All language subtitles for The_Three_Musketeers_E09_AIRENs357.net

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali
bh Bihari
bs Bosnian
br Breton
bg Bulgarian
km Cambodian
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified)
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian
cs Czech
da Danish
nl Dutch
en English
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish
fr French
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German
el Greek
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese
jw Javanese
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî)
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ms Malay
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish
pt-BR Portuguese (Brazil)
pt Portuguese (Portugal)
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American)
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
ta Tamil
tt Tatar
te Telugu
th Thai
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

Terima kasih sudah download drama & subtitle disini :: www.airens357.net ::

[Sebelumnya]

Kenapa kau menatapku seperti itu?

Tunggu...

Apa mungkin kau...

...Hyang Sun?

Hiduplah bahagia bersamanya.

Apa yang saya tahu tentang diri anda?

Dia adalah biksu kepala dari Kuil Hwasun.

Terima kasih.

Tadinya aku kesini untuk menghiburmu...

...tapi aku dihibur olehmu.

Saya hanya ingin anda hidup bahagia, Yang Mulia.

Lebih baik kau jangan menemuiku...

...sampai kau mendapatkan bayi.

Tolong lakukan sesuatu pada Hyang Sun.

Bagaimana kalau aku menjadikanmu Putri Mahkota?

Bisakah saya meminta sesuatu?

Mohon...lengserkan saya.

Mohon...lengserkan saya.

Ini sudah 5 tahun tapi saya belum memiliki anak.

Saya seharusnya sudah diusir dari sini sejak lama.

Jika anda meninggalkan saya, tak ada yang akan mempertanyakan anda.

Saya harus hidup seperti ini...

...tapi rasanya saya tidak bisa melakukannya.

Saya tidak memenuhi syarat.

Apa kau tahu bagaimana hidup wanita setelah mereka dilengserkan?

Saya tidak peduli lagi.

Saya ingin hidup dengan pria...

...yang mencintai saya bahkan jika itu hanya satu hari.

Mohon lengserkan saya.

Itulah permohonan saya.

Aku tidak bisa...

...mengabulkan permohonan itu.

Untuk keuntungan siapa?

Maksud dari kata-katamu kau akan kawin lari dengan seseorang.

Aku tahu aku bukan suami terbaik...

...tapi aku tidak bisa membiarkan pria lain mengambil keuntungan dariku.

Jadi berpura-puralah percakapan ini tidak ada.

Bukan itu yang saya maksud...

...anda lebih tahu itu.

Pikirkan juga keluargamu.

Kau sudah dewasa jadi harus memikirkan keluargamu juga.

Oh, iya.

Mereka akan mengatakan sesuatu jika aku pergi lebih awal, 'kan?

Jangan berwajah seperti itu.

Aku akan masuk kembali.

Aku kasihan pada diriku sendiri.

Aku tidak punya tempat tujuan setelah aku dipaksa keluar.

Kurasa kau tidak ingin melihatku...

...jadi aku akan tetap diluar.

Mohon bersabarlah sebentar.

Yang Mulia.

Anda mau kemana?

Yang Mulia.

Hamba mohon, Yang Mulia.

Yang Mulia!

Kasim Kim.

Yang Mulia!

Beraninya kau menatapnya!

Kasim Kim.

Ya, Yang Mulia.

Aku harus menemui Baginda.

Pimpin jalannya.

Apa?

Aku harus menemui Baginda Raja sekarang.

Tapi ini...ini sudah larut malam, Yang Mulia.

Ada urusan apa...

Aku tidak layak sebagai Putri Mahkota.

Baginda Raja tidak akan pernah melihat cucunya.

Tidak ada harapan!

Aku akan memintanya untuk segera melengserkanku!

Yang Mulia...

Ada apa tiba-tiba...

Aku tidak punya pilihan, Putra Mahkota tidak memperhatikan.

Aku akan menemui Baginda Raja dan memohon pengampunannya.

Mengatakan, "Mohon lengserkan hamba."

Yang Mulia, hamba mohon!

Jangan memanggilku "Yang Mulia."

Aku bukan Putri Mahkota lagi.

Aku juga punya nama.

Kau tahu namaku?

