All language subtitles for Unexpected Family 2026 1080p WEB-DL DDP5 1 H 264-HDSWEB

af Afrikaans
ak Akan
sq Albanian
am Amharic
ar Arabic Download
hy Armenian
az Azerbaijani
eu Basque
be Belarusian
bem Bemba
bn Bengali Download
bh Bihari
bs Bosnian Download
br Breton
bg Bulgarian Download
km Cambodian Download
ca Catalan
ceb Cebuano
chr Cherokee
ny Chichewa
zh-CN Chinese (Simplified) Download
zh-TW Chinese (Traditional)
co Corsican
hr Croatian Download
cs Czech
da Danish
en English Download
eo Esperanto
et Estonian
ee Ewe
fo Faroese
tl Filipino
fi Finnish Download
fr French Download
fy Frisian
gaa Ga
gl Galician
ka Georgian
de German Download
gn Guarani
gu Gujarati
ht Haitian Creole
ha Hausa
haw Hawaiian
iw Hebrew Download
hi Hindi
hmn Hmong
hu Hungarian Download
is Icelandic
ig Igbo
id Indonesian Download
ia Interlingua
ga Irish
it Italian
ja Japanese Download
jw Javanese Download
kn Kannada
kk Kazakh
rw Kinyarwanda
rn Kirundi
kg Kongo
ko Korean
kri Krio (Sierra Leone)
ku Kurdish
ckb Kurdish (Soranî) Download
ky Kyrgyz
lo Laothian
la Latin
lv Latvian
ln Lingala
lt Lithuanian
loz Lozi
lg Luganda
ach Luo
lb Luxembourgish
mk Macedonian
mg Malagasy
ml Malayalam
mt Maltese
mi Maori
mr Marathi
mfe Mauritian Creole
mo Moldavian
mn Mongolian Download
my Myanmar (Burmese)
sr-ME Montenegrin
ne Nepali
pcm Nigerian Pidgin
nso Northern Sotho
no Norwegian
nn Norwegian (Nynorsk)
oc Occitan
or Oriya
om Oromo
ps Pashto
fa Persian
pl Polish Download
pt-BR Portuguese (Brazil) Download
pt Portuguese (Portugal) Download
pa Punjabi
qu Quechua
ro Romanian Download
rm Romansh
nyn Runyakitara
ru Russian Download
sm Samoan
gd Scots Gaelic
sr Serbian Download
sh Serbo-Croatian
st Sesotho
tn Setswana
crs Seychellois Creole
sn Shona
sd Sindhi
si Sinhalese
sk Slovak
sl Slovenian Download
so Somali
es Spanish Download
es-419 Spanish (Latin American) Download
su Sundanese
sw Swahili
sv Swedish
tg Tajik
tt Tatar
te Telugu
ti Tigrinya
to Tonga
lua Tshiluba
tum Tumbuka
tr Turkish Download
tk Turkmen
tw Twi
ug Uighur
uk Ukrainian
ur Urdu
uz Uzbek
vi Vietnamese Download
cy Welsh
wo Wolof
xh Xhosa
yi Yiddish
yo Yoruba
zu Zulu

Original subtitles

BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI

TERIMA KASIH: gendhutz, Lk21.de, Seseorang, Leo C. Wijaya, Western Songs only, Khusus Game, Mawan, Ibnu triawan, atas SUPPORTNYA di: trakteer.id/broth3rmaxSUB

berikan SUPPORT di: trakteer.id/broth3rmaxSUB

Selanjutnya,

ada pendengar bernama Wang Shuqin.

Dia meminta lagi "Hometown Love" untuk para pendengar.

Biji melon (kwaci), kacang.

Selanjutnya apa lagi?

Biji melon, kacang.

Kok bisa aku sampai sini?

terjemahan broth3rmax

Bang Ren.

Bang Ren.

Lupa.

Manggis. Catatan medis. Botol miras.

Bibi Jin, kau sudah sarapan? / Ya, sudah.

Bang Ren.

Bang Ren. Mau jalan-jalan ke taman lagi?

Kau habis minum lagi.

Tunggu, aku akan ikut.

Aku kunci pintu dulu.

Aku bisa pergi sendiri.

Aku bisa pergi sendiri.

Dan...

menyanyimu merdu.

Lain kali pelankan suaranya.

Hati-hati di jalan.

Pusat Anti-Penipuan Wuhan mengingatkan anda.

Pencegahan dimulai dengan pikiran waspada. / Mau pergi kemana, Kakek Ren?

Tetap waspada terhadap penipuan, ingatkan yang lain juga.

Hati-hati terhadap telpon tidak dikenal.

Tenang saja, nona.

Tunggu aku.

Bapak Ren.

Makasih, Bapak Ren.

Sampai nanti, Bapak Ren.

Jiqing!

Makasih.

Jiqing! Kurma hijau yang kudapat dari rumahmu tempo hari

sangat renyah!

Hati-hati.

Pemberhentian selanjutnya adalah Stasiun Wuchang.

Para penumpang tiba di Wuchang,

mohon bawa barang bawaan anda

dan bersiaplah turun kereta.

Sebentar lagi kita akan tiba di Stasiun Wuchang.

Hey, Bibi. / Fanfan,

apa kau memang berhenti kerja dan kabur ke Wuhan?

Oh, jangan dengarkan nenekmu, dia sudah tua dan pikun!

Lagian apa bedanya dikubur di Wuhan sama Guizhou?

Kembali ke kampung halaman itu satu-satunya keinginan Nenek...

Ketika orang meninggal, mereka tiada. Meski hidup itu berat,

apa bedanya mau dikubur dimana?

Dan kamu, kabur ke Wuhan sendirian, bagaimana bisa hidup?

Oh, tak usah mencemaskanku. Aku sudah cukup siap tinggal di tanah kelahiranku.

Paling banter, aku bisa dapat uang di Wuhan!

Tak usah kuatir! / Apa kamu tahu betapa mahalnya pemakaman di Wuhan?

Lalu kamu mau tinggal dimana di Wuhan? Apa punya tempat?

Tak usah ganggu aku.

Fanfan, Fanfan...

Biji melon, kacang, minuman!

Ada yang mau?

Mohon tetap di tempat duduk.

Biji melon, kacang, minuman!

Ada yang mau?

Halo, Dr. Wu. / Bapak Ren.

Hm? / Kau datang juga.

Ya. / Seperti biasanya, kita pengetesan.

Tanggal berapa sekarang?

1 Juni, Hari Anak-anak. / Berapa hari seminggu?

Rabu. / Seperti biasanya,

kuucap 3 benda, lalu kau ulangi.

Baik.

Biji melon, kacang. / Biji melon, kacang...

kaki gajah.

Biji melon, kacang, kaki gajah.

Yeah.

Biji melon, kacang, kaki gajah.

Berapa 100 dikurangi 7? / 93.

Dan 93 dikurangi 7? / 86.

Dan 86 dikurangi 7? / 79.

Jujur saja padaku.

Apa kau diam-diam mempelajari pertanyaannya di rumahmu sendiri?

Tidak, tak kupelajari.

Tanyakan yang lebih sulit. / Baik,

oke, kau...

gambarlah waktu pada jam.

Hm? / Wa... waktu.

Itu juga gampang.

Ayo.

Tiga benda apa tadi yang kusebutkan?

Kau ingat?

Hua zi (biji melon)

Hua zi, kaki ayam.

Tenang saja.

Kuberi petunjuk.

Biji melon. / Biji melon.

Kacang.

Kacang.

Dan yang satunya?

Apa yang satunya?

Apa?

Biji melon, kacang... apa satunya?

Biji melon.

Kacang.

Apa satunya?

Apa satunya?

Ngapain kau, buta atau bagaimana?!

Hey!

Kenapa kau, goblok?

[TERMASUK MAKAN + NGINAP]

Hai, apa masih ada lowongan disini?

Keluar! Keluar!

Keluar! Keluar! / Diam!

Nanti, kumasak kau!

Jadi, ada lowongan atau tidak? / Ada pengalaman kerja?

Nyuci mobil, nyuci sayur.

Menjaga gudang, pasang baut, semuanya.

Zhuzi. / Huh?

Mainkan saja 9 lingkaran dari sini.

Kenapa mainkan 9 lingkaran? / Kenapa kau ini?

Memangnya kau bisa main?

Pekerja baru, bawa orang ini ke sif percobaan.

Oh,

Kalau gitu ikut aku. / Kalian berdua tak cocok.

Kalian berdua tak cocok.

9 lingkaran. / 9...

Sudahi dramamu! Hentikan!

VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Bang Jia. Kau masih "buka lowongan"

untuk nipu orang tolol buat kerja gratisan, huh? / Apa maksudmu "nipu"?

Anak muda jaman sekarang...

mereka itu malas

dan licik kayak rubah.

Mereka cuma mikirkan uang, bukan manusia.

Selain itu,

kali ini aku lagi nyari pekerja!

Ow, sakit sekali!

Bang Jia, bukankah lenganmu ditopang sudah setahun?

Ligamen sobek itu butuh waktu 3,5 tahun!

Kalian orang bule tak paham.

Bagaimana kubisa ingat itu sudah 100 hari?

Kau salah ingat.

Bos, aku sudah selesai nyuci. Coba lihatlah.

Kerjaannya cukup efisien, huh?

Siapa namamu?

Ini kamu?

Kamu sudah ketuaan!

Apa ini bengkelmu?

Kau berlebihan melipatnya.

Kau didaftarkan dulu.

Grup Pimpinan Jia Melesat Menuju Kejayaan.

Tanpa Tantangan. Takut Menang.

Capek, capek, capek.

Sulit, sulit, sulit.

Bacanya secara vertikal.

Jangan Takut Kesulitan. Tantang Kesulitan.

Atasi Kesulitan.

Bisa baca tidak?

Oh ya ampun.

Apa kau menyediakan tempat nginap disini?

Sebulan percobaan. Untuk makan, makanan kotak,

sebanyak kau mau!

