All language subtitles for deadkids2019POPCORN21

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

PERSEMBAHAN NETFLIX

Akhirnya.

Kuharap aku boleh pakai sepatu.

Sepatu ini hadiah dari ayahku.

Sepatuku lebih berharga daripada nyawamu.

Aku selalu pikir ayahku yang akan pertama membawaku kemari.

Tapi dia selalu sibuk.

Sepertinya dia tak punya waktu untukku lagi.

Aku masih mencintai dia. Dia ayahku.

Hanya ingin dia lebih sering ada.

Bagaimana dengan kalian?

Punya masalah dengan ayah kalian?

Kimmy?

Clarize?

Apa-apaan ini?

TERINSPIRASI DARI KISAH NYATA

Aku tahu yang kau rasakan.

Ayo!

Minum itu sekarang! Ayo!

- Habiskan! - Ayolah.

Hai, maaf aku tak bilang sebelumnya.

Kupikir akan lebih produktif

jika kita bertiga saling berbicara.

Pesan apa saja. Apa saja, aku traktir.

- Tenang saja. - Baiklah.

- Kita jarang pergi bersama. - Ini kali pertama aku kemari.

Benarkah?

Tempat ini hanya dua blok dari Padua. Tempat yang bagus untuk bersantai.

Kau belum pernah kemari?

Santa Maria!

Selalu si anak mati.

Setidaknya itu bermanfaat.

Hei, benar. Selamat!

Kau diterima di UP?

Tadinya aku berharap di Ateneo.

Tapi aku masih menunggu permohonan untuk beasiswa penuh.

Baiklah.

Setiap orang punya jalannya sendiri.

Sambil menunggu...

aku butuh bantuan kalian agar aku diterima di UP.

Bulan depan ada seleksi untuk jurusan seni pertunjukan.

Aku harus banyak berlatih.

Sepertinya kau terlalu serius tentang...

- Drama Fest. - Mark!

Ini adalah yang terakhir selama masa SMA kita

dan aku tak mau kalah tahun ini.

Jadi, sebagai sesama aktor...

Aktor pemain pengganti.

Terserah.

Aku minta kalian serius mengerjakan ini. Paham?

Aku siap.

Aku tahu.

Kau kawan yang baik, Santa Maria.

Kau selalu begitu.

Sial, Bung.

Ya ampun.

Aku minta maaf.

Aku tak tahu kau ada di situ,

Pemeran pengganti.

Apa kabar, Bung?

- Apa kau akan menggantikanku? - Dalam mimpiku, Chuck.

Untungnya kau tahu, Bung.

Tunggu, apa ini? Label harga? Sialan, baju baru! Tunggu, apa ini?

- Biar kulihat. - Chuck.

- Astaga, toserba? - Chuck, hentikan!

Cukup!

- Baik. Maaf. - Kalian seperti bocah.

Apakah kita akan latihan naskah?

Benar juga.

Perubahan rencana.

Masalahnya, ini baru pragim kami.

Kami semua akan pergi ke 2020 jika kau ikut kami.

Apakah kau mabuk?

2020? Kelab malam?

Menurutku itu tempat yang lebih meyakinkan...

- Lebih nyaman. - ...untuk membaca naskah.

- Kau pikir kau apa? Tesaurus berjalan? - Chuck, bisa berhenti?

Kita takkan pergi ke 2020. Kita akan baca naskah di sini.

Baik, dengar.

Ikut saja denganku. Aku masukkan kau ke daftar tamu.

Kita akan bersenang-senang. Ayo kita minum.

Kita akan menggila. Lalu hari Senin...

Aku janji, kita akan latihan. Ya? Hari Senin!

Pada geladi resik kita, aku janji.

Entahlah, Chuck.

Aku janji, aku akan menjagamu.

Hari Senin.

Geladi resik. Kau berjanji?

Baik, Kawan-kawan, ayo pergi. Aku traktir.

Ya, itulah kehebatanku, Kawan.

Hei, Blanco. Kita pergi. Ayo.

Aku tak ikut. Kalian saja.

Kau akan meninggalkan aku?

Apa-apaan ini? Pria ini. Dasar berengsek.

Ayahku wali baptismu dan kau mau meninggalkan aku sekarang?

Berengsek. Pasti kau mabuk, Sialan.

Jadi, Kawan-kawan, bertemanlah dengan anak polisi.

Supaya kalian bisa keluar dari semua masalah. Sial!

Tunggu. Bagaimana dengan Santa Maria?

Ada apa dengannya?

Kau bisa masukkan dia ke daftar tamu?

Kau ikut, Kawan?

- Tidak. - Tunggu, kau tak ikut?

Ada yang harus kukerjakan. Harus kuselesaikan.

Ayolah, Mark.

Sekali ini saja.

Tidak.

Kau yakin, Kawan? Kau sungguh yakin?

Bukankah kau punya mobil?

Tidak.

Kau bisa menumpang kami. Kami antar kau sampai...

Aku antar dia pulang.

- Blancs, kau yakin? Orang ini? - Ya, ayo.

- Pria ini. Kau serius? - Ayo merokok di luar.

- Ayo! - Baik.

Dia bisa dipercaya, Kawan.

Sampai jumpa, Santa Maria.

Sampaikan salamku pada Paman Manny.

"Seven Black Roses" dari Chicosci.

Kapten Jack di sini siap melayani.

Kini pukul 22.00, saatnya untuk telepon kami...

Permisi, Kawan.

Musik rok.

Kalian tinggal di sini?

Hanya aku sendiri.

Kau tinggal sendiri?

Ini rumah bibiku.

Aku hanya menyewa.

Keren.

- Halo? - Anakku.

- Astaga, Paolo. - Kenapa kau bawa aku kemari?

- Tempat ini tak jelek. - Penuh nyamuk. Astaga...

- Lagi pula, aku hanya mampu ini. - Hai.

Tak apa-apa. Tempatnya bagus.

Ibu, bagaimana jika dia minta uang sewanya?

- Manis sekali. - Kami akan pergi sekarang.

Tempatnya sedikit panas, tapi tak apa.

- Uang sewa terakhir yang kita bayar... - Kami akan pergi. Dah.

tak cukup.

Pantas saja dia selalu memarahi aku.

Selamat.

Tapi, Bu...

kau harus jelaskan ke Bibi Bebe.

UNIVERSITAS ATENEO DE MANILA FAKULTAS FILOSOFI

Ibu.

DENGAN MENYESAL KAMI TIDAK BISA MENERIMAMU...

Aku diterima di UP.

Hei, apa kabar, Janina. Dia mabuk.

Kami menuju ke... Hei!

- Apa kabar, Cantik? - 2020!

Maldo, menyetir saja, Bung!

Apa kabar semua?

Di sini ada Janina! Kami semua mabuk!

- Siswa Padua 2020, Ayo! - Siswa Padua!

Sang Chuck Santos hadir di sini!

Di jalan menuju 2020, Ayo! Janina, bagaimana? Kau baik-baik saja?

