Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
❀ Oleh : Minhee_Subs ❀ ❀ Instagram : serial_asiagram ❀ ❀ Youtube Channel : Serial Asiagram ❀
❀ Sword Dynasty ❀ ❀ Episode 7 ❀
Perguruan Baiyang dan Qingteng bergabung,
Ujian Pemujaan Pedang kali ini memiliki ritme melatih chi yang berbeda.
Ketua Xue telah mencapai tingkat ketujuh,
ini sungguh merupakan kebanggaan bagi kedua perguruan.
Kepala Perguruan Di, Anda terlalu sungkan
Aku sekarang hanyalah orang tua yang senggang
hanya melihat keramaian saja.
Bila ada yang dapat kami bantu,
jangan sungkan untuk mengatakannya.
Guru.
Ketua.
Ujian Pemujaan Pedang
adalah tradisi tahunan di Perguruan Pedang Qingteng,
ditambah lagi tahun ini juga dihadiri oleh anggota Gua Baiyang,
penghargaan yang akan didapatkan oleh pemenang adalah
sebongkah giok hijau.
Oleh karena itu, kalian semua harus berusaha sebaik mungkin.
Duanmu.
Guru.
Seorang praktisi tidak terlalu memperhatikan hal kecil,
tetapi harus mematuhi aturan.
Peserta ujian melewati Lembah Pemujaan Pedang
dalam batas waktu tiga hari.
Pada tengah hari setiap harinya,
dengan asap dari menara api sebagai kode,
peserta harus tiba di tempat yang ditentukan sebelum matahari terbenam.
Setiap peserta
akan diberikan sebuah plakat.
Sewaktu berada di lembah,
dua orang peserta tidak boleh berjalan bersama.
Bila saling bertemu,
maka perlu berduel, pemenang boleh mengambil plakat yang kalah.
Peserta yang kalah akan dieliminasi.
Ketika tersisa tiga orang, dengan asap menara api sebagai kode,
maka berakhirlah ujian.
Pemenang ujian ditentukan berdasarkan
jumlah plakat yang terkumpul.
Aturan main seperti ini sangat tidak menguntungkan bagimu.
Di antara orang-orang ini,
He Zhaoxi,
Jiang Li,
dan Sun Xing, pelatihan mereka
semua sudah di atas tingkat tiga menengah,
mereka yang paling berpeluang memenangkan ujian.
Aturan main seperti ini
memang lebih menguntungkan
peserta unggulan seperti mereka,
tetapi juga tidak dapat dikatakan tidak adil,
karena yang namanya ujian,
memang untuk memilih murid yang paling unggul.
Namun waktu latihanmu adalah yang tersingkat,
ujian yang diadakan dengan aturan seperti ini
akan mudah menghabiskan tenagamu.
Aku khawatir kamu akan tertinggal.
Tidak apa-apa,
ada aturan,
tentu akan ada cara menghadapinya pula.
Semuanya, ikutlah denganku.
Kakak Ipar, Kakak Ipar.
kamu harus bersemangat, kamu adalah yang terbaik.
Aku percaya padamu.
Semangat, Kakak Ipar! Semangat, Kakak Ipar!
Minggir.
Ding Ning,
berhati-hatilah.
Semangat, Kakak Ipar!
Masing-masing pilihlah sebatang akar dan turun ke lembah,
dengan selang waktu dua puluh detik antara peserta yang satu dengan yang lainnya.
Mengerti?
Mengerti!
Kamu harus berhati-hati,
jangan terburu-buru.
Kamu juga.
Bila tidak sanggup, maka lari saja.
Ujian dengan waktu sepanjang ini,
siapa yang tahu akan terjadi apa di akhir.
Kamu atau aku yang mulai lebih dulu?
Aku saja.
Semoga kamu dapat terus berada di depanku.
Semoga sesuai perkataanmu.
Mari.
Berhati-hatilah.
Aku duluan saja.
Ayo.
Kakak, Kakak.
Lihatlah, betapa gagahnya Kakak Ipar.
Ini tidak mungkin.
Biasanya praktisi yang telah berlatih keras selama setahun pun
belum bisa menguasai kitab pedang hingga tahap seperti ini.
Dia yang baru berlatih sesingkat ini,
bisa-bisanya menguasai Kitab Pedang Api Liar
hingga begitu terampil.
Ini tidaklah mungkin,
kecuali,
dia seperti orang-orang Aliran Pedang Minshan,
seorang jenius.
Seberapa lincahnya akar,
tidak akan dapat menandingi pedang di tangan praktisi.