Namaku adalah Yoon Seo.

Kang Yoon Seo.

Ada masa-masa dimana aku punya nama dan impian.

Sekarang aku akan mendapatkan kembali namaku.

Yang Mulia.

Ayo kita masuk.

Tidak.

Lepaskan aku!

Kita bukan pasangan suami isteri.

Kita tidak bisa mengatakan kita adalah pasangan.

Ayo kita bicara di dalam.

Aku tidak mau!

Kata-katamu tidak tulus..

Kami sudah lama tidak bertemu jadi kami terlalu banyak minum.

Jangan sampai orang lain tahu.

Ya, tentu saja.

Turunkan aku.

Turunkan aku!

Yang Mulia.

Apa ini sering terjadi disini?

Ini adalah yang pertama kalinya.

Beliau tidak pernah seperti ini.

Buka pintunya.

Yang Mulia?

Apa yang terjadi?

Aku harus memberi salam pada Baginda di pagi hari....

Hamba memberitahu Baginda bahwa anda sedang demam tinggi.

Bagaimana kondisi anda?

Hamba meminta beberapa obat dan mereka akan segera membawanya.

Apa yang terjadi semalam?

Aku ingat aku minum sedikit...

Bukan sedikit, anda menghabiskan satu teko.

Anda tidak ingat?

Kasim Kim.

Aku harus menemui Baginda.

Aku akan memohon ampunannya dan mendapatkan kembali namaku!

Lepaskan aku!

Semua orang sangat terkejut...

Kenapa anda melakukan itu?

Hamba takut beritanya akan tersebar.

Putra Mahkota memerintahkan untuk tutup mulut, tapi...

Bagaimana dengan Putra Mahkota?

Beliau pergi ke sumber air panas Pyungsan pagi ini.

Sumber air panas?

Beliau ingin pergi untuk menyembuhkan lukanya.

Baginda Raja sudah memberikan ijin khusus.

Dan Putra Mahkota meninggalkan surat untuk anda.

Mohon tetaplah disini.

Hamba akan membawakan obat.

Jika kita berada di istana yang sama...

...kita akan diawasi oleh Baginda Raja.

Aku akan pergi sebentar jadi kau tidak perlu merasa tertekan.

Kau tidak melakukan kesalahan apapun.

Ini semua adalah kesalahanku.

Tapi...aku tidak bisa mengendalikan diri bahkan dengan pengakuanku.

Mi Ryung adalah sebuah cacat dalam hidupku...

...aku bahkan tidak bisa memahaminya.

Mi Ryung!

Mi Ryung!

Tidak, tidak Mi Ryung!

Mi Ryung!

Yang Mulia, jika insiden ini terungkap...

...keluarga ini tidak akan diampuni.

Menteri Yoon tidak melakukan kesalahan apapun.

Ini semua karena pelayan itu.

Lalu apa usulmu?

Hanya ada satu jalan.

Jika kandidat Putri Mahkota meninggal...

...semuanya akan dibatalkan.

Perintahkan dia... membunuh dirinya sendiri.

Bunuh dirimu sendiri.

Maafkan aku dan aku memahamimu...

...tapi aku butuh waktu lagi.

Mari kita berikan waktu untuk diri kita.

Kali ini aku menulis surat ini dengan ketulusanku.

Aku bersungguh-sungguh, percayalah.

Episode 9 [Hukuman Mati]

[15 hari kemudian]

[Anju, Pyungan]

Berhenti!

Tuan, dimana kita sekarang?

Kita sekarang berada di Anju.

Kita akan tinggal disini selama 4 hari.

Itu berita bagus.

Rasanya kaki saya mau patah.

Ngomong-ngomong, siapa anak itu?

Oh, gadis itu?

Tidak yakin apakah dia perempuan atau laki-laki...

...tapi dia terus saja menatapku.

Sepertinya dia putri dari pedagang Manchu.

Saya rasa dia menyukai anda.

Apa?

Dia sudah menatap anda sejak dari awal.

Anda tidak memperhatikan?

!@#$ %^&*.

Apa yang dikatakannya?

Dia bilang anda terlihat tampan.

Bagaimana kau bisa memahami itu?

