Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Opini peserta murni milik pribadi dan bukan opini produser.
Kisah pribadi sudah diizinkan.
Ramalan peserta tidak terbukti secara ilmiah
dan jangan dianggap saran profesional.
Kini, pilihan Pencabut Nasib.
CHOI HANNAH
SEOLHWA
SEOLHWA
SEOLHWA
SEOLHWA
Penyintas pertama adalah
Seolhwa.
SEOLHWA BERTAHAN
Terima kasih.
Selamat.
- Shindong. - Ya.
Kami melihat kau terhenyak akan pembacaan mereka,
tetapi tampaknya kau lebih heran dengan pembacaan Seolhwa,
maka kukira kau memilihnya.
Kenapa kau memilih Hannah?
Mungkin kau merujuk Buku Nasib
saat membuat keputusan.
Namun, orang yang lebih akurat tentang masa laluku adalah Seolhwa.
Dia tepat, itu mengejutkan. Luar biasa.
Namun, kurasa Hannah memberiku saran lebih baik tentang masa depan.
Menurut kami mereka berdua luar biasa akurat,
tetapi tampaknya Hannah lebih berfokus pada kehidupan cintamu,
sementara Seolhwa lebih tajam membicarakan
kesehatan, keluarga, dan bisnismu. Keseluruhan hidupmu.
Ya.
Namun,
orang sering berkata
kita bisa menemui psikiater jika ada masalah,
tetapi menemui peramal juga bisa menenangkan.
Sepertinya aku mendapat sesi terapi yang hebat.
Rasanya menyenangkan.
Mereka berdua hebat. Sayang sekali.
- Mereka andal. - Benar.
Sayang sekali.
Battle of Fates untuk Choi Hannah berakhir di sini.
Terima kasih atas upayamu.
Bagus!
- Bagus. - Bagus. Serius.
Aku sedih telah dieliminasi, tetapi lebih penting lagi…
Aku bertemu banyak orang hebat di sini.
Kurasa peranku sebagai penasihat
adalah mengarahkan klienku
ke jalan yang benar, seperti GPS di mobil.
Kuupayakan sebaik mungkin untuk menjadi ahli tarot yang memberdayakan orang.
- Terima kasih. - Kami akan mendukungmu.
- Terima kasih. - Kau mahir.
Aku merasa agak terharu.
Aku tak merasa senang melihat Hannah pergi.
Namun, selain pengalaman dan segalanya,
Aku berpikir lurus dan mudah.
Ayo menangkan ini.
Aku sudah sampai sejauh ini, maka akan kuupayakan sebaiknya dan menang.
Pertarungan Dewa.
Mari mulai pertandingan kedua.
Sambutlah orang kedua untuk dibaca oleh kalian.
- Siapa, ya? - Siapa?
Lahir tahun 1965?
- Tahun Ular. - Tanggal 11 Mei, Tahun Ular.
Pengusaha?
Siapa?
Aku penasaran.
Aktris?
Kenapa dia ke sini?
Bagaimana dia ke sini?
Orang ini?
Bukankah dia pengusaha yang sangat sukses?
Ya, benar.
Bukankah dia dokter terkenal?
Lyuh Esther.
Dokter Lyuh Esther.
Dokter Lyuh.
Wah, dia cantik.
DOKTER KELUARGA YANG TERKEMUKA
BISNIS TAMBAHAN DENGAN PENJUALAN TAHUNAN 400 MILIAR WON
CEO YANG MENDORONG PERTUMBUHAN MULTIMILIAR WON
NASIB KEDUA UNTUK DIBACA LYUH ESTHER
- Dia cantik. - Astaga.
Senang melihatmu, dr. Lyuh Esther.
- Hai, Hyunmoo, senang melihatmu. - Sudah lama tak berjumpa.
Kau sangat ceria dan riang, bisnismu lancar.
Jadi, kenapa kau ada di sini?
Tampaknya kau tak punya masalah dan bisnismu berkembang pesat.
Ramalan spiritual, pembacaan tarot, dan Ramalan Heksagram.
Aku mengunjungi semua peramal terkenal saat masih muda.
Manmulkkaebi di Namsan, Tn. Ban di Gangnam,
daftarnya panjang.
Aku punya banyak pertanyaan tentang syamanisme.
Tak diduga dokter kesehatan
- tertarik dengan syamanisme. - Benar.
Aku disebut Esther Mujur.
Usiaku agak di atas 60 tahun,
dan aku mujur dalam semua saat penting sepanjang hidupku.
Kini aku penasaran tentang masa depanku.
Itulah yang ingin kuketahui.
Mereka akan membuatmu merinding hari ini.
- Kujamin itu. - Baiklah.
Nasib kedua yang perlu dibaca adalah
nasib Lyuh Esther. Dia memilih Pembaca Nasib berikut ini.
Monad
dan Lee Sobin.
MONAD, AHLI TAROT TAHUN 8 LEE SOBIN, SYAMAN TAHUN 20
Monad, ahli tarot terakhir yang bertahan
dan Lee Sobin.
Aku cukup yakin untuk menghadapi siapa pun hari ini.
Hari ini hariku.
Cuma aku ahli tarot yang bertahan.
Aku harus berhasil mencapai babak final. Aku harus bertahan.
Silakan duduk di Meja Nasib.
Ini menegangkan.
Pertandingan ini adalah
ramalan Timur lawan ramalan Barat.
Senang berkenalan.
- Kau juga. - Senang berkenalan.
- Penampilan mereka berbeda. - Ya.
Aku tak sabar.
Monad akan melakukan pembacaan dulu.
Agar tak terpengaruh dengan pembacaan Monad,
Sobin, pakailah penyuara jemala.
Melihat Sobin memakai penyuara jemala juga cukup baru.
Monad, silakan mulai pembacaanmu.
Kurasa Sobin pesaing kuat untuk menang.
Namun, aku pun yakin.
Aku yakin 120% tentang pembacaan tarotku.
Pastinya hari ini
ada alasannya kau datang ke sini.
Biar kutarik kartu untuk mencari tahu.
Orang mengira
kau punya uang di 1 tangan dan martabat di tangan lain.
Orang berkata kau memiliki kekayaan dan martabat.
Namun, kartu kedua menyiratkan awal yang baru.
Tampaknya kau ingin menunda hal yang kaucapai
dan menerima tantangan baru.
Pasti ada sesuatu.
Kartu ini menunjukkan dokter membuat obat.
Ya.
Nah, di sinilah pengunjung asing disambut dan dilayani.
Kartu ketiga menunjukkan
jalanan dibuat agar kau bisa melakukan sesuatu yang baru.
Semua kartu ini melambangkan situasimu saat ini.
Inilah tindakanmu saat ini.
Nomor 1.
- Peta? - Ya.
Kau pergi ke luar negeri.
Berarti kau keluar negeri.
DEWA NEGARA ASING: KARIER ATAU BISNIS BERKEMBANG DI LUAR NEGERI
Dia sering berbisnis di luar negeri.
