Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranรฎ)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Mengingkari hak asasi manusia berarti menolak kemanusiaan itu sendiri
Tangis Kemanusiaan
Penerjemah: Zafran Farid Instagram: cocoy929
Kol. Kol.
Hei, Kolappan.
Hai, Kolappan, ponselmu berdering!
Ada apa?
Meninggal kenapa?
Semalam aku masih berbicara dengannya.
Ayah memintaku pulang minggu depan.
Dia meninggal jam 04:30 tadi?
Iya. Aku pulang sekarang.
Tolong jaga ibu.
Ada apa? Kenapa kau menangis?
Ayah Kolappan meninggal.
Kau punya uang untuk biaya pemakaman?
Pulanglah sekarang.
Aku dan Senthil akan menyusul dengan membawa uang.
Kolappan, aku akan mengantarmu sampai rumah?
Tidak usah.
Tidak apa-apa.
Rumahku jauh.
Butuh waktu 4 jam bila menggunakan bis.
Kabari aku jika kau sudah sampai.
Iya.
Bagaimana kabar ibu? Apa dia baik-baik saja?
Aku sedang diperjalanan.
Kau sudah memesan balok es?
Sudah ada?
Aku sedih dan khawatir atas meninggalnya ayah.
Revathy, sudah berangkat?
Iya.
Nanti aku kirimkan alamatnya.
Kau tinggal beritahu kondekturnya saja.
Telepon aku jika sudah sampai. Nanti ada orang yang menjemputmu.
Kau mau sendiri? Baiklah.
Bersamamu aku menemukan kekuatan.
Kau adalah kekuatan ku. Aku sangat kehilangan dirimu.
Aku menangis mencari sisa-sisa kenanganmu.
Kau laksana beringin suci bagiku.
Kau adalah penebus dosa-dosaku seperti di festival Raja Benares.
Terkutuklah aku. Ratu telah mengeringkan Sungai Palar.
Kini yang aku punya hanyalah pohon Goosberry.
Tidak ada tempat untuk berdiri. Kedamaian ku hilang.
Tidak ada lagi makanan. Aku merasa putus asa.
Kau membuat tanaman menjadi subur selayaknya pupuk.
Semua kau lakukan hanya demi tuan tanahmu.
Tanpamu aku tak mampu sendiri. Tak ada makanan ataupun tanah.
Tuan tanahmu, Veerapandi. Kau bekerja seumur hidup di tanahnya.
Tapi saat kau meminta gajimu.
Dia malah bilang tidak padamu.
Di mana rumah Kolappan?
Ayahnya meninggal pagi ini.
Kami tidak peduli.
Lurus lalu belok kiri.
Kenapa kau bicara seolah-olah dia gubernur?
Menatap wajahnya saja bisa merendahkan kita.
- Sakthi. Mereka membuat masalah. - Siapa maksudmu?
Shankar bilang padaku kalau jenazahnya...
...tidak boleh melewati daerah mereka.
Dia menyuruh kita untuk mencari jalan lain.
Ada apa?
Aku sudah bicara pada Annan mengenai masalah ini.
Andai saja terjadi sesuatu tanpa sepengetahuannya.
Mereka menyuruh kita untuk mencari jalan lain.
Mereka tidak akan berani jika MLA datang.
Tiga bulan yang lalu, saat ibu Muruguan meninggal...
...mereka juga melakukan hal yang sama.
Agar tidak terjadi keributan, akhirnya kami mencari jalan lain.
Tapi MLA berjanji itu tidak akan terulang lagi.
Lalu mengapa sekarang bisa terulang?
Mudah saja jika hanya berjanji.
Mereka akan berjanji lagi jika ada masalah yang sama.
Aku tidak akan tinggal diam.
Baik. Aku segera kesana.
Annan menelepon ku. Dia ingin kita kesana.
Aku ikut dengan mu. Kolappan, sebaiknya kau ikut juga.
Baiklah.
Tapi hanya ada satu motor.
Selvam sedang menuju kesini. Dia cuti dari kantornya.
Ada apa?
Kami tidak boleh melewati daerah mereka.
- Siapa yang bilang? - Siapa lagi memangnya?
- Kenapa? - Itu yang ingin aku tahu.
Apa mereka akan mendengarkan mu?
Tentu saja tidak. Kami akan meminta bantuan Annan.
