Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Czech
Danish
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dongeng hitam presents:
Eye fantasy Translator. Request Translate sub Kontak di sini: zainseya@gmail.com
Selamat datang, penonton setia Creeper.
Aku tak sabar mau cerita padamu tentang misi hari ini.
Ketahuilah bahwa kita harus melompat dari kereta yang sedang melaju.
Oh, ya.
Yang akan membantuku menjelaskan secara singkat mengenai semua ini,
pasanganku, yang sangat, sangat ganteng, Rick.
Apa ini?
Menurutku, kita sebaiknya menjelaskan sedikit saja
- Apa yang akan terjadi? - Apa yang sedang kita cari?
Sebuah mahakarya. Satu satunya...
Jangan beritahu mereka. Kamu harus nonton.
Kau pasti tak mau ketinggalan yang satu ini.
Sampai bertemu kembali.
Selamat datang di episode 27.
- Langkah pertama, menyelinap melewati petugas keamanan. - Selesai.
Kita butuh semua perlengkapan kita, yang akan dibawa oleh JD.
- Mengabaikan tempat sampah. - Dia mengabaikan tempat sampah.
Halo!
Maaf, Bu. Kendaraan ini sudah tutup.
Tuntut saja aku.
Senang bertemu dengan anda.
Apa yang bisa disalahkan? Tidak ada, kan?
Tidak. Ayo pergi.
- Kereta! - Lari!
[Bahasa Perancis] Silakan masuk.
Ketemu.
Oh, ya Tuhan apakah itu yang kupikirkan?
- Karya Basquiat? - Katanya begitu.
Sebelum karyanya laku dengan harga jutaan,
dulunya masih sekadar coretan di dinding.
- Ini tak ternilai harganya. - Iya.
Bertaruh.
Baiklah, teman-teman, kalian sudah tahu aturannya.
Kita mendokumentasikan sebanyak mungkin lalu kita pergi.
- Dengar, tapi yang paling penting... - Jangan disentuh.
Vern, giliranmu.
Bro, tidak perlu mengatakannya dua kali.
Yo, yo, yo, JD, itu tak bagus.
- Apa sih yang kamu lakukan? - JD, sudah kubilang kan.
Dengar, aku bahkan tidak tahu apakah ini asli atau bukan.
Ini mungkin kesempatan kita, Rick.
Tidak, kita tidak boleh menyentuhnya. Itulah aturannya.
Ya, terserah, aturannya menyebalkan.
Ayolah, jangan begitu. Simpan saja barang itu.
Ayo pergi.
Itulah yang kumaksud.
Hei, hei, hei! Teman-teman! Teman-teman!
- Teman-teman, berhenti! Hei! Hei! - Teman-teman, hentikan!
- Santai aja, bro. - Dasar!
Itu saja, JD.
Kemasi barang-barangmu dan pergi. Kau dikeluarkan.
Ini bukan cara kita. Pergi.
Kau tahu, aku lebih suka jadi orang kaya daripada jadi orang tak berguna seperti kalian.
- Kamu baik-baik saja? - Iya.
Ke sini!
Uh... Teman-teman?
Delapan puluh dua.
Delapan puluh dua ribu penayangan?
- Astaga, kita bakal heboh nih. - Bukan.
Delapan puluh dua. Tepatnya, hanya 82.
Wah, oke. Aku tidak paham.
Begini, apa yang harus kita lakukan supaya channel kita jadi hits?
- Porn Hub? - Tidak. Aku tidak akan tunjukkan payudaraku.
Aku tak tahu.
Menurutku, kita memang sudah tidak relevan lagi.
Aku punya sesuatu yang mungkin bisa menghiburmu.
Dari sumber Water dan Power.
Ini disebut Hotel Paragon.
Itu adalah sebuah hotel tua di tepi pantai.
Baiklah, jadi aku telah menelusuri informasi secara mendalam di internet.
Ternyata, Hotel Paragon adalah tempat gangster legendaris,
Meyer Lansky, menyembunyikan 300 juta dolar yang hilang itu.
Wah, itu uang yang banyak sekali.
Baiklah, rupanya, semua orang yang sudah pergi
untuk mencari uang ini, tidak pernah terdengar lagi.
