Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
PALM ENTERTAINMENT
iQIYI LITERATURE
TONG QUE LOU
THE KANCHANG PICTURES LIMITED
TRAWIND DIVISION
instagram @broth3rmax
DIADAPTASI DARI NOVEL VERTIKAL & HORISONTAL "PENDETA TAO DI QINGYI" penulis asli: MEN SANPAI
terjemahan broth3rmax
Ayo, ayo.
Ayo cepat!
Ayo! Cepetan!
Ada yang beruntung kayaknya.
Ayo cepat.
Jika kerja kalian bagus malam ini, nanti akan kuadakan pesta saat kita kembali.
Ayo, taruh disini. Taruh disini.
Ya, bagus, rekan-rekan!
Jangan bergerak.
Diam di situ, atau kubunuh kau nanti.
Buka, cepat!
Tidak, tidak... jangan sampai mereka lepas!
Hentikan mereka! Hentikan mereka!
Jangan pergi! Jangan pergi!
Ayo! Ayo!
Pijat aku, ayo!
Kalau pijatanmu enak, mungkin kau akan kubebaskan.
Ayo!
Monster!
Ada monster!
Beraksi...
Monster! Ada monster!
Lari, monster, lari!
CYAN WIZARD
Cepat sembunyi! Ada monster!
Cepat masuk rumah! Ayo masuk!
Cepat! Cepat!
Sini, lewat sini!
Ayo cepat! / Kincirku!
Jangan sekarang, diambil besok saja.
Ibu, kincirku, kincirku!
Ya tunggu besok saja! / Kincirku!
Bunuh dia! Bunuh dia! Bunuh dia!
Bocah, jangan kira masalah selesai dengan pura-pura gila dan bloon.
Tenggelamkan dia, tenggelamkan!
Awas kau nanti, Wang Junquan!
Kak idiot,
bagaimana bisa sampai ke Desanya Warga Li?
Jika aku tak salah, tempatnya tak jauh dari sini.
Aduh, sakit! Aku tahu! Aku tahu!
Ow, cepatlah, kak idiot.
Wow, Kak idiot begitu mengesankan.
Aku sering lihat orang pura-pura pintar.
Tapi baru pertama kali ini aku lihat orang pura-pura idiot.
Kau yang idiot, kau tak bisa pergi ke Desa Warga-Li.
Kembalilah saja ke asalmu.
Tidak, tidak, tidak.
Apa alasannya?
Siapa kau ini sebenarnya? / Aku?
Aku biksu Tao dari Kuil Qingshan.
Guru mengutusku turun dari Gunung Qingshan.
Dia menyuruhku pergi ke Desa Warga-Li untuk menyerahkan barang berharga.
Siapapun dirimu, kau tak bisa ke sana.
Kau harus ke sana lewat sungai.
Sesuatu telah terjadi di sana.
Tapi... sesuatu apa?
Tapi kau 'kan biksu Tao?
Ya?
Kau biksu Tao.
Apa kau bisa menaklukkan monster? / Ya.
Kau... / Sini, duduklah.
Jangan ke mana-mana.
Pendekar, ini semua milikku.
Selama kau bisa bunuh dia, itu jadi milikmu.
Tapi, apa gunanya buatku memiliki barangmu?
Tuan, semua warga di Desa Wang
cari nafkah sebagai nelayan.
Beberapa bulan lalu, monster air muncul dari dalam danau.
Siapapun yang mendekati danau
akan mati sebelum esoknya kembali.
Bahkan ibuku tewas.
Sekarang tak ada orang di desa kami
berani keluar malam hari,
apalagi mendekati danau itu.
Tapi kami mengandalkan cari ikan untuk hidup,
bagaimana bisa dapat makanan tanpa ke danau itu?
Tuan...
Oh, wanita cantik begini
memang bisa jadi pemandangan indah dengan bermain di danau.
Kau ini orang yang puitis, naik perahu malam-malam.
Mungkin terasa sepi naik perahu sendirian.
Bila tak keberatan,
aku mau menemani malam bahagia bersamamu.
Malam bahagia?
Boleh juga, selama kau tak takut.
Takut sama apa?
Kau tak akan memakanku 'kan?
Tidak akanlah. Paling benar adalah,
aku akan menaklukkanmu.
Lancang kau!
Anak muda, kau beruntung.
Selama berbulan-bulan ini, kau yang pertama kali bisa kembali selamat.
Pak...
Anak muda, ini baju-bajunya putraku.
Pakailah bila kau tak keberatan.
Terima kasih.
Kudengar kau sebut putramu, tapi aku tak lihat dia.
Sama sepertimu,
beberapa bulan lalu dia pergi ke danau lalu monster itu muncul.