Kita tunggu sebentar dulu,
lihat bagaimana dia menghadapi
praktisi yang sebenarnya nanti.
Tuan Duanmu,
perkataanmu sungguh tidak bermakna.
Setidaknya menurutku, melihat keadaan saat ini,
Kakak Iparku telah unggul dari
peserta-peserta lainnya.
Terkadang kita tidak boleh terlalu percaya diri,
nanti akan malu sendiri.
Ding Ning,
meskipun kamu adalah
murid yang paling berbakat di Gua Baiyang,
tetapi hari ini
aku akan membuatmu menjadi peserta pertama yang dieliminasi dari pertandingan.
Pedang yang bagus,
pedang apa ini?
Pedang ini namanya Pedang Api Gelap,
ditempa di tempat penempaan pedang rahasia di daerah Liuquan.
Kakak, mengapa Kakak Ipar malah lari?
Kakak Seperguruan.
Dia bahkan tidak berani menghadapi pedang di tangan praktisi.
Menurutku,
dia tidak sehebat
yang kalian bayangkan.
Kakak… kamu…
sekarang kamu masih sempat untuk menyesal.
Lihatlah, lihatlah.
Kakak Iparku sungguh hebat.
Lihatlah, lihatlah
Ini adalah Kakak Iparku.
Mengalahkan Pedang Api Gelap yang ditempa khusus dari penempaan pedang rahasia
dengan sebilah pedang yang cacat.
Ini hanyalah kebetulan semata.
Jika tadi tidak ada perangkap di tempat itu,
maka saat ini yang kalah
pastinya adalah Ding Ning.
Mengerti memanfaatkan semua yang ada di sekitarnya,
jugalah sebuah kemampuan.
Sayangnya,
pertarungan di antara sebagian besar praktisi
tidak bisa dimenangkan dengan cara seperti ini.
Dibandingkan dengan trik seperti ini,
aku lebih percaya pada kemampuan sebenarnya.
Aku kalah.
Terima kasih tidak mempersoalkan masa lalu.
Terima kasih.
Tapi Ding Ning menggunakan sebilah
pedang yang jelek.
Mengapa Gua Baiyang
bahkan tidak punya uang untuk membelikan sebilah pedang yang bagus untuknya?
Benar, benar.
Kalau tidak punya uang, boleh beri tahu aku,
biar Keluarga Xie yang akan membelikannya.
Terima kasih.
Meskipun penampilan Ding Ning tadi cukup mengesankan,
tetapi bagaimanapun pencapaiannya masih terbatas,
belum lagi tubuhnya
jelas-jelas masih kalah dibandingkan murid lainnya.
Ini baru permulaan.
Nyalakan kode api.
Ini….
Habislah, habislah.
Begitu asapnya mengepul,
waktu Kakak Ipar tidak akan cukup.
Kakak Ipar, ayo bersemangat!
Kakak Ipar, jangan tereliminasi pada saat seperti ini.
Sepertinya bahaya,
meskipun dia memiliki kemampuan yang membuatnya dapat menembus kewaskitaan dalam setengah hari,
tetapi dia salah arah.
Dalam waktu sesingkat ini,
dengan pencapaiannya saat ini,
takutnya tidak sempat sampai di tempat yang ditentukan.
Aku….
Aku ingin bertemu dengan Baili Suxue.
Anda adalah....
Saya Gongsun Qianxue.
Nona Gongsun, mohon tunggu sebentar.
Saya melapor dulu ke Ketua Aliran.
Telah merepotkanmu.
Nona Gongsun yang telah lama tidak tampak,
kembali muncul di Perguruan Minshan,
sungguh merupakan kehormatan bagi Baili Suxue.
Perkataan Ketua Aliran sungguh membuatku gembira.
Kedatanganku hari ini
memang ada satu permohonan.
Jika memang ada suatu permohonan,
maka Anda pulang sajalah.
Bila ini adalah demi diriku pribadi,
aku tidak akan menginjakkan kaki di Minshan.
Namun kedatanganku hari ini,
adalah demi Arena Pedang Bashan.
Demi "orang itu"…
demi murid Liang Jingmeng.
Aku tidak mempunyai dendam dengan Nona Gongsun,
tetapi masalah yang berkaitan dengan Liang Jingmeng,
harap jangan diungkit lagi.
Mengapa?
Bukankah kalian seharusnya adalah saudara?
Tapi memang lucu juga,
dia memang sifatnya tidak disukai orang,
tetapi dia telah meninggal selama sepuluh tahun,
dan kini penerusnya satu-satunya
telah membulatkan tekad,
sedang merencanakan sebuah misi
yang tidak mungkin dapat terwujud.
