Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
TOKOH, KEJADIAN, ORGANISASI, DAN LATAR BELAKANG ADALAH FIKSI
EPISODE 1
PERTAMBANGAN
100 PERSEN ASAM KARBONAT
INI RASA BIR SESUNGGUHNYA
Ya. Beritanya akan diterbitkan sekitar pukul 07.00.
Tapi kubilang ke Despatch, "Pegangan tangan bukan berarti pacaran.
Tanya saja orang-orang di jalan."
Jika diperhatikan, bukan pegangan tangan.
Kau memegang pergelangannya.
Jadi, kubilang, "Mereka tak pacaran." Aku menyangkalnya,
dan kami putuskan kalian teman baik yang suka berbuat iseng.
Kau sebut itu keisengan?
Ya. Kubilang kalian akrab, dan kau biasa bermain-main...
Maksudku, kalian biasa bercengkerama begitu.
MEREKA BERDUA PASTI PACARAN
Benar.
Kami pernah dekat.
Walau sudah berakhir.
IZINKAN AKU PULANG
Baiklah.
Itu sudah terjadi, tak apa-apa.
Semua baik-baik saja,
tapi bisa tolong perbaiki efek kaburnya?
Mau kuminta mereka kaburkan wajahmu lagi?
Tidak, bukan itu maksudku.
Mereka mengaburkan antingku juga.
Itu aksesori yang sulit kupromosikan dari seluruh koleksinya.
Efek kaburnya harus... Bagaimana, ya?
Bisa mereka kecilkan sedikit agar antingnya langsung terlihat?
Justru foto penuh lebih baik.
Dengan begitu, orang bisa lihat dompet
- dan sepatuku. - Baik.
Manajer Pembelian. Lalu apa tugasmu?
- Maaf? - Anting, dompet, dan sepatu.
Siapkan stok yang cukup.
Pesanan akan menumpuk saat itu menjadi tren.
Baik.
Siapa dia? Kenapa ramai sekali?
Itu dia? Wanita yang pacaran dengan aktor Cha Sang-u?
Benar. Dia pikir dia selebritas? Kenapa bawa penjaga?
Dia bahkan tak cantik.
- Dia pantas dapat yang lebih baik. - Pasti uang dia.
Tampaknya aku dapat perhatian lebih dari biasanya.
Kenapa kau memanggil penjaga?
Seandainya penggemar Cha Sang-u yang marah menyerangmu...
"Penggemar yang marah"?
Kenapa? Akulah yang harus marah, bukan mereka.
Nona Yoon, tenanglah.
Sebagian perhitungan laba tahunan selesai.
Harga saham juga naik.
Lihatlah dirimu. Kau ini selebritas?
Siapa ini?
Kakakmu!
Dia tak punya nomor kakaknya? Dia sungguh angkuh.
Kenapa menelepon?
Hei, kali terakhir, atlet bisbol.
- Atlet sepak bola. - Atlet sepak bola.
Dan kali ini penyanyi idola?
- Bukan, aktor. - Aktor?
Jadi? Kenapa menelepon?
Kau mungkin tak peduli apa yang terjadi
dengan keluarga kita karena kau sibuk mempermalukan kami,
tapi kau tak lihat berita?
Ayah bebas bersyarat hari ini.
Kakak tak peduli kau berkunjung
atau tidak saat hari libur atau untuk upacara,
- tapi kau harus datang hari ini. - Ini nomor Kakak?
Ya. Bisakah kau simpan nomorku?
Jangan ganti nomormu.
Merepotkan jika harus kublokir dua kali.
BLOKIR NOMOR
- Sialan. - Dia menutup teleponmu lagi?
- Bocah ini. - Biarkan saja.
Se-ri mencampakkan keluarganya. Tak usah dipikirkan.
Aku menghubunginya karena itu permintaan Ayah.
Kenapa Ayah tiba-tiba memanggil kita semua?
Pasti soal itu, 'kan?
- Pengumuman pewaris. - Pengumuman pewaris.
Yoon Jeung-pyeong Grup Queens,
yang ditangkap pada Maret karena melanggar UU
Kejahatan Ekonomi Berkelanjutan
dibebaskan bersyarat setelah 283 hari.
Pimpinan Yoon telah mengumumkan dia akan mundur,
semua fokus kepada putra sulungnya, Yoon Se-jun,
dan putra keduanya, Yoon Se-hyeong,
yang akan mengambil alih kepemimpinan grup ini.
- Pak. - Dia datang.
- Berikan komentar. - Tolong berikan komentar.
- Beri tahu kami! - Tolong berikan komentar!
Apa ini?
SELAMAT ATAS PEMBEBASANMU
Ayah, aku buatkan kue tahu ini
sebagai ucapan selamat atas pembebasanmu.
Istriku yang terbaik.
- Selamat, Ayah. - Selamat!
Kau tampak senang sekali.
Aku senang sebab akhirnya Ayah dibebaskan.
Orang-orang hanya tertarik dengan perubahan di anggota keluarga,
dan siapa yang akan mewarisi perusahaan.
Maksudku, mereka ini kenapa?
Kurasa orang kaya seperti kita tak punya keluarga.
Padahal kita akrab.
