All language subtitles for K-13 (2019) hezbollahhamas.tumblr.com twitter@A_ZMLDewantoro

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Halo!

Siapa kau?

Halo!

Halo! Siapa kau?

Halo!

Halo! siapa kau?

Halo! Halo!

Kau tak dengar teriakan?

Hei kenapa bengong saja? Minumlah sedikit.

Apa? Baiklah.

Permisi.

Berikan segelas lagi.

Hai.

Hai.

- Suka bersenang-senang? - Ya

- Sendirian? - Tentu.

Aku suka sendiri.

Maksudku hanya sendirian.

Aku juga suka sendirian.

Oh...

Tak terlihat seperti itu.

Mereka?

Mereka temanku, partner kerja.

Menandatangani kontrak film keduanya.

Itu sutradaranya..

Bagus.

Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya.

Kedengarannya seperti pertanyaan bodoh.

- Ini minumanmu, Pak - Terima kasih.

Sampai mana tadi..

Bolehkah aku bergabung?

Hei, hei cukup.

Kau sudah terlalu banyak.

Aku?

Paham, paham..

Kau belum jawab pertanyaanku.

Ini..

Apa kau mengerti?

Saat kau sendiri..

..panggil aku.

Enjoy.

Bye.

Diterjemahkan oleh: kawulo Dari subtitle: - Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Selamat Menonton

Seorang gadis, aku terpikat.

Lihat itu.

Sebenarnya..

..aku sedang menunggu pacarku.

Ngapusi.

Hei, sungguh.

Mana coba, berikan aku nomornya.

Mengapa?

Meneleponnya.

Ini gadis yang cantik. Tak patut membuatnya menunggu.

Hukumannya usir dia pulang ke rumah.

Mallar..

Mallar Willy.

Mallar Willy. Uh, nama Tamil yang indah.

Giliranku sekarang?

Madhi.

Madhi?

Madhi Yazhagan.

Madhi Yazhagan.

Jadi, soal pacarmu tadi bohong, kan?

Paham. Paham.

- Baiklah, ayo kita temui teman-temanku. - Tunggu.

Tak usah.

Hanya kau dan aku? Oke.

Mengganggu.

Ditutup.

Pembuat film.

Maaf.

Film, Film. Sutradara.

Lucu.

Katamu temanmu yang Sutradara.

Tentu saja, aku juga sutradara.

Aku telah bekerja sebagai asisten sutradara di tiga film.

Sekarang ingin membuat film sendiri.

- Mulai segera. - Wow.

Selamat, aku juga seorang penulis.

Jangan mengolok-olok. Tak ada bukti.

Apa kau memegang pena begini?

Tak percaya?

Kau bilang seorang penulis. Kita di bidang yang sama.

Sejujurnya..

Seandainya film pertamaku mulai syuting.

Ah sudahlah.

Hei, tenang.

- Maaf.. - Maafkan aku.

Apa yang kau tulis?

Satu buku telah dirilis.

Judul?

Tak begitu terkenal.

Aku tak tahu apakah kau tahu.

Cartridge Pere.

Aku tak tahu.

Maaf, aku tak banyak membaca buku.

Lalu sekarang?

Sedang mencoba..

Aku tak tahu.

Kau pasti paham...

..tentang tak bisa menulis.

Blok Penulis.

Aku tahu.

Ribuan hal dipikirkan.

Tetapi ketika kau mulai menulis, kau tak bisa.

Kau tahu.

Bahwa menulis harus satukan keduanya.

- Begitu? - Ya.

Kau tahu?

Kau dan aku bertemu.

Lalu..wik wik.

Mallar.

Hei Mallar.

Kenapa tak cukup?

Hei siapa?

Tante, aku kurir untuk tante Malar Willie.

Aku Tante-tante?

Maaf Bu.

- Tante Mallar Willie... - Hei, maaf.

Bu.

Dia wanita sepertiku juga.

- Wedokan ceriwis tenan. - Ok.

Tekan bel.

Sudah 2-3 kali, Tante.

Maaf Bu.

- Kenapa Tante? - Baiklah.

Sini, aku akan sampaikan nanti.

Aku telepon dulu, bisakah kau menunggu?

Ok, terserah.

Aku sudah terlambat kelas yoga.

Paling joget-joget.

Tidak aktif.

Tidak aktif?

Coba lagi.

Ayoyo?

Dari Kantor.

Halo Pak.

- Tenang Pak. Tenang Pak. - Tenang?

Pak, jika tak masalah. hubungi kantor kurir kami.

Jangan salahkan aku, pak. Segera datang..

Segera. Segera. Baiklah, Pak.

Semua minta segera.

Apa dia keluar? Apa ada yang mengenalnya?

Bagaimana aku tahu.

