Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
❀ Oleh : Minhee_Subs ❀ ❀ Instagram : serial_asiagram ❀ ❀ Youtube Channel : Serial Asiagram ❀
❀ Sword Dynasty ❀ ❀ Episode 8 ❀
Pil obat Nangong Caishu ternyata sangat hebat.
Dalam waktu singkat membuatku
mencapai level atas tingkat dua.
Untuk mencapai kemenangan dalam ujian pemujaan pedang
bergantung pada banyaknya plakat.
Sisa satu hari lagi.
Hanya lolos saja,
maka tidak akan mendapatkan Giok Hijau untuk dia.
Jika sejak awal tahu begini,
sebelumnya seharusnya bertarung hingga tuntas denganmu.
He Zhaoxi bertemu dengan Sun Xing sebelumnya,
tetapi tidak bertarung,
mereka saling berbagi.
Jadi sekarang kamu adalah orang
yang memiliki plakat terbanyak.
Kepala Perguruan Di,
Ding Ning dapat bertahan hingga sekarang,
apakah membuatmu tidak senang?
Raut wajahmu janganlah begitu jelek.
Gua Baiyang dan Perguruan Pedang Qingteng sudah bersatu.
Dia juga adalah muridmu.
Gua Baiyang sudah tidak ada lagi akhirnya.
Semakin kamu ingin untuk mempertahankan pertikaian aliran ini,
semakin memberi tahu pada dunia bahwa
sebenarnya Gua Baiyang masih ada.
Kelapangan hati harus dibuka lebih lebar.
Jika sepotong langit di depan mata saja
tidak bisa ditampung,
lalu bagaimana mungkin menampung gunung ini?
Dan bagaimana mungkin memindahkan gunung-gunung yang jauh di sana?
Mengapa kamu mengatakan ini padaku?
Karena…
tidak peduli Gua Baiyang
atau Perguruan Pedang Qingteng,
semuanya termasuk dalam Dinasti Negara Heng.
Tidak peduli apa status kita,
kita semua adalah orang Heng.
Xue Wangxu,
aku sungguh tidak sebanding denganmu.
Jika kamu bisa berkata begini,
maka aku tidak akan banyak bicara lagi.
Kakak Seperguruan,
sudah tiba saat penentuan.
Baik!
Apa yang sedang dia lakukan?
Sepertinya dia ada maksud lain.
Tetapi dia sudah hampir bertemu dengan Sun Xing.
Sun Xing pasti tidak akan melepaskannya.
Kenapa akan bertemu dengan Kakak Seperguruan Kedua?
Apa maksud dari mereka berdua?
Duanmu,
kamu katakanlah lagi "kakak iparku tidak sanggup".
Masih tidak mau menyerah.
Kamu kira dengan aku asal bicara saja,
maka Ding Ning akan menang melawan Sun Xing?
Sungguh lucu.
Karena kamu sangat kekanak-kanakan,
maka aku akan memenuhi keinginanmu.
Jika Ding Ning ingin mengalahkan Sun Xing,
kecuali matahari terbit dari sebelah barat....
Terima kasih…
Terima kasih.
Kakak Seperguruan Sun Xing,
mari bertarung!
Di saat ini,
kamu ingin mengorbankan diri sendiri
menukar Nangong Caishu untuk masuk ke posisi tiga besar.
Bukan,
aku ingin mengalahkanmu.
Malam panjang telah berlalu,
matahari mulai bersinar.
Kamu jangan lagi bermimpi.
Sejak awal aku memasuki ujian masuk,
kamu selalu merasa bahwa aku sedang bermimpi.
Namun aku telah membuktikan diriku,
bahkan lebih cepat darimu.
Sejak saat itu,
kamu merasa aku tidak mungkin mengalahkan He Zhaoxi,
tetapi pada akhirnya aku yang menang.
Meskipun aku belum lama masuk ke Gua Baiyang,
tetapi Gua Baiyang telah memberiku banyak kejutan kepadaku.
Guru,
Paman Guru Li Daoji,
Kakak Tertua Jiang Li,
mereka adalah orang-orang yang penuh kasih.
Hanya kamu
yang sejak awal yang bertentangan denganku.
Tetapi aku dan kamu sama saja.
Aku sejak awal juga tidak suka padamu.
