All language subtitles for Lembayung_HD_Indonesian_Horror_Movie_Extended_Version-x9g7rsa

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese) Download
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Kita alamin itu memang tujuan adalah bawa rumput pergi.

Cuma ngeliat temen sendiri yang udah hampir gak bernyawa itu sih yang paling

bikin takut.

Ya, ditetapkan boleh.

Didorong. Ya.

Atur nafasnya, Bu.

Tarik.

Tepang. Iya.

Sebentar lagi, Bu. Iya. Terus. Ibu bisa.

Ibu bisa.

Terus. Lagi, Bu. Ya.

Bagus. Terus, Bu. Nafasnya jangan lupa, Ibu. Terus.

Iya.

Terus.

Alhamdulillah.

Ibu.

Langsung ke dekat ibu bayar.

Biar merasakan detak jantung ibunya.

Mandri.

Mandri. Mandri, kenapa?

Udah masalah.

Kenapa?

Udah dilihat mata kamu.

Pasti ada yang kamu pikirin.

Terima kasih.

Kamu memang teman baik aku.

Pak Lelo, Lelo, Lelo, Leko.

Pak Lelo, Lelo, Lelo, Leko.

Harus bilang.

Coba latihan. Tarik nafas.

Lepas. Nah, gitu ya.

Gitu. Jadi itu.

Apa sih?

Ada apa sih?

Ada apa sih?

Kecua. Dari tadi cuman kecua doang.

Rangu kecuanya gede banget.

Saya itu wanita sensitif, Bu. Kalau lihat yang gede, gimana gitu?

Relax, relax, relax.

Ibu relax ya.

Napasnya tarik.

Pas, Ibu kan mau ngelahirin.

Ibu ngelahirinnya di 1, 2, 3, 4.

Saya itu bukan bidan, Bu. Tapi saya jago kalau buat bantu -bantu ngelahirin.

Saya panggilin dulu ya dokter country -nya ya.

Terima kasih

telah

menonton

Kamu kenapa, Rum?

Pelan -pelan, pelan -pelan.

Mual.

Masih jauh, Pik.

Harusnya udah deket, sih.

Udah gak jaman, Telolet.

Eh, ini diuruskan.

Biar ketok. Nah, ini kamu juga diberesin, dok. Permisi, pak.

Ini digeser. Digeser ke sana.

Pak,

dokter tetonya ada?

Kami yang mau PKL di sini dari Akademi Perawat Mahakarya. Kan saya sudah

Ganti sama yang baru.

Pak.

Kami yang mau PKL di sini.

Dari kampus mana?

Kami dari Akademi Perawat Mahakarya, Pak.

Jangan panggil, Pak, tuh.

Mas. Mas Heru.

Eh, nih.

Kalian yang bakal PKL di sini.

Sian.

Saya, Pika, ini, Arum, kami... Bukannya saya udah ngomong sama Dr. Teto ya?

Kalau yang PKL di sini harusnya laki -laki aja.

Nggak ngerti saya, Pak.

Tidak.

Iya, dok.

Nanti biar saya sendiri ngomong langsung sama dokter Teto. Biarkan bisa segera

dipulangin.

Pulang? Ini siapin asrama buat mereka berdua, ya.

Sementara aja.

Ini gimana sih?

Baik, dok.

Sementara.

Eh, ayo.

Silakan.

Ayo, ayo, ayo.

Ini siapa?

Harumi. Oh, Harumi.

Pika. Pika.

Dokter di sini ada berapa, ya?

Oh, yang tadi itu dokter Ringo.

Dia itu dokter umum.

Ada itu dokter Peto. Dia spesialis gigi. Ada lagi dokter Diana.

Dia dokter kandungan.

Cuma tiga itu aja?

Kan udah lima tahun tadinya tutup.

Sekarang baru buka lagi surat. Dari dinikasnya baru aja keluar.

Ya, tapi tenang aja.

Semua dokter praktek yang disini ada. Terus ini.

Fasilitas kesehatannya lengkap.

Eh, kesana ini ya. Kesana ini.

Bu, kalau yang ini siapa?

Oh, itu dokter Bagas.

Yang punya rumah sakit ini.

Ayo mbak, sini mbak.

Ini, maaf ya. Lagi diberesin.

Karena lagi banyak perbaikan.

Nah, kita lewat sini nih.

Ini arah asrama.

Yuk. Oh iya, di belakang sini juga bekas ada pabrik gula, tapi udah lama gak

kepake. Persis di belakang sini. Mbak?

