All language subtitles for AlwaysBeMyMaybe2016

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

NONTONDRAKOR.co Support dengan share & like :)

Jake!

- Hei, Jake. - Sobat!

- Hei! - Kau datang, ya?

- Apa kabarmu? - Aku baik.

Dia di sana. Berikan saja.

- Ayo. - Ayo!

- Itu mereka! - Gadisku sayang!

- Mana si gadis yang berulang tahun? - Paman Jake!

Gadisku sayang! Selamat ulang tahun!

Lihat! Dia bawa kado.

Aku punya hadiah untukmu.

Terima kasih!

- Kau suka pestamu, Sayang? - Iya!

- Mau perempuan atau lelaki? - Kuharap perempuan.

Hei, kau punyalah anak juga.

- Cium Ayah. - Aku sayang Ibu.

Aku sayang Ayah.

Aku menyayangimu.

Mon, kudengar kau mendekorasi ulang ruang main anakmu.

Hasilnya manis sekali! Kalian mau melihatnya?

- Ya. - Ya, tentu!

Oke.

Selamat bergembira! Selamat menikmati!

Kembalilah temani aku, oke?

Kau ini suami yang manja.

- Aku akan merindukanmu. - Baik, Teman-teman.

Sekarang Jake ada di sini, bisa kita rencanakan pesta bujangku?

Aku ingin pesta yang terbaik.

Bisakah aku tak ikut serta? Kau tahu aku kini harus jaga sikap.

- Lalu siapa yang urus? - Ini. AdaJake.

- Aku lagi? - Itu keahlianmu, bukan?

Benar. Kau ahlinya, Jake.

Dari kita semua, hanya kau yang lajang.

Itu intinya.

- Tunggu. Dengarkan aku. - Benar. Kau satu-satunya.

Aku punya pengumuman.

Ada apa?

- Dudes! Nanti malam... - Apa?

Aku akhirnya akan melamar.

Melamar?

Jake del Mundo, akan menikah?

- Apa kau serius? - Kawan, jika ini berarti

aku bisa dapat apa yang kalian punya,

maka aku sangat yakin.

Sebentar, Bung.

Aku hanya khawatir.

Bagaimana dengan Nikki?

Bagaimana dengan Mitch?

Bagaimana dengan Vanessa? Bagaimana dengan ...

- Lea! - Tina!

- Siapa Tina? - Terlalu banyak, 'kan?

- Apa? - Terlalu banyak untuk kau ingat!

Tracy! Hanya ada Tracy! Aku hanya suka Tracy!

- Hanya dia yang kuinginkan. - Selamat!

- Terima kasih. - Mari buat pesta.

- Selamat, Kawan! - Selamat bergabung.

Tetapi, kau serius?

Sebentar. Mana cincinnya?

Boleh kami lihat?

- Seberapa besar berliannya? - Nanti saja, oke?

Kalian berdua semangat sekali.

Santai saja.

Kupersembahkan padamu pilihan premium yang teratas

- dari rangkaian cincin pertunangan kami. - Oke.

Mari kita mulai dengan yang bergaya princess cut.

Manis.

Tetapi, kelihatannya terlalu manis.

Seperti Erika! Benar, Bos?

Yang bertubuh kecil tetapi seksi?

Atau, seperti Angelica,

Bianca.

Tifanny, Marie...

Tipemu?

Model emerald cut!

Terlalu kaku.

Terlihat keras.

Sama sepertimu.

Seperti saat Tracy menangis karenamu.

Ada apa denganmu?

Kau banyak omong.

Bisakah kau membantu saja?

Jadi, kau sungguh ingin punya banyak pilihan.

- Seperti ... - Cinta sejati!

Terlalu norak!

Nona, begini masalahnya.

Kekasihku ...

Dia sudah menunggu lama untuk momen ini.

Dia sangat menderita karena aku.

Selama lima tahun.

Tetapi, dia tak pernah menyerah terhadapku. Tak pernah.

Sebab dia pantas dapat yang terbaik.

Hanya yang terbaik.

T dan J, selalu selamanya.

Untuk gadis yang teristimewa,

ratu dari semua cincin pertunangan,

yang berbentuk bulat.

Ia menandakan cinta sejati. Murni ...

tak terbatas.

Ini dia.

Sempurna!

Tolong, rias ulang!

Kawan-kawan, ayo menongkrong sepulang kerja.

Kali ini kita mau pergi ke mana?

Tidak bisa. Tidak malam ini.

Aku punya firasat. Firasat kuat sekali.

Sesuatu yang istimewa akan terjadi antara kita malam ini.

SAMPAI JUMPA NANTI MALAM?

AKU INGIN MEMBERIMU SESUATU YANG HARUSNYA KUBERIKAN SEJAK LAMA

Ini dia!

Dia bilang dia akan memberiku sesuatu yang seharusnya dia berikan sejak lama.

Aku yakin pasti cincin.

Esang, aku dapat cincin.

- Dia akan melamar malam ini. - Hei, kau.

Kau seperti obat batuk, sebab harapanmu banyak seperti dahak.

Dia akan memberimu daftar utang yang harus kau bayar.

Tidak, dia akan melamarku, Esang.

Aku yakin sekali. Tolong bereskan barang-barangku, Esang.

Tuan?

- Ini. - Ini dia.

- Terima kasih. - Terima kasih.

Wah. Seksi.

Apa maksudmu? Diam.

Ayolah. Aku tak punya uang.

Aku bercanda.

Baik, ini aku yang bayar.

Pergi ke Aling Itang dan minta dua botol, aku yang traktir.

Dua botol saja, oke?

Ini pertama kalinya kau mentraktir kami sejak kita kecil.

Apa kau sekarat?

Aku akan menikah.

Ayo makan!

Hei! Awasi ibuku dan rumah kita, ya?

Jangan khawatir.

Hei, cantik! Kau akan menikah?

Boleh aku jadi gadis penabur bungamu?

Apa maksudmu?

- Kau akan jadi pembawa cincin. - Siapa kau memanggilku begitu?

SAYANG MENGHUBUNGI PONSEL

-Halo. -Hai, Sayang.

Aku dalam perjalanan.

Oke, Sayang. Aku juga.

Tetapi aku akan sedikit terlambat. Kau tahu, macet dan semacamnya.

Tak apa.

Tapi, bagaimanapun juga, aku akan menunggumu.

Hati-hati, Sayang. Aku mencintaimu.

Sayang, boleh bilang, "Aku mencintaimu juga?"

Oke, Sayang.

Sampai nanti.

Dah.

Oke. Sampai jumpa!

Lihat-lihat kalau jalan! Dasar bodoh!

Selamat malam, Nyonya.

Sudah pesan tempat?

Valdez?

Bu, tidak ada Valdez di daftar.

Mungkin aku sampai lebih dahulu. Meja untuk berdua?

- Lewat sini. - Terima kasih.

- Jake? - Trace.

Tunggu.

Hai.

Ini untukmu. Duduklah.

- Nyonya. - Terima kasih.

Dalam rangka apa?

Apa aku butuh alasan

untuk mengajak ...

pacarku yang cantik pergi kencan?

Jake. Aku kenal dirimu.

Trace, aku mencintaimu.

Sangat.

Trace ...

Jake.

Maukah kau menikah denganku?

Bisakah kau duduk dahulu?

Duduklah dulu.

Ada apa?

Aku tak bisa menikah denganmu.

Aku tak ingin menikahimu.

Apa?

Kenapa sekarang?

Karena kau akhirnya siap sekarang?

Kau terlambat setahun , Jake.

Aku telah bertemu orang lain.

Jake, aku minta maaf.

- Terima kasih. - Sama-sama, Bu.

Bong.

Bong.

Di mana Jeric?

Tintin, Jeric tak bisa datang.

Hok menitipkan ini untukmu.

Dia bilang dia berterima kasih untuk film yang boleh dia salin.

Dia minta maaf tak bisa mengembalikan lebih cepat.

Sekarang aku pamit dulu.

ESANG: CEK FB-NYA JERIC! SEKARANG!

JERIC VALDEZ MENJALIN HUBUNGAN DENGAN MARISSA SANTIAGO

Pak, satu gelas teguk lagi.

Baiklah.

Hai, ini Tin.

Hei, Tin. Lihat dia.

- Kenapa dia menangis? - Duduklah.

Ada apa?

Jawablah.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi. Silakan coba sesaat lagi.

Hai, para gadis!

Ini aku lagi, Tintin.

Aku kembali lagi!

6 BULAN KEMUDIAN

- Hei, ini Tintin. - Maaf.

- Hei! Kenapa lama sekali? - Aku datang!

- Kau terlalu cepat untuk besok. - Tunggu.

