Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SERIAL NETFLIX
Terima kasih banyak.
- Ditunggu kabarnya. - Baik.
Lokasinya tepat berada di tengah Jinyowon dan Songrim.
Atap dan lantainya juga bersih.
Di antara pilihan lain, rumah ini yang paling bagus.
Apa menurutmu kamarnya tidak terlalu banyak?
Mereka akan punya anak nantinya.
Jika laki-laki, diberi marga Park dan bergabung dengan Songrim.
Jika perempuan, diberi marga Jin dan menjadi penerus Jinyowon.
Mereka harus punya banyak anak.
Aku tidak salah memintamu untuk menemaniku mencari rumah.
Aku akan memilih rumah yang kau sukai.
Baik.
Sebenarnya,
tempat tinggal yang kuinginkan tidak seluas ini.
Aku lebih suka rumah kecil
karena aku ingin hidup berdekatan dengan suamiku nanti.
Aku juga ingin punya halaman kecil untuk menanam bunga kesukaanku.
Kau sangat menyukai bunga, ya?
Bagaimana jika menanam pacar air?
Aku dan suamiku bisa memetik bunga jika sudah mekar, juga menyiramnya.
Kurasa akan menyenangkan hidup seperti itu.
Baiklah. Aku akan mencari
rumah seperti itu.
Apa?
Aku akan memberikanmu rumah sederhana yang memiliki halaman mungil
untuk menanam pacar air
sebagai hadiah saat kau
menikah nanti.
Hadiah?
Karena Guru Lee menyukai Sapsali,
aku juga akan memberikanmu anjing sebagai hadiah.
Kau sedang menyuruhku untuk menikah dengan Guru Lee?
Bukankah melihatnya saja sudah membuatmu senang?
Kau berpikir bahwa orang yang kusukai adalah Guru Lee?
Aku cukup peka untuk menyadarinya.
Makanya kau bersedia memberikanku rumah
untuk kami tinggali bersama sebagai hadiah jika aku menikah dengannya?
Aku ikhlas memberikannya untukmu.
Kenapa
tidak sekalian membelikanku rumah dengan 100 kamar?
Seratus kamar?
Kau sebenarnya menyukai rumah yang besar?
Rupanya aku tidak peka.
Apa kau bodoh?
Orang yang kusukai adalah kau.
Aku berharap
kau akan menyadarinya suatu saat nanti.
Aku membuatkan makanan kesukaanmu dan pakaian untukmu.
Meski kau benar-benar tidak peka, aku berharap kau akan menyadari perasaanku
suatu hari nanti.
Namun, kau menyuruhku untuk menikah dengan pria lain
dan akan membelikan rumah untuk kami?
Kim Do-ju.
Sepertinya aku salah paham.
Tutup mulutmu!
Sepanjang kita melihat rumah hari ini,
aku membayangkan kita hidup bersama.
Memetik bunga pacar air yang mekar di halaman rumah dengan mesra,
lalu menyiramnya bersama.
Pasti akan sangat menyenangkan.
Dengan mesra?
Ya! Dengan mesra.
Menjadi mesra!
Dengan mesra.
Aku mengerti sekarang. Dengan mesra!
Kurasa aku bisa membayangkannya juga.
Lupakanlah.
Impianku sudah hancur.
Aku tidak mau berharap apa-apa lagi padamu.
Benar juga. Kau harus memberikanku rumah dengan 100 kamar saat aku menikah.
Kim Do-ju…
Kim Do-ju!
Kim Do-ju.
Dengan mesra?
Rupanya aku menghancurkan segalanya.
Aduh.
Baiklah.
Aku akan menikah sesuai keinginannya.
Awas saja tidak memberi rumah dengan 100 kamar.
Kim Do-ju, rupanya kau di sini.
Kim Do-ju, kau menangis?
Tidak. Kenapa aku menangis?
Rupanya benar. Siapa yang membuatmu menangis?
Hatiku sedih jika melihatmu menangis.
Aku hanya iri.
Aku menangis karena iri dan sedih melihat Tuan Muda Dang-gu
menikah lebih dahulu darimu.
Kau tidak perlu iri atau sedih. Aku juga akan segera menikah.
Apa?
Kau sungguh memutuskan untuk menikah?
Makanya kau tidak perlu merasa sedih.
Kalau begitu,
aku harus menyimpan ini.
Apa ini semua?
Ini hadiah pernikahan yang disiapkan untuk pernikahanmu sebelumnya.
Mau kuberikan untuk Tuan Muda Dang-gu dan Nona Cho-yeon tadinya.
Kenapa diberikan ke mereka? Sayang sekali.
Benar juga.
Sebaiknya diberikan ke Nona Yun-ok, ya?
Kenapa diberikan ke dia?
Katanya kau akan menikah?
Aku sudah mengetahuinya.
Telur burung yang pernah kau bicarakan.
- Telur burung? - Wanita yang kau sukai.
Bangau putih elegan yang berada di atas pohon yang sangat tinggi.
Rupanya kau salah paham. Bukan dia.
- Bukan? - Ya.
Kupikir burung yang keluar dari telur adalah dia.
Apa ada wanita lain?
Ya, ada yang lain.
Siapa?
Kim Do-ju, jangan terlalu kaget dan dengarkan baik-baik.
Jika takut lidahmu tergigit,
masukkan saputangan ini ke mulut.
Kenapa kau bicara seperti itu?
Tidak ada siapa-siapa di sekitarmu.
Jangan bilang…
Benar. Ini semua milik Mu-deok.
Yang benar saja!
Bagaimana ini bisa terjadi? Aku benar-benar tidak menyangkanya.
Akhirnya kau dan Tuan Muda Jang Uk resmi menjalin hubungan.
Ya.
Aku telah memutuskan untuk menikah dengannya.
