All language subtitles for Master.Z.Ip.Man.Legacy.2018.DUBBED.BluRay.H264.AAC-RARBG

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Alih Bahasa : Ry@Di Samarinda, 12 Maret 2019

Guru Wing Chun Cheung Tin-chi membela warga dengan ilmu bela dirinya.

Cheung Tin-chi menantang guru-guru seni bela diri dan menjadi guru besar.

GURU BESAR WING CHUN

Wing Chun vs Wing Chun. Cheung Tin-chi bertarung melawan Ip Man secara tertutup.

Diproduksi oleh: Raymond Wong & Donnie Yen.

Disutradarai oleh: Yuen Wo Ping.

Guru Wing Chun Cheung Tin-chi menjauh dari dunia seni bela diri.

Cheung Tin-chi setelah kalah dari Ip Man...

...dia membawa putranya, Cheung Fung...

...meninggalkan dunia bela diri.

Sudah beres.

Dua hari lagi ada kerjaan.

Satu bajingan.

Orang yang lebih jahat daripada yang ini.

Aku mau satu kakinya.

Aku tak mau melakukannya lagi.

Tak menyakiti anak-anak, tak menyakiti wanita.

Tak menyakiti orang baik.

Menghajar bajingan ini tak melanggar prinsipmu, kan?

Bayarannya dobel.

Pikirkan baik-baik.

Setelah ini aku mau pensiun.

Kau begitu hebat.

Tapi mau pensiun.

Sayang sekali.

Aku mau hidup normal.

Tak ada yang perlu disayangkan.

Tunggu.

Satu pertanyaanku.

Mana yang lebih cepat?

Tinjumu atau senjataku?

Di luar 7 langkah...

...pistolmu lebih cepat.

Di dalam 7 langkah...

...tinjuku lebih cepat.

Sekarang kurang lebih 7 langkah.

Berhenti.

Bayar orang lain untuk lakukan pekerjaan itu.

Jika kau sudah putuskan tak mau uang lagi...

...aku hargai keputusanmu, pergilah.

Meraih pistol memperlambat gerakanmu.

Fung, A Fung.

Bangun, pergi sekolah.

Cepat bangun.

Apa ini?

Tiap hari makan bubur dan cakwe.

Apa tak bisa makan yang lain?

Oke.

Besok ayah belikan yang lain.

Ayah selalu bilang begitu.

Bohong terus.

Tin-chi.

Selamat pagi, bibi Liu.

Ayah, hari ini hari istimewa.

Harus tepat waktu tutup toko.

Bos...

...kita baru saja buka...,

...kau sudah pikir mau tutup toko?

Dasar malas.

Oke, mari lihat pesanan barang.

Kecap 10 botol.

Sambal 6 botol.

Kacang 5 kantong.

Ambilkan.

Bibi Liu...

Aku mau antar barang, tolong lihatkan toko ku sebentar.

Oke, jangan khawatir, pergilah./ Terima kasih.

Bibi Liu, aku sekolah dulu./ Baik-baik, ya?

Hei, Cheung Fung.

Ayo turun.

Ayah, ingat janji kita malam ini.

Setelah antar barang harus pulang tepat waktu.

Kau yang harus ingat pulang tepat waktu.

Nanti guru menghukummu jika tak patuh, tahu tidak?

Tenang saja.

Bis sudah datang.

Hati-hati, ya?/ Ya, sampai jumpa.

Sampai jumpa.

Kau?

Hei, Nana.

Kau lupa, bayar hutangmu.

Kak Fei Long, aturan lama.

Cicil dulu.

Hutangmu sudah banyak.

Hari ini harus bayar.

Besok.

Besok aku pasti bayar, besok.

Aku tak bisa buat keputusan.

Ikut denganku temui bos.

Sai-kit, dia masih tak punya uang.

Sai-kit.

Maaf, Sai-kit.

Bos.

Siapa yang kau kasihani?

Telepon.

Cari orang bawa uang kemari.

Hari ini kau tak bayar...

...ku jual kau ke Nan Yang.

Jadi pelacur.

Bos...

...ambilkan Batman itu, aku mau lihat.

Baik.

Silakan.

Aku beli ini.

Tolong bungkuskan.

Makan.

Julia.

Rupanya adik Julia.

Aku sudah bawakan uangnya.

Lepaskan Nana.

Hitunglah.

Aku ingatkan kau...

...jangan jual narkoba lagi padanya.

Dia yang minta padaku.

Dia yang harus kau urus.

Kali ini kau pukul dia.

Aku tak buat perhitungan denganmu.

Jika kau ulangi lagi...

...aku pasti akan membalasmu.

Tunggu!

Hutang memang sudah di bayar...

...tapi bunganya belum.

Beri aku 500 lagi, baru kau boleh pergi.

Aku takkan beri kau uang lagi.

Nana akan ku bawa pergi.

Aku mau lihat...

...kau bisa apa?

Tak beri uangnya, jangan harap bisa pergi.

Tangkap mereka!

Lepaskan!

Kau sudah merusak barangku.

Pergilah!

Serang!

Serang!

Polisi.

Jangan bergerak, semua jangan bergerak.

Semua jangan bergerak.

Bawa semuanya!

Jangan kabur, jangan bergerak.

Ada apa ini, kenapa berkelahi?

Pak polisi./ Kembali ke markas, ayo.

Geser kesana sedikit.

Nama?

Cheung Tin-chi./ Kerja di mana?