Annan siapa?
Dia sudah seperti pahlawan bagi kami. Dia pasti bisa membantu.
Apa kau tahu kalau ada warga sini yang digantung di halte bus?
Hanya karena dia menikah dengan orang kasta atas.
Annan yang membawa kasus itu ke pengadilan.
Mobilnya ada disini. Berarti dia pergi pakai motor.
- Tadi dia menyuruh kita kesini? - Iya.
Salam, Anni.
Ayahmu tiba-tiba meninggal.
Kau ada dirumah atau baru datang?
Aku baru menerima kabar tadi subuh.
Dia mengeluh sakit dada di tengah malam.
Dia menolak pergi ke dokter. Sepertinya dia sudah ikhlas.
Dia meninggal subuh tadi. Aku yang memberitahu semua orang.
Dimana Annan?
Dia pergi ke kantor kolektor.
Dia sering datang kesana.
Kalian terlambat lima menit.
Seberapa jauh itu?
Sekitar dua jam perjalanan.
Tunggu sebentar.
Orang-orang dari Muthu Mariamman datang kesini.
Kau mau bicara dengan Murugan?
Ya, Annan.
Sakthi ada di sini.
Annan ingin bicara denganmu.
Ya, Annan.
Baiklah kalau begitu.
Annan menyuruh kami datang ke kantor polisi.
Dia sudah bicara pada inspektur.
Dia akan pulang nanti sore.
Kami pergi dulu, Anni.
- Hati-hati - Annan akan menyusul.
Pak, ada orang mencari Anda.
Masalah ini biar aku yang urus. Pastikan tanah itu atas namamu.
Jika mereka mengancam, maka kasus ini bisa panjang.
Dan itu peluang untuk kita.
Ada masalah apa?
Ayahku...
Pak, Annan menyuruh kami datang kesini.
Annan siapa?
Gauthaman. Ketua pelindung kasta bawah.
Orang yang membantu masalah warga sipil.
Jangan membuang-buang waktu.
Jika ada masalah langsung hubungi aku.
Baik pak.
Bicaralah.
Ibuku meninggal tiga bulan lalu.
Orang-orang Methu tidak mengizinkan kami melewati daerah mereka.
Kemudian kami datang kesini dan Inspektur Saravanan yang menangani.
Langsung intinya saja.
Ayahnya meninggal.
Biarkan dia yang bicara. Nama?
Kolappan.
Apa pekerjaan mu?
- Aku bekerja di perusahaan baja di Chennai. - Duduk.
Kami ingin melewati jalan itu. Karena itu jalan umum.
Tapi mereka tidak mengizinkan kami lewat.
Apa yang dulu kalian lakukan?
Waktu itu kami mencari jalan lain.
Kalau begitu lakukan lagi. Kenapa datang kesini?
Jalan disana penuh duri. Dan itu sangat berbahaya.
Kami tidak ingin melukai diri sendiri.
Mengapa mereka melarang kami? Jalan itu milik bersama.
Apa mereka berhak melakukan itu?
Kami sudah biasa menggunakan jalan itu.
Tapi jika ada yang meninggal, mereka menutup jalan itu.
Apa mereka sudah mengatakan itu?
Sudah pak.
Apa mereka sudah melakukan sesuatu?
Mereka melakukan apa yang mereka katakan.
Aku tidak bisa bertindak berdasarkan asumsi mu.
Ini berdasarkan pengalaman kami.
Bawa mereka kesini. Biar aku yang bicara pada mereka.
Kami tidak punya kekuatan untuk melakukan itu.
Siapa mereka sebenarnya?
- Shankar, putra presiden Panchayat. - Mereka dari golongan kasta atas.
Kau sudah ke RDO?
- Belum. - Kalau begitu kesana dulu.
Ayah siapa yang meninggal?
Silahkan duduk.
- Berapa usia ayahmu? - 59 tahun.
Akibat apa meninggalnya? Serangan jantung?
Kau ingin ayahmu dikubur dengan layak?
Benar begitu, bukan?
Orang-orang di daerah Methu tidak mengizinkan kami lewat.
Apa kau tidak punya jalan alternatif?
Jalannya belum diperbaiki pemerintah.
Kami sudah biasa menggunakan jalan itu.
Apa itu jalan umum?
Iya. Itu jalan satu-satunya.