Dari mana? Kita akan terlihat buruk di depan klien.

Maaf. Maafkan aku.

Siapkan riasannya cepat.

Kami akan mengurangi 150 dolar dari upahmu.

Itu terlalu banyak.

- Dia takkan dibayar. - Itu tidak logis.

Aku mengenalimu.

Kau si gadis yang viral itu, 'kan?

Aku paham perasaanmu.

Aku paham.

Oh, wah.

Jadi, kau masih tenar.

Bukankah sudah kau hapus videomu?

Sudah.

Tetapi, tentu saja, sudah banyak yang mengunduhnya.

Seperti yang mereka katakan, lebih sulit untuk menghapus perasaan

- daripada video viral. - Ayolah. Kerja.

- Hei! - Apa?

- Di sana. - Lihat dia.

- Jake? - Apa acaranya?

Sesi pemotretan kampanye.

Omong-omong, Carlo di sini.

-Oke, terima kasih. -Oke, Pak, terima kasih.

Apa kabar, Bung?

Aku baik-baik saja.

Di sini indah.

Sedang apa kalian di sini?

Kenapa? Tak bisa aku menengok adikku?

Ayolah. Kau bisa mengirim pesan saja.

Lihat dirimu. Kau berantakan sekali.

Jake, ini sudah enam bulan.

Kau tak melakukan apa-apa di sini.

Bukankah sudah waktunya kau pulang?

Stafmu membutuhkanmu. Benar, Telay?

Benar.

Ya, Pak. Aku sekarang kesulitan.

Kumohon kembalilah.

Telay, kalian bisa mengatasinya.

Aku tak mengerti.

Kau mengunci diri di resor ini hanya karena kau terluka?

Kau ini kenapa?

Kita, pria del Mundos, membuat para gadis menangis.

Bukankah itu yang Ayah ajarkan?

Bukan salah kita, kita sangat tampan.

Tracy sangat terluka ... dia tak mau kembali bersama.

Kalau begitu, lupakan Tracy.

Lanjutkan hidup, Bung!

Ayolah!

Telay, sebentar.

Dik, aku serius. Oke?

Aku tak bercanda.

Aku mencemaskanmu.

Jangan lakukan ini pada dirimu.

Pulanglah.v

Hei, sudah saatnya kau pulang.

Kumohon.

Akan kupikirkan.

Tetapi tunggu.

Kau sungguh sudah melupakanku?

Ya.

Kau bersumpah?

Aku sudah melupakannya.

Sungguh?

Jeric.

Wah.

Tak ada reaksi. Bagus sekali.

Baiklah. Jika kau sudah melupakannya ...

Buktikan. Bisakah kau menggoda seseorang di sini?

Siapa pun di sini, oke?

Ya. Bisakah kau melakukannya?

Tentu. Aku mau.

Terlalu mudah.

Cowok yang itu manis.

Di sana.

Si manis tampak seksi pakai tank top, dan dia punya banyak tato.

Pelayan!

Bisa aku pesan nasi untuk ditaruh di tubuh panas itu?

Astaga.

Itu berlebihan.

Bagaimana sekarang?

Apa?

Terlalu mudah.

Perhatikan dan pelajari.

Permisi. Bisa pinjamkan korekmu?

Aku tak merokok.

Aku juga. Aku tak merokok. Itu buruk bagimu.

Pasti kau minum. Biar kubelikan kau minuman.

- Pelayan? - Ya, Nyonya?

- Aku mau mentraktirnya minum! - Oke, Bu.

Izinkan aku.

- Jun. - Ya, Tuan?

- Bawa satu botol ke sini. - Baik, Pak.

Wah. Pasti kau langganan.

Sebenarnya, aku pemilik resor ini.

- Baiklah. - Jadi ...

Kau punya pacar?

Wah. Kau cepat.

Tidak berbelit-belit.

Kenapa?

Dahulu aku punya.

Mantan pacar, sekarang.

Kau takkan bertanya hal yang sama?

Kau punya cewek?

Tentu tidak.

Aku tidak punya cowok juga.

Kenapa? Apa yang terjadi?

- Kau sungguh ingin tahu? - Tentu.

Tonton ini.

Aku pakai khusus primer ini,

sebab primer ini membuat riasan kita lebih tahan lama.

Karena kau tahu, tak ada yang abadi.

Jangan biarkan wajahmu mengering seperti percintaan sebagian besar dari kita.

Di musim kemarau.

Aduh. Sakit.

Jangan terkecoh triknya.

Jangan sampai jadi korban.

Kau membuatku jatuh cinta, genit.

Apa aku tidak cantik?

Pikirmu kau sangat tampan?

Oh, sial. Dia memang sangat tampan ...

Benar. Itu sebabnya kau terlihat tak asing.

Lantas apa yang terjadi padamu?

Kita tak perlu bahas itu.

Kau menunjukkannya padaku.

Permisi.

Tuan, kami akan kembali ke kamar.

Tampaknya kami salah tempat. Hanya kalian yang asyik.

Jadi, kau baik-baik saja?

Tunggu! Nona Andre, Esang ...

Ini ... Siapa namamu tadi?

Jake.

Itu dia. Dia Jake. Dia pemilik resort.

Dia?

- Halo, Jake. Senang berkenalan denganmu. - Ya, Nn. Andre dan Esang.

Hai!

- Kau mau bergabung? - Kenapa?

- Jangan bergabung. - Kenapa?

- Tempatmu bukan di sini. Kita pergi. - Sungguh tak bisa?

Dah.

Jangan pulang terlambat, ya?

Kau harus memasak sarapan.

Teman-temanmu sangat lucu.

Sangat lucu.

Omong-omong, aku Tintin.

Hai, Tintin. Aku Jake.

Senang berkenalan denganmu.

Satu tegukan?

Baiklah.

Ayo mulai.

Aku jadi pengoceh bahasa Inggris.

Aku bahkan menyiapkan rayuan untukmu.

Teman-temanku menyuruhku menggodamu.

Andai aku tahu kita di gelombang yang sama.

Bagaimana sekarang? Ayo.

Mari kita bermain.

Apa kau tahu permainan

"Sudah Pernah Belum?"

- Bagaimana cara mainnya? - Kita saling bertanya.

Dan jika kau pernah melakukannya, kau minum.

Masuk akal?

- Baiklah. - Paham?

Oke. Aku mau. Ayo mulai.

Apa kau pernah melakukan cinta satu malam?

Asyik.

Apa kau pernah bercinta bertiga?

Belum. Bagaimana denganmu?

Aku tadi yakin kau akan minum.

Apa kau pernah

berselingkuh saat berpacaran?

Itu dia.

Kau sungguh berlebihan. Kau tak ada bandingnya.

Apa kau pernah bercumbu dengan seseorang yang

berusia sepuluh tahun lebih tua?

Kau pernah berselingkuh dua kali?

- Sungguh. Itu berlebihan. - Pertanyaan bagus, 'kan?

- Pernah selingkuh tiga kali? - Astaga.

Kau ini terlalu menghakimi.

Sungguh.

- Aku menyukainya. - Kau jahat sekali.

Hei. Biar kujelaskan.

Apa?

Berhubungan seks berbeda dengan bercinta.

Itu dua hal berbeda.

Karena di sini,

di sini,

hati tahu siapa yang di dalam.

Aku tahu siapa yang di sini.

Berengsek.

Begitulah cara pria berpikir.

Hei, Tuan. Tidak seperti itu. Tetapi seperti ini:

Jika kau mau berkomitmen pada suatu hubungan,

kau harus berikan segalanya,

seluruh dirimu.

Itu termasuk tubuhmu, hatimu, pikiranmu, dan jiwamu.

Bahkan kuku kakimu yang sudah mati juga termasuk.

Komitmen bukanlah rencana angsuran.

Sekali lagi, kuulangi:

berhubungan seks berbeda dengan bercinta.

Kalian cowok memang konyol.

Kau sudah mabuk.

Aku tidak mabuk.

Sungguh?

Apa kau mau berhubungan seks dengan orang yang baru kau kenal di pantai?

Itu pertanyaan jebakan?

Bukan.

Tidak.

Asal kau tahu, Tn. Penakluk Wanita,

kau bukan tipeku.

Aku tak suka pria berwajah kotor.

Dengan janggut baru tumbuh.

Ih.

Asal kau tahu.

kau bukan tipeku juga.

Aku tidak suka ...

Intinya, kau bukan tipeku.

Tak apa-apa.

Lihat saja nanti.

Astaga. Matahari terbit.

Tunggu.

Berikan nomormu.

Mari kita bertemu di Manila.

Baiklah.

Jika aku kembali.

Ayolah.

Begitu banyak drama.

Kalau begitu, aku pamit.

