All language subtitles for The.First.Responders.2022.S01E07.KOREAN.DSNP.WEB-DL.AAC2.0.H.264-MARK.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

THE FIRST RESPONDERS

THE FIRST RESPONDERS

SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK,

DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI

PINTU MASUK

Teman-Teman! Aku mau menyerahkan diri!

Kenapa dia...

Tapi satu tambah satu.

Hei!

Apa-apaan kau?

Kalian bermalas-malasan, jadi, kutangkap sendiri pelaku sebenarnya.

- Pelaku sebenarnya? - Pelaku sebenarnya?

Ayo masuk dan interogasi dia dahulu.

- Ayo. - Sial.

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Anna, tunggu.

Mungkin informasi ini akan membantumu menentukan siapa pelakunya.

Aku mendengarkan.

Ada sesuatu yang hanya terlihat di antara mereka di TKP kebakaran.

KODE DARURAT MEDIS JIKA TERJADI SERANGAN JANTUNG

Baiklah.

Pak Ko Dooman.

Kau membunuh Bang Pilgu dan membakar kedai itu?

Kami menemukan jejak sepatumu di TKP.

Apa?

Tidak ada yang lebih menegangkan daripada bermain api.

Aku yakin kau punya alasan.

Ada yang menyuruhmu?

Bagaimana jika kau menyuapiku dahulu?

Aku mau hot pot bulgogi.

Jawab kami jika kau ingin makan.

Aku harus makan sebelum memutar otak.

Dasar berengsek.

Ko Dooman, kami tak bercanda. Fokus!

Tak perlu berusaha keras untuk membuatnya mengaku.

Ini balas budiku karena kau sudah menyelamatkanku.

Biar kulihat.

Apa?

Saat kau menuangkan zat mudah terbakar di ruangan kecil dan membakarnya,

kabut minyak akan meledak

dan membakar rambutmu juga.

Apa? Ada apa?

Tidak mungkin.

Ada apa?

Tidak ada jejak rambut atau kulit kepala terbakar.

Pastikan kau menginjak-injaknya agar dia tidak bisa melakukan apa pun.

Baik, sampai jumpa.

RUANG REKAMAN INTEROGASI 2

Boleh kupinjam itu sebentar?

Biar kulihat rambutmu, Pak Jin Hogae.

Kau mencari ini?

Aku mengharapkan makanan gratis.

Kurasa aku tidak akan dapat makanan.

Sayang sekali.

Jin Hogae.

Mengingat kau bahkan kabur dari penjara,

kau akan dipenjara untuk waktu lama.

Benar.

Tampaknya, Cho Doochil menunggumu kembali di penjara.

Jika kalian para pembunuh ingin bertarung dengan pisau,

lakukan dengan benar.

Kuharap aku tidak terlambat.

Aku juga menemukan sesuatu.

Apa maksudmu? Kami tidak pernah meminta apa pun.

Kita tidak butuh bantuannya.

Kalau begitu, haruskah aku pergi saja?

Tidak.

Kau sudah jauh-jauh kemari.

Kita harus mendengarkan penemuan BFN.

Apa? Kau tidak menemukan apa pun di rambut tunawisma itu?

Begitulah.

Tidak bisa begini.

Anjing kampung... Bukan, Anjing Jindo.

Aku harus menyelamatkannya.

Kami menemukan EDTA dalam darah Detektif Jin

di TKP kebakaran.

EDTA? Apa itu?

ANTIKOAGULAN DALAM TES DARAH

Kalian tidak asing dengan botol kecil ini, bukan?

Rumah sakit memakai ini saat mengambil darah pasien, ada EDTA di dalamnya.

EDTA adalah gabungan antikoagulan dan ion kalsium untuk hentikan koagulasi.

Berguna untuk mencegah darah yang diambil menggumpal

sebelum dilakukan tes darah.

Detektif Jin Hogae, kau sempat ke UGD belum lama ini, bukan?

Aku sering ke UGD karena selalu mengejar tersangka.

Mereka juga mengambil darahmu.

Ya, banyak sekali.

Saat itulah EDTA tercampur dengan darahnya.

Darah itu yang kalian temukan di TKP.

Setelah tes darah selesai, darahnya dianggap sampah medis dan dibuang.

Ayolah. Kenapa darah dari rumah sakit bisa ada di TKP?

Kenapa kau sebodoh itu? Seseorang sengaja menaruhnya di sana.

Siapa?

Pelaku sebenarnya, tentu saja.

Kalian semua dipermainkan olehnya.

Noda darah dan buktinya dipalsukan.

Lalu rambutmu? Rambutmu terbakar saat kau menyalakan api.

Itu tidak benar.

Hal itu terjadi saat dia menangkap pelakunya.

Aku menyaksikan semuanya.

Begini cara kalian bekerja sama.

Dengar. Kami juga menemukan jejak kakinya.

K1-905. Sepatu polisi itu?

Kami punya banyak di kantor.

Seseorang ingin menangkap anjing kampung... Bukan.

Anjing Jindo kami... Bukan. Siapa namamu?

Seseorang pasti mencurinya untuk memfitnah Detektif Jin Hogae.

Aku akan menangkap bedebah itu apa pun caranya meskipun harus

memeriksa setiap orang yang memasuki gudang bukti.

Itulah tugas polisi.

Bagus, Myeongpil. Begitu caranya.

Terima kasih.

Jin Hogae, lalu kenapa kau ada di TKP hari itu?

Diam!

Hei, itu berkaitan dengan investigasi.

Astaga. Sepertinya, semua buktimu tidak berlaku lagi.

Maaf kau sudah datang jauh-jauh, tapi harus pergi dengan tangan kosong.

