All language subtitles for [SubtitleTools.com] [Memori Plastik] 12. Penuh dengan Kenangan

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Tsukasa. Tsukasa.

Ada apa?

Aku takut.

Aku enggak mau sendirian!

Kau masih di sini, 'kan?

Kau masih bersamaku, 'kan?

Ya, aku di sini.

Aku ada di dekatmu.

Jangan pernah tinggalkan aku.

Selamat makan!

Selamat makan.

Bagaimana? Apa masakanku sekarang lebih baik?

Kayaknya semua kerja kerasmu buahkan hasil.

Kalau serius, aku pasti bisa, kok!

Isla, begini...

Enggak, bukan apa-apa.

Bagaimana rasanya?

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Selamat pagi!

Tsukasa

Isla

Penuh dengan Kenangan

Tsukasa

Isla

Eh, Tsukasa.

Aku tebak kau pasti sekarang lagi mau menonton film di bioskop, ya?

Ya, 'kan?

Jadi, ini buatmu.

Terima kasih.

Tapi, kok tumben banget?

Enggak biasanya Zack kasih hadiah ke aku begini.

Habisnya, aku disuruh Michiru, jadi enggak bisa menolak, deh!

Wah! Bodoh!

Sudahlah, tinggal terima saja!

Kalian berdua butuh waktu berduaan, 'kan?

Biar aku perjelas, aku enggak sengaja dapat tiket itu, ya!

Tapi, karena aku sibuk banget, terus lihat kalian lagi enggak ada kerjaan, jadi kukasih kalian saja.

Betulan, cuma itu, kok.

Be-Begitu, ya? Kalau begitu, terima kasih, deh.

Oh, Tsukasa!

Pas banget.

Ini.

Kalau mau, ambil saja.

Ini kan...

Katalog

resort hotel?

Manfaatkan baik-baik!

Tsukasa.

Aku dapat tiket makan gratis dari restoran langgananku.

Apa kau mau?

Di sana sarankan dress code, jadi kusiapkan juga pakaiannya buat kalian.

Ini ada tiket konser makan malam dan beberapa barang pelengkap.

Aku dapat tiket lebih dari fanclub yang kuikuti. Kalau mau ambil saja.

Kau boleh pakai mobilku kapan saja.

Terus, ini peta tempat parkirnya.

Apa? Kau enggak punya SIM?

Tenang saja. Ada autopilotnya, kok.

Maaf, Tsukasa.

Pengeluaranku setiap bulan selalu boros,

jadi cuma ini yang bisa kukasih!

Ya, mumpung lagi enggak ada tugas,

bagaimana kalau besok kita ambil cuti dan pergi jalan-jalan?

Rasanya seperti sedang bermimpi.

Ini bukan mimpi.

Aku sungguh bahagia. Ini semua berkat dirimu.

Apa kau sudah puas?

Tidak. Belum! Masih belum!

Masih ada banyak hal yang ingin kulakukan!

Rasa mau tahumu tinggi, ya. Aku jadi iri.

Jangan pesimis begitu, dong. Seharusnya kau lebih nikmati hidup.

Jangan sia-siakan waktu.

Bagiku,

bisa lindungi senyum manismu saja sudah cukup.

Itu saja sudah buatku bahagia.

Oh, John, aku mencintaimu!

Bagaimana dengan film pertama yang kautonton?

Filmnya bagus banget.

Hatiku masih berdebar-debar.

Di pertengahan tadi, kau juga pegangi tanganku terus, ya.

Kalau itu, karena tadi tempatnya gelap, aku cuma takut kehilanganmu.

Isla.

Apa kau enggak suka?

Su-Suka, kok!

Kau boleh pegang tanganku sepuasnya.

Eh, Tsukasa, aku mau coba yang kayak di film tadi.

Yang mana?

Jangan-jangan, yang tidur di pangkuan?

Kau boleh tidur di pangkuanku.

Aku enggak keberatan, kok.

Ba-Baiklah, kalau kau memaksa.

Rambutmu bikin aku geli.

Aku jadi merasa malu.

Eror. Aku enggak paham perkataanmu.

Bukan eror, kau tadi dengar, 'kan?

Aku enggak dengar, kok.

Ya, 'kan?

Eh, Tsukasa.

Belakangan ini, setiap malam aku takut tidur.

Aku mulai membayangkannya.

Kayak aku takut enggak bisa bangun lagi.

Atau aku takut enggak bisa melihatmu lagi.

Tapi, saat aku bersamamu kayak begini,

semua perasaan takut itu menghilang.

Tsukasa luar biasa, ya.

Kau bisa andalkanku kapan saja.

Bagaimana buat hari besok?

Aku yakin mereka pasti bakal tekan kita lagi buat ambil cuti.