Pasti akan tersebar jika memberitahuku.
Tolong sebarkan rumor bahwa Mu-deok mengubah nasibnya.
Jika tersebar kalian akan menikah, tidak akan ada yang mentertawakannya lagi.
Mentertawakan?
Ada rumor yang mengatakan bahwa tuan mudamu mengalami impoten.
Karena minum teh dangeun.
Itu tidak benar!
Semua orang bilang begitu. Tidak seperti itu?
Itu sama sekali tidak benar. Astaga.
Rupanya kau sudah memastikannya.
Apa maksudmu?
Pantas saja kau memutuskan untuk menikah dengannya.
Meski kau sangat ingin menjadi puan Keluarga Jang,
tidak akan bisa menikah jika dia impoten.
Jangan khawatir.
Aku akan bilang ke semua orang
bahwa kau sudah memastikannya dan itu tak benar.
Kami belum melakukannya.
Kami benar-benar belum melakukannya!
Kau tidak perlu malu padaku.
Kau kelihatan bengis saat kali pertama kita bertemu.
Sekarang jauh lebih manusiawi.
Entah kenapa aku sempat merasa kau akan menghilang tanpa jejak.
Sudah kubilang, aku mengubah nasibku.
Aku tidak akan menghilang dan akan terus menjaganya.
Ternyata kau sangat menyukainya.
Hiduplah dengan bahagia.
Aku akan mencarikan pedang yang bisa membantumu menghancurkan Jang Uk.
Hanya aku yang bisa melindungi Yang Mulia dari bintang kerajaan.
Jang Uk sudah kehilangan semua kemampuannya.
Dia merelakan kemampuannya untuk menghancurkan tabir.
Jang Uk, yang sudah tidak bisa menjadi Gwanju Cheonbugwan,
tidak memiliki kekuatan lagi.
Semua orang berpikir bahwa akulah yang terlahir dengan bintang kerajaan.
Tidak ada lagi yang perlu kau lakukan untukku, Wakil Gwanju.
Meski semua perbuatan yang dilakukan Songrim, Jinyowon,
dan Cheonbugwan sudah diampuni dengan kematian Jang Gang,
semua perbuatanmu tetap akan terungkap karena Jin U-tak masih hidup.
Aku tidak ingin menghukum orang yang pernah menjadi guruku.
Kau sebaiknya menyerahkan diri dan menerima hukuman yang setimpal.
Yang Mulia sungguh berpikir batu es sudah musnah?
Kekuatan batu es berasal dari energi langit.
Orang yang terlahir dengan bintang kerajaan
bisa mendapatkan energi langit itu.
Bagaimana jika Jang Uk
mendapatkan energi tersebut dan menyembunyikannya?
Aku akan menunggu jawaban Yang Mulia.
Aku akan selalu memihak Yang Mulia.
Kesadaranmu sudah kembali, tapi kenapa kau diam saja?
Alasanku menyelamatkanmu karena aku ingin memberikanmu
dan Bu-yeon, putriku, kesempatan
untuk mengakui perbuatan kalian.
Sejak kali pertama bertemu denganmu,
aku sangat menyukai senyummu yang ramah.
Ini juga cantik.
Kurasa aksesori seperti ini juga cocok dengan Bu-yeon.
Setelah kau menempati hatiku,
aku sama sekali
tidak pernah
melirik orang lain.
Aku tidak bermaksud meluruskan kesalahpahaman.
Aku mengatakannya untuk membuatmu menderita.
Jin Mu menipumu selama ini.
Semoga kau menyadari apa yang telah kau lakukan pada anak kita.
Kuharap kau sangat menderita.
Jin U-tak ada di Sejukwon.
Katanya dia sudah sadar.
Jika Jin U-tak masih hidup,
hubunganku dan organisasi pasti akan terungkap.
Dia harus segera disingkirkan.
Sesuai perintahmu, aku menemukan obat susuk,
juga kerincing milik Ratu yang tertinggal di istana.
Dengan ini, aku bisa membuat pemindah jiwa kehilangan kendali.
Jika Jang Uk memiliki kekuatan batu es,
dia tidak akan bisa menutupinya.
Tolong buat cincin dengan ini.
Kalian bahkan membuat cincin.
Ternyata benar rumor yang beredar.
Buatlah sebaik mungkin. Ini cincin pernikahan.
Tentu saja.
Aku akan sangat berhati-hati membuatnya.
Kalian bisa memilih bentuk cincin yang ada di sini.
Kau suka yang mana?
Aku suka yang ini.
Tunggu…
Yang itu…
Itu cincin yang kau buat bersama Nona Yeong-ok dahulu.
- Aku berubah pikiran. - Benar sekali.
Ternyata kurang bagus.
- Cincin sebelahnya. - Aduh…
Cincin yang itu…
- Nona So-jeong. - Astaga.
Cincin yang ada di sini tidak bagus.
Aku akan memilihkannya untuk kalian.
Yang ini.
Yang ini.
Silakan dilihat.
Kalian bisa pilih cincin yang ada di sini.
Ternyata ada tujuh.
Tunggu.
Kurasa tidak sampai tujuh. Aku benar-benar tidak ingat.
Cerita dibalik tujuh cincin itu sama dengan Cho-yeon?
Kau berjanji akan menikahi mereka jika mereka membukakan pintu energimu?
Aku tak pernah merayu mereka terlebih dahulu.
Kau pernah bilang bahwa butuh usaha lebih untuk tak menyukai pria tampan.
Semua wanita itu kurang berusaha.
Kau sungguh menyebalkan.
Lagi pula, aku milikmu sekarang.
Aku yakin kau sangat bangga
karena mengalahkan banyak orang.
Padahal aku akan lebih bangga jika mencapai sepuluh orang.
Sayang sekali, ya?
Kenapa? Menurutmu tak sampai sepuluh?