Penginapan? Tidak gratis selama percobaan.

500, dipotong dari upahmu.

Asrama? Belum direnovasi.

Kau bisa tinggal di gudang kecil di depanmu.

Manfaatkan sebaik-baiknya.

Pemiliknya seorang kakek-kakek, baik sekali.

Yang di atas ditinggali Bibi Gu,

kami juga kenal lama.

Ada juga penyewa lama bernama Su Xiaoyue,

nanti kau bertemu dia.

Bapak Ren, aku mengganti lampu bohlam. / Kau pencuri lampu bohlam!

Keluar! / Bapak Ren, aku masang lampu bohlam!

Biar kuatasi.

Bapak Ren. Ini aku, Jia Cilik!

Keluar!

Ayo masuklah!

Apa dia habis minum? / Ya.

Kau biarkan dia minum lagi?

Seolah dia tak mau dengar kalau kularang minum.

Siapa ini?

Jangan pedulikan siapa ini, sekarang bagaimana cara kita masuk?

Lumayan, Su Xiayue. Kau nyimpan sesuatu.

Aku harus bertahan hidup, bukan begitu? / Mestinya kau bilang!

Hampir saja kubuang pot bunga ini tempo hari.

Maka sebaiknya biarkan saja kumati!

Bapak Ren.

Bapak Ren.

Masuk.

Cepat.

Kau duluan.

Bapak Ren.

Bapak Ren.

Bang Jia, kenapa bawa tongkat?

Ini pedang.

Bapak Ren!

Pencuri!

Bapak Ren.

Bapak Ren.

Jangan begitu.

Kau pencuri!

Jangan mendekat.

Kami bukan pencuri!

Bapak Ren!

Kita bisa lihat atlet Cina Ren Zhuangzhuang...

muncul di area tunggu.

Selanjutnya pengangkatan terakhir Ren Zhuangzhuang.

Jika berhasil... dia akan memimpin!

Dan menjadi juara dunia!

Tim Cina, Semangat!!

Juara!

Putraku!

Juara Dunia!

Kau kembali.

Dia barusan menamparku?

Tidak, tidak! / Aku...

Tidak, tidak!

Apa yang kau lakukan? / Saat orang tua menamparmu...

anggap saja itu penyambutan. / Penyambutan apanya?

Sudahlah.

Dia sudah begini.

Apa gunanya jengkel?

Baik.

Aku tolol.

Nak.

Senang kau sudah kembali.

Nak?

Kau panggil dia nak? / Zhuangzhuang.

Nak, kau mau kemana? / Siapa anakmu?

Siapa dari kalian yang memang keluarganya?

Tak banyak sisa keluarganya dia.

Aku... orang yang paling dekat dengannya.

Aku, aku juga.

Aku... termasuk juga.

Dan bapak tua ini, kondisinya kurang baik sekarang.

Secara sepintas, ini hanya trauma kulit.

Tapi lihat disini. Atrophia...

Penyakit Alzheimernya sudah stadium dua.

Kalian harus anggap ini serius.

Al... Al penyakit apa?

Umumnya dikenal dengan demensia pikun.

Gejala khususnya

termasuk apraksia dan agnosia parah.

Persepsi ruang, persepsi waktunya membingungkan.

Mungkin kalian sepenuhnya tak sadar

dia sebelumnya datang ke sini sendirian. / Dokter, apa mungkin ada kekeliruan?

Dia akhir-akhir ini sering minum. / Dia masih minum?

Dokter, apa ada rencana perawatan yang lebih baik?

Kami akan carikan obatnya. Obat paling manjur.

Kalian juga tak perlu buru-buru. Saat ini,

tidak ada perawatan atau obat-obatan yang benar-benar efektif yang tersedia di seluruh dunia.

Penyakit ini adalah sebuah proses kehilangan.

Ingatan perlahan akan menghilang.

Sisi baiknya adalah,

pasien tak begitu merasakan kesakitan.

Orang-orang disekitarnya yang lebih menderita.

Dan bagian ini...

cukup menantang...

bagi keluarga pasien...

serta kemampuan berakting. / Kemampuan berakting?

Jangan pergi!

Tolong, jangan ikuti aku! / Jangan pergi!

Berhentilah!

Kukasih tahu ya.

Bapak itu jatuh gara-gara kamu!

Itu sebab kondisinya begini. Kau harus bertanggung jawab!

Dokter bilang itu cuma luka kulit.

Bagiku kau lebih kayak putranya dia. Kalau kau mau drama, mainkan sendiri.

Poin pentingnya adalah dia tidak mengenaliku sebagai putranya!

Master Zhong.

Selamat, kau langsung dipromosikan. Gaji bulanan naik jadi 300.

Enyahlah. / 500.

800.

Itu tawaran terakhir.

Jadi pak tua itu atlet angkat beban.

Dulunya gabung di tim angkat beban provinsi.

Lihatnya di dinding itu. Kebanyakan foto putranya.

Memenangkan banyak kejuaraan. / Kejuaraan kota.

Kau salah ucap satu kata.

Kejuaraan Dunia.

Bukankah tertulis di situ?

Lalu dimana putranya sekarang?

Lihatlah pemandangan ini, jelas...

Pergi ke Yunnan.

Belum pulang selama 20 tahun.

Kenapa tidak pulang?

2 keledai keras kepala.

Andai putranya Paman Ren ternyata sepertimu

maka waktu sama sekali tak berpihak padanya.

Hey, Bude.

Aku beda satu generasi dari putranya, paham?

Siapa yang kau panggil "bude"? / Kamu.

Kamu yang kelihatan 40-an, betul? / Kamu 41.

Kamu 42. / Sudah cukup.

Bapak itu sudah tertidur.

Kayaknya kalian semua belum dewasa. Belajarlah cara berhitung.

Mari berkenalan baik-baik.

Ini Su Xiaoyue. Penyewa lama.

Cukup tua, ya.

Bisanya kau bilang begitu, paman? / Pelankan suaramu.

Sudah, sudah, cukup.

Dan yang ini...

Zhong Bufan, aku baru mempekerjakan dia.

Balik badan.

Yang ini, kami memanggilnya bibi.

Bibi Jin, dia tinggal di atas.

Dia selalu mengurus kami.

Hey, Jia Cilik.

Coba ini.

Jadi ini cuma ramuan Huo Xiang Zheng Qi yang diencerkan.

Ya.

Ternyata ini yang selama ini dia minum

untuk menutupi penyakitnya. Membohongi kita.

Bohong soal apa?

Bapak Ren.

Kalian...

Nak. / Huh?

Siapa mereka?

Mereka ini... / Aku...

dari unit kerja Zhuangzhuang.

Pimpinannya.

Lagi kunjungan rumah.

Kunjungan rumah. / Halo Ketua.

Halo. / Halo, Ketua.

Halo.

Dan nona ini?

A... aku...

istrinya Zhuangzhuang. / Huh?!

"Huh" apa?

Zhuangzhuang punya istri? / Ayah.

Menantu.

Baiklah.

Besanmu.

Halo, besan.

Halo, besan.

Ayah itu bawa apa?

Buat apa?

Aku lupa, mau kupakai buat ranjangnya Zhuangzhuang.

Biar aku saja. Kau harus istirahat.

Kalau ayah capek Zhuangzhuang bakal kuatir.

Ya, ya.

Ini kamarnya.

Masuklah.

Hey.

Bagaimana kau bisa kenal Bos Jia?

Tidak sopan.

Akan kubantu hitungkan biaya bulananmu besok.

VISITORBET > BONUS DEPO 40% BEBAS CLAIM SETIAP HARI | RAIH HOKIMU BERSAMA KAMI. link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Oh, cucuku yang konyol.

Satu-satunya yang tak bisa nenek lupakan adalah kamu...

Hidupmu telah susah...

Orangtuamu meninggalkanmu begitu cepat,

dan sekarang aku juga... / Nenek jangan bicara begitu.

Nenek akan pulih setelah tidur cukup.

Bukankah aku sudah janji?

Begitu nenek baikan, pasti kuajak ke kampung kita untuk melihat...

Baiklah... nenek tak apa-apa.

Nenek,

untuk saat ini nenek harus tinggal disini.

Begitu aku sudah belikan tempat pemakaman,

kami pindahkan kau ke rumah yang baru.

UNEXPECTED FAMILY

Pak tua, mana kaleng formulaku?

Jangan!

Kenapa tergopoh-gopoh begitu? Aku membuatkan ini untukmu.

Bahkan belum kutambahkan air.

Mana kaleng formulaku?

Apa yang ini?

Kau gila ya? / Kenapa kau ini? Cuma bercanda.

Kuperingatkan kalian, siapapun yang sentuh kaleng formulaku mulai sekarang...

akan berhadapan denganku! / Kenapa teriak-teriak?

Itu cuma kaleng formula. Kita punya banyak di rumah.

Ayah akan ambilkan buatmu. / Apa seserius itu?

Kekanak-kanakan.

Apa yang... siapa yang nyukur rambutku?

Kenapa lihat aku? Tak ada kaitannya sama aku.

Pergi sana. / Pak tua, kenapa kau mencukurku?

Begitukah caramu bicara dengan ayahmu? Bertingkah congkak dan berpenampilan preman.

Kalau kau tak perbaiki perilakumu, istrimu sendiri tak bakal mencintaimu.

Ketrampilan Paman Ren cukup bagus. Terlihat lebih baikan sekarang.

Kalian semuanya gendeng.

Zhuangzhuang, latihan akan dimulai sebentar lagi.

Ayo, minumlah. / Kali ini mana bajuku?

Baju?

Kubuang. / Dibuang kemana?

Kau dekil sekali, dan celanamu lubang-lubang.

Tentu saja sampah... ke tempat sampah.

Minumlah. / Baik.

Tapi sebelum kau membuangnya

apa ngambil sesuatu dari saku celanaku?

Mengambilnya?

Hentikan truknya!

Hati-hati dong kalau jalan!