Benar, 'kan, Sang-a?
Ya, tentu.
Benar, Kak Se-jun terlibat baku hantam dengan pemimpin serikat buruh.
Itu sudah beres?
Mereka sedang mengurus penyelesaian damai.
Wajar terjadi jika pria membahas hal sensitif.
Benar, terjadi begitu saja.
Omong-omong, Sang-a,
kudengar Se-hyeong kena tipu investasi.
Kapan?
Bagaimana dengan harga saham yang turun 50 persen?
Orang-orang mempertanyakan kepemimpinanmu dan juga kualifikasimu
membuatku begitu kesal.
Hanya karena kau menjadi korban penipuan jumlah besar, orang menganggapmu
bodoh, dan memperlakukanmu begitu.
Kenapa menyebut adikku bodoh?
- Kudengar... - Itu bukan penipuan.
Aku hanya tak bisa menghubungi temanku saat ini.
Tolong urus,
atau pemegang saham akan menuntutmu.
Jangan ikut campur.
Ayah, Se-jun memukuli pemimpin serikat sampai giginya patah.
Aku sudah janji membayarkan implan giginya.
- Kau mau pamer? - Kau pikir aku pamer?
- Apa? Berengsek. - Beraninya kau menghinaku!
- Se-ri di mana? - Kau...
Kalian tak dapat pesan bahwa ayah mau Se-ri datang?
Aku sudah berusaha menghubunginya beberapa kali,
tapi tampaknya bocah itu
memblokir nomorku.
Ayah, selamat atas pembebasan bersyaratnya.
Kudengar Ayah mau aku datang. Ada yang ingin Ayah bicarakan?
Kau harus pindah
kemari lagi.
Begitukah?
Aku jadi penasaran.
Ayah tampak sehat.
Tolong jaga kesehatan Ayah.
Aku datang untuk memberi salam, jadi, aku akan pergi lagi.
Ayah ingin kau menggantikan ayah.
- Ayah. - Ayah.
Sayang.
Dengarlah.
Kau meninggalkan rumah dan mendirikan perusahaan sendiri sepuluh tahun lalu.
Ayah sudah lihat kemampuanmu.
Jadi,
ayah mau kau memimpin perusahaan, gantikan ayah.
- Aku bersedia. - Hei.
- Bocah, kau tak tahu apa-apa! - Benar!
Jika aku jadi pewaris Ayah,
aku berhak menunjuk CEO baru di anak perusahaan kita?
Tentu saja.
Baguslah.
Aku selalu mengira beberapa CEO tak memenuhi syarat.
Contohnya, ada yang cenderung bentrok dengan pegawai,
dan juga yang sering dituntut,
atau menyebabkan kerugian besar pada perusahaan.
Kita harus pecat CEO semacam itu tanpa ragu.
Ayah serahkan kepadamu.
Terima kasih.
Beri aku waktu.
Perusahaanku baru meluncurkan lini pakaian olahraga ekstrem,
sedang berkembang pesat.
Aku akan mencari spesialis manajemen yang andal.
Baik. Bisa temui ayah di kantor besok?
Besok aku tak bisa.
Kami sedang lakukan pengujian akhir.
Kalau begitu,
ayah ingin mengumumkannya di rapat pemegang saham
kita bertemu sebelum itu.
Baik.
Kalau begitu, nikmati makan malam kalian.
Kalian bisa sakit perut jika aku tetap di sini. Aku pergi.
Nona Yoon, kapan kau belajar paralayang?
Aku belum bilang?
Aku dapat sertifikat di Interlaken saat aku ke Swiss.
Begitu. Kami bisa mengujinya dan memberikan
laporannya kepadamu, jangan kau lakukan sendiri.
Tampaknya aku akan sangat sibuk.
Aku sedang buru-buru karena harus mendaki.
"Mendaki"? Ke mana?
Tempat yang tinggi.
Di sini sudah tinggi. Adakah yang lebih tinggi?
Besok pagi,
kau akan lihat namaku di berita.
Jangan terkejut.
Skandal pacaran lainnya?
Bukan.
Baik. Mari kita mulai?
Anginnya cukup kencang.
Kami sudah periksa ramalan cuaca, Nona yakin bisa?
Pak Hong.
Kenapa angin bertiup?
Aku tidak tahu.
Angin bertiup untuk bergerak,
bukan tetap diam.
Angin harus tetap bergerak
agar aku bisa terbang.
Nona Yoon, hati-hati!
Sungguh, kau sudah berhasil.
Kau sudah bekerja keras, Se-ri.
Aku bisa terbang lebih tinggi lagi.
Ini menyenangkan.
Lihatlah warna indah hutan itu
dan juga padang rumput yang hijau.
Sudah lama aku tak lihat pemandangan ini.
Astaga.
Lihat, traktor itu pun melayang.
Kenapa itu bisa terjadi?
Astaga.
ZONA DEMILITERISASI KOREA BATAS UTARA 1.000 M
DEMI PERDAMAIAN, KEMAKMURAN, DAN PERSATUAN KOREA
Kapten Ri.
Dinilai dari suara tembakan, mereka menuju kemari.
Mungkin dia pembelot Selatan.
