Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia]
Dahulu kala, ada seekor harimau.
Seluruh hewan bertekuk lutut di kakinya.
Harimau tidak panjang umur.
Bertemu serigala di tengah jalan.
Serigala memakan harimau,
membuat dirinya menjadi raja rimba.
Kekuasaan di dunia berubah.
Siklus karma terus berputar.
Ini aturan yang tak bisa diubah.
Dan harganya adalah
kesengsaraan rakyat.
[Sembilan Gerbang]
Cuaca sedang kering.
Hati-hati kebakaran.
Tutup pintu.
Tutup jendela.
Belum pulang?
Perlukah pergi selama itu?
Aku akan melihatnya.
Banyak sekali kotoran burung.
Wu.
Cepatlah, semuanya menunggumu.
Wu.
Wu, aku memanggilmu.
Ah.
[Sembilan Gerbang]
Gawat.
Kakak!
Telah terjadi sesuatu!
Ada hantu!
Jangan panik. Kakak Shan ada di sini!
Bawa aku ke sana!
Di sebelah sana.
Kakak.
Kakak.
Di sana.
Di sana tempatnya.
Kenapa dia berbaring di sini?
Apa sudah meninggal?
Lihat.
Jangan berisik.
Cepat, cepat lihat.
Cepat pergi!
Pergi!
Ada apa ini?
Tidak tahu.
Wu.
Wu.
Wu.
Keraskan suaramu.
Wu!
Wu!
Wu.
Mengagetkanku saja.
Kau sudah sadar, kan?
Jangan.
Ah.
Memang hantu masih punya bayangan?
Jangan menakut-nakuti di hadapanku.
Teman-teman,
maju sana!
Bau sekali.
Sial.
Bulu kaki?
Ini hantu lelaki.
Mau lari ke mana kau?
Hantu.
Sial.
Hantu api!
Ada hantu!
Lu Xun.
Lu Xun.
Patroli malam di kota kekaisaran.
Yang berkeliaran di luar kota pada jam ini,
selain penjahat
hanya Penjaga Sembilan Gerbang.
[Sembilan Gerbang]
Laksamana Sembilan Gerbang
dinamai dengan sembilan gerbang di kota kekaisaran.
Di, Min, Bing, Shi,
[Kaisar milik rakyat]
Liang, Mei, Jiu, Qiu, Guan.
Di dalam Sembilan Gerbang,
tak ada kasus yang tak terselesaikan.
Lu Xun.
Hajar dia.
Lu Xun.
Dia itu hantu lelaki.
Hantu lelaki apa?
Lihat baik-baik.
Ah, ini...
Topeng wajah.
Kau sungguh hina!
Tidak.
Tidak benar.
Lu Xun.
Tadi dia punya tiga buah tangan.
Itu palsu.
Ini tidak benar.
Tadi selain dia yang mengejar kita,
masih ada Hantu Api.
Tambahkan fosfor kuning di tali pancing
akan menjadi seperti layangan
Hantu Api yang mengejarmu.
Sudah mengerti?
Ingin bermain trik denganku?
Kau merendahkanku?
Dia melihatku.
Aku harus memukulnya jika dia melihatku.
Benar begitu?
Aku...
Ayo lihat aku.
Sudahlah.
- Pengawal. - Sini lihat aku.
Bawa dia pergi.
Cambuk, air cabai, penggaruk telapak kaki,
layani dia dengan semua itu.
- Ayo. - Sudah.
Lebih kejam sedikit.
Apa ini?
Tidak tahu.
Simpan saja dulu.
Mungkin akan berguna.
Ayo pergi.
Kita lanjutkan patroli.
Hei,
tidak akan bertemu hantu lagi, kan?
Kau...
apa yang kau lakukan?
Dasar.
[Restoran Zuixian]
Sepertinya Tuan Zheng sedang mengadakan jamuan ulang tahun di Restoran Zuixian.
Dia tidak mengundangku.
Seleranya jelek sekali.
Berdasarkan logikamu,
di dunia ini aku adalah
yang paling punya selera.
Kenapa begitu?
Aku selalu membawamu ke mana pun.
Pendekar muda,
harus kuakui
seleramu sangat bagus.
Jangan mulai lagi.
[Restoran Zuixian]
[Restoran Zuixian]
Tuan Zheng.
Tuan Zheng meninggal.
Tuan Zheng.
Apa kita menyinggung sarang hantu?
Kenapa ada lagi?
Ayah.
Segel restorannya.
Lu Xun, cepat kembali.
Ini...
pasti terjadi masalah besar.
Kenapa membunuh ayahku?
Siapa kau sebenarnya?
Kenapa membunuh ayahku?
Da Shan datang.
Tidak terkejar lagi.
Kita juga tak bisa mengalahkannya.
Kau baik-baik saja?
Aku baik.
Ayo, kita kembali.
Kembali ke mana?
Kembali melakukan penyelidikan.
Tuan Zheng masih terbaring di sana.
Tidak usah digerakkan lagi.
Bukan luka tusukan.
Apa?
Lalu...
kapak belati panjang Yaksha?
Bukan.
Ini bukan, itu juga bukan.
Aku tahu, Lu Xun.
Kuku yang panjang.
Lihat.
Bukan.
Ini... bukan aku.
Kau
ingat ini,
jangan asal membuang barang.
Terutama barang yang dapat
menjadi bukti di pengadilan.
Kenapa?
Jika dia tidak sampai ke pengadilan,
kau yang harus diadili.
Kenapa?
Untuk apa dia melihat tangan?
Mana kutahu.
Apa yang bisa diselidiki melalui tangan?
- Iya. - Benar.
Ada sesuatu di tangan pembunuh.
Nanti periksa satu per satu.
Tidak masalah.
Kita bukan pelakunya.
Biarkan saja dia memeriksa.
Komandan Lu, ada luka di tangannya.
Tangannya terluka.
Benar.
Apa dia pembunuhnya?
Benar.
Pembunuh.
Kulihat dia memang mirip.
Itu masih belum pasti.
Jangan sentuh adikku.
Kenapa bisa terluka?
Aku juga tidak tahu.
Kakak.
Sakit.
Salah meniup seperti itu.
Biar aku saja yang tiup.
Da Shan.
Kau gadis penari di acara jamuan.
Benar, kan?
Bagaimana kau tahu?
Kami tidak buta.
Melihat pakaianmu ini, siapa yang tak tahu?
Lalu apa pekerjaanmu?
Kakakku
seorang master kembang api.
Kembang api yang dia pasang adalah yang terbaik di seluruh ibu kota.
Komandan Lu.
Pengurus.
Komandan Lu.
Ketika insiden Tuan Zheng,
apa kau di sisinya?
Saat itu, aku selalu di sisi Tuan
untuk melayaninya.
Lalu saat acara jamuan
siapa saja yang mendekati Tuan Zheng?
Aku tidak dapat mengingatnya.
Saat itu, para bangsawan ini
sibuk bersulang kepada Tuan.
Orang datang dan pergi, lalu dia...
Bagus.
