Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
# Film ini berdasarkan sejarah Perang Kargil 1999 #
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Alfa ke Charlie. Ganti.
# 4 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #
# Letnan Saurav Kalia Hilang Kontak, Resimen Jat (Resimen= Pasukan Tentara dari beberapa Batalion) #
Alfa ke Bravo. Ganti.
Bravo, ini Alfa. Lapor padaku. Ganti.
# 5 MEI 1999, LOC (Garis Kontrol) Kaksar (sektor Kargil) #
# Letnan Amit Bhardwaj Hilang Kontak, Resimen Jat (Resimen= Pasukan Tentara dari beberapa Batalion) #
(Batalion= Pasukan 300-1000 Tentara)
Alfa ke Charlie. Ganti.
Alfa ke Charlie.
Charlie, ini Alfa. Laporkan ke markas. Ganti.
Pak.
Letnan Kalia, laksanakan patroli peninjauan lokasi.
Kabarnya, tikus menyusup wilayah kita melalui LOC.
Jika ada yang mencurigakan..,
..segera lapor padaku.
Tenang, Pak. Akan kami usir tikus agar menyebrangi LOC.
Bagus. Semoga berhasil.
Terima kasih, Pak.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Letnan Kalia, aku Komandan mu.
Panggilan untuk Letnan Kalia. Ganti.
Amit, kau dengar aku? Amit, ganti.
Sambungkan ke Markas Besar Brigade (Brigade= Pasukan dari beberapa Resimen).
Panggilan dari Alfa ke Tiger. Ganti.
Pak, ada masalah. Belum bisa tersambung ke Radio Portable..
..pasukan patroli ku selama 2 minggu ini.
Tak ada kabar dari mereka. Ini membuatku cemas, Pak.
Kolonel, tunggu perintahku selanjutnya.
Jangan kirimkan lagi pasukan pencari.
Biar ku bicara dengan Pimpinan. Nanti kukabari.
- Ganti dan putuskan telpon. - Ganti.
- Ada apa? - Ada serangan, Pak.
Gelap sekali, tak bisa melihat posisi musuh.
# Pasukan Pakistan Menembak Dari Sebrang LOC #
# Desa India Di sektor (wilayah) Kargil #
Mujahidin (Militan/ Pemberontak/ Pejuang Jihad) dan tentara Pakistan..
..sudah menyusup LOC beberapa kilometer ke wilayah kita.
Sepertinya mereka ada dimana-mana.
Lembah Mushkoh, sektor (wilayah) Drass dan Batalik.
Mereka sudah ambil alih semua wilayah India.
Mereka menduduki Benteng Pertahanan kita.
Makanan kita tertinggal di Benteng Pertahanan.
Mereka sudah memakannya untuk menyerang kita.
Mereka mengawasi National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1)..
..dari titik 4875, Tololing dan Kukarthang.
Mereka sering menembaki pasukan kita.
Ini situasi serius. Sambungkan ke Delhi.
Baik, Pak.
Pak, rencana musuh sederhana. Dari Ladak melewati Kashmir..,
..menembaki National Highway 1 (Jalan Raya Nasional 1).
# Angkatan Darat India Melewati ZOJILA Melalui NATIONAL HIGHWAY 1 (NH1) #
Perintah dari Delhi, jelas.
Kerahkan pasukan terbanyak ke sektor Kargil.
Kerahkan pasukan terbanyak untuk bertempur.
Seperti yang kita tahu, musuh menduduki wilayah sana.
Maka kita harus langsung menyerangnya.
Jadi perbandingannya 6:1.
Kita akan kehilangan 6 orang, dan mereka kehilangan 1 orang.
Saat di Kargil, perbandingan akan 10:1.
Makanya harus kerahkan pasukan terbanyak.
Pak, sebrangi saja LOC dan serang musuh dari belakang.
Jadi, pasukan kita sedikit yang gugur (mati).
Putuskan jalur pengangkut pasokan (makanan, obat, senjata) Pakistan.
Jangan, Brigadir. Perintah sudah jelas.
Kita serang dengan pasukan terbanyak.
Pokoknya kita akan menyebrang LOC (Garis Kontrol).
Ini perintah dari Delhi.
Pertama, kerahkan 1/11 Gurkha Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).
Tapi, Pak, 1/11 Gurkha Rifles baru kembali dari Siachen.
