahu penembak itu manusia atau binatang..,
..anjing atau serigala.
Anjing dan serigala tak pakai meriam dan senjata, Anuj.
Penembak itu pasti Mujahidin yang pernah kau lihat di lembah.
Senjata mereka..,
..pasti pemberian Pakistan.
Ini situasi serius.
Para penembak itu mungkin 4 atau 4.000 orang.
Pak, kita disuruh ke tempat buruk yang asing bagi kita.
Saat meraba dalam kegelapan..,
..jika tanpa obor, harusnya pakai lilin, kan, Pak?
Sharmaji, jika kau suka nanya, kenapa jadi tentara?
Harusnya kau jadi menteri atau politisi saja.
- Maafkan aku, Pak. - Tak apa.
Suruh pasukan Bravo bersiap untuk adaptasi.
Untuk mengenali musuh, kita harus mengerti medan tempur.
Aku ingin bersama Anuj, Pak.
Tentu. Tapi setelah 3 hari beradaptasi.
Jika mau nanya..,
..tanyakan sekarang. Setelah ini, jangan nanya lagi.
- Paham? - Paham, Pak.
Pak, 3 hari lagi, kita menghadapi musuh.
Aku janji, kita pasti bisa mengenali musuh.
Semoga sukses.
# 13 JAK Rifles sampai di sektor Drass (Kargil) #
- Salam, Pak. - Salam.
Pak, truk ku terperosok. Tolong bantu perbaiki.
Ayo perbaiki.
Pasukan, ayo perbaiki.
Ini Batalion darimana?
Ini mayat tentara..
..dari Resimen Sikh dan Grenadiers.
Kami mengangkut mayat dari Srinagar mau ke Delhi.
Truk penuh mayat.
Sumpah pada susu ibuku..,
..akan kubalas dendam demi semua mayat.
Jangan pikirkan balas dendam dulu. Pikirkan keluarga mereka.
Halaman rumah mereka, akan terbaring mayat ini.
Pak, pasti banyak masalah di sektor Kargil.
Masukan peti ke truk.
Kabarnya, ada sekitar 100 Mujahidin..,
..kabar itu tak benar.
Musuh diperkirakan ada 2000-3000 pasukan..
..yang menguasai lembah Muskoh sampai ke Batalik.
Mereka didukung Northern Light Infantry ke-5 (5 NLI/ Infanteri Ringan Utara) Pakistan.
(Infanteri= Pasukan pejalan kaki bersenjata ringan)
# 1/11 Gurkha Rifles sampai di Valdar (sektor Kargil) #
- Pimpin beberapa pasukan ke kanan. - Baik, Pak.
Pak, pasti warga desa lari karena Pakistan menembak.
Disini aman, Pak.
- Pak. - Istirahatlah. Duduk, Manoj.
Ayo duduk.
Manoj, kita punya penjaga di desa Yaldor.
- Kenapa tak mendirikan Barak Pangkalan? - Pak.
Brigadir Devendra Singh menyuruh..
..pasukan Gurkha kita untuk membantu Batalion 3 Punjab..
- ..dan 16 Grenadiers. - Baik, Pak.
Mereka belum bisa merebut Kukarthang.
Karena musuh sangat kuat.
Musuh di Kukarthang sangat kuat, percaya diri.
Hanya kau tentara terbaik dalam menyerang musuh, Pandey.
Kau pimpin pasukan ke Kukarthang.
- Baik, Pak. - Bisa, kan?
Akan kulakukan.
Tapi aku punya permintaan. Meski tak dapat makanan..,
..jangan sampai kekurangan amunisi, Pak.
- Akan kupastikan amunisi cukup. - Oke.
- Kau harus sepenuhnya siap. - Baik, Pak.
Akan ku pimpin pasukan ke Jubaar.
- Besok kita menuju lokasi dalam 600 jam. - Baik.
Kupastikan sampai disana dalam 600 jam.
