All language subtitles for Goodbye.Mother.2019.VIETNAMESE.1080p.AMZN.WEB-DL.x264-Indonesian

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Aku tidak tahu kenapa lama sekali?

- Hei, itu dia bukan? - Mana?

Disana!

Yang pakai baju biru kotak-kotak?

- Benar! - Ya!

- Nau! - Sini, sayang!

- Sini! - Ayo pergi!

- Bibi Ngoc! - Nau!

- Bibi Ut! Kim! - Sepupu!

Dan... siapa ini?

Ini Ian... temanku.

Senang bertemu semuanya.

Halo. Kamu nunggu dijemput keluarga?

Tidak, Bibi Ut.

Ian ikut denganku.

Tidak apa-apa, mari kita bicara nanti.

Ayo ke mobil.

- Ada yang telepon Toan? - Sudah!

Ian sudah tinggal di Amerika sejak 15 tahun.

Nama Vietnam-nya adalah An.

An? Nama yang sangat menarik!

Apa yang kamu kerjakan?

Perawatan

Apa itu?

Dia baru lulus dari sekolah keperawatan.

Kamu seorang perawat?

Akhirnya kamu datang juga Van.

Ibumu sudah menunggu bertahun-tahun agar kau datang.

Keluarga kita kewalahan soal ini.

Mari kita bicarakan nanti.

Sopan sedikit, Kim.

Kami di rumah.

Cepat, pergi sapa nenekmu.

Ayo masuk rumah.

Bu!

Pelankan suaramu.

Khoi, bantu mereka.

Hei, Khoi.

Ibu

Bu!

Anakku.

Kamu siapa?

- Oh, aku... - Bu!

- Bu, aku pulang! - Nau!

Apa kabar? Bagaimana penerbangannya?

- Kamu lapar? - Sedikit.

Ini Ian, temanku.

Senang bertemu denganmu.

- Ayo ketemu nenekmu dulu. - Baik.

Bu!

Ibu, kemana kamu pergi?

Apa-apaan ini ?!

- Bu! - Nenek!

- Bu, lagi ?! - Nanti ibu jatuh!

Bu, tolong turun.

- Dasar kurang ajar! - Ya ampun, ya ampun!

Kemana saja kamu? Sudah lama sekali.

Kamu lebay. Tadi pagi kan ketemu.

- Kurang ajar! - Hati-hati, Bu!

Berani kamu melawanku?

- Tolong turun. Perlahan. - Itu berbahaya.

Sekarang!

Sudah cukup.

Ibu

Tolong turunlah.

Bang, nenek di pohon lagi.

Terimakasih bu.

Biar aku saja.

Perlahan. Hati-hati.

Hati-hati.

Duduk ya, Bu.

Ya ampun, ya ampun!

Tidak perlu.

Aku bisa turun sendiri.

Astaga!

- Astaga! - Perlahan, Bu.

Turun.

- Hati-hati. - Bantu dia.

Satu.

- Bantu dia. - Tunggu, perlahan.

Lima belas, lima belas. Lima belas!

Tahan!

Bu, lihat sini.

Kamu tahu itu siapa?

Dia datang jauh-jauh kesini untuk melihatmu.

Nenek. Ini aku - Nau.

Kenapa tidak ada yang bilang kita ada tamu?

Dia bukan tamu.

Dia cucu pertamamu, Nau.

Kamu tidak mengenali dia?

Tuh, ingat tidak sekarang?

Nau!

Kenapa lama sekali baru jenguk nenek?

Bu, itu teman Nau. Ini Nau.

Kamu salah.

Disini.

Ut, mana foto Nau yang biasa ibu bawa?

Ini dia.

Kamu selalu simpan di kantong.

Ini - apakah itu dia?

Itu dia.

Nau, Cu Nau!

Aku sangat merindukanmu!

Sangat...

Kenapa kau pergi lama sekali...

Aku cucunya yang ditinggalkan sekarang.

Aku bisa urus ini nanti, Bu.

Tidak masalah.

Selesai

- Bu, kamu baik-baik saja? - Apa?

Kenapa nafasmu berat sekali?

Aku habis lari-lari itu saja

Dengar, Bu.

Di umurmu ini, jangan kerja terlalu keras.

Sekarang kamu disini, aku pasti bisa istirahat.

Dengarkan aku. Pejabat distrik...

minta kita untuk serahkan tanahnya.

Aku sudah memikirkan semuanya.

Aku sudah konsultasi dengan biksu.

Kita akan gali sebelum peringatan kematian ayahmu...

dan simpan abunya dengan baik di rumah.

Baik.

Kalau butuh sesuatu, minta aku dan Ian.

Tidak banyak yang bisa dilakukan. Aku bisa urus.

Yang penting cucu pertamanya ada disini.

Kami tidak bisa melakukannya tanpamu.

Halo.

Begitu Nenek bangun, dia akan melupakan segalanya.

Dengarkan.

Van tidak mengatakan apa-apa tentangmu.

Itu sebabnya aku tidak mempersiapkan apa-apa.

Kenapa kamu tidak tidur disini saja?

Tidak apa-apa, aku bisa tidur di mana saja.

Kamu tidak harus menyiapkan apa pun, Bu.

Kamu baru balik dari Amerika, setidaknya ranjangmu bagus.

Baiklah, istirahatlah.