- Minum. - Minum? Baik.

KUOTA GRATIS ANDA TELAH HABIS BATALKAN, BELI DATA

PEMERKOSAAN TANAH AIR

Teknik Kage Bunshin !

- Sial. - Banci!

Aku tak bohong, Kawan. Semalam sungguh luar biasa.

Kau harus liat dia berdansa. Lihat gadis teman dansaku?

Luar biasa, Bung.

Sejarah, seperti banyak kelas yang kalian ambil di San Antonio de Padua...

Kau harus lihat bokong Janina. Itu melambung

- ke mana-mana, Bung. - ...adalah ilmu.

Itu adalah ilmu sosial.

- Rumus bisa dari sejarah. - Gadis lawan bicaramu?

- Persamaan, soal. - Dia seperti, "Baiklah."

Pemecahan.

Jadi, jika kalian pikir bisa lulus dari kelas ini hanya dengan menghafal...

Tak peduli. Jika mau cari aku, dia akan temukan.

- Benar? - Mereka sedang periksa...

Kau salah!

Sialan.

Pak Santos.

Pak.

Bisa kau sebutkan tokoh bersejarah yang kau kagumi?

Siapa saja. Masih hidup atau sudah wafat.

Apa alasannya?

Tak ada. Dia pemengaruh, seperti aku.

Jadi...

Aku tak tahu. Dia bicara seperti bos, jadi...

Seakan dia tahu yang dilakukannya.

Senang mengetahui bahwa kau tertarik pada kelas ini.

Tapi kusarankan, kau mencari tahu lagi tentang tokoh yang kau kagumi.

Karena jelas sekali ada banyak yang harus kau pelajari dari sejarah.

Pekerjaan rumah.

Nomor satu.

Aku mau ini ditulis berbentuk esai.

Tulis latar belakang

dari tokoh bersejarah yang kalian kagumi.

Di mana dan kapan dia dibesarkan.

Blancs!

Blancs!

- Dalam nama Bapa, Putra... - Pao!

dan Roh Kudus.

Ini terlalu ketat!

Ada apa, Kawan?

Bagaimana penampilanku?

Halaman 87. Sudah kubilang, tandai bagian itu.

Ini...

Tidak. Ini tak bisa.

Kita pangkas adegannya karena bagian ketiga terlalu lama.

Adegannya dipotong?

Ada apa?

Tak ada apa-apa.

Halo?

Tolong waspada.

Drama Fest sebentar lagi.

Apakah sudah selesai? Yang itu?

- Ya, Pak. - Tunggu apa lagi, Santa Maria?

Taruh itu di belakang panggung. Itu...

Hanya membuat makin berantakan.

Astaga!

Paolo.

- Ya, Pak? - Drama Fest beberapa hari lagi.

Kau sudah hafal dialogmu?

Ya, Pak.

Namaku Pastor Damaso.

- Ya, Pak. - Itu bahkan tak ada dalam naskah.

Santa Maria!

Hei.

Chuck terlambat lagi, seperti biasa.

Kau mau latihan dialog? Kau bawa naskahmu?

Kurasa tertinggal di rumah.

Aku harus selesaikan ini.

Kau yang buat?

Sial.

Sial, maaf, aku merusaknya.

Maaf, aku tak bermaksud.

- Bagaimana caranya? - Tak apa.

Berikan padaku.

Dor!

Kau mati, Santa Maria.

Kau yang buat?

Kau cakap.

Kau bisa ajari aku?

Tentu saja.

Jadi, di pertunjukan pertamaku...

Saat aku di tengah-tengah monologku,

mendadak ada properti jatuh.

Pohon di latar panggung.

Pohonnya jatuh dan aku kaget karena jatuhnya keras sekali.

Jadi, aku panik.

Aku kena demam panggung.

Aku masih trauma sampai sekarang.

Aku masih ingat tawa penonton karena aku menangis di panggung.

Aku terlihat seperti orang bodoh.

Aku kira

aku takkan bisa berakting lagi sejak itu.

Untungnya kau mencoba lagi.

Aku percaya

bahwa semua orang layak dapat kesempatan kedua

untuk menentukan nasibnya.

Sudah kubilang, dia ada di sini.

Apa kalian...

butuh sesuatu?

Seribu peso untuk kalkulus. Tujuh ratus untuk esai.

Delapan ratus lima puluh dengan kutipan.

Boleh juga.

Apa kabar?

Jadi, kau kenal si bodoh ini?

Sebenarnya, kami seperti rekan bisnis.

Dia punya pekerjaan sampingan untukku.

- Benar, bukan? - "Rekan bisnis."

Ini Uy.

Dia dari Loyalty.

Juga dikenal...

sebagai bocah hot dog yang terkenal dan hebat!

Tutup mulutmu.

Kau sudah lihat videonya yang viral? Pasti kau sudah lihat.

Kau?

- Jilat! - Buka mulutmu!

Bukankah Chuck yang mengunggah?

Kenapa? Bajingan itu kawanmu?

Aku sudah lama kenal orang bodoh ini...

Sejak 4 SD, bukan?

- Tepat. - Waktu itu kami di bagian Gratitude.

Terima kasih atas kunjungannya, tapi aku harus selesaikan ini.

Apa itu?

Bukan apa-apa.

Benarkah?

Karena sepertinya kau mengerjakan PR demi uang, Bung.

Kau mau kami laporkan?

Kau mau ke mana?

- Tenang saja, Kawan. - Tasmu tertinggal.

Tenangkan dirimu.

Dia hanya mencoba bertahan hidup. Dia tahu perjuangannya.

Hei!

Santa Maria.

Kami punya penawaran bisnis. Mungkin kau tertarik.

Percayalah, kau pasti mau bergabung.

Anggap saja kita punya solusi untuk "masalah Chuck" yang kita alami.

Ditambah, kau bisa mendapat uang.

Hei, apa yang kau lakukan?

Kembalikan padaku.

Lihat?

Aku juga bisa matematika.

Pulang sekolah. Tempat parkir.

Datang saja jika kau tertarik.

Hei, Mark! Yssa bilang, kau diundang malam ini.

- Ke mana? - Pesta malam ini di Last Home!

Kau yang diam, Jenny Mae!

Tapi aku baru ke sana semalam.

Bom!

Makan bola itu, "Gaylord"!

- Berengsek kau. - Itu tembakan beruntung.

Lumayan! Daftarkan pria ini.

Santa Maria, tim Filipina.

Minggir.

Jangan tunjukkan dadamu.

Aku akan selesaikan ini.

- Berengsek! - Hebat!

Habiskan, Pecundang.

- Habiskan, Kawan. - Habiskan, Santa Maria!

Minum!

- Minum! - Minum!

- Minum! - Minum!

- Minum! - Minum!

- Minum! - Minum!

Minum...

Berengsek, dia kuat!

Hadirin sekalian...

Ini adalah Santa Maria,

sang cendekiawan bangsa.