Bagus juga.
Silakan.
Silakan, Tuan Zheng.
Semoga panjang umur.
Oh, iya.
Saat insiden Tuan Zheng,
Nona Ruyue
terus menari di sisi Tuan Zheng.
Kalian tangkap aku saja.
Jangan menindas adikku.
Mau ditangkap?
Tangkap kepalamu.
Terima kasih atas kerja samanya.
Kalian sudah boleh pulang.
Cepat pergi.
Melepaskan begitu saja?
Ikuti mereka berdua dulu.
Baik.
Kenapa?
Karena kau pintar.
Alasanmu ini
membuatku sulit menolak.
Menurut kalian
apa ada hantu yang ingin menuntut balas?
Iya.
Semenjak tuan menjadi pejabat,
dia menyita harta
dan juga mengeksekusi.
Mungkin saja ada yang dendam.
Selain itu,
kematian tuan begitu aneh.
Ini...
ini...
kemungkinan besar ada hantu yang menuntut balas.
Jangan dibahas lagi, aku takut.
[Sembilan Gerbang]
Tuan Yun.
Menteri Kementerian Perang, Zheng Yan,
malam ini dibunuh
di Restoran Zuixian.
Siapa yang di sana?
Komandan Lu.
[Memegang kukuh tradisi]
Suruh mereka lebih waspada malam ini.
Jika ada masalah,
segera laporkan.
Baik.
Yun Zheng penipu.
Bertahun-tahun kugunakan jurus penghindar bayangan,
tetap tak bisa mendekatimu.
Apa yang sedang kau lindungi?
Kemasi barang bawaan.
Kita segera tinggalkan ibu kota.
Baik, Kakak.
[Sembilan Gerbang]
Ayah Angkat.
Lu Xun.
Kudengar dari Penjaga Sembilan Gerbang,
saat menyelidiki kasus di restoran,
kau bertemu Yaksha.
Benar.
Tidak terkejar?
Ini bukan salahmu.
Aku dan Yaksha ini
bisa dikatakan
sebagai musuh bebuyutan.
Sudah kuselidiki selama 15 tahun.
Tapi sampai sekarang,
aku belum mendapatkan apa-apa.
15 tahun lalu,
kenapa ayahku bisa muncul
di daftar pelaku perampokan?
Ayah Angkat.
Apa kau sungguh tak tahu?
Kau tidak memercayaiku?
Aku terlalu lancang.
Ayah Angkat sangat baik terhadapku.
Aku hanya...
hanya terlalu tidak sabaran.
Dulu akulah yang
membersihkan kejahatan dinasti sebelumnya di ibu kota.
Orang seperti apa ayahmu,
aku tahu persis.
Tapi
memulihkan reputasi ayahmu
bukanlah hal yang mudah.
Mempertanyakan dekret tanpa bukti
sama dengan hukuman mati.
Ajaran Ayah Angkat benar.
Zheng Yan adalah pejabat di Kementerian Perang.
Dia telah meninggal.
Ini bukan hal sepele.
Masalah ini
harus lebih kau perhatikan.
Hari ini di lokasi kejadian,
kau mendapatkan sesuatu?
Gadis penari pada acara jamuan
dan kakaknya master kembang api
agak mencurigakan.
Baguslah jika ada petunjuk.
Ingat.
Tanpa bukti konkret
tidak boleh menangkap orang.
Di Sembilan Gerbang
tak boleh terjadi kontroversi.
Lebih tidak boleh lagi terjadi ketidakadilan.
Aku mengerti.
Bangun.
Ayah.
Ayah.
Jangan mendesakku.
Ayah.
Ayah, aku ingin pulang.
Aku tidak tahan lagi, Ayah.
Aku...
Ayah, jangan desak aku.
Ayah.
Aku tidak punya anak sebodoh kau.
Dia masih di dalam?
Kenapa begitu sakit?
Apa kau memukulku?
Siapa yang memukulmu?
Kau.
Kenapa begitu sakit?
Gawat.
Terjadi sesuatu.
Tak ada orang di dalam rumah.
Apa mereka sudah kabur?
Feng Ruyue.
Dia dipukul hingga pingsan.
Nona Ruyue.
Sadar.
Sadarlah.
Apa yang terjadi?
Kemarin malam,
aku dan kakakku pulang untuk istirahat.
Tiba-tiba aku merasa
seperti dipukul dari belakang.
Lalu aku pingsan.
Sebelum itu,
apa kau melihat sesuatu yang aneh?
Tidak ada.
Oh, iya. Mana kakakku?
Seharusnya sudah ditangkap.
Dia...
Jangan sentuh, itu barang kakakku.
Tidak boleh ya sudah.
Cepat lari.
Ayo, cepat lari.
Cepat.
Kau baik-baik saja?
Aku baik.
Tapi temanmu...
dia...
Dia tidak apa-apa.
Wajahmu kotor, aku bantu bersihkan.
Terima kasih.
Sudah ada wanita melupakan teman.
Melihat orang susah tidak ditolong.
Apa kau tahu?
Ketika tadi kau menutup pintu,
hatiku hancur.
Aku di dalam.
Kenapa kau menutup pintu?
Wajahnya kotor, kau bantu membersihkan.
Wajahku juga kotor.
Bantu aku membersihkan juga.
Dasar genit.
Kalian kakak beradik ini
pasti bukan orang baik.
Kalau tidak, kenapa di rumah
bisa ada barang berbahaya seperti ini?
Coba kau bercermin.
Siapa yang tidak seperti orang baik?
Sudah kubilang
itu petasan.
Kakakku membuatkan untukku sebagai alat pertahanan diri.
Sudah kubilang jangan disentuh.
Kau bersikeras menyentuhnya.
Kau bukan orang baik. Dengarkan aku.
Kalau bukan karena kehebatanku,
pasti sudah mati terkena ledakan.
Kau mau ke mana?
Mencari kakakku.
Kau mau mencarinya ke mana?
Dia sudah dibawa pergi.
Aku akan menolongnya.
Kau mau menolongnya?
Jangankan kau tak tahu di mana dia.
Meski kau tahu dia di mana,
kau juga tak bisa melakukannya.
Tadi kulihat
di rumahmu tidak tertinggal
jejak pertarungan.
Artinya orang ini sangat hebat.
Sepuluh dirimu pun bukan lawannya.
Tak peduli di mana kakakku,
aku harus menemukannya.
Meski berbahaya, aku tetap harus pergi.
Tidak.
Perlu dikejar?
Sudahlah.
Biarkan dia menenangkan diri.
Kemarin malam telah terjadi serangkaian hal aneh.
Mungkin saja
berhubungan dengan tempat ini.
Ayo.
Kita temui si tukang sulap.
Eh?
Komandan Lu.
Sial, kau membuatku...
Aku...
Anak Muda,
sudah di sini masih mau lari?
Pikiranmu muluk-muluk sekali.
Aku bertanya padamu.
Lari.
Coba lari lagi.
Pura-pura mati?
Kau pura-pura mati, kan?
Pura-pura mati?