Kalau Tsukasa mau pergi jalan-jalan, aku juga ikut, kok.

Ekspresimu bilang sebaliknya.

Kalau saja kita bisa terus kayak begini, aku pasti bakal bahagia banget.

Tapi, aku yakin tubuhku ini enggak bakal kuat menahannya.

Seandainya tubuhku enggak bisa bergerak di hari terakhirku nanti...

Aku enggak mau begitu.

Itu enggak akan terjadi.

Ya, hal itu enggak bakal terjadi, 'kan?

Tapi, aku selalu kepikiran.

Kalau begitu,

kita jalani saja kayak biasa.

Sesekali kayak begini juga enggak apa.

Terima kasih.

Kalau lihat dari hasil datanya, tak ada perubahan yang menonjol.

Begitu, ya?

Maaf, kami terlambat!

Duh, lama banget, sih! Kau telat sepuluh menit, tahu!

Tadi ada urusan kerja dulu.

Ma-Maaf.

Cepat siap-siap.

Aku ganti baju dulu.

Eh? Itu datanya Isla?

Jangan-jangan, hari ini dia datang juga?

Ya.

Ya ampun! Mereka itu!

Sebetulnya tak perlu datang sesering itu.

Biarlah, kalau itu bisa buatnya jadi tenang.

Kalau itu aku juga tahu, sih.

Dia enggak perlu datang di hari cutinya.

Setiap lihat mereka berdua, aku jadi sedih.

Tsukasa.

Apa ada waktu?

Kebetulan sekali. Aku juga mau tanyakan sesuatu padamu.

Apa?

Aku mau minta tugas selanjutnya.

Karena tugas kami hari ini cuma tarik Sarah.

Ini...

Formulir penarikan Isla.

Kau yang bakal menandatanganinya.

Kupercayakan padamu, ya?

Buat saat ini, aku mau kau fokus sama Isla.

Baik.

Kamomil itu tanaman musiman,

tapi daunnya bisa tahan lama.

Bibitnya bakal menyebar dengan sendiri, dan terus hasilkan tunas baru.

Kalau dibiarkan, bisa tumbuh semakin besar.

Kalau ada tunas yang mengganggu, tinggal dipangkas saja.

Aku mengerti.

Timi itu rentan terhadap cuaca panas di musim panas, jadi harus hati-hati.

Kalau rosemary kebalikannya, mereka tahan panas.

Tapi, kalau enggak sering dipangkas, daunnya bisa tumbuh lebat.

dan bagian bawah daunnya mudah layu.

Setiap musim panas harus dipanen.

Ada apa?

Kau tahu banyak soal tanaman herba, ya?

Apa kau mempelajarinya?

Saat pertama kali aku menanamnya, saat itu aku masih punya banyak waktu.

Dan juga, setiap kali mereka bilang kalau teh buatanku enak,

aku merasa kalau aku masih dibutuhkan di sini.

Aku berharap bisa tanam lebih banyak lagi.

Kerja bagus.

Selamat!

Terima kasih.

Eh, bukan!

Kau lagi apa, sih?

Ya, karena cuma aku dan Isla yang enggak ada kerjaan,

lalu aku kepikiran buat cari kesibukan, terus Isla mengajariku buat teh, deh.

Belakangan ini aku sudah mulai menguasainya, lo!

Sudah mulai menguasainya?

Yang benar saja?

Karena inilah aku benci pemula!

Karena sudah begini, biar kukasih tahu, ya!

Kenapa kau enggak ambil cuti?

Baca situasinya sedikit, dong!

Eh?

"Eh?"

Bukan itu!

Daripada kau datang ke kantor, mendingan kau habiskan waktu berduaan sama Isla sana!

Enggak ada yang keberatan kalau kalian ambil cuti, kok.

Kami enggak bisa ambil cuti begitu saja.

Kenapa?

Aku hargai banget usahamu dan dukungan dari semuanya.

Tapi, ini adalah keputusan kami berdua.

Untuk menjalaninya kayak biasa.

Kuharap kau mengerti.

Michiru, kali ini kau kalah.

Mbak Kazuki!

Kau pasti khawatir setengah mati sama mereka, 'kan?

Si-Siapa bilang?

Terima kasih, Michiru!

Isla.

Tapi, sama halnya waktuku bersama Tsukasa,

aku juga mau habiskan waktuku di sini.

Sudahlah, terserah kalian saja!

Ayo, semuanya. Berhenti melongo dan kembali bekerja!

Awas kalau malas-malasan, ya!

Oh ya, sekarang aku ada kencan.

Apa itu semacam lawakan?

Isla, bisa minta tambah tehnya?

Ya! Tunggu sebentar!

Isla, kau ada waktu?