Aku hanya bercanda. Hanya kau yang kucintai.
Yang lain sudah kucampakkan.
Tunggu sebentar.
Aku pernah lihat cincin saat membersihkan kamarmu.
Aku harus mencarinya.
Sebentar. Kenapa kau mencari hal yang tidak berarti apa-apa?
Tidak. Seingatku ada sepuluh cincin.
Lepaskan. Aku mau mencarinya.
Tidak ada.
Mu-deok, ayo kita pergi makan.
Katakanlah yang sejujurnya.
Ada berapa cincin?
Satu.
Aku hanya akan menautkan tangan denganmu selamanya.
Aku tak pernah menautkan tangan seperti ini sebelumnya.
Baiklah.
Karena kita akan terus menautkan tangan,
kita tidak perlu buat cincin dari giok yin dan yang.
Bagaimana jika dibuat menjadi kalung saja?
Lakukanlah sesukamu.
Aku sama sekali tidak iri dengan Dang-gu.
- Aku juga tak iri dengan Cho-yeon. - Ternyata benar rumor tentang mereka.
Tuan muda yang menyebalkan itu tersenyum bahagia.
Benar juga.
Sepertinya aku salah paham
sejak kami kali pertama bertemu. Memalukan sekali.
Nona.
Kau tidak mengutarakan perasaanmu saat terjebak berdua dengannya, 'kan?
Aku berniat melakukannya. Aku hampir mengutarakan perasaanku.
Ada kesempatan juga.
Kau tidak perlu menyusahkan diri seperti ini.
Kau sebaiknya duduk saja.
Kau kelihatannya tidak nyaman dengan keberadaanku di sini.
Padahal aku tidak keberatan.
Lakukanlah sesukamu.
Padahal saat kau mabuk dan terbaring di Sejukwon,
kau kelihatan nyaman dirawat olehku semalaman.
Waktu itu, kupikir kau adalah Mu-deok.
Rupanya ekspresinya seperti itu saat melihat wanita yang disukainya.
Jika yang terluka adalah Tuan Muda Uk, bukan Tuan Muda Yul,
hubungan kalian pasti akan lebih dekat.
Karena tugasmu adalah merawat orang.
Apa begitu?
Jika dia terluka dan sakit,
apa aku punya kesempatan juga?
Kudengar kau akan kembali ke Kota Pertahanan Seoho.
Aku akan berangkat setelah pernikahan Dang-gu.
Kita harus mengadakan pesta perpisahan sebelum kau pergi.
Baiklah.
Lukamu sudah sembuh, tapi masih terasa sakit sampai sekarang?
Kupikir akan membaik, tapi tidak kunjung membaik.
Saat aku kehilangan kesadaran di dalam tabir,
apa ada hal lain yang terjadi?
Aku hanya berusaha mengobati lukamu yang terus berdarah.
So-i, yang melarikan diri, memberikan darahnya untukmu.
Kau tak bisa memberi darah dengan cara seperti ini.
Kenapa kau sembrono sekali?
Aku hanya ingin
menyelamatkan Tuan Muda Yul.
Lukamu memang tercampur dengan darahnya,
tapi itu tidak akan membahayakanmu.
Pasti akan membaik.
Tolong jangan beri tahu tetua. Mereka pasti akan khawatir.
Selamat menikmati.
Hei, apa yang kau lakukan?
Kau mencuri sesuatu?
Astaga. Apa ini?
Hei! Berhenti di tempat!
Luka bekas mengeluarkan serangga masih belum sembuh juga.
Ada serangga di badannya.
Pasti sangat sakit.
Dia harus makan obat yang ada di Jinyowon supaya tidak sakit.
Mu-deok.
Kau harus berhenti bekerja di rumah ini.
Kenapa? Kau mau mengusirku?
Memangnya kau akan pergi jika aku mengusirmu?
- Tidak. - Padahal kau tidak akan menurut.
Kenapa menjadikanku orang jahat?
Jangan lakukan hal seperti ini lagi.
Kau adalah pasangan Tuan Muda. Aku tidak bisa menyuruhmu bersih-bersih.
Kau menerimaku?
Mau bagaimana lagi? Tuan Muda sangat menyukaimu.
Aku tidak bisa memanggilmu dengan sebutan puan.
Astaga.
Aku juga tak mau melihatmu bertindak seperti ibu mertuaku.
Kenapa aku jadi ibu mertuamu? Aku bahkan belum menikah.
Kau membuatku emosi.
Benar juga.
Omong-omong, kau juga akan menikah dengan Tuan Park Jin, 'kan?
Kelihatannya begitu.
Astaga.
Bu Kim Do-ju.
Kau saja menyadarinya, tapi dia sama sekali tak tahu.
- Menyebalkan. - Astaga.
Padahal kelihatan jelas, tapi dia tidak menyadarinya?
Apa dia bodoh?
Dia benar-benar bodoh.
Menyebalkan sekali.
Ya! Dengan mesra. Menjadi mesra!
Perkataan Kim Do-ju
mengenai kemesraan tadi
terus terngiang
di kepalaku.
Tuan Park.
Uk.
Sejak kapan kau ada di sini?
Aku di sini dari tadi untuk membicarakan sesuatu.
Apa yang kau pikirkan? Kenapa kelihatan serius sekali?
Ada masalah
yang cukup serius.
Apa yang ingin kau bicarakan?
Aku berencana
untuk meninggalkan kota pertahanan setelah pernikahan Dang-gu.
Begitu?
Lantas…
bagaimana dengan Kim Do-ju?
Astaga.
Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian, makanya dia akan ikut denganku.
Entah berapa lama. Mungkin setahun, sepuluh tahun,
atau mungkin tidak akan kembali lagi selamanya.
Aku melakukan
kesalahan yang cukup besar pada orang itu.
