Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Vikram, cepatlah kembali.
Entah kukibarkan Bendera India di puncak tertinggi.
Atau mayatku terbalut Bendera India. Tapi aku pasti kembali.
Tum jo vahaan ho main jo yahaan hoon "Kita berjauhan"
Iski vajah kyaa tumko bataaoon "Tak bisa kujelaskan kenapa berjauhan?"
Maan dharti ko jo maanaa hai "Ini Ibu Pertiwi kita"
Maine itnaa hi jaanaa hai "Dan aku tahu itu"
Is aanchal par aanch na aaye "Semoga Ibu Pertiwi tak kenapa-napa"
Sadaa tirangaa hi lahraaye "Semoga Bendera India slalu berkibar"
Dil mein hai jinke beimaani "Mereka yang berhati jahat"
# Operasi Safed Sagar (Laut Putih) # Unko baat hai ye samjhaani "Mereka harus terima akibatnya"
Na to Himaalay kabhi jhukegaa "Jangan tundukkan Himalaya"
Na Gangaa chhodegi bahnaa "Jangan hentikan aliran air Gangga"
Na to Himaalay kabhi jhukegaa "Jangan tundukkan Himalaya"
Na Gangaa chhodegi bahnaa "Jangan hentikan aliran air Gangga"
- Hidup India. - Hidup India.
Kalian takut kembang api ini?
Tidak, Pak.
- Puja Dewi Durga. - Puja.
Tugas kita, menguasai titik 4875.
Komandan kalian pasti sudah menjelaskan.
Tujuan kita, menghancurkan tikus..
..yang menyusup ke wilayah kita..,
..dan mengusir mereka. Ada pertanyaan?
Tidak, Pak.
Kalian akan melindungi tentara yang di depan kalian.
Kalianpun akan dilindungi tentara yang di belakang kalian.
Dan Tuhan akan melindungi kita semua.
Sebut nama Tuhan masing-masing. Ishwar, Allah, Waheguru.
Kawan, percayalah pada Tuhan.
Hancurkan musuh dan semoga sukses.
Aku akan bersama kalian diatas sana dan dibawah sini.
- Jaya Komandan. - Jaya.
- Puja Dewi Durga. - Puja.
- Salam, Pak. - Salam.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Istirahat, kawan.
Kawan, kita pasti menang.
Karena Tuhan bersama kita.
- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.
Lupakan tragedi istrimu. Pikirkanlah musuh.
- Tuhan menyertaimu. - Ya, Pak.
Jangan lupa Bofors, Artileri, akan bantu kita bertempur.
- Ya, Pak. - Tuhan menyertaimu.
Terima kasih, Pak.
Pak.
Deepak, semangatmu memperpendek cutimu..,
..harus kau balaskan ke musuh.
- Aku mengandalkanmu. - Aku takkan mengecewakanmu, Pak.
- Tuhan menyertaimu, Deepak. - Terima kasih, Pak.
- Jaga pasukan. - Baik, Pak.
Aku tahu Anuj akan mengawasimu.
Dia akan selalu mengawasimu.
Jadi, jangan kecewakan dia.
Ini saatnya lupakan teman dan keluarga.
- Pikirkan saja musuh. - Ya, Pak.
- Tuhan menyertaimu. - Terima kasih, Pak.
Anuj, kau memberiku cincin tunanganmu.
Cincin itu akan tetap milikmu.
Saat kau kembali, pakai lagi cincin itu.
- Ya, Pak. - Berjanjilah.
- Janji hanya ada di surga. - Ini surga. Negara kita, surga.
- Tuhan memberkatimu. - Terima kasih, Pak.
Batalion, siap, grak.
Balik kanan, grak.
Maju, jalan.
# 1/11 Gurkha Rifles bergabung dengan 22 Grenadiers #
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Dimana lokasi pasukanmu?
Lokasi pasukanku sejam dari sini.
Antar aku ke lokasi pasukanmu.
Kita harus menyerang sebelum fajar. Ayo.
Sepertinya pasukan India sudah maju.
Tembakkan Roket Suar.
- Ayo tembakkan Artileri. - Tembakkan Artileri.
Pak, kita salah jalan. Pasukanku dibawah sana.
Semuanya, turun ke bawah.
- Hidup India, Pak. - Hidup India.
Terima kasih banyak, Pak.
Kau sudah datang untuk bantu Peleton kami, Pak.
