Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
English
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
French
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Indonesian
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
Dahulu kala, tinggallah seorang pemotong kayu yang jatuh cinta.
Pemotong kayu itu, yang hendak melamar cintanya,
dikutuk oleh nenek sihir jahat dan kehilangan tangan dan kakinya.
Beruntung, dia menemui perajin yang memberinya tubuh dari kaleng,
tapi sebagai gantinya, dia kehilangan jantungnya.
Setelah kehilangan jantungnya, pemotong kayu ini mengabaikan
wanita yang sangat dia cintai.
Setelah meninggalkan dia suatu hari tanpa mengucapkan selamat tinggal,
pemotong kayu itu kehujanan bersama kayu-kayunya.
Dia mulai karatan dan makin kaku.
Terima kasih.
"Seperti pentingnya kesan pertama"
"Kesan terakhir pun penting"
"Kita bisa mengakhiri hubungan dengan bijaksana..."
Hadirin sekalian, sekarang kita akan mendarat untuk kali terakhirnya
di Bandara Internasional Incheon Seoul.
Mohon pastikan sabuk pengaman Anda sudah dieratkan dengan aman.
"Episode 1"
Seperti pentingnya kesan pertama,
kesan terakhir pun penting.
Tergantung cara kita memutuskan hubungan,
waktu yang kita jalani bersama bisa menjadi kenangan indah
atau luka.
Mohon perhatian.
Jangan macam-macam karena aku tidak di sana.
Jaga adik-adikmu, mengerti?
Putus?
Jangan memancingku.
Dia tidak tahu apa-apa.
Haruskah aku keluar dan bilang, "Aku mau putus"?
Apa lagi?
Aku memberitahunya via pesan teks.
Apa? Kejam?
Cara ini paling mudah untuk putus.
Dia mungkin sedang berdiri
di atas papan lompat sekarang.
Hoo Bin. Kamu mau ke mana?
Kamu mengikuti kompetisi. Seharusnya kamu ada di kolam, bukan?
Jangan bilang kamu mengorbankan kompetisi itu demi datang kemari.
Aku bisa mengorbankan kompetisi itu,
tapi tidak bisa merelakanmu.
Dasar bodoh!
- Hoo Bin. - Kamu masih anak-anak?
Kenapa kamu mengorbankan kompetisi itu demi aku?
Kesetiaan, cinta, atau janji...
Semua itu tidak penting.
Aku tahu kamu keras kepala.
Tapi kamu...Tidak kusangka kamu akan sebodoh ini.
Pada akhirnya,
kamu akan menjadikanku bedebah yang menghancurkan hidupmu.
Aku bahagia
saat kita bersama.
Kamu memang naif atau bodoh?
Aku pergi.
"Ayah"
Hei!
- Semua ini salahku. Jangan pergi. - Lepaskan.
Aku akan mengusahakannya.
Semua ini salahku, jadi, jangan pergi.
Lepaskan.
Kumohon lepaskan.
Tolong lepaskan.
Aku memacari wanita lain. Maafkan aku.
Lepaskan.
Lepaskan!
Hoo Bin...
Hoo Bin...
Lepaskan!
Jika mau memberikan kenangan manis kepada orang lain
dan tidak menyakiti mereka,
seperti mempersiapkan kesan pertama yang baik,
kita harus mempersiapkan perpisahan.
"Kodrat pria dan wanita berbeda"
"Perbedaan itu menyebabkan kesalahpahaman di antara mereka"
"Pria, yang mengasihi wanita, membagikan 28 teknik"
"Agar pria dan wanita memiliki metode komunikasi'
"Yang lebih baik"
"The Undateables"
"Episode A, Berpacaran adalah Kenangan"
"Lima tahun kemudian"
Permisi.
Ambil ini.
Tunggu...
Astaga.
Hujan.
Astaga, dingin.
"Tempat Menunggu Taksi"
Terima kasih.
Hei. Terima kasih atas payungnya!
Siapa namamu?
Aku mau meninggalkan kartu pujian di agensimu!
