All language subtitles for Hidden.Face Indonesian.ind

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Downloaded from YTS.MX

Official YIFY movies site: YTS.MX

Hai, Sung-jin.

Kaget?

Aku ingin bertemu denganmu dan memberitahumu secara langsung,

tapi jika begitu, aku merasa akan menjadi lemah.

Aku...

Aku akan kembali ke Berlin.

Entahlah.

Aku tidak yakin...

tentang hubunganku denganmu.

Aku tidak yakin siapa kau.

Jadi, itu membuatku kesal.

Aku memiliki begitu banyak keraguan dan kecemasan.

Jadi, itu menyiksaku.

Ini amat sulit bagiku sekarang.

Menurutku

aku tidak cocok menikah.

Sebaiknya aku tidak menikah.

Aku gadis yang aneh.

Ini bukan salahmu, Sung-jin, tapi salahku.

Jadi, aku harus pergi.

Berkat kau, Sung-jin,

selama ini aku sangat bahagia.

Kuharap kau juga bahagia.

Selamat tinggal.

(Sung-jin, tonton videonya)

(Hidden Face)

Sekarang, mari kita mulai dengan 1st Movement,

birama ke-104, ketukan kedua.

Satu, dua, tiga!

- Maestro. - Hai, Ketua.

Kau tampak kurang sehat.

Benarkah?

Ada beberapa hal yang perlu aku diskusikan.

Ini tentang bagian selo.

Kita tidak bisa terus berlatih

dengan kursi kosong selamanya.

Itu membuat seluruh orkestra jadi tidak seimbang.

Para musisi berpura-pura tidak cemas.

Ya, aku tahu kita harus menunggu sampai Su-yeon kembali.

Tapi mereka berbisik-bisik tentang itu,

jadi, aku merasa harus memberitahumu.

Aku akan segera mengatasinya.

Kau mengerti, 'kan?

Ini kopi Geisha.

- Cobalah. - Terima kasih.

Sudah 12 hari?

Kurasa begitu.

Dia jelas tidak pergi ke Berlin.

Selonya masih di rumah

dan dia tidak membawa banyak pakaian.

Jangan khawatir.

Dia akan segera kembali dengan alasan yang payah.

Bodoh sekali.

Dia pikir dia bisa melakukan apa saja

sebagai putri dari direktur musik!

Maafkan aku.

Kenapa kau minta maaf?

Dia pasti ada di suatu hotel

dan sedang menikmati layanan kamar.

Itu karena aku salah membesarkannya.

Aku membesarkannya saat aku masih belia

dan membiarkannya mendapatkan apa pun yang dia mau.

Atau mungkin aku membesarkannya dengan baik,

tapi dia meniru kepribadianku.

Pokoknya, ini semua salahku.

Ini salahku.

Seorang pemain selo akan datang untuk wawancara hari ini.

Dia mungkin sudah ada di ruang kerjamu.

- Pemain selo? - Ya.

Su-yeon menghubungi temannya untuk menggantikannya.

Dia gadis yang bertanggung jawab.

Tapi bukankah sebaiknya kita menunggu beberapa hari lagi?

- Menurutmu begitu? - Ya.

Jika dia kembali

dan tiba-tiba sudah ada penggantinya, dia akan sedih.

Kau.

Bukankah kau bilang ke manajer bahwa kau tak bisa menunggu lagi?

Kau menginginkan pengganti.

Kau bilang orkestra menjadi lebih lemah.

Itu benar dari sudut pandang dirigen.

Tapi ceritakan semuanya langsung kepadaku.

Jangan sampai aku dengar dari orang lain.

Tapi Bu Direktur, aku...

Wawancarai pemain selo itu.

Apa ini profilmu?

Ya.

Kudengar kau teman Su-yeon,

tapi kalian tidak satu sekolah.

(Resume)

Kami diajari oleh guru yang sama.

Begitu, ya?

Su-yeon

adalah asisten instruktur di SMA-ku.

Dia bilang akan ada lowongan di sini

dan menyuruhku melamar.

Apa dia menyebutkan hal lain?

Aku kaget mendengar kabar darinya setelah bertahun-tahun.

Apa aku datang di waktu yang salah?

Tidak.

Kalau begitu, mari dengarkan permainanmu.

Sebenarnya, seloku tidak cocok untuk dimainkan secara tiba-tiba.

Jika boleh,

bisakah kau mendengarkan rekamanku?

Tentu.

Arpeggione Sonata karya Schubert.

Apa kau melamar atas dasar iseng karena tak ada kegiatan lain?

Apa maksudmu?

Bagaimana bisa kau melamar memakai karya mudah seperti ini?

Aku paling suka Schubert

karena karya-karyanya yang paling menyedihkan.

Saat aku mendengarkan musiknya,

itu begitu sedih sehingga aku merasa lebih baik.

Itu sebabnya dia adalah favoritku.

Aku akan meninggalkan profilku.

Silakan buang saja.

Aku juga akan meninggalkan USB-nya.

Kau bisa hapus isinya dan menggunakannya kembali

atau membuangnya.

Senang bertemu denganmu, Dirigen.

Aku paling suka Schubert

karena karya-karyanya yang paling menyedihkan.

Sedang apa kau di sini?

Aku melihatnya di profilmu.

Apa aku menemuimu di waktu yang tidak tepat?

Tempo hari, sikapku amat tidak sopan.

Suasana hatiku sedang buruk karena urusan yang lain.

Secara tidak sadar, aku melampiaskannya kepadamu.

Aku datang untuk meminta maaf.

Maafkan aku.

Aku mengerti.

Aku menikmati penampilanmu.

Bergabunglah dengan orkestra kami.

Benarkah?

Baiklah, dengan senang hati.

Bagus.

(Franz Schubert)

Itu karya Schubert.

Ya, itu karya Schubert.

Kami akan membawakannya.

Kurasa semua sudah jelas. Datanglah dan ikut berlatih.

Tunggu.

