Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (SoranĂ®)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
❀ Oleh : Minhee_Subs ❀ ❀ Instagram : serial_asiagram ❀ ❀ Youtube Channel : Serial Asiagram ❀
❀ Sword Dynasty ❀ ❀ Episode 6 ❀
Bibi,
Ujian Pemujaan Pedang di Perguruan Pedang Qingteng sudah hampir tiba,
aku tidak bisa pulang.
Kali ini yang juara bisa mendapatkan Giok Hijau.
Pusaka ini dapat membantumu saat berlatih pedang takdir.
Aku pasti akan berusaha keras.
Ingat makan bubur.
Jangan khawatirkan aku.
Ye Ce Leng ini namanya menantang terang-terangan!
Ikut-ikut urusan Chen Xuan.
Jenderal, jangan marah.
Menurut hamba,
Kepala Pengawas Chen justru muncul pada saat yang tepat.
Jenderal waktu melawan Gedung Dua Lantai,
bisa dibilang memanfaatkan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi.
Permaisuri sudah tidak puas.
Kalau sekarang bertikai dengan Kepala Pengawas Ye lagi,
takutnya akan membuat beliau semakin tidak senang.
Jenderal apa pernah memikirkan,
kenapa Permaisuri memanggil Anda kembali?
Tentunya bukan mau memberi Anda gelar Bangsawan.
Fengming itu rumit.
Baginda Raja memanggil Kepala Pengawas Ye kembali.
Lalu Permaisuri memanggil Anda kembali untuk merecokinya.
Kerajaan membutuhkan
orang-orang hebat seperti Anda dan Kepala Pengawas Ye.
Tapi tidak ingin kalian
terlalu menonjol.
Tapi, Permaisuri saja tidak puas padaku.
Kalau begitu, Baginda Raja
juga belum tentu sepenuhnya percaya pada Ye Ce Leng.
Bagaimanapun juga, kalau lihat dari asal usul kami,
baik aku maupun dia,
sama-sama tidak bisa lolos.
Benar sekali analisa Jenderal.
Jadi, Anda tidak perlu berseteru dengan Kepala Pengawas Ye.
Kalau Kepala Pengawas Ye duluan
terjebak dalam persaingan di kerajaan,
begitu nanti dominasi di istana jadi tidak stabil,
malah tidak menguntungkan buat Anda.
Jadi aku harus membiarkan Ye Ce Leng
menantang seenaknya begini?
Modal dasar Anda untuk bertahan di Fengming
selamanya adalah kekuatan Anda sendiri.
Jika bisa berjasa untuk kerajaan,
walau tidak bisa dapat gelar bangsawan,
juga bisa punya punya wilayah kekuasaan di luar perbatasan.
Hamba dengar,
Bai Shanshui dari Istana Yunshui
hari ini akan muncul di sekitar Gang Shizi.
Kerajaan selama ini terus menyelidik
Pusaka Pedang Gushan.
Jenderal bisa turun tangan mulai dari sini.
Kalau bisa membuat jasa besar,
gelar bangsawan tentu jadi milik Anda.
Baik.
Kalau begitu,
kita mulai dari Pusaka Pedang Gushan.
kamu bilang Bai Shanshui sering muncul di Gang Shizi?
Sebenarnya belum pernah dengar Bai Shanshui muncul sendiri.
Cuma ada terlacak gerak-gerik orang-orang Istana Yunshui di sana.
Jenderal Liang beberapa hari ini sudah utus orang sembunyi dan di sana, siap untuk menangkapnya.
Rupanya si Liang Lian ini sudah buru-buru ingin membuat jasa.
Pusaka Pedang Gushan
memang sasaran yang bagus.
Bocorkan informasi ini ke Ye Ce Leng,
biar dua pihak sama-sama menyelidikinya.
Pastikan dapat ditangkap.
Baik.
Kabar tentang Pusaka Pedang Gushan sudah beredar lama,
mana perlu sampai dua rombongan yang turun tangan.
Baginda ingin memperoleh dunia,
tambah satu kekuatan yang mengabdi bukankah lebih baik?