Saya paham beberapa kata-kata mudah.

Ingin lihat?

Siapa namamu?

Tani

Dia bilang namanya Tani.

Berapa usiamu?

15 tahun.

Dia bilang dia 15 tahun.

Kau...

Apa?

Kau lebih pintar dari yang kukira.

Saya memang pintar! Kenapa anda meremehkan saya seperti itu?

Selamat datang di Anju.

Nama saya adalah Kim Suk Han, gubernur disini.

Anda sudah menempuh perjalanan jauh.

Anda sudah menempuh perjalanan jauh.

Ini adalah Kim Suk Han, gubernur disini.

Terima kasih atas penyambutannya.

Tim utusan baru saja memasuki Anju.

Park Dal Hyang

Apakah Park Dal Hyang di daftar ini...

...orang yang sama dari sebelumnya?

Ya, Tuan.

Dia sementara tergabung dalam Departemen Youngjubdogam.

Kali ini keberuntungan berada dipihakku.

Mereka sendiri datang padaku.

Hyang Sun, Yong Gol Dae... dan sekarang Park Dal Hyang.

Karena mereka datang ke wilayahku...

...aku harus menyambut mereka dengan baik.

Apa yang akan anda lakukan?

"Pertikaian Internal!"

Apa?

Kita tidak akan memprovokasi siapapun.

Kita hanya akan duduk dan menyaksikannya...

...sementara mereka berkelahi dan saling membunuh.

Ayo kita mulai dengan Park Dal Hyang.

Sungguh umpan yang bagus.

Tanda tangan.

Aku butuh tanda tangan.

Apa kalian sudah makan?

Apa kalian...makan?

Buda?

Buda jak.../ Buda jak.

Masuk.

Aku butuh tanda tanganmu.

Tidak perlu.

Aku sedang bertugas.

Bukankah itu pedang Putra Mahkota?

Benar.

Ini hadiah kerajaan darinya.

Kenapa melihatku begitu?

Ini hadiah kerajaan.

Aku tidak mencurinya.

Kenapa kau butuh pedang yang bagus...

...sementara keterampilanmu tidak bisa menanganinya?

Apa?

Ada apa dengannya?

Apa kau mau belajar dariku?

Kenapa aku harus belajar darimu?

Bukankah kau ingin menang taruhan melawan Putra Mahkota?

Kau tidak tahu?

Putra Mahkota menang darimu karena saranku.

Ya sudah, jika tidak mau.

Kapan...

Datanglah ke ruangan ini setelah pesta.

Dia Menteri Utama Tingkat Dua, Kim Ja Jum!

Silahkan masuk.

Oh, lihatlah siapa ini?

Park Dal Hyang dari Gangwondo!

Orang yang pernah memberikanku kejutan kecil.

Aku senang bertemu denganmu disini.

Masa tahananmu sudah berakhir?

Ya, tentu saja.

Aku mengerti, kau terlihat lelah.

Apa?

Teruslah bekerja dengan baik.

Menteri Utama Tingkat Dua ada disini.

Kau disini.

Maaf aku datang terlambat.

Tidak apa-apa.

Dia Menteri Utama Tingkat Dua Kim Ja Jum untuk wilayah Barat Laut.

Dia pintar membuat rencana.

Jangan terlibat dengannya.

Ya, aku sadar itu.

Jenderal, seseorang datang menemui anda.

Siapa?

Jenderal, dia disini.

Suruh dia masuk.

Lama tidak bertemu, Jenderal.

Benar, aku tidak melihatmu lagi setelah kau kabur.

Apa yang kau inginkan?

Apa kau masih bekerja dengan Kim Ja Jum?

Ya.

Aku kabur, tapi tertangkap lagi.

Jadi aku disini untuk menyampaikan perintahnya.

Perintah apa?

Dia memerintahkanku untuk membiusmu.

Sekarang duduklah.

Ada rahasia yang harus kukatakan.

Identitas asli dari Park Dal Hyang.

Jenderal.

Jenderal.

Jenderal!

Anda tak apa?

Panggil Park Dal Hyang.

Dan tinggalkan kami sendiri.

Ini semua sama saja.

Jangan terlalu banyak minum.

