Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Pangu memisahkan langit dan bumi. Semua hal berkembang.
Ribuan tahun yang lalu, api iblis menyembur ke langit.
Raja Iblis dari Langit Keenam masuk ke Dunia Manusia.
Dia melahap makhluk hidup demi meningkatkan kekuatan iblisnya
untuk menaklukkan langit dan bumi.
Dunia Dewa mengutus dewa terkuat, Putra Mahkota Ketiga,
ke bumi untuk menaklukkan sang iblis.
Perang antara dewa dan iblis itu menghancurkan bumi.
Sang Raja Iblis itu dilemparkan kembali ke neraka.
Namun, Dunia Manusia hancur akibat pertempuran itu.
Maka, Dunia Dewa menetapkan aturan.
Dewa dan iblis dilarang ke Dunia Manusia dalam bentuk asli.
Sejak itu, dewa atau iblis yang ingin memasuki Dunia Manusia
hanya bisa melakukannya secara diam-diam melalui mediumisasi.
Sangat sedikit orang di Dunia Manusia
yang terikat perjanjian dengan dewa dan iblis
untuk jadi agen supranatural mereka.
Beberapa agen supranatural
punya kekuatan hebat dan tanggung jawab yang berat.
Mereka disebut…
agen dari atas.
AGENT FROM ABOVE
SANG PENDOSA
PASAR DONGFENG
PASAR DONGFENG
Permisi, Pak. Apa kau tahu…
Jika kau manusia, di sana saja.
Jika kau hantu, kemarilah.
JL. DONGFENG GANG 114 UNIT 4-9 NO. 56 MASTER HAN CHIEH
JL. DONGFENG GANG 114 UNIT 4-9 NO. 56
- Siapa, ya? - Aku mencari Han Chieh.
Apa maumu?
Hai, Master Han. Aku Leafy.
Kudengar kau ahli masalah perhantuan.
- Maaf, aku tak terima pekerjaan. - Tunggu.
Aku tahu kau agen Putra Mahkota Ketiga,
tapi aku sudah buntu. Tolonglah aku.
Ada yang meletakkan ini di bawah bantal ayahku.
Dia terpikat hantu wanita.
Pergi. Jangan ganggu aku dengan hal begini.
Apa kau sudah gila? Pulanglah.
Kenapa kau jahat sekali?
Kau pasti bukan master, melainkan penipu!
Kubilang pulang, kau dengar?
- Hei. - Ayo.
Apa-apaan kau?
Nona, berapa umurmu?
Aku 21 tahun.
Kapan kau libur lagi?
Aku tak tahu.
Usianya baru 21 tahun.
Jangan memanfaatkan dia, atau langit akan menghukummu.
Aku pergi dulu.
Aku akan menemuimu jika ada waktu.
Burung jelek. Ada apa?
Pekerjaanku masih menumpuk. Masa merokok saja tak boleh?
Keterlaluan.
Terima kasih.
Master Han.
Ibuku terpikat ahli fengsui.
Keluarga kami kaya, jadi dia mau menyakiti ayahku dengan ini.
Itu palsu.
Ini asli.
Aku sering melihatnya.
Master fengsui itu menguasai Jurus Maoshan Wumeng.
Jurus Maoshan Wumeng?
HO CHUN-LAI
PEWARIS TUNGGAL JURUS MAOSHAN WUMENG DARI MASTER CHEN CHI-SHA
OKULTIS WUMENG MEMAKSA HANTU WANITA BERGAUN PUTIH UNTUK MENYAKITI ORANG
PEWARIS TUNGGAL JURUS MAOSHAN WUMENG DARI MASTER CHEN CHI-SHA
- Kenapa tadi kau tak menunjukkan ini? - Kau kenal dia?
Aku tak kenal.
DARI MASTER CHEN SHI-SHA
Namun, masternya, Chen Chi-sha, cukup terkenal.
Sepertinya keluargamu dalam masalah. Instruksinya datang dari atas.
Dari Putra Mahkota Ketiga?
Aku akan melihat-lihat rumahmu besok.
Terima kasih, Master Han.
Jangan panggil aku "Master".
Aku melihat, bukan menerima pekerjaan itu.
Baik, Pak Han.
Apa yang terjadi di luar barusan?
Beberapa tahun lalu, ada pria dan wanita yang punya masalah hubungan.
Si pria membakar tempat ini untuk mati bersama, tapi dia selamat.
Namun, banyak warga di sini tak selamat.
Karena mati tak wajar,
mayoritas dari mereka menjadi arwah penasaran di sini.
Setiap malam setelah pukul 23.00, mereka jadi mudah terkejut,
merasa ada kebakaran lagi.
Kejadian hari itu direka ulang, seperti yang kau lihat tadi.
Kau mengerti?
Han Chieh, apa ini?