Wilayah tempur sejauh 400 meter dari posisi kita.
Menuju arah pukul 11. Total ada sepuluh.
Senapan otomatis K2, ada enam.
Dan Tokarev TT-33. Ada tiga.
- TT-33? - Mereka kawan kita.
Mundur.
Maju selangkah lagi, kalian memasuki garnisun kami.
GARNISUN: POS MILITER
Serahkan mereka bertiga, kami akan mundur.
- Mereka kawan kita. - Kapten.
Kami dapat izin Badan Keamanan dan kemari untuk berburu rusa.
Kami tersesat karena tornado itu.
Mereka melewati Garis Perbatasan Selatan
dan tertangkap basah menggali artefak budaya.
Bisa buktikan?
Ini menunjukkan tangkapan layar dari kamera kami.
Ada yang terluka?
- Tidak. - Kita sudah mengamati situasi,
mari turunkan senjata.
Aku bersumpah demi kehormatan negeriku, kami akan menghukum mereka.
Jika soal hukuman,
kami, pihak Utara, lebih baik dari Selatan.
Kita turunkan senjata pada hitungan ketiga.
Satu.
Dua.
Tiga.
POLISI MILITER
Alfa Satu. Kembalilah. Jangan terlibat konflik.
- Jangan konflik dengan Utara. - Petir Satu.
Dengar aku?
Jangan konflik dengan Selatan. Segera kembali.
Salam, Pak.
Kompi Lima bersiaga untuk transfer perampok makam
yang kami tangkap saat patroli zona demiliterisasi.
Kapten Ri Jeong Hyeok.
Bagus.
Ada lagi?
Karena tornado tadi,
ada banyak pagar kawat berduri dan pepohonan yang jatuh.
Transformator voltase tinggi untuk pagarnya tak berfungsi.
Kita harus perketat keamanan di daerah yang rusak
sampai semua diperbaiki.
Benar.
Besokkah? Pertukarannya?
Ya, Pak.
Sayang sekali. Ini terjadi di hari terakhirmu.
Mulai dari tornado sampai perampok makam.
Tak apa-apa, Pak.
Mereka mungkin menyeberangi Garis Perbatasan Selatan
karena salah paham.
Kita harus bersikap lunak.
Itu terjadi di zona patroli kami.
Tak bisa dianggap remeh.
Kau tahu kalau Badan Keamanan
telah mengizinkan mereka memasuki zona demiliterisasi.
Ini tak akan menguntungkan
jika dibahas di penilaian akhir.
Jadi, Badan Keamanan memberi perampok makam izin
menyeberangi Garis Perbatasan untuk mencuri artefak.
Itu maksudmu?
Tentu bukan, Kapten Ri.
Aku sudah janjikan kapten Selatan
bahwa kita akan investigasi ini.
Aku ingin memegang janji.
Baik. Silakan pegang janjimu.
Tapi bisakah aku berjanji juga, Kapten Ri?
Aku, Cho Cheol Gang, tak akan bersikap lunak kepada siapa pun.
Jika kau melakukan sesuatu yang mengancam keamanan tentara,
dan tertangkap olehku, kau pasti dihukum berat.
Tentunya, kau tak akan melakukan hal semacam itu.
Tapi konon
sesuatu atau seseorang
akan selalu berubah seiring waktu.
Bukankah hidup memang seperti itu?
Astaga, jangan dibahas lagi.
Jika dia seangkuh itu kepada petugas Badan Keamanan,
nasib kita bagaimana?
Kurasa dia bisa tampak keren dan tangguh,
tapi Badan Keamanan akan mengawasi kita
mulai sekarang karena itu. Itulah maksudku.
Kenapa Kapten Ri ditempatkan di pos perbatasan?
Dia dari Pyongyang, mungkin dari keluarga berada.
Kenapa tak menikmati hidup di sana?
Karena itulah, kau harus hati-hati dengan orang kaya.
Mereka ingin mengendalikan semuanya
agar bisa menerima cinta dari Jenderal Kim.
- Begitu. - Sudahlah.
Ini adalah arak dari tahun 1953,
yakni sebelum gencatan senjata disepakati.
- Astaga. - Begitu.
Segelas arak ular berusia 60 tahun ini
bisa membuat mereka yang malnutrisi melompat dengan penuh semangat.
- Ini obat, bukan arak. - Obat.
Aku mau segelas obat ini.
Tentu.
- Ini. - Terima kasih.
Nikmatilah. Kau berikutnya.
Tapi apa boleh minum seperti ini saat bertugas?
Hei, kita bekerja siang dan malam selama dua bulan.
Pergantian kompi di pagi hari,
jadi, tak apa-apa.
- Kau tak boleh masuk. - Kumohon.
Bosku...
Bosku seorang wanita.
Astaga, permisi. Tunggu!
Astaga.
BADAN PERTOLONGAN 119
POLISI
Kumohon, tenanglah.
- Pak, jangan. - Lepas!
Tunggu!
Permisi! Hei.
- Bos ada di mana? - Entahlah.
Kau merekam apa pun? Mana kameranya?
- Di situasi itu? Tak bisa. - Lantas apa kerjamu?
Aku hampir mati!