Siswa Padua terpintar

yang keluar dari anus ibunya.

- Apa? - Karena dialah si hebat!

Keluarkan benda lemah ini, Bocah Hot Dog.

Pulanglah, Kawan.

- Berengsek kau, Paolo! - Dah!

- Dasar bajingan! - Kami belum siap.

Tiga puluh juta peso?

Kami tak bercanda, Kawan.

Kalian sedang membodohiku?

Jika ada seseorang

di dunia ini yang ingin kau hilangkan,

siapa dia?

Paolo, pastinya.

Berengsek kau.

Tempat yang tak seorang pun tahu.

Tempat tanpa konsekuensi.

Siapa lagi?

Kalian sedang memakai narkoba?

Kalian akan menculik Chuck?

Pelankan suaramu.

Koreksi.

Kita yang akan menculik Chuck.

Kami sudah mengantisipasi semua kemungkinan masalah

kecuali satu.

Kau butuh apartemenku.

Tempat aman untuk sembunyikan Chuck.

Tak ada yang akan temukan dia di sana.

Bahkan seorang Santo Antonius dari Padua dan anjing pelacaknya.

Kawan.

Kau tak mau membalas Chuck? Setelah dia halangi kau berhubungan seks?

- Dia tak menghalangi. - Dia menghalangi.

Kau lupakan saja Janina.

Kelas kalian berbeda, Bung.

Kau harus punya uang banyak

atau bergaya untuk dapatkan dia.

Dan jujur saja,

kau tak punya keduanya.

Kenapa kalian begitu yakin?

Lagi pula.

Bagaimana kalian bisa yakin bahwa mereka bisa membayar 30 juta peso?

Sial, Blancs.

Ketua, kau belum bilang padanya?

Dia tak perlu tahu.

Kata siapa tak perlu.

Berengsek!

Paman Rody, ayah dari Chuck,

adalah gembong narkoba, Kawan.

Baginya, uang 30 juta bukan apa-apa.

Kau pikir dia dapat uang dari mana untuk semua baju dan sepatunya?

Itu semua uang haram, Kawan, dan dia punya banyak uang di dalam tangki!

Mereka berdua berenang di dalamnya seperti Nemo dan Marlin.

Tanya saja Blanco, Bung.

- Ayahnya melindungi Chuck. - Jangan sekarang, Uy.

Mereka seperti rekan bisnis.

Bahkan Blanco adalah anak baptisnya...

Tak bisakah kau lihat?

Ini kesempatan kita membalas dendam.

Kau tak lelah terus diinjak-injak?

Kurasa itu masih lebih baik

daripada mendekam di penjara.

Atau lebih parah, kita bisa dibunuh polisi.

Idiot.

Polisi hanya membunuh orang miskin.

Apa kami tampak miskin bagimu?

Kawan, kami takkan melakukan ini jika kau tak ikut.

Kami butuh kau, Kawan.

Jadi, bagaimana?

Apakah kau Immanuel "Bisa," atau Immanuel "Tak Bisa"?

Kalian semua gila.

Kami selalu gila.

Saatnya kau bergabung dengan para orang gila!

- Pao? - Ya, Sayang?

Telepon Stacy.

Kenapa?

Astaga, sial. Sialan!

Baik. Pak, bisa minta tisu dan air?

Baik, duduk. Sayang, duduklah.

Jika tidak, kau akan terus muntah. Minum air dahulu.

Peter, ayo pergi Ayolah, Bung. Lebih cepat.

- Dia tak mendengarkanmu, Kawan. - Kemari.

- Untuk privasi, bukan? - Ayo.

- Ini karena, Peter... - Ini kejutan, tapi pribadi.

Aku dengar sesuatu, Peter.

Aku mau ajari kau sesuatu, karena tak baik untuk...

Aku tak tahu, mengadu. Kau paham maksudku?

Karena tukang mengadu pasti babak belur, Bung.

- Tahan bajingan itu. - Hentikan! Sakit!

- Ayo! - Kumohon hentikan!

- Kau akan mengadu lagi, Bajingan? - Tak akan kuulangi!

Santa Maria?

Kenapa mukamu begitu? Ada apa denganmu?

Halo, ada apa ini?

Apa kabar? Izin keluar kelas yang bagus.

Aku baru ingat. Kenapa kita tak latihan membaca naskah saja?

Jan, aku ada...

Latihan sepak bola.

Karena itu, aku tak bisa hari ini.

Jan, maaf, tapi aku juga ada urusan.

Jadi, aku harus pulang.

Biarkan saja dia.

Sekali anak mati, selamanya anak mati.

Tak semua orang

bisa menjadi anak keren sepertimu, Chuck.

Itu yang akan dikatakan anak mati.

Chuck, kumohon.

Jangan ganggu Santa Maria.

Apa-apaan itu?

Jan, kau terlalu serius memikirkan drama ini.

Ya ampun.

Terserah, Chuck.

Semoga latihan sepak bolamu

lancar.

Semoga bermain baik.

Apa-apaan itu?

BIBI BEBE SATU PESAN

MARK, DI MANA UANG SEWANYA? KALIAN MULAI KETERLALUAN!

KESABARANKU MULAI MENIPIS!

MARK? MANA UANG SEWANYA?

Jadi, kau mau ikut?

Atau tidak?

Selama tak ada yang terluka.

- Hanya itu syaratku. - Tak akan ada yang terluka.

Kami tak bisa berjanji.

Tak akan ada yang terluka.

Apa rencananya?

Pao?

- Tunggu, kuhabiskan ini dahulu. - Pao?

Baik.

Kawan, kau pernah pergi ke panti pijat?

Dalam hidupmu?

- Apa maksudmu? - Baik.

Suatu malam, Blanco dan aku sedang minum.

Kami putuskan untuk lakukan pragim di Spa Geisha's Touch.

Spa Geisha's?

- Apa itu? - Spa Geisha's Touch.

Yang ada di E. Ave.

Itulah satu-satunya spa untuk dapat pijat terbaik di metro.

Kenapa?

Kau harus rasakan sendiri, Kawan.

Kuberi tahu, itu sangat sepadan.

Para gadis di sana sangat wangi dan bersih.

Bukan, maksudku...

Kenapa kalian pergi ke sana?

Baru aku bilang, para gadisnya wangi dan bersih.

Apakah kau mendengarkan?

Jadi, Blanco dan aku parkir di luar.

Kawan, barusan aku sadar.

Uy tak pernah ikut dengan kita untuk hal seperti ini, bukan?

Lalu kami lihat, seorang bajingan masuk ke dalam.

- Siapa? Chuck? - Chuck.

- Dia tertangkap basah. - Itu hari Kamis.

Kenapa? Ada apa dengan hari Kamis?

Ada promo khusus Kamis Kembar.

Gandakan uang, gandakan bokongnya!

Bagian terbaiknya, kami ada di sana Kamis lalu.

Baru Kamis lalu. Bajingan itu datang lagi.

