All language subtitles for Pursuit.of.Jade.S01E32.NF.WEB-DL.id

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
da Danish
nl Dutch
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
is Icelandic
ig Igbo
ia Interlingua
ga Irish
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranรฎ)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

- Kenapa? - Main tangan! Apa maumu?

- Katakan lagi! - Sudah.

- Katakan lagi! - Mundur!

Sudah, cukup. Mundur!

Lepaskan mereka.

Para tawanan perang itu

adalah hasil kerja keras dan tetesan darah Pasukan Yanzhou.

Atas dasar apa Pasukan Jizhou ingin membagi setengahnya?

- Benar! - Atas dasar apa?

Atas dasar apa?

Kapten Fan dan Administrator Militer kami saling mencintai.

Sebentar lagi mereka akan jadi keluarga.

Jangankan cuma setengah,

diberikan semua pada pasukan kami,

bukankah sudah seharusnya?

- Benar! - Sudah seharusnya.

Tutup mulut kalian!

Omong kosong apa ini?

Kapten Fan sudah lama memiliki suami.

Mana mungkin berkhianat dan menjalin hubungan dengan Administrator Militer Li.

Omong kosong!

Suami Kapten Fan sudah lama gugur di medan perang.

Meski dia belum mati,

bagaimana mungkin dia bisa menandingi Administrator Militer?

Benar.

Tidak benar. Administrator Militer Li akan menikahi Tuan Putri Pertama, 'kan?

Kenapa jadi berhubungan tidak jelas dengan Kapten Fan?

- Benar. - Apa urusannya denganmu?

Administrator Militer kami setiap hari menemui Kapten Fan. Kenapa?

Justru kalian,

jangan-jangan tuan kalian itu

juga tertarik pada Kapten Fan?

- Omong kosong! - Apa kau bilang?

Tidak terima?

- Ayo, pukul! - Kenapa kau main tangan?

- Berhenti! - Lepaskan!

- Ayo! - Jaga sikap kalian!

BALAI PEMERINTAHAN

Kalian kawan seperjuangan,

malah berkelahi demi berebut tawanan.

Di mana aturan militer kalian?

Tuan Li,

coba nilai siapa yang benar.

Tuan dan Kapten Fan akan segera menjadi keluarga, 'kan?

Kenapa harus membagi jasa perang ini secara rinci?

Lancang!

Mana boleh kau bicara sembarangan begitu?

Aku tidak peduli Administrator Militer Li menyukai Kapten Fan atau tidak,

tapi tetap tidak boleh mengambil jasa perang Pasukan Yanzhou.

- Benar, 'kan? - Kenapa?

- Memang tidak boleh. - Tidak terima, ya?

Seluruh prajurit, dengarkan perintah!

TOKEN

Aku dan Nona Fan saling kenal sejak kami belum menjadi apa-apa.

Sama seperti kalian semua,

kami memiliki ikatan hidup dan mati karena berjuang bersama.

Sekarang,

aku dan Kapten Fan sudah bersumpah jadi kakak-adik.

Kelak,

pasti memperlakukannya sebagai saudara.

Jika masih ada yang berani bergosip dan memicu masalah,

atau memfitnah nama baik Kapten Fan,

dihukum 30 cambukan sebagai peringatan bagi yang lain!

Siap!

Ayo, pergi.

Kapten Fan.

BALAI PEMERINTAHAN

Kalian duluan saja.

Ayo.

Sebutan kakak-adik tadi

hanya siasat darurat.

Di militer banyak orang, banyak mulut.

Jika menyinggungmu, jangan masukan ke hati.

Tidak.

Di dalam hatiku selalu anggap Tuan Li sebagai kakak.

Takutnya aku tidak pantas.

Bagaimanapun, aku tidak banyak membaca buku strategi perang,

karakter pun tidak kenal banyak.

Cara menilai seseorang terletak pada karakter dirinya,

tidak berkaitan dengan pintar membaca atau menulis.

Kalau begitu, perkenankan Adik memberi salam kepada Kakak.

Begitu, 'kan?

Kakak memberi salah, memang begitu bicaranya.

Aku pamit dulu.

DIADAPTASI DARI NOVEL ZHU YU KARYA TUAN ZI LAI XI DARI JJWXC.NET

AULA SENJATA

Benar-benar keterlaluan.

