Afrikaans
Akan
Albanian
Amharic
Arabic
Armenian
Azerbaijani
Basque
Belarusian
Bemba
Bengali
Bihari
Bosnian
Breton
Bulgarian
Cambodian
Catalan
Cebuano
Cherokee
Chichewa
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Corsican
Croatian
Czech
Danish
Dutch
Esperanto
Estonian
Ewe
Faroese
Filipino
Finnish
Frisian
Ga
Galician
Georgian
German
Greek
Guarani
Gujarati
Haitian Creole
Hausa
Hawaiian
Hebrew
Hindi
Hmong
Hungarian
Icelandic
Igbo
Interlingua
Irish
Italian
Japanese
Javanese
Kannada
Kazakh
Kinyarwanda
Kirundi
Kongo
Korean
Krio (Sierra Leone)
Kurdish
Kurdish (Soranî)
Kyrgyz
Laothian
Latin
Latvian
Lingala
Lithuanian
Lozi
Luganda
Luo
Luxembourgish
Macedonian
Malagasy
Malay
Malayalam
Maltese
Maori
Marathi
Mauritian Creole
Moldavian
Mongolian
Myanmar (Burmese)
Montenegrin
Nepali
Nigerian Pidgin
Northern Sotho
Norwegian
Norwegian (Nynorsk)
Occitan
Oriya
Oromo
Pashto
Persian
Polish
Portuguese (Brazil)
Portuguese (Portugal)
Punjabi
Quechua
Romanian
Romansh
Runyakitara
Russian
Samoan
Scots Gaelic
Serbian
Serbo-Croatian
Sesotho
Setswana
Seychellois Creole
Shona
Sindhi
Sinhalese
Slovak
Slovenian
Somali
Spanish (Latin American)
Sundanese
Swahili
Swedish
Tajik
Tamil
Tatar
Telugu
Thai
Tigrinya
Tonga
Tshiluba
Tumbuka
Turkish
Turkmen
Twi
Uighur
Ukrainian
Urdu
Uzbek
Vietnamese
Welsh
Wolof
Xhosa
Yiddish
Yoruba
Zulu
- Sub Rikues dari Donasi - \N* H@w-to-kiLL *
Dia lahir di hutan.
Dengan tulang kayu yang keras dan daging dari serat.
Suatu hari, darah hijau muncul, mengalir melalui pembuluh darahnya.
TAMAN KACA
Novel Perdana Kim Ji-hun, ¨Underground¨.
Proposal novel kedua Kim Ji-hun.
Underground 2.
Fondasi hidup dari sudut pandang tanah.
Panggilan Masuk: Sayang
- Apa kau di bandara? - Ya.
Kapan kau kembali?
Aku akan tinggal di rumah Ibu selama beberapa hari.
Benarkah?
Dan...
Aku lupa memberitahumu...
Aku menjual rumah.
Apa?
Kau melakukan apa? Tanpa persetujuanku?
Itu rumahku.
Kau tinggal gratis di sana.
Bagaimana denganku?
Ke mana aku harus pergi?
Itu lebih penting bagimu daripada kita berpisah?
Apa kau coba berpisah dariku?
Bukankah sudah terjadi beberapa saat lalu?
Kenapa kau sangat egois?
Terserah. Cari saja tempat lain.
Selamat tinggal.
ASAM KLORIDA
Bagaimana harimu?
Sedang apa kau?
Dia haus.
Kau tidak menyiramnya?
Aku tidak punya waktu untuk pohon.
Dia ingin air.
Kau bisa bicara pada pohon?
Dengar.
Dia bicara padaku.
Benarkah?
Biar kulihat.
Jangan sampai basah.
Terima kasih.
Bagaimana jika aku tinggal di sini?
Aku suka tidak ada tangga di sini.
Aku akan menjual rumahnya.
Apa?
Rumah ini terlalu besar untuk satu orang.
Dan rumah ini mengingatkanku pada mendiang istriku.
Apa kau menjualnya demi uang?
Apa kau tidak kepanasan?