Sudah mati.
Apa?
Benar-benar sudah mati.
Kelihatannya
bunuh diri.
Aneh.
Aneh di mananya?
Mana yang aneh?
Aku juga tidak tahu di mananya.
Lihat di sini.
Ini tanda penjaga aula kaisar dari dinasti sebelumnya.
Aku pernah melihatnya di dokumen.
Jadi yang kita tangkap adalah
penyintas dinasti sebelumnya?
Kita pastikan lagi setelah ada petunjuk.
Perlihatkan lempengnya padaku.
Menurutmu, apakah ini
berasal dari dinasti sebelumnya?
Bukan.
Aku sudah tahu di mana anehnya.
Saat kita masuk tadi,
dia mencoba untuk lari.
Ini reaksi yang dimiliki oleh
orang yang ingin bertahan hidup.
Tapi dia bunuh diri tanpa ragu.
Sangat kontradiktif.
Pada saat tadi,
inilah keanehan yang kurasa.
Sempurna.
Lalu apa artinya?
Ini...
coba kupikirkan lagi.
Berarti ada satu masalah.
Dia punya sebuah rahasia
yang tak boleh kita ketahui.
Antara
keluar hidup-hidup dari sini sebelum diminta buka mulut,
atau
hanya bisa menjadi mayat
yang tak bisa membocorkan rahasia.
Lalu apa kematian Tuan Zheng
berhubungan dengannya?
Sulit dikatakan.
Tapi
ada sesuatu dengan adik kakak Feng.
Mari kita tangkap Feng Ruyue.
Kau punya bukti?
Aku...
[Sembilan Gerbang]
Lu Xun.
Kumohon pada kalian.
Bantu aku menemukan kakakku.
Aku sudah bertanya
kepada semua yang mengenalnya,
tak ada satu pun yang melihatnya.
Aku akan mencari Feng Kongkong.
Jika ada kabar,
aku akan memberitahumu.
Lu Xun, kumohon padamu.
Kumohon bantu aku mencarinya lagi.
Saat aku kecil
semua keluargaku sudah tak ada.
Hanya tersisa aku dan kakakku yang saling bergantung.
Jika kakakku juga tiada,
bagaimana nasibku?
Lu Xun.
Jangan begini terhadapku.
Aku janji.
Aku akan bantu mencari kakakmu.
Sudah, jangan menangis lagi.
Iya.
Bagaimana kalau kau ingkar janji?
Kau ikuti dia.
Kalau tidak ketemu, minta dia untuk terus mencari.
Setelah menemukannya, kau...
mengabdikan dirimu padanya.
Apa yang kau katakan?
Kita harus menyelidiki kasus,
mana bisa mengajak seorang gadis?
Bukankah kau merasa
adik kakak ini mencurigakan?
Sekarang kita tak punya bukti.
Bukankah lebih baik,
jika dia berinisiatif untuk ikut dengan kita?
Lu Xun.
Bawalah aku bersamamu.
Aku tidak akan merepotkan kalian.
Bawalah dia.
Dia tak akan merepotkanmu.
Untuk apa kita kemari?
[Toko Pegadaian Bai Xiaosheng]
Mencari Bai Xiaosheng.
Toko pegadaiannya ini
bukan hanya bisa menukar uang,
juga bisa menukar informasi.
Dia mengenal ibu kota
seperti mengenal halaman belakang rumahnya.
Tahu bulan purnama memudar di langit,
tahu bangkit dan terpuruknya negara.
Tak ada yang menanyai orang miskin di tengah kota sibuk.
Bangsawan memiliki kerabat di tengah gunung.
Sama-sama berusaha di dunia persilatan,
bisakah memberiku sedikit muka?
Kukatakan padamu,
jangan basa-basi denganku.
Di toko kecil seperti ini,
mana berani aku menyinggung.
Melihat penampilan kami,
seharusnya kau tahu kami kemari...
Menggadaikan senjata?
Pedang bagus.
Bukan, kami kemari...
Mengantar kehangatan?
Kami kemari untuk...
Menjadi maskot di toko pegadaian?
Kau terlalu jelek.
Terlalu jelek.
Sudahlah.
Kami kemari menyelidiki kasus.
Kau tahu ini apa?
Ini hanya lempeng perintah biasa.
Omong kosong.
Kami juga tahu ini lempeng perintah.
Maksud kami
apa kau tahu lempeng perintah ini
berasal dari mana?
Mana kutahu.
Tuan sekalian,
silakan pulang.
Ini...
misteri yang tak boleh dibocorkan.
Tunggu dulu.
Tunggu.
Masih ada.
Masih ada yang lain.
Orang hidup menghentikan yang mati.
Semua yang mencari tahu informasi ini dariku
tidak pernah muncul lagi.
Ini...
sebaiknya kalian hentikan saja.
Kau bilang orang hidup menghentikan orang mati?
Berarti kau ingin kami mati?
Kurasa orang itu seperti sedang mempermainkan kita.
Meski Bai Xiaosheng menyukai uang,
tapi kurasa baginya reputasi
jauh lebih penting.
Kurasa dia tidak akan membohongi kita.
Benar.
Da Shan.
Pernah lihat?
Bukankah itu pakaian hantu wanita?
Hantu wanita apa?
Tidak, hantu wanita apa?
Hantu wanita apa?
Mulai.
Bos, kami ingin beli kafan.
Kalian...
siapa kerabat kalian
yang meninggal?
Tidak.
Kenapa kau bicara begitu?
Bos.
Berikan kami tiga setel.
Tokoku memiliki
layanan pemakaman satu atap.
Kita juga punya master fengshui
yang terkenal di ibu kota
untuk mencarikan tanah kuburan.
Kafan di toko kami
ada banyak model.
Kalian
boleh melihatnya.
Yang warna merah ini lumayan.
Iya, kan?
Iya.
Nona.
Seleramu bagus.
Di toko kami,
ini model musim semi terlaris.
Kemarin
baru saja terjual satu setel.
Apakah seorang pria
yang mirip tikus hitam besar?
Benar.
Dia memegang pakaian itu
mencocokkan di tubuhnya
ke sana kemari.
Bos.
Apa boleh dicoba?
Kafan pun perlu dicoba?
Kalau tidak dicoba,
mana tahu bagus atau tidak.
Saudaraku,
kau tidak memahami wanita.
Aku hanya memahami orang mati,
tidak memahami wanita.
Bos.
Ambilkan dua lagi yang termurah.
Baik.
Anak muda zaman sekarang
sedang populer sekali
membeli kafan untuk diri sendiri.
Lu Xun.
Kau terlihat seperti pangeran,
ternyata aslinya pelit.
Sia-sia diberi wajah seperti ini.
Terima kasih atas pujiannya.
Rasional dalam memakai uang.
Benar.
Kau yang bayar.
Kenapa?
Ini.
Apa cara bicaramu selalu begini?
Iya.
Sungguh tidak masuk akal.
[Desa Yi]
Orang hidup menghentikan yang mati.
Orang yang hidup dengan kejahatan
telah menjadi orang mati.
