All language subtitles for [SubtitleTools.com] [Memori Plastik] 02. Tak Mau Jadi Beban

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

SAI Terminal Service, alias Departemen Penarikan,

punya 29 kantor cabang di seluruh dunia.

Terminal Service #1 tempatku bekerja,

satu area sama Kantor Pusat dan melayani wilayah timur.

Hari ini ada rapat lagi dengan Kantor Pusat.

Duh, sakit magku lagi-lagi kambuh.

Isla, bisa minta tolong dibuatkan teh?

Pak Manajer, jangan suruh Isla buat bikin teh lagi, dong.

Dia sudah jadi marksman-nya Tsukasa, 'kan?

Nah, tanda tangan dulu, dong.

Aku sudah terbiasa minta tolong ke dia, sih.

Halo, semuanya! Ciao!

Siapa itu?

Yasutaka Hanada, salah satu spotter kita.

Dia itu veteran yang sudah kerja di sini hampir sepuluh tahun.

Hoi!

Hem?

Ke mana saja kau, sampai lalai sama pekerjaanmu?

Aku sibuk cuti dan dinas ke banyak tempat.

Jadi, main ke rumah cabe-cabean kausebut dinas juga, ya?

Aku baru tahu, nih.

Mulai sekarang jangan lupa lagi, ya.

Kau ini!

Hem?

Wah, terima kasih!

Ah, Yasutaka. Itu tehku.

Enak! Teh buatanmu memang yang paling enak, Isla!

Terima kasih.

Oh, jadi itu orangnya, ya?

Si anak baru yang dipasangkan sama Isla?

Aku Tsukasa Mizugaki!

Salam kenal!

Kau dapat rekomendasi, ya?

Kau punya koneksi sama pak Godou, makanya dimasukkan ke sini, 'kan?

Eh, eh.

Jadi, apa hubunganmu sama si GM?

Aku penasaran, nih.

Eh, itu...

Kau gagal di ujian masuk gara-gara radang usus buntu, ya?

Ya. Maaf.

Jangan minta maaf kalau tak perlu.

Sudahlah.

Berterima kasihlah pada ayahmu. Kali ini kau kuberi kesempatan.

Tapi, kalau ternyata kau tak ada kontribusi di perusahaanku,

kau harus langsung hengkang. Paham?

Beliau itu teman lama ayahku.

Oh, jadi begitu!

Yasutaka?

Kita perlu bicara.

Wah, Sherry! Mitra kerjaku—

Hoi, hoi. Aku enggak dikasih senyum, nih?

Kok cewek-cewek di kantor ini semuanya pada galak, sih?

Kau sendiri seenaknya tinggalkan pekerjaan beberapa hari ini.

Aku mau dengar alasanmu kali ini.

Ya, sebetulnya aku kelaparan, jadi pergi cari makan—

Bercandanya lucu juga.

Jangan terlalu dipikirkan! Dibawa santai saja dan berusaha yang giat!

Tolong.

kumpulkan cahaya

hikari wo atsumete

tinggalkan kenangan

sayonara no omoide wo

seseorang yang mengagumkan menatap mimpi yang jauh

hitomi ni tataete mitsumeru yume tooku

gelembung ingatan yang jadi rusak

kowarete shimau utakata no Memory

kelembutan air mata yang kesepian

samishisa no namida sotto fukou

ulurkan tangan layaknya kincir yang rebut kebaikan

nobashita te ha kanransha yasashiku toraete

bangkitkan kepingan ingatan

mezamesou na kioku no kakera

menunduk berharap 'tuk menghilang

utsumuite kiete hoshii to inoru kedo

namun kautemukan suaraku

kimi ga mitsukete kureta kono koe wo

jarum jam mulai berdetak

ugokidashita tokei no hari

dunia pun jadi penuh warna

sekai ha yagate irodzuite

hati plastik yang bersinar

Plastic no kokoro ga kagayakidasu yo

takkan kulupakan dan ingatlah

wasurenai de oboete ite

hingga suatu hari kita kan bertemu

itsuka mata meguriaeru hi made

Tak Mau Jadi Beban

Kau Yutaka Yanagi, 'kan?

Kami tak perlu ingatkan lagi.

Pokoknya, serahkan saja Max dan jangan coba-coba melawan!

Kami ini dari Terminal Service—

Kalian ini siapa?

Justru itu—

Max, lari!

Tu-Tunggu, kok kau jadi galak begitu, sih?

Eror. Aku enggak paham maksudnya. Tolong ulangi lagi.

Pokoknya kejar dulu, deh!

Isla!

Kau enggak apa-apa?

Diam sebentar.

Mereka jadi lolos, ya?

Kelihatannya perlu surat permintaan maaf tertulis lagi.

Mohon maaf sebesar-besarnya!

Maaf sudah merepotkan.