Astaga.
Jika aku mengejarnya,
apa dia akan tetap berada di sampingku?
Kim Do-ju…
menangis.
Jika kau tidak mengejarnya, dia akan menangis lebih kencang.
Aku ikut pergi
dengan Tuan Muda.
Tidak ikut pergi.
Ikut pergi.
Untuk apa tetap di sini? Aku harus ikut pergi.
Aku ingin menunjukkan
sesuatu padamu.
Bibit bunga pacar air.
Katanya jika ditanam sekarang,
bunganya akan mekar tiga atau empat bulan lagi.
Meski aku bisa menggunakan ilmu sihir
untuk membuat bunganya mekar,
aku…
benar-benar lamban.
Apa kau bisa menungguku sampai muncul tunas,
berdaun,
juga berbunga?
Baiklah.
Aku
akan mengikuti kecepatanmu.
Rupanya hadiah ini akan merusak suasana.
Terima kasih. Kami akan menghabiskannya.
Terima kasih.
Apa kau melihatnya?
Dia menangis.
Aku tidak pernah melihat orang dewasa menangis sampai ingusan seperti itu.
Sepertinya dia sakit.
Begitu?
Apa kau baik-baik saja?
Aku membawakanmu obat.
Silakan diminum.
Begitu Jin U-tak, adik dukun perempuan yang terbaring di Sejukwon, buka mulut,
Jin Mu pasti akan ditangkap.
Jika Jin Mu tertangkap, aku ingin menanyakan sesuatu.
Aku ingin tahu ayahku melakukan ritual pemindahan jiwa
atas keinginannya sendiri atau terpaksa karena alasan tertentu.
Hanya Jin Mu yang tahu.
Tuan Cho Chung meninggal karena Gwanju Jang Gang.
Dia tahu bahwa Gwanju Jang Gang melakukan sihir terlarang.
Karena takut akan terungkap,
Jin Mu mengubahnya menjadi pemindah jiwa dan membuatnya hilang kendali.
Berarti kita salah paham
dan menghukum Cho Chung yang sama sekali tidak bersalah?
Bukan salah kita.
Kita tidak mengetahuinya.
Tuan Cho Chung difitnah
melakukan sihir terlarang, lalu membunuh seluruh anggota keluarganya.
Gwanju Jang Gang memintaku untuk membersihkan namanya.
Kita harus membahas masalah ini di Pertemuan Umum selanjutnya.
Namun, kenapa Jin Mu melakukan hal itu pada Cho Chung?
Jika hanya ingin menutup mulutnya,
Jin Mu tidak perlu mengubahnya
menjadi pemindah jiwa dan membunuh semua anggota keluarganya.
Jin Mu
mengetahui semua rahasia di balik kelahiran Uk.
Untuk menyudutkan Jang Gang,
Cho Chung, teman dekatnya,
sengaja dibuat menjadi seperti itu.
Berarti…
jika Jin Mu tertangkap, rahasia Tuan Muda
akan terungkap juga?
Untuk mencegah itu terjadi, Jin Mu harus langsung dibunuh…
saat tertangkap.
Jika kau memasang kutukan pada dupa pengusir jiwa,
kau bisa mengendalikan jiwa yang menggunakannya.
Itu artinya kau bisa menyingkirkannya
dengan cara membuatnya kehilangan kendali, mengeras menjadi batu, lalu mati.
Dukun perempuan dari Keluarga Choi
memasang kutukan pada semua dupa pengusir jiwa yang dibuatnya.
Makanya aku tidak mau melakukan ritual pemindahan jiwa selama ini.
Seperti Cho Chung waktu itu,
aku akan membuat semua pemindah jiwa yang ada di kota ini kehilangan kendali.
Wakil Gwanju Jin Mu.
Katanya Jang Uk akan keluar dari Jeongjingak.
Songrim melepaskan Jang Uk?
Katanya begitu.
Kudengar dia akan meninggalkan kota pertahanan.
Dia akan melepaskan semuanya dan pergi dari sini?
Jang Uk adalah satu-satunya kartu untuk mengendalikan Pangeran. Jika dia tak ada…
Tidak ada lagi yang perlu kau lakukan untukku,
Wakil Gwanju.
Kenapa Jang Uk meninggalkan Songrim?
Dia rela minum racun demi diterima di Jeongjingak, dan cepat mencapai Chisu.
Dia bahkan bisa mendapatkan kekuatan batu es sekarang.
Kenapa begitu? Kenapa?
Sepertinya dia berubah pikiran.
Itu artinya dia berubah.
Kenapa dia bisa tiba-tiba berubah?
Apa yang membuatnya berubah?
Yang membuat manusia berubah adalah manusia juga.
Orang yang muncul saat Jang Uk mulai berubah
adalah jawabannya.
Orang yang muncul saat dia mulai berubah…
Aku mau mengambil pedang Naksu.
Tidak mungkin. Tidak mungkin Naksu.
Dia menggunakan Tansu, kemampuan milik Naksu.
Tidak.
Pasti Guru Lee yang mengajarinya.
Aku tinggal bersama dengannya di Danhyanggok dan melihat semuanya.
Dan di samping Jang Uk hanya ada pelayan pribadinya.
Apa Jang Uk pergi dengan pelayannya?
Ya.
Kudengar dia pergi dengan Mu-deok, pelayan yang selalu bersama dengannya.
Kau tidak keberatan membantuku?
Katamu ada banyak yang harus dibeli?
Aku harus membantumu.
Jika dia adalah Naksu…
Hei, Mu-deok.
- Apa kau baik-baik saja? - Ya.
Kau tidak dengar aku memanggilmu?
Aku mendengarnya.
Kenapa aku tidak bisa menjawabnya?
Apa kau dengar suara lonceng.
Suara lonceng? Aku tidak mendengarnya.
