Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Cho Seung-woo
Sebuah kehormatan bisa bertemu denganmu.
Aku cuma mengambil separuh pendapatan.
Hanya separuh?
Kenapa? Apa itu terlalu banyak?
Kim Hye-soo Apa aku mengenal Goni?
Dia adalah yang terbaik yang pernah aku temui.
Jangan curang, tidak ada batasan.
Kartu bagus!
Ayolah, ayolah!
Mantap!
Kau sungguh tidak beruntung hari ini.
Aku ikut merasakannya.
Baek Yoon-sik Orang itu...
pemain pro.
Satu, tiga, lima,
Tujuh, sembilan,
Taruh kartunya diurutan ini.
Yoo Hae-jin Yang memberimu kode.
Saat kau menumpahkan minuman.
Aku akan berpura-pura mengelapnya.
Aku akan memberimu kartu baru.
Sembunyikan yang lama di lubang.
Dia akan mendapat pair/sepasang lima.
Aku akan mendapat tujuh.
Yes!
- Pair tujuh! - Kumpulkan uangmu.
Apa yang kau punya?
Pair sembilan!
Ke Seoul.
- Kau terlihat keren. - Aku tahu.
Kenapa aku terus yang beli tiket?
Selalu, kau sangat malas.
Pindah! Sepit.
Harusnya kita tinggal beberapa hari lagi.
- Kenal orang itu. - Bagaimana?
Lihat.
Aku pergi duluan.
- Bosku meminta kembali uangnya . - Apa?
- Serahkan padaku! - Kau melucu?
- Tunggu. - Hey!
- Sudah beres? - Gwang?
- Kita ada kawan. Lari. - Apa?
Kejar dia, cepat!
Jangan kabur, bajingan!
Kita pergi kemana?
Mengumpulkan uang banyak!
Apa?
Tazza: The High Rollers
Kau bertanya mengapa orang berjudi?
Siapa yang tahu?
Dua tahun sebelumnya, Namwon
Terima kasih minumannya.
Kau tidak pulang? Mau bergabung?
Tidak. Aku cuma menonton.
Kenapa kau tidak mulai belajar untuk masuk perguruan tinggi?
Aku ikut 40.
Gelar sarjana bukan jaminan lagi.
Kau tidak punya uang.
Aku punya uang.
Pair delapan!
Duduklah.
Aku boleh bergabung?
Goni, tahu caranya main sotda?
Tentu saja. Bagaimana menurutmu?
Pinjami aku sejuta.
Satu juta won?
Bagaimana kau akan mengembalikannya?
Dengan uang yang akan aku menangkan.
Hwatu.
Apa arti kata itu. Artinya perang bunga-bunga.
Kau tahu apa yang membuat orang terjebak dalam permainan hwatu?
Harapan.
Harapan palsu. Begitulah kehidupan ini.
Belilah sesuatu untuk kau makan.
Aku tahu sakitnya karena kalah.
Ketika ia kehilangan uang ia menabung selama 3 tahun...
Goni mengatakan ia merasa seolah-olah selalu sendirian.
Tapi apa yang bisa ia lakukan? Semua orang pernah merasakannya.
Kau masuk kerja seenakmu sendiri. Lebih baik keluar sekalian!
Kau dengar aku?
- Keluar saja dari pekerjaan burukmu itu. - Hentikan!
Mereka memberiku libur!
Kalau begitu jemput saudarimu.
Dia datang hari ini?
Aku penasaran berapa banyak tunjangannya.
Uang itu terlarang untukmu.
Goni!
Hey! Nona!
Kau naik bus?
- Bagaimana kabarmu? - Baik.
- Tolong bawakan ini. - Ok.
Kau di rumah saja, Goni. Jaga uangnya.
Kami akan pergi ke makam ayahmu.
Kita bisa ngobrol setelah aku pulang.
Baik.
Ngobrol soal apa?
Semua sudah beres sekarang. Jangan khawatir.
Jangan lakukan ini.
Kau harus berfikir jernih.
Tidak! Jangan!
Goni! Kau mundur?
Diamlah. Aku tidak bisa konsentrasi.
Aku butuh uang lebih banyak.
Jam berapa sekarang? Tunggu di sini.
Aku akan segera kembali.
Ada yang bisa mengantarku?
1. WASPADAI ORANG ASING
Goni bersumpah akan bunuh diri
jika ia sampai kehilangan semua uang itu.
Goni?
Apa?
Naikan taruhannya saat kau dapat sepasang delapan.
Bagaimana kau tahu aku akan dapat itu?
Lakukan saja yang aku suruh, kau akan memperoleh uangmu lagi.
Tapi...
Ayo main.
Ah! Maaf aku kikuk.
Apa yang ku perbuat, Goni?
Kartu ini payah.
Kau jangan mundur begitu cepat.
- Pair 10, keluar. - Jangan berputus asa.
Aku tidak bisa menahannya.
Hitam... Kita mulai dengan 2 juta.
Itu kartu 1 dan 8.
Aku punya delapan. Itu artinya dia punya satu.
Dan aku menantangmu.
Aku ikut, aku menantangmu.
Oke, dia punya satu pasang.
Aku naikkan 6 juta. Total 10.
Apa ini putaran terakhirmu?
Masalah buatmu?
Siap?
Aku ingin ikut kali ini.
Siap.
Apakah dia memegang sembilan?
Aku naikkan taruhannya.
Semua siap?
Apa yang kau punya?
Aku pasti sudah gila.
Aku tidak bisa menang dengan ini.
- Pair lima. - Oke, kau keluar!
Lima?
Aku punya tujuh.
Oke, kau juga keluar.
Tunggu.
Aku punya pair delapan.
Goni.
Kau anak yang malang.
Pair sembilan!
- Wow! - Sembilan?
Apa?
Kau bilang kau pegang hitam!
Kau percaya?
Yang aku maksud hitam ini!
Dasar bajingan!
Kau bilang agar ambil tiga kartu!
Kau ambil empat!
Kau menipuku!
Aku ambil tiga!
- Penipu - Hentikan.
Kembalikan! Kembalikan!
Hentikan.
Kembalikan uangku!
Sekarang!
Aku akan..
Hentikan!
Saudariku...
Aku melakukan kesalahan.
Mu-seok mengetahui segalanya selama ini.
Tapi Chun-jae yang mengambil uangnya.
Mereka pasti bergabung bersama.
Aku kenal Chun-jae bertahun-tahun.
Bagaimana dengan Mr. Nam?
Mr. Nam!
Kau tahu apa yang kau lakukan.
Chun-jae pergi ke Seoul. Dimana uangku?
Mu-seok membawa seluruh uangnya.
Yang aku lakukan hanya membiarkan dia bermain!
Dimana dia?
Dia di Incheon, Pulau Song. Dia menuju ke sana.
Aku akan menemukannya!
Goni tidak bunuh diri. Aku akan menemukannya!
Aku kira semua itu hanya kebetulan. Aku membunuhnya!
Hari itu Goni bertemu Mu-seok,
hari dimana saudarinya menerima tunjangan...
Kesempatan itu sangatlah kejam.
Goni menghabiskan 6 bulan untuk mencari Mu-seok di semua tempat.
Suatu hari, ia mengalami kebetulan ketiga di Inchun.
Bolehkah saya meminjam 8 juta won?
- Apa pekerjaanmu? - Saya mengajar di sekolah tinggi.
Aku akan memberimu 10 juta sebab kau seorang guru.
Tapi apa yang akan muridmu ikuti jika mereka melihatmu seperti ini?
Mereka semua akan berjudi juga, cepat atau lambat.
Saya harap tidak.
Ada sesuatu yang mencurigakan.
Apa itu?
Saya tidak melanggar aturan!
Bung
Apa yang kau lakukan!
Aku tidak mau kemana-mana! Lepas! Lepaskan aku!
Seret dia keluar!
Tidak! Hei!
Kembalilah ke permainan kalian.
- Hei. - Ya, Tuan.
Ada keributan apa?
Seseorang membuat masalah.
Dasar tolol.
Lempar dia keluar
Baik, Anda tidak bermain lagi?
Apa ada yang mau bermain denganku?
Tentu saja tidak.
Hei!
Akan ku bunuh kalian semua!
Jangan mendekat!
Dasar tolol!
Kau memukuliku. Aku ambil uang ini.
Kau dengar?
Kau mau berkelahi?
Saya bisa membunuh setidaknya dua dari kalian.
Kau dan kau!
Kau yang di atas!
Tuan?
Berapa banyak kau berutang padaku?
Sekitar enam juta.
Lupakan hutangmu biarkan orang itu pergi.
Tapi Anda bahkan tidak kenal dia.
Ya, aku tahu. Dia hanyalah pria yang sedang menuju ke jurang.
Biarkan dia!
Kalian kenal Park Mu-seok?
Anggap saja kau beruntung.
Ambil uangnya dan jangan pernah kembali.
Siapa orang itu? Bossmu?
Dia adalah penjudi terbaik didaratan ini.
Saat ini, Seoul, 1996
Kau gila?
Bagaimana peluangnya? Kau tak bisa asal lempar semuanya!
Bagaimana jika kita tak beruntung?
Bagaimana kau tahu kita akan menang?
Aku tahu kau bisa!
Aku benarkan?
Berapa banyak pemuda itu menang?
Sekitar 200 juta won.