Tiap hari, aku ke dermaga
berharap bisa melihat dia.
Aku turut prihatin, pak.
Jujur saja, bila Keluarga Wang
tak menenggelamkan wanita dari keluarga lain
desa kami tak akan mengalami penderitaan ini.
Wanita tenggelam?
Wanita ini adalah wanita simpanan baru Keluarga Wang.
Dia ditenggelamkan setelah melahirkan anak pertamanya.
Apa yang bapak maksud itu keluarganya Wang Junquan?
Ya, betul. Keluarganya dia.
Tuan, apa kau sudah bunuh monster itu?
Katakan, apa hubunganmu dengan monster itu?
Tuan, memang hubungan apaan?
Tak usah berlagak bloon di depanku.
Kau tak mau ngaku? Baik.
Ayo kita temui monster itu.
Ayo!
Akan kukatakan. Akan kukatakan.
Junquan, Junquan.
Ayo.
Bicaralah sama mereka. / Tidak, tidak, tidak.
Kalian ini... / Cepat kesanalah.
Nona, apa kau ini peri?
Kau begitu cantik.
Jika Kak Qiao ini peri, bagaimana dengan kami?
Tentu saja kalian juga peri.
Tadi aku terpengaruh lagu,
maafkan aku.
Manis sekali, kayak melon.
Baiklah, mari kita pergi. Cepat kembali buat makan malam.
Mereka berasal dari desa mana?
Sepertinya mereka dari keluarga kaya.
Sudahlah tak usah berkhayal.
Ayo mancing.
Selamat!
Lihat dia, lihat dia.
Mari... silahkan minum.
Junquan, kau sangat beruntung.
Bagaimana perasaanmu? Berterima kasih tidak pada kami?
Terima kasih, terima kasih.
Aku iri sekali. / Bocah beruntung.
Ayo sana.
Selamat!
Bagus.
Kau beruntung sekali.
Selamat!
Pengantinnya cantik. / Ya.
Memang beruntung.
Kau juga.
Bagaimana bisa gadis pandai begitu
jatuh cinta sama Junquan?
Aku juga heran.
Apa maksudmu?
Apa Junquan tak boleh berjodoh
dengan gadis dari desa lain?
Oh, Nyonya Wang,
baguslah buatmu.
Para gadis cantik selalu membicarakannya.
Kudengar wanita di desanya...
Oh, sudahlah.
Ya, sudahlah.
Aku tak peduli
bagaimana orangtuamu mengajarimu.
Sekarang karena kau sudah jadi keluarga kami,
kau harus patuhi aturan disini.
Ya, bu.
Jangan panggil aku ibu secepat itu.
Bila kau melahirkan anak lelaki di keluarga kami,
kau boleh panggil aku ibu.
Ibu?
Maaf telah membuatmu menderita.
Ibuku itu orang baik.
Dia hanya terlalu bangga.
Dulu aku di besarkan olehnya
sendirian.
Dia tak biarkan siapapun bicara buruk soal keluargaku.
Bisa kau maklumi dia?
Karena kita sudah menikah
aku tak memikirkan masalah ini.
Selama kau perlakukan aku dengan baik,
aku akan senang.
Mendapatkanmu sebagai istriku
adalah keberuntungan bagiku.
Mulai sekarang, aku bersumpah,
akan kulindungi dirimu seumur hidup.
Tak akan kubiarkan kau terluka.
Tunggu sebentar.
Aku tak tahan lagi.
Kita tak bisa menunggu lagi, atau nanti dia bisa mati.
Ibu... / Kukasih tahu ya,
saat aku melahirkan Junquan,
waktunya pas.
Lihat, betapa sempurnanya dia.
Wanita itu memang terlalu rapuh.
Kau tunggu sampai 4 jam lagi.
4 jam?
Dia bisa kehilangan nyawanya.
Bu, dia menangis sekeras ini,
aku harus melihatnya. / Tidak, kau jangan masuk.
Nanti pertanda buruk.
Memang begini wanita melahirkan.
Sebentar lagi akan keluar.
Sudah keluar, aku melihatnya.
Selamat, bayinya laki-laki.
Biar aku lihat. / Ini.
Bagus sekali.
Lihatlah, bu.
Dia sangat mirip aku.
Tidak, dia tak mirip.
Kalau begitu dia pasti lebih ganteng dari aku.
Apa yang ibu lakukan?
Cuma memastikan saja.
Sini tanganmu.
Ayo, sinikan tanganmu.
Darahnya tak menggabung.
Bagaimana bisa?
Kau lihat.
Ini pertanda buruk, pertanda buruk.
Bagaimana mungkin, bu?
Jangan sampai ada orang lain tahu.