Menurut kepercayaan orang-orang
Inilah tempat di mana iblis bersemayam,
dan tempat itu tidak ramah terhadap pengunjung.
Kedengarannya... berbahaya.
Bro, bayangkan saja semua yang bisa kita lakukan dengan 300 juta.
Itulah yang kumaksud.
Maksudku, kalau kita kebetulan tersandung di dalam gedung itu,
dunia tidak akan kiamat jika kita pergi dengan membawa sedikit beban.
Begini, teman-teman, kita punya peraturan atau tidak.
Kita dokumentasikan saja itu.
Sebelum kau mendapatkan ide, kita berangkat sebagai sebuah tim.
Tidak ada lagi aksi solo di media sosial.
Bisakah kupegang janjimu?
Ya, ya.
- Oke. - Baik.
Sebenarnya, um...
Aku juga punya kejutan kecil untukmu.
- Ya? - Mm-hmm.
Oh. Wow. Ini... Ini agak... agak beda.
Yes!
Berbeda. Um, oke. Wah, kedengarannya tidak--
Tidak, maksudku berbeda dalam arti yang positif.
Kau tahu, seperti Lady Gaga yang lain, gitu?
- Benar, benar. - Diane, tunggu.
Tunggu, teman-teman.
Apa kabar, jalang? Lihat gaya keren ini kan?
Ya, jelas sekali itu Basquiat.
Pernah dengar tidak, tentang kucing ini sebelumnya, tapi kutahu ini bernilai mahal, bisa menghasilkan banyak uang.
Selain itu, aku hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasih singkat
kepada mantan rekan-rekanku.
Apa kabar, Creepers? Aku tahu kalian sedang mengawasiku.
Dan bagaimana rasanya jadi sekelompok orang tak dikenal yang miskin pula?
Yo, Yo, yo, bos Tod di sini nih. Akan bikin suasana jadi heboh.
Penuh orang gila.
Penghianat.
Di mana Diane? Seharusnya dia sudah sampai di sini sekarang.
Bukankah seharusnya kau tahu di mana pacarmu berada?
Vernon?
- Serius? Di sini? - Apa?
Dan wisata menyenangkan ini terus berlanjut.
Jangan hina pengetahuanku, oke?
Dengar, yang berwarna kuning itu memberiku energi yang sangat menyegarkan.
Yang merah ini membantu memperlancar sirkulasi darahku,
dan membuat pikiranku tetap jelas.
Dan yang hijau itu, ya, yang hijau itu memberiku
semua nutrisi yang dibutuhkan tubuhku, oke?
Lalu bagaimana dengan yang berwarna ungu itu, Vern?
Sepertinya ada banyak yang berwarna ungu.
Yah, maksudku, dengar,
Kau tidak bisa mengeja kata 'layanan kesehatan' tanpa ada 'THC' di dalamnya."
Oh, ya Tuhan.
Akhirnya.
Kupikir kau salah masuk kamar, sobat.
Tidaklah. Aku dari Vice.
- Vice, uh? - Itu adalah sumber berita yang sangat cerdas.
- Hai, Frank. - Apa kau Cora?
- Kau tahu orang ini? - Ya.
Dia mengirim pesan pribadi kepadaku. Masuklah.
Itu banyak sekali peralatan. Hm?
Apa itu bom?
Oke.
Apakah hanya aku saja yang mencium bau tidak sedap di sini?
atau memang cuma aku saja, atau aku yang sudah tidak waras?
Aku bukan polisi
Banyak seperti Vic-- Diane, pas sekali.
Siapa orang kuno ini?
Namaku Frank Ballinger.
Aku dari sumber berita Vice.
Aku di sini karena ingin melihat kalian mengatasi Hotel Paragon itu.
Bagaimana kau tahu tentang Hotel Paragon?
Kulihat di postingan Diane.
Sama seperti orang lain.
Aku minta maaf.
Aku sudah bilang, aku minta maaf.
Oke, kita semua sudah membicarakan tentang bagaimana kita perlu
menjalankan akun Instagram kita ke tingkat berikutnya.
Frank di sini untuk bantu kita mencapainya.
- Hei, Vern, bagaimana menurutmu? - Kupikir dia polisi.
- Rick? - Tidak, sama sekali tidak.
- Itu ide buruk. - Diane.
Aku percaya padamu. Kita akan melaksanakannya.
