Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Hiasi aula dengan dahan yang indah Fa la la la la, la la la la
Musim ini akan jadi menyenangkan Fa la la la la, la la la la
Kita kenakan pakaian yang indah Fa la la, fa la la, la la la
Nyanyikan lagu Natal kuno Fa la la la la, la la la la
Malam Natal di London!
Siapa yang bisa menolaknya?
Aku suka Natal
Aku suka Natal
Ini waktu favoritku sepanjang tahun
Sangat memikat melihat kepingan salju yang jatuh
Mendengar anak-anak yang memanggil Kata-kata manis keceriaan Natal
Ini musik di telingaku
Fa la la la la, la la la la
Lihat api yang menyala di depan kita Fa la la la la, la la la la
Mainkan harpa dan bergabunglah dengan paduan suara
Fa la la la la, la la la la
Nyanyikan kegembiraan kita bersama Fa la la, fa la la, la la la
Tak peduli angin dan cuaca Fa la la la la, la la la la
Lonceng gereja berbunyi Dan orang-orang bernyanyi
Lagu-lagu Natal telah berlalu
Kenangan yang memenuhi langit Natal
Cinta dan tawa Mengingatkanku selamanya
Alasanku menyukai Natal
Suara bel sudah berbunyi
Semua orang telah berkumpul
Anak-anak Natal tertawa ceria
Saat mereka membayangkan Sinterklas dan rusa kutubnya
Tentang fantasi dongeng terbang mereka
Lonceng gereja berbunyi Dan orang-orang bernyanyi
Lagu-lagu Natal berlalu
Kenangan yang memenuhi langit Natal
Cinta dan tawa Mengingatkanku selamanya
Alasanku menyukai
Natal!
Ya!
Hiasi aula dengan dahan yang indah Fa la la la la, la la la la
Musim ini akan jadi menyenangkan Fa la la la la, la la la la
Kathy, koinnya!
- Cepat, Tim. Tangkap! - Tidak.
Tak kelihatan.
Hei, Orang Bodoh!
Kenapa tidak pakai matamu saat jalan? Dasar orang besar ceroboh!
Maaf, Pak Scrooge. Aku tak sadar itu kau.
Anjing pintar.
Prudence, berhenti menjilati anak miskin itu.
Kau tidak tahu dia habis dari mana.
Scrooge.
Ayo, Prudence.
Dah.
Paman?
Paman Ebenezer, kaukah itu?
Hampir saja.
Paman, ternyata kau! Sudah kuduga.
Selamat Natal.
Di mana dia?
Di mana wanita terbaik di London?
Prudence, astaga!
Kau tumbuh makin cantik setiap tahun.
Apa Paman Scrooge merawatmu dengan baik?
Kau tak merindukan Jacob Marley yang busuk itu?
Aku baru saja mau ke kantormu.
Beruntung sekali bertemu.
Harry, Katanya manusia membuat keberuntungannya sendiri.
Kurasa aku harus salahkan diriku untuk pertemuan ini.
Waktunya habis, Jenkins.
DEMI KEBAHAGIAAN KITA
Anjing pintar.
Itu dia.
Ya, Anjing Pintar.
- Mau menyumbang? - Untuk dana perayaan bagi kaum miskin?
- Yang penting cukup untuk rayakan Natal. - Atau mungkin lebih?
Ada izin untuk tampil di sini?
Kami tak tahu harus izin. Apa kau tahu?
Aku tak tahu harus izin. Kami tak tahu harus izin.
Kini kalian tahu harus izin.
Jadi, kemasi terompet kalian, sebelum kutelepon polisi
untuk menjebloskan kalian ke penjara.
Selamat siang, Nona-nona.
Scrooge…
Kasar sekali!
Paman!
Luar biasa.
Ini dia.
Terima kasih banyak, Pak. Murah hati sekali.
Murah hati sekali. Terima kasih banyak, Pak.
Tak perlu dipikirkan.
Siapa yang tak beramal saat Natal?
- Benar! - Benar!
Paman. Tunggu kami!
Aku bersumpah uangmu ada kemarin, Pak Scrooge.
Hanya saja ibuku sakit dan aku harus membayar dokter.
Kisah menarik lainnya, Jenkins. Namun, ini yang lebih baik.
Dahulu kala,
Tom Jenkins, yaitu kau,
berutang kepadaku, Ebenezer Scrooge, 25 paun.
Jenkins membayar penuh dan Scrooge hidup bahagia selamanya.
Tamat.
Ayolah, Pak Scrooge. Aku tak punya uangnya sekarang.
Namun, aku yakin bisa melunasinya dalam tiga, empat hari lagi,
lima, seminggu.
Ayolah, ini Natal.
Lebih keras.
Lebih cepat.
Dia payah.
Natal? Sungguh? Andai aku tahu. Ini mengubah segalanya.
Baiklah, dalam semangat musim ini,
Pak Tom Jenkins, waktumu hingga akhir hari Boxing untuk bayar.
Dua hari lagi. Bagaimana?
Dua hari lebih baik dari tidak sama sekali.
Terima kasih, Pak Scrooge. Yang paling dermawan.
Bapa Natal tak sebanding denganmu.
Ho ho ho, ya, cukup.
Kini, mari lihat.
Atas ketidaknyamanan yang kau sebabkan padaku dan dua hari ekstra,
bisakah kita tambahkan 25 paun lagi?
- Artinya aku berutang… - 50 paun.
Itu angka genap yang bagus, setuju?
30 juga angka bulat, Pak Scrooge.
Kau benar. Begitu juga 60.
Kalau menurutmu begitu, 50 kedengaran lebih baik.
Dua hari lagi, Jenkins Lalu, aku akan kembali
Untuk mengambil 50 paun-ku
Sampaikan salamku untuk Bu Jenkins, ya?
Dan Tom,
Selamat Natal.
50 paun. Dua hari.
Awas.
- Selamat Natal. - Selamat Natal.
Scrooge.
Kubilang, Pak Jenkins. Bisa kirim?
Pak Jenkins?
BANK SWASTA & KREDITUR MARLEY & SCROOGE
EKSTRAVAGANZA NATAL DIBINTANGI LOTTIE MILLIGAN
Bah, omong kosong.
Kiri sedikit. Kanan sedikit. Kiri sedikit lagi.
Ke atas. Tidak, ke atas.