Kalau tidak,
keluarga kita akan kehilangan harga diri.
Dewa, wanita ini memalukan!
Dasar kau wanita jalang! / Apa yang kau lakukan?
Jalang.
Bu,
dukun bayi itu itu bilang apa?
Katanya
kalian terlalu sering berhubungan setelah melahirkan.
Itu sebabnya.
Tapi aku tak melakukannya sekalipun setelah melahirkan.
Bisanya kau khianati dia setelah menjadi keluarga kami?
Katakan, kemana muka kami nanti,
membiarkanmu menghina kami seperti ini?
Junquan, kita tak boleh biarkan dia tinggal disini.
Semua orang sekarang sudah tahu.
Lalu kita harus bagaimana?
Begini saja,
wanita jalang begini harus ditenggelamkan
biar masuk neraka.
Lepaskan aku, aku tak berbuat salah!
Kenapa kalian berbuat ini terhadapku?
Aku tak berbuat salah!
Kenapa kalian perlakukan aku begini?
Keluarkan aku!
Junquan, tolong aku!
Aku tak bersalah, Junquan!
Dasar pembawa sial!
Dia begitu cantik.
Jangan bicara ngawur.
Wanita begini, bukan hanya menghina keluarga kami,
tapi juga seluruh desa ini.
Dia harus ditenggelamkan.
Tenggelamkan dia! Tenggelamkan dia! Tenggelamkan dia!
Junquan!
Junquan! Quan!
Tenggelamkan dia! Tenggelamkan dia! Tenggelamkan dia!
Ceburkan dia!
Cepat!
Tak ada yang menyangka dia akan berubah menjadi monster
yang telah membunuh banyak orang
dan mengganggu seluruh desa ini.
Sangat disayangkan seorang wanita muda begitu
dipaksa olehmu untuk menjadi mosnter.
Aku tak akan membantumu.
Jagalah dirimu.
Semua ini gara-gara dia selingkuh.
Dia pantas diperlakukan begitu.
Tuan, meski kau tak mau membantuku,
tolong pikirkanlah nasib warga desa kami.
Mereka tak bisa hidup tanpa danau itu,
jika monster itu masih berkeliaran,
kita nanti bisa meninggalkan desa ini terpisah dari keluarga.
Tuan, orang-orang desa ini sekarat.
Baik, aku akan membantumu.
Ikutlah aku ke danau nanti malam.
Tuan,
aku bisa mati kalau ikut.
Aku tak bisa. / Kau pasti mati kalau tak ikut.
Tapi kau mungkin selamat kalau ikut.
Setelah kejadian kemarin malam, monster ikan-hitam
tak akan muncul di depanku.
Karena kau adalah suaminya,
hanya kau yang bisa memancing dia keluar.
Ingat, lindungilah Lampu-Teratai ini.
Jika sampai padam, dewapun tak akan bisa menolongmu.
Kau monster, ceroboh saat hidup,
dan menyakiti orang saat mati.
Aku berharap tak pernah mengenalmu.
Tuan, mengapa kau menggangguku?
Aku bukanlah musuhmu.
Tak ada yang lolos karena pembunuhan, apalagi, kau monster.
Kau kira dengan membunuhku
kau bisa selamatkan mereka?
Mereka sudah mati di hatiku.
Sekarang, mereka cuma mayat berjalan.
Seorang Biksu Tao hebat sepertimu
hanya tahunya mereka tak bersalah.
Awas!
Tolong!
Monster itu sudah mati! Monster itu sudah mati!
Masa? / Monster itu sudah mati!
Baguslah! Syukur!
Ayo kita lihat!
Monster itu sudah mati!
Syukurlah, ini kabar bagus.
Kita bisa hidup tenang lagi.
Sudah mati.
Tuan, Tuan...
Mulai sekarang kita bisa hidup tenang lagi.
Tuan.
Bagus, ini berita bagus!
Junquan, apa monster itu benar-benar mati?
Ya memang sudah mati.
Oh sayang, jangan nangis.
Ya.
Berkat Junquan. / Ya monsternya sudah mati.
Bayi yang pintar. / Yeah, sangat mirip Junquan.
Yeah.
Lihat dia.
Cakep, lihat mulutnya.
Monster sudah mati. / Bagus, bagus!
Guru, apa monster itu punya jantung?
Ya.
Semua makhluk hidup punya jantung.
Hanya berbeda alam saja.
Bagaimana kita bisa membedakan yang baik dan yang jahat?
Sama seperti peri dalam lukisan, rembulan di atas air.
Tak ada patokannya.
Semua itu hanya bisa dirasakan oleh hatimu.
broth3rmax
Bakar dia! Bakar dia! Bakar dia!
Ayah...