Bagaimana keadaannya?
Buruk, Pak. Tapi akan lebih baik lagi..,
..andai saja Pakistan tak dapat bantuan pasukan.
Ada Landasan Helikopter dibalik Benteng Pertahanan, Pak.
- Dari situ mereka dapat bantuan pasukan. - Sudah menyerang mereka, kan?
Untungnya JCO Zakeer Husain menyarankan ide ini.
Di kepala tentara kita terikat pita hijau..
..dan mendaki gunung sambil teriak, 'Allah Maha Besar'.
Jadi, Pakistan pikir, mereka dapat bantuan pasukan lagi.
Saat Pakistan mengulurkan tangan ke tentara kita.
Lalu tentara kita menikam pasukan Pakistan.
Tak hanya itu, Pak. Saat kehabisan pita hijau..,
..kita merobek kain hijau dari Bendera India.
- Lalu mengikatnya di kepala, Pak. - Bagus sekali.
Pakistan tak mengakui..
..jika Muslim lebih banyak di India daripada di Pakistan.
Pakistan pun awalnya India, lalu jadi negara Muslim.
Kerja bagus, Zakeer Husain.
- Aku bangga padamu. - Terima kasih, Pak.
# 18 Grenadiers menyerang ke Bukit Tiger #
Awas, awas.
Berhenti menembak. Kesanalah.
Ranjha ke Pangkalan.
Ranjha, sampaikan laporanmu. Ganti.
Kirimkan banyak bantuan kesini, Pak. Ganti.
Bantuan datang, Pak.
Bantuan datang.
Berhenti menembak. Kami mau pindah. Ganti dan putuskan.
Hidup Ibu Pertiwi.
- Yogendra. - Ya?
Sesuai rencana, kalian ke sektor berbahaya, puncak Bukit Tiger.
Beri musuh kejutan dari belakang. Paham?
Aku dan Peleton akan kesana dari selatan.
Sesuai ucapanmu, Pak.
- Ayo, Yogendra. - Ayo, Yadav.
- Yogendra. - Ya?
- Semoga sukses. - Kau juga semoga sukses, Pak.
Hati-hati, Pak.
# 17 Jat menyerang ke Pimple Complex #
- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.
- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.
- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.
- Hidup Jat Hebat. - Tuhan Maha Kuasa.
- Pak. - Sialan.
Kakiku tertembak.
Kakiku tertembak.
Tenang. Kau akan baik-baik saja.
Ambilkan tandu.
- Cepat ambilkan tandu. - Baik, Pak.
Anuj, kirim dia ke Barak Pangkalan.
Jangan, Deepak. Aku mau tetap disini.
Butuh 6 tentara untuk mengangkutku.
Jangan cemaskan aku. Kalian seranglah musuh.
Diam.
Kau harus ke Barak Pangkalan. Anuj, gantikan tugasnya.
- Dimana Bofors mu? - Siap, Pak.
Ayo serang.
Sampai ketemu di Barak Pangkalan, Pak.
- Semoga sukses, Pak. - Pindahkan dia.
Serang mereka.
Kau tak apa? Cepat pindahkan dia.
Lindungi dengan menembak.
- Sial. Aku tertembak. - Tenanglah.
Pak, dia tertembak 2 kali di lengan dan bahunya.
Ambilkan tandu.
- Ambilkan tandu. - Jangan.
Butuh banyak tentara untuk mengangkutku. Aku jalan kaki saja.
Balbir, temani dia ke Barak Pangkalan.
Pak, katamu aku akan tinggal dengan Pengganggu.
Kau malah mau meninggalkanku?
Oke, aku tetap disini. Aku takkan pergi.
Ini bukan waktunya bercanda, Anuj.
Biarkan dia pergi. Cepat pergi.
Atau, tanganmu harus diamputasi. Pergi.
- Bawa dia pergi. - Cepat pergi.
- Kapten Shashi, kau ambil alih tugasnya. - Baik, Pak.
469929 . Hotel 102 Oscar Tango. 162 Target.
- Target apa? Ganti. - Target 3 Pimple. Tembakkan satu senjata.
Tembakan bagus, kawan. Kini saatnya bunuh musuh.
Semua senjata, tembak.
Alfa, berhenti menembak. Kami mau berpindah.
- Pak Deepak. - Ya?
Apa Cinta dan Kematian saling berhubungan?