Aku ingin bertemu mereka.
Bagaimana kabarmu? Apa kabar?
Mengapa boss besar ingin bertemu dengan kami?
Hei, anak muda, uang bisa menjadi racun.
200 juta bukanlah uang.
Mu-seok? - Ya, Tuan.
- Bermainlah dengan tamu kita. - Baik.
Saya terlalu takut untuk melawan dia.
- Mungkin lain kali. - Anak-anak?
- Tuan - Dia bilang dia takut.
Kenapa kalian tidak membuatnya lebih santai?
Baik, Tuan!
Sebenarnya, saya cukup nyaman. Boleh saya memakai toiletnya?
Permisi, kita pernah bertemu?
Kau ingat?
Apa kita pernah bertemu di Ulleungdo?
Maumu.
Kita berjalan ke kandang singa.
Kwak Cheol-yong itu penjahat...
Penjahat... garong?
Peler!
Aku mengencingi tanganku! Ini pertanda buruk!
- Bisakah kita pamit pergi? - Bersihkan tanganmu.
Kau akan masuk perangkap.
Kau tidak boleh begitu padaku.
Goni!
Selesai.
Apakah ini kemenangan kelimaku? Atau ke enam?
Ke enam.
Ayo kita buat ini yang ke tujuh.
Tunjukkan pada mereka apa yang kau bisa.
Jangan khawatir, Tuan.
Bir terkutuk, kurang dingin.
Stop!
Kenapa kau memasukkan jarimu?
- Apa! - Goblok!
Apa ini?
Apa ini?
Jadi begitu akhirnya!
- Hei, kau! - Tidak!
Aku tidak pernah melakukan apa-apa! Apa yang...
Ini ada disakumu.
Tuan! Tidak!
Kau bohong!
Anda melihatkan saya menarik keluar kartu ini dari sakunya?
- Saya gorok lengannya. - Jangan.
- Tuan. Tolong. - Diam!
Tuan!
Ini sudah tercemar. Haruskah saya memeriksanya lagi?
Menunjukan pada dunia bahwa kau bukan apa-apa tapi seorang penipu?
Pegang lengan orang ini. Aku akan mengirisnya.
Tuan!
Jangan!
Tenang atau kau akan kesakitan.
Kita kedatangan polisi.
No. 1 keluarkan mobil.
Siapkan blokade.
No. 3, itu bukan masalah.
Apa kau meninggalkan kuncinya?
No. 2, taruh kuncinya dan lekas ke sana.
No. 3, No. 3, Polisi mendekat.
No. 3 mobil, berapa lama mereka akan sampai di gerbang depan?
Kita punya 15 menit.
Hentikan.
Bereskan uangnya.
Hei, anak muda. Ini permainan para pria sejati.
Kami membawa uang ini,
juga sebagai pria sejati.
Kembalilah dalam 2 minggu.
Hey, Bung.
Ambil ini.
Kau dulu berkata pedihnya kalau kalah.
Sampai jumpa.
Kau yang di pabrik itu!
Kami mohon maaf.
Kita mendapat kunjungan dari polisi pekerja keras kita.
Permainan malam ini berakhir di sini.
Silahkan ikuti lampu oranye.
Kalian masih punya 15 menit.
Berjalanlah pelan-pelan dalam satu barisan
Tertib dan tenang. Tertib dan tenang
Tertib dan tenang Tertib dan tenang
Hidupku penuh pasang surut.
Apa yang kau bicarakan bung?
2. HIDUP ITU SENI - Kita berhasil. Lalu apa?
Bawakan yang mahal buat Kami.
Yang mahal?
Seperti vodka?
Hanya itu yang kau tahu?
Dimana pemiliknya?
Saya pemilik baru.
Hwa-ran! Mereka minta minuman yang mahal.
Mereka punya banyak uang!
Kau pergi keluar dengan seperti itu?
Apa yang harus kita sajikan? Apa yang kita punya?
Apa kita punya scotch?
Ini waktunya menutup jendela.
Tidak perlu!
Se-ran.
Ambil Johny Walker Blue.
Nenekku seharusnya melihatnya tadi.
"Kami membawa uang ini"
- Sangat keren! - Ini whiskinya.
Terima kasih.
Hey. Kita harus meninggalkan kota secepatnya.
Kita tinggal lebih lama lagi.
Kita ada permainan untuk dimainkan disini.
Kau yakin akan menemuinya 2 minggu lagi?
Uang Kwak tidak untuk diperebutkan.
Dia tak akan pernah membiarkanmu menyentuh uangnya.
Kau bilang kau pasti bisa.
Beraninya kau berbuat ini padaku. Pegang dia.
Baik Tuan.
Haram jadah.
Kau telah berbuat hina atas namaku!
Hey, Nona! Siapa namamu?
Hwa-ran.
Aku tahu. Berapa usiamu?
Mengapa kita tidak naik gunung lain waktu?
Saya tidak begitu kuat.
- Itu terlalu buruk. - Ini tagihannya.
Terima kasih.
Berapa banyak yang kau tulis?
Satu setengah juta
Apa kau gila? Botol itu harganya cuma 400 ribu!
Ini sudah lewat tengah malam. Kita bisa meminta lebih.
Berhentilah membicarakan Mu-seok.
Dia akan menerima apa yang sudah seharusnya.
Kau sudah membalaskan dendammu. Saatnya menikmati hidup.
Aku ke sana bukan untuk Mu-seok.
Lalu siapa? Kwak?
Seseorang yang jauh lebih tinggi.
Serius?
Untuk apa?
Siapa kau?
Saya yang dulu gudang itu. Pria yang sedang menuju jurang...
Saya ingin belajar dari Anda.
Nama saya...
Tunjukkan telapak tanganmu.
Jangan sentuh kartu hwatu.
Kau kemungkinan besar akan berakhir mati dijalanan.
Saya harus mengembalikan uang saudariku.
Saya tak akan pergi sampai Anda bilang ya!
Kau lebih baik menjual narkoba.
Hwatu adalah drama pilu.
Cara terbaik adalah dengan tidak mempelajarinya.
Mereka bilang pengetahuan adalah kekuatan.
Kau berbicara bak seorang politikus.
Apakah Anda membandingkan saya dengan para bajingan itu?
- Kau. - Ya?
Mau dihajar oleh lelaki itu?
Ya.
Apakah saya harus?
Tidak harus ada suatu alasan apapun.
Oh tidak!
Terjadi perkelahian besar!
Lebih baik aku memanggil polisi.
Tak harus selalu begitu untuk menjadi warga yang baik.
Tunggu! Tunggu!
- Akankah Anda mengajariku sekarang? - Kau mampu membunuh orang?
Apa?
Kau keok dengan begitu buruk.
Aturan pertama berjudi. Jadilah seekor binatang.
- Ayo pergi.
- Anda pergi, Tuan? - Aku lelah.
Apa yang anak itu kerjakan sepanjang hari?
Dia mungkin akan menyerah dalam beberapa hari.
Aku tahu.
Ayo mulai.
Kau harus pakai otakmu!
Apa kau akan membenciku karena ini nanti?
Tidak
Aku beri tahu nanti.
Itu tertulis diwajahmu
Tida ada apa-apa diwajahku
Masuklah
Saya kocok,
lalu saya acak kartunya seperti ini.
Kau melakukan semuanya sendiri?
Anggaplah Anda adalah mangsa saya.
Saya mengambil kartu dari bawah untuk dibagikan pada Anda,
sementara saya mengambil kartu dari atas.
Saya punya sepasang delapan.
Anda, kartu 10 dan 9.
Anda hanya punya 9.
Jadi kau kira aku akan dapat sembilan?
Benar.
Pair/sepasang 10.
Tunggu. Bagaimana Anda bisa...?
Apa?
Bagaimana Anda melakukannya?
Tanganmu harus lebih cepat daripada matamu.
Kartu apa yang kau inginkan?
Pair satu.
Abracadabra.
Abracadabra!
- Kau ingin mencetak uang? - Ya.
- Kau ingin kaya? - Ya!
Ini dia.
Potong.
Potong.
Empat kartu.
Aku menyerah.
Aku punya sepasang.
Aku pasti akan lebih baik.
Apakah Anda penjudi terbaik di negeri ini?
Tentu saja.
Kau tertawa?
Ada 3 penjudi kelas atas di Korea.
Si Kuping Satu dari Kyeongsang.
Agwee dari Propinsi Jeolla. Dan aku sendiri.
Kuping Satu dan Agwee pernah bermain satu meja.
Agwee memotong salah satu kupingnya.
Itulah sebabnya ia dijuluki Si Kuping Satu.
Apakah Anda pernah melawan Agwee?
Kau tahu apa keinginannya?
Dia tidak ingin kedamaian.
Dia hanya mengincar lenganku.
Tapi dia belum mendapatkannya.
Dia terus mengejarku.
Aku beritahu sesuatu.
Akulah orangnya,
yang mengubah hwatu menjadi sebuah seni.
Biarkan kartu-kartu itu menyatu dengan dirimu.
Itu terlihat curang, tetapi lebih berjiwa.
Jika Anda begitu hebat,
mengapa Anda tinggal di tempat seperti ini?
Aku kurang beruntung dalam urusan properti.
Aku mampu melihat kartunya.
Sembunyikan dengan baik.
Kembalilah berlatih!
Saya akan berlatih nanti.