Terima kasih. Sampai jumpa.

Oh bu

Tunggu.

Kami punya sesuatu untukmu.

Ada disni, Ian?

Tidak, seharusnya ada di sini.

Jangan khawatir tentang itu.

Nanti bisa berikan padaku kalau sudah ketemu.

Istirahatlah, oke?

Tapi...

Nanti. Istirahat dulu.

Van.

Van.

Kamu sudah beritahu ibumu?

- Van! - Hah?

Kamu sudah beritahu dia?

Iya, aku ceritakan semuanya.

Astaga, kami baru saja pulang!

Kenapa tidak nanti saja?

Aku tidak siap.

Van!

Aku bercanda.

Aku tidak mengatakan apa-apa.

Aku yakin aku letakkan disini.

- Kakak. - Hah?

Dia anak yang menggemaskan.

Dia tinggal di luar negeri tetapi dia sangat membumi.

Dia dapat sponsor untuk pindah ke sana.

Sini, dia hanya punya saudara jauh di kota.

Wah, kamu sudah mencari latar belakangnya.

Tentu saja!

Aku jago soal hal ini.

Sudah masukan merica, Ut?

Ikannya terlihat enak.

Enak sih, tapi agak kecil.

Aku takut dengan tulangnya.

Apa yang kau takutkan, mereka bisa keluarin sendiri.

Wah.

Banyak sekali masakannya!

Hai sis.

Hei, kita bahkan belum mulai.

Aku menyimpannya untuk Khoi.

Sejak siang dia sudah keluar antar barang.

Silakan duduk, kalian berdua.

Ayo, duduk.

Paman, Bibi.

Dia bisa ambil nasi dari sana.

Baik.

Wah, sup ikan asam.

Kita udah agak lama tidak masak ini ya?

Kalian... tinggal bersama di Amerika?

Sesekali, teman Vietnam kita berkumpul dan masak.

Apa?

Disana ada sup asam dan ikan?

Iya!

Aku pikir...

disana tidak ada nasi.

- Ibu datang. - Ini Bu.

Astaga, tamu kita banyak ya. Bagus sekali!

Bagus bukan?

Kalian semua datang menjenguk aku ya?

Bu, ini kita.

Bu, ini. Tempat dudukmu.

Terima kasih nona

Hei, ini tempatku.

Milikku.

- Keluar. - Kim.

Bibi, aku telah duduk di sini.

Cukup, Kim. Duduk di sebelah ibumu.

Cepat.

Dasar keras kepala.

Sudah cukup - mari makan.

Mari makan.

Apa itu?

Astaga!

Kamu mabuk lagi.

Bangun.

Bangun!

Toan!

Angkat sepedanya untukku. Jangan hanya duduk di sana!

Pria di keluarga ini...

Tidak bisa percaya

Kamu dan ayahmu selalu membuatku pusing.

Astaga.

Tidak heran istri dan anakmu pergi.

Hai manis.

Jangan bergaul dengan pecandu alkohol itu.

Mereka tidak baik.

Kamu mau diatas atau dibawah?

Kamu mau tidur di ranjang atau di lantai?

Kamu pilih.

Ini kasurnya agak keras, kamu tidak terbiasa.

Tapi kalau kamu mau, hari ini aku bisa dibawah.

Kamu benar, ini keras.

Nau!

Nenekmu memaksa kamu tidur dengan dia.

Tapi... Nau yang mana?

Sekarang dia punya cucu kesayangan, sudah tidak butuh aku lagi.

♪ Ada kuning... ♪

♪ Ada bunga kuning di depan lorongku ♪

♪ Rumahku memiliki tembok tinggi yang tertutup tanaman rambat ♪

Ibu

Halo sayang.

Biarkan aku tidur denganmu malam ini.

Sejak kapan kamu punya tato itu?

Beberapa tahun yang lalu.

Ada banyak hal yang belum sempat aku ceritakan.

Apa kamu takut nanti aku amnesia seperti nenekmu...

kamu bikin tato itu agar aku ingat kamu?

Nau.

Aku pernah jadi istri sebentar...

dan menantu sepanjang waktu ini.

Untungnya dengan semua keluarga yang ada...

Aku tidak merasa terlalu kesepian.

Kamu lihat, nenekmu dan bibi Ut?

Mereka selalu ribut...

tetapi selalu saling membutuhkan.

Kamu tidak bosan kesepian terus?

♪ Apa yang kau sembunyikan dibalik mata itu? ♪

♪ Aku melihat seluruh dunia bersinar didalam ♪

♪ Apa yang kau sembunyikan dibalik mata itu? ♪

♪ Aku melihat sinar matahari pada senyummu ♪

♪ Banyak hal yang telah kita lalui ♪

♪ Aku merasa lebih kuat hanya dengan melihatmu ♪

♪ Dunia di luar sana berputar-putar ♪

♪ Selama kita bersama, katakan padaku bagaimana ♪

Kamu yakin bisa gendong aku?

Jangan meremehkan aku.

Hei.

Siapa yang dulu kamu bawa dengan motor ini?

Banyak.

Tempat ini banyak yang berubah.

Dulu ada rawa yang luas disitu.

Alang-alang yang tinggi.

Kami menghabiskan waktu sembunyi disini berjam-jam.

- Kita? - Ya.

Aku, Khoi...

dan anak-anak tetangga.