Toko Tin-chi.

Berdasarkan catatan...

...Cheung Tin-chi...,

...petarung di arena tinju gelap.

Pernah ditangkap, di galangan kapal milik orang barat.

Dan masih banyak catatan penangkapan yang lain.

Aku saat itu hanya menolong orang.

Kali ini menolong orang juga?/ Ya.

Kali ini dia menolong orang juga.

Aku tak bicara padamu.

Ku beritahu kau...

...berkelahi di tempat umum...,

...itu melanggar hukum.

Kau!

Pak./ Ini hanya membela diri.

Lepaskan mereka semua.

Ini perintah.

Baik, Pak.

Kenapa kalian berkelahi?

Lepaskan mereka.

Hei...

Kenapa mereka boleh pergi, kami tidak?

Kau siapa?

Aku adik Chiu Kam-fu.

Marga Chiu rupanya.

Merepotkan saja.

Kalian pergilah.

Terima kasih, ayo pergi.

Pak.

Kapan aku boleh pergi?

Buatkan dia catatan baru.

Selesai dicatat, kau pergilah.

Sudah hampir jam 10, masih tak pulang juga.

A Fung, Ayah telat./ Cepat, masih sempat.

Berikan padaku./ Jangan bicara lagi.

Ganti baju dulu./ Ya.

Ayah ganti baju dulu./ Cepat.

Ayah, cepatlah.

Ayo./ Resletingmu belum ditarik.

Sudah sampai, cepatlah.

Ayah, cepat. Cepat!

Halo.

Maaf, kami sudah tutup.

Ulang tahunku, aku.

Maaf, anak muda...

...semua koki kami sudah pulang.

Oke, kembali lagi nanti, kapan saja.

Kembali lagi nanti.

Semua salah Ayah.

Tak jadi makan steak.

Masih ada kado ulang tahun untukmu.

Wah, Batman!

Ayah, tak ada lagunya.

Rusak, ya?

Yang benar saja./ Tak apa-apa, yang penting dari Ayah.

Aku sudah senang.

Bos, selain steak...

...kau mau makan apa?

Daging sapi bakar, bayam cah daging sapi.

Tomat cah daging sapi.

Kenapa semua daging sapi?

Kau ada dendam sama sapi?

Oke...

Kita makan di restoran daging sapi.

Kita Grup Cheung Lok bisa jadi nomor satu...

...bukan karena banyak orang.

Juga bukan karena banyak uang.

Tapi karena kita saling percaya.

Tapi aku sadar...

...sekarang ini ada yang menggelapkan dana.

Ayahku saat hidup sering bilang...,

...orang yang tak bisa dipercaya...

...takkan punya kedudukan.

Kau masih ingat paman Xiong?

Ingat.

Saat itu aku ikut ayahmu berusaha.

Dapat satu dua bekas luka.

Aku sudah rebut tiga tempat untuk ayahmu.

Sekarang hanya ambil sedikit...

...masa tidak boleh?

Tak ada masalah.

Walau kau sudah lama ikut ayahku...

...tak berarti bisa seenaknya melanggar aturan!

Antar dia pulang.

Hari ini...

Ada satu hal yang ingin ku bahas dengan kalian semua.

Mengenai Cheung Lok.

Rencanaku...

...bisnis dunia hitam kita...

...akan ku rubah.

Dalam tiga tahun...

...bisnis Cheung Lok kelak...

...bersih seluruhnya.

Keputusanmu kali ini...

...akan mempengaruhi bisnis kita.

Ya.

Kita berusaha di bisnis dunia hitam sudah 10 tahunan...

...takkan bisa menjadi bersih.

Membuat barang palsu.

Apa ada yang untungnya lebih besar dari ini?

Semuanya.

Aku tak bisa menjamin bisnis putih bisa hasilkan lebih banyak dari bisnis hitam.

Aku hanya bisa menjamin...

...mulai dari sekarang...

...takkan ada lagi yang masuk penjara.

Tak perlu bawa pisau untuk berkelahi.

Aku melihat...

...malah sebaliknya.

Sekarang ini Cheung Lok sudah besar.

Harusnya kita usahakan untuk...

...terus jadi besar.

Jadi nomor satu.

Jika sudah besar...

...baik hitam dan putih takkan berani menyentuh kita.

Jika ada pendapat yang berbeda...

...kita putuskan lewat voting.

Yang dukung Cheung Lok berbisnis putih...

...tolong angkat tangan.

Kau bos-nya.

Kau selalu benar./ Terima kasih semua.

Mulai sekarang semua siaga.

Jangan ada yang bergerak.

Kita sama-sama berusaha...

...untuk perubahan Cheung Lok.

Batman hebat sekali.

Tiga kali tinju, penjahat K.O.

Ayahku lebih hebat.

Sekali tinju saja bisa kalahkan orang jahat.

Dia guru Wing Chun.

Lihat apa, Cheung Fung?

Ayahku baru guru hebat.

Dia punya dojo, kungfunya sangat hebat.

Ayahku dulu juga punya dojo.

Ayahku paling hebat.

Itu dulu. Ayahmu cuma punya toko kelontong saja.

Dia bos kelontong!

Bos kelontong!

Bos kelontong!

Ayahku guru Wing Chun!

Bos kelontong!

Ayo makan.

Tidak lapar?

Mereka sebut Ayah bos kelontong!

Memang Ayah bos kelontong./ Tidak!

Ayah...