Sebenarnya,

Schubert juga favoritku,

dan alasannya sama seperti alasanmu, Mi-ju.

Pertama-tama,

itu adalah instrumen kelas bawah.

Kita bisa dengar perbedaannya dibandingkan yang lain.

Bukan begitu, Bu Direktur?

Dia pasti banyak berlatih, tapi dia perlu latihan lagi.

Kita benar-benar butuh Su-yeon di latihan.

Aku tahu kita seharusnya menunggu Su-yeon, tapi sang dirigen...

Apa pendapatmu?

Bagaimana dia saat latihan?

Begini...

Itu latihan pertamanya.

Aku harus lihat bagaimana performanya.

Tetap saja, kau pasti punya kesan pertama tentangnya.

Menurutku dia pekerja keras.

Permainannya ternyata amat baik padahal persiapannya singkat.

Dia juga sopan.

Berarti sebagai sang dirigen, kau tidak punya keluhan?

Berarti sudah beres.

Maksudnya, dia puas dengannya hanya sebagai pengganti.

Bukan begitu, Maestro?

Dia bilang dia puas.

Kenapa kau berkata begitu?

Gadis itu pekerja keras dan sopan.

Kurasa putriku yang gila itu tidak perlu kembali.

Ya, itu sering terjadi.

Biasanya menyala setelah beberapa kali dicoba,

tapi sekarang tidak berhasil.

Ya.

Aku di Goyang-si.

Apa?

Bisakah kau datang lebih cepat?

Apa ada masalah?

Mobilku tidak mau menyala.

Begitu, ya?

Apa kau mau pulang?

Ya.

Seloku terlihat sangat kecil.

Itu terlihat sangat besar di jok belakang mobilku.

Tetap saja, aku melihatmu memasukkannya dengan baik.

Aku tak mengira itu akan muat.

Kapan kau menemuiku?

Hari itu, setelah wawancaramu.

Aku melirik ke luar jendela dan melihat.

Benarkah?

Aku malu.

Begini...

Apa kau mau makan malam?

Ya, boleh juga.

Aku juga suka memanggang daging.

Aku tidak pernah memanggang daging seperti ini.

Aku punya masalah.

Masalah?

Ibuku mengelola restoran kecil.

Jika aku memanggang daging dengan baik,

mereka akan berpikir itu karena pola asuhku.

Hujan.

Gawat. Kita tidak bawa payung.

Tapi aku suka hujan.

Omong-omong,

aku dengar anggota lain bilang, kau dan Su-yeon sedang bermasalah.

Apa kalian bertengkar?

- Kudengar dia pergi... - Bisakah tak membahas itu?

Lebih baik tidak usah diceritakan.

O ya, aku juga punya masalah.

Apa itu?

Aku yatim piatu.

Saat aku kelas 10,

orang tuaku meninggal

karena kecelakaan mobil.

Aku kehilangan

ibu dan ayahku sekaligus.

Jadi, aku punya masalah karena yatim piatu.

Bersulang.

Terima kasih!

- Terima kasih. Sampai jumpa! - Jaga dirimu.

Sampai jumpa.

Bukankah aku seharusnya duduk di belakang?

Aku lebih kecil dan lebih kurus.

Aku bilang tidak apa-apa.

Saat sopirnya datang,

aku akan memintanya untuk mengantarkanmu lebih dulu.

Jika selonya sudah dikeluarkan,

aku akan pindah ke kursi depan.

Kau sudah mengatakannya lima kali.

Benarkah?

Sama seperti hujan, alkoholnya turun dengan lancar.

Andai aku bisa minum lebih banyak.

Tapi semua tempat tutup, 'kan?

Mi-ju.

Ya?

Apa sebaiknya kita minum-minum lagi?

Di mana?

Bagaimana kalau di rumah kita?

Sebenarnya aku tidak tahu banyak soal minuman anggur.

Kelihatannya mahal.

Aku juga tidak tahu.

Kau tidak perlu menghiburku. Kau pasti tahu.

Aku sungguh tidak tahu. Aku hanya meminumnya.

Bukan hanya itu...

Orang-orang yang mendeskripsikan anggur dan kopi dengan amat rinci,

aku membenci mereka.

Mereka bilang,

aromanya seperti tanah pada bulan Agustus

atau bahwa itu mengandung matahari bulan Mei.

Konyol sekali. Astaga.

Baiklah.

Kita tidak tahu, tapi mari bersulang.

Bersulang.

Rumahmu bagus sekali.

Aku benar-benar mabuk.

Minuman anggur membuatku sangat mabuk.

Aku pusing sekali. Mencuci muka tidak membantu.

Tapi aku basah dan mabuk. Aku berantakan.

Tolong jangan.

Aku tidak bisa.

Kita tak bisa melakukan ini di ruangan ini.

Itu salah.

Bagaimana aku akan menghadapinya nanti?

Tunggu!

Aku menyukainya.

Kenapa kau menelanjangiku?

Itu kotoran luwak setelah memakan biji kopi.

Luar biasa, bukan?

- Kurasa begitu. - Semua ada di dalam kemasannya.

Bahkan kotoran pun bisa dibuat tampak bagus

dan dijual dengan harga tinggi.

Tidak penting apa sebenarnya itu.

Itu tergantung bagaimana orang melihatnya.

Melihat dulu, baru percaya.

Itu sebabnya orang perlu dikemas dengan baik juga.

Orang butuh kemasan, 'kan?

Omong-omong,

ini tentang Su-yeon.

Tidakkah menurutmu itu aneh?

Tadinya kukira dia bertindak impulsif lagi

sebelum menikah.

Tapi ada yang tidak beres.

Tahukah bagian mana yang teraneh?

Dia tidak memakai kartunya.

Su-yeon adalah tipe orang

yang akan berbelanja bahkan jika aku mati.

Tapi dia tidak memakai kartunya.

Aneh sekali.

Begini...

Mungkin itu caranya menunjukkan bahwa dia benar-benar marah?

Maksudku...