Satu-satunya koneksi mereka dengan kota
hanya di sini.
Apa mungkin di dalam peti mati?
Kosong.
Ada orang?
Kosong.
Ada yang pernah berbaring.
Bagaimana kau tahu?
Dapat tercium.
Tercium?
Inilah aromanya.
Aroma tubuh hantu wanita.
Seharusnya di sini.
Kau sedang apa?
Tidak.
Lu Xun.
Kau sungguh berencana
menginap di sini malam ini?
Kau takut?
Ini... aku...
kapan aku pernah takut?
Kebetulan kesempatanmu datang.
Kau berbaring di sini.
Tidak.
Aku...
Di sini bau...
sangat bau.
Aku?
Lalu aku?
Kalau kau merasa takut,
pulang dan tunggu kabar kami.
Tidak bisa.
Aku harus mencari kakakku bersama kalian.
Adik Ruyue.
Kau denganku saja.
Tempatku luas.
Bisa untuk berdua.
Aku akan melindungimu.
Tidak usah.
Bau itu lebih cocok denganmu.
Lupakan saja.
Bangun.
Jangan tidur lagi.
Bangun.
Rakit bambunya menjadi roh.
Dia bergerak sendiri.
Kita tidak punya pilihan lain.
Naiklah.
Ada apa ini?
Kalian...
punya uang jalan?
Punya.
Kuberikan lagi jika kurang.
Benar-benar ada?
Tak punya yang lain selain uang.
Semuanya untukmu.
Mereka orang mati hidup.
Mungkin yang mereka inginkan bukan uang.
Ternyata pejabat pemerintahan.
Maaf sudah menyinggung.
Tunggu sebentar.
Lu Xun.
Menurutmu,
jika kita tidak memiliki lempeng perintah itu
apa harus mati ke dasar sungai?
Saat kita menaiki rakit bambu,
tidak ada keanehan.
Begitu perahu mencapai ke tengah, mereka tiba-tiba bertanya.
Apa ini artinya?
Artinya kemampuan berenang mereka hebat.
Artinya kita hanya punya dua pilihan.
Antara memberi uang jalan dan melewati sungai
atau mati.
Menurutmu apa kakakku di dalam sana?
Coba peruntungan saja.
Tunggu sebentar.
Lu Xun.
Menurutmu,
begitu kita masuk
apa bisa keluar hidup-hidup?
Tenang saja, Saudaraku.
Tak peduli dalam situasi apa pun,
aku akan mati di depanmu.
Saudaraku yang baik.
Kelihatannya
untuk keluar dari sini dengan lancar
akan sangat sulit.
Kenapa?
Lihatlah senjata-senjata ini.
Makanan.
Pakaian bulu.
Juga kalajengking.
Ini menunjukkan kehidupan mendasar orang-orang di sini
adalah hidup mandiri.
Tak perlu berkontak dengan dunia luar.
Sungai yang kita lewati tadi
tak ada kapal yang menyeberang di kedua sisi.
Ditambah dengan ucapan Bai Xiaosheng,
semua yang mencari tahu informasi tentang Kota Heize
tidak pernah muncul lagi.
Jadi menurutku,
ini kota kanibalisme.
Hanya bisa masuk,
tidak bisa keluar.
Ada apa dengan hantu wanita itu?
Lempeng perintah.
Lempeng perintah?
Kalau tidak salah tebak,
lempeng perintah ini
adalah bukti identitas
golongan istimewa di Kota Heize.
Hanya orang yang memiliki lempeng perintah ini
yang dapat bebas keluar masuk.
Simpan dengan baik.
Giok ini lumayan bagus.
- Tidak bisa. - Boleh.
Ganti yang lain.
Tempat apa ini?
Ini...
Nona.
Menurutmu giok ini bagaimana?
Hiasan giok ini
baru tiba kemarin di sini.
Itu hiasan giok kakakku.
Ini barang bagus.
Mereka pasti menangkap kakakku.
Barang bagus, kan?
Di sini ramai sekali.
Kita juga tidak tahu
apa tujuan mereka menangkap kakakmu.
- Ini lumayan bagus. - Mari lihat giok.
Mari lihat giok.
Silakan.
Ini uangnya.
Baiklah.
Kenapa memberinya batu hitam?
Lihat.
Itulah mata uang mereka di sini.
Punyamu itu tidak berlaku.
Kita harus mencari penginapan.
Pahami situasi dulu.
Lu Xun.
Lu Xun.
Lu Xun.
Harum sekali.
Jangan cari penginapan dulu.
Bagaimana kalau kita pesan daging?
Makanlah sedikit dulu.
Ayo bersulang.
Baik, cepatlah.
Ayo.
Duduk di sana.
Duduk.
Silakan.
Kalian ingin makan apa?
Antarkan arak dan daging terbaik.
Antarkan kemari.
Baiklah.
Segera diantar.
Bos.
Bayar.
Tuan.
Tak usah mengeluarkan lempeng perintah.
Ini arak yang sangat bagus.
Kuberikan padamu.
Tidak bayar, malah diberikan arak?
Situasi seperti ini jarang ada.
Lempeng perintah.
Tuan, hati-hati di jalan.
Ayah.
Pedangmu.
Baik.
Aku akan segera kembali.
Kenapa pergi begitu saja?
Sebenarnya kau ke mana?
Aku juga tidak tahu.
Kualitas terbaik di dunia.
Minggir kalian.
Barang terbaik.
Lepaskan.
Lepaskan gadis itu.
Biar aku saja.
Gadis cantik yang unik.
Sebaiknya kau saja.
Kau...
kenapa siang bolong keluar menakuti orang?
Barang terbaikku.
Itu barang terbaikku.
Iya, mengagetkanku saja.
Masih ada satu barang terbaik dan unik.
Ini baru barang terbaik.
Kuperingatkan,
jangan sentuh dia.
Aku tidak menyentuhnya,
apa kau yang menyentuhnya?
Jangan.
Aku tidak baik dalam hal ini.
Saudaraku.
Aku sedang membantumu.
Dia punya penyakit suka selingkuh.
Apa?
Kau yang suka selingkuh.
Suka selingkuh?
Bagus sekali.
Kebetulan aku suka
sebuah barang terbaik dan unik.
Tolong aku.
Hati-hati.
Dasar mesum.
Nona sungguh pintar bercanda.
Di kota ini,
siapa yang bukan orang jahat?
Kau lumayan kuat juga.
Hari ini aku akan membunuhmu.
Membunuhmu.
Kubunuh kau.
Pergi sana.
Siapa yang kau bilang suka selingkuh?
Aku sedang menolongmu.
Kau malah membuat masalah.
Nona.
Kau baik-baik saja.
Iya.
Terima kasih atas pertolongan Nona dan kedua pendekar.
Tak perlu sungkan.
Kau tidak merasa pemabuk tadi terlihat tidak asing?
Pantas saja kau tidak turun tangan.
Apa kau pernah selingkuh dengannya?
Kau yang selingkuh dengannya.