Dia berencana membunuh Raja Heng.
Sejak aku mengenalnya,
dan mengetahui rencananya,
hingga kini Dengan tubuhnya yang sedang dalam kondisi kelebihan energi Yang,
dia menjalani latihan di Gua Baiyang.
Dia tidak akan bisa hidup lebih dari tiga puluh tahun.
Bahkan latihannya itu
mungkin akan menghabisi nyawanya lebih cepat.
Dia jelas tahu bahwa ini adalah jalan yang tidak ada jalan mundur,
tapi dia tidak pernah menyerah.
Maksudmu
dia ingin masuk ke Perhelatan Pedang Minshan
melalui Gua Baiyang
untuk mendapatkan Ilmu Dewa Penyambung Langit?
Aku sungguh tidak tega
melihatnya menghabiskan kehidupannya seperti ini.
Mohon kepada Ketua Aliran,
demi tali persaudaraan dengan Liang Jingmeng,
untuk meminjamkan Kitab Ilmu Dewa Penyambung Langit kepadanya.
Aku tidak merasa bersaudara dengannya,
tetapi bila membahas tentang keahlian berpedang,
juga bakat dan pencapaian,
dia sudah dapat dikatakan sebagai guru legendaris.
Bertahun-tahun yang lalu,
aku sudah kecewa padanya.
Setelah dia meninggal,
aku menetapkan peraturan lagi,
bahwa murid dari Bashan
tidak boleh lagi menapakkan kaki di Perguruan Minshan.
Ye Zhen dan Yuan Wu sekalipun
tak dapat berbuat apa pun terhadapku.
Peraturan yang telah ditetapkan olehku, Baili Suxue
tidak boleh dilanggar oleh murid Minshan mana pun.
Ilmu Dewa Penyambung Langit hanya boleh dipelajari oleh
orang nomor satu di Perhelatan Pedang Minshan.
Nona Gongsun,
takutnya hari ini aku terpaksa mengecewakanmu.
Ayo semangat, Kakak Ipar.
Aku mengenalmu,
kamu adalah Sun Xing.
Pelatihan dirimu
telah mencapai tingkat tiga menengah atas.
Apakah kamu pikir
aku akan sabar menunggumu menghabiskan makanan ini?
Daripada kamu langsung menentukan menang kalah,
aku rasa masih ada pilihan yang lebih bagus.
Pilihan apa?
Aku tidak ingin membuang-buang waktu.
Semakin pendek waktu yang dihabiskan di lima tingkat pertama,
berarti akan ada lebih banyak waktu
di tingkat kelima yang digunakan untuk naik tingkat.
Di sini hanyalah sebuah tempat ujian,
aku tidak ingin menghabiskan terlalu banyak tenaga di sini.
Hal yang dapat diselesaikan dalam waktu satu dua hari,
buat apa menunggu sampai hari ketiga?
Dua ekor singa memburu kambing
lebih cepat daripada hanya seekor singa yang memburunya.
Oleh karena itu,
marilah kita berburu bersama.
Hanya saja tidak tahu berapa orang yang bisa tersisa
sebelum malam tiba.
Atau
kita berduel sekarang untuk menentukan siapa yang unggul?
Baik, aku akan menerima usulmu,
karena aku pun tidak memiliki kesabaran.
Lagipula
aku juga tidak suka
kita diperlakukan seperti pertunujukan monyet yang dipertontonkan.
Baik,
kalau begitu kita tetapkan tempat ini sebagai batasan.
Sepakat.
Apa yang sedang mereka lakukan?
Berpencar untuk berburu.
Meskipun Ding Ning belum bertemu dengan
lawan yang dapat mengalahkan dirinya,
tetapi seiring berjalannya waktu, tenaganya akan semakin terkuras,
bahkan bisa sampai
kalah dari lawan yang lebih lemah darinya.
Benar perkataanmu.
Namun Sun Xing terlalu sombong,
He Zhaoxi terlalu percaya diri.
Bagi mereka,
bertahan sampai akhir tidaklah sulit.
Yang sulit adalah memperebutkan juara,
karena lawan mereka bukanlah orang lain,
melainkan
diri mereka sendiri.
Kakak Tertua.
Adik Seperguruan.
Adik Seperguruan.
Kamu tahu,
Ujian Pemujaan Pedang adalah pertandingan yang adil,
saudara seperguruan pun harus bertanding secara adil.