Omong-omong, payungmu sangat bagus.
Pria biasanya tidak membawa payung bagus.
Selera modemu bagus.
Terima kasih.
Kamu terlihat bagus memakai seragam dan mantel hujanmu.
Kenapa kamu memberikan payungmu?
Bagaimana jika mantel mahalmu rusak?
Itu taksi.
Astaga, dia baik sekali.
Bagaimana caraku mengembalikan ini?
Bisakah kuantar ke bandara saja?
Bong Sun Hwa...
"Yang melajang kesepian dan yang berpacaran sangat bahagia"
"Hantu Nenek yang Menakutkan, Bong Sun Hwa"
"Mak Comblang yang Buruk, Yoo Jeong Eum"
Yoo Jeong Eum!
Kamu kenapa belakangan ini?
Aku berlebihan menilaimu, ya?
Biasanya kamu 100 persen berhasil menjodohkan semua pasangan.
Apa yang terjadi dengan cinta dan harapanku, Yoo Jeong Eum?
Begini. Mungkinkah aku sedang terpuruk?
Terpuruk?
Terpuruk?
Baiklah. Kamu mau mengundurkan diri?
Apa? Aku tidak akan mengundurkan diri.
Jika mengundurkan diri, aku tidak bisa melakukan apa pun.
Anda tahu aku telah menjadi atlet sepanjang hidupku.
Jika sudah tahu, bisa-bisanya kamu beralasan sedang terpuruk.
- Maafkan aku. - Setelah berhenti menyelam,
ayahmu mendaftarkanmu ke agensi kami untuk menikahkanmu
karena enggan melihatmu bersantai selama bertahun-tahun.
Kamu biasanya mengirim teman-temanmu untuk dijadikan peserta kencan buta.
Kamu menyiksaku sebagai klienku saat itu.
Aku merasa kasihan, jadi, mempekerjakanmu karena kukira
bisa memberimu pekerjaan sebagai pengganti calon suami.
Tapi teganya kamu melakukan ini. Bisa bekerja yang becus, tidak?
Tahun depan, peringkatmu akan turun menjadi F, bukan D!
Tamatlah kamu!
Karena itu...
"Yang melajang kesepian dan yang berpacaran sangat bahagia"
"Oh Doo Ri, Tidak Ada Harapan"
Namanya Oh Doo Ri, usia 40 tahun.
Dia seorang kolektor.
Dia memiliki kebun mangga apel
seluas 33.057m² di Pulau Jeju.
Kekayaan ayahnya...
Keluarganya kaya raya.
Dia teman sekelasku di SMA.
Sungguh?
Ayahnya mengumumkan akan menginvestasikan sejuta dolar
pada agensi yang bisa mencarikan suami untuknya tahun ini.
- Tidak mungkin. - Saat ini, semua agensi
mencoba mendapatkan Doo Ri.
- Aku bisa tahu alasannya. - Ayo dapatkan dia.
Apa?
Dapatkan dia.
Lakukan apa pun untuk mendapatkan dia.
Ini peluang emas bagi kita untuk meningkatkan penjualan,
jadi, kamu harus mendaftarkan dia bagaimanapun caranya.
Kita bisa. Bukan, kamu bisa. Hanya kamu yang bisa melakukan ini.
Pokoknya, kamu harus mendapatkannya. Sejuta dolar bertumpu pada ini.
Sejuta dolar!
"Tunjukkan aku uangnya!"
Terima kasih.
Yoo Jeong Eum! Tenangkan dirimu!
Akankah Yoo Jeong Eum menyerah pada kompetisi ini?
Maafkan
Ibu.
"Oh Doo Ri"
Halo.
Ukuranmu lebih besar setengah, bukan?
Ukuranku 44,5 dan ukuranmu 55.
55. Ini.
Sapa lautan dahulu.
Kita bicara nanti saja.
Maaf, Bu.
Di sini!
Kamu harus memakai baju pelampung.
Ayo.
Baiklah.
Ayo naik!
Kamu tidak mau naik?
Baiklah.
Ayo. Raih tanganku.