Dulu, waktu masih kecil, kamu dan Khoi cukup dekat?

Tentu saja.

Dulu kami pergi sekolah bersama...

dan saling melindungi dari anak-anak yang besar.

Cu Nau...

Cu Nau... Cu Nau...

Kenapa mereka memanggilmu begitu? Artinya kan "brown willy".

Disini mereka memanggil semua anak cu, tahu.

Tapi kenapa tidak warna lain?

Biru, merah, ungu, kuning...

-... tapi cokelat? - Apa yang kamu bicarakan?

Tapi kan bukan coklat.

Atau dulu coklat?

Gila kamu!

Sangat lembut.

Halus, bukan lembut.

Tentu, halus.

Kasurku empuk...

sementara tempat tidurmu keras.

Sang putri datangi.

Senyumlah, nek.

Gadis yang baik, gadis yang baik.

Ian, sini dan lihat keluargaku membuat keramik dari semen.

Mau coba? Cobalah!

Wah, kamu jago ya.

Bagus.

Bahkan lebih baik dari Nau.

Awas tanganmu.

Lihat aku.

Masakan apa itu?

Baunya sedap sekali.

Wah, harus kukatakan...

kalian sangat mengesankan.

Bahkan kamu tahu caranya masak?

Di sana kita hidup sendiri, harus melakukan semuanya sendiri.

Ini makanan Barat, Amerika, Ibu mungkin tidak bisa memakannya.

Biar aku ambilkan nasi untuknya.

Lezat.

Cucu-cucuku adalah koki yang luar biasa!

Ian.

Tunjukkan padaku cara makannya.

Sebenarnya, kita menggunakan garpu untuk ini.

Tapi mari makan sepert ini saja agar lebih bergaya Vietnam,

Putar, putar, putar.

Kenapa hambar sekali?

- Sedikit saus ikan bisa jadi enak. - Makan saja.

Sangat lezat.

Kamu sangat berbakat, Ian.

Minum pil?

Iya.

Lezat.

Sayang.

Waktu itu...

Aku lihat ada yang mencium keningmu.

Siapa itu?

- Apa? - Siapa itu?

Van.

Ada teman yang kembali denganku.

Karena di Amerika, teman bisa cium dan pelukan bebas.

Seperti ini.

Oh, begitu?

Aku akan mencium sayangku Nau.

Pegang ini.

Ini untukmu.

Simpan saja. Gunakan uangnya.

Tidak, kamu yang simpan. Aku tidak butuh.

Bodoh! Siapa yang tidak butuh uang?

Ambil!

Atau aku akan menghukummu. Ambil.

Lihat? Sini, lihat?

Menikahlah.

Cari istri dan buatkan aku cicit yang luar biasa.

Apapun yang tersisa, nenek pasti mewariskannya ke kamu.

Baik?

Baik?

Astaga, kau adalah cucu pertamaku!

Setelah kamu menikah...

semua tanah dan emas akan menjadi milikmu.

Baik?

Bu, sudah malam. Ayo tidur.

Ya.

Tolong aku.

Waktunya untuk tidur.

Kamu bisa nyanyi untukku?

Aku tidak bisa tidur tanpa nyanyianmu.

Aku suka suaramu.

- Kamu yakin akan tidur kalau aku nyanyi? - Pastinya.

Ian. Cepat.

Aku tidak tahan lagi.

Ian.

Van.

Apa yang akan kamu lakukan kalau punya banyak uang?

Aku mau jalan-jalan.

Keliling dunia!

Lalu?

Kalau ketemu tempat yang aku suka...

Aku mau menetap disana.

Benarkah?

Kamu tidak suka di Amerika?

Atau disini?

Bukannya aku tidak suka...

Kami hanya membayangkan saja.

Aku tidak memiliki banyak uang.

Aku merasa kamu akan dapat banyak uang.

Karena Nenek baru saja memberitahuku...

setelah kamu menikah...

memiliki anak-anak...

dia akan memberimu seluruh kekayaan.

Kamu benar-benar percaya apa yang dia katakan?

Ya.

Kapan kamu berencana untuk memberi tahu ibumu tentang kami?

Biar aku lihat kapan waktu yang tepat.

Jangan khawatir, Ibu akan mengerti.

Kalau aku gagal ujian, aku akan ke Saigon.

Hidungmu bagus sekali.

- Kim, ayo pergi. - Ya, Ayah.

Semoga berhasil ujiannya!

Semoga berhasil!

Di mana maskermu?

Halo? Ya, Tam?

Saat ini tidak ada yang bisa mengantar.

Apakah begitu?

Baiklah, biar aku lihat. Nanti aku kabari lagi, oke?

Ada apa, bu?

Mereka ingin pengiriman ini dipercepat...

tapi pamanmu dan Khoi sudah pergi.

Tidak masalah, aku yang urus ini.

- Aku bisa menyetir. - Apa?

Pelan-pelan nyetirnya.

Aku tidak terbiasa dengan jalan disini.

-Tidak masalah, pelan-pelan saja. - Oke.

Apa? Kenapa 52 juta?

Termasuk pengiriman terakhir.

Gini, waktu kemarin aku sudah bayar Khoi.

Apa?

Dia bilang kamu butuh uang tunai.

Jadi aku berikan semua padanya.

- Astaga. - Sini.

Ini di sini.

Bahkan ada tanda tangannya.

