Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
= Diterjemahkan oleh Eries Septiani = ( Edited By Coffee_Prison )
SELURUH KARAKTER, TEMPAT, PERUSAHAAN, DAN KEJADIAN
DALAM DRAMA INI ADALAH FIKSI
- Permainan buruk. - Benar.
- Pukulan base. - Bagus.
[ MUSIM PANAS 1995 ]
Astaga, mereka tak tahu cara melempar bola?
Yang benar saja.
Lupakan saja.
Apa artinya menang di pertandingan nonliga?
Dengan ini pelempar tak mencederai bahu.
Benar.
Ibu, mari bersulang.
Jun, makan yang banyak. Enak, 'kan?
- Makan yang banyak. - Baik.
Inilah pemain keempat.
PUSAT PERBELANJAAN SAMJUNG ROBOH 100 KORBAN LEBIH TERTIMBUN RERUNTUHAN
Ini berita sela dari lokasi kejadian.
Suara sirene dan teriakan terus terdengar
di seluruh lokasi.
Semua yang berhasil lolos
berlumuran darah.
Saat ini, total korban tewas mencapai 97 jiwa,
dan korban luka mencapai 922 jiwa.
Berikut adalah nama-nama korban tambahan yang dipastikan tewas.
Park Mi-jeong, Kim Cheol-su,
Lee Myeong-hun, Yun Jae-jeong, Kim Jung-bae, Song Eun-jeong,
dan satu korban tak teridentifikasi di Rumah Sakit Hyeongseong.
Total 7 korban.
Namun, berdasarkan pernyataan para karyawan dan saksi mata,
setidaknya ada 100 hingga 400 orang
di lantai basemen satu saat kejadian,
jadi, total korban sebenarnya...
Ibuku tertimbun
di bawah pusat perbelanjaan yang roboh.
- Aku ingin minum kopi. - Baik, Bu.
Mohon selamatkan nyawa ibuku.
Tim penyelamat sedang berusaha yang terbaik.
Kubilang tunggu sebentar lagi, 'kan?
Percaya pada mereka dan makan.
Ya, andalkan mereka yang akan menyelamatkan ibumu
dan makan saja.
Kau belum makan sejak kemarin.
Ayo, ikut.
Jadi, kau menikmati daging bakarmu?
Ya, benar.
Kerja asisten rumah tangga bagus.
- Bu, bisa ambilkan Kang makan... - Kau berharap aku makan?
Ibuku
pasti terjebak dalam gelap, tanpa sedikit pun air untuk minum.
Aku terus memikirkannya,
dan aku tak bisa makan.
Baiklah. Jangan makan jika tak bisa.
Jangan paksa dirimu.
Sekalipun ada kabar tentang Su-hui,
tak perlu mengadakan pemakaman.
Jika publik tahu,
hanya akan menjadi bahan gosip orang-orang.
Baik, Ibu.
Jun, makanlah.
Kita harus kumpulkan semua barang ibumu
dan membakarnya.
Jika tidak, jiwanya mungkin
tak bisa beristirahat dalam damai,
dan bergentayangan sebagai hantu.
Seharusnya dia tetap hidup tenang saja di Wando.
Kenapa dia datang ke Seoul?
Bu.
Ada apa?
Tolong bakar ini juga.
Apa itu? Bukankah itu cokelat?
Dahulu kau sering tak tidur untuk makan cokelat, Nak.
Kenapa membakarnya, sebaiknya memakannya?
Aku tak mau makan cokelat lagi
selamanya.
Kenapa tidak?
Jika aku memakannya,
aku akan ingin...
...kembali ke Wando.
Apa maksudmu?
Aku ingin makanan sungguhan.
Tolong buatkan aku makanan.
Makan perlahan. Tak ada yang akan mencuri makananmu.
Kau hanya minum air selama 3 hari.
Jika kau tiba-tiba makan terlalu cepat, perutmu akan sakit.
Selama ini, kukira aku yang kehilangan, Min-seong.
Kukira aku menuju ke arah yang benar.
- EPISODE 9 -
Apa aku bisa
menemukan jalanku lagi?