Kau akan mengompol di malam hari.

Tuan, itu lucu.

Park Dal Hyang.

Temui Jenderal Yong Gol Dae.

Apa?

Dia bilang kau akan menemuinya?

Sekarang?

Dia tadi bilang setelah pesta.

Dia memintaku memanggilmu sekarang.

Pergilah.

Aku akan berjaga disini.

Dimana semua orang?

Jika kau memaksa, aku akan belajar darimu.

Sejujurnya, aku tidak punya kesempatan untuk belajar dari seorang jenderal.

Ini terlalu sayang untuk dilewatkan.

Apa kita langsung mulai?

Aku bahkan belum pemanasan.

Tanpa peringatan? Ini terlalu keras untuk latihan.

Kenapa kau kuat sekali? Apa kau mabuk?

Ambil minumanku.

Habis?

Hei, sebelah sini.

Hei, bisakah kami minta lagi?

Ayolah.

Jangan khawatir, aku akan bawakan lagi.

Tuan?

Tuan!

Kenapa anda kesini?

Apa semuanya baik-baik saja disini?

Ya, saya rasa begitu...

Tapi kenapa anda datang jauh-jauh?

Dimana Jenderal Yong Gol Dae?

Oh, dia sedang berpesta sekarang.

Kenapa anda datang?

Jaga kudanya.

Siapa kau?

Kau harus terdaftar untuk bisa masuk.

Kami adalah pengawal kerajaan untuk Putra Mahkota.

Kami ada perintah penting, jadi aku akan masuk.

Tunggu! Kami harus periksa...

Apa yang terjadi?

Tuan, ada masalah.

Ada apa?

Apa?

Apa yang terjadi?

Ada apa?

Kemana mereka semua?

Ada apa?

Kami kesini untuk bertemu Jenderal Yong Gol Dae.

Ini kasus pembunuhan.

Kau tidak boleh masuk.

Jenderal.

Jenderal! Jenderal!

Jenderal!

Siapa orang yang mati ini?

Dia Park Dal Hyang.

Park Dal Hyang?

Jenderal!

Jenderal!

[5 hari yang lalu]

[Pyungsan, Hwanghaedo]

Kena!

Yang Mulia.

Istana mengirimkan orang.

Yang Mulia.

Kenapa kalian kesini?

Baginda Raja mencari anda dan kami kesini untuk membawa anda.

Aku? Kenapa?

Apa terjadi sesuatu?

Baginda Raja tidak mengatakan alasannya, tapi ini penting.

Yang Mulia.

Kenapa beliau memanggilku?

Itu...

Baginda!

Putra Mahkota berada disini!

Masuklah.

Silahkan masuk.

Bagaimana kesehatanmu?

Sekarang lebih baik.

Tadinya hamba akan segera kembali, ada peristiwa apa...

Apa terjadi sesuatu?

Apakah benar kalau kau pergi...

...untuk memulihkan kesehatanmu?

Apa?

Bukan karena hubunganmu dengan Putri Mahkota?

Tidak.

Kenapa berkata seperti itu?

Aku merasa aneh jadi aku bertanya pada Kasim Kim.

Dia berkata bahwa kau dan Puteri Mahkota bertengkar hebat.

Tidak pernah.

Kami tidak pernah bertengkar.

Hamba tidak tahu kenapa dia berpikir kalau itu pertengkaran.

Kami hanya berbicara.

Kupikir kau sudah mendengar rumornya juga.

Rumor apa?

Soal Putri Mahkota dan Yong Gol Dae.

Aku mendengar rumor yang meresahkan.

Rumor yang meresahkan apa?

[Putri Jung Myung: Saudari Tertua Raja]

Ini soal Yong Gol Dae, Jenderal yang menghilang waktu itu...

...bertemu dengan Puteri Mahkota saat mereka tinggal...

...di kuil bersama-sama.

Apa?

Puteri Mahkota tinggal di kuil...

...untuk mendoakan kesembuhan Putra Mahkota.

Tapi itu adalah alasan, dan dia kesana untuk menemui Yong Gol Dae.

Apa?

Tadinya kupikir itu konyol tapi aku khawatir.