Sejauh yang aku tahu, tak ada yang dekat dia.

Sendirian.

Mungkin kerabatnya ada di desa.

- Aku tak diberitahu. - Cukup, Bu.

Silahkan sign. Aku harus pergi.

- Jika kau minta informasi... - Sobat, sobat. Tunggu.

Tunggu sebentar.

Ya, Mallar.

Ya, aku sedang berbicara dengan kurir.

- Kau ingin berbicara dengannya? - Ya.

Sini.

Baiklah, aku katakan nanti.

Pak, dia sedang ada pertemuan. Aku diminta menerimanya.

Hei, tadi kuhubungi tak aktif.

Barusan telepon kantornya.

Kau siapa?

Kita tetangga apartemen. Keshavan, kan?

Ya, tante. Keshavan.

- Kesavan - Nah kan?

Bagaimana aku bisa mempercayaimu?

- Berikan pada tante ini saja. - Ya benar.

- Berikan padaku. - Tante terlambat kelas yoga, kan?

- Oh, aku lupa kelas yoga, terlambat. - Ya.

- Baik. - Tunggu.

Ya.

- Pergi kelas yoga? - Ya.

Turun tangga bagus untuk olahraga. Kenapa ke lift?

- Naik lift bagaikan yoga. - Yoga di lift.

- Mbuhlah, mumet ndasku. - Wes ben.

- Parcelnya? - Apa yang dia lakukan padaku? Sign di sini.

- Siapa namamu? - Ram.

- Ram saja? - Hmm.

Oh apa-apaan ini. Kata tante itu Keshavan.

- Maksudnya K-seven, nomor K-7. - Apa?

Menyebut nomor pintu, tante gila.

Kau bawa ID, tunjukkan.

- Ada kartu nama. - Tak apa.

Hei, tunggu.

Pak.

Pak, segera datang.

Pak, aku sedang mengendarai motor. Ada pria meludah di sebelahku.

Segera datang.

Lihat kecurangan.

Pak, aku boleh pergi?

Investigasi baru saja dimulai.

Thilak Chandramohan.

Bro, apa ini Tilak Chandramohan?

Ram, nama panggilan anjingku. Teman-teman memanggilku begitu.

Tadi nomor rumah sekarang nama anjing.

Maaf.

Nama anjing dipakai. Kita dipermalukan anjing juga.

Ini.

Sudah.

Maaf pak. Terima kasih.

Lihat wajahnya.

- Bro. - Apa?

Berapa nomormu?

9597

592 682

Nomor cantik.

Halo.

Halo halo, Bro.

Aku, cuma ngecek.

- Bro, curiga padaku? - Tentu saja.

Pergi dan lihatlah ke cermin.

Ok? bye.

Masuk Lift, bau tante yoga.

Kali ini Muthu datang.

Wow. wow. wow.

Tempatku.

Bung, ayolah.

Kau tak akan jadi sutradara sungguhan. Jangan lewatkan kesempatan bagus.

Madhi, skripnya bagus.

Aku tak menolak, tapi..

Anggaran film pertama tak cukup.

Syuting selama 10 hari.

- Pak itu.. - Tentu.

Itu bukan salahmu.

Dikatakan..

..ini bidang yang bagus.

Buat sebuah kisah. Tapi dua hari.

Jika kau tak sanggup, aku berikan proyek pada yang lain.

Sudah setahun, tulisan yang bagus memberimu kesempatan ini.

Jika kau ada masalah, katakan.

Tapi..

Hanya dua hari.

Jangan salah.

Ayahmu memberimu kesempatan kedua.

10 tahun sebagai asisten sutradara.

Baik.

Lakukan.

Ok?

Ayo.

Sobat.

Hei mau apa ke sini? Keluar.

Kamar seperti kokpit pesawat.

Ayo.

Hei, apa ini?

- Dia buat cerita-cerita ini, - Asli ya.

Hei, bagaimana kau menyembunyikan cerita ini?

Apa itu sayang?

Hei, siapa yang sembunyi di lemari itu?

- Jack kami. - Jack.

Sobat.

Pasti bagus.

- Kau tak ada jadwal syuting? - Pembatalan.

- Ingin datang untuk minum. - Jangan harap.

Sobat, sangat sulit untuk menulis empat bagian cerita.

- Oke, empat film. - Hei.

Kenapa Bung, ada begitu banyak peluang. Hanya sedikit keluar.

Begitu banyak permintaan cerita komedi.

- Anggaran tak cukup, bung. - Kau jangan menyerah.

Kawan.

Bikin film saja.

Hei, membuat film..

Itu membunuhmu.

Makanya, aku membuat film.

Dia membuat ceritanya. Kami berbeda.

- Bung. Bung, kau siap? - Semuanya siap, teman.

Kerja bagus, bro.