Dari tubuhmu selalu menebarkan sejenis
aura yang ingin menginjak kepala orang lain untuk bisa naik lebih tinggi.
Bahkan kakak dan adik seperguruanmu yang
menghormati dan mengagumimu
juga bisa menjadi
batu pijakan yang akan kamu pijak.
Aku tidak berharap orang sepertimu ini
tinggal di Gua Baiyang.
Nanti tunggulah saat aku mengalahkanmu,
kamu lebih baik segera menghilang dari depan mataku.
Jika tidak,
aku akan menggunakan cara lain menghadapimu.
Beraninya balik mengancamku.
Kelihatannya
aku sungguh telah meremehkanmu.
Kakak Seperguruan Sun Xing,
aku sudah selesai berbicara,
kamu jangan banyak omong kosong lagi.
Jika hari ini aku benar kalah di tanganmu,
maka kelak
juga tidak pantas untuk tinggal di Gua Baiyang lagi.
Apakah kamu benar bisa mengalahkan Sun Xing?
Ding Ning,
jika kamu menang,
maka aku akan mengemis minta ampun untukmu.
Kakak Seperguruan Jiang Li,
dalam peraturan tertulis,
jika bertemu maka harus bertarung.
Baiklah.
Maka untuk menghormati Nona,
di saat aku melakukan serangan,
mungkin akan membuatmu terluka.
Kakak Seperguruan adalah seorang pria sejati,
dengan mengerahkan seluruh kekuatan
juga sebagai salah satu penghormatan kepada lawan.
Baik!
Nona,
jika ada kekhawatiran,
maka katakanlah.
Dengan membawa masalah di dalam hati saat bertarung,
akan membuatmu sulit konsentrasi.
Aku hanya khawatir
jika aku bisa mengalahkanmu,
maka nanti lawan yang harus kuhadapi
kemungkinan besar adalah Sun Xing.
Aku tidak begitu yakin dapat mengalahkannya.
Jika aku tidak beruntung dan kalah,
dan membiarkan orang berhati kejam seperti dia menang,
rasanya sedikit disayangkan.
Adik Seperguruan Sun Xing dia….
Akulah yang terlalu banyak berpikir.
Aku….
Saat bertarung konsentrasi tidak boleh terpecah.
Mari kita mulai!
Baik!
Masih kurang sedikit.
Tidak tahu diri!
Masih saja kurang sedikit.
Bisa atau tidak menahan dua serangan pedangku yang sebelumnya,
sebenarnya tidaklah penting.
Yang terpenting adalah
kamu bisa atau tidak menahan serangan pedangku yang ketiga kali ini.
Jika tidak bisa menahan serangan pedangku yang ketiga kali,
maka lenganmu
kemungkinan besar akan cacat.
Jika kamu sudah berkata begini,
maka kemungkinan tanganmulah yang akan cacat.
Sun Xing, dasar kamu kurang ajar!
Kenapa....
Sungguh licik!
Ujian antara saudara seperguruan apa-apaan ini!
-Kakak Ipar! -Adik Seperguruan! -Adik Seperguruan!
Semangat!
Kakak Ipar, bertahanlah, Kakak Ipar!
Adik Seperguruan!
Kamulah yang ingin membuat tanganku cacat dahulu.
Kamulah yang meminta dihina.
Asap!
Asap sudah muncul,
ini berarti pemenang ketiga sudah diputuskan.
Aku di sini.
Adik Seperguruan.
Ding Ning,
kamu sudah menang.
Kamu sudah mengalahkan Adik Seperguruan Sun Xing.
Ini bagaimana mungkin?
Pokoknya ini adalah berita bagus.
Bukankah begitu?
Ayo kita jalan!
Baik!
Ujian Pemujaan Pedang kali ini,
peserta dengan plakat terbanyak
adalah pemenangnya.
Jiang Li.
Kepala Perguruan.
Tuan,
plakat yang kudapatkan hanya untuk lolos dari pertandingan,
tidak perlu perhitungakan aku.
Kamu sangat murah hati.
Hal seperti ini sangat langka.
Tetapi kamu harus ingat,
kelak menjalani hidup di dunia persilatan
tidak boleh begini.
Pikiran orang susah ditebak,
jangan semudah itu
memberikan kemurahan hatimu terhadap orang.