Senang berkenalan denganmu, Jake.

Sama-sama, Tintin.

- Selamat tidur. - Selamat tidur.

- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.

Hai, para gadis! Ini Tintin dan aku sudah kembali.

Omong-omong, ini episode perdana aku kembali,

dan hari ini kita akan membahas pencocokkan warna.

Yang kupegang ini adalah palet pencocok warna.

Ini, tentu saja, digunakan untuk menutupi bekas luka.

Bekas luka di masa lalu.

Kita tidak memerlukan itu.

Kita wanita harus berdiri bersama.

Ayo terus berharap!

Bangkit lagi! Berjuanglah!

Pak, selamat datang kembali.

Jake.

Bagaimana perjalananmu?

Lumayan. Aku lelah.

Kami sangat merindukanmu. Hamanya pasti juga merindukanmu.

Di sana.

Dan di sini, aku menggambar di bagannya ...

- Kami tak menyangka kau datang hari ini. - Kakak!

Apa kabar?

Aku memutuskan datang. Aku hanya menelepon Telay.

Tak apa. Aku senang kau kembali.

- Ayah. - Hai.

Apa kabar?

Selamat kembali pulang.

Kau baik-baik saja?

Jake? Tentu kini dia baik-baik saja.

Lalu, sekarang apa?

Astaga, Enrique Gil sangat tampan.

Lihatlah Liza. Gadis yang sungguh cantik.

Bagus dia tak mendapatkan gen-mu.

Kau tahu, Bu, aku merasa mereka pasangan di kehidupan nyata.

Lihat, mereka tampak serasi. Lihatlah mereka.

Itu tak benar!

Cinta? Sudah cinta?

Kalian amat norak.

Kau yang norak.

- Tembakkan, Bung! - Ini dia!

- Maju Jake! - Ayo, Jake!

Screen!

- Screen! - Jake!

Kau ini menghadang siapa?

AKU MENCINTAIMU, SAYANG!

- Hei. - Aduh! Ada apa?

Bahkan kau juga? Berhenti mengirimi Celine pesan seperti itu.

- Kenapa? - Takkan ada hasilnya.

Jangan bandingkan aku denganmu. Ini nyata.

Salah. Cinta sejati itu tidak nyata.

Tidak ada yang namanya abadi.

Ibu, kau tak bilang kita makan pare untuk makan malam.

Atau bahwa, untuk minuman, kita minum kopi hitam.

Getir sekali.

Terserah.

Sangat norak.

- Permainan yang bagus. - Terima kasih.

Jaga diri, Bung!

Mari minum. Bir.

Aku menyelinap di belakang istriku.

Aku bertugas mengawasi si bayi.

Aku tak bisa pergi. Aku mau makan bersama Sheena.

- Bagaimana denganmu? - Masih ada pekerjaan di rumah.

Pekerjaan penting.

- Kalau besok? - Tetap tak bisa.

- Hari Keluarga di sekolah Bea. - Baiklah.

- Kau mau ikut? - Tentu saja aku ikut denganmu.

Aku mau ikut juga.

Aku mau mandi.

- Baiklah. Jaga dirimu. - Jaga dirimu.

Jaga dirimu, Sobat.

Jaga dirimu.

Dasar jalang!

MAU MINUM KOPI BESOK?

OKE.

Hai.

Riasanmu tebal sekali.

Sungguh?

Itu karena para model butuh waktu untuk merias diri.

Aku bermain dengan wajahku sendiri.

- Apa aku cantik? - Bagus.

- Jadi, kau mau sesuatu? - Kau yang traktir?

Tentu saja. Ayolah.

Sungguh? Oke, aku traktir.

- Kau mau apa? - Kau yang traktir, ya?

Ini tampak enak.

Lezat.

Itu sangat enak. Keik cokelatnya.

- Kau mau? - Kau suka pemandangannya?

- Bagus. Keik cokelatnya satu. - Ya, Pak.

Ini juga.

JAKEDELMUNDO

Oh. Kau memotret semua ini?

Aku tak bercanda, kau hebat.

Kenapa tidak kau jadikan karier?

Jika aku punya pilihan,

aku ingin menjadi fotografer.

Itu bagus.

Lalu kenapa tak kau lakukan?

Bisnis keluargaku membutuhkanku.

Jadi, aku hanya bisa mengunggahnya di Instagram.

Sayang sekali. Foto-fotonya sangat bagus.

Ini orangnya?

Benar.

Kau masih menyimpan foto mantanmu?

Tentu saja.

Itu kenangan.

Kau tahu, kalian para cewek suka sekali memblokir,

menghapus,

dan yang lainnya.

- Benar, 'kan? - Itu tak benar.

- Tidak benar? - Tidak.

Kenangannya sudah terukir di dalam kami.

Ya? Kami tak punya pilihan.

Walau kami tak suka, itu sudah ada di sana.

Tetapi mantanmu cantik.

- Tidak. - Cantik.

Inikah mantanmu?

Secara teknis, Jeric bukan mantanku.

Aku merasa sangat bodoh setiap kali ingat perbuatanku.

Aku berharap si bodoh itu akan berubah.

Biar kuhapus saja ini.

Kenapa aku masih punya foto di sini?

Tenang saja.

- Tenang. - Tunggu.

Kau tahu? Aku punya rencana.

Ayo.

Ayo gantikan si Jeric.

- Kita mau ke mana? - Serahkan kepadaku. Ayo.

- Apa? - Ayo.

Hei, Jake.

Aku merasa sangat tua.

- Kenapa? - Aku tak biasa ke tempat begini.

- Aku tak suka. - Kenapa? Nanti juga suka.

Terutama jika aku dapat pria untukmu.

Kau akan mencari pria untukku?

Tentu saja.

Lawan jenis adalah pendamping yang terbaik.

- Apa? - Bayangkan saja, kau ...

Kau akan memperkenalkanku pada gadis di sini.

- Oke. - Mereka akan merasa lebih santai karena…

aku punya teman yang juga wanita.

Dalam kasusku, jika aku perkenalkan kau ke cowok di sini,

mereka akan berpikir kau mudah bergaul

karena kau punya teman cowok. Itu aku.

- Kau paham? - Kau serius?

Cek Pesona!

Bagaimana dengan ... pria itu?

- Yang itu? - Dia pecandu.

Yang memakai topi, kau mungkin menyukainya.

Tidak keren. Apa maksudnya itu?

- Dia payah. Aku tak menyukainya. - Tidak keren?

Dia lumayan.

Aku tak suka dia.

- Kenapa? - Aku tak suka. Ketiaknya basah.

Dia mungkin bau.

- Sungguh? Kau pemilih sekali. - Dia pasti bau!

- Jake! - Ya?

Ini Angel, aku bertemu dengannya di kamar mandi.

Angel, ini Jake.

- Angel, aku Jake. - Halo.

Kau sering ke sini?

Tidak, Tuan.

Tuan?

Jangan panggil aku "tuan". Kita seumuran.

Sungguh? Apa kau juga 18 tahun?

Delapan belas tahun?

- Aku perlu ke kamar mandi. - Baiklah.

- Kau baru 18 tahun? - Ya.

Di mana orang tuamu?

Mereka ada di rumah.

- Mereka mengizinkanmu ke sini? - Ya.

Orang tuaku masih tidak.

Lihat dia. Yang di bar.

Di sana. Dia tampak lumayan.

Tidak, kami takkan cocok. Dia mungkin tak suka wanita.

Dia baik-baik saja. Tak apa-apa.

Tidak. Radar homoseksku belum pernah gagal. Aku bisa merasakannya.

- Ingin bertaruh? - Oke, setuju.

- Pria di bar, oke? - Sungguh? Oke.

Baik.

Hai.

Aku?

-Hai. -Hai. Siapa namamu?

Siapa namamu?

- Aku Jake. Ini Tintin. - Tintin.

- Hai, aku Mark. - Apa kabar?

Ini Tintin. Ya.

Bersulang!

Segera kembali, ke kamar mandi.

- Kau mau ke mana? - Kenapa?

- Tetap di sini. - Ya.

Apa? Aku harus pergi.

- Kau baru dari kamar mandi. - Permisi. Aku harus pergi.

Hei, aku tak menyadari. Dia tak terlihat begitu.

Alasanmu ke kamar mandi lucu sekali.

Tentu saja. Aku butuh alasan untuk pergi.

- Entah harus bilang apa. - Tatapannya seram.

- Kau tipenya. Aku yakin itu. - Sayang sekali. Aku salah.

Kau tak memercayaiku, tetapi radar gay-ku tak pernah mengecewakanku.

Sayang sekali.

Tadi kau yang paling cantik di sana.

Lihat.

Mata yang cantik.