Ayo pergi.

Tidak, aku tak bisa ikut.

Tolong. Ayo.

Tidak, tidak, tidak.

Dia melampiaskan pada cerita-cerita ini

Kau menonton film? Pembunuhnya sadis....

Kau sedikit pengetahuan tentang film.

Kau berteriak saat nonton.

Apakah kau belum pernah lihat film lainnya?

Dan tak hanya di film.

Dalam kehidupan nyata, ada penulis yang seperti orang gila.

Di kota kita?

Demi seni, di kota kita ada saja yang melakukan apapun.

Kenapa aktor besar begitu kuat karakternya?

Inilah yang terjadi jika kau penggila film.

Pergi saja.

Kau bisa seperti si Gila Jack.

Aku ingin seperti si Jack Titanic.

Ayo.

Ayo.

- Aku tak bisa datang. - Ayo.

Di sana kau bisa dapat cewek.

Mengapa membahas itu sekarang?

Seorang teman baru saja sign film kedua.

Suasana hati tuan rumah sedang bagus.

Ngerti.

Film pertama.

Anggaran tak bisa berbuat banyak.

Produser tak berguna.

Tak ada pembicaraan.

Musim Thriller adalah segalanya.

Sobat.

Ingat film Korea itu? Filmnya..

Bagaimana jika yang Cina itu?

Bagaimana jika kau kulempar?

Kawan.

- Bersiaplah. - Tenang, teman.

Hei, aku ingat mengatakan nomor.

- 982..hei kau ingat - Aku tak ingat.

98409

- 02729 - Terima kasih banyak.

- Ayo. - Halo.

- Kawan, setibanya di pub siapkan minumannya. - Di sana.

Maksudku, minuman khusus.

- Baik, ayolah. - Bagus.

Tunggu, sebentar lagi. Ok

Sepertinya minuman tradisional.

- Hei apa itu? - Itu arak khusus.

- Keras. - Kenapa?

Kalian akan minum, jadi apa?

Harga sebotol sama harga segelas anggur.

Hei bodoh aku yang traktir.

Terserah saja.

Selamat malam untuk merayakan. Besok kameranya.

Aku tak tahu sentuhan apa.

Bro. bro. Tolong bro.

Ayolah, bro.

Oh bro?

Ayolah bung.

Aku katakan.

Dia mempercayaimu. Hai, dia tak bisa pergi.

- Ayo pergi. - Minuman.

Bersenang-senang, bro

Tenang, teman.

- Hai. - Hai.

Hei, pergi.

- Apa? - Jangan mengganggu. Tolong.

Hei, lihat itu.

Wow! Bahenol!

Bisakah kau mendengarku?

Aku akan bertanya, teman.

Hai, aku akan temani. Kami akan traktir minum.

Bisakah bergabung?

Tidak.

Ayolah..Ayolah..Ayolah..Ayolah..

Yeay.

hei

Yes!

Mancap. Jos. Jos. Jos.

Tunggu Mallar Willie.

Siapa kau?

Mengapa membawaku ke sini?

Seperti ini.

Harusnya kau mati di tempat lain.

Apa ini rumahmu?

Rumahmu tentu.

Oke.

Tapi, mengapa membawaku ke sini?

Kubunuh...Kubunuh..

Maaf.

Maafkan aku.

Aku tak tahu apa yang salah denganmu.

Selama 10 tahun.

Perfilman, cita-cita, penghinaan, jawaban untuk semua itu adalah besok.

Kau hancurkan semuanya.

Siapa kau?

Aku tak tahu siapa kau sebelum tadi malam.

Uang tak masalah bagiku.

Perfilman adalah impianku.

Meski belum.

Semalam...saat mabuk.

Tak ada apa-apa.

- Ya, aku tak melakukan apa-apa, - Kau. Kau. Kau penyebabnya.

Kau tak bisa merusak karir filmku.

Aku pergi dari sini.

Jiancuk!

Satu buku telah dirilis.

Cartridge.

Hei.

Aku tak percaya hantu.

Jangan menakuti, oke.

Aku.

Kau.

Berdua.

Nanti bicara.

Oke?

Oke?

Maafkan aku.

Maaf, Oke?

Aku harus keluar dari sini.

Aku tak mencemaskanmu.

Pasti seseorang mendatangimu.

Di sini..

Kau tak ingin membiarkanku keluar dari sini?

Hancur impianku.

Sepertinya kau membaca banyak buku.

Kehilangan suatu impian, tidak?

Kehilangan impian?

Solusinya memang mati untuk semua masalah.

Aku harusnya mati lebih dulu.

Debut, kesempatan sebagai sutradara.

Lalu kau mengacau.

Ceritaku.

Produser menyetujui ceritanya.

Tak masalah...