Iya, Bu. Sini, sini. Ih, beratakan banget ini.

Maaf ya, ini lagi berbaik. Iya, Bu.

Mbak, nanti kalau perlu spray baru, ya, perlu juga bantal,

flimut, nanti bilang sama saya.

Oh, iya.

Silahkan masuk.

Makasih, Bu.

Masih banyak kerjaan. Makasih, Ibu Ida.

Iya, iya, iya.

Eh, Rum.

Ini gimana nih kalau kita beneran dipulangin cuma gara -gara kita bukan

-laki?

Lagi pula kan kita kesini juga karena rekomendasinya Pak Arief.

Gimana ya?

Kamu mau telepon Pak Arief aja.

Siapa tahu Pak Ariefnya bisa bantu.

Telepon Pak Arief ya?

Yaudah deh, aku naro tat kalian telepon. Ya? Iya.

Aku minum.

Ini aku bawa. Ada sama aku.

Aku beli langsung dari apoteknya, Dim. Gak mungkin dong palsu.

Eh, Rum. Ini katanya Pak Arief. Dia bakal ngomong langsung ke dokter Teto.

Rum, kamu lagi dapet?

Itu nembus.

Bawa pemelet nggak? Aku punya pemelet sih kalau kamu mau.

Bawa, aku bawa kopi.

Terima kasih.

Kamu ngapain di sini?

Di sini rusak.

Nggak bisa dipaku.

Udah sini, Bu.

Aku tunjukin di kamar madi yang lain.

Maaf, Bu.

Saya sudah bicara dengan dosen pemimpin kalian.

Memang kita lagi banyak sekali membutuhkan bantuan karena kondisi

dalam renovasi.

Saya pun paham.

Kenapa dokter inggo tuju mas.

Tapi.

Kalian. Tetap boleh pegail disini.

Saya pun juga tidak akan menyangkal.

Kalau tempat ini.

Memang butuh sekali banyak bantuan.

Dan kalaupun ada orang yang memang mau membantu.

Saya pasti terima.

Terima kasih, dok.

Ya.

Hei.

Aku cek pala sebentar ya.

Diam.

Yuk.

Itu mantan istrinya.

Ya walaupun sepertinya mereka masih berhubungan baik.

Dokter juga loh.

Oh iya?

Psikiater.

Malah dia punya praktek sendiri.

Kalau

misalkan

masih ada warga yang sakit.

Itu langsung diarahkan ke klinik Lembayung.

Sekarang sudah beroperasi kembali, sudah bisa menerima BPJS.

Ya dok, sebelumnya hal itu sudah saya arahkan ke warga.

Tapi dokter kan tahu sendiri, warga itu pada tahapnya. Karena masalah penduduk

diri yang lalu.

Mengenai rumor itu tidak usah dipikirkan PRD.

Lagipula kejadiannya kan sudah lama.

Sekarang klinik sedang direnovasi dan pastinya akan lebih bagus nantinya.

disampaikan ke warga. Nanti coba kita sampaikan ke warga lagi ya dok ya.

Oke, terima kasih banyak ya. Sama -sama.

Saya pamit, hari. Amin.

Dokter Ingo. Ya.

Saya ada urusan sebentar ke kota.

Tadi anak -anak PKL berangkat sama saya.

Saya titip dokter Ingo untuk pulang ke asrama ya.

Baik dok.

Bisa.

Sambal setinggu ya.

Tarung, Dika.

Iya, dok.

Mari. Mari, dok. Ya.

Kalian gak sama, kan?

Dok, saya izin.

Udah dijanji sama orang.

Saya pulangnya sendiri aja.

Duluan, pik.

Kenapa, Rum?

Kamu gak kangen sama aku?

Kangen.

Steve, ini mas.

Aku kan serius sama kamu, Rom.

Kita kesini cuma buat auto.

Gimana gini cara ini, Rom?

Gimana? Kita pernah ngelakuin ini sebelumnya, apa kiranya sekarang?

Kita pernah ngelakuin itu cuma sekali.

Itu juga karena aku, Rom.

Ingat siapa yang kasih aku minum.

Lihat. Sekarang laki -laki.

Rom, aku kan serius sama kamu. Dan aku mau tanggung jawab.

Kamu kan siap.

Kalau kamu siap, harusnya kamu ada buat aku.

Kamu gak suruh aku minum pilih itu.