Jangan membatah lagi!
Orang tua.
Saya menguasai satu trik lagi!
Kembalilah bekerja!
Pel lantainya!
Aku tak bisa merasakan kedamaian dengan anak ini!
Ada jembatan ambruk?
Apa yang sedang terjadi di dunia ini?
Kau pikir segalanya adil dan indah di dunia ini?
Bukankah begitu seharusnya?
Jika begitu, bagaimana manusia seperti kita mencari nafkah?
Kembali bekerja!
Ketika ada departemen runtuh setahun kemudian,
Goni tidak lagi heran.
Ketika musim semi tiba,
Goni mulai keliling negeri bersama Mr. Pyeong.
POHANG
Buka dengan 40 juta won.
Dingin sekali. Tutup pintunya.
Delapan?
Sepertinya aku menang.
Opsir Lee.
Dia mantan polisi.
Kami tinggal sisanya.
Aturan kedua. Awasi punggungmu.
NONSAN
Ayah? Waktunya berangkat.
Sudah waktunya?
Aku tinggal separuh hasilku.
- Bersenang-senanglah. - Kau menyisakannya?
Anda meninggalkan setengahnya?
Mereka juga membutuhkannya buat hidup.
Aturan Ketiga. Jangan terlalu egois.
Tapi Anda mengatakan pada saya untuk menjadi binatang.
Bisakah kau berhenti bertanya? Ikuti arusnya saja.
Dan berhenti memanggilku Ayah.
Saya harus memanggil Anda siapa?
Panggil paman saja.
Baiklah.
Paman, kenapa kita tak bermain sotda?
Cara tradisional? Apa yang menggunakan trik?
Aku tidak bisa menang dengan trik, tradisional saja.
Siapa yang pertama?
Saya.
Kita selalu tenang tidak membuat kegaduhan.
Saat meniduri wanita siang hari,
orang itu tidak peduli.
- Aku bertaruh 10 juta. - Anda ingin berhenti?
Kau takut?
Tidak, aku ikut 10 juta.
- Pair 10? - Ya.
Aku hanya punya pair 9.
Kau akan berhenti setelah Kau memperoleh uang untuk saudarimu?
Aku harus membuatnya menjadi lima kali lipat.
Kau mau berjanji akan memotong jarimu jika kau tidak mampu berhenti?
Tentu saja.
Bagus. Ayo kita ke Busan.
Kita akan menemui siapa?
Pernah dengar Kembang Perjudian?
BUSAN Seseorang ingin bertemu denganmu.
Katakan padanya untuk menunggu.
3. SANG PERANCANG
Katakan padanya untuk masuk.
Masuk saja lewat pintu itu.
Kenapa kau tidak pernah menemuiku?
Tunggu.
Saya akan menghubungimu lagi.
Bagaimana kabarmu?
Baik. Aku hidup dalam kesendirian.
Mengapa kau tidak menghubungiku?
Aku kehilangan nomermu.
Kau pembohong lihai.
Mari kita bicarakan bisnis.
Dia seorang jenderal purnawirawan.
Dia penjudi kelas berat. Dia punya banyak uang tunai.
Tapi tidak punya skill, tapi dia bagus.
Siapa dia? Pengawalmu?
Dia ikut main besok.
Apa dia bagus?
Tak bisakah kau tebak?
- Dia tampak terlalu lembek. - Kau salah.
Dia menantangku main,
dan dia menipuku dengan memberi sepasang 9.
Siapa? Saya?
Aku tahu kau curang.
Anda sungguh baik.
Oke. Coba lihat.
Apa warna kuku ku?
Merah.
Tapi tanganmu terlalu lembut.
Kau mungkin tidak bisa bermain kartu.
- Dia bagus. - Anda tidak tahu.
Mari berlatih. Haruskan?
Jika aku menggosok hidung?
fold/mundur.
Jika aku menyentuh bibir? - Naikkan taruhan!
Jika aku menggaruk bahuku?
Pamerkan celana dalamku.
Kau tidak berubah sedikit pun.
Manusia tidak berubah.
Jika aku menyentuh perut?
Dobel.
Lutut?
Tripel.
Lihatlah bunga-bunga itu.
Bagimu terlihat seperti apa?
Sakura. Tiga pasang.
Kau semakin bagus.
Anda tidak keluar, sekedar untuk minum?
Aku tidak tertarik.
Mengapa kita tidak...
Mengapa kita tidak apa?
Pergi minum?
Tunggu.
Aku tidak peduli akan minuman.
Janganlah terlalu kasar.
Nikmati waktumu.
Bibirmu seperti mawar basah.
Itu manis.
Manis?
Kau pikir aku manis?
Mr Pyeong? Aku ingin menghapus dia dari ingatanku.
Kau pernah tidur dengannya?
Kau pasti bercanda.
- Ingin mencetak banyak uang? - Selalu.
Kau akan mencapai harapanmu jika kau bekerja untukku.
Bagaimana dengan Mr Pyeong?
Dia masih terlihat bagus,
tapi dia sudah melewati masa puncaknya.
Kau akan naik Beemer (BMW) jika bekerja padaku.
Beemer?
Apa itu?
Mau arloji?
Berhati-hatilah saat melawan jenderal.
Dia sangat tenang. Konservatif.
Apa yang harus aku lakukan?
Dia pria yang membenci kekalahan.
Bermain dengan perasaan.
Aku buat dia bersemangat?
Mari kita mulai.
Kita buka dengan 2 juta.
Anda tidak beruntung hari ini, jenderal.
Kadang kau menang, kadang kau kehilangan.
Ayo buka dengan 5 juta.
Mainkan!
Lalalalalala
Jangan bernyanyi.
Apakah mengganggu Anda? Apa salahnya bernyanyi?
Aku tak akan melihat kartuku. Aku bertaruh 30 juta.
Ini.
Terserahlah.
Aku bertaruh tiga puluh lebih.
Saya mundur.
Saya mundur.
Aku butuh 20 lebih. Kalian menerima agunan?
Tentu. Ingin bertaruh dengan rumah Anda?
Tunggu di sini.
Kaliber 38 Smith & Wesson. Bagaimana?
Oke. Lempar ke sini.
Pair tujuh. Apa yang Anda punya?
Wow! Aku tidak percaya aku menang!
Jangan pergi.
- Pergi ke lantai dua. - Baik, Tuan.
- Tunggu lima menit. - Peluru, juga?
Pada saat itulah, aku menyadari perasaanku terhadap Goni.
Aku ingin membuatnya menjadi milikku.
Orang itu kembali dalam 3 menit.
Sama seperti yang aku duga.
Aku tidak bisa meninggalkanmu bersama uangku.
Bawa anak-anak...
Jangan membuat gaduh. Jangan gerakan satu jari pun.
Apa yang kau lakukan?
Selalu saja orang yang Anda percaya, menusuk Anda dari belakang.
Anda tak berpikir ini menyenangkan
untuk menguasai orang dalam?
Saya berjudi bukan untuk kesenangan.
Goni? Berikan padaku pistolnya.
Orang seperti kita harus menjauh dari benda macam ini.
Kau harus pulang pada Ibumu.
Jangan pergi, Goni.
Kau tidak ikut?
Aku ikut.
Potong jarimu.
Apa?
Aku katakan jika kau tak bisa berhenti.
Potong jarimu.
Potong. Dan pulang ke rumah.
Apa yang terjadi? Kehabisan uang karena hwatu?
Kau tidak akan memotongnya. Mau bertaruh?
Keluarlah dari sini.
Seseorang akan melakukannya untukmu ketika saatnya tiba.
Kau anggap kau ini siapa?
Kau mau namaku?
Tunggu sebentar.
Mengapa aku berbuat ini?
Saya telah berpikir.
Kau tidak memotongnya?
Yah... Tidak ..
Kita belum tahu apakah saya akan kembali berjudi.
Kau masih hidup?
Jangan khawatir.
Aku akan mati suatu hari.
Aku masih ada urusan yang belum selesai denganmu.
Suatu hari nanti, kita akan menyelesaikannya.
Takut?
Siapa dia?
Agwee.
Agwee?
Kenapa kau tidak memotongnya?
Ah, Itu... Um...
Ini satu-satunya cara yang saya tahu untuk mencari uang.
Selain itu, setidaknya Aku harus di belakang kemudi.
Bertanggung jawab atas hidupku.
Oh.
Tasku.
Pergilah.
Madam Jeong bak pisau tajam. Berhati-hatilah saat menyentuhnya.
Aturan terakhir.
Tidak ada kawan yang abadi,
yang ada hanya lawan abadi.
Mobil ini fantastis,
tapi akan terlalu dingin saat musim dingin.
Goyang begini.
Untuk mendapatkan citarasanya.
4. UANG KHAYALAN
Ini bagianmu.
Apa yang akan kau lakukan dengan uang itu?
Itu rahasia.
Tujuh. Yang aku butuhkan angka tujuh!
Kau lihat? Pair tujuh!
Keberuntungan!
Kau mengambil segalanya!
Aku menabungnya berbulan-bulan.
Kami kehabisan semua yang kami punya!
Kau harus keluar dari sini sebelum kami bangkrut.
Untuk apa ini?
Sampaikan salam dariku untuk Madam Jeong.
Kau perlu lebih giat berlatih.
Apakah dia peliharaan baru Madam Jeong?
Belajarlah untuk rendah hati, nak!