Aku rasa ini bukan masalah. Nanti aku bicarakan dengan inspektur.
- Kau sudah bertemu dengannya? - Dia yang menyuruh kami kesini.
Baiklah.
Aku akan mengurusnya. Kalian boleh pulang.
Inspektur itu tidak bisa dipercaya.
Kita akan lewat saat malam, apapun yang akan terjadi.
Aku sudah tidak peduli dengan pemerintah.
Warga kita pasti akan marah.
Mereka juga marah.
Jika mereka ingin kekerasan. Maka kita akan berikan.
Mereka pasti takut jika kita bersatu.
Kolappan, apa kau sudah gila?
Jika kita menyerang mereka, mereka juga akan menyerang kita.
Mereka bisa menyewa preman.
Mereka kaya, sedangkan kita miskin.
Warga kita tidak akan berdaya.
Lagipula jumlah kita sedikit, para keluarga pasti khawatir.
Sebentar.
Annan, sepertinya tidak ada solusi.
Kami mulai kehilangan ketenangan.
Annan sedang ke rumahmu. Ayo kita temui dia disana.
Kau telah meninggalkan aku.
Kau lihat siapa yang datang kerumah kita?
Apa yang harus aku lakukan?
Bersabarlah.
Kami pergi kesana karena saran darimu.
Kalian sudah benar. Mereka harus tahu dulu masalahnya.
Tapi mengapa masalah kemarin tidak selesai?
Itu karena kalian kurang semangat.
Kemarin kita masih diam.
Tapi kali ini kita akan mengadu ke pengadilan.
Apa ada pengadilan di Chidambaram?
Tidak. Kita akan ke Pengadilan Tinggi Madras.
Aku sudah membicarakan hal ini dengan pengacara.
Namanya Karunakaran, dia sangat cocok menangani kasus ini.
Bagaimana dengan bayarannya?
Jangan khawatir, tidak akan mahal.
Apa kita masih sempat pergi ke pengadilan?
Bukan hari ini. Pengacara ingin bertemu besok.
Dia akan memprioritaskan kita dulu.
Berikan saja alamatnya. Kau mau ikut?
Aku ingin berjaga disini dulu. Kau bisa pergi dengannya.
Baiklah kalau begitu.
Besok kita berangkat pagi-pagi.
Apa?
Kau tahu apa yang terjadi disini?
Lalu?
Besok aku berangkat ke Chennai. Aku akan mengantarmu pulang.
Kau mau apa disini?
Aku mau tetap disini sampai acara pemakaman selesai.
Seharusnya aku datang kesini waktu kejadian kemarin.
Aku tidak tahu kalau kejadian ini terulang kembali.
Dengarkan permohonan mu.
Tidak ada yang boleh mencegah klien saya menggunakan jalan umum.
Karena itu merupakan pelanggaran hak-hak dasar.
Melarang klien saya menggunakan jalan umum...
...adalah sebuah tindak pelanggaran...
... berdasarkan pada Pasal 17 Konstitusi India.
Dan di Pasal 14 dikatakan "Bahwa Negara menjamin...
...kesetaraan dan perlindungan hukum...
...bagi seluruh rakyat India.
Dan artikel 15 dikatakan "Negara tidak akan melakukan diskriminasi...
...terhadap warga negara manapun.
Baik dengan alasan agama, ras, kasta,...
...jenis kelamin, tempat lahir dan lain sebagainya."
Oleh karena itu saya berharap bahwa pengadilan ini...
...dengan lapang hati menerbitkan mandamus.
Dengan melibatkan Kolektor dan DSP,
Inspektur Polisi serta RDO.
Untuk memberikan perlindungan pada Tuan C. Kolappan dari desa Ammaiyappan...
...yang ingin membawa sang ayah ke peristirahatan terakhirnya.
Bagaimana? Semua sudah diatur dalam konstitusi kita.
Kita tidak meminta sesuatu yang baru.
Kolappan, kau ingin bertanya sesuatu?
Ayo, tanya saja.
Proses pengadilan pasti memakan waktu.
Apa mereka akan menggelar kasus ini?
Jadi kau masih ragu?
Petisi tertulis selalu menjadi prioritas utama.
Aku berjanji kasusmu akan digelar besok.
Kolappan, aku mengerti kondisimu.
Kau pasti mendapatkan keadilan.