Film pertama terkendala dana. Untuk 10 hari syuting kontrak.

Ditambah kau mati.

Merusak hidupku.

Maaf.

Maaf.

Halo Pak. Apakah ini waktunya datang?

Ada beberapa pekerjaan di lantai pertama, aku akan selesaikan segera.

Datanglah nanti dan selesaikan pekerjaan.

Aku akan selesaikan, Pak.

Baiklah.

- Hei, ada polisi. - Hei, jangan pergi.

Polisi ada di sini.

Lantai lima.

Apa yang kau lakukan ketika listrik mati?

Ada cadangan, Bu.

Tamat.

Tamat sudah.

Mimpi 10 tahun berakhir.

- Pak. - Ya.

- Teruskan nanti. - Baik, Bu.

Ayo.

Hei, ayolah.

Keluar dari sini.

- Kenapa, Pak? - Apa yang kita butuhkan?

Datanglah ke lantai satu.

Apakah ini?

Ya, Bu.

Berapa banyak kamera yang rusak?

Hanya kamera ini di lantai ini, Bu.

Lalu ada kamera di dekat gerbang bawah.

Lantai lainnya?

Normal, Bu. Tak ada masalah.

Hanya di gerbang dan lantai ini yang rusak.

Apa ada barang hilang, laptop, dll ?

Tidak, Bu.

- Semua aman, Bu. - Hmm.

Siapa di dua flat itu?

Aku di flat itu.

Daisy di flat sebelahnya.

Ini flat siapa?

Ada Thilak di sini.

- Hai, hai. - Hai Thilak.

Apakah tempatmu aman, Mas?

Ya, semua aman, Bu.

- Apakah ada wanita di tempatmu? - Tidak.

Dia sendirian, Bu.

- Kau siapa? - Hai.

Aku Thana.

Aku sendirian, Bu.

K-13?

Tak ada orangnya, Bu.

Mobil Mallar ada di tempat parkir.

Ini...

- Suku, coba cek. - Baik, Bu.

- Tak ada jawaban. - Baik, ayo.

- Pak. - Bu.

Turunkan CCTV. Tunjukkan rekaman.

Tak perlu, Bu.

- Thana. - Ya. - Lihat ini, Bu.

Ini, Bu.

- Tak ada lagi terekam? - Tidak, Bu.

Posisi di sini.

Koyo ngene.

Kenapa tak pasang kamera di sebelah sana juga?

Bu, aku sudah minta pasang kamera di sana.

Alasannya selalu uang.

Tanya bosnya.

Ya, itu memang aku yang bicara.

Apakah kini aku disalahkan?

Bu, di lantai ini.

Ada anak kecil dari 3 keluarga. Mungkin mereka yang lakukan.

Brengsek. Buat apa anak-anak melakukannya?

Oh, mereka tak bisa?

Bu, ini tak benar.

Aku akan ajukan tuntutan padanya.

Anak-anak, benar?

Bu, mereka memecahkan kaca mobilku minggu lalu.

Bukan hanya itu, Bu. Dari sini di Blok D memasang kawat hingga sepuluh kaki.

Pak, ini tak ada hubungannya.

- Apakah ada kamera di teras? - Tidak, Bu.

Mobil K-13 katanya di parkir, sebelah mana?

Gerbang 3, Bu.

Lantai ini dan gerbang 3, kamera rusak.

Gadis itu tak di rumah, kan?

- Tapi mobilnya? - Ya Bu.

Gadis ini baik, Bu.

Apa?

Tidak, Bu, hanya pendapat.

Apakah kamera sering rusak?

- Panggil gadis itu, Pak. - Apa yang terjadi?

Aku tak tahu, Nomor..

- Nomor telepon? - Aku punya, Bu.

Tunggu, aku panggil.

Permisi, Bu.

- Buka pintunya, Bu? - Iyalah!

Maaf Bu.

Pergi dan periksa.

Ada kunci cadangan atau orang lain di ruangan itu?

Dia punya kunci cadangan.

Ada adiknya bernama Pavithra.

Dia sudah pergi dari sini.

Adiknya Mallar.

Tak ada orang lain.

- Kau memiliki nomor Pavithra? - Ya, sedang kuhubungi, Bu.

- Tak diangkat, Bu. - Coba terus.

- Halo. - Halo, mbak.

Aku Thana.

Thana aku sedang menyetir. Bicara nanti.

Bu, aku Thangam.

Polisi SI yang berbicara.

- Ada insiden kecil. - Katakan, Bu.

Apa kau menginap di tempat Mallor, K-13? Katanya kau punya kunci cadangan.

Antarkan kemari.

- Apa yang terjadi? - Tidak ada.

Tindakan mencurigakan. Kami sedang selidiki.

Tidak, Bu. Aku tak bisa datang sekarang.

