Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
THE FIRST RESPONDERS
THE FIRST RESPONDERS
SEMUA KARAKTER, LOKASI, ORGANISASI, INSIDEN, KELOMPOK,
DAN LATAR BELAKANG YANG DIGAMBARKAN DALAM DRAMA INI HANYALAH FIKSI
Kirim Petugas Damkar Taewon 32.
Kebakaran di kedai kontainer di Gunung area 38, Dongju-dong.
Kirim Petugas Damkar Taewon 32.
Kebakaran di kedai kontainer di Gunung area 38, Dongju-dong.
Kirim tim damkar, penyelamat, dan medis!
Dongwoo.
- Mari kita segera selesaikan! - Ya!
PEMADAM KEBAKARAN TAEWON
Sepertinya ada banyak asap.
Astaga. Kita akan butuh waktu setidaknya dua jam.
Mungkin ini akan sulit.
KEBAKARAN DI KEDAI KONTAINER TERBENGKALAI
KODE DARURAT MENANDAKAN KEBAKARAN
Lewat sini! Kemarilah!
Sial.
Cepatlah.
PEMADAM KEBAKARAN SEOUL
- Biar kuperiksa. - Api menyebar
dan semua rute belakang terhalang,
- kita tak bisa masuk. - Damkar sudah tiba.
- Kisoo. - Ya?
- Laporkan situasi saat ini. - Baik, Pak.
- Baek Inju! - Ya?
- Keluarkan selang air. - Baik, Pak!
Selang air, datang.
Kisoo, bantu aku.
Pompa Taewon, nyalakan airnya!
Menyemprot!
KEDAI KONSTRUKSI
Apinya terlalu besar.
Dojin, haruskah kusemprot dari samping?
Ya, akan kuincar titik api di tengah.
Dinginkan gasnya.
Baik, Pak.
- Inju! Bantu dia. - Ya?
- Pompa airnya! - Memompa!
Pak Baek!
Ada 40 ton tangki toluena di samping pabrik cat.
Jika itu meledak, seluruh area akan hancur.
Apa, toluena?
Ada 40 ton toluena.
Mengingat kecepatan angin saat ini,
gas beracunnya bisa menyebar sampai puluhan kilometer.
Jika ini menjadi kebakaran gunung, apartemen di sekitarnya dalam bahaya.
Tangki toluena di arah pukul satu!
Cegah apinya menyebar!
- Lari! - Baik, Bu!
Myeongpil, kemarilah.
Ya!
Apinya makin besar!
Kapan kau tiba di sini?
Aku mendengar sesuatu tadi.
Ada orang di dalam?
Lantas, mereka akan keluar untuk menghindari api.
Ada orang di dalam! Panggil tim medis sekarang.
- Paramedis! Di sini! - Cepat!
- Dongwoo, ayo. - Baiklah.
- Berjagalah di sini. - Baiklah.
Jika ada asap, orang biasanya bersembunyi di sudut.
Periksa sudutnya.
Kutemukan dia!
- Ayo angkat dia. Satu, dua, tiga. - Dua, tiga.
Ayo pindahkan dia.
Astaga. Dia berat sekali.
Kontainernya bisa meledak jika begini.
- Inju, cari titik api. - Ya, Pak.
Bu Kepala, udaranya tersedot dan apinya berwarna merah gelap.
Suhu internalnya pasti sekitar 600 derajat.
Kontainernya bisa meledak jika terus begini.
Kita harus menurunkannya.
Kau bisa masuk?
Ya, jika asapnya hilang.
Mari singkirkan atapnya dan tuangkan air untuk mengeluarkan asapnya.
Tidak, itu terlalu berbahaya.
Tidak, kita bisa.
Kisoo. Kita akan naik ke atap. Bersiaplah!
- Ya, Pak! - Inju, bersiaplah!
Berikan mesin pemotongnya!
Baik!
Ini.
Berikan kapaknya!
Baik, Pak.
Berikan selang airnya!
- Nyalakan airnya! - Menyalakan!
Dojin, turunlah! Atapnya bisa roboh!
Oksigen menurun.
Dojin! Atapnya bisa roboh sungguhan!
Ini bisa bertahan sebentar lagi!
Lepaskan selang airnya dahulu!
- Kisoo, turunlah. - Aku tidak akan turun sendirian!
Di sini berbahaya, turunlah!
- Sekarang! - Baik, Pak.
Uraikan selangnya!
Uraikan selang airnya!
Tersangkut di sana!
Uraikan selangnya!
Selang air sudah terurai!
Apinya melambat!
Masuklah setelah gasnya dingin!
- Bersiap masuk! - Baik, Pak!
Pasien menghirup gas beracun.
Kami akan memberinya oksigen saat memindahkannya.
Petugas Damkar Taewon, laporkan status kalian.
Bong Dojin, aman!
Choi Kisoo, aman!
Lee Jihoon, aman!
Baek Inju, aman!
Baik, ayo padamkan bara apinya sekarang.
Menjauhlah dari dinding. Itu bisa runtuh.