Kita bertemu di pengadilan besok jam 10 pagi.
Jangan khawatir.
Terima kasih Pak.
Surat pendaftaran sudah dikirim. Kasusmu akan digelar siang ini.
Apa ada perlawanan dari mereka?
Pasti ada. Mereka tidak akan tinggal diam.
Pak.
Ayahku berbaring disana.
Hakim sudah mengetahui masalah ini.
Aku akan berhati-hati. Nanti kau tunggu saja didalam.
Ibu belum makan selama dua hari.
Suamiku sudah meninggal. Bagaimana aku bisa makan tanpanya.
Makanlah sedikit.
Sayang, kemarilah.
Iya.
Kau kenal dia? Dia kakak Kolappan.
- Aku tahu. - Kami sudah saling mengenal.
- Kau sudah makan? - Belum?
Bagaimana kau bisa kenal dengan Kolappan?
Kami satu pekerjaan.
- Ibu makanlah dulu. - Baiklah.
Siapa ini?
"Bayar dengan cicilan" Aku tidak mengerti.
Apa kau agen perumahan?
Aku sedang tidak ingin membeli rumah.
Aku sedang sibuk. Jadi tolong jangan ganggu aku.
Masih ada waktu sebelum sidang dimulai.
- Kau sudah makan? - Belum.
Kau harus makan. Ayo kita cari makanan.
Aku tidak lapar.
Apa artinya aku tidak boleh makan juga?
Bukan begitu, Annan.
Kita makan bersama-sama. Kau belum makan dari kemarin.
Ayo.
Ada menu apa?
Nasi sambar. Nasi lemon. Nasi dadih.
Ada Tiffin?
Tiffin hanya untuk malam. Kau siang hanya menu nasi.
Dua nasi sambar dan dua nasi lemon.
Aku nasi sambar saja.
Berapa banyak orang yang berharap ke pengadilan?
Hanya pengadilan yang bisa menolong masalah mereka.
Kemarin kau gelisah. Apa sekarang ada perubahan?
Tempat ini selalu membawa perubahan.
Kita harus berjuang melawan para penindas.
Bahkan jika kita berbeda kasta.
Ya, Annan.
Nasi lemonnya menyusul.
Apa Ganesam sudah makan?
Aku akan memanggilnya kesini.
Halo.
Aku Kolappan. Siapa ini?
Darimana kau dapat nomorku?
Revathy?
Iya. Mereka melarang kami memakai jalan umum.
Aku sedang di pengadilan.
Revathy ada disana.
Jangan ajak siapapun kesini.
Awak media sedang berkumpul di rumahku.
Mereka "Menggigit?"
DSP dan PA Kolektor juga ikut memantau. Berarti kasusmu ini penting.
Berkas No. 24 Tuan Karunakaran.
Silahkan Pemohon...
Yang Mulia...
Klien saya Kolappan dari Muthu Mariamman...
Desa Ammaiyappan, Chidambaram Taluk.
Ayahnya meninggal kemarin.
Jasadnya masih terbaring belum disemayamkan.
Karena mereka dilarang melewati daerah kasta atas.
Situasi menjadi memanas dan kami tidak tahu...
...kapan jasad itu bisa disemayamkan.
Polisi tidak bisa mengendalikan keadaan.
Oleh karena itu, di pengadilan ini...
...saya meminta keadilan untuk klien saya.
Mereka bukannya mencari jalan lain...
...tapi malah membuat keributan.
Aku harap pengadilan menolak petisi ini.
Tapi mengapa klien Anda...
...melarang mereka melewati jalan umum?
Klien saya khawatir itu bisa menimbulkan kekacauan.
Bagaimana mungkin? Mereka hanya ingin lewat saja.
Itu merupakan tindak pencegahan.
Siapa yang Anda maksud?
Komunitas lingkungan.
Mereka yang melakukan pencegahan?
Apa kau tidak mewakili meraka?
Ini merupakan pelanggaran hukum.
Saya menyarankan pada pemohon...
...untuk mencari jalan alternatif.
Yang Mulia, saya hanya ingin memberitahu.
Bahwa jalan alternatif yang dikatakan tadi...
... kenyataannya itu tidak ada.
Jika memang ada, seharusnya mereka yang memberitahu kami.
Yang Mulia, ini adalah rute jalan alternatif.
Kami sudah tahu rute itu.