Baiklah, kami permisi dulu!

Ini sudah berapa kali, nih?

Ini yang ketiga!

Begitulah.

Aku sudah kasih pekerjaan yang gampang banget, tahu.

Tapi, kau malah gagal minta tanda tangannya sampai tiga kali berturut-turut!

Maaf.

Kalau kau sudah saling percaya sama Isla, harusnya enggak akan sampai begini, tahu!

Itu...

Bawaan orang dalam pasti begini, ya?

Bisa langsung masuk kerja tanpa ada usaha.

Kau sama sekali enggak berguna!

Tsukasa...

Maaf.

Lain kali aku lebih hati-hati, deh.

Sialan!

Si Tsukasa itu.

Apa aku terlalu keras, ya?

Michiru itu tipe yang blakblakan di awal dan menyesal belakangan, ya?

Oh, kau lagi berantem sama Tsukasa, ya?

Bukan begitu!

Kau jadi kesal karena suka sama dia, ya?

Aku paling suka anak polos begini!

Ha? Aku dan Tsukasa enggak punya hubungan apa-apa, tahu!

Ah, malu-malu!

Sudah kubilang bukan!

Michiru?

Eh? Ya?

Bagaimana Isla?

Isla?

Dia tetap kayak biasanya, kok.

Oh.

Tsukasa?

Kau ada waktu, 'kan?

Kau ada waktu, 'kan?

Ya.

Hoi, kau enggak ikutan minum?

Dari kemarin aku sudah bilang, aku ini belum cukup umur!

Dasar, payah banget.

Nah, kau sudah bisa kerja sama bareng Isla?

Soal itu...

Kau enggak tahu apa yang dia pikirkan, ya?

Bisa tolong ceritakan sedikit soal Isla?

Mbak Kazuki dulu pernah jadi mitranya, 'kan?

Enggak ada gunanya kuceritakan.

Kalau kalian enggak bisa saling mengerti, kalian akan sulit kerja bareng.

Aku tahu, sih.

Aku juga enggak enak.

Kau jadi dipaksa kerja bareng dia.

Pekerjaan kalian yang selama ini kacau,

sebagian besar pasti gara-gara Isla, 'kan?

Itu...

Aku tahu, kok.

Isla memang agak kikuk,

tapi coba kenali dia lebih jauh.

Cih, aku jadi minta tolong yang bukan-bukan, nih!

Tidak! Aku juga mau tahu lebih jauh soal Isla!

Tsukasa.

Kau ini paedofil, ya?

Bukan!

Master, tambah lagi!

Dari awal,

pak Manajer dan Kantor Pusat bilangnya mau tingkatkan efisiensi,

padahal itu omong kosong!

Ma-Maksudnya apa, sih?

Aku sudah kerja hampir sepuluh tahun di sini, tapi aku masih belum dapat jawabannya.

Kenapa kita harus tahu cara cabut ingatan, sih?

Semua orang juga enggak tahu!

Cara

cabut ingatan.

Kau dengar, enggak, Anak Baru?

M-Mbak Kazuki!

Aduh, duh, duh!

Wah! Kazuki mabuk berat!

Mas Yasutaka, kok di sini?

Aku juga pelanggan tetap di sini.

Dia sudah minum berapa gelas, nih?

Baru sekitar tiga gelas.

Jangan bilang dia ini lemah sama alkohol?

Banget.

Eh, lalu bagaimana?

Biar aku saja yang bawa dia pulang.

Ini sudah biasa!

Lo, kau balik lagi?

Ya.

Ah, biar aku saja yang kunci pintunya.

Begitu?

Aku duluan, deh.

Sampai besok.

Terima kasih!

\h\hCara Jitu Menjadi Pengusaha\h\h

Isla

Ruang Uji Coba [Latihan]

Ruang Uji Coba?

Eh, di mana tempatnya?

Aku baru tahu ada tempat kayak begini di Kantor Pusat.

Anu...

Kau spotter-nya Isla, ya?

Ah, ya.

Kami teknisi khusus di Terminal Service.

Namaku Eru.

Yang ini Pak Mikijirou Tetsuguro.

Beri hormat sana!

Isla lagi apa?

Wah, aku diabaikan?

Aku sedang kumpulkan datanya.

Data?

Kami ukur kapasitas kemampuan fisiknya.

Jangan! Masa rahasia wanita diintip sih, dasar cowok kurang ajar!

Dia selalu rutin latihan begini?

Enggak juga. Cuma belakangan jadi lebih sering sejak dia jadi mitramu, Tsukasacchi.

Tsu-Tsukasacchi?

Belakangan bebannya tambah berat dan perlu dikontrol lebih sering,

jadi harusnya dia istirahat dulu.

Beban?

Beban kinerja badannya.

Selama ini dia kerjanya cuma bikin teh,

makanya langsung terasa beda banget waktu dikasih tugas lapangan.