Ya, pergilah.

Lepaskan borgolku.

Pakai borgol yang lebih bagus mulai sekarang. Ini sakit sekali.

Lain kali, ikuti prosedur saat membuat permintaan.

Jangan terlalu agresif.

Lain kali, datanglah lebih cepat. Kukira aku akan dipenjara lagi.

Departemen toksikologi kami terlalu sibuk

menganalisis hingga tujuh digit mikromolekul menggunakan TOF.

Aku tidak mengerti maksudmu.

Haruskah aku bersikap agresif lagi lain kali?

Tolong periksa darahku lebih detail.

Tidak perlu.

Ukuran jantung manusia normalnya sebesar kepalan tangan.

Jantung pria dewasa memiliki rata-rata berat sekitar 400 gram.

Tapi aku yakin jantungmu lebih berat dari itu.

Kau cukup berani.

Lantas, ukuran semua organ tubuhku pasti di atas rata-rata.

Kalau begitu, izinkan aku membuat permintaan lain.

- Lagi? - Kita harus menangkap pelaku sebenarnya.

Astaga, ada apa dengan tubuhku? Haruskah aku memeriksakannya?

- Kau baik-baik saja? - Ya. Aduh, sakit sekali.

- Coba kulihat. - Baiklah.

Untungnya, organmu baik-baik saja. Kau beruntung.

Istirahatlah malam ini.

Dia memberimu kamar rumah sakit.

Investigasi masih berlangsung.

Kau ini...

- Halo. - Halo.

- Jaga dirimu. - Baiklah.

Terima kasih. Sampai jumpa.

Ini.

Apa ini?

Dasar kau... Yang benar saja?

Seharusnya kau membawakanku baju.

Baguslah kau membeli itu. Cepat makan jika tidak mau sial.

Bagaimana kita bisa menjatuhkan Ma Taehwa?

Kita harus menghancurkannya.

Aku yakin dia tidak melakukannya sendiri.

Kita harus mengejar ekornya.

Setelah itu, kita bisa mengincar kepalanya.

Menurutmu ini akan membantu?

LAPORAN PERUSAHAAN MECO ENVIRONMENT

Meco Environment adalah perusahaan

yang membuang limbah medis dari RS Umum Taewon.

Hei. Lihat?

Kau bisa menjadi hebat jika berusaha, Berandal.

Kini aku menghormatimu, Detektif Kong.

Dia pasti tidak ingin digigit Anjing Jindo.

Habiskan itu, atau nanti kau dipenjara lagi.

- Ayo. - Ya.

Tunggu. Sekarang?

Aku juga ikut.

Kau sungguh tidak mendengarkan doktermu.

Ini hanya luka kecil.

Habiskan itu.

Omong-omong...

Aku tahu agak menggelikan jika berterima kasih lagi...

Kalau begitu, jangan lakukan.

Pergilah bekerja tepat waktu, bekerja keras,

dan pulang dengan selamat. Lakukan saja semua itu.

Kau pasti bosan karena aku tidak ada.

Tidak sama sekali. Kau seperti anjing piaraan yang belum pulang.

Memang aku piaraanmu? Kejam sekali.

Kau merajuk lagi.

Kau tahu kenapa aku cocok menjadi polisi?

Aku tidak andal membantu orang lain, tapi andal melakukan sebaliknya.

Karena itu aku berurusan dengan penjahat seumur hidupku.

Jadi, saat mereka dipenjara,

akan kupastikan mereka terpuruk.

Lantas, jangan berurusan dengan saham

karena itu juga akan terpuruk.

Maka itu, jangan jadikan aku piaraan.

Karena aku hanya akan membuatmu menderita.

Dengar.

Kau merasa hidupmu lebih mudah jika bersikap dingin kepada orang lain?

Kau selalu sangat arogan dan tidak tahu malu.

Kau menjauhkan orang lain untuk menutupi perasaanmu,

menghindari perhatian, dan tidak mau ikut campur.

Kata-katamu tepat sasaran...

Ada apa? Lukamu robek?

Coba kulihat.

Lukamu robek?

Hai, Dojin.

Makanlah.

Tahu sungguh membuatku muak.

Ini yang seharusnya kau berikan ke orang yang baru keluar penjara.

Dengan banyak daging.

Bisa pesan satu roti lapis lagi dengan ekstra daging?

Tentu.

Kau tahu betapa keras usaha Dojin untuk memeriksa apinya?

Buldoser, aku terharu.

Jangan berlebihan. Aku hanya bekerja sama.

Kau sudah menemukan penyebab kebakaran itu?

Belum. Aku akan melakukan simulasi terakhir besok.

Apa? Sepertinya dia tidak bekerja keras.

Memang apa yang kau lakukan?

Aku mengorbankan tubuhku.

Benar. Kau harus beristirahat.

Akan kuberikan petunjuk tentang pelakunya begitu simulasi terakhir selesai.

Siapa yang beristirahat? Kecepatan itu penting dalam investigasi.

Kau saja istirahat.

Aku akan menangkap pelakunya dan menanyai alasan mereka menyulut api.

Kau hanya perlu menulis itu di laporanmu.

Kau menantangku?

Lupakan saja.

Ya, mungkin aku menantangmu.

Ayah, ayo pulang.

Paman mau menangkap lobster juga?

Aku datang untuk menangkap pelaku.

Aku menemukan satu. Apa ini lobster, Ayah?

Ayah.

Benar di sini, kantor pusat Meco Environment.

Hei, kecepatan itu inti dari investigasi. Bekerjalah dengan benar.

Kau lihat gedung perkantoran di sekitar sini?

