Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Roberta, kenapa kau sudah bangun? Ini bahkan belum pagi.
Kambingnya takut, Ibu. Mungkin itu chupacabra.
Nak, chupacabra itu tidak ada.
Itu hanya kisah yang kami ceritakan
agar anak-anak tinggal di dalam pada malam hari
seperti yang telah diperintahkan.
Tapi kambing-kambingnya...
Mereka akan baik-baik saja.
Chupacabra itu sungguh ada.
JACKIE CHAN ADVENTURES
Luar biasa.
Luar biasa membosankan.
Piramida payah macam apa itu?
Tak ada kutukan mumi, perangkap, dan poin bonus.
Ini bukan gim video, Jade.
Ini penelitian penting.
Sudah cukup bekerja untuk satu hari. Saatnya berhenti. Selamat tinggal.
Lari.
Lebih cepat!
Aku bukan kuda.
Cepat! Lebih cepat lagi!
Halo?
Senor Jackie, ini aku, El Toro.
Aku punya kabar buruk.
Sebuah malapetaka kuno menimpa bangsaku.
Si pemangsa kambing, chupacabra.
Chupacabra? Tapi itu hanya dongeng.
Tidak, dia iblis yang membuat pria dewasa bersembunyi seperti anak yang ketakutan.
Dan tak ada kambing yang aman.
Jackie.
El Toro, aku sedikit sibuk sekarang.
- Boleh kutelepon nanti? - Tentu saja.
Tapi matahari akan segera terbenam
dan aku butuh bantuanmu, Temanku.
Aku tahu prasasti kuno yang menceritakan legenda chupacabra.
Itu mungkin mengungkap cara untuk menyingkirkan monster itu.
Aku ingin kau menerjemahkan.
Selama tidak ada yang mengejarku.
Kami akan ke sana, El Toro.
Kita harus membuat pesan suara.
Kau.
Kau tak bilang Paco akan datang.
Senang berjumpa denganmu juga, Senorita Jade.
Ayo, Jackie, kita harus mempersiapkan diri untuk melawan chupacabra.
Tunggu.
Katamu kau hanya membutuhkanku untuk menerjemahkan prasasti kuno.
Tak ada waktu. Monster itu menyerang dalam kegelapan malam.
Ini keren, Paco.
Jackie akan mengalahkan chalupacaba itu.
Tidak, El Toro akan menghancurkan monster itu.
Tidak, Jackie.
- Si Manusia Tikus. - Jackie bukan manusia tikus.
- Itu benar. - Itu salah.
- Itu benar. - Itu salah.
Itu seperti yang kami ceritakan pada El Toro.
Chupacabra menyerang rumah kami.
Dan bagaimana rupa makhluk itu?
Dia adalah raksasa bermata merah menyala, empat taring, cakar juga.
Dan dia melolong seperti ini...
Ya, terdengar seperti chimichanga bagiku.
Sekarang kau percaya?
Aku yakin itu adalah seekor koyote.
Itu bukan koyote.
Semuanya, masuk. Tutup pintu.
Halo, Tn. Chupacabra, kau seperti mengalami malam yang sangat buruk.
Kakimu terkena suban? Mungkin kami bisa membantu.
Tetaplah di sampingku, Jade. Aku akan melindungimu.
Maaf, dilarang minta sumbangan.
- Ada jalan keluar lain? - Tidak.
Dia mengejar kambing. Berikan saja...
Jangan selesaikan kalimat itu.
Kau tidak mau memakanku. Aku bukan kambing.
Jangan takut. Monster itu bukan tandingan El Toro si Banteng.
Dan El Jackie si...
Chan.
Satu poin untuk Jackie.
- Bukan, itu satu poin untuk El Toro. - Jackie melakukan kontak dahulu.
- Tidak. - Ya.
- Tidak. - Ya.
Jangan pernah menyentuh topengnya.
Kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja, hanya tergores.
El Toro, kau sudah menyelamatkan kami.
Kau menghancurkan chupacabra.
Bukan aku, Paco.
Tampaknya sinar mataharilah pemenangnya.
- Satu poin untuk sinar matahari. - Itu tidak penting.
El Toro adalah pahlawan terhebat di dunia.
- Jackie-lah pahlawan terbesar. - Bukan.
- Ya. - Bukan.
Anak-anak, sudahlah. Kita harus merayakannya.
Kambing-kambing ketakutan, seolah-olah chupacabra itu sudah dekat.
Itu omong kosong.
Mungkin tidak, Temanku.
Jangan sampai anak-anak tahu.
Monster itu melukaiku.
Tapi itu adalah luka kecil yang biasanya tidak aku sadari.
Aku khawatir sudah ternodai malapetaka
makhluk jahat dan purba itu.
Bawa aku ke prasasti yang perlu kuterjemahkan.
Monster itu berburu di malam hari, bersembunyi di siang hari.
Dia memakan ternak dan kambing.
Sinar matahari akan menghancurkan monster itu.
Temanku, kau harus menerjemahkan lebih cepat.
Rasanya aku melewatkan sesuatu yang jelas.
Tunggu. Ini dia.
Waspadalah terhadap cakar chupacabra.
Malapetaka bisa berpindah ke manusia dan manusia akan menjadi monster.
Kabar buruk.
Celaka.
Lari! Chupacabra itu lepas!