Jangan dibuang!

Hey! Apa yang kau lakukan? Ngumpulkan sampah itu juga ilegal!

Bukan urusanmu!

Jangan dituang sini!

Zhuangzhuang. Kau kembali.

Harus memulai latihanmu. / Latihan dengkulmu!

Baju, dompet, KTP-ku semuanya hilang!

Kau harus menggantinya!

Bukannya KTP-mu disini kubawa?

Apa?

Aku tadi mau nyari sesuatu. / KTP-ku.

Ya, ya, itu dia. Itu di dalam saku kecil.

Saku kecil?

Ini bukan KTP-ku!

Dasar bocah tengik! Apa yang merasukimu?

KTP-mu...

kau harus simpan sendiri. / Kau ini mendengarkan atau tidak?

Baju, dompet, KTP-ku...

Kau harus menggantinya! Ganti rugi!

Akhirnya ketemu.

Ketemu.

Ini uang yang kutabung buatmu untuk membeli rumah.

Huh? / Bukankah kau bilang

setelah pensiun, kau ingin tinggal di Yunnan?

Kau tidak muda lagi.

Apa kubilang begitu? / Uh-huh.

[SALDO: 32.474,13]

Apa kata sandinya? / Bukankah tertulis di situ?

Mana?

Mana KTP-ku?

Pak, kata sandinya tidak benar.

Huh?

Bukankah katamu kata sandinya tanggal ultahku?

Ultah kalender bulan-mu. Hari ke-6 bulan ke-10.

Oh, ya.

Dananya mau ditarik berapa?

30.000. / Kenapa kau tarik begitu banyak?

Kau lupa?

Su Xiaoyue dan aku

kami mau menikah, dan kami harus DP buat jamuan makan,

deposit 30.000 yuan. / Su Xiaoyue?

Uh-huh.

Bapak tua, boleh aku tanya hubunganmu

dengan tuan ini? / Kau panggil aku apa?

Bapak tua.

Jangan melamun. Beritahu saja hubungan kita!

Kamu siapa?

Aku?

Kau tak mengenaliku?

Satpam!

Jangan biarkan dia kabur! Hentikan dia!

Tunggu! Apa yang kau lakukan?

Pak, tenanglah.

Tidak, tidak. / Pak, mohon kerjasamanya.

Kita harus pahami situasinya. / A... aku tahu, aku tahu.

Tidak, kalian salah paham!

Katakan sesuatu!

Minggir!

Pak tua! / Pak?

Kau tak apa-apa? Aku tak sengaja!

Pak?

Aku tak bisa napas.

Sini cepat bantu aku!

Nak, lari!

Kamu! Berhenti!

Beraninya kau mengganggu putraku!

Apa dia benar putramu? / Lari!

Tentu saja! Kalau dia bukan putraku...

lalu apa dia putramu?

Hari pertama kerja dan kau telat?

Berarti pemotongan 200 yuan.

Ya.

Apa itu ulah Bapak Ren?

Si kakek itu membuang baju-baju, dompet, sama KTP-ku!

Aku mesti bagaimana?

Apa yang kau lakukan? / Makan cakwe.

Sana makan di luar.

Bapak Ren tak bisa menahan diri.

Tak apa, itu cuma benda.

Karena kau karyawanku sekarang...

aku yang akan bertanggung jawab. Aku bantu menyelesaikan masalah ini.

Tenang saja. Makanlah cakwe.

Tak usah ngomong "tenang saja" dan "makan cakwe". Apa solusinya?

Matikan mesin!

Kau dengar itu? Dia menyuruhmu mematikan mesin.

Ya sebentar.

Hey, Mai! / Bang Jia.

Masalah yang sama lagi. Rem tangan.

Tenang saja. Aku jamin reparasinya.

Kuberi kau diskon. / Kapan-kapan ayo main mahyong.

Boleh. Dah.

Lihat? Kerjaan datang sendiri.

Mobilnya si bule. Kau urus.

Tarip dia pakai mata uang asing. Komisi dobel.

Juga...

akan kuganti rugi mewakili Bapak Ren.

Kuberi kau libur siang.

Sana urus lagi dokumen-dokumenmu. Dan juga lakukan sesuatu sama...

model rambut "Shamate"mu itu. Berapa isi dompet itu?

Kurang lebih 200. / Zhuzi.

Taruh itu.

Kau hapus saja 200-ku.

Jelas tak ada pengertian antara kau dan aku.

Jadi?

200, hilang dan ditemukan.

Kau kira aku ini goblok?

Maafkan aku.

Secara tulus aku minta maaf mewakili Bapak Ren.

Si kakek itu... apa kau kerabatnya? / Kerabat apaan?

Dulu aku preman kecil-kecilan.

Paman Ren-lah yang membantu merubah hidupku dan membuka bengkel ini.

Jika bukan karena dia...

mungkin aku tak disini lagi.

Ayah, aku pulang.

Ya.

Ayah, perusahaan kami barusan meluncurkan

propolis cair Brasil. / Apa? Aku tak dengar.

Aku ngasih Zhuangzhuang camilan tambahan. / Bentar, sini!

Yang ini juga membantu alergi.

Nih, cobalah, diminum. / Hey, hey, sudah cukup.

Aku belum menghabiskan beberapa saset yang kau belikan.

Ini beda. Ini produk baru.

Saat musim bunga sakura tiba

hidungmu tak akan terganggu. Nih.

Bagaimana? / Enak.

Menantu.

Ini pasti mahal. Kau membelanjakan buatku lagi.

Masalahnya adalah rekan kerjaku ngasih uang muka padaku.

Aku tak mungkin bisa terima itu. Apa kau meminta rekan kerjamu yang membayarnya?

Disini, ayah yang memberimu, bagaimana?

Sungguh? / Ya.

Makasih, ayah. Akan kutanya rekan kerjaku harganya ini.

Tak heran kau maksa untuk tinggal disini.

Diam kau.

Sekarang ini, kita berdua bagai belalang yang terikat tali yang sama.

Jaga ucapanmu. / Siapa yang terikat tali yang sama denganmu?

Nak.

Kau sudah pulang.

Ayah akan ambilkan buah buatmu.

Bapak Ren!

Nak!

Kau tak apa-apa?

Kenapa kau taruh telur di dalam microwave?

Dan juga di bak cuci stainless steel? / Kau keluarlah!

Jangan masuk-masuk ke situ. Biar aku yang urus.

Sudah, sekarang pergilah. Mestinya kau nunggu aku.

Disini berbahaya! Sekarang, keluar!

Apa yang dia katakan? / Aku juga tak tahu.

Aiyo!

Sini.

Ini suplemen kesehatan baru dari perusahaan kami.

Ini sangat bagus untuk kesehatanmu.

Mau ini untuk orangtuamu?

Kau mendengarkan? Aku lagi bicara denganmu.

VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Apa kau sudah tak waras, pak tua?

Bangun, waktunya latihan.

Jam 6...

Latihan dengkulmu!

Aku tak mau.

Lekas turun! / Apa? Apa yang kau lakukan?

Biar... aku...

Biar kupakai celana dulu. Kumau latihan, kumau.

Akan latihan!

Sini.

Apa segampang itu?

Kita perjelas dulu. Aku mau berlatih denganmu.

Tapi setelah berlatih, kau harus temani aku ke bank.

Untuk mendapat buku tabungan baru. / Kita ngobrol setelah latihan.

Luruskan lenganmu. Jangan lebarkan kakimu.

Ulangi.

Angkat pinggulmu.

Punggung.

Angkat!

Pinggul! Angkat pinggulmu! / Sudah! Sudah!

Berapa kali mesti kukatakan padamu? / Sudah!

Sadis sekali... / Baik, baik!

Terus dekatkan gagangnya ke tubuhmu. / Dekatkan gagangnya...

Angkat tinggi sikumu.

Kunci bahu dan tahan!

Lihat betapa bengkoknya tubuhmu.

Apa diam-diam kau minum soda lagi?

Aku hilang kendali kalau kau mukul lagi!

Terus ngoceh maka kutampar mulutmu. Lagi!

Kenapa nak?

Tarik napas, hembuskan! / Siapa...

siapa yang...

mematikan lampu?

Glukosa! Ambil glukosa!

Kuambilkan glukosa.

Tunggu disini, akan kuambilkan miras.

Zhuzi! Miras!

Cepat, cepat!

Ya, sebentar!

Kau sembunyi dari latihan dan akhirnya ke sini?

Kembali latihan!

Tidak, tidak, kita baru selesai latihan.

Omong kosong!

Kau semakin tidak patuh.

Makin berontak. Dan sekarang sudah bisa berbohong!

Kaulah yang tak rasional dan memutarbalikkan fakta.

Dan sekarang pura-pura bodoh! Kita sudah sepakat ke bank setelah latihan.

Dan sekarang?

Kenapa kau ikut naik? Turun!

Bukankah kita sepakat ke bank?

Kau bawa KTP-mu? / KTP? Selalu kubawa.

VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Berikan KTP-mu. / Huh?

Zhuzi. / Huh?

Mereka mendaftar kartu di lantai atas. Jangan lupa kirim piring buah besar.

Baik... yang kecil saja? / Kenapa kau ini?

Mana mobil Vannya Barley? / Zhong Bufan membawanya.

Zhuangzhuang, telpon!

Apa dia sendiri ke sini?

Dia menunggu di mobil.

Apa mungkin mobil merah itu?

Pak tua, apa yang kau lakukan?

Nak!

Ponsel! Ponselmu!

Kakek gila! Tarik rem tangan!

Tenang saja! Tenang saja!

Rem tangan!

Ini, ini, ini...! / Tetap tenang.

Dia nutup telpon.

Kau tak apa-apa? / Dasar kakek gila!

Nak, kau tak apa-apa?

Kau tak apa-apa, baguslah. / Tarik rem tangan!

Tarik rem tangan!

Pak tua...

Masuk dan jawab ponsel ini.

Rem tangan!