Oke.
Van yang bagus, huh?
Sayangnya, tidak ada si anjing pengungkap misteri.
Hei, Cora, tanyakan pada Rick apakah dia membawa satu galon solar cadangan
seperti biasanya.
Tunggu, aku kira giliran Vern.
Sama sekali tidak.
Cora bicara padaku Diane bilang sekarang giliranmu.
Atau kita naik saja mobilku.
Ini benar-benar omong kosong.
Sejujurnya, aku tidak keberatan.
Aku cukup nyaman.
AccuWeather [aplikasi pendeteksi cuaca] tak pernah bohong.
Baiklah, mari kita pastikan saja
kalau sudah keluar dari terowongan sebelum badai itu melanda.
Terowongan?
Apakah tidak ada pintu atau jendela?
Dipasang papan penutup dan dipagari.
Ooh.
Kamu mau cerita atau tidak?
Ini dulunya milik JD, sekarang jadi barang pinjaman.
Hobi yang cukup glamor, ya?
Aku rasa aku akan tetap fokus untuk mengamati burung.
Sebenarnya tidak terlalu buruk kok.
Kecuali dalam situasi tertentu.
Oh, ya? Seperti apa?
Oh, kau tahu kan, aku sebenarnya tidak terlalu suka dengan segala macam
makhluk menjijikkan dan merayap yang membuat suara gaduh di malam hari.
Seberapa jauh kita harus masuk?
Sepertinya sebentar lagi sampai.
Ada satu hal kecil saja.
Dan apa itu?
Itu.
- Benarkah? - Iya.
Vern, bau itu berasal darimu atau saluran pembuangan ini? Soalnya baunya tidak enak.
Itu pendapatmu saja, bro. Aku selalu menjaga kebersihan tubuhku.
Tunggu, semuanya tunggu dulu, sejenak.
Apa itu?
Cora, sayang, kamu pasti tak akan suka ini.
Apa itu?
Semuanya, cepat menunduk!
Oh, tidak!
Singkirkan mereka! Singkirkan mereka!
Cora, kau baik-baik saja?
Aku benci tikus.
Inilah jalan masuk kita.
Harusnya ada jalan lain.
Aku akan melihatnya.
Tak lama kok.
Sementara dia mencarinya, aku akan coba mengerjakan ini.
Astaga!
Mungkin saja kru mereka sedang melakukan renovasi
dan disuruh berhenti.
Atau dipasangi penghalang untuk mencegah seseorang masuk.
Berhasil kan. Diane, balik sini! Kami menemukan jalan masuk!
Wow.
Pasti dulu mereka sering mengadakan pesta yang sangat meriah di sini.
Rick, kau melakukannya lagi.
Hai, teman-teman. Aku sangat senang kalian ikut
dalam perjalanan kecil ini bersama kami. Tempat ini berhantu.
Bikin kaget.
Sapa teman baru terbaikku..
Baiklah. Ayo kita mulai.
Para hadirin sekalian.
Selamat datang di Hotel Paragon, kalian semua.
Hotel Paragon!
Apa kalian melihat ini?
Kapan aku bisa pindah?
Tempat ini luar biasa, tapi ada tikus.
Oh, iya, dan bukan yang menggemaskan. Tidak, maksudku yang menakutkan,
tikus-tikus yang ganas, bermata merah.
Ya, aku tidak menyangka ada yang seperti itu. Aku lihat sendiri.
Wow.
Halo!
Keren.
Oh, betapa indahnya.
Apa kalian juga berpikir sama seperti yang aku pikirkan?
Dengar, aku tidak mengikuti kelas itu percuma.
Aku sedang streaming, Rick. Matikan.
Bagus. Tikus lagi.
Oke, mungkin bukan tikus.
Hei, siapa pun kau, ini tidak lucu!
Sialan. Dia tidak angkat teleponnya.
Oke, kau harus tenang.
Aku yakin dia baik-baik saja
dan akan mengerjai kita sebentar lagi.
Baiklah, hingga kita mengetahuinya secara pasti
kita lakukan ini dengan cara yang benar.
Kita periksa ruangan demi ruangan, lantai demi lantai.
Ayo.
Aku...
Hebat. Dramatis.
- Mereka bertengkar. - Soal apa?
Warna rambut.