Ada lubang di perutku, kau tahu?

Ayo pergi! Banyak ular di sini.

Awas ada ular, Anak-Anak.

RUMAH SAKIT UMUM TAEWON

Kami bersusah payah

mencari perusahaan baru setelah yang itu bangkrut.

Ada CCTV di lokasi pembuangan sampah, 'kan?

Tidak ada. Memang siapa yang mau mencuri sampah medis?

- Ayo. Baiklah. - Sampai jumpa.

Ekor ini jalan buntu. Dia memotongnya.

Kita harus apa sekarang?

Menurutmu apa? Dia pasti punya lebih dari satu ekor.

Dia rubah berekor sembilan?

PROBA MORTEM BADAN FORENSIK NASIONAL

Tim Bukti Jejak menganalisis ini semalaman.

Lihat. Tali ini ditemukan di leher Pak Bang Pilgu.

Lalu tali ini ditemukan di lantai TKP.

Bukankah keduanya sama?

Kau hanya ingin aku membusuk di penjara, bukan?

Benar sekali.

Yang ini memiliki material fluoresen, sementara yang ini tidak.

Senjata pembunuhan adalah tali yang terbuat dari serat bernama F/R P-16

dari perusahaan bernama White.

Serat khusus ini digunakan saat membuat kursi mobil.

Serat ini juga punya fungsi tersendiri.

Jika terjadi kebakaran, semua serat di dalam kendaraan

menggunakan bahan tahan panas kelas atas yang lulus tes FMVSS 302.

Bahannya tahan panas?

Karena itu talinya masih ada padahal jasadnya sudah terkarbonisasi.

Tapi di sinilah bagian menariknya.

Ini tali yang ditemukan di TKP.

Campuran katun dan poliester.

Tapi bahan-bahan itu mudah terbakar.

Kapas terbakar sepenuhnya

dan membantu poliester meleleh.

Jadi, yang ini mudah terbakar.

Keduanya memiliki karakteristik yang berlawanan dalam hal api.

Tidak mungkin kebetulan, bukan?

Kebetulan apa pun yang terjadi di TKP sudah direncanakan.

Kenapa mereka membutuhkan dua tali dengan karakteristik berlawanan?

Itu bisa menjadi smoking gun.

BUKTI TAK TERBANTAHKAN DALAM KASUS KRIMINAL

Sial. Aku bisa kehilangan muka.

Kenapa?

Aku harus meminta bantuan petugas damkar. Sial.

- Kosongkan area ini. - Aman.

Menyalakan api.

Tinggi awal api tidak pernah melebihi 50 cm.

Itu terlalu rendah.

Bukan ini. Mulai lagi.

Baik, Pak.

Dojin tampak lebih teliti daripada biasanya.

Buldoser, kau belum dapat, 'kan?

- Halo. - Halo.

Kau juga, bukan?

Eksperimen ini tentang apa?

Jika pembakarnya menuangkan

zat mudah terbakar pada jasad yang dicekik, lalu membakarnya,

maka pembakaran awalnya harus horizontal di sepanjang jasad.

- Benar. - Namun,

jika kau melihat rekaman CCTV ini,

awal titik apinya vertikal.

Apinya juga cukup besar.

Tidak banyak pembakar yang memakai sumbu sebesar itu.

Makin besar sumbu, makin besar kemungkinan terlihat.

Benar. Api tak bisa dikendalikan begitu sudah dinyalakan.

Aku Yun Hong, dokter forensik di BFN.

Aku Bong Dojin.

Aku belum pernah menemui petugas damkar seteliti dirimu.

Sangat seksi.

Seksi?

Kami punya simulator kebakaran. Kau mau menggunakannya?

Simulator? Itu bagus.

- Aman. - Aman.

- Lihat ini. Lihat? - Benar.

- Hei. - Apa?

Mereka saling menggoda, bukan?

Kurasa tidak.

Mereka mungkin hanya sangat bersemangat tentang eksperimen ilmiah.

Kurasa dialah yang sangat bersemangat.

Hei, kau bisa mati!

Kau bisa mati!

- Sedang apa kau? - Lepaskan!

Apa yang kau lakukan? Sudah gila, ya?

Kini aku tahu bagaimana Bang Pilgu meninggal.

Haruskah kau mencobanya langsung?

Kalian juga melakukannya. Baiklah.

Mari lakukan lagi.

Pelakunya menggunakan dua set tali.

Yang satu mudah terbakar,

sementara satunya tidak. Kenapa?

- Myeongpil, kemarilah. - Tidak, terima kasih.

Kita harus melakukan ini dengan benar. Cepat.

Baiklah.

Dia mengikat tali yang tidak mudah terbakar di leher korban.

Lalu untuk tali yang mudah terbakar...

Kenapa harus aku?

Jangan bergerak. Baiklah.

Inilah alasan pelaku butuh dua set tali.

Tekuk lututmu. Baiklah.

Beginilah dia digantung.

Tapi kenapa rumit sekali?

Yang penting itu siapa pelakunya.

Jadi, siapa pelakunya?

Noda darah dari pelaku saat dia dan Bang Pilgu berkelahi.

Jejak kaki yang ditinggalkan pelaku setelah kabur lewat jendela.

Semuanya dipalsukan.

Tidak ada perkelahian atau jejak kaki sejak awal.

Penjelasanku tidak jelas atau apa?

Bang Pilgu melakukan ini kepada dirinya sendiri!

Lihat. Dia memecahkan jendela seolah-olah pelakunya yang melakukannya.

Lalu dia mengikat tali tak mudah terbakar di lehernya. Paham?

Lalu dia gantung diri dengan tali yang mudah terbakar.