Kostum bagus. Kita cocok.
Aku pikir si candelabra itu sudah mati.
Hei, aku mengenali topeng itu.
Ada kambing enak di sini.
Aku tidak bermaksud menyentuh topengmu. Maaf.
Satu poin untuk Jackie.
Atas apa pun yang baru kaulakukan.
Jackie sangat cepat. Kadang mata tak bisa menangkapnya.
Di mana El Toro?
Paco, itu tadi El Toro.
Ini kutukan chupacabra.
El Toro bukan lagi si Banteng.
Dia adalah El Torocabra.
Tidak!
Jangan khawatir. Aku sudah meminta bantuan.
Penerbangannya tertunda. Makanannya tidak enak.
Filmnya tak punya alur cerita.
Dan aku mengalami turbulensi.
Bisakah kau memulihkan El Toro?
Jangan mendesak chi.
Aku kurang satu bahan, bubuk yang terbuat dari capsicum.
Aku belum pernah dengar. Itu bisa mematahkan kutukan chupacabra?
Tidak, itu hanya satu bahan. Apa tak ada yang mendengarkanku?
Satu hal lagi, untuk menemukan capsicum terbaik,
kita harus mengunjungi tetua bijak di atas El Picacho del Diablo.
"Gunung Iblis."
Pelan sekali jalanmu.
Kenapa aku harus membawa semuanya?
Kau ingin punggung anak-anak patah?
Lagi pula, tanganku memegang peta.
Aku akan jauh lebih tenang jika peta itu tidak terbalik.
Dengar, Paman ahlinya.
Kita akan baik- baik saja. Jangan khawatir.
Kekhawatiranku hanya untuk pahlawan terhebat di dunia, El Toro,
karena nasibnya berada di tangan manusia tikus yang lemah.
- Jackie bukan manusia tikus - Kau salah.
Lari!
El Toro, ini aku, Paco.
Aku tidak ingin melukaimu.
El Toro... Maksudku, Tn. El Torocabra.
Kami tak punya kambing.
Kenapa kau menyerang kami?
Topengnya.
Paco, buang topengnya dan larilah.
Tidak, aku tak akan meninggalkan topeng El Toro Fuerte.
Lempar ini padanya.
Kau bukan hewan, tapi si Banteng.
Baiklah. Banteng itu hewan. Tapi itu hanya julukan.
Baik, satu poin untuk Jackie, tapi aku tak suka permainan ini lagi.
Ini akan berakhir dalam semenit. Aku tak bisa membiarkannya.
El Toro, kemari. Ini aku, Paco.
Apa kau tidak ingat? Aku penggemar terberatmu.
Biarkan aku membantumu.
Tidak, Paco, jangan!
Maaf lagi, tapi kami harus menjauhkanmu dari sinar matahari.
Jackie, Temanku, kau berhasil.
Kau mematahkan kutukan chupacabra.
Aku El Toro lagi.
Terima kasih.
El Toro.
Aku menyimpan topengmu.
Aku bingung. Kami tak berbuat apa pun untuk mematahkan kutukan itu.
Matahari.
Aku masih terkena kutukan.
Pantas chupacabra hanya berburu di malam hari.
Ambillah. Aku tak pantas memakainya. Aku masih pemangsa kambing.
Berhenti mengeluh.
Kita hanya perlu menemukan capsicum.
Tapi kau bilang itu ada di atas gunung.
Kita tak akan sempat kembali sebelum malam, lalu saat itu...
Saat itu, aku akan menjadi monster sekali lagi.
Permisi, bisa beri tahu kami lokasi untuk menemukan capsicum?
Kami butuh capsicum untuk penangkal.
Aku tak memberikan capsicum-ku pada sembarang orang. Pergilah.
Tapi temanku telah berubah menjadi chupacabra.
Chupacabra.
Di sini, semua capsicum yang kalian mau.
Tidak.
Harus melawan
agar tetap menjadi manusia.
El Toro, kami punya...
El Toro.
Tidak!
Selalu buat cadangan. Pastikan dia minum semuanya.
Masuk.
Maginya tidak ampuh.
Mungkin sebaiknya aku memasukkan wood spurge lagi.
Si Banteng sudah kembali.
El Toro, topengmu.
Terima kasih.
Aku tahu kau akan menjaganya.
Satu hal lagi, El Toro, jangan berenang selama setengah jam.
Sekarang, biarkan aku pulang.
Jackie meraih poin bonus. Akui saja, Paco, dia yang terhebat.
Tidak mungkin. El Toro mendapat banyak bonus
karena selamat dari kutukan chupacabra.
Manusia tikusmu adalah yang terhebat kedua.
- Dia tak begitu. - Dia begitu.
- Tidak. - Ya.
Hei, Jackie, siapa panutanmu?
Saat aku masih muda, tentu saja, beberapa guruku.
Aku pikir mereka hebat.
Tapi setelah aku dewasa,
saat aku membuat film, aku menemukan panutanku.
Charlie Chaplin, Harold Lloyd, Buster Keaton.
Betapa sulitnya mereka membuat film.
Karena pada masa itu, film bisu, tanpa ada efek spesial,
tanpa ada perlindungan, mereka tetap melakukan aksi hebat.
Itulah tujuanku, kelak aku ingin menjadi mereka.
Siapa saja yang lebih hebat dariku, itulah panutanku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.