Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
translated by razedsgn
Ini.
Lagi? - Cukup.
Aku mau pergi.
Aku pergi. - Hati-hati.
Ambil!
Sini!
Bagus!
Aku mau tidur.
Kanoko
Sudah lama tak bertemu. Terima kasih sudah mau datang.
Sudah tiga tahun.
Lama sekali. Kau tak pernah menelpon. Kemana saja kau?
Aku minta maaf.
Aku tak pernah mengira kau akan menikahi seorang seniman.
Apa aku bukan tipe seperti itu? - Bukan begitu maksudku.
Bagaimana menurutmu tentang pekerjaan suamiku?
Aku tak begitu mengerti tentang seni...
tapi ini cukup mengejutkan.
Kanoko...apa kau bahagia sekarang?
Aku tak tahu. Ini berbeda dari sebelumnya.
Lima tahun itu waktu yang lama. Kita bukan pengantin baru lagi.
Kalau kami punya anak, semuanya mungkin berbeda...
Tapi khawatir.
Kau tak ingin anak?
Tidak, hanya belum saja. - Aku mengerti.
Suamimu lulusan dari Universitas Tokyo bukan?
Dia pasti sudah jadi sudah jadi manajer perusahaanr.
Belum. Dia masih jadi asisten. - Oh.
Kerja keras saja belum cukup untuk bisa membuatnya jadi pimpinan.
Dia juga harus selalu membawa kerjaannya ke rumah. Dia selalu mengantuk tiap saat.
Mengantuk? Sungguh?
Hey, bisakah kau datang berkunjung kalau ada waktu?
Ada sesuatu yang ingin kutunjukkan.
Apa yang mau kau tunjukkan?
Kau pasti akan terkejut.
Dia kehilangan ide, sampai akhirnya dia menjadikanku sebagai modelnya.
Akhirnya ide itu muncul kembali. Bukan begitu?
Kemudian pengamat seni menemukan bakatnya.
Jadi...wanita ini yang membuatku seperti ini.
S/M adalah sesuatu yang masih dianggap abnormal di kalangan masyarakat.
Tapi menurutku itu karena orang tak membuka pikirannya.
Ada sangat banyak jenis kehidupan di dunia ini.
Begitu pula halnya dengan seksualitas.
Permainan seks ada variasi sederhana dari kehidupan.
Kita harus mengakui pesona dari S/M, dari dalam lubuk hati kital.
Untuk bisa berfantasi, aku harus mendapatkan kepercayaan dari istriku.
Aku juga harus memiliki keberanian dan kerja sama.
Selamat sore.
Ya. Masuklah.
Perkenalkan.
Dia adalah Yumeko Kawamura, asisten suamiku
...seorang mahasiswi seni.
Senang bertemu denganmu.
Baiklah, kita harus siap-siap untuk kerja. - Ya.
Ikutlah.
Ini adalah pose dasar dari bondage.
Aku ingin menunjukkanmu sesuatu yang menarik.
Istriku diikat tapi berbeda lagi.
Ayo, biar kulihat.
Woof!
Ada apa denganmu?
Lakukan dari belakang.
Aku akan kesitu minggu sore. Apa?
Ya. Semuanya menjadi lancar.
Suamiku? Dia segan, tapi kelihatannya tertarik.
Ya. Dia adalah orang yang pemalu.
Sampaikan salamku pada suamimu.
Masuklah.
Mari.
Hai...selamat datang.
Dia sedang memulai permainan anjingnya.
Dia bukan istriku saat ini. Dia adalah pelacur.
Ayo, tunjukkan pada tamu kita hasil dari latihanmu.
Sapa mereka.
Mendekat padanya.
Tunjukkan pada tamu kita bagaimana ia melakukan tugasnya di kamar mandi.
Ya.
Mau minum?
Baiklah, akan kuberikan.
Tuan, kau mau bergabung?
Tidak.
Jadi...buka bajumu.
Semuanya.
Aku juga harus mengikat kakimu.
Kau pasti suka kuperlakukan seperti ini.
Suamiku.
Ada apa?
Aku mau ke toilet.
Lakukan saja disini.
Hari ini kau harus ikut bermain.
Latih istrimu jadi anjing.
Dengan senang hati.
Bisa kau bawa kesini ikat lehernya?
Baiklah.
Kalau berkenan telanjanglah untuk kami....
Cepat.
Kau harus buka bajumu disini. Itu adalah bagian dari permainan.
Pasang ikatan lehernya.
Bagaimana rasanya menjadi anjing di depan orang-orang...
khususnya suamimu?
Permainan sudah dimulai.
Sapa semuanya.
Ajari dia bagaimana melakukannya.
Katakan bow-wow.
Suamimu sudah setuju.
Jangan manjakan anjing kecil ini.
Menggonggonglah.
Lebih keras.
Ajari dia bagaimana cara berjalan.
Bagaimana menurutmu saat ia menjadi anjing?
Kau ingin memegang sendiri ikatannya tuan?
Aku kita ke studio.
Bawa dia masuk.
Nyonya, sekarang kau bisa belajar bagaimana menjadi anjing.
Bawa menteganya.
Baiklah.
Jangan berteriak seperti manusia... kau adalah anjing.
Ingat latihan yang kita lakukan di rumah Takita.
Saat kau memakai ini, kau bukan lagi manusia.
Jangan bicara. Bahasamu hanya bow-wow.
Kau paham?
Woof.
Lebih keras lagi.
Kau tak akan dapat hadiah secepat itu.
Ayo kita berjalan.
Merangkak.
Cepatlah. Cepat.
Menurutku anjing tak berjalan seperti itu. Apa?
Tidak!
Kau tak boleh berkata-kata.
Kalau begitu lagi, kau akan kucambuk.
Aku tak bisa mendengarmu.
Menggonggong yang keras.
Ya, gadis pintar.
Kau sudah makin baik. Gadis pintarl.
Ok...
Sekarang kau dapat hadiahmu.
Mulai dari jari kakiku...
Belum. Bersabarlah.
Siap? -Woof.
Selamat malam.
Bersulang.
Malam ini adalah perayaan kita. Aku punya banyak ide.
Kau mau melakukan...lukis tubuh?
Lukis tubuh?
"pelacur"
"vagina"
Siap? Mulai!
Berbalik.
Berputar. Berputarlah kesini.
Yang menang adalah anjing jantan. Yang kalah betina.
Sekarang kau adalah alas lilin.
Tambah.
Nafsu makanmu bertambah . - Ya.
Segini? - Ya.
Kanako. - Kenapa?
Ah tidak jadi.
Ini...hati-hatilah.
Pulang cepat ya. - Ya.
Sampai jumpa.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.