Mungkin dia ingin tetap bersembunyi?

Menurutmu begitu?

Aku perlahan mulai cemas.

Dia tidak pernah setegas ini.

Aku tahu...

Tadi malam hujan deras.

Itu bukan salahku.

Tapi yang lainnya adalah salahku.

Mabuk, pergi ke rumahmu,

dan masuk ke kamarmu.

Untuk menghindari kesalahan lebih lanjut,

aku tidak akan membalasmu.

Kau mengerti, 'kan?

(Selo, Kim Mi-ju)

(Selo, Kim Mi-ju)

Halo?

Apa kau di sana?

Apa menurutmu aku sudah gila?

Aku seharusnya tidak datang ke sini.

Tapi aku datang ke sini dua kali.

Permainan pianomu membuatku datang.

Aku ke sini dua kali di kamarnya...

Ada apa?

Tiba-tiba air panas keluar dari pancuran.

Aku baik-baik saja.

Apa?

Aku baik-baik saja, sungguh. Aku tidak terbakar.

Benarkah?

Tunggu di luar.

(Tiga bulan sebelumnya)

Apa? Ini menyebalkan.

Aku ingin memeluk Ibu di gerbang.

Apa yang lebih penting dariku?

Lupakan saja.

Sung-jin, Ibu tidak bisa datang. Dia akan mengirim sopirnya.

Aku akan menyuruhnya datang ke sini.

Tas kita terlalu banyak.

Tidak apa-apa.

Sung-jin!

Bisakah kau beli kopi untuk kita?

Aku mencium aromanya dan kini menginginkannya.

Baik.

Tuan Kim? Ini aku.

Datanglah ke Gerbang 4.

Terima kasih!

Astaga.

Aku tidak menyangka kau akan datang ke bandara.

Aku tidak sibuk,

jadi aku datang untuk memberikan kunci dan menyambutmu.

Tak ada penyambutan

dan kita sepakat kau akan taruh kuncinya di atas gerbang.

Ini.

Soal renovasi...

Aku sudah berusaha sebaik mungkin, tapi entah apa kau akan suka.

Aku melihat semuanya di panggilan video kita.

Aku yang memilih semua dan menyetujui semuanya.

Tentu saja itu sesuai gayaku.

Kenapa menyebutkan sesuatu yang sudah jelas?

Benar.

Yang bukan gayaku adalah...

kau menemuiku di sini seperti ini.

Bukankah ini agak aneh?

Kurasa kau benar.

Aku bersyukur.

Terima kasih atas semua yang telah kau lakukan,

tapi yang salah tetaplah salah.

Bukan begitu?

Aku mengerti.

Kopi! Terima kasih!

Ayo.

- Kau suka? - Besar sekali.

Saat aku belajar di sini sebagai mahasiswa,

aku merasa ini seperti rumah hantu.

Tapi kemudian, itu terus muncul di benakku.

Aku melakukan renovasi total.

Kau suka?

Tentu saja.

Kita bisa memutar musik keras

dan ada halaman yang luas.

Impianku adalah tinggal di rumah seperti ini.

Impian itu terwujud tanpa perlu usaha.

Kenapa?

Kau tidak menyukainya?

Ya, aku menyukainya.

Tapi aku canggung dan ingin tahu apa aku cocok di sini.

Biasakan saja.

Apa?

Semua hal...

yang belum pernah kau alami sebelumnya.

Kau tahu kenapa?

Kau seorang maestro, Sung-jin.

Maestro...

Itu wajar bagi maestro.

Lagi pula, tak seberapa bagi ibuku untuk memberiku rumah seperti ini.

Jangan merasa terbebani.

Bukan begitu.

Aku hanya tidak terbiasa.

Semuanya alami untukmu.

Paham? Sang Maestro.

Aku baru saja ke sini.

Apa tempat ini bagus?

Tempat ini menakjubkan dengan hutan di tepi pantai.

Benarkah?

Wow!

Ada hutan di tepi pantai.

Sung-jin! Lihat ini!

Bukankah ini menakjubkan?

- Jangan lihat bikini-nya. - Hei!

Indah sekali!

Biayanya $30.000 untuk 5 malam, jadi, agak mahal.

Tapi itu sepadan.

Su-yeon. Apa pernikahannya tepat setelah konser?

Ya.

Berarti akan ramai. Biayanya akan lebih mahal.

Tidak masalah.

Mereka hebat.

Sayang.

Aku boleh merokok di sini?

Ya, tentu saja.

Kenapa kau mencuci piring?

Kita butuh lebih banyak gelas anggur.

Kau cocok begitu.

Omong-omong,

apa ibumu mengatakan sesuatu setelah pertemuan kita?

Dia senang bertemu denganmu.

Dia bilang kau sangat elegan.

Dia senang aku menikah dengan keluarga yang hebat.

Omong-omong,

pendapatku tentangmu berubah setelah bertemu keluargamu.

Aku tidak tahu betapa hebatnya dirimu!

Kau sangat gigih dengan tujuanmu.

Aku bisa rasakan kerasnya kau bekerja untuk membangun citramu.

Kenapa kau katakan ini kepadaku?

Hanya mengomentari apa yang kutahu.

Seperti kata orang,

kau sukses dengan usahamu sendiri.

Aku jadi lebih menyukaimu, Sayang.

Aku khawatir tentang acara pindah rumah kita.

Tapi semuanya berakhir dengan megah, 'kan?

Ya.

Apa kau suka tempat itu?

Di mana?

Resor yang ada di gambar.

Aku menyukainya.

Kau bilang kau akan memutuskan itu.

Kau tidak terlihat begitu bahagia.

Apa karena apa yang dikatakan teman-temanku?

Tentang apa?

Mereka terkejut bahwa aku mengejarmu.

Mereka isyaratkan jika kau mendekatiku untuk alasan jelas.

Aku sama sekali tidak peduli.

Benarkah?

Baiklah.

Kalau begitu, aku akan memutuskan untuk resor itu.