Bu, kau harus datang.

Kuncinya ada di rumah. Dekat kota.

Mungkin malam hari, jam 8:00.

Oke Bu, tak masalah.

Ambillah. Tutup.

Halo Bu.

Sekarang aku tahu tindakan memalukan ini.

- Tolong. - Kau gila.

Kau pengkhianat.

Aku mengutukmu.

Bu, kau punya kuncinya?

- Bawa kuncinya. - Oke, oke.

- Terima kasih. - Sama-sama.

CCTV rusak.

Foto rusak.

Seseorang berbohong dan memanggil kurir.

Bukankah kau telah mati?

Seseorang menjebakku.

Apa yang terjadi di sini.

Kecuali kita memiliki acara tertentu.

Bisa jadi yang terbaik.

Jangan salah.

Uang tak masalah.

Tapi aku khawatir dengan hidupmu. Siapa lagi yang khawatir?

Kecuali kita menabung.

Bisa jadi solusi.

Tapi mau berapa lama?

Namun bila impian menjadi kenyataan. Rasa sakit akan terobati.

Aku sudah melihatnya pada ayah.

Itu.

Ibu mengatakan yang terbaik.

Ambillah sekarang juga.

Tapi ini terakhir.

Atau lupakan.

Tolong, Madhi.

Hei, nakal.

Kau selalu berpikir jorok. Dasar!

Pergilah.

Jangan memikirkan hal lain.

Baiklah, aku mau temui polisi. Ada di sini.

Ok sampai jumpa, muaach!

- Ya, sudah pergi. - Apakah dia baik-baik saja?

- Baguslah. - Kau datang ke rumah sakit?

Ya, aku pergi.

- Bagaimana bisnisnya? - Masih sama.

Baik, ayolah.

Berapa kali keledai itu kuingatkan.

Sopo, mbakyu?

- K-4, rumah Kristin. - Ya.

Kemarin aku pergoki. Makanya kuingatkan.

Aku harus gimana?

Kenapa ribet? Laporkan mumpung ada polisi.

Ayo, nanti kita semprot sekalian.

- Ngko sek, mbakyu! - Ndang!

Tak masalah.

- Pak. - Ya, Bu.

Ambil kuncinya dan buka, Pak.

Oke.

Ada jendela kamar mandi di Sisi flat.

- Lihat, Bu. - Ayo kita kembali, Subodh.

Tak satupun kunci berfungsi, Pak.

Ini kunci lama, Bu.

Banyak pemilik telah memperbarui kunci.

- Tak ada yang lain? - Ini lantai terakhir, Bu.

Hanya bisa menuruni tangga.

Pak, mana jendela kamar mandi K-13?

Lihat ke sini, Bu.

Ada pesta malam di teras. Persiapan pesta.

Kamera pecah pada saat yang sama.

Makanya aku sedikit gugup.

- Panggilan kantor. - Silahkan, Pak.

Panggil dua petugas lagi.

Siapa pun yang datang, periksa flatnya.

Oke, Bu.

Ada sesuatu di antara kau dan aku.

Jangan menyerah.

Apa masalahmu sebelum mati, seharusnya ceritakan.

Tanpa melakukan ini.

Berapa nomormu?

9590

582682

Halo?

- Halo pak, aku kurir. - Bicaralah.

Bisakah kau datang ke pos penjaga?

- Mengapa? - Penting, Pak.

Kau yang datang atau aku masuk?

Ada insiden di sisi ini.

Kamera ini tak sejauh itu, Bu.

Sampai kisaran sana.

Tetap di sana, bro.

Temui di tempat lain, nanti kuberitahu.

Tetap terhubung, Pak.

Halo, Pak di mana kau?

Tunggu.

Halo?

Bro?

Halo?

Halo?

Bro, di mana kau?

Halo, bro.

Ya, Pak. Aduh, masalah parcel.

Milik nona itu. Kau mengambilnya?

Aku? Bro, aku akan berikan.

Pak, sebenarnya tak masalah.

Aku bisa ke polisi.

Bro. Bro.

Kenapa harus polisi?

Bro, beri tahu aku di mana kau? Aku akan kembalikan.

Itu hadiah?

Aku memesannya, itu aku.

Naksir. Cinta terpendam. Tolong mengerti.

Kemarin aku sangat malu di pub.

Jika kuberikan parcelnya pada polisi..

..mereka akan curiga, dan menanyaiku.

Tolong, bro. Lupakan.

Aku mencintaimu..aku mencintaimu.. Aku mencintaimu..

Bro.

Kawan. bicaralah.

Aku mencintaimu... Aku mencintaimu...

Di mana kau?

Bicaralah, bro. Kau dengar tidak?

Bro.

Tak masalah, bro.

- Lupakan. - Terima kasih, bro.