Betul yang di katakan Kepala Perguruan Di.
Jiang Li, cepatlah berterima kasih.
Baik!
Terima kasih atas ajaran Kepala Perguruan Di.
Jiang Li akan selalu mengingatnya di dalam hati.
Nangong Caishu!
8 keping.
Sangat bagus, Nangong Caishu.
Ding Ning!
3 keping.
Kamu telah mengalahkan Sun Xing,
tidak seharusnya hanya punya 3 keping.
Ding Ning.
13 keping.
Bagus!
Guru!
Bagus!
Bagus!
Pemenang Ujian Pemujaan Pedang kali ini adalah…
Ding Ning!
Bagus!
Kakak Ipar, Kakak Ipar sungguh hebat! Kakak Ipar!
Kakak Ipar!
Sangat bagus, saudaraku!
Memiliki murid sepertimu,
aku sangat puas.
Terima kasih, Kepala Perguruan Di!
Kamu melakukannya dengan baik.
Tidak menyia-nyiakan pedang ini.
Yang terpenting adalah
tidak menyia-nyiakan niat baik kalian.
Ujian Pemujaan Pedang tahun ini
berakhir sampai di sini.
Tahun depan kita semua kembali berkumpul.
Baik! Silakan!
Silakan!
Kakak Ipar!
Kamu sungguh hebat! Kakak Ipar!
Jangan memanggilku Kakak Ipar!
Aku…
Jangan buat keributan!
Apakah kamu akan pergi ke Perhelatan Pedang Minshan tahun depan?
Sepertinya akan pergi.
Jika begitu,
Aku juga akan berusaha untuk pergi ke
Perhelatan Pedang di Minshan tahun depan.
Jika begitu berarti…
Kakak,
jangan-jangan kamu ingin memenangkan dalam Perhelatan Pedang di Minshan
bersama dia.
Lalu belajar bersama dengannya di Aliran Pedang Minshan.
Lalu kalian akan…
Aku berharap kamu janganlah
berharap apa pun kepadaku.
Mengapa?
Mengenai apa alasannya,
kamu bisa bertanya pada Nangong Caishu.
Apa alasannya?
Nangong Caishu,
mengapa?
Nangong,
apakah kamu berlatih
bersama dengan kakak iparku
selama satu malam,
lalu kalian diam-diam memutuskan untuk menikah?
Dasar kekanak-kanakan.
Pada dasarnya ada masalah di dalam tubuhnya,
ada kelebihan energi Yang pada tubuhnya yang langka ditemui.
Jika tidak ada keberuntungan yang khusus,
di masa-masa kita hidup dalam kondisi yang paling sehat dan kuat,
organ-organ dalam tubuhnya justru sudah lemah.
Jadi,
meskipun aku sudah tahu tubuhnya bermasalah,
aku juga tidak akan mengubah keputusanku.
Apakah ada cara untuk menolongnya?
Aku sudah pernah mencari tahu.
Kerusakan tubuhnya akibat dari perkembangan lima unsur yang berlebihan,
biasanya memang tidak ada cara untuk diselamatkan.
Tetapi Aliran Pedang Minshan bukanlah aliran biasa.
Orang-orang di dalam aliran
pasti ada caranya.
Jika sungguh ingin membantunya,
maka harus berusaha banyak mendukungnya agar bisa menang
di Perhelatan Pedang Minshan.
Ini sungguh sangat sulit.
Dia sedang berusaha mempertahankan nyawanya,
kita harus berusaha sekuat tenaga.
Baik!
Di Perhelatan Pedang Minshan,
kita harus berusaha sekuat tenaga.
Permaisuri,
Ujian Pemujaan Pedang di Perguruan Pedang Qingteng kali ini,
pemenangnya adalah seorang anak muda bernama Ding Ning.
Ding Ning?
Nama ini tidak pernah terdengar sebelumnya.
Dia adalah seorang bocah dari Rumah Arak Wutong.
Beberapa hari yang lalu, melalui Li Daoji,
dia menjadi murid Aliran Gua Baiyang.
Namun yang membuat orang terkejut adalah
anak muda ini
tidak sampai setengah hari berhasil memasuki menembus kemampuan yang ajaib.
Dalam 10 hari memasuki tingkat dua.