Kiri.
Kiri yang lain.
Sudah, sempurna. Kau seniman, Mickey.
Seniman akan dibayar lebih dari satu sen
untuk tiap seribu poster yang ditempel.
Hei. Ya, kalian.
Siapa kalian? Apa yang kalian lakukan?
Siapa, kami?
Pak, kami hanya sekumpulan gelandangan miskin
yang mencoba untuk sukses.
Cepat. Kabur!
Selamat Natal!
Anak-anak nakal.
Pak Scrooge. Astaga.
Selamat datang. Ada yang ingin kusampaikan.
Biaya tinta itu akan dipotong dari gajimu.
Apa? Tinta? Oh, tintanya. Tentu, Pak.
Lanjutkan pekerjaanmu, Cratchit.
- Jika tak merepotkan. - Tapi, Pak…
- Aku tak mau diganggu lagi. - Ya.
Aku sudah cukup diganggu satu orang untuk satu…
hari.
- Kami menang! - Bagaimana bisa sampai…
Prudence tahu jalan pintas, 'kan?
Baiklah, mari kita selesaikan ini.
Bagaimana katamu tadi? Ya, pertanyaannya.
"Paman, maukah kau ikut makan malam Natal besok?"
Jawabannya,
"Tidak, Harry, aku tak mau."
"Natal adalah omong kosong. Aku membencinya dan semua hal itu."
Jawaban yang sama untuk pertanyaan yang sama setiap tahun.
Aku tak ada waktu untuk itu.
Hanya karena rekanku meninggal, bukan berarti aku tak ada urusan.
Justru sebaliknya. Jacob Marley meninggal 7 tahun lalu di malam ini,
hanya meninggalkan bisnis.
Ya, dan kau.
Ayolah, Paman. Hela dan aku ingin kau datang.
Hela? Siapa Hela?
Kau tahu, Hela, istriku.
Dia kecewa kau tak bisa menghadiri pernikahan
dan tak sabar bertemu denganmu.
Jadi, setidaknya kunjungi kami malam ini.
Kami berkumpul untuk bersyukur.
Selamat siang, Harry.
Paman, hanya aku keluargamu. Kenapa harus begini?
Kurasa Ibu akan sangat kecewa
karena kita tak merayakan Natal bersama.
Harry, hidup penuh dengan kekecewaan.
Salah satu kekecewaan muncul pada hari Natal yang mulia
saat kau hadir ke dunia ini.
Pada hari Natal yang sama, ibumu,
adikku tercinta,
tiada.
Aku takkan ikut makan malam Natal
atau perayaan lain di musim buruk ini.
Silakan pergi sebelum aku mengatakan sesuatu yang akan kau sesali.
Scrooge.
Tawaranku masih berlaku. Kau selalu diterima.
- Dah. - Selamat Natal, Prudence.
- Bob. - Selamat Natal, Pak.
Maaf, Pak, sudah hampir pukul 18.00.
Pukul 18.00.
Bisakah aku meminta gajiku?
Cratchit…
Kau hanya menggangguku.
Ya.
Lima, 10, 15 shilling.
Terima kasih, Pak.
Ambil lima.
Tapi harusnya 15.
Anggap lima lainnya sebagai bayaranmu.
- Untuk apa, Pak? - Tintanya.
Dan hari libur yang kau minta dengan paksa besok.
Pak, ini, 'kan, hari Natal.
Ya, seperti yang semua katakan kepadaku.
Pak, ini tak cukup. Keluargaku, anak-anakku… Putraku butuh obat.
Kau punya anak?
Tentu saja.
Cratchit, zaman sulit dan beban keuanganku cukup besar.
Haruskah kutambah dengan membayar biaya perawatan seluruh keluargamu?
Scrooge…
- Apa itu terdengar adil? - Tidak.
Tidak, Pak, benar. Sekarang, kau pergi saja, ya.
- Selamat Natal, Pak Scrooge. - Ya. Ding-dong, selamat.
Kutunggu kau pukul 07.30 di hari Boxing.
Apa? Apa salahku?
Siapa lagi kalau bukan anak-anak Cratchit yang luar biasa!
- Ayah! - Ayah!
- Tim! - Ayah, tolong!
Tak apa-apa, Nak. Bernapaslah, perlahan.
Dia makin parah.
Itu dia. Bagus.
Cukup. Jangan berkeliaran lagi malam ini.
Di sini dingin sekali dan kau butuh istirahat, Anak Muda.
Kami cuma dapat 10 sen.
10 sen? Luar biasa!
Jika ditambahkan dengan 10 shilling yang ada di saku Ayah
dan beri sedikit keajaiban Cratchit,
Ayah rasa kita bisa dapat Natal terbaik seperti yang dimiliki Pak Walikota.
- Hore! - Lihat saja.
Jangan terlalu dramatis.
Akan kuambilkan tulangmu dalam perjalanan pulang. Bagaimana?
Tukang daging itu berutang tujuh paun dan enam sen,
jadi dia akan senang membantu.
Scrooge…
Tidak?
Jangan menyenangkan orang lain.
Kau yang di sana! Apa yang kau lakukan?
Oh, hebat!
Ini dia.
Selamat Natal.
DEMI KEBAHAGIAAN KITA
Kalian berdua!
Pergi!
Menjijikkan.
Ebenezer Scrooge…
Setiap tahun, pengingat yang sama
Akan semua yang hilang dariku
Teman yang tiada Dan janji-janji yang dilanggar
Terbungkus di dalam kebekuan
Untuk apa aku ceria dan sukacita?
Untuk apa, adakah yang mau katakan padaku?
Katakan padaku
Katakan padaku
Ini dia, Pak.
EKSTRAVAGANZA NATAL DIBINTANGI LOTTIE MILLIGAN
Musim dingin yang dingin Dan suram penuh dengan kesedihan
Semua yang pernah aku ketahui
Ucapan musim ini? Simpan saja sendiri
Tinggalkan aku sendiri
Scrooge.
"Kenapa tidak bergabung dengan kami untuk bersyukur?"
Tidakkah mereka tahu aku punya alasan?
Katakan padaku
Katakan padaku
Katakan padaku
Katakan padaku
Setiap tahun, sukacita Dan kegembiraan seperti itu
Berkilau di mata mereka
Perlakukan mereka lebih keras
Buat mereka menderita
Buat mereka merasa tak berdaya
Di sekitarku
Oh, begitu ceria
Aku tidak bahagia Jadi, kenapa mereka harus bahagia?
