Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
"Episode 13"
Kita tidak bisa memilih orang tua.
Kita tidak bertanggung jawab atas kejadian
yang tidak berkaitan dengan pilihan kita.
Sudah ibu duga di sini lebih bagus.
Indah, bukan? Pilihan ibu bagus, bukan?
Dahulu kukira ibuku adalah wanita tercantik di dunia.
Kenapa kamu memandangi Ibu seperti itu?
Karena ibu masih tampak cantik?
Ibuku selalu menyesuaikan diri dengan ayahku.
Ibu senang
karena ayahmu sangat mencintai ibu.
Apakah menjadi cantik masih penting?
Tentu saja penting.
Hentikan, itu menjijikkan.
Kenapa menjijikkan? Kita ini ibu dan anak.
Ibu yang melahirkanmu.
Menurutmu ada yang mencintaimu di dunia ini sebesar ibu?
Ada.
Hei, kamu salah.
Cinta antara pria dan wanita tidak bertahan selama itu.
Ibu tahu persis.
Semuanya berakhir begitu mereka berpisah.
Jika Ibu mengetahuinya, kenapa Ibu masih melakukannya?
Apa yang salah dengan itu?
Tidak mudah menikmati hidup yang sebentar seperti itu.
Kenapa selalu berpikiran negatif mengenai semua perbuatan ibu?
Ibu memang sering mengacau di masa lalu.
Tapi sekarang tidak lagi.
Biasanya orang tua yang membereskan masalah yang dibuat anak.
Tapi kita tidak wajar. Kita unik.
Kita istimewa. Menjadi unik menyenangkan, bukan?
"Cintaku"
Dari Daniel. Dia pasti sudah datang.
Hei, ini aku. Baiklah.
Ya, aku segera ke sana. Baiklah.
Dia menyesuaikan diri dengan pria yang baru saja meneleponnya.
Bukan ayahku lagi.
Kenapa Ayah kemari?
"Makanan lezat dan Menenangkan yang dibuat Koki Masakan Prancis"
"Chef On Jung Sun, Pemilik Good Soup"
"Sebelum membuka Good Soup, dia bekerja di L'Arpege"
Yoon Sun menunjukkan artikel tentangmu ini kepada ayah.
Dia tidak lagi seperti ayah yang kuingat saat kecil.
Adik-adikmu ingin menemuimu.
Ayah berencana mengadakan makan malam keluarga akhir tahun di sini.
Baiklah.
Bagaimana kabar ibumu?
Beberapa orang sulit untuk saling akur.
Ayah dan ibumu seperti itu.
Dalih yang buruk darinya untuk melakukan kekerasan.
Ayah harus pergi sekarang.
Jangan jual lahan warisan Kakek.
Aku merasa tidak nyaman setiap kali melihat orang tuaku.
Itu membuatku merasa pelik. Karena pelik itu sulit.
Karena sulit, aku menjadi ragu.
Lalu aku bereaksi berlebihan karena tidak ingin ragu.
Aku harus menekan diri sendiri agar tidak bereaksi berlebihan.
Seperti itulah aku.
"Temperature of Love"
Sutradara menyalahkan naskah atas rating buruk acara ini.
Tidak ada yang bisa kulakukan.
"Episode 6 'Detektif Pembangkang' mendapatkan rating 7,7 persen"
Jujur saja...
"Bagaimana cara drama ini mengatasi krisis?"
Aku takut.
Pandanglah ke depan.
Hanya itu cara agar kamu bisa kembali bangkit usai jatuh.
- Selamat./- Hyun Soo.
Tidak kusangka kamu mengikuti kontes menulis.
Stasiun TV sedang mencari penulis baru.
Aktornya menolak syuting, lalu pergi begitu saja.
Apa rencanamu usai menemui Shin Ha Rim?
Apa lagi? Aku akan menyuruhnya syuting drama itu lagi.
Menurutmu akan semudah itu?
Tentu saja sulit. Itulah alasan aku menemuinya langsung.
Astaga, begini lagi. Kamu membuatku merinding.
Sampai nanti.
Aku akan pergi begitu mobilmu datang.
Itu dia.
Kamu mau ke mana?
Akan kuputuskan usai menelepon.