Dia pengunjung tetap.

Kita hanya bisa culik Chuck dari spa itu.

Dia parkir jauh dari tempat itu.

Dia tak membawa pengawal. Tempat itu juga terpencil.

Akhirnya.

Halo, Nona-nona.

Dengan semua hal ilegal yang terjadi di sana,

aku yakin takkan ada saksi tepercaya yang bisa mengadukan kita.

Kalian tahu harus bagaimana.

Jadi, ini hal terbaik yang mau kalian katakan kepadaku?

Ini rencana terbaik kalian?

Menculik Chuck di spa?

Menyeret dia keluar dan minta semua orang tiarap. Begitu?

Yah, kurang lebih. Itu rencananya.

Jangan khawatir.

Aku punya dua mata-mata di spa.

Kurang lebih, kami tahu situasi di dalam dan di luar Geisha's Touch.

- Sini, berikan padaku. - Tunggu, kenapa harus makananku?

Baik.

- Kau menjijikkan. - Aku sedang makan.

Aku bahkan belum mulai makan.

Ini Spa Geisha's Touch, dan ini kita.

Garpu ini mobil SUV Blanco.

Kita di dalam...

mobil SUV-nya.

Lalu kita tunggu bajingan itu masuk ke spa.

- Saat dia di dalam... - Tunggu.

Apa yang kau lakukan?

Menurutmu apa?

Denah.

Jangan membuat denah dengan benda mati, Pao.

Ini bukan film.

- Baik. - Dengar.

Gagal berencana artinya merencanakan untuk gagal.

Jika mau ini berhasil, kita harus melakukannya dengan benar.

Dengan cara...

Cepat! Seharusnya kau pukul dia lebih keras lagi.

Semuanya, pergi.

Kalian mau ke mana?

Annyeonghaseyo.

Charles.

Makan malam sudah disiapkan pembantu. Kau akan turun?

Sekolah menelepon. Apakah kita akan bicarakan itu, Charles?

Kau boleh tak menghormati aku selama kau bisa.

Pastikan saja aku takkan melihat wajahmu lagi di rumah ini.

Itu jika kau masih punya nyali untuk menghadapiku.

Sialan!

Pak, boleh aku minta uang receh untuk beli makan?

Pergi sana!

Dasar pencandu obat.

Ayah benar. Seharusnya mereka dibasmi.

Kalian semua gugup, bukan?

Paolo, apa yang akan kau lakukan dengan uangnya?

Akan kau apakan uangnya?

Aku belum tahu.

Tapi...

Mungkin aku akan beli Civic baru.

Sepertinya keren.

Kau sudah lihat, Uy?

Ya. Aku sudah melihatnya.

Bagus.

Bagaimana denganmu, Uy?

Akan kau apakan bagianmu?

Aku tak tahu.

Mungkin aku akan beli Civic juga.

Bagus. Baik.

Bagaimana dengan kau, Santa Maria?

Aku?

Aku akan pulang.

Ke kampung halaman.

Aku takkan kembali kemari.

Sejujurnya, aku muak akan tempat ini.

Itu bagus.

Lakukan apa pun yang kau mau.

Dan kau, Blancs?

Apa rencanamu?

Hei, Kawan!

Si bajingan datang lebih awal.

Persiapkan diri kalian.

Aku tak bisa melihat. Berengsek.

Apa itu?

Kita seperti main-main saja.

Apa ini? Berengsek, kau bahkan punya ini. Apa itu dildo?

Hentikan!

Berengsek! Cukup!

Buka matamu, Santa Maria.

Kau siap?

Begitu masuk, kita tak bisa mundur.

Ini adalah lakon.

Lakon yang akan mengubah hidupmu.

Aku harus pipis.

Pijat, Pak?

Akhirnya.

Kuharap aku boleh pakai sepatu.

Sepatu ini hadiah dari ayahku.

Sepatuku lebih berharga daripada nyawamu.

Aku selalu pikir ayahku yang akan pertama membawaku kemari.

Tapi dia selalu sibuk.

Sepertinya dia tak punya waktu untukku lagi.

Aku masih mencintai dia. Dia ayahku.

Hanya ingin dia lebih sering ada.

Bagaimana dengan kalian? Punya masalah dengan ayah kalian?

Kimmy?

Clarize?

Apa-apaan ini?

Bangsat! Apa-apaan...

Siapa kalian, Berengsek?

Apa-apaan ini... Lepaskan aku!

Lepaskan...

Sial!

Kau tahu siapa aku?

Aku Chuck Santos! Sialan!

Lepaskan aku!

Lepaskan aku...

Kembali ke saat sabuk 5.000 pesoku hilang ketika mosh pit.

Untuk semua anak screamo di luar sana,

ini adalah "Last Look" dari Chicosci.

Tunjukkan dirimu...

makhluk malam!

Terima kasih, Chuck.

Tidak!

Kau beri 30 juta atau kami bunuh dia!

- Apa-apaan? - Semua uangmu milik kami, Tuan.

Tidak! Kau beri 30...

Kau beri 30 juta!

Mengerti?

Kau beri besok!

Tak ada uang, tak ada anak ini!

- Apa-apaan? - Apa-apaan itu tadi?

Apa kau bodoh? Kenapa aku harus pakai suara asli?

Apa kau bodoh? Kenapa bicara begitu? Kau mirip Ryan Bang.

Mereka akan kira kita gangster Tiongkok.

Semua pengedar tahu jangan main-main dengan mereka.

Tapi kau orang Tionghoa, Bodoh.

Lalu kenapa?

Apa-apaan...

Uy, kau satu-satunya siswa keturunan Tionghoa di angkatan kita!

Kau bercanda? Kau tersangka utama dalam pemeriksaan.

Moses juga berwajah Tionghoa.

Benar, Moses. Moses bisa menjadi tersangka.

Dia orang Korea, bodoh!

Sial!

Sial, hancurlah kita!

Kenapa kau lakukan itu, Dik? Kau sungguh bodoh!

Berengsek kalian. Kenapa tak telepon Paman Rody?

Apa katanya?

Katanya dia akan berikan uang selama kita tak melukai Chuck.

Dia juga bilang...

Apa?

Katanya...

Jika Chuck terluka sedikit saja...

Apa?

Dia akan hajar kepala kita dengan stik golf.

Sialan.

Dengan semua stiknya, mulai dari stik 9 Iron.

Sialan.

Dia hanya menakuti kita. Aku tahu itu.

Kita tetap pada rencana awal.

Nanti kita buat cerita Instagram.

Entah itu foto makanan atau swafoto.

Tapi jangan pasang bersamaan, dan lakukan dari tempat yang berbeda.

Agar orang tahu kita tak bersama sepanjang malam.

Mengerti?

Aku sudah pasang tadi, Berengsek. Kau bahkan tak melihatnya.

Aku takkan bisa pasang cerita Instagram.

Kenapa tidak?

Dataku habis.

- Apa-apaan? - Konyol!

Kau serius?

