Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
THE FIRST RESPONDERS
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK,
DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Siapa yang parkir di depan rumahku?
KONGMYEONG PIL
Kemarilah, Alex.
Saatnya pergi ke les privat matematika.
Tidak bisakah kita bermain sedikit lagi?
Karena itulah nilaimu selalu jelek.
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa!
Seunga!
Apa itu tadi?
Apa itu?
Apa itu orang?
Dengan 119? Kami butuh bantuan darurat!
Hubungi polisi juga! Mereka harus menangkap bedebah itu!
KODE DARURAT YANG DIKELUARKAN TERKAIT OBSTETRI DAN ANAK
Bisakah kau ke atap?
- Lantai sembilan? - Ya. Unit 909.
Dia pasti sendirian karena tidak ada yang membunyikan bel.
Cobalah ke sana.
Baik, Bu. Ayo.
Aku ikut denganmu!
- Jaga anak-anak. - Baiklah.
Aku juga ikut.
- Apa? Di mana Detektif Jin? - Bersiaplah
- dan atur matrasnya... - Dia tidak pernah libur.
Tapi dia tidak menjawab padahal ada tanggapan gabungan.
Hei, kenapa repot-repot bertanya?
- Pemiliknya bisa dihubungi? - Belum.
Tunggu.
Sudah.
Ayo masuk.
Dojin, biarkan aku masuk sendiri.
Dia mungkin sedang tidak stabil.
Seol, ambil ini.
SOAL UJIAN CSAT SONG HAEUN
Baiklah.
Seol.
Ulur waktu untukku. Aku akan turun dari lantai sepuluh.
Baik. Tolong lakukan itu, Dojin.
Tolong ikut kami ke lantai sepuluh.
- Ayo bersiap. - Ya, Pak.
Tunggu...
Apa aku tidak terlihat hari ini?
Haeun.
Kau Haeun, bukan?
Aku petugas damkar.
Namaku Song Seol.
Letakkan sedekat mungkin dengan dinding agar tidak ada celah.
- Baik, Bu! - Baik, Bu!
Ini Dokgo Soon.
- Halo, semuanya terkendali? - Di mana?
Seharusnya aku ada di sana.
Tidak apa-apa.
Aku dalam perjalanan keluar saat kami menerima panggilan lain.
Masih ada ruang. Dekatkan ke dinding!
Kau pulang dengan selamat setelah makan malam?
Maaf, tapi aku sedang di TKP. Kita bisa bicara lain kali.
- Apa-apaan? - Pak Baek, di sebelah sana.
Baiklah.
Astaga, di sini bau.
Ada apa ini?
Apa? Itu bayi baru lahir.
Ini kasus kejahatan berat. Tutup area ini.
Aku akan langsung ke BFN.
Kurasa kita harus meminta autopsi darurat.
Aku juga pernah berada di fase ingin melompat dan bunuh diri.
Aku tak sanggup hidup di dunia sialan ini lagi.
Hei, Nona.
Boleh aku minta tolong?
Bisa tolong kirim pesan kepada ibuku?
Sama seperti orang tua yang tidak bisa memilih anaknya,
seorang anak tidak bisa memilih orang tua.
Serta...
kami adalah kegagalan.
Dojin, dekati diam-diam agar dia tidak melihatmu.
Tidak.
Kau harus memberitahunya sendiri.
Ibuku tidak tertarik pada apa pun kecuali nilaiku.
Kau baik-baik saja?
Dia terluka. Kita butuh tandu.
Situasi aman!
Singkirkan matrasnya dan ambil tandu.
Mayat bayi perempuan tak dikenal.
Berat 0,7 kg.
Diduga maserasi janin di seluruh tubuh.
KULIT JANIN MEMERAH KARENA AIR KETUBAN SAAT KEMATIAN JANIN
Dari kepala sampai kaki, 17,5 cm.
Dari kepala sampai bokong, 13,1 cm.
Bayinya sangat kecil.
Dia mungkin prematur.
Untungnya, pembusukannya masih tahap awal.
Tolong lupnya.
Tali pusatnya tidak dijepit saat dipotong.
Bagian yang terpotong tampak kasar.
Kurasa ini tidak memakai gunting medis.
Artinya dia lahir di luar rumah sakit.
Bayinya sangat kecil dan memiliki postur aneh.
Itu artinya dia bersembunyi dan tumbuh di rahim ibunya.
Apa? Apa itu mungkin?
Jika ibunya menyangkal kehamilan atau tidak ingin hamil sejak awal,
janinnya melakukan ini untuk bertahan hidup.
Dia bersembunyi dan jarang sekali bergerak.
Kasus ini sangat langka,
tapi perut beberapa ibu tidak membesar bahkan saat hampir melahirkan.
Kalau begitu, tidak ada orang di sekitar ibunya yang tahu dia hamil.
Pisau bedah. Mari buat sayatan.
Kita harus tahu aktivitas kriminal apa yang dilakukan saat kematian bayi itu.
Jika bayinya lahir mati, penelantaran jasad.
Jika bayinya masih hidup, pembunuhan dan pembuangan jasad.
Kedua situasi itu sangat berbeda.
Mari siapkan uji apung paru.
TES UNTUK MEMBEDAKAN KEMATIAN BAYI DARI KELAHIRAN MATI
Jika dia masih hidup dan bernapas saat lahir,
seharusnya ada udara di dalam paru-parunya.
Paru-parunya pasti mengapung karena udara lebih ringan dari air.
Haeun, saat ibumu datang nanti,
jangan katakan hal-hal seperti kau tak mau menemuinya lagi...
Dia tak akan datang.
Apa?
Nona Song Haeun, kami akan mengganti perbanmu.