- Sudahlah, tapi mana Nona Yoon? - Kutuntut kalian nanti!
Apa maksudmu?
Tunggu. Astaga, ini gila. Sungguh tak profesional.
Sudah kubilang, kirim laporan saja.
Kenapa dia tiba-tiba ingin lakukan sendiri? Ini gila.
Dia mau terbang atau semacamnya.
Kau terbang sejauh apa, Nona Yoon?
Apa?
Aku pingsan?
Astaga.
Aku ada di mana?
Sakitnya.
Tempat apa ini?
Ini Se-ri. Jawab aku, Pak Hong.
Halo?
Apa-apaan ini?
Aku ada di mana?
Aku ada di taman nasional?
Astaga! Ya, ampun.
Tinggi sekali.
Halo?
Halo? Ada orang?
Halo?
Tolong! Ada orang?
Kau tak dengar sesuatu?
Maaf? Aku tak dengar, Pak.
Suara wanita. Tampaknya dia menangis.
Hentikan. Kau menakutiku.
Ini Burung Hantu. Jawablah, Merpati.
Ini Merpati. Ada apa?
Kalian harus segera kemari.
Tornado merusak semua barikade dan pagar.
Baik.
- Kapten Ri. - Kau saja.
Aku mau menyisir area ini.
Baik.
Di sini! Ada orang di sini!
Kau seorang tentara.
Apakah pasukan tentara di dekat sini ditugaskan mencariku?
- Kata sandi. - Apa?
Apa itu?
Jangan mendekat. Bicaralah dari sana.
Bicaralah dari sana.
Turunlah.
Andai aku bisa,
tapi di sini tinggi sekali.
Aku tak punya tenaga lagi.
Astaga, aku akan turun. Kulepas sabuknya.
Pekerjaan dan namamu?
Aku bekerja untuk perusahaan mode.
Kurasa kau tak akan tahu namanya.
Dan aku tak nyaman memberitahumu namaku karena kita baru bertemu.
Dan...
Kau membuat keputusan sulit. Selamat datang di Republik Korea.
"Republik Korea"?
Apa namanya?
Pembelot. Kau pembelot dari Korea Utara, 'kan?
Mungkin bukan.
Komunis bersenjata...
Mata-mata?
Ataukah kau
pasukan elite
Korea Utara yang ditugaskan
untuk menjalankan misi khusus?
Apa pun itu, jangan khawatir. Aku tak akan melaporkanmu.
Aku tak mengurus urusan orang lain. Aku sibuk dengan urusanku.
- Aku pergi dahulu. - Berhenti.
Aku berhenti. Lihat. Aku diam.
Dengar.
Bisakah kau biarkan aku pulang?
- Alamatmu? - Seoul, Gangnam-gu, Cheong...
Aku tak bisa beri detailnya.
Jauh sekali.
Aku akan cari jalan. Terima kasih.
Pasti ada salah paham.
Bukan aku yang ke Selatan.
- Apa? - Kau yang datang ke Utara.
Utara? Korea Utara?
Korea Utara?
Astaga. Jangan bercanda.
Bagaimana mungkin...
Yang benar?
Ayolah. Jangan bercanda.
Tak mungkin.
Kita berada di zona demiliterisasi, paralel ke-38.
- Garis Batas Utara. - "Zona demiliterisasi"?
Tempat rekaman film Joint Security Area?
Berarti ini tak sepenuhnya Korea Utara.
Ini wilayah Republik Rakyat Demokratis Korea.
Warga Korea Selatan tidak dikenal memasuki wilayah.
- Kau harus jalani... - Tunggu.
Aku tak masuk tanpa izin. Lihat.
Aku sedang paralayang.
Pada awalnya, cuaca cerah.
Tiba-tiba cuaca memburuk, tornado datang,
itu bahkan tak ada di ramalan cuaca. Traktor dan babi
semuanya beterbangan dan pusaran menyeret kami.
Aku terbawa angin juga. Lalu aku pingsan.
Tiba-tiba aku di sini.
Maksudku, ini kecelakaan. Bukan disengaja.
Baik.
Terima kasih. Kau paham.
Jelaskan seperti itu saat kau diperiksa.
Apa? Kenapa harus diperiksa?
Menurut hukum republik ini,
penyusup harus diikat dan diperiksa.
Diikat? Kau akan mengikatku?
Kau terbang kemari dengan parasut.
Kami tak bisa meloloskanmu begitu saja.
Lantas bagaimana jika mereka memfitnahku
sebagai mata-mata, atau agen rahasia cantik,
lalu menyiksaku, dan mengirimku ke Tambang Batu Bara Aoji?
Bagaimana?
Itu tak akan terjadi.
- Yakin? - Aku tak bisa jamin.
Bagaimana bisa kupercaya? Kau sendiri akan percaya?
Kau percaya atau tidak bukan urusanku.
Ayolah.
Jangan lepas tanggung jawab begitu.
Tak akan butuh waktu lama jika aku lari.
Izinkan aku pergi. Kumohon.
Aku jago berlari.
Aku akan langsung pergi.
- Aku tak akan menyakitimu. - Berhenti.
Jika kau pura-pura tak tahu, kau menyelamatkan seseorang.
Tunggu. Di sana ladang ranjau.
