Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
โ Oleh : Minhee_Subs โ โ Instagram : serial_asiagram โ โ Youtube Channel : Serial Asiagram โ
โ Sword Dynasty โ โ Episode 3 โ
Ini adalah resep untuk membuat arak.
Ini adalah bunga mawar.
Itu adalah bunga osmanthus.
Kamu gugup sekali ya?
Karena...
sebenarnya aku sama sekali tidak bisa membuat arak.
Belasan tahapan proses pembuatan arak ini,
keponakanku tiap kali mengingatkanku,
aku tetap tidak pernah bisa ingat.
Makanya memakai cara ini.
Kamu kembali saja dulu.
Baik.
Aku ingin membicarakan
masalah pribadi dengan Kepala Pengawas Ye.
Murong Cheng...
memang sedikit bodoh,
tapi bagaimanapun juga dia masih muda,
bakat latihan dan kecepatan naik tingkatnya
terbilang cukup lumayan.
Awalnya kupikir,
masih bisa kulatih.
Tapi tidak kusangka,
belum sempat kulatih,
sudah ditebas
dengan pedangmu.
Murong Cheng...
ada hubungan apa denganmu?
Untuk apa kamu
sudah tahu masih berpura-pura bodoh?
Kamu jelas-jelas tahu dia mau ikut mengabdi padaku,
lalu kamu bunuh begitu saja.
Kalau hari ini kamu tidak memberikan pertanggungjawaban kepadaku,
di kemudian hari, siapa
yang masih mau memberi muka padaku?!
Aku menerima seranganmu,
bisa dianggap sudah memberimu muka, kan.
Memang kamu layak menjadi
satu-satunya Ketua Wanita di Negara Heng.
Sangat berterus terang!
Aku mulai suka dengan sifatmu.
Masih omong kosong saja!
Ayo!
Langit pertama melahirkan air...
Latihanmu sudah sampai tingkat ke-tujuh,
Tingkat Alih Gunung...
Cukup menarik!
Kuat juga.
Habis menerima satu jurusku ini,
kamu pasti akan menderita.
Tapi,
untuk sementara kamu akan tetap aman.
Aduh, aduh, aduh...
Sakit, sakit, sakit...
Kamu yang bernama Ding Ning?
Tuan,
apa kita pernah bertemu?
Seperti yang diduga, tubuh dengan kelebihan energi Yang.
Tuan,
Anda tidak apa-apa?
Keluarlah.
kamu tidak seharusnya mengikuti dia.
Dia duluan yang datang ke Rumah Arak untuk mengetesku.
Berhasil menemukan apa?
Aku mengikuti cara yang kamu ajari,
menyembunyikan ilmuku.
Harusnya dia tidak menyadari apa pun.
Dia barusan juga mengetesku.
Dikemudian hari,
harusnya tidak akan mencurigai kita lagi.
Fengming tidak tahu ada berapa banyak orang
yang menginginkan nyawaku.
Aku harus tampak kuat di depan semua orang.
Hanya dengan menjadi kuat๏ผ
aku baru bisa tetap hidup.
Kan sudah kuingatkan,
kamu sentuh Murong Cheng,
Bangsawan Fang pasti tidak akan melepaskanmu begitu saja.
Kamu kan ingin tahu,
apakah Song Shenshu mati di bawah jurus Sembilan Ulat Sutera Mati?
Aku bisa memberitahumu,
iya, benar!
Song Shenshu mati di bawah Jurus Ulat Sutera Sembilan Kematian,
Bangsawan Dugu mati di bawah Jurus Pedang Pengasah Batu,
semua ini pasti ada hubungannya dengan "orang itu".
Jangan-jangan dia...
benar-benar memiliki penerus?
Ini obat luka emas.
Chen Xuan,
orang yang di penjara air itu
sebenarnya siapa?
Qianxue,
bunga-bunga ini kamu pasti suka.
Aku tidak pernah memberitahumu,
aku suka bunga osmanthus.
Mungkin karena akhir-akhir ini, waktu mengajarimu ilmu pedang,
aku mencium aroma wangi osmanthus dari tubuhmu.
Ini pertama kalinya aku mencium
wangi bunga dari tubuhmu.
Kamu suka?