Tidak ada pengerjaan jalan disana.
25 lakh sudah dikeluarkan untuk proyek jalan itu.
Tapi kau tidak mengatakan dimana tempatnya?
Pengerjaannya akan segera dimulai, Yang Mulia.
Percuma saja. Tidak ada jalan. Tidak ada pemakaman.
Saat ini yang ada hanyalah jasad membeku di dalam balok es.
Yang Mulia, klien saya berjanji bahwa pengerjaan...
...jalan alternatif menuju pemakaman akan selesai dalam 3 bulan.
Simpan saja janji manismu. Pemohon boleh melewati jalan itu.
Yang Mulia, kita semua sama dihadapan konstitusi.
Jalan umum memang digunakan untuk semua orang.
Dan jalan alternatif juga digunakan...
...oleh semua orang. Itulah persamaannya.
Tetapi sekarang persamaan itu menjadi sebuah masalah.
Saya berharap pengadian memutuskan agar...
...klien saya bisa membawa ayahnya...
... melalui jalan umum menuju ke peristirahatan terakhirnya.
Ini merupakan kejadian yang tragis...
...dimana kesetaraan ditolak bahkan hingga kematian.
Ini adalah pukulan batin..,
...dan kesenjangan sosial yang jahat.
Dengan ini pengadilan memutuskan bahwa pemohon...
...dapat menguburkan sang ayah tanpa adanya gangguan.
Kolektor Distrik dan departemen kepolisian...
...wajib menjaga kelangsungan proses pemakaman.
Setiap pelanggaran yang terjadi...
...akan dikenakan tindak Indisipliner.
Kemudian, pembangunan jalan alternatif...
... menuju pemakaman akan dilaksanakan secepat-cepatnya.
Kau sudah menempati janjimu. Terima kasih.
Aku akan mengirimkan hasil sidang melalui mesin Faks...
...untuk dibagikan ke seluruh desa.
Jangan khawatir. Tenang saja.
Berapa biaya yang harus aku bayar?
Seadanya saja.
Berapa biayanya? Sepuluh ribu atau lebih?
Tidak sebanyak itu.
Gunakan uangmu untuk keperluan lain saja. Jangan pikirkan aku.
Pak, mari kita minum kopi.
Aku masih ada pekerjaan. Lain kali saja.
Lain kali kita minum kopi bersama.
Sakthi, mari kita ajak warga Thappu.
Jangan. Mereka akan melawan kita.
Pengadilan bisa menyulutkan api. Apa kita hanya diam saja.
Kenapa kau melarang? Kami bisa selesaikan ini sendiri.
Ini adalah Kuil Easwaran di Desa Ammaiyappan. Umurnya 400 tahun.
Kuil ini dibangun umat Hindu dari tanah wakaf dan Amal.
Sedangkan ini Kuil Muthu Mariamman.
Mereka sudah menggunakan tempat ini selama bertahun-tahun.
Namun kini mereka dilarang datang kesini dan kasus ini sedang digelar di pengadilan.
Kasta atas menolak mereka melewati daerah ini...
...karena buntut permusuhan diantara mereka yang masih terus berlanjut.
Sebuah jasad terbaring kaku selama dua hari.
Pengadilan memperbolehkan mereka melewati jalan ini.
Chitra dan kameraman Mani, untuk News Now TV.
Apa kau mendengar saat Hakim berkata...
"Penolakan hingga kematian?"
Dia mengutip lagu penyair Pattukottai Kalyanasundaram.
Aku suka itu.
Seolah-olah dia menulis lagu itu untuk kita.
Annan.
Kita menuntut agar jasad ayahku dibawa melalui jalan umum.
Tapi kita harus selangkah didepan...
...dan mengantar jenazah itu bersama-sama.
Kau benar. Aku tidak kepikiran sebelumnya.
Apa mereka masih berani melewati jalan ini besok?
Tergantung siapa yang memberi perintah.
Ayah ...
Aku tidak menyangka situasi bakal seperti ini.
Apa yang kau pikirkan?
Apa semua orang akan merayakan panen bersama?
Aku pernah membaca ini di koran.
Tetapi aku tidak tahu kalau mereka senekat ini.
Kenapa begitu?
Kau tidak akan mengerti.
Kau berasal dari kota. Disana perbedaan kasta tidak terlalu nampak.
Di desa...