Ranjau?
Di mana?
Ada banyak ranjau di sana.
Terbawa hujan deras dan tidak terlihat.
Aku pengawas wilayah itu.
Kau pikir bisa keluar tanpa bantuanku?
Aku paham, bisakah kau tetap di sana?
Kenapa dia terus mendekat?
Jika tak patuh dan bergerak, kau bisa kehilangan...
- Ada apa? - Aku tak apa-apa.
Kau tak tampak begitu.
Aku tak apa-apa.
Kurasa kau menginjak ranjau.
- Tidak. - Tidak?
Kau yakin?
Kau yakin tak butuh bantuanku?
Cobalah berbalik.
Kau tak bisa gerak.
Ini Elang Gunung. Ini Elang Gunung...
Ini Merpati. Jawab, Elang Gunung.
Ini Merpati. Jawab, Elang Gunung.
Terima kasih.
Jangan berterima kasih. Aku tak akan memberikannya.
Jangan lupa, aku punya pistol.
Jangan lupa, jika kau menembakku,
kau kehilangan orang yang bisa membantumu.
Omong-omong, aku tak tahu banyak soal daerah itu.
Apakah ahlinya juga suka menginjak ranjau?
Jika terus berdiri begitu, kakimu bisa kebas.
- Aku tak apa-apa. - Baiklah.
Kau terus bilang tak apa-apa, jadi, aku pergi saja.
Aku punya banyak urusan. Sampai jumpa.
Baiklah.
Setidaknya tinggalkan itu.
Ini akan mengalir ke arahmu.
Aku butuh waktu untuk kabur juga. Kau paham, 'kan?
Aku juga dalam masalah besar, aku tak punya waktu
mengkhawatirkan orang lain.
Dah.
Jangan tembak aku dari belakang. Itu licik.
Kau lihat kotak persegi di depanmu?
- Ya. - Itu ranjau PMD.
Kenapa ada banyak ranjau di sini?
Tetaplah di dekat tepi sungai.
Perhatikan langkahmu.
Aku mau jujur karena kita tak akan bertemu lagi.
Wajahmu tipe kesukaanku.
Jika negara kita bersatu, mari kita bertemu lagi.
Beraninya kau bercanda
di situasi segenting ini?
Omong-omong, ke mana arah Selatan?
Terus ikuti jalan, kau akan bertemu percabangan.
Lalu...
ambil yang kanan.
Bisakah aku memercayaimu?
Jangan tanya, putuskan sendiri.
Aku sudah menjawab.
Dah.
Kapten Ri.
Segalanya baik-baik saja?
- Kapten Ri. - Aku di sini!
Kapten Ri.
Aku mencarimu.
Kabari pasukan
untuk menangkap orang mencurigakan di wilayah ini.
Adakah penyusup?
Atau mata-mata?
Wanita Korea Selatan yang tak sengaja masuk.
Tangkap tanpa menembaknya. Sampaikanlah.
Baik.
Ini Merpati. Jawab, Tekukur.
Ini Merpati. Jawab, Tekukur.
Siapa yang mencari Tekukur?
Ini Merpati. Jawab, Tekukur.
Sudah kukirim perintah lewat radio.
Kapten Ri.
Kau baik-baik saja?
Kau...
Jangan khawatir.
Biar kupanggil korps teknisi.
Kenapa bukan kau saja, Letnan Pertama Park?
Pernah menjinakkan ranjau?
Hanya sekali saat perekrutan.
Aku percaya kepadamu.
Aku akan berusaha, Pak.
Tunggu. Kau mau lakukan itu dengan tangan kosong?
Kau harus keluarkan pin pengaman dengan ini.
Baik, Pak. Jangan khawatir.
Hati-hati.
Jika tak keluarkan dengan benar, kau bisa mengenai sumbu.
Baik.
Berhati-hatilah dengan bagian itu.
Lakukan perlahan.
Hati-hati.
Katamu kau percaya kepadaku.
Benar.
- Sudah? - Ya, sudah, Pak.
Ayo.
Baik, Pak.
Dia bilang ambil yang kanan.
Harus percaya. Tak ada pilihan.
Dia tak seperti pembohong.
Mana bisa kupercaya? Dia dari Utara. Mungkin ini jebakan.
PILIHAN SERI
Seorang wanita Korea Selatan
tampaknya masuk ke wilayah kita.
Kita diminta langsung menembaknya,
dia pasti mata-mata bersenjata.
- Mata-mata? - Senjata?
Pertama, perampok makam, sekarang, mata-mata.
Ini terjadi sebelum pindah kompi. Aku sungguh sial.
Aku sungguh lelah.
Hei, menyebar berpasangan.
Baik, Pak. Ayo.
Kenapa dia tak bisa datang besok setelah berganti kompi?
Biar kompi keenam yang bekerja.
Tetap saja, kalau menangkapnya,
kita akan diberi ganjaran.
Sersan Utama Pyo, kau butuh promosi.
- Promosi? - Benar, Pak.
Mungkin sang penembak sempurna, Pyo Chi Su, harus bergerak.
- Sersan Utama. - Ya.
- Kurasa aku harus ke toilet. - Silakan.
