Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Subtitle oleh: GradyNanoNano https://trakteer.id/gradynanonano
Open Jasa Penerjemahan Subtitle WA: 08881188057 atau IG: @nanoentertaiment.id
Halo, Vikram. / Ya, saudaraku?
Semua baik saja, tenanglah.
Baiklah, aku akan turun.
Tn. Sharma, dia sudah mendarat. Aku akan pergi.
Baiklah, ayo.
Akhirnya kami menangkapmu, Vikram.
Memang mengapa kau menangkapku? Kalian akan menggantungku?
Itu keputusan hakim.
Kau akan bawa aku ke persidangan, tapi tak tahu..,
Temanku, Amit, mengganti seluruh anggota persidangan.
Aku akan keluar dari penjara dengan muidah. / Kau yakin?
Maaf, Yang Mulia.
Persidangan tertunda karenaku..,
Aku kewalahan.
Dia sudah datang, pak.. Sudah kubilang temanku akan datang.
Lihat, dia datang.
Toloing diam.
Ada apa ini?
Bukti, Yang Mulia.
Banyak bukti seperti ini ada diluar ruangan untuk diperiksa.
Lihatlah anak ini.
Dia 10 tahun, Yang Mulia.
Aku bawa dia dari jalanan terdekat.
Anak ini merokok di usia muda..,
rokok yang diisi dengan ganja.
Dan ini..,
Anak ini meminum teh campur pil ekstasi.
Anak muda ini..,
Selama dia belum meminum kokain..,
tubuhnya meriang bagai terjangkit malaria.
Apa maksud dari semua bukti ini?
Yang ingin kubuktikan, Yang Mulia..,
jika anak-anak ini tidak narkoba..,
mereka akan merampok, membunuh dan mencopet banyak orang.
Artinya, dalam beberapa tahun ke depan..,
negara ini akan menjadi surga para kriminal.
Karena beberapa orang..,
yang hanya tertarik dengan keuntungannya sendiri.
Yang memaksa anak-anak ini melakukan kebiasaan buruk..,
harus di hukum mati.
Siapa mereka itu?
Ada banyak orang, Yang Mulia.
Sekarang, pemimpinnya ialah temanku, Vikram.
Yang berdiri di depanku diatas tempat saksi.
Kau bicara apa?
Kau ingin bantu kasusku, atau permasalahkan aku?
Aku tak ingin membuat masalah, teman.
Aku mencoba menolongmu..,
dari aktivitas kriminalitas yang telah kau terjuni.
Ini konspirasi, Tuan Hakim.
Pengacaraku ini berpihak ke polisi.
Untuk mendapat reputasi bagus, dia mencoba menjebakku.
Bagaimana aku menjeratmu? Berikan anak ini ganja?
Mereka diluar sana, apakah mereka tidak berharga?
Yang Mulia!
Semua Ayah ingin, kelak anaknya beranjak dewasa..,
dan membantunya saat usia muda.
Begitu pun masyarakat kita.
Negara kita juga punya mimpi bahwa generasi baru kita..,
akan pertanggungjawabkan negara ini.
Hingga nanti, kita punya orang-orang ini..,
yang mengantarkan generasi baru ke dalam keburukan narkoba..,
masa depan negara kita hancur.
Bagaimana nasib musuh negara ini..,
adalah keputusanmu, Yang Mulia!
Itu saja.
Vikram Singh, sesuai dengan dokumen dan bukti.
Vikram.
Jangan salah paham, teman.
Hukuman akan jadikan kau orang yang lebih baik.
Dan aku menantikannya.
Janki, sudah panggil Anit?
Sayang, dia akan segera datang. Jangan bergerak, Yang Mulia.
Maaf.
Mona, kuberikan kalung permataku.
Nyonya..,
Selamat siang, Nyonya.
Tampaknya pulang cepat dari persidangan.
Betul, Nyonya.
Janki! Janki! / Ya.
Kapan kau sampai? / Kau bengong?
Kalung yang indah sekalim, ya?
Hanya kalung Ratu yang seperti itu.
Terima kasih, Amit.
Berapa harga kalungnya?
Beberapa tahun terakhir, 10 juta rupee.
Aku tak tahu berapa harganya sekarang.
Tutup mata.
Sekarang boleh buka mata.
Ini!
Ini..,
Kalung yang sama. Miliki Ratu Palanpur..,
Benar, sudah kubilang akan kuberikan padamu.
Kalung permata? Aku berikan.
Tapi, kita tak mampu membayar mampu dalam sepuluh kehidupan.
Tapi kubayar dalam kehidupan ini. / Dapat darimana?
Dari toko.
Dari mana asal uangnya? / Dari bank.
Dari Bank? Uang kita tidak lebih dari 5000 Rupee.
Ini harganya 10 juta.
Kau curiga aku mencurinya?
Aku sudah bayar, dan dapat tanda terima.
Ada di kantong jasku, keluarkan.
15,000?
Kau buatku takut, kukira kau beli harga yang sama.
Dengar, istriku sayang.
Jika kita mampu, akau kubelikan permata dari ujung kepala sampai kaki.
Tapi, kita bisa apa?
Istriku tak perbolehkan aku tangani kasus palsu atau berbohong.
Kalung ini lebih berharga bagiku, dari pada yang itu.
Yang ini memancarkan ketulusanmu.
Memang bersinar. Ini barang tiruan.
Memang kenapa tiruan? Aku sangat suka.
Inilah cintamu untukku.
♪ Dimanapun aku melihat ♪
♪ Kulihat dirimu. ♪
♪ Dimanapun aku melihat, ♪ ♪ kulihat dirimu. ♪
♪ Dimanapun aku melihat, ♪ ♪ kulihat dirimu. ♪
♪ Aku melihat masa depanku ♪ ♪ di wajahmu. ♪
♪ Aku hidup untukmu. ♪
♪ Seluruh hidupku untukmu. ♪
♪ Semua milikku, milikmu juga. ♪
♪ Tak ada yang milikku seorang. ♪
♪ Kebahagianku untukmu. ♪
♪ Dimanapun aku melihat, ♪ ♪ kulihat dirimu. ♪
♪ Tanpa melihat.., ♪
♪ tanpa tahu apa pun. ♪
♪ Kita terikat satu sama lain. ♪
♪ Kita tak akan berpisah. ♪
♪ Perasaanmu bagai sapu tanganku. ♪
♪ Dimanapun aku melihat, ♪ ♪ kulihat dirimu. ♪
♪ Kulihat masa depan di wajahmu. ♪
Ini hanya curang. / Bagaimana menurutmu?
Saya harus menjalani kehidupan pria yang layak dibebaskan dari penjara, kan?
Kusudah berusaha, tapi orang ini menjahati orang baik.
Dengar, ajak temanmu bertemu.
Pagi. / Pagi.
Janki, ini temanku, Vikram.
Kakak ipar, masalahnya, kami belajar bersama.
Aku belajar, tapi tetap buta huruf, dia jadi pengacara sukses.
Silahkan minum teh. / Kau mau teh?
Bukan waktunya, beritahu harus apa sekarang.
Jangan cemas, aku bersamamu. Akan kuajak dia bicara.
Jangan, tidak berguna diajak bicara.
Ketika kubilang, aku akan mendatangimu dan kau mengurusnya.
Dia bersumpa padamu, dia bilang punya banyak teman pengacara.
Tahu bilang apa lagi? Dia bilang, jika kau menggurui dia di sidang..,
Dia akan merusak reputasimu.
Sungguh? / Ya, itu kata dia.
Mari lihat cara dia. Dimana dia?
Apa, ya, NT, NT.., / India NT House.
Benar, dia ada di NT House. Kau harus ke sana.
Bibiku akan berangkat haji.
Akan kuantar ke stasiun, dan menyusulmu.
Aku ke sana, kau duluan, ya?
Tn. Rajan. / Kau?
Kau mencurangi Vikram dengan merebut sawah, tanah, dan rumahnya.
Curang apa?
Kau mitra untung dan ruginya, 'kan?
Ya, benar.
Ketika kau merugi, kau membagikannya.
Tapi, kau tidak bagikan keuntungannya.
Keuntungan apa?
Uang hadiah menangkapnya. Keuntungan itu.
Apa?
Satu lagi, Tn. Rajan, orang yang bisa penjarakan temannya..,
bisa berbuat apa saja, demi keadlina.
Enyahlah, ancam saja orang lain.
Aku tidak sebodoh Vikram.
Itu pasti.
Orang yang biarkan pintu terbuka, memasukan kokain..,
ke dalam patung dari candi, pasti sangatlah pintar.
Polisi akan putuskan hasilmu.
Aku yang putuskan hasilnya, bukan polisi.
Taruh teleponnya.
Amit, apa yang kau perbuat? Kau membunuhnya tanpa alasan..,
Aku tak berbuat apa pun.
Aku minta kau agar dia paham, bukan membunuhnya.
Tapi, aku tidak menembaknya.
Kau menarik pelatuknya, dan mengaku tidak.
Tidak, Vikram, aku tak tahu cara kerjanya.
Baik, aku setuju denganmu. Tapi melihat semua ini..,
sidik jari di pistolnya. Siapa yang akan percaya?
Kau punya bukti? / Kau buktinya, Vikram.
Kau lihat segalanya, kau buktinya.
Kau bukan temanku?
Teman!
Ketika kau masukan aku ke penjara, kau lupa soal pertemanan.
Vikram, kulakukan itu agar kau menjadi manusia.
Yang benar saja, ibuku yang lahirkan aku tak bisa jadikan aku manusia.
Bagaimana kau bisa? Pergilah dari sini.
Aku tak akan lari.
Penjara tempat yang suram, aku pernah dari sana.
Mudah memasukan orang ke sana, tapi sulit saat menjalaninya sendiri.
Dengar, pergilah dari sini. / Vikram, aku tak akan pergi.
Baiklah, jangan pergi sendiri.
Tapi, pikirkan kakak iparmu, bayi kandunganmu..,
Pikirkan mereka. Larilah!
Apa yang akan terjadi? / Janki, aku tak punya saksi..,
untuk buktikan bahwa aku bukan pembunuhnya.
Ada Vikram, tapi ia akan melawanku.
Sekarang bagaimana?
Kumulai dari sini. / Mau kemana?
Kemana saja, yang jauh dari sini. / Aku ikut.
Jangan, Janki. Kau tak boleh ikut dalam keadaan seperti ini.
Siapa tahu aku akan menderita.
Kau tak boleh pergi sendiri. / Janki, dengarkan aku.
Kau tak boleh ikut. / Kumohon.
Jangan tinggalkan aku. Aku akan mati tanpamu.
Aku tak bisa hidup tanpamu.
Janki...
Janki!
Permisi!
Tolong minggir. Aku dokter.
Jangan khawatir. Minum segelas air.
Ini terjadi saat kehamilan. Tolong minum segelas air.
Baiklah.
Boleh minta segelas air?
