Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
SAI Terminal Service, alias Departemen Penarikan,
punya 29 kantor cabang di seluruh dunia.
Terminal Service #1 tempatku bekerja,
satu area sama Kantor Pusat dan melayani wilayah timur.
Hari ini ada rapat lagi dengan Kantor Pusat.
Duh, sakit magku lagi-lagi kambuh.
Isla, bisa minta tolong dibuatkan teh?
Pak Manajer, jangan suruh Isla buat bikin teh lagi, dong.
Dia sudah jadi marksman-nya Tsukasa, 'kan?
Nah, tanda tangan dulu, dong.
Aku sudah terbiasa minta tolong ke dia, sih.
Halo, semuanya! Ciao!
Siapa itu?
Yasutaka Hanada, salah satu spotter kita.
Dia itu veteran yang sudah kerja di sini hampir sepuluh tahun.
Hoi!
Hem?
Ke mana saja kau, sampai lalai sama pekerjaanmu?
Aku sibuk cuti dan dinas ke banyak tempat.
Jadi, main ke rumah cabe-cabean kausebut dinas juga, ya?
Aku baru tahu, nih.
Mulai sekarang jangan lupa lagi, ya.
Kau ini!
Hem?
Wah, terima kasih!
Ah, Yasutaka. Itu tehku.
Enak! Teh buatanmu memang yang paling enak, Isla!
Terima kasih.
Oh, jadi itu orangnya, ya?
Si anak baru yang dipasangkan sama Isla?
Aku Tsukasa Mizugaki!
Salam kenal!
Kau dapat rekomendasi, ya?
Kau punya koneksi sama pak Godou, makanya dimasukkan ke sini, 'kan?
Eh, eh.
Jadi, apa hubunganmu sama si GM?
Aku penasaran, nih.
Eh, itu...
Kau gagal di ujian masuk gara-gara radang usus buntu, ya?
Ya. Maaf.
Jangan minta maaf kalau tak perlu.
Sudahlah.
Berterima kasihlah pada ayahmu. Kali ini kau kuberi kesempatan.
Tapi, kalau ternyata kau tak ada kontribusi di perusahaanku,
kau harus langsung hengkang. Paham?
Beliau itu teman lama ayahku.
Oh, jadi begitu!
Yasutaka?
Kita perlu bicara.
Wah, Sherry! Mitra kerjaku—
Hoi, hoi. Aku enggak dikasih senyum, nih?
Kok cewek-cewek di kantor ini semuanya pada galak, sih?
Kau sendiri seenaknya tinggalkan pekerjaan beberapa hari ini.
Aku mau dengar alasanmu kali ini.
Ya, sebetulnya aku kelaparan, jadi pergi cari makan—
Bercandanya lucu juga.
Jangan terlalu dipikirkan! Dibawa santai saja dan berusaha yang giat!
Tolong.
kumpulkan cahaya
hikari wo atsumete
tinggalkan kenangan
sayonara no omoide wo
seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh
hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku
gelembung ingatan yang jadi rusak
kowarete shimau utakata no Memory
kelembutan air mata yang kesepian
samishisa no namida sotto fukou
ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan
nobashita te ha kanransha yasashiku toraete
bangkitkan kepingan ingatan
mezamesou na kioku no kakera
menunduk berharap 'tuk menghilang
utsumuite kiete hoshii to inoru kedo
namun kautemukan suaraku
kimi ga mitsukete kureta kono koe wo
jarum jam mulai berdetak
ugokidashita tokei no hari
dunia pun jadi penuh warna
sekai ha yagate irodzuite
hati plastik yang bersinar
Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo
takkan kulupakan dan ingatlah
wasurenai de oboete ite
hingga suatu hari kita kan bertemu
itsuka mata meguriaeru hi made
Tak Mau Jadi Beban
Kau Yutaka Yanagi, 'kan?
Kami tak perlu ingatkan lagi.
Pokoknya, serahkan saja Max dan jangan coba-coba melawan!
Kami ini dari Terminal Service—
Kalian ini siapa?
Justru itu—
Max, lari!
Tu-Tunggu, kok kau jadi galak begitu, sih?
Eror. Aku enggak paham maksudnya. Tolong ulangi lagi.
Pokoknya kejar dulu, deh!
Isla!
Kau enggak apa-apa?
Diam sebentar.
Mereka jadi lolos, ya?
Kelihatannya perlu surat permintaan maaf tertulis lagi.
Mohon maaf sebesar-besarnya!
Maaf sudah merepotkan.