Kemarin aku gugurin kemuan aku sendiri. Kamu kemana?

Kamu gak tau mau apa bener.

Karena semua harus ikutin kemauan kamu.

Rum.

Terima kasih.

Rum.

Ru. Ming.

Tini.

Itu kapan ruangan hidroterapi mau dibersihkan?

Oh. Saya minta semuanya dirapikan.

Interiornya dicopot. Dibersihkan semuanya. Supaya ruangannya bisa dialih

fungsikan untuk ruangan lain. Siap. Oke?

Baik.

Tolong, Pak.

Kok Pak lagi?

Mas dong Mas He Ru Iya mas

Jangan kerja maghrib -maghrib

Orai lo

Terima kasih.

Ini, kalau misalkan mau diganti.

Sama kalau misalkan rasa biosa sudah mulai hilang, pencilnya bisa langsung

diminum.

Untuk saya kembali lagi kapan, dok? Minggu depan, tadi saya bilang.

Terima kasih, dok. Ya.

Nanti di jalan, ya.

Terima kasih.

Ya.

Saya dari mana?

Maaf, dok. Saya tadi dari toilet.

Oh.

Saya masih ada pasien, dong.

Aro.

Ya, dok.

Masih masih ada pasien?

Yang tadi yang terakhir, dok.

Dari yang daftar lain.

Kamu gak apa -apa?

Gak apa -apa, dok.

Praktek saya masih setengah jam lagi.

Kalau misalkan ada pasien, kaburin saya.

Saya seru banget menitrasi.

Ya?

Gimana? Baik.

Dokter tuh.

Kayaknya dia beda ya sama dokter gue.

Kayaknya sih.

Bikin kelakuan apa kamu hari ini?

Lebih ramah gitu?

Dokter, terima kasih lagi.

Enggak, entar di trajer.

Trajer.

Sudah daftar?

Tanya.

Mbak.

Rum.

Aku lapor dulu ya.

Tahun namanya biar saya cek di pendaftaran.

Saya bersenya.

Wow!

Kamu kenapa?

Kamu kenapa?

Pasien.

Pasien tadi.

Pasien?

Eh, dok.

Maaf tadi, JCC mati tapi udah tak nyalain, dok.

Pak, merinding aku ini, Pak.

Alah, uang lana kok jerih.

Pak, ini perjalanan kita mulai dari sini.

Kamu ini... Nah itu tuh, gua palu.

Pak,

Pak.

Malah ketawa -ketawa, Mas.

Ini beneran, Mas.

Ini bukan main -main, Mas. Ini sudah tanda -tanda, Mas.

Kalau mau ngancurin ini semua, harus pakai ritual, Mas.

Ritual? Ritual apa?

Terserah, Mas Heru.

Pokoknya aku nggak mau ikut -ikutan, Mas. Kalau mau lanjutin, lanjutin, Mas.

mau selamat, Mas.

Halo?

Iya, iya.

Waduh?

Kita jemput.

Tapi sabar ya, agak jauh soalnya.

Iya, sabarnya.

Sumpah.

Hai Loro wedok ayu -ayu tapi gokongnya

tepas hahaha ya wisat lewat mulai ah hai

hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai hai

hai hai hai hai

Tunggu! Tunggu!

Tunggu!

Terima kasih.

Jangan kerja maghrib -maghrib.

Orai loh.

Loom... Kamu kenapa?

Kok tiba -tiba pergi?

Loom... Kamu kenapa?

Aku biasa bersalah tapi...

Enggak salah kenapa.

Malam sebelum Pak Heru meninggal, dia sempat

pegang bantet aku, Beg. Lanjut lagi.

Ya jangan pakai celana pendek, dong.

Pak Heru pegang bantet kamu.

Kok kamu gak cerita sama aku, Rums?

Semuanya enggak.

Aku yang pengen dirimu, enggak?

Aku, Bet.

Sekarang dirimu, enggak?

Mesti paruh, mesti paruh.

Atau kita pindah ke... Kamu temudinu?

Waw.

Mas, uang hidroterapi itu belum hanya dibenerin.

Ngapain?

Ngumet aku, dok.

Mesin rumput gak bisa hidup. Jenset mati.

Terus dokter itu juga nyuruh uang hidroterapi suruh dibongkar.

Buk nyuruh yang lain aja, mas.

Kan buktinya udah jelas.

Tukang pada sakit.

Mas Heru meninggal.

Tapi nanti kalau kita kenapa -napa, Mas?