Aku yang berada di istana pun,

tak pernah menerima perlakuan menyesakkan begini.

Kau mau apa?

Masih menyuruhku minum lagi?

Bukan, ini sudah berapa hari?

Bangsawan Wu'an tidak kunjung pulang,

Tuan Putri Pertama pun tak mau bertemu.

Aku beri tahu kalian.

Jika kalian hari ini masih membiarkan aku terabaikan di sini,

aku akan segera berangkat ke ibu kota.

Aku akan pergi ke hadapan Kaisar dan melaporkan kalian semua!

Ada apa ribut-ribut?

Semoga Tuan Putri Pertama selalu dalam keadaan sehat dan sejahtera.

Tuan Putri sangat memikirkan prajurit,

beberapa hari ini

tidak sempat meluangkan waktu untuk menemui hamba.

Sungguh membuat hamba merasa tersentuh.

Kau boleh pergi.

Akhir-akhir ini aku sangat sibuk,

sungguh sulit mencari waktu luang.

Kuharap Kasim Li memakluminya.

Entah apa keperluan Kasim Li menemui aku?

Tuan Putri sudah lama meninggalkan istana.

Kaisar dan Ibu Suri Selir An sangat mencemaskan Tuan Putri.

Karena itu hamba diutus khusus ke sini untuk mengunjungi Tuan Putri.

Ibu dan Kaisar

tahu aku ke garis depan di barat laut,

tapi ternyata tidak marah?

Kasim Li katakan saja terus terang.

Tuan Putri memang sangat cerdas.

Memang, sebelum hamba berangkat ke sini,

Kaisar dan Ibu Suri Selir An secara khusus menitipkan pesan

untuk hamba sampaikan kepada Tuan Putri.

Saat ini, pemberontakan di Chongzhou sudah diredam.

Di tengah kegembiraan seluruh negeri ini,

pernikahan Tuan Putri dengan Tuan Bangsawan

- lebih baik jika segera dilaksanakan. - Apa katamu?

Pernikahanku dengan siapa?

Bangsawan Wu'an.

Mimpi!

Kakanda mudah dipengaruhi.

Pasti kalian para pelayan bodoh yang ungkit masalah lama

dan memanas-manasinya sampai dia memikirkan hal ini lagi.

Pernikahan ini tidak akan aku akui.

Tuan Putri belum sampai enam bulan keluar istana,

mengapa sekarang sudah bisa memaki orang?

Jasa perang Bangsawan Wu'an luar biasa.

Bisa dibilang beliau adalah calon suami yang terbaik.

Lagi pula,

kali ini adalah titah langsung dari Kaisar.

Mungkinkah Tuan Putri Pertama

berniat melawan titah Kaisar?

Pernikahan ini

lebih baik kau bicarakan dulu dengan Bangsawan Wu'an.

Asalkan dia setuju,

maka aku pun akan setuju.

Baiklah.

Kalau begitu, hamba akan segera mengurusnya.

Tolong Kasim sampaikan pesanku.

Aku

berterima kasih atas perhatian Adinda.

Hamba mohon pamit dulu.

Akhirnya merasa lega juga.

HE

Ini sudah berapa hari?

Meski Tuan Bangsawan sangat sibuk, juga tidak bisa biarkan dekret menunggu.

Area penting militer, harap berhenti.

Bagus sekali.

Buka mata kalian lebar-lebar dan lihat baik-baik.

Titah Kaisar ada di sini!

Biar kulihat siapa dari kalian yang berani menghalangi!

Ayo!

Berhenti di sana.

Hamba tahu Tuan Bangsawan sibuk dengan urusan militer.

Tapi beberapa hari ini,

Tuan Bangsawan tidak pernah ada waktu untuk menemui hamba.

Terpaksa, hamba hanya bisa membawa dekret ini

dan datang sendiri kemari untuk mengganggu Tuan Bangsawan.

Masuklah.

Silakan.

Hamba memberi salam kepada Tuan Bangsawan.

Kasim Li ada urusan penting apa?

Demi menemui aku,

sampai berani menerobos masuk barak militer.

Lapor, Tuan Bangsawan.