- Baik, Pak. - Baik, Pak.
- Jihoon, kemarilah jika sudah selesai. - Ya?
Ya, Pak.
Berhenti! Berhenti menyemprot!
Ada apa?
- Astaga! - Apa?
Kurasa kita terlambat.
Hubungi polisi.
Baik, Pak.
Jasadnya ditemukan saat api di kedai berhasil dipadamkan.
Identitas dan usianya belum diketahui. Kami berasumsi dia pria.
Posturnya agak aneh.
Ini disebut postur petinju.
Karena panas mengurai protein dalam tubuh.
Mungkin perbandingannya kurang tepat,
tapi saat memanggang daging perut babi, itu akan menyusut bulat.
Mirip dengan itu.
Astaga, menu makan siang hari ini daging perut babi tumis.
Bisakah kau fokus?
Mari mulai dari lehernya.
Bisa matikan lampunya?
Sinar UV.
Ini fluoresen.
BAHAN DENGAN FLUORESENS
Apa itu?
Sisa tali yang terbakar.
Menempel di kulitnya karena api
dan tidak terlihat karena tersembunyi di kerutan lehernya.
Zat asing di leher bisa sangat penting.
Karena leher paling terkait dengan kehidupan
setelah jantung.
Beri aku pisau bedah.
Membuka rongga dada dan perut.
Beri aku gunting rusuk.
ALAT MEDIS UNTUK MEMOTONG TULANG
Membuka bronkus.
Bronkusnya hampir tidak memiliki jelaga.
Ini tidak terduga.
Jika seseorang tewas karena kebakaran, mereka menghirup asap,
yang membuat bronkus menghitam.
Tapi bronkusnya tidak hitam.
Artinya dia tidak bernapas saat kebakaran.
Mari kumpulkan darah jantungnya.
Jelaga di hidung berarti masih hidup.
Dia sudah tewas saat kebakaran terjadi.
Minta mereka mengidentifikasi korban dengan DNA-nya.
Ini data rekonstruksi vertebra serviksnya.
Kau lihat tulang hyoid yang patah di sini?
Artinya dia dicekik lumayan kuat sampai mati hingga tulang hyoidnya patah.
Penyebab kematiannya sesak napas
dan tekanan leher karena tali yang belum diketahui.
Dia dicekik sampai mati.
Singkatnya, kemungkinan pembunuhan.
Jasadnya terbakar terlalu parah hingga tidak ada jejak tentang pelakunya.
Petunjuk yang bisa diberikan oleh autopsi hanyalah kejadiannya.
Dia dicekik lebih dahulu,
lalu kebakaran terjadi setelahnya.
Mungkinkah mereka menyalakan api untuk menyingkirkan bukti?
Jika autopsi bisa mengetahui niat pembunuh,
kita tidak butuh polisi.
Identitas korban sudah diketahui. Dia Bang Pilgu, 57 tahun.
Tapi lihat ini.
BANG PILGU
DENDA 300 KANTOR POLISI DOBONG: SATU TAHUN PENJARA
Dia pernah dihukum 13 kali.
Serta dia baru saja dibebaskan.
Kasus ini telah menjadi kasus pembunuhan.
Ayo.
Aku memintamu datang untuk mengabarimu di awal, Jaksa.
KEBAKARAN DI KEDAI KONTAINER TERBENGKALAI, DITEMUKAN SEORANG MAYAT
Melihatmu memanggilku sendirian,
kurasa ini untuk hal sepele
atau sesuatu yang tidak biasa.
Jaksa Yeom Sanggu. Pria hebat sepertimu
tidak seharusnya membereskan kekacauan yang dialihkan kepadamu.
Sudah saatnya kau mengarangnya sendiri.
Barang ini
akan membantumu menunjukkan eksistensimu pada dunia.
Jangan bilang kalian masih memadamkan api.
Kau tidak lihat? Kami sedang menyelidiki kebakaran.
Kalian naif sekali.
Pembunuhan dengan pembakaran, bukan?
Bagaimana kau tahu?
- Hei, kau memberitahunya? - Tidak.
Di sana, di sana,
dan di sana.
Setidaknya ada tiga titik api.
Beberapa titik api adalah bukti langsung pembakaran.
Jadi,
seseorang menebarkan zat mudah terbakar di sini tiga kali?
Polanya menunjukkan itu cairan.
Baunya seperti minyak pemantik api.
Jadi, hidungmu sangat sensitif.
Tapi kami melakukan hal-hal secara ilmiah.
Anna, kau menemukan sesuatu?
Tunggu sebentar.
Penyebab pembakaran kemungkinan besar...
MINYAK MUDAH MENGUAP
Dia benar. Minyak pemantik api.
Sains itu bagus, tapi pengalaman tidak boleh diabaikan.
Aku memang menyebut hidungnya sensitif.
Hei. Jangan perlakukan aku seperti anjing kampung.
Aku tahu kalian, petugas damkar, bekerja keras memadamkan api.
Tapi lihat kekacauan yang kalian buat.