Aku paham.

Aku sangat menyesal.

Lalu...

Hanya pengiriman kali ini.

Baik. Berapa kiriman ini?

Ayah, angkanya benar.

Van, ayo sapa Paman Tam.

- Hai paman. - Nau, kamu baru saja kembali?

Iya.

Kamu bawa cewek untuk dikenalin ke ibumu?

Jadi...

Tidak ada wanita.

Jujur saja, kalau dia suka siapapun aku akan setuju.

- Ini bukan waktunya untuk pilih-pilih. - Baik.

Dan siapa pria itu?

Ini temanku dari Amerika. Dia liburan disini.

Oh benarkah?

- Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu juga.

Jadi kalian berdua mencari istri?

Menikah, dan menetap.

Katakan pada istrimu untuk membuat anak.

Ibumu tidak sabar untuk memiliki cucu.

Benar kan, Hanh?

Apa bedanya apa yang kita inginkan, apa yang dia inginkan?

Kamu selalu seperti itu.

Sebagai orang tua, kita harus bilang apa yang ktia mau biar mereka nurut.

Van, kamu tidak punya pacar?

Anak perempuanku Lien masih jomblo.

Dia juga mencari seorang suami.

Sepertinya kalian berdua harus ketemu.

Ayah, kamu tidak sopan.

Dia hanya bilang begitu, padahal dia suka.

Van, apa pendapatmu tentang dia?

Maaf?

Putri Paman Tam.

Aku tidak yakin.

Aku tidak memperhatikan.

Dia sangat cantik.

Dan pekerja keras.

Sepertinya dia gadis yang baik.

Kamu harus kenal orangnya dulu sebelum menikahinya, bu.

Yang penting adalah kamu punya seseorang...

untuk berbagi kehidupan saat sudah tua nanti.

Akan ada anak yang bisa kamu andalkan.

Jadi?

Sudah dua minggu.

Aku tidak begitu ingat apa pun.

Setengah bulan dan kamu sudah lupa semuanya?

Paman Tam membayar...

tapi tidak ada catatan tentang itu.

Ada yang mau kamu bicarakan?

Kamu punya waktu sampai akhir bulan untuk menggantinya.

Ini hujan...

Sibuk. Ditempati.

"Aku ingin belajar..."

"...di Amerika."

Ya benar!

Dan ini...

"Ini awal Agustus dan..."

Pedesaan.

Pedesaan.

"terlihat..."

Cantik.

Cantik.

Cantik.

Cantik!

Iya!

Satu dua tiga!

Apa ini?

♪ Aku suka pergantian musim... ♪

Ini untukmu!

♪ Aku suka bahasa lembut tanah airku ♪

♪ Aku suka lagu pengantar tidur ibu yang manis sejak kecil ♪

♪ Aku suka bernyanyi untuk teman-temanku yang menghargaiku ♪

♪ Hidup ini terlalu singkat, kenapa kita tidak bernyanyi keras-keras? ♪

♪ Itu memberi kita keyakinan untuk melanjutkan ♪

♪ Mari kita lupakan semua rasa sakit dan kesedihan ♪

♪ Mari kita semua bernyanyi bersama, temanku... ♪

Kim, kamu harus ajari aku lagu itu!

Bibi Ut.

Nanti, aku akan membawa pulang Ian?

Kamu pikir ibumu akan melepaskanku?

♪ Cinta kami saat itu indah seperti mimpi ♪

♪ Cinta kita pada masa itu indah seperti puisi... ♪

Berapa harga segelas?

Lima ribu.

Kasih aku 4 gelas.

Segera.

- Tuangkan yang baru, oke? - Tentu, yang baru.

- Ini uangnya. - Tunggu sebentar.

Dijamin segar.

Hei, kamu mengambil foto apa?

Bibi Ut!

Apa yang sedang terjadi?

Dia memotret kita.

Kapan dia memotretmu?

Kamu pikir dia mau buang film buat orang jelek?

Dia memotret orang-orang itu di sana!

Lupakan saja - kita adalah keluarga.

Nih minum dan bairkan saja.

Jangan suruh dia minum, Khoi.

Bibi, kamu konyol. Ini antara kita anak muda.

Hei, kamu bilang aku tidak muda?

Minumlah.

Biar aku...

sebagai penghormatan.

Tidak!

Silahkan minum.

Itu Nau.

Kamu tidak ingat?

Nau!

Anak Ny. Hanh?

Yang kembali dari luar negeri!

Kamu harus tinggal dan minum dengan kami.

Benar. Ayo!

Bro, ayo pulang.

Pulanglah, Nak!

Khoi!

Pulang duluan saja dengan bibi Ut!

Ayo pergi, Ian.

Bajingan, aku akan lapor ke ibumu soal ini!

Minum sepanjang hari.

Ayo pergi!

Angkat gelasmu!

Satu dua tiga…

- Bersulang! - Bersulang!

Biar aku bantu kamu santai.

- Jangan terlalu kuat, sayang. - Merasa lebih baik?

Cewek tergila-gila dengan cowok yang kembali dari luar negeri.

Nikmati saja.

Mereka mungkin tidak memiliki barang-barang ini di Amerika.

Aku harus mengatakan, kamu beruntung.

Kamu berhasil ke Amerika, terlalu banyak uang untuk digunakan.

Kami di sini, kami miskin - itu benar.