Maka,
maafkan aku.
Kamu kalah.
Adik Seperguruan,
pertarungan antara kita berdua
hanyalah demi pertandingan,
bukanlah saling menghancurkan sesama saudara seperguruan.
Tentu aku mengerti ini hanya pertandingan saja.
Ambillah.
Oh ya,
tadi aku memetik sedikit buah obat di gunung,
Kamu ambil.
Terima kasih, Kakak Tertua.
Berhati lembut seperti wanita.
He Zhaoxi.
Sebenarnya aku tidak ingin bertemu denganmu.
Sekarang kalau memang sudah bertemu,
aku yakin kamu pasti mau bertarung.
Sejak dulu sebenarnya aku sudah ingin berduel denganmu,
untuk melihat
perbedaan antara kita berdua.
Kondisiku sedang baik,
ditambah lagi pelatihan diriku berada di atasmu,
maka
aku akan mengalah tiga jurus padamu.
Terserah,
ini hanyalah pemikiranmu.
Ikan perak membelah air.
Ikan pedang mengibaskan ekor.
Ikan lele mencari salju.
Tiga jurus sudah dikeluarkan, sekarang giliranku.
Jurus pedang ikan rahasia.
Ding Ning.
Untuk apa dia ke sana?
Benar, dia sebenarnya hanya perlu menghindar.
Di saat bersamaan bertemu dengan dua murid unggulanku
di Perguruan Pedang Qingteng,
kelihatannya dia memang sengaja mau kalah.
Ayo.
Pelan sedikit.
Ding Ning!
Untuk apa kamu kemari?
Aku datang mengambil keuntungan.
Kalian berdua sekarang yang satunya sudah menghabiskan energi sejati,
yang satunya lagi terluka parah,
bukankah ini saat yang paling tepat untuk mengambil keuntungan?
Jangan bergerak!
Nangong,
kalau kamu tidak menghentikan pendarahan sekarang,
takutnya akan menguntungkan bagi orang lain.
Kamu ingin membantunya?
Tidak ada peraturan yang melarang.
Aku senang dia mempunyai teman sepertimu.
Namun, kamu terlalu lemah.
Ding Ning, jangan pedulikan aku.
-Cepatlah lari. -Jangan ribut.
Urus dirimu sendiri dulu.
Belum saja bertarung,
bagaimana bisa tahu aku tidak bisa menang?
Terlebih lagi dengan kekuatan dan kecepatanku.
Ingin kabur pun tidak akan bisa.
Silakan.
Silakan.
Ding Ning.
Terimalah lagi satu jurus dariku.
Hebat sekali,
Kakak Ipar dengan meminum sebutir pil,
dia mengalahkan He Zhaoxi.
Hebat sekali. Hebat sekali.
Bagus.
Benar.
Semakin besar bakatnya,
semakin tidak boleh disia-siakan.
Khasiat obat ini begitu kuat,
takutnya akan membawa
akibat yang merugikan baginya.
Ding Ning.
Metode Pedang Obat.
Obat ini
diberikan Nangong Caishu kepadaku sebelum pertandingan dimulai.
kamu belum pernah melatih Metode Pedang Obat secara khusus,
hanya mendapatkan obatnya dari orang,
tetapi kamu mempertaruhkan nyawamu untuk melindunginya.
Ding Ning,
kamu memang orang yang pantas dijadikan teman.
Jadi tadi kamu menggunakan Pil Emas Huangting?
Baik,
aku kalah.
Terima kasih. Terima kasih.
Setiap kali kamu bilang kakak iparku payah,
dia malah menjadi kuat.
Lain kali kamu boleh katakan lagi.
Terima kasih. Terima kasih.
Jangan mengacau,
belum saatnya kita bergembira.
Sun Xing.
Menarik sekali,
pertarungan tadi sungguh menarik.
Namun yang paling menarik adalah
hasil akhirnya.
Siapa pun tidak menyangka bahwa
He Zhaoxi, murid paling hebat dari Perguruan Pedang Qingteng,
ternyata kalah dari
seorang murid yang baru masuk perguruan.
Kalau sejak awal tahu akan seperti ini,
aku seharusnya berduel denganmu sebelumnya.
Benar,
aku pun merasa sayang.
Awalnya aku mengira yang akan berduel denganmu di sini
adalah Jiang Li,
dengan begitu aku akan bisa sekaligus menyingkirkan
semua ancaman terakhir.
Menjadi orang yang memanfaatkan kesempatan ketika orang lain sedang kesulitan
bukanlah pria sejati.