Terima kasih sarannya.
- Terima kasih! - Okey! Santai saja.
- Terima kasih. - Jaga dirimu...
Yeah.
Mengapa kau pergi ke sana kemarin?
Kemana?
Ke pangkalan militer AS.
Aku hanya bosan.
Aku sedang mencari kelas kakap. Tapi tidak ada.
Aku bilang jangan mencampuri dengan permainan lain.
Kau tidak akan mendapatkan pekerjaan jika kau melacurkan dirimu.
Jangan khawatir, Mam.
Kau dan aku sama-sama tahu Aku butuh pekerjaan.
Ayo pergi bekerja.
Ini akan menjadi permainan besar.
Kenakan jas lainnya.
Kau tampak keren memakai kemeja biru.
Itu fakta, Mam?
Hentikan itu.
Bagaimana seorang profesor memiliki begitu banyak uang?
Itu dana rumah sakit anaknya.
Saya mundur.
Saya ambil 5 juta won. Ok?
- Satu pasang. - Oops.
Oh tidak.
Pair tujuh.
- Aku sangat menyesal. Ini terlalu buruk. - Kau ambil semua.
Bagaimana kabarmu?
Pak? Ambilah kopi di ruang sebelah.
Istirahatlah.
Kerja bagus.
Bergembiralah. Kadang Anda menang, kadang kehilangan.
Aku harus menang.
Aku yakin Anda sudah panas sekarang.
Remas payudaraku. Ini akan memberimu keberuntungan.
Benarkah?
Ayo.
Ayo kita mulai.
Menyebalkan.
Aku mundur. - Sudah?
Aku punya sepasang lima. Aku menang!
Maaf. Aku punya delapan.
- Aku harus pergi. - Jangan terlalu bersedih.
Kembalilah kapan saja. Kami selalu di sini.
Ini dia orangnya.
Jangan kembali lagi ke sini.
Aku akan membunuhmu jika aku melihatmu kembali.
Terima kasih!
- Anda ingin menang kali ini? - Ya!
Semoga beruntung!
Bahkan Tuhan pun tak kan bisa mencegahnya.
Jangan repot-repot, aku dan kau pernah mengalaminya.
Kau pernah mengalaminya juga?
Ceritakanlah masa lalumu.
Aku lebih suka cerita soal berat badanku.
Sebutkan padaku beratmu!
- Ya? - Katakan.
- Ini untukmu. - Aku?
Hallo?
- Lepaskan aku! Lepaskan! - Kau berdarah!
Lepaskan!
Bawa Agwee kepadaku.
Tolong!
Kau tidak mengenalnya! Aku tidak akan membiarkanmu mendekatinya!
Baik. Aku akan mencarinya sendiri!
Semua orang yang bermain melawannya berakhir mati!
Kau pikir aku akan berakhir mati?
Itulah saat dimana aku menyadarinya...
sesuatu yang salah...
Suatu hari nanti, Goni bisa saja meninggalkanku.
Kapan terakhir kali kau melihat Agwee?
Stasiun Dugye.
Dia berangkat dari Dugye ke Yeosu.
Mr. Pyeong sedang menuju Namwon.
Bagaimana Agwee?
Aku akan mulai dari sini.
Ini akan memakan biaya 20 juta won.
- Aku akan membayarnya. - Bukan, tapi aku.
Saya tidak peduli siapa yang membayarnya.
Siapa yang harus saya hubungi saat saya menemukan Agwee?
Aku.
Agwee membunuh Mr Pyeong?
Ayo kita cari uang.
Akan ada orang aneh dipermainan hari ini.
Cepat!
Ini sudah begitu lama sejak aku bermain ini.
Maaf. Maaf.
Coba lihat.
Ini kartu dari neraka! Lupakan.
Ini bukan soal kartu. Ini semua soal uang!
- Aku mundur - Kau mundur?
- Aku mundur - Oke.
Naik (taruhannya)?
Takut?
Mengapa kau main
jika kau takut?
Ayo lanjut! Tunjukkan uangnya!
Check (ikut).
Kau lihat ini? Keduanya terjebak bersama!
Wow, wow, bagaimana bisa...
Aku pasti bajingan beruntung, menang dengan kartu jelek.
Ayolah. Kita nikmati kemenangan besar ini!
Jalan ini?
Aku lupa.
Maaf.
Ayah perlu mobil baru. Ayolah!
Lebih baik kau diam sekarang.
Apa masalahnya? Aku hanya bergembira!
Kau bilang apa?
Sepuluh juta.
Aku mundur.
Kau lanjut?
Kau mau lanjut? Apa kau yakin?
Maafkan aku.
Kita lihat siapa yang menang kemudian.
Aku punya pair dua! Aku menang. Benar kan?
Pair empat?
Apa yang terjadi?
- Buka pintunya. - Aku kira kita ada kesepakatan.
Seseorang mengajukan keluhan. Kami harus membawamu.
Aku mau masuk perguruan tinggi. Aku tidak mau masuk penjara!
Saya benar-benar minta maaf.
Buka pintu itu!
Bung! Bung!
Aku ikut denganmu!
Jangan bergerak!
Turun dari sana!
Tunggu!
Tunggu, tunggu, kita akan pergi ke mana?
Aku menyukaimu dari awal.
Aku biasanya tidak seperti itu.
Kau tahu kenapa, aku butuh pengawal.
Diamlah.
Aku tidak tahu apa aku harus memberitahumu ini.
Beritahu apa?
Jangan bilang siapa-siapa.
Aku ini pemain pro.
Apa?
- Pro! - Pro?
- Pro macam apa? - Lihat.
Kau bilang apa?
Oh.
Itu?
Kau dari mana?
- Namwon. - Namwon?
Aku tahu aku pernah melihatmu!
Aku bersumpah aku mengenalmu. Kita satu kampung halaman!
Senang bertemu denganmu!
Sialan...
- Hey! Tunggu! - Pulanglah!
Tunggu!
Menurutku kita bisa benar-benar bersahabat.
Kita berdua punya skil hebat.
Kau dan aku bisa bekerja sama!
Kita akan mengelap meja dengan bersih!
Kita bisa dapatkan semuanya, perempuan yang kita mau!
Tidak tertarik.
Kau kalah banyak. Aku punya beberapa koneksi bagus.
- Sial. - Tunggu.
Apa menurutmu kita bisa bertemu Agwee?
Tentu saja. Jika kita tak beruntung.
Aku tidak tahu.
Aku seharusnya tidak membiarkannya pergi ke Seoul...
Jika aku bisa mencegahnya, kami akan lebih berbahagia.
Kau bilang kita bisa mendapatkan Agwee
jika kita mendapatkan uang Kwak?
Benar. Keduanya dekat.
Kau mulai membuatku takut.
Aku sudah bilang hidupku penuh pasang surut.
Kau harus melakukan sesuatu untuk itu.
Itu pasti polisi!
Kita seharusnya tidak buka lewat tengah malam!
- Tolong bersembunyi! - Sialan.
Mengapa kita tak boleh minum lewat tengah malam? Aku tidak tahu.
Siapa itu?
- Aku, bersama Mr Kwak - Hwa-ran?
- Hallo. - Bawa Hwa-ran padaku.
Baik.
- Nyanyikan sebuah lagu, Mu-seok. - Baik Tuan.
Hwa-ran? Dia ingin bertemu denganmu.
Ini salahmu. Kau meminjam uang dari dia!
Kau semakin cantik.
Kalian boleh ke luar.
- Bolehkah saya mengambil pesanan Anda? - Itu bukan polisi.
Apa ini?
- Apakah ini soal uang? - Kami akan membayarmu kembali.
Anda tidak perlu berbuat itu.
Hwa-ran.
Ia mengalami hari yang buruk. Akibat beberapa bajingan.
Ada sifat kekanakan dalam dirinya.
Aku tidak mengerti ada gangster macam itu.
Aku bukanlah gangster.
Aku warga negara yang jujur. Aku memiliki rekening tabungan.
Aku akan membawakan minumannya.
Berhentilah bernyanyi!
Ya, Tuan.
Hwa-ran, aku tahu bagaimana cara mengasihi.
Kau membawa imanku pada cinta.
Aku mungkin melakukan hal yang buruk jika kau tak mendengarku.
Duduklah!
Ayolah.
- Duduklah. - Apa yang kamu lakukan?
- Duduk. - Tidak
Ayolah, Hwa-ran. Ayo duduk.
Lepaskan saya!
Apa kabar semuanya?
Nikmatilah minuman kalian.
Kami pikir kalian polisi.
Kalian lagi?
Jangan lupa untuk datang menemuiku.
Kami mungkin sedikit sibuk.
Kami akan kembali dalam 2 minggu.
Seseorang pernah berkata
indahnya hidup adalah curang saat berjudi.
- Bukankah itu Baudelaire? - Charles Baudelaire.
- Hwa-ran? Bawakan aku cek. - Baik.
Mau menonton film besok?
Ada jutaan direkeningku?
Sepertinya bagus.
Ya.
Kau manusia aneh.
Semua orang aneh di dunia ini.
- Sampai jumpa dua minggu lagi. - Bawa uang tunai yang banyak.
Selamat malam.
Kembalilah bernyanyi.
Mu-seok.
- Ya, Tuan. - Kau yakin bisa mengalahkannya?
Ya, Tuan.