Suka.
Ada yang memberimu bunga lagi?
Jangan-jangan itu adalah pemberian Raja Muda Liling
untuk mengejarmu?
Kenapa kamu begitu marah?
Masa kamu kira Guru yang kasih?
Bukannya kamu benci pada Guru?
Tidak ada hubungannya dengan benci.
Karena hanya dia seorang yang tahu,
aku paling suka bunga osmanthus.
Bidak caturku yang selanjutnya sudah waktunya tiba.
Ada orang tidak?
Sudah tutup.
Silakan datang lebih pagi esok hari.
Aku bukan mau minum arak.
Mau cari bibiku?
Silakan datang lebih pagi esok hari.
Aku cari kamu.
Cari aku?
Mau apa cari aku?
Kamu ini siapa?
Belum lama ini,
ada seorang bendahara
berbaju kuning datang ke sini,
menagih uang sewa padamu.
Tidak kamu kasih.
Dia bilang akan datang lagi beberapa hari lagi,
tapi tidak pernah datang lagi.
Eh, bukan...
Kamu ini orang Gedung Dua Lantai
atau orang Perkumpulan Jin Lin Tang?
Gedung Dua Lantai.
Lebih tepatnya,
semua urusan Gedung Dua Lantai
aku tangani.
Pemilik Gedung Dua Lantai...
tampak lemah begini?
Benar, saya Wang Taixu.
Mungkin karena berebut wilayah dengan Perkumpulan Jin Lin Tang,
terlalu sulit,
jadi agak mempengaruhi kesehatan.
Orang sehebat Raja Muda Liling,
juga berani kamu lawan?
Aku sudah lama tinggal di Fengling,
jarang sekali lihat orang sepertimu...
mengurus semua urusan besar kecil,
bisa lihat dengan jelas, atur dengan teliti.
Aku butuh penasehat seperti ini,
atau dengan kata lain,
butuh teman sepertimu.
Tapi aku juga ingin dengar,
bagaimana pendapatmu
mengenai perselisihan kami
dengan Perkumpulan Jin Lin Tang?
Sebenarnya...
kondisi kalian saat ini
tidak jauh berbeda dengan Raja Muda Liling.
Selanjutnya,
kalau kalian bisa menstabilkan posisi,
lalu menelan wilayah Perkumpulan Jin Lin Tang,
kedudukan kalian di Fengming
pasti akan meningkat.
Hanya saja,
sekarang kunci masalahnya adalah
dalam hal ini
sama saja ada banyak risiko.
Gedung Dua Lantai sekarang sudah bagaikan
kapal besar yang penuh lubang di tengah hujan badai.
Menurutmu, untuk apa aku
mau naik ke kapal rusakmu itu?
Kamu minta apa?
Asalkan aku punya,
apa saja boleh.
Apa saja boleh?
Termasuk aku masuk aliran untuk berlatih?
Kamu ingin jadi praktisi?
Aku ingin masuk ke
Aliran Pedang Minshan
Apa kamu tahu?
Di seluruh Aliran Pedang Minshan,
tiap tahun hanya terima 10 orang murid.
Di seluruh Negara Heng,
bahkan yang lebih jauh lagi,
di negara-negara bagian dan negara tetangga,
pemuda-pemuda dengan usia ideal sepertimu ini,
ada berapa banyak?
Aku tidak bisa
langsung memasukkanmu ke Aliran Pedang Minshan.
Tapi aku bisa memasukkanmu
ke aliran-aliran yang punya hak untuk ikut dalam
Perhelatan Pedang Minshan..
Asal kamu lolos uji coba,
kamu tetap bisa jadi
murid Aliran Pedang Minshan.
Tapi, kenapa kamu...
harus masuk ke Aliran Pedang Minshan?
Pernah ada orang yang bilang,
aku tidak bisa hidup sampai usia 30 tahun.
Tubuhku memiliki kelebihan energi Yang,
aliran qi dalam organ tubuhku terlalu aktif,
menyebabkan aku akan mengalami penuaan dini.
Jadi,
Aliran Pedang Minshan
memiliki ilmu latihan yang bisa
membuatmu hidup lebih panjang?