Aku tak bisa turun! Kau masuklah!

Apa yang terjadi?

Ada orangnya dalam mobil? / Itu tadi jalan mundur!

Apa dia tak apa-apa?

Apa kau gila, Pak tua?

Kenapa sentuh rem tangan? Kau mau membunuhku?

Ponselmu.

Ayah yang terima telpon,

takutnya kau melewatkan sesuatu yang penting.

Pertama, aku bukan anakmu.

Kedua, namaku Zhong Bufan. Ketiga, aku cuma tukang cuci mobil.

Telpon penting apa memangnya?

Tidak.

Kau seorang juara.

Juara dunia.

Kau masih marah pada ayah 'kan?

Aku bukan siapa-siapa. / Omong kosong!

Itu omong kosong.

Kau jangan rendahkan diri.

Menurut ayah semua tentang dirimu itu penting.

Kau itu penting.

Semua tentang dirimu itu penting.

Aku tidak nyuri mobil ini.

Ini bergerak sendiri.

Kau tak apa-apa?

Ini bergerak sendiri.

Ayo pergi.

Ayo.

Ini bergerak sendiri.

Hati-hati.

Bang Jia.

Kamu bocah tengik!

Sudah kuduga ini ulahmu. Dasar tak tahu terima kasih!

Apa kau gila?

Berhenti!

Bang Jia! / Kubilang berhenti!

Apa kau sudah tak waras?

Berhenti, kubilang!

Kau nyuri mobilku 'kan?

Dan kau ngajak serta bapak ini? Apa niatanmu?

Dengar, begini

andai kau tak nelpon pak tua ini tak bakal meraih ponsel

dan mobilnya tak akan jalan mundur! / Dan sekarang kau menyalahkanku?

Akulah yang nyetir. Ini bukan salah putraku.

Sejak kapan kau bisa menyetir?

Sudah jangan bikin masalah lagi, paham? Biar kuselesaikan ini dengannya.

Kubilang berhenti! / Memang apa kewajibanmu?

Berhenti kau! / Baik! Begini...

aku yang bawa mobilmu. Kuakui itu.

Ngerti?

Tapi lihat ini. Kalau kau tak bayar denda ini

kau tak bisa derek mobilnya! / Kau mau aku yang bayar denda?

Huh? Begitu ya?

Diam!

Aku bayar kerusakannya, paham?

Tak usah ribut.

Nak, ayo kembali latihan.

Aku tak mau latihan lagi! Kalian anggap aku ini bodoh, huh?

Salah satu kalian berperan sok jahat, satunya sok baik...

Kukasih tahu.

Aku tak nyuci mobil lagi! Aku tak jadi putramu lagi.

Aku tak mau terima sepeserpun yang bukan milikku.

Aku berhenti!

Nak!

Zhong Bufan! Pergi saja dari sini!

Menghilanglah selamanya! Enyah kau!

Nak!

Bapak Ren! Bapak Ren! Sudah, tak usah kejar dia!

Dia itu putraku! Kau bos yang kejam!

Betapa menderitanya dia kerja padamu?

Aku bos kejam? Aku kejam?

Lihat aku, Bapak Ren! Lihat!

Minggir! Nak! / Bapak Ren, Bapak Ren!

Apa kau tak ingat bekas luka ini?

Ketika penagih hutang menemukanku waktu itu.

Kau terkena pisau demi aku! Kau tak ingat?

Minggir! Putraku! / Bapak Ren!

Putraku! / Bapak Ren! Aku mohon,

tak usah kejar dia! Tolong, tak usah kejar dia!

Kau sakit Alzheimer sekarang,

tak usah bertingkah gila, ngerti? Putramu tidak kembali!

Itu bohong!

Bajingan kau!

Kau bohong!

VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Selamat ulang tahun! / Selamat ulang tahun!

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Selanjutnya apa lagi?

Dia bukan putramu.

Kau sakit Alzheimer sekarang, putramu tidak kembali!

Menurut laporan, Taman Nasional Wetland Cina

mencakup area 1.475,11 hektar.

Kita bisa lihat atlet Cina Ren Zhuangzhuang...

muncul di area tunggu.

Selanjutnya, pengangkatannya yang terakhir.

Jika dia berhasil, dia akan memimpin

dan menjadi juara dunia.

Mari kita sambut, Ren Zhuangzhuang!

Semangat Tim Cina!

Semangat Tim Cina!

Nak, gunakan teknik split jerk!

Gunakan teknik split jerk!

Juara!

Sudah kubilang kaulah juaranya!

Juara dunia!

Juara dunia!

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Bapak Ren!

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Biji melon, kacang... selanjutnya apa lagi?

Apa?

Jawab! Katakan!

Apa?

Aku tak tahu. / Katakan cepat! Ayo jawab!

Aku tak tahu.

Jawabannya kaki gajah.

Kenapa kau tak bisa mengingat sesuatu?

Meningkatkan kesadaran anti-penipuan di komunitas kita

Jangan sampai terbawa arus

menganggap anda gampang ditipu.

Romansa senja terdengar indah,

tapi ada peluang 50:50 itu penipuan. Semakin manis mereka bicara,

semakin gencar mereka menguntit.

Jika anak-anak anda tidak ada,

telponlah mereka untuk mengetahui kabar.

Simpan baik-baik uang anda, dan tenangkan pikiran.

Latihan!

Stasiun Wuchang.

Stasiun Wuchang.

Lihatlah model makam di Underworld,

terbuka dari utara ke selatan dan tak ada sinar matahari sepanjang tahun.

Dikelilingi angin dingin.

Kau lihat, jika nenek kita di makamkan disini

dia pasti merasakan hidup damai dan puas.

Bro, berminat?

Berapa harganya yang itu?

Harga yang ini?

20.000. / Kau bercanda, bro?

110.000.

Kami bisa kasih diskon.

Bang, hey bang. / Huh?

Apa kau dapat kerjaan disini tiap hari?

Kalau ada kerjaan, kami kerja. Kalau tak ada, ya tak kerja,

kami harus hidup.

Semuanya, lekas berbaris.

Berangkat ke lokasi kerja.

Ke lokasi kerja.

Pada saat aku mengetahui dia sudah pergi.

Bagaimana kondisi di tempatmu? / Belum menemukan dia.

Mungkin kita harus laporkan ke polisi.

Baik. Baik.

Kau telponlah polisi. Xiao Yue dan aku akan terus cari.

Oke.

Akan kucari ke tempat lain.

Periksa barangkali dia di halaman itu.

Awas mobil!

Kenapa kau ini?

Markas. Markas.

Sekarang mau hujan, dan kakek itu belum pergi juga.

Semuanya, keluar! Cepat!

Ayo, cepat, cepat!

Hujannya deras. Biar kami antar kau pulang.

Bagaimana? / Jangan... jangan sentuh aku!

Aku tak mau pergi! / Petugas.

Terima kasih.

Maaf merepotkan. / Bang Ren.

Apa yang kau lakukan disini?

Ayo, berdiri. / Kalian ngapain ke sini?

Hey, apa yang kau lakukan? / Maaf, maaf!

Jangan sentuh peralatan!

Stasiun kereta ini sudah terbengkalai selama bertahun-tahun.

Puluhan tahun. Sekarang cuma penarik turis.

Omong kosong!

Zhuangzhuang selalu datang lewat sini.

Dia pulang lewat sini.

Kalian semua membohongiku.

Semuanya berbaris dan siapkan KTP untuk mengambil upah kalian.

Bro, KTP-ku sedang diproses. / Kembalilah kalau sudah jadi.

Yeah, bro...

Bisa kumendaftar begitu mendapat KTP baru?

Selanjutnya!

Kalau tiket kereta sudah disobek,

ini tak berguna lagi. Tak berlaku.

Ini harus dibuang.

Bapak Ren.

Tiketnya hilang...

Zhuangzhuang tak akan bisa kembali.

Bro, aku lagi bicara denganmu.

Apa maumu? / Tidak, apa maumu?

Kau tak mau membayarku kau kira dirimu benar?

Aku tak mau pergi sebelum kau bayar! / Kau kira bicara sama siapa?

Bapak Ren.

Tiketnya hilang...

Zhuangzhuang tak akan bisa kembali.

Si brengsek itu sudah pergi.

Dia meninggalkanmu.

Ayo kita pulang.

Aku tak mau pulang.

Kalau kau bikin masalah lagi

kulaporkan kau ke polisi. Mengerti?

Bang Ren. / Ayo kita pulang.

Aku tak mau pergi.

Aku mau menunggu Zhuangzhuang disini. / Bapak Ren, ayo kita pulang.

Ayo kita pulang sekarang. Ayo.

Aku tak mau pulang. / Kau mau kemana lagi?

Menurut ayah semua tentang dirimu itu penting.

Kau itu begitu penting.

Kau jangan rendahkan dirimu.

Semua tentang dirimu itu penting.

Bapak Ren.

Kau harus lepaskan.

Kau bisa sakit.

[Ren Zhuangzhuang]

Ayo, ayo. / Bersulang!

Bersulang!

Seteguk saja. / Cuma seteguk buat semalaman?

Dokter melarangmu minum.

Sini, kuamblikan kau soft-drink. / Biar kuambil sendiri.

Kenapa kau ke Wuhan?

Menyiapkan rumah buat nenekku. / Dimana tinggalnya nenekmu? Aku mau ketemu.

Mengenalkan suplemen kesehatan padanya. / Yang di dalam kaleng formula

yang kau pegang tempo hari itulah nenekku.

Sebenarnya, aku berniat cerita pada kalian.

Lantas kenapa kau tak bilang sejak awal?

Apa? / Minumlah.

Mengapa aku harus minum? Kau suruh aku berperan jadi anaknya.

Kau yang suruh aku pergi. Dan sekarang kau mau aku kembali

dan memerankan anak lagi!

Kau saja yang minum terakhir!

Master Jia.

Itu tak perlu.

Master Jia.

Dia meminum semua.