Aku baik-baik saja.
Apa kau malu?
Tapi itu tubuhmu.
Kakiku menjijikkan, ya?
Tidak.
Kakiku berhenti tumbuh saat umurku 12 tahun.
Aku mau ke pertemuan.
Baik.
- Kau mau ke mana? - Pertemuan bisnis.
Darah Masa Depan, Sel Darah Hijau
Aku mentransplantasikan klorofil pada sel darah merah.
Mutasi genetis muncul di sel satu.
Sel itu tampak seperti ini sekarang.
Ini adalah purwarupa sel darah hijau.
Bagaimana pengujiannya?
Aku menyuntik ikan zebra dengan darah sintetis.
Tapi ikan itu mati.
Soo-hee berikutnya.
Aku belum menemukan topik.
Kau bergurau?
Kau tak mengerti sepenting apakah rapat ini, ya?
Laboratorium kita bisa ditutup.
Mari minum.
Silakan minum.
- Bersulang. - Bersulang.
Tuan...
Bukumu telah menyentuhku sangat mendalam.
Buku itu sebuah mahakarya dari...
Cukup bicaranya. Minum saja lagi.
Tuan.
Apakah mungkin bagiku untuk menerbitkan novelmu berikutnya?
Bagaimana?
Kenapa tidak?
Terima kasih!
Siapa namamu tadi?
Namaku Kim Ji-hun.
Silakan minum lagi.
Ini suatu kehormatan.
Tadi kau bilang berapa usiamu?
Usiaku 42 tahun.
Underground terjual berapa kopi?
Tak ada salahnya mengejar impian masa kecilmu...
Tapi menulis novel bukan permainan anak-anak.
- Begitukah? - Jika kau tak punya bakatnya...
Sebaiknya kau berhenti.
Buka saja bar sebelum terlambat. Bagaimana?
Sayang, itu agak kasar.
Tapi aku sedang beri tahu dia kenyataannya.
- Kau sudah gila? - ¨Permainan anak-anak?¨
Bukumu baru laris beberapa saja kau sudah merasa bagai raja?
Kau menjiplak buku Wang Jing!
Kau pikir siapa dirimu?
Berhentilah plagiat, kau ini penipu! Seorang maestro tidak memplagiat.
Kau menyebutku penipu?
Kau sudah pernah baca bukuku?
Memangnya siapa kau berhak menilai diriku?
Siapa?
Lihat siapa yang datang.
Ini.
Aku berpikiran memulai kembali sebuah proyek lama.
Itu proposalku. Silakan dibaca.
Aku ingin membuat sebuah novel berseri di situs jejaringmu.
Kumohon beri aku kesempatan.
Kau lihat itu? Itu buku-bukumu yang dikembalikan hari ini!
Kau mengajak Tn. Lee berkelahi?
Penulis Tak Terkenal Kim Menyebut Lee Seorang Penipu.
Dengar...
Semua orang di bidang usaha ini tahu bahwa Lee Chang-dae memplagiat.
Lalu kenapa? Jika kau sukses, tak ada yang meragukanmu!
Tamat riwayatmu.
Novel baru? Lupakan.
Dalam bisnis ini?
Siapa yang akan menerbitkan karyamu?
Kau bagai sedang melawan Goliath.
Kita hampir sampai.
Hutan ini dalam.
Aku tak pernah menyangka.
Perhatikan langkahmu.
Sebelah sana.
Mari.
Lewat sini.
Baunya busuk.
Airnya tak mengalir setelah mereka menyumbat alirannya.
Dulu aku suka menangkap ikan di sini.
Hal-hal murni bisa ternoda dengan mudah.
Lewat sini.
Besar sekali.
Pohon itu sudah sekarat.
Sepertinya ada yang memotongnya.
Ayahku.
Dia dulu seorang penebang kayu.
Dia berhenti menebang pohon ini karena diriku.
Kenapa?
Karena...
Saat itulah ibuku meninggal dunia...
Karena melahirkan diriku.
Ayahku berpikir pohon ini mengutuk kami...