Harga $30.000 untuk 5 malam, ya?

Mahal?

Siapa peduli? Ibu yang bayar!

Tahu tidak?

Sayang, kau mau tahu apa yang tak kusuka?

Misalnya menjadi sarkastis.

Aku hanya menginginkan yang terbaik.

Punya barang paling mewah dan nyaman adalah gayaku.

Aku benci ketika orang-orang menegur

dan melontarkan komentar sarkastis tentang hal itu.

Mari kita perbaiki itu.

Baiklah.

Baiklah. Tidurlah dulu.

Tunggu!

Kau lupa menciumku.

Terima kasih.

Bagaimana menurutmu?

Dia membaik, ya?

Kurasa dia akhirnya mulai beradaptasi.

Ayolah.

Mari kita puji dia, Nyonya Direktur.

Terserah.

Lihat ini.

(Rencana Konser)

Tim perencana menyarankan ini.

Mari putuskan bersama.

Kumohon.

Ia bersikeras agar pembukaannya adalah 'The Unfinished Symphony.'

Biarkan saja.

Mari lanjutkan dengan karya yang lebih liris.

Ini adalah konser di Wina.

Itu contoh yang bagus.

Benar? Tentu saja. Itu sangat sukses.

Kita juga harus mengubah pembukaannya.

Aku setuju.

Ngomong-ngomong,

apa yang kau bicarakan dengan pemain biola itu?

Pemain biola mana?

Di atas panggung, apakah itu In-jung?

Kau seperti sedang membahas sesuatu yang lucu.

Begitukah?

Dia mengulurkan tangannya

dan kau dengan ramah menatapnya.

Oh, itu.

Dia bilang kukunya rapuh

lalu patah.

Ada apa?

Apa?

Sejak kita kembali ke Seoul.

Apa maksudmu?

Kau baik kepada pemain biola

dan semua orang,

tapi kenapa kau bersikap dingin padaku?

Kau mengolok semua yang kulakukan atau tidak menunjukkan minat.

Kenapa?

Kenapa?

Boleh aku bilang sesuatu juga?

Apa?

Kenapa kau terus mempermalukanku?

- Siapa? - Aku?

Haruskah kalian berdua mengadakan rapat

sementara para musisi menonton?

Apa?

Haruskah kau memastikan mereka tahu

bahwa aku boneka?

Ibu hanya ingin mendengar pendapatku

sebelum memutuskan denganmu.

Tepat sekali!

Kenapa harus membahas itu di tempat yang bisa dilihat orang?

Apa?

Apa itu sangat memalukan?

Menurutmu aku akan bangga menjadi boneka?

Kau memakai gelang itu.

Maaf karena keterlaluan

di bandara.

Maaf.

Aku mengerti.

Kenapa kau tak datang ke pesta pindah rumah?

Kau tidak mengundangku.

Aku gila kalau begitu!

Itu sangat mirip dirimu.

Kau sangat keren.

Aku suka kau selalu keren dan tenang.

Sung-jin membuatku gila.

Dia tampan dan merupakan konduktor yang menjanjikan.

Keluarganya miskin, tapi itu tidak masalah.

Satu hal yang menggangguku.

Apa?

Kurasa dia tidak menyukaiku.

Tapi kau suka dia?

Kau gila, ya?

Tapi dia harus menyukaiku.

Jika aku tak suka dia, dia harus menyukaiku.

Adilnya begitu.

Bagaimana bisa itu adil?

Itu adil!

Jadi, kau datang kepadaku untuk meminta nasihat?

Mi-ju.

Ingat?

Hari ketika aku pertama kali menciummu?

Di mana itu?

Kamar pendingin rumah Bu Park.

Aku tidak pernah menyukai orang lain

selain kau sejak saat itu.

Kau juga, 'kan?

Mungkin aku tampak seperti mengkhianatimu...

Tidak bisa, aku mengkhianatimu.

Tapi aku takkan pernah mengkhianati kenangan kita.

Kuharap kau tahu itu.

Baiklah.

Bagus.

Apa kau masuk ke dalam kamar pendingin?

Ya.

Kalau begitu kau pasti punya kuncinya.

Begini caramu menghiasnya?

- Bagus sekali. - Astaga.

Siapa peduli kalau itu bagus, kita tidak akur.

Ikut aku.

Kau bawa kuncinya, 'kan?

Baiklah.

Apa kau harus melakukan ini?

Itu karena dia membuatku marah.

Aku sudah menyelamatkannya.

Dia sekarat tanpa pekerjaan dan uang.

Beraninya dia jual mahal?

Aku akan beri dia pelajaran sebelum kami menikah.

Dia pikir kemurahan hatiku adalah haknya!

Aku paling benci kata itu.

Apa? Kemurahan hati?

Ngomong-ngomong,

aku ingin melihat apa yang dia lakukan tanpa aku.

Pasti seru!

Ada di sini, 'kan?

Kemarilah.

Kau benar-benar akan masuk ke sana?

Dorong saja.

Astaga.

Bukalah.

Astaga.

Dingin sekali.

Astaga.

Sama seperti sebelumnya.

Bukankah ini membangkitkan kenangan?

Su-yeon.

Aku takut di sini.

Konyol? Kenapa kau takut?

Aku di sini. Jangan takut.

Saat aku memberimu tanda seperti ini,

masuklah ke sini dan tunggu aku.

Oke?

Seperti bawahanmu?

Seperti bawahan dan budak.

Kau menyukaiku, 'kan?

Kalau begitu, kau budakku.

Mengerti?

Kalau begitu, cium aku.

Yang benar saja.

Kau bilang kau menyukaiku.

Baiklah, kalau begitu, tutup matamu.

Baiklah.

Aku memejamkan mataku.

Kurasa

Aku tidak layak menikah.

Aku seharusnya tidak menikah.

Itu bukan salahmu, Sung-jin,

tapi salahku.

Jadi, aku harus pergi.