Dan senyumnya indah.

Lalu …

Kau benar-benar mesum.

Tahu apa? Perburuan pria ini ide yang buruk.

Kau tahu, saat berpacaran,

kau hanya perlu santai.

Kau tak perlu mengungkap semuanya. Hanya permukaan.

- Permukaan? - Ya, permukaan.

Pertama kali kau bertemu, harus lancar.

Kau harus karismatik,

tetapi tak perlu mengungkap semua soal dirimu.

Kau tak perlu katakan semuanya seperti kau ada di drama TV.

Kau harus bersikap santai soal itu. Santai saja.

- Seperti sedang bergembira. Tenang saja. - Sungguh?

Kau terlihat tampan.

Kau berlebihan. Tahu apa? Seperti aku di kampus lagi.

Kau memang ahli. Kau hebat.

- Apa maksudmu? - Tidak. Aku benar-benar merasa paham.

Kau tahu, begitulah Jeric dan aku mulai.

Melalui SMS.

Pura-pura keren. Seperti itu, sedikit misterius.

Itu membuat jantungku berdebar.

Itu nyaman bagiku, tak apa-apa, karena aku tak punya pacar.

Kadang dia mengajakku keluar saat larut malam,

tetapi aku tak masalah.

Aku mau pergi.

Lalu apa yang terjadi?

Aku bahagia.

Kami banyak tertawa bersama.

Kami banyak mengobrol.

Lalu, sekali waktu, dia memintaku ikut perjalanan spontan.

Dia memintaku ikut dengannya ke Tagaytay.

Kami minum sampai fajar.

Lalu aku sadar aku harus bekerja pagi-pagi.

Jadi, aku kerja sambil mabuk.

Tetapi tak masalah. Karena aku bahagia.

Lalu?

Itu dia.

Kau tak sadar kau sudah memberi banyak dari dirimu.

Tentu saja, hubungan kami tak berlabel

karena itu tren, bukan?

Aku selalu berkata pada diriku,

"Dia juga mencintaiku."

Tetapi lalu …

itulah kesalahanku.

Hanya aku yang ada dalam hubungan.

Aku sangat bodoh, ya?

Jangan berpikir begitu. Hentikan.

Dia yang rugi.

Benar.

Kita harus minum.

- Pelayan! - Hei. Sudah cukup. Tintin.

Ini sudah pagi hari.

- Sial. - Ada apa?

Aku ada pekerjaan pagi.

Aku harus bagaimana?

Aku tidak bisa mengemudi. Kau ada rencana?

- Tak banyak. Kenapa? - Kau mau ikut?

Ayo. Cepat.

Berlagak kau asistenku agar kau bisa di sini.

Baiklah.

Esang!

Wah, wah, wah.

- Hai, Jake. Senang berjumpa lagi. - Hai.

Benar. Entah kenapa, aku merindukanmu.

- Aku sangat merindukanmu. - Apa?

- Aku sangat merindukannya. - Kenapa?

Apa yang salah dari itu?

Bisa kau bereskan barangku?

Tukang perintah. Memang kau menggajiku?

Aku sedang melakukannya.

Tolong mendekat.

Baik, siapkan yang berikutnya.

- Susunan berikutnya. - Terima kasih.

Ikut denganku.

- Shai, apa kabar? - Tin, riasanmu tampak bagus.

- Aku ingin memperkenalkan Jake. - Hai.

- Hai. - Jake. Satu-satunya Shaira Luna.

- Senang bertemu denganmu. - Kerjamu cepat.

Omong-omong, Shai, kau tak butuh murid?

Sebenarnya ...

Di situ rupanya. Ini asistenku.

Dia bisa merias, tetapi dia juga pandai memotret.

Multitalenta.

Memotret?

Kirim portofoliomu agar kami bisa memeriksanya.

Baiklah. Akan kulakukan.

Kau yakin dia bagus?

Tentu saja. Aku hanya merekomendasikan yang terbaik.

Oke. Kita lihat. Aku percaya kata-katamu.

- Oke. Aku akan benahi riasan para model. - Oke.

Kalian berbincanglah.

Percayakan padaku.

- Terima kasih. - Tak masalah.

Terima kasih banyak.

Mengutip kata-kata Darna, "Apa yang baru saja terjadi?"

Apa maksudnya semua ini?

- Tolong jelaskan. - Apa ini?

- Kau membawa dia ke sini? - Aku hanya membantunya.

Dia butuh pekerjaan.

Kau pekerja sosial?

Kau yakin kau hanya membantu dia?

Kalian berlebihan. Bisa kita kerja saja?

Kembali ke sana.

- Ayo kerja saja. - Kerja.

Kantorku.

Aku di sini setiap hari.

- Kau suka bosan? - Terkadang.

- Dia melempar! - Kau pandai.

- Kau tidak lihat. - Aku lihat.

Jadi, kau tak punya waktu untuk renjanamu?

Apa maksudmu "renjanaku"?

Hal yang melengkapi dirimu.

Yang seharusnya memberimu tujuan hidup.

Dan hal yang terpenting adalah ...

yang membuatmu bahagia.

Aku senang saat bisa membuat orang lain lebih percaya diri dan lebih baik.

Itu hal luar biasa.

Kau tahu kata orang.

Jika kau mengerjakan hal yang kaucintai,

maka kau tak pernah bekerja seumur hidupmu.

Apa itu?

Itu kayu yang kau selamatkan dari rayap, bukan?

Kau memulihkannya?

Tampak bagus.

- Tanda tangan di sini. - Baiklah.

Kau tahu, kau cantik.

- Kita harus memperbaiki alismu. - Sungguh?

- Ayo kita perbaiki. - Tentu!

- Tentu. - Apa?

- Ayo perbaiki alismu. - Kau cantik sekali!

- Kau buat sendiri? - Aku yang buat.

Tunggu.

Rapikan alisnya nanti, ya?

Kau ikutlah denganku. Ayo.

Ini dia.

Tak apa.

Ada rayap juga di rumah kami.

Ini mudah.

- Oke. Ini terlalu mudah! - Ayo kita mulai!

Kau akan mulai dari sini. Ini tempatmu.

Di sini?

- Kau siap? - Benar. Kau bisa.

Apa-apaan? Ketiakku sekarang basah.

Basah sekali.

Itu karena aku takut.

Lihat, ketiakku basah sekarang. Kau jorok!

Kau jorok sekali!

Kau ini!

Ciumlah. Aku tahu menurutmu ini bau.

Sudah kuduga.

Kau bergembira?

Sudah kubilang kantormu terlalu membosankan.

Aku gembira di sini.

- Sungguh? Kau bergembira? - Ya.

- Ya. - Itu bagus.

Tin, terima kasih sudah mengizinkanku datang ke pemotretan.

Dan sudah memperkenalkanku kepada fotografer.

Itu sangat murah hati, dan aku bersyukur.

Itu bukan apa-apa.

Tak apa-apa.

Hari masih panjang.

Ayo minum. Ayolah.

Usaha pertama kita gagal.

Jadi, kita harus punya bagian kedua.

Kini kita sungguh harus menggaet seseorang.

Apa?

Bayangkan.

Tempat yang akan kita kunjungi ...

akan ada banyak wanita.

Setuju. Ayo.

Tidak, tidak apa-apa.

- Sungguh? - Benar.

Ya ...

Hei, mau pergi dari tempat ini?

- Baiklah. - Ayo.

Aku sangat suka New York dan pantai Venice.

- Di sini asyik sekali. Seperti ... - Ya.

Tidak seasyik kelab-kelab lainnya,

tetapi lumayan sepadan dengan harganya.

Maaf. Aku hanya agak lelah.

Pekerjaanku menumpuk.

Syukurlah aku bertemu denganmu.

Kau menghilangkan stresku.

Kurasa kau kelelahan.

Kau butuh tidur.

Apa kau percaya, tadi aku terjebak macet selama dua jam?

Aku terdiam bersama supirku, aku merasa sangat bosan ...

padahal aku hanya ke bar, kan? Macet sekali, aku tidak ingin membahasnya.

Aku bahkan tidak sanggup membahasnya. Macetnya sangat buruk. Konyol sekali.

AKU TIDAK INGIN MEMBAHASNYA! AKU BAHKAN TIDAK SANGGUP MEMBAHASNYA!

APA?

Apa kau tahu? Aku lapar.

Benarkah? Ayo pesan.

- Tidak perlu. - Menu?

Ayo makan di tempat lain.

Aku sedang ingin makan babi renyah.

- Mau? - Tentu.

Kau tahu tempat yang membuat babi renyah terenak?

- Di mana? - Di "motmot".

Motmot?

Motel.

Babi renyah?

Aku hampir lupa. Aku tidak makan babi.