Pertama mereka mereka menyulitkanku, kini mereka menyayangiku.
Tanganmu.
Apa tangan ini?
Yang tak mau mendengarkanmu.
Benar.
Duduklah.
Bagaimana rehabilitasi?
Aku sedang berusaha.
Berkat kau menyelamatkan istri dokter itu,
masyarakat menjadi lebih ramah terhadap kita.
Sanatorium
telah menjadi tempat kejahatan mengerikan,
bahkan kelompok dan organisasi sipil
yang menentang kita tutup akan diam sementara.
Bagus.
Mulai sekarang,
kita akan singkirkan sanatorium tak berguna itu
dan menggantinya
dengan kota mewah terbaik untuk anggota terbatas,
dengan kualitas yang belum ada di sini.
Aku ingin kau memimpin tempat itu.
Aku tak percaya yang lain.
Jika kau membantuku menutup sanatorium
dan mewujudkan ambisi lamaku,
aku akan memercayaimu sepenuh hati,
bahkan mewariskan Yayasan Geosung kepadamu.
Bagaimana?
PUTRA
Dia membuatku gila.
Dia bahkan mematikan ponselnya.
Di mana dia sekarang?
Ini darurat!
Astaga.
SUAMI
MENOLAK PANGGILAN
Angkatlah. Kenapa tak diangkat?
Itu istrimu, 'kan?
Hei, kenapa kau pakai kacamata hitam di dalam ruangan?
Jika kau malu dikenali orang,
lepaskan saja.
Mereka akan makin menatap, mengira kau orang gila.
Astaga, entah apa ini bersih.
Apa ini? Apa...
Ini kecoak!
Apa-apaan ini?
Kau tak bisa membedakan kecoak dan lalat buah?
Sudah tak ada, makanlah.
Apa? Hei.
Kau baru saja menggunakan sendokmu
di supku?
Orang liar macam apa kau?
Menjijikkan.
Kau tahu? Makan saja semua.
Sudah 30 tahun sejak kita bertemu,
dan kau memilih restoran yang sama kacaunya denganmu.
Apa salahnya tempat ini?
Hei, ini restoran terkenal yang sudah berdiri 80 tahun.
Astaga, ini enak.
Omong-omong, kenapa tiba-tiba kau ingin bertemu setelah 30 tahun?
Kau bahkan dahulu tak mau berbicara denganku.
Hei, apa dahulu kau berbicara santai denganku?
Aku 2 tahun lebih tua.
Usia tak begitu penting saat mulai bekerja.
Kau dan aku mulai dengan magang di RS Geosung
di tahun yang sama, kau tahu.
Kau terlambat lulus 2 tahun
karena nilaimu yang buruk.
Hati-hati, Berengsek.
Lalu kenapa tiba-tiba ingin bertemu?
Kenapa pria hebat sepertimu
ingin bertemu pria rendahan ini?
Kau tahu,
aku melakukan
riset kecil pada orang-orang di sekitarku.
Aku merasa kau yang paling tak beruntung.
Kupikir menemuimu bisa menghiburku.
Apa?
Ini sungguh menghibur.
Bahkan orang sepertimu melanjutkan hidup,
jadi, kenapa aku tidak bisa?
Kau memberiku banyak keberanian.
Saat aku kembali,
aku akan bekerja sangat keras.
Hei, jujur saja.
Bukankah jarang ada orang yang ditimpa berbagai kesialan sepertimu?
Kau bercerai dengan istri pertamamu,
dan istri keduamu meninggal setelah melahirkan
putramu.
Lalu anakmu satu-satunya juga...
Cukup.
Jika kau tak mau sup pengar ini,
pergilah ke restoran mahal yang kau suka
dan makanlah steik atau lainnya.
Astaga.
Benar. Kudengar dari Sang-sik
istri pertamamu yang meninggalkanmu demi pria lain
kembali dan menderita Alzheimer.
Kenapa dia berani sekali kembali?
Dia salmon atau apa?
Jangan berani membicarakan wanita itu, Brengsek!
Astaga, tak perlu marah.