Dan menjadikan kakiku seperti ini.
Dia menganggap pepohonan punya jiwa.
Itu hanya takhayul.
Pepohonan ini tampak agak menyeramkan.
Ayahku menghidupkan kembali yang sekarat.
Begitu aku punya uang, aku akan membuka sebuah taman di sini.
Ya, Pak.
Ya...
Hanya saja...
Kami butuh sedikit waktu lagi untuk proyek ini.
Ya.
Kami akan selesaikan sesegera mungkin.
Ya.
Baik, Pak.
Terkadang aku lebih merasa sebagai seorang wiraniaga.
Bukan seorang dosen.
Dengar, Jae-yeon.
Aku ingin minta bantuan kepadamu.
Kau ingat proyek yang pernah kita kerjakan?
Yang mengenai energi alternatif itu?
Ya.
Jadi...
Bagaimana jika kita gabungkan proyek yang itu...
Dengan risetmu tentang sel darah hijau?
Apa?
Bukan apa-apa.
Lupakan saja.
Sel aktif setelah manipulasi gen.
Pertanda adanya fotosintesis...
Terlihat pada sel darah.
Kau begadang semalaman?
Ya.
Kau mengenakan riasan?
Hari ini aku merasa murung.
Belakangan ini banyak yang kupikirkan.
Dan sangat sulit agar bisa diterbitkan dalam jurnal.
Kau sudah dapat topik penelitiannya?
Aku punya beberapa gagasan.
Itu bagus.
Bertahanlah.
Baiklah.
Aku mau mandi.
- Sel-selnya hidup? - Ya.
Ikan zebranya mati tapi tidak membusuk.
- Benarkah? - Itu karena...
Sel-sel darah hijau yang disuntikkan.
Ini adalah sel-sel termutasi dalam darah subyek penelitian.
Sel-sel itu memproduksi oksigen.
Kita tak tahu implikasinya pada manusia.
Tubuh manusia bisa jadi menolak.
Seperti diketahui, ikan zebra punya...
Susunan genetika serupa manusia...
Tetap saja, keduanya tidak identik.
Kurasa nantinya akan banyak masalah.
Untuk sel darah hijau.
Alih-alih memakainya sebagai darah...
Bagaimana jika untuk yang lainnya?
Apa misalnya?
Kurasa riset Jae-yeon bagus.
Akan tetapi butuh waktu mengembangkan aplikasi praktik.
Lab kita tak punya waktu selama itu.
Soo-hee, mau bicara denganku, bukan?
Ya.
Mari kita akhiri dulu. Sampai jumpa besok.
Jangan sedih.
Tn. Kim.
Tahu cara David mengalahkan Goliath?
Hanya ada satu cara untuk menang.
Menulis novel...
Yang sulit ditolak orang.
Kurasa aku terlalu banyak minum.
Tn. Kim...
Kau baik-baik saja?
Kau memakai rok?
Kau tampak cantik memakainya.
Terima kasih.
- Hai. - Ya.
Kau sudah siapkan semua untuk forum?
Sudah.
Sungai besar di Korea sudah tercemar.
Cairan No. 18 ini dirancang untuk...
Mencegah proliferasi ganggang hijau.
Sepertinya itu lebih cocok untuk Kementerian Lingkungan Hidup.
Kami mulai dari konsep transplantasi klorofil...
Menjadi sel darah merah.
Sehingga bisa menghasilkan oksigen dari karbondioksida dan air saja.
Percobaan pertama memperlihatkan mutasi genetik selnya.
Sebagian hemoglobin bermutasi seperti ini.
Aku menyebutnya modifikasi sel darah hijau.
¨JY¨, berasal dari inisialku.
Jadi, maksudmu JY ini...
Mampu mengantarkan oksigen?
Tak perlu mengantar oksigen.
Ini adalah ikan zebra yang sudah mati.
Bahkan setelah kematiannya...
Sel darah hijau masih bersirkulasi dan mencegah pembusukan.
Itu karena JY memproduksi oksigennya sendiri.