Apa yang dia bilang padanya?
Kurasa dia tidak akan suka jika aku bilang padamu tentang hal itu.
Kedengarannya rumit.
Uh, sebenarnya tidak.
Kau tahu, Rick ingin punya istri, dan Diane...
masih ingin bebas Itu rahasia.
Jadi, Rick, apa dia yang memimpin?
Dia mengira kalau dia yang memimpin, jadi kami biarkan saja.
Dia bekerja sebagai petugas keamanan di Home Depot,
penyedia sebagian besar peralatan kami,
jadi khayalan itu membuat kami selalu memiliki peralatan yang cukup.
Dan aku berikir kalau hal itu mendapatkan persetujuan dari Diane.
Oh, jelas.
Maksudku, dia juga dapat kendali atas van itu.
Serta kemaluan Rick.
- Apa pekerjaan Vernon? - Vern adalah fotografer kami.
Dia mendokumentasikan segalanya. Dia selalu mengambil foto.
- Agak menyebalkan. - Dan kau?
- Aku? - Ya.
Oh, ya.
Aku kuncinya.
Jadi, aku yang membuka pintu ketika pintu-pintu itu tertutup,
dan aku juga yang menjaga agar semua orang tetap jujur.
Bagus.
Terima kasih, yang tadi.
Untuk apa?
Sudah membantuku di saluran pembuangan.
Tidak masalah.
Jadi, siapa nama istrimu?
Namanya Amanda.
Amanda?
Kau punya fotonya?
Aku punya.
- Dia itu keren. - Benar.
Aku suka tatonya. Tak seperti yang aku bayangkan buatmu.
Cora! Kita buang-buang waktu. Ayo pergi.
Terima kasih.
Diane?
Yo, kawan-kawan.
Coba lihat ini.
Ayo kita cari Diane dan pergi dari sini secepatnya.
Apa kau mau aku pergi ke meja resepsionis
dan lihat apa aku dapat menemukan kunci serbaguna atau semacamnya?
Ide bagus. Coba lihat.
Sebaiknya ada yang menemaninya.
Ya, santai aja, Sobat. Aku yang urus.
Ayo. lewat sini.
Dengar, aku cuma mau bilang, apa penyebabnya?
Bayangan.
Bayangan? Kau pikir bayangan yang menyebabkan ini?
Ya, aku tidak begitu yakin apa yang kau...
Tunggu, kau mendengarnya?
Apa?
Aku tidak tahu, rasanya seperti...
Dicekik. Cakar itu...
Benarkah?
Cora. Cora.
- Cakar itu. - Ya, ya, ya.
Bangun.
Aku lihat kau naksir si tuan Vice.
Sama sekali tidak.
Uh, tidak, tidak, tidak, tunggu dulu.
Terbawa suasana, oke?
Apa?
- Aku tahu suasana ketika pertama kali mengenal seseorang. - Oke.
Yah, satu-satunya susana yang aku rasakan cuma kau saja.
Di kursi belakang mobil.
Bukankah kita sedang mencari seseorang?
Apa ini?
"Pemilik Hotel Paragon menghilang setelah istrinya dibunuh."
"Hotel langsung ditutup."
"Rinciannya telah dirahasiakan oleh pihak kepolisian
karena masih dilakukan penyelidikan."
"Namun, telah beredar kabar
bahwa dada korban ditemukan terbuka
hatinya juga telah dicabut."
Wow.
Ya, kau benar-benar tahu cara menggoda seorang gadis, Vern.
Bagaimana kau bisa kenal Diane?
Di sebuah rumah sakit jiwa yang terbengkalai.
Kurasa suasananya saat itu juga mendukung.
Kira-kira dia yang tepat?
Dengar, aku tahu kau baru saja bertemu dengannya,
tapi percayalah, tidak ada orang yang tepat seperti--
Lepaskan itu!
- Hei! Hei! Lepaskan dia! - Berhenti!
Menjauh darinya!
- Jangan sentuh dia! - Tenanglah!
Dia terluka! Oke?
Orang gila macam apa yang memasang perangkap beruang di hotel?
Oh, itu sepertinya perlu dijahit.
Seperti kebanyakan dari mereka.
Kita harus melakukannya dengan barang yang kita punya.
Oke.
Sekarang, ini bakal terasa perih. Sedikit.
