All language subtitles for Arwah.Noni.Belanda.2019.WEB-HD.1080p.DD5.1.FMZM.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

di mimpi dan kenyataan.

Semua membuatku jadi gila.

Rasanya ingin minggat saja dari rumah ini.

Namun aku tidak bisa pergi begitu saja.

Ini rumahku, dan aku bekerja keras untuk mendapatkannya.

Aku ingin mengakhirinya. Hantu itu ingin aku pergi dari sini.

Tapi tak ada yang boleh mempermainkanku. Tidak satu hal pun.

Siapapun, termasuk Hantu Hellen.

Meski dia mencoba menyakitiku.

Sudahi ini sekarang juga!

Demi Tuhan di surga!

Hei.

Hei!

Kau pikir kau bisa menyentuhku?

Semoga kau terbakar di neraka!

KISAH DARI HELLEN VAN STOLCH, 1834

Sampailah Hansel dan Gretel di sebuah rumah.

Yang terbuat dari cokelat

permen

dan manisan.

Lalu mereka diam-diam masuk ke dalam rumah itu.

Dan ternyata

rumah itu

adalah rumah seorang Nenek Sihir jahat.

Hansel dan Gretel ditangkap.

Mereka dimasukkan ke dalam sangkar besi yang mengerikan.

Dikasih makan, makanannya enak-enak.

Supaya badan mereka cepet gemuk.

Tapi, karena untuk jadi santapan Nenek itu.

Setiap nenek itu mau megang tubuh keduanya

mereka dengan pintarnya menyodorkan tulang.

Sehingga Nenek yang rabun itu

berpikir

Ih, tubuh dua anak ini masih terlalu kurus untuk saya makan.

Lalu

Di dalamnya ada surat yang sudah di translate.

Itu akan menjadi ide tulisan kamu.

Berikut surat kontrak dan DP untuk kamu, Sarah.

Kalo kamu setuju, silakan kamu tanda tangani.

Nah, ini fasilitas yang dikasih Pak Kasman.

Emily, Emily tunggu!

Emily.

Emily.

Ma, amel main dulu ya?

Ya udah, tapi jangan jauh-jauh.

- Ma. - Emily!

Kok ngagetin mama aja sih.

Kenapa, Sayang?

Ma, amel mau main piano ya?

Liat kamar kamu aja yuk.

Ini kamar kamu, Emily.

- Bagus ya? - Iya Ma, bagus.

Emily, ini buku-buku mau taruh di mana?

Emily?

Emily.

Emily?

Emily?

- Ma. - Kamu ngeliatin apa sih?

Nggak, Ma.

Ayo gowes lagi, ayo gowes lagi ya, Sayang.

Ayo lagi ya. Ayo gowes, Emily. Ayo.

Hei, dia pembunuhnya.

Sialan! Tangkap dan gantung dia sekarang!

Tolong saya! Tuan Jacob!

Tolong saya!

Tuan Jacob!

Tolong!

Hai.

- Ngapain sih kamu? - Nggak, ini lagi ngeliatin foto.

Kemarin kan beres-beres gudang, terus nemuin foto-foto ini.

Fotonya sih seusia nenek kita ini. Tua banget.

Iya.

Ini lagi?

Yang, aku ada rapat mendadak hari ini.

Kalo misalnya rapatnya lancar, aku berangkat ke Bali, sore.

- Berapa lama? - Belum tau sih.

Doain aja semoga lancar.

- Yaudah aku berangkat ya. - Iya.

Hati-hati ya Pa, ya.

- Bye. - Aku berangkat ya Sayang, ya.

- Dadah. Hati-hati. - Assalamualaikum.

- Bye. Dadah dong. - Wa alaikum salam.

Dadah.

Mama!

Mama!

Emily!

Nak!

- Emily! - Mama!

Kenapa, Nak? Ini mama, Nak.

Kenapa kamu nangis? Emily?

Mama!

Mama!

- Selamat pagi, Tuan Jacob. - Selamat pagi, Tuan Johan.

Cuacanya cerah sekali hari ini.

Ya, Tuan Johan. Ini hadiah Tuhan.

- Silakan duduk, Tuan Johan. - Terima kasih.

Badriyah.

- Satu gelas kopi untuk Tuan Johan. - Baik, Tuan.

Badriyah, biar Hellen yang mengantar kopinya.

Baik, Tuan.

Cara mereka masuk ruangan sangat berbeda dengan kita, ya?