Katakan padaku
Katakan padaku
Katakan padaku!
Ebenezer Scrooge.
Jacob Marley?
Mustahil. Kau sudah mati.
Mati?
Mati kelelahan!
Ya. Memalukan sekali.
Prudence. Oh, betapa cantiknya kau.
Sudah kuduga meninggalkanmu pada Paman Scrooge
adalah hal yang benar. Bukan begitu?
Ya, benar.
Maaf karena cara masukku yang dramatis ini, Nak.
Mereka yang bertanggung jawab menuntut sentuhan berbeda.
Sesuai dengan wilayahnya.
Namun, aku yakin kau dan aku bisa membahasnya seperti orang normal.
Aku pasti tertidur di dekat perapian.
Aku bermimpi.
Cocok karena makan keju sebelum tidur.
Yah, baiklah.
Astaga!
Dengar baik-baik, Scrooge.
Ini bukan mimpi.
Lihatlah rantai yang mengikatku.
Dalam hidup, aku menempanya, tautan demi tautan, meter demi meter.
Itu tumbuh sesuai dengan keserakahanku.
Dalam kematian, aku takkan pernah terbebas darinya.
Begitu pun rantaimu.
- Rantaiku? - Ya, rantaimu.
Kami semua sepertimu.
Terjebak di dunia egois kita sendiri.
Kita tak pernah berusaha bagi sesama saat hidup,
jadi dikutuk untuk melakukannya dalam kematian.
Kami mengawasimu hari demi hari, Scrooge.
Melihat rantaimu tumbuh, tautan demi tautan, meter demi meter.
Namun, kau mungkin lolos dari takdir kami.
Aku telah menarik beberapa rantai
dan mengatur tiga pengunjung yang datang sebelum pagi.
Pertama, saat lonceng berbunyi pukul 01.00.
Yang kedua, pukul 02.00.
Yang ketiga, pukul…
yah,
03.00.
Dengarkan para pengunjung ini. Belajarlah dari mereka.
Perhatikan peringatanku,
sebelum terlambat.
Jacob Marley
mencemaskan kesejahteraan orang lain?
Itu pasti hanya mimpi.
Apa?
Omong kosong.
Keponakanku itu. Mengganggu. Membuat sangat marah.
Membuatku terkejut. Melihat semuanya.
Itu dia. Ya.
Yang pertama, pukul 01.00.
Halo?
Oh, halo.
Namamu Scrooge, bukan?
Ya, itu dia, Scrooge. Nama yang lucu.
Kau nyaman di sana, Scrooge?
Yah… Lupakan saja.
Siapa atau kau ini apa?
Dan tolong panggil "Pak Scrooge".
Pak Scrooge, siapa aku kalau begitu?
Aku bisa jadi siapa pun yang kau kenal. Aku bahkan bisa jadi dirimu.
Bah, omong kosong.
Natal adalah kemarahan.
Berikan uangmu, suku bunga, dan sebagainya.
Kau tak diberi tahu soal kedatanganku? Tidak? Tak apa.
Kau tak perlu takut kepadaku. Kesejahteraanmu adalah urusanku.
Mengganggu di jam begini, tidaklah mendukung kesejahteraanku.
Penebusanmu kalau begitu.
Begini, teman lamamu
memintaku menjelaskan satu atau dua hal…
Menjelaskan apa, tepatnya?
Aku baru mau menjelaskan. Kau tak sabaran, ya.
Akan kutunjukkan kepadamu masa lalu.
Masa lalu Natal.
Khususnya, Masa Lalu Natal-mu.
Ini dia. Jauh lebih baik.
Aku mulai gila.
Gila katamu?
Jacob Marley mengambang di ruang dudukku. Wajah terukir dalam es.
Bisikan angin. Badai salju dalam ruangan.
Kini kau, patung lilin yang bisa bicara dengan sumbu di otak.
Mimpiku tak pernah
seseru ini.
Dan semua ini tak nyata. Jadi, ya, aku pasti sadar,
tapi cukup gila.
Aku mungkin ada sumbu otak, tapi kurasa aku nyata.
Ini.
Diamlah.
Apa itu terasa nyata?
Kurasa begitu.
Rasanya juga sakit!
Ya, Masa Lalu bisa menyakitkan. Terutama milikmu.
Namun, bisa juga menyembuhkan jika belajar darinya.
- Kini, ikut aku. - Sama sekali tidak.
Aku menolak pergi ke mana pun…
Ya!
Tidak.
Oh, Bayi Scrooge!
Di mana? Apa? Siapa?
Minggir.
Maaf, tak mudah untuk mundur sejauh ini.
- Apa aku belum peringatkan? - Tidak, kau tidak…
Tunggu, apa maksudmu "untuk mundur"?
Apa?
Kita belum benar-benar sampai di sana.
Hampir.
Ini dia.
Masa Lalu.
Seram.
PABRIK SEMIR
Aku tahu tempat ini.
Dihancurkan bertahun-tahun lalu. Aku juga melihatnya.
…melihat hari raya Stefanus
Kau yang di sana. Hari apa ini?
Aku bilang…
Aku takkan lakukan itu. Kau tak boleh ikut campur.
Tak ada yang bisa mendengarmu, bahkan melihatmu.
PABRIK SEMIR RACKHAM
Jangan sampai penuh.
Lihat.
Ebenezer Scrooge muda bekerja keras di Malam Natal.
Tak terlalu menyenangkan, ya?
Aku…
Aku tak ada pilihan.
Tanpa penghasilan yang cukup, aku menghidupi ibu dan adikku…
Mereka akan kelaparan.
- Apa ayahmu tak punya uang? - Ayahku?
Dia tak miskin,
tapi si bodoh itu masuk penjara debitur.
Begitu, ya.
Penjara debitur. Mengerikan, penjara debitur.
- Apa itu penjara debitur? - Penjara debitur…
Bukan urusanmu.
- Kau tak bisa kabur dari Masa Lalu. - Lihat ini.
Harapan yang kau inginkan di hari Natal
Itu pasti akan terwujud, kata mereka
Jadi, harapan yang kuharapkan Malam ini, Temanku
Semoga kau menghabiskan pagi Natal
- Tanpa akhir - Jen.