Terima kasih, Sung-jin,

Aku sudah bahagia.

Bukankah itu menyayat hati?

Aku tahu itu.

Dia akan menangis ketika melihat ini.

Dia akan sangat sedih.

Sangat sedih.

(Sung-jin, tonton videonya)

Apa ini terlalu berlebihan? Tidak, ini dingin.

Jadi lagu pembukanya adalah Schubert?

Ya! Kau tahu seberapa keras dia berusaha?

Dia bilang Schubert yang paling menyedihkan.

Dia suka Schubert.

Tunggu! Aku harus acak-acak seperti aku pergi terburu-buru.

Dia bilang itu sangat menyedihkan, dia merasa lebih baik.

Mengemas semuanya?

Ya.

Bagus.

Berat sekali.

Berikan aku kuncinya.

Berapa lama kau akan tinggal?

Mungkin paling lama tiga hari. Aku harus berlatih.

Akan membantuku berdiet juga.

Aku masuk dulu.

Geser rak buku itu.

Su-yeon.

Aku pergi dulu.

Sampai jumpa!

(Tidak ada sinyal)

Hai, Sung-jin.

Kau kaget?

Aku akan kembali ke Berlin.

Entahlah.

Kau sedih sekali.

Aku tidak yakin tentang hubunganku denganmu.

Aku tidak yakin siapa dirimu.

Itu membuatku marah.

Aku punya banyak keraguan dan kekhawatiran.

Lepaskan aku, kumohon.

Aku takkan melakukannya lagi.

Lepaskan aku. Kumohon?

Astaga.

Dia sangat sedih. Kasihan sekali.

Coba lihat.

Sung-jin! Aku di sini.

Sung-jin! Aku di sini!

Sung-jin!

Lihat! Aku di sini!

Aku terjebak di sini!

Hei!

Sung-jin! Aku di sini!

Sung-jin! Aku terjebak di sini!

Sung-jin!

Sung-jin!

Sung-jin!

Kembalilah!

Sial!

Sial.

(Mi rasa daging sapi)

Kenapa kau datang terlambat?

Kupikir aku akan terjebak selamanya.

Apa kau baik-baik saja?

Kau...

Bagaimana kau bisa masuk ke sini?

Kenapa kau ada di rumah kami?

Aku mabuk.

Sung-jin membuatku mabuk.

Aku bilang aku tak bisa minum miras, tapi dia terus berikan itu.

Kurasa dia menginginkanku.

Apa kau gila?

Kuncinya...

Aku menukarnya.

Untuk mempermainkanmu.

Kau pasti marah

dan terkejut.

Haruskah aku membiarkanmu keluar?

Tapi jika aku melakukannya, apakah kau akan memaafkanku?

Kau akan memaafkanku?

Kalau begitu, aku lakukan saja sesuatu yang tak bisa dimaafkan.

Apa?

Apa?

Apa ini!

Mi-ju...

Aku benar-benar mabuk.

- Anggur membuatku mabuk. - Sung-jin...

Apa yang kau lakukan?

Mi-ju! Jangan lakukan itu! Ini tidak lucu!

Mi-ju.

Tolong jangan.

Hei!

Jangan lakukan ini! Berhenti!

Mi-ju! Kau benci pria menyentuhmu!

Jangan lakukan itu!

Berhenti! Jangan sentuh dia di sana!

Berhenti! Mi-ju!

Berhenti!

Bagus.

Cukup.

Berhenti! Kau gila!

Kau gila!

Mi-ju! Hentikan!

Sung-jin. Apa kau gila?

Kenapa kau menelanjangiku?

Hentikan!

Tidak!

Hentikan!

Berhenti!

Jangan lakukan itu!

Tidak...

(7 bulan sebelumnya)

(Semua lancar/Sangat lelah)

(Aku merindukanmu)

Kupikir kalian membenci rumah ini.

Kenapa Bu Park?

Aku sangat kasar pada kalian,

ketika kalian belajar di sini.

Berkat itu, kami hidup dari selo.

Aku senang Su-yeon membeli rumah ini dariku.

Ini hampir sama.

Ya. Rak buku itu sangat cantik.

Apa kau menyimpan barang-barang yang sama di sana?

Apa?

Kau pikir aku tidak tahu?

Aku tahu sejak kalian berdua mulai

masuk ke sana.

Maaf.

Untuk apa? Tidak perlu.

Kupikir kalian berdua hanya bermain-main seperti anak kecil.

Tapi kalian tetap bersama selama bertahun-tahun

dan membeli rumah seperti ini.

Tempat apa ini?

Aku selalu bertanya-tanya.

Almarhum ayah aku menambahkan ini ketika rumah itu dibangun.

Ayah aku

berada di unit 731 yang buruk itu,

selama penjajahan Jepang.

Dia adalah seorang petugas medis di sana.

Begitu ya?

Dia melakukan beberapa hal buruk di sana.

Jadi dia selalu takut

dan ingin tetap bersembunyi.

Setelah bekerja, dia akan masuk ke sini

dan melihat Ibu,

aku dan adikku melalui cermin.

Dia akan memanggil kami dan merantai kami juga.

Apa rantainya masih ada?

Apa?

Bagaimana perasaanmu?

Senang.

Rasanya sangat keren dan mendebarkan.

Aku ingin mencobanya.

Berikan aku kuncinya.

Apa? Kenapa kau lakukan itu?

Kau bisa mengambilnya dan melepaskan ikatanku.

Bagaimana kalau aku tidak melakukannya?

Aku tahu kau pasti melepaskanku.

Aku percaya padamu.

Kau percaya padaku?

Ya.

Aku hanya percaya padamu.

Aku takkan melepaskanmu.

Tidak, aku tahu kau pasti melepaskanku

karena aku milikmu.

(Dia)

Apa kabar?

Hai. Apa yang sedang kau lakukan?

Aku sedang merekam video

untuk menunjukkan rumah yang sudah jadi.

Kau melakukan pekerjaan yang hebat.