Karena guru sudah memberiku sebilah pedang cacat ini,
bolehkah aku tahu cerita tentang pemilik pedang ini sebelumnya?
Mengapa kamu tiba-tiba teringat
untuk menanyakan cerita di balik pedang ini?
Saat aku sedang bertarung,
berkali-kali merasakan
ada sejenis penolakan terhadap orang asing dari pedang ini.
Sepertinya pedang ini berkeinginan
mengikuti pemikiran pemilik pedang sebelumnya.
Sepuluh tahun lalu,
di Dinasti Negara Heng
terdapat sebuah tempat latihan yang sangat terkenal,
namanya Arena Pedang Bashan.
Pemilik Pedang ini
sebelumnya adalah Yan Xinlan,
dulunya dia ada salah satu anggota Arena Pedang Bashan.
kemudian Arena Pedang Bashan terkena musibah besar.
Dia tidak ingin mengkhianati Arena Pedang Bashan,
sehingga dihukum penggal.
Sebelum meninggal,
dia mematahkan pedang sebagai tanda kesetiaannya.
Oleh karena itu,
kamu bisa merasakan energi penolakan
dari pedang ini.
Apakah juga berhubungan dengan orang yang
namanya tidak bisa disebut itu?
Kamu sudah tahu orang itu,
kamu seharusnya mengerti
ada banyak hal
yang tidak boleh diungkit.
Guru,
Sun Xing
pamit kepadaku untuk meninggalkan Gua Baiyang.
Aku telah menyetujuinya.
Semoga dia bisa memperbaiki kesalahan.
Ding Ning,
kamu hari ini akan beristirahat di Gua Baiyang
atau pulang ke rumahmu di Pemukiman Wutong?
Aku sudah beberapa hari tidak pulang,
rasanya bibi juga akan mengkhawatirkanku.
Jadi hari ini
lebih baik aku pulang ke Rumah Arak Wutong beristirahat.
Aku juga ingin memberi tahu kepada Guru
dan Paman Guru.
Sejak kecil aku tumbuh besar di gang,
juga sudah terbiasa dengan kehidupan seperti itu.
Suasana di Gua Baiyang
terlalu sepi,
aku sendiri juga tidak nyaman.
Aku berpikir di kemudian hari aku akan berlatih di luar.
Di saat kamu berlatih,
dengan kekuatanmu telah melebur
Pil Emas Huangting itu.
Sifat obat ini sangat keras,
aku takut akan melukai tubuhmu.
Lagipula
energi roh di luar
jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang ada di Gua Baiyang.
Kondisi saat itu berbeda,
sehingga aku mengeluarkan taktik buruk ini.
Latihanku sterusnya
akan lebih berhati-hati lagi.
Apalagi
bagaimana rencamamu untuk menggunakan Giok Hijau itu?
Aku berencana untuk meleburnya
malam ini,
agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Baiklah.
Giok Hijau memiliki kemampuan untuk naik tingkat.
Lagipula benda itu bisa membantu praktisi
agar dapat lebih mudah menerimanya benda takdir.
Jika kamu meleburnya di saat ini,
benda itu juga dapat membantumu membersihkan
pengaruh jahat dari Pil Emas Huangting di tubuhmu.
Kegunaannya sangat besar.
Baik, Guru!
Apakah di sini adalah toko arak Ding Ning?
Kamu adalah pemilik kedai?
Aku adalah bibi Ding Ning.
Dia hari ini tidak ada,
ada keperluan apa Nyonya mencarinya?
Kamu kelihatannya sangat muda.
Ding Ning menjadi pemenang pada Ujian Pemujaan Pedang.
Aku hanya ingin datang untuk melihatnya sebentar.
Dia sudah menang?
Informasi Nyonya sungguh cepat.
Aku akan menghidangkan teh untuk Nyonya.
Tidak perlu.
Hari ini Nyonya datang mencari Ding Ning
adalah untuk mengucapkan selamat padanya.
Aku bisa mewakili Anda untuk menyampaikan padanya.
Aku merasa Ding Ning pergi mengikuti Ujian Pemujaan Pedang,
ini berarti tujuannya
bukan hanya untuk tinggal di Qingteng Gua Baiyang.
Jika aku tidak salah menebak,
dia seharusnya ingin pergi ke Aliran Pedang Mingshan.