Mimpikan satu atau dua keajaiban
Adikku tersayang, Jen.
Dan semoga semua keinginan Natal-mu
Menjadi kenyataan
Jen!
Ayo tarik napas.
Perlahan.
Tarik napas dan buang.
Itu dia.
Sedang apa di sini sendirian?
- Ibu tahu kau keluar? - Aku ingin memberimu ini.
Aku membuatnya sendiri.
- Selamat Natal, Ebenezer. - Jen. Ini Bapa Natal.
Dia sangat luar biasa.
Mungkin kau bisa membantuku bikin satu untukmu.
Ya, kumohon.
Mau nyanyikan lagumu yang indah itu sambil jalan?
Harapan yang kau inginkan di hari Natal
Pasti akan menjadi kenyataan, kata mereka…
Anak-anak manis. Apa gadis itu akan baik saja?
Ya, sementara. Penyakitnya takkan merenggutnya.
Ayahku akhirnya membayar utangnya.
Kami dapat dokter yang tepat dan dia selamat, tapi…
Tapi?
Dia tetap jadi jiwa nan lembut, yang napasnya lemah.
Jen meninggal saat melahirkan. Keponakan bodohku sebagai ganti adikku.
Pertukaran yang amat menyedihkan. Semuanya di hari Natal.
Natal.
Omong kosong!
Ayolah.
Tak adakah satu Natal pun yang kau suka?
Mungkin terkubur di lubang sedalam makam Marley tua?
Selamat Natal, Pak.
Halo, Paman.
Aku rasa aku menemukannya.
Pak Fezziwig.
"Fizzywig", itu hampir sama konyolnya dengan "Scrooge".
Bersiaplah.
- Agak melompat ke depan kali ini. - Tunggu.
Aku pulang. Dan sebelum waktunya.
Baiklah. Waktumu seminggu, tak lebih. Atau kita harus cari pekerjaan baru.
- Selamat siang. - Terima kasih, Pak Scrooge.
Diberkatilah kau dan selamat Natal.
Ini masih Masa Lalu.
Memang.
Astaga, kau pemuda tampan, Scrooge.
Apa yang terjadi?
Ebenezer?
Kaukah itu, Nak?
- Pak Fezziwig? - Ternyata kau.
Senang bertemu denganmu, Nak.
Jadi, itu Pak Wizzyfig.
Fezziwig.
Ya, aku dulu bekerja di gudangnya sebelum Marley menerimaku.
Kenapa kau tak terus di sana?
Marley menawarkan posisi yang lebih aman.
Orang akan selalu butuh uang.
Jika tetap di sini, aku cuma jadi murid rendahan Fezziwig.
Aku harus memperbaiki diri sebelum melamarnya.
Melamar?
Aku suka pernikahan. Siapa dia? Di mana dia?
Flora.
Isabel.
Ya, Ayah?
- Isabel. - Isabel.
Lihat yang Ayah temukan!
Ebenezer! Senang bertemu denganmu.
Astaga, kau tampan dengan jasmu.
Meskipun…
- Boleh? - Aku…
Itu…
- Sudah. - Kau lihat…
Sempurna.
Terima kasih.
Isabel,
aku mencintaimu.
Dengan wajah besarmu dan aroma napas baumu.
Ebenezer, kau punya rencana untuk besok?
- Besok, Pak? - Kau tahu, hari Natal.
Tidak, Pak. Kakakku bersama suaminya di Kent.
Mereka menunggu kelahiran anaknya.
Dia mengundangku untuk berkunjung, tapi harus kutolak.
Berarti sudah diputuskan!
Kau akan ikut makan siang Natal besok.
Aku tak yakin bisa.
Banyak sekali urusan, Pak Marley bahkan tak libur.
Datanglah, Ebenezer. Pasti menyenangkan.
Oh, berpalinglah.
Aku…
Aku akan bilang ke Pak Marley.
- Kau pergi? - Tidak sopan jika tidak.
Aku merasa wajib.
Aku mengerti.
Sampai jumpa.
Namun, tak menikmatinya?
Tidak. Tidak sedikit pun.
Astaga.
Kau tampak tengah menderita.
Ya.
Katanya, kebahagiaan Adalah hal yang tak bisa kau lihat
Sesuatu yang tak bisa kau sentuh Aku tidak setuju
Kebahagiaan adalah kebodohan orang bodoh
Malangnya aku Salah satu dari orang bodoh itu
Kebahagiaan berdiri di sampingku
Aku bisa melihatnya
Dia bisa melihatku
Kebahagiaan adalah apa pun Yang kau inginkan
DEMI KEBAHAGIAAN KITA
Katanya, kebahagiaan adalah hal yang tak bisa kau lihat
Sesuatu yang tak bisa kau sentuh Aku tidak setuju
Kebahagiaan adalah kebodohan orang bodoh
Malangnya aku Salah satu dari orang bodoh itu
Kebahagiaan tersenyum padaku
Berjalan dengan caraku, berbagi hariku
Kebahagiaan adalah apa pun Yang kau inginkan
Kebahagiaan adalah bintang yang terang
Apa kita bahagia? Ya, bahagia
Kebahagiaan adalah langit yang cerah
Berikan aku sayap dan biarkan
Biarkan aku terbang
Biarkan aku terbang
Biarkan aku terbang
Biarkan aku terbang
Biarkan aku terbang
Biarkan aku terbang
Wanita yang menyenangkan.
Tanpa dia,
kematian Jen akan sangat berdampak bagiku.
Kau menikahinya, 'kan?
Tidak. Tidak juga. Aku…
Tidak?
- Aku ingin tahu alasannya. - Tidak!
Aku…
Aku mau kau berhenti melakukan itu.
Rumah. Akhirnya.
Selamat tinggal, siapa pun dirimu.
Ingin bilang itu menyenangkan, tapi tidak.
Di mana namaku?
Ini sebelum Marley menjadikanku rekan.
Ebenezer? Halo?
- Aku masih di Masa Lalu. - Halo?
Yah, kau cepat belajar, ya.
Ebenezer? Kau di dalam? Aku membawa makan siang.
Aku jarang melihatmu belakangan ini, kupikir…
Aku tak yakin apa itu.
Isabel yang baik.