Astaga.
Cha-young!
Ji-yong.
- Ibu! - Ji-hun.
Sharala, kau juga merindukannya, 'kan?
Aku juga.
Ye-sol.
Dr. Lee!
Kenapa kau kemari?
Kau kemari dengan ibumu?
Tidak, aku kemari untuk menengok kura-kura Ji-yong.
Namanya Sharala.
Kura-kura yang dahulu dirawat Ji-yong.
Dia memintaku merawatnya
saat dia tak ada.
Di mana ibumu?
Dia tiba-tiba pingsan.
Saat ini dia di UPI.
Mereka memasukkan tuba
ke dalam hidung dan tenggorokannya.
Dia tak mau bangun. Dia terus saja tidur.
Saat kami di sini,
biasanya kami
makan makanan enak bersama
dan mengobrol.
Itu menyenangkan.
Ye-sol!
Min-yong!
Kau di sini, Dr. Lee.
Kutinggalkan sedikit di ruanganmu.
Cobalah sebelum makan malam disajikan.
Ini dadar kerang Manila.
Ibuku sangat mahir membuka kerang Manila.
Ini untukmu.
Tampak lezat.
Apa ibumu sekarang bekerja di kantin?
Tidak, dia hanya membantu.
Dia tak pandai hal lain, jadi, dia hanya mengupas kerang.
Dia berterima kasih pada semua karena membahagiakan Ji-yong sebelum meninggal.
Dr. Lee, kurasa Ji-yong kembali dengan selamat ke planet asalnya.
Ini sungguh lezat.
Kata ibuku dia ada di mimpinya semalam.
Katanya dia tampak bahagia di sana,
dan terkadang mencemaskan kedamaian Bumi juga.
Senang mendengarnya.
Kukira dia bohong saat berkata dari planet lain,
tapi kurasa itu benar.
Kenapa kau menangis?
Ibuku
juga suka dadar kerang Manila.
Aku ingin membawakannya,
tapi dia sekarang di UPI,
jadi, tak bisa makan apa pun.
MAKAN MALAM HARI INI DADAR KERANG, BUBUR KERANG
Jamur shiitake, paprika,
dan zukini harus dicincang.
Masukkan beras rendam
ke dalam kaldu kerang dan didihkan.
Lalu saat kuahnya mulai berkurang,
tambahkan kaldu.
Seperti ini. Setelah itu,
masukkan semua sayuran cincang.
Ya.
Masukkan semua sayur dan...
Setelah itu...
Setelah itu...
Apa langkah selanjutnya?
Coba diingat.
Kau membuat 2 panci sebelumnya.
Aku bertanya karena aku tak tahu.
Aku tak ingat selanjutnya.
Tetap saja, cobalah mengingatnya.
Jangan menyerah.
Astaga.
Buat kuah dengan kerang.
Lalu cincang semua jamur dan sayuran.
Masukkan beras rendam
ke dalam kuah kerang dan didihkan.
Didihkan bersamaan dan...
Setelah itu...
Setelah itu...
Setelah itu...
Sial.
Aku tak akan ingat hingga meninggal.
Anggap saja aku tak ada.
Aku tak peduli yang terjadi. Buat saja sendiri!
Astaga, yang benar saja!
Direktur Kwon,
sedang apa di sini?
Kau ingin buang air besar?
Tidak, aku ingin kencing.
Kami mencium aroma dadar.
Sebaiknya lezat.
- Apa ini? - Kiriman.
Ini untukmu.
Aku boleh makan satu, 'kan?
Astaga, jika bobotku naik, semua salahmu.
PENGIRIM: LEE JUN
Semua salahmu, bukan aku.
Aku ingat!
Aku ingat.
Ini bubur kerang,
jadi, aku butuh kerang!
Aku bodoh sekali. Astaga.
Seperti roti kacang butuh kacang.
Jelas sekali.
Apa aku terkena Alzheimer?
Tunggu. Aku memang menderita itu.
Aku bahkan ingat punya Alzheimer.
Keadaanku sangat baik hari ini.
Ini enak.
Kau mau coba?