Aku akan membunuhmu jika tidak.
Saya akan menyanyikan lagu dari awal.
Keluarkan minumannya.
5. KEKERASAN KADANG DIPERLUKAN
Mereka datang dengan mobil mewah!
Bagaimana kalau dicuri? - Se-ran.
- Orang tidak akan bisa mencurinya. - Tenang saja.
Se-ran! Apa kita akan berkencan?
Atau kita coba untuk mendapatkan pelanggan?
Kita coba mendapatkan pelanggan. - Tepat.
Dengan begitu kau tak bisa mengatakan padanya soal dirimu.
Soal aku?
Bahwa kau punya anak.
Kenapa aku harus memberitahunya? Jangan khawatir.
Hei...
Aku pikir Aku harus memberitahumu sekarang
Sejujurnya, aku punya seorang anak.
Dia berumur lima tahun.
Bagaimana dengan ayahnya?
Ayahnya sudah mati
Aku berharap anakku itu diadopsi.
Kau tak boleh lempar tanggung jawab macam itu. Bagaimana dengan si anak?
Dia bisa saja bernasib sepertiku.
Itulah mengapa aku membesarkannya sendiri.
Bagus, Bagus, Itu bagus
- Ingin keluar? - Mengapa?
Apa maksudmu mengapa? Kita berdua orang-orang kesepian.
- Kita baru saja bertemu - Tetapi kita bertemu kemarin malam
Ini kedua kalinya. Kau tahu aku.
- Apa? - Aku akan melakukannya.
Maaf. Apa sakit?
- Ayo pergi keluar. - Kemana?
- Ikutlah denganku. - Jalan ke mana?
Aku butuh udara segar. Aku kepanasan.
- Berapa banyak hutangnya? - Banyak.
Bolehkan aku yang melunasinya?
Mengapa kau mau melakukannya?
Aku tak punya tempat untuk menaruh uangku.
Hei. Apa yang aku katakan?
Mengapa kau marah padaku?
Kau dan Kwak sama saja
Nikmatilah filmnya.
- Tidak - Ayolah.
- Kita tidak bisa. - Mengapa tidak?
- Tunggu. - Sebentar saja.
Aku bukan wanita macam itu.
Dan aku bukan pria macam itu.
Aku tidak tahu Kau seorang penjudi.
- Aku akan berhenti. - Benarkah?
Tentu saja! Aku selalu menepati kata-kataku.
- Kau berjanji untuk berhenti? - Tentu saja!
- Kau bersumpah? - Tentu.
Oh, tidak!
Itu pasti Hwa-ran! Sembunyi!
- Kau pulang cepat? - Yah.
Bagaimana dengan kencanmu?
Aku mencampakkannya.
- Kau? - Aku?
Aku mencampakkannya, juga.
Bagus. Apakah kau lihat gaya rambutnya?
Mirip ayam mematuk pakannya.
Pria berambut jelek tak tahu bagaimana memperlakukan wanita.
Kenapa kau meninggalkannya?
Hah?
Yah...
Dia terlalu egois.
Ayah?
Apa?
Ayah?
- Aku kira kau menyukainya. - Pergilah tidur.
- Ayah! - Ayah di sini.
Hei, Nak!
- Ibu! Ayah pulang! - Apa?
- Apakah kau bermimpi? - Apa yang terjadi?
Hai, Hwa-ran.
Mari kita mulai.
Ayah mereka mendapat keuntungan dari bisnis pertambangan
6. PISAU TAJAM selama periode kolonial.
Tapi anak-anaknya meruntuhkan bisnis keluarga.
Tahun 80-an, mereka berhasil memulihkan kondisi keuangan.
Bagaimana mereka bisa hancur pada awalnya?
Judi.
Katakan padanya untuk membayar dengan kredit.
- Kau dengar? - Ya, Pak.
- Apa! - Hey! Nona!
Lihat apa yang kau perbuat!
Saya mohon maaf!
Ini masih baru. Saya mohon maaf.
- Apa yang akan kau lakukan dengan itu? - Saya mohon maaf.
Jangan terlalu keras padanya.
Jangan khawatir. Ini tahan air.
- Dan? - Ah.
Dia pria yang suka dipuji. Suka olahraga.
Usianya 52, dia senang kalau kau menyanjung dia terlihat lebih muda.
Idiot.
Anda bisa lulus sebagai pria berumur 40-an.
Aku mendengar itu setiap waktu. Kau bisa bermain golf?
Sejak kapan Anda begitu bagus?
Anda akan memenangkan putaran ini juga.
Saya dengar Anda akan bermain kartu hari ini.
Anda bisa mendapatkan uang Anda lagi dari sana.
- Anda berjudi? - Saya hanya bermain sesekali.
Pria yang suka berjudi akan berakhir kaya.
- Benar kan, Ye-rim? - Saya tidak tahu.
Dia belanjakan 10 milyar won untuk properti.
Tiga gedung dan 15 kapal.
Wow.
Dia juga membeli lahan di Saemangeum
Jadi dia tak memegang uang tunai?
Pukulan bagus!
Itu pukulan bagus!
Pukul, Ye-rim.
Saya yakin kita akan menang.
Sepertinya begitu.
- Bagaimana jika saya gagal? - Pukulan seperti ini?
Kau bodoh jika gagal.
Itu tepat di dekat lubang.
Tiap hektar akan dilepas untuk
Itu...
- Kau gagal? - Bagaimana bisa gagal?
Ada apa denganmu? Itu tepat disebelah lubang!
Itu berarti kau membuatku berutang 5 juta.
- Ayo main satu game lagi. - Baik.
Mereka mengatakan akan segera turun hujan. Menyebalkan!
Begitu penting kah uang buat Anda?
Ini bukan soal uangnya. Aku hanya benci kekalahan.
Saya tahu.
Aku akan naik taksi.
Ye-rim!
Ye-rim! Ye-rim!
Saya benar-benar menyesal. Saya begitu mengerikan.
Tidak. Ini salah saya.
Kau telah memberiku kehidupan baru.
- Ayo akhiri masalah ini. - Ya.
OK.
Katakan padanya suamimu akan bermain hwatu besok.
Terus dekati dia. Buat dia ikut bermain.
Buatlah dia menang di 2 hari pertama. Beri mereka 60 juta won.
Kau akan membawakan dia uang.
Katakan padanya untuk berhati-hati.
Buat dia melakukannya terus.
Buat dia sedikit bingung, tetapi jangan berlebihan.
Aku paham.
Mari kita lanjutkan. Selesaikan dalam minggu ini.
Kita harus segera pergi.
Uangnya akan menguap.
Kapan kita mulai bekerja?
Kita sudah mulai, bantu mereka.
Para penjudi ada di sini untuk audisi.
Dimana?
- Kembali ke hotel. - Oke.
Itu saja.
Suruh dia ke luar.
Aku tidak suka wajahnya. Bawa Goni padaku.
Kau yakin kita membutuhkan dia?
Dia punya penampilan keren.
Dia meminta Raccoon mencari Park Mu-seok.
Maksudmu ia masih di Seoul?
Beritahu Raccoon aku datang.
Baik.
Aku benar-benar harus berhenti merokok.
Hidup itu sulit, Goni.
Berapa banyak?
20?
Kau menaikkan lagi?
Pair enam.
Kau menang lagi?
- Ini menyebalkan. - Bailkah...
- Bisakah seseorang mulainya? - Mau kemana?
- Kencing. - Jangan.
Kau mau ketiban sial?
Kau akan ketiban sial.
Kita semua bisa pergi.
Bergembiralah.
Cepat balik. Hidupkan musiknya, jadi kita bisa kencing.
Dia mundur dengan pair lima?
Apakah kau yang mengocoknya? Aku hanya punya satu tangan.
Dia tidak tampak begitu hebat.
Siapa orang ini?
Aku akan memberinya angka rendah.
Kita mulai dengan 10 juta.
Saya menarik.
Karena Goni? Kau tertarik padanya?
Aku tersanjung.
- Benarkah? - Benar?
Aku ikut. Aku naikkan 50 juta.
Matilah kau.
Aku ada sekitar 100 juta. Haruskah aku melemparnya ke atas?
Tentu.
Aku pegang delapan.
Pair tujuh.
Berikan uang ini pada manajer!
Dan catat dalam buku!
Bagaimana dia mendapatkan sepasang 7?
Aku hanya memberinya satu kartu 7.
Hei.
Ayo kita bermain satu ronde lagi.
Aku sudah selesai.
Ini belum selesai. Satu putaran lagi.
Kau tidak akan pernah mengalahkan ku.
Keparat kau!
Kuping Satu?
Aku minta maaf Aku tidak mengenalimu.
Kau mengubah kartu tujuh menjadi sepasang 7.
- Kau juga bagus. - Aku tahu.
Ini curang..
tapi bagaimana kau bisa tahu ketika seseorang menggertak?
Pada titik apa kau bisa tahu?
Kau harus membaca pikiran lawan.
Bagaimana kau melakukannya?
Aku tidak tahu.
Jangan pernah melihat mata lawan ketika kau menggertak.
Apa yang sebenarnya terjadi antara kau dan Agwee?
Aku sudah mabuk.
Dia mengiris kupingku karena curang Lalu memotong tanganku karena kalah.
Ini bukan masalah besar. Ini akan terjadi padamu juga.