2025, USIA 61, BISNIS DI LUAR NEGERI, TINGKATKAN PENJUALAN HINGGA 400 MILIAR WON
Ini berarti 3 negara. Ini Jepang.
Kau tak bisa ada di 1 tempat saja.
Kau perlu maju ke 3 lokasi.
Bagaimana kau sangat akurat?
Dia tampak heran.
- Kini aku menjalankan bisnis. - Ya.
- Aku sering bepergian ke Tiongkok. - Baik.
Produkku dijual di sekitar 1.000 swalayan
- dan apotek di Jepang. - Ya.
- Pabrik kami cuma ada di AS. - Baiklah.
Astaga.
2025, USIA 61, MEMPERLUAS BISNIS, TERUTAMA DI AS, TIONGKOK, DAN JEPANG
Dia berinvestasi 20 sampai 30 miliar won di AS.
AS itu penting.
Kami menghabiskan banyak uang untuk membangun
pabrik manufaktur di AS.
Namun, aku sama sekali tak terkenal di AS, Jepang, atau Tiongkok,
jadi aku ingin tahu caraku memperluas bisnisku di sana.
Dari yang kulihat…
Aku sudah melihat peluang di sana, tetapi situasi akan mencapai momentum
pada tahun 2026, 2027, 2028.
Kartu menyiratkan pertukaran dokumen hukum,
awal yang baru, dan perubahan nama bisnismu.
Bisnismu akan berkembang pesat saat itu.
Kau akan maju secepat kilat.
Naik gajah berarti kau maju dan berkembang lebih cepat.
Jadi, menurut pendapatku, sekitar 3 tahun dari sekarang,
kau akan memetik hasil yang kauinginkan.
Itu kabar bagus.
- Dia tampak percaya diri. - Ya.
Pembacaan tarot sangat terperinci.
Ya, memang.
Jika aku tak menarik kartu ini hari ini,
- aku akan memintamu mempertimbangkan. - Baiklah.
Namun, kartu ini menunjukkan tanpa akhir, tanpa batas.
- Tanpa batas? - Berarti "tak terbatas."
Apa artinya?
Ini Nenek Mago (Dewi Pencipta).
Latar belakang kelam melambangkan dunia tak dikenal.
- Baik. - Memasuki hal tak dikenal.
Jika kau melihatnya, dia siap lari.
Dia memegang rok, siap lari.
Jika ditanya soal perluasan di luar negeri,
menurutku melaksanakannya
akan menjadi bagian utama babak kedua dalam hidupmu.
Pembacaanmu mengesankan.
Aku akan memercayai kartu Nenek Mago,
mengangkat rokku sepertinya,
dan pergi ke AS.
Jika kau merasa mandek, berteriaklah ke langit.
- "Akan kulaksanakan!" - Bagus.
"Aku Esther Mujur!"
- Semua ini sangat menarik. - Ya?
Dia bersukaria.
- Boleh aku bertanya? - Tentu, silakan.
Usia suamiku 2 tahun lebih muda dariku.
- Baik. - Dokter Hong Hyegul.
Biar kulihat.
Dia membacakan suaminya.
Kartu ini menunjukkan hal serupa.
Ini menurut kartu.
Jujur saja, pendapatan suamimu
seperti setitik air di laut.
Ya.
Istrinya lebih kaya.
- Tepat. - Benar. Memang.
Tentu.
Ada kemungkinan
mungkin kau merawatnya seolah-olah dia putramu.
Astaga.
"Seperti putra"?
- Sebenarnya, aku ingin tahu ini. - Baiklah.
- Tentang suamiku. - Ya?
Apa dia akan menikah lagi?
Apa dia akan menikah lagi?
- Menikah lagi? - Ya, apa begitu?
- Apa? - Dari mana itu?
Kenapa dia bertanya…
- Apa Hong Hyegul menikah lagi? - Ha? Dia menanyakan apa?
Ini mengejutkan.
Pertanyaan itu memalukan, bukan?
Menanyakan apa suaminya akan menikah lagi dengan wanita lain…
- Belum pernah didengar. - Apa-apaan?
Kenapa bertanya apa suaminya menikah lagi?
Kenapa? Kau mau bercerai?
Tidak, aku tak mau bercerai.
Beberapa orang bertanya seperti itu jika mereka sakit parah.
Apa dia tak sehat?
Tidak, tampaknya dia sehat.
Pertanyaan ini sungguh mengejutkan.
Apa suamimu ditakdirkan menikah lagi?
- Itu pertanyaanmu, bukan? - Ya.
Kartu memang menunjukkan
suamimu menghadap ke luar.
Berarti ada kemungkinan dia tertarik dengan wanita lain.
Dia mungkin tertarik, tetapi tak akan meninggalkan rumah.
Dia cuma melihat keluar dari rumah.
- Dia cuma melihat keluar? - Benar.
Dia melihat mereka melalui media seperti TV.
Namun, dia keluar, bertemu orang, dan menikah lagi?
Kurasa tidak begitu.
Kenapa dia tampak sangat kecewa?
Ya, kenapa dia tak senang?
Pria ini
sungguh setia dengan cinta pertamanya.
Lihatlah kartu-kartu ini.
Dia bertemu seseorang pada usia muda.
Mereka saling berjanji.
"Ayo tetap bersama."
Kartu terakhir menyatakan,
"Walau kita putus, kita akan rujuk."
Jadi,
kehidupan saat ini bukan pertama kalinya kalian saling bertemu.
Kalian bertemu pada kehidupan lalu,
kalian bersama dalam kehidupan ini, akan bertemu lagi pada kehidupan nanti.
Jika pertanyaanmu apa pria
seperti ini akan menikah lagi, kurasa tidak.
Begitu rupanya.
Dia tampak kecewa.
Kenapa dia tampak muram?
Apa dia mau bercerai saat lebih tua?
Aku penasaran.
Waktunya habis.
- Terima kasih. - Terima kasih.
Monad adalah ahli tarot yang amat mahir,
tetapi hari ini roh Nenekku tak pergi.
Dia ada di sisiku.
Maka, aku cukup yakin.
Lee Sobin,
mulailah pembacaanmu.
Nah, dr. Lyuh.
Kau tidak suka belajar.
Bagaimana kau tetap melakukannya?
Kau tak suka belajar,
malah kau mungkin membencinya,
jadi menarik bahwa kau terus melakukannya.
Kau benar. Aku tak suka belajar.
- Benar. - Untungnya, aku dilahirkan pintar.
Aku cuma belajar beberapa hari sebelum ujian
dan aku masih jadi juara satu.
Hanya setelah 4 hari belajar? Dia genius.
- Dia dilahirkan cerdas. - Benar. Bukan soal upaya.
Tadi kau menyebut dirimu "Esther Mujur".
- Ya. - Mungkin karena
kau mengalami kemalangan saat muda.
Kau mengalami semua hal buruk dalam hidupmu
sebelum usiamu 14 atau 15 tahun.
Itu sebabnya kini situasi nyaman bagimu.