Ya!
- Katakan "Ah." - "Ah."
Sungguh lezat.
Kau juga mau mencobanya?
Tidak, tak perlu. Abaikan saja aku.
Jika kita tambahkan sesendok minyak wijen,
akan lebih lezat.
Tunggu, aku ingat kita membuatnya kemarin.
Tunggu.
Ke mana perginya?
Dia merepotkan, ya?
- Aku bawa beberapa dadar. - Tentu.
Astaga, aku akan menyalahkanmu jika bobotku naik.
Ini dia.
Ada apa?
Di mana kau, kakakku tersayang?
- Cepat! - Ada apa lagi?
Aku harus siapkan makan malam.
Itu tidak penting sekarang.
Ini mungkin mengubah malammu.
Apa maksudmu?
Lihat. Lihat saja!
Mobil impianku yang lain
ada di sini.
Ini cantik, seperti litografi.
Memang kenapa?
Ini bahkan lebih baik dari ini,
karena ini model lebih baru dari ini.
- Lalu kenapa? - Selain itu,
pemiliknya tak tahu apa-apa tentang masa laluku yang memalukan.
Tak sekali pun bertemu denganku,
artinya tidak bias terhadapku.
Mari ubah target kita.
Apa?
Aku sudah berpikir.
Menikahi cinta pertamamu?
Ayolah, kau tahu itu aneh.
Aku kenal orang yang menikahi cinta pertamanya.
Dia cedera dan butuh sebulan untuk sembuh,
dan pacarnya temui ahli tulang karena tulangnya terlepas.
Tae-hyun! Jika kau kemari untuk bicara omong kosong, pergi saja...
Ya, Bu, aku sudah mencuci kakiku
dan tidur cukup.
Kumohon, kakakku tersayang.
Cha-young, kumohon!
Katamu Kang sama sekali tak tertarik padamu!
Aku sebenarnya kebetulan bertemu pemilik mobil itu tadi,
dan kukira dia kembaranku.
Dia terlalu seksi untuk dirinya, sama sepertiku.
Dia tampan luar biasa,
dan dia...
Mana yang akan menjadi kakak iparku?
Cap cip cup menangkap macan dengan jari
Jika dia memanggil, lepaskan Cap cip cup mana yang
Kupilih!
Mulai sekarang,
Kita akan singkirkan sanatorium tak berguna itu dan menggantinya
dengan kota mewah terbaik untuk anggota terbatas,
dengan kualitas yang belum ada di sini.
Tentu kami butuh dokter yang menyelamatkan nyawa.
Tapi kurasa ada juga dokter
yang menemani pasien hingga akhir agar bisa wafat dengan damai,
bahkan saat tak bisa meneruskan pengobatan.
Terima kasih sudah ikut denganku
memetik rasberi.
Berkat kau menyelamatkan istri dokter itu,
masyarakat menjadi lebih ramah terhadap kita.
Saat kami di sini,
itu menyenangkan.
Dia tak pandai hal lain, jadi, dia hanya mengupas kerang.
Dia berterima kasih pada semua karena membahagiakan Ji-yong sebelum mati.
Permisi.
Tunggu.
Aku ingin menghindarinya.
Tapi dia membuatku cemas.
Dia tak bisa lepas dari pikiranku.
Dr. Lee Jun?
Dia kerja sosial di rumah sakit kita
karena menyerang Profesor Jung.
Apa 120 jam atau 200 jam?
Jika Dr. Lee tak memukulinya,
aku pasti membunuhnya.
Cukup, aku menyerah.
Pak Im Seok-jo dari Kamar 207
ingin main basket denganku,
tapi aku sedang tak sehat.
Hei, kau saja yang bermain.
Kau kenal dia, 'kan?
Dahulu dia bermain di tim basket nasional.
Berusahalah. Pemenang dapat mi instan.
Semoga berhasil.
Semoga berhasil.
Astaga. Ya ampun.
Kau harus hentikan dia.
Jika diteruskan, tak akan ada sisa lagi.
Kau tak boleh membelah 2 seperti itu.