Istirahatlah.
Kusuruh kalian istirahat.
Meski tiap istirahat, kelak kita akan menyesalinya.
Kita dipercayakan misi tanpa waktu istirahat.
Target kita, Pos Perbatasan di Kukarthang.
Tentara 3 Punjab dan 16 Grenadiers..,
..beberapa hari ini, berupaya merebut Pos Kukarthang.
Tapi musuh sangat kuat, percaya diri.
Jadi, tentara kita belum bisa merebut Pos Kurkarthang.
Kita harus bantu mereka.
Aku tahu ini bukan tugas mudah.
Tapi dengan keyakinan, keberanian, dan sejarah Resimen Gurkha..,
..pasti takkan sulit. Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Kita akan bawa banyak amunisi dan Tandu Lipat.
Maksudnya sebagian pasukan takkan pulang, Pak?
Semuanya akan pulang dalam keadaan apapun (hidup/mati).
Itu janji Manoj Pandey. Jangan tinggalkan 1 teman pun.
- Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.
Tapi pasti ada yang mati.
Ya, pasti.
Ketahuilah bahwa Kematian adalah Pengantin Wanita..
..yang memilih Pengantin Pria paling tampan.
Aku tak punya kesempatan karena aku tak tampan.
Makanya kau mencemaskan itu, Thapa.
Tanyai ibumu, kau tampan atau tidak?
Pak, sudah kita hubungi 3 Punjab.
- Seberapa jauh mereka? - Sudah dekat, Pak.
Ambil posisi. Musuh bisa saja menipu kita.
Hubungi mereka pakai kode.
Bravo 1 ke Alfa 1.
Sambungkan ke Gomti. Ganti.
Bravo, ini Alfa. Dalam Perlindungan Gomti. Ganti.
Dia bilang, Perlindungan Gomti atau Sungai Gomti?
- Katanya, Perlindungan, Pak. - Oke.
Kabari mereka posisi kita dan suruh gabung kita.
Bravo 1 ke Alfa 1. Kemarilah. Ke titik 43.126 . Ganti.
Mereka sudah kelihatan, Pak.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Disini aman.
Semuanya, duduk berbaris.
- Ada kabar? - Kabar buruk, Pak.
Pasukan Patroli 3 Punjab dan 16 Grenadiers..
..sudah menuju Kukarthang, tapi belum kembali.
Sudah 20 hari kami disini, Pak.
Kalian tak mencari pasukan kalian?
Tidak, Pak. Kami disuruh..
..tetap di posisi kami, agar tak ada lagi yang gugur.
Kami sampai ke posisi ini dengan susah payah.
Brigade tak ingin musuh menguasai posisi ini.
- Agar musuh tak menguasai banyak wilayah. - Oke.
Kami Gurkha, kesini mau bantu kalian.
- Kita akan lewat atas sana. - Jangan kesana, Pak.
Pasukan patroli yang belum kembali, lewat sana.
Kita tetap akan lewat sana.
Halo.
Halo, Simran. Dengar. Oh maaf, Bibi.
Berikan telpon ke Simran.
# Telpon Umum S.T.D (Tanpa Operator) di sektor Drass (Kargil) #
Simran. Aku senang bisa dengar suaramu.
Inilah kekasih gila.
Kami beruntung, Sayang.
Kami menemukan telpon umum di pegunungan bersalju.
Ini keajaiban. Aku bisa menelponmu di rumah.
Kenapa di rumah? Dia jarang di rumah?
Kita sudah tunangan dan akan menikah. Lalu setelah nikah?
Bicaralah, jangan malu-malu.
Biar kuberitahu.
Tempat pernikahanmu di Tololing.
Bulan madu mu di Bukit Tiger.
Itu keren, Jimmy. Lanjutkan.
Disini dingin sekali, Simran.
Namun cintamu hangatkanku melawan dinginnya ini.