Ya, benar.
Oh, dia benar?
Dia benar.
Ya, dia dideportasi ke Jepang.
1973, USIA 9, AYAHNYA DITANGKAP KCIA DAN KELUARGA DIDEPORTASI KE JEPANG
Dia alami semua kemalangan sebelum usia 14?
- Benar. - Ya.
- Sejak itu, dia berprestasi di sekolah. - Ya.
Ketika situasi dengan ayahnya usai, dia menjadi juara kelas.
Ya.
Nah, menurut ucapan roh Nenekku,
"Kau punya suami, tetapi tak punya. Ada apa?"
Kau punya suami. Dia ada.
Namun, kau ada di antara menikah dan berjarak.
Astaga.
Pasti sulit, tetapi masalahnya,
dia tak berniat meninggalkanmu.
Tetaplah bersama.
Jaga dia, tetapi pisahkan tempat pribadi kalian.
- Mungkin itu lebih baik. - Baiklah.
Karena kalian tak cocok.
Astaga.
Itu disebut di berkas.
Suaminya tinggal sendiri di Jeju-do.
Ya, dia pindah ke sana.
SUAMINYA PINDAH KE JEJU-DO SENDIRIAN
Ada satu hal lagi yang terus dikatakan roh Nenekku.
Katamu, "Banyak orang akan menyukaiku. Mereka akan menyayangiku."
"Aku baik-baik saja."
Namun, katanya kau kesepian.
Dia kesepian?
Dia merasa kesepian.
Walau aku juga dokter kesehatan,
aku kesulitan dengan
depresi jangka panjang
yang sangat sulit diatasi.
Aku sudah mengidap itu sejak SMA.
Ya ampun.
Namun, dia sangat ceria.
Sebenarnya…
adikku tersayang
wafat secara kesepian 9 tahun yang lalu.
Setelah dia wafat,
aku benar-benar teramat sedih,
tetapi bisnisku sukses dan situasi sangat baik untuk anak-anakku.
Ya, rohnya membantumu.
Benar.
Kapan saja kejadian buruk akan menimpamu,
kapan saja kau akan terpengaruh karena kenegatifan,
kau terhindar tepat waktu
karena dia menjagamu.
Ya ampun.
Baiklah.
Jangan memendam perasaan.
Tak apa untuk merindukannya.
Tak apa merasa sedih.
Namun, jangan berpikir kau gagal melindunginya.
Karena itu tak benar.
Namun, aku memang merasa gagal melindunginya.
Ya ampun.
Tak apa.
Karena kejadian yang menimpa adikku,
depresiku memburuk.
Menjadi lebih sulit mengobatinya setelah kematian adikku.
Aku sering dirawat
untuk terapi elektrokonvulsif guna mengejutkan otakku.
Apa?
Apa maksudnya?
Kejutan listrik… ke otak?
Mungkin untuk merangsang area agar mati rasa?
Oh, agar mati rasa.
Depresinya
mungkin jauh lebih parah dibanding dugaan kita.
Perawatan itu juga agak menyebabkan kehilangan kenangan.
Dengan semua yang terjadi,
aku tak mau hidup selama itu.
Ya ampun.
Aku merasa amat sedih bagi keluargaku karena mengatakan ini…
Jangan memikirkannya.
Aku selalu
memikirkan waktu ajalku.
Apa katanya?
"Apa aku harus hidup dengan derita ini?"
"Tanggal 18 November. Itulah hari terakhirku."
Itu bukan hari ulang tahun keluargaku.
Jika saat Natal, misalnya, keluargaku akan sedih tiap Natal.
Lihat di sini.
Ya.
MEMPERTIMBANGKAN KEMATIAN YANG DIBANTU DI LUAR NEGERI
Kematian yang dibantu medis diizinkan dalam beberapa negara.
Swiss, misalnya.
Dia bisa wafat dengan martabat.
Aku ingin memilih hari yang tak bentrok
dengan hari istimewa untuk keluarga atau perayaan.
Namun, lalu
kupikir aku tak boleh tiada sebelum acara ini ditayangkan,
maka kutunda sampai tahun depan.
Tundalah terus tiap tahun.
Kau masih menyukai kerjamu.
Kau suka kerjamu dan kau bertanggung jawab.
Lanjutkan dengan tenaga itu.
- Baik. - Jujur saja,
kukatakan ini karena kurasa kau tak ingin tetap hidup demi keluargamu.
Kau pikir tugasmu sudah rampung.
- Benar. - Kau menjadikan mereka berhasil.
Kau sediakan semua kebutuhan mereka.
Kau masih ingin mencapai lebih banyak dengan kerjamu.
- Benar. - Aku ingin kau terus hidup untuk itu.
Pembacaanmu sangat akurat.
Aku tipe orang yang selalu bersiap.
Aku sudah menyiapkan semua
yang akan diperlukan suami dan anak-anakku setelah aku tiada.
Dalam proses itu,
aku membuat rencana untuk semua orang.
Setiap anggota keluargaku, stafku, bahkan pelayan rumahku,
kupastikan mereka bisa hidup setelah aku tiada.
Perusahaannya menyediakan tunjangan amat bagus untuk karyawan.
Dia membelikan karyawannya rumah di Cheongdam-dong.
Dia berencana membelikan apartemen untuk pelayan rumahnya.
- Untuk stafnya dan… - Luar biasa.
Depresi mengalami naik turun.
Saat aku merasa sedih, pikirku,
"Aku sudah melakukan semua."
Aku sudah menyiapkan semuanya untuk semua orang.
Aku tak mau hidup sengsara. Saat aku terbangun pagi hari…
- Kau mau mengakhirinya. - Benar.
Dia pikir sudah melakukan sebisa mungkin demi keluarganya.
Tadi aku menanyakan sesuatu.
Apakah suamiku akan menikah lagi.
Jika jawabannya ya…
- Berarti kau akan wafat. - Ya, berarti aku akan tiada.
Itu sebabnya aku menanyakan itu.
- Itu sebabnya dia bertanya. - Ya.
Jika suaminya menikah lagi, dia bisa merelakannya.
Karena dia akan pergi.
Dia ingin suaminya bertemu wanita baik karena dia akan pergi.
Suamimu lahir tahun berapa?
- Tahun 1967. - Tahun 1967.
Tunggu.
Apa salah 1 dari kalian cinta pertamanya?
Aku bertanya
karena aku merasa kau cinta pertamanya atau dia cinta pertamamu.
Astaga, suaminya.
Dia cinta pertama suaminya.
- Dia tak pernah punya pacar lain. - Ya.
Dia cinta pertama suaminya?
Suaminya tak pernah punya pacar.
Aku tak tahu.
Wah, ini gila.
Dia bisa melihat itu?
Tampaknya bisa.
Sepertinya aku cinta pertama suamiku…
- Dan pacar pertamanya. - Ya.
Sebelum bertemu denganku,
dia belum pernah mencium wanita.