Maafkan aku. Aku.../ Sudahlah. Ayo makan.

Ayah...

Ayah tak mengajar Wing Chun lagi?

Tidurlah.

"Cheung Tin-chi, bintang yang naik daun di dunia seni bela diri."

"Cheung Tin-chi, tak terkalahkan di Wing Chun."

Ayah, tolong aku.

Ayah, aku takut./ A Fung.

Ayah tolong, Ayah.

A Fung!/ Kebakaran.

Ayo, jangan takut.

Ayah, aku takut./ Sini.

Ayah di sini jangan takut.

Ayah, cepat buka pintunya.

Tunggu sebentar./ Aku hampir terbakar, Ayah.

Cepatlah!

Ayah, cepat!

Ayo kemari.

Pakai ini.

A Fung!

A Fung!/ Ayah.

Bertahanlah, ayo duduk.

Menyentuhmu, sama saja menyentuhku.

Hari ini aku pasti akan membunuhnya.

Dia masih bisa lolos.

Kau sebenarnya bisa tidak?

Ayah.

Ayah!

Bakar dia, cepat.

Hadapi orang ini harus gunakan segala cara.

Berhenti, berhenti!

Tolong bantu aku gendong anakku, tolong.

Terima kasih.

Ayah.

A Fung!

A Fung!

Hei, anakmu pingsan.

A Fung!

Badannya panas.

Harus dibawa ke rumah sakit, cepat.

A Fung.

Nona Kwan, Sai-kit membuat keributan.

Ayah, sakit sekali.

Sabarlah, akan segera sembuh.

Aku tak mau tinggal di sini, aku mau pulang.

Kakak traktir kau apel.

Lihat.

Terima kasih.

Tak masalah.

Tolong minggir sebentar.

Buka mulutmu.

Anak ini luka parah, kalian orang tua seperti apa?

Ya, Pak.

Mengerti, Pak.

Kami sudah periksa tempat kejadiannya.

Itu kecelakaan.

Ayo jalan./ Pak polisi.

Aku tahu pelakunya.

Aku sudah bilang...

...itu kecelakaan./ Kok bisa kecelakaan?

Rumahnya di bakar, dan dia di kejar.

Kalian tak selidiki itu?

Kami polisi, tak perlu kau ajari!

Ayo.

Ayah.

Rumah kita di bakar.

Kita tinggal di mana?

Aku bisa bantu kalian.

Kakakku bos Bar Jie.

Ku ajak kalian temui dia.

Baju kalian habis terbakar.

Jadi kubelikan yang baru.

Ketemu bos harus pakai baju yang bagus.

Kakak Julia, selamat pagi.

Aming, mana kakakku?/ Kakak Fu di dalam bicara bisnis.

Kau jelas melawanku.

Kau merebut semua tamuku.

Aku mau kau bayar!

Aku rugi, kau harus bayar!/ Aku mau kau ganti rugi.

Kau harus ganti rugi.

Kalian berdua salah!

Mengelola Bar Jie yang penting kerja sama.

Minum ini.

Jangan bertengkar lagi!

Harus saling mengalah!

Minum!

Kenapa, tidak enak?

Tidak.

Enak sekali, Kak Fu.

Enak, kami pergi dulu, Kak Fu.

Kak Fu, kakak Julia datang.

Dia temanku, Cheung Tin-chi.

Dia ada sedikit masalah.

Aku mau terima mereka.../ Apa!?

Tidak boleh!

Tinggal di rumah kalian terlalu bahaya.

Kalian berdua wanita, jika mau tinggal, dirumahku saja.

Bocah, kemarilah.

Kau lihat, anak kecil jadi takut.

Bagaimana mereka bisa tinggal bersamamu?

Maaf.

Sudah mengganggu.

Tunggu.

Kakak, Tin-chi pernah menolongku dan Nana.

Kau yang ajari aku.

Sesama teman harus setia kawan.

Dasar kau!

Ku beritahu kau...

Dua wanita itu satu adik kandungku...

...satu lagi calon istriku.

Jangan kau sentuh, bahkan jangan pikirkan.

Aku tak mau hutang budi padamu.

Aku akan bekerja di barmu.

Gajiku untuk bayar uang sewa./ Terserah kau saja.

Pokoknya harus kerja tepat waktu.

Masuklah.

Anggap saja rumah sendiri.

Jangan sungkan.

Nana!

Kenapa kau... begitu?

Cepat, pakai baju.

Biasanya kau juga seperti ini.

Kapan aku seperti itu?

Aku biasa pakai baju.

Sungguh.

Ayah, kebakaran... Ayah!

Ayah!/ A Fung.

Jangan takut, ayah di sini.

Tak apa-apa.

Mana Tso Sai-kit?/ Dia tak ada.

Ayo pergi.

Senang bertemu denganmu, masuklah.

Belikan aku minum.

Belikan aku minum.

Silakan.

Aku tak bisa minum.

Halo!

Biar aku yang minum.

Terima kasih. Biar aku saja.

Terima kasih.

Lao Cheung!

♪ Kiss me, honey, honey, kiss me ♪

♪ Thrill me, honey, honey, thrill me ♪

♪ Don't care even if I blow my top ♪

♪ But, honey honey, don't stop... ♪

♪ I'd like to play a little game with you ♪

♪ A little game especially made for two ♪

♪ If you come close then I will show you how ♪

♪ Closer, closer, now ♪

♪ Kiss me, honey, honey, kiss me ♪

♪ Thrill me, honey, honey, thrill me ♪

♪ Don't care even if I blow my top ♪

♪ But, honey honey, don't stop... ♪

Kau buta, ya?