Mustahil mengetahui kondisi TKP sebelum kejadian.
Kenapa mustahil?
Jendela itu pecah sebelum kebakaran.
Tapi pintunya tertutup selama kebakaran.
Dalam kasus ini, pelaku masuk dan kabur...
melalui jendela itu.
Fiksimu cukup mendetail.
Menurutmu ini fiksi? Biar kutunjukkan buktinya.
Ikuti aku.
Hanya bagian dalam pintu yang berjelaga.
Di sini tertulis pintunya tertutup selama kebakaran.
Bersih, bukan?
Jika jendelanya pecah saat kebakaran, lantainya seharusnya berjelaga.
Tapi tidak.
Artinya,
jendelanya pecah sebelum kebakaran terjadi.
Ini fakta berdasarkan sains, bukan fiksi.
Kemarin hujan. Hei, periksa jendelanya!
- Anna! - Ya?
Mereka meninggalkan jejak kaki saat melompat ke bawah sini.
Untungnya, petugas damkar tidak menyemprotkan air di sisi ini.
Aku akan segera membuat cetakan.
CARA MENGEMBALIKAN BENTUK DENGAN MEMADATKAN CAIRAN
Kau berada di radar Anjing Jindo sekarang.
Petugas damkar melakukan semua tugas forensik hari ini.
Terima kasih, Dojin.
Lagi pula, Buldoser lebih baik daripada Anjing Jindo.
Hei, terus selidiki.
Masih ada yang harus kita cari?
Semuanya terbakar, tidak akan mudah menemukan bukti.
Benar. Kita beruntung menemukan jejak kaki.
Detektif Jin, kau menemukan sesuatu?
Hanya permukaannya yang terbakar. Yang di bawahnya tidak.
Seperti pecahan kaca itu.
Itu disebut area terlindungi.
Kau tidak membalik ini, bukan?
Kami bahkan tidak menyentuh area itu.
Kena kau.
Kau dapat apa?
Ini noda tetesan.
Korbannya pria dewasa. Dia pasti melawan.
Mungkin akan meninggalkan noda darah pelaku dalam kasus seperti ini.
Kumpulkan setiap tetesnya.
Baiklah. Aku akan membuat permintaan darurat ke BFN.
Baik, kini kita hanya perlu mengidentifikasi pelakunya.
Ayo cari senjata pembunuhannya.
Geledah area ini!
Bagaimana kita bisa yakin siapa pemilik noda darah ini?
Tes DNA akan memberi tahu kita.
Ini bukan kasus kebakaran biasa.
Tolong periksa setiap sudut area ini.
Mari kita mulai!
- Baik, Pak. - Baik, Pak. Berpencar.
Berpencar.
Nona Yun.
Ini sembilan noda darah dari TKP,
tapi ada yang aneh.
LAPORAN ANALISIS
DNA-NYA COCOK DENGAN DNA JIN HOGAE
Bisa periksa ulang?
Tentu.
Hai, Seol. Bisa periksa sesuatu untukku?
Ada apa?
Daftar orang yang menelepon 119?
Aku akan tanya ruang kendali.
Ukurannya 140 kali 70.
Mencurigakan, tapi kurasa tidak ada sidik jari yang tersisa.
Tandai ini sebagai prioritas.
Autopsi menemukan luka di leher korban.
Baiklah.
Baik, terima kasih.
Bukan ini.
- Ada sesuatu di sini! - Ini.
Apa itu?
Baiklah.
Kurasa Anjing Jindo tidak akan menggigitku sekarang.
Bagus.
Kau dapat daftarnya?
Ruang kendali bilang akan segera mengirimkannya kepadaku.
Bagaimana pria yang kau pindahkan?
Dokter bilang dia akan baik-baik saja
begitu menjalani terapi oksigen hiperbarik selama beberapa hari.
Detektif Jin.
Kami menemukan alatnya.
Baiklah. Anna!
Lihat semua sidik jari ini.
Ada banyak sidik jari di sini.
Kami sedang membandingkan jejak kaki dengan basis data, akan segera selesai.
Bagus. Semuanya berjalan lancar hari ini.
Benar, kau hebat.
Mari kita berswafoto.
Satu, dua.
Aku dapat daftarnya.
Laporannya ditulis sesuai waktu.
Coba kulihat.
Ada total 32 orang yang melapor.
Laporan pertama dibuat pukul 06.28.18.
Ini nomor teleponnya.
Kenapa kau khususnya memeriksa laporan pertama?
Makin terpencil tempatnya,
pelapor pertama adalah tersangka utama dalam kasus pembakaran.
BADAN FORENSIK NASIONAL
LAPORAN ANALISIS
- Detektif Jin. - Hasilnya sudah keluar?
Ya, tapi...
Kenapa kau melamun?
HASIL ANALISIS NAMA: JIN HOGAE
Apa? Hei. Tidak bisakah kau mengatur barang bukti dengan lebih baik?
FIRE PERINGATAN: MUDAH TERBAKAR
Hei, bukankah ini dari rumah Woo Miyoung?