- Ayolah. - Maaf. Maaf.
Itu saja.
Teman-teman, menurutku kita perlu membawa Rick ke rumah sakit.
Tidak, aku tidak akan pergi tanpa dia.
Itu telepon Diane. Dia ada di lantai atas.
Kau bisa berjalan?
- Ya. - Hei, hei.
Aku pegangi kau. Sebelah sini.
Ayo.
- Cora, ambilkan kameraku. - Ayo pergi.
Ayo, aku bantu kau.
Yo, kurasa ini tandanya kita harus tinggalkan tempat ini.
Cora, itu telepon Diane.
Hei, siapa pun kau, ini tidak lucu.
Oh, ya Tuhan.
Baiklah, jadi kalian tahu
Biasanya aku tidak bilang begini, tapi kita sebaiknya hubungi polisi.
Vernon benar. Kita harus mencari bantuan yang nyata.
Teman-teman, dengar, kita tidak punya waktu
untuk menunggu polisi datang, oke?
Setuju. Kita harus terus bergerak.
Tetap pelankan suara, oke? Ayo.
Hei, teman-teman, apa itu?
Boo!
Jangan bergerak! Bangun! Bangun! Berbalik!
Apa-apaan ini, Frank? Kau punya senjata?
Bro, aku tahu kau polisi!
- Aku rindu kalian. - JD?
- Apa, kau kenal orang ini? - Hati-hati!
- Ayolah. - Jangan sentuh aku.
Jalan!
Ayo, jagoan. Bangun.
Berlututlah sekarang.
Lepaskan ransel kalian.
Lepaskan kameranya, cewe. Ayo.
Matikan ponselnya.
Waktunya untuk sedikit kasar, Creeps.
Di mana Diane, dasar kau bajingan?
Aku tak tahu di mana si pelacur berambut ungu itu.
Mungkin sedang syuting video OnlyFans di suatu tempat.
Yang ingin aku tahu adalah, di mana uangnya?
Aku tanya sekali lagi, di mana uangnya?
Aku juga tanya sekali lagi, di mana Diane?
- Permisi, apa katamu? - Siapa mereka?
Mereka The Scavengers.
Mereka cuma sampah di muka bumi.
Oh, sial!
Tod, dia selalu mengatakan hal-hal yang tidak penting. Tenang aja.
Tutup mulutmu!
Kau tahu, peluru itu tidak pilih-pilih, sayang.
Wow.
Seorang sampah kulit putih yang modern. Kau tahu, itu... itu langka.
Bisa ditebak. Cewek ini yang paling berani.
- Ya. - Dan banyak mulut...
Kau lihat itu? Aku lihat.
Apa yang akan kita lakukan padanya?
Yah...
Aku berpikir beberapa hal.
Sangat lucu,
aku masih punya banyak ruang untuk bicara.
- Diam saja! - Sudahlah, bro.
Tenang. Jangan. Tenang, tenang.
Oke.
Benar? Tak apa.
Kita tinggal menghilangkan mulutnya saja.
Tod, kau berlebihan, bro.
Kubilang diam!
Hei.
Kau yakin tahu cara menggunakan benda itu?
Oke, Rambo?
Apa, begitu?
Kau ini siapa, polisi?
Tidak. Aku hanya sedang mencari istriku.
Frank, apa yang kau bicarakan?
Jelaskan.
- Jelaskan! - Baiklah, baiklah.
Istriku adalah seorang jurnalis.
Dia hilang beberapa bulan yang lalu,
bersama fotografernya. Mereka...
sedang membuat laporan tentang pemilik hotel ini.
Polisi? Mereka sama sekali tidak membantu.
Aku benar-benar tidak bisa menemukan cara untuk masuk.
Begitu aku melihat postinganmu tentang Hotel Paragon,
Aku tahu kalian pasti bisa melakukannya.
Siapa yang peduli?
Apa bedanya dua jalang tolol di dunia ini?
Anggap saja tiga.
Kau tetap di sana.
Itu benar-benar menjijikkan.
Itu milik Diane's!
Oh. Oh, bro, ini. Oh, iya. Tidak, kemarilah.
Aku tidak tahu. Aku tidak tahu itu milik pacarmu.
Aku tidak tahu.