Ya ampun. Dia tak pernah…
Hong Hyegul, suamiku…
Dia sangat baik dan penuh perhatian,
tetapi dia tak seperti orang biasa.
Beberapa hari yang lalu, dia pergi ke taman air sendirian.
Begitu rupanya.
Dia unggah swafotonya.
Apa? Sendirian?
- Astaga. - Di taman air…
Namun, terlalu ramai, jadi dia pergi ke taman hiburan di sebelah,
pergi ke safari, memberi makan jerapah dan sebagainya.
Dia tinggal di dunianya sendiri.
Dia selalu melakukan hal seperti itu.
- Dia juga kesepian. Mereka kesepian. - Kau benar.
Aku tak paham dengannya.
Aku ragu ada yang bisa memahaminya.
Hanya dia yang memahami dirinya.
Mungkin dia tampak hidup di dunianya sendiri, cuma memedulikan kebahagiaannya,
tetapi dia juga kesepian.
- Suamiku? - Ya.
Ini cinta terakhirnya.
Cinta terakhir siapa?
- Aku cinta terakhirnya? - Ya.
Jadi, menyerahlah.
Dia tak akan mencari orang lain.
Satu hal lagi.
Bertahanlah 2 tahun lagi.
- Dua tahun. - Benar.
Dalam 2 tahun,
depresimu akan jauh membaik.
Pada akhir 2027 dan 2028.
Aku terus mendengar tawa bahagia dari sekitar masa itu.
Sekitar masa itu,
mungkin aku akan punya cucu.
Itu mungkin. Aku mendengar tawa.
Jika dia bertahan 2 tahun lagi? Ya.
Dua tahun lagi.
Ya, bertahanlah 2 tahun.
Jika roh Nenekmu berkata situasi akan membaik 2 tahun lagi…
Tunggu. Bertahanlah sampai saat itu.
Baik, aku tak akan memilih tanggal lagi.
Ya, itulah yang ingin kami dengar.
Benar.
Boleh kupegang tanganmu, Dokter?
Mendadak?
Kau baik-baik saja,
di mana almarhum ayahmu beristirahat?
Apa kau memindahkannya?
Katanya dia pindah.
Ya, kami pindahkan makamnya.
Sungguh?
Dia tahu soal itu?
Nah, soal itu…
Setelah kau memindahkan makamnya,
keluargamu pastinya agak kesulitan.
- Benar. - Jujur saja. Sekitar waktu itu.
Makamnya menjadi masalah?
Seolah-olah dia beralih dari tinggal di rumah dengan kebun ke apartemen.
Agak sempit untuknya.
Dia tak terlalu senang.
Dia dimakamkan di makam keluarga kami,
tetapi gucinya dipindah ke rumah abu yang dekat.
Sungguh?
Jadi, dia tak nyaman di sana?
Dia ingin beristirahat dengan nyaman di tanahnya,
tetapi tempatnya sekarang agak sempit untuknya.
- Seringlah berkunjung, dia pasti senang. - Baiklah.
Aku akan lebih sering mengunjunginya.
Aku cuma ingin memegang tangannya.
Kurasa ayahnya yang ingin memegang tangan putrinya.
Dia memegang tangan putrinya melaluiku sejenak.
Waktunya habis.
Kau selalu tampak ceria dan riang di TV, dr. Lyuh.
Kau memberi energi positif dan membuat kami tersenyum,
jadi kurasa banyak yang akan terkejut mendengar ucapanmu hari ini.
Aku memang orang yang ceria dan periang.
- Aku dilahirkan begitu. - Ya.
Depresi adalah penyakit yang kuderita.
Jadi, aku merasa murung dan melankolis saat sendirian.
Saat aku bersama orang lain, aku tertawa dan bersenang-senang.
Banyak orang yang sepertiku.
Aku memberi tahu semua ini
sebab aku ingin memberi tahu orang, bukan cuma mereka yang menderita.
Aku ingin mereka tahu itu.
Bicara dengan kalian hari ini
terasa seperti menjalankan sesi dengan psikiater.
Saat aku menemui psikiater,
biasanya teman dari fakultas kedokteran, maka aku tak bisa membuka diri.
- Itu sebabnya dia ke sini. - Ya.
Aku paham. Bisa mencemaskan jika mengenal mereka.
Aku tak bisa menyatakan perasaanku.
Jika tentang penyakit mental,
kita perlu bisa mengungkapkan kepedihan kita dan mendapat empati.
Datang ke sini dan bicara kepada kalian semua
sungguh menghibur dan membuatku gembira.
Mereka memberi dampak positif baginya.
Aku ingin menanyakan sesuatu, Dokter.
Kau katakan sesuatu yang membuat kami berpikir kau mempertimbangkan
- kematian yang dibantu medis. - Ya.
Aku penasaran
jika pengalaman hari ini mengubah
perasaanmu tentang hal itu.
Hari ini, katanya hal bagus akan terjadi 2 tahun lagi.
Kini aku berpikir aku harus tetap ada untuk pernikahan putraku.
Kurasa tahu-tahu aku akan hidup sampai 90 tahun.
- Sepertinya bagus. - Ya.
- Teruslah tunda. - Aku setuju.
Pertarungan Dewa.
Pertandingan kedua usai.
Lyuh Esther dan Pencabut Nasib.
Antara Monad
dan Lee Sobin…
pilihlah penyintasnya.
Pasti mereka gelisah.
ATURAN <PERTARUNGAN DEWA>: KLIEN DAN PENCABUT NASIB PUNYA 1 SUARA
- Aku sangat bimbang. - Aku pun tak tahu lagi.
Ini sulit. Aku harus bagaimana?
Pertarungan Dewa.
Inilah hasil pertandingan kedua.
Ya ampun.
Aku sangat gelisah!
Kurasa jika aku percaya roh Nenekku,
aku bisa menang. Aku yakin.
Aku hampir menang semuanya.
Aku sudah sejauh ini. Sebaiknya sampai selesai!
Ini pilihan Lyuh Esther.
MONAD
Aku?
Inilah pilihan Pencabut Nasib.
LEE SOBIN
LEE SOBIN
Penyintasnya adalah
Lee Sobin.
- Selamat. - Selamat.
LEE SOBIN BERTAHAN
Selamat.
Dokter Lyuh, boleh bertanya kenapa kau memilih Monad?
Jujur saja,
aku berterima kasih kepada Sobin,
juga Monad.
Jika tentang menafsirkan kartu tarot,
dia sangat bisa dipercaya
dan ucapannya cukup meyakinkan.
Aku tak tahu pembacaan tarot
bisa terperinci seperti itu dan sesuai denganku.
Aku juga suka sarannya.
Battle of Fates untuk Monad berakhir di sini.
Perlu 2,5 jam bagiku untuk tiba di sini.
Ada lagu yang kudengarkan dalam perjalanan.
Lagu itu You Move Me oleh PSY.
Liriknya berkata,
"Kehidupanku spektakuler."
"Tanpa panggung,
kehidupanku akan seperti hari musim semi tanpa bunga."