Bagaimana kau berencana menguji gagasanmu ini?
Kau butuh uji coba manusia untuk hasil lebih definitif.
Itu akan membutuhkan waktu.
Akan butuh 10 atau 100 tahun lagi...
Sampai riset ini memberikan hasil.
Kau bersedia untuk itu?
Secara teori itu sangat mungkin...
Tapi fotosintesa manusia?
Ini bisa merevolusi hidup manusia.
Sekalipun butuh waktu 100 tahun...
Kurasa kita harus mengejarnya.
Dia lulusan sekolah mana?
Selamat malam. Aku Choi Soo-hee.
Aku sudah mengembangkan kosmetik anti-penuaan...
Dari ekstraksi klorofil ganggang chlorella...
Dan memadukannya dengan haemoglobin.
Aku menyebut sel ini Chlorobin.
Inspirasi ini dari kolegaku...
Riset sel darah hijau, Nn. Lee Jae-yeon.
Produk ini berbasis-binatang...
Dan memiliki efek samping lebih kecil.
Bahan ini bisa menembus lapisan kulit...
Dan memperlihatkan daya serap sangat baik.
Bukan hanya itu, Chlorobin juga bisa...
Diaplikasikan sebagai energi alternatif.
Aku sudah mengerjakan proyek ini...
Bersama pengawas kepala, Professor Jung.
Dengan pendanaan yang cukup...
Soo-hee, perkenalkan presiden Bio-kimia.
Aku suka presentasimu.
Senang bertemu denganmu.
- Senang bertemu Anda, Pak. - Bersulang.
Penelitianmu sangat menarik.
Biar aku tuangkan minumanmu.
Ini adalah Nn. Lee Jae-yeon, yang melakukan presentasi awal.
Sesuatu yang murni bisa mudah ternodai.
Hentikan!
Kau tahu Wang Jing? Lagu Sang Bulan.
Kau menjiplaknya dari buku Wang Jing!
Kau pikir siapa dirimu!
Apa kau tahu siapa Wang Jing?
- Tunjukkan hormatmu, Berengsek! - Pergilah!
Kubilang, kau tahu Wang Jing atau tidak?
Sikapmu sangat rendah, Anak Muda.
Jawab aku, dasar penipu!
Jangan menjiplak!
Chlorobin: Choi Soo-hee
Jae-yeon.
Apa kau...
Menyentuh sampel Soo-hee?
Sampelnya sudah terkontaminasi.
Tapi kenapa harus Soo-hee?
Dia mencurinya dariku.
Kami butuh sampel orisinalnya.
Karena itukah...
Kau ke sini?
Kenapa kau melakukannya?
Apa kau pikir...
Karyaku tidak berarti?
Kau lihat bagaimana mereka memandangmu?
Ya.
Aku melihatnya.
Tapi apa kau tahu apa yang lebih menyakitkan?
Kau juga memandangku...
Sama seperti mereka memandangku.
Itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan lab.
Sampai jumpa.
Wajahmu terasa kaku?
Terkadang aku tak bisa senyum.
Apa ada gejala-gejala lainnya?
Terkadang jari-jariku tak mau merespons.
Sudah berapa lama?
Baru-baru ini.
Kelopak mataku kadang berkedut dan wajah sisi ini terasa kebas.
Kita harus melakukan beberapa tes.
Kemungkinan ada masalah dengan aliran darah di kepalamu.
Ini aku, Sung-nae.
Bagaimana kelanjutan novelmu? Semoga berhasil.
Aku terlahir dari sebuah pohon.
Suatu hari...
Darah hijau mulai mengalir di pembuluh darahku.
Tagihan Pajak Properti.
455 Pyungsan-Li. Lee Jae-yeon.
Halo.
Bawakan getah pohon lagi nanti.
Ada banyak pesanan.
Baik.
Apa paketku sudah tiba?
Sudah. Ini.
Wajah Baru Kosmetik
Peneliti Chlorobin Choi Soo-hee
Kau tak boleh datang ke tempat ini.
Sebenarnya...