Ini adalah kabar gembira yang luar biasa.

Kaisar memberikan titah.

Bangsawan Wu'an...

Tuan Bangsawan dibebaskan dari berlutut untuk mendengarkan titah.

Kaisar bertitah, Langit melindungi dinasti kita.

Kini pemberontak Chongzhou sudah musnah.

Di saat seluruh negeri sedang merayakan,

pernikahan Tuan Putri Pertama dengan Bangsawan Wu'an

- lebih baik jika segera... - Kasim Li, tidak perlu dilanjutkan lagi.

Kau kembali dan katakan pada kaisar kecil itu.

Aku sedang mengemban tugas penting,

titah belum disampaikan.

Aku akan menganggap ucapanmu hari ini tidak pernah ada.

Orang lain yang dengar pun tidak akan membocorkan satu kata pun ke luar.

Hamba tidak berani melakukan hal menipu Kaisar.

Lagi pula,

ini adalah bentuk kasih sayang yang besar dari Kaisar kepada Tuan Bangsawan.

Tuan Bangsawan hanya perlu mengangguk saja,

maka hamba bisa kembali ke ibu kota untuk melapor pada Kaisar.

Bagaimana jika aku...

tidak mau mengangguk?

Tidak...

Tuan Bangsawan,

apakah ini artinya Tuan Bangsawan ingin melawan titah Kaisar?

Hamba tidak berani menipu Kaisar.

Melawan titah?

Tuan Bangsawan, apa yang ingin kau lakukan?

Bangsawan Wu'an,

apakah kau benar-benar

ingin melakukan pemberontakan?

Keluarga Xie telah menjadi

abdi setia selama ratusan tahun di Dayin.

Mendiang ayahku bahkan menyandang gelar pahlawan yang mulia.

Aku hanya tidak ingin merusak nama baiknya.

Kau kembali dan katakan pada kaisar kecil itu.

Jika dia tidak ingin menduduki takhta itu lagi,

aku bisa cari orang untuk menggantikannya.

Tujuh belas tahun yang lalu,

Wei Yan bisa mengangkatnya naik takhta.

Maka, sekarang,

aku bisa menurunkannya.

Apa?

Bangsawan Wu'an,

tahukah kau bahwa kau sedang mengancam Kaisar?

Mohon Tuan Bangsawan jangan membunuh hamba!

Hamba hanya menyampaikan titah.

Aku hanya ingin hubunganku dengan Kaisar

tetap harmonis sebagai kaisar dan pejabat.

Jika Kasim Li salah menyampaikan pesan nanti,

jangan sampai menghambat urusan besar negara.

Terima kasih.

Terima kasih, Tuan Bangsawan, bermurah hati tidak membunuhku.

- Ini... - Bawa pergi.

Cepat!

Yang pelan!

BERSENJATA DAN PANTANG MENYERAH

Xie Jiuheng, oh Xie Jiuheng.

Kasim Li itu datang karena menjalankan titah Kaisar.

Kau memotong satu telinganya, sama saja menampar wajah Kaisar, 'kan?

Sekarang harus bagaimana?

Mau bermusuhan dengan istana?

Kaisar kecil itu saat ini masih di bawah kendali Wei Yan,

pura-pura bodoh dan lemah.

Dia berani musuhan denganku?

Kaisar sekarang naik takhta sejak masih kecil,

kekuasaannya sudah dikosongkan Perdana Menteri Wei selama bertahun-tahun.

Sekarang, sepertinya dia sudah sangat haus akan kekuasaan.

Menurutku, dia tidak akan tinggal diam.

Jika dia tidak ingin menduduki takhta ini,

aku bisa cari orang untuk gantikan.

Kebetulan aku juga

berniat untuk memakzulkan Kaisar.

Memakzulkan Kaisar.

Kau serius?

Meskipun

pemerintahan Dayin ini airnya sudah sangat keruh,

aku pun tahu, kau tak sudi setia pada kaisar yang zalim itu.

Tapi sekarang,

jika mendukung cucu sulung Kaisar, belasan tahun kemudian,

siapa yang bisa menjamin

Yu Bao'er tidak akan jadi Qi Sheng kedua?

Akan seperti apa Yu Bao'er di masa depan,

aku tidak tahu.