Mata ketigamu kubuka agar kau tak mengagetkan tetangga lamaku.
Apakah mereka tetangga lamamu itu?
Tidak apa-apa, santai saja.
Maaf jika kau terganggu.
KEPOLISIAN KOTA TAIPEI POLSEK DISTRIK PUSAT
Tidak, dia hampir menangis saat meneleponku.
Pak, jangan kirim uang dulu.
Jangan bertransaksi di bank.
Saat tiba, polisi akan mengurusnya.
Bagaimana jika pacar luar negeriku meninggalkanku?
Astaga, aku bukan dewa. Bagaimana aku bisa tahu?
Dia melarangmu mendengarkan polisi. Orang itu pasti penipu, Pak.
- Cinta kami ini sejati. - Pak.
Pak! Hei, Pak.
Sial, dia tak mau mendengarkanku.
Pengintip Toilet.
Tidak ada orang di rekaman CCTV.
Minta Han Chieh memeriksa apa ada hantu di sana.
Semua arwah nakal tak akan luput dari pengawasanku.
Mimpi. Kau hanya dilahirkan dengan kemampuan melihat arwah.
Memintamu menangani kasus paranormal ini jadi cara terbaik memanfaatkan keahlianmu.
Tenang. Serahkan ini padaku. Manusia lebih sulit diurus daripada hantu.
Jika aku bisa menangani orang tua, hantu itu hal kecil.
Pertama kali kulihat, dia berdiri di sana.
Kedua kalinya, dia berdiri di sana.
PERJALANAN TERAKHIR KE JEPANG SEBELUM SAKIT.
LEAFY, KAU PASTI BISA! SEMOGA CEPAT SEMBUH, KALAHKAN PENYAKITMU!
RUMAH SAKIT BEI KANG UNITED, YEH CHIH-LING
Astaga. Jangan ke sini.
Kau baik-baik saja?
Ya, aku hanya sakit leukemia.
Lihatlah. Keren, 'kan?
Ya.
Amplop merahnya kutemukan di sini.
Lihatlah, ada lagi.
Aku tak mencium bau apa pun. Ini palsu.
Bagaimana mungkin? Aku melihatnya dengan jelas.
Jika itu hantu, aku bisa melihat dan mencium baunya.
Namun, amplop merah itu tak berbau. Mungkin kau berhalusinasi?
Silakan, Master Ho.
Maaf aku merepotkanmu lagi.
Ayo, silakan.
Chih-ling.
Kau membawa teman?
- Ya. - Halo.
Dia seniorku di Divisi Film.
Ibu minta Master Ho memeriksa penyakitmu hari ini.
Silakan duduk. Aku akan menyiapkan buah.
Ayo bantu Ibu.
Silakan duduk.
Master Ho, selain fengsui, kau juga bisa memeriksa penyakit?
Aku mau baca telapak tangannya
untuk tahu bagaimana dia bisa menghindari bencana ini.
Menghindari bencana?
Seperti dari benda ini?
Bagaimana kabar Chen Chi-sha?
Master Chen sudah lama pensiun.
Dia berjemur dan menikmati hari-harinya.
Amplop merah ini menghilangkan keberuntungan asmara
demi menyelamatkan hubungan Bu Yeh dengan suaminya.
Aku mengenal Jurus Maoshan Wumeng.
Aku peringatkan, jangan menyusahkan mereka.
Anak muda.
Jika dibayar orang, kau harus pecahkan masalah mereka.
Untuk apa aku menyusahkan mereka?
HANTU WANITA BERGAUN MERAH DAN PUTIH MENYAKITI ORANG
MENDIAMI TOILET WANITA
Han Chieh, pria itu mencurigakan.
Kenapa ke sini? Seharusnya kau istirahat di rumah, 'kan?
Aku bilang pada Ibu kita syuting.
Akhirnya dia mengizinkanku pergi.
Carilah orang lain untuk bergaul. Aku sibuk.
Kau sibuk apa?
Putra Mahkota Ketiga memberimu tugas baru? Boleh aku ikut?
Rumahku masih berhantu.
Apa kau akan meninggalkanku?
Aku akan sedih jika kau begitu dan akan buat keributan di sini.
Lalu, orang akan mengira kita sedang bertengkar.
Teman baru? Kau tak mau mengenalkannya padaku?
Jangan salah paham. Dia klien. Kami tak dekat.
Hai, kami berteman.
Chieh ini tetanggaku. Temannya temanku juga.
- Mau makan apa? - Biasa, iga dan nasi.
- Baik. - Aku juga.
Baiklah.
Ini…
Hei, ini keterlaluan. Apa dia sudah cukup umur?
Rumahku berhantu. Aku minta bantuan Han Chieh.
Kebetulan. Aku juga mau minta tolong dia.