Tapi kami jelas tidak membutuhkan apa pun darimu.

Kamu mendengarku?

Aromamu wangi.

Hei…

Bersulang!

Kenapa tidak tidur di dalam daripada duduk disini?

Nyamuk-nyamuk jahat, mereka akan menggigitmu sampai mati.

Aku sedang menunggu Van.

Siapa itu Van?

Van adalah temanku yang datang ke sini bersamaku.

Teman yang menciummu di dahi malam itu?

Sudah berapa lama?

Beritahu nenek.

Beberapa tahun.

Beberapa tahun!

Itu sebenarnya sangat lama.

Ceritakan lebih banyak.

Van?

Kami bertemu di rumah sakit.

Setelah aku memberinya suntikan...

dan berbicara dengannya dalam bahasa Inggris...

Aku menyadari dia orang Vietnam juga.

Setelah itu, kami menjadi teman.

Tapi Van itu spesial.

Dia selalu sendirian.

Bahkan ketika dia sakit...

dia tidak memberi tahu siapa pun.

Hari itu, aku coba meneleponnya berkali-kali...

tapi tidak bisa.

Jadi aku datang menemuinya di tempatnya.

Tempatnya sangat bersih...

Rasanya tidak ada yang tinggal di sana.

Sejak hari itu...

Aku selalu bergaul dengannya.

Kenapa ini terdengar agak...

aneh?

Kalian berdua harus menikah.

Setelah menikah, berikan aku cicit.

Jangan seperti Bibi Ut.

Tapi...

Van seorang pria.

Pria tidak bisa bikin bayi.

Tapi aku mencintainya.

Seluruh perjalanan kembali ke Vietnam...

Aku tidak yakin apa kami melakukan sesuatu yang benar?

Kenapa?

Kamu mengenalkan orang yang kamu cintai ke keluargamu.

Itu tidak mungkin salah.

Kenapa kamu pulang malam sekali?

Kamu tahu aku sangat khawatir?

Apa yang bisa kamu khawatirkan?

Tidak ada.

Kamu tidak perlu meninggikan suaramu.

Tapi mengapa kamu khawatir?

Aku khawatir karena kamu bersama mereka.

Mereka hanya teman.

Jadi kenapa kamu tidak boleh ikut?

Nanti kamu merasa tidak nyaman dengan mereka.

Kamu tidak perlu tahu segalanya.

Begitu?

Kamu tidak bosan menyembunyikan sesuatu?

Iya, aku lelah.

Aku memberitahu nenek semuanya.

Apa yang kamu katakan padanya?

Aku bilang kamu pacarku.

Bagus.

Bagus sekali.

Kamu kasih tau orang yang tidak paham.

Simpan kerepotan.

Kami berdoa pada dewa untuk berkati penggalian keluarga kami...

- Akhirnya, selesai. - Akhirnya.

Empat hektar dan mereka memberi kami hanya dua lot sebagai kompensasi.

Kalau kamu senggang, ikut aku ke komite.

Silakan mendaftar.

Setelah menikah nanti, kamu bisa bangun rumah disana.

Dua lot, masih sangat luas.

Istri dan anak-anakmu akan merasa nyaman.

Ibu

Apa? Katakan saja.

Aku pikir namamu saja yang didaftarkan.

Terlalu rumit kalau pindah namaku.

Apa yang begitu rumit?

Aku warga negara AS sekarang.

Perhiasan kuno sangat rapuh...

tidak seperti barang baru.

Tapi aku ingat ibu punya beberapa pasang?

Hanya ada satu ini.

Tidak.

Ada yang lain dengan berlian kecil.

Ini, batu giok dengan berlian kecilnya.

Ibu pelupa. Aku takut dia akan kehilangan itu...

jadi aku menyimpannya untuknya. Hanya membawanya keluar.

- Kelihatanya bagus, terima kasih. - Ya, Bu.

Kamu orang yang baik, Bu.

Kamu selalu membawakanku hadiah...

tapi aku tidak punya apa-apa untukmu.

Dua, tiga... Tos!

Ayam rebus!

Terlihat enak!

♪ Rumahmu ada di ujung jalan pinggiran kota ♪

♪ Dindingnya tipis, diterangi lampu minyak ♪

♪ Melambai dalam angin sekecil apa pun ♪

Terima kasih IBU.

♪ Di usia ini, aku mekar seperti bunga ♪

♪ Pria yang menunggu dalam barisan untuk mengambil tanganku... ♪

Van, sini.

Ayo, ke sini!

Ambil ini.

Biar aku kenalkan.

Dia baru saja kembali dari luar negeri.

Orang Amerika yang mencari istri.

- Tam, jangan berlebihan. - Biarkan aku yang urus.

Bersulang, bersulang.

- Mereka terlihat serasi kan? - Pikirkan tentang itu, Tam.

Biarkan aku berpikir tentang hal ini, tapi terlihat bagus.

Minumlah bersamaku.

♪... kita tidak akan kesepian hari ini ♪

♪ Tidak ada jalan untuk kembali sekarang ♪

♪ Tidak ada yang tersisa untuk kami, sampai jumpa di mimpiku ♪

Terima kasih semuanya.

Baiklah, terima kasih atas dukungannya...

biar aku, Ut Hong, nyanyikan lagu untuk menghangatkan suasana...

yang menarik untuk dibumbui, oke?