Bakar dia! Bakar dia! Bakar dia!
Jiaoniang...
Bakar dia! Bakar dia! Bakar dia!
Jiaoniang...
Bakar dia! Bakar dia! Bakar dia!
Jiaoniang... / Nyalakan apinya!
Tolong jangan lakukan itu. / Ayah!
Jiaoniang, apa yang kau lakukan? Hentikan.
Kau tak boleh begitu!
Dia bukan monster. Kenapa kau perlakukan begitu?
Beraksi...
Apa yang kalian lakukan?
Siapa kau?
Aku... aku biksu Tao dari Kuil Qingshan.
Ini bukan urusanmu. Usir dia!
Tidak, kau... / Pergi! Pergi!
Lepaskan aku! Ini pembunuhan!
Tn. Walikota, Jiaoniang pernah ke rumah kami,
bagaimana mungkin dia berubah jadi mosnter?
Kau pasti keliru.
Kau melihat sendiri dia tumbuh dewasa.
Dia bukan monster. / Tentu saja dia tak mungkin monster.
Ada orang yang melihatnya.
Akui saja.
Tak boleh ada monster di kotaku.
Tn. Walikota.
Kumohon.
Kumohon, ampunilah putriku.
Lepaskan dia. Dia bukan monster.
Bawa dia pergi.
Tidak, tidak, Tn. Walikota!
Ayah! Ibu!
Dia hanya wanita biasa!
Dia bukan monster! / Nyalakan apinya!
Jangan... jangan!
Lepaskan aku! / Jangan lakukan itu!
Jiaoniang... Jiaoniang...
Jiaoniang... / Jiaoniang...
Tuan, silahkan.
Tuan, tolong selamatkan putriku.
Kejadian setengah tahun lalu.
Putriku jatuh cinta dengan pelukis jahat.
Untuk menghentikan dia,
aku mengusirnya.
Siapa sangka sesuatu yang aneh terjadi.
Orang dalam lukisannya jadi hidup.
Putriku tak bisa tidur di malam hari.
Dia seharian bicara sendiri.
Dan tingkahnya sangat aneh.
Suatu hari, saat aku masuk ke kamarnya,
kulihat dia
menjadi seseorang dalam lukian itu.
Aku pingsan ketakutan.
Demi nama baik
anak gadisku,
aku tak cerita pada siapapun.
Namun warga desa akhirnya tahu.
Kumohon Tuan, lakukanlah sesuatu
untuk menyelamatkan putriku.
Yeah, kumohon.
Tolong selamatkan putri kami.
Ayo serahkan dia, serahkan dia!
Sampai monster itu belum mati, kota kita tak akan aman.
Dia harus serahkan putrinya hari sekarang.
Ya betul! Serahkan dia pada kami!
Kau akan dihukum karena menyembunyikan monster!
Putrinya Tuan He bukanlah mosnter.
Meski dia monster, dia tak membahayakan siapapun.
Kenapa kalian begitu kejam?
Biksu Tao brengsek, jangan ikut campur.
Pergilah dari kota kami.
Pergi, pergilah dari kota kami!
Pergi, pergilah dari kota kami!
Lepaskan gadis itu!
Kau, pria yang dalam lukisan,
kurasa kau takut api.
Jiaoniang, pergi, ayo pergi.
Zhang Sheng.
Cepat!
Lewat sini, cepat!
Jiaoniang, ayo berdiri!
Jika kau lepaskan dia, akan kulepaskan kau.
Tetaplah hidup.
Zhang Sheng!
Nona He.
Zhang Sheng...
Zhang Sheng!
Nona He, aku datang untuk menyelamatkanmu sesuai permintaan orangtuamu.
Karena kau menghilang ke dalam lukisan,
mohon ikutlah kembali denganku.
Nona He. / Tuan, tolong bebaskanlah Zhang Sheng.
Aku melakukan ini atas kemauanku sendiri.
Kumohon, lepaskanlah dia.
Kemauanmu sendiri?
Maksudmu, kau masuk lukisan atas kemauan sendiri?
Ya, benar.
Semua ini atas kemauanku sendiri.
Tuan, kumohon.
Dia pernah mati demi aku sekali.
Aku tak bisa lakukan ini terhadapnya untuk kedua kalinya.
Beberapa hari lalu, aku bertemu dengan dia di jalanan.
Pemuda seperti dia,
sangat mahir dalam melukis.
Beberapa hari lagi ulang tahun ke-80 ibuku.
Maka aku undang dia
untuk melukis bunga-bunga pertanda umur panjang.
Dia sungguh pemuda berbakat.
Ya, memang.
Begini caranya.
Kayak ditebalkan begitu. Bodoh sekali kamu.