Baiklah, kami permisi dulu!
Ini sudah berapa kali, nih?
Ini yang ketiga!
Begitulah.
Aku sudah kasih pekerjaan yang gampang banget, tahu.
Tapi, kau malah gagal minta tanda tangannya sampai tiga kali berturut-turut!
Maaf.
Kalau kau sudah saling percaya sama Isla, harusnya enggak akan sampai begini, tahu!
Itu...
Bawaan orang dalam pasti begini, ya?
Bisa langsung masuk kerja tanpa ada usaha.
Kau sama sekali enggak berguna!
Tsukasa...
Maaf.
Lain kali aku lebih hati-hati, deh.
Sialan!
Si Tsukasa itu.
Apa aku terlalu keras, ya?
Michiru itu tipe yang blakblakan di awal dan menyesal belakangan, ya?
Oh, kau lagi berantem sama Tsukasa, ya?
Bukan begitu!
Kau jadi kesal karena suka sama dia, ya?
Aku paling suka anak polos begini!
Ha? Aku dan Tsukasa enggak punya hubungan apa-apa, tahu!
Ah, malu-malu!
Sudah kubilang bukan!
Michiru?
Eh? Ya?
Bagaimana Isla?
Isla?
Dia tetap kayak biasanya, kok.
Oh.
Tsukasa?
Kau ada waktu, 'kan?
Kau ada waktu, 'kan?
Ya.
Hoi, kau enggak ikutan minum?
Dari kemarin aku sudah bilang, aku ini belum cukup umur!
Dasar, payah banget.
Nah, kau sudah bisa kerja sama bareng Isla?
Soal itu...
Kau enggak tahu apa yang dia pikirkan, ya?
Bisa tolong ceritakan sedikit soal Isla?
Mbak Kazuki dulu pernah jadi mitranya, 'kan?
Enggak ada gunanya kuceritakan.
Kalau kalian enggak bisa saling mengerti, kalian akan sulit kerja bareng.
Aku tahu, sih.
Aku juga enggak enak.
Kau jadi dipaksa kerja bareng dia.
Pekerjaan kalian yang selama ini kacau,
sebagian besar pasti gara-gara Isla, 'kan?
Itu...
Aku tahu, kok.
Isla memang agak kikuk,
tapi coba kenali dia lebih jauh.
Cih, aku jadi minta tolong yang bukan-bukan, nih!
Tidak! Aku juga mau tahu lebih jauh soal Isla!
Tsukasa.
Kau ini paedofil, ya?
Bukan!
Master, tambah lagi!
Dari awal,
pak Manajer dan Kantor Pusat bilangnya mau tingkatkan efisiensi,
padahal itu omong kosong!
Ma-Maksudnya apa, sih?
Aku sudah kerja hampir sepuluh tahun di sini, tapi aku masih belum dapat jawabannya.
Kenapa kita harus tahu cara cabut ingatan, sih?
Semua orang juga enggak tahu!
Cara
cabut ingatan.
Kau dengar, enggak, Anak Baru?
M-Mbak Kazuki!
Aduh, duh, duh!
Wah! Kazuki mabuk berat!
Mas Yasutaka, kok di sini?
Aku juga pelanggan tetap di sini.
Dia sudah minum berapa gelas, nih?
Baru sekitar tiga gelas.
Jangan bilang dia ini lemah sama alkohol?
Banget.
Eh, lalu bagaimana?
Biar aku saja yang bawa dia pulang.
Ini sudah biasa!
Lo, kau balik lagi?
Ya.
Ah, biar aku saja yang kunci pintunya.
Begitu?
Aku duluan, deh.
Sampai besok.
Terima kasih!
\h\hCara Jitu Menjadi Pengusaha\h\h
Isla
Ruang Uji Coba [Latihan]
Ruang Uji Coba?
Eh, di mana tempatnya?
Aku baru tahu ada tempat kayak begini di Kantor Pusat.
Anu...
Kau spotter-nya Isla, ya?
Ah, ya.
Kami teknisi khusus di Terminal Service.
Namaku Eru.
Yang ini Pak Mikijirou Tetsuguro.
Beri hormat sana!
Isla lagi apa?
Wah, aku diabaikan?
Aku sedang kumpulkan datanya.
Data?
Kami ukur kapasitas kemampuan fisiknya.
Jangan! Masa rahasia wanita diintip sih, dasar cowok kurang ajar!
Dia selalu rutin latihan begini?