Tunggu apalagi? Mereka pasukan terbaik daerah ini.
Kolonel Lalit Rai akan memimpin 1/11 Gurkha Rifles.
Biar ku bicara dengannya.
- Ya, Pak? - Kolonel Lalit. - Ya?
Kau diperintahkan segera ke Yaldor, sektor Kargil.
# Rashtriya Rifles di Lembah Kashmir #
- Kau memimpin Resimen 1/11 Gurkha Rifles. - Baik, Pak.
24 jam lagi, kau akan diantar ke Yaldor.
Aku akan kesana, Pak.
# 1/11 Gurkha Rifles, Batalion Pertama dari 11 Gurkha Rifles, Batalik (sektor Kargil) #
Hidup India, Pak.
Kau memimpin 27 JCOs (Tentara Junior) dan 470 tentara lain, Pak.
Batalion (Pasukan 300-1000 Tentara), diam di tempat, grak.
Pak, kau memimpin 3 tentara, 27 JCOs dan 470 tentara lain.
Oke.
Batalion, tegak, grak.
Puja Dewi Kali.
Gurkha siap bertempur.
Batalion Gurkha terkenal karena keberanian.
Kawan Pemberani, kita tak takut bertempur dan berlumuran darah.
Kita tadi melihat Kashmir berlumuran darah.
Batalion Gurkha terkenal di seluruh dunia.
Kata Hitler, 'Jika aku punya pasukan Gurkha..,'
'..bisa ku taklukkan seluruh dunia.'
Dan sebagai Komandan kalian..,
..Aku Lalit Rai ingin kalian menang di Kargil.
Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Puja Dewi Kali.
Gurkha siap bertempur.
Batalion Gunung, laksanakan.
Pak, telpon dari Komandan.
- Kolonel Thakur. - Ya? - Pindahkan Batalion mu.
Suruh 18 Grenadiers (Pelempar Granat) ke sektor Drass, Kargil.
Hentikan operasi di lembah Kashmir. Cepat laksanakan.
Baik, Pak.
# 18 Grenadiers, Batalion ke-18 dari Resimen Grenadiers, Operasi Melawan Pemberontak #
Lari, Suleman.
Lepaskan.
Hati-hati, kau bisa celaka.
Jika kena giginya, kau bisa celaka.
Kenapa? Kau takut?
Giginya itu senjatanya. Dia bisa membunuhmu.
Aku orang Maratha, lelaki sejati.
Kami tak takut. Kami yang menakuti orang.
Aku orang Jat dari Haryana. Aku suka menyerang.
Itu masalahmu.
Kau bodoh, tak pakai otakmu.
Jaya Maharashtra.
Jaya Haryana.
Sachin, Balwan, jangan bertengkar.
Katanya, semua operasi di lembah, dihentikan.
Batalion disuruh ke sektor Drass.
Ayo.
Istirahat.
Tentara, aku dapat perintah.
Wilayah dan Pos Perbatasan kita, di sungai es Tololing..,
..sudah dikuasai musuh. Dari sana..
..musuh mengawasi National Highway 1.
Mereka mengawasi tiap gerakan kita.
Mereka juga mengawasi aktivitas kita.
Kita harus mengusir musuh dari sana.
Kita harus mulai menyerang mereka.
Mereka mengirim beberapa Batalion kesana.
16 Grenadiers (Pelempar Granat) sedang bertempur disana.
Kini, tugas ini dipercayakan ke kita.
Markas Besar ingin kita lakukan tugas ini.
Andai saja disana cuma 12 Mujahidin.
Batalion Naga juga sudah disana, Pak.
Pasti ada yang mencurigakan. Kita tak tahu kebenarannya.
Pak, perintahkan kita, kita akan langsung menyerang.
Tapi musuh terlalu banyak, granat mereka..
..akan langsung mengenai kita, Pak.
Kitapun tak punya info tentang musuh, Pak.
Mereka 8 atau 800 orang?
Meski mereka 8000 orang..,
..mereka sudah masuk wilayah kita. Kita harus mengusirnya.
Itu mudah diucapkan, sulit dilakukan.
Kami anggap kau ayah kami.
Kenapa kau menyuruh kami jadi pengecut?
Kenapa menyuruh kami untuk tak peduli?
Saat anak kecil berjalan di lorong gelap..,
..dia menyanyi agar tak takut.