- Kualitasnya kurang bagus. Ayo pergi. - Baik.
Naksu.
Kau membukakan jalan untukku.
Guru Lee, umpanmu dimakan ikan.
Sudah lepas.
Aduh.
Sudah berapa ikan yang lepas dari tadi?
Aku tidak memikirkan ikan yang lepas.
Apa yang kau bicarakan?
Kau seharusnya kesal karena sudah kehilangan ikan.
Itu namanya serakah dan obsesif.
- Apa? - Namun,
aku baru tahu ada kesedihan murni di dalam kehilangan.
Belakangan ini aku baru menyadari kenapa orang-orang sedih
melihat sungai yang mengalir,
musim yang berlalu, dan tahun yang berganti.
Aku sedih melihat keranjang yang kosong.
Mu-deok menyuruhku untuk menangkap banyak ikan.
Apa kau akan terus bersama dengan pemindah jiwa itu?
Kami menepati janji kami denganmu.
Aku menghentikan pedang Naksu
dan Mu-deok menyarungkan pedangnya.
Makanya kuharap kau membiarkan kami hidup seperti ini sesuai janjimu.
Apa yang terjadi dengan batu es di hari itu?
Apa sekarang ada di dalam tubuhmu?
Meski ada di dalam tubuhku,
itu tidak berguna sama sekali.
Jangankan ikan emas, aku bahkan tidak mampu menangkap setetes air pun.
Kau mungkin bisa menggunakan kekuatan tersebut jika kembali berlatih.
Aku sudah melihat bagaimana keserakahan,
untuk mendapatkan kekuatan itu, membuat orang menjadi sangat keji.
Sebaiknya dianggap sudah musnah saja.
Padahal kau sangat berambisi tidak mau kehilangan satu ekor ikan pun,
tapi kau tidak menginginkan batu es.
Kau lebih baik dariku.
Karena batu es ada di dalam tubuh ini,
aku bisa melindungi orang yang ada di sampingku.
Jika Mu-deok kehilangan kendali,
tolong bantu aku menggunakan kekuatan ini untuk mencegahnya.
Selama tak memaksa menggunakan kekuatan, dia tidak akan kehilangan kendali.
Jiwa Naksu yang sangat kuat masuk ke tubuh yang mungil dan lemah.
Seharusnya dia sudah kehilangan kendali sejak dulu.
Tapi dia masih selamat sampai sekarang
karena tubuhnya mengendalikan kekuatan jiwanya.
Aku melihatnya saat kali pertama bertemu dengannya.
Kekuatan yang dimiliki penyihir perempuan berbakat
bisa mengendalikan kemampuan penyihir.
Kemungkinan besar pemilik tubuh Mu-deok yang sebenarnya
memiliki kekuatan yang sangat luar biasa itu.
Obat ini untuk menghilangkan rasa sakit dari serangga.
Hanya bisa menghilangkan rasa sakit. Tidak bisa disingkirkan.
Aku setidaknya harus memberikan ini.
Rupanya kau menghampiri liang kuburmu sendiri.
Beraninya kau menipuku dengan berpura-pura menjadi putriku,
So-i.
Kau tidak tertipu.
Kau mengetahuinya, tapi pura-pura tidak tahu.
Apa karena batu itu?
Benar.
Seorang ibu pasti akan mengenali anaknya.
Biar tidak berisik lagi,
aku akan membunuhmu di tempat ini.
Apa kau bisa
mengenali ini juga?
Bu-yeon memakai ini di hari dia menghilang.
Kau sendiri yang menjahitnya, 'kan?
Bagaimana kau bisa mendapatkan ini?
Apa Jin Mu yang memberikannya?
Tidak.
Hanya aku yang tahu siapa pemiliknya.
Siapa pemiliknya?
Bu-yeon, putrimu, masih hidup.
Jika ingin bertemu dengannya,
kau tidak bisa membunuhku.
Aku akan mengampunimu.
Bu-yeon ada di mana?
Jangan memaksaku.
Aku akan memberitahumu begitu keselamatanku terjamin.
Meski batu es sudah hilang,
pemindah jiwa yang dibuat organisasi
yang dipimpin dukun perempuan dari Keluarga Choi masih ada.
Songrim dan Jinyowon akan berusaha menyingkirkannya.
Kuharap Yang Mulia juga ikut membantu.
Rupanya kau ingin aku
tidak membela Jin Mu saat dia tertangkap nanti.
Aku percaya Yang Mulia tidak akan terlena meski pernah menjadi muridnya dahulu.
Kau memercayaiku?
Apa kau juga percaya
bahwa aku pemilik bintang kerajaan yang memusnahkan batu es?
Ada Yang Mulia saat tabir yang terbentuk dari batu es lenyap.
Dan setelah itu, muncul bintang.
Sama seperti orang lain, tidak ada alasan untuk aku tidak memercayainya.
Selain aku, ada orang lain yang ada di tempat ini waktu itu.
Meski ada orang lain,
pasti hanya Yang Mulia yang diperhatikan orang-orang.
Orang itu adalah Jang Uk. Kau juga pasti melihatnya.
Aku menganggapnya sebagai putraku sendiri.
Dia selamat berkat Yang Mulia.
Terima kasih banyak.
Aku berhenti bekerja di Songrim mulai hari ini.
Aku datang untuk mengundurkan diri.
Padahal kau berusaha mati-matian untuk bekerja di sini.
Sayang sekali harus berhenti karena akan menikah.
Benar juga. Tidak perlu disayangkan karena kau akan jadi puan Keluarga Jang.
Mu-deok, selamat atas pernikahanmu.
Kuharap kau bahagia.
Hei, apa yang kalian lakukan. Ayo ke sebelah sini.
Cepat ikuti aku. Bergegaslah.
Yang Mulia, terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku.