Pak.
Tolong hubungi psikiater anak.
Pasien Song Haeun harus diperiksa.
Kemungkinan besar, dia akan mengulanginya.
Baiklah.
- Ayo pergi sekarang. - Baiklah. Ayo.
Uji apung paru negatif.
Bayinya tidak pernah menghirup udara.
Dilihat dari ukuran tubuhnya yang kecil,
kemungkinan dia mengalami keterlambatan pertumbuhan di rahim
atau lahir dalam keadaan mati.
Lantas, ini bukan pembunuhan bayi.
Bagaimana tali pusat dan plasentanya? Biasanya itu dibuang bersama.
Hei, kau sudah memeriksa tasnya?
Ada hal lain di dalamnya?
Sama sekali tidak.
Tampaknya, itu tas mewah yang juga langka.
Harganya 80 juta won.
Delapan puluh juta?
Itu gaji tahunan kepala bagian.
Tas ini juga edisi terbatas yang memakai tiga kelompok kulit buaya.
Jadi, tasnya hanya tersedia untuk VIP yang menghabiskan banyak uang.
"VIP"?
Bagus.
Anjing gila itu sudah pergi.
Dan beruang gila telah tiba.
Sial.
Mereka selalu menyuruhku melakukan pekerjaan seperti ini.
Apa-apaan ini?
Ini plasenta.
Plasenta?
Myeongpil, kau beruntung.
Pastikan kau memeriksa setiap sampah di sana.
Lagi pula, ini milik VIP. Mengerti?
Kuambil kembali, ya.
Karena menangani klienmu dengan sangat hati-hati,
kau pasti tahu siapa yang membeli ini, bukan?
Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa membantu.
Ini bukan produk kami.
Bukan produkmu? Apa maksudmu?
Kalian lihat garis jahitan tidak rata di dalamnya?
Produk asli kami semuanya buatan tangan dan bahkan garis jahitannya dibuat
satu per satu oleh perajin dari Verona dan Nice.
Jadi, akan ada 18 jahitan dengan panjang masing-masing 0,4 cm.
Maaf, aku tidak bisa membantu kalian dengan tas palsu ini.
Astaga. Tidak hanya menelantarkan bayinya, dia bahkan memasukkannya ke tas palsu?
Sulit dipercaya. Sudah lama aku tidak merasa sekesal ini dengan penjahat.
- Pak Baek. - Apa?
- Lihat ini. - Ada apa?
MAYAT BAYI YANG BARU LAHIR DITEMUKAN DALAM TAS MEWAH DI TAEWON-GU, SEOUL!
Apa yang terjadi? Mereka ingin pelakunya kabur
setelah membaca artikelnya?
Bisa-bisanya mereka sudah menulis artikel tentang itu.
Kau seharusnya mencegah reporter datang ke TKP.
Maengpil, kau sedang puber, ya?
- Kenapa memprovokasiku? - Omong-omong...
Kau sudah menemukan pemilik tas mewah itu?
Kami gagal.
Seungkyu, ayo.
Beruang Kutub kesayangan kita ternyata tidak sehebat
anjing kampung yang meninggalkan rumah.
Kongmyeong Pil.
Bukankah kau dilema harus bernapas dari lubang hidung mana?
Kemarilah. Akan kugabungkan jadi satu.
Sayang sekali jika kau tidak melihat ini.
Apa itu?
Ini tanda terima kartu yang kutemukan di tempat sampah bersama plasenta.
Kartu. Coba kulihat.
Astaga. Secara cuma-cuma?
Dasar kau...
Apa maumu?
"Detektif Kongmyeong, kau sudah bekerja keras.
Terima kasih banyak."
Kau bisa melakukan itu setelah semua usahaku untuk ini.
Omong kosong apa yang dia ucapkan?
Detektif Kongmyeong.
Dalam pekerjaan ini,
berusaha itu wajib, Bodoh.
Apa?
Astaga, VIP kita
makan makanan yang sangat mahal.
Di mana Detektif Jin?
Seharusnya dia mengendus kasus sebesar ini
dan bergegas kemari, bukan?
Bisakah kau melakukan itu
setelah merusak acara makan malam tempo hari?
Yang benar saja.
Kurasa Anjing Jindo memang manusia.
Dia punya hati nurani.
Hei. Kau tampak sehat.
Aku bicara berdasarkan pengalaman karena sudah memenjarakan banyak penjahat.
Mereka bilang sangat ingin makanan manis.
Silakan. Pilih yang kau suka.
Manis, bukan?
Benar.
Mustahil kau...
merencanakan kasus Bang Pilgu sendirian.
Siapa dalangnya?
Semuanya ulahku.
Kau tidak tahu aku orang yang kreatif?
Tentu, kau pasti menghabiskan uang.
Tapi itu bukan idemu.
Dengar, Taehwa.
Kau bisa dipenjara selamanya.
Jadi, kenapa kau membantu orang itu?
Siapa orangnya?
Mereka juga membantuku.
Mereka memberiku bantuan termahal di dunia.
Dahulu aku...
sangat menyayanginya.
Aku hanya meminta mereka membungkamnya.
Tapi mereka membungkam dia selamanya.
KAU MENIKMATI MAKAN MALAMMU? SEKARANG DIA DIBUNGKAM, TIDAK BISA DIUBAH
Selamanya.
Ada apa dengannya?
Buka ini.
Anjing Jindo, kau bisa terlahir kembali.
Kau bisa menggonggong sesukamu.
Tapi di depan mereka,
kau hanya akan menjadi...
anjing kampung.
Menggonggong seperti itu.
Buka pintunya...
Silakan.
Kalian tinggal di lantai ini?
Ya, benar. Ada apa?