[Netflix Ver] tvN E01 'Crash Landing on You' -โฅ Ruo Xi โฅ-
Aku penasaran kapan bisa menerima medali Jenderal.
Kurasa inilah harinya.
Apa aku
salah lihat?
Itu dia.
Hei, jangan bergerak. Jika tak bergerak, aku pasti bisa menembaknya.
Wanita sialan itu cepat sekali.
Dia ini hantu atau apa?
Ini Tekukur.
Aku butuh bantuan.
Astaga.
Kenapa mereka mengejarku? Kukira aku sudah bebas.
LADANG RANJAU
Tapi wilayah itu dipenuhi ranjau.
RANJAU BELUM DISAPU
Kenapa dia lari ke ladang ranjau?
Pagar kita di sana.
Kalian berdua. Ikuti dia di jalan kiri.
- Aku ambil jalan kanan. - Baik.
Wanita sialan itu!
Berhenti!
- Sial. - Berhenti, Wanita!
Kemarilah!
Hei! Kemari!
Kami tak akan membunuhmu.
Hei! Kau! Wanita itu gila.
- Kenapa dia ke sana? - Kenapa mereka kemari?
Tidak. Jangan.
Negaramu bukan ke arah sana!
Kembali ke sini!
- Apa? - Salah arah!
- Kembalilah! - Mereka bilang apa?
Jika kau ke sana, kita bisa mati!
Jangan pergi!
- Bukan itu jalannya! - Jangan pergi!
Dasar bodoh.
Kenapa dia melewati pagar itu?
Bagaimana ini, Pak?
Panggil pos penjaga dahulu.
Ini Tekukur. Jawablah, Camar.
Ini Tekukur. Jawablah, Camar.
Camar. Hei! Camar!
"Kekasih memang ditakdirkan bertemu.
Tak peduli pergi seberapa jauh,
pada akhirnya
kau akan kembali."
Pakai kalung itu.
Putraku tersayang, Eun Dong.
Kau sehat di ketentaraan?
Sepuluh tahun bisa lama atau sebentar,
tergantung dari cara berpikirmu.
Semoga kau menyelesaikan masa baktimu dengan selamat,
dan pulang dengan medali pahlawan di dadamu.
Ibu.
SE-RI
Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi...
Halo.
Sekretaris Na.
Apa?
Apa maksudmu?
Pada hari ini,
aku ingin meminta doa kalian.
Suamiku dan aku
sedang menghadapi krisis.
Kami hanya bersikap baik, dan ini yang kami dapatkan.
Orang rendahan itu...
Seseorang berusaha
merebut jabatan suamiku.
SUAMIKU
Karena suamiku putra sulung di keluarga,
dia seharusnya...
SUAMIKU
Aku permisi sebentar. Maafkan aku.
Sayang.
Aku sedang doa bersama. Kuhubungi saat selesai.
Se-ri menghilang.
Apa?
Apa? Sungguh?
Baiklah.
Terus kabari aku.
Baik.
Ya, ampun.
Astaga.
Nona Do, ada apa?
Begini,
aku bahkan belum mulai sesi berdoa,
tapi Tuhan sudah menjawabnya.
- Puji Tuhan. - Haleluya.
Helikopter, dron, satelit, anjing pencari.
Kami sudah menggunakan tiap metode untuk mencarinya.
- Jadi, jangan khawatir. - Baiklah.
Aku yakin kalian pasti bisa.
Tapi yang paling kami cemaskan...
adalah pers.
Begitu reporter mulai menulis artikel,
segalanya jadi rumit.
- Harga saham juga akan turun. - Benar.
Jangan khawatir.
Insiden ini akan dilaporkan,
tapi kami rahasiakan informasi pribadinya.
Dalam kasus ini, berapa lama masa kritisnya?
Ini situasi bencana,
jadi, tak ada masa kritis tetap,
tapi menurut pengalaman pribadiku,
sekitar 48 jam.
- Selama itu? - Lama sekali.
- Apa? - Jika dia masih hidup,
dia pasti menghubungi kami.
Katamu dia tak ada di rumah sakit terdekat.
Sudah lebih dari sepuluh jam.
Kemungkinan dia masih hidup pasti rendah.
- Benar, 'kan? - Benar.
Kalian punya anjing. Bawa lagi.
Lihat betapa luasnya daerah ini.
Jika begini, tak akan selesai.
- Pak, kami sudah... - Tak ada orang di sana.
Tak ada yang mencari di sana.
Kau bilang mau pergi.
Kau mau tinggalkan keluarga.
Kurasa kau mau merebut yang ada.
Bilang Ayah, kau menolaknya.
Kapan pun aku terkejut,
atau ketakutan, aku akan bilang ini.
"Ibu!"
Lucu sekali, 'kan?
Karena aku tak punya ibu.
Ibu macam apa yang ingin putrinya pergi?
Benar, 'kan?
Ibu!
Lihat? Tak seharusnya robek di situasi ini.
Begitu aku kembali,
kujadikan ini produk gagal.
Habislah kalian.
Aku sudah melompati pagar,
kenapa tak ada orang?
Ada apa ini?
Semua prajurit sedang cuti?
- Ini karena aku... - Tak benar.