Wow. Itu lirik lagu terbaru, ya?
Permisi.
Kau kenal aku?
Tak kenal. Tapi setelah mendengarmu menelpon..,
- ..aku agak mengenalmu. - Setelah dengar candaanmu..,
..kau sudah kurang ajar.
- Apa? - Ya.
Hei, kawan. Jangan bertengkar.
Aku Kapten Sanjiv Jamwal, dari 13 JAK Rifles.
Aku Kapten Anuj Nayyar, dari 17 Jat.
Ini Letnan Vikram Batra, temanku.
Sejak lahir dia suka bercanda. Semoga candaannya bisa hilang.
Abaikan candaannya.
Pak Batra, boleh bercanda asalkan tak menyakiti orang.
Maaf jika aku menyakitimu.
Maaf.
- Bagus. - Omong-omong, aku Vicky.
Aku Anuj.
- Anuj, darimana asalmu? - Delhi.
- Dan kau? - Palanpur.
- Itu tempat indah. - Wanitanya pun cantik-cantik.
- Oh ya? - Ya.
Yogendra, ayo antri menelpon.
Pak.
Kau baru menikah.
- Pasti punya bahan obrolan dengan istrimu. - Ya, Pak.
Memangnya cuma mengobrol dengan istrimu, itu cukup?
Hanya lelaki yang sudah nikah yang tahu, Pak.
Tapi kau belum nikah.
Aku tahu, saat liburan, pasukanku ingin..
..aku hadir di pernikahan mereka.
Kita berdua senasib, Pak.
- Kau siapa? - Maaf, Pak.
Aku Sanjay Kumar dari JAK Rifles.
Maaf, aku menyela pembicaraan kalian.
Aku Balwan.
Ini Yogendra dari 18 Grenadiers.
- Salam. - Salam.
Setelah nikah, Merindukan Istri..
..adalah keunikan tersendiri.
Aku harus pergi demi bertemu kekasihku.
- Dia jadi penyair. - Pak, nikahlah.
Pernikahan mengubah Buta Huruf jadi Penyair.
- Puja Dewa Krishna. - Puja Dewa Krishna, Pak.
- Kau makan apa? - Roti, Pak.
- Yogendra, semua baik-baik saja? - Ya, Pak.
- Hai teman Bengali-ku. - Ya?
- Hidup Subhash Chandra Bose. - Apa kabar, Balwan?
- Baik. - Bagus.
- Kau makan apa? - Roti.
- Hei Sachin. - Apa, Balwan?
- Hidup Shivaji Maharaj. - Hidup.
- Sudah makan? - Sedang makan. Mau minta? Ambil.
- Apa-apaan kau, Badut? - Badut?
Sudah kuminta roti Bengal, roti Maharashtra..,
..boleh kuminta roti Uttar Pradesh, kan?
Balwan, kau tak bawa makanan?
Bawa, Pak. Di tas ransel.
Bukan untuk dimakan. Tapi untuk memberi makan.
- Untuk memberi makan? - Ya.
Aku bawa peluru untuk memberi makan Pakistan, Pak.
Maksudnya, kau tak bawa makanan?
Aku bawa banyak peluru, Pak.
Pakistan sedang kelaparan peluru.
Ucapanmu bagus sekali.
Ada bekas tembakan Artileri (senjata berat, meriam).
Pasti disini tempat bertempur.
- Waspada, mungkin ada ranjau. - Waspadai ranjau.
Dia masih memegang senjata, Pak.
Meski sudah gugur..,
..tentara tetap memegang senjata.
Dia gugur beberapa hari lalu. Dia dari 16 Grenadiers, Pak.
Berarti pasukan patroli di sekitar sini.
Siapkan tandu untuk angkut mayat.
- Siapkan tandu. - Baik, Pak. - Cepat. - Baik.
Berlindung. Ambil posisi, serang.
- Aku tertembak, Pak. - Kau takkan kenapa-napa.
