All language subtitles for [SubtitleTools.com] [Memori Plastik] 11. Hari Nasi Omelet

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

\h\hAku pacaran sama orang yang kucintai.\h\h

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Hari Nasi Omelet

Tsukasa, bangun.

Pagi. Ini sudah pagi, lo.

Oh. Pagi.

A-Aku mau mandi dulu.

Isla!

Kau enggak apa-apa?

Aku baik-baik saja!

Be-Begini...

Ya?

Aku cuma kepikiran kira-kira kau mau enggak ya, kalau kuajak makan malam bersama.

Begitu, deh.

Kalau aku melakukannya, apa kau bakal senang?

Ya.

Senang banget!

Kalau begitu, aku mau.

Eh? Serius?

Terima kasih.

Sama-sama.

Aku tuangkan lagi tehnya, ya!

Ya! Terima kasih!

Ma-Maaf!

Ambil kain lap!

Oh. Teh yang tumpah tadi sudah habis, ya?

Ya. Teh Marjoram, teh kesukaanmu.

Aku mau beli lagi.

Begitu, ya.

Bagaimana kalau sepulang kerja kita belanja?

Anu, belanja bareng...

Pagi.

Selamat pagi!

Eh, eh, tadi kalian berdua mau pegangan tangan, ya?

Oh?

Jangan terang-terangan banget, ya.

A-Apa kau marah?

Enggak, kok.

Tapi, aku masih tetap kecewa berat!

Bisa-bisanya kulewatkan pengakuan super cintanya Isla!

Islacchi, coba dong ulangi lagi pas kau menembak Tsukasacchi di depanku?

Aku mohon! Mau, ya?

Hentikan. Dia jadi enggak nyaman.

Lagi pula, jujur saja, apa yang dilakukan Isla enggak patut buat dipuji, tahu.

Nyatakan cinta di waktu jam kerja!

Oh ya, kemarin malam Michiru omong sendirian sambil bilang,

"Kuharap aku juga bisa nyatakan cinta seromantis itu!"

Ah! Kau bukannya mau menembak, tapi mau ditembak, ya?

Ih! Jangan sembarangan!

Aku yakin suatu hari nanti bakal ada pangeran berkuda putih yang mendatangimu, Michiru.

Kau juga! Kau pasti lagi meledekku, 'kan?

Ciao!

Apa tadi malam tidur kalian nyenyak?

Atau malah kalian berdua enggak bisa tidur, ya?

Ma-Maksudnya apa, sih?

Kami bahkan belum pernah berc-ci-ciuman!

Berarti tadi malam kalian pasti sudah melakukannya di ranjang, ya.

Tu-Tunggu! Jangan bicara melantur!

Yasutaka, candaanmu betul-betul kelewatan.

Mereka berdua sekarang sudah resmi jadian, 'kan?

Enggak ada salahnya kan kalau kita menggodanya sedikit?

Jawaban asal ceplos, ya.

Kalian berdua enggak perlu dengar omongannya.

Judes kayak biasanya, ya. Tapi, memang itulah mitra tercintaku!

Omong-omong, Tsukasa. Biar kukasih tahu hal penting dalam percintaan.

Apa?

Kalau mau hubungan percintaanmu lancar, kau harus sering berikan sebuah kejutan.

Kejutan, ya?

Betul! Para cewek itu bakal kelepek- kelepek kalau dikasih kejutan romantis!

Mereka itu mau diperlakukan kayak tuan putri.

Aku mengerti!

Tsukasa, jangan anggap serius omongannya.

Meski kau bilang begitu, tapi sebetulnya kau juga mau, 'kan?

Dapat kejutan!

Isla, aku boleh tanya sesuatu?

Eh?

Bagaimana caranya biar aku bisa suka sama mitraku sendiri?

Eh? Su-Suka, ya? Anu...

Waduh, kalau begitu malah terdengar kayak kau enggak menyukaiku, lo!

Mitra yang suka keluyuran pas waktu kerja...

Bagaimana caranya biar aku menyukainya?

Aduh, sekarang waktunya kencan sama neng Shoko!

Kalau masalah kencan tepat waktu, ya.

Pasti.

Kayaknya kita perlu bicara empat mata.

Kalian berdua semoga langgeng, ya!

Kejutan. Kejutan.

Kejutan.

Kalian berdua lagi bergumam apa?

Se-Selamat pagi!

Pagi.

Kazuki cuma cemburu sama kau, Tsukasa.

Jangan dianggap serius.

Ah, ya.

Isla, tolong buatkan teh.

Hari ini istrimu buatkan bekal lagi?

Ya, kau betul.

Apa dibuatkan bekal sama istri buatmu senang?

