Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Portuguese (Brazil)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Sudah, tenangkan dulu dirimu.
Aku sudah tenang.
Aku cuma tidak bisa terima, dia dapat nilai sempurna yang mustahil itu.
Memang soalnya sesulit itu?
Bukan cuma sulit!
Tapi jauh melewati materi yang dipelajari di SMA.
Berarti, itu seharusnya soal yang tidak bisa dipecahkan.
Aku cuma kepikiran saja, nih.
Apa mungkin Ayanokoji berbuat curang?
Mungkin saja itu!
Berbuat curang buat tahu jawabannya duluan misalnya.
Tunggu dulu.
Tidak ada bukti apa pun kalau Ayanokoji curang, kan?
Jangan seenaknya memutuskan di belakang yang bersangkutan!
Apa, sih, Ken?
Kamu mau berpihak sama Ayanokoji?
Bukan begitu.
Kupikir, kemungkinan dia dapat nilai sempurna dari kemampuannya sendiri itu lebih tinggi.
Kemampuannya sendiri?
Akademik Ayanokoji di OAA lebih rendah dariku, lo.
Makanya, bisa jadi itu karena dia tidak serius seperti Koenji.
Ayo tenang dulu, teman-teman.
Sekarang masih banyak yang belum jelas.
Terus, bukankah sudah mau waktunya ekskul buat Sudo?
Ah, iya.
Kalau dibilang benar juga.
Aku juga pergi dulu.
Maaf, kutitipkan Keisei pada kalian.
Iya, sampai nanti, Miyachi.
CLASSROOM OF THE ELITE 4th Season: Second Year, First Semester
CLASSROOM OF THE ELITE 4th Season: Second Year, First Semester
Obrolan dengan Kepala Yayasan Sementara sepertinya sudah selesai.
#5 PRIA SEHARGA 20 JUTA
Iya, begitulah.
Mulai hari ini dirimu jadi sedikit terkenal.
Meski tidak merasa senang.
Cuma bisa saya anggap sebagai langkah yang perlu diambil.
Tapi, mau bagaimana kamu menjelaskannya pada teman-teman sekelas?
Baru akan saya tangani sekarang.
Bersiaplah untuk dihujani pertanyaan.
Kau ini, bagaimana bisa dapat nilai sempurna di matematika?!
Ichinose atau Sakayanagi saja tidak dapat nilai sempurna.
Cuma kamu sendiri di angkatan kita.
Mengenai itu...
Biar aku yang menjelaskan.
Aku ini tanya ke Kiyotaka.
Benar sekali.
Tapi yang punya jawaban atas pertanyaanmu itu aku.
Hah?
Tepat setelah masuk sekolah,
kamu tahu kalau tempat dudukku bersebelahan dengan Ayanokoji, kan?
Selagi bicara dengannya,
tanpa sengaja aku tahu kalau sebenarnya dia sangat jago belajar.
Tunggu dulu.
Sejak masuk sekolah, bukankah nilai Kiyotaka selalu saja sesuai rata-rata.
Itu karena aku yang memintanya agar sengaja menahan diri.
Kenapa melakukan itu?
Menyimpan daya tempur untuk situasi tidak terduga.
Mungkin akan kusebut kartu as.
Tetap saja sulit dipercaya.
Jika sejak awal dia mendapat nilai tinggi,
bukankah itu lebih menguntungkan kelas?
Siswa berprestasi kelak akan dianggap pengganggu oleh kelas lain.
Tidak aneh jika ada yang bergerak untuk menyingkirkannya.
Maksudmu dia nanti bisa saja diincar?
Benar.
Nyatanya dalam pemungutan suara kelas,
Ayanokoji sempat terancam dikeluarkan karena strategi Sakayanagi.
Kalau begitu, kenapa malah ditunjukkan sekarang?
Dalam satu tahun ini, kekompakan kita sebagai Kelas 2-D meningkat pesat
sehingga mulai bisa mengambil keputusan yang tepat.
Meski sekarang ada yang mengincar Ayanokoji,
kita bisa bekerja sama untuk melindunginya.