- Namun, katamu kau tak menikahinya. - Kami…
Sempat bertunangan. Untuk beberapa lama.
Begitu. Kukira kau akan kembali bekerja untuk Wiggyfiz?
Tentu tidak! Kebaikannya menyebabkan
kehancuran yang sama dengan keluargaku.
"Kebaikannya menyebabkan kehancuran yang sama… bla… bla."
Aku butuh keamanan lebih. Kami membutuhkannya.
Kulihat di dekat toko roti beberapa menit lalu.
Selamat siang.
Tunjukkan, Scrooge. Tunjukkan. Ayo!
Tolong, Pak Marley. Ini mata pencaharianku. Rumahku.
Keluargaku akan kelaparan. Seminggu lagi.
Sehari lagi, akan kusiapkan uangmu.
Kau sudah dapatkan tiga minggu. Maaf.
Tidak. Jangan minta maaf, Ebenezer.
Zaman sulit dan beban keuanganku cukup besar.
Haruskah kutambah dengan membayar biaya perawatan seluruh keluargamu?
Apa itu terdengar adil?
- Ini Malam Natal. - Ayolah.
Kumohon, kasihani kami.
- Tunggu. - Menyingkirlah. Pergi. Jalan!
…dan beban keuanganku cukup besar.
Haruskah kutambah dengan membayar biaya perawatan seluruh keluargamu?
Apa itu terdengar adil, Cratchit?
Aku tak ingat ini sama sekali.
Aku tak kaget. Seburuk apa pun situasi ini,
aku yakin itu menguntungkan bagimu dan Marley.
Terlepas dari Nn. Fizzlejig yang baik,
kau cuma ingat saat kau kehilangan uang.
Kau memikirkan hal buruk dalam hidup, lalu tak belajar apa pun darinya.
Apa Cratchit tahu?
Kenapa dia mau bekerja untukku? Setelah apa yang ku…
Andai saja ayahnya membayar utangnya…
Namun, itu bukan salahku.
Isabel.
Dia melihat semua ini.
Ebenezer.
Bisa kita bicara?
Berdua.
Nanti saja, Isabel.
Pekerjaanku banyak sekali. Nanti, ya.
Aku akan meninggalkan kalian berdua.
Ayo, Boris.
Tidak.
Saat pertama kali kita bertemu
Hatimu begitu bebas
Mata penuh harapanmu
Hanya melihatku
Sekarang kau sedang mencari sesuatu
Sesuatu yang tidak akan pernah bisa
Saat kau benar-benar
Semua yang kubutuhkan
Kau terus berkata "nanti" padaku
Tapi "nanti" itu tidak pernah datang
Kumohon berhentilah Mengatakan "nanti" padaku
Saat kau mencari Apa yang tidak dapat ditemukan
Pegang tanganku
Ikut denganku sekarang Dan kita akan terbang bebas
Tidak ada lagi nanti Kita berdua tahu itu bohong
Jangan biarkan ini menjadi Hari aku mengatakan
Selamat tinggal
Selamat tinggal
Saat kau bertemu dengannya
Kau dibebaskan
Cintanya padamu
Jelas terlihat
Kau terus mencari sesuatu
Ukuran keamanan
Tapi dia benar-benar
semua yang kau butuhkan
Kau terus mengatakan "nanti" padanya
Tapi "nanti" itu tidak pernah datang
Kumohon berhentilah Berkata "nanti" padanya
Berhentilah mencari Apa yang tidak dapat ditemukan
Pegang tangannya
Pergilah bersamanya sekarang Dan kau akan terbang bebas
Tak ada lagi nanti Kita berdua tahu itu bohong
Ini akan menjadi hari dia berkata
- Selamat tinggal - Selamat tinggal
- Selamat tinggal - Selamat tinggal
Ebenezer?
Tolong bantu aku.
Ya, Jacob, aku datang.
Nanti, Isabel.
Tidak!
takkan ada lagi "nanti"!
Selamat tinggal, Ebenezer.
Lihat. Sekilas tentang masa depan Isabel.
Dia tampak sangat bahagia.
Dan suaminya tampan.
Itu bisa saja kau. Sayang sekali, Scrooge. Sayang sekali.
Kenapa tunjukkan semua ini? Semua sudah terjadi. Tak bisa diulang.
Saat kami aman secara finansial, aku akan menikahinya
pada akhirnya.
Bukan begitu?
Entahlah.
Dah.
Bawa aku kembali.
Bawa kembali!
Kurasa tak bisa.
Tak ada jalan untuk kembali atau mengubah yang lalu.
Kau sendiri yang bilang.
Tak bisa mengubah Masa Lalu, tapi kau bisa belajar darinya.
Demi kebaikanmu sendiri, Scrooge.
Tidak!
Ini saatnya untuk pergi.
Dah, Scrooge.
Selamat tinggal.
Tidak, kumohon! Jangan tinggalkan aku!
Harus kulakukan.
Aku telah tunjukkan yang terjadi.
Kini, giliran yang lain.
Ingat yang kau lihat, Scrooge.
Ingatlah. Belajar.
Berubah selagi kau masih bisa.
Yang kedua, pukul 02.00.
Halo?
Apa ada orang?
Wanita lilin yang aneh dan menyebalkan?
Halo?
Apa?
Siapa yang berani mengganggu tidurku?
Sebutkan nama dan urusanmu, Manusia Lemah.
Aku tak bisa meneruskannya.
Maafkan aku. Itu karena dia, dia menantangku.
Kami suka bersenang-senang di sini.
Jangan cemas.
Aku tahu siapa dirimu.
Ayo, tunjukkan, Ebenezer Scrooge. Tunjukkan!
Selamat datang, Kawan.
Selamat datang di mana? Di mana aku?
Di masa apa aku?
Kau di sini dan sekarang. Di Masa Kini!
Bukankah ini luar biasa?
Kurasa tak masalah.
Dari sini, aku bisa pergi ke mana pun.
Asalkan itu terjadi sekarang.
Dan aku sangat suka
mengunjungi planet kecilmu yang mungil saat ini.
Begitu banyak cinta, kemurahan hati, dan keceriaan!
Yang, sebaliknya, membawaku kepadamu.
- Aku? - Ya, kau.
Meremas, merenggut, menggenggam, mencengkeram, iri padamu!