Kamu yang bodoh.
Yang ini tak masalah. / Seolah cuma kamu yang bisa melukis bagus.
Sebentar lagi kau akan berpasangan denganku dalam lukisan.
Karena kau sudah menyelesaikan lukisannya,
kau tak perlu lagi berlama-lama disini.
Kau boleh pergi sekarang.
Tuan He, aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Jiaoniang.
Bolehkah aku... / Lancang sekali kau?
Kau cuma pelukis miskin, beraninya kau naksir putriku?
Hey! / Ya Tuan.
Antarkan tamu kita ini keluar.
Tuan He, mohon berilah aku kesempatan.
Akan kubahagiakan dia.
Omong kosong. Antar dia keluar!
Ya, Tuan. / Lepaskan aku! / Zhang Sheng!
Keluar! / Lepaskan aku!
Tuan He, kami sungguh saling mencintai. Mengapa tuan pisahkan kami?
Usir dan hajar dia!
Ya, ayo! / Jiaoniang.
Zhang Sheng. / Tuan He, tolong jangan begini.
Zhang Sheng! / Jiaoniang...
Bu, tolonglah dia Bu.
Berdirilah. / Seekor anjing liar di jalananpun tahu tempatnya.
Dan lihat sendiri siapa dirimu.
Sejak saat itu, ayahku mengurungku di kamar.
Zhang Sheng sendiri...
Dokter, bagaimana?
Nona He hatinya masih galau.
Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Dokter, tolonglah putriku.
Dia sudah mogok makan selama 3 hari.
Tolongnya, pasti ada cara menyembuhkannya.
Ya dokter. Dokter.
Tolonglah Dokter.
Tolonglah Dokter.
Mohon jangan pergi. / Tolong lakukan sesuatu.
Zhang Sheng...
Jiaoniang...
Mulai saat itu, aku sering masuk ke lukisan untuk menemui dia.
Sampai akhirnya aku sadar dia telah menjadi roh dalam lukisan itu.
Dunia seluas ini,
tak ada tempat bagi dia untuk tinggal.
Tuan, kami tak pernah menyakiti orang lain.
Mohon biarkanlah kami pergi.
Tapi sekarang salah satu kalian adalah roh, dan lainnya manusia,
berapa lama kalian bisa bersama?
Aku tak mau hidup di dunia tanpa dia.
Meski aku hidup dalam lukisan seumur hidupku,
akan kujalani tanpa penyesalan.
Mereka ada disini. Ini, ayo!
Jiaoniang putriku.
Jiaoniang.
Jiaoniang! Kau masih hidup.
Ibu sangat cemas.
Bu. / Pasti terjadi sesuatu terhadapmu.
Bagaimana aku bisa menanggung hidup begitu?
Syukurlah kau selamat.
Tuan He, mereka sungguh saling mencintai.
Mereka harusnya bersama.
Mengapa kau harus pisahkan mereka,
membiarkan mereka hidup di dunia berbeda?
Tak usah ikut campur urusan keluarga kami.
Sekarang, kalianpun tak akan bisa lolos.
Tak peduli apakah dia mosnter dalam lukisan,
ataupun kau bajingan tengik.
Kami tak akan biarkan ada monster di kota kami.
Tn. Walikota, dia jelas bukan monster.
Meskipun Zhang Sheng itu monster, dia tak pernah mencelakai orang lain.
Mohon serahkan saja Zhang Sheng padaku
dan akan kubawa dia ke Kuil Tao Quingshan agar mendapat keselamatan dan reinkarnasi.
Dengan begitu, dia tak akan menimbulkan kekacauan.
Omong kosong!
Tak ada alasan membiarkan monster tetap hidup.
Bunuh dia! Bunuh dia! Bunuh dia!
Walikota, kumohon, jangan.
Kau tak boleh bertindak begitu.
Ayah!
Ayah... Ayah!
Jiaoniang. / Zhang Sheng!
Mungkin ini akhir yang terbaik bagi kita.
Jiaoniang! / Jiaoniang!
Jiaoniang! / Jiaoniang!
Kau sudah gila ya?
Dunia tanpamu
tak pantas ditinggali.
Lebih baik aku mati bersamamu.
Mungkin,
mungkin dengan begini kita bisa ciptakan akhir cerita yang baik.
Oh, Jiaoniang!
Jiaoniang! / Kau berjanji mau menyelamatkan putriku.
Sekarang dia pergi.
Kembalikan dia padaku! Kembalikan dia padaku!
Jiaoniang...
Sayang? Istriku!
Kau tak apa-apa? Bangunlah!
Ayolah, bangun!
Manusia pasti kehilangan seseorang atau sesuatu dalam hidupnya.