Ayo, ku traktir minum teh.

Oh tidak, bro. Ada urusan penting.

Jangan hubungi nomor ini lagi.

- Ini nomor kantor. - Ya, bro.

Tentu, aku tak akan menelepon.

Aku tak berniat mengganggu melakukan itu, bro.

Terima kasih banyak, bro.

Maaf, bro.

Nikil, kemana?

Ke tempat Om Thilak mengambil bola.

Nikhil.

Ya, Bu.

Kenakan sandalmu.

- Beres? - Ya, Pak.

- Permisi. - Terima kasih.

- Ayo lewat tangga. - Ayo.

- Polisi sudah pergi? - Memeriksa di bawah.

Maafkan aku.

Meski kau tak akan memaafkanku.

Tapi sekali saja.

Bicaralah padaku.

Tolong...

Kau sendirian di sana.

Meski bukan hal baru.

Tapi sekali saja.

Bicaralah padaku.

Aku tak tahu..

Vijay akan tahu.

Tentu tidak.

Sekarang, mengapa kau memintaku datang ke sini?

Ini tak akan mengubah apa pun.

Vijay, aku yang memintamu datang.

Vijay, kumohon.

Kesalahan ini akan membunuhku.

Apakah kau bercanda? Sialan kau.

Kenapa kau merasa bersalah? Sudah berakhir.

- Jangan buang waktuku. - Vijay, kumohon.

Aku mohon, tolong.

Untukmu.

Kehidupan pribadi temanmu. Namun kalian umbar.

Tulis cerita dan dapatkan uang darinya. Orang sepertimu mirip binatang.

Tapi kau tak mengerti kesedihanku.

Tapi yang terbesar dalam hidupku. Tak ada yang pernah mengkhianati.

Vijay, tolong maafkan aku.

Jangan minta maaf.

Jangan minta maaf.

Kalian berdua bersandiwara.

Tanpa anak sejak 8 tahun. Tanpa belaian hangat suami.

Tante kesepian.

Dan satunya bekerja bersama. Membuat orang-orang tertarik.

Bilangnya...

Segalanya demi keluarga. Cuih!

- Tapi Vijay.. - Cangkemmu!!

Aku ingin membalas.

Ya, aku akan balas.

Jadi.

Tak bisa punya anak? Lihat saja.

Jangan Vijay.

Vijay baca buku ini. Kau akan mengerti.

Apakah kau gila.

Buku ini memang kisahmu. Tapi, tak ada yang tahu.

Aku tahu.

Aku mengerti tindakan tak tahu malu ini.

Semua orang di desa istriku Anand telah tahu kisahku.

Tapi, terima kasih.

Entah kau atau dia, aku tak akan tahu.

- Vijay, tolong.. - Hentikan.

Kenthir!

Kalian gila.

Kau gila.

Kau pengkhianat.

Aku tak bisa mempercayainya.

Apakah kau mengerti?

Kenapa tak ada yang bersamamu?

Karena kau monster.

Hanya Anand dan aku yang tahu ini.

Masalah yang sangat sensitif.

Kau bilang bahwa kau tak tahan kesedihanmu.

Aku percaya kau.

Aku percaya kau lebih dari orang lain.

Kenapa aku melakukan ini?

Itu menghancurkan mereka.

Orang-orang di sekitarmu.

Kau tak megerti..

Hidup manusia semuanya tak terlihat sama.

Ini semua ceritamu.

Semuanya ambisi ceritamu.

Aku mengutukmu.

Kau akan terbuang.

- Halo. - Di mana, Bu?

Bu, 4-5 menit lagi.

- Ayo, Bu. - Baiklah, Bu.

Kau mengatakan itu..

Adalah inspirasi.

Kisah itu ditulis di sisimu.

Ada yang tahu sumber ini. Kisah itu ditulis.

Bagaimana kabar Vijay sekarang, aku tak tahu.

Mumet lah.

Hanya untuk suatu cerita.

Apa pun resikonya, aku tetap lakukan.

Kini..aku menyesal.

Bicara dengan satu tamu tentu saja.

Itu seperti psikiater sepertiku. Bedanya kau tak bertatapan langsung.

Bukankah lebih nyaman?

Tetapi kau tak perlu cerita padaku. Kami siapkan seorang khusus.

Seseorang sepertimu yang depresi. Maukah kau dengannya?

Dengan siapa?

Orang sepertimu.

Yang ingin bebas dari depresi.

Mereka tak kenal satu sama lain.

Bukankah menyenangkan untuk berbicara? Tidakkah menurutmu itu pilihan terbaik?

Hai.

Hai.

Kenapa kau datang?

Apa?

Kenapa kau datang ke sini?

Kau datang untuk apa?

Aku ingin berbicara dengan siapa pun.