Dia pemerkosa yang terkenal.
Pemberitahuan buronnya terpasang di seluruh jalanan ibu kota.
Kau tidak melihatnya?
Benar.
Aku ingat sekarang.
Aku ingat.
Ada bayangan.
Jadi artinya
di kota ini
pasti ada banyak kriminal.
Pantas saja
si bodoh tadi berkata,
di sini penuh dengan orang jahat.
Yang dimaksud orang mati hidup
tanah kematian orang hidup.
tanah kematian orang hidup.
Aku tak peduli dia hidup atau mati,
yang penting kita orang baik.
Benar begitu?
Adik kecil.
Hari sudah mulai sore.
Di sini penuh dengan orang jahat.
Cepatlah pulang.
Kalian baru ke Kota Heize, kan?
Namaku Tang.
Di kota ini tak ada penginapan.
Jika kalian tidak keberatan,
boleh tinggal di rumahku.
Tidak perlu.
Ini...
rasanya tidak baik.
Tapi
kami harus mempertimbangkan keselamatanmu.
Itu...
apa rumah kita jauh?
Tidak terlalu jauh.
Apa ada makanan?
Ada.
Kita pergi melihatnya dulu.
Jangan turunkan kewaspadaan.
Baik.
Di depan sana.
Itu.
Tang.
Di tempat kalian ini
apa ada nona kecil lainnya?
Kambing kecil?
Semuanya ada.
Hanya yang tak terpikirkan olehmu.
Kita sampai.
Kalian berasal dari mana?
Dari ibu kota.
Untuk apa kalian kemari?
Kami...
Melarikan diri.
Melarikan diri.
Benar.
Apa kau tidak pernah jujur pada semua wanita?
Kalian pasti tahu Kediaman Sembilan Gerbang di ibu kota.
Kenapa menanyakan ini?
Apa kalian kenal Yun Zheng?
Kau kenal?
Tentu saja kenal.
Apa hubungan kalian?
Musuh.
Kau siapa?
Siapa kau sebenarnya?
Aku pemilik Kota Heize.
Saudara sekalian,
ini salah paham.
Salah paham.
Salah paham.
Lu Xun.
Bukankah biasanya kau cukup pintar berkelahi?
Kenapa kau begitu payah kali ini?
Tidakkah kau merasa di sini
tempat dengan petunjuk terbanyak?
Mungkin Feng Kongkong juga ditahan di sini.
Kakakku?
Jangan cemas.
Saat ini Tang belum tahu apa pun tentang kita.
Jangan bocorkan identitas dulu.
Apa pun yang dia tanyakan,
jangan dijawab dengan jujur.
Begitu dia mengetahui darimu
hal yang dia inginkan,
kita sudah dekat dengan kematian.
Kau sudah lancang.
Ayo.
Tidak. Lu Xun.
Tidak.
Lu Xun.
Kau menginjak kakiku.
Ayo.
Cepat.
Lu Xun.
Cepat jalan.
Kau adalah Lu Xun.
Benar begitu?
Benar.
Berarti pencuri tua Yun Zheng
adalah ayah angkatmu?
Apa hubunganmu dengan ayah angkatku?
Hubungan?
Dia mengkhianati dan mencelakaiku.
Kalau bukan karena dia,
Kalau bukan karena dia,
untuk apa aku mundur ke tempat ini?
Meski kau bukan putra kandungnya,
jika aku membunuhmu
pasti dia akan sangat sedih.
Aku bisa memberimu kesempatan.
Patuh dan jawab pertanyaanku.
Jika jawabanmu membuatku puas,
aku akan melepaskan kalian.
Jika aku mengatakan semuanya,
mungkin kalian akan mati lebih cepat.
Putri Lirong.
Kau sangat cerdas.
Jika kau bersedia bekerja sama,
mungkin
aku akan memberikan cara mati yang menyenangkan.
Bagaimana jika kita gunakan cara lain?
Beri tahu semua yang kau tahu,
aku juga melakukan yang sama.
Cukup menarik.
Baiklah.
Dulu ada sekelompok orang
dituduh sebagai sisa kejahatan dari dinasti sebelumnya.
Setelah diterima Sembilan Gerbang,
seluruh keluarganya dibantai.
Apa kau tahu masalah ini?
Transformasi Sembilan Gerbang.
Pria yang memakai topeng tadi
apakah berhubungan dengan transformasi Sembilan Gerbang?
Maksudmu Tangan Hantu?
Benar.
Dia penyintas dari transformasi Sembilan Gerbang.
Jika kau sudah mengetahuinya,
untuk apa bertanya padaku?
Baiklah.
Giliran aku yang bertanya.
Tunggu.
Bolehkah kau biarkan aku bertemu dengan Tangan Hantu?
Jika kau biarkan aku bertemu dia,
akan kukatakan semuanya.
Penguasa Kota.
Penguasa Kota.
Ada apa?
Semua bahan peledak yang dibutuhkan sudah selesai.
Segera bawa dia ke sana untuk menguburkan bahan peledak.
Baik.
Cepat.
Lepaskan aku.
Jalan.
Cepat jalan.
Cepat.
Da Shan.
Da Shan.
Kemari.
Pegang untukku.
Bagaimana kau keluar?
Siapa yang bisa hidup di dunia persilatan tanpa menguasai trik?
Cepat.
Lu Xun.
Kita bicarakan setelah pergi dari sini.
Cepat.
Ayo.
Sulfur.
Ini sulfur.
Coba cium.
Lu Xun.
Ini petasan yang dibuat kakakku.
Di seluruh ibu kota, hanya dia yang bisa membuatnya.
Dia pasti ada di sini.
Gawat.
Mereka ingin menyerang ibu kota.
Kita harus segera kembali.
Lalu bagaimana dengan kakakku?
Mereka menangkap kakakmu untuk membuat bahan peledak.
Sebelum dia menyelesaikan tugas,
keadaannya masih aman.
Tadi aku melihat Tangan Hantu
membawa seseorang keluar.
Seharusnya itu kakakmu.
Yang.
Selesai.
Ayo.
Berhenti.
Lari.
Jangan lari.
Cepat berjongkok.
Kau ini bodoh?
Bukankah ini menipu diri sendiri?
Diam.
Ayo.
Mana dia?
Cepat ikuti.
Kulihat mereka berlari ke sini.
Sekejap mata sudah hilang.
Memangnya bisa ke mana?
Kejar ke arah pintu keluar.
Ayo.
Dari mana pusaka ini berasal?
Diberikan oleh ayahku.
Tentu saja ajaib.
Ikuti mereka ke pintu keluar.
Ayo.
Baik.
Apa kalian melihat
tiga orang yang keluar?
Tidak.
Tidak melihat.
Ini seharusnya pintu keluar.
Si bodoh itu masih belum tahu
aku mengikuti di belakangnya.
Setelah menghabisi mereka,
kita sudah bisa pulang.
Benar, kan?
Kakak.
Apa di sini jalan keluar Kota Heize?
Coba kau lihat.
Baik.
Siapa kau?