Karena itu kuputuskan untuk membuka kemampuannya
dan mulai meningkatkan kemampuan kita secara keseluruhan.
Aku bisa mengerti strategi Horikita.
Apa Kiyotaka cuma sangat jago di matematika?
Itu belum bisa kujawab di tahap ini.
Bagaimanapun juga, dengan menutupi kebenarannya
dia akan terus jadi pengganggu bagi kelas lain.
Jadi begitu.
Aku paham apa yang ingin disampaikan Horikita.
Memang, lawan yang status detailnya tidak terlihat akan terasa menakutkan.
Apalagi kita sebagai teman sekelasnya juga tidak tahu.
Mau ditelusuri informasinya pun tidak akan berguna.
Benar.
Lebih baik membuat lawan menganggap dia sebagai sosok tidak diketahui.
Kelas lain saat ini pasti sangat kaget.
Inilah rahasia di balik nilai sempurna Ayanokoji pada mata pelajaran matematika.
Maaf membuat kalian kaget.
Mau pulang tanpa bilang apa-apa?
Kenapa kejadian hari ini tidak pernah kau ceritakan?
Apa artinya kami juga tidak bisa dipercaya?
Aku sangat paham kenapa Keisei merasa murka.
Karena kamulah yang paling peduli
dengan mengajakku masuk grup dan mengajariku.
Aku minta maaf.
Sejujurnya, aku masih marah.
Tapi ada yang bisa kumengerti karena kita sudah lama di grup yang sama.
Kalau Kiyotaka itu bukan orang jahat.
Terima kasih, Keisei.
Ba-Bagaimana kalau kalian bersalaman sebagai tanda baikan?
Boleh juga itu salaman!
Sekarang sudah baikan, ya.
Untuk merayakan kalian berbaikan.
Setelah ekskul Miyachi selesai, bagaimana kalau kumpul di Mal Keyaki?
Ah, Ayanokoji!
Sedang menunggu seseorang?
Setelah ini ada acara makan bersama teman-teman.
Oh iya, aku lihat, lo.
Hasil tesmu hebat sekali.
Kalau melihat OAA tahun lalu,
kamu tidak punya kemampuan untuk dapat nilai sempurna.
Merahasiakan kalau aku bisa matematika
adalah hasil berunding dengan teman-teman.
Jadi selama ini hanya disembunyikan, ya?
Sepertinya kamu lawan yang lebih sulit dari bayangan.
Kanzaki.
Sepertinya kurang baik kalau disebut begitu.
Wajar kalau tiap kelas punya strateginya masing-masing.
Ayanokoji bukanlah musuh.
Aliansi kita sudah bubar.
Tidak salah lagi kalau Kelas 2-D adalah musuh kita.
Sebaiknya jangan diteruskan lagi, Kanzaki.
Benar juga, sepertinya aku memang sedikit hilang kontrol.
Aku duluan.
Maaf, ya.
Situasi kami memang tidak baik, jadi Kanzaki tidak bisa santai.
Sekarang kami jadi kelas C, kan?
Aku tahu kalau harus membuang sifat naif.
Tapi...
Kamu masih ingat apa yang dulu kukatakan?
Iya.
"Teruslah maju bersama teman sekelasmu."
Ke depannya, bisa jadi akan muncul siswa yang tidak puas padamu
atau bahkan akan berkhianat pada kelas.
Apa pun yang terjadi, percayalah pada temanmu
dan teruslah bertarung dengan prioritas melindungi mereka.
Tenang saja.
Aku pasti akan melindungi teman sekelasku.
Kalau misalkan tiba saatnya untuk seseorang harus keluar dari kelas.
Menurutku, akulah yang harus pertama kali keluar.
Aku tenang mendengarnya, tapi ada satu yang tidak bisa kuterima.
Tidak terima?
Aku tidak akan membiarkanmu dikeluarkan.
I-Itu...
I-Iya, aku pasti akan bertahan.
A-Aku pergi dulu, ya!
Ya.
Kemarin kelihatannya repot sekali.
Jadi kamu menyembunyikan kalau jago belajar karena idenya Suzune?
Ya.