7. JANGAN PERNAH TATAP MATANYA
- Kemana saya bisa membawa Anda? - Kemana saja.
Bagaimana kalau ke Kyeonggi?
Atau mungkin dermaga Yeonan?
- Aku tidak peduli. - Oke.
Dermaga, kalau begitu.
Tunggu! hentikan mobilnya!
Hei!
Tapi...
Aku akan melakukannya.
Kau tampak begitu cantik.
Apa kau meledekku?
Tidak suka bagaimana kau terlihat?
- Aku akan melakukannya lebih. - Tidak.
- Lupakan saja. Sayang! - Apa ini?
Dia tidak mengerjakan dengan benar. Aku berantakan!
- Apa? Dimana manajernya? - Saya sangat menyesal.
- Anda tidak menyukainya? - Kami akan melakukannya lebih untuk Anda.
- Dia bisa mengerjakannya? - Ya, tapi...
Maaf.
- Halo. - Halo.
Dimana pengantin Anda?
- Dia di dekat sini. - Saya mengerti. Ambilakan dia kopi.
Baik.
Kerja part time?
Untuk sekarang. Suatu saat aku akan buka salon sendiri.
Aku lihat si pengantin berteriak padamu.
Tidak punya skill cukup?
Aku punya skill. Masalahnya ada di pengantin wanita.
Aku bertaruh kau punya bakat.
Kau berjudi sepanjang malam ini?
Aku kehilangan segalanya.
Tunggu, gunting...
Ingat bagaimana Goni berjanji akan melunasi hutang kita?
- Yah. - Tapi...
dia tidak pernah memberi sepeser pun pada keluarganya.
Kau percaya itu?
Aku akan menemui mereka besok.
Kau tidak bisa membiarkan seorang wanita mengaturmu.
Kau ahlinya kalau ngoceh.
Kau harus tunjukkan pada mereka siapa bossnya!
Seperti aku dengan Se-ran.
- Gwang? - Haruskah aku masukkan telur diramenmu?
Sayang, ayolah.
Jangan kotori tanganmu!
Tanganmu...
Hari yang cerah.
Jadi, aku serahkan uang ini ke kakak atau ke ibumu?
Kau yakin tidak mau ikut?
Baik.
Pamanku sangat menyebalkan. Cobalah untuk tidak memukulnya.
Aku tak bisa janji. Sampai jumpa.
Apa kabar. Saya Ko Gwang-ryul.
Apa kabar.
Goni mengirim saya ke sini.
Apa? kau kenal anak saya?
- Benar. - Goni?
Dia sibuk bekerja.
Dia menyuruh saya menyerahkan uang ini pada Anda.
Dia harus tetap tinggal karena pekerjaan.
- Dimana dia? - Kota.
Apakah dia baik-baik saja?
Tentu saja. Dia bekerja sangat keras, sungguh.
Goni punya pekerjaan?
Apa kabar. Anda pasti pamannya.
Kami bekerja diperusahaan ekspor.
Menjual apa?
Kami membuat... Aaa...
Kami membuat baterai.
Ini uang semua?
Benar.
Woww...
Anak itu menghasilkan banyak uang! Aku akan menghitungnya.
- Apakah Anda baik saja? - Tidak apa.
Ada celana yang tidak terpakai?
- Carikan dia celana. - Baik.
Katakan dengan sejujurnya.
Apakah Goni masih suka berjudi?
Dia orang yang jujur โโsekarang.
- Mr Ko? - Ya.
- Tolong jaga anak saya. - Tentu.
Jangan biarkan dia kembali berjudi.
Tolong terima ini. Untuk ramennya.
Tolong diterima. Silakan.
Goni anak yang baik. Dia sangat bekerja keras.
Dia pria yang bertanggung jawab.
Dia sangat mirip Anda.
Bedanya dia punya bola.
Itu bukan hal buruk.
Itu sesuatu yang baik.
Dia populer dengan wanita.
Tolong dengarkan.
Apa yang saya katakan?
Suatu kali, saya mencoba mengajak gadis ini keluar,
dan Goni menyambarnya dariku!
Aku bisa saja membunuhnya.
Aku hanya bercanda. Dia anak baik.
Dia tidak akan menyulitkanmu lagi.
- Terima kasih. - Tidak masalah.
Lihat apa yang pamanmu lakukan!
Goni yang menang sebelumnya.
Goni akan bermain, melawan Kwak.
Apa yang ada dikepalamu?
Aku tidak bisa membiarkan dia bertemu Kwak.
Kenapa kau tidak memberitahuku secepatnya?
Aku tidak tahu ini sebelumnya.
Aku sedang mencari Mu-seok.
Berapa Goni menang?
Sekitar 400 juta.
Dia tidak boleh bermain melawan Kwak.
Aku melihatmu.
Apa kabar.
Aku tahu kau akan menemukanku.
Kau terlihat lebih gemuk.
Silakan duduk.
Kursinya kurang nyaman.
Aku datang untuk minta tolong.
Kau mulai menakutiku.
Aku telah memulai pekerjaan baru di Kunsan, tapi aku tidak punya pemain.
Kenapa kau tidak datang bersama Gwang?
Apa kabar disana.
Oh! Hai!
Aku akan membayarmu 10 kali lipat dari yang di Busan.
Siapa dia?
Aku tidak kekurangan uang tunai.
Goni?
- Makan siang sudah siap. - Oke.
Hai.
Hai. Kamu siapanya?
Aku kekasihnya.
Aku banyak dengar tentangmu.
Kau? Apa yang dia katakan padamu?
Kau tidak segemuk seperti yang dikatakannya.
Bagaimana kalian berdua bisa akur?
Sulit mengontrol seorang pria macam dia.
Cinta bukan tentang kontrol.
Kalian pasangan yang serasi.
Kemeja macam apa ini? Terlalu kekanakan.
Hubungi aku jika kau butuh sesuatu. Aku di Hotel Jeonju.
Sampai jumpa.
Selamat tinggal.
Memangnya dia pikir dia siapa? Pelacur.
- Ada apa? - Kerjakan satu hal lagi.
Aku ingin kau mencuri mobil, untuk 5 juta won.
Mobil Goni?
Kau meninggalkan uangnya di mobil?
Mengerikan!
Aku bisa membayarmu lebih dari itu!
Benarkah?
Tentu saja!
- Aku buka baju. - Oke.
- Kau buka celanaku - Oke.
- Apa-apaan ini? - Pulanglah.
Apa?
Pulanglah! Sekarang!
Bajingan.
Nyalakan lampunya.
Aku habis bersenang-senang.
Kita harus bicara.
Apa bagianku?
20%.
Ah... Goni?
Bagaimana jika Kwak tahu?
Itu pilihan yang kau buat. Entah dia yang membunuhmu, atau aku yang akan.
Aku tidak ada pilihan. Iyakan?
Bagaimana kabarmu? Apa kau sudah makan malam?
Kita tidak selalu punya waktu untuk makan.
- Silahkan duduk. - Terima kasih.
Lakukan pengecekan.
Mereka memasang kamera diatasmu.
Boleh aku menyalakannya?
Jadi tidak ada yang tergoda untuk curang.
Jangan dinyalakan! - Tidak!
Hanya untuk berjaga-jaga. Kau tidak pernah tahu.
- Hanya untuk pencegahan. - Bagaimana cara mengaktifkannya?
- Mereka akan membiusmu. - Berikan.
Aku minta maaf untuk Goni. Dia terlalu mencurigakan.
Mau diganti minumnya?
Tidak usah.
- Kami sangat menyesal. - Lupakan. Mari mulai.
Saya mulai.
Anda tahu aturannya.
Tidak menggertak, tidak ada limit.
Ayo mulai.
Saya punya bunga.
Maaf.
- Tujuh. - Delapan.
Pair satu.
Pair tiga.
Sebaiknya kau berhenti minum..
Sepuluh juta.
Aku ikut, dan menantangmu 30.
Mari buka dengan 100 juta. Tidak ada batasan.
200 juta.
Kau boleh mundur jika kau takut.
Saya mundur. Saya tidak takut pada Anda.
Dapat kartu bagus?
Anda bertaruh.
Saya akan ikut.
Saya mundur.
Pair tujuh.
Maafkan saya. Push (imbang).
Anda mau mengambil ini lagi atau menggandakannya?
Dobel atau tidak sama sekali.
Delapan.
Maafkan saya. Ini "push" lainnya.
Tripel atau tidak.
Potong.
Aku saja.
Saya punya kartu jelek, Saya mundur.
- Dua puluh. - Saya tidak punya uang lagi.
- Ambil semuanya. - Ya, Tuan.
Oke Seluruhnya
- Periksa uangnya. - Baik Tuan.
- Semuanya asli, Tuan. - Tunggu.
Mari kita naikkan lagi.
Saya jadikan 500 juta.
Kita akan bermain lagi lain waktu.
Apa yang kau punya?
Tidak banyak.
Satu poin?
Kau bertaruh 500 juta dengan itu?
Terima kasih atas uangnya.
Hey.
Kau ingin bekerja untukku?
Saya tidak tertarik.
Kenapa melibatkan Mu-seok? Bagaimana jika mereka tahu?
Tidak akan.
Aku mau kencing.
- Ya Tuhan. - Kau boleh pergi duluan.
Yakin? Aku akan menemuimu di kafe.
Haruskah aku memulai bisnis dengan uang ini?