Kau harus cabut kepala ikan teri seperti ini dahulu.
Lalu, buka perutnya
dan keluarkan kotorannya.
Mau lihat lagi?
Cabut kepalanya dahulu,
buka perutnya,
dan keluarkan kotorannya.
Kau harus coba.
Bagus. Begitu caranya.
Aku akan mengerjakannya lagi.
Soal piring yang kau kirimkan itu,
aku ingin berterima kasih kepadamu.
Senang melihatmu seperti ini...
Aku tak seharusnya mengatakan ini, 'kan?
Itu lebih baik daripada mengkritik atau bersimpati padaku.
Senang bertemu.
Aku tak bermaksud mengkritikmu.
Jadi, kau bersimpati.
Aku merasa kasihan padamu.
Soal situasi itu.
Omong-omong, itu bukan berarti kau tak bersimpati padaku.
Kuberi tahu kau sebagai seseorang yang menjadi objek rasa iba.
Menurutku simpati tak seburuk itu.
Artinya kau bermakna, setidaknya
bagi orang yang bersimpati padamu.
- Halo. - Hai.
Sudah selesai membersihkan teri?
Seperti yang kau lihat, masih kukerjakan.
Aku dapat telepon dari Rumah Sakit Universitas Geosung di Seoul.
Mereka memintaku menjagamu.
Tak ada urusan denganku.
Aku tahu.
Kurasa itu perintah dari petinggi
atau seseorang yang coba menunjukkan kesetiaan berlebihan terhadapmu.
Dari semua tempat,
kau datang ke rumah sakit kami untuk kerja sosial.
Jadi, aku berasumsi kau punya koneksi bagus.
Kurasa itu sindiran.
Aku tak bermaksud seperti itu.
Maksudku,
hal semacam itu tak berpengaruh bagiku,
dan semuanya
akan diperlakukan adil berdasarkan prinsip.
- Juga... - Aku mengerti maksudmu.
Sudah cukup.
Aku baru akan memberitahumu tugasmu hari ini sudah selesai.
Jangan lupa daftar hadir.
Besok pagi, kau mencuci seprai serta pakaian seperti hari ini,
dan bekerja di dapur lagi siang hari...
Dia merepotkan.
Dah.
Apa semua berjalan baik?
Untuk menyingkirkan sanatorium ini.
Kudengar Nenek berjanji kepadamu.
Jika kau menutup sanatorium,
dia mewariskanmu Geosung.
Aku tahu. Itu yang dikatakannya.
Apa orang-orang di sini tahu?
Kau sedang merencanakan kejahatan
dengan wajah polos seperti itu.
Bagaimana mereka tahu?
Katamu ini rencana jahat.
Orang-orang tak boleh tahu.
Dan jika kuhentikan?
Hentikan aku kalau bisa.
Itu tadi guntur?
Kudengar akan hujan deras malam ini.
Kemari.
Benar, tinggal saja dengan anjing bodohmu sampai mati.
Kenapa kau membuatku kesal?
Ayah, mulai sekarang biarkan Kang.
Kau tak perlu mengirimnya ke Libia seperti pecundang
karena aku bisa mengalahkannya.
Aku bisa mengalahkannya dengan kemampuanku.
Hentikan!
Apa-apaan kalian berdua?
Biar dia oleskan.
Kau dokter. Kenapa keras kepala sekali?
Kau ingin bekas luka?
Jangan bergerak.
Ini butuh 6 minggu untuk benar-benar pulih.
Rahangmu merah semua. Kau dipukul di sini, 'kan?
Kurasa pukulan Dr. Lee Kang cukup kuat.
Aku lebih kuat darinya.
Dia terluka lebih parah dariku.
Kau pasti bangga.
Kau di sini, melakukan kerja sosial karena menyerang orang,
dan berkelahi lagi dengan dokter lain.
Kau ingin mendapat penghargaan?
Kau tunggu apa lagi?
Mandi, jangan sampai flu.
Kau ini remaja atau apa?
Apa ini periode pubertas?
Kau tak begini saat masih kecil.
Kami berkelahi waktu kecil.