Pak, air.
Mana dia? Belum datang?
Dia akan datang.
Keretanya berangkat. / Kau istirahat, dia akan datang.
Janki!
Tidak, aku tidak ingin hidup.., / Janki.
Dokter, mengapa kau selamatkan aku?
Aku tak ingin hidup tanpa suamiku.
Jika kau berpisah dengannya hari ini.
Dengan kehendak Tuhan, dia akan kembali padamu.
Aku tak bisa hidup tanpa dia, Dokter.
Janki, ambil ini..,
ingatlah suamimu.
Didik dia. Jadikan dia manusia baik.
Ketika kalian sudah bertemu, beri hadiah ini.
Kau sudah membantuku dengan menolong putriku.
Jiwaku tak akan tenang meski pun saat mati.
Kau orang hebat. / Jangan cemas, kau akan baik saja.
Kekayaan dan harta ini, aku wariskan padamu mulai hari ini dan seterusnya.
Mulai hari ini, kau Rana.
Paman!
Paman!
Paman!
Mana Paman?
Dia ada di rumah taman.
Selamat!
Bahadur!
Dasar tidak setia! Kau berani? Kau akan kubunuh!
Madhu, anakku..,
Bahadur, kau boleh pergi.
Aku menyuruhnya.
Kau menyuruhnya?
Iya, nak.
Setiap tahun pada hari ini, aku selalu menghukum cambuk diriku.
Kau menghukum diri sendiri?
Mengapa?
Sebagai pembalasan, nak.
Aku selalu dihantui masa lalu.
Terjebak denganku bagaikan kalajengking.
Paman.
Aku seorang pendosa, nak.
Aku melakukan dosa besar.
Aku tinggalkan istriku, dan bayi yang belum lahir aku kabur pada hari ini.
Dia tenggelam dan aku hanya melihatnya.
Apa salahku pada masyarakat..,
hingga hidupku menjadi berantakan?
Apa salahku..,
Paman!
Cukup, Paman, cukup!
Meskipun aku kehilangan segalanya.
Ibuku meninggal saatku lahir...,
dan juga Ayahku dalam setahun!
Jika bukan untukmu, maka siapa lagi?
Bagaimana aku bisa bertahan?
Aku melupakan penderitaanku karena dirimu.
Kau tak bisa begitu juga?
Kau tak bisa lupakan penderitaanmu?
Kau tak anggap aku sebagai putrimu?
Aku punya siapa lagi selain dirimu, anakku.
Jika bukan dirimu, maka aku sudah lama mati.
Inspektur Shankar di sini.
Jadi, kau bodoh?
Berikan stiknya.
Tahu ini apa?
Semua kriminal di India, menyebutnya stik Sulemani.
Dengan melihatnya saja, orang-orang bodoh langsung bicarakan..,
Yang buta dapat penglihatannya..,
dan yang lambat mulai berlari secepat 160km/jam.
Aku dapatkan ini dari perut seorang pria.
Benar!
Dia terlalu bodoh sepertimu, dia tak bisa bicara!
Aku menyodokkan stik ini ke mulutnya, dan mendorongnya.
Stik masuk ke perutnya, dan dia bisa bicara.
Dia ceritakan segalanya.
Tapi, dia harus dioperasikan sampai 3 kaki. Dari tenggorokan sampai perut.
Saat itulah stiknya keluar.
Bagaimana?
Haruskah aku? / Jangan! Kumohon!
Siapa lagi yang terlibat dalam bisnis ini bersamamu?
Tidak ada.
Penerbangan apa kokain itu datang dari Nepal ke India?
Penerbangan apa? - Nomot penerbangan 412, pak.
Siapa yang datang? Siapa? / Tn. Prem, Sir.
Porter, taruh koper di bagasi.
Berikan tasnya. / Aku tak mau.
Berikan tasnya.
Berikan tasnya atau.., / Lepaskan! Lepaskan!
Stik?
Tangkap dia!
Atasi kawanannya!
Tasku, tasku!
Ini tasku.
Kuambil dari kantor polisi.
Hei, kau!/ Hormat sedikit, paham?
Kau menggurui soal hormat? Aku ingin menelpon.
Ini kantor polisi, bukan hotel bintang lima.
Kau pernah lihat hotel bintang lima?
Aku punya 5-6 hotel, tempat kupekerjakan orang sepertimu.
Jika berkata kasar lagi, akan kulupakan kau wanita dan..,
Maka berikan aku telepon.
Aturan macam apa kau penjarakan seseorang..,
dan tidak diberi kesempatan untuk selamatkan diri sendiri?
Ya. Bicara seperti ini.
Ayolah!
Polisi..,
Benar. Namanya Prem.
Dari Katmandu. Penerbangan 412.
Ambassador Grey, DLL 2314.
Aku ingin lengkapi data.
Kini kau akan tahu siapa aku.
Hei, ke sana. / Aku akan pergi!
Kau menunjuk kemana?
Kau bukan inspektor, kau algojo!
Wajah kosong.
Shankar, apa yang kau perbuat?
Ibu, kau sedang apa? / Kau menahan tamuku.
Tamu-mu? ./ Namanya Manju.
Aku Manju.
Dengar, ibu. Dia menyimpan kokain di tasnya. Dia penyeludup.
Kau bicara apa? Dia putri Rana Ranbir Singh dari Nepal!
Bagaimana kau tahu?
Kami saling berkomunikasi selama berbulan-bulan!
Bisnisnya tersebar di seluruh dunia!
Mengapa keturunan keluarga seperti itu membawa kokain di tasnya?
Sudah kubilang padanya, Bibi, tapi otaknya tidak sampai.
Kau pikirkan apa? Lepaskan dia!
Dia tak punya penjamin. / Aku jadi penjaminnya.
Ibu mau? / Ya.
Ibu, itu akan sebabkan masalah. / Ibu tanggung jawab.
Tidak, Bu. Tak akan kulepaskan seperti itu, harus ada penjamin yang baik.
Apa maksudmu, inspektor?
Aku Janki Devi.
Pematung terkenal, pelukis, pemenang penghargaan nasional BRKRI.
Akulah penjamin tetap untuk Manju.
Berikan berkasnya, aku akan tanda tangan!
Keren. Ibumu saja tak kau percaya, bagaimana dengan orang lain?
Polisi!
Maaf, Nak. Ayolah.
Putraku sangat ketat soal hukum.
Tidak apa-apa, Bibi.
Kapan terakhir kali ia tersenyum?
Mengapa?
Tampaknya dia lupa cara tersenyum dan tertawa/
Nak, kau ingin patung siapa?
Almarhum Ayahku.
Kau punya fotonya? / Ya.
Ada siapa saja di keluargamu?
Bibi, ibuku meninggal setelah melahirkan.
Ayahku meninggal ketika usiaku belum genap 1 tahun.
Pamanku yang mengasuhku.
Dia sangat berarti bagiku.
Dia orang yang hebat. / Siungguh?
Benar, Bibi.
Nanti kau bertemu dengannya, kau akan percaya.
Ini foto dia.
Maaf, aku akan kembali.
Halo, Nn. Gupta? / Ya, halo?
Kudengar kau ada di Kava chauth? / Iya.
Semua akan kumpul dimana? / Rumahku, untuk melihat bulan.
Nn. Jagdish ingin ikut juga.
Nn. Jagdish? / Ya.
Baik, akan kukabari dia. Berapa nomornya?
39.., / Tunggu sebentar.
395846, ya?
Paling tidak senyumlah di lukisanmu.
Seperti habis minum obat pahit.
Senyumlah. Membuat tubuh sehat.
Sedikit saja.
Sedikit lagi, lagi.
Jangan terlalu lebar, rahangmu akan lepas.
Sedikit lagi.
Nah, itu benar.
Nak, kau bicara dengan siapa? / Tidak ada.
Aku ingin bertanya, apa kau meninggalkan dia?
Tidak, bersama putraku. / Dan suamimu?
Dia tak ada di sini sekarang.
Apa dia juga polisi? / Bukan, dia praktek hukum.
Bibi, kau orang yang baik hati.
Tapi, tampaknya putramu mirip seperti suamimu.
Tidak sama sekali.
Aku seperti ibuku. Tak ada hubungan dengan orang itu.
Shankar, aku tak suka dengar kau melawannya.
Kebenaran harus kau dengar. Apa jasanya pada kita?
Aku harus bilang apa pada..,
Pria yang pergi kabur meninggalkan istrinya yang hamil tua.
Tak berpikir anaknya butuh sosok seorang Ayah..,
ketika ia beranjak dewasa.
Ia butuh bahunya, dan jarinya untuk belajar berjalan.
Apa dia pikirkan perasaan anaknya menyaksikan..,
sosok ayah dan anak diluar sana?
Dia terpaksa.
Dia tak terpaksa, dia pengecut.
Shankar!
Dengar, ibu, dia seorang penjahat.
Jika kutemui dia, akan kuborgol dia..,
kemudian aku bicara padanya. Shankar!
Mana dia? / Siapa?
Kau siapa?
Aku Gunda Petha Rao D Raghwan D.T.M.S.
D.T.M.S.
Spesialis pembunuhan siang hari.
Tapi, apa tujuanmu kemari?
Kau pengacara, kau selamatkan si pembunuh, jadi aku membawa ini.
Aku membunuhnya, dan membawanya kemari.
Sekarang, selamatkan aku dari hukuman gantung.
Bagaimana caranya?
Aku harus membela kasusmu dipersidangan.
Aku tak mau ke pengadilan, kau harus selamatkan di sini.
Tak ada waktu untuk ke pengadilan, karena aku ingin membunuh lagi.
Lima pembunuhan, dan bawa jasad kemari.
Lima pembunuhan? Tolong cari pengacara lain aku tak ada waktu.
Tn. Shastri...
Iya, bos!
Pak, dia juga pengacara, bersama dia saja karena aku kehilangan..,
semua berkas kasusku. Minta dia atasi kasusmu.
Hanya kau yang bisa selamatkan aku.
Atau tidak, jika ini tidak akan mendekati lehermu..,
atau akan berterbangan di taman bermain di sana!
Dan anak-anak akan bermain dengannya..,
seperti sepak bola. / Jangan.
Janki, Janki.
Selamatkan aku, Janki.
Maafkan aku.
Ada apa? Apa yang terjadi?
Janki. Dia ingin membunuhku.
Selamatkan aku.
Jangan sakiti dia, ampuni dia, kumohon!
Ibu, apa yang kau lakukan?
Ibu?/ Janki adalah suara..,
Guru.
Bukan hanya suara, tapi wajahnya juga milik Guru.
Ibu, setelah sekian lama kupersiapkan drama ini..,
Kau mengacaukannya.
Ini hanya drama? / Ya.
Dan jasad siapa tadi? / Jasad? Jasad?
Jasad! Kemari!
Hei, kemari! / Ya?
Dia siapa, Nak? / Aku heroin dari peran dia.