Ambil itu!

Kau akan dapat uang dariku.

Aku perintah, kau turuti.

Ambil itu!

Ambil itu!

Maaf.

Dia orang baru, bersenang-senanglah.

A Qin, layani sebentar.

Mari. Mari.

Kau, kemari!

♪ Don't stop... ♪

Cheung Tin-chi.

Kau kira dirimu siapa?

Tamu suruh kau ambil korek apa memalukan?

Tahu malu di sini tak ada harganya.

Aku sudah mengambilnya.

Bar ini punya peraturan.

Tamu adalah raja. Ingat...

Kau ingat itu.

Biar kubantu./ Tak usah, aku sendiri bisa.

Tak usah sungkan padaku.

A Fung, kau sarapan dulu.

Kenapa bubur lagi?

Ini hari pertama kau kerja di bar.

Pasti belum terbiasa.

Pelan-pelan saja, ya?

Sebenarnya...

...kalian tiap hari harus tahan emosi, apa tak susah?

Kerjaan kami memang membuat tamu senang.

Kadang tahan emosi sebentar, pasti akan berlalu.

Dan lagi...

...kau jangan salahkan kakakku.

Dia baik hati, tak ingin kau bermasalah dengan orang bule.

Tak apa-apa, aku sudah melupakannya.

Ayah, kau kesakitan juga, ya?

Tidak sakit.

Siapa yang lakukan ini!?

Cheung Tin-chi.

Hentikan!

Ini masalah rumah canduku.

Aku sendiri yang akan urus.

Ini masalah Cheung Lok.

Aku sudah bilang pada semuanya.

Jangan buat masalah.

Malah kau tak bisa urus diri sendiri.

Biar aku yang urus.

Rumah candu sudah terbakar, berhentilah berbisnis.

Tak boleh balas dendam.

Tak boleh pengaruhi bisnis Cheung Lok.

Aku sendiri yang akan balas dendam. Apa salah?

Aku tak balas dendam, itu baru salah!

Teman-teman...

...bunuh Cheung Tin-chi!

Bawa Sai-kit pulang istirahat.

Beri dia obat.

Aku tak butuh kau kasihani.

Ikuti dia.

Silakan./ Ini aku traktir.

Waktu kerja tak boleh minum alkohol.

Aku bilang boleh, tentu boleh.

Kungfu yang hebat./ Kau siapa?

Adikku membakar rumahmu.

Ini ganti rugi untukmu.

Setelah ini jangan lagi ada masalah.

Aku juga sudah membakar rumah candu adikmu.

Ini ganti rugi untukmu.

Jangan buat aku pusing lagi.

Kau bicara begitu padaku...

...sungguh bernyali./ Kakak!

Angin apa yang membawamu kemari?

Aku khusus datang mencarimu.

Sekalian ingin temui teman barumu.

Tin-chi.

Nona Kwan penolongku.

Aku dulu ikut dia berkelana.

Siapa yang tak kenal bos Cheung Lok...

...Tso Ngan-Kwan.

A Fu.

Jangan bicara lagi.

Pokoknya tak ada Nona Kwan, tak ada aku.

Jika tak ada urusan lagi, aku permisi./ Cheung Tin-chi.

Kau punya prinsip, aku tak memaksamu.

Nanti kalau butuh sesuatu, kapan saja carilah aku.

Ingat, jangan masalahkan ini lagi.

Ini cek anggap bayar hutang.

Nona Kwan, aku traktir kau minum.

Hebat.

Ingat waktu kecil kita main pistol air.

Lalu main pistol kacang, sekarang main pistol asli.

Tembakanmu bagus sekali, hebat.

Kenapa?

Tuan muda Cheung Lok...

Masih ada Kak Kwan menjagamu, apa yang kau takutkan?

Sekarang kau juga meremehkanku.

Aku tak meremehkanmu.

Aku hanya bicara yang sebenarnya.

Tiap tembakan, ada harganya.

Dia selamanya jadi bos.

Selamanya menekan kerjaanku, apapun tak boleh kukerjakan.

Aku masih bisa buat hal besar.

Siapa suruh kau telat berbisnis?

Jika kau lebih awal mungkin kau bos-nya.

Aku sudah bilang.

Mau bersihkan Grup Cheung Lok.

Dia bilang mudah.

Apa susahnya?

Kau tak ingin berusaha, tak berani mencoba.

Jika kau berani berpikir.

Pasti ada jalan.

Kau belakangan ini kelihatan oke.

Apa bisnismu?

Hanya bisnis kecil, kau tak akan berani melakukannya.

Jualan narkoba.

Kenapa tidak berani?

Mau bekerja, harus sampai sukses.

Distrik Wan Chai berada di bawah kendali kami.

Kau harus pergi ke bar untuk jualan.

Tempat itu paling bagus.

Aku ikut denganmu, masukan aku./ Kau sudah gila.

Ikut apa?

Jika kakakmu tahu, aku jadi rekan bisnismu...,

...di jamin kepalaku akan jadi makanan anjing.

Dan lagi Chiu Kam-Fu ada di Bar Jie.

Aku tak berani ikut campur.

Tak berani aku.

Soal kakakku, biar aku yang urus.

Kau tak berani ganggu marga Chiu, aku berani.

Baiklah.

Jadi, bukan kau yang bantu aku, aku yang membantumu.