Ya, kenapa ada di sini padahal seharusnya di gudang bukti?
Selain itu, kami hanya menemukan sidik jarimu.
Jejak kaki di samping jendela berasal dari sepatu polisi.
Kau lihat logo polisi di sini?
Modelnya K1-905.
Yang memiliki fungsi tahan uap.
Ukuran sepatumu 44?
Ya.
Lantas, semua sidik jari dan jejak kakinya
milik Detektif Jin.
Kalian menuduhku atas pembakaran dan pembunuhan?
Maksudku...
Kami dari tim inspeksi Migeun-dong.
Apa ini meja Letnan Jin Hogae?
Ada apa ini?
Geledah mejanya.
Kami sudah sampai.
Keadaan pasti sudah memanas sekarang.
Semuanya sudah siap.
Dapatkan hasil terbaik.
Baiklah.
- Anjing Jindo. - Apa-apaan ini?
Kau belum berubah.
Unit Investigasi Regional dan kejaksaan wilayah timur
akan mengambil alih kasus Bang Pilgu mulai saat ini.
Semuanya, hentikan pekerjaan kalian dan mundur.
Apa?
Jangan seenaknya merampas kasus dari kami setelah semua usaha kami di sini!
Maaf sudah merepotkan,
tapi kami sudah tahu pelakunya.
Hei, kenapa kau datang bersamanya?
Pasti sulit tanpa ada kamera CCTV.
Tapi untungnya,
ada van yang menjual barang dewasa di persimpangan dekat sini.
Menurut informasi,
kamera dasbornya merekam seorang pria menuju kemari
sekitar 30 menit sebelum kebakaran.
Aku ragu kau mencoba membeli barang-barang dewasa di sana.
Bukankah tidak adil menyelidiki TKP kejahatan yang kau lakukan?
Permisi.
Aku Petugas Bong Dojin, dan timku yang pertama tiba di sini.
Untuk kasus pembakaran, protokol kami adalah menyelidiki pelapor pertama.
Aku punya daftarnya, mau periksa ini dahulu?
Pelapor pertama.
Aku akan segera meneleponnya.
Astaga.
Kau juga yang pertama melaporkannya.
Tunggu sebentar.
Apa yang salah dengan itu? Haruskah dia lewat begitu saja?
Detektif Jin, kenapa kau kemari saat itu?
NOMOR PRIBADI
Katakan saja alibimu dan buktikan kau tidak bersalah.
Ada apa?
Benar.
Apa pun situasi yang kau hadapi, kau harus memberi tahu mereka.
Kalian, diamlah.
Apa maksudmu?
Kenapa tidak memberi tahu mereka? Kau pasti punya alibi.
Ada bukti langsung dan kau tidak punya alibi.
Mari kita taati peraturan.
Jin Hogae, kau ditangkap atas tuduhan pembunuhan Bang Pilgu
dan pembakaran.
Kau memihak mereka, Youngsoo?
Apa maksudmu?
Kasus Kim Hyunseo dan yang ini.
Membunuh dua orang atau lebih dianggap pembunuhan berantai.
Katakan lagi, Berengsek.
Ini dia.
Kau bertindak tanpa berpikir karena perangai burukmu.
Itu sebabnya DNA-mu ada di seluruh tubuhnya.
Jadi, kau harus membakar semuanya menjadi abu, bukan?
Hei. Semua ini hanya bukti tidak langsung.
Sayangnya, TKP-nya terbakar,
berkatmu.
Dia dari BFN, Berengsek.
Nona Yun, hasil analisis DNA-nya sudah keluar?
Ya, baru saja.
Hei. Dengarkan baik-baik
siapa pelaku sebenarnya.
Sembilan noda darah menunjukkan orang yang sama.
Itu bukan darah korban.
Siapa orang itu?
Dia di sini.
Detektif Jin Hogae.
Apa maksudmu?
Kami sudah memeriksa empat kali.
Noda darah itu milik Detektif Jin.
Ini kesimpulan akhirnya dan tidak bisa diubah.
Bagaimana mungkin itu darahku padahal aku tidak pernah ke sini?
BFN tidak pernah berbohong.
Kau pasti berkelahi cukup parah.
- Sial. - Astaga.
Mereka juga menyuapmu? Mau memfitnahku separah apa?
Bawa dia. Cukup.
Kubilang bukan aku!
Terima kasih juga sudah menemukan bukti langsung.
Kau memang detektif.
Aku tak bisa memborgolmu tujuh tahun lalu
karena kurangnya bukti langsung.
Tapi kali ini berbeda.
Bukankah kau yang tak tahu malu...
malah menjadi detektif setelah membunuh seseorang?
Hati-hati dengan berandal ini.
Begitu seekor anjing merasakan darah,
ia tidak akan pernah bisa melupakannya.
Detektif Jin, ini tidak benar. Kenapa tidak memberi tahu mereka?
Apa yang kau sembunyikan?
Kau juga tak bisa memercayaiku?
Aku rekan kerjamu.
Bawa dia.