- Apa? - Peluru cuma menyerempet telingaku.
Rasanya seolah aku sudah mati.
Aku gemetar dari kepala sampai kaki.
Gemetar seperti saat pertama jatuh cinta.
Baru kali ini kulihat kekasih gila begini.
Kematian di depan matamu. Kau malah memikirkan kekasihmu.
Benar, Pak. Aku sependapat.
Sialan mereka.
- Tembakan bagus. - Terima kasih, Pak.
Kayaknya kita akan bertempur sampai fajar.
Ayo naik.
- Hati-hati. - Kau juga hati-hati.
Jangan sampai jatuh kena kepalaku.
- Tetap hati-hati. - Cepat.
- Hati-hati. - Kau harus hati-hati.
Yadav.
Mereka menembakku, sialan.
Hei sialan.
Aku datang.
Sialan kalian. Aku datang.
Puja Dewa Krishna.
Terima ini, Rawalpindi.
Terima ini, Karachi.
Ayo, sialan.
Pasukan bantuan Pakistan segera datang. Ganti.
Musuh mengirimkan pasukan bantuan, sialan.
Mereka menembakku.
Yadav, aku disini. Tunggu aku.
Akan kuhancurkan musuh.
Yadav, ayo serang musuh.
Yadav.
Yadav telah gugur.
Hidup Ibu Pertiwi.
Terima ini, Lahore.
Matilah kalian. Sana panggil pasukan bantuan kalian.
Yadav, akan kubawa pasukan kita.
Musuh mengirimkan pasukan bantuan.
Akan kubawa pasukan kita.
- Sudah pagi. Tunggu sampai matahari terbenam. - Ya, Pak.
Lalu kita serang musuh.
Jangan menunggu, Pak.
Pasukan bantuan musuh akan datang malam ini.
Bofors kita bisa hancurkan musuh sekarang.
- Serang musuh sekarang. - Tidak, Anuj.
Itu akan memakan banyak korban.
- Tak ku ijinkan. - Maaf. Aku tak bisa menunggu.
- Lindungi aku. - Anuj.
Anuj, kembalilah. Ini perintah.
- Surendra Singh. - Ya, Pak?
- Lindungi aku. - Baik, Pak.
- Ayo ke tempat Kapten. - Oke, Pak. Pindah.
Anuj, kembalilah. Kau bisa gugur.
Tidak. Kata ayahku, dari garis tanganku, umurku panjang.
Aku takkan kenapa-napa.
- Anuj, tunggu sampai matahari terbenam. - Baik, Pak.
Sialan mereka.
Sialan mereka.
- Yogendra. - Aku tertembak.
Semua pasukanku sudah gugur.
Yadav sudah gugur.
Pakistan akan menyerang balik, Pak.
Tenanglah.
Jangan biarkan musuh menguasai Bukit Tiger.
Jangan serahkan tanah kita ke musuh.
Kita harus mengusir musuh.
Jangan tinggalkan aku, Pak.
Aku ingin bertempur denganmu.
- Ambilkan tandu. - Aku ingin bertempur denganmu.
Aku ingin bertempur.
Cepat bawa dia.
Aku ingin bertempur.
Ayo.
Anuj.
Hati-hati, Pak.
Surendra Singh.
Anuj.
Anuj.
Anuj.
Tenang saja, Deepak. Aku takkan kenapa-napa.
Ucapan ayahku tak mungkin salah.
Aku belum akan mati.
Lagipula jika aku mati..,
..tunanganku..
..takkan pernah memaafkanku.
Anuj, jangan mati dulu.
- Deepak. - Anuj.
Anuj.
Sialan.
Takkan ku ampuni mereka.
- Pak, mereka sudah mati. - Sialan kalian.
Kalian menembak Anuj.
- Bravo, ini Alfa. Ganti. - Alfa, ini Bravo. Ganti.
Berikan ke pemimpinmu. Ganti.
Pak, Komandan ingin bicara denganmu.
Halo, Deepak.
Deepak, bicaralah.
Halo Deepak. Kau dengar aku?
Deepak, bicaralah. Kau dengar aku?
Bicaralah, Deepak.
Bicaralah, Deepak.
Halo Deepak. Kau dengar aku?
Serang balik.
# 1/11 Gurkha Rifles menyerang wilayah Benteng Pertahanan #
Prasanna. Ambilkan tandu.