Sini, sambungkan ke ponselku.

- Kemari. Ayo. - Apa?

- Cepat. - Kita pergi ke mana?

- Cepat. - Tunggu, kalian mau ke mana?

Kami akan beli burger. Aku lapar!

Hei, aku minta pakai dua roti!

Mengerti?

Ekstra saus barbeku dan keju!

Terima kasih.

Ada apa, Dik? Kau mau main mahyong?

Main denganku, Dik.

Berengsek kau.

Kau takkan makan itu?

Aku lupa, apa nama kampungmu?

Aku tahu yang kau pikirkan.

Aku benar, bukan?

Hanya karena terlahir dari keluarga makmur bukan berarti aku tak tahu apa-apa

tentang kesenjangan di dunia.

Ayahku...

kini salah satunya.

Aku sungguh benci itu.

Tapi dahulu dia tak seperti itu.

Tapi aku bukan ayahku.

Aku tahu yang kulakukan.

Si berengsek Chuck?

Paman Rody?

Aku akan hancurkan mereka berdua.

Menurutku, kau hanya punya dua pilihan.

Kau bisa pergi ke polisi,

jadilah pengecut, adukan kami.

Kita semua pulang

memegang penis dan bukan uang.

Atau...

kau bisa belajar menjadi berani.

Terserah kau.

Kau takkan kehilangan apa pun kecuali belenggu.

Karl Marx.

Karl Marx.

"Kita takkan kehilangan apa pun,

kecuali belenggu kita."

Aku tak menonton Game of Thrones .

Blanco.

- Apa? - Tacloban.

Apa?

Aku berasal dari Tacloban.

Tacloban.

Di sana indah.

Aku pernah ke sana.

Hei! Kalian sedang apa?

Bayar, dasar kurang ajar.

Ini.

Merinda?

Olog?

Rodriguez?

- Pak. - Ramos?

Santos?

Santos? Chuck?

Dia tak ada?

Astaga, Yesus! Bunda Maria!

Hai. Hai, Sayang.

Apa kabar?

Kenapa kau abaikan teleponku?

Kau menelepon?

Aku tak menerima...

Bukan, aku sedang di kelas.

Aku di kelas, dan aku merespons ceritamu.

- Kurespons dua kali. - Itu tak termasuk.

- Ada apa? - Kenapa itu tak termasuk?

Kau sembunyikan sesuatu?

Apa?

Sembunyikan?

Tidak.

Aku tak bisa sembunyikan apa pun darimu...

Itu...

SESEORANG AKAN DIPUTUSKAN

Kawanku mengirim ini. Mau kukirim dengan AirDrop?

Atau lebih baik, mungkin kau bisa jelaskan padaku, Pao Sayang.

Apa yang kau lakukan di spa seks ini?

- Sayang. Ayolah, Sayang. - Berengsek kau. Sialan.

Berani-beraninya kau lakukan ini padaku?

Semua kawanku bilang kau tak pantas untukku.

Aku tak tahu kenapa aku memacarimu. Sungguh, Pao? Spa seks?

- Sungguh? - Tenang.

- Ya? - Bukan seperti itu. Aku bisa jelaskan.

Jelaskan. Karena sedikit lagi aku akan mencampakkanmu.

Hei.

Kau baik-baik saja?

Aku terus menelepon Chuck, tapi dia tak menjawab.

Pria itu tak bisa diandalkan.

Mungkin dia sakit.

Kau tahu dia. Dia berpesta hampir tiap malam.

Mungkin juga, tapi...

Tidak, dia tidak memasang apa pun di media sosial.

Dia membuat 50.000 pengikutnya kecewa.

Bagaimanapun, karena kau di sini dan dia tidak,

kenapa kita tak latihan dialog saja?

Kau sudah hafal ini, bukan?

Bisa dibilang begitu.

Baik.

Kumohon kau sabar. Aku sungguh gelisah dengan ujian bakat ini.

Kau pasti bisa. Yakin saja.

Apakah kau punya sesuatu untuk dijadikan motivasi?

Agar kau bisa menyemangati dirimu sendiri?

Terserah, Santa Maria. Aku tahu yang kau pikirkan.

Apa?

Janina tak perlu motivasi karena tak ada yang dia khawatirkan.

Sungguh bukan. Tapi apakah itu benar?

Apa yang membuatmu kecewa?

Orang tuamu bangga padamu, Santa Maria?

Ini keterlaluan.

Ini keterlaluan. Dia keterlaluan.

Jika dia tak menjalankan perannya dengan serius,

maka dia dikeluarkan dari drama ini!

Dengarkan.

Sebelum kita teruskan geladi resik ini,

aku punya pengumuman.

Mulai hari ini,

Tuan Chuck Santos bukan lagi bagian dari penampilan ini.

Astaga.

Kita tak punya Chuck. Kita tak punya Basilio.

Ini sia-sia. Selesai! Hentikan.

- Sudah berakhir. - Pak!

Permisi?

Santa Maria adalah pemeran pengganti Chuck.

Mungkin dia bisa.

Kau benar.

Bukankah kau pemeran penggantinya, Tuan Santa Maria?

Ya, benar.

Sempurna.

Mulai hari ini,

kau adalah pengganti Basilio dalam drama ini.

Mari berikan dia tepuk tangan.

- Selamat, Santa Maria. - Hei, selamat.

Ayo kita mulai!

Kuharap kau kena kanker karena itu.

Kau tak tahu?

Menurut data, kecil kemungkinan terkena kanker karena mengisap rokok elektrik.

Tahukah kau jika tanganmu lebih besar dari wajahmu,

maka kemungkinan kau terkena kanker lebih besar?

Sudah mengecek punyamu?

- Keparat. - Sialan.

Diam. Ada berita?

Paman Rody sudah menelepon?

Belum.

Jika asumsiku benar, dia sudah meminta bantuan ayahmu.

Artinya, langkah berikutnya adalah sergap kita di lokasi menaruh tebusan.

Kita masih punya Chuck.

Maka, kita harus pastikan Chuck aman di rumah aman.

Nanti kami akan ke apartemenmu, Santa Maria.

Bukan berarti takkan ada polisi di lokasi menaruh tebusan.

Sekali lagi, gagal berencana artinya merencanakan untuk gagal.

Kita harus bersiap.

Ya, Pak Rody. Aku akan lakukan sesuatu.

Kita akan minta Paman Rody datang sendirian.

Hei, tunggu apa lagi?

Ayo jalan!

Tapi tentu saja, takkan seperti itu.

Kemungkinan akan ada polisi.

Tunggu. Di mana tebusannya ditaruh?

Di mana?

- Di 2020. - Di 2020.

Di 2020? Kenapa di 2020?

Itu Jumat malam. Kelab pasti akan penuh.

Kita tak terlihat di keramaian.

Berengsek!

Rencana ini terlalu berbahaya.

Jika tak ada yang lebih baik, maka ini satu-satunya peluang kita.