\h\hTerminal Service 1\h\h

Aku disuruh menandatanganinya.

Boleh, kok.

Apa enggak apa-apa?

Sungguh?

Aku mau kau yang menandatanganinya.

Tsukasa?

Terkadang, aku sempat kepikiran begini.

Bagaimana kalau kita berdua kabur ke tempat yang jauh?

Kita berdua kabur tanpa bilang ke siapa pun. Bagaimana? Apa kau mau?

Aku buatmu menderita, ya?

\h\hTsukasa Mizugaki\h\h

Terima kasih.

Besok kita bakal tarik Sarah, 'kan?

Sejauh ini kita sudah bekerja bersama.

Dan ini

yang terakhir.

Tsukasa

Isla

Menarik Sarah

Aku sudah siap.

Oke.

Ah, ya.

Aku mengerti maksud Anda,

tapi kalau tak ditindak lanjuti...

Yuk, kita berangkat.

Kira-kira bagaimana, ya?

Baik! Baik! Tapi, tetap saja...

Mereka berdua sudah pergi?

Ya.

Baiklah, ayo kita mulai.

Kau juga.

Selesai, ya?

Belum.

Masih tersisa satu lagi.

Aku tahu.

Tsukasa?

Kerja bagus. Apa kalian sudah selesai tarik Sarah?

Kalau enggak keberatan, kembali dulu ke kantor.

Karena kalian sudah bekerja keras selama ini,

kami mau adakan pesta kecil-kecilan di kantor.

Anggap saja ini bonus dari hasil tugas kalian.

Aku enggak paksa kalian buat datang, lo.

Lagian, kalian yang tentukan sendiri mau ikut atau enggak.

Meski kalian enggak datang, kami bakal tetap adakan pestanya, kok!

Itu saja. Dah.

Kita diajak pesta. Bagaimana?

Ayo!

Mereka kembali!

Selamat datang.

Kami sudah mulai dari tadi, lo!

Semuanya.

Ah!

Tamu spesialnya sudah datang, ya?

Apa enggak apa-apa minum alkohol di kantor?

Tenang saja! Lagian, pekerjaan kami sudah kelar semua!

Yasutaka seharian kerjaannya cuma tidur.

Begitu, ya?

Kami sengaja selesaikan pekerjaan lebih awal biar bisa buat pesta ini.

Karena itu, selama seminggu ini kami jadi lembur terus.

Bagaimanapun juga, sekarang sudah di luar jam kerja!

Kalian aku perbolehkan minum-minum!

Tak bisa, harusnya yang beri izin itu aku, 'kan?

Aku sampai sujud ke pak GM cuma buat minta persetujuannya beliau, tahu!

Tak gampang, tahu!

Baiklah, baiklah, kerja bagus, Pak Manajer!

Ini jus buat kalian berdua!

Oke, semuanya dengar!

Isla, terima kasih atas kerja kerasnya selama ini.

Oke, bersulang!

Bersulang!

Perasaan kita

saling terhubung!

Terima kasih, semuanya!

Isla kelihatan senang.

Aku enggak sangka kalian bakal kembali ke kantor.

Kau sendiri yang kabari kami, 'kan?

Memang, sih.

Meski dia bilang begitu, tapi yang usulkan untuk buat pesta ini adalah Michiru.

Zack!

Ih! Kenapa kau suka sembarangan, sih?

Terima kasih.

Bu-Bukan apa-apa, kok!

Lagian, aku sudah tahu kalau Tsukasa itu orangnya enggak bisa diandalkan!

Ha, kok kau ketawa, sih?

Michiru juga ketawa!

Enggak, kok!

Ketawa! Ketawa!

Ah, Zack jangan ikut-ikutan!

Kau capek, ya?

Ya. Kayaknya tadi aku terlalu bersemangat.

Maaf.

Enggak apa-apa, kok.

Apa kau menikmatinya?

Meski banyak hal yang sudah terjadi, aku senang bisa bekerja di sana.

Aku senang bisa bertemu semuanya.

Hari ini aku dipenuhi banyak hal yang menyenangkan dan gembira.

Banyak hal yang mau kutulis di buku harian.

Dan itu semua berkatmu, Tsukasa.

Begini, aku boleh tanya sesuatu?

Hari ini kau bisikkan sesuatu ke Sarah, 'kan?

Ya.

Kau selalu lakukan itu di saat terakhir proses penarikan, bukan?

Aku sudah lama penasaran,

kira-kira kau bilang apa, ya.

Kuharap suatu hari nanti, kau bisa bertemu kembali dengan orang yang kaucintai.

hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah

yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku

boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu

furueteita ne\h telah tergetar

futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali

dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi

mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa

kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h

itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang

hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup

kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam

kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.