Karena di sini tidak ada minyak pemantik api...

Ini air, tapi anggap saja minyak pemantik api. Baiklah.

- Jangan. - Jangan bergerak.

Dia juga menuangkannya ke lantai agar dia cepat terbakar.

Ini menyegarkan, hanya air.

Setelah itu... Naiklah ke kursi.

Maju sedikit.

Setelah itu,

dia menggantung talinya di langit-langit seperti ini.

Lalu siapa yang menyalakan api?

Benar sekali. Pertanyaan itu sangat penting.

Ini bagian pentingnya.

Dia menyalakan pemantik.

Dia memegangnya dengan satu tangan.

Lalu dia mulai menggantung diri. Lakukan postur itu. Benar.

Dia mencekik dirinya sendiri.

Lalu dia perlahan kehilangan kesadaran.

Benar. Lalu menurutmu apa yang terjadi?

Entahlah.

Kau sudah mati. Kau tidak sadarkan diri. Matilah.

Aku sudah mati.

Benar sekali! Pemantik yang menyala jatuh ke lantai.

Lalu membakar lantai dan tubuhnya.

Jadi, sumbu vertikal besar itu tubuhnya?

Baiklah. Saat kali pertama tiba di TKP...

- Aku tahu. Maafkan aku. - Aku baik-baik saja.

- Baiklah. - Tali gantungnya sudah terbakar,

tapi tali di lehernya masih ada.

Begitulah dia menyamarkan ini sebagai pencekikan dan pembakaran.

Tidak ada tanda V di lehernya yang biasa ditemukan di tubuh tergantung.

JEJAK DI KULIT KARENA TEKANAN DARI TALI

Ini trik cerdas.

Jadi, tidak ada pelaku sebenarnya?

Benar sekali. Kau tahu itu, Buldoser.

Dia yang terpintar di sini setelah aku.

Penyebab kematian Bang Pilgu adalah gantung diri, bukan pencekikan.

Jenis kematiannya adalah bunuh diri karena tindakan yang disengaja.

Bangun.

Dilihat dari wajahmu,

sepertinya investigasi berjalan lancar.

Aku tidak akan mengusikmu mengenai masalah ini lagi.

Hogae tidak akan lagi dituduh sebagai pembunuh,

jadi, tolong jangan meneleponku lagi saat aku sedang banyak urusan.

Aku tidak nyaman.

Bahkan seorang ayah tidak mengunjungi guru putranya dengan tangan kosong.

Maaf aku tidak bisa menyiapkan apa pun.

Aku tidak peduli soal itu.

Seperti katamu, semua orang punya rahasia kotor masing-masing.

Tapi aku tetap seorang polisi.

Aku tidak mau menjadi pesuruhmu.

Aku punya rencana

agar kau tak perlu menjadi pesuruhku lagi.

Biar kutanyakan satu hal.

Kau memintaku mengawasi Anjing Jindo

karena memang khawatir

atau takut dia akan menghalangimu?

Pada akhirnya,

bisa dibilang untuk keduanya.

Selamat menikmati. Aku akan pergi lebih dahulu.

Aku hanya bisa menangani kasus Bang Pilgu

jika kau memberitahuku siapa pelaku sebenarnya.

Bujuk dia untuk menyerahkan diri dan beri tahu dia harus bilang apa.

Itu tidak akan terjadi.

Pak.

Jangan bilang kau melakukannya sendiri.

NOMOR PRIBADI

Halo?

Keluarlah. Mari bertarung seperti pria sejati.

KANTOR KEJAKSAAN WILAYAH SEOUL TIMUR

Seharusnya kau memberitahuku lebih awal.

Putramu sudah keterlaluan kali ini.

Yang sesungguhnya kuinginkan adalah

kau menutupi dosanya,

bukan menghukumnya.

KASUS PERDAGANGAN NARKOBA CHOI SEOKDOO

TERSANGKA LETNAN JIN HOGAE, INVESTIGASI ULANG

PRIA YANG DIYAKINI SEBAGAI CHOI SEOKDOO TEREKAM MEMPERJUALBELIKAN NARKOBA DI CCTV

Tinggalkan negara ini untuk sementara.

Kau sudah...

melakukan banyak hal.

Aku sudah menyingkirkannya.

Lagi pula, mereka takkan pernah mengaitkannya denganku.

Mereka akan menyimpulkan kasus ini sebagai bunuh diri. Sudah jelas.

Lupakan dia. Bagaimana dengan Seok Mijung?

Jika Anjing Jindo

menemukan Choi Seokdoo si pencandu narkoba itu,

akan terungkap bahwa alibinya direkayasa.

Namanya Choi Seokdoo.

Dia pencandu yang menjual narkoba pada 31 Oktober

pukul 02.40.

Kamera CCTV di ATM seberang jalan

merekamnya dengan jelas.

Dia alibi kita.

Jaksa Kepala Jin Chuljoong bersusah payah mencarinya.

Kami mirip.

Tinggi kami juga sama.

Aku akan menjadi pencandu,

alih-alih pembunuh.

Sudah kuduga. Selalu ada sisi positifnya.

Dia bahkan menyewa kamar di atas toserba

tempat pencandu itu bekerja.

Dia mungkin penuh dendam

dan akan menemukan pencandu itu apa pun caranya.

Karena langkah pertama tidak menyenangkan,

langkah kedua harus berbeda.

Apa?

Rentenir yang kau bela itu.

Daemoo Group, bukan?

Sepertinya

mereka andal dalam pekerjaan mereka.

Aku sangat muak dengan ini.

Mereka melakukan semua itu hanya untuk memenjarakanmu?

Hati-hati panas.