Rahasia dan menyendiri seperti tiram, kau menyusuri jalan kehidupan nan ramai
dan membuat semua menjauh.
Kau berhenti menjalani hidupmu sejak lama, kau juga mungkin sudah mati.
Jangan mengajariku cara menjalani hidup.
Kujalani hidup dengan baik.
Aku pria baik.
"Pria baik," katanya.
Ebenezer Scrooge.
Dosa manusia sangat besar
Simfoni yang tak pernah berakhir Dari kejahatan dan keburukan
Dari kerusakan, kekacauan, kesengsaraan Kebohongan dan alasan
Dan tak ada yang lebih buruk darimu, Pak Ebenezer Scrooge
Tapi sementara itu orang sepertimu Menjadikan hidup ini bak neraka
Ketahuilah, hidup punya sisi Yang lebih cerah juga
Aku suka hidup, hidup menyukaiku
Aku dan hidup sangat setuju
Hidup itu baik, hidup itu bagus
Terutama hidupku yang apa adanya
Aku suka hidup, di sini dan sekarang
Aku dan hidup membuat sumpah bersama
Sampai aku mati, aku dan hidup
Kami berdua akan mencoba Menjadi lebih baik
Ya, aku suka menjalani hidup Dan kenapa tidak?
Karena hidup adalah kesenangan
Yang tidak aku tolak
Aku suka hidup, hidup menyukaiku
Aku membuat hidup menjadi kesenangan abadi
Makan makanan, minum anggur
Memikirkan siapa yang mau Hak istimewa makan denganku
Aku suka hidup, seharusnya kau juga
Jalani saja hidup Sebarkan keceriaan saat kau melakukannya
Hidup ini singkat, buatlah itu berarti
Dan tidak ada masalah Itu tak bisa diatasi
Jalani saja hidupmu, jangan takut
Menyerah saja
Karena hidup adalah hal yang indah
Untuk hidup
Hidup
Oh, ya, aku suka hidup
Hidup!
Kau lihat cahayanya?
Bisa kau rasakan, Scrooge?
Apa kau siap menjalani hidupmu, sekarang, di Masa Kini,
tak terbebani oleh beban Masa Lalu?
Aku siap.
Aku siap untuk pulang. Terima kasih banyak.
Sungguh?
Ada kembang api. Kami yang buat lagu dan semuanya.
Aku belum menyerah, Ebenezer Scrooge.
Ayolah. Ayo pergi ke kota.
Ke kota? Aku akan terbentur lagi.
Diseret dari tiang ke tiang di tengah malam.
Teman-temanku, tolong. Aku ingin bersulang.
Teman-temanku, tolong…
Terima kasih.
Dia benar-benar anak bodoh.
Tak perlu berbisik.
Tak ada yang bisa mendengar atau melihatmu.
Mereka beruntung.
Angkat gelasmu dan minumlah demi kesehatan dan umur panjang pamanku,
Ebenezer Scrooge.
Tak seru.
Aku tahu.
Namun, aku suka Scrooge tua.
Tidak. Ayolah. Sungguh.
Kenapa?
Aku tak pernah bertemu Ibu, tapi Ayah sering membahasnya.
Tentang kebaikannya, kemurahan hatinya.
Sulit dipercaya bahwa wanita yang dia gambarkan
adalah adik perempuan pria tua itu.
Namun, adiknya adalah ibuku.
Dia dan pamanku tak terpisahkan.
Dia mencintainya tanpa syarat, ibuku begitu.
Jadi, dia tak mungkin jahat.
Aku harus percaya bahwa di suatu tempat di dalam diri tuanya nan menjijikkan,
ada pria yang ibuku sayang, berjuang untuk bisa keluar.
Aku ingin bertemu dengannya kelak.
Aku ingin bersulang juga untuk ibuku tercinta.
Saat aku datang ke dunia, Ibu pergi.
Untuk Natal yang tak pernah kita rasakan, Natal paling sedih dan tersingkat kita.
Harry, Sayangku, Harry yang manis,
jangan memikirkan kesedihan di masa lalu.
Atas mereka yang tak bisa
atau menolak bersama kita.
Sebaliknya, mari rayakan mereka yang hadir.
Setuju!
Semuanya, mari kita hargai masa lalu dengan merayakan keberadaan kita.
Untuk kebersamaan. Untuk Natal.
- Untuk persahabatan. - Setuju!
- Untuk persahabatan. - Untuk persahabatan.
Astaga, kita mau ke mana?
Kupersembahkan rumah indah milik Robert Cratchit Esquire.
Dia berutang lingkungan kemewahan ini pada kemurahan hati majikannya.
Aku tak pernah tahu Cratchit punya banyak anak.
Tidak? Pernah bertanya?
Nektar murni. Ramuan yang cocok untuk Bapa Natal.
Isiannya sudah siap, Ayah.
- Dagingnya siap. - Dagingnya siap.
Kerja bagus, Sayang.
Angsa panggang dengan isian sage dan bawang bombai ala Cratchit.
Hidangan adiboga legendaris.
Hanya ada satu masalah.
Ayah tak yakin mengisi angsa dengan isian atau isian dengan angsa.
Ayolah, Sayang.
Ini Natal sederhana, tak bisa disangkal.
Namun, kita saling memiliki dan bersama.
Kita masih bisa merayakannya.
Bahkan, Ayah yakin ini akan jadi Natal Cratchit terbaik.
Hore!
Jangan bersulang lagi.
Bersulang untuk mereka yang kemurahan hatinya
memungkinkan pesta Natal mewah besok.
Pak Timothy dan Nona Katherine,
keluarga Cratchit yang menyanyikan lagu Natal.
Dan Pak Ebenezer Scrooge.
Scrooge?
Kau mau merusak Natal kita?
- Angsanya dibeli pakai uangnya. - Tidak, itu uangmu.
- Jika kau menyebut itu angsa. - Tapi dia membayarku.
Karena kau bekerja.
Ayolah, kau bekerja untuk uang itu.
Pak Scrooge bilang zaman sedang sulit, Sayang.
Zaman sulit. Bagi kita, bukan dia.
Bagaimanapun, makanan ini ada karena dia dan kita harus bersulang untuknya.
Setuju!
Uangnya memang dari dia.
Aku ingin memberinya sesuatu untuk dimakan.
Dia akan sakit perut sepanjang Januari.