Tapi aku tidak akan menjadi Wei Yan kedua.

Baiklah. Omong-omong,

kau tidak kembali ke Prefektur Jizhou?

Untuk apa?

Li Huai'an itu,

tiap dua atau tiga hari selalu mendatangi Nona Fan.

Kau benar-benar tidak cemas?

Jangan menatapku seperti itu.

Mereka sudah mengakrabkan diri dengan sebutan kakak-adik.

Lalu, mengambil kesempatan saat dia rapuh.

- Teknik mendekati wanita paling rendah... - Sudah cukup.

- Kau paling berkelas, cukup? - Aku...

Urus dirimu sendiri.

Lapor!

Tuan Bangsawan.

Sisa-sisa pemberontak Chongzhou, Sui Yuanqing, datang menyerang.

Berapa banyak pasukan yang dia bawa?

Hanya membawa puluhan prajurit.

Menyerbu pintu gerbang dengan nekad, tidak ada bala bantuan di belakangnya.

Sepertinya, datang untuk cari mati.

Xie Zheng!

Keluar kau pengecut!

Hari ini, mari kita selesaikan dendam kita!

Untuk apa Tuan Muda Sui bersusah payah

hanya datang untuk mati?

Jangan berpura-pura baik hati!

Kau dan Fan Changyu sudah membunuh ayahandaku.

Jika dendam ini tak dibalas,

aku tidak layak jadi manusia!

Serahkan nyawamu!

CHONGZHOU

Jika dia percaya, biarkan saja.

Jika tidak percaya,

langsung musnahkan lencana pusaka Istana Timur.

Jangan sampai jatuh ke tangan lain.

Tuan tenang saja.

PUTRI CHANGXIN

Ibu.

Kenapa Ibu tiba-tiba datang?

Kenapa kau melakukan ini pada adikmu?

Qing bilang,

ingin membalaskan dendam Ayahanda.

Itu bentuk baktinya, aku tidak bisa menghalanginya.

Bakti?

Lalu, kenapa kau sendiri tidak berbakti?

Aku harus tetap di sini untuk menjaga Ibu.

Padahal kau tahu Bangsawan Wu'an sedang mencari kalian,

kau malah menghasut Qing membalaskan dendam Pangeran.

Kau kejam sekali!

Ayahanda sejak dulu tidak menyukai aku.

Sebenarnya di hati Ibu pun,

lebih suka Qing, 'kan?

Putraku,

tentu aku lebih suka.

Ibu.

Apa maksudmu?

Di dunia ini,

mana ada ibu yang tidak mengenali anak kandungnya sendiri?

Setelah kebakaran besar 17 tahun yang lalu itu,

aku membawamu pulang.

Awalnya,

melihatmu terluka sampai wajah hancur, aku merasa kasihan.

Tapi saat aku tahu kau bukan Huai, hatiku jauh lebih sakit.

Ternyata kau sudah lama tahu.

Lalu, kenapa Ibu

tidak langsung membongkar identitasku?

Kau yang saat itu,

hanya seorang bocah kecil.

Tidak disangka Putri Mahkota tega merusak wajahmu demi menyambung nyawa.

Saat kau pemulihan di Kediaman Pangeran Changxin,

terlihat begitu menderita dan malang.

Setiap hari menangis memanggil ibumu.

Mendengarnya saja membuat hatiku luluh.

Aku berpikir,

karena Langit membiarkanmu menggantikan anakku, biarlah kau hidup dengan baik.

Anggap saja sebagai bentuk amalku untuk mendiang Huai.

Sayangnya aku salah.

Awalnya kukira kau hanya anjing terlantar, tidak kusangka kau serigala lapar.

Yang paling kusesali seumur hidupku

adalah menganggap musuh sebagai anak sendiri,

menjadi ibu bagi orang yang berhati kejam sepertimu.

Aku adalah Cucu Sulung Kaisar dari Istana Timur, Qi Min.

Menjadi ibuku,

apakah tidak bagus?

Anak kandungku

hanyalah Qing dan Huai.

Kau

tidak pantas!

Jangan pikir karena kau baik padaku,

aku jadi tidak berani membunuhmu.

Aku... aku sudah memberimu kesempatan.