Kita jadi rekan kerja.

Mau kaya, kita kaya bersama.

Mari kita bekerja sama. Ayo minum.

Hei.

Uang sewa bulan ini, aku sudah bilang tak mau berhutang padamu.

Ambil buat anakmu beli permen./ Kau berikan sendiri padanya.

Tiap hari pura-pura ada prinsip.

Aku pernah baca surat kabar, kau mahir Wing Chun.

Duel terbuka dengan Ip Man, bahkan Ip Man tak berani terima tantanganmu.

Sungguh hebat.

Aku mau duel dengan Ip Man.

Kenapa tiba-tiba kau tutup tempat latihan kungfu-mu?

Tak mau mengajar lagi./ Apa?

Wing Chun-mu begitu hebat.

Aku mau coba, atau kita uji sekali-sekali.

Aku sudah tak ingat.

Kau pura-pura.

Begini saja.

Siapa kalah, uangnya milik yang menang.

Tenaga dari bawah.

Yang keluar itu emosi.

Aku suka bertarung, apa pedulimu?

Selama ini...

...belum pernah ada orang yang menamparku.

Kau berani pukul aku?/ Kau suka berkelahi.

Aku mewakili ayah ibumu mengajarimu.

Keparat.

Pukul lagi.

Kau marahi orang, harus di pukul.

Kalau serius, bertarung denganku.

Jangan menamparku.

Kenapa tak gunakan Wing Chun saat melawanku?

Aku sekarang tak butuh Wing Chun.

Aku bosmu, kau tak hormat.

Pulanglah, aku memecatmu.

Uang itu milikmu.

Hei, ini rahasia! Jangan bilang siapa-siapa, ya?

Jangan bilang pada orang kalau aku kalah padamu.

Habis sudah.

Ini masih belum terbakar.

Batman!

Kakak.

Memukul kayu bukan begitu caranya.

Begini caranya.

A Fung, kau hebat sekali.

Ayahmu mengajarimu?

Ayah dulu mengajariku Wing Chun, tapi sekarang tak lagi.

Kakak, aku ajari kau Wing Chun.

Sungguh?

Terima kasih, guru Siao Fung.

Kau lihat aku, benar apa tidak.

Maaf.

Tak apa-apa.

Maaf.

Aku pasangkan kembali.

Aku hanya gunakan ini untuk gantung baju saja.

Ayo pergi.

Siao Fung, kakak tiap malam ke teras untuk melihat.

Apa yang bagus di lihat?/ Melihat matahari terbit.

Matahari terbit? Bulan terbit kali, ya?

Tiap hari lampu bar menyala itu adalah matahari terbitku.

Asal lampu menyala...

...semua hal tak menyenangkan akan terlupakan.

Mudah sekali merasa senang.

Kau orang...

...yang sederhana.

Memang mudah untuk merasa senang.

Misalnya aku, tiap hari bisa kerjakan hal yang aku suka.

Aku merasa sangat senang.

Menurutmu, apa hobiku?/ Makan.

Ayah bilang kau ini bodoh.

Maksudnya, yang bodoh itu kau.

Ayah, siapa yang bodoh?

Tentu saja kau.

Dua orang dewasa melawan satu anak kecil.

Kau marah betulan?

Aku tiap hari melakukan hal yang aku sukai.

Bisa menyanyi & menari di Bar Jie.

Aku merasa di sini bisa menjadi diriku sendiri.

Saat kau temukan dunia yang memang milikmu.

Tak peduli untung atau rugi.

Kau takkan rela pergi.

Tak ada yang rela atau tidak.

Pergi atau tinggal hanya sebuah pilihan.

Tapi jika pilihanmu itu hanya emosi sesaat...

...saat kau lihat lagi, kau akan sadar.

Lakukan hari ini...

...untuk masa depan nanti.

Ayah, akhirnya kita bisa makan steak.

A Fung, hari ini Ayah ganti ulang tahunmu kemarin.

Mau makan berapa banyak, silakan pesan.

Aku takkan sungkan./ Kakak...

Dia memberi uangnya, kau memberi nyawamu.

Terima kasih kakak Tin-chi, sudah traktir kami makan./ Jangan sungkan.

Sebenarnya...

Aku yang harus berterima kasih pada kalian.

Aku sudah mengganggu hidup kalian.

Kalian menerima orang yang tak kalian kenal...

...menjaga A Fung.

Aku sungguh bangga mengenal kalian sebagai teman.

Aku bersulang untuk kalian.

Siapa yang anggap kau teman?

Tinggal di Bar Jie...

...kita ini satu keluarga.

Bersulang.

Selamat ulang tahun.

Untukmu.

Wah, Batman!

Aku jadi relawan di panti asuhan.

Seorang anak membuatnya untukku.

Terima kasih atas persiapanmu, kuenya cantik sekali./ Sama-sama.

Aku masih harus menemui tamu. Permisi. Silakan di nikmati.

Terima kasih./ Sampai jumpa.

Selamat datang semuanya. Terima kasih atas...

...dukungan kalian untuk memajukan ekonomi Hongkong.

Kita juga harus mengembalikan pada masyarakat.

Hasil lelang malam ini untuk membangun...

...kembali rumah-rumah yang hancur di terjang badai.

Agar kita bisa tunjukkan pada semuanya niat baik kita...

...dan seberapa dalam kita merogoh kocek kita.

Ini lelang pertama.