Baguslah kalian di sini.
Penyewa sebelumnya pindah, kami harus memperbaiki tempat ini.
Kami butuh persetujuan kalian untuk pengerjaan ini
karena akan berisik.
Begitu rupanya.
Terima kasih. Semoga harimu menyenangkan.
Dia pergi.
Astaga, yang benar saja.
Dia meninggalkan kursinya. Ceroboh sekali.
Lagi pula, tidak ada yang mau pindah ke sini karena rumor mayat busuk itu.
Biarkan saja.
Tetap saja, dia harus membawanya. Aku akan menghubunginya.
Tapi kita bisa menggunakannya sesekali.
Aku akan masuk.
MA TAEHWA, 42, DIREKTUR MASONG YANG CHIYOUNG, 45
JIN CHULJOONG, 59, JAKSA KEPALA
YEOM SANGGU, 43, JAKSA
SEOK MIJUNG, 35, MAHASISWA PASCASARJANA CHOI SEOKDOO, 27, PELAKU NARKOBA
BANG JIYOUNG, 16, SEKOLAH SENI RUPA DI BELGIA
BANG PILGU, 57, PASIEN KANKER STADIUM AKHIR
DALANG
Anjing Jindo itu libur seharian.
Dia harus bekerja lebih awal untuk memeriksa kasus ini.
Kenapa dia terlambat?
- Hei. - Pihak merek tas
yang dijadikan alat untuk membuang jasad bayi baru lahir
menyatakan bahwa tas itu palsu.
Karena kasus itu,
saham perusahaan tersebut anjlok dan reputasinya hancur.
- Melawan perusahaan yang membuat... - Apa?
Sudah masuk berita?
Jika aku pelakunya, aku akan kabur karena malu
orang-orang tahu tasku palsu.
Kalau begitu, seharusnya kau sendiri ke TKP.
Memang kau sudah tahu tentang detail kasusnya?
Catatan menandai awal investigasi.
Aku sudah mengingat semuanya.
Kau membaca semua itu?
Kasusnya sangat menarik, aku tidak bisa berhenti membaca.
- Kau sudah mengidentifikasi VIP itu? - Ya.
Bang Jakyung. Usia 46 tahun.
Dia direktur kreatif Mission Planning,
salah satu dari lima perusahaan periklanan terbaik di Korea.
Seniman Park Jieun mengambil jurusan lukisan Oriental.
Dia dikenal karena metode tradisionalnya seperti menggiling batang tinta
dan menempel kertas tradisional dengan pasta buatan tangan.
Aku sebenarnya suka ide
dan proyek itu.
Tapi presentasi kalian di bawah standar.
Aku ingin penulisan wara, bukan hanya penjelasan.
Jika akan terus begini, lupakan saja.
Kami dari Kantor Polisi Taewon.
Bu Bang Jakyung.
Apa ini tasmu?
Kami sedang rapat.
Ada apa ini?
Itu bukan tasku.
Lalu kenapa kami menemukan tanda terima kartu debit
dan plasenta di dalamnya?
Pembantu, koki,
sopir suami dan sopirku,
serta guru privat anak-anak kami.
Lebih dari sepuluh orang luar datang ke rumah kami setiap pekan.
Asal kalian tahu saja,
suamiku Hakim Song Jaejun dari Pengadilan Seoul Timur.
Jadi?
Kalian butuh nama dan nomor telepon mereka?
Bisakah kau melakukan hal lain untuk kami sebelum itu?
Buka mulutmu.
Kau mencurigaiku?
Tidak, ini hanya protokol.
Hei, kau harus meminta izinnya dahulu.
Kau mengizinkan?
Buka mulut. Tidak akan lama.
Buka sedikit lebih lebar.
Masuk.
Baiklah. Bagus. Terima kasih.
Permisi, Pasien Song Haeun sudah boleh pulang?
Jangan memancingku. Ibunya datang semalam.
Dia memarahi putrinya, katanya dia sangat malu.
Kudengar dia murid terbaik di SMA Taewon.
Astaga. Kenapa anak pintar melakukan hal seperti itu?
Dia sudah menemui psikiater anak?
Dilihat dari perangai ibunya, aku ragu dia akan setuju.
Padahal dia tampak sangat tidak stabil.
ITU PALSU? TIDAK MUNGKIN. KINI KITA SEMUA TAHU TASNYA PALSU.
PELAKUNYA HARUS DIPERMALUKAN
JADI, ITU PALSU
Nona Yun, tidak perlu terburu-buru dengan tes DNA-nya.
Bukankah katamu ini mendesak?
Kurasa aku membuat kesalahan. Aku tidak bisa mencium apa pun darinya.
Aku baru dapat hasilnya.
LAPORAN ANALISIS
SAMPEL DNA TAMPAKNYA MILIK NENEK DARI PIHAK IBU KORBAN
Kau benar.
Bagaimana kau tahu?
Dia hanya mengkhawatirkan tas palsu itu.
Tapi kau hanya setengah salah.
Kau masih setengah benar.
Apa maksudmu?
Hasil tes DNA sudah keluar, Bu Bang Jakyung bukan ibunya.
Jadi, aku sudah boleh pergi sekarang?
Sepertinya belum.
Ada apa lagi kali ini?
Kau nenek dari pihak ibu bayi yang meninggal itu.
Apa katamu?
Kau punya seorang putri, bukan? Ini...
Tunggu. Dia...
DATA PRIBADI NAMA: SONG HAEUN
Benar di sini.
- Tunggu. Kurasa itu dia. - Apa itu dia?
Hei.
Hei, Nak. Bisa bicara sebentar?
- Haeun, tunggu... - Hei, Song Seol. Kenapa kau di sini?