Ambilkan tandu. Bawa dia ke Barak Pangkalan.
Aku tak apa-apa.
- Tapi, Pak. - Aku ingin tetap disini, Manoj.
- Pak, kau harus.. - Aku tak mau kemana-mana.
- Tapi kakimu tertembak, Pak. - Diam.
Tembakan berasal dari Benteng Pertahanan.
- Jika tak merebut Benteng Pertahanan. - Tapi, Pak. - Diam.
Jika tak merebut Benteng Pertahanan, serangan ke Khallubar akan sia-sia.
Rebut Benteng Pertahanan sekarang.
- Akan kulakukan, Pak. - Cepat, Manoj.
Pasukan pimpinan Bhim Bahadur dan 5 Peleton, ikut aku.
Baik, Pak. Peleton, ikut aku.
Ada tembakan besar, Pak.
Kita tak bisa melihat posisi musuh.
Kita harus mengakhiri serangan sebelum fajar.
Atau, musuh bisa melihat gerakan kita.
Dan korban bisa makin banyak.
Selama kita tak tahu posisi musuh..,
..korban akan makin banyak.
Tunggu sampai fajar agar tahu posisi musuh.
Caranya mengetahui posisi musuh saat fajar?
Aku punya ide.
Tetap di posisi kalian sampai fajar.
# 13 JAK Rifles menyerang titik 4875 #
- Puja Dewi Durga. - Puja.
Puja Dewi Durga.
Puja Dewi Durga.
Puja.
Ya.
- Vikram. - Ya, Pak? - Kemari.
Pimpin pasukan dan selamatkan Kapten Nagappa.
Dia berhasil merebut satu Benteng Pertahanan.
Tapi dia dikepung musuh.
Diapun kehabisan makanan dan amunisi.
- Pergi sekarang atau tunggu sampai fajar? - Baik, Pak.
- Aku pergi sekarang. - Bagus. Pergi.
Ayo, Peleton.
Sudah fajar, Manoj Pandey. Keluarlah.
Ingat, berapa pasukanmu yang mati di Kukarthang?
Ingat, berapa pasukanmu yang kubunuh?
Sudah ku rebut Kukarthang. Akan ku rebut wilayah ini.
Sialan, sembunyi dimana kau?
Keluarlah.
Kau kesini mau mati, kan? Ayo keluar.
Entah aku mati atau membunuh. Tapi biar kutunjukkan.
Peti mati mu yang kuhias.
Dengar suara Kukri ini, kan?
Kukri-ku (pisau khas Nepal, Gurkha) akan menggorok lehermu.
Kau tak bisa sembunyi dari Manoj Pandey.
Karena di Pakistan, tak ada tempat bersembunyi dariku.
Aku akan keluar menembak musuh.
Agar tahu posisi musuh.
Pak, aku ikut mau melindungimu dengan menembak.
Jangan. Biar aku sendiri saja. Ini perintah.
Aku bertanggung jawab atas semua nyawa Peleton ku.
Paham?
- Paham? - Paham, Pak.
Tetap di posisi kalian.
Pak.
Pak, kau tak apa-apa?
Aku tak apa-apa. Jangan cemaskan aku.
Gomti memanggil Alfa. Ganti.
Ini Alfa, Manoj. Sampaikan laporanmu. Ganti.
Pak, kami tahu posisi musuh.
Musuh akan musnah sesuai rencana.
Bendera India akan berkibar di Khallubar.
Bagus, Manoj. Semoga sukses.
Hati-hatilah. Ganti.
Kau juga hati-hati, Pak.
Kau tertembak dan 2 anakmu menunggumu pulang.
Aku juga ditunggu. Tapi yang menungguku hanya Kemenangan.
- Ganti dan putuskan. - Ganti dan putuskan, Pak.
2 Benteng Pertahanan di kanan dan 4 di kiri.
Kau pimpin pasukan, menyerang dari kanan.
Baik, Pak.
Biar ku pimpin Peleton, menyerang dari kiri.
- Baik, Pak. - Oke?
Ayo.
- Nagappa, kau tak apa-apa? - Bagus, kau datang, Vicky.
Aku menduduki Benteng Pertahanan Pakistan ini.
Tapi kami kehabisan makanan dan amunisi. Akupun tertembak.
Oke, jangan khawatir. Perawat, kemari.
Shershah itu kode mu, kan?
- Biar kutangani. - Kami menyadap Radio Portable mu.