Aku tersesat, hanya ingin bertanya.
Pada saat ini,
aku sangat ingin makan paha kambing.
Hanya memikirkan makanan.
Lu Xun.
Kupikir-pikir,
bagaimana kalau aku pulang dulu?
Mungkin kakakku sudah lebih dulu pulang.
Begini saja.
Kuantar kau pulang.
Tidak usah. Aku pulang sendiri saja.
Tidak bisa.
Belakangan ini ibu kota tidak aman.
Pulang seorang diri akan berbahaya.
Aku yang antar, kau tenang dan dia tidak cemas.
Ayo jalan.
Tidak usah.
Dua hari ini kehilangan jejak.
Sama sekali tidak memberi kabar.
Ke mana saja kau?
Master kembang api di acara jamuan Tuan Zheng menghilang.
Aku dan Da Shan terus mencarinya.
Sudah menemukan sesuatu?
Apa kau mengenal Yun Zheng?
Kau kenal?
Tentu saja kenal.
Apa hubungan kalian?
Musuh.
Tidak ditemukan.
Dia pengawas kasus Sembilan Gerbang.
Mungkin kematiannya berhubungan dengan kejadian itu.
Selidikilah dengan baik.
Aku mengerti.
Mana Da Shan?
Dia sedang mengawasi adik Feng Kongkong.
Da Shan dan kau tumbuh dewasa bersama.
Pantas menjadi orang kepercayaanmu.
Xun.
Bimbing dia saat menyelidiki kasus.
Jangan biarkan dia membuat masalah.
Aku mengerti.
Kukatakan padamu.
Terakhir kali aku ke rumahmu,
hanya berjalan sampai sini.
Lalu aku pingsan.
Benar begitu?
Tapi kukatakan padamu, Ruyue.
Sebagai seorang pria sejati,
aku tidak boleh jatuh dua kali
di tempat yang sama.
Benar.
Kau bukan pria sejati.
Guru.
Apa kau punya perasaan terhadap Lu Xun?
Murid tidak berani.
Murid hanya ingin menemukan kakak,
dan menegakkan keadilan untuk ayah.
Lu Xun sudah mulai merasa curiga.
Kita harus cepat.
Baik.
Bangun.
Jangan tidur lagi.
Kenapa tidur di sini?
Aku yang seharusnya bertanya,
kenapa membuatku pingsan?
Kenapa?
Kenapa?
Aku sedang berpikir.
Jika kakakku pulang lebih dulu
dan tahu dirinya dicurigai kalian,
kau juga terus-terusan mengikutiku,
tentu saja dia tidak berani menemuiku.
Jadi maksudmu...
kau...
sudah bertemu kakakmu?
Tidak.
Adik Ruyue.
Kau jangan menyangkal lagi.
Katakan sejujurnya padaku.
Aku sudah melihat semuanya.
Apa yang kau lihat?
Kulihat kau menemui seseorang di sini.
Itu bukan kakakmu, kan?
Kau pernah melihat kakakku.
Yang kutemui itu kakakku atau bukan,
apa kau tak bisa melihatnya?
Tentu saja...
tidak terlihat jelas.
Berarti itu bukan kakakku.
Jika orang itu kakakku,
mungkin kau tidak melihatku lagi.
Lalu siapa yang kau temui tadi?
Kerabatku.
Kau masih punya kerabat?
Kerabat apa?
Bibiku.
Bibimu datang?
Apa pamanmu juga datang?
Aduh.
Meja.
Cepat bereskan yang tersisa.
Zheng Yan, Pejabat Kementerian Perang telah dibunuh.
Bereskan sebelah sini.
Tak ada senjata pembunuhan.
Pembunuhnya hilang.
Hantu penasaran.
Katakan padaku, apakah itu bibimu?
Itu memang bibiku.
Pasti bukan bibimu.
Itu bibiku.
Bukan.
Sudah datang?
Bagaimana? Sudah menemukan petunjuk?
Aku ingin kau menjelaskan padaku perihal kematian Zheng Yan.
Apa?
Kenapa menuduh kami yang membunuhnya?
Kau punya bukti apa?
Kemunculan Yaksha,
kurasa itu adalah sengaja
untuk dilihat oleh kami.
Mengenai bukti pembunuhan Zheng Yan
adalah kembang api malam itu.
Apa?
Ada apa dengan kembang api?
Tentu saja bukan apa-apa.
Tapi itu bukan kembang api biasa.
Ini...
Kenapa aku tidak mengerti?
Kulihat beberapa tanda baru di gelegar atap.
Tanda-tandanya sangat samar.
Restoran Zuixian menggunakan kayu pohon pir.
Sangat mudah meninggalkan goresan.
Melihat luka pada mayat Zheng Yan,
kusimpulkan dia dibunuh.
Pada malam kejadian,
hanya satu orang yang bisa
mendekati Tuan Zheng dengan wajar.
Maksudmu Ruyue...
Bagaimana mungkin, Lu Xun?
Benar, dia memang tak bisa melakukannya.
Karena pelakunya adalah orang lain.
Feng Kongkong.
Kau pernah bilang,
kakakmu adalah master kembang api yang terkenal di ibu kota.
Dia seorang master kembang api.
Kembang api yang dia pasang
adalah yang terbaik di ibu kota.
Tak sulit bagi Feng Kongkong membuat kembang api khusus.
Kalian bekerja sama.
Feng Ruyue memakai benang sutra.
Feng Kongkong menyalakan kembang api.
Dengan lagu sebagai sinyal,
kalian berkoordinasi,
bekerja sama membunuh pejabat kerajaan.
Lagu berakhir,
Kembang api dilepaskan, benang tersembunyi ditarik
hingga Zheng Yan terbang ke luar restoran.
Mati tragis dengan luka sayat di tenggorokan.
Senjata juga hilang tanpa jejak
beserta dengan kembang api.
Kalian kira masalah ini tak akan diketahui siapa pun.
Tapi kakakmu terburu-buru hingga melakukan kesalahan.
Lebih dulu melepas kembang api,
lalu meninggalkan kesilapan.
Omong kosong.
Ini hanya spekulasimu.
Jangan menyangkal lagi.
Apa kau yang membunuhnya?
Analisisku di bagian ini
masih belum menyeluruh.
Tapi analisisku di bagian lain
sudah sangat tegas.
Itu adalah...
orang itu pasti bukan bibimu.
Karena aku melihat dengan jelas
kalau itu kaki seorang pria.
Jujur saja.
Siapa yang tadi kau temui?
Bertemu siapa?
Lu Xun, kau pasti tak tahu.
Tadi dia diam-diam memukulku hingga pingsan.
Sengaja kuikuti permainannya.
Aku pura-pura pingsan.
Lalu aku menemukan
dia diam-diam menemui seseorang.
Da Shan.
Pergilah melihat di jalan atau atap,
apakah masih ada benang besi yang tersisa.
Di salah satu bagian,
seharusnya masih ada noda darah.
Baik, aku segera pergi.
Pasti bukan bibimu.
Katakan.