Tara!
Bintang mendatang, dia Megha. Ini disebut seni, akting.
Harus kluberi pelajaran!. / Ibu, tolong aku!
Tolong aku, Ibu! / Janki!
Kau sedang apa? Putramu sudah dewas sekarang, tak perlu dipukuli.
Jika tak kupukul, reputasiku akan hancur!
Waster, joker, tidak becus!
Beri aku kesempatan, berikan 1000 rupee lagi!
Lalu, lihat kemampuanku.
Aku akan tulis peran hebat, yang akan dunia kagumi.
Aku akan jadi aktor terkenal..,
anak muda, orang tua, wanit dan pria..,
dunia dan langit berkata "lihatlah, anaknya pengacara".
Diam!
Raja akting, anak pengacara sederhana.., / Diam!
Raja akting, anak pengacara sederhana..,
Tak akan kuberikan uang! / Sebentar.
Kau bilang apa? / Tak akan kuberikan uang!
Kau tak mau berikan aku uang? / Tidak.
Tidak? / Tidak akan!
Ibu, jika aku tak bisa perankan drama ini..,
Aku akan bunuh diri dengan kapak.
Jangan, kumohon jangan, Nak.
Mengapa kau permainkan hidup putraku..,
hanya untuk seribu rupee lagi?
Aktor ini tidak tahu realita kehidupan.
Kalau begitu, aku bunuh diri..,
Jangan, putraku. Tolong berikan uangnya.
Kumohon, mengapa kau jadikan aku wanita mandul?
Apa-apaan ini? Dia berakting dan kau percaya?
Akan kubawa uangnya.
Ibu, kau hebat.
Kau keluarkan dialog lawas dan selamatkan aku.
Mengapa kau jadikan aku wanita mandul?
Wow!
Dialog itu terjual di film-film
dan drama selama 100 tahun terakhir!
"Hei, Gadku!"
"Oh Pandya!"
"Hei, Dhondhya!"
"Hei, Gadhauprasad!"
"Tn. Amachan!"
"Hei, Tn. Bicchu!"
"Hei, Tn. Badbad Singh!"
♪ "Hei, selamat datang!" ♪
♪ Dengarkan kisahku yang ♪ ♪ dipenuhi kesedihan ♪
♪ Bentuk setiap negara itu berbeda ♪
♪ Budayanya juga berbeda ♪
♪ Apa yang kau paham? ♪
♪ Jika kau tak paham.., ♪
♪ akan kujelaskan. ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu. ♪
♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu. ♪
♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu. ♪
♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Melihat wanita disekitar ♪
♪ Membuat hati berdetak kencang ♪
♪ Keren, luar biasa ♪
♪ Melihat wanita disekitar ♪
♪ Membuat hati berdetak kencang ♪
♪ Di pasar, wangi bunga, dan ♪ ♪ denting gelang kaki. ♪
♪ Gadis nakal.., ♪
♪ Sayangku.., ♪
♪ Terkadang berayun, dan terkadang bergoyang ♪
♪ Terkadang berayun, dan terkadang bergoyang ♪
♪ Terkadang digantung ♪
♪ Terkadang dibuang ♪
♪ Terkadang menyebalkan ♪
♪ Terkadang sombong ♪
♪ Keluwesan ♪
♪ Sombong, dibuang ♪
♪ Berbaliklah, kau mau kemana? ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu, ♪ ♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu, ♪ ♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Dengar.., ♪
♪ Para pasangan bertengkar ♪
♪ Para pasangan bertengkar ♪
♪ Jika pertengkaran semakin panas, ♪ ♪ senjata keluar dari kantong ♪
♪ Mereka memukul dengan stik, ayo, kabur! ♪
♪ Mereka memukul dengan stik, ayo, kabur! ♪
♪ Hei, kalian, saksikan pertunjukkannya. ♪
♪ Hei, kalian, saksikan pertunjukkannya. ♪
♪ Paviliun pohon palem. ♪
♪ Terkadang trik seram, ♪ ♪ terkadang berhasil. ♪
♪ Terkadang unggulan dari Kurukshetra... ♪
♪ ...pavilion, terkadang trik seram, ♪ ♪ terkadang unggulan dari Kurukshetra. ♪
♪ Jangan dipaksa, sayangku ♪
♪ Lepaskan tanganku ♪
♪ Lepaskan aku, kumohon! ♪
♪ Berbalik, kau mau kemana? ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu, ♪ ♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Semua wanita di sini adalah Ratu, ♪ ♪ Semua pria di sini adalah Raja. ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
♪ Belum pernah musik diputar di sini ♪
Hei, Dewa Shiva.
Mari lihat keajaibanmu.
Pemimpin masyarakat berjuang semalaman!
Realitanya, toko ini akan bangkrut.
Berhati-hatilah.
Inspektur, polisi
Tangkap semua preman.
Dan dengarkan perbuatan buruk mereka.
Jika kau dengar, kau akan kaget.
Seharian mereka berpura-pura suci.
Ketika Malam hari, mereka kotor.
Lihatlah tipuan ini..,
dalam pandangan mereka, kami hanya orang bodoh.
Dia melawan..,
dan dia menari.
Dia melawan..,
dan dia menari.
Dia meunggu.
Bagaimana bisa kau lupa kontrak, dan jatuh ke sumur ini!
Keluarlah!
Berbaliklah, kau mau kemana?
Semua wanita di sini adalah Ratu, Semua pria di sini adalah Raja.
Semua wanita di sini adalah Ratu, Semua pria di sini adalah Raja.
Belum pernah musik diputar di sini
Belum pernah musik diputar di sini
Namaku Gulshan Kawal.
Kau tidak berguna!
Penampilan yang buruk, sangat tak menghormati!
Kau ayah yang arogan.
Kurang ajar! Kau mengejekku?
Maaf, Ayah, maaf.
Lupakan masa lalu. Kita bikin akun baru, ya?
Berikan 3000 rupee lagi, kami akan produksi peran lain.
Peresmian Draupadi.
Dasar tak tahu malu! Tak akan kuberikan uang!
Keluar dari rumahku, bunuh diri saja sana!
Ibu! / Ada apa, Nak?
Dengar, Ibu, pria tidak peka ini ingin seorang aktor hebat bunuh diri.
Biar musuhmu saja yang bunuh diri. Ibumu masih hidup.
Cukup, Ibu. Aku hidup untuk dialog ini.
Jika tidak, Gengis Khan ini... / Lihatlah mereka!
Aku saksikan segalanya. Kemari!
Ingat rupamu ketika belum menikah?
Dia meyakinkannya. / Diam.
Tn. Rai meminta balasan proposal cucunya.
Aku lupa soal itu!
Putraku, aku sangat bangga padamu.
Oh, perubahan adegan? Ini konspirasi!
Putraku, kau bicarakan soal 3000 Rupee. Akan kuberikan satu lakh.
Satu lakh! Ini amat sangat konspirasi!
Tidak, putraku, tak ada konspirasi dibaliknya!
Akan kuberikan pengantin dalam satu minggu.
Kau ingin menawar masa lajangku?
Baiklah, aku terima tawaranmu.
Kerja bagus, Nak. Aku mengharapaknhal serupa darimu.
Tapi, aku tak menduga ini darimu, siapa hadiahnya?
Paman, diam!
Kakek konsul dengan siapa sebelum cetak koran ini?
Kau jangan berpikir seperti ini./ Kau menasehatiku?
Kau pikir aku patung di parade pameran publik?
Oh, putriku, tidak perlu begitu.
Berkeliling saja, dan lihat para pria.
Lihat saja sekali, dan aku juga ikut melihat.
Satu kali, dua kali, sampai empat kali!
Lakukan apa saja, putriku, tapi terima pria hanya untuk menikah.
Diam!
Aku tak mau menikah! Aku tak mau menikah!
Apa katanya? Dia tak mau menikah?
Iya, Pak, dia bilang begitu.
Kau dengar, Dokter? Dia bilang tak ingin menikah!
Mengapa sudah kutelpon banyak orang untuk menari di acara pernikahan?
Baiklah, biar dia tak menikah. Tapi sampaikan..,
Jika dia tak menikah..,
Aku akan sumbangkan kekayaanku dalam croses ke panti asuhan.
Diam./ Kumohon, istirahatlah.
Kuperjelas, dia tak akan dapatkan permata dariku!
Ini keputusan bulatku. Beritahu dia.
Baik, Tn. Rai, duduk saja dan akan kusampaikan.
Apa yang dia pikirkan? / Istirahat saja, kau tidak sehat.
- Ramdeen, urus ini. / Tak mau menikah.
Istirahatlah. / Berikan pilnya.
Aku punya gelar ganda. / Wajahmu bilang cuma ada dua.
Aku penjual bunga. Akan merawatmu bagaikan bunga.
Nikahi saja penjual bunga lainnya.
Kau pegulat? / Ayahku pegulat.
Berikan pesan.
Tentang diriku..,
Ada apa? / Diam!
Maaf, sayang. / Ada apa?
Kau terlalu pendek dan kurus.
Dokter bilang aku akan tinggi setelah menikah.
Menikah saja dengan dokter.
Bagaimana denganku?
Menurutku suaramu terlalu cempreng!
Apa pendapatmu dengan suaranya?
Bagaimana seekor merpati mengantarkan suratnya..,
sayap mereka dipotong oleh orang yang sedang jatuh cinta.
Jawabannya, merpati itu akan tetap mengantarkan suratnya..,
surat yang tertulis disayapnya, siap dipotong demi cinta.
Tepuk tangan! Jadi?
Sangat bagus! / Hebat!
Bagaimana?
Suaranya bagus. / Wajahnya?
Tidak apa, tapi terlalu tinggi.
Baiklah, ambil suaranya, tubuh dan wajahnyanya dari orang lain.
Taruh dikardus, dan kocokkan, kau dapat pria idamanmu.
Bagaimana dengan dirimu sendiri?
Kau mencari tunanganmu?
atau mencari sayuran?
Yang ini terlalu tinggi, terlalu gemuk, yang ini terlalu bodoh..,
duduk bersama saja selama 10 menit
Akan kutunjukkan semua sifat burukmu, saat mendengar..,
kau akan bunuh diri. / Diam.
Kau yang diam. Kau mengundang kami ke rumah hanya untuk dihina?
Kemarin, kawan!
Ini penghinaan bagi kami!
Ini penghinaan bagi pria!
Wanita ini mengandalkan kekayaannya dan perlakukan kita bagaikan monyet.
Sebelum ia kecewakan kita, mari kita kecewakan dia.
Kita semua akan berkumpul dan membentuk serikat tunangan.
Kita semua akan berdiri di atas panggun..,
dan bersuara melawan gadis sombong dan arogan.
Kita bakar habis kebanggaannya!
Teriak "buruh!"
Serikat tunangan! / Tetap kuat!
Ramdeen!
Serikat tunangan! / Tetap kuat!