Aku vegan.

Babi renyah cocok dengan nasi. Sayang sekali aku sedang diet.

Aku ingin memiliki tubuh seksi.

Ya, sahabatku mengatakan terlalu ceriwis.

Tetapi sahabatku asyik. Dia sangat baik.

Namun, kekasihnya, dia agak ... Tidak terlalu ...

Dia lumayan, tetapi banyak drama ...

TOLONG!

aku sangat mengindarinya, maksudku, harusnya kau bersama ...

APA YANG TERJADI?

Kau mau dipijat?

Mereka bilang pijatanku menakjubkan.

Aku serius.

LAKI-LAKI INI SANGAT MENYEBALKAN.

MESUM SEKALI! AKU AKAN MENELEPONMU.

Sahabatku menempel terus dengan kekasihnya.

Dia mengaku melihat kekasihnya ada di mana-mana.

Seperti, astaga, kawan! Setidaknya ...

- Permisi sebentar. Kakakku menelepon. - Baiklah.

- Tidak masalah. - Permisi sebentar.

- Halo? - Ya, Sang? Ada apa?

Apa?

Apa?

Kau kecelakaan?

Di mana?

Apa?

Serius?

Astaga!

Sang, kau di mana? Aku akan langsung ke sana.

Aku akan ke sana. Aku segera berangkat.

Baiklah. Sampai jumpa.

Apa semua baik-baik saja?

Darurat. Pacar kakakku melahirkan.

Ini temanku!

Dia kecelakaan.

Apa yang terjadi?

Seekor kucing tiba-tiba menyeberang jalan. Dia berusaha menghindar.

Jadi ... dia menabrak pohon.

Ini rahasia.

Oh, baiklah. Ya, tentu saja.

- Nikmati minumanmu, ya? - Baik, terima kasih.

Butuh tumpangan?

Tidak perlu.

Aku tidak apa-apa.

Tetaplah di sini.

Nikmati babi renyahmu, oke?

Astaga! Dia sangat mesum!

Dia bahkan menggunakan rayuan babi renyah

untuk mengajakku ke motel.

Rayuan yang bagus. Aku suka itu.

Kalau kau?

Rayuan apa yang kau pakai jika ingin mengajak seorang gadis ke motel?

Hei! Itu pertanyaan yang sangat personal, Nona.

Tetapi sejujurnya,

aku juga pakai rayuan babi renyah itu.

Sapi goreng juga.

Pijat.

Dan bahkan ini:

"Kau mau pencuci mulut?"

- Menjijikkan. - Aku serius.

- Para gadis menyukainya. - Pencuci mulut?

Baiklah. Apa yang kau lakukan selanjutnya?

- Apa? - Setelah berhubungan seks.

Aku langsung menjauh.

Kau harus melakukannya, karena itu cinta semalam.

Kau tidak mengirim pesan? Atau bersalaman?

Tidak mungkin.

Jika kau melakukannya setelah seks, kau bisa mengirim sinyal yang keliru.

Misalnya, jika kau mulai memeluknya,

dia mungkin berpikir bahwa itu lebih dari cinta semalam semata,

Atau, jika dia yang memelukmu,

dia mungkin punya perasaan padamu.

Begitulah pikiran pria.

Hei!

Siapa yang menciptakan Hari Kasih Sayang?

Akan kubunuh mereka.

Omong-omong, aku baru sadar,

Jeric dan aku tidak pernah berkencan dengan layak.

Semuanya terjadi secara terburu-buru.

Itu pertanda, 'kan?

Dari?

Itu sebuah pertanda.

Aku sangat bodoh.

Apa kencan yang sempurna bagimu?

- Ini mungkin terdengar kuno. - Tidak apa-apa.

Kami, para wanita, ingin sesuatu ...

yang dipikirkan dengan baik.

Sesuatu yang sudah terencana.

Reservasi restoran.

Dia akan menunggu di luar rumahku

sambil membawa bunga.

Saat tiba di restoran,

dia akan berpakaian rapi, tampak sangat tampan.

Sesederhana itu.

Itu kencan yang sempurna bagi kami.

- Bagaimana denganmu? - Sama sederhananya.

Tempat tidak terlalu penting.

Bisa di mana saja ...

dengan gadis yang tepat.

Di mana saja. Di dalam mobil, di jalanan.

Yang penting aku bersama dengan gadis yang tepat.

Kau ternyata romantis.

- Kubilang, kau romantis! - Apa?

Kau sungguh romantis.

Tentu saja.

Bagaimana sekarang?

Kau mau pencuci mulut?

Ah, sial!

Tanganku cukup mahir.

Aku tidak ingin membahasnya.

- Astaga! - Aku tidak ...

Aku tidak ingin membahasnya.

Bicaraku seperti ini karena kawat gigi.

Aku ada fobia cara bicara seperti itu. Hentikan.

Benarkah?

AKU BARU SAMPAI DI RUMAH.

Terima kasih, Bu.

Kak?

Aku akan merindukanmu.

Oh, hentikan.

Pergilah.

Tin, aku sangat menyesal.

Aku tidak bisa menahan diriku.

Memikirkan pernikahan saja membuatku gila.

Apa maksudmu?

Tidak apa-apa.

Aku datang penuh persiapan. Kubawakan maskara tahan air.

Siapa yang tidak akan menangis, 'kan?

Aku merasa sangat beruntung.

Aku menemukan seseorang

yang akan mengatakan pada dunia dan Tuhan,

bahwa dia mencintaiku.

Hei! Aku minta maaf, Tin.

Aku tahu hari ini Hari Kasih Sayang.

Kau ada kencan?

Oh, tidak.

Aku tidak punya teman kencan. Mungkin tahun depan, 'kan?

Tidak apa-apa. Setelah ini, pergilah.

Siapa tahu? Mungkin kau menemukannya hari ini.

Baiklah.

Tetapi aku akan tetap di sini. Aku baik-baik saja.

Kau butuh maskara pembuka mata yang tahan air.

Hari Kasih Sayang segera datang.

Akan banyak orang lajang yang menangis.

Aku yakin.

Jangan sampai kau menangis.

Kau pasti bisa.

Kau pasti bisa!

Ini hanyalah Hari Kasih Sayang.

Dia tidak akan membunuhmu.

- Bagus! - Terima kasih.

- Selamat, Kawan. - Terima kasih.

Terima kasih banyak. Terima kasih.

Hai! Terima kasih sudah datang.

Hei, nikmati makanannya. Oke?

Tin! Tidak apa-apa! Pergilah!

Semua baik-baik saja. Pergilah!

Semoga beruntung.

Terima kasih.

- Hai! - Terima kasih.

- Hai! - Selamat!

Bagus. Kau berikutnya.

- Halo, Jake? - Tin?

Apa kau sudah ada kencan?

Hah?

Kenapa?

Bisakah kau kencan denganku?

Aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya ...

kencan di Hari Kasih Sayang.

Walaupun hanya kencan palsu.

Uh, Telay? Ada perubahan rencana.

Batalkan seluruh jadwalku hari ini.

Bagaimana dengan rapat departemen pukul 17.00 nanti?

- Pasti nanti di Ortigas ... - Batalkan seluruhnya, oke?

Hari ini Hari Kasih Sayang.

Carilah teman kencan.

- Selamat datang. - Hai.

Aku bersama Tn. Jake del Mundo.

Mohon ditunggu, Nyonya.

Nona, tidak apa-apa jika tidak ada reservasi.

Aku akan tunggu di sini saja.

Ah! Nn. Christina Paraiso, Tn. del Mundo sudah menunggu anda.

Tolong antarkan dia.

Selamat menikmati, Nyonya.

Luar biasa.

Untukmu.

Itu kau. Kau Cinta-Cinta.

Duduklah.

Terima kasih.

Astaga! Antara nyata dan tidak nyata.

Kau mungkin menjebakku.

Ini hanya pura-pura, oke?

Itu hanya pura-pura.

Bagus.

Kupikir kau mungkin lapar, jadi aku sudah pesan makanan.

Apa aku benar?

Ini pesanan anda, Tuan.

Makanan.

Terima kasih.

Kau mau minta sendok dan garpu?

- Tidak perlu. Aku baik-baik saja. - Tidak apa-apa.

Aku akan ke kamar kecil.

Ikannya masih hidup.

- Jangan khawatir. - Dia menyelam.

- Pergilah. - Baiklah.

Begitulah caranya.

Aku menelepon Esang tadi, tetapi dia tidak mengangkatnya.

Mungkin dia menemukan teman kencan di menit terakhir.

Tetapi itu takkan bertahan lama.

Aku yakin mereka akan segera bubar.

Kau tahu ...

ada beberapa yang tetap bertahan.