Ya. Aku tahu kau tertawa.
Aku akan menemuimu nanti.
Aku tidak tahan lagi.
Aku harus kencing!
Mereka tahu semua trik kita.
Ada pengkhianat di antara kita.
Tuan. Itu bukan saya.
Dimana uangku?
Aku tahu kau akan bilang itu.
- Apa yang kalian lakukan? - Jangan main-main!
Bawa pelacur ini keluar!
Cari uangnya.
8. TERLALU BANYAK MUSUH
Kau masih hidup?
Saya di sini untuk membeli perempuan.
Pakai apa?
- Uang? - Bukankah itu aturannya?
Kau dan aku. ..
Sama-sama bermain tanpa aturan.
Tapi kita harus menghormatinya dalam beberapa kasus.
Bukankah itu uangku yang kau pakai?
Itu berarti kita tidak ada kesepakatan.
Sebagai gantinya, saya akan bekerja untuk Anda selama 2 tahun.
Tuan, apakah Anda yakin Anda mempercayainya?
Aku bertanya padamu, Yong-hae.
Beranikah kau mempertaruhan nyawamu, seperti yang dia lakukan?
Tentu saja.
Apa yang kau tertawakan?
Kau harus tetap menjauh ketika kau ada kesempatan.
Ambilkan aku telepon.
- Itu semua uangnya? - Ya.
- Siapkan mobil. - Ya, Tuan.
Lepaskan perempuan itu.
Kerjakan yang aku katakan.
Ayo kita pergi.
Apa yang Anda lakukan dengan Gwang?
Aku memulai kehidupan ini ketika berumur 17.
Aku satu-satunya orang yang berhasil sampai sejauh ini.
Ingin tahu bagaimana?
Dengan menyingkirkan yang terbaik
dan membunuh para pengkhianat.
- Goni. - Ya?
- Tiup asapnya. - Ya, Tuan.
Tuan, Jalan Tol Olimpiade jadi bencana.
Ambil arah Jembatan Mapo.
Ya, Tuan.
Hei!
- Ye-rim? - Saya sangat menyesal.
Kenapa kau tak membalas pesanku?
Aku ada urusan yang harus diselesaikan.
- Apa itu? - Maafkan aku.
- Kau tidak perlu meminta maaf. - Aku akan menemuimu besok.
- Baiklah, aku mencintaimu. - Aku mencintaimu juga.
Muach, muach!
Singkirkan ini dari jalan!
Dan tutup jendelanya!
Siapa yang mau kehilangan uang di siang bolong?
Apakah Anda gila?
Jujurlah! Itu penting bagi kita.
Anda gila!
Ye-rim! Ye-rim!
Ye-rim!
Hey! Jangan diperbaiki! Biarkan asuransi membayarnya!
Apa kau mau memutuskan ku?
Tidak
Kenapa kau tidak datang menemuiku?
- Aku tidak bisa memberitahumu. - Apa itu?
Malam itu aku bermain kartu.
Main apa?
- Sotda? Gostop? - Sotda.
Sotda? Itu menyenangkan.
Aku tidak tahu kau bisa bermain itu.
Aku biasanya tenang tapi...
Saya begitu gugup ketika memegang kartu itu..
- Saya tidak mampu berfikir. - Judi bukanlah hal yang buruk.
Mau aku mendapatkan uangmu kembali?
Anda tidak bisa ikut campur.
Orang-orang ini pintar dan kaya.
Hwatu adalah keberuntungan dan bola.
Jika kau sudah pegang bolanya, Kau akan memenangkan pertandingan.
Bagian tersulitnya adalah menariknya ke dalam permainan.
Sekali dia duduk, akan mudah menaikkan taruhannya.
Sebelum kau kabur kan? Kau tampak aneh.
Kau ikut?
- Kau? - Tentu saja.
Alkitab mengatakan jangan pernah melewatkan permainan seperti ini.
- Lima puluh. - Wow.
Lalu aku harus bermain menurut Firman Tuhan. Lima puluh.
Apa yang kau punya?
Saya ikut lima puluh. Pair dua.
Kim! Hubungi Ye-rim.
Tuan. Anda tidak boleh lakukannya. Anda kehilangan kontrol.
Panggil saja Ye-rim.
Anda kehilangan semua uang itu?
Pertama, keruk uangnya.
Dia akan berpikir dia kalah karena dia tidak punya uang tunai.
Itu sebabnya aku akan meminjamkan setengah dari uangnya di muka.
- Tuan. - Pergilah menunggu di mobil.
Pair delapan!
Sembilan!
Dia akan kehilangan uang.
- Uang itu akan datang padaku. - Ini dia.
Lalu aku akan meminjamkan uang itu lagi.
Kas berjalan berputar dan putar.
Tunggu! Saya ikut.
Dengan begitu, tidak ada yang menang.
Segera, Dia akan menumpuk hutang ratusan juta.
Itulah saatnya aku mengakhiri permainan.
Aku menang beruntun, tapi Mrs. Cho yang beruntung.
Anda menghabiskan 2 milliar! Dan tidak hanya itu!
Aku tahu! Saya kehilangan dolar juga.
Itu tidak berarti bagi Anda,
- tapi itu semua saya yang punya! - Oke! Oke!
Aku akan mendapatkan semuanya kembali.
Aku akan meminjam 3 miliar lebih
dengan propertiku sebagai jaminan.
Apakah itu cukup?
Bukankah Anda memerlukan setidaknya 5 miliar?
Apakah itu cukup?
- Kau benar. Apa itu berjudi? - Menaklukkan gelombang.
Sekali aku terjatuh, Aku akan bangun kembali.
Kali ini, aku akan menang!
Jaga dirimu.
Semoga beruntung!
Semoga beruntung juga.
- Madam? - Hah?
Apakah ada kabar tentang Goni?
Tidak ada yang tahu dimana dia.
Jika Anda menemukannya, Kau akan katakan padanya aku di sini?
Tentu saja.
Dia akan menjauh jika dia tahu kau di sini.
Terima kasih.
- Bye. - Terima kasih.
Dia akan sangat dirindukan.
Benih yang ditanam tidak bisa tumbuh kalau sudah mati.
Kebangkitan manusia setelah mati sama seperti itu juga.
Dia di sini.
9. HARGA KEMATIAN
Aku dengar kau mencari Goni.
- Saya mau balas dendam. - Untuk apa?
Kwak bukan ayahmu atau siapapun.
Kau tidak bisa sebut ini sebagai balas dendam.
Balas dendam terlalu bijak.
Ini karena uang. Ini adalah pencarian untuk darah.
Aku harus pulang untuk anakku.
Jangan biarkan mereka pergi sampai Goni kembali.
- Awasi mereka! - Baik, Ketua.
Ini aku.
Temui aku di taksi yang mangkal di jam 5.
Aku mohon maaf atas semua ini.
Kau tampak cantik dengan rambut tergerai.
- Kunci mobil Goni. - Terima kasih, Raccoon.
Saya membutuhkan semua uang saya.
Berikan padanya 10 juta tunai.
Saya ada berita mengenai Agwee.
Aku bosan mendengar tentang dia.
Mr. Pyeong jatuh dari kereta di dekat Kangkyung.
Tapi Agwee turun sebelum itu. Dia turun dekat Nonsan.
Itu berarti bukan dia yang membunuh Mr. Pyeong.
Ada orang lain di kereta itu.
Siapa?
Saya tidak yakin, tapi ada saksi.
Kau menyedihkan!
Dia mengatakan si pembunuh giginya berlapis emas...
Mengapa...
Mengapa?
Mr Pyeong...
Bajingan itu menghancurkan hidupku. Dia mengirimku ke dalam kekacauan ini.
Aku akan tinggalkan uangnya.
Rumah ditutup malam ini?
- Itu sudah lama. - Yeah.
Ini sangat sederhana. Bawa Goni padaku.
Tidak
Sayang. Kau harus melakukan ini untukku.
Tidak ada bukti yang menunjukan ia membunuh Kwak.
- Apa katamu? - Menjauhlah.
Aku dengar kau mengatur permainan untuk bajingan kaya..
Aku bisa merusak muslihatmu.
Apa kau mengancamku?
- Apakah kau mengenalku? - Tentu saja.
Tapi aku juga tahu kau tidak mau namamu ada di koran besok.
Apa...
ini pasti hari sial.
Aku akan memikirkannya.
Apa lagi yang harus kau pikirkan?
Apa yang akan kau lakukan padanya?
Jangan khawatir. Aku akan menjauhkannya dari tanganmu.
Tak bisakah kau baik pada dia? - Apa?
Aku tak pernah membayangkan Kau pribadi yang romantis.
Sejak kapan kau menjadi begitu lembut?
Aku inginkan 50% dari pendapatan.
Camkan ini.
Kau 20, aku yang 80. Atau yang lain.
Lain apa?
Beritahu orang tua itu, aku pro. Aku akan bermain untuknya.
Deal?
Orang ini di sini untuk membantuku.
Bisakah dia bergabung? Setuju kan?
Tentu saja. Selama dia punya uang tunai.
Mari kita bermain dengan chip.
Terlalu banyak uang berterbangan.
Jika aku menangkap ada kecurangan,
Aku putus lengannya.
Itu tidaklah perlu.
Tentu saja. Potong?
Aku sudah mempertaruhkan nyawaku.