Menurutku,
kalau kamu bisa membantuku,
aku...
juga bisa membantumu.
Bagaimana aku bisa membantumu?
Gedung Dua Lantai....
hanya bisa pasif begini,
adalah karena pendukung kami yang sebelumnya, Bangsawan Dugu
dibunuh akhir-akhir ini.
Kurasa, Perkumpulan Jin Lin Tang
pasti memanfaatkan hal ini,
maka jadi berani menyerang kami.
Bangsawan Dugu...
ternyata dia adalah pendukung kalian.
Yuk, keluar jalan-jalan.
Ke mana?
Kalau sudah bekerja sama,
bukankah kamu seharusnya menjelaskan
kondisi detail Gedung Dua Lantai padaku?
Baik.
Bibi,
aku pergi keluar dulu dengan teman.
Cepat pulang ya!
Menurut dugaanku, Perkumpulan Jin Lin Tang berani berbuat seenaknya begini
mungkin karena kita sudah kehilangan pendukung.
Ingin menguasai bisnis Bangsawan Dugu,
seharusnya bukan sekedar persaingan antar aliran dunia persilatan saja.
Tidak sesederhana itu.
Mungkin,
di belakangnya,
ada juga orang-orang pemerintahan,
atau mungkin juga,
ada pemain baru dari luar Fengming...
Teruskan...
Di seluruh Fengming,
yang tidak peduli pada pemikiran Baginda Raja,
hanya Menteri Li seorang.
Dan dia seharusnya tidak akan peduli pada
bisnis kecil macam Gedung Dua Lantai begini.
Kalau dia benar-benar mau menguasai Gedung Dua Lantai,
paling juga
kalian sudah dihukum penggal sekeluarga.
Lalu dia akan cari orang yang penurut,
untuk mengelolanya pelan-pelan.
Sedangkan keluarga-keluarga besar lain di Fengming,
semuanya mesti mempertimbangkan pemikiran Baginda Raja dan Menteri Li.
Jadi menurut dugaanku,
seharusnya ini perbuatan pemain baru
dari luar Fengming.
Tapi sekarang yang paling membuatku penasaran adalah
pertempuran yang membuatmu jadi lemah begini ini,
sebenarnya apa yang terjadi?
Kami berhasil membunuh 53 orang mereka,
di antaranya ada 6 orang praktisi.
Kakak pertama, Tang Que,
kebetulan sedang tidak di Fengming.
Lalu selanjutnya apa yang mereka perbuat?
Tang Que berhasil membujuk Si Gendut Zhang dari Perkumpulan Lei Yu Tang,
malam ini mau datang berunding dengan kami.
Tidak hanya kesempatan,
waktu, dan peluang
semua berpihak pada kalian;
dilihat bagaimanapun, seperti
memohon kalian untuk bermurah hati
agar jangan membantai mereka.
Walaupun kondisi saat ini
tampaknya menguntungkan kalian,
tapi sebenarnya ada bahaya yang tersembunyi.
Mereka mau menerima semua persyaratan,
tujuannya adalah agar kamu mau datang tanpa rasa khawatir.
Lagipula,
pendukung di belakang Tang Que
tidak mungkin mengaku kalah semudah ini.
Dia pasti akan meminta Perkumpulan Jin Lin Tang untuk memperjuangkannya.
Jamuan malam ini,
kamu harus datang bersamaku.
Kalau bisa melewati malam ini dengan selamat,
aku dan Gedung Dua Lantai
pasti tidak akan melupakanmu di kemudian hari.
Sebentar lagi
Si Gendut Zhang akan bawa orang ke sini.
Akan ada seorang pelajar lemah datang bersamanya.
Itu anak angkatnya, Zhong Xiu.
Zhong Xiu seharusnya adalah praktisi
paling hebat di Perkumpulan Lei Yu Tang saat ini.
Juga akan ada pendekar bermata satu,
namanya Tang Mengchen.
Orang Perkumpulan Jin Lin Tang sekarang yang bisa diandalkan,
yang ilmunya paling hebat adalah Tang Que,
dia sudah tingkat lima.
Dia itu pendekar yang kamu undang?
Maaf, membuat kalian lama menunggu.
Kakak Wang,
hari ini, mereka
mematuhi pesanmu,
tidak bawa orang lain ke sini.
