All language subtitles for [SubtitleTools.com] [Memori Plastik] 09. Pascafestival

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Oh, begitu. Jadi, Tsukasa ditolak, ya?

Ya, Eru sih bilangnya begitu.

Apa kita tak perlu bicara padanya?

Atau mending kita biarkan saja dia begitu?

Yasutaka?

Kayaknya syok berat.

Tolong jangan bercanda di saat begini.

Eh? Aku cuma mau hibur Tsukasa.

Tsukasa, apa betul kau nyatakan cinta sama Isla?

Maaf ya, mendadak panggil kau ke sini.

Anu, apa kau

baik-baik saja?

A-Apa Tsukasa betul-betul nyatakan cintanya padamu?

Terus, katanya kau tolak dia.

Tu-Tunggu!

A-A-A-Ak-Aku harus bagaimana?

Aku... Aku...

Ti-Tiba-tiba saja dia bilang suka sama aku, terus... terus apa...

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Pascafestival

Ini sih, jauh dari baik-baik saja.

Waktu dia tiba-tiba bilang suka,

mendadak isi kepalaku jadi penuh sama berbagai macam hal.

Aku sudah enggak lihat situasi lagi,

dan spontan langsung bilang, "Aku enggak bisa."

Sejak itu, dia jadi begini terus.

Tiap kuajak bicara, dia seolah enggak dengar aku.

Reaksinya bakal tetap sama biarpun diajak bicara sama orang lain.

Kau enggak usah merasa bersalah, Isla.

Belakangan Tsukasa memang kelewat percaya diri,

dan akhirnya jadi begini.

Ini pasti salahnya sendiri.

Habisnya, dia pasti main bilang begitu saja tanpa lihat suasananya, 'kan?

Waktu di festival, aku sempat terpisah dari Tsukasa.

Nah, 'kan? Dia memang enggak bisa diharapkan kalau temani cewek saja enggak becus!

Tapi, sehabis itu dia mencariku

dan akhirnya kami ketemu.

Ya, semua orang juga bisa kalau cuma itu.

Terus kembang apinya mulai diluncurkan.

Kami lihat bareng sambil pegangan tangan.

Eh? Kalian sudah pegangan tangan?

Boleh juga dia.

Sehabis itu, kami sempat bicara sebentar, dan dia peluk aku.

Di-Dia tipe yang berani juga, ya?

Waktu itu, dia langsung bilang suka.

Itu sama sekali enggak romantis!

Enggak heran kalau kau tolak dia.

Aku juga bakal bilang begitu!

Mukamu merah banget.

Mana mungkin!

Bagaimana ini?

Aku jadi sakiti perasaan Tsukasa.

Kau sendiri bagaimana, Isla?

Aku bingung.

Michiru bakal lakukan apa kalau jadi aku?

Eh? Aku?

Itu sih, enggak usah ditanya lagi.

Belum ada orang yang bilang suka sama Michiru.

Hoi, simpan saja komentar busukmu itu!

Kau sendiri masih bisa bersikap normal di depan Tsukasa?

Sulit, ya.

Kelihatannya kalian berdua perlu suasana baru sementara.

Bagaimana kalau kau pisah rumah dulu dari Tsukasa beberapa hari?

Kau jadi punya waktu buat pikirkan ini semua baik-baik, 'kan?

Pisah rumah.

Caranya?

I-Itu

masih kupikirkan.

Solusinya mengambang, deh.

Hati-hati sama tugas kali ini.

Pemiliknya pernah dijerat hukum akibat tindakan kekerasan.

Aku paham.

Omong-omong,

sudah dengar kalau Tsukasa nyatakan cintanya sama Isla?

Apa? Yang benar?

Aku dengar dari Eru.

Kapan kejadiannya?

Kemarin.

Tsukasa bilang apa waktu melamar dia?

Dia bukan melamar, tapi nyatakan cinta.

Hubungan mereka sudah sejauh mana, sih?

Sejauh mana itu maksudnya apa?

Kau tahu sendiri!

Aku bisa bayangkan maksudmu, kok.

Terus, bagaimana jadinya?

Dia ditolak Isla.