Diktator tak akan berhasil. / Tidak akan! Tidak akan!
Kita memalukan! / Malu! Malu!
Hidup revolusi!
Hidup revolusi!
Hidup revolusi!
Besok..,/ Akan memberikan warna.
Putri tak berguna, kau mengusir semuanya, 'kan?
Mengusir setelah menghina mereka?
Sudah kuduga akan begini. Kau hanay pikirkan kepuasan dirimu.
Keinginanku tak akan terpenuhi.
Aku akan mati.., / Kakek..,
Tapi, kau tetap ingin idamanmu.
Lakukan sesukamu, tapi berhati-hatilah.
Mulai sekarang, kita bukan siapa-siapa!
Ramadin!
Datang./ Sebentar!
Datang. / Minggir!
Datang. / Jangan bicara padaku.
Aku bawakan cinta dan perhatian..,
dan begini hasilnya.
Putriku, jangan keras kepala.
Kau lihat kondisi kakek?
Jika terjadi apa-apa padanya, apa kata dunia?
Cucunya merenggut nyawa kakeknya.
Biarkan saja!
Maksudnya aku harus bersama para orang jelek..,
dan tua seumur hidupku?
Kata siapa kau harus? Kau tak ingin menikah dulu.
Tapi, pastinya kau bisa pura-pura menikah? / Pura-puira?
Ya, pura-pura menikah. / Aku tak paham.
Pria dengan suara berat dan tinggi itu?
Yang bersuara! / Yang arogan itu?
Dengarkan ibu. Aku dengar, dia seorang aktor hebat.
Dia ingin membuat drama sepanjang hidupnya.
Aku harus bagaimana?
Tapi, dia tak punya uang. Jika kau tawarkan uang padanya..,
dia akan pura-pura jadi suamimu.
Akan membuat kakekmu senang.
Kemudian, kau bisa menikahi pria pilihanmu kelak!
Suami sewaan?
Kau bilang apa, suami sewaan? Ini tidak mungkin.
Ribuan gadis mengantri di luar rumahku seperti sedang antrian jatah,..,
untuk menjadikanku suami mereka.
Dan kau malah jadikan aku suami..,
membuatku seperti ini!
Pergilah, pergi dariku!
Paling tidak, dengarkan aku. / Tidak, tidak.
Aku menutup telinga..,
tapi aku tak seharusnya mendengarkanmu.
Kau berani mengubah seorang seniman menjadi suami sewaanmu?
Ini cukup memperlakukan diriku.
Dengar..,
Sial!
Dia sungguh arogan, dan aku muak.
Dengar, keadaanku sedang sulit.
Aku datang padamu dengan kepercayaan tinggi.
Aku datang padamu, dengan permintaan.
Mintalah, kau ingin bilang apa?
Aku penasaran.
Kakekku akan mencabut hak warisku..,
Aku senang. / Dia akan mengusirku.
Tidak masalah./ Dan keadaannya tidak sehat.
Dan kau ingin membohonginya.
Dan dengan cara manfaatkan seorang seniman..,
Ini, pegang. Ini panggilan untuk terjun lagi!
Dengar, dia ini aneh. Aku harus bagaimana?
Aku tak bisa putuskan.
Apa yang terjadi? Barusan dia berenang, dan kini sudah menghilang?
Dia manusia atau hantu?
Dengar, tunggu..,
Beritahu aku!
Apa? / Bagaimana menurutmu soal diriku?
Kupikir, memikirkan itu adalah penghinaan bagi pikiran.
dan aku berhenti berpikir. / Kumohon, ayahku sangat sakit.
Dan kau punya penyakit keras kepala.
Bos.
Kau bilang apa, saudara?
Seorang gadis cantik memohon padamu. Turuti mau dia.
Singkirkan amarahmu. / Benar begitu?
Baiklah, kuikuti saranmu. Kuturunkan amarahku.
Tapi, kau tahu aku tak punya waktu banyak.
Hei,
Maaf! Maaf!
Kuberniat membantu keadaanmu.
Bagaimana caranya?
Baiklah, cukup, beritahu secara singkat.
Maksudmu sekarang aku di Paris?
Tunggu, anak muda. / Apa artinya "Paris?"
Pemuda macam apa kau? Apa arti benda ini?
Tidak tahu!
Artinya, cowok harus berikan cewe tumpangan gratis.
Mau kemana? / Surajkunj.
Aku akan menari di pesta itu.
Baiklah, ini dia.
Terima kasih, anak muda!
Selamat datang di acara, ya?
Usia tua.
Hari seperti ini hanya sekali semasa muda
Dengan semangat yang membara
Sampai tak bisa kukendalikan
Apa pun yang akan terjadi, ku tak peduli
Hari seperti ini hanya sekali semasa muda Sampai tak bisa kukendalikan
Dengan semangat yang membara
Dengan semangat yang membara
Dengan semangat yang membara
Ketika ada yang mendekatimu
Akankah ia melukai hatimu?
Dia akan bangkitkan hatimu
Dia akan mencuri hatimu
Dia datang dalam mimpiku
dan jika ia di dalam mimpiku, aku akan sangat senang
Hari seperti ini hanya sekali semasa muda
Ada rasa cinta saat ini
Mereka datang dengan hati terbuka
Mereka sudah mabuk akan cintamu
Kau ada dalam mimpiku
Cinta itu tak bisa ditebak
Kau tak bisa lari dari cinta
Hari seperti ini hanya sekali semasa muda
Hari seperti ini hanya sekali semasa muda
Sampai tak bisa kukendalikan
Apa pun yang terjadi, ku tak peduli
Selamat datang, sayang!
Masuklah, anakku
Aku tunduk padamu, kakek terhormat!
Bangun, anakku
Selamat datang dirumahku! / Terima kasih!
Kau diberkahi fisik yang tinggi
Aku melompatmu, tak bisa mencapai tinggi dirimu.
Kau jago bergulat?
Suatu hari, orang yang akan terbakar bersama kayu bakar..,
dan akan menyatu dengan bumi, dan disebarkan oleh angin sepoi-sepoi.
Bagaimana bisa orang sepeti itu diminta gambarkan perjalanannya?
Pemikiranmu hebat sekali! / Terima kasih! Terima kasih!
Semoga kau berumur panjang.
Aku harus menempatkanmu ditempat yang layak dan hangat.
Kau orang yang sangat filosofis.
Putriku, kau sudah temukan pasangan yang sangat cocok.
Aku bahkan tak bisa pahami semua perkataannya.
Dia tak begitu terdengar, ramah dan menyenangkan.
Ayo, silahkan duduk. / Ya!
Ada apa? Mengapa duduk dilantai?
Duduk di sebelahku!
Tidak, pak.
Aku tak bisa duduk disebelahmu, karena tak sebanding dengan perbuatanmu.
Orang yang sebanding denganmu adalah..,
yang disebelahmu.
Orang yang tak setara denganmu tak bisa duduk di sebelahmu.
Nak, aku tak paham dengan paham kesetaraanmu itu.
Lebih baik kau tidak paham, bukankah itu benar?
Ya! Itu benar! / Maka duduklah di sebelahku.
Tapi..,
Dia benar, sayang. Kalau suami duduk di lantai..,
dan istri duduk diatas itu tidak dibolehkan.
Dia menantumu. Minta dia duduk di sofa.
Benar! Kau menantuku! Duduk di sofa, Nak!
Baiklah.
Duduk disana sendiri, Nak.
Kupikir, karena asalmu dari luar negeri..,
kau pasti hanya bisa bahasa inggris, tapi ternyata tidak.
Kotoran tumbuh di teratai, apakah itu mengubah teratainya?
Tidak sama sekali!
Acharya Bhishm berkata bahwa, pira harus hidup seperti rambut dibalur selai..,
Jaring dilautan, perisai dalam peperangan, tepuk tangan..,
Untuk apa tepuk tangan? Ini rumah bukan panggung.
Kakek, Shakespeare pernah berkata bahwa dunia adalah panggung..,
sandirawa kehidupan..,
dan kita semua adalah aktornya.
Kematianlah yang menutupnya.
Dia berkata begitu? / Ya!
Tepuk tangan! Yang meriah!
Kita akan dekat dengan cepat!
Semulus es krim!
Tapi, kakek, ada orang yang mencairkan "es krim" kita.
Siapa? Siapa? Siapa?
Ada banyak jenis orang di dunia ini.
Orang yang mencairkan dunia!
Orang yang membuat orang semakin menderita!
Yang tidak perbolehkan orang untuk disewa!
Orang yang disewa? / Benar.
Siapa orang yang disewa?
Apa maksudmu, Nak?
Kau menantu keluarga ini.
Tak ada yang akan menyakitimu. / Ya.
Nak, aku ingin kau mewarisi semua kekayaanku..,
dan bisnisku, kemudian biarkan aku istirahat./ Ya.
Tapi..,
kenapa terburu-buru, kakek?
Itu dia, sayang. Siapa yang tahu soal kehidupan?
Kematian, bisa terjadi kapan saja.
Tidak, kakek.
Kami akan berikan hidup kami, tapi tidak dengan hidupmu.
Terbekatilah kau, nak.
Tuan, waktunya minum obat.
Siapa dia? / Dia dokter keluarga kami.
Paham!
Kami berdua, hanya anak kecil.
Jauhi istri, walaupun sulit.
Tepuk tangan! / Jangan! Jangan! Jangan!
Jangan terlalu sering tepuk tangan saat latihan, kakek.
Biarkan acaranya selesai, kemudian boleh tepuk tangan!
Latihan apa? Acara apa?
Tn. Rai, aku sudah sering katakan. Kau harus istirahat./ Baiklah.
Sayang, suruh menantu kita istirahat.
Ayo, aku akan pergi sekarang.
Ya. / Ayo.
Kau istirahat, dan aku juga.
Kau melakukannya sangat mudah.
Bagaimana adegan pertama dramaku? / Jelek!
Jika jelek, aku akan dihina. / Gayamu sangat teater sekali!
Seolah kau sedang
main peran!
Kau bisa berperan natural? / Natural?
Bagus! Masuk ke kamarku! Akan kutunjukkan sesuatu!
Buka kerudungmu, dan tunjukkan pesonamu! Kau cantik sekali!
Ibu!
Shankar, sayang, kau minta jus dan malah duduk di sini.
Ya, maaf, Ibu.
Kau melihat apa, Nak?
Perhiasan kerajaan tua yang dijual.
Aku sudah mengatur keamanan mereka.
Kailash! / Ya, pak?
Tertulis depoisit untuk menawar lelang adalah 50 lakh!
Ambil uang deposit sekarang! / Baik!
Kita harus dapatkan kalung ini bagaimana pun caranya.
Aku ingin berikan kalung ini pada Manju untuk ulang tahun berikutnya.
Simon! / Ya?
Simon, lihat! Lihat kalung ini!
Hei, ambil suntikannya!
Simon!
Simon! / Katakan, kawan.