Anak-anak, mari bersulang untuk Ayah.
Untuk cinta dan kebahagiaan yang dia bawa.
Dan untuk Tim Kecil kita, untuk kesehatannya.
Demi ayahmu tersayang, Ibu bahkan akan bersulang
demi Pak Scrooge yang kikir itu.
Panjang umur untuknya dan kita semua.
Selamat Natal untuk kita semua.
- Selamat Natal! - Tuhan memberkati kita.
Tuhan memberkati semua orang.
Selamat Natal!
Kurasa Bob Cratchit sangat menyukaiku.
Begitu pun istrinya. Bukan begitu?
Dan kini, ke klimaks musikal kemenangan dari perayaan ini.
Pak Timothy, Nona Katherine, maukah berbaik hati?
- Tidak. - Bernyanyilah!
- Ayo. Bernyanyilah! - Bernyanyilah!
Ini memalukan.
Bernyanyilah!
Aku mau asalkan Kathy mau.
Di hari yang indah yang aku impikan
Ada dunia yang ingin kulihat
Itu adalah tempat yang indah Di mana matahari terbit
Dan bersinar di langit untukku
Di hari yang indah ini yang aku impikan
Tidak ada tempat yang aku lebih suka
Di pagi musim dingin yang indah ini
Jika keinginanku bisa menjadi kenyataan
Maka hari indah yang aku impikan
Akan ada di sini
Dan sekarang
Timmy.
Bernapaslah.
Pelan-pelan. Bagus.
Perlahan.
Putra Bob, Tim.
Bagaimana nasibnya?
Masa Depan adalah misteri bagiku dan juga bagimu.
Aku cuma bisa tunjukkan masa kini.
Apa yang akan terjadi jika kau tak berubah?
Itu akan segera terungkap oleh orang lain.
Maaf.
Dengar, tak ada rahasia besar untuk semua ini.
Cukup melakukan yang terbaik dengan waktu yang kau punya.
Namun, sebaiknya kau segera mulai.
Karena sebelum kau menyadarinya, semua waktu yang kau pikir miliki
akan habis.
Yang ketiga, pukul 03.00.
Yah,
selamat tinggal, Ebenezer Scroo…
Apa kau lihat itu?
Aku…
Kita tak lagi berada di Masa Kini.
Ini Masa Depan.
Ini yang akan datang.
Kau masih di sana, Raksasa?
Pria berjubah hijau? Menyukai hidup dan sebagainya?
Tidak.
Kau sangat berbeda.
Kau tak bicara?
Rekan-rekanmu sangat suka bicara.
Lebih dari yang kuinginkan.
Jadi, kau yang akan menunjukkan apa yang menantiku jika aku tak berubah.
Benar?
Jadi, aku harus berubah?
Kenapa? Katakan.
Aku menjalani hidupku sebaik mungkin.
Aku berbuat salah, tapi siapa yang tidak?
Apa mereka yang ditunjukkan malam ini tak berbuat salah?
Cuma aku yang bisa mengubah hidupku?
Mengubah hidup orang lain?
Bagaimana?
Benarkah?
Katakan!
Baiklah.
Tunjukkan.
Tunjukkan masa depan suram akibat kejahatanku.
Ya, tak ada yang bisa melihat atau mendengarku, aku tahu.
Hadirin Sekalian.
Selamat pagi di hari Natal nan menggembirakan ini.
Kita berkumpul kelompok, dipersatukan oleh ikatan bersama.
Yaitu, rasa terima kasih kita
kepada Pak Ebenezer Scrooge.
Aku kenal dia.
Jenkins. Berutang 25… Tidak, 50 paun.
Harus kuakui dia tampak bahagia untuk yang berutang banyak.
Bahkan, sebagian besar rakyat ini berutang padaku.
Sementara kita semua amat tersentuh,
kita yang diberi pinjaman olehnya selama bertahun-tahun,
berterima kasih atas apa yang dia lakukan untuk kita hari ini.
Apa yang kulakukan? Tentu utang mereka tak diampuni.
Seperti kata pendahulumu,
kau menunjukkan yang akan terjadi jika aku tak berubah.
Aku tak berubah, tapi aku dirayakan.
Memang begitu.
Orang-orang ini akhirnya sadar. Itu dia.
Tampaknya cobaan berat yang kuhadapi
telah membuang-buang waktuku dan waktumu, Teman Pendiam-ku.
Tak apa, semua berakhir baik, seperti kata mereka.
Karena dia teman yang baik Dan menyenangkan
Benar, Prudence. Mereka bersorak untukku.
Ya.
Karena aku teman yang baik dan menyenangkan
Hadirin Sekalian.
Atas nama semua orang yang berkumpul di sini hari ini
Aku hanya ingin bilang, jika boleh
Bahwa sikap bulat kita ini
adalah salah satu rasa terima kasih abadi atas apa yang telah dilakukan teman kit
Karena itu
Aku hanya ingin mengatakan
Terima kasih banyak
Itu hal terindah Yang pernah dilakukan siapa pun untukku
Bicaraku mungkin sulit dimengerti Tapi seperti itulah saat aku senang
Seolah-olah perang yang kalah Dimenangkan untukku
Jika aku punya bendera Akan kugantung benderaku
Untuk menambahkan Sentuhan kemenangan akhir
Tapi karena aku tak bawa benderaku Aku hanya perlu mengatakan
Terima kasih banyak
Terima kasih banyak
Terima kasih banyak
Itu hal terindah Yang pernah dilakukan orang lain untukku
Tidak setiap hari nasib baik menghampirimu
Tak pernah terpikir Masa depan akan menyenangkan
Dan jika aku punya terompet aku akan meniupnya
Untuk mengatakan misalnya, apa kabar ayahmu?
Tapi karena aku tak bawa terompetku Aku hanya perlu mengatakan
Terima kasih banyak
Karena dia teman yang baik dan menyenangkan
Karena dia teman yang baik Dan menyenangkan
Dan begitulah kata kami
Dan jika aku punya drum Aku harus membunyikannya
Untuk menambahkan sentuhan mengejutkan
Tapi karena aku tak bawa drumku Aku hanya perlu berkata
Terima kasih banyak
Karena dia teman yang baik Dan menyenangkan
Terima kasih banyak
Ya, memang.
Ini jauh lebih bisa diterima dari yang pendahulumu tunjukkan.