Hari ini, kamu yang jadi tuan di sini.
Bagaimana kalau kamu duluan yang bicara?
Karena ini adalah negosiasi,
permintaan kami sangat sederhana.
Kalian, Perkumpulan Jin Lin Tang
mulai saat ini
silakan pergi dari Fengming.
Maka masalah ini akan selesai.
Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana kamu bisa begitu percaya diri?
Cuma bermodal pura-pura galak, pura-pura hebat,
bawa seorang pemuda kampungan
dan seorang
tukang ramal bawah jembatan.
Sudah cukup.
Gua Baiyang...
Tidak tahu kemampuan sendiri!
Ilmu murahan.
Yang mati malam ini sudah cukup banyak.
kamu pergi saja.
Terima kasih, Tuan Li.
Orang yang kamu pilih ini lumayan juga.
Dia boleh masuk aliran.
Sudah selesai berkelahinya?
Mulai hari ini,
kamu sudah jadi murid Gua Baiyang.
Permaisuri,
setelah Bangsawan Dugu meninggal,
jabatan Sebelas Bangsawan Negara Heng jadi ada yang kosong.
Menurut tradisi Negara Heng,
seharusnya cari seseorang dari militer untuk memikul tanggung jawab ini.
Yang ada di dalam laporan ini
adalah orang-orang yang menurut hamba
punya jasa militer besar dan layak jadi kandidat.
Silakan Permaisuri yang memutuskan.
Jenderal,
kita perlu masuk istana dulu tidak?
Tidak.
Aku mau pergi mengurus
beberapa orang dan
masalah di Fengming dulu.
Apa kamu harus berbuat begini?
Aku harus secepatnya
memperoleh identitas sebagai praktisi.
Yang dikatakan Wang Taixu padaku hari itu,
kamu juga mendengarnya.
Seharusnya kamu tahu,
bisa semudah ini masuk ke Gua Baiyang,
adalah sebuah kesempatan yang
sudah kutunggu selama bertahun-tahun.
Jadi pasti tidak boleh kulewatkan.
Tapi kamu terlalu buru-buru.
Rencana awal kita adalah
sebelum tubuhmu pulih,
jangan latihan apa-apa dulu.
Biarpun kamu punya Ulat Sutera Sembilan Maut untuk melindungi tubuh,
tapi tubuhmu kelebihan energi Yang,
pergi meninggalkan latihan berpasangan adalah hal yang sangat berbahaya
Seharusnya kamu tahu,
sedikit ceroboh saja,
nyawamu mungkin dapat melayang.
Kamu tenang saja,
aku pasti akan lebih hati-hati dari sebelumnya,
tidak akan mati semudah itu.
Kamu bertekad harus masuk ke Aliran Pedang Minshan,
adalah demi mendapatkan Ilmu Dewa Penyambung Langit.
Iya.
Ilmu Dewa Penyambung Langit
selain bisa membantuku bertahan hidup
juga akan membuatku jadi semakin kuat.
Selanjutnya aku harus berbuat apa
untuk menghadapi Bangsawan Fang?
Jangan cemas dulu,
pedang takdir masih belum diperbaiki
Selanjutnya yang harus kamu lakukan
adalah baik-baik tunggu aku di ranjang,
latihan bersama.
Kamu!
Ketua, selamat pagi!
Pagi, Saudara!
Terima kasih, Ketua
telah menepati janji.
Orang dunia persilatan
sekali berjanji harus ditepati.
Aku sudah mengikuti petunjukmu,
melempar jasad-jasad orang Perkumpulan Jin Lin Tang itu
ke sungai.
Berbuat begini, sudah cukup heboh kan?
Entah apa bisa memancing keluar
pendukung yang ada di belakang mereka?
Tapi setelah dipancing keluar mau bagaimana?
Langkah selanjutnya bagaimana?
Bibi,
aku pergi dulu.
Angin berpaling tanpa suara,
pedang ksatria menembus jiwa,
angkuh memandang dunia,
melampaui musim gugur dan musim semi,
secangkir arak ksatria.
Hidup mati dan lahir kembali,
tanpa sesal tanpa jera,
teman lama tak lagi berpulang.