Bagiku, panggung ini…
Ya ampun.
Mustahil aku bisa mengalahkan syaman
yang memberi pembacaan melalui dewa.
Aku cuma andalkan intuisiku.
Aku merasa dikaruniai hari musim semi dengan bebungaan melalui panggung ini.
Jadi, aku sangat senang.
Aku mendukungmu sampai akhir.
Ya ampun.
- Mereka sangat fasih. - Ucapannya bagus.
Bagus mereka saling mendukung.
Aku sedih berpikir tak bisa melihatnya lagi.
Itu sebabnya aku menangis.
Namun, aku sampai sejauh ini,
maka aku berniat untuk terus maju.
Enam Pembaca Nasib bertarung dalam Pertarungan Dewa.
Mari mulai pertandingan ketiga.
Astaga, tinggal 2 orang lagi.
- Ini akan seru. - Astaga.
Aku kegirangan.
Aku tak keberatan siapa lawanku.
Aku akan mengatakan yang kulihat dan kurasakan.
Aku akan melakukan pembacaanku melalui dewaku.
Maka, aku yakin.
Astaga, bahkan aku gelisah.
Inilah orang yang akan kalian baca.
LAHIR 3 JULI 1983, WANITA
- Lahir tahun 1983. - Wanita.
Tahun Babi.
Kehidupannya sulit.
Siapa?
Siapa?
Siapa yang datang?
Astaga.
Apa?
Bukankah dia chef?
- Chef Jung! - Itu Jung Jisun?
Chef Jung Jisun.
Ubi manis dan renyahnya terkenal.
Culinary Class Wars!
PEMBUAT UBI MANIS DAN RENYAH YANG MENGGEMBIRAKAN DUNIA
CULINARY CLASS WARS LONTARKAN JUNG MENJADI BINTANG
CHEF KELAS DUNIA JUNG JISUN BICARA DI HARVARD
Halo, senang berjumpa.
Chef Jung Jisun saat ini…
Chef paling sibuk di seluruh Korea.
Kau benar.
Aku kenal baik dengannya.
Kalian akrab.
Agak mengejutkan kau menemui peramal.
Apa kau sering menemui peramal?
Sebelum aku mulai bisnis ukuran besar,
aku sering menemui pembaca saju (ramalan berdasarkan bagan kelahiran).
Aku agak takut menemui syaman.
Kurasa karena aku tak pernah mencobanya.
Benar.
Menemui syaman untuk pertama kalinya pastinya bisa menakutkan.
- Memang. - Ya.
Karena sangat asing.
Kurasa ini akan menjadi peluang bagus,
maka aku melakukannya.
Setelah hari ini, Chef Jung Jisun akan percaya syamanisme
atau tak akan memercayainya seumur hidup.
- Dia bukan tipe yang terima bualan, jadi… - Ya.
Orang ketiga untuk kalian baca adalah
Jung Jisun. Dia memilih Pembaca Takdir berikut ini.
Manshin (syaman berpengalaman) Kwon Sujin
dan Yoon Daeman.
Jujur saja,
- dua orang amat kuat bertemu. - Ya.
Mereka 2 orang yang menurutku akan masuk 3 teratas.
Sama.
- Benar? - Ya.
Namun, mereka bertanding. Astaga.
Salah 1 harus pulang.
Sayang sekali 1 dari kami harus pergi.
Kami ada di tim yang sama pada babak 3.
Oh, bagus.
Kami bertahan di pertarungan bersama.
Namun, hari ini,
kami di sini sebagai lawan.
Ini akan seru.
Ini acara penyintasan, jadi memang harus begini.
Akan lebih keren jika kami bertanding.
Pertandingan ini akan ketat.
Seperti yang kalian tahu,
pengalamanku sudah bertahun-tahun.
Aku akan berupaya sebaik mungkin agar pasti menang.
Aku yakin dengan pembacaanku. Kurasa aku akan menang.
Aku kegirangan. Syaman lawan syaman.
Sama-sama kuat.
Yoon Daeman akan melakukan pembacaan dulu.
Agar tak terpengaruh oleh pembacaan Yoon Daeman,
Manshin Kwon Sujin, pakailah penyara jemalamu.
Yoon Daeman, mulailah pembacaanmu.
Siapa nama keluarga ibumu?
- Ibuku? Nama keluarganya Choi. - Choi.
Lihatlah wajahnya.
Matanya membelalak.
- Chef Jung heran. - Dia terpana.
Apa kau selalu ingin menjadi chef?
Tampaknya tak seperti itu.
Apa kau selalu ingin memasak?
- Awalnya, aku ingin menjadi… - Ya?
…guru penitipan anak.
Ya, benar.
Apa?
Dia ingin menjadi guru penitipan anak?
Guru penitipan anak?
Sungguh? Bahkan aku tak tahu itu.
- Sungguh? - Walau begitu,
tampaknya kau tak bermasalah dengan pekerjaanmu saat ini.
Namun, mengenaimu, Chef Jung,
kau memiliki sentuhan kuat roh Jenderal.
Kau perlu menghunus pedang bagaimanapun.
Tertulis dia diberi tahu begitu.
Tertulis dia sering dikatakan begitu.
KATANYA DIA DITAKDIRKAN GUNAKAN PISAU DAN MENJADI JENDERAL PADA KEHIDUPAN LALU
Kau harus memerintah orang
dan harus menjadi bos.
Kau harus memimpin
dan harus terus bergerak sebagai pemimpin.
Kau punya goegangsal, berarti tak bisa bekerja sebagai bawahan.
GOEGANGSAL: BERARTI OPINI DAN TEKAD YANG KUAT
- Benar. - Dia mengangguk.
Aku juga melihat sentuhan roh Utusan,
jadi pergi keluar negeri cocok denganmu.
Itu berarti
salah 1 leluhurmu sering bepergian ke Tiongkok atau Jepang.
Benar.
Serius?
Ya, dia pernah ke Tiongkok.
Sebenarnya, saat ini, aku bersiap membawa bisnisku ke luar negeri.
- Keahlianku masakan Tionghoa. - Ya.
Makanan Korea sangat populer di luar negeri saat ini
- dan aku disuruh memasak hidangan Korea. - Ya.
Dia koki masakan Korea yang mahir.
- Sungguh? - Dia mahir.
Aku penasaran apa harus mengikuti tren makanan Korea agar berhasil.
Dari yang kulihat,
mengenaimu…
Kau masih agak bimbang, tetapi sudah berkeputusan.
Kau tetap mau hidangan Tionghoa.
- Ya. - Aku benar?
- Ya. - Paham?
Serius? Dia benar?
Apa yang terjadi?
Serius?
Mari lihat…
Aku juga lihat Asia Tenggara.
Kau akan terkenal di Asia Tenggara
dan bisa membuka cabang ke Eropa. Itu energi yang kurasakan.
Aku akan membuka restoran baru.
Aku penasaran apakah harus kulakukan di Taiwan atau Singapura.
Wah.
Apa-apaan?