Iya aku tau, Tuan Jacob.

Mereka punya jalan masuk sendiri.

Lalu, bagaimana dengan perkebunanmu, Tuan?

Berjalan dengan baik?

Kadang baik, kadang tidak.

Namun semuanya baik, Tuan Johan.

Menurutku perkebunanmu seharusnya berjalan dengan baik.

Gubernur Van Den Bosch baru saja menegakkan suatu sistem.

Yang disebut Kultuur Stelsel di Jawa.

Semua orang di Jawa harus membayar pajak

dalam bentuk rempah kepada Pemerintah Hindia Belanda.

Lalu, mereka akan mengirim rempah-rempahnya ke Belanda

dan menjualnya ke Amerika dan Eropa.

Ini kopimu, Tuan Johan.

Terima kasih.

Ma.

Ma, amel nggak bisa tidur.

Ya udah malam ini Emily bobo sama mama ya.

- Semuanya baik, Tuan? - Semuanya baik-baik saja.

- Silakan duduk. - Terima kasih.

Kau ke sini untuk membicarakan Kultuur Stelsel lagi?

Tidak, Tuan Jacob.

Maafkan aku.

Aku ingin menikahi anak perempuanmu.

Hellen. Hellen Van Stolch.

Aku ingin dia menjadi istriku

dan tinggal denganku di sini, di Batavia.

Sebenarnya, aku ingin dia menikah secepatnya.

Lebih cepat, lebih baik.

Siapa kamu sebenarnya?

Tante.

Emily.

Emily?

Ma.

Emily main sama siapa?

Nggak Ma, amel nggak main, nggak main sama siapa-siapa kok.

Tadi ketawa-ketawa.

Nggak.

Yaudah mama tunggu Emily di bawah ya.

Tante?

Ma.

Ma, Mama kenapa?

Ma.

- Mama kenapa sih? - Mama nggak pa-pa, yuk.

Aku ingin dia menjadi istriku

dan tinggal denganku di sini, di Batavia.

- Ma. - Emily.

- Ma, amel tidur sama Mama ya? - Kamu ngagetin mama aja.

Ayuk.

- Tapi Mama nanti dongengin amel ya. - Udah malam Nak, bobo.

- Dongengin ya? - Emily, udah malem, bobo.

Ayo Emily pinter sini, ayo.

Good night.

- Ma. - Iya?

Mama kok nggak nulis lagi sih?

Kan Amel lagi sakit.

Jadi mama jagain Amel dulu.

Amel sehat kok, Ma.

- Ma. - Iya?

Apakah kita boleh masuk ke rumah orang

tapi tanpa seizin pemilik rumahnya?

Ya nggak boleh dong.

Kita harus minta izin dulu sama pemilik rumah.

Baru deh kita masuk.

Itupun kalo boleh masuk.

Kalo gitu pantes aja dong,

Hansel sama Gretel dikurung sama nenek sihir.

Karena mereka masuk ke rumah Nenek Sihir

tapi tanpa seizin Nenek Sihir.

Penyusup harus dihukum.

Kok Amel bisa ngomong kayak gitu?

Denger dari mana?

Kata Tante.

Mama masuk rumah ini

udah dapet izin belum dari pemilik rumah ini?

Kita bukan Hansel dan Gretel, 'kan Ma?

Selamat siang, Tuan Johan.

Hellen.

Tuan Johan?

Bagaimana jika kita duduk?

Terima kasih.

Tuan Johan.

Apa ada yang bisa aku bantu?

Ya, Hellen.

Aku dengar dari ayahmu

Emily.

Kamu bukannya lagi bobo?

Tadi Tante ngajak Amel main piano.

- Tante? - Iya, Ma.

Tante siapa?

Tante, Ma.

Hei ini aku, hei!

Ini aku.

Semenjak kamu pergi

banyak kejadian aneh.

Rasanya ada yang nggak beres dengan rumah ini.

Aku dan Emily sering diganggu

suara aneh.

Aku mimpi, mimpi aneh.

Ma.

Aku ngga percaya takhayul.

Hal mistik apapun itu.

Apalagi kamu sedang menulis cerita horor.

Pikiran dan perasaan kamu terkontaminasi dengan khayalan.

Tapi kamu percaya dengan adanya setan?

Aku percaya dengan adanya setan.

Apalagi di semua kitab suci, menyatakan keberadaannya.

Terbukti dengan banyaknya kejahatan di dunia ini.

Perbuatan dan sifat manusia yang seperti setan.