Kamipun akan bertempur sambil menyanyi, Pak.
Lagu yang biasa ibuku nyanyikan.
"Jadi, kekasih..,"
"..katakan sebenarnya ada apa?"
Cara pengucapan liriknya salah, Pak.
Kau mau perang atau mau perbaiki ucapanku?
Pak, cepat perintahkan kami. Batalion siap bertempur.
18 Grenadiers (Grenadier= Pelempar Granat).
- Hidup tentara pemberani. - Hidup.
- Hidup tentara pemberani. - Hidup.
Halo, Kolonel Baba. Dengar.
- Suruh Batalion 17 Jat ke Kargil. - Oke, Pak.
# 17 Jat, Batalion ke-17 dari Resimen Jat, di Lembah Kashmir #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Istirahat, Anuj. Duduklah.
Terima kasih, Pak.
Kau mencuri es dimana?
Apalagi yang bisa dicuri disini?
Keindahan alamnya dan dinginnya es.
Selalulah pakai kata-kata kiasan.
Oke, Anuj. Bagaimana hasil misi itu?
Mereka 4 orang Afghanistan, Pak.
3 orang kabur dengan menyandra wanita dan anak-anak.
Tapi aku menangkap orang keempat.
- Dia sudah diinterogasi? - Sudah, Pak.
Tapi dia cuma menangis, bilang..,
- ..'Demi Tuhan, tembak aku'. - Kenapa?
Katanya jika dia hidup, Mujahidin akan membunuhnya.
Tapi jika dia mati, istri dan anaknya akan dapat Rs.300.000.
Makanya dia bilang, 'Demi Tuhan, tembak aku'.
Kutanya dia, 'siapa yang akan memberi kalian uang?'
Katanya, 'Mujahidin'.
Mujahidin Afghanistan dan Pir Punjab, bekerjasama.
Banyak gerakan yang diawasi di Kashmir Pakistan, Pak.
- Harus kabari Markas Besar Brigade. - Akan kita kabari, Anuj.
Batalion sedang ke Mathai, sektor Kargil.
- Kargil? Wilayah berbahaya? - Ya.
Kau punya banyak peluang menangkap teroris.
Kita akan bertempur.
Tentu, Anuj. Ayo pergi.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Deepak, kau masih cuti (liburan), kan?
Masih, Pak.
Tapi sudah kuselesaikan cutiku.
Kenapa? Ada apa?
Tiap hari, di desa, peti mati tentara, terus berdatangan.
Peti tentara kebanyakan dari Batalion Sikh, Pak.
Deepak, Batalion sedang ke tempat asal peti mati.
Aku kesini sebelum cuti habis, untuk balas dendam demi peti itu.
Deepak, musuh lah yang akan terbaring di peti mati.
Semoga begitu.
- Mayor Joshi. Joe. - Ya, Pak.
Kau naik pangkat jadi Letnan Kolonel.
Terima kasih, Pak. Semoga aku pantas dapat pangkat ini.
Kau memimpin Batalion 13 JAK Rifles (Rifles= Pasukan Senapan).
Aku harus memimpin Batalion, Pak?
- Ya. - Baik, Pak.
Situasi di Kargil cukup buruk.
Tugasmu, pindah ke Kumri, sektor Kargil.
Baik, Pak. Terima kasih.
# 13 JAK Rifles, Batalion ke-13 dari JAK (Jammu And Kashmir) Rifles, di Lembah Kashmir #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Ajay, semua operasi di lembah sudah dihentikan.
Suruh Batalion ke sektor Drass.
- Dimana Vikram Batra? - Dia dan pasukan patroli, pergi.
Kabarnya, beberapa teroris sembunyi..
..di desa 5 km dari sini. Dia pergi memburu teroris.
- Sejak kapan dia kesana? - 4 hari lalu.
4 hari lalu? Sial.
- Kau sudah menghubunginya? - Sudah, Vikas.
Pasukan patroli sudah kesana, tapi dia sudah pergi.
Dia dan pasukannya belum menghubungi kita.
Semoga mereka tak kenapa-napa. Keamanan mereka, tanggungjawab kita.
Hubungi dia lewat Radio Portable.
Kami sudah sampai di Barak Pangkalan. Ganti.
- Salam, Pak. - Salam.
Pak, Vikram sudah datang.