Aku tinggal di rumah lamamu.
Aku terus menerima surat-suratmu dan aku tak punya nomormu...
Bagaimana kau bisa menemukanku?
Kau terlambat membayar tagihan...
Bisa buka pintunya dan bicara?
¨Aku terlahir dari sebuah pohon.¨
¨Suatu hari...¨
¨Darah hijau mulai mengalir di pembuluh darahku.¨
Tulisan itu tertera di dinding.
Sebenarnya, itu alasanku datang ke tempat ini.
Aku bukan orang macam-macam.
Tinggalkan suratnya dan pergilah.
Kim Ji-hun
Penulis Novel Kim Ji-hun
Kim Ji-hun terlibat perselisihan plagiarisme...
Dengan penulis terkenal Lee Chang-dae
Berhentilah menjiplak, dasar penipu!
Kau menyebutku penipu?
Apa kau sudah membaca bukuku?
Kau pikir siapa dirimu!
Siapa?
Pembuluh arteri di otakmu terlalu sempit.
- Apa? - Gejala-gejala yang kau alami...
Disebabkan kurangnya oksigen di otakmu.
Sulit tersenyum...
Jari-jemari kaku, semuanya.
Bagaimana cara untuk menyembuhkannya?
Tak banyak yang bisa kami lakukan, sebab itu sudah keturunan.
Hindari alkohol, rokok dan makanan siap saji.
Ada semacam bom di kepalamu. Yang bisa meledak kapan saja.
Apa pohonnya sekarat?
Kenapa kau mau tahu?
Kau...
Ada di pikiranku.
Bukankah menyeramkan tinggal di sini sendiri?
Aku rasa...
Manusia lebih menyeramkan.
Aku sulit tersenyum kadang. Ini karena sirkulasi darahku.
Dindingmu roboh.
Sudah mulai larut.
Taman Kaca: Bagian Pertama
Dia lahir di hutan.
Ketika susu hijau menetes...
Dari kulit pohon tua ke tanah...
Seorang bayi lahir dari akarnya.
Dengan tulang kayu yang keras...
Daging dari serat yang lembut dan murni.
Suatu hari, darah hijau mengalir dalam pembuluh darahnya.
Sang bayi merangkak dan menatap pohon itu dengan penuh cinta.
Dia mengisap getah pohon seakan-akan itu air susu ibu.
Selagi para penebang kayu keluar...
Daun-daun bergemerisik di pepohonan...
Dan menyanyikan lagu pengantar tidur untuknya.
Ayahnya berkata bahwa orang-orang yang terluka akan menjadi pohon...
Di kehidupan selanjutnya.
Terkadang, dia akan menyandarkan telinganya di kulit pohon.
Di saat itu juga...
Dia akan mendengar cerita tentang pohon dan hutan.
Di dalam pelukan bumi, sungai, dan hutan...
Sang anak terus tumbuh hingga menjadi seorang wanita.
Tampaknya sel-sel baru telah terbentuk.
Lebih banyak mengandung oksigen daripada yang sebelumnya.
Dengan sedikit mobilitas juga.
Aku merasa senang dengan ini.
Darah sintetis menggunakan sel darah hijau.
1 Oktober 2009.
Hari pertamanya di sekolah kami.
Dia berhenti denganku untuk melihat seekor burung.
Dia adalah orang pertama yang mau memperhatikanku.
Astaga, kita terlambat lagi. Cepat! Sudah pukul berapa ini?
28 menit!
- Permisi. Di mana Gedung 11? - Gedung yang itu.
- Terima kasih. - Aku juga ingin ke sana.
Kau bisa duluan jika sibuk.
Tidak apa-apa.
Aku ingin tahu bagaimana dia bisa sampai di sini.
Dia burung hutan. Jauh-jauh datang kemari.
Dia sering berkunjung.
Dia datang karena lapar.
Saat melihat wanita ini, J berhenti di tengah jalan...
Karena aroma bumi yang berasal dari wanita ini.
Dia pindah ke kota.
Dia membuat sarangnya di universitas.