Tapi jangan khawatir,

Xie Zheng akan segera mengirim Sui Yuanqing

kembali ke sisimu untuk berbakti.

- Bawa jasadnya, masih ada gunanya. - Siap.

HE, BALAI PEMERINTAHAN

Masuk.

Fan.

Benarkah suamimu akan menjadi menantu Kaisar?

Bukankah Li Menkan itu yang akan menikahi tuan putri?

Urusan besar seperti menikahi Tuan Putri bisa ganti orang di tengah jalan?

Aku tidak mau bahas ini.

Baiklah.

Soal Sui Yuanhuai yang kau tanya tempo hari sudah ada titik terang.

Katanya malam ini akan dikerahkan banyak pasukan.

Sepertinya akan ada pencarian besar untuk menangkap si berengsek itu.

Si berengsek itu sangat licik,

lebih licik dari rubah dan musang.

Bahkan sebelumnya suamimu...

Se... sebelumnya Bangsawan Wu'an

kirim pasukan dan dipermainkan berkali-kali.

Dia sedang kacaukan situasi.

Berharap kita semua lelah mencari, baru cari celah untuk kabur.

Jadi, dia anak seorang Putra Mahkota, ya?

Harusnya...

Seharusnya bisa menjadi Kaisar?

Dulu memang bisa.

Tapi dia orang yang begitu terhormat,

kenapa harus menyamar menjadi Sui Yuanhuai?

Bukankah kau sering melihat hal seperti itu di wayang kulit?

Para bangsawan itu setiap hari saling sikut dan berebut,

tidak lebih dari haus akan takhta dan rakus akan kekuasaan.

Fan, kau lihat apa?

Kak Qian sepertinya pernah bilang,

dia itu sangat takut pada api.

Bahkan di malam hari pun tidak menyalakan lilin.

Jika kau bilang begitu,

kita bisa mencari riumah yang di waktu harus menyalakan lilin,

tapi masih gelap gulita.

Dengan begitu, jangkauan jadi lebih sempit.

Kenapa kau bersikeras tidak ingin melepaskannya?

Hanya demi membalaskan dendam Pengurus Yu?

Kau tidak mengerti, orang itu...

Mungkin berkaitan dengan sebuah masalah besar.

Dia juga pernah mempelihatkanku sebuah Lencana Harimau.

Katanya berkaitan dengan Tragedi Jinzhou kala itu.

Berkaitan dengan Jinzhou?

Yan Zheng pasti sangat ingin menangkapnya

untuk mendapat kejelasan.

Bawa lencana perintahku, katakan malam ini ada operasi penangkapan.

Kebetulan bisa jadi latihan pasukan kita.

Baiklah.

Ada orang di dalam. Kepung!

ANGGUN DAN BERBUDI LUHUR

Lehernya digorok, sepertinya sudah lama mati.

Bagaimana bisa dia mati?

Cari lagi, lihat apa ada Lencana Harimau.

Lencana apa?

Lencana Harimau, yang ada di sandiwara. Cepat cari!

Baik.

Jenderal Fan Changyu memberi salam pada Tuan Bangsawan.

Jin Changsheng memberi salam pada Tuan Menantu Kaisar.

Jika bicara omong kosong lagi, kau pergi ke bagian dapur pasukan.

Siap, Tuan Menantu Kaisar.

Aku pergi sekarang, Tuan Menantu Kaisar.

Sui Yuanhuai mati.

Petunjuk ini pun terputus.

Sui Yuanhuai mati begitu saja?

Sangat mirip Sui Yuanhuai.

Semua bukti

mengarah pada dia sudah tewas.

Tapi makin dibuktikan, makin mencurigakan.

Suruh Zhao Xun kemari untuk mengenalinya.

Tapi bagaimanapun,

di dunia ini sudah tidak ada lagi Sui Yuanhuai.

Beberapa tahun ini beredar rumor

bahwa Wei Yan memegang Lencana Harimau atas titah Kaisar untuk mencari bantuan,

demi mematahkan pengepungan di Jinzhou.

Tapi di tengah jalan, tiba-tiba kembali ke ibu kota

menghambat bantuan.

Dulu saat Wei Qilin mengawal logistik, tiba-tiba mengubah rute ke Chongzhou.