Meski kalian lolos di Rocky Knob.
Tapi kalian takkan lolos disini.
Nama Shershah (Raja Singa) tidak menjadikanmu Singa.
Dan jangan bikin onar disini.
Meski kau kesini, kau tak bisa pulang. Paham?
Kau benar. Perjalanan pulang memang sulit.
Saat pulang, aku harus mengangkut mayatmu.
Karena negaramu tak mengakui mayat tentaranya sendiri.
Kau kembalilah. Biar kulindungi dengan menembak.
- Kembali ke Medan Tempur sana. - Oke.
Siap? Pergi.
Pergi.
Sialan, kau cerdik sekali.
Berikan Madhuri Dixit pada kami.
Maka kami akan pergi meninggalkan Kashmir.
Maaf. Madhuri Dixit sibuk. Sibuk menggali tanah..
..untuk mengubur kalian.
Sialan.
Puja Dewi Kali. Inilah Gurkha.
Puja Dewi Kali.
Inilah Gurkha pemberani.
Puja Dewi Kali.
Inilah Gurkha pemberani.
Ini dari Madhuri Dixit dengan penuh cinta.
Puja Dewi Durga.
Pak Vikram.
Pak Vikram tertembak.
Puja Dewi Durga.
Bangun, Pak.
Musuh pengecut, sembunyi dibalik Benteng Pertahanan.
Aku ikut denganmu, Pak.
Minggir, Raghunath. Kau punya istri dan anak.
Puja Dewi Durga.
Pak.
Pak.
Pak.
Bangun, Pak.
Bangun.
Pak.
Ratan.
Bravo ke Alfa. Jawablah.
Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.
Bravo, ini Alfa. Sampaikan laporanmu. Ganti.
Pak Vikram tertembak. Ganti dan putuskan.
Sudahlah.
Musuh menembak jantungku.
Pak.
- Vicky? - Musuh menembak jantungku, Pak.
- Hei, Rifleman (Pasukan Senapan) Sanjay Kumar. - Ya, Pak?
Kau ingat hubungan kita, kan?
- Ingat, Pak. - Hubungan persahabatan kita? Jangan lupa.
Takkan pernah kulupa, Pak.
- Pak Joe. - Ya, Vicky?
- Maafkan aku, Pak. - Tidak, Vicky.
Aku lupa mengabarkan Sinyal Kemenangan ku.
'Yeh Dil Maange..' (Hati ingin..).
Vicky.
Mampus, kau sialan.
Sialan.
Mau lari kemana, sialan?
Kenapa lari, sialan?
Kalian takkan ku ampuni.
Berhenti.
Kubilang, berhenti. Jangan melewati LOC.
Ini perintah. Kembalilah.
Kubilang, kembali. Jangan melewati Garis Kontrol (LOC).
Kembali. Ini perintah.
Kau membunuh Vikram Batra.
Vikas.
Jangan menendangnya.
Dia juga punya orangtua dan saudara.
- Tentara harus hormati tentara lain. - Dia membunuh Vikram.
Aku tahu.
Aku juga berduka cita. Tapi ingat, kita ini tentara.
Mereka juga manusia. Paham?
Tidak, Pak. Mereka bukan manusia.
Sanjay Kumar, ini perintah. Kembalilah.
- Jawablah, Gomti. - Gomti ke Alfa.
Manoj Pandey sudah merebut wilayah Benteng Pertahanan.
Tapi kita kehilangan Manoj Pandey dan Bhim Bahadur Diwan.
Sekarang bisa mulai menyerang Khallubar.
Tuhan memberkati tentara.
Kita akan menyerang Khallubar setelah matahari terbenam.
Serang.
# Serangan Terakhir di Bukit Tiger oleh 18 Grenadiers dan 8 Sikh #
- Terpujilah.. - ..Dengan nama Tuhan.
- Ghatak ke Alfa. - Ya, Balwan. Jawablah.
Ghatak sudah merebut Bukit Tiger, Pak.
Bendera India berkibar di Bukit Tiger, Pak.
- Ada korban? - Ada, Pak.
Tapi ku akui, Pakistan bertempur dengan berani, Pak.
Mau kita apakan mayat pasukan Pakistan, Pak?
Kubur mayat mereka sesuai penguburan Muslim.
Pak, akhirnya 18 Grenadiers menang.
- Kita merebut Bukit Tiger. - Selamat, Balwan. Sukses selalu.