Pria sejati pandai memanfaatkan keadaan,
orang yang pandai bertarung juga harus pandai melihat keadaaan.
Orang yang berusaha menaklukkan lawan pada saat lawan dalam kejayaan
adalah perbuatan orang yang kurang bijaksana.
Tapi ini bukanlah pertarungan antara
praktisi melawan musuh,
melainkan pertandingan antara saudara seperguruan.
Kalau kita tidak sejalan,
maka sebaiknya tidak usah membuang waktu.
Sejujurnya aku sangat menghargai sifatmu,
hanya saja posisi kita berdua
berbeda sejak dari masuk perguruan,
oleh karena itu kita saling membenci setiap bertemu.
Kakak Seperguruan sungguh tidak munafik.
Perbuatanmu yang mengambil kesempatan memakai obat
ketika lawan sedang kehabisan energi sejati
sungguhlah dapat dikatakan pandai memanfaatkan keadaan.
Hanya saja tidak tahu apakah kamu punya keyakinan untuk
mencoba pedangku.
Pertunjukan ini semakin seru saja,
mari kita lihat siapa pemenangnya.
Ada perbedaan yang besar antara kemampuan Ding Ning dan Sun Xing,
takutnya….
Orang yang kupilih tidak akan sepayah itu.
Adik Seperguruan,
sesama saudara seperguruan seharusnya saling membantu,
saat ini meskipun Gua Baiyang telah bergabung dengan Perguruan Pedang Qingteng,
tetapi kita semua
adalah berasal dari satu perguruan,
buat apa mempersulit adik seperguruan?
Kakak Tertua, kamu juga datang untuk meramaikan saja?
Adik Seperguruan,
jadi kamu.. yang menang?
Oh, aku hanya mengambil keuntungan.
Bila bertarung secara adil di luar sana,
masih belum pasti siapa yang menang dan kalah.
Kamu memang sudah menang,
dan aku pun kalah dengan rela.
Aku pamit dulu.
He Zhaoxi telah kalah.
Asalkan membereskan kedua orang yang ada di depan mata ini,
maka yang akan menjadi peserta terbaik dari pertandingan kali ini
adalah kamu atau aku.
Benarkah kamu mau melindungi mereka?
Kemenangan sesaat
tidak akan bisa dibandingkan dengan hubungan persaudaraan seperguruan.
Bagaimana bila hari ini aku tidak menurutimu
dan bersikeras merebut plakat mereka?
Aku tentu akan berusaha sekuat tenaga
untuk menghalangimu.
Kakak Tertua,
siapa yang lebih hebat di antara
kamu dan Kakak Kedua?
Jiang Li,
aku tidak ingin berduel mati-matian denganmu.
Menurut peraturan pertandingan,
tidak boleh ada peserta yang berjalan bersama.
Aku tidak percaya.
Selanjutnya
kamu dapat terus melindungi mereka.
Adik Seperguruan,
ini namanya pelampiasan dendam pribadi.
Dengarkan sepatah nasehat Kakak Seperguruan.
Menyombongkan diri atas kemampuan sendiri, dan merasa iri pada yang lebih unggul
adalah pantangan besar seorang praktisi.
Kakak Tertua,
apakah perkataanmu tadi tulus?
Tentu tulus.
Mengapa kamu bertanya seperti itu?
Berarti Kakak Tertua adalah pria sejati.
Sementara diriku,
bagaikan orang licik yang curiga terhadap pria sejati.
Aku mengira kamu sengaja memancing kemarahannya.
Aku benar-benar ingin dia berubah,
kalau tidak dia…
masa depannya akan sulit dipastikan.
Mana mungkin aku sengaja memancing kemarahannya?
Sifat seseorang sudah terlihat sejak kecil.
Kalau dilihat sifatnya…
tidak akan mudah diubah lagi.
Aku menang atas dia karena memanfaatkan situasi,
maka seharusnya plakat itu kuserahkan padamu.
Nona Nangong,
terimalah.
Murid dari Gua Baiyang
tidak akan mengambil kesempatan ketika orang lain sedang dalam kesulitan.
Terima kasih.
Menurut aturan,
kita tidak boleh berjalan bersama.
Maka Adik Seperguruan
dan Nona Nangong,
nantinya kita semua harus lebih berhati-hati.
Kita harus bisa menang sampai akhir.
Baik.
❀ Oleh : Minhee_Subs ❀ ❀ Sword Dynasty ❀
❀ Instagram : serial_asiagram ❀ ❀ Youtube Channel : Serial Asiagram ❀
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.