Sudah makan?
Belum. Jangan merusak selera makanku, ya?
Bantu aku di kasus ini.
Untuk apa?
Jadilah warga yang antusias membantu polisi.
- Apa aku terlihat antusias? - Ya.
Tampan dan antusias. Mari kutraktir teh susu.
Bagus, Pak Polisi.
Pak?
Maksudku, Kak Polisi.
Kak Lo, tiga teh susu boba!
- Pengintip? - Ya.
Bulan ini ada empat laporan orang cabul di toilet warnet.
Tidak ada orang di rekaman CCTV, jadi itu mungkin hantu.
- Karena itu kau menemuiku? - Ya.
WANG HSIAO-MING MENDIAMI TOILET WANITA
Putra Mahkota Ketiga beri perintah. Akan kutangani.
- Aku ikut. - Tidak.
Energi yang-mu akan menakuti hantu.
- Aku ikut. - Tidak.
Kau terlalu belia.
Kau boleh ikut.
Hei! Kau tak sopan sekali.
Kenapa kau mengakses situs semacam itu di depan seorang gadis?
Ini bukan untukmu, tapi untuk dia.
Saat melihat gadis di situs porno, dia mungkin akan keluar.
Langkah bodoh macam apa ini?
Kalau ikut, kau harus membantu.
Nyalakan semua komputer.
Pancing si cabul itu.
Han Chieh.
Kenapa kau menjadi agen Putra Mahkota Ketiga?
Hei, kau sudah tahu rahasia tentang wigku,
jadi beri tahu aku rahasiamu.
Demi keluargaku.
Keluargamu?
Di mana mereka?
Di neraka.
Apa?
Saat masih muda, aku membuat kesalahan besar
dan menewaskan mereka.
Jadi, aku bunuh diri.
Hei.
Kau pikir semuanya beres setelah melompat dari gedung dan mati?
Nak.
Kau membuat asistenku tewas. Kau mau menebusnya?
Aku…
Siapa asistenmu?
Ayahmu.
Ayahmu adalah asistenku.
Menurutmu kami harus bagaimana?
Ayahku?
Aku…
Akan kuganti dengan nyawaku.
Ya?
Hidupmu yang suram itu
lebih suram daripada lap kotor pembersih meja ayahmu.
Kau ingin mati? Tidak semudah itu.
Ayah!
Ibu!
Inilah yang manusia sebut sebagai neraka.
Orang tuamu tak mendidikmu dengan baik.
Jadi, mereka akan dihukum atas namamu
sampai kau menebus semua dosa mereka.
Aku yang berbuat salah.
Bebaskanlah mereka.
Biar aku yang menggantikan.
Itu sangat tidak mungkin terjadi.
Namun, kita bisa menegosiasikan syarat
untuk meringankan mereka di sana.
Baik.
Aku akan menuruti semua permintaanmu.
Aku akan melakukan apa pun.
Siapa kau sebenarnya?
Apa kau melupakanku?
Aku pria tampan yang kau sembah dengan membakar banyak dupa
sejak kau masih kecil.
Putra Mahkota Ketiga.
Kau Putra Mahkota Ketiga?
Nak, kau telah menewaskan ayahmu.
Mulai hari ini, kau harus membayar utangnya.
Bersiaplah.
Utang ini…
sangat berat.
TOMBAK API
CINCIN SEMESTA
SELEMPANG SUTRA MERAH
SELUBUNG API SUCI SEMBILAN NAGA
CINCIN SEMESTA
Dia bilang setelah kuhabiskan tutup susu ini,
utangku akan lunas dan orang tuaku bisa bereinkarnasi.
Tiga ribu enam ratus keping.
Ini sudah satu dekade.
CINCIN SEMESTA
Sebentar lagi usai.
Jadi, kau dan Putra Mahkota Ketiga berkomunikasi lewat burung itu?
Kau menghajar semua yang dia suruh?
Kurasa begitu.
Misalnya, penipu agama atau hantu yang mau menyakiti orang.
Suka ceritaku?
Nyalakan komputernya.
Baik.
Jadi, kau juga menghajar orang? Kukira hanya hantu.
Ada orang baik dan jahat. Begitu juga dengan hantu.
Manusia atau hantu, jika bisa diajak bicara, aku akan bicara.
Jika tidak…
kuhajar mereka.
Kupikir dewa menggunakan cinta untuk mengubah dunia.
Putra Mahkota Ketiga memberiku ini untuk bertarung,
bukan mencintai orang.
Jangan gegabah. Aku tak mau menggunakan tutup susu padamu.
Apa?
Kau pura-pura tuli?
Aku bicara padamu.
Aku mendengarkan.
Kau bisa melihatku?
Sial, kacamataku!
Jangan pergi. Aku belum selesai.
Tunggu!