Ya, dong!

Masakan istriku selalu jaga keseimbangan nutrisinya.

Enaknya! Istriku sudah sepuluh tahun enggak pernah buatkanku bekal!

Isla mau buatkan bekal buat Tsukasa, ya?

A-Aku enggak bilang begitu!

Lagian, aku juga belum pernah buat bekal sekali pun!

Bagaimana kalau minta diajari sama Michiru?

Dia jago masak, 'kan?

Kejutan!

Kejutan yang bikin cewek senang, kira-kira apa, ya?

Kasih buket bunga saja.

Aku pernah mencobanya, tapi gagal.

Tendang lututnya dari belakang.

Itu bukan kejutan namanya, tapi jahil.

Bagaimana kalau ajak dia makan malam di restoran mewah?

Kalau soal makanan, kayaknya dia kurang tertarik.

Bagaimana kalau bikin wajah aneh?

Isla jago kalau disuruh begituan.

Sudah kubilang kejutan yang bikin cewek senang.

Sebentar.

Isla jago bikin wajah aneh?

Mukanya jadi hancur.

Aneh banget.

Kok bisa begitu?

Begini, ya?

Atau mungkin, begini?

Mukanya Tsukasa sekarang bikin enek, ya?

Atau mungkin... Begini? Begini?

Kurasa Tsukasa lagi bahagia banget.

Kau mau curhat sama aku?

Jangan-jangan, masalah Tsukasa?

Boleh, kok. Kebetulan juga ada yang mau kutanyakan padamu.

Jawab dengan jujur! Sehabis kalian jadian, bagaimana rasanya?

Ma-Maksudnya?

Se-Sebelum kalian jadian sama sesudahnya, apa ada yang berubah?

Ja-Jangan-jangan, kalian sudah berc-ci-ciuman?

Enggak! Enggak! Enggak! Itu terlalu cepat!

Tapi tunggu, kalian kan sudah tinggal bareng dalam waktu yang lumayan lama.

Buat pasangan normal itu juga namanya sudah cepat, 'kan?

Ditambah setiap malam kalian selalu tidur sekamar.

Jangan-jangan, bukan cuma ciuman saja, tapi sesuatu yang lebih dari itu.

Entah kenapa, sehabis pacaran, kami jadi susah buat mengobrol.

Masa, sih?

Ya, kalau dilihat dari sikapmu yang begitu, aku bisa mengerti.

Maka dari itu, tolong ajari aku memasak!

Aku paham!

Jadi begitu, ya.

Kau mau masakkan sesuatu buat dia.

Kau mau buat dia senang, 'kan?

Lalu, berharap agar bisa mengobrol kayak biasanya lagi.

Ya ampun, kau polos banget, sih!

Baiklah. Aku bakal mengajarimu.

Terus, mau buat masakan apa?

Itu, lo. Kau mau buat makanan kesukaan Tsukasa, 'kan?

Makanan kesukaan Tsukasa apa, ya?

Aku juga enggak tahu.

Hal sepele begini saja aku enggak tahu!

Aku sudah gagal jadi pacarnya!

Telat!

Jam makan siang sebentar lagi selesai, tahu!

Memangnya ada apa?

Isla katanya mau bilang sesuatu.

Sana.

Eror. Aku enggak paham perkataanmu.

Tolong ulangi sekali lagi.

Kok malah baru sekarang malunya?

Habisnya...

Anu, ada apa, sih?

Isla bilang, dia mau masakkan sesuatu buatmu.

Makanya, sebutkan saja makanan apa yang mau kaumakan.

Walah?

Kalau mau hubungan percintaanmu lancar, kau harus sering berikan sebuah kejutan.

Jangan-jangan, Isla mau kasih aku kejutan?

Aku keduluan, nih!

Sebentar, kau dengar, enggak?

Oh! Maaf!

Aku senang banget kau mau masakkan sesuatu buatku.

Tapi, rasanya enggak enak kalau cuma kau yang kasih kejutan ke aku.

Kayak obrolan kita tadi pagi, aku cuma mau makan malam bersamamu, itu saja.

Bagaimana kalau kalian berdua masak bareng saja?

Kita...

...bareng.

Kayaknya kita sudah dapat jawabannya, ya.

Kalau begini, kayaknya kau enggak perlu bantuanku, deh.

Aku cuma bakal jadi pengganggu doang.

Dan juga, mendingan kalau mau tatap- tatapan begitu di asrama saja sana.

Karena itu aku enggak suka pemula!

Kau cuma iri, 'kan?

Kau barusan bilang apa?

Enggak, kok!

Bicara soal masak tadi...

Ya.

Aku mau masak bersamamu.