Mungkin dia melewatkan cahaya pertama matahari pagi hari
cahaya matahari terbenam terakhir saat petang,
suatu takdir cinta hidup mereka,
ataupun masa mudamu.
Guru, bagaimana kita bisa mempertahankan mereka?
Suatu hal amat berharga setelah kau merasa kehilangan.
Kau anggap itu biasa saja disaat kau masih memilikinya.
broth3rmax
Li Cilik, boleh pinjam bagian tengah buah pirnya?
Terima kasih.
Aku akan mainkan sulap.
Lalu kemudian, tambah koin tembaga.
Inilah sulap ajaibnya!
Luar biasa, kau hebat!
Kau hebat! / Itu uang!
Hebat! / Luar biasa!
Ayo ambil!
Ya Dewa!
Kou Laoer, lancang sekali kau mencuri benda suci klan kami!
Ayo taruh!
Biksu Tao Li, apa kau menemui kesulitan dalam perjalananmu?
Tak usah disimpan dalam hati.
Ungkapkan saja, akan kubantu memecahkan masalahnya.
Tuan Li, Tuan Li?
Maaf, apa?
Terima kasih atas perhatiannya, perjalananku lancar.
Selama semuanya lancar.
Kau selalu bisa andalkan aku.
Oh, ya.
Ini surat dari guruku yang diminta serahkan padamu.
Harusnya kau tak perlu repot-repot.
Aku sudah mengetahuinya. Apa kau sudah siapkan gandum
dan obat untuk Kuil Tao Qingshan?
Ya sudah. / Kalau begitu berikan padanya.
Oh, ayo cepatlah!
Kuingin sampaikan terima kasih atas nama guruku.
Kau penyelamat Kuil Tao Qingshan.
Tak usah formal begitu. Biasa saja.
Para biksu Tao mengusir monster dan iblis.
Kau pantas kami lindungi.
Kami merasa aman bersamamu.
Uang hanya harta duniawi belaka dan tak pantas disebut-sebut.
Kepala-Desa, ada masalah.
Tenang, bicaralah tenang meski itu masalah besar.
Obatnya... obat jamur ganoderma
di persembahan telah dicuri.
Apa? Bagaimana mungkin?
Pelakunya Kou Laoer. Kami hampir saja menangkapnya
tapi dia pakai ilmu sulap berlindung
dan menghilang di altar.
Ilmu sulap?
Cepat cari dia sekarang. Aku tak peduli pakai cara apa!
Obat Ganoderma adalah sebuah benda suci di klan kita.
Kau akan dimintai pertanggung-jawaban jika tak bisa temukan dia. / Ya, Kepala-Desa!
Kou Laoer, aku...
Kepala-Desa, apa ada masalah?
Tak ada, tak ada masalah yang serius.
Tak ada yang serius.
Bicaralah tenang meski itu masalah besar.
Ada apa ini?
Katakan, dimana jamur ganoderma yang asli?
Kou Laoer, kau bukan manusia, kau monster.
Akan kuberi kau waktu 3 hari. Jika kau tak serahkan obat asli itu,
akan kuhancurkan seluruh desa ini.
3 hari.
Kalau tidak, seluruh klan akan mati.
Apa yang harus kita lakukan?
Kenapa aku gatal-gatal? / Kenapa, Kepala-Desa?
Aku gatal. / Gatal?
Landak.
Oh, sakit sekali.
Gatal sekali, kenapa ini?
Oh aku tak tahan lagi.
Tuan Li, tolong aku!
Apa ada duri? / Kepala-Desa, itu tak pantas.
Tak pantas? Aku amat kegatelan.
Cepatlah. Apa ada durinya?
Kepala-Desa...
Maaf.
Sudahlah, ada apa?
Kepala-Desa, semua warga desa tumbuh duri kecil.
Gatalnya tak tertahankan. Mungkin kita keracunan.
Lalu kenapa kau kemari?
Cepat panggilkan dokter.
Dokternya juga mengalami gatal-gatal.
Ya, ini racun monster. Dokter tak bisa mengobatinya.
Apa kau ada petunjuk, Biksu Tao Li?
Tidak.
Aku tak tahan lagi.
Aku tak tahan lagi.
Durinya dimana-mana.
Jaring Benang Merahku
tak bisa ditembus oleh boneka sepertimu.
Ayo kemari ambillah sendiri jika mau.
Laoer, Laoer, apa kau sudah pulang?
Ayah, aku disini.
Laoer, Laoer... / Ayah, ayah...
Ayah...
Ayah tak apa-apa? Aku selalu ada di rumah.
Kau dari mana saja? Seluruh warga desa mencarimu.
Ayah, aku tahu.
Ayah, apa merasa baikan?