Menoleh memandang dunia
rambut pun telah memutih,
tak berharap dapat mengulang.
Muridmu, Ding Ning,
sudah mulai turun tangan.
Sejak saat ini,
aku sudah tidak punya jalan untuk berbalik lagi.
Tapi kamu tidak perlu berterima kasih.
Aku berbuat begini,
sama sekali bukan demi kamu.
Perlakuanmu terhadap kami, keluarga Gongsun...
Keluarga Gongsun dibantai habis,
sedetik pun aku tidak akan pernah lupa.
Takdir pahlawan tak teringkari,
melewati musim gugur dan musim semi,
sepenuh hati pergi ke timur,
cinta dan benci, debu dan pasir.
Siapa kamu?
Jurus Ulat Sutera Sembilan Maut tidak pernah diwariskan pada orang luar.
Kamu adalah...
Nona Gongsun?
Kamu mengenaliku?
Aku adalah satu-satunya penerus guru
yang melatih Jurus Ulat Sutera Sembilan Maut.
Ia yang menyuruhmu berlatih di sini?
Guru berpesan,
jika suatu hari terjadi masalah di Arena Pedang Bashan,
aku harus mengembalikan pedang ini
kepada orang Keluarga Gongsun.
... rincian kejadiannya
adalah seperti ini.
Maksudmu, orang Perkumpulan Jin Lin Tang hampir dibantai habis,
cuma karena seorang bocah Rumah Arak
dan praktisi dari Gua Baiyang?
Iya, benar!
Sampah!
Dibiarkan hidup juga cuma sampah!
Tidak peduli cara apapun,
selidiki dulu gerak-gerik pemuda itu sampai jelas!
Lapor, Permaisuri!
Gua Baiyang mengulur-ulur waktu tidak mau menyerahkan Nadi Roh,
sekarang masih ikut campur urusan Perkumpulan Jin Lin Tang pula.
Kami ingin tahu,
bagaimana pendapat Permaisuri?
Tempat berlatih yang mana pun
semuanya adalah pusaka bagi Negara Heng.
Tapi harus setia pada Negara Heng,
tidak boleh jadi batu sandungan bagi kerajaan.
Gua Baiyang ini
memang sudah keterlaluan,
Mereka harus membayar untuk ini!
Silakan Permaisuri memberi petunjuk
untuk berurusan dengan Gua Baiyang.
Masukkan ke Perguruan Pedang Qingteng.
Sejak sekarang, di Fengming
tidak ada lagi Gua Baiyang.
Dan lagi,
peringatkan juga Liang Lian dan Perkumpulan Jin Lin Tang,
di Fengming
jangan seperti perang dengan negara lain.
Harus pakai siasat yang lebih halus.
Fengming itu rumit,
jangan kira bisa
dengan mudah menindas siapa pun.
Baik, Permaisuri!
Kuantar sampai sini saja.
Terima kasih.
Jangan sungkan.
Hari ini kenapa begitu banyak orang menyambutmu?
Harusnya bukan sengaja menyambutku
masuk Gua Baiyang lah.
Saudara,
aku ada nasehat untukmu,
tahan emosi sesaat,
lancar urusan setahun.
Sampai jumpa!
Sampai jumpa!
Memangnya sejak kapan
Gua Baiyang jadi bisa
sembarangan dimasuki orang luar?!
Kakak Tertua.
Sudah, jangan ribut.
Ini keputusan Guru.
Keputusan Guru?
Kakak Tertua,
ini kan tidak sesuai peraturan.
Dia tidak ikut latihan dan ujian masuk perguruan,
kok sudah dibiarkan masuk.
Ini bukan hanya tidak adil bagi kita,
tapi juga tidak adil bagi
semua orang yang pernah ditolak di depan gerbang gunung ini
selama ratusan tahun ini.
Begitu banyak orang ingin masuk.
Dia ingin masuk,
pertama-tama,
harus buktikan agar kita semua merasa dia layak masuk.
Harus lolos ujian Gua Baiyang baru boleh masuk.
Hari ini, aku harus masuk ke gerbang gunung ini.
Mengenai peraturan, kalian tentukan saja!
Kamu benar-benar
sudah pikir baik-baik?