Di-Ditolak?

Betul.

Aku sendiri enggak duga bakal ditolak.

Aku enggak habis pikir!

Wajahmu jadi seram.

Berisik!

Dengar, ya!

Kalau berani sentuh barang-barangku tanpa izin, kau bakal menyesal!

Zack, kalau Tsukasa kelihatan mencurigakan sedikit saja,

tendang dia dari ruangan ini!

Eh, Tsukasa.

Michiru biasanya simpan baju dalamnya di laci itu, terus yang di sana—

Kenapa malah kasih tahu dia, sih?

Eh, kok aku jadi harus sekamar sama Tsukasa?

Aku malas lihatnya kalau dia depresi banget.

Cuma buat beberapa hari, tahu.

Susunan kamarnya sudah kuganti, jadi kita pisah sementara.

Aku perlu temani Isla bareng Eru.

Terus, aku yang harus hibur Tsukasa?

Enggak usah sampai sejauh itu.

Kau sendiri mau begitu terus sampai kapan?

Semangat sedikit, dong!

Padahal cuma ditolak begitu saja!

Astaga.

Anu...

Kalau dibiarkan, kau pasti bakal melamun terus sampai lupa makan, bukan?

Aku enggak mau lihat ada orang mati kelaparan di ruanganku!

Kalau cuma enggak makan sehari, dia enggak bakal mati, kok.

Kau bilang apa?

Bukan apa-apa!

Ayo, cepat makan sebelum dingin.

Oh, ya.

Terima kasih.

Selamat makan.

Nah, Islacchi. Ayo makan mumpung masih panas!

Ini semua khusus buatmu! Silakan makan yang banyak!

Da-Daripada itu, kok aku disuruh pakai baju begini?

Habisnya jadi kelihatan imut!

Aku enggak percaya kalau Islacchi ada di kamarku!

Mimpiku jadi kenyataan!

Ini malam yang paling indah!

Aku jadi enggak bisa santai.

Zack, kelakuanmu yang betul, dong.

Ya.

Dasar, jadi enggak semangat kerja gara-gara patah hati sama teman sekantor.

Buat ukuran anak baru, itu sudah keterlaluan!

Ya. Maaf, deh.

Mentalmu itu masih kayak anak baru lulus SMA!

Aku enggak bisa bilang apa-apa.

Aku tahu kalau kau masih syok, tapi jangan bawa-bawa urusan pribadi ke pekerjaanmu.

Bayangkan kalau kau yang lagi depresi begitu

datang buat menarik Giftia yang berharga, bagaimana rasanya?

Aku sudah cerita waktu ayahku berubah jadi Wanderer, 'kan?

Eh?

Ya.

Begitu kehilangan ayahku di depan mata,

aku jadi merasa sendirian di dunia ini,

tapi mbak Kazuki terus-terusan datang menjengukku.

Aku enggak tahan lihatnya, jadi akhirnya aku bilang langsung ke dia,

"Enggak usah datang ke sini lagi, deh."

Dan dia...

Kami di Terminal Service wajib pikirkan perasaan Giftia dan juga pemiliknya.

Aku tahu,

aku enggak bakal bisa gantikan posisi ayahmu,

tapi aku bisa jadi tempat curhat.

Kalau itu bisa bikin kau merasa lebih baik, aku siap dengarkan.

Kalau enggak begini,

aku bakal merasa bersalah banget sama ayahmu.

Waktu lihat mbak Kazuki kayak begitu, aku jadi mau bergabung ke Terminal Service.

Aku bangga banget sama pekerjaanku sampai sekarang.

Makanya, kalau pada akhirnya kau cuma mau main-main di sini,

kau enggak bakal kubiarkan begitu saja.

Maaf.

Sama,

terima kasih sudah pikirkan aku.

Aku cuma kasih pemahaman sebagai seniormu.

Kau menyesal sudah nyatakan perasaanmu?

Enggak.

Biarpun pada akhirnya aku ditolak,

perasaanku ke Isla enggak bakal berubah.

Yang kaupikirkan cuma Isla, ya.

Kalau lagi begitu, kau jadi kelihatan keren—

Ko-Kok barusan aku bilang begitu?