Uang deposit untuk kalung ini.
Kalung ini... / 100% akan jadi milik kita.
David.
Taruh 2 petugas lagi di sana, setiap pintu ada 1 petugas!
Kau berbohong!
Tolong aku! Apa ada orang? Tolong aku!
Siapa pun!
Dia terjebak? Panggil seseorang?
Kemari.
Tarik dia!
Biar kutelepon ambulan. / Jangan tinggalkan aku.
Sebelah sana, ayo!
Sudah waktunya penerbangan. Simon belum datang juga.
Kita harus selesaikan permainannya. / Diam.
Vikram. / Apa yang terjadi?
Berikan kalungnya! / Aku tak punya.
Apa maksudnya?
Dengar, mereka mengejarku! / Siapa?
Polisi! / Lalu?
Aku masuk ke dalam sana, dan memasukkannya ke dalam.
Kau kemana? Kau memasukkan apa?
Di sana ada galeri seni.
Aku masukan kalungnya di dalam patung Shiva.
Kau gila? Aku sudah mengambil uangnya!
Akan kuberikan besok, kawan.
Kuminta satu hal. / Apa?
Aku akan ke Khatmandu sekarang. / Ya.
Aku akan ke sana dan yakinkan Tom. / Baiklah.
Kau bawa kalungnya ke Kathmandu besok.
Tentu. / Jika tidak..,
Shankar, dunia akan tahu kau sudah ditanggukan.
Tapi, bukan itu maaslahnya. Ini soal kita berdua.
Kau bisa bekerja dengan tenang, dan temukan pelakunya.
Baik, pak.
Shankar, kehormatan Departemen Kepolisian ada ditanganmu sekarang.
Jangan khawatir, pak. Aku tahu harus apa.
Satu lagi.
Deposit untuk kalungnya, juga dimiliki oleh orang dari Nepal.
Paham?
Paham pak.
Semoga berhasil. / Terima kasih, Pak.
Dengar, kubeli patung ini untuk paman.
Ambil hati-hati.
Diberkatilah dirimu, Nak. Semoga Tuhan melindungimu.
Jaga dirimu.
Jangan cemas, Bibi. Pamanku hebat.
Mereka juga akan cepat akrab..,
seolah mereka sudah kenal lama.
Dia akan lepas jaring laba-laba dari kepalanya/
Dengar, berikan surat ini ke paman, ya?
Dia akan sangat senang bertemu denganmu!
Baik, Bu, aku akan berangkat. / Baiklah.
Permisi.
Paman ada diluar negeri sekarang..,
ketika kau sampai ke sana, dia sudah sampai Kathmandu.
Baiklah. / Permisi.
Tolong, paling tidak senyumlah.
Tertawalah, temanku.
Jangan terlalu lebar, rahangmu akan lepas.
Sedikit lagi.
Segini tidak apa-apa?
Ya, tidak apa-apa.
Dengar!
Beritahu aku!
Halo.
Janki Devi? / Benar!
Ada patung Shiva di galeri senimu yang ingin kubeli.
Maaf, tapi patunngnya sudah terjual.
Terjual?
Kumohon, jangan.
Sudah terjual.
Mengapa kau membawanya?
Anakku mengantarkannya ke Kathmandu untuk Rana Ranveer Singh.
Permisi, boleh tunjukkan tasnya?
Paspor? / Tentu.
Datang dari Hong Kong, Rana, pak? Tidak, dari Tokyo.
Silahkan ambil tasnya. / Terima kasih, pak!
Hei..,
Permisi, kau Tn. Shankar? . Benar!
Tn. Rana mengirim mobil untukmu. Kemarilah.
Selamat datang!
Selamat datang!
Dia tampak persis seperti Amit!
Kau Tn. Rana?
Ya, aku Rana.
Namaku Shankar.
Manju menitip surat untukmu.
Khanna!
Baiklah.
Mana parselnya?
Ini dia.
Aku sudah menantikan parsel ini sejak kemarin.
Ya, tapi aku datang hari ini.
Pak, hanya ini set makam malamnya.
Sultan! Sultan!
Mana parsel yang asli?
Parsel asli?
Aku tak paham.
Hei, inspektur. Jangan berlaga sok pintar denganku.
Beritahu aku, mana patung Shivanya?
Tampaknya kau tahu banyak soalku.
Jangan banyak bicara. Mana patung Shivanya?
Ada apa di patung itu hingga membuatmu tekanan darahmu naik?
Kutanya terakhir kali, mana patung Shivanya?
Akan kuhitung sampai tiga.
Jawab atau kutembak kepalamu.
Satu.
Dua.
Tiga.
Apa ini?
Ini patung Shiva.
Kenapa bisa ada di sini? Aku sudah bawakan set makan malam..,
Pak, kotak ini punya tag Penerbangan India.
Tapi, kau datang dari Jepang.
Ayah, ini tag Penerbangan Nepal.
Penerbangan Nepal? Tapi, Shankar datang dari Delhi!
Prem, parselnya sudah ditukar!
Bagaimana bisa parsel ini ada di Shankar?
Anees? / Ya, Pak.
Ke bandara dan cari tahu. / Baik, Pak.
Kemari!
Pak, lihatlah gambar ini?
Janki...
Suami Amit.
Ya.
Selamat siang.
Artinya.
Shankar adalah putra Amit.
Dan dia datang sebagai tamu rumah Rana.
Simon.
Cari di setiap sudut rumah Rana.
Kailash! / Ya, Pak?
Jeritan apa itu? / Aku juga mendengarnya.
Patung Dewa Shiva terjatuh.
Kau sedang apa Ratu Rita? Matikan lampunya.
Kau. Cium aku.
Kau bodoh, sedang apa di sini?
Tangan ini bukan untuk memukul. Tapi untuk mencintai.
Diam.
Dia benar. / Kau?
Kau sedang apa di sini?
Saat wanita memakai Sari, dengan kalung bunga, dia milik seorang pria.
maka ia menuruti suaminya.
Itulah sebabnya kukatakan..,
♪ Setengah kerjaan selesai, kerjakan sisanya ♪
♪ Setengah kerjaan selesai, kerjakan sisanya ♪
♪ Mari ubah malam ini jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
♪ Letakkan vermilion namaku. ♪
♪ Letakkan vermilion namaku. ♪
♪ Setengah kerjaan selesai, kerjakan sisanya ♪
♪ Mari ubah malam ini jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
Guru, kau membuatnya "tertidur".
Diam! Pergi!
♪ JIka kudapatkan wanita secantik dirimu, ♪ ♪ aku akan mati ♪
♪ Dan jika aku mati, aku akan ♪ ♪ bilang apa pada Tuhan. ♪
♪ JIka kudapatkan wanita secantik dirimu, ♪ ♪ aku akan mati ♪
♪ Dan jika aku mati, aku akan ♪ ♪ bilang apa pada Tuhan. ♪
♪ Aku tak peduli, meskipun kau marah ♪
♪ Lupakan ♪
♪ Aku tak peduli, meskipun kau teriak ♪
♪ Tidak apa-apa. ♪
♪ Aku tak peduli, meski kau marah ♪ ♪ meski kau teriak. ♪
♪ Aku tak peduli ♪
♪ Datanglah dalam pelukanku ♪
♪ Datanglah dalam pelukanku, dan tenang ♪
♪ Setengah kerjaan selesai, kerjakan sisanya ♪
♪ Mari ubah malam ini jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
♪ Kau benci cinta, kemarilah, ♪ ♪ akan kuajari untuk bercinta ♪
♪ Cantik tak ada artinya tanpa cinta ♪
♪ Kau benci cinta, kemarilah, ♪ ♪ akan kuajari untuk bercinta ♪
♪ Cantik tak ada artinya tanpa cinta ♪
♪ Jika hatinya.., ♪
♪ dimabuk cinta ♪
♪ Jika hatinya dimabuk cinta ♪
♪ semua orang paham arti dari cinta. ♪
♪ Jatuh cinta. ♪
♪ "Salam Ganges." ♪
♪ Mari bersiap untuk jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
♪ Mari bersiap untuk jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
♪ Mari bersiap untuk jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
♪ Mari bersiap untuk jadi ♪ ♪ malam upacara pernikahan ♪
Kau manfaatkan tidak berdayanya aku
Kau ingin permalukan aku.
Aku hentikan leucon ini sekarang!
Mungkin kau lupa, kau hanya suami sewaan!
Aku batalkan persetujuan ini!
Bawa uangmu, dan pergi dari sini!
Keluar, kubilang keluar!
Hei, Bu, pelankan suaramu.
Dan jaga ucapanmu.
Aku seorang aktor, aku juga punya martabat.
Dialog seperti "keluar dan pergi" Aku sering gunakan itu.
Jika ada yang bicara seperti itu di kehidupan nyata, akan kuhajar.
Akan kuhajar rahang mereka, sampai tak bisa berjalan!
Aku menghormatimu. Ambil 10,000 Rupee ini.
Hadiah dari seniman!
Hei, paman, sedang apa di sini? Kemarilah!
Kau terbiasa hidup dengan orang yang ramah.
Mereka ini orang kaya yang tak punya nurani. Benar.
Siapa kau?
Pak, aku Shankar dan aku datang langsung dari Delhi.
Dari Delhi? / Ya.
Apa ada yang bisa dibantu?
Aku sangat lelah!
Dia mengirim surat atas namamu, Manju.
Manju. / Benar.
Dia memujimu.
Dia pasti merasa kasihan denganku, dan berkata bahwa aku..,
Pak, makan malammu.
Untukku? / Ya, pasti sudah sampai padamu?
Siapa? / Tidak.
Patung Shiva itu, Shiva, Shiva.
Dewa Siwa! Salam Tuhan Pashupatinath!
Tuhan, kau telah buatku dalam masalah.
Aku tergila-gila dengannya.
Jika bukan untuknnya, semua akan kacau.
Kacau?
Maksudku, ya, Sayang sekali kehilangan seorang idol.
Untung saja sampai di tujuan yang tepat, Pak.
Tapi, bagaimana bisa koper tertukar?
Saat di udara..,
Di udara? / Maksudku bandara.
Para staff bandara sedang sangat sibuk.
Mereka mengirim barang-barang lain, Pak.
Kailash. / Ya, pak?
Dengar, Tn. Shankar adalah tamu kita. / Salam.
Buka kamar tamu untuknya. / Baik, pak.
Ikutlah bersamanya, makan malam bersamaku.
Aku akan makan makanan vegetarian, pak. / Baiklah.
Pak, aku bawakan lukisan untukmu juga.
Lukisan indah. Manju mengirim ini juga.
Sangat indah.
Ada lagi..,
Ambil ini.
Foto ini bersamamu..,
Ini ibuku.
Ibu? / Ya, Pak, ini Ibuku.
Apa dia masih hidup?
Tentu dia masih hidup, semoga saja.
Dia bisa ambil bagianku juga.