Kalau dipikir-pikir, Yong Gol Dae tertangkap di sekitar kuil.

Siapa orang itu?

Dia tidak ada dalam daftar.

Dia adalah biksu kepala dari Kuil Hwasun.

Aku merasa ini bukan rumor tidak berdasar.

Apakah itu sebabnya kau bertengkar dengan Puteri Mahkota?

Saya tidak pernah mendengar itu.

Yong Gol Dae?

Kenapa Ayahanda mendengarkan rumor tidak masuk akal itu?

Seseorang pasti mencoba menghina keluarga kerajaan ini.

Tapi rumor itu terlalu spesifik.

Apa kau tahu yang kudengar?

Puteri Mahkota memberikan tusuk rambutnya.

Tusuk rambut yang ditinggalkan Ibumu!

Setelah aku mendengar itu, kupikir ada sesuatu yang tidak benar.

Jadi aku meminta Puteri Mahkota untuk membawa tusuk rambut itu.

Aku harus memeriksanya untuk menenangkan diriku.

Maksudmu...kau tidak tahu apa-apa tentang itu?

Bukan hanya tidak tahu...

...tapi juga itu tidak mungkin.

Siapa yang berani bicara tentang perselingkuhan Puteri Mahkota?

Ayahanda harusnya tidak terpengaruh oleh orang yang coba menghina keluarga kerajaan.

Bukannya terpengaruh...

...tapi aku hanya ingin memastikan.

Jangan katakan apa-apa pada Puteri Mahkota.

Aku tidak ingin harga diriku ternoda.

Ini aneh.

Kemana perginya?

Kami sudah menguncinya, tapi kenapa itu hilang?

Kita harus bagaimana?

Yang Mulia.

Putra Mahkota baru saja kembali.

Yang Mulia.

Saya tidak tahu anda akan datang...

Apa kau mencari tusuk rambut Ibuku?

Apa?

Apa kau..kehilangan itu?

Bagaimana anda tahu?

Ikut denganku.

Yang Mulia!

Cari Seung Po dan Min Seo.

Aku ada misi penting untuk mereka.

Apa?

Dimana mereka mungkin berada...

Itu sebabnya aku menyuruhmu mencari mereka.

Cepat.

Baik.

Apa yang terjadi?

Anda baru saja datang, dan bagaimana anda tahu soal tusuk rambut itu?

Tadinya saya pikir ini aneh karena Baginda ingin melihatnya...

Jangan pernah katakan padanya kalau kau kehilangan itu.

Begitu kau mengatakannya...

...kau akan dilengserkan.

Apa?

Dengarkan aku baik-baik.

Aku tahu betapa buruknya saat kau berbohong.

Tapi kau harus sangat bagus kali ini.

Jangan bicara gagap ataupun ragu-ragu.

Jika kau melakukannya, itu akan menjadi akhir untuk semuanya.

Tuan.

Bagaimana kabarmu?

Kenapa kau datang kesini?

Aku membawa pesan penting dari Putra Mahkota.

Pesan penting?

Ngomong-ngomong, dimana Tuan Heo Seung Po?

Aku tidak bisa menemukannya.

Keluarganya bilang dia sudah pergi selama 4 hari.

Tuan.

Jangan bicara padaku.

Ini permainan yang sangat penting./ Anda ada tamu.

Apa kau gila?

Kenapa kau memberitahu keberadaanku?

Aku harusnya sedang dihukum!

Hei, ini aku.

Oh, hei?

Ada apa?

Kupikir kau sedang berdoa di kuil.

Keluarlah.

Kita ada masalah.

Ada apa kali ini?

Aku ingin bersenang-senang.

Ada apa?

Ini tidak masuk akal.

Kalian harus segera pergi ke Anju.

Seseorang menyebarkan rumor tentang Puteri Mahkota dan Yong Gol Dae.

Itu pasti Kim Ja Jum, karena dia tahu...

...Puteri Mahkota menyembunyikan Yong Gol Dae di kuil.

Ini bukan hanya soal dirimu, tapi semua orang dipertaruhkan.

Jika masalahnya lepas kendali...

...semua hal, termasuk soal kau menyembunyikan Yong Gol Dae juga akan terungkap.