Kau sendiri? Ada urusan apa?
Jangan pedulikan kami. Kami harus bicara dengannya.
Dengan Haeun?
Tim malam bisa mengambil alih dan tim siang bisa pulang.
- Baik, Bu. - Baik, Bu.
Omong-omong, di mana Petugas Song Seol?
Dia menuju kantor polisi.
Kantor polisi? Untuk apa?
Terkait kasus tas palsu itu.
Ibu dari bayi yang ditelantarkan itu
adalah gadis yang mencoba bunuh diri baru-baru ini.
Apa?
BARU-BARU INI, APA KAU MENGALAMI...
Detektif Jin, bisa kita bicara?
Aku?
- Tetap di sini. - Baiklah.
Ada apa?
Kenapa?
Suruh Seol pergi sekarang.
Tidak bisa. Aku yakin kau sudah dengar.
Dia dan Haeun sudah lumayan akrab.
Apa pun kasusnya,
jangan biarkan dia terlibat dalam kasus ini lagi.
Apa yang terjadi?
Akan kujelaskan semuanya nanti. Yang penting, jangan libatkan dia.
Katakan alasannya.
Akan kuberi tahu nanti.
Lagi pula, ini tugas polisi. Selesaikan sendiri.
Baiklah.
Bisakah kau cerita kepadaku apa yang sebenarnya terjadi?
Entahlah.
Ada masalah serius yang menimpamu baru-baru ini, bukan?
Entahlah.
Jika sulit membicarakannya, bisakah kau menuliskannya di sini?
Entahlah.
RUANG REKAMAN INTEROGASI 2 RUANG PENGAMATAN
Dia hanya bilang "Entahlah" sebanyak 23 kali sejauh ini.
Maka itu, biarkan aku bicara dengannya.
Aku yakin ada kesalahpahaman.
Haeun masih pelajar.
Mana mungkin dia membuang bayi padahal tidak pernah hamil?
Dia tidak mau bicara denganmu.
Aku tidak peduli. Dia anakku, biar aku mengurusnya.
Bu.
Maaf, boleh aku saja yang bicara dengannya?
Memang kau siapa mau ikut campur?
Sudah cukup. Ayo.
Dia benar. Lagi pula, kau bukan polisi.
- Kami akan... - Petugas Song
yang menyelamatkan Haeun dari beranda lantai sembilan.
Di mana kau saat itu?
Seseorang yang ingkar janji tidak pantas menjadi detektif.
Seol mengajukan diri.
Aku memprioritaskan menemukan kebenaran.
- Kenapa? Karena kau tidak bisa sendiri? - Haeun.
Dia mulai bicara.
Begini...
Aku tidak berani membayangkan
bagaimana kau menahan semua yang terjadi kepadamu...
tanpa ada orang di sisimu.
Jadi, aku bahkan tidak berani berempati kepadamu.
Kenapa kau tak bisa beri tahu siapa pun?
Kau bisa beri tahu ibumu atau...
Sudah terlambat.
Kau tak tahu tubuhmu berubah.
Pasti sakit sekali.
Hei.
Ini nilai uji keterampilannya pekan lalu.
CATATAN PENILAIAN KETERAMPILAN BAHASA INGGRIS
Nilainya untuk hari Rabu berantakan.
Tanyakan apakah Rabu lalu dia melahirkan.
Apakah terjadi hari Rabu lalu?
Tanyakan siapa ayahnya.
Izinkan aku mengajukan satu pertanyaan terakhir.
Ini sangat penting.
Siapa ayah bayi itu?
Aku...
Hei, Song Haeun ada di kantor polisi.
Apa? Kenapa?
Hei, jangan bohong.
Kasus tas palsu itu. Dia pelakunya.
Pantas saja perutnya membesar.
- Sudah kuduga. - Apa yang terjadi?
- Apa? - Sudah kubilang.
- Diamlah. - Sudah kuduga.
OMK sebentar lagi.
OLIMPIADE MATEMATIKA KOREA
Salah satu dari kalian harus menang.
Aku sungguh tak tahu.
Bagaimana bisa dia tidak tahu?
Kalau begitu,
sepuluh bulan lalu, bisa beri tahu siapa...
Para pria yang tidur denganku?
Ya.
Jika terlalu sulit mengatakannya,
bisakah kau menuliskannya?
PARK SANGWOO, KIM JIHAN, OH SOOHYUN, KANG YOUNGMIN, YANG WOOHYUK
Nona Seol?
Astaga.
- Kau... - Sudah, 'kan?
Seol.
Sudah puas?
Dasar bedebah egois. Minggir.
RUANG RAPAT SMA TAEWON
Lima orang?
Song Haeun anak SMA berusia 18 tahun, bukan?
Aku tidak percaya dunia ini sekarang.
Mereka semua murid kelas 11 di SMA Taewon.
Bisa tolong berikan penjelasan sebagai wakil kepala sekolah?
Dua. Tiga.
Empat. Enam.
Yang ini 187.
DAFTAR KEMUNGKINAN AYAH BAYI KASUS TAS MEWAH
PARK SANGWOO, OH SOOHYUN, KIM JIHAN, KANG YOUNGMIN, YANG WOOHYUK
Ini peringkat mereka di sekolah.
Song Haeun di peringkat pertama.
Pak, kami tidak perlu tahu itu.
Kami hanya butuh DNA mereka.
Kalian masih tidak mengerti?
Aku yakin akan sulit membujuk orang tua para murid terbaik itu.
Tapi kita bisa apa?
Bukan begitu.
Sekarang sedang pekan ujian.
Itu bukan urusan kami.
Aku akan memanggil Anna, bersiaplah.