Mata dibalas mata, gigi dibalas gigi.

Aku sangat takut memikirkan akan dipenjara selamanya.

Kurasa kalian impas sekarang.

Jangan konyol.

Tidak sepertiku, dia seorang pembunuh.

Siapa pembunuh hebat yang kau bicarakan?

Kau juga tahu kasus ini. Kasus pembunuhan Seok Mijung.

Benar. Yang itu.

Tiga luka tusuk linear dengan jarak yang sama.

Tolong probe.

LUKA AKIBAT BENDA TAJAM

ALAT PENGUKUR KEDALAMAN LUKA

Lukanya sedalam 3,1 cm.

Senjata tajam dan panjang memotong karotisnya.

Penyebab kematiannya pendarahan hebat.

Itu senjata pembunuhan unik.

Antara dia ditikam tiga kali berturut-turut

atau senjatanya memiliki tiga mata pisau dengan panjang minimal tiga sentimeter.

Tapi aku tidak yakin apa itu.

Jangan khawatir. Kami tahu siapa pelakunya.

Aku akan menanyakan semuanya.

Kasus itu penuh kejutan.

Kita tak bisa mengidentifikasi senjata atau menangkap pelakunya.

Choi Seokdoo memberinya alibi,

jadi, kita kehilangan dia.

Sial. Seharusnya kita tidak kehilangan dia.

Dia bahkan mengincar Anna.

Maaf, tapi Seok Mijung itu siapa?

Sepertinya semua orang di sini tahu siapa dia kecuali aku.

Hei, kau pikir aku mengejar Choi Seokdoo tanpa alasan?

Choi Seokdoo?

Tunggu. Lantas, kasus Anna dan komunitas mantan narapidana...

Semua itu bagian dari gambaran besarmu?

Benar.

Maengpil, kau baru menyadari itu?

Kau sebut dirimu polisi? Astaga.

Aku akan menjelaskan tentang korban kita, Bang Pilgu.

Dia mencuri delapan tahun lalu untuk mencari nafkah.

Dia punya 13 catatan kriminal termasuk pencurian khusus.

Dia baru-baru ini dipenjara karena pencurian

dan dibebaskan dengan masa percobaan.

Dia didiagnosis mengidap kanker stadium akhir awal tahun ini.

Hidupnya kurang dari tiga bulan lagi.

Dia sangat cocok dengan kriteria untuk bersekongkol dalam bunuh diri.

Dia punya keluarga?

Istrinya sudah meninggal.

Dia punya seorang putri, tapi aku tidak bisa menghubunginya.

Dia membatalkan layanan ponselnya dua pekan lalu.

Aku memeriksa kantor imigrasi,

ternyata putrinya terbang ke Belgia belum lama ini.

Dia masuk SMA Seni Rupa Kerajaan.

Aku paham sekarang. Putrinya dikirim belajar ke luar negeri

dan dia mati sesuai perintah.

Tapi tidak pernah ada kontak antara Ma Taehwa dan Bang Pilgu.

Mereka dikurung di tempat yang sama.

Pak Baek, kau tidak tahu lapas Seoul sebesar apa?

Bang Pilgu, lantai tiga, ruang enam tahanan.

Ma Taehwa, lantai lima, ruang satu tahanan.

Mereka tidak terhubung sama sekali.

Entah bagaimana, tapi aku yakin mereka berdua kenal.

Berkat kau, aku menghabiskan waktuku dengan tenang di ruang medis.

Kau bilang Bang Pilgu juga sekarat.

Dilihat dari jumlah obat dalam tubuhnya,

dia pasti sangat kesakitan.

Mereka pasti bertemu di ruang medis.

Benar.

Kita akan mendapatkan bukti setelah memeriksa riwayat masuk.

Kau ingin mengakhiri kasusnya dengan persekongkolan bunuh diri?

Kau menjadi pengecut, Pak Baek.

Apa?

Kita harus mendakwa Ma Taehwa atas kejahatan utama. Pembunuhan.

Tapi saat Seok Mijung dibunuh,

Ma Taehwa sedang bertransaksi narkoba.

Bagaimana kita bisa mendakwanya jika dia punya alibi kuat?

Hanya Choi Seokdoo yang bisa membatalkan alibinya. Dia masih hidup.

Choi Seokdoo akan mati jika Ma Taehwa menangkapnya.

Benar. Kalau begitu, kita harus menangkapnya lebih dahulu.

Ayo.

Dia cepat. Kami akan kembali.

- Ya? - Ini aku.

Tunggu sebentar.

Apa ini cukup?

Ya, aku datang.

Kau tidak perlu melapor kau sudah pulang.

Ada yang ingin kutanyakan.

Apa yang terjadi saat pasien epilepsi tidak meminum obat mereka?

Kejangnya tidak akan berhenti

dan membebani keseharian mereka.

Ingat pria dari toko kelontong?

Apa kejangnya cukup parah sampai dia butuh obat?

Astaga. Ada yang kejang!

Seorang pasien yang pernah mengalami kejang beberapa kali

pasti merasa takut itu akan terulang

dan akan minum obat tepat waktu.

Baiklah. Terima kasih atas kerja samamu.

Astaga.

DIVISI MANFAAT ASURANSI

Ini dokumennya Pak Choi Seokdoo.

Dia diresepkan Romamate, antikonvulsan.

Riwayat asuransi ini menunjukkan dia membelinya di Apotek Myeongjo

di Gungpyeong-dong, Incheon, empat hari lalu.

Berapa banyak yang dia beli?

Obat ini mungkin akan habis...

dalam sebulan.

Boleh kami bawa dokumen ini?

Tentu.