Vas bunga antik dinasti Ching, penawaran awal adalah 5 ribu.

10 ribu./ 10 ribu.

12 ribu./ 12 ribu.

15 ribu./ 15 ribu.

20 ribu./ 20 ribu.

100 ribu./ Wow!

Itu banyak sekali.

100 ribu. Ada tawaran yang lebih tinggi?

Terjual! Silakan wanita yang murah hati maju kedepan dan memperkenalkan dirimu.

Terima kasih pada asosiasi pedagang memberiku kesempatan ini.

Atas nama perusahaan Cheung Lok. Kami ingin membantu para korban badai...

...dan memohon pada kalian semua untuk memberikan yang terbaik.

Cheung Lok adalah kelompok mafia! Kau gunakan dana ilegal...

...untuk amal, para pengungsi sulit menerima kebaikanmu.

Pengusaha mafia. Jika kita terima dia, berarti kita bekerja sama dengan mafia.

Kami tak bisa terima uang dari organisasi kriminal!

Ya, benar sekali.

Kau, silakan keluar. Kau tak di terima di sini.

Mohon semuanya tenang.

Nona, aku minta maaf. Tapi...

...organisasi ini harus bersatu.

Aku harus hormati keinginan mereka.

Mereka keberatan dengan latar belakangmu.

Kami terima niat baikmu. Aku minta maaf.

Aku tak hidup dengan cara yang jujur. Aku akui itu.

Tapi, lihat baik-baik hati kalian.

Kalian juga tak ada bedanya. Kalian berbohong, curang, dan eksploitasi!

Apa kalian bersedia mengaku itu?

Kurasa tidak!

Permisi.

Beli dimana ini?

Katakan!

Pria bernama Fei Long menjualnya padaku.

Pergilah.

Taruh dibelakang.

Wah!

Banyak sekali.

Sai-kit.

Kita bisa dapatkan lebih banyak hasil dari wilayah Chiu Kam-fu.

Hebat. Kau yang paling kuhormati.

Chiu Kam-fu kira dia siapa! Aku sama sekali tak memandangnya!

Ambillah.

Edarkan ini.

Sai-kit terlibat narkoba.

Harus segera beritahu kakakmu.

Ini sulit. Kakakku hutang budi pada Nona Kwan.

Mungkin dia juga tak bisa menyelesaikannya.

Ini yang terakhir.

Hei, Tn. Davidson, aku sudah datang.

Tn. Davidson, senang bertemu denganmu.

Dia saudara baikku. Sai-kit, bos besar Cheung Lok.

Geng terbesar di Hongkong. Jika dia bergabung, akan lebih banyak uang.

Kau lihatlah.

Tiga kali lipat.

Aku hanya bekerja dengan orang yang terbaik.

"Steak" ini hanya ada satu. Aku mau makan dulu.

Bos, jangan permainkan aku. "Steak" ini sangat besar.

Kita bisa membaginya.

Apa yang kau lakukan?

Kau kira aku tak pernah di todong pistol?

Pistolmu untuk menembak para keparat!

Kau yang bilang, setiap tembakan harus berharga.

Tembakanku ini sangat berharga.

Rupanya benar yang dikatakan kakakmu.

Kau benar-benar tak berguna!

Jika kau membunuhku, kau yang akan rugi./ Benarkah?

Banyak orang bisa menggantikan tempatmu.

Aku kagum padamu...

...harus seperti itu, aku suka itu.

Aku tetap akan kerja sama denganmu, meski kau tak bunuh dia.

Duduk. Makanlah.

Bagaimana menurutmu tulisanku?

"Jalan yang benar, berikan yang lebih baik."

Tapi hatimu tak cukup tenang. Tampaknya kau sudah lama tak latihan menulis.

Bertahun-tahun, demi kekuatan ayahku tanganku memegang senjata dan darah.

Kau benar, sudah lama aku tak latihan menulis.

Sekarang ingin kembali ke jalan yang benar, lebih baik dari bergabung dengan preman.

Kau seorang wanita menggantikan kedudukan ayahmu, itu tak mudah.

Tapi dengan tekad yang kuat, apa pun mungkin.

Sepertinya aku hanya memuji kungfumu dan meremehkannya.

Hari ini khusus ingin menemuiku, tak hanya untuk ngobrol, kan?

Sai-kit terlibat narkoba di bar.

Bagaimana kau ingin aku selesaikan ini?

Aku ingin kau hentikan dia./ Ini tak mudah, tapi akan segera kuatasi.

Beri aku waktu./ Baik.

Aku tunggu kau.

Biar aku membantumu.

Karena aku dulu pemakai narkoba. Sekarang dapat masalah ini.

Kau bisa berhasil lepas dari narkoba, itu tidak mudah.

Walau sekarang bisa bertahan, tapi aku takut suatu hari nanti...

...tiba-tiba tak tahan godaannya./ Kita sudah lama jadi saudara...,

...kesulitan apa yang tak pernah kau alami?

Bukankah akhirnya kau bisa atasi itu? Kau harus percaya diri.

Pelayan, segelas lagi. Jadikan dua saja.

Bonnya!

Terima kasih, bos./ Bagus, bagus. Minum lagi.

Tidak./ Sekali lagi./ Aku tak kuat lagi.

Bagus, ini baru wanitaku.

Sekali lagi?

Dia mencuri barang kita.

Tidak, aku tak mencurinya.

Kau berani mencuri barangku?

Ini salah paham. Aku tak mencurinya.