Terus, memakannya bersamamu.

Kalau Tsukasa bagaimana?

Tentu saja mau!

Anu, bagaimana kalau kita mulai malam ini?

Kau mau makan apa?

Aku mau tahu makanan kesukaanmu.

Betul juga, makanan yang kusuka.

Nasi omelet!

Kayak anak kecil saja.

Tsukasa adalah mitra resmiku.

Kazuki serahkan tugas ini pada kami-

Tenang saja.

Kurang lebih aku mengerti, kok.

Kejutan, ya?

Kejutan.

Apa ada yang ganggu pikiranmu?

Ah, enggak.

Misalnya kalau kita mau kasih kejutan buat orang yang kita cintai,

kira-kira enaknya kasih apa, ya?

Kau mau kasih kejutan buat Isla, 'kan?

Eh? Kok tahu?

Soalnya dari sikapmu saja sudah kelihatan.

Eh? Masa, sih?

Bersama dengan orang yang dicintainya, merupakan hal yang paling bahagia.

Isla mengajariku begitu.

Kurasa itu jawaban yang lagi kaucari.

Lagi pula, selain kakek sama kau,

ternyata masih banyak cowok yang kurang peka di dunia ini, ya.

Maaf buatmu menunggu.

Enggak apa-apa.

Apa ada yang bisa kubantu?

Sekarang enggak perlu. Nanti kalau butuh, pasti bilang, kok.

Jadi, tolong, ya.

Ya, baiklah.

Jangan sampai lupa kalau aku juga masih di sini, lo.

Ma-Maaf!

Maaf lama!

Matahari terbenamnya serasa lebih lama, ya?

Ya.

Yang ini, 'kan?

Ya.

Terima kasih banyak.

Tsukasa, aku mau beli piama.

Eh? Jadi, kau jarang ganti karena cuma punya satu?

Karena kupikir enggak terlalu butuh.

Eh? Baju pasangan?

Boleh?

Ah, anu... Boleh, sih.

Apa kau lapar?

Ya, aku lapar.

Tapi, justru karena lapar makanan jadi enak.

Begitu, ya? Kok aneh?

Kita sekarang sudah jadian, ya?

Ya.

Tapi, aku sama sekali belum bisa kasih sesuatu yang istimewa buatmu.

Aku sudah pikirkan banyak hal,

soal sesuatu yang bikin kau senang, tapi aku masih tetap bingung.

Aku mau kita kayak biasa saja.

Jalani hari-hari kayak biasanya.

Hanya dengan bersamamu saja, bagiku sudah istimewa.

Sekarang pun, hatiku masih berdebar kencang,

dadaku serasa mau meledak.

Cahayanya indah, ya?

Ya.

Di balik cahaya itu, apa orang-orang jalani hidup kayak biasanya, ya?

Apa aku juga salah satu dari mereka, ya?

Lihat pemandangan begini sudah terasa istimewa, ya?

Ya.

Bentuknya kurang meyakinkan.

Meski ini pertama kalinya, tapi menurutku sudah lumayan.

Nih, tambah sausnya.

Ah! Ini kan...

Ya, padahal tadi sudah bagus.

Bikin malu, jadi kutambah saja!

Sekarang giliranku.

Wah, kayaknya kebesaran, deh.

Ya.

Baiklah, selamat makan.

Selamat makan.

Bagaimana?

Ya! Enak!

Isla juga coba dimakan nasinya.

Ya!

Bagaimana?

Enak.

Eh?

Kau mulai tulis buku harian lagi?

Ya.

Apa yang kautulis?

Jangan ketawa, ya?

Enggak, kok.

\h\hAku pacaran sama orang yang kucintai.\h\h

\h\hHari ini, aku dikasih tahu Yasutaka kalau sebuah hubungan percintaan itu harus sering kasih kejutan.\h\h \h\hAku pun bingung mau kasih kejutan apa.\h\h \h\hLalu, aku minta tolong ke Michiru,\h\h \h\htapi akhirnya aku buat makan malam bersama Tsukasa. \h\h \h\hNasi omelet buatan kita enak.\h\h

Hari ini menurutmu bagaimana, Isla?

Hem.

Seru, menyenangkan, sedikit bikin malu, dan...

Dan?

Hari Nasi Omelet.

Kalau begitu, besok kita buat Hari Kari, ya!

Tsukasa, kau memang kayak anak kecil, ya.

Selamat malam!

Selamat malam.

\h\hSemoga besok jadi hari yang lebih indah lagi bersama Tsukasa.\h\h

hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah

yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku

boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu

furueteita ne\h telah tergetar

futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali

dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi

mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa

kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h

itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang

hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup

kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam

kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.