Hidup di ruang sempit...
J adalah sumber kenyamanannya.
Tapi setiap malam...
Dia bermimpi dan mendambakan...
Hutannya.
Hei, Sung-nae.
Ji-hun, ceritamu luar biasa.
Aku mempostingnya dalam blog-ku, dan orang-orang menyukainya.
- Benarkah? - Manusia menjadi pohon.
Ini mungkin kebangkitanmu.
- Semoga berhasil. - Ya, terima kasih.
Disukai 714 orang
Siapa kau, Penulis Bayangan?
Aku sangat suka cerita ini!
Kapan bagian berikutnya keluar?
Apa ada kamar kosong?
Uji respons darah hijau...
Jadi hobimu memata-matai.
Bukan seperti itu.
Aku tinggal di dekat sini beberapa hari untuk istirahat.
Apakah ini darah sintetis?
Aku membaca disertasimu.
Menurutku itu sangat mungkin.
Kenapa kau berhenti dan kemari...
Ji-hun.
Apa yang ingin kau tahu tentangku?
Aku...
Tubuhku menjadi keras.
Aku seperti menjadi pohon.
Dagingnya tipis.
Kapan itu dimulai?
Darahnya mulai menjadi hijau.
Di kota, dia menutupi pembuluh darah hijaunya...
Dengan bajunya.
Orang-orang menganggapnya aneh...
Karena dia memakai baju lengan panjang di musim panas.
Dia mengatakan pada teman-temannya...
Bahwa suatu hari dia akan menjadi pohon.
Dia berbisik bahwa dia tahu cara mengubah orang menjadi pohon.
Orang-orang tersenyum di depannya...
Tapi tidak ada satu orang pun yang memahaminya.
Proyeknya dihentikan.
Apakah dia pernah mencintaiku?
Semua berakhir dalam semalam.
Aku terlambat mengetahui bahwa senyumannya bukan untukku.
Daun-daun adalah makanannya.
Dia bisa hidup hanya dengan sinar matahari dan air.
Seperti pohon.
Dia menunggu dan yakin bahwa suatu hari akan dilahirkan kembali...
Sebagai pohon yang indah.
Kemudian suatu hari...
Dia meninggalkan kota.
Aku berharap kau bisa bahagia.
Suatu hari, J memeluknya.
Pada saat itu...
J merasakan kesepian wanita itu yang menembus jiwa.
Wanita itu juga merasakan kesepian J yang menembus jiwa.
Pada hari itu...
Mereka berbagi kehangatan.
J merasa kasihan pada wanita itu.
Semua itu hanya simpati...
Untuk sesaat, mereka mengira itu cinta.
Wanita itu sudah tahu bahwa dia akan terluka lagi...
Namun dia tetap mencintainya.
Apa itu? Taman Kaca?
Lihat jumlah kliknya.
Ya...
Penulis Bayangan? Nama macam apa itu?
- Ini Kim Ji-hun. - Apa?
- Itu nama samaran. - Minggir!
Topik populer: 2. Taman Kaca, 3. Kim Ji-hun
Apa yang kau lakukan di antah-berantah ini?
Tampaknya kehidupan desa cocok untukmu.
Ada apa di balik ledakan kegeniusan ini?
Kalimat yang bagus dan berbobot. Itu memiliki potensi.
Aku punya firasat bagus dengan yang satu ini.
Sudah saatnya namamu bersinar. Kau sudah cukup menderita.
Kau tahu...
Maaf soal yang terakhir kali. Saat itu aku tidak punya pilihan.
Lee Chang-dae itu nama keluarga yang...
Cukup soal itu.
Baiklah.
Manusia pohon. Aku suka idenya. Itu sangat unik.
Bagaimana akhirnya?
Aku belum yakin.
Ayolah.
Bukankah kau penciptanya?
Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa...
Dia tidak tahu bahwa manusia akan menjadi sangat jahat.
30.000 dolar di muka.
20% royalti dari cetakan ketiga.
- Bukankah itu terlalu mahal? - Terima atau lupakan.