Dia pasti bersembunyi di suatu tempat.

Apotek Myeongjo di Gungpyeong-dong.

Berikan daftar motel terdekat. Terima kasih.

Dua puluh tujuh.

Tolong ampuni aku.

Katakan saja.

Kami tidak meminjamkan uang ini secara gratis.

Astaga. Tentu saja.

Akan kutransfer bunganya tepat waktu.

Sedangkan utang pokoknya...

Bukan itu maksudku.

Aku tidak butuh uangnya.

Balas aku dengan keahlianmu.

Ya...

Kami punya banyak bakat.

- Hei. - Aku akan melunasinya. Ampuni aku.

Dia penuh dengki belakangan ini.

Kakaknya dipenjara baru-baru ini karena proyek terakhir.

Halo, Pak.

Aku suka matanya.

Dasar gila.

Dia tak melihat lampu lalu lintas? Astaga.

Baiklah.

Dia belok kiri.

- Salin rekaman itu. - Baik, Pak.

- Terima kasih. - Tentu.

- Terima kasih. - Sama-sama.

Tunggu.

Ya? Ada apa?

Seseorang menanyakan hal yang sama.

Kapan?

Sekitar 30 menit lalu.

- Lari. - Baiklah.

Hei, ada CCTV di sana. Ayo.

Dia belok kiri.

Baik.

Baiklah, kena kau.

- Ini motelnya, bukan? - Kurasa begitu.

Ayo.

Menghalangi bagian ini akan membuat lawan tertekan,

tapi tidak akan terlalu meregangkannya.

- Hitungan terakhir. Satu... - Kita sudah melihat secepat apa...

Siapa?

Pesan antar jjajangmyeon.

- Dengan waktu sebanyak ini... - Lima. Enam.

Kenapa lama sekali?

Kau pernah melihat pria ini?

Kurasa dia menginap di sini baru-baru ini.

Kapan? Sudah berapa lama?

Sejak 20 hari lalu.

Dua puluh hari lalu? Baiklah. Terima kasih.

Bukankah itu dia?

Bukan. Terima kasih.

Dia tidak ada di sini. Di sana.

Bisa periksa sekali lagi?

Hei, sudah cukup.

- Dia juga tidak di sini. - Di sana.

Baiklah.

Kau harus bersyukur.

Kau akan mati selagi melakukan hal favoritmu.

Tidur siang saja, maka semua akan berakhir.

Kecepatan pompanya bagus.

Lewat sini, Detektif Jin!

Hei, bangun.

Dia sudah mati?

Masih ada denyut nadi. Berikan itu.

Kurasa naloksonnya tidak bekerja.

Hei!

Beri aku satu lagi.

Ayo masuk.

Kau bekerja dengan baik.

Kau bisa memberiku sisa uangnya sekarang.

Astaga, ini memperumit semuanya.

Bagaimana ini? Aku bisa gila.

Mengagetkan saja!

Sial.

Burner?

Aku hampir terkena serangan jantung.

Hei, aku merindukanmu.

TAEWON TERAMAN, KEPOLISIAN TAEWON YANG DIHORMATI DAN DICINTAI

Aku tak tahu kau polisi saat kita melakukan operasi itu.

Seperti yang kau tahu, aku hanya menjalankan tugas.

Berapa yang kau dapatkan?

Kau sudah tahu. 30 juta won. Sudah kuhabiskan semuanya.

Bukan itu.

Tahun lalu, tanggal 31 Oktober pukul 02.40,

kau menjual narkoba.

Kau tidak memperjualbelikan narkoba

atau pergi ke sana hari itu. Mengerti?

Aku dapat lotre.

Hei, di mana obat yang kau beli hari itu?

Aku sudah tahu semuanya. Duduklah kembali.

Baik, Pak.

Dia membayarmu dan membersihkan salah satu kejahatanmu.

Lalu kau memberikan alibi pembunuhan untuknya.

Kalian saling membantu.

Aku tidak tahu apa-apa.

Tapi dia pasti berubah pikiran, dia bahkan menyewa pembunuh bayaran.

Kami menemukan kuitansi untuk pompa suntikan

di bawah ranjangmu di motel itu.

ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK MEMBERIKAN OBAT SECARA BERTAHAP

Dia ingin membuatmu terlihat seperti pencandu narkoba

yang lelah menyuntik dirinya berkali-kali

dan bunuh diri dalam prosesnya.

KUITANSI POMPA SUNTIKAN

Hei. Kau mau dikubur dan membusuk di gunung

tanpa ada yang menyadarinya?

Atau mau berterus terang

dan makan hot pot bulgogi atau iga...

Hei, apa Daewang Galbi buka?

- Tentu saja. - Kau mau itu saja?

Ini.

Rekaman ini dari tanggal 31 Oktober 2021, pukul 02.40.

Pria di rekaman itu sudah jelas kau.

Ya, itu memang aku.

Jalanilah hidup yang benar, Berengsek.

- Ayo, Myeongpil. - Baik.

Ayo ke Masong dan tangkap Ma Taehwa!

DUNIA YANG HANGAT MELALUI KEADILAN

Ada masalah.

Choi Seokdoo mengaku.

Artinya mereka bisa melakukan penangkapan tanpa surat perintah!

Cepat hapus semuanya.

Yang Chiyoung!

Sudah kubilang awasi pencandu itu.

Dasar bodoh.

Kenapa lama sekali?

Kau harus kabur ke luar negeri sebelum mereka melarangmu terbang.

Hei, semua akan berakhir jika mereka menemukan ini.

Bagaimana jika kau hapus datanya?

Kau memercayai bedebah itu?

Aku mengerti.