Baik, Pak.
Kau memberikan alasan yang jelas?
Kubilang ada rapat orang tua soal pembentukan kelas khusus
yang berisi murid-murid terbaik untuk persiapan ujian sekolah.
RUANG RAPAT
Baiklah. Aku akan menyampaikan kabar yang kurang mengenakkan.
Gadis tidak berguna itu.
Kau mencurigai anak-anak kami hanya berdasarkan ucapannya?
Kau menginginkan DNA putraku?
Tidak. Itu hal yang berharga.
Untuk sekarang, ini satu-satunya cara kita bisa menentukan ayah kandungnya.
Pak!
Seharusnya kau mencegah mereka datang saat pekan ujian!
- Benar. - Anak-anak kami akan stres!
Bu, begini...
Tidak ada yang bisa kami lakukan karena investigasi telah dimulai.
- Astaga. - Sulit dipercaya.
- Bagaimana ini bisa terjadi di sini? - Maafkan aku.
Aku akan pergi.
- Kau mau ke mana? - Tiba-tiba saja?
Milik Soohyun baru saja diikat.
Apa maksudmu?
Vasektomi.
Kau punya rekam medisnya untuk membuktikan itu?
Tentu saja tidak. Kami melakukannya diam-diam...
Kalau begitu, kau tidak boleh pergi, Bu.
Kenapa kau mencurigai mereka padahal sudah jelas siapa orangnya?
Jujur saja. Pelakunya jelas...
- Soohyun. - Apa? Apa katamu?
Benar. Dia yang memasang kamera di toilet tempat bimbel, bukan?
Kau benar.
Sejak saat itu, semua orang memanggilnya Mesum.
Astaga. Mesum?
Entahlah. Mungkin dia membawa Haeun ke suatu tempat
dan melakukan hal mesum sebelum menjalani vasektomi.
Apa katamu?
Dasar wanita konyol.
Aku tahu putramu menyukainya
dan mengikutinya ke mana-mana.
- Mengikuti apa? - Bokongnya. Kenapa?
Hei, jangan konyol.
Putramu juga ikut bimbel itu.
Jangan berani-berani membicarakan putraku.
Jaga ucapanmu.
- Cukup! - Astaga.
Semua ini gara-gara Haeun.
Benar sekali. Kita tidak boleh bertengkar.
Haeun yang menggoda mereka.
- Benar, bukan? - Tentu saja. Aku kesal sekali.
Kalian sedang membicarakan putriku?
Astaga. Siapa yang peduli jika putrimu murid terbaik?
Aku merinding.
Astaga. Aku penasaran, tas itu palsu juga atau tidak?
Kenapa kau kemari?
Palsu?
Hei.
Haruskah aku membalikkan keadaan?
Bu.
Kalian ingin putra-putra berharga kalian
disebut pelaku pelecehan seksual?
- Apa maksudmu? - Konyol sekali.
- Bicara apa dia? - Astaga.
Apa itu?
Putramu, Sangwoo.
Dia selalu bilang akan menjadi murid terbaik jika bukan karena Haeun.
Karena itukah dia menyentuhnya?
Bicara apa dia?
Beraninya kalian bilang dia menggoda mereka?
Menggoda itu yang paling ringan.
Dia penjahat yang membunuh bayinya sendiri.
Astaga, memikirkannya saja membuatku muak.
Penjahat? Dasar gila...
Hei, kau sendiri yang salah karena menghancurkan hidup putramu!
- Astaga! - Hei! Dia gila atau apa?
Hei! Tahukah kau putrimu sendiri
menjelek-jelekkanmu di belakangmu?
Dia bilang kau akan terus mengomelinya sampai kau mati.
Hei, kau mau mati?
- Bongkar semua jika kau seyakin itu! - Tentu.
- Silakan! - Mari lakukan itu.
Mari lihat siapa penjahatnya dan siapa ayahnya.
- Dasar psikopat! - Lepaskan!
- Mari kita lihat. - Cukup!
Apa-apaan kau?
Putramu, Jihan, hanya rendahan
yang selalu menggoda para gadis karena tahu dia tampan.
Hei! Kau tahu betapa sulitnya bagiku untuk punya anak?
Dia satu-satunya anak lelaki selama tiga generasi
dan aku memakai Brad Pitt untuk perawatan pranatalnya!
Beraninya kau.
Tenanglah! Cukup!
Hei!
Sudah cukup!
Bu!
- Tolong diam! - Tolong lepaskan rambutku!
Kami, polisi, berterima kasih kalian mengizinkan kami
mendengarkan cerita kalian.
Sangwoo, peringkat kedua abadi.
Youngmin, yang bertepuk sebelah tangan. Jihan, si perayu wanita.
Soohyun, si mesum.
Tapi di mana ibunya Woohyuk?
Dia tidak bisa datang karena Woohyuk bukan murid terbaik.
Terserah!
Mari lakukan tes DNA itu dan bersihkan nama putra kita.
Aku juga akan setuju. Cepatlah.
Bisakah kau menjamin kerahasiaan?
- Ini gila. - Lakukan dengan cepat.
Para murid sudah berkumpul, bukan?
Omong-omong, di mana Soohyun melakukan prosedurnya?
Bisa dilepas lagi, bukan?
Tentu saja. Prosedur itu membantunya lebih berkonsentrasi saat belajar.
- Astaga. - Bukankah itu mahal?
Di mana dia melakukannya?
Prosedur itu sudah tidak boleh dilakukan untuk anak di bawah umur lagi.
Apa? Ibunya Haeun yang mengenalkanmu ke klinik itu?
Kakaknya Haeun, Minjun, juga melakukannya tiga tahun lalu.