Yang penting kita harus fokus,

dan saling memahami sebagai satu kelompok.

Jadi, kalian harus bilang semua padaku.

Kalian benar-benar butuh tempat rapat yang baru. Sialan.

Sialan.

Hai, Semua.

Bagaimana proyeknya? Semua lancar?

Omong-omong,

aku hanya mampir dan ingatkan kalian agar tak lupa bagianku. Paham?

Karena aku takkan terima jika tak sesuai yang kuminta.

Benar, Sayang?

Ya.

Ya? Diskusi yang bagus.

Tapi jika butuh bantuanku, telepon aku.

- Kau beri tahu? - Dasar keparat!

- Kau berbuat apa? - Kenapa bilang pacarmu?

- Kita suruh rahasiakan, ingat? - Kenapa bilang pacar?

Itu seperti suara aplikasi GPS.

Apa yang kau pikirkan, Pao? Ada apa denganmu?

- Baik. - Apa-apaan, Paolo?

Jadi, aku mungkin sudah cerita soal Chuck pada Yssa. Ya?

Kawan-kawan, dia pacarku.

Aku tak bisa rahasiakan apa pun darinya.

Astaga, manis sekali.

Lagi pula, aku tak ceritakan semua detailnya.

- Hanya hal kecil. Sumpah. - Bisa kau jelaskan pada kami?

"Detail kecil" apa yang kau katakan padanya?

Aku bilang padanya kita memeras Chuck.

Pemerasan. Semacam itu.

- Lalu apa katanya? - Kawan, kita dalam masalah.

- Apa yang dia bilang? - Apa-apaan?

- Apa? - Dia minta bagian.

- Supaya dia tak adukan kita. - Bagian?

Apa-apaan? Pacarmu sendiri memerasmu?

- Kau sungguh tak punya nyali. - Berengsek kau.

Kau yang tak punya nyali karena kau gay.

Dengan bualan Seni Perang -mu. "Merencanakan untuk gagal."

Aku muak dengan bualan Seni Perang -mu!

- Kau bukan Sun Tzu, Berengsek. - Hei, kalian berdua! Hentikan!

- Diam! - Kau tunduk pada pacarmu.

Berengsek, kubilang diam! Ayo, katakan sesuatu.

Jangan keras-keras.

Habislah kita. Habis!

Jadi, kita hanya perlu memberinya bagian. Itu saja.

Omong kosong. Dia akan dapat dari bagianmu.

Apa?

- Tidak. Sama sekali tidak! - Benar. Itu adil, Paolo.

Apa kami harus bayar kebodohanmu? Bayar dari bagian kami?

Mereka benar. Bayarannya harus diambil dari bagianmu, bukan kami.

Baiklah, Sialan!

Aku berikan bagianku padanya.

Biasakan itu. Itu namanya harta gana-gini.

Sok pintar.

- Bajingan! - Kau bajingan!

- Bajingan! - Bajingan, dasar sialan.

Kalian sudah selesai?

Jujur saja.

Bagaimana kalian bisa berteman?

Chuck sungguh bajingan, bukan?

Aku tak tahu kenapa pengikutnya lebih banyak daripada punyaku.

- Awas rokokmu. - Kenapa kau berharap?

Kau dapat pengikut hanya karena anjing pug-mu.

- Dia bahkan tak semanis itu. - Yang benar saja, Uy.

- Yohann manis! - Bodoh, apanya yang manis?

Bagaimana menurut kalian? Aku bisa menjadi pemengaruh?

- Pemengaruh bagi orang bodoh. - Berengsek, jika aku...

Bangun!

Berengsek!

Berengsek!

Kau lupa mengikat kakinya!

Berengsek. Kau menyerang dari belakang, tapi tak bisa lumpuhkan dia.

Keparat itu patahkan tulang keringku.

Bodoh, tutup mulut kalian! Dia bisa dengar kita.

Hentikan!

Jangan seperti amatir. Hidup kita dipertaruhkan di sini!

Sialan!

- Tunggu sebentar. - Satu...

Apa kabar Bibi Bebe?

Apa yang terjadi di sini?

Maaf Bibi. Aku sedang bersih-bersih.

Tadi sangat berantakan.

Selain tak sanggup membayar sewa, kau juga berantakan.

Lihat ada burger di lantai!

Ini gila. Jika saja kau bukan...

keponakanku.

Kapan kau belajar merokok?

Tahukah kau jika rokok elektrik merusak paru-parumu?

Aku hanya mencoba.

Katanya itu bisa menenangkanku.

Tapi aku akan berhenti.

Berhentilah. Desainnya jelek.

Terlihat seperti gay!

Apa itu?

Apa ini?

Bukan apa-apa, Bibi. Itu hanya tiruan.

Kau tahu aku tak mampu beli yang asli.

Tiruan? Jika ini tiruan, tetap saja mahal.

Kau pikir aku tak tahu?

Jangan membodohiku, ya?

Ada apa di sana? Kau terus melihat ke sana.

Kumohon, Bibi. Tidak ada apa-apa...

- Minggir! - Tolong biarkan, setidaknya pekan ini.

- Minggir. - Aku hanya perlu selesaikan semester ini.

Kumohon Bibi. Aku minta terakhir kali. Tolong, Bibi.

- Apa-apaan? - Mark, kau hampir lulus...

- Kau bawa senjata ke sekolah? - Belajar bahasa Inggris akan berguna.

Aku tahu situasi sulit antara aku dan ibumu.

Tapi aku tahu betapa keras mereka berjuang untuk menyekolahkanmu.

Perbaiki hidupmu. Jangan sia-siakan.

Aku kembali pekan depan, ya?

Pastikan tempat ini bersih.

Apa? Kau tak mau menjawabnya?

Dia tak menjawab panggilannya, dia tak bersih-bersih.

Berengsek!

Berengsek!

- Tak ada yang mau menjawab. - Hei, siapa itu?

Halo?

Baik.

Kau bawa uang malam ini.

Kau bawa uang malam ke 2020, la.

Tidak! Datang sendiri! Tanpa polisi.

Baik.

Ingat, tak ada uang, tak ada anak ini.

Apa-apaan?

Bagaimana kakimu, Uy?

Tak bisa jalan, Kawan.

Firasatku jelek tentang ini, Kawan.

Dengan kondisi Uy, dia tak bisa ikut.

Ini berbahaya. Terlalu banyak halangan untuk kita.

Apa yang kau akan lakukan?

Tak ada. Kita tak melakukan apa pun.

Persetan ini.

Tak ada, kita tak bisa melakukan ini. Sudah berakhir.

Apa maksudmu berakhir? Kita tetap lakukan ini.

Apa?

Blanco benar.

Kita tetap lakukan. Kita tak bisa mundur sekarang.

- Hati-hati. - Kau tak punya kehidupan.

Tapi aku punya.

Aku takkan menyia-nyiakannya dalam misi bunuh diri bodoh ini.

Kalian silakan lanjutkan. Tapi aku? Aku mundur.