Jika anjing kasta tinggi bermain...
... dengan anjing kasta rendah. Maka terjadilah kerusuhan.
Tidak, Revathy.
Aku merasa punya harapan waktu di pengadilan.
Tapi saat kembali kesini, aku sadar bahwa tidak ada yang berubah.
Aku teringat orang-orang dahulu...
...yang melakukan perjalanan jauh dan berinteraksi dengan banyak orang hebat...
...lalu mereka mengeluh saat mereka kembali...
...karena tidak bisa memakai chappal didesa sendiri.
Semuanya akan berubah besok.
Kau akan melihatnya sendiri.
Kapan kau mau melakukan pemakaman?
Sore ini.
Kami sudah menyebarkan keputusan pengadilan.
Keputusan apa? Kami tidak tahu.
Mereka belum menerimanya.
Kami sudah mencoba diam. Tapi mereka memancing keributan.
Tanah makam yang sudah kami gali di perbatasan...
...malah dipenuhi duri dan batu oleh mereka.
Mereka mengambil dan merobek poster serta memukuli sang kurir.
Mereka melarang siapapun masuk ke daerah kami.
Bahkan media harus memutar arah untuk bisa masuk kesini.
Para wanita takut keluar rumah saat matahari terbenam.
Itulah kondisi disini. Kalian harus memberi perlindungan.
Kau sudah menjelaskan dan biarkan kami yang mengurusnya.
Lanjutkan saja pekerjaan mu. Jasad itu sudah disini selama 3 hari.
Hei, berhenti.
Dimana Kolappan?
Kolappan. Kau punya surat pengadilan. Kami menghormatinya.
Kau boleh mengadu ke Madras. Tapi kau orang asli sini.
Pak, jangan bertele-tele.
Aku akan membawa ayahku melalui jalan umum.
Jangan marah. Dengarkan dulu.
Beliau datang untuk membantu menyelesaikan masalah kalian.
Kami tetap pada rencana semula.
Apa kau bisa tenang dulu?
Aku punya banyak alasan.
Apa yang terjadi sekarang sama seperti yang terjadi dulu.
Apa yang akan kau katakan?
Demi keamanan, kalian harus mencari jalan alternatif.
Mereka memenuhi jalanan dengan batu.
Tenang dulu. Ini bukan soal mereka.
Beliau juga datang untuk berbicara dengan mereka.
Kita jangan ribut-ribut sendiri.
Seperti waktu dulu, cari jalan alternatif.
Jalan alternatif yang kau maksud itu tidak ada.
Bagaimana kami bisa membawa jasad di jalan penuh duri?
Kau tidak perlu khawatir, aku sudah membersihkannya.
Apa ini cara polisi berbicara? Kau sudah membersihkan semua duri?
Pengadilan meminta agar kalian memberi perlindungan...
... ketika kami membawa jasad itu ke pemakaman.
Pak, kami hanya mematuhi keputusan pengadilan. Itu saja
Jadi kau tidak mau mendengakan kami? Kau tidak mau menjaga perdamaian?
Kami akan tetap lewat jalan umum. Mengerti?
Kenapa kalian berhenti bermain? Teruskan.
MLA datang.
Dia tidak akan kesini.
Dia datang untuk berunding dengan orang-orang dari kastanya.
Dia sedang menatap kita.
Dia kembali.
Apa kau sudah mengucapkan selamat tinggal pada ayahmu?
DSP datang.
Cepatlah. Kami akan melindungimu.
Tugas kalian memang melindungi kami.
Aku peringatkan padamu. Jangan melewati jalan umum.
Jika kau tetap lewat , maka darahmu akan mengalir seperti sungai.
Kami tidak akan tinggal diam.
Kami minta kalian menghormati pengadilan. Begitu juga mereka.
Keputusan itu tidak masuk akal.
Kami sudah bilang pada pengadilan bahwa akan terjadi kekacauan...
...jika kalian melewati jalan umum. Tapi mereka tidak mendengarkan.
Kekacauan apa maksudmu? Ya mereka akan menyerang kita.
Apa itu hal baru? Kami tidak akan mundur meski kami harus mati.
Lebih baik mati daripada harus hidup dalam ketakutan.
Biar kami yang menguburkannya.
Kami tidak akan menyerahkannya.
Bawa ke dalam.
Jangan biarkan mereka masuk. Tutup pintu.