Apalagi Negara Xian, Mo, dan Li,
ketiganya mengincar pusaka itu.
Apa Baginda Raja rela mengalah?
Tentu saja tidak.
Tapi Permaisuri sampai jauh-jauh memanggil Liang Lian kembali menyelidiki kasus ini,
Aku sungguh tidak mengerti.
Selama Baginda mengasingkan diri untuk berlatih,
terjadi dua kasus pembunuhan.
Yang pertama adalah Song Shenshu dari Gudang Kitab.
Yang satunya lagi Bangsawan Dugu.
Permaisuri ingin Liang Lian
mengisi posisi Bangsawan Dugu?
Hamba dan Menteri Li memang sudah membuat daftar kandidat.
Berdasarkan jasa militer, Liang Lian memang cocok.
Hanya saja,
dua orang yang Baginda sebut tadi
semuanya tewas di tangan "orang itu".
Dia sepertinya punya seorang penerus.
Aku sudah berlatih sampai tingkat ke-delapan.
Biarpun dia sendiri yang datang,
juga bukan masalah.
Orang Istana Yunshui berkeliaran di Gang Shizi.
Apa kabar ini benar?
Akhir-akhir ini
orang Liang Lian sedang menyelidiki di daerah sana.
Perbuatan Jenderal Liang sebelumnya,
membuat Permaisuri sangat kecewa.
Jadi sekarang dia buru-buru mau membuat jasa.
Kalau tidak hanya satu pasukan saja
yang muncul di Gang Shizi,
maka pastinya,
orang Istana Yunshui benar-benar pernah muncul di sana.
Bai Shanshui dari Istana Yunshui memiliki Pusaka Pedang Gushan,
kabar ini sudah lama beredar.
Tidak peduli benar atau tidak,
kalau benar,
Liang Lian menyelidiki kasus ini
juga pasti bukan sekedar demi membuat jasa saja.
Maksud Tuan...
Konon energi yang tersimpan dalam Pusaka Pedang Gushan
dapat menjungkirbalikkan seluruh kerajaan.
Sekali pedang itu keluar,
dunia pasti akan kacau.
Liang Lian punya banyak jalan untuk menebus dosa dengan jasa,
tapi dia justru memilih cara ini.
Siapa yang tahu...
dia ingin memperoleh pusaka itu,
apa sebenarnya tujuan dia.
Maksud Tuan...
Jenderal Liang ingin memperoleh Pusaka Pedang Gushan, karena punya maksud lain?
Liang Lian ambisinya besar,
pasti bukan orang baik.
Soal orang Istana Yunshui berkeliaran di Gang Shizi ini,
apa masih mau diselidiki?
Awasi Liang Lian!
Baik.
Laki-laki dari Istana Yunshui itu,
tiap hari pada waktu ini
selalu makan di jalanan depan situ.
Hamba sudah siapkan jebakan.
Jenderal tinggal tunggu saja.
Bakpao....
Tuan, mau makan apa?
Bakmi dan sebotol arak.
Baik.
Silakan tunggu sebentar.
Jenderal, dia muncul.
Mari... mari... bakpao...
Dia tidak penting.
Kalau Bai Shanshui tidak muncul,
jangan bertindak dulu.
Baik.
Tuan, arak Anda...
Mari... bakpao...
Mari... dipilih... dipilih...
Keranjang ini lumayan.
Mari silakan dilihat...
Bakpao enak, bakpao wangi...
Mari dilihat...
Bakpao baru matang....
Bakpao beraroma lezat...
Silakan Tuan, bakmi Anda...
Minggir! Minggir!
Semuanya minggir!
Kami ini tidak mau memperebutkan apa pun,
kenapa kalian tidak mau lepaskan kami.
Ternyata benar orang Istana Yunshui.
Tuan...
Kalau Liang Lian tidak bergerak
kita juga jangan bertindak.
Baik.
Maju!
Serang!
Akhirnya datang juga.
Bai Shanshui
Cepat pergi!
Kalau aku pergi, kamu bagaimana?
Jangan pedulikan aku. Cepat pergi!
Kejar!
Ye Ce Leng!
Kejar!
Baik.
Kejar!