Kamu mau berkencan?
Apa?
Berhentilah mengurusiku dan cari teman kencanmu sendiri.
Kapan kamu akan mengenalkan kekasihmu kepadaku?
Tunggulah sebentar lagi. Tidak akan lama.
Bicaramu seperti sudah punya kekasih saja.
Tunggu saja sebentar lagi.
"On Jung Sun"
Halo?
Kamu di mana?
Di rumah.
Bisa kirimkan alamat rumahmu?
Kenapa?
Aku baru saja bertemu dengan Jung Woo.
Kita bisa menjadi teman yang saling menyemangati.
Aku tidak akan terpaku pada dirimu lagi.
Tidak perlu menjaga jarak begitu.
Kamu tidak mau memberikan alamatmu?
Aku tidak bilang begitu.
Sudah selesai berpakaian.
Tapi ini tidak terlihat bagus. Aku harus memakai riasan.
Ini terlalu berlebihan.
Ada apa denganmu?
Kamu seharusnya menyadari situasimu saat ini.
Apakah bijak menemui pria pada situasi seperti ini?
Ya.
Tapi pria itu tidak menyukaiku lagi.
Aku takut.
Astaga, apa yang kamu lakukan?
Kamu takut?
Kamu membayangkan apa?
Aku tidak membayangkan apa pun.
Sudah makan malam?
Belum.
Istirahatlah di sini.
Aku akan membuatkanmu makanan lezat.
"Good Soup"
Maaf, ada urusan mendadak. Aku tidak bisa makan denganmu.
Katamu akan memberiku selamat. Aku akan menunggumu.
Maaf, jangan menungguku. Akan kumasakkan sesuatu lain waktu.
Anda ingin pesan apa?
Tidak usah.
Mau kusajikan sesuatu selagi menunggu teman Anda datang?
Tidak, aku mau pergi saja.
Aku lebih sering berada di ruang menulis.
Ada nasi instan.
Ada mi gelas?
Luar biasa. Kamu hanya memakai bahan-bahan dari kulkasku saja?
Tahan sebentar.
Kamu boleh makan usai aku selesai menyajikannya.
Aku tidak bisa melakukan itu.
Kamu mau melakukan apa?
Astaga, panas.
Aku harus mengambil foto untuk mengenang ini.
Satu, dua, tiga.
Ini bukan apa-apa.
Mungkin tidak ada artinya bagimu.
Tapi bagiku, ini sangat istimewa.
Kamu memotret makanannya juga?
Tentu saja. Kamu sudah membuatnya.
Sekarang, ceritakan kepadaku.
Aku akan mendengarkan masalahmu tanpa berusaha memecahkannya.
Tapi biar kutebak saja dahulu
karena mungkin kamu akan sulit mengatakannya.
Stasiun TV mempekerjakan penulis baru.
- Lalu aktornya.../- Menolak syuting dan pergi.
Artikel dan komentar-komentar itu terlalu menyerang.
Mereka bilang aku harus berhenti menulis.
Aku berusaha menghilangkan stres dengan lantang mengatakannya.
Baiklah.
Begitu, ya.
Ya, seperti itu.
Itulah sebabnya ini sangat menyiksa,
menyedihkan,
dan menyakitkan.
Kamu bisa menangis jika mau.
Astaga, jika kamu bilang begitu,
aku benar-benar akan menangis.
Ada yang datang.
Aku merasa lebih baik sekarang.
Perasaanmu ini sangat membingungkan.
Sedang apa kamu di sini?
Hong Ah, masuklah.
Kamu beruntung sekali jika menyangkut makanan.
Jung Sun memasakkan ini. Bukankah dia luar biasa?
Dia memakai kimchi, pangsit, dan sosis...
Kamu tampak senang sekali.
Sejenak aku melupakan keadaanku.
Ayo makan saja. Duduklah.
Apakah ini rumahmu? Memang siapa kamu menyuruhku duduk?
Aku lebih mengenal rumah ini dibandingkan dirimu.
Kalau begitu, lakukan saja semaumu.
Aku harus duduk di mana?
Kamu bisa duduk di mana saja.
Ini tidak bisa lebih asin?
Hidangan ini akan lebih enak jika asin dan pedas.