Ini karena aku.
Hei.
Apa gunanya mencari siapa yang salah?
Kalau mau begitu, Kapten Ri yang kehilangan dia
karena dia menginjak ranjau,
jadi, dia bertanggung jawab juga.
Maksudku, Kapten Ri tak mungkin
sengaja menginjaknya juga.
Semua tahu kalau tempat itu dipenuhi ranjau.
Bahkan rekrut baru pun tahu.
Dia pasti sudah hati-hati. Tapi dia tetap menginjaknya.
Kita bisa apa soal itu?
Sersan Utama Pyo, kau habis minum?
Apa?
Aku tak minum alkohol.
Aku hanya minum segelas obat.
Sekali lagi,
tak ada gunanya mencari kambing hitam.
Kita harus cepat menemukan wanita itu.
Jika wanita itu ditangkap Badan Keamanan,
kita semua akan mati.
"Mati"?
Kita akan memasuki penjara
dan mati.
Penjara?
Diberhentikan secara tak hormat,
minimal.
Ibu.
Sudah saatnya pergantian kompi.
- Ayo. - Baik.
Perhatian.
TANAH AIR KEBANGGAANKU
Kompi Lima telah menyelesaikan penyerahan tugas di pos jaga.
Kapten Kompi Lima, Ri Jeong Hyeok.
Bagaimana bisa parasut itu
memasuki wilayah kita?
Justru karena tanpa mesin.
Jika ada mesin, pasti tertangkap radar,
walau anginnya kencang.
Kamera termografis tak bisa mendeteksi parasut,
kau melewatkannya jika tak lihat dengan mata.
Jika angin membawanya melewati perbatasan,
- wanita itu pasti panik. - Hei!
Aku juga panik!
Kita akan temukan dia sebelum ketahuan?
Kita harus menemukannya,
bagaimanapun caranya.
Kenapa rasanya aku pernah di sini?
Aku tak boleh berkeliaran lagi.
Aku tak akan kembali lagi.
Jangan bertemu lagi, ya.
Dah.
Bagaimana pencariannya?
Kau lihat betapa luasnya pencarian itu.
Itu masalahmu.
Aku bahas soal pencarian Yoon Se-ri.
Bukan Yoon Se-ri yang seharusnya kau cari.
Apa maksudmu?
Jangan membuatku bingung dan katakan langsung.
Jabatan itu
kini kosong.
Saat ini kosong.
Kau mau melewatkannya?
Ini kesempatan terakhir.
Jika kau tak mau,
segera cari dia.
Pria yang kabur dengan uangmu, Gu Seung-jun.
SHENYANG, TIONGKOK
Jaga pintunya.
Lapor jika ada yang mencurigakan.
Baik, Pak.
Dia bisa dipercaya?
Astaga.
Kau tahu aku berhati-hati dalam memilih orang.
Dia bisa dipercaya.
Bagaimana denganmu, Pak Oh?
Kau dapat dipercaya?
Saat ini, seharusnya kau tahu aku bisa dipercaya.
Itulah yang kukatakan sebelum dikhianati Yoon Se-hyeong.
Kau ada benarnya.
Kau luar biasa.
Pak Yoon pasti dalam masalah besar.
Dia bukan tipe orang yang mudah menyerah.
Dia pasti sedang mengikuti jejakku sampai Filipina.
Untuk ikuti jejakku kemari,
butuh paling lama empat hari. Setelah itu, ke mana?
Benar. Dengan cukup uang dan bantuan,
kau bisa kejar seseorang ke mana pun di dunia.
Ada satu tempat pengecualian.
Internet,
Interpol, dan layanan jelajah ponsel
tak berguna di tempat itu.
Di mana tempat itu?
Cepat katakan kepadaku.
KANTOR INVESTIGASI BATALION KEPOLISIAN MILITER
Pak.
Duduklah.
Santai dan makanlah.
Kami cukup sukses kali ini.
Kami dapat tembikar Goryeo, dan patung emas Buddha.
Patung Buddha dalam kondisi bagus.
Ada pispot emas juga.
Bagus.
Di mana barangnya?
Kau yakin?
Tentu saja.
Omong-omong, kami akan bagaimana?
Segalanya lepas kendali karena kapten sialan itu.
Kami tak akan dideportasi ke Pyongyang, 'kan?
Ri Jeong Hyeok bukan tandinganku.
Bersiaplah menerima hadiah kalian.
Terima kasih.
Makanan kalian akan dingin.
Makanlah.
AKU BUTUH TUMPANGAN
Apa? Buka pintu!
Buka pintu!
Buka pintu!
Ada orang-orang di dalam.
Astaga.
Kapten.
Wanita itu tak mungkin bisa selamat di luar sini.
Dia bisa saja dimakan babi hutan.
Tak ada gunanya mengabari Badan Keamanan.
Apa maksudmu?
Geum Eun Dong itu
tulang punggung di keluarga besar, ibunya janda dan punya empat saudara.
Ibunya Eun Dong
menantikan kepulangan putranya sebagai pahlawan.
Semua orang tua sama.
Karena Kim Ju Meok menonton drama Korea Selatan saat bertugas,
dia mungkin tak akan bisa...