Baik.
Bai Shanshui!
Jenderal Besar Liang,
Apakah dosa dari melepaskan buronan besar dari Negara Qian,
cukup untuk terkena hukuman mati?
Bai Shanshui kurang ajar!
Sudah hampir mati masih berani sombong!
Tidak tahu diri!
Masa?
Kurasa yang sudah hampir mati itu kamu.
Nanti waktu Jenderal dihukum mati,
saya pasti datang sendiri untuk melihat.
Kudengar Anda memiliki informasi mengenai Pusaka Pedang Gushan?
Saya mengembara di negara lain selama bertahun-tahun,
juga pernah dengar tentang kabar ini.
Bagaimana kalau kita meloloskan diri dari prajurit-prajurit itu,
cari tempat yang tenang untuk berbincang?
Kepala Pengawas Ye ini pintar sekali.
Sayang sekali, dengan kemampuan sehebat ini,
cuma jadi anjing suruhan Raja Heng.
Anda berlebihan.
Saya sejak awal hingga akhir
hanya setia pada Negara Heng saja.
Ye Ce Leng,
apa kamu juga ingin berontak?!
Dia masuk ke air, sudah seperti ikan saja.
kamu berbuat begini,
namanya sia-sia!
Jenderal.
Kamu...
Kamu memang pintar,
tapi di sini kita bertindak pakai kekuatan.
Jenderal,
kamu datang lebih awal
dari waktu yang disepakati.
Bai Shanshui kabur,
sekarang hanya tinggal dia seorang,
tentu harus dijamin tidak boleh lolos.
Jenderal, tunggu dulu.
Kalau Bai Shanshui sudah kabur,
mekipun kita serahkan orang ini,
tetap saja akan disalahkan.
Lepaskan dia,
Jenderal justru bisa siapkan jalan belakang untuk diri sendiri.
Jalan belakang apa?
Jenderal,
kita ini merangkak keluar dari tumpukan mayat di luar perbatasan,
susah-susah bisa sampai ke posisi sekarang.
Semua perjuangan dulu,
bukankah demi bisa menentukan
jalan kita sendiri?
Harap Jenderal pertimbangkan lagi.
Maksudmu...
kalau tidak berhasil dapat gelar bangsawan,
daripada sudah susah-susah tapi tetap dibenci,
lebih baik berjuang untuk diri sendiri?
Bukankah biasanya Jenderal
juga mengajari saya seperti itu?
Keputusanmu benar.
Lepaskan dia,
aku baru bisa punya jalan alternatif.
Benda yang ada di tanganmu itu
sudah kamu pikirkan mau dijual ke siapa?
Jual ke siapa itu tidak penting.
Yang penting adalah keadaan saat ini
sudah sesuai harapanku.
Liang Lian melepaskan Fan Zhuo.
Lihat,
sekarang hal ini
jadi semakin menarik.
Mengacau Feng Ming
ada keuntungan apa buatmu?
Kenapa harus ada keuntungan buatku?
Negara Qian sudah kehilangan kekuasaan,
tidak ada harapan lagi untuk memulihkan negara.
Tapi asal orang Negara Heng jadi susah,
aku sudah senang.
Kalau begitu,
bisnis ini,
kamu masih mau lanjutkan tidak?
Mau.
Tentu mau.
Kalau begitu, sebutkan harganya.
Setahuku,
sekarang bukan hanya pihak Zhao Si
yang menginginkan Pusaka Pedang Gushan.
Jadi kamu tidak seharusnya tanya harga padaku.
kamu mau memberikannya pada penawar tertinggi?
Dalam hal bisnis,
cepat juga kamu belajar.
Kamu terlalu memuji.
Berbisnis di pasaran,
modal utamanya adalah kepercayaan.
Tadi Tuan Zhao Keempat bilang
di tangannya ada pegangan modal yang cukup.
Sekarang aku ingin tahu, apa itu.
Waktu itu, saat aku sembahyang di tempat adik seperguruan,
berhasil menemukan rahasia
Pusaka Pedang Gushan yang diselidikinya selama tiga tahun ini.