Ini perban dan obat untuknya.
Aku hanya memintamu mengawasi
Anjing Jindo baik-baik saja atau tidak.
Tapi kau membiarkanku dikhianati bawahanku.
Masalahnya, saat...
Aku akan kehilangan diriku jika melihat putraku dipenjara.
Aku tidak akan bisa melakukan apa pun
jika menjadi keluarga pembunuh.
Semua orang punya rahasia kotor masing-masing.
Aku benci orang yang melanggar janji.
Akan kulihat bagaimana kau dengan janjimu.
UNIT INVESTIGASI REGIONAL KEPOLISIAN METROPOLITAN SEOUL
PERMINTAAN SURAT PENANGKAPAN NAMA: JIN HOGAE
Setelah berurusan langsung dengan Ma Taehwa,
kau merasa seperti naik ke kereta emas?
Kau mengajariku jaksa harus bicara
dengan bukti.
Aku hanya menuntut seseorang
berdasarkan bukti.
Kejatuhan Letnan Jin Hogae.
Bukankah kau juga menginginkannya?
UNIT INVESTIGASI REGIONAL KEPOLISIAN METROPOLITAN SEOUL
Aku dapat ini dari tim inspeksi.
Kau bergabung dengan rencana asuransi jiwa atas nama Bang Pilgu dan membayarnya.
Kau penerima manfaatnya.
Jika dia tewas karena kecelakaan, kau akan menerima 2,5 miliar won.
Tapi dengan opsi liburan, menjadi lima miliar, dua kali lipatnya.
Apa kau sudah gila?
Jumlahnya lumayan untuk membuat seseorang nekat membunuh.
Ada kasus penipuan asuransi serupa di Taewon, bukan?
Kau mempraktikkannya langsung.
Pasal 231 KUHP, pemalsuan dokumen pribadi.
Apa maksudmu?
Dokumen tidak pernah berbohong.
Kami bahkan menemukan bukti perjudian ilegal dari komputermu.
Itukah alasanmu membutuhkan uang?
Karangan kalian lumayan juga.
Kau harus membuat
Detektif Moon Youngsoo dari Unit Investigasi Regional
menangani langsung kasusnya.
Pria ini akan memborgolnya untukmu.
Aku akan membuat buktinya. Kau hanya perlu menyatukannya dengan baik.
Kau akan membuat bukti?
Dokumen tidak berbohong.
Itu akan langsung dibawa ke putusan.
Bukankah sudah saatnya kau lulus menjadi anak buah
Jaksa Kepala Jin Chuljoong?
Hyunseo sangat menyukai Petugas Jin!
Petugas Jin juga orang terakhir yang dia hubungi!
Jari kakinya bahkan ditemukan di halaman rumahnya.
Jadi, kenapa kau tidak menangkapnya?
- Kenapa? - Pak.
DIPERLUKAN INVESTIGASI LEBIH LANJUT DITOLAK
Apa ini?
Bahkan belum sampai ke pengadilan,
tapi kejaksaan sudah menolaknya?
Astaga,
seseorang bisa saja terbunuh tanpa sengaja.
Sangat menegangkan.
Tapi rasanya tidak sememuaskan putusanmu.
Kau menyanjungku.
Kau selalu membuat
putusan sempurna berdasarkan bukti.
Sungguh mengagumkan.
Aku hanya jaksa divisi kriminal.
Aku sendirian tanpa bantuan siapa pun.
Kudengar kau punya rencana untuk politik di masa depan.
Setelah berurusan dengan kasus kriminal,
aku pun menyadari cara kerja dunia.
Bagaimana jika aku...
menjadi bantuanmu?
Mejamu menjadi berantakan.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Tepat sebelum datang ke Taewon, aku menangani kasus Ma Taehwa.
Hei, Ma Taehwa.
- Kau baik-baik saja, Pak? - Hei!
Kemarilah!
Tenanglah.
Lepaskan aku!
Kau bisa menggila sesukamu,
tapi aku akan tetap dibebaskan selama tidak ada bukti.
Dia memalsukan ketidakbersalahannya padahal jelas bersalah.
Sekarang, dia memfitnah dan menjadikanku pembunuh.
Katakan saja bukan kau pelakunya.
Atau bungkam saja jika itu lebih baik.
Kau bahkan tidak melakukannya. Kurasa tidak...
Tidak penting sekarang siapa pembunuh Bang Pilgu.
Yang terpenting, kita bisa atau tidak membalikkan bukti yang memberatkanku.
Kalau begitu, kau dalam bahaya.
Para hakim hanya akan melihat dokumennya.
Menurut laporan, kau jelas pelakunya.
Kau bisa dihukum seumur hidup jika begini.
Tidak, kau juga dituntut atas pembakaran.
Mereka mungkin akan menuntut hukuman mati.
Pokoknya, rahasiakan ini.
Tak ada yang bisa dipercaya sekarang.
Ini aku.
Bisakah kau meluangkan waktu untukku?
Kau akan melihat beberapa wajah familier di lapas.
Jaga dirimu.