Kau memaksaku melakukan ini.
Wang Hsiao-ming Tingkat Tiga.
Rasakan ini!
Tidak!
Han Chieh!
Tunggu sebentar.
Jangan main-main.
Maaf.
Kau Wang Hsiao-ming, 'kan?
Siapa kau?
Kenapa kau memukulku? Apa salahku padamu?
Kau tak punya salah padaku,
tapi kau mengintip di toilet wanita dan membuat orang takut.
Dasar cabul.
Kini tiap ke toilet, rasanya menyeramkan.
Kau benar. Aku memang cabul.
Apa lagi pekerjaan orang cabul?
Membantu wanita tua menyeberang jalan?
Kau cabul atau tidak, aku tetap akan menangkapmu.
Kau punya dua pilihan.
Pertama, kau menjaga sikap sampai Utusan Alam Baka menjemputmu.
Kedua, aku menghajarmu sampai jiwamu lenyap.
Hidupku tak berarti,
tapi kematianku pun tak berarti. Aku tak bisa apa-apa.
Baiklah, ayo.
Pak, cepat habisi aku.
Pukul aku. Lenyapkan jiwaku.
Pukul aku.
Ayo, pukul aku. Aku rela dipukul…
Tunggu!
Tunggu dulu.
Maaf, Pak.
Ada cara yang lebih cepat?
Jika pakai tutup susu, aku yang kesakitan.
Tahan saja.
Tunggu sebentar!
Baik, berhenti. Aku akan menurutimu.
Hei, jangan!
Han Chieh!
Dia bilang akan menurutimu.
Jika tak di sini, aku harus ke mana lagi?
Itu bukan urusanku. Cari tempat sepi yang tak ada orangnya.
Tunggu Utusan Alam Baka.
- Sampai kapan? - Bagaimana aku tahu?
Bisa beberapa hari ataupun tahunan.
Kau mau aku tinggal di tempat gelap ini bertahun-tahun?
Aku mau masuk internet.
Aku mau menonton film porno dan anime.
Aku mau bermain gim.
Astaga, aku bahkan gagal mendapatkan berlian satu miliar.
Nilainya satu miliar. Satu miliar. Sial!
Hidupmu menyenangkan. Kenapa kau bunuh diri?
Karena Hsiao-jou menolakku.
Aku terlalu terpukul, jadi…
Kau sudah jadi hantu.
Kenapa tak mengencani hantu wanita?
Tidak ada yang mau. Mereka suka hantu tampan.
Mari kuperkenalkan padanya.
Hei, jangan gegabah.
Daripada hantu itu mengganggu ayahku,
kujodohkan saja dengan dia.
Semua sama-sama senang.
Apakah dia… seksi?
Ya, dia memiliki tubuh yang cukup bagus.
Cukup. Waktunya pulang.
Aku tak mau pulang.
Aku akan menguntit ayahku dan menghajar hantu wanita itu.
Sudah kubilang. Amplop merah tak berbau itu palsu.
Hsiao-ming, ikut aku.
- Ayo kukenalkan dengan hantu wanita. - Ya.
Hei. Kau bisa menarikku keluar?
Saat ini aku tak bisa bergerak.
Bagaimana tugasku bisa selesai?
Tidak apa jika Hsiao-ming tak mau ikut. Aku bisa sendiri.
Hei.
Apakah dia pacarmu?
Apa dia sudah cukup umur?
Jangan!
Kemarilah.
Sebenarnya Han Chieh sangat baik. Kau tak perlu takut padanya.
Jika gagah seperti Han Chieh, mungkin para gadis akan menyukaimu.
Han Chieh, boleh aku bertanya?
Ada kiat rahasia memikat wanita?
Untuk apa hantu membutuhkan itu? Jangan merepotkanku.
Hei, itu ayahku.
Apa hantu wanitanya datang?
Itu bukan hantu, tapi wanita biasa.
Cukup. Ayo pergi.
Tidak. Aku harus minta penjelasan pada ayahku.
Tenang. Ini urusan orang tuamu. Memang kau bisa apa?
Aku mau lihat wajah wanita itu.
Hei, anggur merahnya sudah datang.
- Aku pesan dua botol. - Baik.
Silakan berbicara dengan putrimu. Aku pergi dulu.
Lihat, ada lagi.
Han Chieh, kenapa mereka mengikutinya?
Leafy salah paham.
Ibunya meletakkan amplop merah itu bukan untuk ayahnya,
tapi untuk wanita ini.
Dua amplop merah itu tak berbau.
Pelaku sepertinya profesional.
Bau apa yang kau bicarakan?
Apa perintah Ho Chun-lai?
Kalian bisa kubebaskan.
Dulu, Chen Chi-sha juga suka…
Keluar!
Terjemahan subtitle oleh Maulana
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.