Kami bertiga tak bisa melakukannya.

Maka, kami perlu satu orang lagi.

Berengsek.

Baik, Blanco.

Di mana kita bisa mencari orang baru?

Sekarang? Tebusan ditaruh beberapa jam lagi.

Siapa yang akan setuju ikut?

Tidak!

Tidak. Tak akan! Pokoknya, tidak!

Kalian terlambat.

Aku cinta Jumat malam.

Hebat. Mari kita mulai!

Kalian tahu yang harus dilakukan.

AKU DI SINI

TINGGALKAN DI SANA, LALU KAMI YANG URUS.

AYAH BAIK

Hai, Kawan!

Saatnya beraksi!

Sial.

- Halo? - Baik, dengar.

Laki-laki tua yang membawa tas jinjing?

Dia yang akan taruh uangnya.

Ketika dia pergi dan kondisi ramai, kau langsung ambil.

Di mana? Aku tak melihatnya.

Sial! Dia menuju kau sekarang. Seseorang dengan tas jinjing.

- Seseorang dengan tas raw sienna ? - Apa?

- Dia yang membawa tas raw sienna ? - Bagaimana aku tahu?

Apa itu tas raw sienna ?

Apa dia yang membawa tas raw sienna ? Apa kau paham itu?

Sayang, aku tak tahu tas raw sienna !

Dia yang membawa tas jinjing, ya?

Berengsek!

Yssa, ambil sekarang!

Semuanya, tunggu.

Aku kenal laki-laki ini

- Astaga, sial. - Bung.

- Apa? - Itu ayahku.

Berengsek!

Ayo keluar dari sini, Kawan. Yssa!

Kita takkan keluar sebelum ambil uangnya.

Sialan. Berengsek kau, Blanco!

Kau permainkan kehidupan pacarku!

Tenang!

- Hei! - Apa-apaan?

Ini milikku!

- Enyah, Jalang. Aku lihat lebih dulu. - Kau yang enyah!

Ini bukan permainan.

- Bukan begitu! - Ini tak cocok untukmu. Lepas!

Ini sebenarnya milikku. Enyah kau!

- Ya, baiklah. - Apa? Lepaskan!

- Kau yang lepaskan. - Kau serius? Aku yang lihat...

Aku yang lihat lebih dahulu.

Enyah kau!

Enyah, dasar pelacur. Singkirkan tangan kotormu dari tas ini!

Apa yang terjadi?

Kawan, sial. Aku kenal kau.

Dia bertanya padamu, Bung.

- Aku tak kenal kau. - Berhenti permainkan kami, Bung.

Kau jelas kenal aku.

Berengsek, Bung. Kita harus lakukan sesuatu sekarang!

Ayo pergi.

- Tunggu! - Persetan!

Hei, para pemula! Saatnya menari!

Ayo, tunjukan beberapa gerakan! Ayolah!

- Minggir! - Pergi kau! Ini milikku!

Baik, itu milikmu, Jalang!

- Ayo! - Bergerak!

Berengsek! Hei!

Bergerak!

Ini sungguhan?

KELUAR

Aku kenal dia, Kawan. Aku mengenalnya.

Kubilang aku tak kenal!

Dasar berengsek.

Kau pergi ke sana. Ayo.

Awas. Minggir!

Berengsek.

Di mana kalian?

Siapa kau?

Aku sudah berikan kau uangnya.

Di mana putraku?

Apa yang kau bicarakan? Siapa kau?

Dasar berengsek!

Kau tahu dengan siapa kau berurusan?

Kau tidak mengenalku? Di mana putraku?

Pergi dari sini!

Di mana putraku?

Aku tak tahu. Kumohon jangan...

Kau tak tahu? Kamu sungguh tak tahu?

Mati kau, Nak.

Yssa?

- Charles? - Ini untuk ayahku!

Berengsek!

Yssa!

Yssa!

Yssa, ayo pergi!

Apa-apaan ini?

Apa yang baru saja terjadi?

- Pao? - Yssa? Yssa, Sayang. Sayang...

Maaf. Aku tak tahu apa yang terjadi.

Aku tak...

Yssa.

- Astaga. Kau membohongiku lagi. - Sayang, tidak. Yssa.

Astaga.

Siapa yang kau bunuh, Blanco? Siapa dia?

Blanco, dasar berengsek. Apa yang kau lakukan? Siapa dia?

Ayahnya Chuck.

Kenapa?

- Yssa, baik, tenang. - Kalian apakan Chuck?

Yssa, pikirkan bagianmu. Uangmu. Kau tetap dapat uangmu.

- Kita semua baik-baik saja. - Kau saat ini bercanda, Pao?

Bagianku? Persetan bagianku, Pao!

Yssa...

- Persetan bagianku! - Tenang, Yssa.

Yssa...

Jangan sentuh aku! Aku percaya kau!

Kau memanfaatkanku! Seseorang dibunuh di depanku, Pao!

Apa yang kalian lakukan?

Sialan. Apa yang kalian lakukan?

Baik, Yssa...

Kami menculik Chuck, paham?

Tapi, Yssa, dia aman, paham?

Polisi akan menemukanmu.

Tidak! Tak ada polisi yang akan menemukan kita. Tidak ada!

Ini mustahil karena kami menculik Chuck di dalam spa seks.

Mereka takkan mengadukan kita, Yssa.

- Yssa, takkan ada yang tahu. - Astaga.

Yssa, Sayang, tunggu. Para PSK takkan laporkan kita. Yssa!

Lupakan dia. Kemari.

Lepaskan tanganmu dariku!

Berengsek.

Berengsek, dia akan mengadukan kita! Dia akan mengadu, Kawan!

Tidak akan. Dia takkan adukan kita!

Bagaimana kau bisa tahu? Dia pergi, Kawan!

Kalau dia pergi ke polisi? Dia akan adukan kita. Kita tamat!

Pao, dia takkan mengadukan kita. Dia terlibat.

Dia tak bisa keluar dari ini, suka atau tidak.

Berengsek.

- Dia takkan mengadukan kita. - Sialan.

Habislah kita!

Habislah kita...

Blanco, apa yang kau lakukan?

Aku harus lakukan itu, Kawan.

Kita hampir tertangkap.

Persetan ini. Hanya aku yang melakukan pekerjaan dengan benar.

Katamu takkan ada yang terluka.

Aku percaya padamu.

Kau pembohong!

Pembohong!

Apakah aku memaksamu?

Pao, apa aku memaksamu?

Paolo?

Apakah aku memaksamu?

Sejak awal, kau tahu apa yang kita hadapi.

Sudah kubilang, kita takkan kalah

karena nyawa kita taruhannya.

Omong kosong!

Ini omong kosong, Blanco!

Aku muak akan semua pidato omong kosongmu!

Tidakkah kau paham?

Blanco! Kau membunuh orang, Blanco!

Berengsek!

Itu kacau, Kawan!

Habis kau, Blanco. Kau benar-benar habis!