Semoga cahaya bintang kerajaan terus bersinar selamanya.
Hentikan. Kau tidak perlu bersikap seperti itu.
Aku tidak nyaman.
Bukankah kau tahu bahwa Jang Uk yang menyelamatkan semua orang?
Sesuai kesepakatan yang kalian buat, aku tidak akan memberi tahu siapa pun.
Jangan khawatir.
Kau berpikir bahwa aku takut akan ketahuan?
Aku kesal karena aku harus mendengar pujian kosong.
Semua orang membicarakan hal baik mengenai Yang Mulia.
Yang Mulia hanya perlu mendengar dan menerima apa adanya.
Aku kesal dengar perkataan orang yang tidak tahu apa-apa.
Dan aku benci kau menutupi semuanya.
Harga diriku terluka karena kau seperti mentertawakanku.
Aku tahu kenapa Yang Mulia merasa tidak nyaman.
Aku tidak akan muncul di hadapan Yang Mulia lagi.
Tenanglah.
Aku sudah dengar.
- Katanya kau akan pergi jauh? - Ya.
Kami sedang bersiap untuk pergi dan hidup bersama di tempat yang jauh.
Bersama?
Aku bisa menghalangi kalian pergi bersama.
Kau pikir aku akan melepaskan Jang Uk
yang memegang kelemahanku?
Bagaimana perasaan Yang Mulia jika dia terus di samping Yang Mulia?
Yang Mulia pasti bukan hanya merasa kesal dan jengkel.
Benar.
Kau adalah Mu-deok Kotoran yang menampung keluh kesahku.
Dengarkan baik-baik curahan hatiku.
Aku merasa payah melihat dia melakukan hal yang tidak bisa kulakukan.
Aku akan makin menyedihkan karena terus pura-pura melakukan yang tak kulakukan.
Terlebih lagi,
aku akan benar-benar benci
dan tidak tahan melihatmu bersama dengannya.
Waktu itu,
aku bilang aku tak akan mengejar hal yang tak bisa didapatkan, 'kan?
Kau tahu apa yang akan terjadi jika aku gagal mendapatkannya?
Apa Yang Mulia akan menyalahkan
dan memusnahkannya?
Jika hati yang terluka dan tersiksa berubah menjadi kejam dan bengis,
tidak cukup hanya menghilang dari hadapanku.
Pergilah menghilang sampai aku
tidak bisa menemukanmu.
Semuanya,
aku akan menikah besok!
Teman tercintaku.
Aku tidak akan bisa bersenang-senang dengan kalian lagi ke depannya.
Tentu saja.
Cho-yeon tidak mungkin mengizinkanmu untuk bersenang-senang.
- Ibu mertuanya juga. - Benar.
Saat semuanya sedang berkumpul,
kita tak bisa panggil Dang-gu lagi.
Tidak bisa diajak mancing juga.
Aku bisa meluangkan waktu dan ikut sesekali.
Kau mau bilang apa? Pura-pura pergi berlatih?
Kau mau membohongi penyihir perempuan Jinyowon?
Pasti langsung ketahuan.
Kau akan ditangkap dan ditempatkan di antara artefak.
Kau akan disuruh ini dan itu.
Lalu, kau mungkin akan terlena.
Kalau begitu, rambut Dang-gu bisa tercabut semua.
Astaga. Padahal rambutnya tidak begitu tebal.
Astaga.
Kalian iri denganku, ya?
Meski begitu, aku merasa bahagia.
Karena perasaanku terbalaskan.
Aku akan menyebarkan energi positif sebagai pengantin laki-laki.
- Aku berhasil menangkapnya. - Uk, kau punya Mu-deok.
- Benar. - Dia bukan cinta pertamamu.
- Apa dia yang kedelapan? - Tidak. Tidak begitu.
- Jangan bicara begitu ke Mu-deok! - Aku mengerti.
Aku tak akan mengatakannya. Uk tak perlu.
Yul, kau harus menerima energi positif dariku!
Tidak perlu.
Aku ditolak baru-baru ini.
Apa?
Ditolak siapa?
Ditolak Mu-deok?
Bukan.
Orang yang kusukai bukan Mu-deok.
Kalau begitu, siapa?
Uk, apa kau tahu?
Entahlah. Sepertinya aku tahu.
Uk, kau sudah memutuskan akan pergi ke mana?
Aku mau ke Desa Sari karena ada yang ingin kuketahui.
Kau sudah siap untuk kembali ke Kota Pertahanan Seoho?
Kau akan berangkat begitu pernikahanku selesai?
Kurasa harus diundur.
Aku masih harus dirawat.
Kau masih merasa sakit?
Kudengar lukamu sudah sembuh.
Apa ini? Kau disuruh membantu Tuan Heo?
Lukaku sudah sembuh,
tapi masih terasa sakit.
Pasti akan membaik.
Tuan Muda Seo Yul.
Aku tak tahu harus menyampaikan ini atau tidak.
Ada seorang pengemis yang memintaku untuk menyampaikan ini padamu.
Ini adalah obat yang bisa menghilangkan rasa sakit yang kau rasakan sekarang.
Kau harus meminumnya.
Dia mengetahui keadaanku sekarang.
Siapa ini?
Aku tahu Yang Mulia akan mencariku kembali.
Karena Jang Uk tidak berdaya, akan kusingkirkan sejauh mungkin.
Batu es sudah tidak ada.
Serahkan diri dan akui semua perbuatanmu hari ini.
Jika tidak,
aku terpaksa harus menangkapmu.
Semua orang sedang menipu Yang Mulia sekarang.
Apa Yang Mulia menemui Tuan Park Jin tadi?
Apa yang dikatakannya?
Apa dia bilang Yang Mulia luar biasa karena sudah memusnahkan batu es?