Ngomong-ngomong,

ada yang ingin kukatakan padamu.

Apa itu?

Aku kembali ke Korea dengan seseorang.

Siapa?

Seorang pria.

Dia tunanganku.

Aku bertemu dengannya di sini.

Kita akan pulang bersama.

Astaga.

Aku tahu.

Astaga, ya?

Astaga...

Bagaimana denganku?

Aku tahu.

'Aku tahu?'

Ucapkan selamat padaku?

Aku akan menikah dan hidup dengan seorang pria.

Aku akan menjalani kehidupan nyataku

yang dikenali orang.

Kehidupan nyata?

Aku akan menjalani kehidupan nyataku mulai sekarang.

Jika kau akan menjalani kehidupanmu itu,

bagaimana denganku?

Apa aku kehidupan yang palsu bagimu?

Ayolah.

Biarkan aku jujur padamu.

Kau tahu aku sensitif dan suka disentuh.

Kau seperti alatku dan aku milikmu.

Kita tahu itu, bukan?

Jangan menangis karena ini, oke?

Dan...

Menurutmu aku gila?

Aku seharusnya tidak ke sini.

Tapi aku datang ke sini dua kali.

Kau akan memasukkanku...

ke penjara saat kau keluar, bukan?

Tidak! Aku takkan melakukannya!

Aku bersumpah takkan melakukannya!

Aku yang menyakitimu lebih dulu.

Aku takkan menyalahkanmu atas apa pun.

Aku tidak akan melaporkanmu. Jadi, tolong biarkan aku keluar!

Kurasa aku pantas mendapatkannya.

Omong-omong,

akhirnya aku mengerti

maksudmu.

Kehidupan nyata...

Itulah kehidupan yang dianggap nyata oleh orang-orang

dan normal, bukan?

Sekarang aku mengerti.

Dan...

menurutku

aku juga butuh kehidupan seperti itu.

Apa maksudmu?

Aku akan mendapatkan pria itu

untuk kehidupan yang nyata.

Aku akan menjalaninya.

Apa?

Maaf, Su-yeon.

Kau harus tetap tinggal di dalam sana.

Mi-ju! Tidak!

Mi-ju! Aku salah!

Ini semua salahku! Jangan lakukan ini!

Ada apa?

Air panas tiba-tiba keluar dari pancuran.

- Apa? - Aku baik-baik saja.

Aku baik-baik saja. Aku tidak terbakar.

- Benarkah? - Tunggu di luar.

Baiklah.

Kita harus memotong dinding di sepanjang pipa ini.

Atau aku bisa memutus saluran air asli

dan menyambungkan yang baru.

Itu juga pekerjaan besar, tapi lebih baik.

Rumah ini seperti bunker.

Dindingnya sangat tebal.

Di sini!

Ada orang di sini!

Mematikan pipa aslinya?

Jangan!

Jika itu cara terbaik, mari kita lakukan.

Kapan kau bisa mulai?

Aku akan segera mulai.

Tidak! Berhenti!

Tunggu.

Apa kau dengar suara itu?

Tidak! Berhenti! Jangan!

Apa-apaan ini!

Astaga!

Ini menyeramkan. Aku pergi.

Sung-jin! Itu aku!

Aneh sekali!

Tidak ada catatan dia berangkat keluar.

Dia tidak ke luar negeri.

Tak pernah memakai kartu kreditnya.

Teleponnya masih mati.

Dia tidak pernah meneleponku sekali pun!

Aku ibunya. Aku kenal putriku.

Ini tidak seperti Su-yeon.

Pasti ada yang salah.

Dia bukan tipe orang yang menghilang tanpa alasan.

Benar begitu, Sayang?

Tidakkah kau setuju?

Aku setuju.

Jadi,

Aku melaporkan dia hilang.

Seharusnya aku melakukannya beberapa hari yang lalu.

Polisi akan pergi ke rumahmu besok.

Rumah kami?

Jangan salah paham.

Bukan karena aku mencurigaimu.

Mereka hanya akan memeriksa.

Direktur.

Apa kau mencurigaiku?

Tentu saja tidak.

Jangan bekerja setengah hati.

Pegawai negeri...

Apa yang dicarinya dengan setengah hati?

Mayat yang kukubur?

Jangan tersinggung.

Kami hanya mengikuti perintah.

Tugas kami adalah mengamati wajahmu saat melakukan pencarian.

Lihat ekspresimu.

Jadi, bagaimana ekspresiku?

Cerah, bersih, dan tak bersalah.

Jangan pusingkan ukurannya.

Terlalu pengap dan kecil, bukan?

Aku suka rumah yang lebih kecil.

Rumah kami terlalu besar.

Aku tidak suka mendengar itu.

'Rumah kami.'

Nomor 1117.

Itu kode pintumu?

Ada apa dengan itu?

Ulang tahun Su-yeon adalah 17 November.

Oh, benarkah?

Aku hanya pakai kode dengan yang ditetapkan pemilik sebelumnya.

Kebetulan sekali itu hari ulang tahunnya.

Aku tidak tahu cara mengubah hal-hal seperti itu.

Ya?

Lihat ini.

Direktur. Aku lihat ini ratusan kali...

Lihat lagi.

Lihat?

Ini.

Lihat cermin di belakang Su-yeon.

Di cermin,

lihat ada tangan orang lain di sana?

Aku hanya melihat wajah Su-yeon saat memutar ini,

tapi aku punya firasat aneh hari ini

dan memperhatikan itu dengan saksama.

Lalu aku melihat tangan itu. Lihat itu?

Ya.

Seseorang bersamanya

ketika dia meninggalkan rumah.

Apa yang membawamu ke sini?

Tiba-tiba kau merindukanku?

Ya.

Romantis sekali.

Jangan membunyikan bel.

Tekan saja 1117 dan masuklah.

Tidak ada seorang pun yang benar-benar menyulitkan.

Mereka semua baik dan ramah padaku.

Aku menjadi dekat dengan tim selo.