Lalu? Kau ingin berkelahi dengannya lagi?
Ya.
"Ya"?
Itu takdir kami.
Kami harus bertarung hingga salah satu menang.
Untuk apa?
Pemenangnya mendapat Geosung?
Baiklah!
Jika itu tujuan hidupmu, kau harus melawannya.
Berkelahi sampai mati.
Semoga kau menang
dan membawa Geosung omong kosong itu saat kau meninggal.
Akan sangat berat, tapi pastikan kau membawanya.
Mereka yang meninggal di sini
memberimu pelajaran dengan seluruh hidup mereka.
Apa ini yang kau pelajari?
Tolong antar aku ke parkiran.
Kukira kau pulang.
Biar kupegangkan payungnya.
Ini payung kecil.
Di mana mobilmu?
Aku tak punya mobil, aku naik sepeda.
Karena hujan, aku akan naik bus.
Kalau begitu aku antar.
Tak perlu.
Aku masih bisa naik bus terakhir.
Hemat ongkos busmu.
Ini imbalan menaungiku dari hujan.
Ayo.
Hujan sudah reda.
Aku akan tetap mengantarmu, jadi, tetaplah di mobil.
Lagi pula, sudah larut malam.
Mungkin tak ada bus lagi.
Kalau begitu
aku akan santai saja.
Terima kasih.
Ada apa?
Apa kita melakukan kesalahan?
Aku tak yakin. Entah apa yang salah.
Mungkin dia cemburu.
- Apa? - Tidak, tak apa-apa.
Dia pasti terburu-buru.
Kurasa dia ingin kita pindah jalur.
Aku tak peduli. Aku tak mau pindah.
Apa tanganmu terluka?
Aku terluka saat memukuli Kang.
Apa?
Aku juga dipukuli.
Di sini dan di sini.
Di sini dan di sini.
Kenapa kalian berkelahi?
Jika menjadi kau, aku akan sangat bersyukur.
Jika bukan karena dia, Bu Kim Hui-ju...
Jangan bahas itu.
PANGGILAN MASUK
Halo?
Dr. Lee.
Aku ayah Ye-sol.
Dr. Lee Kang menyelamatkan Bu Kim Hui-ju.
Kubilang jangan bahas itu.
Nona Moon.
Kau bahkan tak kenal baik Kang.
- Kau tak tahu dia jahat dan licik... - Aku kenal dia.
- Sungguh? - Ya, sungguh.
Aku tahu dia bukan orang yang bisa kau kritik, jelek-jelekkan,
dan nilai semaunya.
Dengarkan aku, Nona Moon.
Terima kasih tumpangannya. Aku jalan saja dari sini.
Maafkan aku.
Aku bodoh dan tak bijak.
Dia ingin tinggal di sanatorium.
Tapi aku memaksanya pergi.
Aku tak punya kuasa soal ini.
Tolong bicara dengan direktur.
Astaga.
Jangan menangis.
Ini hal baik.
Maafkan aku, Seong-cheol.
Aku tahu tak mampu membesarkan kalian berdua,
tapi seharusnya aku tak melepaskanmu.
Apa orang Amerika itu membuatmu kelaparan dan menyiksamu
karena kau bicara bahasa berbeda dan tampak sangat berbeda?
Apa karena itu kau sakit separah ini?
Aku bahagia.
Aku bahagia.
Ibu dan ayahku
- sangat menyayangiku. - Baiklah.
Baiklah, aku mengerti.
Sungguh lega setidaknya kau bertemu orang tua kaya.
Ibumu dan aku bahkan tak punya rumah sendiri.
Astaga.
- Ibu. - Ya?
Aku sangat ingin
bertemu denganmu.
Syukurlah...
- Ya, Sayang? - Aku merindukanmu.
Sangat rindu.
Aku merindukanmu.
Ya, tentu saja.
Ya, aku paham maksudmu. Aku paham.
Astaga, kita harus bagaimana?
Astaga.
Jadi, itu yang ingin dimakan Michael.
dagingnya harus ditambahkan ke dalam saus saat kimchi disiapkan.