Uwes, uwes, loh.

Aku udah ngomong sama tukang. Cuman tukang gak ada yang mau ke situ lagi.

apa lagi buat ngebongkar.

Gak.

Mendingan ruangannya tak tutup aja, yuk.

Yang penting gak kelihatan.

Dah.

Dah.

Jangan bercanda dah.

Dah?

Selamat malam dokter tantri.

Kok tuh ini kaya?

Ya tau toh. Yang suka pake bagiak di klinik ini kan cuma dokter tantri.

Terima kasih.

Terima kasih.

Pak, tolong Pak.

Tolong ya, Pak.

Pak.

Jangan lupa Pak Almar.

Masalah Almar, kan aku gak mungkin lupa.

Pergi ya.

Assalamualaikum. Waalaikumsalam.

Maafin aku, Da.

Aku bertahan demi duitnya, Da.

Demi Ibu.

Da, aku mau cerita.

Dah.

Itu.

Dah.

Terima kasih

telah

menonton. Aku mau berhenti aja.

Sebentar.

Beruk lurung.

Terus ini kamu.

Kamu maunya gimana?

Berhenti, Pink.

Aku mau pulang.

Pulang aja, Pink.

Coba.

Tahan ya.

Sebentar aja.

Aku gak bisa ngecewain orangtuaku lagi Rom.

Aku harus mulus. Aku harus bantu ibuku. Aku juga bingung Rom kalau kayak gini.

Atau gini aja.

Kalau memang kamu gak tahan.

Tidak apa -apa.

Lanjut sendiri saja.

Arom.

Arom.

Arom, bangun, Arom.

Kamu ingat pasal ini, polisi?

Dia yang mimpiin aku.

Tadi aku lihat dia.

Terangkan.

Lidahnya panjang.

Lidahnya panjang.

Lidahnya panjang.

Tidak.

Tidak.

Tidak. Tidak.

Terima kasih telah menonton.

Paman bimbing tinggal.

Ada gak yang Bu Ida belum ceritain sama saya?

Kalau Bu Ida gak jujur sama saya, saya gak bisa jamin keselamatan Bu Ida.

Assalamualaikum Bu Ida.

Waalaikumsalam.

Saya turut berduka cita ya, Bu, atas kepergiannya Pak Moming.

Bu Ida diancam sama dokter Ingo.

Sebenarnya ada apa sih, Bu, sama tempat ini?

Mulai dari kematian Pak Heru, sekarang kematiannya Pak Moming,

itu semua aneh, Bu.

Seharusnya kan Pak Bagas yang bertanggung jawab atas semua ini, Bu.

Kemana Pak Bagas, Bu?

Pak Bagas... Iya, harusnya

dia yang bertanggung jawab.

Fasilitas kesehatannya lengkap.

Kalau kamu gak cerita.

Aku juga gak bisa apa -apa.

Aku dilecehin di klinik.

Kamu.

Dilecehkan di klinik.

Terus.

Tadi.

Kamu cerita sama Dimas.

Dia bilang apa?

Orang.

Dia bilang aku merohan.

Semirian aja mbak.

Emangnya mbak mau kemana?

Mau Buddha.

Yaudah, saya antar ya.

Kasian udah malam gini, banyak sendirian.

Mbak mau pulang ke arah mana?

Ke sana.

Jadi, siapa yang melecehkan kamu, Rok?

Assalamualaikum. Iya, Tante.

Ada apa ya?

Dimas.

Dimas. Ada apa sama Dimas, Sandra?

Benar, ini jalanan ke rumah kamu.

Pemandangan ke rumah kamu indah ya.

Masih jauh.

Dimas yang bilang sama ibu, kalau Dimas mau ketemu temannya yang lagi PKL di

kilit lembah ibu.

ibu pikir pasti dimasukin ke kamu

ibu

pikir pasti dimasukin ke

kamu

Iya, Tante.

Kok ibunya terima telepon kamu?

Kenapa ada hubungan sama Diman?

Kenapa jalan sama Diman?

Rum.

Rum.

Rom. Kamu dari mana, Rom?

Kamu mau ke mana?

Berhenti, Pekal.

Aku udah kasih surat sama Durang ini.

Rom, tapi kita kan... Masih bisa ngomong kita, Pek.

Dari kemarin, semua kemauan kamu untuk tetap Pekal di sini aku ikutin.

Capek!

Lagian kenapa masih mau pegang sama aku?

Biar ketemu Dima.