- Nenek. - Terima kasih!

Bagaimana dengan kita?

Jika kita pasangan sungguhan,

bagaimana menurutmu?

Bisakah kita bertahan?

Kurasa tidak.

Mungkin kita bertahan hanya sebentar, lalu ...

kita berpisah.

Aku tidak suka berdebat denganmu.

Tetapi, kurasa tidak.

Kurasa jika kita pasangan sungguhan,

kita akan bertahan.

Karena jika ini sungguhan,

aku tidak akan membiarkanmu pergi.

Karena jika ini sungguhan,

aku akan membiarkanmu merasa dan aku akan mengatakan padamu,

"Christina,

Cinta-Cinta,

kau adalah yang paling jujur,

yang paling baik hati,

paling menakjubkan,

mesin makan paling menggemaskan yang pernah kujumpai dalam hidupku.

Dan aku terpesona ...

pada kemampuanmu untuk makan ...

dan untuk mencintai.

Pria paling beruntung di dunia ...

adalah aku, karena kau memilihku.

Kau tidak akan kesepian lagi ...

karena kau pantas dicintai.

Dan ...

aku ...

cinta ...

padamu."

Dan aku ...

cinta ...

aku lebih mencintaimu ...

Bercanda!

Tidak, maksudku, ini hanya pura-pura.

Itu hanya pura-pura.

Itu balasan dari ucapanmu, jika kita pasangan sungguhan.

Jika.

Malam baru saja dimulai,

aku masih punya kejutan.

Rumahmu besar.

Ini rumah ayahku.

Kami tinggal di sini, bersama kakakku.

Masuklah.

Apa ini? Mungkin juga ada rayap di sini.

Tidak.

Kejutan!

- Bagaimana menurutmu? - Ini bagus!

Kau akhirnya serius soal ini.

Kau bilang aku harus mengejar ambisiku, jadi ...

- ini dia. - Kerja bagus.

Aku akan siap-siap.

Pegang ini.

- Kenapa? - Tetap di sana.

- Apa? - Jangan bergerak.

- Tetap di sana. - Kenapa?

- Kau akan memotret, ya? - Aku akan memotretmu.

Silakan.

- Bagaimana dengan pose ini? Aku bisa. - Silakan.

Seperti model bintang sejati.

Pose Sakit Perut.

- Begini? - Sempurna.

Bagaimana dengan ini?

Pose Sakit Kepala.

Pose Sakit Jiwa.

Pose Sakit Leher.

Baiklah, mari kita serius sekarang.

Bagaimana?

Sederhana. Aku ingin melihat kejujuran.

Kebenaran. Aku ingin bisa melihatnya di matamu.

Begitu banyak permintaan.

Baiklah.

- Baiklah, sudah siap? - Ya.

Biar kulihat. Bagaimana?

Cantik, 'kan?

Kau cantik di sini.

Sudah kubilang. Ayo memotret lebih banyak.

- Kau siap? - Ya.

Bagus.

Bisa kau berbalik?

- Untuk menunjukkan punggungku? - Ya, berbaliklah.

Baiklah.

- Seperti ini? - Kau punya tato yang bagus.

- Kau mau memotretnya? - Ya. Apakah boleh?

Jake, tolong bantu turunkan ritsletingnya.

Kau mau aku bagaimana?

Tunggu.

Tetap di sana.

Duduklah. Lalu ...

Seperti ini?

Oke. Sempurna. Ya.

Kau mau aku bagaimana?

Beri aku pose terseksi.

Apa yang akan kuajari padamu hari ini adalah PSS,

atau Pancaran Setelah Seks.

Pagi setelahnya, jangan biarkan dia bangun sebelum kau.

Bangunlah lebih dahulu, Nak.

Cucilah wajahmu.

Sesederhana ini.

"Selamat pagi, sayang.

Oh, tidak. Ini penampilanku setiap pagi.

Aku bangun tidur seperti ini.

- Selamat pagi. - Selamat pagi.

Maaf. Aku terlambat.

Apa kau sudah siap?

Mau kuantarkan pulang?

Terkadang, kau butuh ini.

Pensil mata warna putih.

Kau harus ...

membuka matamu.

Karena terkadang kau berpikir semuanya sudah jelas antara kalian berdua.

Tetapi tidak.

Tidak!

Tidak, aku baik-baik saja.

Aku akan naik taksi saja.

Tin?

Kau menikmatinya?

Aku akan ganti pakaian.

Aku sangat bodoh.

Oh! Itu dia!

A. Kau dan Jake melakukannya.

B. Kau dan Jake melakukannya.

C. Kau dan Jake melakukannya.

D. Semuanya benar.

Luar biasa! Itu terlihat di wajahmu.

PSS! "Pancaran Setelah Seks."

Bagaimana kau tahu?

Kau peramal?

Hei!

Semua terlihat di wajahmu. Bagaimana aku bisa tidak tahu?

Kalian bersama hampir setiap hari.

Tentu itu mengarah ke sana, 'kan?

Itu tidak disengaja.

Sejak kapan seks tidak disengaja? Celana dalammu turun sendiri?

Diam.

"Kau menikmatinya?"

Apa-apaan itu?

Bodohnya.

Aku sangat bodoh.

Jadi, kau ingin bilang apa?

Aku juga tidak tahu.

Tiba-tiba aku tidak tahu harus bilang apa.

Bos,

Kau sudah tahu ini, 'kan?

Para gadis menunggumu untuk mengatakan sesuatu.

Tetapi, Telay, aku memeluknya!

Aku memeluknya!

Apa itu kurang jelas?

Tetapi, apa kau tahu?

Dia memelukku sesudahnya. Apa maksudnya?

- Dia memelukmu? - Ya.

Jadi apa rencanamu?

Tidak ada rencana.

- Tidak ada? - Tidak ada.

Dia juga tidak ada rencana.

Kami akan tetap seperti ini. Normal. Kami akan melanjutkan pertemanan.

Christina.

Kau pernah terperangkap dalam hubungan yang samar sebelumnya.

Jika kau serius dengannya, sebaiknya kau MH.

MH?

Menetapkan Hubungan.

Tidak ada MH, tidak boleh masuk.

MH?

Jadi, kenapa kau sudah berhubungan seks?

Kau mencintainya?

Cinta? Secepat itu? Ada apa denganmu?

Itu pilihan kata yang kuat, Esang.

Aku menyukainya.

Tidak bisakah aku ...

menyukainya untuk sekarang?

Kau bisa.

Selama itu terlihat jelas.

RUANG GANTI 1

Harapanmu terbit. Berondong jagung. Sirup "batuk" pelancar dahak.

Hentikan.

Jadi, perjelas antara kalian.

Lakukanlah!

Aku bukan Tintin tua lagi.

Aku cantik dan percaya diri dengan hati yang lebih bijak sekarang.

AYO BERTEMU?

Dia mulai lagi.

Dia adalah Tintin.

Tintin bilang dia tidak akan terjebak.

Tetapi setiap kali dia menerima pesan dari Jake

matanya berkilauan,

dan hormonnya menjadi liar.

Tintin itu pembohong. Jangan dijadikan contoh.

- Jangan berbuat konyol. - Aku? Katakan itu pada dirimu sendiri.

- Dios Mamajes. - Apa kau mengutuk kita?

Kau dari pemotretan?

- Apa? - Pemotretan?

Ya.

Bagaimana denganmu? Kau habis bekerja?

Apakah tidak masalah hanya ada berondong jagung?

Kau mau yang lain?

Kita bisa pesan makanan.

Apa pun.

Kau lapar?

Kau pasti lapar.

Tidak. Kau bisa pesan jika kau lapar. Aku tidak. Kau lapar?

Kau serius? Aku tidak terbiasa begitu.

- Kubilang, aku tidak lapar. - Baiklah.

Katakan saja jika ingin sesuatu.

Aku tidak masalah.

Baiklah.

Tin?

- Tin. Tintin. - Ya?

Tentang malam yang lalu,

itu sungguh sesuatu.

Sesuatu?

Sesuatu yang baik?

Buruk?

Bukan apa-apa?

Itu sesuatu yang ...

sangat baik.

Ya?

Jadi ...

Kita baik-baik saja?

Ya.

Jadi...

Ini tidak apa-apa?

Ya.

Kalau ini?

Tidak apa-apa?

Ya.

Ini?

Tidak apa-apa?

Ya.

Kupikir aku bukan tipemu.

Kau mengatakan hal yang sama persis.

Aku tidak mengatakannya.

Kau mengatakannya.

Aku tidak ngat.

TRACY: JAKE, TOLONG, AYO BERTEMU. KITA HARUS BICARA.

Pekerjaan?

Bukan.