Dia tahu bahwa pemilik bintang kerajaan adalah Jang Uk, bukan Yang Mulia.
Yang Mulia pikir Guru Lee tidak tahu?
Dia tahu segalanya dan datang ke istana,
serta membahas masalah bintang kerajaan.
Maksudmu semua orang mengetahuinya dan mentertawakanku di belakang?
Mereka menyembunyikannya untuk melindungi Jang Uk.
Jang Uk mendapatkan kekuatan batu es
dan Songrim melindunginya.
Hanya aku yang bisa melindungi Yang Mulia.
Jang Uk menyembunyikan sesuatu.
Aku akan mengungkapkannya
dan…
menghancurkannya berkeping-keping.
Aduh.
Siapa yang minum semua ini?
Punyamu sudah kosong.
Kau yang minum semuanya, ya?
Tuangkan untukku.
- Benar. - Ini untukmu.
"Ini untukmu"? Tidak sopan sekali.
- "Ini untukmu"? - Minumlah…
Astaga ada tuan muda kita.
Tuan Muda, Mu-deok mengundurkan diri dari Songrim hari ini,
- makanya kami berdua minum arak. - Ya.
- Jang Uk, kau sudah pulang? - Hei!
Kenapa dipanggil dengan nama?
Maaf. Aku melakukan kesalahan.
- Bagus. - Rupanya mereka minum arak juga.
Tuan Muda,
ayo cepat kemari.
Aku akan menunjukkanmu sesuatu yang menarik.
Mu-deok
tidak menggunakan dialek saat mabuk.
Apanya yang menarik?
- Itu karena… - Ya?
Aku tidak bisa menunjukkannya.
Aku bahkan bisa terbang ke atap.
Atap? Sungguh? Coba lakukanlah.
- Lakukan? - Ya.
Lihat baik-baik.
Sialan. Tunggu sebentar.
- Mu-deok. - Tidak bisa.
Cepat duduk.
Aku tidak bisa melakukannya lagi sekarang.
Aku juga tidak bisa menghunus itu.
Apa? Pedang itu?
Itu bukan pedangmu. Itu punya Naksu.
- Tuan Muda. - Ya?
Sudah kubilang, aku tak suka pedang itu. Kenapa dibawa kembali ke rumah?
Baiklah. Aku akan menyingkirkannya.
Aku akan mencobanya sekali lagi.
- Silakan cobalah. - Duduk.
Terbanglah. Coba.
- Kim Do-ju, kau sebaiknya istirahat. - Kau lihat?
- Biar aku yang urus Mu-deok. - Aku bisa terbang.
- Jangan bergerak. - Dia berhasil melakukannya.
Dia benar-benar terbang.
Tuan Park, apa kau melihatnya?
Aku juga ingin terbang.
Kalian pasti tidak tahu siapa aku sebenarnya.
Aku adalah seorang ahli yang berkemampuan tinggi.
Aku seorang ahli.
Hari ini tidak bisa.
Mu-deok.
Kau tidak boleh minum alkohol. Kau nyaris mengaku bahwa dirimu Naksu.
Ada yang harus kukatakan.
Tidur. Katakan besok.
Harus hari ini.
Bagaimana jika aku keburu mati besok?
Baiklah. Silakan. Karena kau bilang kau mungkin akan mati.
Katakanlah.
Jang Uk.
Aku sangat menyukaimu.
Kau langsung tidur setelah menciumku?
Kau benar-benar tidur.
Aku harus memberi tahu apa yang dikatakan Guru Lee.
Kemungkinan besar pemilik tubuh Mu-deok yang sebenarnya
memiliki kekuatan yang sangat luar biasa itu.
Kita pasti akan menemukan sesuatu di Desa Sari.
Kalian sebaiknya berhenti bertengkar dan melupakan segalanya.
Kalian harus berhubungan baik sebagai besan.
Bukan Cho-yeon yang menjadi menantu Songrim,
tapi Park Dang-gu yang menjadi menantu Jinyowon.
Dia tak akan tinggal di Jinyowon.
Jika kau terus bicara seperti itu, orang-orang akan mengira
bahwa Park Dang-gu berubah menjadi Jin Dang-gu.
Anak perempuan harus bermarga Jin.
Anak laki-laki harus bermarga Park.
Apa kalian harus bertengkar di hari baik ini?
Tamu-tamu pasti sudah berdatangan.
Kalian sebaiknya mempersiapkan diri untuk menyambut tamu.
Ayo cepat bergerak.
Di mana Dang-gu?
Dia dan Cho-yeon mampir ke Sejukwon dahulu.
Katanya mereka mau menemui ayahnya Cho-yeon secara diam-diam.
Di mana Mu-deok?
Entahlah. Padahal dia pergi lebih dahulu.
Apa dia malu dan menghindar karena kejadian kemarin?
Naksu.
Rupanya kau terjebak di tubuh itu dan tak bisa menghunus pedangmu.
Kau adalah senjata terakhirku.
Aku akan memakai seluruh kekuatanku untuk mengeluarkan kekuatanmu.
Kau akan mendapatkan kekuatanmu kembali
dan kehilangan kendali.
Hanya aku yang tahu siapa pemiliknya.
Bu-yeon, putrimu, masih hidup.
Ibu.
Kim Do-ju.
Pelayan yang bernama Mu-deok berasal dari mana?
Apa dia mempunyai orang tua?
Dia tidak punya orang tua dan katanya tumbuh besar di Desa Sari.
Aku sudah pernah mengatakannya saat dia dituduh membunuh
karena gadis bernama So-i.
Aku sempat minta bantuanmu,
tapi kau tak menghiraukannya.
So-i mengenal Mu-deok?
Ya. Nona Cho-yeon juga mengenalnya.
Kau cantik sekali.
Kau juga keren sekali.
Kita sebaiknya segera pergi menemui ayahmu.