Lalu, berikutnya apa?
Tim Kecil.
Tidak.
Cratchit, zaman sulit dan beban keuanganku cukup besar.
Pak, ini Malam Natal.
Cratchit, kau hanya menggangguku.
Haruskah kutambah dengan membayar biaya perawatan seluruh keluargamu?
Ayah harus pergi, Nak.
Ayah janji pada Ibu akan bantu siapkan malam Natal,
tapi Ayah akan datang lagi besok. Di waktu yang sama.
Tim sayang.
Ayolah, Ayah.
Sampai besok. Selamat tidur, Sayang. Mimpi indah.
Aku…
Aku bisa berbuat lebih.
Aku bisa melakukan sesuatu.
Tim Kecil yang malang.
Kawan, kau telah menunjukkan Natal yang akan datang
yang mencampurkan kegembiraan besar dengan kesedihan yang lebih besar.
Katakan, apa ini yang akan terjadi
atau apa yang mungkin terjadi?
Jika aku berubah,
apa semua ini masih akan terjadi?
Di sini.
- Tuan-tuan, kumohon. - Maaf, Pastor. Hukum tabur tuai.
Bukankah itu yang ditulis di Alkitab?
Aku tak menunggu pelayat. Tak ada yang bersedih.
Tak ada yang mau mengantarnya.
Selamat Natal.
Dan terima kasih banyak.
Ayolah. Tanah menjadi tanah, abu menjadi abu, debu menjadi debu.
Scrooge…
Tidak.
Tidak.
Ampuni aku.
Biarkan aku kembali.
Aku tak akan menjadi orang ini,
yang kematiannya dirayakan.
Kenapa tunjukkan ini jika aku tak diberi kesempatan?
Benarkah? Sungguh?
Jika aku di luar keselamatan, maka biarlah terjadi.
Namun, tolong, anak itu tak perlu mati.
Tidak di saat aku bisa membantunya.
Aku mohon, ampuni aku untuk alasan ini jika tak ada yang lain.
Aku bersumpah untuk menghormati Natal dan menjaganya di hati sepanjang tahun.
Aku akan belajar dari Masa Lalu, hidup hanya di Masa Kini
dan berjuang demi Masa Depan yang lebih baik.
Untuk semua.
Katakan aku mungkin bisa menyelamatkan anak itu.
Katakan aku mungkin bisa memutuskan rantai ini.
Kumohon.
Kumohon, katakan!
Tidak!
Tidak!
Keinginanmu di hari Natal…
Selamat tinggal…
Di hari indah yang kuimpikan…
Tidak! Kumohon, jangan!
Tidak!
Ampuni aku!
Kumohon.
Prudence?
Prudence!
Aku di kamarku.
Ini Prudence.
Apa aku hanya bermimpi?
- Kau! - Ya?
Kubilang, ini hari apa, Kawan?
Selasa, kurasa.
Tidak.
Apa ini hari Natal?
Ya, tentu saja.
Kadang orang berbeda, tapi tak apa.
Ini Natal, Prudence.
Ini Natal dan aku hidup!
Tunggu, pukul berapa sekarang?
DEMI KEBAHAGIAAN KITA
Aku senang Isabel berbahagia.
Mungkin…
Mungkin belum terlambat untuk mendapatkan kebahagiaanku.
Sudah. Aku bersumpah. Aku bilang…
Halo!
Apa?
Ada apa? Kami tak berbuat apa-apa, Pak Scrooge.
Memang belum.
Aku punya tugas untuk kalian. Kubayar dengan harga menarik.
Tugas?
Terima kasih, Prudence. Anjing pintar.
Hati-hati, ya.
Pak Scrooge.
Hampir selesai.
Luar biasa.
Kalian anak-anak yang luar biasa.
Dan, maaf bertanya lagi,
tapi yakin sudah dapat semua yang di daftar?
Ya, Pak.
Tukang daging dan tukang roti mengira aku bercanda.
Lalu, kuberi mereka cek. Mereka akan segera tiba.
Hebat. Dan kau mengirim undangan? Semuanya?
Tentu saja.
Tak ada jaminan mereka akan datang. Itu undangan mendadak.
Cukup. Kau wanita muda yang pintar, ya?
Seperti yang dijanjikan, koin emas untuk kalian.
Karena ini Natal, ini tak kupotong.
Itu baru semangat! Kalian ikut makan malam, 'kan?
Ikut, 'kan?
Hore!
Ambil sendiri hadiah kalian.
Hore!
- Ayo… - Aku dapat yang terbesar.
Siap, Prudence?
Aku akan mulai lagi
Akan kubangun hidupku
Aku akan hidup untuk tahu
Bahwa telah kujalani hidupku
Akan kumulai hari ini
Membuang masa lalu
Dan masa depan yang kubangun
Akan jadi sesuatu
Yang akan selamanya
- Ini dia. Cukup nyaman, Ethel? - Ya, terima kasih, Pak Scrooge.
Bagus.
Tolong panggil aku Ebenezer.
- Ada apa di dalamnya? - Tom, utangmu dihapuskan.
TUTUP PERMANEN
Selamat Natal, Kawan.
Dan berikan salam untuk ibumu, ya?
Terima kasih banyak.
- Ya ampun! - Ya ampun!
1.000 paun untuk dana kalian. Ini dan setiap Natal berikutnya.
- Murah hati sekali. - Murah hati sekali.
Itu boneka di foto ibuku. Paman, aku tak bisa menerima ini.
Harus.
Ini hadiah dari orang tua bodoh yang tak pernah rayakan Natal bersama.
Paman.
Terima kasih.
- Rekan bisnis? - Ya, Bob. Jika kau mau menerimaku.
Mari bangun masa depan yang lebih cerah untuk Cratchit.
- Bagaimana? - Aku mau!
Diberkatilah kau, Pak Scrooge.
SCROOGE DAN CRATCHIT SIMPAN & PINJAM
Aku akan memulai yang baru
Aku akan menebus kesalahanku
Dan akan kupastikan ceritanya berakhir
Sesuai seperti harapan Dengan amin yang kuat
Dan aku akan berterima kasih pada dunia dan mengingat kapan
Aku bisa
Memulai
Lagi
Tuhan memberkati kita, Semuanya!
MENGENANG LESLIE BRICUSSE
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.