Minum kebanyakan dan sekarang dia berakting lagi. / Kenapa denganmu?

Agresif sekali.

Ayo taruh.

Kurangi minumnya. Dia bisa mabuk.

Ya sudah.

Kencangkan ikat pinggang.

Clean dan jerk 159 kilogram!

Inilah Liang Xiaomei!

Dia mengangkatnya dengan tenang.

Kekuatan angkatan dan penguncian stabil! Barbel terangkat di atas kepala!

Pengangkatan berhasil!

Juara rekor dunia baru clean dan jerk telah lahir!

Ayo, ayo.

Bagus! Luar biasa! / Bersulang untuk Cina!

Bersulang! / Bersulang!

Bangun. Latihan.

Atur napasmu. Ayo, lari, lari!

Napas.

Belum juga 5 kliometer. / Aku tak sanggup lari lagi.

Bangun! Waktunya mulai latihan!

Tangkap!

Tak bisa! Tak sanggup lagi!

Jangan lagi! / Angkat!

Latihan!

Split jerk!

Pertahankan lutut stabil. Angkat cepat!

Berlatihlah sendiri.

Kebabku! Kebabku!

Angkat!

Tiga! Jerk!

Jatuhkan!

Berikan aku keberuntungan. Berikan aku keberuntungan.

Tolong!

Kau pegangan tiang!

Tidak, tidak, kau yang lebih stabil!

Pasti di sana.

Kau pegangan tiang.

Bapak Ren.

VISITORBET > BONUS DEPO 40% BEBAS CLAIM SETIAP HARI | RAIH HOKIMU BERSAMA KAMI. link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Halo? / Kamu dimana?

Cepat! Bengkel kebakaran, lekas kembali!

Dimana kebakarannya?

Selamat ulang tahun!

♪ Selamat ulang tahun untukmu... ♪

♪ Selamat ulang tahun, Zhuangzhuang! ♪

Kejutan!

Panjatkan permohonan.

Selamat ulang tahun!

Sebenarnya, aku...

ini pertama kalinya

dalam hidupku... / Oke, oke.

Kau mengagetkanku. / Ini meletus, meletus.

Selamat ulang tahun!

Ayo, ayo.

Bernyanyi "ah" bersamaku!

Beri tepuk tangan yang meriah

untuk Bapak Ren!

Nyanyikan satu lagu!

Soal lagu, aku tak mau nyanyikan.

Aku...

hanya mau menyampaikan beberapa kata. / Tepuk tangan!

Selama bertahun-tahun...

pada hari ini setiap tahunnya

terutama yang membuatku sedih.

Ayah ingin merayakan ultahmu bersamamu.

Namun kau tak pernah kembali tiap tahun.

Jadi aku

memakai baju olahraga ini

yang kau belikan pakai bonus pertama yang kau menangkan.

Membeli kue

dan diam-diam merayakan ultahmu sendirian.

Tapi sekarang, sudah baikan.

Kau sudah kembali.

Aku sangat senang.

Begitu bahagia.

Ayah berharap kau

kembali setiap tahun

agar kita bisa merayakan bersama.

Nak,

Selamat ulang tahun.

Ayo! Selamat ulang tahun!

Bersulang!

Terima kasih.

Terima kasih semuanya.

Terima kasih semuanya

telah merayakan ultahku.

Terima kasih semuanya

Terima kasih, Bapak Ren. / Kujuga berterima kasih sama kalian.

Terima kasih.

Ayo kita balik dulu. / Kalian yang muda-muda bergembiralah.

Aku pergi dulu.

Pelan-pelan, hati-hati jalannya.

Nak,

selamat ulang tahun.

Ayo kita jalan dekat taman. / Oh, boleh, boleh.

Tiga empat. / Tiga enam.

Buka!

Bagaimana?

Minumlah.

Tindakanmu bagus malam ini.

Berakting cerdas.

Akan kuberi bonus bulan ini.

30. Bersulang!

Aku juga tak sangka... / Kalian merencanakan apa?

Aku tak termasuk dalam foto keluarga.

Kau pindah rumah tanpa memberitahuku.

Pendidikan saudaraku, nyari kerjaan, mau menikah

kapanpun kalian butuh uang tiba-tiba saja kalian mengingatku!

Kalian anggap apa aku ini? Apa aku putrimu?

Atau sekedar ATM-mu?

Enyahlah!

Enyah! Enyah!

Kalau begitu enyahlah!

VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄ ►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Atur napasmu.

Aktifkan otot intimu.

Ayo susul!

Bocah tengik!

Tolong!

Tolong! Siapapun, tolong!

Ada yang kecebur ke air! / Siapapun bisa tolong?

Tolong!

Siapapun bisa tolong?

Ada yang nolong dia! / Zhuangzhuang!

Guoguo!

Tolong! Cucuku kecebur!

Zhuangzhuang! / Guoguo!

Guoguo!

Zhuangzhuang!

Zhuangzhuang!

Guoguo!

Terima kasih, anak muda. Terima kasih!

Oh, ya!

Tadi ada kakek-kakek yang melompat juga.

Nenek. / Guoguo.

Sudah tak apa sekarang, Guoguo!

Pak tua!

Bapak Ren, bertahanlah! / Permisi! Biarkan aku lewat!

Tetap bersamaku!

Cepat!

Cepat!

Anggota keluarga, mohon tidak masuk. Silahkan tunggu di luar. Kami harus sadarkan dia.

Dia sendiri yang maksa lompat untuk menyelamatkan orang lain.

Dia berniat menyelamatkanmu!

Dia bahkan tak bisa berenang! Dia...

Dia bukan menyelamatkanku!

Dia berniat menyelamatkan Ren Zhuangzhuang.

Apa yang terjadi? Huh?

Dr. Wu.

Bagaimana kondisi pak tua itu?

Untungnya, dia tidak kritis.

Setelah dia siuman kami akan periksa lebih lama.

Jika sudah membaik, dia boleh pulang untuk istirahat.

Semua harap lebih perhatian. / Baik.

Dimana putraku?

Kau sendiri tak bisa jaga diri. Saat ini tak perlu cemaskan orang lain.

Yeah.

Aku harus kembali ke tim provinsi.

Zhuangzhuang ada kompetisi.

Dia bangun. / Tak usah bangun.

Ayo masuk.

Aku harus kembali ke tim provinsi. Penilaian pra-kompetisi sudah berakhir.

Semuanya pengecekan baik-baik saja.

Dia harus belajar lompatan vertikal.

Lebih banyak makan dada ayam dan protein.

Tim provinsi... / Jangan, jangan...

Siapa kalian?

Aku tak kenal kalian.

Dimana putraku? / Aku disini.

Aku tak kenal kamu. / Ini aku...

Ya, lihat dia. Lihat baik-baik.

Ya, Zhuangzhuang.

Kau bukan...

Dia lagi ikut kompetisi.

Kau bukan dia.

Lebih banyak makan ayam

dan protein.

VISITORBET > BONUS DEPO 40% BEBAS CLAIM SETIAP HARI | RAIH HOKIMU BERSAMA KAMI. link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

Apa kau masih ingat aku?

Zhuangzhuang.

Siapa Zhuangzhuang?

Itu...

putramu.

Anak yang kau cari-cari.

Aku ingat sekarang.

Makanan siap.

Waktunya makan.

Bang Ren. / Hm?

Kau nyari apa? / Mau makan.

Kau jangan makan itu! Jangan makan itu!

Jangan dimakan!

Ini kain! Jangan dimakan!

Jangan dimakan! / Kau jangan makan itu!

Ini bukan makanan!

Jangan dimakan!

Kau jangan makan ini! / Pelan-pelan!

Jangan tarik-tarik. / Ayah...

Aku lapar.

Aku lapar.

Ayah.

Aku lapar.

Aku lapar!

Kuambilkan mangkuk. / Hmm.

Bapak Ren. Kau membuatku takut.

Kita baru makan. / Aku tidak makan!

Kalian memboihongiku.

Aku belum makan.

Kelian semua pembohong!

Aku belum makan.

Dia lagi mengambilkan untukmu.

Dia sudah mengambilkan... dia mengambilkan.

Dia sedang mengambilkan. / Lagi disajikan.

Tunggu sebentar!

Bibi, bagaimana kondisi Bapak Ren?

Dia sudah minum pil tidur yang diresepkan dokter

dan tertidur.

Ini sudah 2 hari.

Kurasa setelah Bapak Ren hampir tenggelam,

kondisinya makin parah.

Mulai sekarang mari bergiliran menjaga dia.

Jangan tinggalkan dia sendirian.

Kenapa dengan kalian ini? Kenapa muram begitu?

Soal penyakit Alzheimer ini,

aku sudah tanya-tanya.

Ini adalah proses transformasi

dari orang tua menjadi anak-anak.

Dia akan melupakanmu. Melupakanku. Melupakan semua orang.

Tapi bila kita pikirkan dari sudut lain.

Dia juga akan melupakan semua yang tak menyenangkan.

Jika dipikirkan seperti itu,

bukankah itu tampak agak membahagiakan? / Melupakan semuanya.

Apa itu bakal membahagiakan?

Mungkin saja.

Kita semua disini mendampinginya.

Seperti keluarga.

Saling menjaga.

Jadi

semuanya keluarga. Yang disayang.

Kita harus tenangkan diri.

Optimis. Ayo!

Aku akan minta waktu cuti. Untuk mengurus Bapak Ren besok.

Aku besok juga akan pergi pagi-pagi. Berangkat ke sana lebih awal.

Ya betul.

Pelatih.

Pelatih.

Bibi! / Ya, sebentar!

Bibi!

Bapak Ren sudah pergi!

Paman Wang.

Ada yang datang menemuimu.

Jiqing.

Sekarang

cuma kamu

yang masih

peduli padaku.

Pelatih.

Aku sangat menyesal.

Aku sudah lama tak menjengukmu.

Dan

aku tak begitu ingat lagi.

Sama denganku

hanya saja

pikiranku agak lebih jernih.