- Salam. - Salam.
Hei Superman. Syukurlah kau baik-baik saja.
- Kau kemana saja? - Aku disini.
Vicky, kami mencemaskanmu.
Tahu tidak, Mayor Vikas marah?
- Kau kemana saja? - Karena teroris kabur..,
..aku mencari teroris.
Bodoh. Orang-orang lari dari masalah. Kau malah cari masalah.
Lelaki sejati menghadapi masalah, bukan lari dari masalah.
Kau gila.
Untuk apa persiapan ini? Batalion mau kemana?
Ke Kargil. Sektor Drass. Kabarnya, ada masalah disana.
Bagus. Sudah ada masalah, tak perlu kucari lagi.
- Aku pergi dulu, nanti kukabari. - Oke.
Istirahatlah.
Hidup India, Pak.
Berhenti.
Terima kasih.
- Ini dia. Terima kasih. - Salam. - Salam.
- Apa kabar, Ramesh Kumar? - Baik.
- Salam. - Salam.
Sanjay, cepat sekali kau kesini?
Ya, akupun sudah ke rumahmu.
Ada Gorengan dari istrimu. Nanti kuberikan.
- Kalau kabar ibuku? - Ibumu baik.
- Selamat datang, Sanjay. - Apa kabar?
Ibumu sudah temukan calon istri untukmu?
Ya, ibuku sudah temukan calon istri untukku.
Jadi, ada apa ini?
Entahlah. Mayor Joshi juga disini.
- Mayor sudah kembali? - Ya.
Dia kembali dari Pos Terdepan Perbatasan di Shahjahanpur?
Dari berita radio, sudah kuduga ini masalah serius.
- Duduk. - Oke.
- Sudah siap? - Siap untuk pergi, Pak.
Bagus.
Kabarnya, disana ada beberapa Mujahidin bersembunyi.
Lalu kenapa menyuruh semua Batalion kesana?
Setelah disana, kita akan tahu ini masalah kecil atau besar.
Pak, kapan kita kesana?
- Harus sampai Kumri dalam 48 jam. - Siap, Pak.
Ayo pergi.
- Salam, Pak. - Salam.
Duduklah.
Sanjay, cepat sekali kau kembali dari cutimu?
Ya, Pak. Saat kutahu Batalion mau kesana..,
..aku langsung kesini.
- Raghunath. - Ya, Pak?
Ada surat dari rumahmu? Kabar ibumu?
Ibuku baik, Pak.
Para tentara, kawanku.
Saat masih kecil, rumah kita di desa.
Saat ada tamu, kita ramah pada tamu.
Meski tamu tak diundang datang..,
..kita tetap memberi tamu makanan lalu menyuruhnya pergi.
Saat binatang buas ke rumah kita..,
..kita mengusirnya.
Tapi saat serigala datang..
..mau memangsa, kita selalu membunuhnya.
Kini, kejadian itu pun terjadi di rumah (negara) kita.
Serigala menyusup rumah kita.
Katakan, mereka harus diapakan?
Bunuh mereka.
Kita akan lakukan itu. Jadi, janjilah.
Kita takkan kembali, sebelum tugas selesai.
- Tekad kalian kuat? - Ya, tekad kita kuat.
# 18 Grenadiers menuju sektor Drass (Kargil) #
"Kakak tersayang, inilah kejadian menakjubkan"
"Pemuda berperan jadi Pengantin Pria"
"Dia Raja di upacara pernikahan"
"Dia membuat semuanya terpesona"
- Jadi, kau Pengantin Pria nya, kan? - Sudahlah.
Setelah kau nikah, baru sekarang kita bertemu.
- Bagaimana rasanya? - Rasa apanya?
Pernikahan. Memangnya apalagi?
Seperti pengantin pada umumnya.
Ibuku dapat istri untukku. Lalu aku menikah.
Bagaimana Pengantin Wanita mu?
Dia baik.
Cantik, kan?
Kecantikannya terpancar dari mata yang memandangnya.
Jadi dia cantik.
Kau bawa fotonya?
Ya.
Dimana?
Di hatiku.
- Dan kenangannya? - Juga di hatiku.
Lalu kau bawa apa untukku?
- Cemilan. - Mana?
Di tas ransel. Ambil saja.
Bagus. Kukira Cemilan ada di perutmu.