Pelan-pelan saja.
Kamu bisa melakukannya. Pelan-pelan. Genggam tanganku.
Baiklah. Ayo pijakkan kakimu.
Maju ke arahku. Bagus.
Dasar bedebah!
Tidak apa-apa. Aku di sini.
Pegang yang erat. Ayo coba lagi.
Tidak apa-apa. Bagus.
Kemarilah.
Satu. Bagus.
Sakit!
Sakit!
Sakit!
Bu?
Bu?
Kudengar kamu penyelam yang kompetitif. Kamu mengalahkanku.
- Apa? - Nona Gong mengirim orang yang pas.
Aku menyukaimu.
Ayo.
Duduklah.
Tampak enak jika kupotong dahulu sebelum disiapkan,
tapi rasanya akan lebih enak jika dimakan tepat setelah dipotong.
- Ini. - Terima kasih.
Ini enak. Jusnya langsung...
Semua itu koleksi Anda?
Ya. Itu Hair Hair Girls.
Hobiku adalah mengoleksi itu.
Dia Rambut Pirang, dia Rambut Panjang, dia Rambut Super Panjang.
Dia Rambut Shaggy.
Pasti aku satu-satunya orang di Korea
yang punya banyak Hair Hair Girls.
Sebuah galeri ternama sudah lama memintaku membuka pameran,
tapi aku tidak suka membawa para gadisku keluar,
jadi, tidak pernah melakukannya.
Omong-omong, aku akan langsung menyebutkan tipe pria yang kucari.
Baik, Bu.
Pertama, usianya tidak boleh lebih dari 35 tahun.
Tinggi badannya harus sekitar 180 cm.
Yang terpenting, dia proporsional.
Aku tidak suka pria yang terlalu berotot.
Mungkin, perutnya saja yang berotot?
Aku tidak suka pria yang parasnya terlalu manis.
Aku suka penampilan Lee Seo Jin. Kamu mengerti, bukan?
Pria yang sangat keren
dan punya aura menakjubkan.
Aku punya banyak uang, jadi, jika dia mempunyai
apartemen di Gangnam, itu sudah cukup.
Bagaimana menurutmu? Itu tidak sulit, bukan?
"Pria idaman Oh Doo Ri"
Sama sekali tidak sulit.
Anda terlalu rendah hati.
Wanita seperti Anda bisa meminta pria yang lebih keren.
Begitulah cara ayahku membesarkanku.
Baik, coba kita lihat. Kamu membawa buku klien pria, bukan?
Ya.
"Kekayaan, Wajah"
"Perut berotot?"
Kurasa aku akan merekomendasikan...
"Penampilan, Keren, Aura?"
Tinggi badannya hanya 178 cm.
Sangat disayangkan.
Parasnya terlalu manis, jadi, bukan dia orangnya.
Aku tidak suka pria manis.
Dia bukan tipe Anda. Jadi...
"Kim So Wool"
"Petani dan penyair?"
Usianya 35 tahun.
Dia seniman.
"Yook Ryong"
Hoon Nam! Maksudku, Pak Kang. Anda belum tiba?
Aku baru saja tiba. Kenapa?
Ada orang di sana?
Kabarnya, Galeri Nana juga di sana
untuk mendaftarkan Oh Doo Ri.
Maaf, aku tidak bisa membocorkan informasi pribadi klien kami.
Aku bisa memberikan informasi lebih
jika Anda menjadi anggota.
- Begitukah? - Itu kebijakan perusahaan.
Baiklah.
Ini.
Beri aku pena.
Siapa kamu?
Aku Kang Hoon Nam. Kita pernah bicara di telepon.
"Kontrak"
Yang benar saja.
"Urutan adalah hukum alam."
Tidak boleh begini.
Yang benar adalah "Kekacauan adalah hukum alam."
Kekacauan?
"Kekacauan adalah impian manusia."
"Urutan adalah impian manusia", bukan kekacauan.
Begini... Aku juga mengetahuinya.
Kata-kataku berantakan karena aku jengkel.