Ini disebut pisau pemenggal.
Namanya berasal
dari pemotongan leher seperti pemenggalan sungguhan.
Alat ini berfungsi cukup baik.
Aku sudah berhenti merokok.
Begitu rupanya.
Kali ini,
kau sudah agak keterlaluan.
Kau tidak tahu siapa yang lebih dahulu bersikap keterlaluan?
Bukankah aku sudah menyuruhmu
untuk mengekang anjing gila itu?
Tunggu apa lagi?
Antar dia keluar.
Selama Revolusi Prancis,
orang-orang yang kaya dan berkuasa lebih sering dipenggal.
Jangan pikir itu hanya cerita lama.
Ini peringatan.
Dia berhasil menjadi jaksa kepala hanya karena kedengkian.
Jangan anggap remeh...
Kau baru saja menyeringai?
Tidak, Pak.
Kau meremehkanku?
- Tidak, Pak. - Kau lihat dia menyeringai, bukan?
Aku lihat kau menyeringai. Dasar berengsek...
Kau tahu?
Saat sudah bertekad melakukan sesuatu, aku pasti mewujudkannya.
Pak!
Pak.
Apa itu menakutimu?
Kau takut, bukan?
Jin Chuljoong ketakutan dan bergegas kemari.
Kali ini,
aku sungguh akan mengakhiri semuanya.
Mengerti?
Hei, Anjing Jindo!
Aku akan membunuhmu, Anjing Jindo!
Guk, guk!
Hei!
Lama tidak bertemu, Anjing Jindo.
Lama tidak bertemu, Choi Moogil.
Kau di sini karena pencurian lagi?
Tidak, kali ini kekerasan khusus.
Hei, ada Anjing Jindo dari Unit Investigasi Regional.
Bajingan itu membunuh seseorang.
Pantas saja matanya tampak gelap.
Dia menangkap banyak tahanan di sel ini.
Mari kita bersihkan ruangannya
sebelum menyambut tamu kita.
LETNAN JIN HOGAE
Biar kubantu. Kita harus membersihkan mejanya.
Tidak perlu.
Barang-barangnya juga akan dipindahkan.
Apa maksudmu?
Anjing Jindo apanya. Dia hanya anjing gila.
Myeongpil, tumben kau seperti ini.
Ayo makan, Semuanya.
- Bagus! - Terima kasih atas makanannya.
- Masuk dan nikmatilah. - Ayo.
Sedap sekali.
Seol, cepat kemari.
Ramyeon buatan Dojin memang yang terbaik.
Benar.
Omong-omong, benarkah Detektif Anjing Jindo melakukan pembunuhan?
Hei.
Awalnya kupikir dia hanya gila.
Memang kalian tidak ngeri?
Semuanya belum pasti, Dongwoo.
Tetap saja, dia agak kasar, bukan?
Aku akan makan nanti.
Haruskah kau berkata begitu?
Dia rekan kerja kita.
Tidak apa-apa. Makanlah.
Mari selidiki lagi setelah kau makan.
Baiklah.
Dojin.
Tidak ada CCTV dipasang di sini. Sulit dipercaya, bukan?
Bagaimana dengan pabrik cat? Mereka menumpuk banyak bahan di sana.
Mungkinkah ada CCTV di sana?
Lihat.
Semua CCTV menghadap ke arah lain dari kedai ini.
Yang ini.
Ambil rekaman dari hari kebakaran.
Kameranya bahkan tidak merekam ke arah TKP. Kenapa?
Mari periksa semuanya dahulu.
Sial.
Aku sudah menunggumu.
Lihat dirimu. Kau menjadi sangat gemuk.
Tubuhku memang terasa kaku. Terima kasih atas pijatannya, Doochil.
Anjing Jindo, jangan banyak bicara sekarang.
Hei. Kau payah, Berengsek.
Kau ditangkap setelah enam setengah tahun. Tebak berapa banyak yang kubunuh.
Sulit dipercaya kau menjadi raja di sini
hanya karena membunuh seseorang.
Berengsek. Kau sangat payah.
Tikam aku, Berengsek.
Apa gunanya mengeluarkan alat jika tidak bisa menusukku? Ayo!
Diam! Kembali ke dalam!
TAEWON 1-DONG, TAEWON 2-DONG AMDO-GIL
- Apa yang kau lakukan? - Jangan bergerak.
Kau sudah gila?
Lepaskan borgolku. Sekarang!
Lepaskan borgolku.
Berdiri.
Berikan ponselmu.
Sekarang!
Hentikan mobilnya.
Hentikan!
Hentikan mobilnya sekarang!
Aku mengerti situasinya.
Kami mengandalkanmu, Jaksa. Sampai jumpa.
Anjing Jindo masih hidup.
Jika dia akan menggali kuburannya sendiri,
aku tidak perlu menemui jaksa sialan itu.
Permisi. Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
- Periksa semuanya. - Baik, Pak.
Geledah tempat sampahnya juga
dan temukan petunjuk di mana dia bersembunyi!