Pak, mengapa kau tanya soal ini?
Tidak apa-apa, kau boleh pergi.
Janki, Jankiku masih hidup!
Aku datang, Janki!
Janki.
Siapa itu? Aku Janki.
Kau..,
Janki!
Kau..,
Janki!
Ayo, Janki, Aku datang menjemputmu, ayo!
Tunggu.
Kau..,
Ya, aku.
Aku punya surat untuk menahanmu.
Tapi, inspektur, aku baru bertemu istriku setelah lama berpisah.
Pertama, kau harus berurusan denga hukum dahulu.
Tidak, inspektur, tak ada yang akan hentikan aku.
Tunggu! / Jangan!
Ayo, Janki! / Berhenti atau kutembak!
Tidak..,
Pak, ada yang ingin menemuimu.
Ya, inspektur.
Orang-orang di sini sangat cepat.
Mereka mengenali orang dari baunya.
Sekarang kau sudah mengenaliku..,
Aku akan beritahu sisanya.
Aku inspektor Shankar, aku kemari untuk menyelidiki sesuatu.
Menyelidiki apa?
Beberapa hari lalu, sebuah kalung bernilai tinggi dicuri dari india.
Jadi?
Kau juga telah mendeposit uang untuk melelangnya.
Ya, benar.
Jadi?
Boleh katakan, ada dimana kalungnya?
Apa maksudmu? Aku ikut andil pencurian?
Orang kayak pakai lidah mereka, bukan tangan.
Lalat kecil mencuri atas perintah mereka.
Jadi, maksudmu aku semacam ketua organisasi kriminal?
Aku tidak bilang itu, kau mengakui sendiri.
Aku tak ada waktu untuk bicara omong kosong, kau boleh pergi.
Tolong.
Baiklah.
Tn. Rana...
patung di sini?
Kenapa?
Apa yang istimewa dari patung ini?
Istimewa..,
banyak orang yang inginkan isi dari patung itu.
Kami menyembah patung dewa ini.
Akhir-akhir ini, barang seludupan dapat ditemukan di dalamnya.
Jaga mulutmu, inspektur.
Maaf!
Ngomong-ngomong, sudah berapa lama di Nepal?
25 tahun.
25 tahun?
Berarti kau datang kemari dari negara lain.
Kau lancar bahasa India, sangat jelas berarti kau orang India.
Ya, aku orang India. Pua? Silahkan pergi.
Tapi..,
Aku masih punya pertanyaan untukmu.
Aku tak mau menjawab lagi.
Ya, tapi aku masih punya pertanyaan.
Inspektur, tak ada hukum yang berkata..,
kau bisa memaksaku menjawab.
Kau paham banyal soal hukum.
Kau pernah jadi seorang pengacara?
Inspektur!
Aku ingat, 25 tahun lalu, ada seorang pengacar ahebat di Bombay.
yang melakukan pembunuhan dan melarikan diri.
Dan dia belum ditemukan.
Dengar, inspektur.
Biarkan aku bicara, Tn. Rana.
Sesuai deskripsi, kau sangat cocok.
Dia juga tinggi sepertimu.
Kau juga tinggi sepertiku. Bukankah kemungkin kau pembunuhnya?
Kau berhenti berlatih, tapi masih berpikir seperti pengacara.
Dengar, Tn. Pengacara.
Maksudku, Tn. Rana...
Ini berusia 25 tahun.
Dan aku belum lahir saat itu.
Tapi, kau sudah.
Dan kau berusia sama seperti pria itu 25 tahun lalu..,
Diam, dan pergi!
Baik, pak.
Sampai jumpa lain waktu. / Tidak ada lain waktu.
Meskipun waktu itu tak datang, Inspektur! Shankar akan selalu datang!
Pergi!
Terima kasih, Tuhan.
Telah menciptakan pria..,
kau sudah membantu dunia.
Sebenarnya, wanita sepertimu tak perlu menikah.
Bibi! Tapi kau pernah bilang, wanita tidaklah lengkap tanpa seorang pria!
Dan karena itu, aku harus menikah.
Kau harus menikah?
Ya.
Harus?
Maka aku akan langsung bilang ke kakek.
Jangan, jangan.
Kakek akan mencetaknya di kertas lagi.
Dan puluhan pelamar akan datang dan berdiri mengantri.
Kemudian aku,.., / Lalu, kau ingin menikah dengan siapa?
Guru itu.., / Tapi, dia tinggi.
Bersedia. / Seperti tiang lampu.
Bersedia. / Pohon palem..,
Bersedia. / Dia arogan.
Bersedia, bersedia, aku sudah jantuh cinta padanya..,
Aku cinta dia!
Mantan ayah mertuaku, Berilah mantan menantumu berkah...
karena ia baru saja datang, dan baru saja menikah.
Bagus sekali, anakku. Diberkahilah engkau, semoga langgeng selamanya.
Apa..,
Dimana?
Beraninya kau. Kau menikah lagi saat aku masih di sini?
Akan kukosongkan semua peluru ini ke tubuh penyihir itu.
Tunggu, nak. Biar kuurus dia.
Apa kau bilang? Kau menikah?
Bagaimana kau bisa menikah lagi..,
padahal kau sudah menikah dengan cucuku?
Cucu apa? Pernikahan apa?
Cucumu tak bisa dinikahkan.
Dia bisa mencurangimu, tapi ia tak bisa menikah. Tepuk tangan!
Hentikan!
Dan dengar..,
Guru!
Itu bukan pernikahan, itu hanya drama.
Hanya drama? / Benar.
Drama yang diisi dengan..,
penipuan, sampah, licik, palsu, curang, korupsi.
Aku dibayar dai dibawa kemari. Aku jadi suami sewaan..,
dan aku diperkenalkan padamu/
Astaga! / Diam!
Masih ada yang bisa kukatakan, tapi..,
Tapi sekarang, aku bukan suami sewaan lagi.
Aku sudah menjadi suami gadis ini.
Tribhovan! / Das!
Triloki nath! / Verma!
Maithili Sharan! / Gupt!
Sumitranandan! / Pant!
Lajja Shankar! / Jha!
Kau tak bisa berbuat seperti itu,
Tak bisa berbuat seperti ini? Kau bicara apa, nyonya?
Aku sudah melakukannya. Menjadi seorang suami dan istri..,
Aku datang untuk beritahu, minta restu..,
Tidak, kau suamiku. / Suami?
Kakek, kau pernah melihat kita bersama-sama?
Pernah melihat kami bergandengan tangan? Bukan cuma itu..,
Kau pernah melihat kami tersenyum dan saling mengobrol?
Hentikan! / Silahkan lanjutkan.
Guru! / Ya!
Beritahu kebenarannya! Ada apa ini? / Akan kuberitahu kakek.
Pernikahan ini hanya drama untuk membuatmu senang.
Jika aku harus habiskan beberapa hari lagi bersama wanita ini..,
dia akan menyewa seorang anak..,
dan mengaku itu anak kami. / Ini gila!
Diam.., / Gila!
Aku memahami segalanya.
Kau mencurangi aku!
Aku tak lagi mampu menghadapi masayarakat.
Kau mengacaukan kehormatan keluarga ini.
Kematian lebih baik dari ini. Hei, Tuhan, aku tak ingin hidup lagi.
Bawa aku ke pelukanmu!
Tn. Rai! / Pak!
Ada apa? / Pak!
Tn. Rai! / Kakek!
Pak, Pak!
Maafkan aku.
Jangan, kakek!
Apa yang kau perbuat? Kau membunuh kakek!
Kau tak bisa menunggu lebih lama?
Tak bisa tutup mulut?
Aku ingin ceritakan semuanya pada kakek.
Bahwa semua ini hanya lakon. Bahwa aku akan menikah dan punya keluarga.
Kau? Punya keluarga?
Kenapa? Aku bukan wanita? Tak bisakah aku mencintai seseorang?
Maaf, tapi harus kukatakan.
Dari tampak wajahmu..,
kau tampak tak bisa punya hati atau pun mencintai seseorang.
Benar! Aku egois! Aku tak punya hati!
Hingga hari ini, semua orang takut padaku.
Belum ada yang mencintaiku. / Kapan kau pernah mencintai seseorang?
Tanya dirimu sendiri. Kubilang apa padanya?
Aku mencintaimu.
Dan aku ingin ceritakan pada kakek..,
Inilah yang ingin aku dengar! Tepuk tangan!
Kakek, kau masih hidup!
Jika kau bisa berlakon, kita juga bisa! Benar, 'kan?
Benar, Gurunath? / Benar, kakek!
Akulah ayah dari ayahmu. Aku membesarkanmu sejak kecil.
Aku sangat memahamimu.
Gurunath, penyampaian dialogku sangat bagus, 'kan?
Apa, kakek? Suami sewaan..,
anak sewaan, kau lupakan semua itu!
Ah, benar! Mungkin aku lupa, tapi lakonku sudah selesai!
Kakek, ada satu misteri yang belum terurai.
Kakekmu tak punya penyakit jantung!
Saat kakek sendiri, dia makan sepuasnya! / Kakek!
Kini kau bahagia, 'kan? / Benar.
Maka mari kami nikahkan kalian berdua dengan mewah.
Kakek, dia siapa?
Dia?
Tara, istriku.
Istri sah-ku! Istri sewaanku!
Siapa dia? / Hei, ceritakan tentangku.
Ya, tentu.
Kakek, dia adalah sutradara sandiwaraku.
Sialan! / Kakek!
Kakek.
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Setelah mati, ♪ ♪ aku tetap akan mengikutimu. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Setelah mati, ♪ ♪ aku tetap akan mengikutimu. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Kau marah padaku. ♪
♪ Aku tak tahu peranmu. ♪
♪ Terkadang kau setuju, ♪ ♪ terkadang tidak. ♪
♪ Aku sangat mencintaimu. ♪
♪ Kau marah padaku, ♪ ♪ aku tak tahu peranmu. ♪
♪ Terkadang kau setuju, terkadang tidak. ♪ ♪ Aku sangat mencintaimu. ♪
♪ Aku tahu kau sangat mencintaiku. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Aku tak tahu bahwa ♪ ♪ cinta semanis ini. ♪
♪ Ketika aku ada dipelukanmu, ♪ ♪ aku tak tahu.., ♪
♪ Aku tak tahu bahwa ♪ ♪ cinta semanis ini. ♪
♪ Ketika aku ada dipelukanmu, ♪ ♪ aku tak tahu.., ♪
♪ Tidak ada yang secantik dirimu. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Kita saling melengkapi. ♪
♪ Untuk hidup di Bumi, ♪ ♪ kita harus saling bertemu. ♪
♪ Kita saling melengkapi. ♪
♪ Untuk hidup di Bumi, ♪ ♪ kita harus saling bertemu. ♪
♪ Aku hidup dihatimu, ♪ ♪ kau hidup dihatiku. ♪
♪ Kita harus tinggal di sini. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Tembakkan pelurunya dan ♪ ♪ ambil nyawaku. ♪
♪ Di rumah antik India, ♪ ♪ seorang ayah bertengkar dengan Rajan. ♪
♪ Dan dengan patung ini.., ♪
♪ Peluru yang ditemukan adalah .32 ♪
♪ Dan dijasadnya ditemukan ♪ ♪ peluru .38 ♪
♪ Pelurunya bukan dari ayah. ♪
♪ Bisa kubantu? ♪ ♪ / Tidak, terima kasih. ♪
♪ Berarti, apa yang terjadi ♪ ♪ padaku hari ini.., ♪
♪ bisa saja terjadi pada ayahku. ♪
♪ Jika itu benar adanya, ♪ ♪ maka ayah tak bersalah. ♪
Halo!