Biar bisa ngobrol lagi sama Dima.

Biar bisa balikan sama Dima.

Kalau emang kayaknya gak apa -apa.

Ambil Dimasnya.

Rom.

Dengerin aku dulu, Rom.

Demi Allah, aku gak ada niatan kayak gitu. Gak usah bohongan sama Tuhan.

Rom.

Rom, tunggu.

Tunggu, Rom.

Pernah ngapain aja sama Dimas?

Pernah disuruh minum, dibikin mabok, terus ditidurin sampai hamil, tapi gak

tanggung jawab. Pernah disuruh abur si pernafis.

Jangan bilang... kamu dipaksa Dimas juga.

Rasul Cilopet.

Parung!

Alasan aku putus sama Dimas.

Karena aku gak mau dipaksa berhubungan badan sama dia, Rum.

Dan itu pun sebelum aku berhijab.

Hijab kamu dipakainya untuk rotot -rotot pindah tanganmu, kan?

Rum.

Dok.

Iya.

Kenapa?

Bagaimana keadaan Arum?

Arum pun isinya bayi.

Cuman masih belum sadar aja, Bika.

Saya sebelum ini sudah sempat membaca surat pengunduran dirinya, Arum.

Dari awal kan saya bilang sama kalian.

Saya tidak memaksa.

Kalau memang tidak nyaman, tidak betah, itu pilihan masing -masing.

Keputusannya seperti apa?

Kamu sendiri bagaimana?

Masih betah PKL di sini, kan?

Saya beraktif dulu ya.

Dok.

Sebenarnya ada sesuatu yang mau saya tanyakan ke dokter.

Ya.

Foto di depan, yang Bu Gida bilang itu Pak Baga, apa benar

dia pemilik Lembayung?

Kamu kenapa tanya itu?

Ya.

Karena setiap ada peristiwa... Pak Bagas itu gak pernah hadir.

Harusnya kan itu tugas Pak Bagas. Sebagai pemilik Lembayung.

Pemilik klinik Lembayung.

Itu saya.

Bukan Pak Bagas.

Maksud... Ya, saya jelasin.

Saya jelasin.

Ini.

Kenapa saya pasang foto Pak Bagas di situ?

Karena saya ingin melihat perilaku karyawan -karyawan saya.

Karena dulu, sebelum klinik ini sempat ditutup, saya sering sekali melihat

pegawai -pegawai saya, bahkan dokter, yang perilakunya itu saya lakukan.

Saya nggak mau kejadian itu terluang lagi.

Oke, saya melakukan itu.

Lalu Pak Bagas itu siapa, dok? Pak Bagas adalah supir pribadi keluarga saya.

Udah pensiun tapi.

Saya juga sudah minta izin sama Pak Baga.

Supaya fotonya bisa saya pajang di depan klinik.

Dan Pak Baga sangat mengerti.

Sekarang kamu mengerti maksud saya?

Saya praktek ya.

Mari.

Bu Ida?

Bu Ida mau kemana?

Saya mau pulang kampung, Mbak.

Suami saya sudah meninggal.

Buat apa lagi saya di sini?

Bu Ida?

Saya dititipkan sama pihak kepolisian dan klinik untuk menyerahkan

barang Pak Muming ke Bu Ida.

Kalau aku susah minta maaf ke kamu, aku ngomongnya lewat tiontin ini ya, kamu

baca.

Saya pamit, Mbak.

Pagi dok.

Pagi dok.

Pagi pak.

Ini dok, kemarin vitamin D yang dokternya siapin, saya cari 4 lain gak

Oh, bapaknya kemarin akhirnya ada banget? Iya.

Vitamin D yang 1000 IU, ini sih harusnya kalau yang...

600 iu sih ada.

Ntar buat ikut saya.

Hai, sayang. Aduh, maaf, maaf.

Maaf, dok.

Lari, lari.

Lu mau ketemu saya?

Enggak, dok. Saya lagi mau ke dokter kandungan. Tunggu suami saya.

Oke. Maaf ya, dok. Gak apa -apa.

Ya, ambil aku.

Bapak.

Kamu kenapa?

Dok, bangun, dok. Bangun, saya ini dokter Inggoy. Bika, Bika, tenang.

diri dulu, tenangin. Ya.

Tenang.

Biar ngomongnya jelas.

Kenapa?

Ini punya dokter Ingo, dok. Dia... Kamu lain ngambil barangnya dokter Ingo.