Bukan bentuknya, apalagi fisiknya.

I believe in evil, not devil.

Ada satu hal lagi yang pengen aku bilang.

Apa?

Emily selalu menyebut

Pa.

Emily sekarang cerita ke mama, sama Papa.

Siapa yang suka Emily sebut Tante itu?

Nah, ini.

Cerita ya Sayang, ya.

Kata Tante, teman yang baik itu harus saling jaga rahasia.

Emily.

Sayang.

Kalo Emily nggak mau cerita sekarang, Emily harus janji.

Nanti Emily akan cerita ke mama sama Papa.

Ya?

Benar kan kataku, Pa?

Sayang, Amel itu kan masih kecil.

Dia punya teman khayalan sendiri.

Ntar juga lama-lama hilang.

Lupain.

- Emily! - Amel!

Emily!

- Amel! - Emily!

- Emily! - Amel!

Emily!

- Pa. - Nggak ada, Ma.

Pergi!

Emily!

Pergi dari sini!

Ma?

Ma?

Ma!

Ma!

Papa?

- Sarah, kamu harus tenang Sarah. - Gimana aku bisa tenang, Ran?

Hantu Wanita Belanda itu terus ganggu.

Aku takut, Ran.

Aku harus gimana?

Aku takut terjadi sesuatu sama keluarga aku.

Ran!

- Rani! - Sarah

kamu harus tinggalkan rumah itu sekarang juga.

Iya Sayang, itu.

- Emily! - Amel!

- Amel! - Emily!

- Emily, buka! - Amel buka, Mel!

- Emily, buka! - Amel!

- Mama! Papa. - Emily!

Emily?

Sayang.

Jangan berisik, Tante lagi marah-marah.

Tinggalkan rumah ini!

Dan tinggalkan anakmu!

- Amel! - Emily!

Pa angkat, Pa.

Pergi dari rumahku!

Pergi dari rumahku!

Pergi dari rumahku!

- Emily? - Sarah, tunggu!

Tidak ada yang bisa mengusirku dari sini!

Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja!

Sekarang putrimu bersamaku.

Aku akan berhenti mengganggumu

jika kau menulis yang sesungguhnya!

- Amel! - Emily!

Sarah, tunggu!

Kita harus bicara.

Emily, Emily, bangun Nak.

Nak.

Emily.

Pejamkan mata kamu Sarah, dan kamu harus konsentrasi.

Aku akan membuka mata batin kamu.

Dan kamu jangan takut, jika kamu melihat sesuatu.

Sekarang buka mata kamu pelan-pelan, dan kamu jangan takut, Sarah.

Sekarang katakan apa keinginanmu

agar kamu tidak menganggu keluarga ini.

Sebarkan kebenarannya.

Semua tulisanmu sudah diputar.

Aku ingin semua orang tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini.

Namaku Hellen Van Stolch.

Aku meninggal ketika aku berusia 22 tahun.

Nama Ayahku Jacob Van Stolch.

Dia dan keluarganya tinggal di sini, di rumah ini sejak 1784,

50 tahun sebelum kematianku.

Hobiku melukis.

Ayahku, Jacob, memiliki perkebunan yang luas.

Ayahku sangat baik kepada para pekerjanya.

Itu sebabnya semua orang menghormatinya.

Aku juga memiliki pelayan yang baik dan tepercaya.

Namanya Badriyah.

Ayahku dan aku hidup dalam kehidupan yang sangat baik.

Terkadang kami berpikir hidup tidak bisa lebih baik.

Tetapi suatu hari, tamu tak terduga datang ke rumah kami.

Terima kasih.

Hellen adalah putri dan harapanku satu-satunya, Tuan Johan.

- Silakan minum kopimu. - Terima kasih.

Tuan Johan, apa yang membawamu ke sini?

Ya.

Aku mendengar berita.

Bahwa

kau tidak mendukung

sistem Kultuur Stelsel.

Apa itu benar, Tuan Jacob?

Itu benar.

Sistem ini terlalu berat untuk pekerjaku.

Sulit diterima.

Dan suatu hari, aku akan memberikan semuanya untuk putriku.

Suatu hari

Hellen yang akan mengurus semuanya di sini.

Baiklah, apa yang bisa aku katakan.

Maafkan aku, Tuan Jacob,

Jika aku membuatmu kepikiran.

Tidak sama sekali, Tuan Johan.

Kau sangat diterima di sini.