Jadi aku ke sini.

Katakan.

Kenapa kau kemari?

Depresi.

Siapa bilang kau depresi?

Apa itu masalah?

Aku ingin tahu.

Teman-temanku yang mengatakan.

Apa yang membuatmu merasa depresi?

Sendirian.

Tak ingin berbicara dengan siapapun.

Meski begitu.

Merasa kesal.

Hmm. Oke.

Tetapi siapa yang mengatakan depresi masalah?

Jika tak seperti yang diharapkan orang lain..

..itu sakit.

Lihatlah dunia di sekitar kita.

Haruskah di suatu tempat bersama mereka?

Apa yang salah dengan sendirian?

Kau tak punya teman juga?

Ada satu.

Aku kehilangannya.

Bicara tentang dirimu saja.

Oke?

Apa yang kau kerjakan?

Aku bekerja sebagai asisten sutradara.

Ada sebuah kisah yang ditulis, menunggu produser.

Kau yang menulis cerita?

Berbicara tentangku..

Menulis suatu cerita.

Aku berhenti syuting setelah 10 hari.

Lalu..

Tak bisa menulis lagi.

- Blok penulis. - Ya, bagaimana kau tahu?

Aku juga menulis.

Oh!

Untuk film?

Bukan.

Bicara tentangmu saja.

Tetapi kau perlu menulis lagi.

Siapa tahu berhasil?

Selama 10 tahun.

Ini pertama kalinya terjadi.

Tak dapat menulis dalam kekacauan.

Hanya ada harapan kosong.

Bukankah begitu?

Hmmm berkali-kali.

Bagaimana hasilnya?

Aku ingin berhenti.

Kenapa kau mengatakan itu?

Siapa namamu?

Kau dulu.

Aku akan beritahu juga.

Madhi.

Madhi yazhagan.

Namamu?

Hello.

Halo.

Klimaks dengan twist berlapis.

Siapa Gopuram Gopala. Bagus sekali.

Tentu saja.

- Keseluruhan filmnya mantap. - Itu bagus.

- Filmnya bagus. - Super.

- Bagaimana filmnya? - Bagus.

Sebenarnya, aku sebagai asisten sutradara dalam film ini.

Apakah dia akan buat film berikutnya?

Film yang kami garap selama dua tahun.

Baru saja rilis.

Lihat saja nanti.

Sebenarnya di film ini..

Hai teman-teman, persembahan dari temanku.

Akan mengejutkan. Ayo.

Hei apa ini. Keluar.

- Kamarnya seperti kokpit pesawat. - Ayo.

- Ayo. - Ayo.

- Kau tak boleh masuk. - Ayo.

- Aku tak bisa datang. - Ayo.

- Tolong. - Ayo.

Ceritamu bisa ada di sana.

Ayo.

Sebenarnya aku sedang menunggu pacarku.

Hei. Hei..

Kendalikan diri, Pak.

Maaf.

Mabuk.

Kau tahu, maaf.

- Bukan itu. - Tak apa.

- Cuma tak sekarang. - Ha?

Apa yang kau inginkan?

Kau dengar.

Apa yang kau inginkan sekarang?

Pertanyaan mendesak?

Pikirkan saja.

Katakan.

Apa yang kau inginkan sekarang?

Menulis cerita yang bagus di benakku.

Dengan mudah..digdigidig.

Dengan cara yang berbeda.

Tak pernah berahir.

Bahkan ketika kau ada di sini.

Datang dengan sukarela.

Tapi kau tahu. Kemudian kita..bertemu..

Aku tak ingin pergi sekarang.

Bisakah aku katakan?

Aku sendiri tak berpikir begitu.

Kalau saja aku bisa melakukannya.

Ada di dalamnya.

Masih.

- Biarkan aku jadi inspirasimu. - Inspirasi?

Aku mengerti, kau inspirasi hebat.

Tetapi kau tahu hal-hal ini..

Rumahku.

Sekarang?

Baiklah, aku akan beritahu temanku.

Jangan beritahu mereka tentangku.

Kau tak harus tergesa-gesa ke sana.

Aku akan menjemputmu.

Bahkan tak boleh membicarakanmu.

Lantas datang ke rumahmu.

Tak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Berapa lama sampai?

Sebentar lagi.

Oke.

Ceritakan tentang dirimu.

Tentang aku..

Tak ada yang spesial. Keluarga sederhana.

Orangtua berpisah dan sekarang sendirian.

Sebenarnya tak ada alasan ini masalah.

Aku tak suka mereka.

Mereka tak menyukaiku pula.

- Aku punya aturan sendiri. - Benarkah?

Sudah 6 tahun sejak orangtuaku berpisah.

Sebenarnya..

Tato ini dibuat sejak itu.

Keberuntungan.