Dia pernah bilang,
kalau suatu hari nanti dia sudah tidak ada,
dia mau aku ikut membantu bereskan barang-barangnya.
Sesungguhnya,
dia mau aku membantunya mengambil kembali sesuatu.
Aku yakin
ini pasti petunjuk ke-tiga tentang
Pusaka Pedang Gushan.
Kalau di tanganmu ada pegangan modal
yang cukup bernilai,
kenapa kamu tidak datang sendiri?
Karena aku tidak bisa memastikan,
posisi Bai Shanshui saat ini.
Bagaimana kamu bisa tahu Pusaka Pedang Gushan?
Di Penjara Air Dafu,
dikurung seorang tawanan yang sangat penting.
Sepuluh tahun ini,
Baginda Raja tidak pernah berhenti menginterogasinya
mengenai keberadaan Pusaka Pedang Gushan.
Siapa dia?
Orang itu
dulunya anak buah Arena Pedang Bashan.
Jadi lebih baik kamu tidak usah tahu.
Tuan Bangsawan sekalian,
kita berkumpul bersama.
Kesempatan seperti hari ini
sangatlah langka.
Bangsawan Fang, Anda punya kedudukan tinggi dan kekuasaan yang besar,
tolong minta Baginda Raja mengatasi ini.
Sekarang gosip mengenai penerus
"orang itu" semakin meluas.
Bangsawan Dugu sudah meninggal beberapa lama.
Tewas di bawah jurus pedang "orang itu".
Bayangkan saja kalau penerus ini benar-benar ada,
dan berada di Fengming pula.
Saat itu,
kita yang mengusulkan untuk membunuh "orang itu",
demi membantu Negara Heng
membasmi seorang pemberontak.
Sekarang penerusnya datang kembali,
jelas-jelas ingin membalas kepada kita
sebelas bangsawan ini.
Benar... Benar...
Bangsawan Dugu
sudah jadi contohnya.
Seorang penerus kecil,
Tuan Bangsawan sekalian
tidak perlu panik.
Kita semua setia pada Negara Heng.
Sekarang ada kesulitan,
kerajaan malah tidak buru-buru menangkap pelakunya.
Bagaimana bisa tenang?
Iya...
Bagaimana bisa tenang?
Benar...
Tenang bagaimana?
Tingkat ke-delapan?
Selamat, Yang Mulia! Berhasil mencapai tingkat ke-delapan.
Yang Mulia panjang umur! Negara Heng abadi selalu!
Masalah penerus ini,
aku sudah tahu.
Tidak perlu ditakuti.
Benar kata Baginda.
Negara Heng tenang tenteram selama sepuluh tahun.
Hari ini Baginda berhasil menembus tingkat ke-delapan pula.
Cuma sekedar seorang penerus saja
memang tidak perlu ditakuti.
Tapi,
Baginda memang kuat,
namun rakyat kita lemah.
Penerus "orang itu"
sudah menghabisi Bangsawan Dugu,
mencari perhitungan tentang masalah dulu.
Tidak heran kalau membuat semuanya jadi gelisah.
Hari ini sebelas bangsawan Negara Heng
berkumpul di aula besar istana,
apa benar karena mengkhawatirkan rakyat?
Atau demi diri kalian sendiri?
Dulu, kalian semua memaksaku
bunuh Liang Jingmeng.
Negara Heng tenteram selama sepuluh tahun.
Kalian semua juga hidup tenang sepuluh tahun.
Sekarang ada seorang penerus muncul,
kalian semua jadi panik,
jadi kacau.
Hari ini,
daripada dibilang demi kesejahteraan negara,
lebih tepat dibilang mau memaksaku!
Baginda salah paham. Hamba tidak berani.
Hamba tidak berani.
Semuanya bangkit!
Terima kasih, Yang Mulia!
Rapat kerajaan hari ini, ada masalah apa lagi?
Lapor, Baginda!
Hamba dan Jenderal Liang,
mengikuti perintah untuk mengejar buronan dari Kerajaan Qian, Bai Shanshui.
Namun,
pemberontak licik itu berhasil kabur.
Hamba bersalah.
Masalah ini, Permaisuri sudah bilang, aku sudah tahu.