Aku selalu memikirkan

masa lalu di tim provinsi.

Kau memenangkan penghargaan.

Memegang medali.

Dan menunjukkannya ke semua orang.

Kau begitu bahagia.

Bahkan menggigitnya.

Kau tahu

tubuhmu sekarang

masih bugar.

Tapi aku

tubuhku hampir kering.

Aku sungguh iri padamu.

Pelatih.

Tubuhku masih baik-baik saja.

Tapi pikiranku ini

juga hampir kering.

Aku yang iri padamu.

Aku yang iri padamu.

Hampir sampai. Hampir sampai. Sebentar lagi kita sampai.

Bukankah dia yang di sana itu?

Bukankah itu Wang Deshun?

Siapa Wang Deshun?

Mantan pelatih tim provinsinya.

Mengapa dia juga ada disini?

Apa yang kau lakukan disini?

Bang Ren, mari kita pulang.

Kalian salah orang. Aku tak kenal kalian.

Mari kita pulang.

Kau mau kemana?

Pelatih sedang sakit. Kuharus tinggal disini mengurus dia.

Ini panti jompo. Sudah ada petugasnya sendiri. / Ya.

Kau harus pulang bersama kami. / Tidak.

Tidak, ayo kita pulang.

Kami mencari-carimu di dalam. / Bagaimana kau bisa sampai sini?

Hey...

Apa yang kalian lakukan di panti jompo?

Omong kosong!

Ini tim provinsi!

Apa kau ke sini mau nyuri barbel besi?

Hm?

Ayo, keluar!

Kalian semua, keluar!

Keluar! Keluar! / Baik, baik.

Pelatih ada disini, aku tak akan kemana-mana.

Baik.

Ayo kita pulang dulu, mari pulang. / Ini rumahku.

Aku tak kenal kalian.

Kalian semua, pergi! Aku tak mau melihat kalian!

Semuanya, pergi! / Baik, baik.

Kalau begitu kita akan tinggal disini. Aku akan tinggal bersamamu.

Aku akan urus dokumennya dulu. / Akan kukemasi barang kita.

Bagaimana?

Bentar, barang apa yang perlu dikemasi? Kenapa tinggal di panti jompo? Kita punya rumah!

Intinya dia tak mengenali kita sekarang.

Apa lagi yang bisa kulakukan? / Aku...

Apa kau ingat aku? Aku...

Putramu, Ren Zhuangzhuang!

Aku ingat sekarang.

Kau bukan putraku.

Namamu adalah Zhong Bufan.

Kau menipuku untuk pergi ke bank.

Kau menipu pakai buku tabunganku!

Soal apa ini?

Buku tabungan apaan?

Huh? Apa yang terjadi di bank?

Apa ini soal penipuan uang?

Huh? / Aku... tidak mengambil uangnya Bapak Ren.

Zhong Bufan, sekarang akhirnya aku ngerti!

Itu sebabnya kemudian kau tadinya mau banget kerjasama,

itu karena uang? Bukan begitu? / Tidak! Aku tidak mengambil uangnya pak tua ini.

Pokoknya dia yang mau memberiku buku tabungan! / Apa kau masih punya hati nurani?

Bagaimana kau hadapi nuranimu sendiri? / Zhong Bufan!

Itu uang pensiunannya Bapak Ren!

Kok tega kau mengambil uang itu? Kau ini manusia, bukan?

Aku sungguh tidak mengambil uangnya! / Apa yang kau pikirkan?

Itu uang pensiunannya Bapak Ren! Teganya kau mengambilnya!

Aku sungguh mengira kau akan pergi jauh.

Bisa kau hidup dengan nurani begitu? Lihat orang-orang ini.

Kenapa kau tak cerita? / Jelaskan.

Mana diantara kami yang pernah menyentuh uang pak tua itu?

Aku, Zhong Bufan, itukah yang kalian pikirkan?

Ya. / Bukan begitu?

Jelas.

Baik. Kau...

Bos Jia!

Kau yang memakai uang pensiunan pak tua ini untuk membuka cuci mobil!

Kapan kau akan mengembalikannya? Dan kamu...

Su Xiaoyue! Menjual produk ke orang tua

dengan harga berlipat ganda! Dan kamu!

Tapi itu bagus untuk kesehatannya Bapak Ren.

Berhenti kau bicara! / Di usiamu segini..

Keluar...

Lancangnya kau bicara begitu ke orang tua!

Singkirkan tanganmu!

Apa masalahmu?

Keluar!

Apa masalahmu?

Jadi ini soal uang, huh? / Ya!

Kukasih tahu semuanya! Uang yang sedikit ini

diberikan padaku untuk ulang tahun putranya!

Uang!

Kau mau uang? Uang!

Uang!

Uang!

Keluar! / Zhong Bufan, kau sudah keterlaluan!

VISITORBET | BONUS DEPO 40% BEBAS CLAIM SETIAP HARI. RAIH HOKIMU BERSAMA KAMI. link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

[Lowongan Kerja: xLayanan Pribadi Makanan Disediakan, Syarat: Mampu mencuci mobil]

Kembali ke dalam. Kembali ke dalam.

Jangan lihat. Kembali ke dalam.

Permisi, minggir, minggir!

Ayo, minggir. Tolong minggir.

Tolong minggir.

Dia bertahan bertahun-tahun... Kok meninggal begitu saja?

Siapa yang tahu.

Bapak Ren, apa yang kau lakukan?

Bapak Ren.

Bapak Ren, apa yang kau lakukan?

Wang Deshun sudah meninggal.

Pelatih!

Pelatih!

Kau harus ajak serta aku! / Apa yang kau lakukan?

Lepaskan aku!

Lepas! / Cepat! Obat bius!

Lepaskan! / Berhenti! Berhenti!

Pelatih! Kau dulu juara dunia!

Bendera nasional Cina kita telah berkibar di luar negeri.

300 pound berhasil sekali angkat.

Tak ada yang bisa menahanmu!

Bisanya kau direnggut disini dari semua tempat yang ada?

Lepas! / Pelatih!

Pelatih!

Lepas! Lepas! / Dokter!

Sini! / Tolong selamatkan dia!

Baik, baik.

Dokter, tolong selamatkan dia! / Baik, baik.

Dokter! / Aku disini.

Tolong selamatkan dia! / Baik, baik.

Kumohon padamu. / Baik, baik.

Kumohon selamatkan dia. Dokter! / Baik, baik, jangan kuatir.

Apa yang terjadi?

Pelatih!

Minggir! / Pelatih!

Kalian ngapain?

Dia pasien jantung!

Bang Ren!

Meja-8 sudah meminta makanannya berkali-kali.

Sudah siap. Sudah siap!

Sajikan.

Ini.

Bersihkan pancinya. / Baik.

Chef, tolong percepat! Kita terlambat.

Baik.

Halo?

Silahkan.

Lepaskan aku!

Biar dia berbaring dulu. / Lepaskan aku!

Jangan gerak, jangan gerak. / Ada apa?

Apa yang terjadi disini? / Lepaskan aku!

Obat bius! / Jangan gerak, jangan gerak.

Siapa kau? / Aku Shuqin.

Pulang.

Pulang.

Aku tak mau tinggal disini. / Tak akan kuperbolehkan menyuntik.

Mari kita pulang.

Kita pulang. Pulang.

Berikan padaku. / Kita pulang.

Bibi. / Sini, bibi.

Jangan suntik dia. / Bagaimana kalau dia nanti meronta lagi?

Lihat dia! Bisanya kau suntik dengan kondisi dia begini?

Apa yang kau lakukan?

Kau mau apa? / Siapa kau?

Aku anggota keluarga. Bahkan kau tak membolehkan dia ke toilet.

Apa yang kau lakukan? / Biar kujelaskan.

Kau mau menyuntikkan apa? / Ini obat bius.

Kenapa dia diikat? / Dan siapa kamu?

Jangan dilepas, jangan! Pakai pengekang itu

prosedur standar untuk mengatasi pasien meronta.

Standar apa? Stan... Kenapa tak kau kekang dirimu sendiri?

Pergi, pergilah. / Sana lakukan kewajibanmu!

Bila terjadi apa-apa kau harus tanggung jawab.

Aku ingin pulang. / Mari kita pulang.

Aku ingin pulang.

Aku tak mau tinggal disini, aku ingin pulang.

Mari kita pulang.

Ayah. Mari kita pulang.

Mari kita pulang. Pulang.

Pulang.

Di dalam sudah dibereskan. Aku akan urus dapurnya.

Berikan gunting itu.

Kupasangkan bantalan aquariumnya.

Baik.

Bukankah dapur ini lebih banyak sticky note?

Sini ambillah.

Dr. Wu.

Di situasi ini, apa ada cara

agar Bapak Ren mengingat kami?

Khawatirnya tak ada solusi medis yang bagus.

Rangsangan eksternal memang dapat memperburuk

gejala penyakit Alzheimer.

Penyakit ini

soal peduli dan pertemanan itu lebih penting ketimbang perawatan.

Kusarankan kalian

lebih fokus pada aspek psikologis untuk bapak tua itu.

Berikan dia kenyamanan. / Kenyamanan psikologis.

Yeah.

Oh, ya...

Dia juga punya riwayat penyakit jantung.

Ini penting, jadi dengarkan.

Di kehidupan sehari-hari, kau harus jaga dia tetap tenang.

Dia jelas tak boleh gelisah. / Anggur.

Pastikan kalian saling mengingatkan soal ini, paham?

Ayah, kau tak apa-apa?

Jangan makan ini, jangan dimakan. Kau tak apa-apa?

Sudah, jangan dimakan. Biar kuambili.

Buang ini. Aku tak mau melihatnya.

Apa? / Buang ini!

Buang...

Buang ini, buang!

Buang.

Aku tak mau melihatnya. / Harus kubuang kemana?

Pokoknya singkirkan! / Baik, dibuang, sudah dibuang.

Apa yang terjadi disini?

Kenapa?