Maka kita semua akan mati.

Kau mengerti?

Maaf Baginda, hamba mengirimkan tusuk rambut itu untuk dibersihkan.

Maafkan hamba karena tidak memberitahu lebih awal.

Untuk dibersihkan?

Ya.

Hamba akan memakainya saat ulang tahun Puteri Jung Myung.

Hamba lupa kalau sedang dibersihkan dan mengatakan pada Baginda bahwa hamba menyimpannya.

Itu akan selesai sebelum perayaan ulang tahun.

Bolehkah hamba menunjukkannya pada Baginda pada hari itu?

Kenapa tidak...tapi...

Kami berbohong dan sekarang kami punya waktu 15 hari sebelum ulang tahun.

Kurasa Putra Mahkota terlalu naif dan dia percaya kata-kata Puteri.

Tapi aku masih curiga.

Dia ingin mengulur waktu sehingga bisa mendapatkannya kembali dari Yong Gol Dae.

Seperti perkiraanku, Baginda mengirim Kasim Kim menemui tim utusan...

...karena kecurigaannya.

Jadi kalian harus berlari kesana dan mendapatkan tusuk rambut itu sebelum Kasim Kim.

Tusuk rambut itu mungkin sekarang ada ditangan Kim Ja Jum...

...dan dia akan memasukkannya ke dalam barang bawaan Jenderal.

Mereka akan melaksanakan rencana ini setelah tim utusan tiba di Anju.

Jadi kalian harus menyusul mereka sebelum mereka sampai disana.

Jenderal!

Jenderal!

Jenderal!

Siapa orang yang mati ini?

Dia Park Dal Hyang.

Park Dal Hyang?

Jenderal!

Jenderal!

Tuan!

Tuan!

Tuan!

Bawa mereka keluar!

Semuanya!/ Baik!

Tidak!

Tuan!

Minggir! Aku harus memeriksa!

Kami adalah temannya.

Kubilang semua orang!

Periksa identitas mereka terlebih dulu!

Keluarlah!

Tuan!

Tuan!

Jenderal!

Jenderal!

Apa-apaan ini....

Jenderal!

Jenderal!

Jenderal, sadarlah!

Anda tak apa?

Apa yang terjadi?

Kenapa kau bertanya padaku?

Park Dal Hyang tewas.

Apa yang terjadi?

Tuan!

Tuan!

Apa yang terjadi?

Ada keributan apa ini?

Kita ada masalah besar.

Yong Gol Dae mabuk dan membunuh salah satu pengawal kita!

Apa?

Bagaimana itu bisa terjadi?

Dimana sisa mayatnya?

Kita kehilangan kepalanya!

Kami sedang mencarinya. Mungkin itu sudah dibuang...

...jadi kami sedang mencari ke hutan sekitar sini.

Berhentilah menangis!

Dan lihatlah dia!

Kau yang paling mengenalnya.

Apa itu benar-benar dia?

Saya tidak yakin.

Saya rasa ini adalah dia...

...atau bukan...

Semua orang melihat Park Dal Hyang masuk ke ruangan itu.

Ini pasti dia!

Siapa mereka?

Kenapa mereka disini padahal ini bukan kasus mereka?

Bawa mereka keluar!

Baik!

Ini jebakan!

Apa yang kau rencanakan kali ini?

Ambil itu dari tangannya.

Itu bisa menjadi bukti.

Tunggu!

Lepaskan aku!

Lepaskan aku!

Kau!

Siapa mereka?

Katanya mereka adalah temannya.

Teman?

Apa ini?

Mereka menemukannya pada mayat.

Ini adalah surat rahasia Putra Mahkota.

Apa-apaan ini... Apakah ini...benar?

Kita harus memeriksanya.

Geledah ruangan Yong Gol Dae.

Apa kau benar-benar membunuhnya?

Itu tidak masuk akal!

Kenapa dia melakukannya?

Aku tidak yakin aku tidak membunuhnya.

Kami akan menggeledah ruanganmu untuk mencari barang bukti.

Beraninya.

Jangan pernah menyentuh apapun disini.

Tarik kembali pedangmu.

Jangan buat masalahnya jadi lebih besar.