Kita biasanya menambahkan daging terpisah.
Karena itu sup kimchinya sangat berbeda.
Aku boleh mencobanya juga?
Apa katanya?
Aku tak bisa bahasa Inggris. Bicara bahasa Korea, ya?
Katanya dia ingin mencobanya.
Ini.
Pasti lebih enak dari masakanmu.
Astaga, kau beri makan apa anakku?
Astaga.
Ini pasti pedas untukmu. Kau tak apa-apa?
Tak apa-apa.
Aku hanya sangat penasaran dengan makanan ini.
Karena Michael sangat ingin mencobanya.
Tunggu sebentar. Aku akan beri di mangkuk terpisah.
Tak perlu. Jangan khawatir. Tak apa-apa.
Sup kimchi buatanku terbaik di Korea.
Cobalah.
Ini sup kimchi yang kau inginkan.
Bagus jika Seong-cheol dan aku bisa makan sup kimchi
sambil minum soju.
Kau tahu? Biar kubawakan sebotol soju.
Dia tak boleh minum.
Aku tahu itu.
Aku hanya bercanda karena senang
bertemu saudaraku lagi.
Bagaimana rasanya? Enak, 'kan?
Rasanya masih sama, 'kan?
Ya, ini enak.
Bagus.
Keinginanmu akhirnya terwujud.
Bagaimana kau membalasnya?
Hentikan omong kosongmu.
Kau mau nasi?
Sayangku Seong-cheol dahulu suka
saat kucampur nasinya dengan sup kimchi.
Tidak, tak perlu.
Makan lagi.
Pesan 2 roti lapis steik keju ukuran sedang keju ganda.
Mau roti jenis apa?
- Roti tawar untukku. - Roti gandum untukku.
Dr. Lee.
Kau juga ingin makan roti lapis?
Kita sepakat bertemu di sini hari ini.
Itu kemarin.
Kuberi tahu Cha-young kemarin kau tak mengabariku,
karena itu dia kemari membelikanku roti lapis.
Itu kemarin? Kukira hari ini.
MAKAN SIANG DENGAN MIN-YONG, TANGGAL 16
Kau benar.
Maaf. Aku keliru karena sangat sibuk.
Bergabunglah karena kau sudah datang.
Dia benar. Bergabung saja.
Bagaimana bisa bersih?
Kerahkan tenagamu.
Astaga.
Maaf. mesin cucinya rusak hari ini.
Kau yakin bukan sengaja kau rusak?
Astaga, itu mustahil.
Kami bukan musuhmu.
Teknisi akan datang malam ini.
Jadi, mesinnya akan berfungsi lagi mulai besok.
Aku dipanggil, jadi, harus pergi.
Aku akan kembali memeriksa.
Kau mau apa?
Aku akan mencuci selimutnya.
Kau, Kawanku, duduk dan santai saja.
Untungnya,
tak ada kamera pengawas di sini.
Siapa kau?
Mulai sekarang, aku akan membantumu berbenah, mencuci, dan memandikan pasien.
Aku akan kerjakan semua
di titik buta tempat tak ada kamera pengawas.
Kau hanya perlu pastikan isi daftar hadir tepat waktu...
Aku tanya kau siapa!
Aku Tae-hyun. Moon Tae-hyun.
Kau tahu, kakakku bekerja di sini
sebagai koki di kantin.
Menurutnya tak masuk akal kau di sini mengerjakan semua ini.
Jadi, dia memintaku
untuk datang dan membantumu.
- Aku tak butuh. Pergi. - Jika kau ingin aku pergi,
aku akan pergi.
Jika kau butuh bantuanku,
hubungi aku.
Dasar gila.
Hei.
Kau sungguh kasar pada orang asing. Kau bahkan tak kenal aku.
Maksudku, setelah melihatmu,
aku tahu orang macam apa kau ini.
Dinilai dari kepribadianmu yang kasar dan kejam,
kau jelas salah memperlakukan kakakku dan merendahkannya.
Astaga, aku marah.
Aku takkan membiarkan itu terjadi,
sekalipun aku harus naik bus selamanya.