Itu menghadap langsung.
Sepertinya tak ada apa-apa.
Siapa yang tahu?
- Terus cari. - Baiklah.
Berita terkini.
Detektif yang baru-baru ini ditangkap atas tuduhan pembunuhan
melarikan diri saat dipindahkan.
Sekitar pukul 16.00 hari ini, Unit Investigasi Regional...
Lihat? Aku benar.
Dia kabur karena tahu dia bersalah.
Hei, Dongwoo.
Detektif Jin
mengunci pintu dan mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan orang lain.
Jangan asal menyimpulkan.
Apa...
Aku hanya...
mereka berusaha melacak keberadaannya
dan akan menyelidiki kasus ini secara terbuka nanti...
Lumayan.
Kau akan membusuk di penjara, kenapa repor-repot kabur?
Itu tempatmu, bukan aku.
Kata seorang buronan.
Melarikan diri hanya akan menambah tuntutanmu.
Tutup saja, Berengsek.
Api menghancurkan semua bukti
yang berada di luar tubuh korban.
Tidak ada jejak pelaku
yang tertinggal.
Dalam kasus ini,
korban adalah petunjuk terakhir kita.
Halo?
Ditemukan analgesik narkotika
dalam darah korban.
Comeine, oxytorone, dan hydroorbine.
Jika sebanyak itu...
Entah dia sakit parah karena kanker stadium akhir
atau mungkin saja pencandu narkoba.
Berapa banyak darah dari TKP yang tersisa?
Kita kehilangan banyak sampel karena denaturasi panas.
Ada lagi yang ingin kau periksa?
Sampel ini akan menjadi yang terakhir, jadi, kau harus putuskan dengan hati-hati.
- Sial. - Astaga.
Mereka juga menyuapmu?
- Mau memfitnahku separah apa? - Bawa dia.
Memang perlu berhati-hati?
Pemilik darah itu hanya anjing gila yang memotong rantainya dan kabur.
Hei.
Hei, Nak.
Hei, Gas Butana. Kau harus berterima kasih karena aku sudah menyelamatkanmu.
Terima kasih.
Dasar kurang ajar... Hei.
Ada apa lagi?
Kau terbiasa melakukan itu, 'kan?
Aku melihat botol gas di mana-mana. Orang tuamu tahu?
Ada orang lain yang sering datang ke kedai itu?
Aku melihat beberapa tunawisma
dari Stasiun Taewon menginap di sana.
Buang itu!
- Hei! - Di sana!
- Kenapa kau melakukan itu? - Siapa yang...
- Astaga. Hei! - Ada orang di bawah sini.
- Hei! Cepat kemari. - Apa?
- Apa itu orang? - Ayo.
- Apa? - Di sana.
Kau ingin bilang apa kepadaku?
Kenapa memanggilku kemari?
Aku diminta memberitahumu, Wanita Tua.
Apa, "Wanita Tua"?
Polisi yang menyelamatkanku memanggilmu begitu.
Benarkah?
Seharusnya kau meneleponku saja.
Aku diminta memberitahumu secara langsung.
Temui dia di desa tunawisma dekat Stasiun Taewon.
Petugas Song!
- Petugas Song! - Halo.
- Halo. - Lihat siapa yang datang.
Ternyata kau, Petugas Song.
Benar, kabarmu baik?
Aku penasaran siapa yang datang.
Aku sudah sembuh dari cedera kaca itu.
Lihat.
Kau benar. Sembuh dengan baik.
Pak, aku ingin bertanya.
Bukankah ada seorang pria yang terluka datang ke sini?
Dia tinggi dan bermata besar.
Ya, benar. Ada orang baru yang datang tadi.
Tapi dia sama sekali tidak tampak sehat.
- Ikuti aku. - Baiklah.
- Minggir. - Dia datang.
- Halo, Pak. - Ya, hai.
- Ayo minum dengan kami. - Ternyata kau.
- Nanti saja. - Ayo minum.
- Astaga. - Dia di sini.
Jangan bangun, tetaplah berbaring.
Coba kulihat.
Aku baik-baik saja sekarang.
Astaga.
RUMAH SAKIT UNIVERSITAS HANKUK SONG SEOL
Akan kugunting kemejanya.
Astaga, makin sakit.
Ini akan sedikit sakit.
Jangan bergerak. Bisa gawat jika kau terinfeksi.
Hei, Baju Olahraga.
Anggap dirimu beruntung.
Dia paramedis darurat resmi di desa tunawisma ini.
Sungguh.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Cho Doochil...
Sudahlah. Ceritanya rumit.
Maaf, tapi aku tidak bawa obat bius.
Jangan cengeng.
Sekali lagi.
Selesai.
Aku tidak cengeng...
Ini lebih menyakitkan.
Pukul berapa matahari terbit pada hari kebakaran?
Pukul 06.32.
Mari periksa rekamannya sebelum itu.
Baiklah.
Pabrik cat terletak di belakang kedai di arah pukul 10.00.
Kamera CCTV di dinding luar menghadap ke arah berlawanan dari kedai.