Ini akan singkat.

Kami hanya akan mencari sesuatu.

Kami menemukannya!

Ini adalah tusuk rambut!

Yang Mulia.

Anda mendapat pesan dari Anju.

Kau adalah Pan Se.

Jadi bagaimana?

Dia tewas.

Siapa?

Park Dal Hyang...

Apa yang barusan kau katakan?

Kenapa?

Dia dibunuh...

...oleh musuh.

Dia dipenggal.

Yang Mulia.

Saya dengar anda mendapat pesan...

Bagaimana dengan surat Seung Po?

Ini dia.

Masalahnya tidak berjalan lancar disini.

Cerita singkatnya...

...Yong Gol Dae dibius dan memenggal kepala Park Dal Hyang.

Jadi ini yang terjadi.

Park Dal Hyang mendapat surat rahasia dari Putra Mahkota.

Putra Mahkota menulis bahwa Puteri Mahkota dan Yong Gol Dae berselingkuh...

...dan Puteri Mahkota memberikan tusuk rambut dari mendiang Permaisuri.

Dan Baginda Raja mendengar rumor itu dan meminta Puteri Mahkota...

...menunjukkan tusuk rambut itu.

Jadi Putra Mahkota memerintahkan Park Dal Hyang untuk mencarinya.

Saat Park Dal Hyang berada di ruangan...

...Jenderal masuk, mereka berkelahi dan Jenderal membunuhnya.

Ini surat dari Putra Mahkota.

Dan ini tusuk rambut yang kita temukan di ruang Yong Gol Dae.

Pedang ini membuktikan bahwa dia adalah orang Putra Mahkota.

Aku juga bisa membuktikan bahwa Park Dal Hyang adalah orang Putra Mahkota.

Karena ini adalah urusan besar diantara negara kita...

...mari kita rahasiakan diantara kita saja. Pernyataan resmi yang bisa kita buat adalah...

...Yong Gol Dae mabuk dan membunuh petugas militer Joseon.

Ini adalah skenario terburuk.

Park Dal Hyang tewas dan tusuk rambutnya hilang.

Dan Jenderal ditangkap.

Hal lebih buruk yang bisa terjadi adalah...

...sekarang Yong Gol Dae dan Puteri Mahkota juga tidak akan selamat.

Sekarang waktumu untuk memutuskan.

Kuncinya berada di tanganmu.

Bisakah kita menangani konsekuensi memprovokasi Manchu?

Sekarang waktu yang sensitif karena kejadian sebelumnya...

Dulu dan sekarang itu berbeda.

Dulu...

...itu soal isi dari dokumen negara...

Tapi sekarang hanya soal pembunuhan Yong Gol Dae dan masalah pribadi.

Dan buktinya sudah jelas. Bahkan jika kita membunuhnya...

...Manchu tidak bisa mengatakan apa-apa.

Dia menghina kekuasaan kerajaan kita!

Bagaimana bisa kita membiarkan dia melintasi perbatasan?

Jika kita melakukannya, itu jelas akan menjadi ketidaksetiaan kita.

Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan cepat...

...sebelum menjadi semakin besar.

Kita tidak boleh menjadikan ini sebagai kasus resmi...

...dan mengirim mereka untuk diadili.

Baginda Raja dan Putra Mahkota...

...juga tidak akan senang.

Skandal seperti ini seharusnya diselesaikan secara diam-diam.

Karena alasan setimpal.

Kalau begitu...

Jawabannya ada disana.

Hukuman mati.

Itu yang akan kulakukan.

Hukuman mati...

Kim Ja Jum mencoba membunuh Jenderal...

...dengan alasan pembunuhan dan perselingkuhan.

Dengan pembenaran untuk melindungi nama anda.

Tuan!

Tuan!

Minggir!

Tolong minggir!

Hei, tunggu! Tunggu sebentar!

Tuan!

Tuan, tolong dengarkan aku...

Kau masih disini?

Kau seharusnya mengurus mayat temanmu.

Mayatnya mungkin sudah mulai membusuk.

Tidak ada bukti bahwa itu adalah mayatnya, jadi terlalu dini untuk melakukannya.

Apa kau tidak takut dengan konsekuensinya...