Enggak juga. Cuma belakangan jadi lebih sering sejak dia jadi mitramu, Tsukasacchi.
Tsu-Tsukasacchi?
Belakangan bebannya tambah berat dan perlu dikontrol lebih sering,
jadi harusnya dia istirahat dulu.
Beban?
Beban kinerja badannya.
Selama ini dia kerjanya cuma bikin teh,
makanya langsung terasa beda banget waktu dikasih tugas lapangan.
Eru.
Kerja pakai tangan, bukan pakai mulut.
Ya! Maafkan aku, Pak!
Tapi, ini rasanya
pasti berat, ya.
Halo!
Tsukasa.
Maaf ya, aku seenaknya ke sini.
Enggak masalah.
Ini juga bukan rahasia, kok.
Kau mau?
Ah, boleh juga.
Kenapa mendadak kau sering latihan?
Jangan-jangan, ini gara-gara pekerjaan kita kacau terus, ya?
Sejak kembali bertugas di lapangan,
badanku masih belum bisa berfungsi normal.
Saat ini,
aku cuma jadi beban buatmu, makanya...
Paling cuma masalah waktu saja.
Nanti juga badanmu terbiasa.
Tapi, bukan cuma itu saja.
Waktu bujuk pemilik Giftia-nya, aku juga...
Ah, kau memang kelihatan agak tegang, sih.
Kok bisa begitu?
So...
Soalnya mesinku enggak cepat panas.
Enggak cepat panas?
Kedengarannya kayak mobil tua saja!
Ja-Jadi itu serius, ya?
Hoi, hoi.
Aku akan cari solusinya.
Isla.
Sebagai marksman,
aku enggak boleh jadi bebanmu terus.
Kalau kau sendiri sudah capek...
Mungkin kau bisa coba cari mitra kerja yang lain.
Tehnya mantap!
Kau tahu,
aku ini tipe yang taat instruksi.
Instruksi kerja itu harus diikuti, 'kan?
Makanya, sejak kerja di sini,
aku sibuk pelajari instruksi yang ada.
Tapi, semuanya enggak jelas.
Misalnya, "Kau harus kreatif!"
Atau...
"Ambil keputusan yang menurutmu terbaik!"
Begitulah.
Enggak ada instruksi cara kerja yang detail.
Makanya, aku ikuti saja pedoman kerja yang ada
dan bereskan masalah sekreatif mungkin.
Sekreatif mungkin?
Misalnya, soal urusan bujuk si pemilik Giftia,
bagaimana kalau aku saja yang maju?
Tapi, tugas spotter itu...
Awasi kerja mitraku sebagai marksman.
Ya, 'kan?
Soal itu aku juga tahu, tapi berhubung kita ini satu tim,
tak ada salahnya kita saling bantu, 'kan?
Tsukasa.
Pokoknya selama kau belum terbiasa, kau bisa andalkan aku, Isla.
Nanti kita coba ke sana sekali lagi, ya?
Baiklah.
Kalau kau setuju, aku coba buat instruksinya sendiri dulu, deh.
Aku mau ke toilet.
Tsukasa.
Terima kasih.
Aku juga akan berusaha!
Oke!
Maaf. Lain kali aku lebih hati-hati, deh.
Enggak seru, ah.
Pagi!
Pagi, Michiru.
Eh, menurutmu Tsukasa itu bagaimana?
Eh, tidak! Aku bukannya mau tanya yang aneh-aneh!
Pasti berat kerja bareng sama Tsukasa, 'kan?
Belakangan kau kelihatan sering paksakan diri.
Dia itu karyawan baru, jadi jangan terlalu pikirkan perasaannya.
Kalau mau protes, bilang saja langsung.
Pak Manajer juga seenaknya pasangkan kau sama dia.
Michiru.
Kau enggak usah khawatir.
Selain itu,
justru aku yang jadi beban buat dia.
Yang benar?
Bukan Tsukasa yang salah.
Orang itu... Ternyata betul, 'kan?
Bisa-bisanya dia kasih aku laporan palsu, yang benar saja!
Enggak usah cari alasan biar kelihatan keren!
Itu yang ada di otakmu, ya?
Sudah dibilang buang gaya ABG-nya!
Michiru, Tsukasa jangan dimarahi terus.
Aku juga tahu, kok.
Dasar.
Benar.
Pertama, kau harus dengarkan mereka baik-baik.
Kalau main potong seenaknya, bisa-bisa mereka jadi enggak nyaman.
Pagi! Kalian lagi bahas apa?
Ah, pagi. Anu...