Berengsek kau!

Pao.

Berengsek kalian semua.

Mereka yang memulai, Bung.

Mereka menculik semua keluargaku!

Mereka mau membunuhku lebih dulu. Hanya adil jika mereka semua juga mati.

Hanya adil jika mereka mati, bukan?

Belum terlambat.

Chuck masih hidup.

Apa yang akan kita lakukan?

Selamat datang kembali, Keparat.

Bagaimana?

Hei?

Apa yang terjadi?

Apa yang harus kita lakukan, Uy?

Bunuh Chuck?

Siapa yang akan bunuh? Kau?

- Aku tak bisa bunuh dua orang semalam. - Astaga.

Tak ada yang minta kau bunuh orang.

Kita bukan pembunuh, bukan?

Ayo lepaskan Chuck.

Kuharap kalian tahu betapa berbahayanya ini.

Habislah kita.

Dan kita membuat banyak masalah.

Yang terpenting kita dapat uangnya.

Pokoknya, senjata ini tak boleh keluar dari apartemen.

Aku salah menilaimu.

Tak apa-apa, Santa Maria.

Nyawamu di tanganmu sekarang.

Aku tak tahu cara memakainya.

Berengsek.

Aku masih takut soal Yssa.

- Dia tak masuk sekolah berhari-hari. - Jika dia bicara, matilah kita.

Biarkan saja, Kawan. Dia hanya trauma.

Berengsek, aku juga trauma.

Yang Blanco lakukan...

Banyak hal buruk kulihat di internet.

Tak ada yang seperti ini.

Lupakan saja.

Sudah kulupakan.

Kawan-kawan.

Kita mulai dalam lima menit.

Semoga sukses.

Uy!

Maaf, rokok elektrik dilarang di belakang panggung.

Terserah, Bung.

Kau tahu?

Jika tanganmu lebih besar dari wajahmu,

kemungkinan kau terkena kanker saat dewasa lebih besar?

Berengsek kau. Aku tak percaya.

Lentera ini sungguh terang!

Lalu musik yang bersemangat!

Para gadis ini adalah pemandangan yang menyenangkan.

Kendalikan dirimu, Pastor Camorra. Kau bisa digosipkan orang.

Diam, Bocah.

Aku hanya mengagumi indahnya karunia Tuhan.

Kau baik-baik saja?

Adegan kita sebentar lagi.

Aku tak bisa melakukan ini.

Apa?

Aku tak bisa melakukannya, Mark. Aku tak bisa.

Jan, kau sudah lama bekerja keras untuk ini.

Lalu sekarang kau menyerah?

- Kau sudah sejauh ini. - Kau tak paham?

Paham apa?

Aku tahu saja, ya? Entah bagaimana, aku pasti akan mengacau.

Itu tak benar, Jan. Aku tahu yang kau rasakan.

Tidak.

Tidak, kau tak tahu.

Aku tak diterima di UP.

Jan...

Kau tak perlu diterima di sana untuk membuktikan sesuatu pada dirimu.

Kita berdua tahu itu.

Mudah bagimu untuk mengatakannya, bukan?

Karena kau sudah diterima.

Astaga. Jangan cubit aku.

Aku tak seperti gadis yang kau...

Kau tahu, Santa Maria,

kau bicara padaku seolah kau tahu semua yang aku lalui.

Kau tak tahu apa-apa.

Jujur saja, Santa Maria,

sungguh menyakitkan

jika mereka yang terdekat denganmu justru tak melihat dirimu sebenarnya...

Siapa?

Siapa, Jan?

Mereka?

Para siswa kaya itu?

Yang tak pernah bekerja seumur hidupnya? Kau tak perlu dengarkan mereka.

- Bukan mereka, Mark. - Lalu siapa?

Lebih dekat lagi.

Santa Maria, saat aku pergi dengan Chuck,

seharusnya kau ada bersamaku.

Tapi tidak.

Kau tahu alasannya?

- Aku anak mati, ingat? - Anak mati?

Kau tak pernah menjadi anak mati.

Kau hanya tak tahu caranya hidup.

Jan.

Wanita seperti apa dirimu?

Matamu berbicara kepadaku.

Wajahmu memerah lagi, Pastor Camorra.

Jangan marah.

Mungkin daripada

mencubit atau menyentuh pipiku, kau malah memukul bokongku.

- Atau mungkin memukuli... - Jaga lidahmu, Binatang Jahat.

Aku hanya biarawan biasa, aku tak lakukan apa-apa.

Hei, berhenti!

Jangan bergerak!

Jangan bergerak!

Berhenti!

Berhenti!

Berhenti! Berlutut! Angkat tangan!

- Berlutut! - Diam di tempat!

Jangan bergerak!

- Jangan bergerak! - Ayo!

Ayo maju, Sialan!

Berengsek!

Santa Maria, kenapa kau di sini?

Kau masih tak paham, Charles?

Kau yang lakukan ini.

Hei, ada apa? Bung, Kawan...

Ingat ini.

Aku tak pernah jadi bagian kalian.

Mark, jatuhkan itu.

- Ini salahmu. - Mark.

- Kau pembohong. - Mark.

- Mark? - Kita bebas lakukan apa pun, bukan?

- Jangan lari! - Angkat tangan!

Angkat tanganmu!

- Mark! - Jangan lari!

Tangkap dia!

- Angkat tangan! - Berhenti! Jangan lari!

Tenang saja, Bung.

Jangan tembak! Jangan lari!

- Mark, tidak! Itu tak sepadan. - Santa Maria!

Jangan, Kawan!

Mark.

- Berengsek! - Diam!

Sialan! Kalian binatang! Dia hanya bocah!

- Kawan, tidak! - Kenapa?

Kumohon. Berengsek!

Keparat kalian!

Kawan, maaf. Maaf, Kawan.

Aku belum mau mati, Kawan.

Aku tak mau mati.

Mark...

Ayo, bawa dia.

- Cepat! - Mark!

- Jangan lihat itu. - Sialan. Berengsek kalian semua!

Kawan! Seseorang, tolong kami! Tolong!

Tolong kami!

Kami kabarkan, Senin ini persidangan Gideon Uy dan Paolo Gabriel,

para remaja dari Akademi San Antonio de Padua,

yang dituduh menculik dan membunuh setelah menculik teman sekelasnya.

Ayah korban juga tewas tertembak setelah memberikan tebusan untuk anaknya.

Siswa yang juga ditemukan tewas adalah Mark Santa Maria,

seorang siswa berprestasi.

- Dia juga kaki tangan. - Jangan lari!

Dia ditembak setelah melawan penangkapan satuan polisi

- yang melakukan penggerebekan di sekolah. - Pak, ampun.

Sementara itu, polisi masih mencari anggota keempat komplotan ini,

seorang siswa bernama Charles Blanco.

Charles diketahui adalah putra dari...

DUA PEKAN KEMUDIAN

TAMAT

Terjemahan subtitle oleh Theodorus Sule

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.