Aku dengar dari Yosuke. Katanya kamu membelaku, ya?
Daripada membela, aku cuma memberi fakta.
Hei, apa jago berkelahi juga salah satu rahasiamu?
Aku tidak paham maksudnya.
Jangan pura-pura bodoh!
Kau mampu menahan Hosen dengan kekuatan setara atau bahkan lebih besar darinya!
Seberapa hebat dirimu yang sebenarnya?
Seberapa, ya?
Sudah, tadi itu lupakan saja.
Tidak akan ada artinya kalau tidak kubuktikan dengan mataku sendiri.
Kamu tidak marah karena sudah kurahasiakan?
Awalnya aku memang berpikir, "Apa-apaan itu?!"
Tapi aku akan berkembang dengan caraku sendiri.
Bagaimana orang lain itu tidak ada hubungannya, kan?
Oh iya.
Hubunganmu sama Suzune...
Tidak pacaran, ya.
O-Oh...
Baguslah kalau begitu.
Gawat, ayo buruan!
Ide cerdikmu menyelamatkanku.
Biarkan aku berterima kasih sekali lagi.
Akan kuanggap sebagai utang.
Lalu, soal hadiah 20 juta poin jika berhasil membuatmu dikeluarkan.
Apa sekolah benar-benar mengizinkan ujian khusus yang di luar nalar begini?
Bisa jadi ada yang secara personal menawarkan imbalan atas kepalaku
untuk membuat anak kelas satu terpancing.
Seseorang dengan daya bayar sebesar itu dan dipercaya oleh anak kelas satu.
Ketua OSIS?
Jangan bilang Ketua Nagumo terlibat dalam kejadian ini?
Entahlah.
Aku tidak ingat dia sedendam itu padaku.
Ketua Nagumo tertarik pada kakakku.
Tetapi karena Kakak selalu terpaku pada Ayanokoji.
Tidak aneh jika dia punya perasaan rumit seperti diriku.
Bukan sebuah kebetulan.
Tapi setelah ini aku ingin menemui Ketua Nagumo
untuk mengajukan diri masuk ke OSIS.
Oh, begitu.
Kamu bilang ingin memasukkanku ke OSIS untuk mengawasi Ketua Nagumo.
Tapi bukan sekadar melihat saja, kan?
Cara pikir Nagumo berkebalikan dengan kakakmu yang menghargai tradisi.
Tapi aku tidak menilai mana yang benar dari keduanya.
Aku juga merasa ingin melihat reformasi milik Nagumo.
Kalau hanya ingin mengawasi, kenapa malah memasukkanku ke OSIS?
Saat Nagumo mengambil arah yang salah,
akan butuh seseorang untuk menghentikannya, kan?
Meski ada bagian yang tidak kusuka,
akan kuanggap sebagai sebuah keuntungan.
Kalau begitu, apa aku bisa minta ditemani?
Ditemani?
Ya.
Kalau misalkan Ketua Nagumo terlibat di kasus uang imbalan,
bisa saja kita melihat reaksinya.
Baiklah.
Ingin bicara apa denganku?
Saya rasa ini waktu yang berharga, jadi langsung saja.
Saya ingin bergabung dengan OSIS.
Ada angin apa lagi itu?
Aku tidak ingin menyetujuinya begitu saja.
Apakah artinya saya tidak diterima?
Kau ini spesial, Horikita Suzune.
Bisa jawab kenapa ingin bergabung dengan OSIS di saat seperti ini?
Ada perselisihan di antara saya dengan kakak.
Demi menghilangkannya, saya pun masuk ke sekolah ini.
Tapi, sejak masuk bersekolah,
hubungan saya dengan kakak tetap tidak berubah.
Satu tahun berlalu
tanpa kami bisa leluasa mengobrol hingga kakak lulus.
Jadi, apa kalian sudah berdamai?
Iya.
Meski di saat-saat terakhir.
Di situlah untuk pertama kali,
saya tertarik pada OSIS yang telah menjadi dedikasi kakak saya selama bersekolah.
Memang sudah berputar cukup jauh.