Astaga, ini membuatku kesal.
Kurasa kau tak sekaya itu.
Maksudku, bagaimana aku tahu mobil itu sungguh milikmu
atau kau meminjamnya dari orang lain?
Astaga.
Aku tahu pria sepertimu.
Kau kemari untuk kerja sosial.
Dari ujung kepala hingga ujung kaki, kau memakai pakaian perancang.
Astaga, aku tahu ini semua palsu.
Tapi akan kurahasiakan.
Jadi, pastikan saja kau mencuci bersih selimut ini.
Lalu jangan lupa
untuk menyingkirkan noda ini.
Pak.
Selain itu, orang bisa terpeleset dan jatuh.
Jadi, setelah selesai, pastikan kau bersihkan dengan benar
sisa sabunnya dari lantai.
Pak.
Hei.
Astaga, dia melakukannya lagi.
Aku tak percaya ini.
Dengar. Namaku bukan "Hei."
Aku sudah bilang namaku Moon Tae-hyun.
Aku tahu namamu Moon Tae-hyun.
Lalu siapa nama kakakmu?
Apa aku kenal dia?
Kau pasti sangat lapar.
Maksudku, kalian berdua.
Omong-omong, ada apa dengan virus Zika?
Ada yang terinfeksi?
Dr. Lee.
Ternyata dia punya gejala virus Zika.
Sungguh? Kau seharusnya tidak di sini.
Kau harus segera diperiksa di rumah sakit agar diobati.
Virus Zika tak ada obatnya.
Tidak.
Aku...
Aku tak punya virus Zika.
Aku akan terlambat ke sekolah. Aku pergi.
Beri tahu aku hasilnya!
Hei!
Lihat? Ini 36,7 derajat Celcius. Suhu tubuhku normal.
Kau yakin ini tidak rusak?
Ini. Apa aku demam?
Demam, ruam, dan mata merah.
Kau melihat gejala infeksi virus Zika?
Masuklah.
- Kau tak membawa sepeda. - Aku bisa naik bus.
Tampaknya kau tak keberatan
naik mobil Dr. Lee Jun.
Kau tak nyaman di dekatku?
Kau takut tertular?
Maaf, aku lupa. Aku segera ke sana.
Ayo.
Aku tak khawatir tertular virus Zika.
Aku khawatir kau sungguh terinfeksi.
Kau sudah kerepotan.
Ayolah, masuk. Cepat.
Bukannya aku ingin dia mengantarku.
Malam itu hujan deras dan aku lelah.
Sejujurnya aku tak ingin berjalan
hingga ke halte bus.
Tapi aku tak cukup dekat untuk meminta tumpangan.
Aku sungguh ragu sebelum masuk ke mobilnya.
Begitulah.
Itu faktanya.
[ SANATORIUM GEOSUNG ]
Terima kasih tumpangannya.
Bukannya aku ingin dia mengantarku.
Aku sungguh ragu sebelum masuk ke mobilnya.
Aku tak khawatir tertular virus Zika.
Aku khawatir kau sungguh terinfeksi.
Kau sudah kerepotan.
Jadi, kau diam di sini
dan menungguku hingga sekarang?
Aku mengkhawatirkanmu.
>> Bersambung Ep.10...
= Diterjemahkan oleh Eries Septiani = ( Edited By Coffee_Prison )
= Preview Ep.10 = [ CHOCOLATE ]
Orang-orang di sanatorium ini
bukan hanya mereka yang sekarat.
Mereka juga menjalani hidup di sini.
Mereka menghargai setiap hari yang mereka miliki.
Aku tahu kau menyukai seseorang, Dr. Lee.
Menurutmu siapa yang kusukai?
[ STAF RUMAH SAKIT ]
Aku tak suka dia.
Lalu kenapa kau memerah dan tampak bingung?
Bicara apa kau? Aku tidak memerah, aku tidak bingung.
Kau menyukai Kang?
Aku tak ada rasa pada Dr. Lee Kang.
Dia dokter yang kuhormati karena menyelamatkanku.
Tidak kurang atau lebih.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.