Tidak penting.

Aku membuat kesalahan.

Duduklah.

Lihat? Bagus aku menolak tugas luar kota.

Setidaknya kita bisa bertemu.

Jadi, bagaimana kabarmu? Ada kabar baru?

Tidak banyak.

Sama seperti dahulu.

Jadi.

Ayo pesan.

Hei, kau tidak apa-apa?

Apa?

- Kau tidak apa-apa? - Tentu saja.

Kau mau sesuatu?

Ayo, kita pesan.

Ada apa?

- Apa? - Sungguh?

- Bukan apa-apa. - Ada apa? Katakan.

- Ada apa? - Sungguh bukan apa-apa.

Baiklah, terserah.

Tracy mengirim pesan.

Dia ingin kami bertemu.

Mantan kekasihmu?

Kau siap untuk memesan?

Ayo pesan.

Apa yang dia mau darimu?

Kami hanya bicara.

Jadi kalian sudah bertemu.

Jadi, kau sungguh pergi menemuinya.

Aku sangat merindukanmu.

Aku sangat keliru.

Aku yakin kau sangat menyukainya.

Bisa saya ambil pesanan anda?

Beri aku segelas tonik gin, dan juga ...

Bistik Tagalog, nasi bagoong, dan pasta truffle.

Kapan kalian bertemu?

Semalam.

Bagaimana kabarnya?

Dia bertunangan.

Enam bulan lagi dia akan menikah.

Luar biasa, 'kan?

Terlalu cepat.

Dia punya pemikiran lain.

Dan aku, aku punya pemikiran gila sekarang!

Bagaimana denganmu?

Apa yang kau rasakan?

Tidak banyak.

Tentu, aku merasa bersalah padanya.

Aku tahu dia sedang kesulitan.

Aku mengantarnya ke mobilnya,

Lalu dia ...

menciumku.

Apa?

Tetapi aku tidak balas menciumnya.

Apa yang kau ingin aku pikirkan? Bahwa kalian baru bermain?

- Jake! - Ya ampun, aku merindukanmu.

Jadi, kau tidak balas menciumnya.

Ya, benar, aku tidak menciumnya.

Berengsek!

Tracy.

Aku mencintaimu.

Aku kembali, Jake! Kembali selamanya!

Pembohong.

Kau lucu saat kau cemburu.

Aku tidak cemburu!

Kenapa harus cemburu? Kita berpacaran?

Jika kau sungguh pacarku, aku pasti cemburu.

Akan kupukul wajahmu dengan piring.

Aku akan sangat kejam.

Akan kuhancurkan ponsel pacarku.

Tetapi kita tidak benar-benar berpacaran.

Untuk apa aku cemburu?

Apa maksudmu?

Kita tidak ada apa-apa, 'kan?

Kita teman. Kita bukan pasangan.

Kita bukan pasangan.

Aku tidak cemburu.

Kita baik-baik saja.

Ini ...

adalah tatapan galakku.

Jangan jadikan dirimu korban.

Tuhan jadi saksiku

Kau tidak berkuasa setiap hari.

Aku akan membayar ...

semua kesengsaraan ...

dan rasa sakit ini.

Kau akan merasakan balas dendam ...

dari wanita …

yang telah diberi harapan palsu!

Jadi, dia bertemu dengan mantan pacarnya.

Kau cemburu?

Kau terluka?

Kenapa kau pilu saat kau tidak resmi berpacaran?

Kau bodoh sekali.

Apa yang kubilang? Apa yang kubilang akan terjadi?

"Kau akan jatuh cinta kepadanya. Kau akan punya harapan.

Kau akan terluka."

Sampah itu punya tempat lebih baik darimu. Bagaimana dengan hatimu?

Hentikan. Setidaknya pria itu berkata jujur.

Kau percaya itu?

Semua pria sama saja.

Begitu mereka dapat yang mereka mau, mereka menghilang.

Dan aku tahu yang seperti Jake.

- Pria seperti Jake ... - hentikan, ya?

Sekali pemain wanita, selamanya pemain wanita.

Dia jujur dia bertemu gadis itu dan tidak ada yang terjadi selain ciumannya.

Kau beri harapan palsu. Lihat dia.

- Jangan menanamkan ide di kepalanya. - Dia sangat hancur.

Ini bisa dilihat secara positif.

Hatinya patah. Yang bisa dia lakukan adalah menerimanya.

Bahkan jika dia berkata jujur ...

aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Benar, 'kan?

Aku bukan apa-apa jika dibandingkan dengan mantan pacarnya.

Mereka berbagi sejarah.

Dia beri lima tahun hidupnya untuknya.

Aku yang kalah di sini, dari awal.

Ingat kata-kataku.

Ini terakhir kalinya aku menangis karena dia.

Ini terakhir kalinya aku menangisi pria.

Aku tidak tahan lagi.

Ayah.

Apa ini?

Ayah, aku mengundurkan diri.

Untuk apa?

Aku minta maaf.

Aku menghormati yang kau dan kakak lakukan, tetapi ...

Aku ingin melakukan sesuatu

yang membuatku senang.

Aku ingin mengejar ambisiku.

Dan itu adalah?

Fotografi.

Jake! Apa kau serius?

Bukankah itu sekadar hobi?

Itu mungkin tidak praktis. Maksudku,

Tidakkah kau terlalu tua untuk pindah pekerjaan?

Ayah.

Itu dia alasannya. Aku semakin tua.

Aku tidak mau menyesal tidak sempat mengikuti ambisiku.

Kau yakin soal ini?

Sangat yakin.

SELAMAT PAGI, TIN!

AKU INGIN MEMBERITAHU SESUATU PADAMU.

FRED, MOBILMU TERLIHAT BAGUS HARGANYA BERAPA?

MAAF, SALAH KIRIM.

Kami akan pergi.

Aku ikut.

Kawan, lain kali perkenalkan Tintin pada kami.

- Aku setuju. - Benar.

Ayo. Istriku sudah mencariku.

- Kita main lagi minggu depan, ya? - Tentu saja!

Jake! Ada apa?

Tolong bereskan.

Kak?

Bisa beri aku sedikit tunjangan? Aku ada kencan dengan Celine.

Apa?

Ada kencan dengan Celine. Boleh aku minta uang tambahan?

- Boleh? - Baiklah. Nanti, oke?

Oh, Tin. Apa kau sudah makan?

Aku baik-baik saja. Silakan.

Ada apa dengannya?

Hai.

Hai.

Telay. Aku tidak mengerti.

Apa aku berbuat salah?

Apa? Apa itu pertanyaan?

Tetapi aku tidak membalas ciumanTracy.

Intinya, kau masih menciumnya.

Dia mantan pacarmu.

Seharusnya kau tidak bertemu dengan mantan sejak awal.

Mereka mantanmu.

Bisa saja Tintin sedang berpikir macam-macam sekarang.

Apa yang harus kulakukan?

Aku tak ingin kehilangan Tintin.

Buktikan.

Tunjukkan.

Tunjukkan ketulusanmu.

Bagaimana?

Bos, kau sudah tahu semua ini. Kau tahu harus bagaimana.

Maaf, Jeric.

Selamat tinggal.

Sudah lama aku tidak dengar kabarmu.

Aku senang kau akhirnya setuju untuk bertemu.

Aku mampir di asramamu tadi malam.

Sungguh? Jam berapa?

Kira-kira pada saat ...

mantanmu menciummu.

Itu... itu Jeric, 'kan?

- Jake. - Tin, katakan saja sejujurnya.

Aku memberimu kesempatan untuk jujur.

Tunggu, apa?

Lihat siapa yang bicara.

Tetapi aku sudah jujur!

Jake.

Jangan coba membodohiku.

Aku tak percaya tak ada yang terjadi setelah ciuman itu.

Aku mungkin bodoh, tetapi jangan memanfaatkan hal itu.

Tin, aku sudah menceritakan semuanya.

Tak ada lagi yang kusembunyikan.

Itu masalahmu jika kau tak memercayaiku dan kau masih meragukanku.

Itu dia!

Kalian pandai sekali melakukan hal itu.

Kau memutar balik keadaan agar tampak seakan itu salah kami.

Jangan bahas orang lain!

Masalah ini antara kita berdua.

Bisa tidak kalian bertengkar di tempat lain?

Kami bukan pasangan. Dia bukan pacarku!

Akhirnya.

Terucap juga.

Kau benar. Maaf. Kita tidak sedang menjalin relasi.

Setidaknya itu darimu.

Jake!

Apa? Sudah selesai, 'kan? Kau sudah mengatakannya.

Apa alasanmu sekarang?

Baiklah. Katakan.

Jawab aku.

Kau suka padaku atau tidak?

Tini, ini saatnya.