Tidak, sudah terlambat.
Wajahmu bisa membengkak besok.
Aku tidak pergi ke mana-mana besok.
- Mau ke mana?/- Akan kubuat lebih asin dan pedas.
Tidak usah. Kamu tidak perlu memasak lagi.
Aku tidak keberatan.
Aku pamit.
Kamu suka makanan pedas juga. Makan saja dahulu.
Tidak usah. Aku mau pergi.
Kamu kelihatan kesal. Apa ada yang terjadi?
Kamu benar.
Yang kita rasakan sekarang pasti berlawanan.
Itulah kita saat ini.
- Kamu mau tidur di sini?/- Tidak.
Kenapa kamu yang menjawab?
Kalian berdua tampak serasi.
"Kamu harus bergembira"
"Wanita tidak boleh"
Teruskan.
Kenapa dimatikan?
Tinggalkan kami.
Aku harus bicara empat mata dengan Ha Rim.
Hei, kalian mau pergi ke mana? Duduk lagi.
Memang siapa kamu menyuruh mereka pergi?
Ha Rim.
Kamu harus kembali syuting.
Jung Woo.
Kamu sudah menjadi orang penting, bukan?
Aku menyuruh kalian pergi, bukan?
Kemarilah.
Lepaskan aku.
Aku akan melupakan tamparan tadi
karena kamu lebih tua daripada aku.
Duduklah.
Pikirmu dengan melakukan ini aku mau kembali syuting?
Aku sudah memeriksa riwayatmu.
Lantas apa?
Menurutmu itu akan membuatku takut?
Kamu pernah menyebabkan kecelakaan usai meminum alkohol.
Kamu pasti mengira masa lalu pasti berlalu.
Tapi korban tidak berpikir begitu.
Hal ini bisa kembali muncul suatu hari nanti.
Mungkin aku yang akan mengungkitnya.
Pastikan dia sampai ke tempat syuting dengan aman.
Semuanya sempurna. Bahkan teh ini.
Tidurlah dan jangan pikirkan apa pun.
Begini...
Boleh aku bertanya sesuatu?
Pertanyaan ini sedikit sensitif.
Restoranku mengalami defisit.
Apa?
Kini aku lebih penasaran soal itu.
Restoranmu mengalami defisit? Lalu bagaimana?
Jangan cemas. Aku akan mengurusnya.
Apa tadi pertanyaanmu?
Ini soal Hong Ah.
Apa hubunganmu dengannya?
Apa maksudmu? Kami berteman.
Teman?
Kalian sudah sepakat berteman?
Apa maksudmu sepakat berteman?
Kalian bisa dibilang berteman jika orang yang satunya sepakat.
Kami tidak pernah melakukan kesepakatan seperti itu.
Tapi kenapa teman harus bersepakat soal itu?
Pastinya berbeda jika sebelumnya kita berhubungan.
Benar.
Kupikir juga begitu.
Tunggu sebentar.
Ya, Pak Park.
Sedang apa?
Sedang bersama temanku.
Kamu sungguh menarik.
Apa ada yang salah?
Tidak. Bersenang-senanglah.
Shin Ha Rim sudah kembali ke tempat syuting.
Benarkah? Itu kabar bagus.
Semoga malam Anda menyenangkan.
Semoga malam Anda menyenangkan?
Dari Jung Woo?
Shin Ha Rim pasti sudah kembali ke tempat syuting.
Bagaimana kamu tahu?
Aku harus pergi juga.
Baiklah.
Terima kasih banyak.
Untuk apa?
Aku tidak mau bilang.
Kamu bersenang-senang?
Urusan mendadakmu dengan Hyun Soo?
Kenapa kamu seperti ini kepadaku?
Setelah semua yang kulakukan untukmu?
Kamu sudah melakukan apa untukku?
Memang aku pernah memintamu melakukan sesuatu?
Jadi, kamu tidak melakukan kesalahan apa pun?
Aku sudah minta maaf karena membatalkan janjiku.
Jika kamu marah karena aku membatalkan janjiku
dan pergi menemui Hyun Soo, aku bisa mengerti.
Kamu mengerti?
Lantas, kenapa sikapmu tidak tahu malu?