- Baiklah, lagu berikutnya-- - Ut!

Ada apa, Tam?

Aku mau pinjam mic sebentar.

Biarkan aku nyanyi satu lagu lagi untuk para penggemarku.

Duet! Duet!

Ut.

Kamu kan anggota keluarga. Kamu bisa nyanyi kapan saja.

Kami hanya punya beberapa jam di sini.

Kamu konyol, aku hanya mau nyanyi satu lagu lagi.

Baiklah, terserah kamu mau ngomong apa!

Aku hanya mau mangucapkan beberapa hal lalu kamu bisa nyanyi.

Bapak dan ibu sekalian.

Kami berkumpul di sini hari ini...

untuk peringatan kematian Tuan Hai.

Tapi yang penting adalah...

untuk mendorong...

putra satu-satunya, Van...

untuk segera menikah dan menetap. Apakah aku benar?

Tepuk tangan meriah!

Terima kasih terima kasih.

Van, kemarilah bersamaku.

Kemarilah, ayo!

Baik.

Di depan nenekmu.

Di depan ibumu.

Di depan semua orang dan keluarga.

Sekarang, beri tahu kami.

Kapan kau akan menikah?

Nenek dan ibumu tidak muda lagi, kan?

Jadi kapan?

Apa?

Kamu harus bilang ke semuanya kapan akan menikah...

jadi kami bisa merayakan dan bahagia untukmu.

Jadi kapan?

Baik...

Segera.

Apa maksudmu "segera"?

Oh, aku mengerti maksudmu. Pada akhir tahun ini!

Selamat!

Jadi pada akhir tahun ini...

kita akan minum anggur pernikahannya.

Hanh, keduanya terlihat luar biasa.

Kita harus merencanakannya untuk mereka.

- Tunggu, tunggu, tunggu. - Ada apa, Bu?

Bawa aku ke sana. Tolong!

- Aku mau pinjam ini. - Ini adalah mic.

Turun!

Biar aku ceritakan semuanya.

Ini sangat penting.

Pria ini di sini...

akan menikahi cucuku di sana.

Kalian lihat cucuku di sana?

Mereka sudah bersama sejak lama.

Dia suka, tapi aku, aku tidak suka...

- Aku tidak suka peminum seperti dia... - Ut, bawa Ibu ke dalam!

Ut!

- Bu, hentikan! - Biarkan aku berbicara!

- Biarkan aku bicara! - Bu, pergi!

Aku harus memberi tahumu...

Dia harus menikahi cucuku.

Siapa pun yang ingin memisahkan mereka, harus melewati mayatku dulu!

- Astaga! - Hentikan, Bu!

- Ayo pergi! - Bawa dia ke dalam!

- Biarkan aku berbicara! - Jangan bicara lagi!

Kamu harus menikahi cucuku!

Sudah kubilang, jangan pernah beri dia alkohol!

Jangan pikir kalian bisa menghentikanku!

Tolong lanjutkan.

Jadi--

Maaf semuanya.

Ini mudah dibersihkan.

Maaf semuanya.

Nak, sini!

Kalian semua tahu ibu mertuaku pikun.

Dia tidak tahu apa yang dia katakan.

Bagaimanapun...

Syukurlah anakku ada di sini.

Semua keluarga ada di sini.

Nak.

Beritahu semua orang...

apa yang ingin kau katakan soal masa depanmu.

Katakan dengan keras.

Silahkan.

Halo semuanya.

Aku berencana untuk...

menetap di Amerika...

dan bawa Ibu ke sana untuk tinggal bersamaku.

Tolong lanjutkan.

Silahkan.

Nenek di sini untukmu.

Tidak ada yang akan mengganggumu.

Baik?

Jangan takut!

Jika tidak berhasil dengan orang ini...

pergi saja cari cowok lain.

Banyak ikan di laut!

Lihat siapa yang tersenyum!

Letakkan ini di sana.

Nyonya Hanh!

Nyonya Hanh, dimana Ngoc?

Dimana dia?

Apa masalahnya?

Kenapa ribut-ribut?

Katanya dia senang-senang saat makan malam!

Kenapa kamu mencarinya?

Katakan padanya untuk keluar dan bicara dengan kami.

Dia bersembunyi dari kita!

Van, pergi cari Bibi Ngoc.

Apa yang terjadi disini? Kenapa kamu di sini?

Sudah kubilang, beri aku waktu dan aku akan menanganinya.

Memberimu waktu?

- Kapan tepatnya? - Apa yang sedang kamu lakukan?

Tenang! Katakan padaku itu soal apa.

Nyonya Hanh, dia membujuk kita membeli obat palsu ini.

Siapa yang membujukmu ?!

Ngoc!

Kamu kan agen level 1.

Kamu tahu itu palsu, kadaluarsa, tapi masih kamu jual ke kita.

Aku sudah menghabiskan 30 juta untuk ini.

Hilang semua uangku!

Kamu pikir hanya kamu yang uangnya hilang?

Bagaimana denganku?

Kenapa tidak bilang saat kamu dapat penghasilan?

Beraninya kau berkata begitu?

Aku bilang, kalau tidak bisa selesai sekarang...

Aku akan panggil polisi untuk menangkapnya!

Hentikan, Ngoc!

Baiklah, aku akan urus ini.

Baik?