Bukan itu yang penting.
- Benar sekali. - Apa?
Bisakah kita bicara empat mata di suatu tempat?
Kenapa kamu...
Jangan biarkan dia menipu kita lagi.
Tolong tunjukkan kepada kami bahwa keadilan masih berlaku.
Tunggu di luar.
- Percayalah kepadaku. - Aku sungguh bisa memercayaimu?
Tentu saja.
Apa yang terjadi? Dia sudah mendaftar?
Dia sudah mendaftar atau belum?
Bukan urusanmu.
Kamu merenggut kontrakku, jadi, harus memberitahuku!
Kamu sama sekali tidak merasa bersalah?
Ini juga kompetisi.
Kompetisi?
Dunia memang telah berubah, tapi ini tidak benar.
Masih ada benar dan salah.
Dahimu merah.
Apa-apaan dia? Hei!
Aku tidak mau memasalahkan ini,
tapi siapa yang ada di balikmu?
Kerajaan? Bangsawan? Aku akan segera mengetahuinya!
Kamu tidak mau memberitahuku?
Aku mungkin tidak membalas budi, tapi tidak akan melupakan dendam.
Nama julukanku Chuno, Pemburu Budak.
Taksi!
- Ke bandara. - Baik.
Apa-apaan kamu?
Bagaimana rasanya diselak?
Kalau begitu, bayar tarif taksinya.
Jangan hidup seperti itu.
Pikirmu berapa banyak kemewahan yang bisa kamu nikmati?
Kita terlahir dengan gelas kosong dan mati dengan gelas kosong.
Tangan kosong.
Tangan kosong atau gelas kosong, keduanya sama saja bagiku!
Lihatlah caramu memalingkan wajah saat seseorang berbicara denganmu.
Tidak sulit membaca seseorang.
Hal-hal kecil seperti ini menunjukkan watak asli kita.
Meskipun kita saingan, kamu harus bisa menghargai.
Memangnya kita anjing hutan yang mencari mangsa?
Kamu seharusnya tidak memakan daging busuk!
Kamu bahkan asal maju.
Jika kamu menyerang saat aku tidak siap,
apa itu disebut kemenangan sejati?
Maaf, Pak.
"Aku mengawasimu!"
Aku tidak akan merasa dirugikan jika kamu berlaku adil.
Tapi kamu menyelak antrean
dan melahap makanan yang kusiapkan.
Semua usahaku sia-sia.
Hampir lupa. Payungnya.
Aku meminjam payung ini dari seorang pramugari
Maskapai Korea di Jeju. Bisa berikan ini kepadanya?
Namanya...
Dia mirip Oh Yoon Ah.
Tolong beri dia banyak poin keramahan.
Hei!
- Hei! - Hei!
Hei!
Hanya itu yang bisa kamu lakukan?
Tapi tampaknya Doo Ri sungguh menyukaimu.
- Apa? - Kenapa kamu pergi begitu saja?
- Dia menyuruhmu menunggu di luar. - Apa?
Kamu pergi usai dia meneken kontrak dengan sebuah galeri untuk pameran.
Dia meneleponku dan bertanya kenapa kamu pergi.
Pameran di galeri?
Dia akan ke Seoul beberapa hari lagi untuk berbisnis.
Dia akan meneken kontrak itu denganku.
Intinya, aku yang mengurus Doo Ri.
Baik membawa klien baru atau menjodohkan klien yang ada,
kamu harus melakukan sesuatu untuk penjualanmu.
Kudengar, ada direktur galeri yang datang dari Seoul hari ini.
Astaga, lihatlah dirimu.
Kerja bagus. Pulang dan istirahatlah.
Lihatlah dirimu.
"Restoran Jeroan"
Kamu datang rupanya. Pasti kamu kelaparan.
Aku sama sekali tidak lapar. Aku tidak boleh lapar.
Apa maksudmu? Wajahmu menunjukkan rasa lapar.
Joon Soo, dengar ceritaku hari ini. Aku mengejar orang asing
dan melakukan semua hal konyol.