Silakan masukkan ke sini.

Lakukan saja tugasmu!

Ada apa ini? Benar di sini tempatnya?

Evakuasi!

Beri jalan! Ini polisi!

Ada kebakaran di ruangan direktur!

Evakuasi sekarang!

PENUTUPAN DARURAT

Kita harus menaiki tangga?

Minta petugas damkar datang ke lantai 23!

Segera tinggalkan gedung ini!

Ikuti aku!

Permisi. Tolong minggir.

- Permisi. - Apa yang terjadi?

Ada apa?

Jahitanmu terbuka.

Ayo.

Di mana helikopternya?

Di mana?

Butuh waktu lama karena angin kencang!

Aku tidak punya waktu! Sial!

Detektif.

Tidak!

- Sial! - Minggir.

Dia terluka! Kau baik-baik saja?

Selesaikan di sini.

Korban luka di lantai 23. Panggil petugas damkar!

Kau baik-baik saja?

Sudah datang.

Di sini! Hei!

Di sini!

Di sini! Hei!

Hei! Kau mau ke mana?

Hei!

Hei!

Di sini!

Dasar tidak berguna.

Mau pergi, Berengsek?

Berengsek!

Kenapa kau tidak bisa menutup mata sekali saja?

Akankah kau melakukan itu, Berengsek?

Apa maumu?

Katakan saja, dan itu akan menjadi milikmu.

Uang? Wanita? Kehormatan?

Aku bisa mengirimmu ke kantor pusat atau UIR.

Aku bisa melakukannya!

Apa mauku?

Aku ingin memborgolmu, Berengsek.

Pikirmu bagaimana aku bisa tahu

Choi Seokdoo memperjualbelikan narkoba hari itu?

Menurutmu siapa yang memberitahuku?

Apa kau...

sungguh akan menghalangi ayahmu?

Ya, menyerah saja. Mengerti?

Jika tidak, aku akan membuat

ayahmu terpuruk.

Aku memang putra yang buruk sejak dulu, Berengsek.

Kau tidak menghormati ayahmu!

Baiklah. Tangkap saja aku.

Aku bisa lolos dari semuanya

dengan pengacara terbaik.

Anjing gila harus dipukuli.

Seharusnya kau berhenti menggonggong saat kusuruh, Berengsek.

Panas!

- Di mana mereka? - Di sini!

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Kau baik-baik saja? Bangun.

- Hidran kebakaran! - Baik, Pak!

Di sini! Periksa dia!

- Bagaimana denganmu? - Tidak ada waktu!

Aku tidak cocok untuk ini.

Naiklah.

Astaga.

Cepat!

- Kau baik-baik saja? - Ya.

Kisoo!

Baik, Pak!

Detektif Jin!

- Hogae! - Tangkap Yang Chiyoung!

- Pegang ini! - Detektif Jin, kau baik-baik saja?

Detektif Jin! Kau baik-baik saja? Hubungi layanan medis sekarang juga!

- Detektif Jin. - Hubungi layanan medis!

Cepat.

Apa itu?

Angkat dia!

Cepat!

Satu, dua, tiga!

Satu, dua, tiga!

- Pelan-pelan! - Berengsek!

Detektif Jin!

Seseorang mengalami gagal jantung di atap!

Cepat, Tim Medis!

- Jangan bergerak! - Lepaskan borgolku, Berengsek!

Lepaskan borgolku, Berengsek.

Kau baik-baik saja? Detektif Jin!

Dia tidak sadarkan diri.

Detektif Jin!

Siapa yang mengalami gagal jantung?

Di sini!

Detektif Jin tidak bernapas. Bagaimana ini?

Dongwoo, beri aku bantalan hemostasis.

Ambil alih untukku.

- Apa yang terjadi? - Kita harus memindahkannya sekarang.

Baiklah.

Beri jalan.

Minggir!

Terus rawat dia.

- Satu, dua, tiga. - Satu, dua, tiga.

Beri tahu rumah sakit kita butuh banyak transfusi darah.

Berikan cairan saline normal.

LARUTAN GARAM FISIOLOGIS

Gagal jantung lagi.

Ambil kantong Ambu.

Kenapa kau tidak menghargai dirimu?

Gaji polisi termasuk nilai hidupnya.

Aku tidak punya kekuatan supernatural

untuk membaca pikiran penjahat.

Aku hanya bekerja sangat keras.

Jam tidurku lebih singkat dari orang lain.

Aku bekerja lebih keras dari orang lain.

Bangun jika kau ingin hidupmu tidak sia-sia!

Seol, ada detak jantung lagi.

Tolong menyetir lebih cepat!

Pastikan kalian rekam wajah mereka.

Mereka menyalahgunakan kekuasaan.

Menyalahgunakan? Kami sedang melakukan penangkapan!

Sial.

Pak, kami hanya melaksanakan tugas.

Pak Baek, jangan terlalu baik.

Dialah alasan Detektif Jin berada dalam situasi hidup dan mati!

Apa masalahnya? Kami mematuhi perintahmu.

Jangan perlakukan kami seperti ini.

Kami bekerja sama...

Bekerja sama?

Selain itu, aku, pengacaranya, harus selalu menemani dia

melalui seluruh proses mulai sekarang. Mengerti?

Pastikan kalian mendapatkan semua kartu nama mereka

dan merekam wajah mereka.

Kalian macam-macam dengan orang yang salah.

Ayo.

Bawa dia ke ruang operasi sekarang! Semuanya sudah disiapkan.

Cepatlah.

RUMAH SAKIT UMUM TAEWON

Seol, duduklah.

Pengisap.