Tidak bisa terlalu lama.
Jika tetua mengetahuinya, kita pasti akan dimarahi.
Baik.
Terima kasih,
Suamiku.
Hati-hati,
Istriku.
Istri tercintaku.
Tunggu aku.
Mu-deok. Apa yang kau lakukan di sini?
Mu-deok, kau tidak boleh masuk membawa itu.
Pertama-tama, bunuhlah Jin U-tak.
Mu-deok!
Ada apa ini?
Kau…
Bukankah kau pelayan Jang Uk?
Apa kau baik-baik saja?
Bunuhlah Jin U-tak.
Ayah!
Ayah!
Mu-deok.
Apa yang kau lakukan?
Orang itu…
Orang itu adalah pembunuh bayangan.
Cho-yeon, menghindarlah.
Cepat menghindar!
Tuan Muda Dang-gu!
Tolong hentikan Mu-deok.
Mu-deok.
Hentikan Mu-deok.
Tidak…
Bunuh dia. Cepat!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah, jangan tinggalkan aku!
Ayah, jangan…
Ayah!
Ayah.
Ayah, jangan tinggalkan aku.
Naksu.
Bunuh semua orang yang membunuh ayahmu.
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Ayah!
Beraninya kau kemari.
Tangkap Jin Mu!
Aku, wakil Gwanju Cheonbugwan, Jin Mu,
datang untuk menangkap pemindah jiwa.
Naksu, yang melakukan pemindahan jiwa, ada di dalam Songrim sekarang.
- Naksu? - Tuan Park!
Gawat.
Ada pembunuh bayaran di Sejukwon.
Tuan Jin dibunuh oleh pembunuh itu.
Pembunuh itu adalah Naksu yang kukejar selama ini.
Bukan.
Pembunuh itu…
adalah Mu-deok.
Mu-deok adalah Naksu.
Ada pembunuh bayaran!
Katanya ada pembunuh bayaran di Sejukwon!
Tangkap dia.
- Tangkap dia! - Baik!
Mu-deok.
Mu-deok.
Mu-deok.
Mu-deok.
Jang Uk?
Aku yang melakukannya?
Aku yang melakukannya.
Aku melukaimu.
Satu.
Aku hanya akan menautkan tangan denganmu selamanya.
Aku tak pernah menautkan tangan seperti ini sebelumnya.
Aku akan dalam bahaya jika kembali menjadi Naksu.
Apa yang terjadi padaku nanti tidak ada hubungannya denganmu.
Kenapa?
Karena kau bukan guruku, dan aku bukan muridmu lagi?
Tak ada alasan bagimu untuk melindungiku,
juga bagiku untuk menjagamu.
Itu adalah janji kita sejak awal.
Berjanjilah satu hal lagi.
Setelah kekuatanmu kembali,
jika terpaksa menghunus dan mengacungkan pedang itu pada seseorang,
lakukanlah padaku dahulu.
Jika kau menusukku,
aku akan mati sebagai konsekuensi telah membawa Naksu kembali ke dunia ini.
Jang Uk!
Jang Uk!
Tidak…
Kejar dia!
Uk…
Uk!
Sepertinya…
Uk tahu bahwa Mu-deok adalah Naksu.
Sekarang Jin Mu
sedang menggeledah Jeongjingak untuk mencari bukti tersebut.
Aku juga mengetahuinya.
Tolong izinkan aku untuk menemuinya
dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
Kau adalah anak sulung Keluarga Seo.
Kau tidak mengetahui apa pun.
Mulai sekarang, kau tidak bisa keluar dari sini.
Ayah
dibunuh oleh pembunuh itu.
Aku akan menemukan
dan membunuhnya.
Tidak boleh.
Kau harus menemukan dan membawanya hidup-hidup.
Naksu hanyalah jiwa yang ada di dalam tubuh itu.
Kita harus mencari tahu siapa pemilik sebenarnya tubuh itu.
Kau harus menemukannya.
Orang yang melakukan sihir terlarang bersama kakak beradik
dari Keluarga Choi adalah Naksu.
Aku menangkap seseorang yang terlewat
saat aku membasmi komplotan Naksu.
Dan akhirnya aku tahu bahwa Naksu masih hidup.
Selama ini, aku mengejar Naksu untuk membuktikan
bahwa aku tidak bersalah.
Dan Naksu adalah putri Cho Chung
yang dibunuh oleh empat keluarga penyihir ternama?
Dia bersembunyi di Songrim untuk membalaskan dendam ayahnya.
Apa Jang Uk mempekerjakannya meski tahu kebenarannya?
Kita tak bisa cari tahu itu karena dia sudah meninggal.
Namun, Songrim harus bertanggung jawab atas masalah ini.
Di mana Naksu sekarang?
Penyihir Cheonbugwan terus mengejarnya.
Karena sudah kehilangan kendali, dia akan mengeras menjadi batu, lalu mati.
Mu-deok.
Mu-deok.
Jang Uk!
Kita tidak bisa mengadakan pemakaman dan mengenakan pakaian berkabung
seakan-akan telah melakukan kejahatan besar.
Kenapa jasad Tuan Muda Uk harus dibakar di tempat seperti itu?
Tidak boleh!
Tolong hentikan.
Songrim…
tidak bisa
berbuat apa-apa.
Maafkan aku.
Tuan Muda.
Kenapa aku ada di sini?
Setidaknya…
aku tidak mendengar suara lonceng lagi.
Naksu akan menghampiri makam pemindah jiwa.
Tempat itu adalah akhir hidupnya.
Bintang kerajaan yang disertai kekuatan langit.
Ini bukan akhir hidupmu,
Jang Uk.
Tuan Muda.
KISAH ALCHEMY OF SOULS YANG BARU AKAN DIMULAI PADA BULAN DESEMBER
Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.