Eru.

Kerja pakai tangan, bukan pakai mulut.

Ya! Maafkan aku, Pak!

Tapi, ini rasanya

pasti berat, ya.

Halo!

Tsukasa.

Maaf ya, aku seenaknya ke sini.

Enggak masalah.

Ini juga bukan rahasia, kok.

Kau mau?

Ah, boleh juga.

Kenapa mendadak kau sering latihan?

Jangan-jangan, ini gara-gara pekerjaan kita kacau terus, ya?

Sejak kembali bertugas di lapangan,

badanku masih belum bisa berfungsi normal.

Saat ini,

aku cuma jadi beban buatmu, makanya...

Paling cuma masalah waktu saja.

Nanti juga badanmu terbiasa.

Tapi, bukan cuma itu saja.

Waktu bujuk pemilik Giftia-nya, aku juga...

Ah, kau memang kelihatan agak tegang, sih.

Kok bisa begitu?

So...

Soalnya mesinku enggak cepat panas.

Enggak cepat panas?

Kedengarannya kayak mobil tua saja!

Ja-Jadi itu serius, ya?

Hoi, hoi.

Aku akan cari solusinya.

Isla.

Sebagai marksman,

aku enggak boleh jadi bebanmu terus.

Kalau kau sendiri sudah capek...

Mungkin kau bisa coba cari mitra kerja yang lain.

Tehnya mantap!

Kau tahu,

aku ini tipe yang taat instruksi.

Instruksi kerja itu harus diikuti, 'kan?

Makanya, sejak kerja di sini,

aku sibuk pelajari instruksi yang ada.

Tapi, semuanya enggak jelas.

Misalnya, "Kau harus kreatif!"

Atau...

"Ambil keputusan yang menurutmu terbaik!"

Begitulah.

Enggak ada instruksi cara kerja yang detail.

Makanya, aku ikuti saja pedoman kerja yang ada

dan bereskan masalah sekreatif mungkin.

Sekreatif mungkin?

Misalnya, soal urusan bujuk si pemilik Giftia,

bagaimana kalau aku saja yang maju?

Tapi, tugas spotter itu...

Awasi kerja mitraku sebagai marksman.

Ya, 'kan?

Soal itu aku juga tahu, tapi berhubung kita ini satu tim,

tak ada salahnya kita saling bantu, 'kan?

Tsukasa.

Pokoknya selama kau belum terbiasa, kau bisa andalkan aku, Isla.

Nanti kita coba ke sana sekali lagi, ya?

Baiklah.

Kalau kau setuju, aku coba buat instruksinya sendiri dulu, deh.

Aku mau ke toilet.

Tsukasa.

Terima kasih.

Aku juga akan berusaha!

Oke!

Maaf. Lain kali aku lebih hati-hati, deh.

Enggak seru, ah.

Pagi!

Pagi, Michiru.

Eh, menurutmu Tsukasa itu bagaimana?

Eh, tidak! Aku bukannya mau tanya yang aneh-aneh!

Pasti berat kerja bareng sama Tsukasa, 'kan?

Belakangan kau kelihatan sering paksakan diri.

Dia itu karyawan baru, jadi jangan terlalu pikirkan perasaannya.

Kalau mau protes, bilang saja langsung.

Pak Manajer juga seenaknya pasangkan kau sama dia.

Michiru.

Kau enggak usah khawatir.

Selain itu,

justru aku yang jadi beban buat dia.

Yang benar?

Bukan Tsukasa yang salah.

Orang itu... Ternyata betul, 'kan?

Bisa-bisanya dia kasih aku laporan palsu, yang benar saja!

Enggak usah cari alasan biar kelihatan keren!

Itu yang ada di otakmu, ya?

Sudah dibilang buang gaya ABG-nya!

Michiru, Tsukasa jangan dimarahi terus.

Aku juga tahu, kok.

Dasar.

Benar.

Pertama, kau harus dengarkan mereka baik-baik.

Kalau main potong seenaknya, bisa-bisa mereka jadi enggak nyaman.

Pagi! Kalian lagi bahas apa?

Ah, pagi. Anu...

Tsukasa barusan tanya hal yang aneh.

Dia mau tahu apa saja yang harus diperhatikan

waktu kita lagi bujuk pemilik Giftia.

Tunggu, jangan bilang...

Kau ini memang payah atau goblok tulen, sih?

Ke-Kenapa?

"Giftia itu punya hati dan perasaan, sama kayak pemiliknya."

Lalu?

Itu prinsipnya Kazuki, 'kan?

Ya, betul.

Dengar, ya. Kau enggak boleh cuma jadi tukang jemput Giftia.

Kalau begitu, pekerjaan kita cuma bikin orang jadi sedih.

Yang paling penting, kau harus bisa mengerti perasaan Giftia sekaligus pemiliknya.