Namun,
kebakaran terjadi sebelum matahari terbit.
Jadi, dalam kegelapan,
api pertama mungkin terpantul di jendela dan tertangkap kamera.
Akseleratornya minyak pemantik api.
Berbeda dengan yang padat, akseleran cair dengan titik didih rendah seperti
minyak pemantik, memancarkan cahaya kuat saat kali pertama menyalakan api.
Titik apinya tertangkap kamera.
Apinya memantul di jendela pabrik.
Tapi apa itu?
Mungkin itu sumber apinya.
PENYEBAB LANGSUNG KEBAKARAN
Tapi ini terlalu besar.
Kenapa harus repot-repot?
Aku tak mengerti kenapa kau butuh sepatu usang ini. Astaga.
Cukup. Kau harus pergi sekarang.
Jika tetap bersamaku, kau akan dituntut karena melindungi penjahat.
Sampai kapan kau mau kabur dengan kondisi seperti itu?
Sampai aku menangkap pelaku sebenarnya.
Jangan khawatir.
Kau tahu aku cepat berhasil jika sudah bertekad.
Kau sungguh mencium bau kejahatan?
Kau menganggapku anjing sungguhan hanya karena julukanku Anjing Jindo?
Bukan itu maksudku.
Aku tidak punya kekuatan supernatural
untuk membaca pikiran penjahat.
Aku hanya bekerja sangat keras.
Jam tidurku lebih singkat dari orang lain.
Aku bekerja lebih keras dari orang lain.
Dengan kata lain,
menyelidiki itu seperti cari mati atau buang-buang waktu.
Kau mencari pola apa?
Aku tidak buang-buang waktu, hanya bekerja sama.
Terima kasih.
Apa? Pola apa katamu tadi?
Kau tak dengar? Aku berterima kasih.
Jangan bilang begitu.
Aku tidak mau ditangkap karena melindungi penjahat.
Cari sepatu dengan pola yang mirip logo polisi.
Wadah minyak pemantik api?
Jadi, seseorang menebarkan zat mudah terbakar di sini tiga kali?
Polanya menunjukkan itu cairan.
Baunya seperti minyak pemantik api.
Hei, bukankah ini dari rumah Woo Miyoung?
Ya, kenapa ada di sini padahal seharusnya di gudang bukti?
Selain itu, kami hanya menemukan sidik jarimu.
Benar.
TKP berbau minyak pemantik api.
Seolah-olah ada yang ingin kami segera menyadarinya.
Wadah minyak pemantik api Woo Miyoung. Kudengar itu ada di gudang bukti.
Hanya polisi yang punya akses ke sana, 'kan?
Kau benar.
Pikirkanlah. Bagaimana jika seseorang mengincar Detektif Jin...
Ulah orang dalam?
Karena itu aku memanggilmu diam-diam.
Ada yang kau curigai?
Belum ada.
Tunggu. Unit Investigasi Regional?
UIR?
Sepatunya.
- Ini. - Astaga.
Ada-ada saja.
Astaga.
Kenapa membantuku? Bagaimana jika aku memang pelakunya?
Yang benar saja. Kau bahkan tidak bisa membunuh seekor semut pun.
Aku pria tangguh.
Kenapa kau tidak menghargai dirimu?
Gaji polisi termasuk nilai hidupnya.
Sama dengan petugas damkar.
Anggap saja persahabatan.
Kutemukan.
Pak, sepatu siapa ini? Kau tahu?
Apa?
Yang ini.
Kurasa...
sepatu ini milik Ko.
- Mau kupanggilkan? - Ya.
Hei, Ko!
Ko!
Sedang apa kau di sana?
Sepatu ini.
Aku menciumnya.
Benar, sepatunya.
Celana, kaus, dan kaus dalam suamiku hilang.
Pak, kami menemukan jejak Jin Hogae.
Dia tertangkap CCTV di Stasiun Mapyeong.
Kumpulkan semua orang di stasiun.
- Bergerak ke Stasiun Mapyeong! - Cepatlah.
Pak!
Ada apa?
Ada kabar terbaru tentang lokasinya, tapi...
Di mana dia?
Semuanya! Aku mau menyerahkan diri!
Kenapa dia...
Tapi satu tambah satu.
THE FIRST RESPONDERS
Kuharap aku tidak terlambat.
Aku juga menemukan sesuatu.
Noda darah dan buktinya dipalsukan.
Kurasa semua buktimu sudah tidak berlaku.
- Tidak mungkin. - Ada apa?
Kau mencari ini?
Kau akan dipenjara untuk waktu lama.
Jika Anjing Jindo menemukan Choi Seokdoo,
akan terungkap bahwa alibinya direkayasa.
Kita harus mendakwa Ma Taehwa atas kejahatan utama. Pembunuhan.
Bagaimana kita bisa mendakwanya jika dia punya alibi kuat?
Hanya Choi Seokdoo yang bisa membatalkan alibinya. Dia masih hidup.
Diterjemahkan oleh Annisa Dhea
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.