Bangun, ambilah. Maaf, aku tidak tahu.
Sungguh. Ambil saja.
Oke? Ya? Bagus.
- Jangan, Rick! - Rick!
Rick!
Tidak, Rick.
Ada yang lain suka dapatkan penerbangan reguler?
Itulah yang kumaksud.
- Tod, ini bukan bagian dari rencana. - Rencana berubah.
Kau bilang kita cuma mau menakuti mereka.
Sekarang ini akan jadi--
Tutup saja mulutmu, atau aku akan membuatmu diam selamanya.
- Kemarilah. Kemarilah. - Kau psikopat.
Aku sama sekali tidak peduli dengan omong kosong Instagram ini.
- Aku melakukannya demi uang. - Tai, benar, bro.
Dan kau tahu di mana letaknya, kan?
Bawa aku ke kantor itu.
Ya, aku tak bisa melakukannya.
Apa?
Kantor itu ditandai di denah.
Dan Rick, dia punya satu-satunya salinannya, pintar.
Ya, oke. Oke.
Ayo kita cari si penerjun payung. Jalan.
- Jalan. - Santai, bro.
Berhenti.
Rick!
Rick!
Pasti ada jalan lain.
Siapa yang bisa berjalan di dinding?
Aku saja.
Aw.
Pergi.
Pergi.
Hebat.
Rick, kau baik-baik saja? Rick, jawablah--
Oh, ya Tuhan! Oh, ya Tuhan!
Bukan dia.
Hmm. Sayang sekali. Ayo pergi.
Tunggu, bagaimana caranya aku kembali?
Tidak bisa!
Sampai jumpa. Ayo.
JD, ini bukan dirimu, bro.
Kau harus membantu kami.
Diane?
Jalan.
Jangan lepaskan dia.
Apa yang ada di dalamnya?
Narnia.
Tidak ada apa-apa. Astaga!
Aku mohon. Tolong aku.
Beth. Hei, hei, tenang dulu.
- Tidak apa-apa. Kau sudah aman sekarang. - Kau kenal dia?
Ya. Dia datang ke sini bersama istriku.
Beth, hei, hei, hei, hei, di mana Amanda?
Dia datang.
Kalian semua akan mati.
Berlutut. Kalian semua, berlututlah!
Ayolah!
Kasih aku kacamata penglihatan malam.
Ayo, ayo.
Tutup tirainya.
- Mack, kau lihat sesuatu? - Tidak ada.
JD?
Apa-apaan...
Mack, teruslah memotret!
Ayo kita pergi dari sini. Ayo cepat!
Rick.
Baiklah?
Halo?
Oh, ya Tuhan Rick? Oh, ya Tuhan Rick.
Oh, ya Tuhan. Ayo. Aku bantu kau.
Ayo. Aku bantu kau. Tidak apa-apa.
Kami akan membawamu keluar dari sini. Ayo.
Tidak.
Sembunyi.
Apa-apaan...
Apa-apaan itu?
Oh, ya Tuhan.
Diane?
Astaga, Diane.
- Tidak ada apa-apa. - Ayo!
Ayo!
Sebuah rahasia yang sangat kuat
telah disampaikan kepadaku.
Rahasia yang lebih besar.
Whoa!
Lebih dari sekadar seorang orang bodoh.
Astaga.
Whoa!
Ayo pergi!
Apa yang harus dilakukan, harus diselesaikan.
Oh! Oke.
Rebecca tidak akan pernah mengerti.
Setelah mencerna hati suci yang abadi,
orang terpilih itu akan dikaruniai kekuatan gaib.
Terpujilah sang kegelapan.
Ayo, bro, ayo kita pergi saja dari sini.
Bagaimana kalau kau berhenti bersikap seperti gadis cengeng
and bantu aku mengeluarkan ini, huh?
- Itu tidak sebanding, sob! - Mack.
Mack! Kau sudah mati, Mack!
Apa yang diperoleh dari keabadian
akan lebih besar daripada kehilangan dalam hidup ini.
Oh, ya Tuhan.
Oke.
"Transformasi terakhir dari manusia menjadi binatang
akan terjadi ketika sang penguasa kegelapan ditawari untuk
menyatukan dua jiwa jadi satu dalam...
neraka."