Perasaan keduanya?

Mungkin cuma kita yang pakai cara begini.

Kantor Pusat juga sebetulnya kurang suka.

Tapi, aku lebih suka prinsip yang diajarkan mbak Kazuki.

Kau sudah bergabung di sini, jadi ikuti juga prinsip barusan.

Baiklah.

Terima kasih sudah dikasih tahu.

Bukan masalah!

Ayo, Zack! Kita masih punya pekerjaan.

Eh, keluar lagi?

Memang antreannya lagi banyak banget, sampai harus terburu-buru begini?

Paling juga cuma beberapa, 'kan?

Ayo jalan!

Ya, ya.

Hati-hati, ya!

Satu lagi, Tsukasa.

Aku sudah bicara kasar waktu itu.

Maaf, ya.

Aku duluan!

Michiru pagi-pagi sudah agresif.

Seumur dia memang lagi banyak pikiran.

Aku tahu, kok!

Putriku saja sudah jarang cerita padaku lagi.

Tolong jangan cerita sedih begitu, dong.

Sip.

Begini saja, deh.

Wah, masih kerja keras, ya?

Lo, kau belum pulang?

Aku masih dipaksa kerja sama Sherry.

Kau sendiri?

Aku lagi bikin instruksi kerja buat timku.

Wah, kedengarannya keren.

Enggak juga.

Isla

Ruang Uji Coba [Latihan]

Isla malah sudah berusaha lebih keras dariku.

Ruang Uji Coba, ya?

Katanya dia latihan terus tiap hari supaya kondisi badannya bisa fit lagi.

Ya, biarpun sudah latihan, tetap saja dia masih suka kikuk, sih!

Anak itu nekat juga.

Padahal dia sudah tahu itu percuma.

Percuma?

Isla dari dulu memang begitu sifatnya.

Apa maksudnya percuma?

Eh.

Kau sudah lihat data kapasitas fisik Isla?

Eh? Ya, aku sempat lihat sebentar, sih.

Angkanya kelihatan turun terus, 'kan?

Ya.

Makanya dia latihan terus, 'kan? Supaya badannya jadi terbiasa lagi?

Giftia memang bisa belajar hal-hal baru, sama kayak manusia dan android.

Tapi, buat Giftia, enggak ada yang namanya "jadi terbiasa lagi."

Sejak awal, mereka diprogram supaya enggak lupa apa yang sudah dipelajari.

Jadi, maksudnya...

Percuma saja dia latihan terus.

Isla akan tetap kayak begitu terus.

Anak itu juga pasti sudah paham.

Apa Isla jadi paksakan diri karena aku enggak bisa diandalkan, ya?

Tapi...

Terima kasih.

Aku juga akan berusaha!

Kalau dia sudah bilang begitu...

Pak Yutaka Yanagi?

Kalian lagi?

Ah, tolong dengar dulu!

hagureta kimi wo sagashiteta yo\h\h\h\h\h\h\h ku mencarimu yang telah kehilangan arah

Aku dari Terminal Service SAI.

Aku hanya ingin beri tahu soal tanggal penarikan Max.

yobikaketa koe kakikesarete\h\h\h\h\h\h\h tenggelamkan suara yang memanggilku

boku ga nigirishimeta sono te ha tangan yang kugenggam erat itu

Penarikan?

Maaf sudah bikin heboh kemarin.

furueteita ne\h telah tergetar

Oh. Jadi, itu tujuannya.

futari no omoi ga modosenai jikan\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h yang terpikirkan hanya waktu yang takkan pernah kembali

Sudah waktunya ditarik, ya?

Maaf ya, kemarin aku malah kabur.

dakishime takaku tondeku yo\h\h\h\h\h\h kan kita rangkul dan terbangkan tinggi

mangekyou sora ni kirameite\h\h\h\h\h kaleidoskop yang berkelip di angkasa

kimi nanikochinaku hohoendete dan kau tersenyum tanpa ragu\h

itoshisa afureteyuku\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h kupenuh dengan cinta dan kasih sayang

hikari ga toketeku sono mae ni\h sebelum cahaya ini kian meredup

kokoro kara negaunda\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h\h ku kan mohon dari lubuk hati terdalam

kono shunkan wo towa ni wasurenai you ni to\h\h\h\h\h\h\h\h tuk jangan pernah lupakan momen ini sampai kapan pun

Itu laporannya Tsukasa, ya?

Ya.

Kelihatannya mereka lumayan cocok.

Bagus, dong.

Tapi, aku lumayan kaget juga.

Kau enggak bilang apa-apa ke dia, ya?

Apa maksudmu?

Masih pura-pura enggak tahu.

Kau enggak bilang ke dia, 'kan,

kalau masa hidupnya Isla tinggal 2.000 jam lagi?

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.