Aku mau tahu berapa lama kalian sanggup bertahan didalam?
Masalah mengubur orang mati di desa Ammaiyappan...
...telah mencapai tahap serius.
Mayatnya dibawa masuk ke dalam rumah setelah polisi...
...mengancam untuk menguburkannya sendiri.
Mereka sudah didalam selama tiga jam.
Untuk channel TV News Now, Saya Chitra dan juru kamera, Mani.
Pacar Kolappan pingsan. Ambil air.
Dua jam tanpa listrik.
Dan mereka masih diluar.
Polisi juga memaksa mengambil jasad ibuku...
...dengan alasan karena tidak disimpan di balok es.
Tapi sekarang ada balok es. Mereka tidak akan berhenti...
... sampai mayat ini membusuk.
Itu rencana mereka.
Jangan kalian pikir kami hanya diam saja.
Kalian butuh istirahat. Keluarlah.
Mengapa mereka selalu menindas kami?
Dan mengapa kalian tidak melindungi kami?
Apa kalian suruhan mereka? Kenapa kalian membela mereka?
Mengapa kalian begitu kejam terhadap kami?
Apakah dosa dilahirkan dalam keluarga miskin?
Kami ada melewati jalan ini untuk melakukan pemakaman.
Kami tidak takut pada kalian.
Apa salahnya kami lewat di daerah kalian?
Kalian membiarkan binatang disini? Apa kalian lebih hina dari binatang?
Hanya ada satu cara untuk mengakhiri ini.
Apa yang kau lakukan?
Diam. Diam.
Kami menyirami diri kami dengan minyak tanah.
Jika kalian memaksa masuk. Kami akan membakar diri.
- Jika kalian suka. Silahkan masuk. - Ayo masuk.
Pak, mereka benar-benar melakukannya.
Kau tak perlu mengintip. Baunya saja sudah tercium.
Ayo pergi.
Kolappan. Kolappan.
Kolappan. Kolappan.
Kau bisa membawa ayahmu melewati jalan umum.
Aku yang menjamin. Percayalah padaku.
Kau tidak akan mendapat gangguan.
Kau bisa melakukan upacara pemakaman.
Ketika kau bolos sekolah.
Ayahmu ingin mengusirmu.
Kau bilang padanya. "Jika ayah mengusirku...
...maka ayah tidak punya siapapun untuk mengubur ayah nanti."
Dia bilang "Pemerintah yang akan menguburku nanti".
Dan itu menjadi kenyataan.
Kumohon ibu tenang.
Ya, Annan.
Ya, Annan.
Annan meminta kita untuk keluar. Dia sudah bicara dengan pengacara.
Polisi tidak bisa melawan keputusan pengadilan.
Jika mereka melawan, maka mereka akan terkena sanksi.
Ancaman meraka semua bohong.
Dia akan datang kesini besok. Dia meminta kita untuk berani.
Jasad ini sudah tiga hari di balok es.
Ambil air.
Jangan membuat keributan. Kalian harus mencari jalan lain.
Apa ini jalan satu-satunya?
Kami kelaparan disini karena ulah kalian.
Aku mohon pada kalian semua untuk masuk ke dalam mobil.
Ambil mayatnya.
Kami dilindungi pengadilan. Aku tidak akan menyerahkannya.
Singkirkan mereka. Biar kami yang membawa mayatnya.
Kami dilindungi pengadilan. Kenapa kalian mencegah kami?
Polisi kejam. Naik! Naik!
Aku tidak mau. Biarkan aku sendiri.
Mereka mengambil suamiku.
Dasar bajingan.
Kami tidak akan membiarkanmu.
Polisi baru melepaskan kami setelah tengah malam.
Polisi melarang aku menguburkan suamiku.
Apa dia bisa mencapai kedamaian?
Kolappan, sepertinya mereka menguburnnya di sini.
Ini juga terlihat masih baru.
Tapi aku tidak yakin.
Kolappan tidak pernah menemukan makam ayahnya.
Menurut laporan HAM di India. Setiap delapan belas menit terjadi tindak kejahatan terhadap masyarakat kasta bawah.
Mereka mengalami ketidakadilan dalam pemakaman sejak waktu yang lama.
Dan masih berlanjut hingga sekarang.
Penerjemah: Zafran Farid Instagram: cocoy929
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.