Cuacanya bagus hari ini.
Kurasa ini bukan jamur.
Ini adalah sel yang bermutasi.
- Bawa tiga kotak pekan depan. - Baiklah.
Omong-omong, siapa pria itu?
- Siapa? - Pria yang menginap itu.
Dia sering berkeliaran di sekitar rumahmu.
Nenek melihatnya berkeliling mengambil foto.
Taman Kaca
Apa ini?
Sudah lama aku tidak menulis.
Tapi kau memberiku inspirasi.
Di dalam ceritamu...
Aku tidak pincang.
Aku ingin kau bahagia, paling tidak di dalam cerita.
Bahagia?
Bukankah karakter itu hanya perwakilan hasratmu?
Sama seperti di dalam ceritamu...
Pria ini...
Berubah menjadi pohon.
Lanjutkan terus novelmu.
Tunjukkan pada mereka...
Bahwa aku tidak salah.
Dia sudah mati.
Dia membusuk...
Tidak.
Itu hanya efek samping dari eksperimennya.
Tidak kusangka.
Kau gila.
Aku tidak gila.
Aku akan membuktikannya!
Jangan!
Aku tidak tahan lagi.
Aku sudah melihat terlalu banyak.
- Apa maksudmu? - Aku bertemu dia di hutan.
Gadis itu?
- Aku takut. Aku berhenti. - Ada apa?
Apa dia membunuhnya?
Membunuh siapa? Siapa membunuh siapa?
Pencarian Terbaru
Kenapa kau melakukan itu?
Kenapa kau melakukan itu kepadaku?
Kenapa?
Kau masih hidup.
Aku benar.
Selama ini aku memang benar.
Bagaimana bisa kau...
Kau mengatakan hal aneh semalam saat sedang mabuk.
Jadi aku mencarinya.
Dia tampak sungguh gila. Siapa pria itu? Kenalanmu?
- Bukan... - Bohong.
- Selesaikan novelnya. - Aku tidak bisa.
Apa? Kau lupa sudah menandatangani kontrak?
Aku akan kembalikan uangnya.
- Dasar bocah berengsek. - Apa?
Menghindar lagi? Kau hanya penakut.
Kau selalu mundur saat diperlukan. Itu sebabnya kau tinggal di sini!
Kau...
- Pergilah. - Dasar!
- Ini 911. - Apa ini kepolisian?
Hentikan.
Berpura-puralah tidak pernah melihat apa pun.
Ini kasus kriminal.
Kalau aku melaporkanmu, kau adalah komplotannya.
Aku tetap tidak akan melakukan itu.
Lagi pula kau hanya memanfaatkannya. Bukankah begitu?
Kau ingin menjadi terkenal dan pamer kepada Lee Chang-dae, bukan?
Apa bedanya dia menjiplak dan kau mencuri kisah hidup gadis ini?
Hei, kau sungguh munafik!
- Sejak awal kau memanfaatkannya! - Dasar berengsek!
Mencuri kisah hidup gadis gila bukan kejahatan.
Tulis bab terakhir. Seperti apa yang kau lihat.
Maka aku tidak akan melaporkanmu. Lakukan demi dirinya dan juga dirimu.
J, pria yang dicintainya...
Adalah profesor yang menghilang.
Dia menyekapnya di basemennya.
Dia memeluk mayatnya dan membisikkan kata-kata cinta.
Belatung keluar dari jasadnya tapi dia tidak keberatan.
Gadis cantik dan luguku, dia pergi ke mana?
Apa dia hanya seorang ilmuwan gila?
Taman Kaca
Buku Populer Baru
Taman Kaca
Kisah Nyata Seorang Ilmuwan Gila!
Menelepon Kim Hyeon
Panggilanmu tidak terhubung...
Taman Kaca: Bab Terakhir
Kisah nyata?
Bukankah dia kriminal?
Dia hanya wanita gila!
Ini dari toko. Apa kau baik-baik saja?
Kenapa?
Polisi sedang mencarimu.