Mau pergi? Mau laporkan aku?

Aku tak berani. Aku tak tahu apa-apa.

Anak pintar. Aku akan berikan sesuatu yang bagus untukmu.

Beri aku satu bungkus.

Kakak Fu takkan membiarkanmu!

Aku tak takut pada Kam-fu! Tangkap dia!

Kau hampir 2 bulan tak kemari, kan?/ Ya.

Hei, di mana Nana?/ Oke, aku akan mencarinya.

Minumlah denganku, ayo.

Nana! Nana! Nana!

Aku benar-benar tak pakai narkoba. Aku benar...

Aku tahu.

Aku tahu, Nana.

Nana! Ada orang? Tolong!

Kau salah langkah.

Ini, aku melangkah dengan baik.

Tiap kali kau berbuat salah, ayah menghukummu berlutut...

...di sini sepanjang malam.

Tiap kali pula aku masuk diam-diam untuk main catur denganmu.

Agar kau tak kesepian, masih ingat?

Tentu ingat. Sebenarnya aku benci bermain catur.

Sebab ini mengingatkanku pada Kesalahan dan Hukuman, 2 kata itu.

Kenapa kau menyuruhku kemari? Ingin menghukumku?

Aku selalu ingin kau baik. Dulu, kau sangat menurutiku.

Kenapa sekarang kau makin menjauhiku?/ Itu karena aku selalu mendengarkanmu.

Mereka hanya tahu aku adik Nona Kwan, tak tahu namaku. Namaku Tso Sai-kit!

Tapi mulai hari ini, aku tak perlu mengandalkanmu.

Masuklah!

Sai-kit! Narkoba, itu bukan permainanmu. Jangan terlibat.

Jalan ini, aku sendiri yang memilih!

Tso Sai-kit! Keluar kau!/ Bunuh dia!

Kak, majulah!

Minggir!

Ku bilang beri aku waktu.

Sudah terlambat. Seseorang sudah tewas di bar karena narkoba.

Kakak, minggir!

Sai-kit!/ Keluar kau!

Kau kira kungfu-mu hebat? Lawanlah pistolku!

Pukul aku!

Tangannya untuk bayar hutang pada kalian.

Nona Kwan, nyawa dibayar nyawa!/ Jika ingin diteruskan...,

...akan kuhancurkan bar kalian!

Tak perlu dilanjutkan lagi. Tapi masalah narkoba, harus diselesaikan!

Di mana narkobanya kau sembunyikan?

Kita membuat masalah besar, kau menyesal?

Aku berhenti kungfu dan buka bar, ingin hidup tenang.

Setiap saat harus ingatkan diriku sendiri.

Sulit sekali untuk menahan diri.

Tapi setelah sekian tahun menahan diri...,

...masalah tetap saja muncul./ Aku pernah mengira kungfu bisa membuatku terkenal.

Aku bahkan jadi preman untuk cari uang, lalu aku ingin jadi orang biasa.

Kukira bisa lupakan masa lalu dan kungfu.

Tapi dalam hati, tak pernah bisa melepaskannya.

Kita berlatih kungfu tapi tak pernah tahu arti kungfu yang sebenarnya.

Kau secara terbuka menantang Ip Man, mana mungkin tak tahu arti kungfu?

Cheung Tin-chi, kau sangat hebat.

Aku dan Ip Man bertarung secara tertutup, aku kalah.

Bagaimana bisa kalah?/ Aku kalah satu jurus darinya.

Kalah satu jurus? Kau menyerah pada diri sendiri.

Kau tahu, kungfu bukan siapa yang lebih hebat.

Saat itu kau ingin tahu siapa yang lebih hebat.

Itu karena kau tak sopan. Aku sudah lama ingin menghajarmu.

Semua warga Hongkong sudah tahu masalah ini sekarang.

Aku diperintahkan berhenti terlibat narkoba. Aku tak bisa lindungimu lagi.

Untuk saat ini, bawa barangmu ke tempat lain. Mereka mencarinya.

Hongkong dikuasai kerajaan Inggris.

Sekarang, muncul pahlawan China.

Hari ini muncul satu, besok akan lebih banyak yang melawan.

Bagaimana kau mengatasinya?

Bagaimana aku berbisnis?

Mulai sekarang, jika ada masalah, lakukan sesuai dengan bayaranmu!

Bersulang./ Bersulang.

Penggerebekan Narkoba Besar-besaran Di Hong Kong.

Minggir! Pemeriksaan polisi! Matikan musik! Pria & wanita berdiri terpisah.

Semua berdiri!

Kau cepat kesana.

Semua berdiri!

Cepat. Berdiri yang benar.

Kami dapat laporan, ada yang menyembunyikan narkoba disini.

Kami harus memeriksa bar ini!

Kak!/ Jangan ribut!

Kak Fui, bisnisku resmi, tak perlu bermain begini, kan?

Bule-bule ini yang memimpin, aku tak bisa apa-apa.

Pak, Narkoba!

Dasar keparat!

Kalian menjebakku!

Dia terlibat narkoba. Tangkap dia. Bawa pergi.

Atasan bilang kau terlibat narkoba. Kau di tangkap. Bawa dia pergi.

Jangan bergerak.

Jangan buat masalah. Jika tidak, semua di tangkap!

Kalian semua keparat!

Tin-chi!/ Jangan bergerak!

Polisi, ya?

Ada orang lakukan pembakaran, kau bilang kecelakaan.