- Aku tertembak, Pak. - Kau akan baik saja, Thapa.
Sudah kita hubungi pasukan di belakang kita, Pak.
Suruh mereka untuk bantu kita.
Tetap di posisi kalian sampai bantuan tiba.
Hei, kalian kesini mau mengangkut mayat, kan?
Sana angkut dan kremasi mayat.
Sialan kalian.
Kalian suka main api, kan?
Kalian lah yang akan kami kremasi, sialan.
Berhenti menembak.
Sebentar lagi malam. Berlindung dibalik batu.
- Berhenti menembak. Ada pertanyaan? - Tidak, Pak.
Thapa.
Kenapa berhenti menembak, sialan?
Pasukan bantuan datang, Pak.
Bergeraklah saat bulan tertutup awan.
Tiaraplah saat bulan muncul.
- Jangan sampai musuh tahu pergerakan kita. - Baik, Pak.
Tembakkan Roket Suar.
Tembak mereka.
Tembakkan ET 456.
Puja Dewi Kali.
Inilah Gurkha.
Puja Dewi Kali.
Mungkin di depan ada ranjau, Pak.
Cepat pindah. Puja Dewi Kali.
- Puja Dewi Kali. - Inilah Gurkha.
Puja Dewi Kali.
Ayo maju, sialan.
- Bheem Bahadur, bawa pasukan ke kiri. - Baik.
Puja Dewi Kali.
Puja Dewi Kali.
Inilah Gurkha.
- Alfa ke Perlindungan Gomti. Ganti. - Tunggu.
Pak, Komandan memanggil.
- Perlindungan Gomti ke Alfa. Ganti. - Selamat, Manoj.
Ini hari istimewa, kemenangan pertama Operasi Vijay. Ganti.
- Terima kasih, Pak. Ganti. - Manoj, ada apa?
Kau tampak tak bahagia. Ganti.
Bagimu ini hari istimewa, Pak.
Tapi bagiku, ini hari aku kehilangan pasukanku.
Hari ini aku kehilangan 9 saudara Gurkha ku.
Akupun akan mengirim mayat mereka ke keluarganya.
Kuharap kau mengerti perasaanku, Pak.
Aku bertanggung jawab atas pasukanku.
Manoj, saat berperang, tentara mengabaikan perasaannya.
Ganti.
- Kau benar, Pak. - Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.
Tapi mayat ini tetap berperasaan dan sakit hati.
# 17 Jat di Barak Pangkalan Lembah Mushkoh (Mei 1999) #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
# 17 Jat di Barak Pangkalan Lembah Mushkoh (Mei 1999) #
Duduklah.
Biar kupersingkat saja, kawan.
Tujuan utama kita..
..adalah merebut titik 4540.
Titik ini memotong semua jalan ke lembah Mushkoh..
..untuk menyusupkan bantuan ke Pakistan.
Tujuan akhir kita, titik 4875.
Titik ini sama pentingnya seperti Bukit Tiger.
Dari titik ini, kita bisa mengawasi sektor Drass.
Dan bisa melindungi National Highway kita.
Pokoknya kita harus merebut titik ini.
- Mayor Puniya. - Ya, Pak?
Kau dan pasukan B akan menyerang titik 4540.
- Pasukan Charlie tetap jadi cadangan. - Baik, Pak.
- Mayor Deepak Rampal. - Ya? - Kau, 3 JCOs, 7 tentara..
..dan Kapten Anuj Nayyar.
Dan kalian berdua akan memeriksa di ketinggian..
..antara 5930-4830.
Deepak, katamu, tugas kita mencari, menyerang..,
- ..dan menghancurkan musuh. - Ya, Pak.
Inilah kesempatanmu.
Brigadir Kakad sudah memberi ijin.
Anuj, kau ingin mengenal musuh, kan?
Sana, kenalkan dirimu.
Kenalkan tentara India ke musuh.