Aku tak apa-apa, orang tua selalu seperti ini.
Ayah akan segera sembuh.
Nak, kematian adalah takdir semua orang.
Kau terlalu muda untuk memahami ini.
Tapi kau, yang selalu mengurusku.
Aku tak bisa mati dengan tenang dengan meninggalkanmu sendirian.
Apa kau ingat pertama kali aku bertemu denganmu?
Cepatlah, sekarang giliranku. / Lihat, sekarang giliranku.
Ayo ditarik.
Bocah-bocah nakal. Sedang apa kalian?
Kakek Kou, sini, kemarilah.
Lihat, itu bergerak-gerak. / Kakek Kou, lihat.
Hewan ini berduri.
Oh itu seekor landak. / Landak?
Landak itu apa?
Ini sangat menarik.
Apa ini?
Jangan dilihat, sekarang, pulanglah!
Landak itu apa? / Aku tak tahu.
Tunggu ya, akan kuambilkan makanan.
Hewan kecil, ini makanannya.
Mulai sekarang, saat kau tak bisa melindungi diri,
tinggal saja disini, mengerti?
Monster!
Monster! Monster! Monster!
Monster!
Monster!
Kau... kau si landak kecil?
Jika kau tak punya tujuan untuk pergi,
kau boleh tinggal disini.
Aku tak punya keluarga lagi.
Kau bisa menemaniku.
Maaf... aku belum terbiasa.
Kamu kelihatan seram.
Tak apa, tak apa.
Kou, siapa anak ini?
Siapa dia?
Anak haramku.
Anak haram? / Jangan keras-keras!
Aku tak menyangka.
Baguslah kau,
punya putra seganteng ini.
Semuanya bisa mungkin.
Dia manis sekali.
Kulitnya mulus, ganteng.
Panggil dia bibi.
Bibi.
Nyonya.
Nyonya.
Kou, dia sangat mirip denganmu.
Dia memang putraku.
Ya, dia ganteng sekali.
Gantengnya.
Hati-hati.
Terima kasih, bibi. / Kau menyakiti dia.
Landak kecil. Landak kecil.
Ini aku.
Aku tahu kau bangun, tak usah pura-pura.
Tempatmu bukan di Warga Li sini.
Ya, aku tak seharusnya disini.
Aku biksu Tao dari Kuil Tao Qingshan.
Guruku yang mengutusku kemari.
Kusarankan kau jangan ikut campur.
Kalau guruku tahu aku tak menyelamatkan orang lain disaat aku bisa,
nanti dia bisa menghajarku habis-habisan.
Rupanya kau, mengobati matamu pada ganoderma.
Bukan urusanmu.
Baik, baik, aku tak akan turut campur.
Tapi karena kau tahu aku tinggal disini,
kenapa kau tak mendatangiku langsung?
Guru selalu bilang padaku
jangan berkomunikasi dengan monster.
Entah mengapa alasannya.
Kita tak sedang berkomunikasi 'kan?
Komunikasi? Soal apa?
Memanglah.
Apa yang jadi perbedaan antara kita,
landak kecil?
Katakan sesuatu.
Baik, kau tak perlu bicara.
Tapi jujur saja,
aku tahu kau tak bermaksud menyakiti warga desa.
Mengapa tak kau sembuhkan mereka dari racun?
Mereka sangat menderita.
Kukasih tahu ya,
aku tak akan sembuhkan mereka sampai aku mendapatkan ganoderma.
Kenapa kau gigih begitu?
Jamur Ganoderma ini hanya bisa memperpanjang umurmua 20 tahun.
Usiamu bisa 100 tahun. Mengapa terburu-buru begitu?
Dasar tidak sabaran.
Kau datang juga, landak kecil.
Jika kau sembuhkan racun mereka, kau akan kulepaskan.
Tak usah pura-pura sok baik.
Begini, aku pasti dapatkan Ganoderma ini!
Tak mungkin mendapatkannya
kecuali kau mengalahkan aku.
Landak kecil, kau gila ya?
Hentikan!
Kau akan kehilangan kesaktianmu!
Hentikan, landak kecil!
Ayah!
Ayah tak apa-apa? Ayah!
Bangunlah.
Ayah? Ayah tak apa-apa? Ayah?
Ayah, aku bawa pulang jamur ganoderma.
Ayah.
Aku bawakan obatnya. Ayah, makanlah, ayo.
Ayah!
Jadi ini tujuanmu.
Ayah, ini obat ganodermanya.
Makanlah, ayah.
Apa yang kau inginkan?
Jika kau mencegahku, mungkin kau tak sempat mengucap selamat tinggal pada ayahmu.
Ayah? Ayah tak apa-apa? Ayah?