ALAT UNTUK MENGISAP CAIRAN TUBUH

Usus kecilnya pecah, dan ada pendarahan robekan mesenterik.

Aku juga memprediksi peritonitis. Klem arteri.

Remas kantong darahnya lebih keras!

Baik.

RUANG OPERASI

Sampai kapan kalian akan menahan orang tidak bersalah di sini?

Masuklah.

Duduk.

Duduklah.

Kau mengenali pria di rekaman itu?

Ya. Dia klienku.

Dia berbohong. Itu aku.

Kau menyuapku untuk menutup mulutku!

- Hanya ini? - Ya.

Hei, berikan itu juga.

Pak, kau harus memakai ini selama dua hari ke depan.

Sial.

Lusuh sekali.

Harus ada cukup DNA-mu pada semua barang ini

agar bisa dianggap milikmu.

Rekan-rekanmu sudah memastikan

pria yang menjual narkoba di rekaman itu adalah klienku.

Dia juga sudah menebus kejahatannya.

- Itu... - Hei.

Bisakah kau membuktikan pria di rekaman ini dirimu?

Kenapa aku harus membuktikannya padahal itu memang aku?

Kami punya cukup bukti bahwa ini klienku.

Narkoba yang dia beli hari itu dan baju yang dipakainya.

Sepatu, tas, dan topi.

Kami sudah menyerahkan semuanya kepadamu.

Kau menemukan DNA-nya di sana.

Pengakuan saja tidak bisa mendakwa siapa pun.

Kalian pasti tahu itu.

Baiklah.

Maksimal kalian bisa menahan klienku selama 48 jam.

Sekarang sudah sepuluh jam. Kalau begitu...

Hitung saja sendiri.

Menurutmu dia bisa keluar dari sini

setelah perbuatannya kepada polisi?

Letnan Jin Hogae-lah yang membahayakan warga sipil tidak bersalah.

Klienku hanya

membela diri atas percobaan pembunuhan.

Dia menyeretku keluar dari helikopter.

Lalu menerjangku dan bilang akan membunuhku.

Saat berkelahi,

lehernya terlilit selang.

Jika dipikir-pikir,

itu hanya kecelakaan tragis.

Aku tahu kau mengincarnya.

Maaf aku harus mengatakan ini...

Tapi tidak ada CCTV di atap.

Dasar berengsek...

- Pak Baek. - Aku akan merekam ini.

- Tenanglah. - Aku merekam ini. Baiklah.

Kau harus bertanggung jawab.

Kalian seharusnya tidak di sini sekarang.

Temani Jin Hogae...

sebelum dia mengembuskan napas terakhir.

Aku ayah Hogae.

Operasinya sudah selesai?

Ada pendarahan hebat karena usus kecilnya pecah

dan robekan mesenterik.

Kami sudah berusaha maksimal,

tapi dia mengalami gagal jantung selagi bertugas.

Kami baru bisa menentukan kerusakan otaknya setelah dia siuman.

Aku benar-benar bisa gila.

Jika terus begini, kita terpaksa harus melepaskan Ma Taehwa.

Detektif Jin masih terluka parah saat berusaha menangkapnya.

Jangan biarkan itu terjadi.

Pertama, ayo ke rumah sakit.

Lalu apa? Memegang tangannya dan berdoa?

Lantas kau mau apa?

Jaga ucapanmu yang lancang itu.

Apa yang akan...

dilakukan Detektif Jin?

Lakukan dengan teliti, ya?

TKP itu tiga dimensi.

Kita butuh imajinasi mulai sekarang.

Mustahil menyelidiki tanpa membuang waktu.

Membuang waktu.

Anna.

Mau membuang waktu denganku?

Ikuti aku.

Terima kasih.

Itu dia.

Kami mau minta salinannya.

KANTOR KEAMANAN

Dia seharusnya di sini.

Baiklah.

- Di sini. - Benar.

Halo. Kau ingat aku, bukan?

Bisakah kami memeriksa rekaman CCTV-mu?

Halo.

Aku petugas polisi. Bisakah kami memeriksa rekaman CCTV-mu?

- Apa ini cukup? - Ya. Bagaimana menurutmu?

- Terima kasih. - Terima kasih.

Tinggi, tipe tubuh,

dan wajah mereka sangat mirip.

Hampir mustahil membedakan mereka

hanya dengan rekaman.

Apa kesalahan fatal yang membuatmu

didemosi ke pinggiran kota ini?

Aku tidak didemosi. Aku mengajukan diri bekerja di sini.

Maka itu, jangan jadikan aku piaraan.

Karena aku hanya akan membuatmu menderita.

Kau merasa hidupmu lebih mudah jika bersikap dingin kepada orang lain?

Kau menjauhkan orang lain untuk menutupi perasaanmu,

menghindari perhatian, dan tidak mau ikut campur.

Terima kasih.

Apa? Pola apa katamu tadi?

Kau tak dengar? Aku berterima kasih.

THE FIRST RESPONDERS

Ma Taehwa!

Aku dapat surat penangkapanmu.

Kau harus membuat keputusan untuk mengakhiri ini.

Ma Taehwa bilang kau memberi informasi kepadanya, Pak Jin Chuljoong.

Ada seseorang yang ingin kau bunuh?

Hari pemakaman sempurna

untuk seorang mata duitan yang mendekati Ibu demi uangnya.

Rasa nyaman dari sentuhan bisa meredakan rasa sakit.

Terima kasih.

Mau pergi?

Aku tidak perlu tinggal di sini lagi.

Ini hadiah untukmu.

Kenapa meninggalkannya di sini?

Kita punya hubungan istimewa.

Diterjemahkan oleh Annisa Dhea

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.