Aku pergi makan siang dengan pemain selo pertama.

Dia sangat baik.

Bagaimana dia bisa hormat sekali dan penuh karisma?

Aku ingin belajar itu darinya.

Tunggu.

Ada satu orang.

Pemandu konser.

Kau tahu kepribadiannya.

Bagian tiup membuat kesalahan,

tapi dia berteriak pada bagian string.

Menurutku orkestra kita akan

jauh lebih baik tanpanya.

Kenapa kau tak makan?

Aku punya pertanyaan.

Ada apa?

Kau bersama Su-yeon ketika dia pergi, bukan?

Apa maksudmu?

Pergelangan tanganmu terpantul di cermin.

Gelang itu...

Gelang yang ada batu birunya.

Kau tidak memakainya hari ini.

Batu biru?

Gelang ini?

Ya.

Aku ada di ruangan itu pada hari dia pergi.

Apa?

Kau berbohong tentang segalanya?

Kau bilang dia meneleponmu dan kalian berdua tidak dekat.

Kau bilang kau tidak pernah ke rumah kami.

Semua itu bohong.

Maaf.

Tapi bisakah kau berhenti mengatakan, 'Rumah kami?'

Apa?

Apa yang kau inginkan? Kenapa kau berbohong padaku?

Karena Su-yeon menyuruhku.

Dia menyuruhku merenovasi, jadi aku melakukannya.

Dia meminta aku meninggalkan rumah, jadi aku pun melakukannya.

Dia bilang untuk mengisinya, aku pun melakukannya.

Aku hanya melakukan apa yang dia perintahkan.

Kau melakukan apa pun yang dia katakan? Kau pelayannya?

Atau budaknya?

Apa aku benar-benar budak?

Satu-satunya hal yang kuputuskan

dan kulakukan adalah tidur denganmu.

Di mana Su-yeon sekarang?

Kau pasti tahu.

Aku tidak tahu.

Jangan berbohong.

Kalian berdua adalah pasangan, bukan?

Apa maksudmu?

Aku melihat foto kalian berdua di sini.

Apa maksudmu?

Ayolah.

Kami hanya bercanda.

Itu hanya tanda persahabatan kami.

Berhentilah berbohong.

Katakan padaku.

Di mana Su-yeon sekarang?

Aku benar-benar tidak tahu.

Aku bersumpah aku tidak tahu.

Jangan matikan saluran air!

Itu aku!

Itu aku.

Nyalakan.

Baiklah, aku akan melakukannya!

Ini aku! Aku di sini!

Lihat, 'kan? Di sebelah sini.

Aku di sini!

Su-yeon, kaukah itu?

Matikan.

Su-yeon.

Apa kau ada di dalam rumah?

Aku di sini.

Apa kau terkunci?

Aku terjebak! Keluarkan aku dari sini, Sung-jin!

Su-yeon?

Apa kau di sini?

Su-yeon...

Aku di sini! Sung-jin! Aku tepat di depanmu!

Di sini!

Aku terjebak di sini!

Su-yeon? Kau di sini?

Aku terjebak di dalam sini!

Kau di dalam sana, bukan?

Ya!

Ada apa?

Kenapa kau berhenti?

Apa itu?

Kalau begitu, kau melihat semuanya.

Benar?

Kau melihatku dengan Mi-ju...

Kau melihat semuanya.

Aku tidak peduli. Biarkan aku keluar.

Tidak apa-apa! Aku tidak peduli!

Keluarkan aku dari sini!

Itu artinya...

Mi-ju tahu dan datang ke sini, 'kan?

Dia sengaja ingin menunjukkannya padamu.

Benar?

Dia tahu kau sedang menonton.

Aku tidak peduli! Sungguh!

Sial.

Kalian berdua ini apa?

Selamatkan aku! Sung-jin! Tolong keluarkan aku dari sini!

Kumohon!

Tolong keluarkan aku!

Tolong bantu aku!

Itu salah Su-yeon.

Dia hanya memanfaatkan dan menghinaku.

Kau mengurungnya karena itu?

Bukan aku yang mengurungnya.

Dia masuk sendiri.

Lalu terjadi kesalahan.

Yang kulakukan hanyalah tidak membiarkannya keluar.

Itu sama saja!

Itu berbeda.

Mengurungnya adalah kejahatan.

Membawanya keluar adalah soal kemurahan hati.

Tidak ada lagi kemurahan hati dalam diriku untuknya sekarang.

Dia orang jahat.

Dia hanya memanfaatkan orang lalu meninggalkan mereka.

Apa rencanamu?

Biarkan saja dia di sana? Bagaimana jika dia mati kelaparan?

Aku heran dia tidak begitu. Dia tak punya makanan.

Mi-ju.

Ini seperti pembunuhan. Tidak!

Itu pembunuhan!

Lalu apa?

Biarkan dia keluar sekarang?

Lalu minta maaf dan bilang itu lelucon?

Menurutmu dia akan memaafkanku dan bilang itu salahnya juga?

- Tetap saja, ini salah. - Kau tahu kepribadiannya.

Dia akan memasukkan kita berdua ke penjara sebagai kaki tangan.

Bukankah itu sebabnya kau datang kepadaku?

Karena kau takut?

Jika tidak, kau pasti sudah menelepon polisi atau kontraktor

dan membebaskannya.

Lalu apa?

Biarkan saja dia di sana sampai dia wafat?

Aku juga tidak yakin.

Tapi

aku merasa lega karena kau tahu.

Kau saja yang memutuskan.

Aku akan mengikutimu.

Apa pun yang terjadi.

Aku tahu kau tidak akan memaafkanku.

Setelah semua yang kulakukan untuk sampai di sini...

Saat kau keluar, kau akan menghancurkanku.

Kau akan menghancurkanku berkeping-keping, bukan?

Itulah yang akan dilakukan Shin Su-yeon,

tentu saja.

Tapi Su-yeon,

kau juga membohongiku.

Kau mencintai wanita.