...jika kau menangani masalahnya seperti ini?

Apa lagi yang kau butuhkan?

Dia menyimpan surat dan pedang Putra Mahkota.

Yong Gol Dae juga tidak membantah.

Pembunuhan dan motivasinya jelas.

Apa lagi yang kau butuhkan?

Ini jelas-jelas melanggar wewenang.

Itu adalah dirimu sendiri!

Memangnya kau siapa?

Kau bahkan tidak punya kedudukan apapun.

Kau bukan pengawal kerajaan saat ini.

Kau hanya orang awam, bukan siapa-siapa!

Beraninya kau mengungkit soal wewenang? Karena kau berteman dengan Putra Mahkota...

...kau tidak takut apa-apa?

Ini bukan Hanyang.

Pergilah.

Mereka tak lebih dari orang yang menyedihkan dari Hanyang.

Tidak layak mendengar mereka.

Ayo pergi.

Hanya ada satu jalan sekarang.

Kita harus membuktikan bahwa Park Dal Hyang tidak tewas...

...dan kasus ini adalah jebakan.

Mayatnya mulai membusuk...

...jadi kami harus menguburnya tanpa pilihan.

Tapi kami masih tidak percaya itu adalah kepalanya.

Jika dia mati, tidak perlu menyembunyikan kepalanya.

Dia pasti masih hidup di suatu tempat.

Hanya saja kita belum menemukannya.

Aku sedang mencari wanita...

...yang membius Jenderal.

Kita harus menemukannya untuk menyelesaikan kasus ini.

Kami tidak memiliki petunjuk mengenainya.

Kecuali bahwa namanya adalah "Hyang Sun."

Saya rasa Yang Mulia harus pergi kesana.

Disana situasinya kacau.

Aku pergi sekarang.

Siapkan kuda.

Tapi ini harus terlihat seperti aku kembali ke sumber air panas.

Jadi kau bersiaplah dan pergi ke sumber air panas.

Baik.

Apa itu berita buruk?

Sepertinya saya mendengar seseorang meninggal.

Yang Mulia.

Kurasa aku harus pergi sendiri untuk menemukan tusuk rambut itu.

Masalah disana tidak berjalan lancar.

Aku akan bicara pada Ayahanda jadi kau bisa tinggal di rumahmu.

Jika kau tinggal sendiri disini dan Ayahanda akan menanyaimu...

...maka kau tidak akan bisa menanganinya.

Persiapkan keberangkatannya.

Baik.

Yang Mulia.

Kami sudah siap.

Apa kau khawatir?

Saya merasa ini akan menjadi terakhir kalinya saya disini.

Itu yang kau inginkan, 'kan?

Saat itu kau mabuk dan memintaku membiarkanmu pergi.

Ya, itu benar.

Jangan khawatir, keinginanmu tidak akan terwujud.

Kau akan kembali bahkan jika kau tidak mau.

Pergilah sekarang.

Ayo pergi.

Apa anda siap?

Berhati-hatilah.

Halo.

Aku baru saja mendengar semuanya dan sampai disini.

Apa yang terjadi?

Dimana Putra Mahkota?/ Putra Mahkota baru saja pergi ke Anju.

Kau orang biadab!

Matilah kau!

Matilah!

Yong Gol Dae mabuk dan membunuh...

...salah satu petugas militer Joseon...

...dan kesalahan lain yang tidak bisa diungkapkan kepada publik...

...dia menghina keluarga kerajaan Joseon.

Dibawah wewenang Menteri Kim...

...Yong Gol Dae akan dipenggal secepatnya.

Terima kasih sudah download drama & subtitle disini :: www.airens357.net ::

Siapa?

Park Dal Hyang dibunuh di Anju.

Apa anda baik-baik saja, Yang Mulia.

Setelah anda dilengserkan...

...Puteri Mahkota berikutnya adalah...

...saya, kata mereka.

Sekarang, bagaimana kalau kita membentuk aliansi?

Apa kau memintaku membunuh diriku sendiri? Aku akan mati sebagai Puteri Joseon.

Apa yang kau katakan?

Hidupmu lebih penting hari ini.

Aku akan menjagamu.

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.