Tn. Rana, ada telpon dari Delhi!
Dari Delhi? / Benar, pak.
Ya, tolong sambungkan.
Halo..,
Boleh bicara dengan Shankar?
Kau!
Dengan siapa? / Aku ibunya!
Dia menghilang berhari-hari.
Dia tak mengirim surat atau pun menelpon.
Dan hari ini ulang tahunnya.
Boleh bicara dengannya?
Halo!
Halo!
Halo! / Janki!
Janki!
Siapa ini?
Ini aku..,
Aku!
Waktu telah memisahkan kita..,
hingga kita tak bisa lagi mengenali suara satu sama lain.
Janki, aku Amit.
Suamimu yang tak beruntung, Janki.
Halo!
Halo!
Mengapa tak berbicara, Janki?
Janki, percayalah, ini aku!
♪ Dimanapun aku melihat, ♪ ♪ kulihat dirimu. ♪
♪ Aku melihat masa depanku ♪ ♪ di wajahmu. ♪
♪ Aku hidup untukmu. ♪
♪ Seluruh hidupku untukmu ♪
♪ Semua milikku.., ♪
♪ ...milikmu juga. ♪ ♪ Tak ada yang milikku seorang. ♪
♪ Kebahagianku untukmu. ♪
♪ Dimanapun aku melihat.., ♪
♪ Dimanapun aku melihat ♪ ♪ kulihat dirimu. ♪
♪ Tanpa melihat.., ♪
♪ tanpa tahu apa pun. ♪
♪ Kita terikat satu sama lain. ♪
♪ Kita.., ♪
♪ tak akan pernah.., ♪
♪ berpisah. ♪
♪ Perasaanmu bagai sapu tanganku. ♪
♪ Aku melihatnya. ♪
♪ Dimanapun aku melihat, ♪ ♪ kulihat dirimu ♪
♪ Aku melihat masa depan ♪ ♪ di wajahmu ♪
Janki!
Janki!
Kau..,
Apa kabar?
Aku baik saja.
Kau baik saja, Janki?
Ya.
Sabar!
Jangan menangis.
Maaf, Janki.
Aku tak melakukan..,
Jangan berkata itu.
Tuhan telah mendengar do'aku.
Aku kembali menemukanmu.
Aku ingin melihatmu..,
Janki! / Ya?
Aku ke sana!
Paman!
Bagaimana kau bisa di sini? Tanpa surat dan telepon?'
Tidak, aku ingin membuat kejutan.
Mengapa semua orang membuat kejutan apdaku?
Mana Shankar, paman? Ini hari ulang tahunnya.
Ya, aku juga baru tahu. / Kau?
Benar, sayang. Ibunya meninggal.
Sungguh? Bibi Janki sudah menelpon?
Benar..,
Sayang, boleh kuberikan kejutan?
Istri Bibi Jankimu, pria tak beruntung itu adalah aku.
Shankar adalah putraku/
Apa, Shankar putramu?
Apa dia tahu kau Ayahnya?
Tidak, Manju, dia tak tahu.
Paman, akan kuberitahu dia soal ini. / Baiklah.
Manju? / Ya?
Kemari, kemari.
Iya, paman.
Yang kudengar darimu adalah Shankar? Kenapa begitu?
Paman, tidak ada apa-apa.
Paman! Paman! Tolonglah.
Jadi itu masalahnya. Mengapa kau malu?
Biar kulihat dirimu. Ayo. Shankar pasti dibawah.
Shankar? Shankar, sayang?
Shankar!
Shankar!
Shankar, ada apa ini?
Kau sedang apa, Shankar?
Shankar, singkirkan bukunya. Singkirkan, Shankar.
Shankar!
Habis sudah.
Paman, dia.., / Shankar.
Tidak, paman. / Apa maksudmu?
Bukan dia./ Kau mengirim surat padanya.
Aku mengirim surat untukmu bukan untuknya.
Paman, dia pencopet, penipu, dan penyeludup. Dia pernah menjebakku di Delhi.
Bahadoor?
Tanyakan dia siapa?
Kau siapa?
Beritahu aku!
Kau siapa?
Katakan!
Katakan..,
Akan kuberitahu dia siapa.
Akan kuberitahu dia siapa.
Ini putraku. / Ayah!
Kau?
Vikram!
Aku hormati kenanganmu.
Kau mengenaliku dengan jenggotku setelah 25 tahun?
Hebat!
Kau hidup di sini sebagai Tn. Rana, 'kan?
Kau telah kumpulkan banyak kekayaan, 'kan? Katakan..,
mana bagian jarahanku? / Bagianmu?
Benar, yang kalung permata.
Kalung permata? / Yang ada di patung Shiva.
Bagus, kawan.
Aku tidak tahu!
Dia tak tahu apa-apa. Kau tahu sesuatu?
Dia tak tahu apa-apa! Kau tahu itu?
Mac!
Ayolah!
Dengar, kau Nn. Janki, 'kan? / Benar.
Ada mobil untukmu. / Baiklah.
Dia tak datang? / Dia?
Oh! Suamimu! Dia sudah pergi!
Apa maksudmu? Kau siapa?
Kau akan segera tahu! / Hentikan mobilnya!
Baiklah, akan kuhentikan.
Hentikan mobilnya! Hentikan mobilnya!
Baik!
Hentikan mobilnya!
Hentikan mobilnya!
Duduk! Duduk!
Cepat! / Berhenti!
Berhenti!
Kau duduk atau tidak?
Tetap mengemudi! / Lepaskan tanganku!
Tangkap dia!
Shankar.
Nak, kau di sini? / Nak.
Kau menikah di sini, dan tidak beritahu aku?
Kau pasti keliru. Aku bukan putramu.
Apa maksudmu?
Aku tak bisa mengenali putraku sendiri?
Sebentar, kau salah orang.
Kau bukan ibuku.
Benar, nak, mengapa aku malah jadi Ibumu?
Ketika takdir telah merebut suamiku..,
tidak mengejutkan, jika takdir merebut putraku juga!
Tapi, tetaplah ingat, Shankar... / Sebentar, sebentar.
Kau sudah salah paham.
Namaku bukan Shankar. Tapi Guru. Dan ini Ibuku.
Ini bohong!
Ini anak kami, Guru. Kau tak perlu ganggu kami.
Pertama, kau telah merebut putraku!
dan kau bilang, aku yang keliru?
Kau? Dokternya?
Dokter.
Kau ingat, 25 tahun lalu kau ada disana untuk mengantar..,
Kau bilang bahwa aku harus tetap hidup..,
untuk merawat anak dari suamiku.
Mereka merenggut putraku.
Beritahu kebenarannya!
Beritahu bahwa ini putraku, Dokter!
Kenapa diam saja..,
Dokter, katakan sesuatu, mengapa kau sangat diam?
Momen menguntungkan telah terlewat.
Keluarkan wanita gila ini!
Gila? Aku gila?
Aku bukan gila. Aku sangat mengenal putraku.
Aku ibunya. Kau tak bisa merenggutnya dariku.
Lepaskan, aku ibunya!
Hentikan!
Lepaskan dia!
Beritahu masalahnya.
Pak, mereka merenggut putraku dariku!
Kau seperti seorang ayah bagiku.
Aku berani bersumpah, ini putraku.
Jangan menangis, nak.
Jika dia putramu, tak ada yang bisa merenggutnya darimu.
Dokter, air mata wanita ini menyatakan dia berkata jujur!
Dan kuingin dengar kebenarannya da
Tn. Rai...
Diam, aku ingin mendengarnya dari dokter.
Jawab aku, Dokter.
Jawab!
Tn. Rai, dia ibu Guru sesungguhnya.
Tidak, kau bercanda. Ini ibuku!
Tidak, ini ibumu.
Jika tak percaya, tanya Ayahmu.
Nirmala. / Ya, adik ipar?
Ketika kau datang ke rumah sakitku untuk pengantaran..,
kau pernah punya bayi yang meninggal dalam kandungan.
Dan Janki diberkahi dengan dua anak laki-laki.
Dua anak laki-laki? / Benar.
Dan adik ipar, sebelum kau siuman, kakak yang datang padaku.
Aku dengar wanita itu melahirkan 2 bayi?
Benar.
Dan dia masih belum siuman?
Kalau boleh, bisa berikan satu bayinya untuk..,
Kakak! Itu tak boleh terjadi. Aku dokter, bukan pencur.
'Nirmala, ini bukan mencuri, ini membantu.
Ini takdir dokter untuk menyelamatkan orang.
Kau bisa selamatkan adek iparmu, dengan memberinya anak ini.
Nirmala, percayalah padaku.
Aku akan menjaga rahasia ini.
Kakak memintaku untuk menjaga rahasia ini.
Ibu!
Adik kembarmu bernama Shankar!
Mana Ayah?
Dia ada di kota ini. Rana Ranveer Singh.
Akan kubawa dia.
Tolong jaga ibu, Rita. / Baik!
Pak!
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Ular! Ular! Jangan gigit aku!
Jika aku digigit, aku akan mati, pergilah!
Lepaskan aku! Pergi!
Dasar kau..,
Kau ada di sana, kenapa bisa ada di sini?
Aku akan duduk, berdo'a.
Aku akan duduk.
Lepaskan aku. Lepaskan aku.
Mengapa kau menghalangiku?
Drama keluarganya segera berakhir, aku harus temui Ayahku.
Aku punya perusahaan drama besar.
Aku akan memberimu peran.
Tidak, tidak, tidak perlu.
Mengapa kau marah? Jika tak ingin jadi aktor, tidak apa-apa.
Halo, kemari, kemari.
Salam, pak, salam.
Aku akan pergi, aku akan pergi.
Aku akan jalan satu kaki, pak.
Lagi, lagi.
Ular, lihat, Aku berdiri satu kaki!
Aku berdiri satu kaki?
Jangan gigit, ular, Kumohon, jangan, aku akan jatuh!
Ular, jangan gigit!
Kumohon padamu!
Kalung!
Apa ini? Ambil kalung permatanya!
Ini bukan suap, ambilah, ambil.
Dia pergi, tak terima suapnya.
Seperti anggota pemerintah, ular pemerintah.