Benar, 'kan?

Bagus!

Latihan hari ini luar biasa!

Kita masih perlu menyelesaikan beberapa hal.

Silakan duduk.

Aku sangat terkesan.

Aku pikir hari ini adalah konser!

Tapi kenapa kau terlihat begitu muram?

Aku?

Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?

Tentu saja tidak.

Apa kau ada kabar tentang Su-yeon?

Tidak.

Ya ampun.

Kami akhirnya bekerja sama erat,

tapi ini dilema.

Pikirkan tentang Su-yeon.

Dia meninggalkan tunangannya,

tapi ibunya tetap mempekerjakannya.

Maksudku ditunjuk.

Kalau begitu, akan sulit baginya untuk kembali.

Aku baru sadar.

Jika Su-yeon terus menjauh,

aku ragu apa yang harus kulakukan dengan hubungan kami.

Mengerti?

Tapi latihan hari ini sangat bagus.

(Su-yeon)

(Su-yeon)

(Ini aku)

(Apa kalian berdua akur saat aku pergi?)

- Apa yang akan kau lakukan? - Mi-ju.

Mari kita berpikir secara rasional.

Jika dia masih hidup, itu berarti kita tidak melakukan kejahatan.

Mungkin bagimu,

tapi

itu kejahatan bagiku.

Tetap saja, itu lebih baik daripada pembunuhan!

Aku sudah memeriksanya.

Kuncinya masih ada di tasku.

Sebenarnya, aku curiga itu kau.

Aku?

Ya.

Ayolah.

Kita tetap seperti ini saja.

Tidak mudah untuk keluar dari sana.

Kita tenang saja.

Tidak.

Pergi dan buka sekarang.

Atau aku akan menelepon polisi.

Maestro menelepon.

Ada sesuatu yang mendesak.

Dia membatalkan latihan hari ini.

Satu hal lagi,

pemain selo Kim Mi-ju menelepon

dan mengatakan dia sakit dan pergi ke dokter.

Itu saja.

Terima kasih.

Ini sangat menakutkan!

Direktur, bisakah kau percaya ini?

Setelah menerima pesan teks,

mereka akan ke sini jika mereka tidak bersalah.

Jika mereka bersalah, mereka tidak akan muncul.

Dengan salinan identitasnya, perwakilan hukumnya

dapat mengaktifkan nomornya di ponsel lain.

Mereka tidak tahu itu.

Mereka pasti panik.

Aku sangat takut.

Apa yang mereka lakukan?

Aku takut.

Ini pintu masuknya?

Ada sesuatu di balik sini?

Bagaimana cara membukanya?

Sung-jin.

Dia tidak bisa keluar.

Bagaimana cara membukanya?

Dia tidak bisa keluar dari sana!

Mi-ju!

Su-yeon?

Kau baik-baik saja?

Lihat, 'kan?

Sudah kubilang dia tidak boleh keluar.

Lalu siapa yang mengirim pesan itu?

Su-yeon.

Apa kau baik-baik saja?

Dia masih hidup.

Su-yeon.

Su-yeon. Bangun.

Su-yeon! Hentikan!

Su-yeon!

Su-yeon! Berhenti!

Apa kau gila?

- Lepaskan. - Ayo keluar.

Minggir.

- Sung-jin! Ayo pergi. - Minggir!

Dia gila!

Kita harus keluar!

Kubilang minggir!

Su-yeon...

Bangun.

Kau baik-baik saja?

Ayo, Sung-jin. Aku akan mengurusnya.

Mandi dan makanlah sesuatu.

Aku akan pergi ke polisi.

Jangan.

Jangan.

Aku lapar.

Pesankan aku makanan.

Rebusan kimchi.

Tentu.

Aku mandi dulu.

Aku ingin sekali mandi.

Tolong. Lepaskan ini dariku.

Mi-ju.

Kau di sisi lain, 'kan?

Aku sedang mandi air panas sekarang.

Jika kau mengutak-atik air sepertiku, tanggung akibatnya.

Aku takkan memberimu air.

Mari kita bicarakan lainnya setelah aku mandi.

Aku khawatir karena kau tidak menjawab panggilanku.

Lalu kau tiba-tiba datang seperti ini untuk membayar tagihan.

Itu benar-benar seperti dirimu.

Apa Mi-ju baik-baik saja?

Kau sudah tahu, ya?

Tentang kalian berdua? Tentu saja! Aku gurumu.

Hal-hal menjadi canggung di antara kita saat aku bertunangan.

Tetap saja,

aku berencana untuk tetap menjalin hubungan dengannya.

Kita tidak boleh kehilangan orang, 'kan?

Selama bertahun-tahun, kupikir

naluri posesifmu tak terkalahkan.

Pada akhirnya, kau mendapatkan segalanya.

Bahkan rumahku pun menjadi milikmu.

Kurasa kau benar.

Tapi Bu Park?

Apa kau menjelek-jelekkanku pada Mi-ju?

Bahwa aku hanya memanfaatkan dan menelantarkan orang?

Tapi aku sangat menyukaimu.

Bunganya sangat cantik!

Ngomong-ngomong, aku suka rumahmu.

Aku sangat bahagia di sana.

Itu rumah yang membawa kebahagiaan sejati.

Mau main golf?

Maaf. Apa aku membangunkanmu?

Tidak apa-apa.

Aku harus bangun.

Kau benar-benar suka bermain golf, ya?

Menyenangkan.

Ibu bilang kita akan bermain golf bersama minggu depan.

Ya, aku dengar.

Tidurlah lagi.

Sampai jumpa nanti.

Selamat bermain golf.

Apa kau menguncinya?

Buang kuncinya.

Kau berpakaian sangat cantik.

Apa kau menungguku?

Buka pakaianku.

(Hidden Face)

(Disutradarai oleh Kim Dae-woo)

(Song Seung-heon)

(Cho Yeo Jeong)

(Park Ji-hyun)

(Park Ji-young, Park Sung-guen)

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.