Aku kurang mengerti hal ini.
Sepengetahuanku,
Ding Ning memiliki kelebihan energi Yang, sulit dipulihkan.
Aku berharap dia dapat bergabung dengan aliranku.
Aku dapat mendukungnya.
Kalian adalah….
Kamu tidak perlu tahu kami siapa,
kamu hanya perlu tahu bahwa
Nyonya menghargai orang yang berbakat,
dan dapat membantu kalian.
Apa yang terjadi?
Tidak tahu.
Bibi!
Ding Ning! Ding Ning!
Ding Ning!
Ding Ning!
Ding Ning! Ding Ning!
Ding Ning!
Ini….
Ini adalah gejala kelebihan energi Yang, bukan?
Benar, Nyonya.
Ding Ning! Ding Ning! Ding Ning!
Di antara bagian dahi Ding Ning mengeluarkan sebuah energi yang kuat.
Jelas-jelas dia tidak bisa hidup sampai 30 tahun,
malah bersikeras ingin menjadi praktisi.
Bahkan ingin pergi ke Perhelatan Pedang Mingshan.
Ini adalah Dupa Aroma Salju.
Saat penyakitnya kambuh, bakarlah sepotong kecil,
agar dapat menekan energi panasnya.
Terima kasih banyak, Nyonya.
Kamu sudah sadar.
Nyonya yang tadi datang yang meninggalkannya,
dia bilang itu sangat bagus untuk tubuhmu.
Namanya Dupa Aroma Salju.
Aku sudah mengeceknya,
seharusnya tidak berbahaya.
Jika berbahaya,
maka saat aku pingsan tadi
adalah saat yang tepat untuk turun tangan.
Nyonya itu
seharusnya berasal dari istana.
Bagaimana kamu bisa tahu?
Ini adalah sapu tangan istana.
Dupa ini
juga bukanlah barang sembarangan.
Dia berkata dia tertarik dengan bakatmu,
dan ingin mendukungmu.
Dan juga berkata bahwa kamu adalah juara pertama
pada Ujian Pemujaan Pedang.
Meskipun kita tidak tahu maksud kedatangannya,
lebih baik tetap berhati-hati.
Oh ya.
Giok Hijau.
Terima kasih!
Terima kasih!
Aku juga punya sesuatu untukmu.
Apa?
Sebuah informasi.
Aku telah bertemu dengan Bai Shanshui.
Apakah kamu terluka?
Aku tidak apa-apa.
Dia berkata pasangan dari Pusaka Pedang Gushan
berada di tangan gurumu,
apakah sudah diberikan kepadamu?
Sebelum Song Shenshu mati, dia pernah berkata kepadaku.
Pusaka Pedang Gushan berada di tangan Lin Zhujiu.
Raja Heng mengurungnya selama 10 tahun tetapi belum membunuhnya.
Karena ingin mengorek beberapa informasi
langsung dari mulutnya.
Kelak jika kamu ingin mengetahui sesuatu,
boleh bertanya langsung padaku.
Pikiranmu sangat polos,
jika berjalan sendirian akan sangat bahaya.
Kamu pernah berkata,
pedang yang tidak cocok dengan diri sendiri,
maka tidak perlu dibawa.
Jika begitu, orang yang tidak cocok
juga tidak perlu tinggal di sini lagi.
Bayangan ilusi yang tidak dapat ditahan.
Sayap yang tidak berdaya untuk mengepak.
Dengan susah payah menggunakan kemewahan malah tidak dapat menggapainya.
Guru berpesan,
jika suatu hari terjadi masalah di Arena Pedang Bashan,
harus menyerahkan pedang ini
ke keluarga Gongsun.
Bagaikan sebuah mimpin indah yang sulit diselidiki.
Sekejap mata jatuh dan semuanya berubah tanpa memiliki apa pun.
Siapa kamu?
Aku adalah satu-satunya penerus Ilmu Ulat Sutra Sembilan Maut guru.
Kali ini dan dulu tidak sama,
kamu seharusnya mengerti
dengan adanya Giok Hijau ini,
Sembilan Pedang Raja Kegelapan-ku
sudah dapat dilatih menjadi pedang takdir yang sebenarnya.
Jadi kelak
mungkin tidak akan terlalu
Bergantung pada mu lagi.