Kau pikir kau akan bisa menakutiku dengan ancaman kosong?
Sepuluh juta.
Mari buka dari 100.
Takut?
Apa kita sudah menaikkan taruhannya?
Aku ikut 400 juta. Aku menantangmu.
- Aku mundur. - Aku juga.
Aku mulai merasa ngeri. Ini.
Kau ikut?
Kau bertaruh. Pair delapan!
Oh tidak! Habis!
Ini keberuntungan.
Pair sembilan!
- Gwang. - Apa aku mengenalmu?
Kau kira bisa membodohiku?
Aku akan pertaruhkan tangan kanan dan uangku
kalau kau punya kartu dibalik tanganmu.
- Apa yang akan kau pertaruhkan? - Mengapa kau melakukannya?
- Paman. - Ya?
Tidak terkejut kau kalah.
Oh.
Dimana paluku?
Kau bisa bertaruhkan kupingmu sebagai gantinya. Itu yang Kuping Satu lakukan.
Kau Agwee!
Pegang dia.
Aku kembali setelah Goni datang.
Jangan! Tolong!
Halo?
Ada taksi menunggu di depan. Ayo keluar.
Halo? Goni? - Se-ran?
Gwang terluka saat bermain hwatu.
- Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan! - Siapa yang bilang?
Orang-orang di sini.
- Se-ran! - Bagaimana keadaanmu?
- Apa yang terjadi dengan Gwang? - Agwee mengambil tangannya.
Dia tidak akan mampu menelepon.
Dimana Agwee?
Dia bersama Madam Jeong.
Temanmu sekarat, dan ayammu bersama kami.
Jangan menyakitinya. Dia tidak berarti bagiku.
Halo? Halo?
Kau bilang Aku tidak tahu bagaimana mencintai.
Kau mungkin benar.
Jika aku kembali,
Aku berjanji Aku tak akan meninggalkanmu lagi.
Satu tiket ke Kunsan.
Sekali jalan atau pulang-pergi, Pak?
Pulang pergi.
Aku akan membunuh Goni malam ini.
Masalahnya adalah uangnya. Awasi Madam Jeong.
Aku akan mengumpulkan uang malam ini,
itu saja.
Goni Bagaimana?
Disini!
Bagaimana kabarmu?
- Dimana Agwee? - Dia sedang menunggu. Masuklah
Kita harus bekerja dengan baik.
Aku pertaruhkan semua uangku.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku akan bermain dengan cara tradisional.
Tidak ada yang perlu takuti.
Tidak ada teman abadi,
hanya ada musuh abadi.
Setiap orang yang ku kenal telah terluka atau terbunuh.
Apa kau sudah makan malam? Bisa jadi itu makan malam terakhirmu.
Tutup mulutmu.
Jangan main-main denganku.
Aku sudah cukup melihat kotoran di dunia ini.
Kita hanya hidup sekali!
- Dimana Gwang? - Mengapa kau terburu-buru?
Kau akan segera melihatnya di rumah sakit.
Mengapa tidak kita suruh pecundang ini untuk menyerahkan tangan kanannya?
Terdengar menyenangkan.
Kapten? Bawa dia ke belakang.
Ye-rim! Mereka begitu kejam.
Kau harus keluar dari kapal!
Pastikan kau aman.
Tidak ada gunanya sok baik di sini.
Kita di neraka, idiot.
Tiap orang mengurus dirinya sendiri. Sekarang minggir.
Bajingan...
- Gwang! - Goni?
Apakah kau baik saja?
Akan lebih dari ini untuk membunuhku.
- Mengapa kau datang ke sini? - Untuk memenangkan uangnya.
Bagaimana denganmu?
Untuk memenangkan uang.
Bergegaslah.
Aku akan kembali.
10. PINTU SELALU MENUTUP DARI BELAKANG
- 400. - Aku mundur.
- Paman? - Ya.
- Apa yang kau miliki? - Pair tiga.
Pair empat.
300?
Aku mundur.
Aku ikut 300.
Aku menantangmu.
- Kau bisa mundur jika kau menipis. - Aku mundur.
Poin delapan.
Poin sembilan.
Kita buka dengan...
...400. - Aku mundur.
- 300. - Mundur.
- 100. - Mundur.
- 20. - Mundur.
Cuma itu yang kau bisa malam ini?
Ada apa denganmu?
Aku khawatir Kau akan kehilangan tanganmu.
Itu sangat manis.
Paman, mengapa kau tidak bermain baduk saja?
Itu ide bagus. Kapten? Ayo bermain denganku.
- Aku tidak tahu bagaimana. - Sini aku ajari.
Game ini untuk para pro.
Oke.
Tunjukan.
- Tujuh. - Sepuluh.
Aku menantangmu.
Itu semua yang kau menangkan?
Itu tidak cukup.
Abracadabra.
- Apa yang kau ucapkan? - Tidak ada.
- Abracadabra - Itu yang Mr Pyeong lakukan.
Jari!
Kau orang yang di kereta itu!
Bagaimana Mr Pyeong melakukannya?
- Dia sudah mati. - Bagaimana dia mati?
Dia jatuh dari kereta dengan tangan kanan putus.
Cara yang fantastis untuk mati.
- Aku mundur. - Aku mundur.
Itu masih belum cukup.
Aku harus menyiapkan paluku.
Sebilah belati membelah udara. Menghujam ke jantungku.
Tapi tanganku lebih cepat daripada mata.
Agwee mendapat kartu dari bawah tumpukan.
Aku mendapat kartu dari atas.
- Mencoba menipuku nak? - Apa?
Kartuku dari bawah tumpukan!
Kau mencoba menipuku?
- Punya bukti? - Tentu saja.
Kau memberiku sepasang 9.
Dan kau akan memberikan Madam Jeong ini!
Lihat ini?
Kau ingin ini berakhir seri.
Karangan yang indah!
Ye-rim? Periksa kartu lainnya!
Jangan sentuh! Ambil palu!
- Kau serius? - Tunggu.
Kau sungguh ingin melihat darah?
Begitulah kita berjudi.
Baik.
Aku pertaruhkan lengan kananku, ini bukan kartu mapel.
Kau takut?
Kau bercanda denganku?
Cuma bisa membual?
- Kau takut? - Takut?
Baik, aku pertaruhkan tangan kananku juga.
Ikat kami.
Kau siap?
Ayo kita lihat kartunya.
- Ini sakura! - Sakura?
Aku lihat dia mengambilnya dari bawah!
Jangan membuat taruhan kecuali kau sangat yakin.
- Baik? Serahkan tanganmu! - Hantam dia! Hantam dia!
Apa-apaan ini?
Apa yang dia lakukan?
Yang aku lakukan adalah mengambil semua uangku.
Kapten, lepas tangan Goni.
Baik.
Aku baik saja. Bantu Gwang.
Apa yang harus kita lakukan?
- Panggil polisi! - Kau pikir begitu?
Lakukan!
Tunggu.
Mr Pyeong kehilangan tangan kanannya?
Bagaimana kau bisa tahu?
Itu hanya menebak.
- Iyakan? - Mengapa kau melakukannya?
Jangan berteriak padaku!
Mengapa kau begitu?
Mengapa kau begitu?
- Lakukan! - Aku tidak bisa.
Jangan menatapku seperti itu. Kau lihat bagaimana ia memperlakukan ku.
Dia memperlakukan ku bak kotoran!
Bagaimana bisa ini sakura?
Kau harus memahaminya.
Ayo kita ambil uangnya dulu.
Kau mau uang?
Aku melakukan ini untukmu!
Kau tak akan sampai sejauh ini jika masih bersama Mr Pyeong!
Aku hanya mengambil setengah dari kemenanganku.
Apa yang kau lakukan?
Apa kau gila?
Hentikan! Jangan! Hentikan!
Dimana pemadam!
Pemadam...
Tidak, ini tidak boleh...
Dia memberiku sepasang 9.
- Mengapa dia memberi Jeong 3? - Uangku!
Uangku! Mengapa tidak bekerja?
Ini terakhir kalinya, lakukan! Sekarang!
- Lakukan! - Maafkan aku!
Tidak!
Tidak!
Berhenti.
Kau tidak boleh pergi.
Apa kau akan menemui gadis itu?
Aku tidak peduli ke mana kau pergi. Tinggalkan uangnya.
Aku akan menembakmu.
Tinggalkan uangnya!
Aku akan menembakmu!
Aku bisa menembakmu!
Kita harus pergi.
- Ke rumah sakit terdekat. - Rumah Sakit?
- Apa semua uangnya habis? - Kita harus pergi.
Tidak
Cepat!
Kau akan baik saja.
Goni?
Mengapa kau bergaul dengan pecundang sepertiku?
Karena kita berdua dari Namwon.
Sebenarnya, aku dari Busan.
- Tanganmu baik saja? - Baik-baik saja.
Aku tidak butuh uangmu.
Masih merokok merk itu?
Mari melihatnya.
Nama, Kim Gon, 28. Alamat tidak diketahui.
- Dia jatuh dari kereta. - Kau ingin melihat jasadnya?
Itu dia.
- Tutup kembali. - Baik.
Aku ingin sekali tahu dimana Goni sekarang. Aku tidak pernah mengucapkan perpisahan.
Kau bertanya apakah aku mengenal Goni?
Dia adalah yang terbaik yang pernah aku kenal._KHANZO
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.