Tapi saya jadi ingin ikut menapaki jalan yang kakak lalui.
Jalan yang kakakmu lalui, ya?
Apa boleh kuanggap kamu punya tekad untuk kelak jadi ketua OSIS?
Benar, saya berniat menjadi ketua OSIS.
Begitu rupanya.
Tapi, Honami sudah bekerja keras sebagai anggota OSIS selama satu tahun.
Kamu paham kalau sudah tertinggal satu putaran?
Saya tidak menganggapnya sebagai jarak yang tidak bisa dikejar.
Ada sedikit rasa enggan memanggilmu Horikita.
Biarkan aku memanggilmu Suzune.
Silakan saja sesuka Anda.
Kami sedang kebingungan karena anggota kelas dua cuma ada Honami.
Selamat bergabung dengan OSIS.
Mulai hari ini aku tidak akan sungkan memintamu bekerja, Suzune.
Tentu saya siap.
Buktikan kalau ucapanmu bukan hanya di mulut saja.
Aku Kiriyama, sebagai wakil ketua OSIS.
Mohon kerja samanya.
Apa mau sekalian masuk ke OSIS, Ayanokoji?
Saya tolak tawarannya.
OSIS bukanlah gaya saya.
Sudah kukira akan begitu.
Omong-omong, Ayanokoji, pekerjaan OSIS sudah mulai lengang.
Aku berniat meluangkan waktu untuk adik-adik kelas saat musim panas.
Aku akan bermain denganmu, jadi nantikan saja.
Siapa sangka Kei akan menyeduh kopi.
Ada angin apa ini?
Tangan kirimu sedang terluka, jadi pasti sulit, kan?
Ah.
Aku sudah niat buat bilang kalau ketemu.
Tapi tanggung jawab Kiyotaka itu besar, tahu.
Ada apa ini mendadak sekali?
Gara-gara matematikamu dapat nilai sempurna,
jadi makin susah bilang kalau kita pacaran.
Jadi begitu.
Aku enggak mau kalau dianggap pacaran cuma karena status.
Memangnya itu buruk, ya?
Aku tidak bilang sampai sana.
Contohnya, memacari gadis dengan penampilan sangat manis
bagi cowok itu status, kan?
Bukankah jahat kalau dilarang untuk menginginkan itu?
A-Aku ini manis?
Kamu pikir aku mau berpacaran sama orang yang tidak manis?
Aku juga menganggap kalau Kiyotaka itu sangat keren, kok.
E-Eh?
Tunggu dulu sebentar.
I-Iya.
Kakak! Ini aku!
Aku datang karena khawatir sama kondisi tanganmu yang terluka.
Ini, boleh tidak kalau dilepas dulu?
Sekarang sudah sore, apa tidak besok saja?
Syarat berpasangan sama Kak Sudo, Kakak masih belum lupa, kan?
Maaf, ya, aku sedang kehabisan bahan masakan.
Eh, begitu rupanya?!
Sayang sekali.
Kakak tidak sedang sendirian, kan?
Kenapa kamu pikir begitu?
Karena aku sudah lihat, dari Kak Karuizawa kembali ke asrama.
Sejak tadi.
Sudah ketahuan sama aku, bukannya tidak perlu bohong lagi?
Aku sudah berniat baik untuk merahasiakannya, lo.
Apa kubocorkan saja, ya?
Ternyata tidak sedang apa-apa.
Te-Tentu saja itu!
Kamu kenapa datang tiba-tiba, sih?!
Kupikir kalian melakukan hal terlarang.
Jangan-jangan kalian tinggal bersama.
Itu dilarang aturan sekolah.
Melanggar aturan sekolah bukannya cuma formalitas?
Pergi ke supermarket saja bisa beli benda seperti ini.
Ini hadiah dariku...
Eh, salah, mungkin permintaan maaf.
Aku tidak ingat kamu berbuat salah.
Aduh, masih saja.
Luka di tangan Kakak ada andilku juga, kan?
Soalnya sudah membantu Hosen.
Yang benar?!
Kupikir kalau Kak Ayanokoji salah paham padaku.
Salah paham?