Kau kenapa?

Enggak ada apa-apa, kok! Sebentar, kau paham sama yang kubilang barusan, 'kan?

Kalau tahu, jangan duduk di situ terus!

Pikirkan hubunganmu sama Isla ke depannya!

Ya!

Dasar tukang ikut campur urusan orang.

Apanya yang ya? Coba ulangi omonganku!

Aku mau dengar!

Islacchi, kau enggak boleh tidur malam ini!

Kita pesta bujang dulu, ya! Oke?

Anu, Mi-Michiru di mana?

Oh.

Ya juga, ya.

Nanti juga dia pasti datang!

Lihat, nih!

Aku beli banyak piama buatmu, Islacchi!

Kau mau pakai yang mana dulu? Ayo, mau yang mana?

Michiru?

Sudah bangun?

Mu...

Muka tidurku...

Eh?

Dia lihat muka tidurku!

Sial! Bisa-bisanya aku ketiduran!

Cepat siap-siap kalau enggak mau telat.

Eh?

Kok enggak bangunkan aku lebih awal, sih?

Eh, aku agak takut, jadi...

Apa maksudnya itu?

A-A-A-Aku enggak keberatan, kok!

A-Aku juga enggak berhak komentar, komen, komentar...

Bu-Bukan! Kau salah paham!

Ya, kami sama sekali enggak ada hubungan apa pun!

Enggak apa-apa! Tsukasa sama Michiru memang kelihatan serasi!

Gawat! Ayo kejar dia!

Jangan tambah depresi!

Untung kau bisa mengerti.

Maaf, aku sudah salah paham.

Tidak, aku yang salah karena enggak bilang dulu sebelumnya.

Eh, kalian jangan diam saja, dong.

Mumpung sudah berdua, kenapa enggak bicara saja biar jelas?

Kau belum bisa?

Anu...

Tsukasa.

Ke-Kenapa?

Aku...

Ya.

Kemarin, aku sudah bilang enggak bisa padamu.

Ya.

Tapi, aku mau memikirkannya sekali lagi.

Oh.

Tolong kasih aku waktu sedikit lagi.

Tentu saja!

Apa pun jawabanmu nanti, Isla,

aku tetap mau jadi mitramu sampai akhir.

Boleh, 'kan?

Apa yang lagi kaupikirkan sekarang?

Ah, enggak.

Begini, Pak.

Menurut Bapak, percintaan itu tergantung sama momentum enggak, sih?

Ini soal Isla, ya?

Aku memang bilang supaya dia memikirkannya dulu baik-baik,

tapi apa saranku sudah betul?

Biasanya semakin dipikirkan, orang jadi malah tambah ragu, 'kan?

Entahlah, aku tak bisa komentar soal itu.

Selamat pagi!

Selamat pagi.

Yuk, kita jalan.

Tsukasa.

Terima kasih.

Hari ini teh jenis apa, nih?

Ini.

Bilang yang jujur.

Sebetulnya, bagaimana perasaanmu ke Tsukasa?

Aku...

Aku tadinya enggak tahu kok Tsukasa bisa terus tersenyum.

Awalnya itu yang buat aku penasaran.

Ya.

Michiru sendiri yang bilang, 'kan?

Mungkin Tsukasa tersenyum karena merasa sedih.

Memang.

Aku jadi enggak mau kalau dia tersenyum gara-gara itu.

Apa enggak ada yang bisa kulakukan buat membantunya?

Tapi, waktu kami ke taman hiburan, Tsukasa kelihatan bahagia banget pas jalan-jalan di sana.

Aku sendiri juga senang.

Terus entah kenapa, aku rasanya jadi berdebar-debar.

Masa?

Sejak itu, tiap kali aku pikirkan Tsukasa,

jantungku jadi berdebar kencang dan pikiranku jadi kosong.

Aku enggak tahu kok bisa begini,

jadi aku bingung.

Aku paham sekarang. Ternyata memang begitu, ya.

Berarti kau sudah tahu jawabannya, dong?

Kau sudah tahu sendiri, 'kan?

Jawabannya.

Ya.

Aku sudah tahu jawabannya sejak awal.