Dah, ular!
Pergi!
Tn. Rana!
Pak!
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Di panggung kehidupan, aku dapat peran ganda.
Kau siapa?
Kenapa kalung ini bisa ada padamu?
Ini, ada ular yang berikan padaku.
Ular, pak?
Ya, ular itu, Pak.
Dia berikan kalung ini kemudian pergi.
Tapi, kau siapa?
Kau adalah aku, dan aku adalah dirimu.
Tidak, kau dan aku, sebenarnya aku dan kamu..,
karena ada dua orang, menjadikannya "kita".
Kita saudara.
Saudara? / Ya.
Saudara.
Ya, suadara sesungguhnya. Saudara kembar.
Dari ibu tunggal dan ayah, Kita sedarah!
Ini adalah tulis tangannya yang dikirim padamu oleh ibu.
dan aku, dibuaian orang lain.
Jika tak percaya aku, percayalah hatimu.
Hati kita masih mengenali ikatan darah kita.
Benar, hati mengenalinya, saudaraku.
Ya.
Hati mengenalinya!
Hati mengenalinya!
Siapa namamu, saudaraku?
Guru!
Mana Ayah? / Ayah?
Ya, Tn. Rana?
Dia Ayah kita.
Oh!
Jadi, aku benar.
Tn. Rana!
Tn. Rana!
Hei, dengar.
Dengar..,
Siapa kau?
Aku pelayan Tn. Rana.
Ada orang bernama Vikram datang kemari.
Dia menembakku.
Dia mencari kalung permata.
Dia membawa Tn. Rana dan nyonya kecil bersamamnya.
Vikram!
Aku tahu Ayah dan Manju dibawa kemana.
Guru, jaga dia. Aku akan pergi ke Ayah.
Dan dengar..,
Pak, tolong selamatkan majikanku.
Tolong selamatkan majikanku.
Ini orang jahat yang sama yang mengejarku.
Ayo!
Saudari, Janki!
Janki!
Janki!
Janki!
Kau..,
Inspektur! Shankar?
Kemari, kau melewati aksinya.
Kau datang tepat waktu. Temui ayahmu untuk terakhir kalinya.
Tidak, Vikram. Aku temui Ayahku pertama kalinya.
Dan akan terus menemuinya.
Apa artinya bagiku?
Kau bertemu ayahmu sekali, 10 kali, ribuan kali.
Jelaskan padanya, jangan keras kepala!
Suruh dia berikan kalungnya padaku!
Aku bersumpah atas nama pertemanan, aku akan bebaskan kalian!
Jika kau ucapkan, aku akan lawan semuanya.
Pernikahan belum dimulai, kau akan bawa mereka kemana?
Shankar!
Putraku..,
Ayah, lakukan sesuai perintahku.
Ayah, mana kalungnya? Aku tak tahu, Nak.
Ayah, kalung itu tak lebih penting dibanding ibu dan aku, 'kan?
Dengar, kau dan ibu pergi ke sana, dan kembalikan kalungnya ke Vikram.
Sebagai jaminan, aku tetap di sini.
Keturunan memang harus seperti ini.
Untuk selamatkan orangtuanya, dia harus begini.
Prem! / Ya, Ayah!
Pergi dengan mereka, jika mereka berlagak..,
Akan kuhabisi mereka.
Ayo, Tn. RANA.
Ibu!
Bodoh. / Akan kubunuh kau!
Prem!
Ram, Mohan, Mac, sembunyi.
Ayo, cepat!
Kemana kau selama ini?
Mengambil kalungnya. / Mana kalungnya?
Ada padaku. / Berikan.
Tidak, akan kuberikan pada Vikram.
Jika kau berlagak..,
Akan kuhabiskan peluru untuk menembak kepalamu.
Paham?
Berikan padaku.
Sekarang, jalan.
Ayo!
Ayah, hari ini hari besar. Kemenangan ditangan kita!
Aku perbaiki semua orang, dan membawa kalungnya.
Bagus sekali. Berikan padaku.
Ada apa?
Ayah, aku memegangnya.
Hei, kau!
Dasar bodoh, tak berguna!
Kau curang. Kau kurang berusaha dan terlalu banyak bicara!
Sudah kubilang, biar kubawa kalungnya!
Tolong pegang ini.
Pak, ini kalungmu.
Ayah, kita memegangnya. / Diam!
Rambut ini?
Rambut palsu dari drama.
Aku Guru. Kau punya permen karet agar rambutnya menempel?
Tidak? Yasudah.
Kau sangat pintar.
Pak, hanya kau yang memanggilku pintar.
Dan belum pernah ada yang setuju.
Beritahu, ada berapa banyak orang yang mukanya sama?
Tiga, tuanku. Satu orang Ayah..,
dan dua orang Anak.
Baiklah, akan kuurus kalian nanti.
Pertama, akan kuuji apa kalung ini asli atau palsu.
Mac.., / Ya, Pak?
Panggil Lalchand, si tukang emas / Baik, pak.
Dan Prem, urus mereka berdua.
Kenapa, pak? / Aku akan menghabisimu sekarang.
Harish!
Kalian sedang apa? Jika punggungku terkilir..,
akan jadi masalah besar!
Wahai sayangku!
Pergilah, pergilah.
♪ Yang nyata dan replika, ♪ ♪ akan menunjukkan dunia. ♪
♪ Kami tunjukkan sihirnya, ♪ ♪ mereka tak akan pernah lupa ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Yang nyata dan replika, ♪ ♪ akan menunjukkan dunia. ♪
♪ Kami tunjukkan sihirnya, ♪ ♪ mereka tak akan pernah lupa ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Pencuri akan putuskan ♪ ♪ yang benar dan salah. ♪
♪ Profesi siapa yang membunuh ♪ ♪ dan merampok? ♪
♪ Pencuri akan putuskan ♪ ♪ yang benar dan salah. ♪
♪ Profesi siapa yang membunuh ♪ ♪ dan merampok? ♪
♪ Mereka membunuh untuk perampokan. ♪
♪ Mereka menikmati kekayaan seperti itu. ♪
♪ Yang mereka simpan dalam tahanan, ♪ ♪ akan kami tunjukkan pada dunia. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Yang nyata dan replika, ♪ ♪ akan menunjukkan dunia. ♪
♪ Kami tunjukkan sihirnya, ♪ ♪ mereka tak akan pernah lupa ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Tangan lebih lembut dari pada bunga. ♪
♪ Bunga berubah menjadi api, ♪ ♪ saat keadaan berubah. ♪
♪ Tangan lebih lembut dari pada bunga. ♪
♪ Bunga berubah menjadi api, ♪ ♪ saat keadaan berubah. ♪
♪ Mari bergulat! ♪
♪ Mari berpesta! ♪
♪ Dia adalah domba dibalik tampang singa. ♪ ♪ Kami akan tunjukkan ini pada dunia ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Yang nyata dan replika, ♪ ♪ akan menunjukkan dunia. ♪
♪ Kami tunjukkan sihirnya, ♪ ♪ mereka tak akan pernah lupa ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
♪ Bilang apa, saudaraku? ♪ ♪ / Benar, saudaraku. ♪
Siapa? Siapa?
Nak!
Kalung ini tiruan! Man kalung yang asli?
Astaga, ini yang asli, dan ini yang tiruan!
Ini yang kau pahami, seberapa pahamnya.
Jika kau bisa memahaminya, paham?
Aku tak banyak bicara, 'kan? Eh, kemana dia?
Dia di sini! / Baiklah.
Sekarang, akan kujelaskan apa yang kupahami. Lihat belakangmu.
Apa? / Lihat belakangmu!
Ayah..,
Prem, sambutlah Amit dan kakak ipar!
Sekarang, bicaralah. Berikan kalung aslinya atau..,
kau membunuh orangtuamu? Bicaralah!
Tidak! / Prem!
Tunggu, akan kuberikan!
Saudara, tembak!
Bangun dari lantai, dan peluru ditembakkan!
Kemudian berputar!
Peluru ditembakkan lagi! Jangan tembak!
Peluru sudah habis, sekarang kau bisa tembak.
Sayang, mereka menangkapku.
Dari sini, kemudian..,
begini dalam gerakan lambat.
Lari!
Melakukan head stand diatas pipa!
Lompat ke tali! Dan bertahanlah!
Jalan terus!
Dan itu api, api!
Tangkap dia! / Tinggalkan aku!
Lari!
Dia pelintir tanganku! Sarung tinju..,
Hei, kemari. Tinju, ayo.
Tinju lagi, tinju.
Kena satu, pingsan!
Mau kemana?
Hajar dia!
Hajar dia! Hajar semuanya!
Kena satu, pingsan!
Pingsan, pingsan!
Hentikan, tangkap semuanya.
Haruskah kulari? / Buka pintunya!
Amit!
Hari ini adalah hari perdamaianmu, Vikram.
Sekarang, beritahu aku, siapa yang dihabisi?\
Ayahku! / Hanya Ayahmu?
Ayahku juga. / Ya, itu benar!
Shankar, kembalikan padaku!
Shankar, aku tak bisa hidup tanpanya.
Shankar, aku mohon Shankar.
Shankar...
Shankar!
Shankar, kembalikan!
Kau tahu, aku tak bisa hidup tanpanya.
Seperti kau tak bisa hidup tanpa ini!
Sama seperti aku tak bisa hidup tanpa tahu kebenarannya!
Kebenaran yang mana?
Siapa yang membunuh Rajan?
Rajan dibunuh oleh Amit, Ayahmu!
Siapa yang membunuh Rajan?
Tidak, Shankar, jangan teteskan, akan kuberitahu.
Aku pekunya, yang membunuh Rajan. / Mengapa?
Untuk balas dendam, balas dendam pada Amit.
Balas dendam? Atas apa?
Karena dia masukan aku ke penjara, sekarang berikan padaku.
Shankar, jangan!
Tanggal 15 bulan depan adalah tanggal keberuntungan untuk kedua pernikahan.
Kau dengar?
Kubilang, tanggal 15 bulan depan adalah tanggal keberuntungan untuk kedua pernikahan.
Mengapa beri tahu aku, beri tahu putra-putramu.
Shankar, Guru!
Ya, Ayah! / Ya, Ibu!
Ibu bilang pernikahan kalian harusnya..,
Janki, kemari..,
Yang mana Shankar, yang mana Guru?
Sebentar lagi kita tahu.
Rita. Manju.
Ya!
Ya, Bibi?
Kenali, yang mana Shankar dan Guru diantara mereka berdua.
Kami tak bisa kenali mereka!
Para gadis itu bingung! Kumis!
Hei, kau sedang apa? Ini asli, bukan palsu!
Lepaskan!
Aw!
Jum'at, 24 September 2021 Cilegon, Banten
Subtitle oleh: GradyNanoNano https://trakteer.id/gradynanonano
Subtitle oleh: GradyNanoNano https://trakteer.id/gradynanonano
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.