Liang Lian yang menyiapkan perangkap duluan.
Baru Ye Ce Leng mengejarnya kemudian.
Dua-duanya gagal mengangkap pemberontak itu.
Benar kan?
Ya, Yang Mulia,
memang demikian kejadiannya.
Ye Ce Leng mengejar buronan, punya berjasa,
tidak bersalah.
Liang Lian
mengagetkan buronan,
pukul delapan puluh kali!
Mari... mari... ayo minum arak.
Oh iya,
kalian sudah dengar
soal Bai Shanshui mengacau di Fengming?
Tentu saja.
Pagi ini waktu rapat kerajaan,
Jenderal Liang dari Tentara Hulang di Barat Laut
karena melepaskan buronan,
kena hukuman pukul delapan puluh kali.
Delapan puluh?
Mananya yang dipukul?
Mana aku tahu.
Ini kalau misal kita,
sepuluh kali saja sudah tidak tahan.
Sepuluh pukulan?
Jenderal Liang itu ahli tingkat ke-tujuh!
Tapi dengar-dengar, setelah kena hukuman, Jenderal Liang
juga terluka parah.
Seluruh tubuhnya
berdarah-darah.
Sudah, jangan bahas lagi.
Jangan bahas lagi... Jangan bahas lagi...
Ayo, minum... minum...
Lapor!
Jenderal, Bai Shanshui ditemukan!
Di mana?
Dekat pasar ikan.
Ke pasar ikan!
Cari!
Baik!
Bai Shanshui!
Sebenarnya apa yang terjadi?
Cuma kemampuan sepertimu begini
berani menyamar sebagai aku?
Jenderal cuma seorang diri tanpa bantuan
kalau nekat pergi mengejar
takutnya bukan ide yang baik.
Pamit dulu!
Bai Shanshui!
Ada dua Bai Shanshui.
Sekarang dipikir-pikir,
yang muncul pertama kali itu harusnya palsu.
Orang itu sengaja meniru jurus pedang Bai Shanshui,
tapi tenaga dan kemampuannya tidak cukup,
agak kurang lincah.
Waktu itu panik,
jadi tidak terpikir.
Kalau benar kata Jenderal,
Bai Shanshui yang asli setelah muncul
cuma membawa pergi orang yang menyamar itu,
sama sekali tidak menyerang Jenderal...
Katakan saja...
Jenderal dihukum baru sehari.
Pas saat sedang terluka begini,
langsung ada orang yang turun tangan.
Pasti sengaja mengincar Jenderal.
Lalu Bai Shanshui yang asli muncul,
tapi sama sekali tidak bertarung dengan Jenderal.
Kalau dia ingin menyulitkan Jenderal,
takutnya Jenderal yang sedang luka ini
akan sulit menghadapinya.
Di dalam ini
ada banyak keraguan.
Satu-satunya penjelasan adalah
yang menyamar itu
bukan suruhan Bai Shanshui.
Maksudmu,
Bai Shanshui justru malah menolongku?
Sebenarnya ilmu si penyamar itu
sulit kalau mau melukai Jenderal.
Sedangkan kemunculan Bai Shanshui,
sepertinya tidak mau ada orang yang menyamar sebagai dia,
menyulut dendam dengan Jenderal.
Tidak mau membunuhku, kalau begitu,
lebih baik
sekalian saja kita manfaatkan,
cari kesempatan bertemu dengan Bai Shanshui.
Sebelumnya, masalah Fan Zhuo,
dia hutang budi kepada kita.
Kita bisa coba
tanya ke Bai Shanshui.
Mungkin bisa tahu,
si penyamar yang pertama mau membunuhku itu
sebenarnya siapa.
Kamu menyamar jadi aku,
cuma mau membuktikan kamu bermusuhan dengan Negara Heng?
Iya.
Tapi tidak kusangka, Liang Lian walau sudah terluka
masih tetap kuat.
Terima kasih kamu muncul menolongku.
Aku hanya merasa kamu terlalu keras kepala.
Sudah bodoh, keras kepala pula.
Yang perlu dibuktikan, sudah kubuktikan.