2025, USIA 43, BERSIAP MENGEMBANGKAN BISNIS DI NEGARA ASIA LAIN
Kurasa situasi akan lancar untukmu di Taiwan.
Menurutku kau akan lebih berhasil di Taiwan daripada di Singapura.
Juga, Chef Jung.
Jangan lakukan operasi plastik.
Aku tertarik melakukan operasi kelopak mata.
- Tidak, jangan. - Aku menemui banyak dokter.
- Serius? - Sungguh?
Aku ingin tampak tangguh agar orang tak meremehkanku.
Itu sebabnya kupakai rias mata tebal dan mempertimbangkan operasi.
Dia mirip orang lembut tanpa rias mata.
Sungguh?
Namun, pada akhirnya, aku terlalu takut melakukannya.
Benar, jangan lakukan.
Wajahmu akan memberimu kemujuran pada usia lebih tua.
Kelopak matamu menutupi separuh biji matamu.
Kau sudah tampak rupawan saat ini.
Dewaku berkata sebaiknya kau tak melakukan operasi.
Tak perlu operasi jika sudah sukses.
Benar.
Ini menarik.
Itu yang kudengar.
Nah, tentang kesehatanmu.
Aku merasakan
rahimmu agak lemah.
Kulihat potensi penyakit wanita, seperti di rahimmu.
Jadi, kau harus hati-hati.
Pastikan menemui dokter dan melakukan pemeriksaan.
Oh, sungguh?
Dia benar.
- Katanya rahimnya lemah. - Sungguh?
Dia dioperasi karena karsinoma in situ di serviks.
Aku ingin tahu tentang masa depan putraku.
Dia akan menjadi apa?
Berapa usianya?
- Dia lahir tahun 2014. - Itu Tahun Kuda.
Kusarankan membiarkannya menekuni olahraga.
Woohyeong bermain sepak bola.
- Sungguh? - Dia main sepak bola.
- Serius? - Dia main sepak bola.
Ya, kurasa dia akan berhasil dalam olahraga atau seni.
Namun…
seharusnya ada 1 atau 2 anak lagi.
Aku tak yakin itu sebelum atau setelah putramu, tetapi kau keguguran.
Aku melihat 1 bayi lagi.
Serius?
- Aku hamil tahun lalu. - Baiklah.
- Aku keguguran. - Tahun ini?
- Kau keguguran tahun ini? - Ya.
Astaga.
Ya ampun…
Aku tak tahu.
- Putraku terus berkata ingin adik. - Aku paham.
Apa kami akan punya anak lagi?
Kemungkinan.
- Sungguh? - Ada anak lagi.
Akan ada putra lagi.
Namun…
Tak ada hasil tanpa tindakan.
Kalian tidur terpisah.
Apa ini?
- Dia berhasil. - Dia akurat.
2017, USIA 35, MULAI TIDUR TERPISAH DARI SUAMINYA
Dia hebat.
Bagaimana bisa hamil tanpa tindakan?
- Astaga. - Ya ampun.
Pergilah ke tempat romantis.
Namun, saat kulihat kau dan suamimu,
kulihat sesuatu bernama gongmangsal.
Berarti "kamar kosong".
Berarti, sesungguhnya jarak
akan memperbaiki situasi antara kalian.
Kalian tak banyak bicara, ya?
- Tidak. - Benar.
Ha? Astaga.
- Apa-apaan? - Apa?
Apa dia memata-matainya?
Aku benci kelelahan emosional.
Bahkan upaya untuk bicara terasa sulit,
jadi saat aku perlu mengatakan sesuatu, lebih baik kukirim pesan teks.
Dia bicara seperti AI, cuma membahas pekerjaan.
- Sangat rasional dan logis. - Benar, seperti prajurit.
Namun, bukan begitu untuk suamimu.
Untuk suamimu,
hatinya lembut.
- Kau benar. - Itu sebabnya…
Suaminya suka bicara.
Dia pria yang peka.
Mungkin dia tampak tangguh,
tetapi dia sangat lembut.
Wanita tangguh dan pria peka itu cocok.
Suamimu pengusaha yang baik.
Dia pandai bicara.
Dia harus memasuki bidang penjualan dan bisnis.
Ya, benar.
- Mereka menjalankan usaha bersama. - Dia penjual yang baik.
SUAMINYA PEMILIK BERSAMA BISNIS
Kudengar suamimu memiliki
banyak sifat yang tak kaumiliki.
- Dia dan aku menjalankan bisnis bersama. - Ya.
Sebenarnya,
aku tak terlalu peduli
- tentang kepemilikan. - Benar.
Saat kami membuka restoran,
kutaruh semuanya atas nama suamiku.
Oh, kau gila.
- Apa dia berkata, "Kau gila"? - Benar.
- Karena aku memercayainya. - Tentu.
Saat pertama aku memasuki industri ini,
aku sangat diremehkan dan disepelekan.
Yang paling sering dikatakan orang,
"Kau akan berhenti saat menikah dan punya anak,
jadi kenapa bekerja keras?"
Itu yang paling sering kudengar.
Itu agak membuatku trauma.
Jurutama masak wanita hidangan Tionghoa sering diremehkan,
jadi dia taruh nama suaminya.
Jika tentang pemilik bisnis…
Katanya kau akan memiliki kepemilikan terpisah nantinya.
Mulai dengan bisnis berikutnya, tak ada ruginya menaruh namamu.
Ada sesuatu yang membuatku penasaran.
Aku anak kembar.
Oh, sungguh?
- Kami lahir dengan beda 40 menit. - Baiklah.
Saudari kembarku menjalani kehidupan berbeda.
Dia hampir menemui ajalnya.
Dia masih sangat sakit.
Ya ampun.
Sejak kecil,
dia pasti menjalani banyak operasi.
Dia akan harus hati-hati pada beberapa tahun berikutnya.
Tahun ini, tahun depan,
lalu tahun berikutnya.
Kemujurannya tak tampak bagus.
Berarti dia mungkin perlu dioperasi.
Benar.
Fisiknya tak sehat, dan tampaknya
mentalnya juga tak sehat.
Aku merasakan letargi.
Tampaknya dia merasa sulit untuk aktif dalam kehidupan.
- Benar. Dia menemui psikiater… - Ya.
- …dan fisiknya pun tak sehat. - Ya, jadi…
2019, USIA 37, SAUDARI KEMBARNYA PINGSAN KARENA SYOK DIABETES
Ini tak menyebutkan penyakit mentalnya.
Tidak.
Aku merasa dia mahir dengan tangannya.
Ya.
Mungkin dia mahir membuat barang kecil yang lucu.
Dia terampil dengan tangannya.
- Ya. - Dia mempelajari bidang perawatan wajah.
Dia ahli manikur dan pembantu perawat.
Dia memiliki lebih dari 20 kualifikasi,
- tetapi tak bisa menggunakannya. - Benar.
Serius?
Begini,
kau perlu membantunya keluar dari sana
dan memilih hobi.
Waktunya habis.