Sekarang ceritakan intinya.
- Tentara Yogendra Singh Yadav. - Ya?
- Bagaimana Malam Pertama mu? - Sudahlah.
Katakan.
Mantap.
Sialan kau.
Sialan. Kau yang nikah, tapi aku yang hampir mati.
Kok bisa?
Namamu Yogendra Singh Yadav. Namaku pun Yogendra Singh Yadav.
Kau dari 18 Grenadiers, akupun dari 18 Grenadiers.
Akupun dapat kartu ucapan nikah.
Untung ucapan nikah dikirim kesini. Jika dikirim ke istriku..,
..pasti istriku menangis, bilang, 'Suamiku kawin lagi'.
Pasti istriku akan kesini memukuliku.
Kasihan aku. Semoga Tuhan mengampuniku.
Pasti kau akan dipukuli istrimu.
Menikah itu memang mantap.
Tapi aku mimpi buruk.
Mimpi apa?
Aku mimpi, orang merebut bendera India dari tanganku.
Tapi Yadav, tak kulepaskan bendera dari tanganku.
Aku sendirian menghajar dan mengusir mereka.
Mimpimu buruk sekali.
Mimpimu akan terwujud.
Kau tak sendirian. Kita bersama akan jaga bendera India.
- Lakukanlah semaumu. - Lakukan apa?
Demi bendera, akan kita hajar dan usir mereka.
Kita kembalikan mereka ke tempat asalnya.
Kita sudah lihat tarian merak.
Kita sudah lihat kabut tebal.
Kini, selokan mengajari laut agar bisa marah.
Kita sudah lihat bisingnya hujan deras.
"Kakak tersayang, inilah kejadian menakjubkan"
- Suruh dia diam. - "Pemuda berperan jadi Pengantin Pria"
Diamlah.
Kau mau kemana? Kenapa tak mau cerita?
- Kudengar disana ada ketegangan. - Mungkin ini kesempatanku..
..berkorban nyawa demi melindungi temanku.
Jangan bilang berkorban nyawa..
- ..sebelum kita nikah. - Oke-oke.
Aku takkan bilang begitu. Aku akan pulang dan menikah.
Lalu kita akan membahas bayi. Oke?
Dasar.
- Dimana Batalion mu? - Batalion ku sudah ke Kargil.
Kuberitahu, ada pertanda akan terjadi perang.
Aku ini tentara.
Hanya tentara yang bisa lihat peperangan.
Tiap kali kau membahas perang, hatiku sedih.
Tenang, Nyonya Yadav. Kau takkan menangis sendirian.
Aku ingin membuatmu tersenyum bersamaku.
Ayo senyum.
Ayo senyum.
Yogesh.
Memangnya kau bisa pergi begitu saja?
Kukira kau sudah tidur.
Aku tahu kau mau pergi pagi-pagi.
Jadi, aku tak bisa tidur. Aku dengar semuanya.
Tadi kau bangun, mandi..,
..berpakaian dan mau pergi diam-diam.
Aku tak mau ganggu kalian.
Jika Eshita terbangun, dia takkan membiarkanku pergi.
Kau masih ingin pergi, demi keluargamu yang lain.
Keluargaku cuma satu. Yaitu, tentara Batalion ku..,
- ..kau dan Eshita. - Lalu siapa yang melindungiku?
Kau punya pelindung di Kuil, yaitu Dewa Krishna.
Maksudmu Dewa Krishna takkan melindungi Batalion mu?
Dewa Krishna selalu memilih orang untuk wujudkan keinginan-NYA.
Sepertinya akulah orang pilihan-NYA.
Oke. Tapi jaga dirimu.
Tenang saja. Aku takkan kenapa-napa.
Takkan kubiarkan kau kenapa-napa.
Meski kematian di depan mata, akan kuhadapi.
Oh ya? Caranya?
Seperti ini.
Ayah.
Nanti cepatlah pulang.
Sanjay, kenapa kau murung?
Bibi, Batalion ku sudah meninggalkan Sopore..
..menuju Kargil. Akupun harus ke Kargil.
Jangan, Nak. Pamanmu gugur dalam perang 1965.
Kau malah mau berperang.
Jika kau kenapa-napa, keluargamu tak ada penerusnya.
Aku punya keluarga besar, Ibu.
Semua tentara India menjaga keluarga besarku.