Tsukasa barusan tanya hal yang aneh.
Dia mau tahu apa saja yang harus diperhatikan
waktu kita lagi bujuk pemilik Giftia.
Tunggu, jangan bilang...
Kau ini memang payah atau goblok tulen, sih?
Ke-Kenapa?
"Giftia itu punya hati dan perasaan, sama kayak pemiliknya."
Lalu?
Itu prinsipnya Kazuki, 'kan?
Ya, betul.
Dengar, ya. Kau enggak boleh cuma jadi tukang jemput Giftia.
Kalau begitu, pekerjaan kita cuma bikin orang jadi sedih.
Yang paling penting, kau harus bisa mengerti perasaan Giftia sekaligus pemiliknya.
Perasaan keduanya?
Mungkin cuma kita yang pakai cara begini.
Kantor Pusat juga sebetulnya kurang suka.
Tapi, aku lebih suka prinsip yang diajarkan mbak Kazuki.
Kau sudah bergabung di sini, jadi ikuti juga prinsip barusan.
Baiklah.
Terima kasih sudah dikasih tahu.
Bukan masalah!
Ayo, Zack! Kita masih punya pekerjaan.
Eh, keluar lagi?
Memang antreannya lagi banyak banget, sampai harus terburu-buru begini?
Paling juga cuma beberapa, 'kan?
Ayo jalan!
Ya, ya.
Hati-hati, ya!
Satu lagi, Tsukasa.
Aku sudah bicara kasar waktu itu.
Maaf, ya.
Aku duluan!
Michiru pagi-pagi sudah agresif.
Seumur dia memang lagi banyak pikiran.
Aku tahu, kok!
Putriku saja sudah jarang cerita padaku lagi.
Tolong jangan cerita sedih begitu, dong.
Sip.
Begini saja, deh.
Wah, masih kerja keras, ya?
Lo, kau belum pulang?
Aku masih dipaksa kerja sama Sherry.
Kau sendiri?
Aku lagi bikin instruksi kerja buat timku.
Wah, kedengarannya keren.
Enggak juga.
Isla
Ruang Uji Coba [Latihan]
Isla malah sudah berusaha lebih keras dariku.
Ruang Uji Coba, ya?
Katanya dia latihan terus tiap hari supaya kondisi badannya bisa fit lagi.
Ya, biarpun sudah latihan, tetap saja dia masih suka kikuk, sih!
Anak itu nekat juga.
Padahal dia sudah tahu itu percuma.
Percuma?
Isla dari dulu memang begitu sifatnya.
Apa maksudnya percuma?
Eh.
Kau sudah lihat data kapasitas fisik Isla?
Eh? Ya, aku sempat lihat sebentar, sih.
Angkanya kelihatan turun terus, 'kan?
Ya.
Makanya dia latihan terus, 'kan? Supaya badannya jadi terbiasa lagi?
Giftia memang bisa belajar hal-hal baru, sama kayak manusia dan android.
Tapi, buat Giftia, enggak ada yang namanya "jadi terbiasa lagi."
Sejak awal, mereka diprogram supaya enggak lupa apa yang sudah dipelajari.
Jadi, maksudnya...
Percuma saja dia latihan terus.
Isla akan tetap kayak begitu terus.
Anak itu juga pasti sudah paham.
Apa Isla jadi paksakan diri karena aku enggak bisa diandalkan, ya?
Tapi...
Terima kasih.
Aku juga akan berusaha!
Kalau dia sudah bilang begitu...
Pak Yutaka Yanagi?
Kalian lagi?
Ah, tolong dengar dulu!
hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah
Aku dari Terminal Service SAI.
Aku hanya ingin beri tahu soal tanggal penarikan Max.
yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku
boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu
Penarikan?
Maaf sudah bikin heboh kemarin.
furueteita ne\h telah tergetar
Oh. Jadi, itu tujuannya.
futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali
Sudah waktunya ditarik, ya?
Maaf ya, kemarin aku malah kabur.
dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi
mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa
kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h
itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang
hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup
kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam
kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun
Itu laporannya Tsukasa, ya?
Ya.
Kelihatannya mereka lumayan cocok.
Bagus, dong.
Tapi, aku lumayan kaget juga.
Kau enggak bilang apa-apa ke dia, ya?
Apa maksudmu?
Masih pura-pura enggak tahu.
Kau enggak bilang ke dia, 'kan,
kalau masa hidupnya Isla tinggal 2.000 jam lagi?
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.