Orang tewas di bar, kau tak peduli.

Ada bandar narkoba yang asli, tidak kau tangkap.

Sekarang malah memfitnah! Kau polisi macam apa!?

Aku tak tahu apa itu fitnah. Kita bicara hukum. Jalani perintah atasan.

Tak bisa bedakan benar dan salah!

Kau tak merasa bersalah dengan hati nuranimu?

Aku tak menyesal. Tak ada yang salah dengan hati nuraniku.

Sekarang ada barang bukti. Kami tak boleh tangkap orang?

Hentikan. Aku bos bar ini. Kau tak perlu bertindak.

Jika ada masalah, aku yang tanggung jawab.

Jangan buat masalah.

Lepaskan kakakku. Dia tak mungkin sembunyikan narkoba.

Tenang, kakak baik-baik saja. Tunggu aku pulang sarapan.

Masukkan ke mobil. Cari lagi di bar lain!

Baik, Pak.

Sudah, jangan lihat lagi, bubar.

Nikmatilah. Aku tunggu diluar.

Rupanya kau, bandarnya!

Steak ini sudah 5 menit, dan rasanya akan lebih enak.

Silahkan makan./ Makananku jauh lebih enak. Tak butuh steakmu.

Harusnya kau nikmati makanan terakhirmu.

Jika aku bilang makan, kau harus makan.

Orang China tak punya pilihan./ Semua orang berhak memilih!

Aku memilih buka bar, kau memilih narkoba. Benar, kan?

Jadi kau memilih ikut campur urusan orang lain.

Kau telah salah memilih. Sekarang kau harus mati!

Aku salah. Sekarang baru tahu rupanya kau keparat!

Steak itu sangat enak. Kau sia-siakan saja.

Menurut polisi, Kak Fu kabur, tewas terjatuh dari tebing.

Aku tak percaya!

"Jalan yang benar, berikan yang lebih baik."

Nona Kwan, mobilnya sudah siap.

Aku ingin pergi ke suatu tempat dulu.

Kau tak boleh pergi.

Jangan halangi aku.

Nana sudah tewas. Kakakku juga sudah tewas.

Bule itu masih hidup dengan baik. Polisi jelas-jelas mengetahuinya.

Tapi mereka diam saja! Mereka hanya diam saja!

Kau tak perlu lakukan apapun, aku yang akan melakukannya.

Ayah. Kau harus kembali.

A Fung, ada hal yang harus Ayah selesaikan.

Tapi Ayah janji, pasti akan kembali.

Ayah, besok aku mau makan bubur dan cakwe.

Tunggu aku.

TN. OWEN DAVIDSON - Presiden Asosiasi Pedagang Sino-Western.

Setelah meninggalkan Shanghai, kita mulai lagi dari awal.

Hei!

Tn. Zhang?

Ada yang bisa kubantu?

Ini milikmu!

Jangan sembarangan menuduh...,

...itu bukan milikku./ Bagaimana dengan ini.

Jadi apa yang ingin kau lakukan, Tn. Cheung?

Aku pasti bisa memperbaikinya.

Kalian orang China menganggap diri hebat. Hanya ingin jadi pahlawan.

Apa ada yang beritahumu, pahlawan mati lebih cepat?

Maaf.

Ayah pasti baik-baik saja. Dia adalah Batman-ku.

Dia pasti bisa kalahkan orang jahat.

Aku kemari bukan ingin jadi pahlawan.

Aku kemari ingin menghajarmu!

Wing Chun! Cheung Tin-chi!

Minggir!

Ada apa? Buat masalah, ya? Minggir!

Dia melukai orang ini, dan merusak tempatnya.

Tangkap dia!

Kau dituduh melukai orang, merusak tempatnya, kami mau menangkapmu.

Dia bandar narkoba. Di dalam mobil itu adalah narkobanya.

Kalian harusnya menangkap...

...dia!

Aku melihat dia menyerangnya, dan mencoba memfitnahnya.

Menurut atasan, kau tak hanya melukainya, bahkan memfitnahnya.

Kami harus menangkapmu.

Apa-apaan ini? Dua orang berkelahi, kenapa hanya tangkap satu orang?

Dia bandar narkoba, kalian tak menangkapnya. Kau terima suapnya!

Aku tak mengerti maksudmu! Aku kemari untuk penertiban.

Kalian berkumpul secara ilegal, melanggar aturan.

Bubarlah. Tak ada yang perlu di lihat!

Tangkap semua. Kau! Kau! Kau!

Hajar keparat-keparat itu!

Aku temukan narkoba dalam jumlah besar di mobil itu!

Semua bukti sudah ada. Bule itu bandar narkoba!

Apa yang kau lakukan?

Aku sedang melakukan tugas sebagai seorang polisi.

Kau melindungi bandar narkoba, kau ditangkap!

Kalian juga ingin melindungi bandar narkoba?

Lepaskan aku! Aku atasanmu!

Kau tak punya wewenang melakukan ini! Lepaskan aku!

Bawa dia!/ Siap, Pak!/ Aku akan bicara dengan komisaris.

Bule itu kabur. Kejar!

Ayah!

Alih Bahasa : Ry@Di https://subscene.com/u/911405

Fei An, kau ganggu orang lagi!

Kenapa? Kau mau di hajar, ya?

Sudah kubilang, ayahku adalah Guru Wing Chun.

Kita juga harus belajar Wing Chun./ Ya. Jurus Wing Chun memang hebat.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.