Ternyata betul!

Ayo, kita bilang ke Tsukasa sekarang juga!

Aku sebaiknya enggak dekat-dekat Tsukasa lagi.

Eh?

Tu-Tunggu, kaubilang apa barusan?

Kok jadi begitu?

Menurutku, ini jalan terbaik demi aku dan juga Tsukasa.

Sebentar! Kau salah, nih!

Biar aku perjelas saja, deh.

Perasaan bingung yang kaurasakan,

itu perasaan cinta!

Itu yang namanya cinta.

Cinta?

Makanya, kau enggak usah menjauh dari dia.

Kalau itu betul, berarti aku

memang enggak boleh dekat dia lagi.

Eh? Aku jadi enggak habis pikir. Aku betul-betul bingung, nih!

Kenapa alasannya?

Kok kau malah ambil kesimpulan begitu?

Isla?

Tinggal sebulan lagi.

Ha?

Waktuku cuma tinggal sebulan lagi.

Halo!

Tumben kau enggak mabuk di sini.

Jangan melotot begitu, dong.

Aku pergi deh, kalau ganggu.

Dasar,

kau yang pancing Tsukasa, 'kan?

Memancing apanya? Main tuduh saja!

Dia sendiri yang putuskan mau nyatakan cinta dengan jantan. Cuma itu saja.

Dan sekarang hasilnya jadi begini!

Padahal tadinya mereka sudah akrab banget!

Terus, sekarang kau mau ikut campur, sehabis sekian lama hindari kenyataan?

Di saat begini, kau baru berlagak jadi senior.

Aku memang tahu semuanya soal juniorku yang manis ini, 'kan?

Cih.

Michiru?

Kok kau ada di sini?

Ada masalah?

Sisa hidup Isla...

Kau tahu sejak kapan?

Sejak kapan?

Belum lama ini.

Aku...

Aku enggak tahu soal ini!

Dan aku malah bicara macam- macam padamu sama Isla!

Maaf.

Maaf banget!

Harusnya aku sudah terbiasa sama yang begini.

Ini...

Tadi katanya kau juga baru tahu soal ini.

Ini sebelum kau bilang suka ke dia?

Atau sesudah?

Sebelum.

Jadi, kau tahu dan tetap nekat nyatakan cinta?

Kau enggak belajar dari pekerjaan kita, ya?

Hubunganmu enggak bakal lama, tahu!

Terus kenapa? Sebetulnya kau mau apa?

Aku cuma mau bikin kenangan sebanyak-banyaknya sama Isla.

Juga supaya Isla punya kenangan sendiri.

Biarpun akhirnya kau ditolak?

Aku tetap mau lakukan ini demi dia.

Kau cuma bakal sakiti diri sendiri, tahu?

Kau sudah tahu kalau ini bakal berakhir tragis!

Tapi, kau tetap nekat mau lakukan ini semua?

Aku...

Aku sendiri lari dari masalah waktu itu.

Aku enggak sanggup terima kenyataan.

Gara-gara itu, banyak orang yang jadi terluka.

Kau yakin bisa bertanggung jawab sampai akhir?

Aku sendiri sudah putuskan,

aku bakal jadi mitra Isla sampai saat terakhir.

Kau tahu artinya bertanggung jawab enggak, sih?

Begitu, ya.

Kau enggak sama kayak aku yang dulu.

Duh!

Makanya aku benci orang amatir!

Ke-Kenapa, nih?

Kau ini enggak bisa diharapkan kalau masalah percintaan!

Makanya,

aku bakal dukung perasaanmu sepenuhnya, paham?

Kau harusnya bersyukur!

Isla?

Mbak Kazuki?

Halo.

Kok ada di sini?

Kebetulan.

Kita perlu bicara sebentar.

Isla.

Ada apa?

Aku dipanggil Kazuki.

Kalian

mulai hari bukan mitra kerja lagi, paham?

Eh?

Belum jelas?

Tim kalian dibubarkan.

hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah

yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku

boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu

furueteita ne\h telah tergetar

futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali

dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi

mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa

kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h

itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang

hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup

kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam

kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.