Hanya ada satu teman.

Aku kehilangan dia.

Itu karena tulisanku.

Tapi..

Menulis adalah hidupku.

Sama.

Terkadang..

Menulis membutakan mata kita, kan?

Benar.

Tak tahu kenapa..

Setahun..

Tak dapat menulis apapun.

Aku pikir aku sudah kehilangan.

Aku kehilangan satu-satunya impianku.

Tak ada lagi yang bisa aku lakukan.

Sama.

Semua masalah yang kau miliki aku juga punya.

Tetapi mau bagaimana lagi?

Tak usah dipikirkan.

Kita harus bahagia.

Tapi...

Ada cerita baru.

Untuk menebus kesalahanku.

Selamat.

Hei.

Wah.

Madhi.

- Dengar. - Baik.

Bisakah kau mendengarku?

Apa yang kau baca?

Kisah pribadi orang lain.

Aku menghancurkan hidupnya.

Ini adalah hari spesial dalam hidupmu yang akan aku berikan.

Aku ingin menyerahkan hidupku.

Sebuah cerita penting, ya?

Untuk ceritamu..

Aku merupakan inspirasimu.

Oke.

Madhi.

Beberapa jam berikutnya.

Aku akan menjadi isnpirasi besarmu.

Tetapi kau harus berjanji padaku.

Baik.

Tentang film mu.

Buatlah film.

Ceritakan tentang kisahku.

Beri aku nama, Mallar Willie.

Baik.

Janji?

Bukan hanya satu film.

Taruh di semua film. Janji.

Oke?

Namamu..

Malar..

Malar..

Ah..

Malar Willie.

Kisahku..Kau harus menamainya Mallar Willie.

Janji?

Oke?

Gila kau.

Apa yang telah kau lakukan?

Bagaimana aku bisa lolos dari ini?

Kau tak mati untukku.

Kau membunuh impianku.

Adakah yang percaya ini?

Inspirasi omong kosong. Jika aku bisa bertanya padamu.

Aku menaruh ribuan hal di Facebook.

Memang benar aku sedih.

Tapi tak seperti ini.

Aku sudah tamat sekarang.

Biarkan aku menjadi inspirasimu.

Selamat.

Lantai lima ada di sebelah. Apalagi saat kamera rusak.

Aku pasti tertangkap, meski kau sudah rencanakan.

Aku bisa keluar dari sini.

Itu pikirmu.

Sama seperti yang kau pikirkan...

..aku akan berusaha keluar.

Saat ingin melakukan ini, kau seharusnya mengatakan sebelumnya.

- Kau besok kerja. - Tak apa-apa.

Terima kasih.

Ya ya, kecuali aku, tak masalah dengan dia.

Itu rumahnya, kan?

Ya, Bu.

Sekarang bagaimana kau naik?

Lift memiliki tenaga ekstra, Bu.

Oh ya.

Apa itu.

Rumah itu berubah dari waktu ke waktu.

Ada seorang pria di sana berteriak.

Apakah kau menghidupkan generator?

Sebentar saja.

- Diesel siap sekarang. - Nyalakan.

Oke.

Untuk film mu.

Janji?

Oke?

Oh, maaf...maaf pak.

- Pak, Ini kau. - Apa yang kau lakukan di sini, Pak?

- Baiklah, Pak. - Pak Sutradara.

Semua orang di pesta sedang menunggumu. Produser memintamu datang.

Pestaku di sini.

Pak, produser datang.

Apa yang kau lakukan di sini? Pesta kesuksesan menunggu.

Semua di sini menunggumu.

- Ayo. - Ya, Pak, aku menyusul.

Ayolah, kau suka begitu.

Datang dan bersenang-senanglah.

Ayo, ayo..

Ya, pak. Aku kesana nanti.

Datang sini.

Terima kasih.

Ini bonus untukmu, Dilip.

Buatlah film selanjutnya untukku.

Baik, Pak.

Sini.

- Terima kasih. - Ini aktrisnya.

- Kenapa? - Maaf terlambat.

Semua orang di dalam sedang berbicara tentang dirimu.

- Berbicara tentang akting yang bagus. - Terima kasih, Pak.

Ini semua pak.

- Ayo, cepat - Ayo, Pak.

Pak Dilip.

- Kemana kau? - Tidak, aku mau pergi.

Orang merayakan kesuksesan.

Dia sendiri tak hadir.

Apakah karena ceritanya.

Tidak ada. Pria yang baik.

Kisah ini benar-benar terjadi. Kutipan dari sebuah insiden.

Pernahkah kau dengar di hotel OMR? Gadis India Utara telah menghilang.

Diterjemahkan oleh: kawulo Dari subtitle: - Mohon maaf bila banyak kesalahan penerjemahan Sampai Jumpa

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.