Ayahnya mungkin memukulinya sampai mati dahulu.
Jika melakukan kejahatan wajar mendapat hukuman.
Termasuk Geum Eun Dong, Kim Ju Meok,
dan aku yang gagal menangkap wanita itu,
begitu juga denganmu
yang mabuk-mabukan saat bertugas.
Kapten.
Ini.
PALANG MERAH KOREA
Syukurlah.
Aku pulang.
Aku hampir masuk Korea Utara.
Apa yang terjadi hari ini
pantas dapat wawancara dengan CNN.
Aku akan pergi ke desa,
pinjam ponsel,
dan panggil taksi agar bisa pulang.
Akan kuminta dr. Im datang dan jalani terapi fisik.
Aku hampir pulang.
Aku hampir pulang.
Kenapa gelap sekali di sini?
Apa semuanya tidur?
Permisi. Boleh pinjam ponselmu?
Apa? Ayo.
Ayo.
Ayo. Jalan.
Kamerad, briketmu tak habis saat malam, 'kan?
Tidak, masih ada.
Kamerad, kau baik-baik saja malam ini?
Apa kau tidur nyenyak?
Ya.
Kita dapat listrik sekarang.
Kita hanya dapat saat matahari mau terbit.
Senangnya bisa punya listrik sebelum masak sarapan.
Benar.
Kenapa kau terlambat sepuluh menit?
Itu tak disengaja.
Berikan sampahnya.
Ini. Berikan aku kupon telur ayamnya.
Sepuluh kupon telur ayam.
Cepat, berikan aku telurnya.
Kau mengumpulkan banyak.
Kau rajin sekali.
Orang-orang itu...
Mereka sedang apa?
Masih hangat.
Kau benar.
- Baiklah, Semuanya. - Ibu!
- Itu dia. - Mari kita mulai
olahraga rutin hari ini.
- Ayo. - Keluarlah.
Ayo, cepat.
PEMIMPIN AGUNG SELALU BERSAMA KITA
- Kamerad Rim Jin Ju. - Hadir.
- Kamerad Jeong Woo Pil. - Hadir.
- Kamerad Park Eun Byeol. - Mereka sedang apa?
Kamerad Park Eun Byeol belum ada.
- Dia terlambat! - Aksen apa itu?
Kita bisa terlambat jika menunggu dia.
Kita jalan tanpanya.
- Ayo. - Ayo.
Maju jalan!
- Kita di mana? - Kita di mana?
- Kita menuju kota - Kita menuju kota
- Kita ke mana? - Kita ke mana?
- Ke sekolah - Ke sekolah
- Kenapa ke sekolah? - Kenapa ke sekolah?
- Untuk belajar - Untuk belajar
- Bersama siapa? - Bersama siapa?
- Bersama-sama - Bersama-sama
SURGA RAKYAT
PEMIMPIN AGUNG SELALU BERSAMA KITA
- Kita menuju kota - Kita menuju kota
- Kita ke mana? - Kita ke mana?
- Ke sekolah - Ke sekolah
- Kenapa ke sekolah? - Kenapa ke sekolah?
- Untuk belajar - Untuk belajar
- Bersama siapa? - Bersama siapa?
Apa?
Aku masih di Korea Utara?
Pak Hong.
Halo.
Pak Hong.
Kau bisa dengar aku, 'kan? Aku tahu kau bisa dengar.
Pecat perusahaan acara itu.
Apa mereka memeriksa ramalan cuaca?
Kenapa mereka ceroboh sekali?
Begitu aku pulang, aku tak akan...
Tidak.
Akan kubiarkan.
Aku janji, kau akan kubiarkan.
Aku tak kesal.
Kau tak menjawab karena berpikir aku kesal, 'kan?
Aku tak kesal. Aku baik-baik saja.
Jadi, tolong jawab aku.
Kurasa...
Aku ada di semacam taman nasional.
Aku lihat rusa besar tadi.
Coba cari apakah ada taman nasional di dekat sana.
Itu terdengar seperti perintah,
tapi itu permohonan.
Ayolah.
Jangan lakukan ini kepadaku.
Aku punya banyak pekerjaan.
Sangat banyak sekali.
Contohnya,
aku berencana memberikan kenaikan gaji pegawai
dan juga bonus besar.
Kau dengar?
Pasti kau dengar.
Kau terlalu malu untuk menjawabku tiba-tiba, 'kan?
Siapa pun,
tolong jemput aku.
Di sini!
Di sini!
Di sini!
CRASH LANDING ON YOU
- Aku dari keluarga kaya di Korea Selatan. - Aku tak tertarik.
Bukankah kalian akan terkena masalah jika ada yang tahu aku sembunyi di sini?
Berarti kalian akan diusir.
- Katanya kalian butuh pekerjaan ini. - Katanya dia mati.
Dia bersembunyi setelah penipuan satu miliar won.
Kurasa akan ada rekening baru.
Kenapa kau di sini?
Riwayatnya tak menjelaskan latar belakang keluarganya.
Semuanya akan tampak mencurigakan.
- Aku mau membalas bantuanmu. - Tak perlu.
Lagi pula, aku tak membantu.
Terjemahan subtitle oleh Fajri Mulyadi
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.