Kamu sudah waktunya memberikan petunjuk tentang Pusaka Pedang Gushan itu padaku.
Walaupun mendapatkan punyaku ini,
kamu tetap tidak bisa menemukan Pusaka Pedang Gushan.
Petunjukmu tidak lengkap.
Yang satunya lagi
ada di tangan Liang Jingmeng.
"Orang itu" sudah mati.
Tapi dia punya penerus.
Beberapa waktu lalu,
kematian Bangsawan Dugu dan Song Shenshu
adalah hasil perbuatan penerusnya itu.
Kamu sekarang sudah membuktikan posisimu padaku.
Cukup dengan memperoleh
petunjuk yang ada di tangan penerusnya itu,
maka aku akan berbisnis denganmu.
Enak sekali omonganmu.
Tapi aku sudah susah-susah,
malah tidak dapat apa-apa.
Tentang bisnis Pusaka Pedang Gushan ini,
cuma ini saja yang bisa kuberitahukan padamu.
Tapi kalau kamu masih ada bisnis lain,
boleh cari aku ke pasar ikan kapan saja.
Aku mengasingkan diri untuk berlatih selama beberapa waktu.
Urusan-urusan di kerajaan,
sudah merepotkan Permaisuri untuk menanganinya.
Baginda berhasil mencapai tingkat ke-delapan,
ini juga merupakan harapan hamba.
Hamba ingin dengan Baginda,
bersama-sama mencapai tingkat ke-sembilan,
selamanya tidak terpisahkan.
Sudah datang semua?
Pagi juga datangnya.
Dia adalah orang kaya nomor satu di Guanzhong,
Xie Changsheng dari Keluarga Xie, kan?
Xie Changsheng.
Ya benar, aku orangnya.
Kakak Kedua Sun,
mana Ding Ning yang bisa menembus kewaskitaan dalam setengah hari itu?
Tidak datang?
Adik seperguruan!
Adik seperguruan!
Kalau tidak berangkat juga,
nanti ketinggalan Ujian Pemujaan Pedang!
Adik seperguruan!
Menembus kewaskitaan dalam setengah hari.
itu cuma kebetulan saja.
Cepat menembus kewaskitaan,
bukan berarti menembus tingkat ke-dua juga pasti cepat.
Melatih chi dalam satu bulan,
itu cuma impian indah Gua Baiyang saja.
Kakak Kedua Sun, jangan-jangan kamu
cuma cemburu karena
tidak mampu ya?
Kalau Ding Ning
seperti murid Aliran Pedang Minshan, Jing Liuli begitu,
melatih chi dalam satu bulan,
nanti sampai waktu Perhelatan Pedang Minshan,
jangan-jangan kamu tidak bisa mengalahkannya.
Kalau begitu,
bagaimana kalau Tuan Muda Xie keluar uang saja,
taruhan apa Ding Ning bisa berhasil melatih chi dalam satu bulan.
Cepat sekali, tidak mungkin lah.
Boleh.
Kalau begitu aku taruhan tiga ratus keping emas.
Tiga ratus keping emas?
Xie Changshèng!
Kakak?
Berhenti kamu!
Kakak... Kakak... Kakak...
Kamu berhenti di situ!
Kakak...
Xie Changshèng!
Jadi begini ini caramu memfoya-foyakan harta keluarga!
Kamu pikir namamu Changshèng (menang abadi),
lalu kalau taruhan bakal selalu menang?
Siapa dia?
Itu kakakku, Xie Rou.
Namanya sangat lembut (rou=lembut),
tapi orangnya... sama sekali tidak lembut!
Lalu kenapa dia memanggilmu Xie Changshèng?
Nama asliku Xie Changshèng (menang abadi),
tapi menurutku terlalu kampungan,
kuganti jadi Xie Changsheng (hidup abadi).
Kamu!
Nyalimu besar sekali!
Berani-beraninya ganti nama sendiri!
Kakak...
Aku kan cuma sekedar taruhan saja sama mereka.
Lagipula,
Ding Ning sudah berhasil menembus kewaskitaan dalam setengah hari.