Jika itu aku,
aku mungkin juga tidak akan memberikan Giok Hijau kepadamu.
Pedang takdirmu sangat kokoh.
Sejak hari ini tidak akan lagi tersesat.
Aku sejak awal memang tidak ingin bergantung padamu
untuk melakukan apa pun,
hanya demi kebaikanmu.
Bagaikan sebuah mimpin indah yang sulit diselidiki.
Sekejap mata jatuh dan semuanya berubah tanpa memiliki apa pun.
Aku mau berlatih di sini.
Malam ini kamu tidurlah sendirian.
Kebahagiaan berharga yang tidak pantas dimiliki.
Memposisikan diri sebagai bayangan yang berada di luar.
Aku sangat ingin menggenggammu.
Mendiamkan semua ketenangan.
Menjawab semua perhatian yang telah pudar.
Kamu cepatlah pergi!
Nanti jika ketahuan oleh Raja Heng,
kamu akan bahaya.
Mencari dimensi yang hilang.
Di mana keluargamu?
Aku tidak memiliki keluarga.
Melihatku tersiksa dalam kesepian.
Kalau begitu, mulai hari ini
kamu ikutlah denganku.
Mengapa aku tidak dapat melihatmu?
Tidak sempat mencegah apa pun dari jebakan yang telah kamu buat.
Di dalam angan-angan yang sepi ini,
aku melihatmu meninggalkan bekas luka.
Aku tidak pernah lagi melihatmu.
Pada akhirnya hanya tersisa perasaan mendalam yang tidak berarti.
Aku sudah ingin meninggalkan
hal yang tidak dapat diraih yang kamu tinggalkan.
Apakah di dunia ini ada tingkat kesembilan?
Apakah sebagai raja ingin hidup abadi?
Tentu saja aku ingin hidup abadi.
Lagipula ada beberapa hal
yang tidak bisa dilepas meskipun tidak rela.
Langit yang begitu tinggi,
hanya ada tingkat ketujuh.
Tingkat kedelapan juga hanya sebuah mitos.
Untuk apa membicarakan tingkat kesembilan?
Ilmu Ulat Sutra Sembilan Maut-mu itu
mungkin saja adalah jalan yang berharga untuk masuk ke tingkat sembilan.
Mungkin…
mungkin Ilmu Sutra Sembilan Maut
dapat membuka pintu menuju tingkat sembilan.
Jika benar hari itu akan tiba,
aku tidak akan menikmati sendirian.
Kita bertiga
akan bersama menikmati hidup abadi.
Pikiran Baginda Raja tidak stabil,
sepertinya ada masalah di dalam hati.
Hamba bersedia mengurangi beban Baginda Raja.
Orang-orang Arena Pedang Bashan yang menyerah pada saat itu,
sekarang
semuanya berada di tangan Permaisuri.
Seluruh negeri bukankah di bawah kuasa Raja?
Seluruh dunia adalah milik Raja.
Apalagi
hanya beberapa praktisi ini.
Aku sudah masuk sampai tingkat delapan,
malah sampai sekarang belum mendapatkan cara memasuki tingkat sembilan.
Aku ingat dia pernah berkata
Ilmu Sutra Sembilan Maut
adalah kunci untuk memasuki tingkat sembilan.
Saat itu kami bersama menembus tingkat tujuh.
Jika bukan karena kejadian tak terduga 10 tahun lalu,
mungkin
dia sudah berhasil berlatih mencapai tingkat sembilan.
Hal yang sudah lewat begitu lama,
hamba sudah lupa.
Sudah lupa
bukan berarti dia tidak ada.
Dari awal sampai sekarang dia masih saja berada di antara kita, bukan?
Sekarang Baginda Raja
sudah berhasil memasuki tingkat delapan dan menguasai dunia.
Tidak ada orang yang dapat menghalanginya.
Apa pikiran Baginda Raja
malah terganggu karena berita
dari Fengming?
Mengenai Ilmu Sutra Sembilan Maut
adalah kunci untuk memasuki tingkat sembilan.
Hal ini serahkan saja pada hamba.
❀ Oleh : Minhee_Subs ❀ ❀ Sword Dynasty ❀
❀ Instagram : serial_asiagram ❀ ❀ Youtube Channel : Serial Asiagram ❀
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.