Mereka terdengar sangat serius, jadi aku memberi tahu mereka.
Tapi aku khawatir.
Halo?
- Kalian berdua ikut aku! - Baik, Pak!
Kisah Nyata Seorang Ilmuwan Gila!
Apa ini kisah nyata?
Tidak, aku mengarangnya.
Apa ini?
Kurasa...
Penerbitku salah mengartikan.
Kau kenal dia?
Apa kau kenal Lee Jae-yeon?
Ya, aku beberapa kali bertemu dia.
Ini jasad yang ditemukan di TKP.
Apa kau mengenalinya?
Tidak.
Aku tidak mengenalinya.
Kau belum pernah melihat orang ini?
Tidak, belum pernah.
Bagaimana kau bisa mengenal Lee Jae-yeon?
Aku ke sana untuk beristirahat.
Saat itu aku sedang menulis novel daring berjudul Taman Kaca.
Dia bilang dia menyukai cerita-ceritaku.
Pembunuhan berdarah dingin ini dilakukan oleh seorang peneliti...
Yang percaya bahwa manusia dapat berfotosintesis seperti tumbuhan.
Polisi tengah berusaha keras mencari tersangka utamanya, Nn. Lee.
Nn. Lee menghilang satu tahun lalu...
Saat tengah menempuh gelar doktornya.
Jasad yang ditemukan di TKP...
Teridentifikasi sebagai Profesor Jung...
Yang bekerja bersama Nn. Lee.
Dia menghilang selama setahun belakangan.
Polisi menduga Nn. Lee meniru sebuah kejahatan...
Setelah membaca novel daring ¨Taman Kaca¨.
Berita selanjutnya, polisi menangkap sekelompok penjudi gelap...
Taman Kaca
Jae-yeon...
Jae-yeon!
Jae-yeon!
Jae-yeon! Tunggu!
Maafkan aku!
Jae-yeon...
Jae-yeon...
Pohonlah...
Yang membunuhnya.
Air membawanya.
Aku berdoa...
Agar dia tidak pernah meninggalkan hutan ini.
Darahnya mengalir dalam pembuluh darahku.
Tubuhku berubah hijau, sama seperti di dalam ceritamu.
Bukankah itu menakjubkan?
Tidak.
Jae-yeon, kau mengalami infeksi.
Bukankah pohon-pohon ini terlihat seperti manusia?
Manusia mati dan tumbuh menjadi pohon-pohon.
Aku pun akan begitu.
Seperti dalam ceritamu...
Aku juga terlahir dari sebuah pohon.
Cerita itu...
Hanya sebuah kebohongan.
Kebohongan itu...
Hanya kebohongan itu yang kumiliki.
Cerita itu sempurna, kecuali di bagian akhirnya.
Saat ranting-ranting pohon berkembang...
Mereka mencoba untuk tidak saling menyakiti.
Tapi berbeda dengan manusia.
Manusia saling membunuh.
Maafkan aku.
Semua ini salahku.
Ayo kita ke rumah sakit.
Tanganmu...
Begitu hangat.
Aku akan...
Aku akan mengubah akhir kisah ini.
Demi dirimu.
Tapi...
Semua sudah terlambat.
Suatu hari, aku bertemu dengannya sekali lagi di hutan.
Rumput liar di antara gulma...
...kicauan burung-burung, semuanya punya nama...
...tapi tidak dengannya.
Hingga suatu hari, kulit kayu yang lembut menggembung...
...cabangnya terbelah menjadi dua...
...menampakkan daging putih...
...seperti dada wanita.
Cairan putih menetes bagaikan susu.
Cabang di bawahnya bertunas...
...dan berakar membentuk kaki.
Kini orang-orang memberinya nama.
Akhirnya dia menjadi pohon.
* Sub Rikues dari Donasi * * H@w-to-kiLL * Tersedia Ratusan Sub dgn rikues berbayar / donasi. ( sub yg blm ada dimanapun... silakan di-order )
Can't find what you're looking for?
Get subtitles in any language from opensubtitles.com, and translate them here.