Apa? Bagaimana bisa?
Entahlah. Pokoknya, semua kacau.
Tolong katakan kepadaku kami tidak akan bertemu lagi.
Jarang sekali kita bisa bertemu dengan orang asing yang sama.
Kamu tidak akan bertemu dengan dia lagi. Makan saja.
Sungguh?
Berikan saus berbumbu dan daun bawang pedasnya.
Ini daun bawang berbumbu dan saus pedasnya.
Aku keliru menyebutnya lagi?
Karena cerdas, aku mengerti semua kalimatmu yang bercampur aduk.
Tenang saja.
Hei, ayahmu datang.
Ayahku? Dia di sini?
Ya, tapi ayahmu memakai topi dengan posisi terbalik.
Itu sangat kotor. Ayolah, Semuanya.
Tetaplah di sana.
Aku habis dari kamar mandi.
Putri Ayah di sini!
Semuanya, dia putriku.
Pernah masuk tim nasional untuk olahraga menyelam.
Dia pernah memenangkan semua medali emas,
tapi kini bahkan tidak pernah ke tempat pemandian.
Kamu menggosok tubuhmu, tidak?
Astaga, Ayah mulai lagi dengan cerita favorit Ayah.
Saat masih kecil, Ayah sering menggosokmu dari kepala
sampai kaki termasuk punggungmu, tapi kini Ayah tidak bisa...
- Joon Soo, kamu... - Diamlah.
- Ayah mempermalukanku. - Kamu pernah menggosok punggungnya?
- Dasar... - Joon Soo.
Ayo pulang, Ayah.
- Sekarang? Pulang sekarang? - Astaga.
- Kita harus pulang sekarang. - Tunggu.
- Aku akan bernyanyi. - Ayo.
- Baiklah. - Baiklah.
"Cinta muda"
Bu, berapa totalnya?
Pria tampan itu sudah membayarnya.
- Sungguh? - Kamu beruntung.
Kamu punya pacar seorang dokter tampan.
Apa? Dia bukan pacarku.
- Dia temanku. - Dia bukan pacarmu?
Kalian berdua selalu bersama. Kukira kalian berpacaran.
Terima kasih atas makanannya.
Saat manajer tahu aku tidak bilang
soal bagian botaknya, dia pasti akan membunuhku.
Di mana aku bisa mendapatkan klien baru?
Hentikan. Aku sudah menjadi klienmu.
Kamu bisa mendaftar untuk program jangka pendek lainnya.
Aku masih ada banyak sesi.
Lantas kenapa kamu menolak kencannya?
Karena aku tidak menyukai dia.
Astaga, standar wanitamu tinggi.
Kami hanya mengirimkan yang terbaik kepadamu.
Yang terbaik?
Pokoknya, kamu harus berpacaran.
Biarkan aku menjodohkan satu pasangan agar penjualanku naik.
Maaf, Nona Mak Comblang.
Kamu tidak memacari siapa pun,
tapi menyuruh klienmu berpacaran. Itu terdengar aneh, bukan?
Aku tidak perlu memacari pria untuk tahu dia baik atau bedebah.
Aku sudah bisa menebak dengan melihatnya.
Astaga, orang-orang bisa mengira kamu andal soal berpacaran.
- Kamu payah soal pacaran. - Aku? Soal pacaran?
Astaga. Tetap saja, aku lebih baik daripada kamu.
- Memangnya aku kenapa? - Hei, saat mantan pacarmu
menikah dengan pria lain, kamu sungguh patah hati.
Di hari pernikahannya, kamu mabuk
dan menggelinding di lumpur. Aku yang menjemputmu.
- Itu di air berlumpur. - Jangan coba menyangkalnya.
Benar. Ada pelangi saat itu.
- Itu menyebalkan. - Saat melihat pelangi,
kamu menangis, meratap, dan membuat onar.
Pokoknya, kita sudah melihat semua sisi buruk satu sama lain.
- Benar, bukan? - Benar.
Hei, dia tidak berat?
Dia sangat berat.
Ayo.
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.