- Sulit dipercaya. - Yang benar saja.
- Kita harus pergi. - Ayo.
Buka mulut.
Kau memakai kawat gigi.
Hei, Mesum, kau mencukur kakimu, bukan?
Dia benar-benar mesum.
Enyahlah.
Dia pria paling tampan di sekolah kami. Dia jelas ayahnya.
Kau cemburu?
Maksudku, Song Haeun bahkan bukan tipeku.
Lalu kenapa jika nilai mereka bagus? Mereka sama seperti orang tua mereka.
Aku bisa masuk SNU dengan mudah.
Orang tua sepertimu tidak bisa menandingiku.
Hei, buka mulut.
Sudah lama aku tidak marah kepada seorang anak. Kemarilah.
- Bahkan orang tua mereka tidak sanggup. - Hei.
Mulai hari ini,
kita akan dibagi menjadi siapa yang tidur dengannya dan yang tidak.
Kang Youngmin, tumben sekali kau diam hari ini.
Mau bertaruh siapa ayahnya?
Diam, Berengsek.
Jangan mengumpat, Youngmin.
Kau yang cintanya bertepuk sebelah tangan.
Terserah.
Kita sudah selesai? Ayo, Anak-Anak.
Terima kasih.
- Sudah selesai? - Ya.
BADAN FORENSIK NASIONAL
Kau masih di sini?
Ya. Aku tidak akan pergi sampai hasilnya keluar.
Lagi pula, aku tidak bisa tidur karena insomnia.
Alih-alih mengirimmu ke lapas anak,
Ayah akan membiarkanmu sekolah di rumah.
Bersyukurlah dan bersiap untuk Tes GED.
Aku tidak butuh bantuannya. Kirim saja aku ke sana.
Apa kau gila?
Atau kirim saja aku ke RSJ sekalian.
Song Minjun, ayo makan.
Murid dengan nilai terendah tidak pantas makan.
Bangun.
Hasil DNA sudah keluar.
Siapa ayahnya di antara mereka?
Tidak ada.
Tidak ada yang terbukti sebagai ayah kandungnya.
Sial. Kenapa aku datang ke sini?
Para remaja itu mengejekku.
Bukan salah satu dari mereka?
Soal Haeun...
Apa hubungan kalian?
Kau bahkan mendatangi dia di tempat bimbelnya.
Aku sudah sering melihat
orang-orang mencoba bunuh diri berkali-kali.
Ada kasus lain baru-baru ini.
Dia seusia dengan Haeun.
Seungjun, kenapa kau melakukan ini?
Di sana berbahaya. Turunlah dan bicara denganku, ya?
Mari bicara sebentar.
Seungjun, jangan lakukan itu. Turun saja.
Kami layanan medis darurat. Tolong beri jalan.
Seungjun.
Tolong lakukan sesuatu.
Seungjun, bisa kita bicara?
Ya, Seungjun. Turunlah dan bicara.
Apa gunanya belajar?
Jika salah menjawab satu soal saja, ratusan murid akan menginjakku.
Aku tidak ingin melakukan apa pun lagi.
Kisoo, cepat siapkan matras udaranya.
Dan tidak melakukan apa pun,
ini satu-satunya pilihan.
- Seungjun! - Seungjun!
Astaga!
Sepatunya...
menyentuh tanganku.
Aku tidak akan pernah melupakan sentuhan itu.
Sentuhan nyawa yang kulewatkan...
menghilang.
Kemudian, aku pun tahu...
itu usaha bunuh dirinya yang ketiga.
Maksudnya dia seputus asa itu?
Bukan.
Dia berteriak pada dunia.
Dua kali.
Andai saja seseorang mendengar teriakannya,
dia tidak akan mengakhiri hidupnya seperti itu.
Jadi, setelah semua usahamu menyelamatkan Haeun,
kenapa kau bersikap dingin?
Aku belum pernah melihatmu sedingin ini.
Aku tidak akan pernah memaafkan orang yang menelantarkan anaknya sendiri.
Pengampunan...
Sepertinya ada pengalaman pribadi. Mau memberitahuku?
Aku juga anak yang ditelantarkan.
Rumah Sakit Umum Taewon, unit perawatan intensif neonatal.
Nomor 189.
NOMOR 189 JENIS KELAMIN: PEREMPUAN
Ibunya belum ketemu?
Belum.
Kau belum punya nama.
Itu nama pertamaku.
Ibu kandungku tidak pernah menamaiku.
Jangan biarkan dia terlibat dalam kasus ini lagi.
Sudah, 'kan?
Seol.
Sudah puas?
Itu bahkan bukan rahasia, hanya kisah lamaku.
Kau juga ingin berbagi cerita lama?
Aku?
Tapi tidak ada rahasia soal kelahiranku.
Bagaimana dengan kasus Hyunseo?
ANAK HILANG KIM HYUNSEO, 12 TAHUN, PEREMPUAN
Kau sedang apa?
Dia orangnya, benar?
Kim Hyunseo yang sudah lama hilang.
Dia menghilang tujuh tahun lalu
dan belum juga ditemukan, bukan?
Setelah insiden dengan neneknya,
aku membaca kasusnya dan baru tahu setelah itu.
Saat dia menghilang, Detektif Jin adalah petugas lalu lintas
yang ditugaskan di Kantor Polisi Taewon.
- Benarkah? - Pantas saja.
Dia bisa menebak model mobil hanya dengan melihat pecahan lampu depan.
Orang bilang
kasus tak terpecahkan seperti bekas luka di tubuh seorang detektif.
Kurasa kasus Hyunseo
adalah bekas luka terbesar bagi Detektif Jin.
Jadi, jangan terlalu marah kepadanya.