Harusnya Wei Yan yang beri perintah dengan Lencana Harimau

untuk mengerahkan pasukan di Chongzhou.

Tapi pada akhirnya,

Pangeran Changxin tidak mengerahkan pasukannya,

dan menyebabkan keterlambatan logistik.

Tapi tidak ada yang mengetahui.

Jika dulu Pangeran Changxin sudah melihat Lencana Harimau itu,

tapi menolak mengerahkan pasukan dengan dalih tuduhan palsu,

berarti itu membuktikan

Wei Qilin benar-benar sudah difitnah.

Sepertinya,

kita sudah makin dekat dengan kebenaran

dari Tragedi Jinzhou.

Andai bisa temukan Lencana Harimau itu.

Aku sudah periksa peninggalan Pangeran Changxin,

juga barang-barang yang dibawa Sui Yuanqing.

Hasilnya nihil.

Sui Yuanqing itu,

dia lebih memilih disiksa daripada memberi tahu keberadaan Lencana Harimau.

Dia bahkan masih punya tenaga mengejekku.

Tahu begitu, lebih baik biarkan Nona Fan menebasnya.

Tuan Bangsawan.

Zhao Xun sudah memeriksa mayatnya.

Sesuai dugaan,

yang bukan Sui Yuanhuai, tapi pengganti yang didik Nyonya Lan sejak kecil.

Pengganti ini bukan hanya wajahnya yang mirip,

bahkan tiap luka bakar di tubuhnya dibuat sangat mirip.

Lalu, identitas wanita yang mati di kediaman itu sudah jelas?

Zhao Xun sudah mengenalinya, benar adalah Putri Changxin.

Demi menyelamatkan diri sendiri,

tega bantai ibu angkatnya.

Untuk menangkap Sui Yuan... Bukan.

saatnya memanggil nama aslinya.

Untuk menangkap Qi Min,

masih butuh petunjuk yang lain.

Masih ada?

Petunjuk sudah terputus.

Omong-omong, juga aneh.

Beberapa kali kita mengepung,

tapi mereka seolah sudah siap.

Aku curiga,

ada mata-mata di markas komando.

Kelihatannya,

ada yang dijadikan bidak catur,

tapi merasa sedang menegakkan keadilan.

Tuan Bangsawan, selanjutnya bagaimana?

Bawa Zhao Xun temui Sui Yuanqing.

Sampaikan padanya kabar kematian

Putri Changxin.

Regu satu ke kiri, regu dua ke kanan.

Menyebar bentuk pola kipas.

- Siap! - Siap!

Di antara semak belukar dan celah batu.

Siap. Cari di setiap jengkal, jangan sampai terlewat.

- Ayo! - Periksa bagian ini.

Di bagian ini tidak ada.

Sebelah sana.

Ikut aku.

Tuan, mereka dari Pasukan Keluarga Xie.

Satu Sui Yuanqing saja tidak cukup.

Sepertinya Bangsawan Wu'an

tidak akan berhenti sebelum mendapatkan kepalaku.

Bagaimana dengan Nyonya?

Masih belum ditemukan.

Tuan.

Keluarga Li sudah dapat banyak keuntungan dari kita,

sekarang belum kirim orang menjemput,

biarkan Bangsawan Wu'an terus mengepung,

apa mereka berubah pikiran?

Jika Keluarga Li berkhianat,

kita pasti sudah lama tertangkap.

Tapi meski katanya mereka kakek dan cucu kandung,

Guru Besar Li dan Li Huai'an itu

bukan orang yang sejalan.

Sudah hampir waktunya.

Sudah saatnya dia datang.

Jika dia percaya padaku...

Tuan.

Dengan bantuan Guru Besar Li,

aku sangat senang.

- Aku mau bicara. - Aku tidak mau dengar.

Aku hanya mau beri tahu.

Siapa pun di dunia ini bisa jadi menantu Kaisar,

hanya aku, Xie Zheng, tidak bisa.

Aku sudah jadi menantu masuk keluargamu.

Aku hanya akan jadi milik Fan Changyu.

Seumur hidupku ini,

aku hanya mencintaimu.

Kau...

Bisakah jangan terlalu baik kepadaku?