Dan pintu kami akan selalu terbuka untukmu.

Tuan Johan.

- Tuan Jacob, selamat siang. - Selamat siang, Tuan Johan.

Aku ingin menikahi anak perempuanmu.

Hellen. Hellen Van Stolch.

Aku ingin dia menjadi istriku

dan tinggal denganku di sini, di Batavia.

Sebenarnya, aku ingin dia menikah secepatnya.

Tetapi, dia selalu menolak.

Maafkan aku, kita butuh lebih banyak waktu untuk membahasnya.

Tidak masalah, Tuan. Aku akan menunggunya dengan sabar.

Tuan Jacob.

Lebih cepat, lebih baik.

Dia bebas memilih

siapa pasangan hidupnya.

Aku tidak mau menikah dulu, Papi!

Hellen.

Dengarkan papi.

Papi semakin tua.

Dan dia adalah Tuan Willem Van Den Beck.

Orang yang terhormat.

Salah satu yang terkaya di Batavia.

Karena itu?

Jika Papi melihat status dan kekayaan saja

kenapa tidak Papi saja yang menikah dengannya?

Sayang, tolong pikirkan kata-katamu. Berhati-hatilah saat berbicara.

Tetapi Papi memaksaku!

Papi tidak ingat janji Papi, di makam Ibu?

Papi berjanji tidak akan memaksaku untuk menikah.

Kau selalu menolak pria yang melamarmu.

Benarkan, Hellen?

Sebagai orang tuamu, aku ingin menggendong cucuku.

Berapa lama papi harus menunggu? Coba katakan?

Kau mau papi meninggal dulu?

Papi.

Aku tidak sejahat itu, Papi.

Setelah Papi meninggalkan perkebunan dan rumah ini

aku akan menikah.

- Benarkah? - Iya, Papi.

Kemari, Sayang.

Papi sangat senang.

Hellen, siapa yang kau pilih?

Tuan Johan, ada yang bisa aku bantu?

Hellen, aku dengar dari ayahmu.

Bahwa

kau menolakku.

Apa itu benar, Hellen?

Aku ingin mendengarnya darimu.

- Kenapa, Hellen? - Apa aku harus menjelaskannya?

Ya, tolong jelaskan padaku.

Alasannya sederhana.

Aku belum mau menikah.

Jadi itu benar. Kau menolakku!

Maafkan aku, Tuan Johan.

Jawabannya tidak.

Tidak pernah.

Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini oleh wanita.

Aku tidak pernah dipermalukan dalam situasi seperti ini.

Hellen, tunggu saja. Kau akan mendapatkan konsekuensinya.

Bajingan itu merusak kebahagiaan kita!

Lihat ini.

Diam!

Kalian berdua, pergi!

Tuan Jacob.

Kami telah menemukan pelakunya.

Aku memiliki surat perintah penangkapan.

Dia pembunuhnya!

Tuan.

Diam!

Dia pembunuhnya!

Dia akan dihukum gantung.

Saya tidak bersalah!

Jangan Papi, jangan!

Jangan!

Jangan! Tolong jangan, Papi!

Jangan, Papi!

Jangan!

Jangan!

Jangan! Jangan Papi!

Jangan! Jangan Papi!

Jangan!

Jangan Papi! Jangan!

Itu sebabnya rohku tidak tenang!

Dendamku terhadap Johan Van Beck membuatku menghantui rumah ini.

Dan itu yang harus kau tahu.

Sebelum kematiannya

Johan menulis surat palsu.

Kau sudah mati! Hentikan ini sekarang!

Demi tuhan!

Hei.

Hei!

Kau pikir kau bisa menyentuhku?

Semoga kau terbakar di neraka!

Itu semua adalah ceritaku.

Sekarang, kami akan menulis semua kisahmu.

Sesuai keinginanmu.

Pergilah, Hellen. Jangan ganggu keluarga ini.

Tidak.

Tidak!

Tidak!

Emily?

Emily!

Pa?

Papa! Pa!

Papa!

Papa! Pa!

Pa!

Papa!

Papa!

Papa, bangun.

Pa, bangun Pa.

Papa.

Emily!

Emily!

Emily!

Emily!

Emily

Kita harus tinggalkan rumah ini! Ayo, Sarah!

Ngga!

- Ayo Sarah, kita harus pergi! - Emily!

Sarah, ayo!

Pergilah kau!

Tinggalkan rumahku, tempatku!

Tidak boleh ada yang menggangguku di sini!

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.