Dok, saya dalam bahaya, dok.

Hey, hey.

Oh,

percaya sama saya, dok.

Percaya sama saya.

Saya, saya curiga sama dokter Ringo, dok.

Saya ngerasa dokter Ringo ada hubungannya

dengan dokter tantri.

Dokter yang meninggal lima tahun lalu karena bunuh diri, dok.

Di situ buktinya.

Tantri.

Sudah lama saya tidak mendengar nama itu disebut orang lain.

Rasanya seperti dia masih ada di sini.

Tantri adalah dokter kandungan yang ada di klinik Lembayu.

Sampai dia ditemukan tewas di ruang hidroterapi.

Jadi, rumor itu benar.

Makanya setelah itu klinik jadi tutup.

Karena nggak ada yang mau datang ke sana.

Tapi semenjak saya pulang dari luar negeri,

Saya mau coba untuk mengelola kembali.

Situasinya jadi membahayakan ini, Bika.

Kita harus segera pindahin Aro.

Supaya Rinku gak tahu keberadaan dia.

Makasih ya dok.

Terima kasih

telah

menonton.

Terima kasih.

Harum!

Dokter Ketol.

Tolong.

Ini soal harum.

Klinik sekarang dong.

Lihat.

Terus mati, mati, dia yang salah, dia yang salah Terus mati

Put...

Terima kasih

Saya akan bilang. Jangan bilang siapa -siapa.

Dok,

ini digandung, Pak.

Cepetan gua pasang keluar aja!

Kau...

Kamu enggak bapak?

Biar saya aja.

aku pake ruangannya buat bukurin kendungan aku

maaf itu penting kita

udah aman

Jangan pernah bilang siapa -siapa Dan jangan pernah mencoba keluar

dari klinik ini

Terima kasih.

Gak tau ya.

Jangan bilang siapa -siapa ya.

Tahu saya juga melakukan itu sama Arum.

Tahu gak?

Tahu gak? Jawa lah.

Sampai jumpa.

Terima kasih.

Tiga, dengan saya.

Tantri itu terangkan saya.

Tantri itu terangkan saya.

Dia meninggal dalam keadaan hamil.

Saya bukan ayah dari anak.

Saya udah curiga kalau orang dalam.

Habis saya gak berani ngomong apa -apa.

Saya tahu.

Saya tahu, tapi saya gak bisa cerita sama siapa -siapa.

Habis saya tahu.

Sekarang saya bawa polisi ke klinik ini.

Dan saya cukup pintar untuk tahu.

Saya cukup tahu semua langkah saya dan akhirnya saya kembali ke klinik.

Tantri.

Nanti dibunuh di ruang hidroterapi.

Dan dia menghantui kita.

Kita harus ngancurin ruangan itu.

Agar nanti tenang, dok.

Sudah.

Dokter, tidak!

Tidak! Tidak!

Terima kasih.

Ayolah. Ayolah. Ayolah.

Selamat malam.

Kenapa kalian ini suka bermain -main ya?

Sama seperti bapak.

Yang suka bermain -main sama

ibu.

Padahal ibu sedang sakit keras.

Harusnya dari dulu saya membawa.

Jadi ibu gak kesakitan.

Cepet itu.

Ngambil minum cukup lama banget. Dari kecil lelat.

Kamu...

Namanya juga takdir ya.

Mungkin.

Memang baru sekarang.

Saya disuruh untuk membunuh.

Temennya mana?

Ayo lari

Lari

Terima kasih.

Pika. Pika.

Harum.

Harum.

Harum.

Bukit tak.

Kenal sama.

Kamu terima kasih.

Terima kasih.

Kangen.

Kangen.

Terima kasih.

Terima kasih

Terima kasih.

Tunjukin itu semua ke aku Tantri.

Aku janji.

Semua.

Akan ngasih tenungan buat kamu.

Terima kasih.

Terima kasih.

Pelajaran sih mungkin dari sisi agama pasti ya.

Udah pasti kalau kita cerita dari sisi agama.

Cuma pelajaran paling penting yang kita bisa ambil adalah jangan pernah

ninggalin teman kamu walaupun dia dalam kondisi yang gak baik. Karena jujur kita

ngalamin ini kan berdua ya.

Kita tuh sempet nangis bareng. Kita sering mau nangis bareng sampai keluar

-kata.

Untung aku ngalamin ini gak sendirian.

Untung aku bareng sama kamu.

Aku cekpang sebentar ya

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.