Ayah!
Ayah, ganodermanya.
Aku bawakan obatnya, ayah.
Tak ada gunanya, nak.
Tak ada yang bisa lolos dari maut.
Waktumu masih bertahun-tahun hidup di dunia ini.
Hanya saja aku tak bisa mengurusmu lagi.
Mulai sekarang kau harus urus dirimu sendiri.
Tidak, ayah. Tidak!
Kau tak boleh mati. Kau tahu aku belum tumbuh dewasa.
Aku akan mati tanpamu, ayah.
Ayah! Ayah!
Ayah!
Ayah!
Aku turut berduka.
Monster, keluarlah! Ayo keluar!
Monster, keluarlah! Ayo keluar!
Monster itu sangat berbahaya.
Aku tak tahan lagi.
Amat gatal rasanya.
Gatal sekali!
Minggir! / Kepala-Desa.
Obat Ganoderma... obatku...
Obat Ganoderma, Obat Ganoderma.
Obat Ganodermaku...
Kou Laoer! Kou Laoer!
Akan kubunuh kau! / Kepada-desa!
Kepada-desa!
Dia cuma ingin menyelamatkan ayahnya. Dalam kebaikan kerabat lebih diutamakan.
Dia telah kehilangan semua kesaktiannya. Bisakah kita...
Diam!
Kau ini bicara apa?
Kaulah yang ingin menangkap monster.
Kaulah yang memintaku memancing dia keluar dengan Ganoderma.
Sekarang dia sudah menghancurkan benda suci klan kami.
Bagaimana aku di depan klanku? Katakan!
Ganoderma baru saja dihancurkan.
Demi klanku,
akan kuhukum kau sesuai hukum klan,
membakarmu sampai mati.
Kepala-Desa, jangan lakukan itu. Kumohon jangan!
Jangan campuri masalah ini.
Kalau tidak, akan kuputuskan semua ikatan dengan Kuil Tao Qingshan.
Bisa kau pertanggung-jawabkan itu?
Lepas!
Kepala-desa.
Tempatmu bukan di klan-ku,
dan kau tak punya hak ikut campur.
Hari ini, atas nama klanku,
akan kubakar kau sampai mati! / Kepala-Desa!
Aku dari klan Warga Li, jadi aku punya hak melindungi Kak Kou.
Dia dulu teman bermainku,
dan membantu warga klan lain mengerjakan pekerjaannya.
Meskipun dia monster, dia monster yang baik.
Kita tak boleh membunuhnya. / Kau ini...
Li benar, dia sering potong rumput buat sapi-sapi kita.
Ya, dia orang baik.
Dia sering bantu kita 'kan? / Ya, tentu.
Soal obat Ganoderma itu,
ikhlaskan saja. Meski berharga, tak sebanding dengan nyawa, betul?
Ya, pasti. / Dan lagi, sekarang hanya dia pewaris Keluarga Kou.
Bagaimana menurutmu?
Tak apa, Kak Kou.
Kakek Kou sudah tiada, tapi aku bisa melindungimu.
Kepala-Desa, sudahlah lepaskan saja dia.
Kepala-Desa, lepaskan saja dia.
Kepala-Desa.
Lepaskan saja dia.
Kepala-Desa, lepaskan saja dia.
Kepala-Desa.
Ampuni saja dia, Kepala-Desa.
Maafkan dia.
Tiap pertemuan adalah takdir.
Entah kapan dan siapa yang kau temui,
mereka akan mengajarimu sesuatu.
Jadi, kemanapun kau pergi, kau harus yakin
apapun yang kau temui adalah takdirmu.
Kak Li, ayo kita lihat Lentera Kongming.
Apa itu? / Kata ayah
orang berhati baik yang menaruh permintaan mereka ke dalam Lentera
dan melepasnya ke langit.
Maka permintaan mereka akan terkabulkan.
Keren! Indah sekali! Wow!
Keren! Indah sekali! Wow!
Aku tahu, menjadi manusia ataupun monster,
semua makhluk akan mengejar yang mereka cintai dengan tekad yang bulat.
Semua makhluk hidup terlahir dari cinta.
Meskipun bunga akan layu dan orang akan berpisah,
cinta mereka tetap terpendam selamanya
dan menjadi kenangan terbaik di dunia ini.
Di kehidupan selanjutnya, andai aku bisa mengulangi pengalaman dalam hidup ini,
kuharap bisa bertemu dirimu lagi.
broth3rmax, 29 April 2019
SAMPAI SEKARANG
no resync/re-upload/delete-credit broth3rmax, 29 April 2019
follow instagram @broth3rmax
download film kualitas terbaik www.3gpBluray.Net
TAMAT
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.