Ada apa?

Ada apa?

Buang itu.

Buang! / Buang! / Singkirkan!

Buang! Sudah dibuang!

Sudah dibuang!

Semua data sudah dipulihkan. Semua file ada di folder ini.

Kau bisa lihat sendiri. / Terima kasih.

Kau harus bayar aku kali ini. / Tenang saja.

[KEJUARAAN ANGKAT BESI JUNIOR DUNIA 1995]

Ini

Ren Zhuangzhuang.

Bukankah ini medali perak?

Tak heran dia begitu emosional.

Penyakit pak tua itu sekarang

semakin parah saja.

Kurasa ada sesuatu yang ingin kuceritakan pada kalian.

10 tahun lalu, Zhuangzhuang, selama kebakaran gunung di Yunnan

kehilangan nyawanya.

Saat itu dia jadi relawan.

Dia berusaha menyelamatkan anak perempuan

dan tak berhasil keluar.

Biar kulihat.

Apa Bapak Ren tahu soal ini?

Mungkin.

Kuhanya bisa bilang mungkin.

Siapa berani tanya ke dia soal ini?

Aku ada ide sangat berani.

Seberapa berani menurutmu?

Totalnya disini ada 2 lantai.

Ini cukup lama ditinggalkan. Lihatlah sendiri.

Semuanya.

Kurasa tempat ini cukup bagus.

Kita pakai saja tempat ini. / Baik.

Kami yang tua akan menyediakan dana. / Maka kami yang muda akan menyediakan tenaga.

Tebar kehangatan dan kepedulian. Peduli sama lansia.

Partisipasi itu yang penting, betul? Tapi kami tetap ingin kau...

Ayo, ayo, bang. Bang.

Tebar kehangatan dan kepedulian. Peduli sama lansia.

Jangan lupa, kau harus datang. / Kau sebarkan ini cepat.

Bagaimana dengan Pak Yang dan lainnya?

Peduli lansia. Mereka yang menderita Alzheimer.

Sini, anak muda. Mohon tunjukkan kepedulian sama lansia.

Ayo, sini. / Tebarkan kehangatan...

Terima kasih bang, terima kasih.

Awalnya, atlet Amerika itu berkulit hitam.

Aku punya teman kelas berkulit hitam, bisa kutanya dia.

Lumayan, Damai. Kau punya koneksi dimana-mana.

Kalau begitu kami serahkan urusan teman internasional padamu.

Tak masalah.

Zhong Bufan, yang itu keliru.

Ganti yang Jerman. Bendera Jerman.

Bibi Jin. Sini bantu aku periksa ini. / Sebentar.

Aku ada permintaan sepele.

Katakan.

Kuingin jadi pemeran utama pria nomor dua.

Apanya yang perlu diminta?

Kau memang pemeran utama pria nomor dua.

Lengkungkan punggungmu begini.

Jongkok.

Angkat dada, berdiri tegak. Bagus.

Berdiri tegak lurus. Kita ulangi lagi.

Zhong Bufan!

Lanjutkan.

Halo semuanya!

Aku sekarang di lokasi Retro Games.

Ini bukan sekedar retro games biasa.

Ini sebuah game

yang diadakan untuk membangkitkan kembali ingatan seorang pasien amnesia lanjut usia.

Sebuah game yang mewujudkan mimpi untuk ingatannya.

Kuandalkan padamu. Ajak orang lagi untuk datang!

Silahkan, silahkan!

Zhu Zi!

Apa kau menampilkan akrobatik? / Kemarilah.

bantu serahkan properti. / Oh.

Semuanya, ambil propertinya. Ayo ambil properti kalian.

Lekas ambil properti kalian. / Bang Jia!

Jumlah penonton terlalu sedikit dibanding yang dulu.

Bukan soal beda penonton yang jauh, pada dasarnya ini bukan siapa-siapa.

Apa ada orang yang mau ikutan game ini?

Mengapa tak ada yang jawab telpon?

Para lansia ini.

Bang Jia!

Saudara-saudara sudah datang!

KEJUARAN ANGKAT BESI DUNIA PUTRA 1995

Semua lancar. Siap dimulai.

Sesuai aba-abamu.

Semuanya siap. Suruh pembawa acara untuk memulai.

Para penonton yang terhormat, yang hadir disini,

dan penonton yang menyaksikan di rumah,

selamat pagi semuanya!

Selamat datang di

Kejuaraan Angkat Besi Junior Putra Dunia 1995!

Aku komentator hari ini, Xiao Huang.

Dan aku Xiao Si.

Yang pertama adalah atlete dari Turki.

Seperti yang kita lihat atlet ini sangat lincah.

Sangat sopan juga. Dia membungkuk.

Huiling?

Apa yang kau lakukan disini?

Pengangkatan sangat cepat.

Kyakin kompetisi hari ini angkat besinya seperti dia.

Rekan. / Semoga kompetisinya lancar dan sukses.

Kompetisi sedang berlangsung. Ini adalah kompetisi angkat besi tahun itu...

Maksudku, tahun ini.

Kejuaraan Angkat Besi Junior Putra. Tertulis di sana.

Kau ini...?

Halo. Anggota keluarga.

Apa anggota keluargamu ikut kompetisi?

Putraku... ya.

Ya. / Ya.

Nah, atlet selanjutnya naik ke panggung

adalah dari Jepang. / Aku ingat

pernah lihat pertandingan ini di suatu tempat.

Apa ini membuatmu ingat sesuatu?

Mantap!

Atlet Jepang ini bagai kilat!

Super cepat!

Atlet Jepang telah memberi kita kejutan!

Aku ingat dia tak berhasil mengangkatnya.

Apa?

Bagaimana tadi? Aktingku bagus 'kan?

Menurutku aktingmu tadi cukup bagus.

Damai, giliranmu.

Selanjutnya atlet dari Prancis.

Orang ini muncul dengan aura seorang juara Paralimpiade dua kali.

Yang benar 'Juara Bertahan' bukan Paralimpiade.

Orang ini sangat familiar.

Kalau kau tak lihat seksama, dia tak terlihat familiar.

Rekan.

Dia itu atlet Prancis, Pierre.

Ya, betul.

Itu memang dia.

Cuma dia pesaing beratnya Zhuangzhuang.

Dia setenang air, tak goyah oleh gelombang. Pembawaannya jelas seperti seorang jenderal besar.

Aku ingat

kakinya cedera.

Mengambil beberapa langkah.

Kenapa ini? Ini...

Setahun kemudian

sebelum kompetisi

kakinya sembuh.

Jalan beberapa langkah lagi.

Ini kompetisi angkat besi bukan tarian jalanan.

Dia melangkah nyamping.

Jadi itu moonwalk. Moonwalk sambil angkat besi,

dia juga yang pertama kali melakukan itu.

Aku ingat sekarang!

Dia orangnya!

Bagus!

Oke, oke, kita bisa lihat sekarang.

Tangan kanannya itu yang paling kuat.

Bagus sekali.

Dia memang orang yang hebat.

Keluar ke sana, Zhong Bufan!

Selanjutnya

yang terakhir untuk atlet Cina kita!

Ayo Cina! Semangat!

Zhuangzhuang! / Anak kita!

Semangat!

Ini peserta Cina kita

Ren Zhuangzhuang! / Lihatlah dia.

Wajah yang diukir dari giok, postur tubuh sekuat pohon pinus.

Ganteng seperti Pan An. Aura keagungan murni!

Dengan setiap hembusan napasnya

udara harum tercium kita semua.

Dia mau mulai pengangkatan.

Indahnya! Pengangkatan yang bagus!

Aku ingat sekarang! Putraku!

Ya! Zhuangzhuang!

Putraku! / Itu anak yang baik.

Ya!

Zhuangzhuang! / Luar biasa!

Zhuangzhuang!

Putraku! / Anak yang baik.

Putraku!

Ya!

Nak!

Dia putraku!

Anak yang baik! / Dia putraku!

Sungguh anak yang baik!

Dia anak yang baik!

Atlet ini dari Amerika Serikat.

Berdasar kondisinya, nampak area keningnya agak gelap,

kurang bugar. Aku penasaran apakah dia biasa minum teh buah goji

untuk meningkatkan tenaga dalamnya.

Dia agak ketinggian, ya?

Yang agak tak meguntungkan dalam angkat besi.

Selanjutnya atlet Jepang lagi.

Tapi ketinggian yang ini pas.

Ya. / Ya.

Ya. / Ya.

Ya! / Ya!

Sudah, angkat sekarang!

Dia teriak. / Dia teriak lagi.

Pierre "The Beast" kembali ke arena.

Orang ini murni mau permainan pikiran. / Pierre-Jean Renoir.

Tiap kali dia melangkah, dia menambah beban berat.

Cuma untuk membuat peserta lain gentar.

Dia teriak. / Dia teriak lagi.

Kenapa dia selalu teriak?

Otot vokalnya juga sangat berkembang.

Atlet Ren Zhuangzhuang kembali ke arena!

Mari kita tunggu penampilan Zhuangzhuang!

Stabilkan pijakanmu.

Orang Cina berambut hitam berkulit kuning

telah menjadi Pria Terkuat di Dunia! Kita telah saksikan

sikap seorang pahlawan!

Cepat! Cepat! Ganti barbelnya.

Sudah tak tersisa. / Apa?

Bahkan yang palsupun sudah tak ada.

Cepat, ikut aku!

Tadi itu, 2 plat barbel palsu yang terakhir.

Ini ronde terakhir.

Kita harus bagaimana?

Kau tak berniat memakai yang asli 'kan?

Silih berganti, banyak atlet

telah meninggalkan kompetisi gagal memenangkan medali.

Dengan kegagalan para atlet ini

kita telah mencapai poin kritis baru di kompetisi ini.

Momen yang kita tunggu-tunggu telah tiba.

Atlet Cina Ren Zhuangzhuang, silahkan bersiap!

Atlet Cina Ren Zhuangzhuang, silahkan bersiap!