Aku bukanlah musuh Kak Ayanokoji.
Kalimatmu itu sangat sulit dipercaya.
Benarkah?
Karena aku sudah memberi Hosen ide
dalam rencananya mengeluarkan Kakak dari sekolah?
Tu-Tunggu dulu sebentar!
Apa maksudnya mau mengeluarkan Kiyotaka dari sekolah?!
Eh, jadi tidak diceritakan ke pacarmu, ya.
Berarti soal imbalan 20 juta juga?
Apa yang 20 juta?!
Soal detailnya mungkin lebih baik ditanyakan ke pacar Kakak saja.
Iya, kan, Kak?
Kakak menyadari rencananya saat pergi belanja denganku.
Karena aku tidak ragu-ragu saat memilih pisau.
Iya, kan?
Sengaja kau buat agar aku menyadarinya, ya.
Baik sekali rupanya.
Mendadak dijadikan target berhadiah jika berhasil dikeluarkan dari sekolah.
Aku jadi merasa kasihan.
Pemikiran yang melebihi manusia biasa.
Kalau disebut siswa White Room pun akan masuk akal.
Tapi, apa untungnya dia membeberkan identitasnya?
Baiklah, aku sudah memberi ucapan maaf, jadi mungkin sekarang pulang saja.
Bahan masakannya silakan dipakai saja.
Hah?! Apa-apaan itu?!
Apa justru boleh berlama-lama di sini?
Ka-Kalau itu... Memang maunya kamu pulang saja...
Kalau begitu, aku pulang dulu...
Semenjak ujian khusus di akhir April, ujian baru masih belum dimulai.
Gerak-gerik siswa White Room yang seharusnya mengincarku
masih belum bisa dipastikan.
Selamat pagi, Kak Ayanokoji.
Oh, selamat pagi.
Apa ada sesuatu dengan langit?
Tidak ada.
Aku cuma memandangi langit biru.
Meski begitu, kita lama tidak bertemu.
Iya, sudah lama kita tidak bertemu.
Saya merasa sudah berbuat salah pada Kak Ayanokoji.
Apakah Kakak membenci saya?
Tidak ada alasan buat membencimu.
Itu ujian khusus untuk mengeluarkanku dari sekolah, kan?
Apa ujiannya sudah selesai?
Belum, masih berlanjut.
Batasnya hingga semester dua dimulai.
Apa Kakak khawatir karena saya atau Hosen malah tidak melakukan kontak sama sekali?
Bohong kalau aku bilang tidak kepikiran.
Karena kejadian sebelumnya sudah dipastikan
kalau mengatur siasat di kegiatan sehari-hari tidak akan mempan dengan mudah.
Sedang menunggu ujian khusus yang melibatkan angkatan lain, ya?
Kelihatannya anak kelas satu ada yang dikeluarkan dari ujian khusus.
Benar.
Seorang siswa laki-laki dari Kelas 1-C sudah dikeluarkan.
Di sekolah ini, teman yang kemarin masih tertawa bersama
bisa hilang tanpa belas kasih.
Kembali diingatkan dengan keras kalau kami harus
menjalaninya tanpa membuat menyesal di lain waktu.
Saya berniat menjalani hidup bersekolah tanpa ada penyesalan.
Semoga Kak Ayanokoji juga bisa menjalani hidup bersekolah tanpa penyesalan.
Baguslah kalau kalian semua ada di sini.
Akan kujelaskan sedikit lebih awal soal liburan musim panas kalian.
Selama delapan hari tujuh malam,
kalian bisa sepuasnya menikmati libur musim panas di kapal pesiar mewah ini.
Tidak akan ada ujian khusus yang diadakan di atas kapal.
Tetapi, demi menikmati perjalanan kapal ini.
Kalian harus melewati ujian khusus berikutnya dengan selamat.
Kapan ujian khususnya diadakan?
Kalau seperti biasa, harusnya akan dimulai hari ini atau besok.
Tapi ujian khusus berikutnya akan diadakan saat libur musim panas.
Kalian akan diminta bertahan hidup dan bersaing di pulau tak berpenghuni.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.