Apa motifmu membunuh Zheng Yan?
Aku...
Aku sudah menyingkirkan Da Shan.
Katakan padaku.
Aku dan kakakku
adalah yatim piatu akibat transformasi Sembilan Gerbang.
Saat itu Zheng Yan membawa orang untuk menerobos ke rumahku,
ingin membantai seluruh keluargaku.
Aku dan kakakku
susah payah kami berhasil melarikan diri.
Kami membunuh Zheng Yan untuk balas dendam.
Apa kami salah?
Pantas orang sering bilang
takdir mempermainkan manusia.
Kukira penyintas dari kejadian itu
hanya aku seorang.
Ternyata kalian juga sama sepertiku.
Lu Xun.
Kau juga?
Iya.
Jadi selama bertahun-tahun ini,
aku terus mencari jawaban.
Apa kau dan kakakmu mengenal Yaksha?
Dia yang kau temui tadi?
Kami sungguh tidak mengenal Yaksha.
Tadi aku pergi menemui guruku.
Guruku
juga penyintas transformasi Sembilan Gerbang.
Dialah yang menolong aku dan kakakku.
Oh, iya.
Kata guruku, kejadian dulu
berkaitan dengan perintah rahasia.
Selama bisa menemukan itu,
ketidakbersalahan mereka dapat dibuktikan.
Lu Xun ini.
Kenapa memintaku mencari benang emas dan perak?
Orang biasa pun bisa menemukannya.
Jika aku menemukannya, kau harus memanggilku ayah.
Darah?
Apakah aku kekurangan ayah?
[Kediaman Lu]
Keluarlah.
Kenapa kau di sini?
Atas perintah Penguasa Kota,
dimusnahkan sepenuhnya.
Mana kakakku?
Di mana kalian sembunyikan dia?
Lu Xun.
Hati-hati.
Guru.
Akhirnya kau muncul.
Kelihatannya
kalian datang untuk perintah rahasia.
Benar.
Siapa kau?
Aku hantu yang menuntut balas padamu.
Pedang ayahku
kenapa bisa ada padamu?
Kau putra Kakak Lu Feng?
Siapa kau?
Aku bawahan ayahmu.
Penyintas dari insiden Sembilan Gerbang.
Saat itu,
apa yang sebenarnya terjadi?
Saat itu,
Putri Lirong dengan menggunakan kekayaan dari keturunan naga,
membentuk fraksi dan berupaya memulihkan negara.
Kaisar ingin memberantasnya.
Mendirikan Gerbang Hantu yang dipimpin oleh ayahmu.
Saat itu Pengawal Sembilan Gerbang, Yun Zheng,
entah mendapat kabar dari mana,
membawa orang dan menemukan
tempat persembunyian Putri Lirong.
Dia menyapu kejahatan dari dinasti sebelumnya dalam semalam.
Nasib Gerbang Hantu sudah berakhir.
Kaisar meminta kami
menyerahkan 18 perintah rahasia pada setiap penguasa wilayah.
Pada hari operasi,
setiap pasukan Gerbang Hantu
satu per satu dicegat dan dibunuh oleh orang aneh.
Orang itu adalah Yaksha.
17 perintah rahasia dicuri olehnya.
Ayahmu mengorbankan nyawanya untuk melindungi satunya.
Tanpa diduga malah mengundang masalah.
Ketika aku tersadar,
aku sudah sampai di Kota Heize.
Seluruh orang di Gerbang Hantu telah dituduh mencuri
dan dibantai oleh kaisar sialan itu.
Selain Kota Heize, kau tak punya tujuan lain.
Aku butuh bantuanmu untuk melakukan sesuatu.
Bunuh Yun Zheng.
Tuan Yun?
Penipu ini membohongiku.
Berkata ingin membantuku memulihkan negara.
Akhirnya
menipu pintu masuk ke rumah harta karun keturunan naga
Demi mengendalikan kaisar sialan, dapat posisi Laksamana Sembilan Gerbang,
dia memusnahkan kita.
Harta karun keturunan naga.
Itu harta dinastiku.
Sekarang,
sudah dikuasai Yun Zheng si penipu.
Selama kau membantuku membunuhnya,
dendammu
akan aku balaskan.
Aku ingin membunuh Yaksha.
Menenangkan jiwa Kakak Lu.
Pada daftar pencurian saat itu,
yang manakah dirimu?
Li Zheng.
Ayah.
Ayah.
Aku Changle.
Changle?
Bertumbuh luas, tinggal dalam bahagia.
Changle.
Changle.
Iya.
Kau masih hidup?
Changle.
Apakah sakit?
Tidak apa-apa, Ayah.
Lu Xun.
Tadi itu adalah guruku.
Dia yang kalian sebut Yaksha.
Saat itu,
Zheng Yan membawa orang untuk menggeledah rumahku.
Aku dan kakakku sembunyi di dalam kendi.
Aku bisa membantu kalian balas dendam.
Tapi kalian harus patuh padaku.
Saat itu, dia menolong kalian
adalah demi masa depan.
Memanfaatkan kalian
menemukan perintah rahasia.
Saat itu guru berkata,
selama menemukan perintah rahasia,
dapat membuktikan ketidakbersalahan ayah.
Gawat.
Perintah rahasia itu...
Itu palsu.
Hanya pura-pura saja.
Saat dulu ayahku menyerahkan perintah rahasia padaku,
dia pernah berkata padaku.
Jika Ayah tak bisa pulang hidup-hidup,
simpan perintah rahasia ini baik-baik.
Jangan katakan pada orang lain.
Terlebih lagi, jangan membukanya. Kau ingat itu?
Ingat, Ayah.
Semua yang kulakukan
adalah untuk memancing kemunculan Yaksha.
Kenapa kaisar saat itu
menyerahkan perintah rahasia kepada setiap penguasa wilayah?
Paman Li.
Kau tahu apa isi perintah rahasia ini?
Selain kaisar dan ayahmu,
tidak ada yang tahu isi perintah rahasia itu.
Kelihatannya
sudah waktunya mengeluarkan perintah rahasia itu.
Aku punya firasat.
Isi perintah rahasia ini
mungkin bisa menghentikan Putri Lirong.
Kalian menangkap Feng Kongkong
untuk meledakkan kota kekaisaran, kan?
Ayah.
Mana Kongkong?
Dia itu Chang'an, Ayah.
Benar.
Gawat.
Putri Lirong sudah membawa Chang'an
pergi menguburkan bahan peledak.
Aku harus segera mengeluarkannya.
Aku harus segera mengeluarkannya.
Aku ikut denganmu.
Ayah, aku juga ikut.
Changle.
Kau terluka.
Tak bisa menempuh bahaya.
Ayah.
Aku tak mau terpisah darimu lagi.
Changle.
Tidak bisa.
Kau masih punya misi yang lebih penting.
Begitu Yaksha tahu perintah rahasia itu palsu,
pasti akan mengikutiku.
Jika kau yang mengambil perintah rahasia,
dia tak akan merasa curiga.
Aku dan ayahmu akan menolong Kongkong.