Sangat mungkin sekali dia bisa melatih chi dalam satu bulan.
Dia cuma pemuda kampungan dari rumah arak saja.
Kalau dia bisa melatih chi dalam satu bulan,
kusuruh dia jadi kakak iparmu saja!
Kakak tadi bilang,
kalau Ding Ning bisa melatih chi dalam satu bulan,
kamu suruh dia jadi kakak ipar Xie Changsheng?
Kami orang Keluarga Xie dari Guanzhong,
sekali berjanji pasti ditepati.
Tentu tidak akan berubah.
Kalau Ding Ning benar-benar bisa melatih chi dalam satu bulan,
aku pasti akan menepati janji,
hanya akan menikah dengannya.
Kak, kak, kak... kamu ini...
Kak...
keterlaluan ya!
Kakak Tertua.
Adik Seperguruan.
Kamu adalah Ding Ning?
Ya, benar aku.
Dengar-dengar, kamu menembus kewaskitaan dalam setengah hari.
Barusan aku taruhan dengan mereka kalau kamu bisa melatih chi dalam satu bulan.
Adik seperguruanku
barusan sudah berhasil melatih chi dan menembus tingkat ke-dua.
Cuma butuh sepuluh hari.
Kakak ipar!
Kakak ipar! Kakak ipar! Kakak ipar!
Aku?
Benar. Kakak ipar!
Ini... tadi kakakku berjanji di depan kami,
kalau kamu berhasil melatih chi dalam satu bulan,
hanya akan menikah denganmu.
Jadi, tentu saja kamu adalah kakak iparku.
Kakak ipar! Kakak ipar!
Kakak ipar, kamu lihat aku.
Kakak ipar! Kakak ipar!
Bercandamu ini agak keterlaluan ya!
Ini bukan bercanda.
Sudah, jangan mencari masalah.
Aku tidak mencari masalah.
Aku ini serius.
Berbuat sembarangan, bicara sembarangan,
memang adalah salahku.
Aku yang harus bertanggung jawab.
Aku mengerti,
ada orang yang kalau janji pasti ditepati,
ada orang yang memandang kehormatan keluarga
lebih penting daripada nyawa.
Tapi kita belum pernah kenal sebelumnya.
Cuma berdasarkan
janji yang bahkan belum tentu dianggap serius oleh orang lain,
apa tidak terlalu berlebihan.
Apalagi,
kudengar Keluarga Xie
bukan sekedar keluarga biasa.
kamu berbuat begini,
keluargamu juga pastinya tidak akan setuju kan.
Soal keluarga,
aku yang akan bertanggung jawab untuk mendapat persetujuan mereka.
Kuncinya adalah, apakah kamu bersedia?
Ini tidak mungkin.
Aku tidak akan setuju usulan macam ini.
Sekarang yang paling penting adalah Ujian Pemujaan Pedang.
Sebaiknya kamu jangan ada pikiran seperti ini.
Dalam hal ini memang aku yang salah.
Tapi,
kamu boleh tidak menikahiku,
aku tetap tidak akan tidak menikah denganmu.
Kak... Kak... Kak...
Kali ini, masalah ini aku tangani dengan lumayan kan?
Anggap saja sebagai hadiah perjumpaanmu dengan kakak ipar.
Kakak seperguruan.
Waktunya sudah hampir tiba.
Murid yang ikut ujian, silakan ikut denganku.
Semuanya, silakan!
Silakan!
Dia adalah He Zhaoxi.
Selain makan dan ke kamar kecil,
hampir semua waktunya
digunakan untuk latihan.
Waktu ujian, kalau bisa kamu hindari,
sebaiknya kamu hindari dia.
Ini Pil Emas Huangting dari ayahku.
Pil ini bisa membantumu langsung menembus
tahapan akhir dari tingkat ke-dua.
Tapi juga
dapat menimbulkan efek yang kurang menguntungkan.
Kamu gunakan dengan hati-hati.
Terima kasih.
❀ Oleh : Minhee_Subs ❀ ❀ Sword Dynasty ❀
❀ Instagram : serial_asiagram ❀ ❀ Youtube Channel : Serial Asiagram ❀
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.