Semoga sukses, kawan.
Anuj, kau terjebak.
Seluruh hidupmu akan terganggu.
Adik iparku berteman dengan calon istrimu.
Dan kakakku berteman denganmu.
- Kau bisa apa? - Pak, entah pengganggu itu..
..akan jadi Nayyar atau Nayyar yang jadi pengganggu?
Tapi itu bagus. Jika teman jadi keluarga..,
..maka hidup akan lebih indah.
Kau benar.
Ucapanmu bijak sekali.
- Tapi Anuj. - Ya? - Hati-hati.
Semoga kau tak tinggal dengan pengganggu.
Pak, demi cinta, aku rela tinggal dengan pengganggu.
Sembunyi. Cepat.
Lihat sesuatu?
Posisi pasukan musuh, Pak.
- Mereka ada berapa? - Banyak.
- Boleh aku berpendapat? - Ya.
Lihat Pakistan kencing, aku ingin mengkencingi mereka.
Maksudnya bunuh mereka sekarang?
Ya.
Saat harus pergi, pergilah.
- Ayo pergi. - Ayo.
Sialan.
Sialan.
Cepat tolong dia.
Anuj.
Alfa, panggilan ke Alfa.
Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.
Pak, kami di tempat posisi musuh.
Tapi kami kehilangan 2 tentara, Pak.
- Beberapa terluka, beberapa gugur, Pak. - Sial.
Laporkan posisi kalian.
Tunggu dan jangan khawatir.
Bantuan akan datang untuk bawa tentara yang terluka dan mati.
- Ganti. - Ya, Pak.
- Akan kami periksa posisi kami. - Segera laporkan, Deepak.
Akan kutunggu. Ganti.
Oke.
- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.
# 18 Grenadiers, Pasukan Terdepan #
Waspadalah. Sepertinya ada yang datang.
Mungkin saja musuh.
Ambil posisi.
Itu tentara kita. Tampaknya mereka bawa korban.
- Yadav. - Ya?
Teman kita dalam kondisi buruk.
Ya Tuhan.
Asisten perawat.
Beri mereka suntikan morfin.
Musuh tak kelihatan dan tak tahu kekuatan musuh.
Hanya bisa menduga posisi musuh..
..dengan membayangkan arah tembakan musuh.
Apa ini?
Tak bisa lihat musuh, tak tahu posisi musuh?
Gila.
- Darimana Peleton-mu (30-50 tentara) tadi? - 6 km dari sini.
- Oke. Ayo pergi. - Ya, Pak.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Bagaimana kondisinya, Balwan?
Pak, 16 Grenadiers dalam kondisi buruk.
# 18 Grenadiers bergabung dengan 16 Grenadiers #
Kata korban, banyak tembakan Artileri (senjata berat, meriam).
Jumlah korban? Banyak?
Banyak sekali, Pak.
Tak ada bantuan Pasukan Artileri (Pasukan bersenjata berat).
- Salam, Pak. - Salam, Pak. - Salam.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
- Aku percaya situasinya buruk. - Ya, Pak. Situasinya serius.
- Ayo masuk. - Masuk, Pak.
Ayo bersiap menyerang Tololing, Pak.
Pak, kau dapat surat.
Pak, surat dari Nyonya Kiran. Bacalah.
Nanti saja, Hari Singh.
Aku tahu isi surat ini.
Dia pasti menulis ulang tahun pernikahan kami sebentar lagi.
Pasti dia nanya, apa aku pulang saat ulang tahun pernikahan.
Katakan, Hari Singh, harus kujawab apa?
MMG artinya..
..Mandir (Kuil), Masjid dan Gurdwara (Kuil penganut Sikh).
- Jaya. - Jaya.
Pak.
Hidup keadilan.
Semoga iblis kalah.
Semoga ada kasih sayang.
Semoga dunia damai.
- Hidup 18 Grenadiers. - Hidup.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.