Ini dia. Mari kita luruskan masalahnya.

Kau mau kita berpacaran atau tidak?

Karena aku ingin.

Aku sangat ingin.

- Bagaimana jika aku terluka lagi? - Tin, kau tak bisa mengerti?

Entah kita pacaran sungguhan atau tidak, saling menyakiti tak terelakkan.

Tetapi pertanyaannya,

apa kau cukup memercayaiku ...

bahwa aku akan berusaha tak menyakitimu?

Itulah.

Aku mengerti.

Tin, terima kasih untuk segalanya.

Semoga hidupmu lancar.

Jake ...

UNTUK SEMUA GADIS YANG PERNAH KUSAKITI

Hai.

Aku Jake del Mundo

Benar.

Aku tukang selingkuh.

Aku pembohong.

Aku hidung belang.

Seseorang ...

Ada seseorang datang ke dalam hidupku.

Dan dia mengubahku.

Dia memberiku kebahagiaan.

Dia memberiku harapan.

Dia ...

Dia membuatku percaya pada diriku.

Dan saat aku bersamanya,

itu sungguh waktu yang sangat hidup.

Tetapi ...

dia pergi.

Dan rasanya menyakitkan.

Sakit.

Tetapi ini karma.

Aku pantas menerimanya.

Ini salahku.

Aku harus menerimanya.

Maaf atas semua yang kulakukan.

Aku hanya berharap, kepada semua yang pernah kusakiti,

bahwa kalian bisa memberiku kesem ...

Tidak.

Kumohon izinkan aku mengupayakan kesempatan keduaku.

Aku minta maaf.

Aku minta maaf.

Aku bisa merasakan sakitnya di video.

Aku ini orang jahat.

Aku melukainya.

Aku sungguh mengerti, Tin.

Kau takut.

Pertama, kau sangat bahagia saat bersamanya.

Dia menyisihkan waktu untukmu.

Dia memberimu perhatian. Dia peduli padamu, Sayang.

Kau tahu, masalahmu sederhana.

Apa yang harus kulakukan?

Minta maaf.

- Apa itu cukup? - Tentu tidak.

Ajak dia pergi.

Pergi ke bioskop. Makan malam.

Bercumbu, lalu berhubungan seks.

Nn. Andre, kau bercanda.

Tetapi serius, menurutku Jake pria baik.

Jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Katakan saja padanya yang sebenarnya.

Pergi sana!

Hai, Gadis-gadis!

Terima kasih banyak atas semua komentarnya.

Kalian membuatku tenar.

Tetapi ada satu pesan yang menarik perhatianku.

Seseorang bertanya padaku,

"Tintin, bagaimana cara menghapus riasan?"

Cara menghilangkan riasanmu dengan benar.

Sabuni wajahmu,

pijat perlahan.

Gosokkan ke atas agar kulitmu tidak kendur.

Lalu, ambil tisu wajah.

Tisu wajah, ya?

Bukan tisu kamar mandi yang kau gunakan untuk menyeka bokong.

Setelah semuanya terangkat ...

yang tersisa adalah kau yang sebenarnya.

Kau.

Itu.

Benar?

Bak sebuah kanvas kosong.

Itu dia. Kau diberi kesempatan untuk memulai baru.

Untuk memulai lembaran baru.

Bukankah begitu?

Kesempatan untuk jujur pada dirimu sendiri.

Jika kau bertanya apa yang kuinginkan,

jawabannya untuk mencintai dan dicintai.

Jika kau suka seseorang, katakan saja.

Beri tahu dia.

Kenapa ragu lama sekali? Kenapa menunggu?

Jangan takut.

Kau tak pernah tahu, suatu hari,

kau akan sadar bahwa kau sudah kehilangan dia.

Bahwa mungkin ...

dia makan pares dengan orang lain sekarang.

Dia makan sushi dengan orang lain.

Dia memotret orang lain.

Dia menginginkan orang lain.

Oke. Siap?

Senyum.

Senyum lebih manis lagi.

Baiklah, Vicky. Maju sedikit.

- Di sana. Baiklah. - Seperti ini?

Sempurna.

Oke.

Hei, Jake.

Sekarang apa?

Seperti ini?

Bagaimana dengan Pose Sakit Kepala?

Jake! Ini bagus?

Baik...

Bisa tolong rias wajah mereka dan rapikan pakaiannya?

Pak, ini sudah bagus?

Menurutmu ini belum cukup?

Ini merah sekali!

Pak?

Cukup.

- Terima kasih. - Baik, Pak.

Renren, bawa lampunya lebih dekat.

Lebih dekat. Oke.

Maaf. Mundur!

Mundur lagi.

- Maaf. - Tak apa.

Bos! Ada apa?

Kau gugup?

Mau makan dahulu?

Kau lapar? Lakukan dengan benar.

- Tel... - Pikiranmu melayang-layang!

Kukira kau ingin menjadi fotografer?

Kau mau kembali lagi mengurus hama?

Aku tak mau ikut denganmu lagi. Menjijikkan sekali!

Boleh aku melihat jepretanmu?

Bos, hei. Bos.

Tidak apa-apa, Telay.

Tetap di sana bersama Renren. Tak apa. Sana.

Tak apa-apa. Tetap di sana.

Baik. Ayo mulai.

Oke, bagus. Bagus.

- Iya. Bgaus. - Ya?

Baiklah. Kita sudah selesai.

- Mari ke lokasi berikutnya. - Istirahat sejenak.

Renren, pergilah dahulu agar bisa mengatur.

Baiklah.

Bantu mereka berganti pakaian.

Telay, ambil lensaku di mobil.

- Baik. - Terima kasih.

Tolong rias ulang.

- Oke, Pak. - Terima kasih.

Terima kasih.

Jake?

Jake, aku minta maaf.

Maaf aku menyakitimu.

Aku tak tahu kau akan muncul di hidupku.

Seseorang yang membuatku merasa aku cantik.

Bahwa aku pantas dipedulikan.

Dan yang terpenting,

aku layak dicintai.

Aku merasa sangat istimewa saat bersamamu.

Seperti aku pakai rona wajah permanen.

Aku tahu aku sangat bodoh.

Aku bodoh sekali.

Aku pengecut.

Tetapi, Jake, aku tak mau menjadi bodoh lagi.

Aku tak mau jadi konyol lagi.

Aku ingin berhenti jadi pengecut.

Jake.

Aku sangat menyukaimu.

Aku mencintaimu.

Aku sangat mencintaimu.

Aku mencintaimu.

Tintin,

maaf, tetapi...

aku sudah tak bisa bersamamu lagi.

Apa?

Bercanda!

Senyum.

Jadi...?

Bagaimana?

Jadi, kini kau pacarku?

Kau pacarnya Jake del Mundo.

Aku pacar seseorang.

Benar. Kau adalah pacarku.

Sayangku,

aku...

cinta...

padamu.

Aku lebih cinta padamu.

Aku lebih mencintaimu.

Apa?

Aku lebih mencintaimu.

Apa?

Aku lebih mencintaimu.

Sayang-sayang, penata riasmu sepertinya kurang tepat.

Apa? Kenapa tidak?

Karena seharusnya aku yang merias.

Jadi, sekarang kau?

Ayo.

Pacar sekaligus penata rias.

Tentu.

- Aku cinta padamu, Sayang-sayang. - Aku juga mencintaimu.

Astaga.

Ini milikku sekarang.

Jangan, itu orang yang kusukai.

Kau tahu apa artinya?

Secara teknis, Jacob bukan mantan pacarku.

Oh, namanya Jeric.

Jeric. Maaf.

Ambil kuas konturnya.

Ambil saja. Sikat giginya juga.

Ambil semua sikat yang kau lihat di sana.

- Sekarang? - Tidak, besok.

Itu...

Itu! Yang "tanpa label".

Lalu mereka akan mengejarmu. Mereka lebih menyukaimu…

Apa yang kukatakan?

Kini kau bicara dengan orang lain.

Aku cantik dan percaya diri, dan memiliki hati.

Sebentar. Maaf.

- Aku tak tahu, mungkin denganmu. - Apa?

Mau kuantar pulang?

Tidak!

- Nona. - Seperti ini.

- Nona, kau di mana? - "Nona."

- Ya. Seperti itu. - Oke. Ayo lakukan yang sebaliknya.

Kau tak apa-apa?

Aku tak apa.

Aku tertidur. Astaga.

Pasti ada jilid II. Aku janji.

Akhirnya kita bersama.

Manis sekali.

Cut! Ayo lakukan lagi.

Ini akan meledak jika aku tambah lagi.

Tadi aku bilang apa?

Aku tak tahu!

Terjemahan subtitle oleh Maria Diena

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.