Oke, aku percaya padamu!

- Kamu mudah percaya? - Apa lagi yang bisa aku lakukan?

Aku berjanji!

Mari kita selesaikan ini.

Aku akan menunggumu, Nyonya Hanh.

Ayo pergi!

Ada apa, Bibi?

Semua tabunganku hilang.

Mas kawinku...

- Bu. - Ada apa, nak?

Semuanya sudah diurus. Berapa totalnya? Aku gantikan.

Aku bisa mengatasinya sendiri.

Ibu

Ambil.

Kau simpan itu, aku masih punya.

PENYAKIT ARTERI KORONER DIABETES

Apa yang salah?

Kamu masih marah?

Lalu apa?

Aku tidak mau...

ini.

Apa?

Aku kira kamu mau.

Tidak.

Kamu yang mau.

Bukan aku.

Jadi apa yang kamu mau?

Katakan saja.

Aku tidak mau hanya disini kita bisa dekat.

Masalahnya bukan di tempat yang kamu inginkan.

Kita ada di Vietnam

Bukan Amerika.

Tidak seperti...

kita bisa melakukan apa saja.

Kamu tidak mengerti.

Jadi apa yang kamu mengerti?

Katakan padaku.

Aku seharusnya tidak ikut denganmu.

Kaulah yang ingin pergi bersamaku.

Itu benar.

Aku ingin kembali bersamamu.

Tidak ada yang memaksaku.

Aku tidak mau kamu melalui ini sendiri.

Ian.

Ian.

Buka pintunya untukku.

Aku minta maaf.

Aku mohon.

Aku juga lelah.

Tapi apa yang harus aku lakukan?

Ibu sakit, Ian.

Dia sakit dan aku tidak bisa melakukan apa-apa untuknya.

Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Jawab aku, Ian.

Apa yang harus aku katakan padanya?

Ibu

Ian dan aku...

Kalian berdua saling jatuh cinta?

Pasti karena kamu tinggal di sana sendirian...

tanpa keluarga.

Tidak, bukan karena itu, Bu.

Ini sebagian salahku.

Jika aku menyuruhmu pulang setelah wisuda...

kamu tidak akan seperti ini.

Ibu

Tidak ada yang salah denganku.

Lalu kenapa kamu bisa jatuh cinta dengannya?

Maafkan aku, Bu.

Ibu

Apa kamu bisa tinggal di Amerika dengan kami?

Nau dimana?

Tidak tahu. Tadi di halaman belakang.

Bilangin dia untuk ikut aku.

Kamu benar-benar peduli padanya?

Bagaimana denganku?

Kamu selalu membicarakannya.

Jujur, di keluarga ini...

jika aku tidak peduli denganmu, maka tidak ada.

Jika aku tidak harus menjagamu...

Aku sempat akan menikah dulu.

♪ Aku melihat sinar matahari pada senyummu ♪

♪ Banyak hal yang telah kita lalui ♪

♪ Aku merasa lebih kuat hanya dengan melihatmu ♪

Nau.

Nau.

Hei, yang kembali dengan Nau!

- Apakah itu dia? - Itu dia!

Berhenti di sana!

Berhenti!

Kenapa kamu lari saat melihat kita?

Minum.

Minum sedikit saja.

Aku akan menyimpan ini untukmu.

Minumlah dan kami akan membiarkanmu pergi.

Minumlah!

Hei, apa kalian benar-benar jatuh cinta?

- Mereka gay? - Aku tahu itu!

Itu bukan masalah besar.

Yang penting adalah apa yang ibunya pikirkan.

Aku akan menyimpan ini untukmu.

Tenang!

Sana kasih tahu Nau untuk memberiku uang untuk bayar kembali ibunya...

- dan aku akan diam. - Itu benar!

Kalian bisa mendapatkan banyak di sana.

Dia bahkan mewarisi tanah kami di sini.

Aku tidak butuh satu sen pun!

- Lagipula itu bukan milikmu! - Apa apaan?

- Bajingan! Hentikan dia! - Kalahkan dia!

Kamu mau kemana?

Bajingan!

Kamu menantangku?

Pukul aku, ya?

Anak ini keras kepala!

Homo!

Homo!

Ambil!

Seseorang, tolong!

- Mereka melecehkan cucuku! - Nenekmu!

- Apa? - Ini nenekmu!

- Kamu siapa? Beraninya kau! - Lari!

Nau.

Nau!

Nau, Nau!

Astaga, kamu mendukung kekerasan bahkan dengan keluargamu!

Kamu merusak wajah indah yang orang tuamu berikan...

Nau...

Nau!

Astaga!

Kenapa kalian bertengkar?

Apa yang sedang terjadi?

- Khoi! - Van!

Khoi, apa-apaan ini?

Lepaskan!

Tolong, berhentilah bertarung!

Astaga!

Astaga, Nau!

Apa yang sedang terjadi?

- Lepaskan dia! - Lepaskan satu sama lain!

Astaga!

Nau!

Apa yang kamu lakukan? Tangkap dia!

Saudaraku, sepupu.

Kamu baik-baik saja? Ayo masuk.

Kamu baik-baik saja?

Apa yang sedang kamu lakukan?

Kelahi tengah malam?

Sudah cukup, ayo pergi!

Homo!

Kenapa kamu pukul dia? Dia ngomong apa emang?