Baiklah.
Yoon Daeman sangat akurat.
Dia orangnya. Aku akan menemuinya.
Kurasa ini yang terbaik sejauh ini.
Sudah kuduga dia hebat.
Manshin Kwon Sujin, lepaskanlah penyuara jemalamu.
Manshin Kwon Sujin mirip Gen Z dengan penyuara jemala.
Gen Z pakai hanbok (baju adat).
Orang lain tak memengaruhiku.
Dewa yang kulayani paling penting bagiku.
Aku akan memercayai mereka.
Memiliki banyak pengalaman bukan berarti keahlianku mandek.
Aku masih mengasahnya.
Aku menantikan ini.
- Halo. - Halo.
Tanggal kelahiranmu…
Tanggal 23 Mei 1983 dalam kalender bulan.
- Tahun Babi, ya? - Ya.
Tanggal 23 Mei.
Aku tak menggunakan alatku.
Aku cuma menulis nama dan tanggal lahir klien.
Aku tak melambaikan kipas atau menggunakan kerincingku.
Kau sangat ambisius.
Katanya kau ditakdirkan menimbulkan iri dan cemburu orang lain.
Orang mengkritikmu bahkan ketika kau berhasil.
Kau dikritik, baik kau maju atau tidak.
Nah,
apa kau berencana memperluas bisnismu?
Ya.
Tampaknya kau merencanakan itu selama beberapa tahun.
Kau sudah menebar benih selama 2, 3 tahun terakhir.
Benar.
2022, USIA 40, MEMBUKA RESTORAN KEDUA
SETELAH CABANG PERTAMA MENCAPAI PENJUALAN BULANAN 100 JUTA WON
Kau tak suka waralaba?
- Ya. - Benar?
Kau mau terlibat langsung.
Kau tak mau memperluas dengan menyertakan orang lain.
Kau cuma melakukan yang bisa kautangani dan melakukan dengan sempurna,
baik itu 3 atau 5 restoran.
- Begitulah perasaanmu. - Benar.
Apa, sungguh?
Dia cuma punya 2 lokasi, di Hongdae dan Seocho.
- Dia tak mau membuka waralaba. - Tidak.
Dia tak percaya orang lain.
Dia suka melakukan semua sendiri.
Apa kau mau memulai sesuatu tahun depan?
Sesuatu yang direncanakan saat ini?
Aku ingin membuka restoran di luar negeri
dan membeli gedung.
Kau mau membeli gedung besar, ya?
Bukan gedung bertingkat rendah.
Tampaknya… Itu cukup tinggi.
Sekitar 10 lantai? Itukah yang kaupikirkan?
- Semacam itu. - Benar?
Astaga. Lihat? Dia mahir.
Benar.
Sudah kukatakan Kwon Sujin mahir.
Narae.
Kau sedang mempertimbangkan gedung 10 tingkat ini.
"Apa perlu kubeli atau tidak? Atau yang lain?"
Tampaknya kau tak bisa memutuskan.
Boleh kulihat telapak tanganmu?
Kulihat tangannya, bukan garisnya.
Kuberi tahu yang kulihat.
Tangan klien juga salah 1 alat ramalanku.
- Kau tak pernah suka belajar, bukan? - Tidak.
Kau tak cocok untuk kerja kantoran.
Kau memiliki yeokmasal, berarti kau harus sering bepergian.
Aku juga merasa kau suka mendalami sesuatu.
Kau perlu mengetahui semuanya agar merasa tenang.
Ya.
Benar.
2005-07, USIA 23-25, MENELITI SAMPAH RESTORAN TENAR DI TIONGKOK
Benar.
Kudengar dia makan 8 hidangan sehari saat keluar negeri.
Ya, dia sering mengunjungi Tiongkok dengan Kim Sook.
Itu jenis penelitian.
Nantinya pada masa depan,
kau mungkin berpeluang pergi ke Asia Tenggara.
- Dia pun sebut Asia Tenggara. - Muncul lagi.
Asia Tenggara diungkit lagi.
Kurasa mereka bisa merasakannya.
Mungkin kau bisa mempertimbangkan perluasan ke Asia Tenggara.
Aku tak menyarankan perluasan bisnismu di Korea saat ini.
Aku tak berencana begitu.
Ada berapa restoranmu di Korea?
Aku punya 2.
Apa kau mempertimbangkan untuk menutup 1?
Menutup…
Ya, cabang di Hongdae.
Aku sedang memikirkannya karena tenaga kerja.
Oh, wah.
- Bagaimana dia semahir itu? - Ya?
Dia terus berhasil.
Aku terus merasakan kau ingin menutup 1.
Namun, waktunya belum tepat.
Jika kau membuka restoran di luar negeri nantinya,
sepertinya kau menutup 1 restoran
dan mengutus staf ke luar negeri.
Astaga, dengarkan penjelasannya.
Dia beri saran tentang seluruh hidupnya.
Dia mengoceh tanpa henti.
Pasti dia mengucapkan apa pun yang diberi tahu dewanya.
Dia seperti penyanyi rap.
Apa tulang punggungmu lemah?
- Ya, makin parah setelah melahirkan. - 1 lagi.
Kesehatan reproduksimu tak bagus.
- Kesehatan reproduksimu tak bagus. - Benar.
Dia juga mengatakannya.
Untungnya, kau belum perlu prosedur atau pembedahan.
Apa kau dibedah sesar saat melahirkan?
- Aku tak bisa melahirkan secara normal. - Kau dioperasi.
Benar? Karena
kau ditakdirkan dibedah dengan pisau saat melahirkan.
Pembedahan itu memperpanjang masa hidup, usir kemalangan masa depan.
Kau ditakdirkan punya 3 anak.
- Namun, kau cuma punya 1, ya? - Ya.
Satu anak.
Bukankah ada 1 lagi?
Bukankah ada 1 lagi?
Nah…
Jujur saja,
aku kehilangan bayi bulan Mei.
- Ya, dan aku kehilangan 1 lagi. - Itu sebabnya…
Aku keguguran 2 kali.
Dia keguguran 2 kali?
Ya ampun.
Pasti kesehatannya buruk saat ini.
Aku melihat 1 bayi lagi yang akan datang.
Anak lagi. Tahun depan.
Daeman mengatakan sama.
Astaga, aku merinding.
Wah, ini…
Ini mengejutkan.
Namun, hanya untuk dirimu, aku tak setuju kau memilikinya.
Kau akan alami banyak kesulitan sebelum melahirkan.
Mungkin kau perlu dioperasi.
Kau mungkin harus kehilangan indung telur
atau mengangkat kista dalam rahimmu.
Aku dioperasi karena kanker rahim.
2017, USIA 35, DIOPERASI KARENA KARSINOMA IN SITU
IBUNYA DAN DUA SAUDARINYA DIOPERASI KARENA MASALAH RAHIM
Dia dioperasi karena karsinoma in situ di serviks.
Dia manshin karena ada alasannya.
Ini membuatku gila.