Semua orang memiliki prioritas dalam hidupnya.
Aku lebih memprioritaskan dia.
Aku tidak mengerti.
Kenapa aku kurang penting daripada Hyun Soo?
Semua orang kurang penting daripada Hyun Soo.
Kamu mengetahui perasaanku.
Kamu tahu alasanku berada di dekatmu.
Kamu juga mengetahui perasaanku.
Kurasa aku tidak pernah melakukan hal yang membuatmu salah mengerti.
Apakah pernah?
Tidak.
Aku tidak bertanggung jawab atas perasaanmu.
Kamu harus mengurus emosimu sendiri.
Jangan berbuat kasar karena emosimu lagi.
Aku berbuat kasar?
Cintaku ini kasar bagimu?
Bedebah. Haruskah kamu berkata begitu?
Kamu tidak bisa mengatakan hal yang lebih baik?
Aku merasa kasihan kepadamu.
Kita bisa menjadi teman baik asal tidak melanggar batasan.
Kamu...
Kamu tahu makna hari ini untukku?
Akhirnya aku mendapatkan hal yang paling kuinginkan.
Aku ingin kamu menjadi orang pertama yang memberiku selamat.
Tapi kamu malah bersikap kejam seperti ini.
Kamu tidak bisa berbohong?
Tidak bisakah berbohong untukku?
Katamu kamu kasihan. Hanya ini sajakah rasa ibamu?
Aku akan membuatmu menyesali perlakuanmu kepadaku.
Kamu akan menyadari betapa bodohnya dirimu
karena tidak memilihku.
"Min Yi Bok"
"Hwangbo Kyung"
"Ji Hong Ah, Park Jung Woo"
"Naskah 'Detektif Pembangkang' episode 9"
"Surel Anda sudah terkirim"
"Won Joon"
Halo.
Kamu tadi menelepon. Aku sedang mandi.
Ada wawancara dengan reporter hari ini.
Tolong aturkan persiapan untuk pagi.
Kamu sibuk sekali, Chef.
Ini musim yang sibuk, Sous Chef.
Tapi wawancaranya akan dilakukan di Good Soup.
Aku saja yang buat.
Duduklah. Kamu sudah lama tidak minum kopi buatanku.
Hyun Soo, kenapa kamu mengirim naskah episode 9 kepadaku?
Penulis lain yang menulisnya.
Aku memberi pertimbangan.
Bagaimana bisa dia mendadak melanjutkan cerita ini?
Aku tidak tahu siapa penulisnya,
tapi jika dia melihat naskahku, pekerjaannya akan lebih mudah.
Kamu baik sekali, Hyun Soo!
Cobalah kopi ini. Kurasa buatanku ini enak.
Aku bisa menebak dari aromanya bahwa kopi ini enak.
Pasti Hong Ah.
Penulis Ji, ada apa ini?
Kamu datang awal.
Aku kemari untuk mengambil barang.
Benarkah?
Ya, aku tidak bisa menjadi asisten penulis lagi.
Kamu tidak bisa berhenti bekerja hanya karena karyamu terpilih.
Kamu tidak bisa pergi begitu saja.
Aku tidak pernah berguna bagi Hyun Soo.
Memang benar, tapi...
Tetap saja, kamu tidak bisa pergi dengan penuh emosi.
Tidak, Hong Ah. Lakukan saja yang kamu inginkan.
Itu tidak berarti aku bisa pergi.
Kamu mau aku menyuruhmu pergi?
Aku akan membantumu.
Tidak, aku saja yang mengurusnya.
Orang akan mengira aku menyuruhmu melakukan tugas remeh.
Apa?
Ada apa denganmu?
Bukankah kamu terlalu kasar?
Apa maksudmu kasar?
Hidup itu mengikuti jalan yang paling menguntungkanmu.
Siapa yang membelaku jika aku gagal bersikap baik?
Setidaknya katakan itu usai kamu bersikap baik.
Kapan kamu pernah mau rugi?
Kamu juga harus sadar.
Dari keadaannya sekarang, Hyun Soo akan dipecat.
Ikutlah denganku.
Apa?
Aku bisa membayarmu lebih daripada Hyun Soo.
Jadilah asisten penulisku.
Pergilah saja.