Baik.
Pintu masuk rumah harta keturunan naga,
kenapa di tempat terpencil begini?
Apa mungkin
masih ada pintu masuk lainnya?
Benar.
Di rumah harta keturunan naga adalah sebuah ruang rahasia.
Ada dua pintu di ruang rahasia.
Satu terhubung dengan gerbang ibu kota.
Satu lagi terhubung dengan pintu keluar ini.
Pantas Tang berhasil lolos dari pengejaran.
Kelihatannya
dia tidak memberi tahu rahasia ini kepada ayah angkatku.
Apakah ayah angkatku
terkait dengan kejadian saat itu?
Aku tak tahu soal ini.
Yaksha yang membunuh saat itu.
Zheng Yan yang diberi titah untuk membantai.
Aku tidak pernah dengar Yun Zheng
terkait dengan hal ini.
Gerbang Hantu saat itu
khusus menyelidiki kejahatan dari dinasti sebelumnya.
Ancaman dinasti sebelumnya sudah disingkirkan.
Gerbang Hantu akan menjadi ancaman berikutnya.
Kaisar punya alasan yang cukup untuk memusnahkan
Gerbang Hantu ini.
Apa kau tidak merasa
Gerbang Hantu adalah korban persembahan?
Jadi kau membantu Tang meledakkan kota kerajaan,
bukan untuk membalas budi baik,
tapi juga untuk balas dendam, kan?
Benar.
Anak-anakku masih hidup.
Saat ini bagiku,
yang terpenting adalah
mereka dapat hidup dengan baik.
Ayo.
Mereka sudah datang.
Sebelah sini.
Baik.
Jangan bergerak.
Ini kalajengking berekor kristal yang berbisa.
Cepat pergi.
Ayo.
Sudah, di sini sudah aman.
Mereka tak akan mengejar kemari.
Saat itu, keluarga kerajaan dari dinasti sebelumnya
menemukan tempat ini
hingga membuat rumah harta keturunan naga
terhubung dengan bagian luar dan dalam ibu kota
dan dijadikan jalur pelarian.
Dia sudah datang, ikut aku.
Ayo.
Baik.
Lepaskan aku.
Ayo.
Lepaskan aku.
Kau berjanji akan melepaskanku setelah menguburkan bahan peledak.
Kenapa tidak menepati janji?
Kau terlalu polos.
Meledaklah bersama-sama
agar tidak menjadi masalah.
Baik.
Dasar wanita licik.
Ayo.
Kau tak akan mati dengan tenang.
Lepaskan aku.
Chang'an.
Da Shan.
Bukankah kusuruh kau membunuhnya?
Untuk apa membawanya kemari?
Penguasa Kota.
Lu Xun adalah putra Kakak Lu Feng.
Aku tak bisa membunuhnya.
Lalu Kongkong,
dia putraku, Chang'an.
Kumohon lepaskan dia.
Kalau begitu,
aku setuju untuk melepaskannya.
Tapi kau harus mengawasi dia.
Jangan merusak rencanaku.
Terima kasih, Penguasa Kota.
Apa Da Shan juga bisa dilepaskan?
Dia umpan terpenting untukku.
Pion yang kusimpan selama belasan tahun.
Ini salah paham.
Salah paham.
Kau ingin aku melepaskannya?
Mimpi.
- Changle. - Nona Changle.
Adik, kau baik-baik saja?
Perintah rahasia diambil olehnya.
Putri Lirong.
Lama tidak berjumpa.
Jangan harap bisa merusak rencanaku.
Kau membunuh saudaraku.
Kubuat kau membayar dengan setimpal.
Aku akan menolong Da Shan.
Kalian berhati-hatilah.
Baik.
Da Shan.
Da Shan.
Ada apa ini?
Di mana ini, Lu Xun?
Hati-hati.
Ayah.
Ini tanda penjaga kekaisaran dinasti sebelumnya.
Aku dan kakakku
adalah yatim piatu akibat transformasi Sembilan Gerbang.
Dia umpan terpenting untukku.
Ternyata kau.
Bagaimana kau tahu itu aku?
Aku hanya mencurigaimu.
Entah mendapat kabar dari mana,
dia menyapu kejahatan dari dinasti sebelumnya dalam semalam.
Itu harta dinastiku.
Sekarang
sudah dikuasai Yun Zheng si penipu.
Kau sudah kaya sejak lama,
memiliki pasukan berkuda dari penguasa wilayah,
mencari kekuatan untuk merebut takhta.
Kau sudah menjadi seorang Laksamana Sembilan Gerbang.
Demi memanjat ke posisi kaisar,
tak hanya membunuh rekanmu.
Kau bahkan berpura-pura menjadi Yaksha.
Aku selalu berharap aku salah.
Aku tumbuh dewasa bersama Da Shan.
Kau menyuruhnya mendekatiku
karena hanya aku
yang tahu keberadaan perintah rahasia.
Kau membesarkanku selama 15 tahun
apa hanya demi perintah rahasia?
Kematian Zheng Yan kau rencanakan dengan sengaja.
Membuat kakak beradik Feng mendekatiku
agar aku mengungkapkan keberadaan perintah rahasia.
Benar.
Sekarang perintah rahasia sudah kudapatkan.
Matilah kalian.
Baik, matilah.
Hari ini
adalah hari kematianmu.
Ayo.
- Penguasa Kota. - Ayah.
Kalian kejar Yaksha.
Serahkan bahan peledak padaku.
Chang'an.
Berhati-hatilah.
Tenang saja.
Ayo.
Iya.
Jalan.
Ayah.
Kau menyuruhku mengikuti Lu Xun dan melapor padamu setiap waktu,
bukankah untuk membantumu
mengawasi dan mengelola Sembilan Gerbang?
Ayo.
Ayah, lepaskan aku.
Lu Xun ada di dalam, aku harus menolongnya.
Lemah hati tak akan menjadikanmu hebat.
Kenapa aku memiliki anak tak berguna sepertimu?
Ayah.
Lu Xun.
Aku tak pernah memohon padamu.
Tapi kali ini,
aku tidak bisa hanya melihat
ayahku mati begitu saja.
Apakah kau tahu?
Ayahmu yang seperti binatang ini
telah menghancurkan berapa keluarga dan membunuh berapa orang?
Dendam ayahku,
pembantaian yang brutal,
harus diakhiri hari ini.
Jika kau mati hari ini,
anggap saja membalaskan dendam orang tuaku.
Jika aku mati,
anggap saja membayar
budi baikmu membesarkanku selama 15 tahun.
Niat baikmu ini
sudah kuterima.
Hentikan, Ayah.
Kubunuh kau jika bergerak lagi.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Lu Xun.
Saat itu...
aku gagal menyelamatkan Kakak Lu.
Untunglah
hari ini bisa menyelamatkanmu.
Berjanjilah padaku,
jaga mereka dengan baik.
Aku berjanji.
Ayah.
Ayah.
Ayah.
Setelah kematian Yun Zheng, Kaisar Long Yan berbahagia.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.