Aku sudah datang,
tentu aku tidak akan gentar.
Pantas saja Gua Baiyang bisa dapat masalah begini.
Ternyata bisanya cuma berkelahi di dalam.
Omong kosong!
Siapa kamu?
Memangnya kamu ini apaan?
Aku ini bukan apa-apa.
Kalau aku tidak salah lihat,
harusnya kamu ini murid termuda Gua Baiyang,
Shen Bai.
Ayahmu adalah Shen Feijing.
Dia adalah mantan perwira militer anak buah
Nangong Pocheng.
Kamu tahu dari mana?
Aku murid Perguruan Pedang Qingteng,
Nangong Caishu.
Ayahku adalah Nangong Pocheng.
Kenapa?
Kalau tahu aku,
kamu tidak berani mengucapkan kata-kata tadi kan?
Ini adalah adil menurut persepsimu?
Di Perguruan Pedang Qingteng kami,
kalau Ketua Perguruan setuju
seseorang masuk perguruan,
kami tidak akan mencegatnya di pintu,
melarangnya masuk.
Cuma sekedar ujian masuk saja kan?
Buat apa dibikin rumit begini?
Jangan kira ujian masuknya
segampang permainan anak kecil ya.
Tiap tahun murid yang datang ke sini ikut ujian,
ada ribuan orang.
Tapi yang lolos
cuma beberapa saja.
Silakan!
Soal pertama adalah Ujian Piring Batu Bergerak.
Di antara batu-batu yang berputar ini,
kamu harus mencari lima batu yang mengandung Cahaya Roh.
Kalau berhasil menemukan tiga batu,
akan dianggap lolos.
Kelima batu itu
dengan batu-batu lainnya
sangat mirip sekali.
Walau sama-sama ditaruh di atas kain putih
juga belum tentu bisa segera tampak perbedaannya.
Dalam keadaan bergerak seperti ini,
misal aku harus ikut ujian sekali lagi,
juga tidak bisa menjamin bisa berhasil.
Iya.
Dalam ujian-ujian yang lalu,
lebih dari setengah peserta
langsung gagal di depan
piring batu ini.
Hari ini adalah langkah pertama aku resmi muncul dalam
sorotan mata banyak orang di Fengming.
Langkah pertama ini,
akan menentukan citraku nanti.
Aku sudah diam-diam dan menahan diri selama bertahun-tahun.
Hanya saja bunga-bunga di sisi dinding yang sana,
semakin lama semakin mekar bersemi.
Ada orang yang hidup santai dan tenang,
dan ada orang yang
mengemis hidup seperti hantu
didalam got.
Ternyata ujian masuk pertama Gua Baiyang
adalah uji ketenangan hati.
Pintu masuk pertama untuk menjadi seorang praktisi,
adalah menenangkan hati,
menghilangkan segala pikiran kacau,
baru bisa merasakan
lima energi dalam tubuh.
Rekor waktu tercepat menyelesaikan ujian ini sebelumnya
Adalah setengah pembakaran dupa.
Tidak mungkin!
Sungguh sulit dipercaya!
Kakak kedua...
tidak disangka, sedikit pun tidak ada hawa praktisi.
Di antara 5, yang benar 4.
Soal selanjutnya...
Ini adalah Patung Persepsi.
Persepsi adalah sebuah talenta.
Ada orang yang bisa menenangkan hati dan mengamati,
tapi tidak bisa merasakan lima energi dalam tubuh,
serta energi inti langit dan bumi.
Tanpa bakat seperti ini,
tidak bisa dianggap sebagai praktisi sejati.
Pedang di tangan patung ini, tengahnya kosong.
Asal kamu bisa merasakan
pergerakan energi dalam patung ini,
kamu akan dapat mengeluarkan energi dari dalamnya
melalui pedang ini.
Asalkan aku bisa mengeluarkan energinya,
maka aku lolos ujian?
Benar sekali.
Jika soal yang ini juga lolos,
aku benar-benar boleh melewati gerbang gunung dan masuk perguruan?
โ Oleh : Minhee_Subs โ โ Sword Dynasty โ
โ Instagram : serial_asiagram โ โ Youtube Channel : Serial Asiagram โ
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.