Maka itu, aku harus mencari tahu seberapa dalam bekas luka ini.
Aku orang terakhir yang melihat Hyunseo pada hari dia menghilang.
Dia putus asa.
Tapi aku tidak menyadarinya.
Siapa yang meninggalkan barang seperti ini di depan pintu orang?
Mungkin mereka membuangnya.
Mereka juga meninggalkan ini.
Ada penguntit. Ini sangat meresahkan.
Siapa yang mau menguntit anak sepertimu?
Aku sibuk hari ini, patroli pengemudi mabuk.
Pergilah. Nenekmu pasti menunggumu. Sana.
Hyunseo. Hei.
KIM HYUNSEO
Tidak ada yang pernah melihatnya lagi
selama tujuh tahun terakhir.
Lalu kenapa semua orang mencurigaimu?
Pasal 127 KUHP menyatakan
PNS tidak boleh mengungkap rahasia yang ditemukan saat bertugas.
Aku harus mematuhi hukum.
Benar, lewat sini.
DIELIMINASI BERDASARKAN HASIL DNA
Baiklah. Biar kutentukan grup sampelnya lagi.
Teman-teman sekelas Haeun, para guru, dan orang-orang dari tempat bimbelnya.
Penalaran matematika, matematika, bahasa Inggris, tata bahasa Inggris,
menulis esai, sains, seni, olahraga, dan banyak lagi. Totalnya 15 bimbel.
Jika memasukkan semua itu, kita butuh ratusan DNA.
Anjing Jindo, kau sudah gila?
Kau menginginkan DNA dari seluruh lingkungan?
Kita harus tahu Haeun bertindak sendiri, apa saja yang si ayah tahu,
dan ada pelecehan seksual atau tidak.
Dia sudah mengakui melakukan semuanya sendirian.
Orang-orang marah karena ini akan memengaruhi
harga rumah dan tingkat masuk universitas.
Mari akhiri kasusnya di sini.
- Tidak, tidak boleh begitu. - Kenapa tidak?
Pernahkah kau menempatkan dirimu di posisi bayi yang ditelantarkan?
Astaga. Lihat dirimu.
Kau berempati dengan korban.
Apa yang terjadi?
- Dia ingin menemui kalian. - Baiklah.
Begini...
Ada sesuatu yang harus kalian ketahui.
Ada orang lain yang sangat dekat dengannya.
Seperti ini. Mengerti?
- Baiklah. - Baiklah.
Jangan lupa kerjakan PR kalian.
- Baiklah. - Baiklah.
Sampai jumpa di kelas berikutnya.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Pak Ko Kyungseok?
Ya?
Kau praktik mengajar di SMA Taewon, benar?
Apa maksudmu? Aku melakukan apa dengan Haeun?
Dari yang kami dengar, Haeun sangat menyukaimu.
Aku sangat mengaguminya karena dia pandai matematika.
Tapi hubungan kami tidak melewati batas. Aku sangat tersinggung karena ini.
Tolong tenanglah.
Kami tetap harus memeriksa, jadi, mohon kerja samamu.
Surat perintah.
Kau membawanya?
Apa?
Kukira kau akan sukarela melakukannya untuk murid favoritmu.
Tolong kembali dengan surat perintah.
Dojin, biar kubuang itu.
Tidak perlu. Aku bisa membuangnya di sana.
Siapkan meja dan mari makan.
Baiklah.
Selamat menikmati.
Apa? Anna, kenapa kau makan tanpa kami?
Kukira kalian akan makan di luar.
Tentu saja tidak.
Buldoser, kau melakukan keterampilan memanggangmu lagi?
Menurut rumor, kau menjadi petugas sensus.
Bagaimana perkembangannya?
Kami melakukan banyak pekerjaan, terima kasih atas makanannya.
Kau seharusnya mengendus penjahat, bukan jeyuk ini.
Sial. Kau merusak selera makanku.
Hei, makanlah tanpa aku.
- Saat aku ke rumah Haeun... - Lupakan saja.
Aku melihat sesuatu yang aneh di kamera tubuhku.
Tapi lupakan saja.
Sudah kuduga ada yang berbau busuk.
Dia terluka. Kita butuh tandu.
Ini setelah aku masuk lewat beranda.
Di sana.
Hei, pintunya terbuka dan tertutup.
Ada orang di dalam?
Pintunya tertutup terlalu lambat jika karena angin.
Di mana fail aslinya?
Untuk merestrukturisasi rekaman yang diambil dengan cahaya redup,
kita harus menghapus suara warnanya.
Lalu dengan DCGAN,
kita pisahkan kadar gambar yang terlihat dan kembalikan warna aslinya.
Dengan begitu, kita bisa membedakan benda dan individu bahkan dalam kegelapan.
Tolong perbesar.
Sial, ini menyulitkan kasusnya.
Jangan bilang
kau mencurigai keluarga inses.
Dia bersembunyi di kamarnya saat semua ini terjadi. Mencurigakan.
Aku akan memeriksa catatan telepon mereka.
Kita bisa tahu keberadaan mereka saat itu.
Hei, itu ide bagus.
Tapi mari kita ambil DNA-nya.
Ayahnya Haeun seorang hakim. Tolong jangan coba-coba.
Kita anggap itu sukarela dan ambil DNA mereka.
Kau pikir semudah itu mendapatkan DNA seseorang?
Hei, kita meninggalkan DNA kita di mana-mana.
Jangan bilang kau akan mengendus seperti anjing kampung sungguhan.
Ayo. Aku anjing kampung, bukan anjing Jindo...
Kau membuatku bingung.
Aku anjing Jindo, bukan anjing kampung. Keluarlah.