- Hidup Ibu Pertiwi India. - Hidup.
Yadav.
Bicaralah, Yadav.
Kau meninggalkan kami.
Kepergianmu menyakitiku.
Khaamosh hai jo "Keheningan ini.."
Ye vo sadaa hai "..adalah kisahnya"
Vo jo nahin hai "Dia telah gugur"
Vo kah rahaa hai "Dia tak bersama kita"
# 17 Jat merebut Pimple Complex #
Saathiyon tumko mile "Wahai Kawan"
Jeet hi jeet sadaa "Semoga kau selalu menang"
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Jaao jo laut ke tum "Saat kau pulang"
Ghar ho khushi se bharaa "Moga rumahmu dipenuhi bahagia"
# 13 JAK Rifles merebut titik 4875 #
Pak, berkat Vikram, aku masih hidup.
Dia tak mengijinkanku untuk menyerang.
Dia bilang padaku, 'Kau punya istri dan anak'.
Dia menyuruhku kembali.
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Chanakya, apa benar kabarnya Shershah?
Sangram, maaf. Vikram sudah gugur.
Ya Tuhan.
# 1/11 Gurkha Rifles merebut Khallubar #
Manoj Pandey.
Akan kuceritakan kisahmu ke anakku.
Kal parvaton pe kahin "Kemarin malam di bukit"
Barsi thi jab goliyaan "Ada hujan peluru"
Hum log the saath mein "Kita bersama-sama"
Aur hausle the javaan "Dan kita sungguh berani"
Ab tak chattaanon pe hain "Sampai kini di bukit"
Apne lahoo ke nishaan "Masih berlumuran darah kita"
# 14 Juli 1999, Perdana Menteri India Menyatakan Kemenangan Operasi Vijay #
(Operasi Vijay = Operasi India untuk membersihkan sektor Kargil)
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
'Dengar.'
'Kau punya kebiasaan buruk. Saat pergi, kau tak pernah menengok.'
'Kali ini, menengoklah. Atau, aku akan disini selamanya.'
'Kau akan menangis di depan semuanya dan aku tak suka itu.'
'Memangnya aku menangis saat kau pergi?'
'Kau pikir kau siapa?'
Selama matahari dan bulan bersinar.
Nama Manoj Pandey tetap bersinar.
Selama matahari dan bulan bersinar.
Nama Manoj Pandey tetap bersinar.
- Hidup Ibu Pertiwi. - Hidup.
'Entah kukibarkan Bendera India di puncak tertinggi.'
'Atau mayatku terbalut Bendera India. Tapi aku pasti kembali.'
Kal tumse bichhadi hui "Setelah lama berpisah"
Mamtaa jo phir se mile "Saat kau rindu kasih sayang"
Kal phool chehraa koi "Kelak saat wajahmu ceria"
Jab tumse milke khile "Dan kau bahagia"
Kal tumse bichhadi hui "Setelah lama berpisah"
Mamtaa jo phir se mile "Saat kau rindu kasih sayang"
Kal phool chehraa koi "Kelak saat wajahmu ceria"
Jab tumse milke khile "Dan kau bahagia"
Paao tum itni khushi "Semoga kau slalu bahagia"
Mit jaayein saare gile "Semoga tak bersedih lagi"
Hai pyaar jinse tumhein "Orang yang kau cintai"
Saath rahe wo sadaa "Semoga kau slalu bersamanya"
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Alih Bahasa: varisnova (Varis Nova Riskila) subscene.com/u/1013796 "Stop Kekerasan Terhadap Anak dan Wanita!!!"
Jab aman ki baansuri "Saat merdunya seruling"
Goonje gagan ke tale "Dimainkan dibawah langit"
Jab dosti kaa diyaa "Saat lilin persahabatan"
In sarhadon pe jale "Bersinar di perbatasan"
Jab bhool ke dushmani "Saat musuh lupakan permusuhan"
Lag jaaye koi gale "Dan memelukmu"
Jab saare insaano kaa "Saat manusia"
Ho ek hi kaafilaa "Ramai berkerumun"
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Jaao jo laut ke tum "Saat kau pulang"
Ghar ho khushi se bharaa "Moga rumahmu dipenuhi bahagia"
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Bas itnaa yaad rahe "Namun ingatlah"
Ek saathi aur bhi thaa "Kau memiliki kawan"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.