Pengalamannya sungguh terlihat.
Aku pulih total dari kanker dan operasi.
Aku yakin rahimku kuat dan sehat
berkat sudah melahirkan.
Ibu dan 2 saudariku punya masalah dengan rahim.
Aku yakin rahimku lebih kuat
karena aku punya anak.
Tidak. Tak benar.
Tidak. Tak benar.
Kurasa kankernya tak akan kembali.
Namun, jika rahimmu tak apa, tiroidmu mungkin bermasalah.
Ibunya punya masalah tiroid.
- Ibunya bermasalah tiroid. - Dia terkena kanker tiroid.
Dia sedang diobati saat ini.
Ya, tertulis begitu.
- Kanker bisa bersifat turun-temurun. - Ya.
Kau harus diperiksa secara berkala.
Satu hal lagi. Saudari kembarku sakit parah.
Aku ingin tahu apa dia bisa menjadi anggota masyarakat yang bekerja.
- Tadi dia menanyakan itu. - Pertanyaannya sama.
Dia sudah lama sakit, bukan?
- Lebih dari 5 tahun? - Ya.
- Lebih dari 5 tahun? - Ya.
Sejak 2019.
Itu sangat terperinci.
- Ya, sangat terperinci. - Ya.
Tampaknya dia mengalami masalah
emosional dan fisik.
Kau benar.
Ya ampun.
- Apa-apaan? - Informasinya bocor?
- Kita harus bagaimana? - Ini…
Apa ini? Mungkin penyuara jemalanya rusak.
- Apa? - Mungkin penyuara jemalanya rusak.
Pertama,
dia tak menganggap perlu untuk bekerja.
Kini dia berpikir tak ada yang sungguh memahaminya.
Aku tak melihatnya menghasilkan uang pada beberapa tahun nanti.
Bukannya
dia tak melakukan apa-apa.
Tampaknya dia terus mempelajari sesuatu, tetapi menyerah.
Dia benar semua. Jisun sebutkan 20 kualifikasi.
- Dia punya 20 kualifikasi. - Ya, banyak.
Dia memberi pembacaan tanpa ragu sama sekali.
Dia mencoba ini dan itu,
tetapi tak suka apa pun. Tak ada yang terasa benar baginya.
Bukankah dia mengeluhkan sakit kepala?
Dia sering begitu.
Ya ampun.
Astaga.
Dia sakit kepala, seperti migrain.
Itu bisa memburuk pada tahun ini dan tahun depan.
Astaga.
Operasi pengangkatan kista…
Mungkin dia perlu hal seperti itu.
Namun, nantinya, dia akan…
Waktunya habis.
- …habis. - Astaga.
Waktu cepat berlalu jika bicara.
Waktu cepat berlalu jika bicara.
- Itu luar biasa. - Pertunjukan hebat.
- Mengagumkan. - Pertarungan dewa sejati.
- Benar. - Pertarungan dewa sejati.
Pembacaan pribadi Yoon Daeman dan Manshin Kwon Sujin usai.
Jung Jisun dan Pencabut Nasib.
Antara Manshin Kwon Sujin dan Yoon Daeman,
pilihlah penyintasnya.
- Pemasangan lawan ini yang terburuk. - Ya.
Aku tak bisa menyisihkan salah 1.
Aku harus bagaimana? Harus bagaimana?
Ini gila.
Apa yang terjadi?
Apa-apaan ini?
Mereka berdua sangat mahir.
Aku tak bisa memutuskan.
Pertarungan Dewa.
Inilah hasil pertandingan ketiga.
Astaga. Tunggu.
- Siapa? - Ya ampun.
Kini, pilihan Pencabut Nasib.
Mari lihat.
YOON DAEMAN
Oh!
MANSHIN KWON SUJIN
MANSHIN KWON SUJIN
YOON DAEMAN
Tunggu, apa?
- Apa ini? - Apa-apaan?
Sekarang bagaimana?
- Apa yang terjadi? - Wah!
Astaga. 2 sama.
Mustahil.
Apa yang terjadi?
Maka… Maka tergantung Jurutama Masak Jung.
YOON DAEMAN: 2 MANSHIN KWON SUJIN: 2
- Tergantung kau. - Pilihan penentu.
Inilah pilihan Jung Jisun.
- Astaga. - Ya ampun.
Pilihan Jisun akan menentukan.
Aku punya peluang.
Kurasa aku akan menang.
Siapa pun yang menang, pasti tipis.
Kumohon.
Tolong aku, Nenek. Tolonglah.
YOON DAEMAN
Penyintas ketiga Pertarungan Dewa adalah
Yoon Daeman.
Terima kasih pertandingannya.
YOON DAEMAN BERTAHAN
Terima kasih.
Pertandingan ini seru.
Maka, sekarang…
Kenapa kau memilih Yoon Daeman?
Aku punya beberapa kekhawatiran tentang bisnisku
dan dia mengungkitnya sebelum kutanya.
Banyak ucapannya merupakan hal yang kupikirkan.
Menurutku pembacaannya agak lebih akurat.
Baik, terima kasih.
Ini pertama kalinya kita terpisah seperti ini.
Nilainya 2 sama.
- Aku tahu. - Sepanjang acara ini,
menurutku, pembacaanmu yang paling luar biasa.
Ini sungguh pertandingan
yang sepadan dengan gelarnya, Pertarungan Dewa.
Sayang sekali kalian saling bertanding.
Serius.
Kalian bisa maju jika melawan orang lain.
Pertandingan kalian…
- Aku benci menyisihkan salah 1. - Aku juga.
Ini salah 1 tahun sial untukku. Usiaku berakhir dengan angka 9.
Battle of Fate untuk Manshin Kwon Sujin berakhir di sini.
- Tetap saja, aku sampai sejauh ini. - Terima kasih atas upayamu.
Ini peluang bagus untuk bertemu banyak peramal hebat.
Selagi mengamati yang lain,
aku bisa mempelajari hal yang bisa kutingkatkan.
Aku harus banyak merelakan, tetapi juga banyak belajar.
Kurasa roh Nenekku mengubah ini menjadi kisah hebat bagiku.
Aku mencapai sejauh ini.
Jika aku berhasil ke final,
ingin kutunjukkan ke semua orang.
Aku harus menang bagaimanapun.
Roh Nenekku pasti punya rencana besar untukku.
Pemenang yang bangga.
Aku akan menang.
Ayo menang.
Apa ini?
Mereka perlu memanggil almarhum ke tempat ini sekarang?
Ini dia.
Aku yakin tak akan kalah.
- Kau tahu apa? - Apa?
Lihat betapa marahnya Nenek, Bodoh!
Apa? Apa yang terjadi?
- Dia kerasukan. - Itu sebabnya…
Dia perlu pengusiran roh jahat.
Nenek, Kakek!
Aku merasa akan mati.
Astaga!
"Roh Nenekku marah besar." Sangat menyakitkan.
Ini tak adil!
Diterjemahkan oleh Mimi Larasati Bonnetto
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.