Atlet Cina Ren Zhuangzhuang, silahkan bersiap!

Selanjutnya ini pengangkatan dia yang terakhir.

Jika dia berhasil, dia akan memimpin

dan menjadi Juara Dunia!

Kita bisa lihat atlet Cina Ren Zhuangzhuang ada di area tungggu.

Selanjutnya pengangkatan dia yang terakhir.

Jika dia berhasil, dia akan memimpin

dan menjadi Juara Dunia.

Juara Dunia!

Juara Dunia!

Juara Dunia!

Bang Ren! Kau mau kemana?

Zhuangzhuang mau tampil!

Teknik split jerk!

Kau harus pakai teknik split jerk!

Atau kau akan kalah!

Ya!

Gunakan teknik split jerk!

Bapak Ren, kau tak apa-apa?

Tidak!

Hentikan aku!

Tahan aku!

Siapapun tahan aku!

Tahan aku!

Waktunya mau habis! Terlambat!

Bapak Ren!

Semangat, Cina!

Putra kita akan naik panggung.

Kau mau apa?

Biar putra kita yang menentukan sendiri!

Nak!

Pijakanmu tak pernah stabil sejak kecil. Jangan pakai squat jerk lagi.

Gunakan teknik split jerk! Percaya pada ayahmu.

Apa yang kau lakukan?

Dia itu putraku!

Hey!

Zhuangzhuang! Kau harus percaya aku!

Pak, jangan mengganggu kompetisi. / Nak!

Split jerk!

Bocah tengik, bawalah pulang medali emas itu!

Jangan mengganggu kompetisi. / Lepaskan aku!

Bawa dia keluar dari sini. / Ingat yang kukatakan!

Split jerk! Bawalah pulang medali emas itu!

Sekarang waktunya memasuki arena.

Atlet Cina

Ren Zhuangzhuang masuk!

Semangat, Cina!

Pakai bubuk.

Semangat, Cina! Semangat!

Squat jerk, gunakan squat jerk!

Gunakan squat jerk, kau dengar aku?

Juara!

Putraku juara!

Ayah!

Sudah kubilang gunakan split jerk, tapi kau tak mau dengarkan.

Aku mendengarkan! / Omong kosong!

Sejak kecil

apa yang tak pernah kuturuti dari perintah ayah?

Kejuaraan ini yang kau inginkan. Angkat besi yang kau inginkan.

Lantas bagaimana dengan yang kuinginkan?

Apa ayah pernah peduli itu?

Apa pernah? / Bocah tak tahu terima kasih!

Ini angkat besi terakhirku.

2 bulan kemudian, ibunya Zhuangzhuang meninggal.

Dia bersikeras meski sakit

berharap bisa melihat kompetisi putranya hingga selesai.

Aku tahu

dia meninggalkan dunia ini saat membenciku.

Dia menyalahkanku.

Andai dulu

aku tak begitu mendominasi.

Andai...

aku tak paksa dia ikut angkat besi.

Memaksa dia memenuhi impianku sendiri.

Andai...

Tapi bagaimana kalau tak ada "andai"?

Nak.

Ayah.

Waktunya untuk lanjut.

Bapak Ren. / Bang Ren.

Kau tak apa-apa?

Berusahalah maksimal.

Ayo, ayo!

Duduk.

Nak.

Zhuangzhuang! Juara Dunia!

Berhasil memimpin

rekor dunia baru! / Pertandingan telah usai.

Cina, aku mencintaimu!

Aku juga mencintaimu!

Tim Cina menang!

Ayo senyum!

Bapak Ren!

Bapak Ren!

Lihat sini!

Mata hadap sini!

1 TAHUN KEMUDIAN

Para siswa. Yang kita diskusikan tadi

mengukur lengkungan pegas katup.

Mari kita bahas soal...

mengukur diameter dalam dan luar suatu komponen.

Pakai komputer untuk mengukurnya.

Zhong Bufan. Lumayan!

Begitu rumit, tapi sudah diperbaiki dalam 2 hari.

Untuk reparasi mobil, panggil saja Xiao Zhong.

Pertahankan kerja bagusmu.

Halo, Bibi?

Pak tua sudah meninggal

karena penyakit jantung.

Semuanya sudah hadir sekarang.

Ini ditemukan di ponselnya pak tua.

Aku sudah memikirkannya lama

dan memutuskan kuharus tunjukkan ini ke kalian.

Penyakit yang kuderita ini

tidaklah mudah.

Aku selalu merasa seolah di pikiranku

ada monster besar merasuki.

Ketika monster itu lapar

akan mencuri dan memakan

ingatanku.

Aku berusaha keras menghentikannya...

tapi aku tak bisa menahannya.

Semakin banyak monster itu makan, semakin hampa diriku.

Aku tahu

aku hampir terpuruk.

Xiao Jia

terima kasih. Aku sering merepotkanmu.

Xiao Yue.

Bufan.

Jangan salahkan aku.

Jia Group, siapa yang tak tahu?

Tanyakan ke seluruh Wuhan!

Siapa yang tak pernah dengan Jia Group?

Namanya Xiao Jia.

Dia suka menyombong.

Biarkan dia menyombong.

Dia setia.

Menghargai hubungan.

Aku sudah lama anggap dia keluarga sendiri.

Ini seseorang yang pasti tak kau lupa.

Orang yang baik.

Kenapa denganmu?

Jangan merekamku. Aku saja yang rekam.

Berjanjilah kau akan pulang untuk Tahun Baru.

Kalau begitu pinjami aku 500.

Pasti nanti kukembalikan bulan depan kalau dapat bayaran. / Baiklah.

Biar kuambilkan sekarang.

Oke.

Terima kasih, Bapak Ren.

Bapak Ren, Selamat Tahun Baru. Semoga sukses, dan sehat.

Semoga kau bahagia setiap hari.

Tidak, tidak, itu tak perlu. Doakan sehat saja.

Baik, semoga sehat! Sehat selalu.

Namanya Su Xiaoyue.

Tak gampang baginya, datang ke sini sendirian mencari nafkah.

Dia sering membawakanku suplemen kesehatan

dan mengurusku.

Kakek tua ini

pasti tak akan melupakannya.

Bang, jangan merekam.

Suaranya merdu, teruslah nyanyi.

Kau sudah sarapan?

Yang tadi itu adalah Shuqin.

Aku berasal dari Guangdong

puluhan tahun disini, dialah salah satu yang kukenal.

Dia menungguku begitu lama

tak pernah mempedulikan gosip.

Jangan lupakan dia.

Oh tidak, ini masih buram.

Ini Bufan.

Anak kosku. Demi aku

dia terus berpura-pura jadi putraku.

Anak ini

berhati baik.

Dia perlu belajar ketrampilan teknik.

Kalau tidak

dia tak akan bisa mencari nafkah.

Kau.

Meskipun aku mati, kau harus bantu aku mengingat.

Jangan sampai lupa.

Kau kakek-kakek menyedihkan. Kenapa kau tak bisa ingat?

Bufan.

Nak.

Jangan lupa.

Jangan salahkan aku karena memaksamu pergi.

Sebenarnya, lebih dari siapapun, aku berharap

bila kau tetap berada di sisiku.

Tapi aku takut aku akan lupa,

bila suatu hari aku akan melupakan kalian semua.

Kalian anak muda...

kalian punya ide sendiri 'kan?

Aku sudah tua.

Aku tak bisa berkomunikasi dengan kalian.

Seperti saat aku muda dulu

aku juga tak tahu cara berkomunikasi dengan generasi yang lebih tua.

Untungnya,

aku punya kalian.

Penyakit yang kuderita ini

itu ada baiknya.

Aku bahagia.

Tadi aku mau ngomong apa?

Aku lupa mau ngomong apa lagi.

Ya sudah, selamat tinggal.

Selamat tinggal.

Ah, orang sebesar ini...

kenapa bisa dia menjadi kotak kecil?

Kenapa kau ini? Apa kau buta?

Goblok kau! Kenapa kau ini?

Pak tua! Kau terluka?

Dasar bodoh!

Jangan coba-coba menipuku! Kau salah arah! Kau yang salah!

Kau bertanggung jawab ata pak tua ini! Kau mengerti?

Pak.

Mau kuantar ke rumah sakit? / Tak usah, aku tak apa-apa.

Pergilah, pergilah.

Tak masalah.

Oke, kalau begitu aku bisa pergi.

Ayo, minggir!

Mundur!

Kubilang tak ada masalah, biarkan kupergi.

Ayah.

KENANGAN INDAH ITU SEPERTI BINTANG DI LANGIT MALAM,

SEMAKIN TERANG SAAT KAU MENDEKAT.

SEMOGA SUMBER KENANGAN INI TAK PERNAH KERING.

broth3rmax, 23 Februari 2026

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 23 Februari 2026

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 088905942930 (NEW)

BILA BERKENAN KASIH SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB

Kenapa orang ini begitu mirip denganku?

Kakek.

Hum? / Dilarang merekam di dalam bioskop.

Oh ya, kau benar.

Sudah, matikan sekarang.

Hey, nak bocil.

Mulai sekarang panggil aku abang.

Baik... Kakek Abang.

broth3rmax, 23 Februari 2026

NO RESYNC/EDIT/RE-UPLOAD broth3rmax, 23 Februari 2026

INSTAGRAM @broth3rmax TELEGRAM: t.me/broth3rmax_chat FOR ADVERTISING ONLY, WA 088905942930 (NEW)

BILA BERKENAN KASIH SUPPORT DI trakteer.id/broth3rmaxSUB

VISITORBET ►REBATE SLOT 1,3% TERTINGGI DI INDONESIA◄

►MENANG BERAPAPUN PASTI KAMI BAYAR◄ ►cari kami di Google: VISITORBET◄

BONUS DEPO 40% BEBAS CLAIM SETIAP HARI. RAIH HOKIMU BERSAMA KAMI link daftar: https://aksesvsb.com/visitorbet

TAMAT

Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.