Song Minjun, kakaknya Haeun,
selalu pergi ke kafe belajar sepulang sekolah.
- Dia belum keluar? - Kau sudah dapat?
Mudah sekali. Ada banyak DNA di kotoran telinga.
Begitu rupanya.
Itu dia.
Hakim Song Jaejun dari Pengadilan Seoul Timur.
Keamanan di sana cukup ketat bagi kita untuk mengikutinya.
Dia juga makan, tidur, dan buang air besar seperti kita.
Kau akan mengambil kotorannya?
Ada banyak DNA dalam kotoran.
Lebih baik jika ada wasir dengan sel epidermis.
Seperti ini.
Dia serius.
- Akan kutaruh kembali nampannya. - Terima kasih.
- Ini. - Terima kasih.
Astaga.
Siapa yang meninggalkan banyak makanan di nampannya?
Sulit dipercaya.
Kau bisa memberikannya kepadaku.
- Biar aku saja. - Baiklah.
- Aku bisa memasukkannya ke sini. - Terima kasih.
Silakan merokok di depanku.
- Baik, Pak. - Baik, Pak.
Bukankah ini bagus?
Baiklah.
Belakangan ini, orang-orang membuang puntung rokok di mana-mana.
Habislah kita. Sial.
Bagus!
Hei, seka semuanya.
- Kau ingin aku melakukannya? - Kau saja.
Jangan sampai tersisa.
- Makin banyak sampelnya, makin baik. - Sial.
Dasar kau...
Ini.
Kotoran telinga?
Jika ada sel epidermis yang mengelupas,
kita bisa dengan mudah mendapatkan DNA-nya.
Cara kerja kalian sangat kreatif.
Tidak, ini gila. Astaga.
Kalian akan menunggu hasilnya, 'kan? Sebentar lagi waktunya makan malam.
Tidak, masih ada urusan lain.
Dia bilang kita hanya perlu menunggu.
Dia juga akan memberi kita makan malam.
Sudah kubilang. Inilah masalahmu.
Kau hanya akan bersantai dan menunggu hasilnya?
Sebagai detektif?
- Apa... - Kita harus menginvestigasi.
Bersantai?
Ayolah.
Aku memeriksa rekam medisnya
dan mendapatkan nama klinik urologi.
Ini rekam medis Pak Song Minjun.
Dia menjalani vasektomi tiga tahun lalu.
Kakaknya Haeun, Minjun, juga melakukannya tiga tahun lalu.
Dia harus mengulangnya setiap tahun karena bisa terlepas secara alami.
Tapi dia tidak datang tahun lalu.
Aku menemukan lokasi
ponsel anggota keluarganya pada hari dia mencoba bunuh diri.
Kirimkan hasilnya ke ponselku.
Dia mendapatkannya? Siapa itu?
Mari makan di luar hari ini.
Aku tahu restoran enak untuk daging bahu rebus kimchi.
Jangan konyol, ikuti saja aku.
Kita mau makan apa?
Ayo makan daging sapi.
PINTU DEPAN
- Kau pasti sedang makan. - Halo.
Kami punya informasi penting, jadi, terpaksa harus masuk, Bu.
Mereka tidak ada hubungannya dengan kasusmu, bukan?
Ini kesempatan terakhirmu untuk mengaku.
Kenapa kau berbohong?
Agar nilai mereka anjlok.
Haeun.
Ibu tahu betapa sulitnya mempertahankan peringkat pertama?
Kau tahu apa yang harus Ibu lalui atas perbuatanmu?
Tapi ternyata semua itu bohong?
Aku tidak peduli.
Dengar.
Maaf sudah merepotkan.
Sikapnya masih kekanak-kanakan.
Aku akan mengurusnya mulai sekarang.
Bagaimana Ibu bisa mengurusku?
Ibu bahkan tidak tahu aku hamil.
Tidak pantas menjadi ibu.
Ibu.
Aku sakit perut.
Kau ada tes penilaian keterampilan nanti.
Minum obat dan pergilah ke sekolah, mengerti?
Aku sengaja menaruhnya di tas Ibu.
Apa?
Aku jijik melihat kalian bersikap seolah-olah kita keluarga sempurna!
Jaga ucapanmu kepada ibumu!
Kurasa kalian tidak perlu kemari hanya untuk masalah ini.
Silakan pergi.
Akan bagus jika kasusnya sampai di situ saja.
Tapi kami punya bukti
kejahatan lain di rumahmu.
Dia tidak sendirian pada hari
percobaan bunuh dirinya.
Meski polisi dan petugas damkar berada di TKP,
dia diam-diam bersembunyi di kamarnya.
Seolah-olah dia telah
melakukan dosa dan bersembunyi dari polisi dan petugas damkar.
CATATAN AKSES STASIUN PEMANCAR PEMILIK PONSEL: SONG MINJUN
THE FIRST RESPONDERS
Kami meminta tes DNA untuk mencari tahu siapa ayah kandungnya.
Berapa banyak yang kau tahu, Pak?
Apa yang telah kau lakukan?
Kalian tahu betapa dia membuatku kesal?
Kau masih tidak mau bicara?
Pengakuan palsu ini dibuat atas paksaan dan ancaman!
Ada masalah?
Bias konfirmasi.
Detektif harus selalu waspada dengan itu, tapi aku gagal lagi.
Dari semua orang, kupikir kau akan tahu.
Jika mereka ingin membunuhnya,
kenapa memotong jari kakinya?
- Detektif Jin, tunggu. - Ada apa?
Pasien itu...
Dia Kim Hyunseo.
Keluarkan Code Zero. Waktu emas untuk penculikan adalah satu jam.
Mari tangkap si bajingan dalam waktu itu.
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.