Makin kau baik padaku,

aku makin merasa tidak tenang.

Apa karena latar keluargamu?

Kau sudah tahu?

Aku pernah baca surat itu.

Aku tahu dia adalah ayahmu,

juga tahu apa yang kau takuti.

Tapi yang ingin kukatakan adalah,

aku akan terus menyelidikinya,

sampai temukan kebenaran.

Di jalan yang panjang ini,

aku ingin menemanimu.

Tapi Sui Yuanhuai sudah mati.

Bagaimana jika kenyataannya

tidak seperti yang kita bayangkan?

Ini hal kedua

yang ingin kukatakan.

Aku berencana...

Melepas Sui Yuanqing.

Apa?

- Kalian pergilah. - Baik.

Tuan Muda.

Zhao Xun.

Dasar pengkhianat!

Kau mengkhianati Kakak!

Tuan Muda,

kakakmu yang sudah mengkhianatimu.

Seorang pengkhianat,

begitu melihat Kakak sudah berhasil lolos,

ingin bantu Bangsawan Wu'an memancing pengakuanku,

juga ingin mengadu domba kami bersaudara?

Lebih baik simpan saja tenagamu.

Meski aku tidak bisa membunuhnya hari ini,

kakakku cepat atau lambat pasti membalas dendamku.

Lalu, siapa yang akan membalaskan dendam kematian Putri Changxin?

Ibu meninggal?

Bangsawan Wu'an!

Pahlawan macam apa kau ini?

Bisa-bisanya membunuh seorang wanita!

Yang membunuh Putri bukan Bangsawan Wu'an,

tapi Sui Yuanhuai.

Tidak,

lebih tepatnya Qi Min.

Siapa?

Selama bertahun-tahun,

kakak baik yang ada di sisimu itu,

dia bukan Sui Yuanhuai.

Dia adalah Qi Min.

Cucu Sulung Kaisar dari Istana Timur yang dicelakai Pangeran Changxin.

Sui Yuanhuai yang asli

sudah meninggal 17 tahun yang lalu

dalam kebakaran besar di Istana Timur.

Tidak.

Tidak mungkin.

Kalian ingin memanfaatkan aku

untuk melawan kakakku.

Tuan Muda,

sadarlah.

Qi Min membunuh Putri Changxin

untuk memalsukan kematiannya dan lari.

Dia sudah kembali ke identitas sebagai cucu sulung kaisar.

Dia Qi Min yang sudah menghancurkan Keluarga Pangeran Changxin.

Tidak.

Bukan seperti itu.

Bukan seperti itu.

Bukankah kau adalah kaki tangan kakakku?

Kenapa memberitahuku?

Memang benar.

Dulu aku memang mengikuti Qi Min.

Tapi itu demi legitimasi dinasti sebelumnya.

Sifatnya sangat kejam,

tidak layak meneruskan takhta.

Karena itu aku terpaksa

memihak pada Bangsawan Wu'an.

Sui Yuanhuai!

Bukan.

Qi Min!

Aku akan mencabik-cabik tubuhmu,

untuk membalaskan dendam ayahanda dan ibuku!

Tuan Muda.

Aku bisa melepaskanmu.

Melepaskan aku?

Kenapa?

Ibuku, Nyonya Lan,

merawat Qi Min bertahun-tahun,

tapi malah mati di tangannya.

Aku hanya benci karena kekuatanku tidak cukup.

Jika kau bisa menyingkirkan Qi Min,

berarti dendam kita berdua terbalaskan.

Meski kau hanya seekor anjing peliharaan,

tapi jika kau melepaskan aku,

aku akan mengabulkan keinginanmu itu.

Tuan Muda, lewat sini.

Apakah dia benar-benar bisa menemukan Qi Min?

Sudah bertahun-tahun jadi saudara,

pasti ada caranya.

HARI KE-19, BULAN KETUJUH TAHUN KE-17 ZHENGPING

Sui Yuanqing kabur dari penjara!

Apa?

Serahkan ke kurir balai pemerintahan. Kirim ke ibu kota, jangan sampai salah.

Siap!

CATATAN: TIDAK ADA HEWAN YANG DISAKITI DALAM PEMBUATAN FILM INI

Terjemahan subtitle oleh Erline Huang

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.