Jika tak sekarang, kapan lagi ku harus bela negara?
Beri aku restu Ibu. Dan senyumlah. Oke?
Oke, Nak.
Eh kau?
Santo.
Tunggu, Santo.
Dengar.
Sudah kudengar semuanya.
Hanya pengecut yang menangis, kan?
Ya, aku memang pengecut, bukan pemberani sepertimu..
..yang bisa hadapi senjata dengan senyuman.
Aku takkan kenapa-napa.
Cintamu adalah perisai ku.
- Kau sok bercanda padaku? - Tidak.
Aku janji akan pulang.
Aku akan pulang bukan demi orang lain..,
..tapi demi dirimu.
Pulanglah. Jika kau kenapa-napa, dunia akan menjulukiku penyihir..
..yang mempercayai tunangannya.
Kau mencemaskan dunia, kan?
Duniaku diawali dan diakhiri hanya bersamamu.
Aku serius mengenai hubungan kita.
Sumpah.
Tatap mataku dan katakan.
Jika menurutmu aku bohong, lupakan aku.
- Apa rencana hidupmu? - Menjadi tentara.
Kenapa tentara?
Menjadi tentara karena kesempatan, mencintainya karena pilihan..,
..dan membunuh karena profesi.
Aku terkesan, Pak Vikram Batra.
Mitthu, kehidupan tentara sering di perbatasan.
Kau sanggup hidup dengan tentara?
Apa ini tak terlalu buru-buru?
Aku ingin hubungan ini lebih dari persahabatan.
Aku ingin persahabatan kita punya masa depan. Bersedia?
Tatap mataku dan katakan.
Mataku menjawab apa?
- Pak Anuj Nayyar. - Bukan. Letnan Anuj Nayyar.
- Maaf. - Ya, kau harus minta maaf.
- Jangan panggil aku 'Pak', oke? - Hei.
Kita baru saja bertengkar. Bagaimana masa depan kita?
Jika bertengkar, foto ulang tahun pernikahan kita akan jelek.
Maaf. Kau sedang melamarku?
Entahlah. Oh ya?
Ya, kayaknya begitu.
Jawabanmu, Ya atau Tidak?
Letnan Anuj Nayyar, kau itu tentara.
Sikapmu harus seperti tentara.
Berlututlah di depanku dan pegang tanganku.
Oke, Nyonya.
Maukah menikah denganku?
Ya, aku mau.
Tunjukkan luka bakarmu.
- Sudahlah, Ibu. Tak apa. - Tunjukkan.
Ya Tuhan. Mau Ibu oleskan krim?
Putra Ibu ini tentara yang akan hadapi ledakan bom.
Ibu rela mencium tangan putra Ibu?
Saat kau membahas hal begitu, Ibu takut, Nak.
Ibu.
Lihat, tetangga kita datang.
Nak, harusnya datang dari tadi, jadi bisa Ibu bikinkan teh.
Lihat, dia melukai tangannya.
- Mana? - Jangan.
- Jangan pegang-pegang, bukan Muhrim. - Tunjukkan.
Tak usah, Ibu. Akan kutunggu agar bisa memegang tangannya.
- Maksudnya? - Dia tahu maksudku.
Kini, dia melakukan apa-apa sendiri.
Dia memasak air dan bikin teh sendiri.
Dia menjahit kancing bajunya sendiri.
Dia menyetrika bajunya sendiri.
Jika Ibu tak mengawasinya..,
..dia mau mencuci bajunya sendiri.
Kenapa kau lakukan semuanya sendiri?
Ibu sudah membantuku sampai aku sebesar ini.
Aku sudah dewasa, kenapa harus minta bantuan Ibu?
Jendral Manoj Pandey, beberapa tugas rumah memang dikerjakan wanita.
Benar. Nak, bawalah istri ke rumah.
Lalu kau akan bahagia dan Ibu tak perlu repot lagi.
Mau cari istri dimana, Ibu?
- Ibu sudah menemukan calon istri. - Oh ya?
- Ibu menyetujuinya. - Siapa? - Ibu.
Ibu, jangan sebut namanya. Sebut saja Hema.
Biar dia tidak penasaran. Aku pergi dulu.
Mau kemana?
Aku sedang memasak. Sambil menunggu matang, aku kesini.
- Dia baik, kan? - Baik apanya? Dia gila.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.