"Pada upacara tersebut, manusia-binatang
akhirnya akan memperoleh hidup yang kekal,
dan seluruh kekuatan gelap yang dia dambakan."
Aku rasa tidak.
Vernon?
Dengar.
- Vernon? - Di bawah. Ayo!
- Tunggu dulu. - Woah.
Ya ampun.
Vern, kau tak apa?
- Hai. Ya, kami baik-baik saja. - Aku bisa melihatmu.
- Kamu di mana? - Di atas, dan aku sudah menemukan Diane.
Cora, bagaimana caranya kami menjemputmu?
Cepat keluar, cepat keluar, cepat keluar! Dia datang!
Ayo!
Ayo, teman-teman. Ayo, ayo.
Pergilah cari pisau. Barang tajam.
Apa saja. Ayo, ayo!
Hei, Cora!
Cora, kita ada di dapur. Kita butuh jalan keluar.
Hei, Frank! Frank, aku dapat!
Oke, sudah kutemukan jalan keluarnya.
- Di mana itu? - Tepat di depanmu.
- Nah, itu dia. Ayo, ayo! - Oh, kau pasti bercanda.
Oh, Tuhan.
Saklarnya mati.
Kau harus mengangkatnya sendiri secara manual.
Ayo masuk.
Apa, kau pikir ini aman?
Baiklah, lanjutkan. Radio.
Baiklah.
Seharusnya aku sudah cerita kepada kalian mengenai istriku.
- Aku minta maaf. - Tidak apa-apa kok.
Ayo.
Vernon!
- Waktunya habis! - Sudah kulakukan secepat yang aku bisa!
- Oh, Ya Tuhan, Vern. - Oh, Brengsek!
Oke. Oke. oke.
Frank, Cepatlah!
- Ayolah Frank! - Ayolah, Lebih cepat!
Ayolah, Frank!
Ayo!
Vernon, ambil pisau!
Vernon! Potong kabelnya!
- Astaga, Frank. - Berikan walkie-talkienya padaku.
Frank, kau tak apa-apa?
Aku baik-baik saja.
Yang itu? Biasa saja.
Frank, temui kami di bagian atas.
Mengerti.
Aku cuma butuh waktu sejenak.
Frank?
Kami menemukan seseorang di lantai sembilan.
Frank.
Ada kabar tentang Rick?
Maksudku, dia memang menyelamatkanku, tapi...
Kita akan mencari Diane.
Iya, dia ada di sini.
Di mana ini?
Baiklah. Aku akan menjemput Diane.
- Perhatikan layar monitor. - Tunggu sebentar.
Oh, ya Tuhan.
Singkirkan cakarmu dariku!
Biarkan aku pergi!
Frank?
Frank, apa kau sudah menemukan Diane?
Cora?
- Diane? - Oh, syukurlah kau masih hidup.
Kami kira makhluk itu sudah menangkapmu.
Apakah Frank ada bersamamu?
Dia menyelamatkan hidupku.
Hei, apakah Rick ada bersama kalian?
Sudah waktunya keluar dari tempat sialan ini.
Um...
Diane, sayang...
Bagaimana dengan Rick...
Cora, di mana Rick?
Diane, Rick itu pahlawan. Dia menyelamatkan Cora, tapi...
Cora?
Di mana terakhir kali kau melihat Rick?
Di sebuah ruangan di lantai tiga,
di ujung lorong.
Rick?
Hei. Hei, hei. Oh, tidak.
Hei. Hei, Rick. Rick, Rick, Rick, hei. Hei.
Tolong bangun. Tolong bangun.
Tolong, sayang, tolong.
Rick! Rick!
- Kau baik-baik saja? - Diane?
- Kau baik-baik saja? Astaga. - Iya.
- Apa aku sedang bermimpi? - Nanti aku jelaskan semuanya.
Seratus juta penayangan.
Ayo, sayang, kita mulai! Aku suka itu.
Dengar, aku sudah menyimpan ini untuk kesempatan yang sangat istimewa.
Hei, teman-teman, Seandainya saja Frank ada di sini.
Untuk Frank.
- Untuk Frank. - Frank.
Untuk Frank.
Aku punya kejutan.
Oh, ya Tuhan.
Tunggu, apa?
Keputusan eksekutif. Sedikit saja tidak akan merusak peraturan.
Sahabatku.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.