Aku berusaha memahami karena kita pernah dekat.
Tapi aku tidak bisa memahamimu sama sekali.
Tidak usah ikut jika tidak mau. Tidak perlu marah.
Hei, tidak mau bawa ini?
Semua kecanduan itu buruk.
Meski kamu menyukai campuran teh spesialku,
jangan terus mengandalkannya agar bisa tidur.
Kamu dan Hyun Soo bisa meminumnya.
Astaga.
Sebelumnya kamu melarang kami minum ini. Kenapa kini perhatian?
Siapa bilang aku perhatian?
- Sampai jumpa, Hyun Soo./- Kita harus bicara.
Kyung, tolong tinggalkan kami.
Baiklah, aku akan menunggu di luar.
Mau bicara apa?
Aku merasa lelah karena semalam sulit tidur.
Aku penasaran soal sesuatu.
Haruskah kamu memuaskan rasa penasaranmu
padahal kubilang aku lelah?
Kenapa kamu kesal sekali?
Kamu seperti ini sejak kemarin.
Apakah Jung Sun salah satu alasanmu
bersikap seperti ini?
Mana mungkin dia ada kaitannya dengan perasaanku?
Karena jika kamu memang menyukai Jung Sun,
aku bisa mengerti alasanmu bersikap seperti ini.
Mana mungkin aku menyukai pria seperti dia?
Menurutmu kami bisa menjadi pasangan serasi?
Ya, kurasa kalian bisa menjadi pasangan serasi.
Tapi hanya jika dia menyukaimu juga.
Dia bilang kepadamu sudah menolakku?
Dia juga melarangmu cemas?
Kamu jahat sekali.
Kamu tidak peduli perasaanku hanya karena dia menyukaimu?
Kamu tidak memedulikan kita karena tergila-gila kepadanya?
- Hong Ah./- Kamu menang.
Sampai sekarang, kamu selalu menang.
Tapi itu tidak akan terjadi lagi.
- Ambil gambarnya sekali lagi./- Baik.
Kamu seharusnya sedikit santai.
- Min Ho./- Ya?
Bisa buat puree kacang macadamia? Kamu pernah melihatku membuatnya.
Ya, aku bisa.
Menurutmu dia sudah bisa membuatnya?
Tentu saja bisa. Min Ho pintar.
Mereka bilang orang sepemikiran selalu bersama.
Mereka pasti menjadi akrab karena sama-sama konyol.
Astaga, bedebah itu.
- Min Ho bisa membuatnya./- Hei!
Menurut kalian ini lelucon?
Apakah kalian tidak serius karena Chef On tidak di sini?
Bukankah sudah kubilang harus serius saat memasak?
Bagaimana membuat alat ini menyala?
Bagus. Sudah menyala.
Lakukan dengan benar.
Baik.
Dia Lim Soo Jung, penyaji wine di restoran kami.
Aku yang merekrutnya sendiri.
Menurut ulasan, kurasa orang-orang antara amat menyukai hidangan Anda
dan tidak menyukainya sama sekali.
Tapi bagiku, ini terasa baru.
Terima kasih.
Fokus hidanganku adalah menonjolkan rasa asli bahan-bahannya.
Bisa saja terasa asing karena rasa bahan itu tidak kuat.
Tapi intinya, aku terus memikirkannya saat pulang.
Tinggallah untuk makan siang.
Dengan senang hati.
Kalian melakukannya dengan baik.
Menurutmu kami tidak bisa bekerja dengan baik tanpa dirimu?
Ini dia. Sudah selesai.
Kamu menggiling ini pada suhu berapa?
Itu...
Masih ada sisa makanan yang dibuat Won Joon?
Ada.
Jika digiling pada suhu tinggi, hasilnya akan lengket.
Jika terus digiling, hasilnya akan seperti ini.
Buatanmu jelas berbeda dengan buatan Won Joon, bukan?
- Ya./- Bertanyalah jika tidak yakin.
Bertanya itu hal baik. Itu artinya kamu tertarik.
Baik.
Dapur adalah tempat kita bekerja dengan gembira.
Kita harus saling menghormati. Respek!
Respek!
Saatnya kembali bekerja.
"Episode 14 akan segera ditayangkan"
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.