Anakmu itu homo. Tidak ada yang bisa dibanggakan!

- Aku peringatkan kamu! - Peringatkan apa?

- Diam! - Aku tidak diam!

Kalau kamu seorang suami yang baik...

kami tidak akan sengsara seperti ini!

Aku mohon!

Silakan, kenapa tidak? Pengecut!

Ayah, tolong jangan sakiti Ibu!

Tetap disana!

Katakan pada kamu, semuanya disini.

Beri tahu kami, di mana warisannya?

Berikan bagian kami agar semuanya bisa hidup sendiri.

Warisan apa?

Warisan apa, ya?

Emas dan tanah yang ayah tinggalkan untuk kita.

Kompensasi pembukaan lahan.

Kamu berencana untuk simpan semuanya sendiri?

Aku tidak berencana apa pun.

Tidak merencanakan apa pun?

Kamu bercanda?

Ut, kemarilah!

Ut mendengar ibu bilang kita masih punya banyak properti.

Kamu ingin menyimpan semuanya?

Ut, beritahu kami!

Beritahu kami!

Aku dengar ibu bilang ke Ian kita masih punya properti.

Lihat?

Ut, kamu benar-benar percaya apa yang dikatakan Ibu?

Itu yang aku tahu.

Bagaimana aku tahu?

Semua yang punya properti, keluarkan agar bisa dibagi.

Kamu semua punya orang untuk diandalkan.

Aku sendirian, tidak ada yang menjagaku.

Berikan bagianku agar bisa hidup sendiri!

Tepat, pisahkan!

Tidak ada yang tersisa untuk dibagi atau dibagikan!

Tidak ada yang tersisa?

Lalu kemana semua uangnya?

Kemana uangnya?

Siapa yang melewati batas dan menghilangkan emasnya?

Siapa yang kehilangan uangnya karena tontine?

Siapa yang bertaruh di sepakbola dan aku harus membayar utangnya?

Siapa?

Yang pergi ke Phnom Penh untuk bisnis...

dan terlibat dengan gangster?

Siapa?

Aku tahu itu!

Aku tahu kamu tidak pernah melupakannya!

Apa?

Keluar dari sini!

Kamu pikir aku tidur dengan pria lain...

bahwa dia bukan anak dari keluarga ini...

jadi kamu tidak harus memberinya bagian, kan?

Hentikan!

Kamu bisa katakan apa saja tapi jangan sentuh dia!

Apakah kamu serius?

Tidak ada yang mengungkitnya dan kamu yang bahas.

Itu cukup.

Dengarkan apa yang aku katakan.

Ayah meninggalkan tanah untuk cucu pertama.

Setelah pembersihan, aku dapat lahan baru sebagai kompensasi.

Aku akan membangun rumah dan pindah kesana.

Rumah keluarga ini, sebelum Ibu menjadi pelupa...

dia menyuruhku menyerahkannya pada Ut.

Bisnis keluarga, aku akan serahkan pada Paman Toan.

Aku berikan semuanya.

Lakukan apapun yang kalian mau!

Saudara...

Aku tidak bermaksud mengambilnya kembali.

Kalau kamu lepaskan, siapa yang akan urus bisnisnya?

Saudara!

Apakah kamu senang sekarang?

Jangan sampai kamu kepikiran.

Nanti, kamu akan sendirian saat sudah tua!

Ibu

Saat aku kembali ke Amerika, aku daftarkan untuk sponsormu.

Mereka memiliki perawatan kesehatan yang lebih baik di sana.

Ayo tinggal bersama kami, Bu.

Biarkan aku berpikir tentang hal itu.

Apa yang harus dipikirkan, Bu?

Aku tidak bisa pergi begitu saja.

Van.

Apakah kamu akan kembali ke ibumu?

Dia sangat kesepian.

Kemarin kamu sudah perpisahan dengan mereka.

Sekarang kamu akan melakukannya lagi?

Kemarin aku baru saja berkunjung.

Hari ini adalah perpisahan yang nyata.

Tidak, tidak ada lagi diskusi!

Tolong, Bu! Aku ingin mengucapkan selamat tinggal kepada mereka.

Jangan terus kesana. orang akan komentar.

Kakak laki-laki.

Dia sudah dewasa.

Biarkan dia melakukan apapun yang dia inginkan.

- Terima kasih! - Hei.

Bahkan tidak membiarkanku bicara.

Selamat tinggal.

Hati hati.

Nenek.

Aku pergi.

Jaga diri kamu.

Sampai jumpa, Nau.

Hati-hati, sayangku.

Hati-hati.

Tolong biarkan aku duduk di depan.

Selamat tinggal, ibu.

Aku akan mulai mengurus dokumen begitu aku sampai di sana.

Mungkin hanya perlu dua tahun, Bu.

Kenapa, Bu?

Hei.

Tidak apa-apa.

Kami akan kembali untuk melihat mereka.

Baik?

Sebenarnya kamu tahu?

Apapun yang terjadi...

Aku hanya ingin kau dan Van bahagia.

Aku akan selalu ada di sampingmu.

Toan...

Aku perlu membiasakan diri mengemudi.

Tekan pedal kopling.

Lepaskan rem secara perlahan.

Perlahan.

Persiapkan gigi berikutnya, bergeser.

Tekan pedal kopling.

Sekarang lepaskan.

GOODBYE IBU

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.